Issuu on Google+

No.643/Tahun XII, 15 - 21 Mei 2011

PEREMPUAN Bali ini sejak muda telah menekuni olahraga tenis meja. Dari berlatih otodidak di rumah, hingga mendapat bimbingan pelatih menjadikan ibu tiga anak ini di zamannya banyak meraih prestasi. Namun, saat ini ia justru mantap mengibarkan aktivitasnya pada ranah kenotariatan. Pemilik nama A.A. Sagung Primahayuni, S.H., adalah salah

satu atlet tenis meja Bali. Meski tidak sepenuhnya meninggalkan kegiatannya bermain tenis meja, namun, perempuan kelahiran Denpasar, 10 Juni 1964 ini, cukup sibuk menjalankan tugasnya sebagai seorang notaris/pejabat pembuat akta tanah (PPAT), di kantornya yang berlokasi di Jalan Raya Pemogan, Suwung, Denpasar. Bersambung ke halaman 12

Jajanan Bali HASIL pengujian laboratorium Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar terhadap pangan dan bahan berbahaya di jajanan anak sekolah di Bali menunjukkan adanya penurunan angka pangan yang tidak memenuhi syarat.

D

an berwarna, dan 24 sampel es (es mambo, lolipop, es lilin). Kurun waktu tahun 2008 hingga 2010, dengan jumlah sampel yang sama di 30 SD di Bali, BBPOM hanya menemukan 43 sampel yang tidak memenuhi syarat tahun 2008, 15 sampel tahun 2009 dan lima sampel tahun 2010. Tahun ini BBPOM

Dra. I G. A. Adhi Aryapatni, Apt.

kembali melakukan pengujian terhadap 350 sampel pangan, Februari lalu. Hasilnya, lima sampel yang tidak memenuhi syarat atau sekitar 1,4%. Rodhamin B ditemukan hanya pada satu sampel jenis makanan ringan (krupuk, keripik, produk ekstrusi dan sejenisnya). Rhodamin B merupakan salah satu zat pewarna sintetis yang biasa digunakan di industri tekstil dan kertas yang diBERITA TERKAIT HALAMAN 11 dan 16

tkh/sep

ata Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar menyebutkan ada 60 pangan yang tidak memenuhi syarat dari 168 sampel yang diujikan tahun 2007. Salah satunya, yang mengandung rodhamin B ditemukan di dua sampel minum-

tkh/sep

Mengandung Rhodamin B

Jajanan Bali yang positif mengandung rodhamin B yang masih banyak beredar di pasar tradisional

Indonesia YES Ciptakan Pengusaha Muda Kreatif KEINGINAN agar kedua anaknya meraih kesuksesan pada masa depan menginspirasi I GA Diah Chandra Dewi, S.E., Ak. pengusaha dan konsultan keuangan mendirikan Indonesia Young Entrepreneur School (Indonesia YES), sekolah yang fokus mendidik generasi muda menjadi pengusaha sukses. Dari banyak sekolah yang ada, jika kita menginginkan si anak memilih profesi sebagai dokter, insinyur, pengacara, dsb., sekolahnya sudah jelas tersedia. Namun jika anak tersebut ingin menjadi pengusaha, kita masih gamang si anak harus bersekolah ke mana. Dan apakah sekolah tersebut dapat menjamin anak tersebut sukses menjadi pengusaha dan sukses secara finansial? Indonesia YES hadir untuk menjawab keragu-raguan tersebut. Bersinergi dengan Sutrisna Dewi (Ketua Program Kewirausahaan Unud), kurikulum Indonesia YES didesain

I GA Diah Chandra Dewi, S.E., Ak.

dengan pendekatan yang komprehensif, sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan menghasilkan pengusaha sukses. Tahapan pembelajaran dimulai dari perubahan pola pikir, penetapan tujuan masa depan (goalsetting), pemahaman yang kuat mengenai pentingnya pendidik-

an keuangan, penyusunan business plan, pemahaman investasi produktif dan terakhir pendirian sebuah usaha yang menguntungkan. Metode pembelajaran dilakukan dengan kombinasi aktivitas indoor dan outdoor, mencakup 20% dalam bentuk materi, 30% dalam bentuk seminar, games dan studi kasus dan 50% dalam bentuk praktik langsung sebagai pengusaha atau sebagai investor. Indonesia YES juga memfasilitasi kerja sama siswa dengan pengusaha yang sudah sukses, serta berkomitmen memberikan business coaching secara berkelanjutan sampai anak didik berhasil mendirikan usaha dengan sukses. Pengajar dan mentor Indonesia YES berasal dari akademisi yang juga pengusaha atau pengusaha sukses baik dalam skala lokal maupun nasional yang memang teruji dari segi kemampuan akademis maupun dari kesuksesan usahanya. Dengan pengalaman sebagai pengusaha dan konsultan keuangan, Chandra berpendapat, melalui metode pendidikan terpadu kesuksesan dapat diraih dalam usia yang lebih muda. Bersambung ke halaman 12

larang digunakan untuk makanan sesuai Permenkes No. 722/ Per/Menkes/X/88. Program pengawasan jajanan anak sekolah ini merupakan program nasional yang dimulai sejak 2007. Prioritasnya anak SD. “Gerakan Menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu, dan Bergizi� diluncurkan Wapres Boediono akhir Januari lalu dengan bantuan mobil laboratorium keliling yang langsung bisa melakukan uji di tempat. Mobil ini difungsikan perdana April lalu. BBPOM menurunkan petugas bidang sertifikasi layanan informasi konsumen, pemeriksaan dan pendidikan dan bidang pengujian pangan dan bahan berbahaya, menyasar tiga kantin SD dan tiga pasar di Denpasar. Hasilnya, rhodamin B ditemukan di produk pangan kembang gula dalam kemasan plastik bermerek JULIN’S di sebuah SD di Sesetan, Denpasar Selatan. Zat pewarna merah yang biasa digunakan di tekstil tersebut juga ditemukan di delapan sampel jajanan pasar yang merupakan pangan industri rumah tangga. Jenis jajanan Bali ini justru kerap dipakai sesajen, di antaranya jajan uli warna merah, begina, jajan reta, roti kukus, roti apem. Temuan pangan yang tidak memenuhi syarat ditindaklanjuti Bersambung ke halaman 16

FEBRUARI lalu, BBPOM di Denpasar menggelar dharma shanti mengundang pembicara dari Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali. Maraknya pengunaan rhodamin B dalam produk pangan yang jelas-jelas sudah dilarang, mengundang pertanyaan peserta. Di Bali, pewarna sintetis ini biasa disebut muruh. “Biasanya masyarakat Bali membuat segehan memakai muruh. Apa boleh?� tanya seorang peserta. “Kok, bhutakala diberi racun,� jawab narasumber itu. Pernyataan narasumber tadi dibenarkan Ketua PHDI Provinsi Bali Dr. I G.N. Sudiana, M.Si. Dalam lontar sudah tersurat, tiap persembahan pada Tuhan, leluhur, maupun bhutakala, hendaknya persembahan yang terbaik. Yang terbaik itu dari bahan alami, sukla, harum, dan bagus. “Segehan yang dihaturkan untuk bhutakala hendaknya memakai

Dr. I G.N. Sudiana, M. Si.

pewarna alami. Misalnya, warna merah dari gula merah/Bali, kuning dari kunir, hitam dari adeng/arang,� ujarnya. Demikian halnya penggunaan pewarna pada jajanan Bali. Apalagi, jajan tersebut dipersembahkan kepada Tuhan. “Selain tak baik untuk kesehat-

an, itu tidak sesuai dengan etika dan tatwa (filsafat) dalam persembahan. Itu sudah menyalahi prinsip persembahan,� ujarnya. Persembahan itu tak hanya formalitas, lungsurannya (sisanya) harus bisa dimakan. Dalam bhagawadgita juga disebutkan “...barang siapa yang makan sisa dari yadnya/persembahan, itu berarti dia terbebas dari dosa. Barang siapa yang makan sebelum persembahan dan memasak makanan hanya untuk dirinya sendiri, berarti dia memakan dosa...�. Karena itu, di Bali ada istilah ngejot, mabanten saiban, segehan, sebagai persembahan kepada Tuhan dan bhutakala. “Jangan membuat persembahan dengan menodai bahan upacara seperti menggunakan pewarna tak alami untuk segehan atau jajan Bali. Itu sudah tidak suci lagi,� ujar Dekan Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar ini. –ten

Demi Keuntungan Pedagang tak Perhatikan Pewarna “MUTU makanan kadangkadang ditentukan pula oleh kehadiran pewarna. Saat orangorang akan membeli minuman atau makanan jajanan, yang pertama kali akan dilihat langsung warna makanan tersebut,� ujar Ketut Sutiari, Kepala Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unud. Penelitian yang dilakukan Puspita, mahasiswi Fakultas Kedokteran Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Unud tahun ini terhadap 40 sampel minuman jajanan yang terdiri atas 36 minuman kemasan dan 4 minuman home industry (jamu) di pasar Badung, Sanglah, Kreneng, dan Kumbasari menunjukkan semua minuman kemasan menggunakan bahan pewarna, pengawet, dan pemanis buatan/sintetis. Hal itu dapat diketahui dari label yang tercantum di minuman jajanan tersebut. Di label tersebut juga dicantumkan nama produk, tanggal/bulan/tahun kadaluwarsa, daftar bahan yang digunakan, kandungan gizi, berat/isi bersih, nomor pendaftaran pangan/ kode produksi serta nama dan alamat pihak yang memproduksi. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 69 Tahun 1999. Namun, ada

beberapa sampel minuman jajanan yang tidak mencantumkan tanggal/bulan/tahun kadaluwarsa dan tidak jelas mencantumkan komposisi bahan yang digunakan. Pewarna yang digunakan 36 sampel minuman kemasan itu merah allura CI 16035, karmoisin CI 14720, tartrazin CI 19140, kuning FCF CI 15985 (sunset yellow), brillinat blue C 42090, dan ada beberapa minuman yang tidak mencantumkan jenis pewarna yang digunakan. Bahan pengawet yang tercantum di label sampel kalium/potasium sorbat, natrium benzoat, natrium sitrat. Pengawet yang digunakan tersebut merupakan bahan pengawet yang diperkenankan pemakaiannya oleh Dirjen POM

tkh/dok

Jaga Keseimbangan Hidup

tkh/sep

Kok, Bhutakala Diberi Racun?

A.A. Sagung Primahayuni

Ketut Sutiari

dengan dosis tertentu. Untuk pemanis buatan yang digunakan di sampel minuman yaitu siklamat, aspartam, acesulfam K, dan beberapa sampel tidak mencantumkan pemanis buatan yang digunakan. Secara keseluruhan, pewarna, pengawet, dan pemanis yang digunakan tersebut merupakan bahan tambahan pangan yang diizinkan penggunaannya oleh pemerintah. Namun, dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/ Menkes/Per/IX/88, pemakaian bahan tambahan pangan tersebut memiliki batas maksimum penggunaannya. Dalam penelitiannya, Puspita menemukan, pihak produsen minuman kemasan tersebut tidak mencantumkan berat/jumlah kandungan dari masing-masing bahan tambahan pangan yang digunakan. “Hal ini perlu dicantumkan agar pihak konsumen menghindari mengonsumsi minuman yang melebihi batas maksimum yang dibolehkan untuk kesehatan manusia,� saran Puspita dalam laporannya. Identifikasi Rhodamin B Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Balai Besar Bersambung ke halaman 16

Jadi Pengusaha

Kaya Selamanya Melalui Langsung Sukses, Mau? Emas Batangan SUNGGUH di luar dugaan, seminar “Mudahnya Jadi Pengusaha� dengan pembicara Gede Dermawan,PsT pada Minggu (8/5) di Hotel Nirmala pesertanya membludak. Dihadiri lebih dari 300 orang sehingga panitia berinisiatif membagi seminar jadi dua sesi, dimulai pukul 10.00. Pada sesi pertama, puluhan peserta seminar ikhlas duduk di lantai dan sebagian berdiri di belakang karena jumlah peserta melebihi kapasitas ruangan. Walaupun dalam kondisi berdesak-desakan, peserta tetap bersemangat mengikuti seminar hingga

berakhir. Sebagian besar peserta seminar di sesi pertama memutuskan bergabung menjadi siswa Sekolah Pencetak Pengusaha. Pada sesi kedua, semua kursi terisi penuh dan peserta sangat merasakan manfaatnya. Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa untuk berwirausaha, Sekolah Pencetak Pengusaha selaku panitia seminar roadshow sembilan kota berinisiatif kembali menyelenggarakan seminar di Denpasar. Jadwal Bersambung ke halaman 12

INGIN kaya dan hidup bebas, jadilah pengusaha dan investor. Itulah pesan Ni Made Dewi Saraswati, S.E. Semua orang berkesempatan menjadi pengusaha sukses. Dulu jalan menuju kaya ini sulit karena jarang ada yang mau mengajarkan. Di sekolah bahkan di perguruan tinggi pun dulu tidak pernah diajarkan cara menjadi kaya. Ia dan suaminya kerap mengikuti seminar di Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta. “Biaya yang kami keluarkan jauh lebih besar karena harus beli tiket pesawat, sewa hotel dan harus rela meninggalkan anak-anak. Berita baiknya buat masyarakat Bali,

sekarang untuk belajar bisnis dan berinvestasi lebih mudah karena di Bali hampir tiap minggu ada seminar bisnis. Cara mudah untuk kaya hanya dengan berbisnis dan berinvestasi di tempat yang benar,� ungkap wanita lulusan Undiknas Denpasar ini. Selain sukses melahirkan pengusaha online di Bali, wanita yang baru-baru ini bertirtayatra ke India ini, ingin membantu lebih banyak orang menjadi pengusaha dan investor. Untuk itu, ia mengelola EO spesialis bisnis di bawah Bersambung ke halaman 12

Ni Made Dewi Saraswati, S.E.


2

Tokoh

15 - 21 Mei 2011

ASPIRASI

Bagaimana cara menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan remaja?

Pancasila “Membunuh bangsa dapat dilakukan dengan satu: mengubur sejarahnya yang membentuk filosofi bangsa tersebut. Seperti orang mengidap penyakit amnesia, lupa masa lalu hingga lenyap tujuan hidupnya. Dua: menghancurkan nilai-nilai kebangsaan Putu Wijaya warganegara menjadi bermental broker. Hilangnya Pancasila adalah bukti pembunuhan tersebut!” Demikian bunyi SMS dari salah seorang teman Ami di Jakarta. SMS itu dikirim menyambut berita dihapusnya pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan dari semua jenjang pembelajaran oleh Diknas. Amat termenung di depan SMS itu. “Bapak tidak bisa ngomong kalau begini,” kata Amat, “Bapak bingung. Apa maksudnya ini? Apa betul Pancasila itu bisa hilang dari hati kita. Apalagi yang akan mempersatukan kita yang penuh dengan perbedaan ini kalau bukan Pancasila?” Ami mengangguk. “Ami juga marah Pak. Dulu ketika Pancasila diindoktrinasikan, Ami sempat muak. Apa saja dikaitkan dengan Pancasila. Seakan-akan mimpi pun kita harus pancasilais. Kalau tidak pancasilais digebuk. Pancasila sudah jadi pentungan untuk menghukum. Dengan begitu Pancasila bukan lagi filosofi berbangsa dan bernegara, tetapi menjadi senjata menyiksa orang lain. Waktu itu Ami hampir anti. Tetapi, sekarang, begitu banyak perbedaan yang menyebabkan orang berkelahi, memang tidak ada yang bisa merekat kita sebagai bangsa dan sebagai negara kalau bukan Pancasila. Ternyata, semua kegawatan ini terjadi karena dulu kita tidak memahami apa sebenarnya hakikat Pancasila. Pancasila hanya slogan. Untuk itu perlu sekali pembelajaran yang benar tentang apa sebenarnya itu. Lalu kenapa dihapus?” Amat mengunjungi seorang budayawan. “Coba jelaskan padaku mengapa pelajaran Pancasila dihapuskan?” Teman Amat itu tertawa. “Karena, sudah banyak yang mengajarkannya secara salah.” “Salahnya di mana?” “Pancasila hanya diajarkan, tetapi tidak dipraktikkan. Yang mengajarkan juga tidak melaksanakan Pancasila. Jadi, Pancasiila hanya menjadi hafalan. Itu harus dihentikan. Pancasila adalah dasar negara. Itu falsafah bangsa yang harus dimengerti jiwanya, bukan hanya dihafalkan seperti mencongak!” “Tetapi, untuk itu kan harus dipelajari?” “Tidak!” “Kok tidak?!!” “Pancasila itu harus dihayati!” “Memang! Karena itu harus dpelajari!” “Tidak bisa!” “Kenapa?” “Karena gurunya tidak ada!” Amat tercengang. “Bung Karno ketika mengucapkan pidato yang kemudian terkenal sebagai Pidato Lahirnya Pancasila, adalah bagian proses pembelajaran pada Pancasila. BK mencoba menggali dari sejarah, dari pengalaman perjalanan bangsa Indonesia, apa sebenarnya yang mempersatukan kita semua. Ia menemukan lima sila yang kemudian bisa disingkat jadi trisila, tetapi kemudian bisa disingkat lagi jadi ekasila: gotong-royong. Kita terus dalam proses pembelajaran bersama Pancasila mengikuti perubahan-perubahan zaman. Kita terus melakukan pemberdayaam yang disebut revitalisasi pada esensi Pancasila, sehingga Pancasila tidak menjadi dogma yang kaku tidak bisa diajak bergotong-royong, padahal esensinya adalah gotong-royong. Jadi kita mulai start dari nol lagi!” Amat pusing mendengar penjelasan itu. Ia pulang mengantongi kekecewaan. Tak bisa menerima jika Pancasila dihapuskan sebagai pembelajaran, saat bangsa memerlukan lentera untuk menembus kegelapan hidup yang tak habis-habisnya. “Sebenarnya Pancasila sudah lama kita lupakan dalam praktik kehidupan kita. Jadi, kalau sekarang itu diucapkan begitu, mestinya tak perlu kaget lagi,” kata Ami yang membuat pikiran Amat makin keruh. “Apa? Jadi kamu setuju Ami?” Ami mengangguk. Amat tercengang. “O jadi kamu selama ini tidak pancasilais ya?!” Ami mengangguk lagi. Amat hampir tak percaya. “Heee kamu maunya apa, Ami!?” “Saya mau menerima kenyataan saja, Pak.” “Kenyataan bahwa kamu tidak pancasilais?” “Kenyataan bahwa kita sudah salah mempraktikkan Pancasila!” “Salah?” “Ya. Karena, kita melihat silanya terpisah-pisah. Padahal kelima sila itu adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipreteli. Pemretelan itu yang menyebabkan Pancasila menjadi sempit. Kalau mau satu sila seperti kata Bunga Karno: gotong-royong!” “Terus?” “Ya terus pembelajaran seperti biasa yang kita lakukan dulu itu tidak boleh diteruskan. Mesti dilupakan!” “Kamu sudah gila Ami!” Ami hanya tertawa. “Lebih gila lagi karena kamu tertawa padahal tahu kamu gila!” Ami mengangguk. “Dari sudut penafsiran yang salah, saya ini memang tidak pancasilais. Tetapi, dari sudut Pancasila yang merupakan filsafat hidup berbangsa dan bernegara yang intinya gotong-royong, saya pancasilais sejati. Pancasila adalah landasan hidup berbangsa dan bernegara, bukan dogma!” Amat membanting koran. “Semua yang kamu katakan itu hanya teori! Kalau Pancasila tidak diajarkan lagi, semua orang akan semaunya sendiri, kita akan hancur!” Amat tak menahan perasaannya lagi. Ia banting koran lagi lebih keras. Bu Amat datang menyabarkan. “Jangan korannya yang dibanting, Pak. Bukan salah korannya, mereka kan hanya memberitakan!” “Berita apaan ini!” teriak Amat lalu membanting sekali lebih kesel. “Jangan. Bukan salah korannya!” “Aku sebel!” Amat mau membanting lagi. Bu Amat hendak menggapai koran itu, tetapi Amat kemudian merobek-robeknya. “Aku tidak mau ada berita begini di rumah ini. Tanpa Pancasila kita akan hancur berantakan!” Setelah tinggal serpihan-serpihan kecil, Amat melempar koran ke tong sampah. Tetapi, tidak tepat. Robekan koran itu berserakan di lantai. Dengan sabar Bu Amat memungut lalu menaruhnya dengan cermat di dalam tong sampah. Setelah itu ia menghampiri suaminya dan bicara dengan tenang. “Ana tan ana Pak.” “Apa?” “Makin dilarang malah makin Bapak lakukan!” “Memang!” “Begitu juga Pancasila. Makin tidak dipelajari, makin membelajarkan kita, Makin hilang makin mendekat. Makin tak ada makin ada!” Ami bertepuk. Koran

Mingguan

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

KORAN TOKOH Agoeng Lanang Cramcam Intinya ada modal untuk wirausaha.

“Perlu APBD yang Memihak Rakyat” Sampaikan opini Anda Minggu 15 Mei 2011 dalam acara interaktif “Wanita Global” 96,5 FM pukul 10.00 - 11.30 Wita. Opini dapat juga disampaikan lewat Faksimile 0361 - 812994 E-mail: info@globalfmbali.com. Website: www.radioglobalfmbali.com Pendapat Anda tentang topik ini dimuat Koran Tokoh 22 Mei 2011

Tradisi hendaknya Cerminkan Visi dan Misi Kitab Suci SAI BABA dengan kelompok Sai Study Group (SSG)-nya mengajak masyarakat mendalami ajaran Weda. Ajaran Weda itu universal, bisa diterapkan di semua agama dan sukubangsa. Seimbangkian antara upakara, tatwa dan susila. Siraman dari rohaniawan yang kurang. Tradisi hendaknya selalu mencerminkan visi dan misi kitab suci. Jika dipelajari secara benar, wacana Sai Baba justru menguatkan tradisi Bali. Demikian pandangan yang berkembang dalam Siaran Interaktif Koran Tokoh di Global FM 96,5 Minggu (8/5). Topiknya, “Wacana Sai Baba tentang Ajaran Weda”. Berikut petikannya.

Hidupkan Tradisi yang Penuh Kreasi Sai Baba telah meninggalkan badan kasarnya 24 April 2011. Pascameninggalnya beliau, bagaimana ajaran ini ke depan? Sai Baba bukan sekte, bukan aliran. Sai Baba, guru spiritual bagi orang yang mempelajari Weda. Organisasinya juga bukan sekte, tetapi kelompok studi yang mempelajari Weda. Setelah mempelajari Weda, silakan kembali ke prinsip masing-masing. Ada lima hal yang terkandung dalam Weda, yaitu widya/ilmu, wiweka/ metode analisis, karma siksana/ perbaikan perilaku, sat sila/ membangun karakter, abhimana/mengabdi pada Tanah Air. Kegiatannya ada empat, yakni weda posana/ belajar weda, widwat posana/melindungi orang-orang yang mendalami ajaran suci Weda, bhakta raksaka/melindungi orang yang bhakti pada Tuhan, dan dharma raksaka/melindungi kemurnian dharma. Empat kegiatan inilah yang merupakan misi Sai

Baba, memperjuangkan kebenaran dengan tidak usah menggunakan kekerasan. Sai Baba menganjurkan menggunakan senjata kasih sayang untuk menegakkan kebenaran. Tiap kelompok boleh mempelajari hukum pada sekte. Ada yang fokus pada satu nama Tuhan. Sedangkan di Sai Baba tidak ada fokus memuja salah satu nama Tuhan. Semua dikembalikan ke sektenya masing-masing, yang penting mereka memuja Tuhan dan benar-benar mengembangkan tiga kehidupan, yakni kehidupan diangkat, pendidikan yang makin meningkat, dan memperhatikan nasib sesama. Itu inti Weda. Agar bisa demikian kegiatan spiritual menanamkan tiga hal, yakni mencintai Tuhan dalam bentuk bhakti, mencintai Tuhan dengan konsisten menegakkan nilai kebenaran Weda, dan mewujudkan kecintaan itu dengan mengabdi. Ini sesuai dengan sekte masing-masing. Banyak prokontra pandangan masyarakat Bali terhadap wacana Sai Baba dan ajaran sejenisnya lainnya. Hendaknya, jangan apriori dulu sebelum membaca dan melihat persoalan. Ada ketakutan masyarakat Hindu di Bali akan kehilangan adat, dan terkikis budayanya, atau disebut keindia-indiaan. Namun, tak bisa ditampik nama Pura,

nama Brahma-Wisnu-Siwa, semua nama India. Bali itu budaya Hindu. Kebudayaan akan terus berkembang. Jika tradisi tenggelam dan berenang dalam tradisi, begitu jadinya. Sai Baba mengajarkan ada lima ibu yang harus dihormati, yaitu Tuhan ibu kandung yang melahirkan kita, cinta fisik, ibu pertiwi dan tradisi kita. Tradisi adalah ibu kita. Sai Baba mengajarkan tradisi harus dipelihara. Tradisi ada perubahan. Makanya, ada kahyangan tiga di desa pakraman di Bali, tujuannya untuk menghidupkan tradisi agar tradisi penuh kreasi. Sai Baba selalu mewacanakan, tradisi hendaknya selalu mencerminkan visi dan misi kitab suci sehingga inovasi tak membuat kita risih. Relevansi ajaran Sai Baba terhadap kondisi kehidupan zaman sekarang ini amat bagus, karena beliau tidak memberikan bentuk tetapi apa yang telah kita lakukan. Pujalah Tuhan menurut nama rupa yang kau paling suka dan kebiasaan yang kau lakukan. Di Bali, silakan dengan simbol-simbol. Jika ajaran Sai Baba dipelajari secara benar, justru tradisi Bali akan makin dikuatkan. Pro-kontra boleh saja, namun hendaknya cerdas mengambil sikap. I Ketut Wiana Pengamat Masalah Sosial dan Keagamaan

Rah Ade Punya orangtua yang juga wirausahawan. Anna Emiliana Dibuat mata pelajaran wirausaha di sekolah-sekolah, tiap bulan praktik dengan diberi tugas menjual dengan sistem target per kelompok. Ary Prabawa Dengan cara membut bisnis kecil dengan penuh percaya diri seperti membuat iklan tampilan web yang menarik konsumen. Dan, menerima risiko, saran, dan komentar. Itu akan membuat jiwa wirausaha di kalangan remaja menjadi semangat dan akan banyak muncul wirausahawan muda yang sukses. May Rezky Menambahkan pelajaran kewirausahaan dan memberi praktik kecil tentang wirausaha seperti membuat ekstrakurikuler di setiap sekolah, dengan mempraktikkan membuat usaha kecil. Contohnya, membuat bunga menggunakan pipet plastik.

Landasi Wawasan Sastra yang Memadai

ngat membantu. PHDI seharusnya berterima kasih akan kecerdasan yang disampaikan ke Pengikut Sai Baba di dunia, umat Hindu sehingga ajeg banyak, juga umat Hindu di Hindu di Bali lebih terjamin. Bali. Jika yang dipelajari Weda, Gede Byasa apa pun itu, tujuannya untuk mencerdaskan umat Hindu agar Kurang Siraman dalam praktik keagamaan tak sekadar ikut-ikutan, tak sekadar Rohaniawan Hindu buang-buang energi dan biaya Sejak bumi diciptakan banyak. Tetapi, hendaknya Weda itu sudah ada. Ketidakmakna dalam melakukan akti- tahuan masyarakat Bali akan vitas agama itu betul-betul ber- Weda karena kurangnya ada manfaat. Jika melakukan akti- siraman dari rohaniawan Hindu. vitas keagaaman tanpa wa- Kelompok ajaran Weda seperti wasan sastra yang memadai seini efektif membentengi genehingga kita tak punya etika, usai melakukan ritual tak akan ada rasi muda dari pengaruh negatif manfaat yang memberikan globalisasi, karena diajarkan perubahan nilai seperti per- tentang moral dan kebaikan. Sulana, Denpasar ubahan sikap. Seperti yang kita alami di Bali, karena tidak adanya lembaga atau keharusan se- Seimbangkan ‘Upakara’, bagai umat Hindu mempelajari ‘Tatwa’ dan ‘Susila’ Weda, seperti yang diajarkan Bali banyak didatangi para dalam Sai Study Group (SSG). Kehadiran Sai Baba dengan yogi dari India. Tak menutup kekelompok belajar Weda SSG mungkinan para yogi dari Ausini, dipandang positif. Dengan tralia. Ada apa dengan Bali? Bali adanya kelompok ini, sedikit dilihat memiliki taksu atau vibrasi tidaknya umat Hindu yang yang khas. Umat Hindu di Bali ingin meningkatkan spiritual, lebih menonjolkan upakara dimemiliki tempat dengan pema- bandingkan tatwa dan susila (tiga haman yang benar. Jika tak ada kerangka umat Hindu). Dengan wadah sepeti ini, dalam zaman datangnya yogi-yogi ini, lengglobalisasi, Bali sudah dida- kaplah Bali ini menuju ketangi kelompok spiritual/ke- suksesan ke depan jika meyakinan dari seluruh dunia, jika mang masyarakatnya bisa termayarakat Bali tak dibentengi buka untuk hal-hal seperti itu. pemahaman kuat, akan dapat Karena, tak semua warga masyamenggoyahkan keimanannya rakat memiliki level sama tentang untuk beralih. Contoh, di Be- pemahaman Weda. Jika baru pada limbingsari ada tiga banjar pin- level upakara, baru siap melaksadah agama. Ini tak terlepas dari nakan ritual seperti kebanyakan di kurangnya pemahaman kehin- Bali seperti melaksanakan Galungduan orang di sana, keyakinan an, Kuningan, Purnama, Tilem. yang tanpa didasari pengetahuBersambung ke hlm. 12 an. Adanya lembaga SSG ini sa-

APBD belum Memihak Kebutuhan Rakyat SAYA punya keyakinan kuat, tidak banyak rakyat yang tahu bagaimana sistem penganggaran di pemerintah pusat maupun di daerah itu disusun. Sebab, persoalan ini masih sebatas menjadi wacana di kalangan akademisi dan para elite. Padahal persoalan sistem anggaran menjadi hak dan sekaligus kewajiban bagi seluruh rakyat untuk mengawasinya. Sebab, sumber anggaran tersebut berasal dari uang rakyat. Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2011 dinilai belum prorakyat. Pasalnya, pemerintah lebih gemar menghabiskan uang negara untuk kepentingan birokrasi, dibanding untuk pos-pos yang lebih berorientasi pada kepentingan publik. Indikator suatu rezim yang prorakyat bisa dilihat dari komposisi APBN dan APBD-nya. Dalam APBN 2011 justru terjadi penurunan untuk pos kesehatan dan jaminan sosial, misalnya, dibanding APBN 2010. Terjadi penurunan anggaran kesehatan senilai Rp 6,1 triliun dibanding APBN tahun lalu. Artinya, pemerintah saat ini hanya mengalokasikan sekitar 2% APBN untuk pos kesehatan. Padahal, berdasarkan undangundang, pemerintah harus mengalokasikan minimal 5% APBN di luar gaji pegawai. Begitu pula soal anggaran untuk jaminan sosial,

tidak satu pun anggaran 2011 yang dialokasikan dengan jelas untuk mengembangkan sistem jaminan sosial secara menyeluruh. Pemerintah hanya mengalokasikan anggaran bantuan sosial yang justru menurun hingga Rp 8 triliun ketimbang APBN 2010. Penurunan tersebut juga terjadi pada subsidi senilai Rp 8 triliun. Konyolnya, dua pos tersebut diabaikan, Yang ada justru pemerintah menaikkan biaya perjalanan senilai Rp 4,9 triliun. Tiap pejabat, diperkirakan mendapat jatah 2000 dolar AS untuk pelesiran ke luar negeri. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan instruksi presiden tentang efisiensi. Itu tadi gambaran tentang sistem penganggaran di Pemerintah Pusat. Bagaimana halnya sistem penganggaran yang tertuang dalam APBD Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali? Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bali 2011 mencapai angka Rp 2,5 triliun. Dari segi angka kita patut berbangga karena terjadi peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan APBD 2008 yang jumlahnya hanya Rp 1,4 triliun. Demikian juga APBD Kabupaten/Kota di Bali rata-rata mengalami peningkatan yang signifikan tahun 2011. Contoh, APBD Kabupaten Badung tahun 2011 hampir mencapai Rp 1,5 triliun dengan komposisi belanja aparatur 49,19% dan belanja publik 50,81% Yang sering menjadi pertanyaan dalam sistem pengang-

Made Suantina

garan tersebut adalah, komposisi antara belanja aparatur dan belanja publik selalu berimbang antara daerah yang PAD-nya besar dengan daerah yang PADnya kecil. Jadi selama ini tidak ada patokan/ukuran yang pasti, berapa jumlah nominal/rasio yang sehat untuk belanja aparatur tersebut bagi Pemerintah Daerah. Sebab, selalu saja dibuat perimbangan, makin besar PAD suatu Daerah dalam komposisi APBD-nya belanja aparaturnya pun makin besar nilai nominalnya. Maka persentase perimbangan antara belanja aparatur dan belanja publik yang dipakai pegangan dalam menyususn APBN maupun APBD akan terus menunjukkan tidak adanya keberpihakan pada kebutuhan rakyat banyak. Persoalan berikutnya, tingkat kebocoran anggaran yang konon bisa mencapai angka 30%. Hal ini disebabkan mekanisme kontrol pada saat proses/ realisasi proyek dirasakan sa-

ngat tumpul, audit hanya dilakukan setelah proyek selesai dikerjakan. Maka, keberhasilan KPK dan lembaga pengawas keuangan lainnya mengungkap korupsi sesungguhnya bukanlah tujuan, melainkan jauh lebih bermanfaat jika lembaga pengawas itu mampu mencegah terjadinya korupsi Bukan rahasia lagi, anggaran perjalanan dinas aparat yang tertuang di dalam APBD tidak sebanding dengan biaya perbaikan jalan yang dilalui rakyat tiap hari. Kondisi ini sudah sangat meresahkan masyarakat, ibarat api dalam sekam, rakyat sudah tahu hanya saja mereka masih sanggup untuk diam. Terhadap kondisi ini pemerintah seharusnya peka dan mewaspadainya, jika tidak ingin terjadi gejolak sosial. Perhatikan, misalnya, di media massa sering pengaduan jalan rusak, penutupan jalan oleh masyarakat dengan menanami pohon pisang gara-gara jalan rusak parah. Sementara itu para aparat hampir tiap minggu pelesir ke luar daerah dan ke luar negeri dengan naik pesawat. Karena itu dipandang perlu mulai saat ini untuk menumbuhkan kepekaan sosial para aparat pemerintah. Yang tidak kalah pentingnya menjadi sorotan dalam penyusunan anggaran adalah pola yang selalu berimbang antara penerimaan dan pengeluaran. Dalam sistem penganggaran di APBN maupun di APBD belum dicantumkan adanya tabungan. Sehingga, jika negera kita mengalami krisis ekonomi atau

tertimpa bencana selalu kalang-kabut. Maka ke depan, menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan pemerintah menjadi sangat penting. Tabungan pemerintah itu bukan hanya bermanfaat dalam penanganan masalah-masalah yang bersifat darurat melainkan juga sangat berdampak positif terhadap neraca keuangan negara/daerah, khususnya dalam rangka meminimalisir upaya mencari utang luar negeri. Saya merasa perlu untuk mengungkapkan adanya sistem nilai yang dikategorikan local genius yang dapat dijadikan teladan dalam sistem pengalokasian anggaran oleh pemerintah. Yaitu, sistem pembagian sesari di tiap pura di Bali umumnya dibagi menjadi tiga, satu bagian untuk pemangku, dua bagian menjadi kas pura. Seandainya APBD proporsinya dibuat seperti itu akan terasa cukup adil. Belanja aparatur maksimal sepertiga total APBD, dan dua per tiga belanja publik atau biaya pembangunan termasuk tabungan pemerintah. Namun, selain pembagian yang proporsional antara belanja aparatur dan belanja publik, yang sangat penting menjadi penekanan, mekanisme pengawasan yang benar saat realisasi proyek tersebut dalam proses, bukan hanya setelah rampung. Made Suantina Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Warmadewa

z Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Widminarko z Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara z Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: Syamsudin Kelilauw, Ratna Hidayati, Budi Paramartha, IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Lilik, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. z Buleleng: Putu Yaniek z Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati z NTB: Naniek Dwi Surahmi. z Surabaya: Nora. z Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman z Sekretariat: Kadek Sepi Purnama, Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara zAlamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373 zAlamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605 zNTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257 zJawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240 zSurat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com; redaksitokoh@yahoo.com zSitus: http/www.cybertokoh.com; http/www.balipost.co.id zBank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta, Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 zPercetakan: BP Jalan Kepundung 67 A Denpasar.


15 - 21 Mei 2011 Tokoh 3

12

Suwar-suwir yang merupakan makanan khas Kota Jember

TURNI

Bersepeda Motor Ciamis-Bali

10 PUKUL 19.00 kami tinggalkan kota Lumajang, melanjutkan perjalanan menuju kota Jember. Kami targetkan sebelum tengah malam sudah tiba di Jember untuk tidur di kota ini. Tanpa kuduga, setiba di kota Wonorejo ban sepeda motor yang saya naiki bersama Paman mendadak kempes. Sepi, suasana kota kecil ini. Bengkel yang kami datangi sudah tutup. Kami gedor pintu bengkel yang menjadi satu dengan rumah tempat tinggal pemiliknya itu. Setelah beberapa kali digedor, pemilik membuka pintu. Ternyata, ban sepeda motor kami terkena paku. Kami duduk-duduk di kursi bambu sambil istirahat menanti ban selesai ditambal. Tambal ban memakan waktu 20 menit. Perjalanan kami lanjutkan kembali. Walaupun suasana sepi, kami harus berhati-hati, sebab banyak truk yang lalu lalang. Setelah dua jam perjalanan, kami berhenti sejenak di kota Jatiroto. Ini sesuai dengan jadwal yang kami sepakati, istirahat tiap dua jam perjalanan. Namun, setelah itu kami tidak lagi konsekuen memenuhi jadwal tersebut. Sebab, kami dikejar waktu, Senin harus kembali bekerja di Bali. Semula kami merencanakan tiba di Bali paling lambat Sabtu, sehingga hari Minggu bisa istirahat sebelum kembali bekerja esok harinya. Tetapi, rencana itu sudah dapat dipastikan gatot, gagal total, karena perjalanan kami sedang menuju kota Jember padahal hari sudah memasuki Jumat malam. Hanya 15 menit kami

beristirahat di Jatiroto. Kota Jember makin dekat. Dan, kami tiba di kota ini pukul 22.30. Seperti biasa di kota ini pun kami mencari pompa bensin. Di sini, tanpa pikir panjang, kami langsung mengambil posisi tidur. Namun, sebelum benarbenar kami tidur, Paman membangunkan dan mengajak anggota rombongan untuk mencari tempat makan. Sebenarnya kami enggan mematuhi ajakan Paman, sebab rasa lapar telah dikalahkan rasa lelah. Tetapi, kami menyadari, stamina harus tetap dijaga, setelah berhari-hari bersepeda motor menempuh jarak ratusan kilometer. Walaupun tengah malam, suasana kota Jember masih terlihat ramai. Terlihat kendaraan yang berlalu-lalang dan beberapa pedagang kaki lima mulai berbenah membereskan tenda-tenda warungnya. Kami memilih warungwarung yang ada di alun-alun Jember. Kami berpencar. Paman bersama anggota cowok lainya memilih rawon dan soto, sementara saya dan Bu Olla memilih ayam penyet sebagai menu makan malam. Di Jember kami hanya berhasil mencicipi suwar-suwir yang merupakan makanan khas kota ini. Makanan ini terbuat dari tape singkong dan gula yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan makanan seperti dodol. Namun, dodol Jember ini sedikit keras, seperti wajik makanan dari kampung kelahiran saya. Suwar-suwir dibuat dengan campuran aneka jenis buah seperti nangka, nenas, cokelat, durian, dan kacang hijau. Untuk menikmatinya kami cukup merogoh uang Rp.7.000 sampai Rp.20.000 per kemasan tergantung besar kecilnya ukurannya. Pulau Bali tinggal selangkah lagi. Subuh setelah terbangun di pompa bensin, kami melanjutkan perjalanan menuju kota berikutnya, Banyuwangi. zAnik Nurlia Agustini

Cuci Otak bisa Dihindari dan Disembuhkan ADA kalangan orang yang mudah menjadi korban cuci otak (brain washing) ada yang sulit. Korban dapat disembuhkan. Orangtua harus mewaspadai beberapa ciri anaknya yang menjadi korban cuci otak. Ada pula cara untuk menghindari anak dari proses cuci otak yang negatif. Demikian rangkuman hasil wawancara Koran Tokoh dengan tiga pakar di Bali dan Jakarta menyusul sinyalemen cuci orak terhadap anak-anak muda yang direkrut menjadi pengikut NII (Negara Islam Indonesia) dan pelaku bom bunuh diri, akhir-akhir ini.. Yang menjadi korban bukan hanya kalangan kurang berpendidikan, tetapi juga berasal dari perguruan tinggi. Menurut Dr. Erwin Kusuma, Psi, kaum muda umumnya memang rentan pengaruh luar. Apalagi jika jiwanya masih seperti anak-anak, tidak memiliki dasar keimanan kuat, mereka akan sangat mudah dipengaruhi, diindoktrinasi. Tingkat pendidikan atau kemampuan akademik, tidak menjamin kedewasaan jiwa seseorang.

“Lihat saja tawuran, bukan hanya murid SMP yang melakukannya, tetapi juga mahasiswa. Itu tandanya sekalipun mahasiswa, jiwanya belum dewasa, dia masih seperti anakanak,� ujar Dr. Erwin, yang juga Kepala Pusat Kedokteran Hypnosis, Departemen Kesehatan Jiwa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, ini. Ia menduga para perekrut sangat ahli dan telah mempelajari betul targetnya sebelum beraksi. Mereka melakukan pendekatan keagamaan, karena itu pintu masuk paling mudah untuk mendekati mereka. Sekali mereka terjerat, akan sulit keluar. Menurut psikolog yang juga kolonel CKM (purn), perekrut menggunakan magnetism bukan hipnotis. Termasuk magnetism adalah ilmu gendam yang kerap dilakukan pelaku kriminal. Magnetism berbeda dengan hipnotis. Hypnotism istilah yang pertama kali diperkenalkan seorang dokter, James Braid (1795 – 1860), ahli saraf keturunan Skotlandia; diambil dari nama Dewa Yunani, Hypnos (dewa

tidur). Braid mengatakan, hipnotis merupakan fenomena psikis, bukan fenomena fisik. “Orang diterapi dalam keadaan berbaring, otaknya istirahat. Relaksasi. Dalam hypnotism pasien berperan sebagai subjek aktif, terapisnya hanya berperan sebagai fasilitator. Sedangkan dalam kasus cuci otak akhir-akhir ini, korbannya objek bukan subjek. Karena itu saya berpendapat ini adalah magnetism bukan hipnotis,� jelas Dr Erwin yang juga sempat menangani sejumlah kasus pasien cuci otak. “Salah satu pasien saya perempuan. Dia ingin keluar dari kelompok itu dan merasa sudah tidak cocok lagi. Akhirnya dia dibuang di sebuah tempat dan akhirnya ditemukan keluarganya,� tambahnya. Cuci otak, jelasnya, sudah dikenal lama, bahkan sebelum perang dunia II. Tujuannya, untuk membangkitkan semangat dan mental prajurit, sehingga tahan banting dan loyal. “Mereka sengaja dibuat kurang tidur dan lapar. Dalam keadaan seperti itu orang akan mudah diindoktrinasi,� katanya. Dalam kasus cuci otak akhir-akhir ini sebelum menyasar targetnya, pelaku mengobservasi bagaimana objeknya. Jika objek ternyata kuat mental, pelaku tidak akan melanjutkan aksinya, karena tidak akan mempan. Perekrut hanya akan masuk pada objek-objek yang masih labil.

bangga, menemukan anakanaknya telah berani menyampaikan keinginannya dengan terbuka. Ia bangga, bahwa kedua putranya mengikuti jejak keberaniannya dulu ketika Arif minta bertempat tinggal terpisah dari orangtuanya demi melatih kemandirian. Arif ingin agar anak-anaknya memilih sesuatu, termasuk pendidikan, atas inisiatifnya sendiri, bukan karena kehendak orangtuanya. Sebab, apa pun risiko dari pilihan itu nantinya pertamatama menjadi tanggung jawab mereka jua. Arif percaya, apa yang menjadi pilihan anak-anaknya murni muncul dari sebuah minat dan keinginan yang datang dari diri mereka. “Jangan pernah memaksa anak-anak kita, biarkan ia berkembang sesuai pilihan minat dan bakatnya,� ujar Kapolda NTB ini. Namun, sebagai orangtua, ia tetap memiliki kewajiban untuk mengarahkan dan mengawal anak-anak mereka melaksanakan pilihannya. Arif dan Tanti juga membiarkan hobi anak-anak mereka atas pilihannya sendiri. Sebagai orangtua, mereka hanya mengarahkan dan memberi dukungan atas pilihan tersebut. Misalnya, kedua putra mereka memiliki hobi yang sama dengan ayahnya, yakni fotografi. Arif senantiasa memberlakukan prinsip “pancingan� bagi kedua buah hatinya dalam banyak hal termasuk pemilihan hobi. Kegemaran Arif di bidang fotografi, rupanya diam-diam menumbuhkan minat kedua anaknya untuk mengikuti jejaknya. Dari hobinya itu, kamera selalu menjadi kawan setia Arif. Dan, kamera itulah yang menjadi pancingan bagi kedua putranya yang akhirnya juga tenggelam dalam hobi yang sama. Saat-saat yang indah dirasakan, ketika Arif dapat menikmati hobi fotografinya bersama kedua buah hatinya. Ia juga melihat anak sulungnya tertarik pada musik. Maka, ia tidak langsung bertanya apakah anaknya punya hobi musik. Pancingan pun dilemparkannya dengan membeli sebuah alat musik, key board, yang kemudian disimpan di salah satu sudut rumahnya. Begitu melihat ada alat musik tersebut di rumahnya, anak sulungnya mulai mendekatinya.

Orangtua Detektif Cerdas bagi Anaknya

Arif dan Tanti diapit kedua putranya, Harnas Prihandito (kiri) dan Sigap Prahardika (kanan)

Awalnya “berkenalan� dengan alat musik tersebut sambil memencet tuts-tuts key board tersebut. Lama-lama ia minta seorang guru musik untuk mengajarkannya. “Itu menandakan bahwa ia benar-benar serius suka musik, dan tidak sia-sia fasilitas yang kami siapkan,� ujar Arif. Dari pengalaman ini, Arif kemudian sadar sepenuhnya, apa yang dilakukan anak-anak itu berawal dari apa yang dilihat dan disaksikan dari orang yang paling dekat dengan mereka, yaitu orangtuanya. Jadi, katanya, jangan pernah bermimpi anak-anak akan menjadi baik jika orangtuanya tidak berkelakuan baik. Lingkungan yang paling dekat, cermin utama anak, adalah orangtuanya, dan mereka akan meniru tingkah laku orangtuanya. Ilmu Kepolisian Sebagai seorang polisi, dalam mendidik anak-anaknya, Arif menyertakan ilmu-ilmu kepolisian yang dimilikinya. Ia selalu berpesan pada kedua putranya, agar teliti dalam tiap waktu dan kesempatan. Ketelitian merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan anak-anak agar terhindar dari fitnah dan jebakan. Terutama, anak-anak yang memiliki orangtua dengan jabatan dan pangkat yang sangat mungkin rentan dari fitnah. Ia selalu berpesan kepada anak-anaknya agar berhati-hati dalam bergaul

tkh/dia

A

rif ingin mengajari anak-anaknya untuk hidup mandiri sejak usia pantas hidup mandiri, seperti yang pernah dilakukannya dulu. Maka, ketika anakanaknya menjelang masuk SMU/SMA, ia mengaku menghadapi perang batin untuk menyampaikan hal tersebut kepada anak-anaknya, bahwa mereka tidak lagi harus mengikuti ke mana pun ayahnya pindah tugas, melainkan harus berada di satu kota selama masa pendidikan SMU. Arif juga tidak menginginkan pendidikan anak-anaknya tidak fokus jika selamanya mengikuti orangtuanya. Untuk menyampaikan hal tersebut kepada anak-anaknya, Jenderal Bintang Satu ini mengungkapkan, sempat maju mundur. Ia mereka-reka kalimat apa yang paling tepat yang akan ia sampaikan kepada buah hatinya. Selain memilih kalimat yang tepat, Arif juga memilih waktu yang tepat untuk menyampaikannya agar anakanak mereka tidak merasa dipaksa untuk “disapih�. Sejak kecil mereka tidak pernah terpisah, sekarang mau tidak mau harus memilih untuk terpisah. Sungguh, sebuah pilihan sulit bagi ayah penyayang ini. Maka, kalimat apakah yang paling tepat ia pilih untuk menyampaikannya? Bibirnya kelu, belum menemukan kalimat yang tepat, sementara hal tersebut harus segera disampaikannya. “Saya bersyukur, sebelum saya temukan kata-kata dan waktu yang tepat, anak saya lebih dahulu menyampaikan keinginannya dan keinginan itu persis apa yang ingin saya katakan,� ujarnya lega. Anak-anaknya memilih melanjutkan sekolah SMU di Bandung. Ketika keinginan itu dikemukakan anaknya, saat inilah Arif bertindak sebagai orangtua sekaligus sahabat bagi anaknya. Diskusi dari hati ke hati pun terjalin. Arif mulai mengungkapkan beberapa pertanyaan, mulai dari mengapa anaknya memilih sekolah di Bandung hingga apa targetnya memilih sekolah tersebut. Ternyata, keinginan untuk melanjutkan studi di salah satu universitas ternama di Bandunglah yang mendorong pilihan anaknya itu. Arif menyatakan merasa

Brigjen. Pol. Arif Wachjunadi dan Megasari Manhatanti

tkh/ast

Bali tinggal Selangkah lagi

PRINSIP Arif dan Tanti, sampai tamat SMP anakHabis anak harus bersama mereka, di mana pun orangtuanya bertugas dan bertempat tinggal. Namun, setelah anak-anak mereka selesai menamatkan pendidikan SMP, suami istri ini membuat kesepakatan baru yang sebaliknya. Mereka harus “hidup terpisah� dari anakanaknya. Setelah menginjak sekolah menengah umum atau sekolah menengah atas, anak-anak dibebaskan memilih di mana menempuh pendidikan, tidak lagi ikut berpindah dari satu kota ke kota lainnya mengikuti orangtuanya. Keputusan ini diambil, juga demi kebaikan anak-anak mereka.

dr. Nyandra

Dr. Erwin

Gejala Awal dan Cara Menolong Dr. Kurtiyono dari Direktorat Kesehatan TNI Angkatan Darat mengatakan, cuci otak bisa dilakukan dengan cepat dalam hitungan bulan. Mengutip pendapat Prof. Dr. dr. H.M. Syamsulhadi Sp.KJ. dari UNS Solo, Kurtiyono menyatakan, cuci otak sebagaimana teori Sigmund Freud, memang membutuhkan waktu 2 sampai 5 tahun. Tetapi, dengan cara singkat seperti sekarang, 3-6 bulan pelaku sudah dapat mencuci otak orang agar mengikuti keinginannya. Tetapi, hasilnya bervariasi bergantung kondisi korban. Untuk mencapai tahapan sampai mau menjalani hal-hal ekstrem seperti sebagai pelaku bom bunuh diri, harus ada kepercayaan yang sangat kuat di kalangan korban. Kurtiyono mengungkapkan, apa yang

terjadi dalam diri orang yang dicuci otak adalah pertarungan dalam pikiran, nilai dasar yang telah lebih dahulu ada berhadapan dengan nilai dan sistem kepercayaan yang baru ditanamkan dalam pikirannya. Hasilnya, nilai mana yang menang. Agar program baru dapat bekerja sesuai yang diinginkan perencananya, yang dibutuhkan, seseorang yang memiliki nilai dasar yang tidak bertentangan sebelumnya atau nilai dasar yang sama atau mirip dengan nilai baru yang akan dimasukkan ke dalam pikiran orang tersebut. Sebab, cuci otak hanya mempertajam nilai yang telah ada sebelumnya, serta membangun keberanian dan kekuatan untuk melakukan sebuah tindakan atas dasar nilai atau kepercayaan yang telah ada sebelumnya.

dan bersikap. Ia mengungkapkan, salah satu contoh sikap hati-hati, teliti dan waspada yang selalu disampaikannya yakni saat menitipkan sesuatu pada orang lain, atau bahkan saat meletakkan barang di tempat umum. Ketika mengambil kembali titipan atau barang tersebut, misalnya tas, pastikan dengan yakin barang tersebut kembali dengan isi yang sesuai dengan saat dititipkan. Pastikan, tidak ada benda asing atau benda baru di dalamnya. Sebab, dari sanalah, fitnah dan jebakan bisa menjatuhkan seseorang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah berhati-hati menerima pemberian atas kebaikan orang lain. Jangan sampai hal tersebut menimbulkan masalah bagi dirinya. Inilah tips yang disampaikan Arif kepada anak-anak mana pun, tidak terbatas pada anak-anaknya. Arif pun memiliki resep untuk para orangtua dalam upaya mencegah hal buruk dilakukan anak-anak mereka. Secara umum, jika anak-anak berkunjung ke suatu tempat, orangtua harus tahu. Tetapi, lakukan tanpa sepengetahuan anak, agar mereka tidak merasa diawasi atau diikuti terus yang bisa menyebabkan mereka tidak leluasa dan merasa selalu berada di bawah pengawasan. Dalam hal ini orangtua harus dapat menjadi detektif yang cerdas bagi anak-anak mereka. Salah satu pesan penting kepada para orangtua yang

disampaikan Arif adalah, jika anak sering berkunjung ke suatu tempat yang sama, orangtua harus curiga. Oangtua perlu mengetahui apakah lingkungan tempat anak-anak mereka bergaul dapat memberikan pengaruh positif atau negatif bagi mereka. Orangtua juga jangan terlalu jauh ikut campur, karena pada masa pencarian jati diri, anak-anak membutuhkan ketenangan dan keleluasaan tentu saja yang positif - dan orangtua bertugas mengarahkan bukan terlalu jauh ikut campur. Ikut campur orangtua yang terlalu jauh bisa membentuk anak-anak “pemberontak� dan sulit diatur. Biarkan anak-anak berkembang sesuai keinginannya dan orangtua mengikuti. Jika ia berkembang dalam jalur yang benar dan positif, berikan motivasi, penghargaan dan apresiasi yang tinggi pada apa yang telah dilakukannya. Namun, jika jalannya mulai tampak di jalur yang salah dan negatif, orangtua harus mulai ambil bagian untuk mengarahkannya kembali ke jalur semestinya. Tentu, dengan cara-cara yang benar dan dapat diterima anak. Ajak mereka bicara baik-baik, diskusikan dengan benar dan kepala dingin dengan kata-kata yang lembut. Kata-kata kasar tidak akan dapat menyentuh hati anak-anak apalagi dalam usianya yang labil.—nik

Dr. Erwin menambahkan, meski sudah dicuci otak, korban masih mungkin ditolong asalkan bisa cepat ditemukan dan yang bersangkutan dibawa ke ahli yang tepat. Dengan dukungan dan parisipasi penuh keluarga, biasanya mereka bisa pulih kembali. Namun, jika tidak seger ditolong, bisa menjadi mantap atau permanen. Sebab, indoktrinasi terus-menerus dilakukan dan itu akan terekam dalam jiwanya. Menurut Dr. Erwin, orang kadang salah mengira/menyebut memori atau rekaman tersimpan di otak. Sebenarnya ada di aura (jiwa). Otak hanya mengolah data, semacam prosesor dalam komputer, tetapi penyimpanan data ada di jiwa. Ia memberi contoh, ada orang dicakar kucing. Dia trauma. Kalau dia melihat kucing, dia takut. Sejak itu dia menjadi takut pada kucing. Sebelum kenangan itu dihapus dari jiwanya, dia akan tetap takut pada kucing. Dr. Erwin yang juga ahli Psikiatri Spiritual Program Otohipnosis Kesehatan ini mengingatkan, dengan makin maraknya aksi cuci otak di kalangan anak muda, para orangtua agar waspada dan selalu memperhatikan perilaku anaknya. Sebab, anak yang terkena cuci otak mengalami perubah perilaku. “Perilakunya berbeda. Yang ekstrem, cara berbicaranya. Berani mengatakan orangtua kafir, jika keingiannnya tidak

dipenuhi, seperti terungkap dalam kasus bom bunuh diri di Cirebon. Kalau orangtuanya tidak sadar anaknya berubah, itu mungkin karena orangtua kurang memperhatikan,� tuturnya. Untuk memulihkan orang yang terkena cuci otak, selain dari kemauan anak tersebut, juga harus ada partisipasi aktif keluarga, khususnya orangtua. “Dari pengalaman saya menangani para korban, dibutuhkan 20 kali pertemuan untuk mengembalikan kondisi anak pada keadaan semula,� katanya. Senada dengan itu, dr Kurtiyono mengatakan, tindakan pencegahan paling ampuh dilakukan dalam keluarga. Keluarga harus mencermati gejala awal yang terjadi. Yakni, adanya perubahan seperti suka menyendiri, termenung, tampak memikirkan sesuatu, senang membaca buku tertentu, malas diajak ngomong, perhatian kepada keluarga turun, kehilangan minat melakukan aktivitas seperti biasanya, tampak menyembunyikan sesuatu, dan kerap keluar rumah tanpa alasan jelas. Juga, enggan menceritakan apa yang dilakukan di luar rumah. Selain mencermati gejala, keluarga harus mencari informasi apa yang dilakukan anak itu saat bepergian. Kehangatan hubungan emosional di lingkungan keluarga, juga harus ditingkatkan. Bersambung ke halaman 12


6

Tokoh

NUSANTARA

15 - 21 Mei 2011

Rayakan 21 Tahun HKBP Peringati Romo Yandhie Jadi Imam Parheheon Perempuan R

menggelar kegiatan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis dan penyuluhan kesehatan tentang kanker serviks bekerjasama dengan puskesmas setempat. Menyambut hari spesial bagi kaum hawa ini, panitia pun menggelar serentetan lomba bagi kaum perempuan seperti lomba pidato dan lomba memasak (23/4), lomba vokal solo dan lomba menari tot-tor (27/ 4). Lomba memasak melibatkan kaum bapak. Para acara puncak pasangan Putu Suryawati, S.H., M.M. dan suami turut memeriahkannya dengan berduet melantunkan tembang penuh nostalgia. Tak ketinggalan pendeta Resort HKBP Bali Martunas P. Manullang, M.Th. melantunkan lagu pujian rohani dalam bahasa Batak yang dilelang untuk penggalangan dana gereja. Acara yang diikuti kaum bapak dan anak-anak ini pun menghelat tradisi manortor masyarakat Batak. Peserta lomba berunjuk kebolehan manortor

tkh/tin

Tradisi ‘manortor’

tkh/tin

M

ereka yang manortor para ibu panitia dan kaum perempuan pengurus harian seksi perempuan. Parheheon Perempuan ini dirayakan jemaat HKBP di seluruh dunia. Hanya, pelaksanaannya tak harus serempak. Warga Bali asal Batak yang menjadi jemaat Gereja HKBP Denpasar, memilih memperingati Hari Kebangkitan Kebangunan Rohani Seksi Perempuan ini, Minggu (8/5). Kegiatan tersebut merupakan puncak acara peringatan Hari Ibu bagi jemaat HKBP Denpasar. Sebelum itu mereka menggelar serangkaian kegiatan yakni kunjungan kasih ke Rumah Sakit Jiwa Bangli (16/ 4). “Dalam kunjungan itu kami melakukan kegiatan doa bersama dan memberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada 30 pasien,” tutur Ketua Panitia Mangasi Simangunsong. Setelah itu, mereka melepas kerinduan dengan penghuni Panti Jompo di Biaung dan menyerahkan hadiah berupa makanan,

tkh/tin

SUASANA pelataran Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Denpasar berubah semarak berkat tetabuhan musik khas Batak. Sejumlah perempuan mengenakan pakaian adat Batak berunjuk kebolehan manortor secara massal. Kegiatan manortor atau menari ini untuk melestarikan budaya Batak sekaligus membuka acara peringatan Parheheon Perempuan atau Hari Kebangkitan Perempuan.

Pendeta Resort HKBP Bali Martunas P. Manullang, M.Th.

Putu Suryawati, S.H., M.M.

berdasarkan kelompok. Usai manortor, para penonton berdiri antri untuk menyelipkan rupiah di jemari penari. Pendeta bersama istrinya pun turut memberi sedekah. Jumlah uang yang diberikan bervariasi tergantung keikhlasan. Namun, umumnya agar semua mendapat bagian mereka memberikan uang receh. Untuk memenuhi keperluan uang receh ini, panitia membuka stan penukaran uang. Menurut petugas penukaran, Manuru, panitia menyiapkan uang recehan dua ribuan, lima ribuan dan sepuluh ribuan senilai Rp 8 juta untuk keperluan nyawer ini. “Habis, 8 juta itu,” ungkap Manuru. Uang yang terkumpul akan diserahkan kepada bidang seksi perempuan selanjutnya ke gereja. Ketua Seksi Perempuan Putu Suryawati mengatakan, saat ini anggota seksi perempuan 65 orang, dan masih banyak perempuan Batak yang belum bergabung. Warga Bali asal Batak tak hanya dari kalangan umat Kristiani. “Mereka tersebar di Bali terdiri atas beragam etnis yakni Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Simalungun, Batak Karo, dan Batak Pak-Pak Dairi,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Batak Bali Yusrie Siregar. Melalui wadah ini Siregar berharap bisa melestarikan budaya Batak. Salah satu kegiatannya baru-baru ini menggelar atraksi budaya Batak.

Jemaat 336 KK Pendeta Resort HKBP Bali Martunas P. Manullang, M.Th. menuturkan, peringatan parheheon perempuan merupakan kegiatan tahunan. Selain parheheon perempuan, mereka pun memperingati parheheon bapak, parheheon pemuda dan parheheon sekolah minggu bagi anak anak. Secara teori, puncak peringatan parheheon perempuan pada paskah. Namun, pelaksanaannya disesuaikan tergantung tiap gereja. Ia mengatakan saat ini jumlah jemaat HKBP Denpasar 336 KK. Hampir tiap hari ada kegiatan gereja. Sabtu dan Minggu sore, misalnya, ada kegiatan kekas katekisasi bagi para remaja. Katekisasi wajib diikuti pemuda dan remaja. Setelah mengikuti katekisasi setahun, secara kristiani mereka dianggap dewasa, dan sudah bisa menikah setelah mengikuti acara pelepasan. Jumat dan Sabtu kebaktian di rumah untuk jemaat yang berada di Dalung dan Jimbaran yang pelaksanaannya di rumah warga secara bergantian. HKBP Denpasar berdiri tahun 1974. Awalnya berlokasi di Jalan Sudirman, kemudian pindah ke Jalan Pemogan hingga sekarang. Semula hanya menaungi jemaat 40 KK namun seiring kian bertambahnya masyarakat Bali asal Batak, jemaat bertambah. —tin

Bammus Bali Gelar HUT I

Warga Bali Asal Lamongan Rutin Pengajian MEMERIAHKAN ulang tahunnya yang pertama, Badan Musyawarah Sunda Bali (Bammus Bali) menggelar acara yang dikemas dalam aksi sosial dan olahraga. Sekretaris Umum Bammus Bali Taufik Hidayat didampingi Ketua Umum Agus Samijaya, S.H. menjelaskan rangkaian acara diawali aksi sosial donor darah Minggu (1/5), di sekretariatnya Jalan Cok Agung Tresna 49, Denpasar yang berhasil mengumpulkan 50 kantong darah dari 100 peserta yang mendaftar. “Syukuran HUT I sebagai puncak acara akan kami laksanakan Minggu (4/6) di Wantilan DPRD Bali. Sebelumnya kami juga mengadakan penanaman 2000 pohon mangrove di Karang Sewu Taman Nasional Bali Barat, 8 Mei lalu,” kata Taufik. Acara lainnya, turnamen futsal, tenis meja, dan badiminton antarpaguyuban Sunda. Taufiq mengharapkan, kegiatan HUT ini makin mempererat jalinan silaturahmi antarwarga Sunda yang tergabung dalam sejumlah paguyuban. Sebelumnya Bammus Bali melaksanakan sejumlah kegiatan lain di antaranya peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW Jumat (18/2) di Mesjid AlQomar, Jalan Pura Demak, Denpasar, menampilkan atraksi kesenian Sunda islami dan ceramah Drs. K.H. Gus Toha Agus Samijaya menambahkan, di Bali sejak tahun 1970an terdapat tidak kurang dari 12 paguyuban warga Bali asal Sunda. “Mereka sudah terlihat eksis dengan potensinya masing-masing, namun belum terkoordinasikan secara sinergis dalam sebuah wadah organisasi. Inilah alasan utama

Suminto

tkh/nang

pendirian Bammus Sunda Bali,” ujar pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut. Paguyuban bersifat kebersamaan, kekeluargaan, ajang silaturahmi, solid dalam tatanan kesamaan suku, keakraban, gotong royong, tepo seliro dan dinamis. Bammus Bali merupakan modal sosial bagi masyarakat di Bali, mengingkat perannya bukan hanya dirasakan anggota, tetapi juga oleh masyarakat dan pemerintah Bali, dan juga pemerintah Jawa Barat. Paguyuban Sunda yang bernaung dalam Bammus Bali berjumlah 12 yaitu Ikatan Silaturahmi Keluarga Jawa Barat (ISKJB), SAUYUNAN, Paguyuban Asli Garut (PASGAR), PANSUDA, Paguyuban Mahasiswa Tanah Pasundan (PAMANAHAN), Komunitas Penanaman 2000 pohon mangrove dalam rangka HUT I Bammus Bali

Rajut Bali, Al-Makmur, AlJabar, PASTAPA, Viking Bali, Sangga Buana dan Paguyuban Wijaya Kusuma Jembrana. Berdirinya Bammus Sunda berawal dari pembentukan posko bantuan untuk korban gempa Jabar di kantor ASA LAW Firm di Renon 5 September 2009. Sebagai koordinator Agus Samijaya, S.H. dan Pembina H. Uyun Suhanda. Berdasarkan semangat solidaritas dan kemanusiaan beberapa paguyuban Sunda di Bali membuka resmi posko 6 September 2009 mengundang semua elemen masyarakat. Bammus Sunda Bali yang dikukuhkan Ketua Umum Bammus Pusat Komjen Pol (purn) H. Adang Daradjatun 27 Mei 2010 menjadi organisasi payung yang dapat menyinergikan, mengintegrasikan seluruh paguyuban Sunda melalui sistem komunikasi serta koordinasi lebih intensif dengan kepemimpinan kolektif kolegial.

Asal Lamongan Berbeda dengan paguyuban Sunda yang telah lama berdiri, warga Bali asal Lamongan yang tergabung dalam Paguyuban Warga Besar Lamongan (PWBL) baru rutin menggelar pengajian bulanan sebagai media silaturahmi. Ketua PWBL Suminto menyatakan, mengingat perkumpulan ini baru dua tahun berdiri dengan anggota masih sedikit, kegiatan yang dilaksanakan baru terbatas kumpul-kumpul rutin dalam bentuk pengajian. “Anggota kami baru sekitar 70 orang. Sebenarnya cukup banyak warga Bali asal Lamongan,” ujar Suminto yang sehari-hari membuka warung lalapan dan soto ayam ini. Suminto berharap, ke depan mereka bisa dikumpulkan dalam satu wadah sehingga selain lebih banyak anggotanya juga lebih bermanfaat. —nang

tkh/nang

omo Yandhie bertempat tinggal di rumah khalwat Tegaljaya, Kuta Utara, Badung. Jumat, 6 Mei lalu ia kedatangan banyak tamu. Mereka anggota Sabaro (Sahabat Bejana Rohani), umat Katolik yang sering atau biasa menghadiri misa di Rumah Khalwat Tegal Jaya, dan sebagian anggota Karmelit Awam Bali. Mereka hadir untuk merayakan HUT ke-21 imamatnya. Nama lengkapnya, Romo Yandhie Buntoro,CDD. (CDD = Congregagatio Discipupulorum Domini yang berarti Kongregasi Murid-murid Tuhan). Romo Yandhie lahir di Pontianak, 23 Oktober 1961; menerima tahbisan imam 6 Mei 1990. Jabatan sekarang Rektor Rumah Khalwat Tegaljaya. Jadi sampai hari ini ia sudah menjadi imam 21 tahun. Tahbisan Imam merupakan salah satu dari tujuh Sakramen Gereja. Tanda sakramental adalah penumpangan tangan oleh uskup yang disertai doa tahbisan sesuai buku liturgi. (cf. Buku Hukum Kanonik KHK Kan 1009) menurut rutus yang bersangkutan. Seorang pria ditahbiskan imam untuk mewartakan Injil, menerimakan sakramensakramen, terutama Sakramen

Romo Yandhie

Ekaristi dan Sakramen Tobat, dan menggembalakan umat. Untuk dapat mengamalkan tugasnya yang melampaui kemampuan manusiawi semata, imam didukung rahmat Roh Kudus berkat tahbisannya. Sebagai imam yang bersatu dalam presbiterium, ia sanggup

bertindak in persona Christi capitis, artinya atas nama Kristus dan sebagai wakil-Nya. Kristus menggunakannya untuk menguduskan dan membimbing umat-Nya. Presbiterium artinya keseluruhan imam-imam (presbiter = priests =imam-imam) Katolik yang mengabdi dalam satu keuskupan, imam praja maupun imam biarawan. Karmelit awam ketika itu sedang mengadakan rekoleksi pembinaan yang dipimpin Hubertus dari KAAPI Jakarta. Sabaro (Sahabat Bejana Rohani) adalah komunitas doa yang didirikan Romo Yandhie 15 Juni 2008. Tiap anggota harus bersedia meluangkan waktu untuk mendoakan siapa pun yang minta didoakan, terutama mereka yang sakit atau yang mengalami kematian sanak saudaranya. —mbah harto

Anggota Komunitas Karmelit Awam bersama Hubertus (berdiri di tengah kaus hitam bergambar Bunda Maria)

Forem Qori Sading Berulang Tahun FOREM (Forum Remaja Muslim) Qori Perumahan Green Kori Sading, Mengwi, Badung, merayakan hari ulang tahunnya yang ke-2, Minggu (8/5) malam. Selain para remaja, acara dihadiri para pembina, dan penasihat serta menampilkan penceramah ustaz muda Abdul Malik. Ulang tahun ditandai pembacaan ayat suci Alquran oleh anggota Forem Qori dan pemotongan tumpeng. Forem Qori berdiri 11 April 2009, merupakan bagian organisasi Kerukunan Warga Muslim (KWM) Qori Sading yang berdiri 30 April 1995. Semula anggotanya remaja SMP, SMA, dan mahasiswa yang belum menikah, namun malam itu diumumkan sekarang ditambah anak seusia kelas VI SD sebagai calon anggota yang berhak mengikuti kegiatan organisasi sebagai proses pengaderan, walaupun belum memiliki hak memilih dan hak dipilih menjadi pengurus. Ketua Forem Qori Helmi Kurniawan menjelaskan kegiatan organisasinya, sejak 26 April 2009 pengajian remaja tiap Minggu pagi diasuh H. Misbahuddin Faridaz, 28 Juni 2009 mengadakan kunjungan persahabatan dan bakti sosial ke Karangasem. Ia mengumumkan, dalam waktu dekat wakil bendahara Dina Anggiya Lestari, akan meninggalkan Forem Qori karena menikah. Memberikan sambutan malam itu, Ketua KWM Qori Asep Kartiana dan Ketua Pembina Widminarko yang menekankan penting dan manfaat kegiatan beroganisasi dilakukan sejak remaja. –dwi

Sebagian anggota Forem Qori Sading bersama ustaz muda Abdul Malik (depan, nomor dua dari kanan)


PENDIDIKAN PENGANTAR REDAKSI: Non-Profit Organization (NPO) Fukuoka Bali memberangkatkan 34 duta pendidikan untuk menimba pengalaman baru selama 10 hari, Rabu (27/4)-Sabtu (7/5) di Provinsi Fukuoka, Jepang. Para duta Bali yang dikawal Kepala TK Negeri Pembina Denpasar Dra. Tjok Istri Mas Minggu Wathini, M.Pd., Pengurus Komite TK Negeri Pembina Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada, dan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Denpasar I Gusti Kompyang Gede Pujawan, M.B.A. itu terdiri atas dosen FE Unud (I Wayan Suasna); pelaku wirausaha (Titik Sriyanti); perwakilan guru TK/SD Saraswati (Dra. Ni Wayan Tuti Mulyathini, Ni Wayan Darning, Desak Made Asri, Ni Wayan Sudiasih, dan Cok Istri Murniati); perwakilan guru SMAN 1 Denpasar (I Ketut Loper Winartha, I Nyoman Purnajaya, dan I Gusti Nyoman Suardika); Kepala SMAN 8 Denpasar Ida Bagus Ngurah; perwakilan Himpunan Pramuwisata Indonesia Bali (Made Sukadana, Bagus Eka Subagiarta, Sangtu Subaga, Sondra, I Ketut Warsa, Ni Nyoman Asti Yudiasari, dan Ni Ketut Adiyani); siswi SMK Nusa Dua (Putu Erin Kusuma Dewi); mahasiswa (A.A. Ngurah Wiradarma dan Komang Sudiarta); perwakilan NPO Fukuoka Bali di Denpasar (Made Ida Dwi Ratna Winten dan I G.A. Mas Pradnyamitaswari, S.F.Apt.), serta wartawan Kelompok Media Bali Post Syam Kelilauw (Koran Tokoh) dan I Nyoman Putra Widiarsana (Bali TV). Ikut pula duta pendidikan NTB (Ir. Mawan Hermanto, BQ Dwi Ratih Sekar Utami, Fatima Zamy, Mariam Nur Muhammad, dan Farida Muslim) yang berangkat di bawah bendera duta pendidikan Bali. Laporan khusus Syam dikemas berseri mulai edisi ini.

P

ESAWAT Singapore Airlines yang ditum pangi rombongan Bali mengangkasa, Rabu (27/ 4) siang, dari Bandara Internasional Ngurah Rai menuju Singapura. Sekitar tiga setengah jam kemudian pesawat jenis Boeing 737 ini mendarat mulus di Bandara Internasional Changi. Satu per satu anggota rombongan melangkah menuju ruang kedatangan penumpang. “Kita masih punya waktu transit sekitar sepuluh jam menanti jadwal penerbangan berikut ke Fukuoka. Waktu luang ini dapat digunakan untuk menikmati suasana Kota Singapura,” ujar tour leader Tjok. Istri Mas Minggu Wathini. Semua anggota rombongan lalu diberi kesempatan me-

milih menikmati suasana Kota Singapura sesuai selera masingmasing. Ada yang hanya menghabiskan waktu di bandara, sementara sejumlah anggota rombongan tertarik menikmati pemandangan kota melalui kereta api cepat (railway). Sejumlah anggota rombongan lainnya memilih mencicipi menu makan malam di salah satu sudut pusat transaksi bisnis di negara yang pernah dipimpin mantan PM Lee Kuan Yew itu. Sebelum melangkah ke luar pintu kedatangan, tiap penumpang transit harus mengisi blanko disembarkation/embarkation for visitor. Selain nama penumpang dan nomor paspor, semua anggota rombongan diharuskan mengisi kota asal serta kota tujuan.

Dari Studi Banding ke Fukuoka Blanko yang telah terisi lengkap akan dicek di pintu keluar oleh petugas imigrasi bandara setempat. Prosesnya terasa tidak rumit. Tumpukan blanko teronggok rapi di atas meja yang berada di salah satu sudut ruang menuju pintu keluar penumpang. Tiap penumpang tinggal mengambil satu blanko dan mengisinya sesuai petunjuk teknis yang ditempelkan di dinding. Semua proses ini berlangsung tertib. Penumpang antre sesuai gilirannya. Kebiasaan menyalip orang lain di depannya tidak tampak samasekali. “Kita harus banyak belajar dari disiplin antrean seperti ini. Kita di Bali khususnya masih sulit mengikuti pola disiplin mengantre,” ujar aktivis NPO Fukuoka Bali IGA Mas Pradnyamitaswari, S.F.Apt. Gung Mas, panggilan akrab alumnus FMIPA Unud ini, belum lama melukiskan kesannya itu saat terjadi kejadian menarik di depan loket antrean petugas imigrasi. Seorang anggota rombongan dari Bali yang baru habis dicek dokumen perjalanannya ditegur petugas. Ihwalnya, selesai dokumennya dicek petu-

Gung Mirah (kanan) bersama sebagian anggota rombongan di salah satu pusat perbelanjaan tkh/sam di jantung Kota Singapura

gas, ia baru sadar dirinya telanjur terlepas dari antrean barisan rombongannya. Kaki kirinya yang telah melewati garis pembatas hendak ditarik lagi ke belakang untuk keluar bareng antrean sobat-sobatnya dari Bali. Saat hendak beringsut mundur itulah kontan dirinya ditegur seorang perempuan petugas berperawakan India. Lelaki berusia separuh baya ini terpaksa menuruti perintah petugas untuk terus melangkah keluar melewati loket pemeriksaan. Celetukan dengan nada berseloroh datang dari Putu Erin Kusuma Dewi. “Bapak itu mungkin mengira masih di Bali ya…he…he…” ujar siswa SMK Nusa Dua yang belum lama ini mengikuti ujian nasional itu. Singkat cerita, kejadian itu tak menghambat langkah semua anggota rombongan menikmati waktu senggang sebelum terbang ke Fukuoka dini hari kelak. Anggota rombongan kemudian terpecah dalam tiga kelompok. Salah satu kelompok memilih menuju pusat perbelanjaan. Wartawan Koran Tokoh dan Bali TV ikut rombongan ini. Perjalanan kelompok ini

“Semangat Asli Indonesia bersama Kesegaran Teh Botol Sosro” Objek foto:

Harus mengandung unsur Teh Botol Sosro Biaya Rp 75.000 sudah termasuk: 1. Pendaftaran lomba foto + satu liter Teh Botol Sosro 2. Pendaftaran workshop fotografi + makan siang + kudapan 3. Pendaftaran lomba foto on the spot 4. Sertifikat peserta

Hadiah:

Panitia Lomba Foto Koran Tokoh Sekretariat Koran Tokoh Gedung Pers Bali K. Nadha Lantai III Jln. Kebo Iwa 63 A Denpasar, Bali Tlp. 0361-425373

1

Ditegur Petugas Imigrasi Singapura

Lomba Foto Koran Tokoh & Teh Botol Sosro

Syarat dan Ketentuan: 1. Hasil pemotretan dengan kamera digital. 2. Karya asli peserta dan belum pernah menang lomba atau tidak sedang terikat kontrak dengan pihak lain. 3. Kirim dalam bentuk cetak ukuran 5R paling banyak 5 karya untuk setiap peserta disertai copy foto dalam CD berupa file JPEG sisi terpanjang minimum 3000 pixel resolusi 300 dpi minimal 2 MB. 4. Peserta wajib menyertakan informasi tentang judul foto, lokasi pemotretan, nama, alamat dan nomor telepon atau handphone yang mudah dihubungi pada selembar kertas yang ditempel pada bagian belakang foto. 5. Peserta wajib menyertakan informasi tentang judul foto, lokasi pemotretan, nama, alamat dan nomor telepon atau handphone yang mudah dihubungi pada selembar kertas yang ditempel pada bagian belakang foto. 6. Foto bersama CD dikirim dalam amplop tertutup dengan mencantumkan tulisan ‘Lomba Foto Koran Tokoh dan Teh Botol Sosro’ di sudut kiri atas amplop dan dikirim ke:

15 - 21 Mei 2011 Tokoh 5

Juara 1 (1 orang) : Official Trophy, Sertifikat, Bingkisan, Uang tunai Rp 2.000.000 Juara 2 (1 orang) : Official Trophy, Sertifikat, Bingkisan, Uang tunai Rp 1.500.000 Juara 3 (1 orang) : Official Trophy, Sertifikat, Bingkisan, Uang tunai Rp 1.000.000 Juara Harapan (3 orang): @ Sertifikat, Bingkisan, Uang Tunai Rp 750.000 Juara Favorit Pilihan Facebooker (1 orang): Sertifikat, Bingkisan, Uang Tunai Rp 750.000

WORKSHOP FOTOGRAFI DAN LOMBA FOTO ON THE SPOT Tema Workshop: Mahir Memotret Model

Narasumber: Anom Manik

Waktu Kegiatan: Hari/Tanggal : Minggu, 29 Mei 2011 Waktu : 09.00 - selesai Tempat : Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63A Denpasar Dicari: Tiga Pemenang Lomba Foto on the Spot. Rebut Berbagai Macam Doorprize Menarik!

Waktu kegiatan: Batas akhir pengumpulan foto : 18 Mei 2011 (cap pos) Penjurian foto : 20 Mei 2011 Pemilihan foto favorit : 21 Mei – 28 Mei 2011 terakhir pukul 12.00 Wita Pengumuman pemenang : 29 Mei 2011 Penyerahan hadiah : 29 Mei 2011

Contact Person: Ayu/Agus (0361-425373), Ratna (081 657 4202)

ditemani mantan model Bali yang bermukim di Singapura, Agung Mirah. Perempuan yang bersuamikan pengusaha asal AS ini menuntun perjalanan sebagian anggota rombongan tersebut menuju stasiun kereta api cepat yang akan menjadi kendaraan tumpangan. Penumpang kereta api tidak perlu antre membeli karcis. Penumpang cukup memencet titik tempat tujuan di layar monitor. Setelah itu, koin sebagai pengganti karcis

kereta api dimasukkan ke mesin pembayaran. Saat itu, seorang petugas tetap bersikap awas untuk mengawal antrean. Prosesnya tidak lebih dari dua menit. Antrean panjang samasekali tidak tampak di depan mesin pembayaran ongkos penumpang. “Semua jenis pelayanan publik, termasuk ongkos naik kereta api di sini memakai teknologi modern. Pelayanannya tidak bertele-tele dan bebas korupsi,” ujar Gung Mirah,

panggilan akrab sarjana teknologi pertanian lulusan FTP Unud ini. Kereta api cepat yang hendak ditumpangi telah siap berangkat. Kondisi gerbong kendaraan ini bersih dan tidak sedikit pun mengembuskan bau pesing seperti umumnya kondisi kereta api di Indonesia. Tiap penumpang duduk tertib dan sopan di bangku panjang yang masih kosong dalam tiap gerbong. Penumpang yang tak kebagian tempat duduk akan berdiri di lorong gerbong kereta. Kereta api ini melayani jasa angkutan penumpang melintasi puluhan titik stasiun transito. Jarak tempuh dari satu stasiun ke stasiun berikutnya rata-rata tidak lebih dari 15 menit. “Kita akan dibawa sampai ke pusat perbelanjaan selama lebih kurang satu jam,” imbuh Gung Mirah. Pusat perbelanjaan Singapura tampak gemerlap. Lampu warna-warni menerangi deretan gedung bertingkat. Kafe di salah satu sudut jalan utama dipenuhi pengunjung. Sementara orang muda berpenampilan orang kantoran asyik merokok di kawasan khusus. “Sanksi bagi perokok yang merokok di sembarang tempat lumayan berat. Para perokok hanya akan merokok di tempat umum yang ada asbak besar untuk membuang abu dan punting rokok,” ujarnya. —sam

Menteri Perindustrian RI Resmikan Konsentrasi Manajemen Kewirausahaan FE Unud FAKULTAS Ekonomi Unud membuat terobosan Padahal, untuk mendukung perekonomian negara, baru dengan membuka konsentrasi manajemen minimun memiliki entrepreneur 2%. Jika dibandingkewirausahaan. Konsentrasi ini diluncurkan kan negara lain seperti Malaysia 3%, bahkan berbarengan dengan peresmian Gedung Doktor FE Singapura, Amerika dan Eropa sampai 9%, target Unud Sabtu (14/5) di Gedung FE Unud oleh Menteri Indonesia masih jauh. Untuk mendukung konsentrasi Perindustrian RI Mohammad S. Hidayat ditandai ini, di samping sudah menyusun kurikulum, juga telah mengembangkan laboratorium pendukung seperti lab dengan penandatangani prasasti. Kehadiran konsentrasi manajemen kewirausahaan untuk pasar modal dan perbankan yang nanti bisa FE Unud ini diharapkan mampu mencari terobosan menunjang aktivitas kewirausahaan mahasiswa. Acara istimewa yang dibuka Rektor Unud baru menyongsong diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, yang membawa pembaharu- Prof.Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD(KHOM) diwakili an yang sangat cepat dan luas dengan persaingan yang PR III Prof.Dr.Ir. IGP. Wirawan, M.Sc. tersebut dilanlebih ketat di dalam maupun luar negeri. “Output jutkan dengan Seminar Nasional “Peran KewiraSDMnya nanti diharapkan dapat menjadi tulang usahaan dalam Mendorong Hilirisasi Industri di Inpunggung perkonomian bangsa. FE Unud diharapkan donesia”. Menghadirkan pembicara Ir. Ketut Suarmenjadi pelopor dibangunnya entrepreneur dan dhana Linggih (Ganeca Group) yng mengupas tema menginspirasi universitas lain untuk mengembangkan “Berwirausaha sejak Mahasiswa, antara Persiapan dan Tantangan” serta Prof. Dr. H. Yunus Suryana, kewirausahaan,” ujarnya. Dalam merealisasikan rencana strategis tersebut, Guru Besar FE Unpad dengan topik “MenumbuhDepartemen Perindustrian RI memfokuskan pada enam kembangkan Kewirausahaan dan Hilirisasi Industri kelompok, yakni indutri padat karya meliputi tekstil untuk Meningkatkan Nilai Tambah Ekspor”. –ten dan furnitur, industri kecil dan menengah, industri barang modal, industri berbasis sumber daya alam, industri pertumbuhan tinggi, dan indusri prioritas khusus. Industri padat karya seperti pada industri tekstil dan furniture merupakan salah satu prioritas karena banyak menyerap tenaga kerja. Dekan FE Unud Prof. dr. I Wayan Ramantha, S.E.,M.M.,Ak.,CPA. memaparkan latar belakang terbentuknya konsentrasi manajemen tkh/ten kewirausahaan ini karena dilihat Peresmian konsentrasi manajemen kewirausahaan dan Gedung Doktor jumlah wirausahawan di Indonesia FE Unud oleh Menteri Perindustrian RI Mohammad S. Hidayat ditandai penandatanganan prasasti masih kurang dari 1% bahkan 0,5%.

Thesukarnocenterindonesia@hotmail.com / www.sukarnocenterindonesia.org / www.vedakarna.com

OTOKRITIK ... KULTUR ILMU HITAM (3)

Melanjutkan tulisan saya pada edisi sebelumnya, sebenarnya saya agak kurang suka dengan tema kali ini, walau harus tetap saya ungkapkan sebagai bagian dari otokritik masyarakat Bali. Apa sebab? Pertama, karena rakyat Bali dipaksa hidup di tengah kultur negatif di lingkungan orang Bali itu sendiri yakni adanya kultur menggunakan ilmu hitam, ilmu desti, ilmu cetik, pangleakan. Kedua, saya tidak suka dengan tema ini karena sebagai intelektual saya tidak mengakui keberadaan ilmu-ilmu magic macam begini, mosok doktor termuda di Indonesia ini percaya dengan hal-hal klenik? Tapi sudahlah…memang ini tugas saya sebagai intelektual untuk terus mencurahkan dan memberikan pencerahan pada masyarakat. Dunia ketimuran, memang penuh dengan sisi gelap seperti ini, tanpa kecuali Bali sebagai bagiannya. Nah, bicara masalah ilmu hitam, kita diajak memikirkan satu hal yang agak sulit dibuktikan secara hukum, tapi saya coba menuangkan dalam sudut pandang berbeda. Budaya ilmu hitam di Bali adalah sebuah kultur negatif yang harus segera direvolusi, karena kultur ini tumbuh dari sebuah budaya iri hati dan dengki individu-individu yang ada di sekitar kita. Bagaimana tidak? Kita harus menyadari, kehidupan ilmu hitam ini sudah mendarah-daging dan menjadi pendamping bagi keseharian orang Bali, tidak peduli apakah itu di desa atau di belantara kota termasuk pun terjadi di kalangan berpendidikan. Ilmu hitam ini hidup dengan komunitas sendiri, walau saya tetap menyakini sebagian besar rakyat Bali adalah masyarakat yang masih beraliran “putih” alias orang-orang baik. Walau begitu, kenyataanya banyak kita menemukan kasus, cerita, keluhan dari rakyat Bali yang merasa dirugikan oleh praktik ilmu-ilmu semacam ini dan suatu penyebab yang rata-rata seragam yaitu dengki iri hati. Modelnya pun macam-macam, misalkan distribusi cetik ini akan tetap ada selama masih ada orang Bali yang iri dengan kesuksesan dan keberhasilan keluarga, saudara dan tetangga atau bisa jadi akibat balas dendam turunan yang ditinggalkan leluhur kita. Di kalangan pejabat, sering kita dengar cerita bagaimana para elite kerap mendatangi balian, guru leak dan paranormal hanya untuk mencari kekuatan untuk kewibawaan atau kekuasaan yang cuma sesaat itu. Atau kiprah ibu-ibu pejabat kita punya kebiasaan mencari ilmu hitam ke sana-sini hanya untuk memagari sang suami agar tak selingkuh takut dipoligami. Anakanak muda Bali, kini mulai (juga) gemar berburu ilmu hitam, alasannya pun remeh-temeh, kalau tidak karena kalah dalam persaingan, bisa jadi karena iri hati dengan teman yang lebih pintar, lebih keren dan lebih sukses berkarir atau hanya karena persaingan jodoh. Maka bisa dibayangkan, berapa besar potensi ekonomi orang Bali yang terbuang karena membiayai ilmu-ilmu semacam ini. Seperti kata saya tadi, bahwa jumlah manusia yang berilmu hitam ini sesungguhnya tidak banyak, tapi menjadi “kelihatan” banyak karena disuburkan oleh budaya negative think-

ing orang Bali yang cukup mendominasi, sehingga mereka yang baikbaik pun akhirnya tertuduh dan akibatnya memunculkan konflik terpendam. Padahal, hal ini bukan sesuatu yang baru, budaya cetik, leak dan ilmu desti sudah ada sejak zaman leluhur orang Bali. Budaya ini sudah merajalela karena manusia Bali adalah komunitas priyayi yang selalu bangga dengan nama besar leluhur tapi minim etos kerja. Dan sudah biasa, yang namanya priyayi pasti ingin segala sesuatunya bersifat instan termasuk juga bagaimana berpikir cepat untuk menyakiti, membunuh dan menyingkirkan orang-orang yang tidak disukai secara instan pula. Sampai pola pikir ini menyebabkan budaya black magic ini tetap punya konsumen, punya pangsa pasar dan memiliki pelanggan tetap. Ada juga yang membuat saya heran. Kok rasanya kebanyakan dari orang Bali ini mempunyai setia ber-irihati dengan sesama orang Bali, semasa umat Hindu alias sesame semeton dan braya. Jarang kita mendengar, ada orang Bali yang iri hati dengan kaum pendatang atau bule misalnya. Di bidang bisnis, orang kita cuma berani bersaing dengan sesama orang Bali, ga ada tuh cerita orang Bali yang gagah berani menghadapi pebisnis dan pesaing dari Jawa atau luar negeri. Mereka tidak keberatan kalau orang Jakarta dan orang Bule punya pabrik atau hotel besar, tapi langsung iri hati kalau ada orang Bali maju di bidang bisnis. Begitu juga persaingan dalam bidang politik dan kepemimpinan. Saya kira orang Bali cuma jago bicara jika di kandang sendiri dan pintar menghadapi saudara sendiri tapi pengecut ketika berhadapan dengan pemerintah pusat. Lihat saja polah pejabat yang orang Bali di Jakarta yang jarang dikenal di publik nasional. Semuanya diam, bahkan saya kira ilmu cetik orang Balipun ga mempan buat orang-orang Jakarta itu. Mungkin ilmu leaknya Bali, masih kurang sakti dengan ilmu santet dari tanah Jawa. Jujur, sebagai anak muda Bali saya malu dengan kondisi ini. Walau tidak bisa dibuktikan secara ilmiah dan aspek hukum, tetap saja hal ini masih sangat menggejala. Terlepas dari semua itu, saya berharap besar pada generasi muda Bali yang hidup pada zaman facebook dan MTV, semoga mereka tidak dibebani dengan hal-hal semacam ini ketika mereka nanti menggenggam kekuasaan di tanah Bali. Biarkan anak-anak muda kita berkuasa di bidang ekonomi, budaya, agama, politik dan sebagainya dengan etos kerja dan revolusi pikiran yang modern namun tetap berpegangan pada nilai-nilai Bali yang baik. Kini tugas kita sebagai orangtua, para senior untuk terus menghidupkan kultur positive thinking. Ajarkan anak-anak kita untuk selalu mengucapkan selamat kepada keluarga, tetangga dan teman mereka yang berprestasi. Biasakan kita tersenyum dan memuji orang lain, dan ringankan tangan kita untuk kerap memberikan rasa simpati atas keberhasilan orang lain. Ya hitunghitung sambil menunggu matinya sisa-sisa generasi cetik dan generasi leak yang ada di sekitar kita. Peganglah ilmu Tuhan dan Weda, maka alam Bali pun akan dipenuhi oleh jiwa-jiwa suci yang berwatak dewata.

REKTOR UNIVERSITAS MAHENDRADATTA BALI / PRESIDENT THE SUKARNO CENTER

Dr.Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III,S.E. (MTRU),M.Si. Abhiseka Raja Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I


4

Tokoh

MEMBANGUN DARI DESA

15 - 21 Mei 2011

Mengatasi Udang Galah Mati Massal

Anda Bertanya Kami Menjawab Biji Jati Emas Di mana saya bisa mendapatkan biji bibit jati emas? Kalau saya mau menanam 2 hektare, diperlukan berapa kilogram? Nyoman Wira Jalan Bypass Ngurah Rai Denpasar. Jawaban: Tanaman jati emas tidak banyak beda dengan tanaman jati lokal dalam hal penanaman dan pemeliharaanya. Hama jati yang banyak ditemukan antara lain bubuk jati yang menyerang batang hingga berlubanglubang, ulat daun jati yang mampu memakan daun hingga gundul, rayap atau inger-inger dan oleng-oleng yang menyerang batang melalui akar. Penyakit yang lazim terdapat di jati antara lain disebabkan bakteri jamur upas dan benalu. Penyemprotan insektisida secara berkala tiap 2 minggu sangat diperlukan untuk mengendalikan serangan ulat dan belalang. Penyemprotan insektisida dengan dosis yang tepat akan

mencegah dan mematikan hama serangga yang menyerang dan merusak jati tanaman muda (sampai umur 6 bulan). Pengendalian hama tanaman jati yang sudah besar dengan cara mengasapi tanaman menggunakan belerang yang dibakar juga lebih efektif. Selain itu pencegahan hama dapat dilakukan dengan tindakan silvikultur seperti penjarangan dan pembersihan tumbuhan bawah yang menjadi sarang hama. Pemberantasan penyakit dapat dilakukan dengan jalan segera menebang dan membakar pohon yang terserang. Pengendalian ini dilakukan agar pertumbuhan tanaman jati tidak terganggu. Penanaman jati emas cocok untuk daerah tropis terutama di tanah yang banyak mengandung kapur. Yang ideal, tanah jenis aluvial dengan kisaran pH 4,5 7. Jati emas dapat tumbuh dengan baik jika ditanam di daerah dataran rendah (50 – 80 m dpl) sampai dataran tinggi dengan ketinggian 800 m dpl (di atas permukaan laut). Tanaman ini diketahui sangat tidak tahan dengan kondisi tergenang air,

sehingga area pertanaman jati emas mutlak membutuhkan sistem drainase yang baik. Kisaran curah hujan antara 1.500 – 2.000 mm/tahun. Pola tanam untuk jati emas biasanya dilakukan secara monokultur dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m. Dalam 1 hektare lahan bisa ditanam 2.000 tanaman. Apabila diterapkan pola tanam tumpang sari, dengan jarak tanam 3 m x 6 m, maka dalam 1 hektare bisa ditanam 555 pohon. Lubang tanam dibuat berukuran panjang, lebar dan dalam sebesar 60 cm. Untuk 2 hektare,cukup 1 kg biji benih. Untuk membeli benih, dapat menghubungi pedagang benih di nomor HP 081 331 1203 06, dan bisa hubungi Sutiyasno di nomor HP 085 727 341 113. Narasumber Ir. Endang Balai Pembenihan Tanaman Hutan (BPTH) Bali dan Nusa Tenggara

daging sehat jika berbelanja di pasar? Bu Nurini Denpasar

Jawaban: Untuk mengenali daging sehat, dapat dilihat warnanya. Daging ayam yang sehat berwarna putih dan merah muda. Dagingnya kenyal dan beraroma khas, serta segar. Sedangkan daging ayam tidak baik berwarna lebih merah atau lebam, tidak kenyal dan aroma amis. Karkas ayam normal terlihat bersih, sedangkan daging ayam tidak baik sering terdapat bercak-bercak darah di antaranya daging dan kulit. Hati ayam tiren/jelek berwarna cokelat hitam atau gelap. Sementara hati ayam normal berwarna cokelat muda. Usus ayam tiren terdapat banyak darah di kapiler usus. Pembuluh darahnya banyak terisi darah beku. Jadi harus betul-betul diteliti sebelum membeli. Mengenali Narasumber drh. Ni Wayan Leestyawati Daging Sehat Palgunadi, M.Si. Bagaimana cara mengenali Dinas Peternakan Provinsi Bali

Buat Apa Gelar kalau Menganggur! Berkarier di Hotel & Kapal Pesiar tidak Perlu Gelar tidak Ada Predikat Lulus/tidak Lulus Fakta di lapangan membuktikan bahwa banyak perusahaan besar/ raksasa yang mempunyai reputasi serta prestasi yang hebat ternyata dimiliki/dikelola orang-orang yang tidak bergelar tapi mereka adalah para profesional yang mempunyai keahlian khusus di bidangnya serta sikap mental yang tangguh guna mencapai kesuksesan. Tapi sebaliknya, banyak orang yang gelarnya ber-deret-deret tapi gagal mendirikan/memimpin perusahaan. Hal ini membuktikan, tidak selamanya mereka yang bergelar selalu lebih pintar. Orang yang pendidikan formalnya sedang-sedang saja tapi kalau suka belajar sendiri (otodidak) maka orang tersebut akan bisa menjadi pintar dan mungkin akan lebih pintar daripada orang yang gelarnya berderet-deret tapi malas belajar (maaf, banyak cara instan untuk dapat gelar dan banyak juga orang yang suka cari gelar tapi malas belajar). Orang-orang profesional memang tidak mementingkan gelar, tapi hasil kerja yang bagus sebagai bukti profesionalitas dan kompetensi/keahlian mereka yang sangat tinggi. Demikian juga kerja di hotel/bidang perhotelan. Bukan gelar yang

dipentingkan tapi kemampuan seseorang melakukan/menyelesaikan berbagai macam pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab mereka di hotel. JANGAN MIMPI LULUS KULIAH LANGSUNG JADI MANAJER

Setiap orang yang baru mulai kerja di hotel dituntut memiliki kompetensi di salah satu bidang kerja di hotel. Itulah sebabnya mereka perlu banyak latihan/ praktik ketika masih sekolah. Makin profesional maka makin tinggi kompetensi/ keahlian yang dimiliki serta makin banyak pekerjaanpekerjaan yang bisa diselesaikan seseorang. Itu hanya bisa diperoleh dari tempat kerja bukan sekolah. Makanya para profesional tidak mementingkan gelar karena mereka tahu profesionalitas itu diperoleh dari tempat kerja bukan karena gelar. Jangan berharap lulus sekolah langsung jadi manajer kecuali mendirikan hotel sendiri. TIDAK ADA PREDIKAT LULUS/TIDAK LULUS Mulai tahun ini, SHS tidak lagi menggunakan sistem lulus/tidak lulus. Lho, kok aneh?

timbangan yang matang dan cukup lama. Pada hakikatnya setiap orang yang sekolah atau kuliah tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidupnya, jadi bukan sekadar ikut ujian lalu lulus/ tidak lulus. SHS memberi “kebebasan” kepada mahasiswanya untuk menentukan sendiri apa sudah merasa “cukup dan puas” dengan hasil yang diperoleh selama mengikuti pendidikan dan pelatihan perhotelan di SHS. Bukan lagi SHS yang menentukan yang bersangkutan lulus/ tidak lulus. Mahasiswa diberi kebebasan yang bertanggung jawab terutama atas hasil yang dicapai. SHS tidak mau kalau terpaksa harus tidak jujur dengan memberikan tambahan nilai hanya agar yang bersangkutan memenuhi syarat lulus. Di sini dituntut ada keterbukaan antara mahasiswa-instruktur dan pengelola SHS supaya kita sama-sama bertanggung jawab atas kualitas alumni SHS.

nilainya sedang-sedang saja tapi terbukti mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya dengan baik. Memang ada yang khawatir bagaimana kualitas SHS selanjutnya? Kualitas SHS akan terbukti dan teruji secara alamiah di industri. Setiap perubahan pasti ada risikonya dan SHS yang sudah berani melangkah lebih dulu seperti halnya sistem yang dijalankan di negara-negara maju. Insyaallah mahasiswa “tidak perlu stres” kuliah di SHS. Sekolah perhotelan yaa... SHS, Kuliah Singkat, Biaya Murah, Kualitas Nomor 1 Jadi, tunggu apalagi, daftar sekarang juga!

Informasi selengkapnya hubungi:

SHS, Jln. Joyoboyo 10 Surabaya, Tlp. (031) 563 3608 Faks. (031) 567 9422 Email : info@shs-sby.com, Rasanya percuma saja shs.sby@telkom.net jika alumni mendapatkan Website : www.shs-sby.com

nilai bagus di transkripnya tetapi terbukti tidak mampu bekerja/berkarya dengan baik, lebih percuma lagi kalau menyandang gelar sarjana tapi tidak bisa mendapatkan pekerjaan alias Ya memang, keputusan nganggur atau tidak mamini diambil pimpinan SHS pu bekerja dengan baik. dengan pemikiran dan per- Masih jauh lebih baik kalau

KELAS BARU 2011 Gelombang 1 masuk 15 Juni Gelombang 2 masuk 20 Juli Gelombang 3 masuk 14 September Gelombang 4 masuk 16 November

Minggu sekretariat tetap buka pukul 09.00 – 17.00

PERCETAKAN

K E S E H ATA N

SELAIN masalah pakan, para petani dikejutkan dengan hilangnya udang galah saat panen. Mengapa udang galah itu bisa lenyap begitu saja? Kematian massal udang, misalnya mati dalam waktu sekejap, hanya bisa disebabkan, saat itu udang betul-betul kekurangan oksigen dan karena adanya racun. Penyebab lain tidak ada, kecuali dicuri. Parasit tidak bisa membuat udang itu mati seketika. Parasit memang bisa menyebabkan udang mati, namun matinya pelan-pelan. Walau penyakit ada yang memiliki daya bunuh, tetapi di alam juga ada yang bisa menangkal. Ketika udang mendapatkan makanan alami, seperti ganggang, alga yangg mengandung vitamin C, itu akan bisa meningkatkan daya tahan tubuh udang. Jika kekurangan oksigen apa yang harus dilakukan? Cara yang paling mudah dilakukan, menggunakan anco. Bentuk anco itu seperti seser berbentuk segi empat, bertangkai, kemudian ada talinya, ukurannya ± 1 meter x 1 meter. Cara penggunaannya, tenggelamkan di kolam dengan diisi makanan, dan pemberat. Setalah anco itu sampai ke dasar atau menggantung, secara otomatis udang akan datang ke sana. Setelah udang masuk ke anco, angkat udang itu dan pindahkan ke ember yang airnya bersih. Lalu lakukan pengamatan dari atas. Kalau dia lincah, berputar satu arah searah jarum jam, dia sehat. Kalau dia nongkrong di permukaan, itu tanda udangnya tidak beres. Pengamatan selanjutnya, angkat udangnya perhatikan permukaan karapas (cangkang), biasanya banyak parasit yang menempel, akan kelihatan ada perubahan warna dan kalau diraba terasa kasar. Udang yang sehat akan cerah penampilannya, sedangkan udang yang tidak sehat akan kelihatan kusam. Jika udang kurang sehat, apa yang harus dilakukan? Pertama, ambil sempel udang. Lakukan pengamatan secara periodik kalau perlu 2 minggu sekali, dan paling lambat sebulan sekali. Kalau misalnya diperiksa, sakit, cangkangnya gripis, berikan pemunahnya. Gunakan antibiotik yang organik. Atau, bisa juga udang dibuat stres dengan tujuan baik. Misalnya dengan airnya dihentikan mengalir, udang itu akan stres. Saat itu, udang akan naik ke permukaan, dan siap-siap masukkan air lagi. Ini cara yang kurang bijak, tetapi yang paling mudah, begitu udang stres dia ganti kulit. Kalau cara yang bijak juga ada, yaitu dengan menggunakan saponin (serbut biji teh) untuk memberantas ikan predator (ikan buas). Saponin dapat dilarutkan terlebih dahulu, setelah itu siramkan, kemudian hentikan 15 menit aliran air, dan membuat udang itu ganti kulit, dan cangkang yang ditumbuhi lumut itu akan lepas. Bagaimana kalau udang ganti kulit lagi? Upaya selanjutnya, tambah dibit air yang masuk ke kolam dengan harapan kalau sirkulasi air di kolam itu bagus. Terus, udang yang dijadikan sempel tersebut cobalah diukur berat dan ukurannya. Ukurlah secara berkala tiap bulan. Pakan yang dikonsumsi udang akan bermanfaat dan bisa diserap tubuh kalau dioksidasi. Untuk mengoksidasi pakan dalam tubuh udang, harus ada oksigen yang diserap melalui insangnya. Kalau pakannya

banyak, oksigennya kurang, maka akan terbuang tidak ada yang menjadi daging, malahan jadi penyakit.

Kalau pertumbuhannya beda, misalnya yang 100 ekor panjangnya 15 cm dan udang lainnya ada 5 cm, 3 cm dan ada yang lebih. Apakah perbedaan itu penyebab terjadinya penyakit? Populasi udang di kolam selalu akan seperti itu sekarang. Ketika induk itu masih murni, kemudian menghasilkan benih secara benar, tidak infriding, maka relatif pertumbuhan udang itu terkontrol dan merata. Cara mengatasinya beragam, yaitu dengan panen selektif, atau pada umur 2 bulan udang itu dipanen sementara, kemudian dikelompokkan, pisahkan satu kelompok ukuran di satu kolam, supaya yang kecil bisa mengejar pertumbuhan, karena keragaman pertumbuhan itu bisa disebabkan perebutan pakan. Kalau hanya punya 1 kolam, sekat saja dengan jaring sesuai jumlah yang diinginkan. Bagaimana kalau sudah disekat, namun airnya sudah tercemar? Kalau airnya sudah tercemar, carilah pusat pencemarannya. Kalau pencemarannya ada dikolam itu, harus diatasi dengan dikuras. Atau, gunakan probiotik, biarkan bakteri dicomposer dipakai untuk mendekomposisi, agar menghancurkan kotorankotoran organik dengan cepat. Ada kalanya lumpur di kolam terlalu menumpuk, karena petani malas waktu panen udang hanya dipanen langsung dikeringkan. Cara yang tepat, begitu udang dipanen biarkan kolam itu agak kental lumpurnya. Kurangi lumpur 1 kg, untuk pemeliharaan sampai 6 bulan. Bulan ke 4, 5 dan,6 merupakan panen selektif. Selama 6 bulan cukup banyak bahan organik numpuk, dan terkadang terbenam. Udang galah tidak perlu lumpur terlalu dalam, cukup 10 cm. Bagaimana kalau tanpa lumpur? Kalau tanpa lumpur juga bagus. Akan lebih bagus lagi kalau dasarnya berpasir, sehingga bisa menahan air. Setelah kolam dibuat sebarkan pasir 10 cm, walau saat pemeliharaan pasir tercampur lumpur itu tidak jadi masalah. Pasir akan terendam dalam lumpur. Untuk membangkitkan pasirnya tinggal diaduk sambil dialiri air dan ini merupakan manajemen perkolaman yang terkadang petani belum mau melakukannya. Apa saran dan harapan untuk petani udang galah? Jangan berputus asa bagi yang mengalami gagal panen. Jika ada kegagalan dalam budidaya udang berusahalah untuk melakukan hal-hal yang baik untuk udang. Untuk benih udang, jika tidak dapat membeli ke usat, bisa juga mendapatkan benih udang kawin silang dari kolam. Jika ingin mendapatkan benih udang berkunjunglah ke Bale Benih Udang Galah. Jika memang ada benih binaan dari Bale Benih Udang Galah pasti akan ditunjukkan benih yang berkualitas bagus. Jika pakan udang mahal bisa manfaatkan sumber pakan yang ada sekitar tempat budidaya, sehingga bisa menekan biaya produksi. Narasumber Ir. Saleh Purwanto Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali

Pembaca yang ingin menyampaikan pertanyaan tentang masalah pertanian umumnya, silakan hubungi alamat ini: RRI Denpasar: SMS 085 6382 4144; Interaktif: (0361) 222 161; E-mail: sipedes_rridps@yahoo.com; Surat: Jalan Hayam Wuruk Nomor 70 Denpasar; Koran Tokoh: SMS (0361) 740 2414; Telepon (0361) 425 373; E-mail: redaksitokoh@yahoo.com ; Surat: Koran Tokoh, Gedung Pers Bali K. Nadha (Bali TV), Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar. Siaran Perdesaan RRI FM 88,6 Mhz tiap hari pukul 13.30 - 14.00 Wita


PENDIDIKAN

15 - 21 Mei 2011 Tokoh 9

Wisuda Sarjana XXVI IKIP PGRI BALI

Menuju Perkuliahan Berbasis E-Learning DENGAN gelar akademik yang diraih wisudawan memiliki kesempatan lebih banyak berkiprah, meniti karier dan menatap masa depan lebih baik serta berperan aktif membangun bangsa dan negara. “Sebagai alumnus, Saudara harus menjadi agen perubahan, bekerja keras, jujur, dan disiplin. Lakukan perubahan mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, dan mulai dari yang termuda,” ujar Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nyoman Sucipta dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabag. Akademik Kopertis Wilayah VIII Drs. I Nyoman Sudiatmika dalam Wisuda Sarjana XXVI IKIP PGRI Bali, Sabtu (14/5), di Inna Grand Bali Beach Sanur.

Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum.

tkh/sep

tkh/sep

PGRI Bali tak henti-hentinya membuat kemajuan pendidikan. Sarana dan prasarana terus ditingkatkan dengan menambah ruang perkuliahan, kelengkapan laboratorium. Peminatnya pun kian membludak. Terbukti, meski pengumuman ujian nasional belum terlaksana, sudah banyak calon mahasiswa yang mendaftar. Untuk peningkatan tenaga pengajar, Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PT IKIP PGRI Bali Drs.

Drs. I G.B. Arthanegara,S.H., M. Pd.

tkh/sep

E

tos kerja bangsa kita yang dinilai tak memadai menjadi salah satu sumber bala yang menimbulkan bencana nasional belakangan ini. Ia bercermin pada kemajuan Jerman dan Jepang sebagai negara termaju di Eropa dan Asia. Padahal, kedua bangsa itu luluh lantak saat Perang Dunia II lebih dari lima puluh tahun silam. “Karena itu, etos kerja kita harus diperbaiki,” tegasnya. Menginjak usia ke-28, IKIP

IGB Arthanegara,S.H., M. Pd. mengatakan IKIP PGRI Bali mengirim 21 orang dosen mengikuti pelatiahn dan lokakarya ke Universitas Negeri Malang agar perkuliahan tahun ajaran baru ini siap melaksanakan perkuliahan berbasis e-learning, bahkan hingga studi banding ke Singapura. IKIP PGRI Bali juga tengah memperjuangkan pengadaan rumah susun bagi mahasiswa (rusunawa). Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. didampingi PR I Drs. Pande Wayan Bawa, M. Si., PR II Drs. I Dewa Putu Juwana, M. Pd., dan PR III Drs. I Gusti Bagus Ardana Adnya, M. Si. Mengatakan, acara wisuda 302 sarjana kali ini memiliki nilai strategis. Pertama, yang paling bersejarah, IKIP PGRI Bali ditunjuk sebagai mitra kerja Undiksha menjadi asesor dan instruktur sertifikasi guru dalam jabatan melalui SK Mendiknas No. 075/P/2011. Semua dosen di semua jurusan di IKIP PGRI Bali mendapatkan kesempatan menjadi asesor. Para asesor ini akan menguji 7.137 guru di Bali. Kedua, IKIP PGRI Bali meraih medali emas pada penghargaan Aptisi Award

Drs. I Nyoman Sudiatmika

tkh/sep

Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. (paling kiri) didampingi PR I Drs. Pande Wayan Bawa, M. Si., PR II Drs. I Dewa Putu Juwana, M. Pd., dan PR III Drs. I Gusti Bagus Ardana Adnya, M. Si. mewisuda 302 sarjana

belum lama ini. Ketiga, IKIP PGRI siap memasuki sistem perkuliahan e-learning. “Persiapan ini sudah diawali dengan mengadakan pelatihan di Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan Universitas Adi Buana Surabaya, Universitas Manjuruhan Malang, dan Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. IKIP PGRI Bali juga bekerja sama dengan Normal University Cina. Ketua Panitia Drs. Pande Wayan Bawa, M. Si. menambahkan, kali ini diwisuda sebanyak 302 sarjana, yakni Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) sebanyak 98 orang, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) 74 orang, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) 74 orang, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) 25 orang, dan Fakultas Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan (FPOK) 31 orang. Lulusan terbaik, Komang Rai Yanti dengan IPK 3,85 dari Program Studi Pendidikan Sejarah FPIPS. —ten

Sang Hyang Pramesti Guru

SANG Hyang Siwa, guru tiga dunia yang disebut Tri Bhuwana, yaitu bhur, bwah, swah. Ketika menjalankan profesi kependidikannya, Sang Hyang Siwa bermanifestasi sebagai Sang Hyang Pramesti Guru. Sang Hyang Pramesti Guru merupakan panunggalan Sang Hyang Tri Murti dan

Hyang Dewa atau DewataDewati. Keempatnya dikenal sebagai Sang Hyang Catur Bhoga. Panunggalan ini disebut Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Pramesti Guru merupakan guru segala guru. Guru segala guru adalah Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Tunggal adalah Sang Hyang

Tari Kebesaran IKIP PGRI Bali Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Ide cerita oleh Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., penata tari Gusti Ayu Puspawati, S. Pd., M.Si., dan I Wayan Juana Adhisaputra, S.Pd., penata tabuh Ketut Rudita, S.Kar.—ten

Tari kebesaran IKIP PGRI Bali Sang Hyang Pramesti Guru

tkh/sep


8

Tokoh

15 - 21 Mei 2011

PENDIDIKAN

Verbal English, Hotel, & Kapal Pesiar College

Lebih 1.000 Alumnus Sukses Bekerja di Kapal Pesiar VERBAL College pelan dan pasti telah memberikan bukti lebih dari 1.000 orang alumnus telah sukses bekerja di kapal pesiar dunia (HAL, Carnival, Princess, Costa Crociere, Disney, Apolo, Royal Caribbean, Ibero, Pullmantour, NCL, MSC, AIDA). Dengan perubahan sarana dan prasarana Verbal College memulai misi barunya melayani dan mengakomodasi lebih banyak generasi muda Bali memiliki kompetensi bahasa Inggris kapal pesiar agar siap bersaing di pasar kerja cruise dunia melalui seleksi yang ketat dari recruiting agency terbaik dan terpercaya yang masih bertahan menjaga komitmen, legalitas, dan reputasi terbaiknya untuk masyarakat Bali. Saya mengetahui Verbal dari salah satu agency, dan berbekal referensi dari agency itu akhirnya saya diterima sebagai salah satu peserta pelatihan. Sebelumnya saya pindahpindah kursus ke mana-mana tapi saya tidak mendapatkan apa yang saya cari. Ternyata di Verbal saya mendapatkan semuanya tentang bahasa Inggris cook, sehingga saya tidak asing dengan istilah (stewing, toasting, fillet, stock, condiment, mirepoix) termasuk juga general English, skill, English BST & PCS test, serta kiat-kiat mengikuti tahapan tes di beberapa agency dan cruise dunia. Saat ini saya repeater di Carnival sudah empat kali kontrak dengan posisi awal sign on sebagai commis. (I Komang Adnyana Putra (Pikal), Ds. Tangkas, Klungkung, Bali; Carnival Cruise Lines; a cook ) Posisi awal saya, hotel steward, Carnival (MS Spirit). Saya paham betul dengan skill tersebut dalam bahasa Ingris (making bed, turning down, chemical, duvet) setelah sign on, saya tidak lagi asing dengan perintah-perintah dan job description saya, sehingga saya tidak mengalami hambatan komunikasi dengan para kolega saya. Di Verbal saya mendapatkan apa yang menjadi bidang konsentrasi itu dan dosennya memahami betul apa yang saya mau. Terima kasih Verbal. (I Made Ardika (Otong), Jln. Diponogoro, Suci Denpasar; Carnival Cruise Lines; Asst. Cabin Steward) Selama ini Verbal hanya dikenal dari alumnus, repeater, dan informasi dari beberapa agency (PPTKIS). Namun demikian, untuk memberi informasi yang benar, Verbal perlu hadir untuk memberikan pencerahan yang terbuka apa pun tentang kapal pesiar dan kiat-kiatnya. Dari dulu saya memiliki impian untuk bekerja di kapal pesiar dan belakangan saya dianjurkan oleh seseorang untuk menyetorkan sejumlah uang dengan janji akan diberangkatkan ke Jakarta mengikuti pelatihan. Beruntung saya bertemu seorang teman yang belajar di Verbal. Melalui dia, saya mendapatkan semua informasi yang benar dan terkini, tentang berbagai agency dan jumlah biaya yang dibutuhkan di masing-masing agency, perbedaan dan kelemahan kontrak kerja dari berbagai cruise dunia, sistem penggajian yang diterapkan, serta yang tidak kalah pentingya, tahapan-tahanpan seleksi, pengurusan dokumen. Akhirnya saya sadar bahwa saya harus berkompeten dan membekali diri dengan bahasa Inggris kapal pesiar di Verbal. Thank Verbal.

Pada kontrak pertama, saya seorang gallery steward, Carnival (MS Holliday). Saya lulusan diploma pariwisata tapi saya sadar belum mengerti bahasa Inggris untuk gallery steward, karena itu saya ikut program pelatihan bahasa di Verbal. Akhirnya saya mengerti apa itu (pot washer, dishwasher, glass washer dan teknik-teknik membersihkan chine ware, table & silver ware, three bucket system). Dengan bekal itu setidaknya saya menjadi lebih percaya diri pada kontrak pertama saya. Di Verbal saya mendapatkan apa yang menjadi bidang konsentrasi itu. Verbal, memang pioner dan satu-satunya tempat pelatihan bahasa kapal pesiar sekaligus tempat komunitas anak kapal bertemu berbagi pengalaman.

(I Dewa Gede Kusumajaya, Siledumi, Karangasem June 4, 1977, Jln. Tukad Pakerisan Gg. 54X No. 16, Denpasar; Carnival Cruise Lines; cook (artist) Dengan informasi yang benar diharapkan para calon pelamar (candidate), mengerti betul tentang; apa itu (1) agency –PPTKIS, sebagai partner dengan legalitas dan reputasinya yang dipercaya user merekrut para calon pelamar (candidates) untuk menduduki posisi-posisi yang dibutuhkan oleh perusahaan (user), seperti hotel and gallery steward, laundry attd., assistant waiter/waitress, asst. cabin steward, tailor, spa therapist. Apa itu (2) user, perusahaan yang sesungguhnya mempekerjakan dan menggaji para pekerja; dan apa itu (3) pelaut (seafarers) yaitu tenaga kerja itu sendiri, sehingga diharapkan tidak terjadi kekeliruan peran yang berakibat pada “kehilangan’ finansial. Pada awal bekerja saya kaget dengan komunikasi di kapal, yang tidak saya mengerti, ternyata ada berbagai slang dari berbagai bahasa seperti Filipina, Spanyol dan India. Mereka terbiasa mengucapkan bahasa Inggris kacau seperti, ’much talking’ mereka ucapkan ‘mucu taka taka’, ‘come back’ mereka ucapkan ‘kam bak’. Setelah berusaha beradaptasi akhirnya saya tahu, ternyata yang salah bukan saya tetapi mereka. Berbekal dari Verbal, saya sadar betul akan grammar, tenses, dan pengucapan yang benar. Hal inilah memacu saya untuk tidak takut promosi ke karier yang lebih tinggi karena bahasa yang sopan dan benar sangat ditekankan. Saat ini saya menduduki posisi tiping system, assistant cabins steward (Ms. Fantacy Class). (I Putu Eka Maryawan, Jln. Sakah, Batuan, Sukawati, Gianyar, Bali; Carnival Cruise; Assistant Cabin Steward.) Bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa komunikasi antar-pelaut (seafarers) dari berbagai bangsa menduduki peranan yang sangat strategis, terlepas dari munculnya slang/pidgin akibat dominasi penutur bahasa bangsa tertentu. Tetapi bahasa Inggris tetap menjadi acuan terakhir bila penutur menghadapi hambatan penyampaian ide. Apalagi untuk posisi menengah ke atas, tiping system seperti team-head waiter, waitress & stateroom steward/ ess yang besentuhan langsung dengan para penumpang (passenger). Oleh karena itu, materi pembelajaran juga diarahkan dengan lebih banyak memberi tekanan pada apa yang menjadi kebutuhan mereka di dunia kerjanya (cruise) untuk menghindari hambatan tersebut. Verbal selama 10 tahun terakhir terusmenerus melakukan sinergi dengan para alumnus dan evaluasi untuk menyempurnakan metode dan pelatihan kompetensi bahasa Inggrisnya.

(I Putu Sumitra, Singaraja, 8 Maret 1979, Bali English School 2006: Jln. Drupadi No. 101 Seminyak, Kuta; Costa Crociere; cabin steward)

Saya sadar, lulusan SMU belum (I Made Wijana, Klungkung , 6 Augustus 1984, Br. Kacang Dawa memenuhi persyaratan melamar di kapal Kamasan, Klungkung; Carnival Cruise; Team Waiter) pesiar untuk posisi assistant waitress, walaupun saya telah bekerja di hotel Di Verbal saya mendapatkan semuanya. sebagai waitress. Karena itu, saya bahasa Inggris yang selama ini menakutkan memutuskan kuliah di Bali English School menjadi menyenangkan dan mudah. sambil tetap bekerja. Pada akhir kuliah, saya Ternyata dosen pengajar, metode mengajar, diarahkan oleh kampus untuk ikut seleksi fasilitas kampus, suasana belajar di tengah di salah satu agency untuk Costa Crociere kota tapi jauh dari kebisingan, dan sentuhan (MS. Luminosa) dan lulus dengan posisi pengajar yang akrab memulihkan awal assistant waitress. kepercayaan diri saya dan memotivasi saya untuk maju. Thank Verbal. Saat ini saya (Ni Luh Komang Suandewi, Denpasar, dikontrak ketiga kalinya, Carnival Cruise 27 Mei 1988, Jln. Gatot Subroto VI Gang (MS extacy) sebagai store keeper. Turi Barat No. 23, Denpasar, Bali English School 2008, Costa Crociere; asst. waitress) (I Made Samiada, Tabanan, October 29, 1983, Jln. Raya Gelgel, Klungkung; Carnival; Asst. Storekeeper) Kuliah di Bali English School, dapat meraih tiga peluang, yaitu bahasa Inggris, peluang Pemahaman dan penguasaan materi kerja di hotel, dan kapal pesiar. Peluang ini bahasa Inggris itu disesuaikan dengan konsentrasi posisi yang dipilih bagi membawa saya lulus dari 3.000 peserta tes tulis para calon pelamar sehingga diharapkan mereka tidak asing lagi dengan kapal pesiar di sebuah agency dengan skor istilah-istilah asing yang sering ditemukan di bidangnya. 70. Kemudian saya ikut ke semifinal, tes marlins dan final dengan user dan berhasil dengan posisi awal hotel steward. Sulitnya persaingan Saya kenal Verbal dari seorang teman tidak membuat saya putus asa, di Verbal saya tapi saya lebih dulu lulus dan bekerja di telah dibekali semangat motivasi, akhirnya kapal pesiar, karena pada masa itu tenaga saya lulus dan berangkat dengan yang biaya kerja wanita sangat dibutuhkan. Dengan terjangkau. belajar teknik-teknik interview di Verbal, akhirnya saya lulus interview dan bekerja (I Made Armada, Denpasar, 10 Mei 1979, di Carnival (MS. Sensation) dengan posisi Jln. Diponegoro Gg. IV No. 53 Denpasar. Bali awal assistant waitress. Terima kasih VerEnglish School 2007: Carnival Cruise; asst. bal. Cabin stwd) (Ni Wayan Anik Mirawati. Sekardadi, May 13, 1984, Ds. Sekardadi, Kec. Kintamani, Bangli; Carnival Cruise Line; Asst. Stateroom stewardess )

(Kadek Yuliarta, Tojan, 26 Maret 1984; Dysney Cruise) Saat minggu pertama di Carnival Cruise (MS Spirit Class) ternyata benar saya mengikuti orientasi pengenalan kapal (vessel familiarization program), tapi syukurlah istilah yang digunakan tidak asing lagi buat saya karena saya telah mempelajarinya di Verbal, seperti fire extinguisher, fire screen door, don life jacket, muster station). Sehingga saya tidak mengalami kesulitan PCS test, CTC College, boat drill dan simulasi keselamatan.

Saya mahasiswa program basic level the Bali English School (BES) periode 2007. Pada semester akhir kuliah saya diarahkan ikut seleksi di dua agency untuk kapal Carnival dan Costa Crociere. Keduanya lulus seleksi final, saya bingung membuat keputusan dan dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memilih Costa Crociere (MS. Atlantika) dengan posisi awal langsung sebagai Cabin Steward (stateroom steward). Thank Verbal.

Saya salah satu siswi terlama di Verbal, tapi saya merasa terus-menerus dibimbing dengan sabar oleh dosennya dan hal itu menumbuhkan rasa percaya diri, dan akhirnya saya lulus di Carnival (Ms. Parlor). Terima kasih Verbal (Ni Made Parmini, Bangli, 14 Januari 1979, Jln. Kembang Matahari I, Gang: Tlugtug No 2B, Denpasar; Carnival Cruise Line; asst. waitress). Adanya persyaratan seleksi di agency bagi calon pelamar (candidate) untuk mengantongi pendidikan minimal Voctra (vocational training) enam bulan untuk posisi laundry attendant dan program satu tahun di antaranya untuk posisi hotel steward/ess, waiter/ess, stateroom steward/ess dan cook, maka untuk memenuhi tuntutan persyaratan itu. Verbal lewat The Bali English School (BES), juga membuka program singkat, enam bulan, 1-2 tahun untuk memberi bekal skill bagi lulusan SMU plus program magang (appretice) di beberapa departemen hotel dan perusahaan sehingga diharapkan mereka memahami dunia kerja dan skill di bidangnya. Namun demikian, bahasa Inggris tetap menjadi prioritas pertama yang membedakannya dengan lembaga pendidikan yang lain.

Menerima Mahasiswa Baru 2011 Untuk lulusan SMU/K tahun 2010/2011, menerima pendaftaran program unggulan 1-2 tahun, 3+ yaitu program studi dengan mengantongi tiga disiplin ilmu sekaligus bahasa Inggris, hotel, dan kapal pesiar sehingga alumnus siap bersaing di pasar kerja hospitality industry dunia yang makin ketat. Pendaftaran dibuka mulai 15 Mei 2011 setiap hari pukul 08 00 – 20.00 kecuali Sabtu dan Minggu dengan menunjukkan ijazah terakhir SMA yang telah dilegalisir, pas foto 3x4 berwarna tiga lembar, dan mengisi formulir pendaftaran. Keunggulan lain, bebas biaya gedung, dan biaya kuliah sudah termasuk, jas almamater, diktat, praktik, dll. Informasi hubungi The Bali English School (BES) Jln. Anyelir 61 Denpasar, telepon (0361) 227787. Surel/email: balienglishschool@yahoo.com Untuk lulusan D-1, D-2, D-3 – D-4 pariwisata dibuka diklat singkat tiga bulan, (marlins, general English, PCS, and skill drilling) dengan konsentrasi, dining room-dishwasher, stewarding, hotel-stateroom/ cabin steward, asst. waiter’-ess, cook and laundry attd. Pendaftaran setiap hari kecuali Sabtu-Minggu, dengan menunjukkan ijasah diploma terakhir telah dilegalisir, foto diri colorfull uniform dan mengisi formulir pendaftaran dan placement test. Biaya sudah termasuk diktat sesuai konsentrasi, The Leading Cruise CD, & certificate. Informasi hubungi, Verbal College Jln. Anyelir 61 Denpasar. Telepon (0361) 227756. Surel/email: verbalcollege@yahoo.com

Fasilitas pendukung lainnya: Laundry lab, HK and FB service lab, Marlin class & lab, English-World Leading Cruises audio video lab, Photographer lab, Bursa kerja, English Safey 1st drill Program, PCT preparatory test and try out, pengurusan dokumen (passport, seaman book, BST, CCM & SCRB).

Untuk menghasilkan output lulusan yang berkualitas, Verbal juga terus membenahi sarana dan prasana pelatihan, seperti gedung baru, dengan ruang kuliah full AC, LCD projector, comp-Marlins test, audio-video cruise, HK-Laundry-cook labobry dan dosen akademis (S-2) dan tentu saja exsenior crew kapal pesiar, untuk berbagi pengalaman dan tantangan bekerja di cruise industry.


SPIRITUAL

UMAT yang ikut kelompok belajar Weda dengan guru spiritualnya Sai Baba sudah ada di Indonesia tahun 1968 di bawah binaan Ditjen Bimas Hindu dan Buddha saat direktur jendralnya Gde Puja, .M.A.,S.H. Para peserta belajar Weda itu membentuk organisasi tingkat nasional bernama Sai Study Group Indonesia disingkat SSGI yang memiliki sembilan korwil atau koordinator wilayah. Masing-masing korwil melayani SSG (Sai Study Group) dan SDG (Sai Devotee Group). Provinsi Bali dan NTB dikoordinir Korwil VII. Khusus di Bali, Korwil VII melayani 40 SSG dan SDG. Disebut SSG jika sudah lengkap memiliki senter dengan tiga wing atau sayap kegiatan yaitu Wing Spiritual, Wing Pendidikan dan Wing Pelayanan. Landasan ketiga wing itu, Weda sebagai Sabda Suci Tuhan. Kalau belum lengkap memiliki tiga wing program, organisasinya bernama SDG. Dalam upaya pembinaan dan pengayoman SSG dan SDG di Bali tahun 1990 Direktur Jenderal Bimas Hindu dan Buddha telah memberikan petunjuk kepada Kakanwil Dep.Agama Prov. Bali dengan suratnya No: H/ W.01.2/78/90, 26 September 1990. SSG dan SDG ini sebagai kelompok belajar Weda dengan guru spiritual Bhagawan Sri Satya Sai Baba maka sejak tahun 1994 pembinaannya diserahkan kepada Parisada Hindu

Dharma Indonesia Pusat dengan semua jajaranya di Indonesia. Dalam upaya pembinaan dan pengawasan Sai Study Group, PHDI Pusat telah mengeluarkan surat No. 26/Perny/I/PHDIP/ 1994, 14 Januari 1994 perihal keberadaan Sai Study Group (Kelompok Studi Weda) di Indonsia). PHDI Pusat mengeluarkan surat tersebut berdasarkan ketetapan Mahasabha VI tentang Tata Keagamaan VIII yang menyebutkan Parisada Hindu Dharma Indonesia membimbing dan sekaligus mengawasi keberadaan pusatpusat spiritual umat Hindu yang terorganisir agar berada

Tulisan ketiga dari empat tulisan di bawah koordinasi Parisada Hindu Dharma Indonesia. Pusat-pusat spiritual ini dapat berfungsi sebagai prasarana pemecahan masalah kehidupan, mengatasi kendalam spiritual maupun masalah sosial material dalam menunjang pembangunan nasional Dalam upaya pembinaan keberadaan Sai Study Group yang lebih bersifat teknis, PHDI Pusat mengeluarkan surat No: 214/K-I.01/ PHDIP/II/1994, 22 Februari 1994. perihal Pembinaan Sai Study Group. Kepada Sai Study Group, PHDI Pusat juga memberikan petunjuk secara langsung dengan suratnya

No. 213/SJ/UM/.06/PHDI-P/II/ 1994. 22 Februari 1994 perihal: Petunjuk kepada Sai Study Group. Di samping itu Dirjen Bimas Hindu dan Buddha ketika dijabat Ketut Pasek juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Sai Study Group Indonesia atas jasa-jasanya ikut membina umat Hindu di Indonesia. Piagam ini diberikan dalam rangka Lima Puluh Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan demikian berdasarkan data tersebut keberadaan Sai Study Group sebagai wadah studi nonformal mendalami ajaran suci Weda sudah sah di Indonesia. Saya pernah mendapat tugas dari Dirjen Bimas Hindu dan Buddha meneliti kepustakaan tentang keberadaan Sai Study Gruop ini tahun 1988/1989. Mendapat tugas itu karena saat itu saya sebagai salah seorang dosen di IHD Denpasar (UNHI sekarang) dan juga mengajar Agama Hindu di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Juga, duduk sebagai pengurus inti PHDI Pusat dan juga penganut Hindu Siwa Sidhanta seperti yang dianut kebanyakan umat Hindu di Bali dan Indonesia umumnya. Sekte atau sampradaya Siwa Sidhanta sudah demikian mentradisi berabad-abab di Bali dan Nusantara umumnya. Saya telah meneliti keberadaan Sai Study Gruop ini sebagai salah satu bentuk pendalaman Weda yang terorganisir tidak

tkh/dok

Study Group Sai Baba bukan Sekte

dalam bentuk sekte. Hal itu sesungguhnya dapat memberi pencerahan pada Agama Hindu dengan menguatkan sistem-sistem beragama Hindu yang telah ada. Tahun1989 saya juga pernah mendapat tugas Dirjen Bimas Hindu dan Buddha untuk mengadakan penelitian singkat ke India tentang keberadaan Sai Study Group tersebut. Tahun 1991 kembali saya mendapat tugas Ketua Umum PHDI Pusat untuk mengadakan penelitian ke India tentang hal yang sama selama tiga bulan. Mengenai pemujaan Sai Baba sebagai guru spiritual Weda hal itu dibenarkan Taiteria Upanisad yang berbunyi: Acaharya Dewa Bawa, artinya guru suci itu bagaikan Dewa yang patut disembah. Cuma menyembah bhuta, Guru, Pitara, Dewa itu tidak sama dengan menyembah Tuhan. Di Bali dikenal adanya Lontar Panca Sembah yang membenarkan adanya penyembahan seperti itu. Karena itu pandita di Bali sampai disebutkan Siwa

15 - 21 Mei 2011 Tokoh 7

I Ketut Wiana

dalam tradisi Siwa Sidhanta. Kata sembah dalam bahasa Jawa Kuno memiliki banyak arti seperti dinyatakan dalam Kamus Jawa kuno Indonesia (L. Mardi Warsito). Sembah berarti menyayangi, menghormati, memohon, menyerahkan diri dan menyatukan diri. Karena itu di Bali dibenarkan orang nyembah Bhuta dengah mencakupkan tangan di pusar yang artinya menyayangi alam dengan segala

isinya. Kalau menyembah pitra dan guru suci tangan dicakupkan di depan dada. Sedangkan menyembah para Dewa tangan dicakupkan di selaning lelata. Hanya menyebah Tuhan tangan dicakupkan di atas ubun-ubun. Ini artinya hanya menyembah Tuhanlah kita serahkan diri kita secara total. Mengenai menyembah guru spiritual sesungguhnya merupakan tradisi Hindu di Bali maupun di India. Demikian juga untuk menyembah guru atau juga orangtua sebagai guru diajarkan dalam Vana Parva 27.214. Gst Agung Gede Putra (alm) saat menjabat dirjen Hindu dan Buddha pernah menyatakan SSG atau SDG itu sebagai lembaga pendidikan Weda nonformal bagaikan tempat menyetrum atau ngecas aki dari berbagai mobil. Setelah setruman aki cukup, aki tersebut kembali pada mobil asalnya. Karena SSG itu lembaga pendidikan nonformal siapa pun yang berniat dan berhasrat boleh saja ikut dengan tidak

membeda-bedakan suku, ras dan agama yang dianut. Peserta SSG itu dasarnya kesukarelaan dan keterpanggilan. Sai Baba menyatakan kepada para peserta SSG atau SDG, yang paling utama mengubah diri ke arah dharma menjadi bhakta yang makin baik makin sehat jasmani rohani (swastya wahini), makin berpendidikan (widya wahini) dan makin peduli pada nasib sesama (praja wahini). Hal ini amat sejalan dengan Sarasamuscaya 177 yang menyatakan, tujuan belajar Weda untuk mendapatkan pengetahuan tentang cara memperbaiki perilaku (ayuning sila) dan memperbaiki kebiasaan hidup dalam kehidupan bersama (ayuning acara). Dengan demikian kalau Weda diterapkan dengan benar, baik dan tepat, akan dapat dibuktikan membawa manusia makin hidup aman damai dan sejahtera (raksanam dan dhanam) secara individual dan sosial. zI Ketut Wiana

LKP Agung memberikan diskon 50% bagi yang berminat mengikuti pelatihan tata kecantikan kulit, tata kecantikan rambut, dan tata rias pengantin. Keuntungan lain, peserta pelatihan mendapatkan bonus pelatihan tata rias pengantin Bali modifikasi dan modern, langsung dari Anak Agung Ayu Ketut Agung.

LKP AGUNG Jln. WR Supratman No. 303 A Tohpati, Denpasar dan Jln. Anggrek No. 12 Denpasar Tlp. 0361-233850, 7421987, 081 1393602 Buruan Daftar….. Hanya Rp 1,5 juta

Ny. Wayan Candra (tengah) diapit ibu-ibu Muspida Kabupaten Klungkung, di antaranya Ny. Cokorda Gede Agung dan Ny. Ketut Jana Pria usai menampilkan tari Pendet serangkaian Peringatan Hari Ibu 2010

LKP Agung Gandeng Koran Tokoh

Akan Latih 1.200 Kader PKK Desa dan Organisasi Wanita se-Kabupaten Klungkung TIM Penggerak PKK Kabupaten Klungkung akan menggelar pelatihan membuat dan memasang sanggul Bali (pusung tagel), tata rias diri sendiri, serta pemakaian busana adat Bali yang baik dan benar kepada 1.200 kader PKK desa dan anggota organisasi wanita se-Kabupaten Klungkung daratan. Ditemui di sela-sela penilaian lomba posyandu di Desa Aan dan Lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga tingkat nasional di Desa Besan, Kamis (12/5), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung Ny. Wayan Candra mengatakan digagasnya kegiatan ini serangkaian menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. Dipilihnya pelatihan sang-

gul Bali (pusung tagel) ini karena saat itu umat Hindu di Bali sebagian besar akan menggunakan sanggul Bali (pusung tagel), dan dalam berbagai acara adat khususnya, wanita Bali tak pernah lepas memakai sanggul Bali (pusung tagel). “Tujuannya, memasyarakatkan dan melestarikan sanggul Bali (pusung tagel) sebagai bagian dari budaya Bali,” ujarnya. Sanggul Bali (pusung tagel) secara filosofis juga memiliki makna khusus. “Sanggul Bali (pusung tagel) melambangkan kedewasaan wanita Bali dalam arti luas. Dulu, orang dewasa dikategorikan hanya pada wanita yang sudah menikah. Sekarang, pengertian dewasa bisa pada wanita yang sudah

menstruasi walaupun belum menikah,” jelas Anak Agung Ayu Ketut Agung, Pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung menambahkan. Alasan lain, dalam pengamatan Bu Agung, masih banyak juga ditemukan pemakaian busana adat Bali seperti kain/kamen dan selendang yang kurang tepat. Pelatihan yang akan dibagi dalam enam kelompok ini masing-masing 200 orang dijawalkan berlangsung mulai (30/5), (7/6), (8/6), (13/6), (17/6),dan (20/6). Tiap peserta akan mendapatkan piagam yang ditandatangani Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung. Pelatihan tanpa dipungut biaya ini diberikan oleh LKP Agung bekerja sama dengan Koran Tokoh dan Viva Cosmetic.

Usai para peserta dibekali keterampilan tata rias, akan diadakan “Lomba Busana Adat ke Pura Menggunakan Pusung Tagel (Sanggul Bali)”, Jumat (24/6) di Balai Budaya Kabupaten Klungkung, yang direncanakan akan tercatat dalam rekor Muri. Dalam kesempatan itu, para istri-istri Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan menampilkan tari Pendet diiringi gamelan oleh bapakbapak SKPD. Serangkaian peringatan Hari Ibu 2010 lalu, tari Pendet ini pernah ditarikan 1.275 wanita yang tergabung dalam kader PKK desa dan organisasi wanita di Kabupaten Klungkung. Sayangnya, tarian massal tersebut tidak tercatat dalam rekor Muri. “Kini, dalam kesempatan lain

kami akan menampilkan kembali tari Pendet untuk masyarakat Klungkung,” ujar istri orang nomor satu di Kabupaten Klungkung tersebut. –ten

Pemilik Salon Berprestasi Matengkuluk Lelunakan SEBANYAK 41 salon berprestasi se-Indonesia mendapatkan hadiah tur ke Bali dari Sari Ayu Martha Tilaar. Dipilih Bali sebagai objek tujuan mereka dikarenakan Bali memiliki kekhasan budaya. Selain diajak mengunjungi objekobjek wisata di Bali, para pemilik salon itu pun diberikan kesempatan menggunakan busada adat Bali tengkuluk lelunakan yang ditangani Anak Agung Ayu Ketut Agung bersama staf, pemilik Salon Agung. “Kebetulan, Sari Ayu Martha Tilaar adalah mitra kerja salon Agung,” ujar Bu Agung. Para peserta tur mengaku senang dan memberi apresiasi positif akan budaya Bali khususnya busana adat Bali. Apalagi, pemotretan dengan busana adat Bali mengambil lokasi indah di objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Jimbaran, Rabu (11/5).

Para peserta tur dari salon se-Indonesia. Mereka berkesempatan mengenakan busana adat Bali tengkuluk lelunakan yang ditangani Salon Agung


12

Tokoh

15 - 21 Mei 2011

Tradisi hendaknya.........................................................................................dari halaman 2 Kaya Selamanya.....................................................................................................................................................dari halaman 1 Umat Hindu di Bali hanya berkutat di bidang ini. Mungkin mereka belum karmanya meningkat ke tatwa atau susila itu. Dengan datangnya yogi-yogi ini ke Bali memberikan vibrasi bagus untuk bisa merubah profil pemikiran orang Bali untuk bisa menyeimbangkan ketiga kerangka ini. Edi

beliau mengajak saya bermeditasi dan berdoa. Sai Baba memang ada pada semua agama. Antonius, Tabanan

Melayani Semua, Mencintai Semua

Meski tak terlalu banyak mengetahui buku-bukunya, ada satu istilah yang berkesan dalam diri saya dalam sebuah yang dalam bahasa Ajaran Weda Universal bukunya, Indonesianya berarti “Melayani Setuju dikatakan ajaran semua mencintai semua” Weda adalah ajaran universal Gusti, Denpasar yang merangkul semua aspek nilai kehidupan yang menyeCara Berbeda imbangkan karakteristik. Satu Tujuan Pande Sai Baba mengatakan, mesSai Baba Berpijak kipun dalam perjalanan penberbeda, yang penting di pada semua Agama dakian muara atau di puncak kita keHanya orang-orang yang temu. Puncak yang ingin dicabaru mendengar dan yang tak pai bersama-sama yaitu jagadhita/ mau menerima, yang memper- kerahayuan jagad. Memang ada tentangkan kehadiran SSG. moksah, tetapi untuk tingkat ini Padahal, beliau memberikan hanya segelintir yang bisa pencerahan dan pendalaman bahkan mungkin di zaman ini tentang Weda. Beliau berpijak tak satu pun akan bertemu. pada seluruh agama. Jika di- Yang merupakan keinginan kita percaya, dalam hari raya agama adalah jagadhita. Kembalikan apa saja beliau akan hadir mem- pada cara pemahaman masingberikan pencerahan. Meski saya masing sepanjang kita mengbukan Hindu, dalam mengha- hayati bahwa yang menciptakan dapi permasalahan yang sulit, kita, satu adanya, Tuhan. Ini

yang kita sembah bersama meskipun dengan cara berbeda, yang penting bertemu di tujuan jagadhita/kerahayuan jagad. Ketut Kari

Harus Mengerti Filosofisnya Penerapan keyakinan pada Tuhan, kembalikan pada cara masing-masing, walau dengan cara ekstrem sekalipun, jangan disudutkan. Makhluk sosial ini harus mampu berdampingan dengan siapa pun, sekalipun fengan mereka yang tak beragama. Yang terpenting, keyakinan. Tujuan umat Hindu moksartam jagadhitaya ca iti dharnma amor ring acintya. Amor ring acintya ini beda penerapannya dengan yang ada di India. Hindu yang ada di Bali berbeda pada adat istiadatnya. Apa, mengapa, dan untuk siapa membuat sesuatu, semua harus dijelaskan. Ajaran maharesi Sai Baba tak hanya di Hindu, ada juga di Madura, dan Jawa Tengah. Keindahan agama ini diterapkan dengan adat istiadat kita di Bali, di India, di Jawa. Cuma filosofis/filsafahnya harus dimengerti. Sangging

Jaga Keseimbangan.....................................................................................dari halaman 1 Yang menonjol pada sosok yang biasa disapa Gung Prima ini adalah penampilannya yang selalu energik. Meski mengaku mengawali kegiatan tenis meja sebagai sebuah hobi sedari kecil, namun Gung Prima selalu serius dalam menjalani latihan baik di rumah atau di banjarnya. Karena itu, di berbagai kejuaraan ia seringkali tampil sebagai pemenang. Bahkan beberapa waktu silam ia sempat mendapat pengalaman indah menjadi salah seorang petenis meja yang dikirim ke kejurnas. Olahraga dan notaris, ketika ditanya hubungannya Gung Prima mengaku kesukaannya bermain tenis menjadikan ia lebih cepat dan tepat dalam mengambil keputusan serta terbiasa bersikap fair. “Sebagai notaris, saya tidak boleh berpihak, dan tidak bisa digiring sesuai keinginan klien, termasuk soal biaya. Saya memilih bekerja sesuai aturan, demi di kemudian hari tidak muncul persoalan hukum,” tutur putri pasutri A.A. Ngurah Putu dan Cokorde Istri Raka yang pengusaha Kecap Manalagi ini. Menurut Gung Prima, jujur dan sesuai aturan adalah pijakannya dalam bekerja. Hal ini sangat beralasan, mengingat betapa beratnya tugas notaris dalam membantu menciptakan tegaknya hukum di tengah-tengah masyarakat. “Sebab pada hakikatnya, tanggung jawab dan etika profesi kami memiliki hubungan kuat dengan integritas serta moral, atas dasar saling menghargai dan percaya,” tegas Gung Prima sembari mengatakan, apalagi seorang notaris sebelum berpraktik harus disumpah dan lantaran itu pula ia tidak berani melanggarnya. Ia mengatakan setelah tiga tahun menjalankan tugas sebagai

notaris di wilayah Gianyar, barulah ia berkantor di Pemogan, Suwung, Denpasar. Pendek kata, selama rentang perjalanan kariernya sebagai notaris, ia senantiasa menuangkan pemikiran yang matang dan kejujuran dalam tiap transaksi yang ditanganinya. Dalam arti tiap menangani kliennya ia menilai semua berkas yang dajukan kepadanya dengan hati yang murni, objektif dan tidak memihak. Gung Prima sangat paham dengan bentuk pekerjaan yang ditanganinya. Sebagai notaris yang baik, ia senantiasa terus belajar untuk memfungsikan mata, hati dan telinga dengan sebenarnya. Ia juga menyadari semuanya mesti melalui suatu proses. “Pengalaman saya bekerja di asuransi, bank serta magang di notaris Wayan Sudirta, punya peran strategis sebagai media pemelajaran,” ucap Gung Prima yang biasa bekerja sejak remaja, membantu orangtuanya di pabrik kecap mereka. Proses menjalankan jabatan notaris/PPAT tidak semudah yang dibayangkan. “Kita jangan melihat secara fisik, profesi notaris-PPAT menjanjikan “ladang basah”. Ada tanggung jawab moral, hukum, dan utamanya siap secara nurani yang bersih, sebagai tanggung jawab publik dalam memberikan layanan terbaik. Tidak asal menerima berkas pokoknya beres,” papar ibu A.A. Ngr. Gunamanta, A.A. Ngr. Dwipayana, A.A. Sagung Sonia Sarwindah ini. Sebagai wanita karier serta seorang ibu, Gung Prima merasa perlu menjaga keseimbangan hidup. Selain keyakinannya akan kuasa Tuhan dan ia sangat menyandarkan diri serta mensyukuri apa yang telah diterimanya untuk diri dan keluarganya. Juga melalui

hobi olahraga dan yoga, ia memperoleh stamina yang terjaga, komunikasi dengan anak-anaknya menjadi positif dan damai. “Tidak stres menghadapi pekerjaan. Terutama mampu mengelola emosi saat bertemu klien, yang kemauannya beragam, dari Senin sampai Sabtu,” tandas Gung Prima yang sesekali masih ikut bertanding atas nama PKK di banjarnya ini. Sekretaris PTMSI Bali ini, mengaku menikmati semua tugasnya. Sebagai notaris juga ibu bagi ketiga anaknya, yang wajib memberikan pendidikan moral dan psikologi. “Saya selalu menekankan konsep hidup ini harus berusaha atau berjuang, belajar dan berdoa,” katanya sembari menambahkan ia masih punya mimpi menggiring putra-putrinya untuk mencintai olahraga, salah satunya ia bersedia mondar-mandir mengantar putri bungsunya berlatih menari. “Selain ada unsur olahraganya juga upaya penanaman rasa cinta budaya leluhurnya secara konkret,” lanjutnya. Meski kini tidak sesibuk saat ia muda, Gung Prima menyatakan kegiatan bermain tenis meja tetap menjadi salah satu aktivitas wajib di rumahnya. Sebab, baginya olahraga akan lebih baik jika dimulai sejak dini di keluarga. Apalagi dikatakannya olahraga menjadi sarana bermain yang menyenangkan bagi anak-anak, selain manfaat kesehatan dan kebugaran. “Banyak nilai lainnya yang diperoleh anak melalui olahraga. Ada disiplin, percaya diri juga semangat tidak mudah menyerah, yang bisa memengaruhi sikap dan kebiasaan anak,” ujar pemilik moto hidup selalu bekerja dengan hati nurani dan kejujuran ini. —ard

Ciptakan Pengusaha....................................................................................dari halaman 1 “Anak muda memiliki energi yang sangat dinamis, dan jika kita sebagai orangtua dapat mengarahkan ke arah yang positif maka hasilnya akan luar biasa,” jawabnya ketika ditanya mengapa Indonesia YES fokus menggarap pangsa pasar anak muda. Makin muda kita mengenalkan semangat entrepreneurship maka makin muda pula kesuksesan dapat diraih seorang anak. Kita harus melakukan perubahan pemikiran yang radikal bahwa seorang anak itu baru dapat menghasilkan uang pada saat si anak sudah menyelesaikan kuliahnya dan telah bekerja. Nyatanya saat ini sudah banyak mahasiswa yang dapat menghasilkan uang dalam usia yang jauh lebih muda, sembari tetap melanjutkan kuliahnya. Ketika ditanya apa yang membedakan Indonesia YES dengan sekolah wirausaha lain yang marak

juga akhir-akhir ini, ibu dua anak ini mengatakan, Indonesia YES hadir untuk memberikan solusi bagi orangtua yang menginginkan anaknya sukses. “Perbedaan yang mendasar adalah Indonesia YES memiliki kurikulum yang terprogram, suasana belajar yang menyenangkan, sebagian mentor adalah pengusaha muda yang sukses dan pemenang kompetisi wirausaha muda, business coaching yang dilakukan berkelanjutan sampai siswa tersebut sukses, penetapan bidang usaha siswa yang ditentukan melalui analisa dan tes psikologi, praktik usaha langsung sebagai investor atau pengusaha melalui kerja sama dengan pengusaha atau pemilik modal, pengelolaan komunitas pengusaha muda, serta background pendiri Indonesia YES yang kuat sebagai business consultant adalah sebuah nilai plus yang

dapat membantu menjejakkan langkah kesuksesan usaha siswasiswa Indonesia YES,” tutur wanita yang memiliki perusahaan distribusi, printing, konsultan dan child care centre ini. Sebagai gebrakan awal Indonesia YES akan menghadirkan motivator termuda no.1 Asia Bong Chandra dengan topik Retire Young & Growing Rich, pada 28 Mei 2011 di Hotel Nikki Denpasar. Bong Chandra ada seorang developer muda, penulis buku. Ia adalah motivator termuda pertama yang pernah mengisi acara di stasiun televisi nasional TVOne di segmentasi “Apa Kabar Indonesia Pagi”, miliader muda pada usia 22 tahun dengan membangun bisnis event organizer, otomotif dan properti, serta seorang penulis buku mega best seller “Unlimited Wealth” yang terjual 10.000 kopi pada minggu pertama sejak diterbitkan. Bong Chandra adalah CEO pada PT Perintis Trinity Property Group, PT Free Car Wash Indonesia, dan PT Bong Chandra Success System. Bong Chandra saat ini sedang membangun proyek propertinya yaitu Ubud Village dengan areal seluar lima hektar dengan nilai investasi berkisar Rp 180 miliar. Seminar ini diperuntukkan bagi anak muda, mahasiswa, tamatan SMA, profesional muda, ibu rumah tangga, pengusaha, dosen, manajer, pemasar, direktur, dan siapa pun yang ingin meraih keberuntungan dalam hidupnya. Harga tiket hanya Rp 275 ribu (Platinum/VVIP); Rp 225 ribu (Gold/VIP) dan Rp 150 ribu untuk mahasiswa. Harga yang sangat pantas dibandingkan dengan manfaat yang akan diperoleh. Tiket seminar dapat diperoleh di seluruh toko buku Gramedia, CDC Unud, Duta FM, Aditya Printing, Asia Resources, dan Alodia Living. Bagi Anda yang tidak sempat membeli tiket, bisa transfer langsung ke rekening BCA No. 6110348701 atas nama I Gusti Ayu Diah Chandra Dewi.

bendera Asia Resources, yang aktif menggelar berbagai seminar bisnis agar masyarakat tercerahkan tentang bisnis dan menjadi melek finansial. “Mengikuti berbagai seminar dan workshop bisnis sangat penting karena di sana diajarkan ilmu saripatinya, cara cerdas dan langsung bisa dipraktikkan. Anda akan memiliki banyak ilmu dan menemukan peta sukses lebih cepat,” sarannya. “Saat ini ada cara berinvestasi dengan modal sesuai kemampuan sehingga Anda mendapat keuntungan berlipatlipat dan punya modal membuka usaha. Cara ini pun sangat tepat bagi kaum ibu rumah tangga,” tutur pemilik Asia IMC ini. Menurutnya, kaum ibu rumah tangga sudah biasa membeli emas. Pada umumnya mereka membeli emas perhiasan untuk aksesoris. “Bagi sebagian wanita tertarik membeli emas perhiasan sebagai media tabungan di mana mereka bisa menjual kembali sewaktuwaktu ketika mereka perlu uang. Ini adalah cara berinvestasi emas tradisional yang tidak menguntungkan,” tuturnya. Cara ini tak salah namun masyarakat perlu mengetahui, ada cara lebih menguntungkan berinvestasi emas. “Setelah mendapat pencerahan dari pakar investasi emas, pikiran saya terbuka, cara saya membeli emas dalam bentuk perhiasan keliru karena niat saya untuk tabungan. Saya mulai meninggalkan membeli emas perhiasan dan beralih membeli emas batangan karena ini jauh lebih menguntungkan dan jika perlu

tambahan modal untuk usaha tinggal dititip di bank syariah dan bisa diberi pinjaman hingga 93%. Biaya titipnya ringan hanya 1,2% dari nilai pinjaman,” tutur Dewi. Selain membeli emas, kebutuhan masyarakat terhadap benda mewah seperti mobil mewah sudah tak terbendung lagi. Membeli benda-benda mewah seperti ini nilainya akan menyusut ketika menjual kembali. Mobil misalnya nilai penyusutannya bisa mencapai 10%-30 % per tahunnya, apalagi model mobil baru terus membanjiri pasar, ini sangat merugikan. Padahal, kalau Anda tahu caranya Anda tidak perlu mengalami kerugian bahkan bisa dapat untung. Anda bahkan bisa punya emas batangan senilai harga mobil Anda dan sekaligus bisa memiliki mobil yang Anda idamkan. “Kuncinya, barang apa pun yang Anda beli yang nilainya menyusut tiap hari mesti mesti dikonversi dan di-backup dengan investasi emas batangan,” tuturnya. Metode investasi emas ketika membeli barang mewah ini dengan emas ini, cara aman menjadi orang kaya. “Saat ini begitu banyak orang kaya namun tak mengetahui cara tepat untuk melindungi harta kekayaannya sehingga sering ada berita barang berharga hilang karena kasus perampokan, musibah kebakaran atau musibah lain. Seandainya mereka tahu caranya menyimpan yang pasti aman dan biaya terjangkau, kejadian seperti ini tidak perlu terjadi,” paparnya. Dewi menuturkan soal

pengalamannya ketika belum bertemu Rulli Kusnandar, pakar investasi emas. Ia membeli emas hanya untuk perhiasan. “Setelah saya mendapat ilmu berinvestasi emas ini dari Pak Rulli, saya mulai mengubah kebiasaan membeli emas dalam bentuk perhiasan dan beralih ke emas batangan,” ujarnya. Ia mengatakan, emas batangan merupakan bentuk paling disarankan untuk media berinvestasi emas. Hal ini mengingat pada emas perhiasan dikenai potongan 5% saat menjual dan bahkan potongan bisa lebih besar kalau surat dari tempat kita membeli hilang. Emas batangan ini sangat tepat dipakai untuk media investasi karena lebih aman tanpa terkena pajak, broker, dan biaya administrasi lain, harga emas pun tiap tahun mengalami kenaikan. “Kenaikan harga emas ini dari tahun ke tahun cukup besar, kira-kira mencapai 20% s.d. 40% per tahun,” ungkap istri Made Robert ini. Dewi menghadirkan Rulli Kusnadar yang merupakan penemu metode berinvestasi emas sejak tahun 2007, sebagai pembicara seminar Cara Cerdas Berkebun Emas. Pria kelahiran Bandung ini aktif menjadi pembicara seminar bisnis di berbagai kota di Indonesia. Rulli mulai menerapkan metode investasi emas tahun 2007 dan memiliki kebun emas yang telah menghasilkan banyak emas. Tahun 2008, Rulli memanfaatkan kebun emasnya untuk membeli saham Bumi Resort yang harga saham Bumi Resort saat itu sekitar Rp700Rp 800/lembar. Rulli tak ter-

tarik membongkar kebun emasnya, kecuali ada salah satu dari tiga hal yaitu perlu uang cepat, tujuan sudah tercapai dan ada kesempatan mengonversi investasi bentuk lain seperti saham dan properti. Menurut Dewi inilah seminar pertama di Bali dan belum tentu ada kedua kalinya. Ia berharap masyarakat tak melewatkan seminar yang akan dilaksanakan hari ini, Minggu (15/ 5) di Hotel Nikki Denpasar, pukul 17.00. Rulli akan mengupas habis bagaimana berinvestasi emas dengan cara yang belum pernah terpikirkan orang sebelumnya. Ia akan mengungkap langkah-langkah berkebun emas dengan cara sederhana, serta menjelaskan cara membeli barang berharga dengan cicilan ringan dengan bonus emas, cara mudah mengumpulkan emas sebanyak mungkin dalam hitungan tahun, bulan, minggu bahkan hari, dan cara mengamankan kekayaan hingga ratusan tahun ke depan. Harga tiket VIP Rp 275 ribu dan VVIP Rp 375 ribu. Tiket bisa diperoleh di seluruh toko buku Gramedia pusat kota (221026), Gatsu (416560) dan Bali Galeria (758082). Tiket juga bisa dibeli di Asia IMC, Jln. Tukad Barito No. 8 C Panjer Denpasar, Aditya Printing, Jln. Tukad Pakerisan No. 79 Panjer Denpasar, Aditya Printing, Jln. Kapten Agung No. 6 Denpasar. Untuk informasi pendaftaran, silakan menghubungi telepon (0361) 8787189, 081 337 887 789, 081 805 536 333. Pembayaran tiket bisa ditransfer ke rekening, BCA 049 895 8888 a.n. Ni Made Dewi Saraswati.

Cuci Otak.......................................................................................................................................................................dari halaman 3 Nilai Hidup harus Kuat Psikiater dr. Made Nyandra, Sp. KJ., M. Repro menyatakan, cuci otak jangan diartikan secara harfiah dicuci yang sebenarnya. Cuci otak yang dimaksud, menghilangkan atau mengganti memori yang sudah ada dengan memori baru. Prinsip dasarnya sama dengan hipnoterapi. Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, cuci otak merupakan sebuah upaya rekayasa pembentukan ulang tata berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu menjadi sebuah tata nilai baru. Praktik ini biasanya merupakan hasil tindakan indoktrinasi, dalam psikopolitik diperkenalkan dengan bantuan penggunaan obatobatan dan sebagainya. Dokter Nyandra menjelaskan, sama halnya hipnoterapi, semua orang bisa cuci otak. Otak sering diibaratkan komputer. Padahal, kata dia, otak lebih canggih daripada itu. Otak sangat kompleks dan mampu melakukan apapun. Ketika berada dalam keadaan hipnotik, orang akan fokus dan mudah menerima perintah apa pun, apakah itu ajaran, doktrin, motivasi atau yang lainnya. Hipnoterapi pada dasarnya digunakan untuk hal yang positif membangkitkan semangat, membangun keberanian dan kekuatan, dan salah digunakan untuk terapi pengobatan. Namun, kata dia, hipnotis malah

sering dimanfaatkan untuk tujuan negatif. Dokter Ahli Jiwa Rumah Sakit Wangaya ini mengatakan, anggapan keliru, orang yang bisa dihipnotis hanya orang yang lemah. “Semua orang bisa dihipnotis, asalkan mau. Jadi intinya ada persetujuan. Ketika persetujuan tidak terjadi, proses tersebut tidak berjalan,” ujarnya. Pengurus Yayasan Pendidikan Dyana Pura ini mengatakan, hipnotis sering disalahgunakan untuk menipu orang di jalanan. Ketika target bersedia berbicara dan melayani obrolan, itu suatu tanda otak mengirimkan sinyal persetujuan. Sebaliknya, jika target pergi dan tidak mengindahkan, proses hipnotis tidak berjalan. Dalam psikiatri, kata Dokter Nyandra, hipnoterapi digunakan untuk menghilangkan atau memperbaiki memori yang ada, seperti perasaan kesakitan atau ketakutan. “Memori yang membuat sakit ini dibongkar dan diisi memori baru, sehingga penyakitnya disembuhkan. Semua emosi negatif yang melekat pada peristiwa tersebut, seperti marah, benci, dendam, sakit hati dilepaskan, sehingga nanti setelah selesai proses terapi, ketika mengingat orang atau peristiwa tertentu itu emosinya akan biasa saja atau netral,” ujarnya. Hipnoterapi merupakan rangkaian proses. Keberhasilan suatu proses hipnoterapi memerlukan kerja sama antara hip-

noterapis dan pasiennya. “Tanpa kerja sama, tingkat keberhasilan proses hipnoterapi sangat kecil. Hipnoterapis akan bertanya kepada pasien terlebih dahulu. Ketika pasien sudah setuju, baru kemudian dilakukan inisiasi yakni otak diberi perintah,” ujarnya. Hipnoterapi dilakukan seorang hipnoterapis yang memberi sugesti-sugesti ke dalam pikiran bawah sadar pasien. Sugesti yang diberikan bersifat positif, dengan kalimatkalimat yang singkat, dan masuk akal dan diharapkan dapat mengubah hal negatif pasien menjadi positif. Hal ini dilakukan berulang-ulang, baik lewat audio ataupun visual. Ia mengatakan, hipnoterapi selain digunakan untuk mengobati trauma, cemas, depresi, stres, ketergantungan obat, kini mulai dipakai untuk mengobati pasien kanker. Sebelum tindakan operasi, pasien juga mulai diberi hipnoterapi untuk meminimalkan rasa nyeri pascaoperasi. Hipnoterapi juga baik untuk pendidikan anak untuk membantu pengembangan mental mereka. Dalam seminar-seminar motivasi, prinsipnya sama dengan hipnoterapi. Para motivator sebelum memerintahkan peserta melakukan sesuatu, mereka membakar semangat peserta sehingga konsentrasi dan fokus. Setelah dirasakan peserta sudah fokus, jangan heran peserta mampu melakukan hal di

luar dugaan seperti berjalan di atas api atau memecahkan kayu. Hipnotis kepada diri sendiri biasa disebut autosugesti yakni memberi sugesti pada diri sendiri dalam waktu tertentu. Salah satu contoh kasus, seseorang yang selalu merasa gagal dalam hidupnya, dia dapat melakukan autosugesti. Caranya melakukan pengucapan kata-kata berulang-ulang untuk memberikan memori yang baru dan menghilangkan memori yang lama. Secara pelan-pelan memori lama akan terhapus. Ia berpandangan, kasus cuci otak yang merebak akhir-akhir ini memang perlu penanganan serius. Untuk mengembalikan memori otak yang sudah “dicuci”, kembali dilakukan hipnoterapi agar memori sebelumnya kembali dan harus dilakukan berulang-ulang. Proses pengembalian memori ini tergantung berapa lama ia terkena doktrin yang diterima. “Kalau prosesnya sangat lama dan berulang-ulang, apalagi sampai bertahun-tahun, perlu waktu dan pengulangan yang terus-menerus,” paparnya. Ia menyarankan, semua orang harus memiliki nilai hidup yang kuat agar terhindar dari cuci otak. Ketika nilai hidup seseorang lebih kuat dari program baru yang akan dimasukkan ke otak, cuci otak tidak berhasil. “Kunci yang perlu diingat, adanya persetujuan,” tandasnya. –dia/ast

Jadi Pengusaha........................................................................................................................................................dari halaman 1 seminar berikutnya, Denpasar: 28 Mei pukul 09.00 di Hotel Nirmala Denpasar, jalan Mahendradatta No. 81; Amlapura: 14 Mei pukul 14.30 di Hardy’s lantai II jalan Diponegoro; Singaraja: 15 Mei pukul 10.00 di Gedung RRI Singaraja, jalan Gajah Mada; Gianyar: 21 Mei pukul 14.30 diinfomasikan tiga hari sebelum hari-H; Tabanan: 22 Mei pukul 10.00 di Hotel Taman Rai, jalan Darmawangsa No.15; Semarapura: 28 Mei pukul 14.30 diinfomasikan tiga hari sebelum hari-H; Mangupura: 29 Mei pukul 14.30 Hotel Nirmala Jimbaran, jalan Uluwatu II No. 10; Bangli: 4 Juni pukul 14.30 diinfomasikan tiga hari sebelum hari-H; Negara: 5 Juni pukul 10.00, diinfomasikan tiga hari sebelum hari-H. Untuk pesan tempat, ketik Daftar/Nama Anda/Kota/Jumlah Orang, SMS ke 087 862 342 138. Harga tiket hanya Rp 100 ribu, hari-H Rp 200 ribu (coffee break). Khusus 20 orang pendaftar pertama satu tiket berlaku untuk dua orang serta ikut undian berhadiah. Tiket bisa dibeli di kantor SPP, jalan Badak Agung 1B Renon, Denpasar. Contact person: (0361) 212 0018 (Putri), 087 862 342 138, 081 339 636

689 (Rini). Pembayaran via transfer: BCA 611 036 7706, BRI 0368 - 01 - 022156 - 50 – 2 a.n. Gede Dermawan. Pada seminar ini Anda akan belajar bagaimana membasmi mitos yang menyesatkan tentang pengusaha, memprogram diri menjadi pengusaha sukses, memilih komunitas pengusaha yang berkualitas, membebaskan diri dari lilitan utang buruk, membuka usaha nyaris tanpa modal, jurus mendapatkan modal, meledakkan omset berkesinambungan, mengembangbiakkan usaha dengan cepat dan membuat peternakan uang yang direstui Tuhan. SPP akan membuka 108 cabang di seluruh Indonesia, ini adalah peluang yang sangat prospektif, menguntungkan dan juga ikut mencerdaskan bangsa. Bagi Anda yang tertarik menjadi partner kami, hubungi 082 144825038/087861339839 (Gede Dermawan,PsT). Kunjungi website kami, www. sekolahpencetakpengusaha. com, email: info@sekolahpencetakpengusaha .com. Kabar gembira bagi masyarakat Bali, Dermawan Resources dengan bangga akan menyelanggarakan seminar nasional dengan tema Market-

ing Dynamite pada Minggu (31/ 7) pukul 14.00-18.00 di Hotel Nikki, Jalan Gatsu IV No. 18 Denpasar. Pada seminar ini Gede Dermawan,PsT akan berduet dengan Bong Chandra, motivator termuda no. 1 Asia, miliarder muda. Yang pasti Anda dapatkan di seminar ini rahasia keluar dari kompetisi dan meningkatkan omset perusahaan Anda tanpa biaya tambahan; bagaimana meningkatkan kreativitas dan membuat penawaran yang sulit ditolak calon pelanggan; strategi meningkatkan repeat order dan meningkatkan kesetiaan pelanggan; bagaimana menciptakan iklan yang low budget dan high impact; rahasia bagaimana pelanggan mereferensikan produk dan jasa kita kepada teman/saudara. Investasi VIP Rp 500 ribu; standar Rp 350 ribu; mahasiswa/pelajar Rp 150 ribu. Tiket early bird Rp 250 ribu sampai 3 Juni 2011. Pembelian tiket grup (minimal 10 orang) Rp 200 ribu. Fasilitas, VIP pin seminar Marketing Dynamite, Dermawan Magazine, snack box, bingkisan sponsor, sertifikat, makalah seminar, voucher dan eksklusif foto bersama Bong Chandra. Standar/mahasiswa:

pin seminar Marketing Dynamite, Dermawan Magazine, makalah, seminar, coffee break, sertifikat. Semua investor, pengusaha/ pemilik perusahaan, direktur, manajer, supervisor, front liner dan marketing staff, public speaker, trainer, partai politik, agen asuransi, anggota MLM, mahasiswa, penekun spiritual, ibu rumah tangga, pedagang kaki lima, pengangguran, siapa saja yang ingin sukses dalam hidup dan karir. Kami memberikan kesempatan bagi perusahaan/instansi yang tertarik menjadi sponsor di seminar ini. Hubungi kami sekarang juga di no. (0361) 212 0018 , 081 339 636 689, jika tidak pesaing Anda yang akan mendahului. Manfaat menjadi sponsor di seminar kami: sebagai alternatif alokasi anggaran promosi yang murah, efektif dan eksklusif; memperluas pasar baru; memperkuat market positioning dan brand loyality produk; sebagai wahana melakukan product sampling dan penjualan langsung; mendapat calon pelanggan (peserta seminar mencapai 1.000 orang) yang tertarget. Seminar ini sangat penting bagi Anda dan perusahaan, segera daftarkan karyawan dan tim kerja Anda!


KESEHATAN Kelola Kantin Sekolah

15 - 21 Mei 2011 Tokoh 11

Sediakan Jasaboga Kokinya Ahli Gizi

dra. Luh Putu Udayati, M. Pd.

B

EBERAPA ibu yang menunggu putraputrinya keluar sekolah, sibuk memilih makanan pengganjal perut. “Bu Desak, tambah dong sambalnya,” ujar seorang ibu yang sepertinya sudah berlangganan tetap di sana. Ia baru saja membuka bungkusan nasi ayam betutu di kantin sekolah SD Saraswati 1 Denpasar tersebut. Rupanya, jenis makanan di kantin ini menyasar para orangtua murid juga. “Ayam betutunya tinggal satu. Ada juga pepes ayam,” ujar Ibu Desak, pedagang di kantin itu seraya mengatakan para orangtua murid kerap berbelanja lauk untuk menu makanan keluarganya. Sejak 10 tahun terakhir ia mengelola kantin di sekolah ini dibantu beberapa tenaga. Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang dijualnya termasuk makanan ringan sejenis Chiki. “Makanan itu kan sudah ada nomor registrasinya,” ujarnya seraya menambahkan, itu salah satu makanan favorit anak-anak selain nasi goreng yang dibuat sendiri oleh Bu Desak. Selain makanan-minuman, kantin ini juga menjual mainan, perlengkapan sekolah seperti dasi, dan alat keterampilan. Ada banyak orang yang ingin menitipkan makanan di kantinnya itu, namun ia selektif memilih yang benar-benar bersih. “Lebih baik saya sendiri yang membuat, dijamin higienis,” katanya. Semua makanan dan minuman di sini sudah lolos sensor dari BPOM dan dinas kesehatan. “Bahkan, sampai tempat cucian, kami pun diperiksa,” yakinnya. SD Saraswati 1 Denpasar menjadi satu dari tiga SD yang disampling BPOM dengan mobil laboratorium kelilingnya.

membuat kotor. Ketua yayasan kami tidak mau seperti itu. Beliau mau sekolah bersih seperti di Singapura,” ujarnya. Permen, salah penyebab kotor, apalagi jika dibuang sembarangan, akan lengket di mana-mana dan susah dibersihkan. “Di kantin mana pun di Dwijendra, Anda tidak akan mendapati produk permen. Kalau ada yang melanggar aturan tersebut, pihak yayasan akan memberikan per-

Kantin SD Saraswati

ingatan. Jika sampai tiga kali peringatan tak direspons, kontraknya diputus,” ujarnya. Hal tersebut diakui pedagang kantin Tarmuji dan putriya Sumiati. Mereka sudah 26 tahun mengontrak tempat mungil di depan areal sekolah tersebut. Tiap rapat koperasi, aturanaturan itu selalu diingatkan. Secara berkala pula kantin ini dicek puskesmas. Wayan Janten dan istrinya Nyoman Ariani juga mengontrak satu dari empat stan di kantin di areal SMP/ SMA Dwijendra. Kantin ini cukup lapang dan berada di lantai 3. Nasi berbungkus daun pisang yang mereka jual dibuat salah seorang pegawai sekolah. “Mereka sudah tahu aturannya. Seperti pewarna pada nasi kuning memakai kunir, bukan muruh,” ujarnya.

Kantin sekolah Dwijendra

Hal ini diakui Kepala SD Saraswati 1 Denpasar Ngakan Made Astagina, S.Pd. “Jika terkait makanan, kantin kami masih memenuhi syarat. Karena, secara berkala dilakukan pengecekan petugas puskesmas. Belum lama ini ada juga dari BPOM dengan mobil lab. memeriksa makanan yang dicurigai ke kantin ini, bahkan warung di depan sekolah kami, dan hasilnya langsung didapat hari itu juga. Hasilnya negatif,” ujarnya. Meski memakai sistem kontrak terputus, pihak sekolah tetap mengawasi produk yang dijual di kantin sekolah. “Kami melarang pengelola kantin menjual mainan berbahaya seperti kembang api dan petasan,” ujarnya. Tak Jual Permen Lain halnya dengan sekolah Dwijendra. Menurut Kepala SD Dwijendra Denpasar I Gede Artana, S.Pd., semua kantin di bawah yayasan ini dikelola koperasi. Koperasi dengan instruksi ketua yayasan melarang pedagang menjual makanan ringan sejenis Chiki, makanan siap saji seperti mi gelas, minuman berwarna, dan permen. Selain untuk keamanan pangan, juga untuk kebersihan. “Biasanya sampah snack dan minuman dengan kemasan plastik itu

tkh/ten

Gula Direbus di Sekolah Di SD Santo Yoseph 2 Denpasar, pengelolaan kantin sekolah dipercayakan pada Yuda. Kantin yang berada di sisi utara sekolah dan bersebelahan dengan tempat parkir motor ini tergolong bersih dan bagus penataannya. Sejak dua tahun terakhir, pria asal Surabaya itu bersama istrinya dipercaya mengelola kantin. Ada enam stan di kantin itu dengan produk makanan berbeda. Ada stan omelet mie, coffee shop, Takoyaki, Edam Burger, hotdog dan pizza, nasi campur dan soto ayam, dan stan minuman miliknya. Stan-stan yang lain itu menjadi tanggung jawabnya. Dalam pengelolaannya, Yuda selalu mengutamakan

tkh/ten

mengantongi izin registrasi. Bahkan, produk dagangannya itu dibawakan langsung oleh distributor resminya di Bali. “Ada juga satu merek dagang yang minta izin langsung ke sekolah agar produknya dijual di sini. Dan, sering juga kantin ini mendapat kunjungan dari Jakarta,” ujarnya seraya menambahkan kantin ini tak menerima dagangan titipan karena tak bisa dipertanggungjawabkan kebersihannya. Uniknya lagi, agar tak mengecewakan anak, Yuda memastikan tiap kembalian berupa uang. “Lumayan kembalian Rp 500 bisa dibelikan air mineral,” ujarnya. Kepala SD Santo Yoseph 2 Denpasar dra. Luh Putu Udayati, M.Pd. membenarkan sejak kantin dikelola Bapak Yuda menjadi lebih baik. “Kami menginginkan kantin yang representatif dan layak untuk anak,” ujarnya. Kantin yang dikelola Yuda tetap di bawah pengawasan pihak sekolah. Sekolah memberi aturan jelas pada pengelola kantin, di antaranya makanan harus segar, bersih, higienis, dan siap saji. Kantin dilarang menjual makanan sejenis Chiki dan hanya beberapa permen yang tidak berwarna yang diperbolehkan dijual. Respons orangtua murid pun cukup bagus akan pengelolaan kantin ini. Bahkan tak jarang, mereka turut menikmati produk dagangan di kantin ini, namun tentu saja ketika jam ke luar sekolah. Terkait ramainya pedagang kaki lima di areal luar sekolah Santo Yoseph, Udayati mengaku tak bisa berbuat banyak. Namun, ia sempat menasihati para pedagang itu untuk tak berjualan di areal sekolah karena menghalangi tempat parkir. Bahkan, petugas ketertiban umum pun beberapa kali sempat menyiduk mereka. “Hanya beberapa waktu saja sepi, setelah itu mereka muncul kembali,” ujarnya. Udayati kerap mengimbau murid-muridnya untuk tidak berbelanja di luar sekolah yang tidak diketahui kehigienisannya. Bahkan, jika memungkinkan lebih baik membawa bekal dari rumah. —ten

Kantin SD Santo Yoseph 2 Denpasar

tkh/ten

tkh/tin

kehigeinisan produk. Seperti pedagang nasi, ia mengharuskan pedagangnya untuk membungkus nasi di tempat. “Kalau nasi sudah dibungkus dari rumah, bisa saja dia sebagai pengepul yang nasinya sudah dibungkus sejak jam 12 malam. Tidak sampai jam 11 siang nasi sudah basi, kasihan anak-anak,” ujarnya. Demikian halnya pada pedagang minuman teh yang sudah berlisensi sekali pun. Ia mengharuskan pedagangnya memakai air mineral merek tertentu, bukan air isi ulang, untuk campurannya, dan harus di sekolah membuka segel air itu. Gula pun, harus direbus di sekolah untuk meyakinkan tidak menggunakan sari manis. “Karena dia tetap tidak mau menggubris aturan saya, hanya beberapa bulan saya putuskan kontraknya,” ujarnya. Yuda yang spesial menjual aneka minuman pun selektif memilih produk. Ia hanya menjual minuman dengan merek terkenal yang pabriknya besar, yang sudah dipastikan sudah

Sianny Indrawati Agus, S.T.P.

Kusuma Dewi

anak-anak juga untuk mencegah kebiasaan siswa mengutang,” katanya. Dengan layanan ini siswa tak bisa makan makanan secara sembarangan. Makanan yang disediakan sudah pasti sehat dan bernilai gizi karena makanan diproses secara langsung di dapur sekolah. “Orangtua murid yang sibuk sangat terbantu dengan layanan ini, karena tak perlu repot menyiapkan makanan dari rumah,” kata Kusuma. Di sekolah yang mengajarkan siswanya tiga bahasa ini, makanan disediakan bagi seluruh siswa mulai dari playgroup TK, TK, SD sampai SMP terdiri atas paket makan pagi dan siang. Siswa sarapan pukul 08.00. Khusus siswa playgroup jam makan pagi pukul 08.30 dan mereka bisa membawa susu dari rumah bagi yang masih menyusu. Sebelum mulai sarapan, siswa mendapat pencerahan moral selama lima menit, berdoa dan memulai sarapan secara bersama-sama di ruang kelas. “Mereka kembali mendapat paket makanan pada jam makan siang pukul 11.00 bagi anak playgroup, pukul 12.00 bagi siswa TK dan SD. Para guru, pukul 13.00,” kata Kusuma. Siswa membayar tiap bulannya, yakni Rp 300 ribu per bulan bagi anak playgroup dan TK. Biaya ini lebih mahal daripada siswa SD, yakni Rp 240 ribu dan siswa SMP Rp 260 ribu per bulan. “Khusus bagi

siswa playgroup dan TK diberi camilan sore hari. Mereka ini dititipkan di sekolah dan baru dijemput sore hari,” ucapnya. Keuntungannya, di antara siswa yang semula tak suka sayur menjadi terbiasa makan sayur. “Karena melihat temantemannya makan sayur, anakanak yang tadinya tak mau makan sayur menjadi mau makan sayur. Apalagi ada guru pembimbing yang mendampingi mereka selama makan. Guru pendamping ini selalu menyarankan agar anak-anak menyukai sayuran. Jika guru

Tim pengelola jasaboga menyiapkan makanan bagi siswa tkh/tin

sebagai orang yang mengolah makanan, ia pun harus menjalani tes kesehatan. Menurut wanita asal Surabaya ini, semua makanan ini diproses dari bahan segar dan bahan baku terpilih. Ia membeli semua bahan secara langsung di pasar tradisional terdekat dan memilih bahan yang halal dan bebas kandungan berbahaya. Ia menyiapkan menu untuk makan siang, yaitu nasi, sayuran, daging dan buah. Untuk sarapan nasi goreng, atau spageti atau burger. Untuk menarik minat makan siswa, ia membuat variasi menu. “Anak-anak menyukai makanan yang bervariasi bentuk dan warnanya,” katanya. Untuk memperoleh komposisi makanan yang penuh warna ia memakai warna-warna sayuran dipadukan dengan warna olahan lauk. Ia menghindari pemakaian vetsin. “Sebagai bahan penyedap saya memakai kaldu yang saya buat sendiri dari tulang ayam/sapi,” ungkapnya. Agar anak-anak menyukai sayuran sayuran diolah menjadi hidangan lezat yang disukai anak anakseperti sup, osengoseng, perkedel kentang, perkedel jagung berisi daging.

tkh/tin

Suasana anak-anak Pelita Bangsa saat makan siang di kantin sekolah

mereka yang mengatakan, anak-anak ini akan lebih menurut. Lain jika orangtuanya yang menyuruh,” selorohnya. Namun, dengan layanan ini, anak-anak tak melupakan sarapan. “Sarapan ini penting bagi siswa. Belajar dengan perut kosong membuat anak susah berkonsentrasi. Oleh karena itu, siswa diharuskan sarapan sebelum memulai belajar. Kami mewajibkan tiap guru pertama yang akan mengajar untuk memastikan bahwa semua siswa sudah sarapan,” kata Kusuma yang menambahkan, siswa di sekolah ini jarang sakit, malah gemuk-gemuk. Ini sangat menunjang prestasi mereka. “Soal kebersihan makanan telah mendapat pengecekan dari dinas kesehatan mulai dari peralatan, komposisi menu, dan lainnya semua dinyatakan layak,” kata Kusuma. Pengecekan ini dilakukan enam bulan sekali. Sianny,

Lauk, bisa berasal dari ikan, tahu dan tempe. Daging lebih banyak dimasak dengan olahan kecap manis, kecap saus inggris, atau saus tiram. “Kami mengurangi hidangan gorenggorengan untuk anak-anak,” ujar ibu tiga anak ini. Nasinya pun dibuat bervariasi. Kadang ia mencampur nasi putih dengan sedikit taburan jagung atau memakai beras merah, membuat nasi uduk atau nasi kuning sebagai menunya. “Variasi ini membuat anak suka makan,” tandasnya. Untuk minuman, selain air mineral, siswa diberi jus atau teh manis. “Siswa playgroup dan TK diberi kacang hijau dan kue sore hari,” katanya. Agar limbah dapur ini tak merusak lingkungan sekolah, ia berupaya mengumpulkan sampah padat tiap hari dan membuangnya ke TPS. Limbah cair dibuang ke saluran air dengan cara menyedot memakai. —tin

Ada yang Disiapkan Sekolah Ada yang Dibawakan Orangtuanya BERBAGAI cara diterapkan pihak sekolah agar muridmurid mereka mengonsumsi makanan dan minuman sehat di sekolah. “Dulu siswa membawa makanan dan minumannya. Ternyata ada yang bawa makanan mahal, di sisi lain ada yang tidak bawa makanan. Kasihan kalau kondisinya seperti itu. Yang tidak bawa makanan hanya bengong melihat temannya makan. Kadang ada juga siswa yang membawa botol minuman yang kotor. Mungkin botolnya tidak dicuci. Ini kan berbahaya. Akhirnya, kami memutuskan pemberian kudapan ditangani sekolah. Dua kali dalam seminggu, kami berikan makanan tambahan seperti kacang ijo dan puding,” papar Made Aryningsih, Kepala TK Widya Kumara Kumba. Untuk kudapan, TK yang berlokasi di Jalan Gunung Agung, Denpasar ini membuatkan makanan yang berbahan dasar pisang, tempe, dll. Makanan tersebut diolah sedemikian rupa agar anak-anak tertarik. Sekolah juga memperhatikan jika ada anak yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Pemberian makanan yang bervariasi juga dilakukan di PAUD Davinsio. Menurut Ida Ayu Wedawati, Kepala PAUD ini, menu yang diberikan bervariasi agar anak-anak tidak bosan. Biaya pemberian kudapan dan makan ini sudah termasuk dalam biaya sekolah. “Jarang ada kantin atau pedagang dari luar yang masuk di lingkungan PAUD. Karena itu, pemberian makanan dilaku-

kan pengelola. Ada juga yang menerapkan sistem giliran. Artinya tiap siswa mendapat giliran membawa kudapan ke sekolah,” ujar Ketua Himpaudi Denpasar ini. A.A. Oka Suryadi, S.Pd., Kepala PAUD Darma Negara mengatakan hal serupa. Sekolah tidak bisa menjamin apakah makanan yang dijual pedagang itu mengandung zat berbahaya atau tidak. Solusinya adalah mengolah sendiri makanan yang akan diberikan untuk siswa. Begitu pula di TK Negeri Pembina. TK yang dipimpin Tjok Minggu Wathini ini menyiapkan makanan untuk anak didiknya. Anak-anak tidak ada yang membawa makanan dari rumah. Pemberian makanan ini terjadwal. TK yang berada di daerah Lumintang ini tidak memiliki kantin. Bahkan tak ada pedagang yang ngetem di luar area sekolah. Lain halnya di CHIS. “Untuk anak-anak playgroup dan TK, makanan dibawakan orangtua atau orang yang disuruh orangtuanya. Makanan yang mereka bawa tentu lebih mudah dikontrol,” ujar Putu Parwata, Ketua Yayasan CHIS. Kebijakan ini hanya diterapkan untuk anak TK dan playgroup. Bagi siswa SD, SMP, dan SMA tersedia kantin di sekolah yang berada di daerah Pemogan, Denpasar ini. Parwata beralasan, anak seumur TK dan playgroup belum bisa belanja sendiri, jadi lebih aman kalau mereka membawa atau dibawakan makan sendiri.

tkh/sep

tkh/ten

SEKOLAH Saraswati dan Dwijendra di Kreneng, serta Santo Yoseph 2 Denpasar, dikelilingi pedagang yang menjual aneka rupa makanan dan minuman. Di mana anak-anak sekolah tersebut makan dan minum saat jam istirahat?

tkh/tin

Melanggar Aturan S Kontrak Diputus

EKUMPULAN anak-anak SMP bergantian mengambil nasi dan lauk-pauk yang tersedia di atas meja makan di sebuah ruangan yang menyerupai kantin sekolah. Di ruangan ini, para siswa Pelita Bangsa menyantap makanan bersama rekan-rekannya. Di bagian lain ruangan ini, ada dapur untuk mengolah makanan. Tim koki juga mengolah makanan dan membantu menyiapkan makanan untuk anakanak. Mereka membolehkan anak-anak menambah nasi ke kotak makan mereka jika masih kurang. “Anak SD kelas 4, 5, 6 dan siswa SMP, dianggap lebih mandiri sehingga bisa mengambil makanan mereka sendiri ke sini. Kami akan mengantar makanan bagi siswa playgroup, TK dan SD kelas 1, 2 dan 3 ke kelas mereka setengah jam sebelum jam makan tiba,” kata Kepala Pengelola Jasaboga Sekolah Pelita Bangsa Sianny Indrawati Agus, S.T.P. Di sekolah ini Sianny mendapat tugas mengelola semua makanan untuk warga sekolah. Sebagai ahli gizi ia dianggap dapat menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi para siswa. Ia pun mengontrol semua bahan baku yang akan diolah. “Dalam pengelolaannya, saya dibantu tiga karyawan,” kata alumnus Universitas Widya Mandala Surabaya Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi ini. Menurut Kusuma Dewi, bagian HRD dan koordinator lapangan Sekolah Pelita Bangsa, layanan jasaboga ini telah diterapkan bagi siswa dan guru sejak sekolah berdiri tahun 2005. Ia mengatakan layanan ini dikelola sekolah untuk memenuhi kebutuhan makanan sehat bagi para guru dan siswa. Sekolah ini tak menyediakan kantin sekolah yang menjual makanan secara bebas. Melainkan, semua keperluan makanan disediakan melalui layanan jasaboga. “Kami tak menyediakan kantin sekolah, di samping dapat berisiko menjual makanan yang berbahaya bagi

A.A. Oka Suryadi, S.Pd.

Di Denpasar Children Centre (DCC) tersedia kantin yang dikelola keluarga pemilik sekolah. A.A. Ayu Mirah Dewi Widiatini Wiranatha. Pengelola satu-satunya kantin di sekolah itu memegang prinsip perilaku bersih dan sehat dalam menyiapkan, memasak, menyajikan makanan begitu juga dalam menangani alat, ruang dan lingkungannya. Mirah menghindari penggunaan bahan makanan yang tidak jelas sumbernya. “Saya membeli, atau mengambil makanan di tempat penjualan resmi,” katanya. Ia tidak menjual permen karet dengan alasan kebersihan. “Sebab, usai mengonsumsi permen, anakanak menempelkan bekas permen di sembarang tempat,” katanya. Keamanan makanan juga diperhatikan. Tusuk donat yang biasanya menggunakan tusuk sate, digantinya dengan pipet.

Terbentur Dana Kendala pengelola dalam menyiapkan makanan yaitu tidak melibatkan ahli gizi dalam penyusunan menu yang akan diberikan kepada anak didik. “Kami terbentur dana jika harus menggunakan ahli gizi. Yang sudah dilakukan adalah mengadakan pelatihan terkait menu sehat dengan mengundang tenaga kesehatan dari puskesmas. Orangtua pun dilibatkan dalam pelatihan ini,” ungkap Oka yang juga koordinator Himpaudi Denpasar Barat ini. Ia menambahkan, penting untuk mengetahui asupan nutrisi yang harus diberikan kepada anak didik. Tujuannya, mereka mendapatkan gizi seimbang sehingga pertumbuhannya maksimal. Salah satu acuan yang digunakan adalah kartu menuju sehat (KMS). Dengan melibatkan puskesmas dan pemantauan berdasarkan KMS, pertumbuhan anak diharapkan menjadi lebih baik. Jika ada anak yang sakit, puskesmas terdekat pun bisa menjadi rujukan. Salah satu solusi untuk menghindari anak-anak sakit saat atau usai bermain di sekolah adalah penggunaan pewarna makanan yang aman. “Untuk pelajaran mewarnai, kami tidak menggunakan zat pewarna biasa, tetapi memilih zat pewarna makanan yang tidak berbahaya. Artinya jika sisa pewarna tersebut menempel di tangan atau kuku, tidak membahayakan. Namun, yang tetap kami tegaskan adalah mencuci tangan setelah bermain dan mencuci tangan sebelum makan,” tandas A.A. Oka. —wah, sri


10

Tokoh

BUMI GORA

15 - 21 Mei 2011

Masyarakat Tradisional Bayan

Makan hanya Dua Kali Sehari SALAH satu kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat dengan tradisi yang masih sangat terjaga keasliannya adalah desa-desa tradisional yang ada di Bayan, Lombok Utara. Dari desa tradisional Segenter, Semokan, rumah adat Karang Bajo, Karang Anyar, Senaru, Sukadana dan masyarakat adat Loloan hingga Dasan Bayan Dalam yang lokasinya berada di atas perbukitan dan di tengah hutan adat yang rimbun, lembab dan lebat.

D

aya pikat budaya dan penjagaan tradisi dalam masyarakat Sasak Bayan Lombok yang masih utuh ini merupakan warisan leluhur masyarakat Bayan. Komunitas tradisional Suku Sasak Lombok ini masih menjaga kearifan-kearifan lokal yang mengaturkehidupan masyarakat menjadi tertib dan teratur dengan sangat baik. Di desa tradisional itu, tidak hanya ditemukan keaslian rumahrumah adat Suku Sasak, melainkan juga keseharian masyarakatnya yang masih sangat tradisional. Salah satu keunikan yang ada di Bayan adalah soal nama yang dipakai secara turun-temurun. Orang Bayan memiliki nama kebanyakan berakhiran nap, dip, lip, nom, dan lis. Ini merupakan nama turun-temurun serupa marga bagi mereka. Semua nama berakhiran sama, dapat dipastikan mereka berasal dari satu keturunan atau masih berkerabat dekat dalam satu garis turunan. Nama mereka mengikuti nama leluhurnya. Di desa-desa tradisional ini, arsitektur rumah-rumah adat yang asli masih terus dipertahankan meskipun di sana sini secara material tidak seutuhnya bisa dipertahankan lagi, seperti atap alangalang yang makin sulit dijumpai. Namun, di tempat-tempat tertentu khususnya di wilayah sakral adat, seperti kediaman resmi pemangku adat Karang Bajo dan Dasan Bayan, masih utuh murni dan asli. Dalam rumah adat Sasak yang asli, hanya ada satu ruangan tanpa ada sekat atau kamar di mana antara dapur, tempat tidur dan tempat aktivitas lainnya tidak dipisahkan secara permanen. Beratapkan alang-alang dengan lantai tanah dan hanya memiliki satu pintu dengan tinggi 150-170 cm tanpa satu pun jendela. Kalau masuk rumah adat Sasak, biasanya menunduk karena pintu yang terbilang pendek. Inilah yang membuat rumah adat Sasak

cenderung gelap di dalamnya. Dinding rumah Sasak terbuat dari rangkaian bambu seperti pagar agak longgar yang disebut Badak. Dari celah-celah bambu itulah, udara masuk dengan leluasa dan sedikit cahaya. Semacam fentilasi sehingga keunikan rumah adat Sasak sangat terasa. Meski tidak memiliki ruang-ruang, kata Rianom, salah seorang tokoh Adat Sasak Bayan di Bayan, rumah adat Sasak memiliki tempat-tempat yang berfungsi memperlancar aktivitas pemiliknya. Ada yang disebut amben beri yang dipakai sebagai tempat tidur dan juga tempat makan bagi para tetua adat. Jika ada kegiatan makan para tetua adat, maka fungsi amben beri yang tadinya sebagai tempat tidur bisa berubah sewaktu-waktu. Ada juga yang disebut dengan amben beleq yang berfungsi sebagai tempat makan khusus bagi para tamu perempuan saat acara-acara ritual selamatan atau yang disebut menggawe rowah. Di dalam ruangan tersebut ada satu lagi bangunan yang posisinya berada ditengah-tengah rumah ruangan rumah adat Sasak yang tingginya menjulang yang disebut sebagai Inan bale (induk rumah) seperti rumah panggung. Memiliki enam tiang yang disebut sekenam yang terbuat dari kayu-kayu pilihan. Sebelum membuat rumah adat Sasak, yang pertama kali dibuat adalah Inane Bale ini. Inane Bale berdiri kokoh di tengah-tengah rumah adat ini. Untuk dapat naik ke atas inan bale, menggunakan tangga atau undak-undak melewati amben beri dan amben beleq yang posisinya bertingkat. Inan bale berfungsi sebagai tempat menyimpan barang keluarga, benda keramat atau bersejarah yang tidak boleh dilihat orang lain (umum) selain keluarga. Juga sebagai tempat menyimpan beras atau logistik lainnya. Khusus beras, kata Rianom, selalu diletakkan di bagian pojok dekat tiang paling Selatan tepatnya

Rianom

di Tenggara atau dalam Bahasa Sasak daye timu’ dari inan bale tersebut. Tiap kali mengambil beras dari tempatnya yang disebut tenebrasan selalu dilakukan ritual kecil, semacam niat memesan atau meminta izin mengambil beras tersebut kepada sang maha pemberi. Masyarakat Bayan hanya makan dua kali sehari tidak seperti umumnya tiga kali sehari yakni pukul 10-12 yang disebut mengan lema’ dan menjelang malam ketika usai waktu Magrib. Waktu makan yang secara turun-temurun dan teratur telah dilakoni masyarakat tradisional Bayan memberikan rasa kenyang yang awet. Di bagian Timur dalam ruang inan bale, terdapat Ranjak yang berfungsi sebagai tempat menyimpan logistik lainnya. Ada pula tempat untuk menyimpan barang berharga atau bakul-bakul dan peralatan memasak saat acara-acara adat digelar, yang disebut lamin. Dalam ruangan rumah adat Sasak, selain ada inan bale, amben beri dan amben beleq yang berada dekat pintu masuk bagian Barat sebelah Utara, ada pula tempat memasak atau dapur disebut jengkiran yang posisinya berada di pojok Timur Laut (lau’ timu’). Masyarakat adat Sasak secara umum masih memasak menggunakan tungku dengan kayu bakar. Sehingga, seluruh ruang rumah hingga atap, termasuk Inane Bale menghitam karena jelaga. Jelaga yang menghitam inilah yang membuat kayu, bambu dan bahan bangunan lain rumah adat ini menjadi kuat. Penerangan di malam hari yang dipakai juga berupa pelita

atau lampu-lampu teplok yang turut menyumbang cukup banyak jelaga. Posisi-posisi yang mengikuti arah mata angin ini, baku dalam aturan adat Sasak utamanya di Bayan dan tidak boleh sembarang menempatkannya. Demikian pula dengan arah hadap rumah. Rumah adat Sasak hanya boleh menghadap arah Timur dan Barat. Ketika pagi tiba, maka rumah-rumah adat Sasak yang menghadap ke Timurlah yang mendapatkan matahari sepenuhnya masuk ke dalam ruangan. Ketika sore tiba, sinar matahari akan dinikmati sepenuhnya oleh rumah yang menghadap ke Barat. Teras rumah adat penduduk secara umum mengikuti panjang rumah tersebut. Letak rumah untuk keluarga juga telah diatur dengan pertimbangan untuk kebaikan dan menghindari saling singgung antar satu dengan lainnya. Rumah orang tua akan berada di bagian paling ujung Selatan menghadap ke Barat. Lalu anak pertama keluarga itu akan mendapat jatah posisi rumah yang berhadapan dengan rumah orangtuanya sebelah Barat menghadap ke Timur. Kemudian jika lahir anak kedua mendapat posisi rumah pada sebelah Timur bagian Utara dari rumah orang tuanya atau sebelah Utara rumah kakaknya menghadap ke Timur. Anak ketiga dari keluarga tersebut akan tetap mengikuti orangtua hingga waktunya ia menikah. Ketika ia sudah berkeluarga posisinya saling mengisi. Anak pertama akan pindah ke rumah orangtuanya, anak kedua bergeser rumah kakaknya yang pertama dan anak ketiga menempati rumah kakak keduanya. Begitu seterusnya. Urut-urutan ini sudah terpikirkan kebaikannya oleh leluhur masyarakat adat Sasak, yakni menghindari saling curiga dan meningkatkan saling menyayangi dan melindungi satu sama lain. Bahwa yang lebih tua akan selalu melindungi dan memberikan rasa aman bagi yang lebih muda. Maka diaturlah sedemikian rupa. Kesadaran masyarakat adat untuk menciptakan kedamaian, ketertiban dan keamanan hidup berkelompok seperti ini akan sangat membantu pihak kepolisian dalam menjaga kamtibmas. Di tengah dua rumah yang saling berhadapan Timur dan Barat terdapat berugaq (rumah terbuka tempat aktivitas lain khas Sasak) dengan ukuran besar bertiang enam (sekenam). Masing-

Jantung Sehat Aktivitas Normal Banyak orang telah menderita panyakit jantung koroner, tidak sedikit orang yang telah berobat melalui jalan medis. Namun, dokter menganjurkan untuk melakukan pemasangan ring atau pemasangan by pass . Dari saran dokter tersebut, pasien enggan melakukan operasi tersebut karena biaya yang sangat mahal dan juga takut risiko yang akan terjadi setelah operasi. Kisah ini pernah dialami Pak Adi Yusuf (68) yang berdomisili di Denpasar Barat. Aktivitasnya sebagai pendeta sedikit terusik karena keluhankeluhan yang mulai dirasakan. Tahun 1994, ia didiagnosa menderita jantung koroner. Dokter pun menyarankan Adi untuk melakukan pemasangan ring. Ketika pemasangan ring akan dilakukan dan melewati beberapa tahap pemeriksaan, ternyata pemasangan tersebut tidak bisa dilakukan. Karena terlalu banyak pembuluh darah yang tersumbat dan rata-rata 80 – 90 %. Makin hari keluhan-keluhan terus dirasakan, jalan jauh pun tidak lagi sekuat dulu. Mengonsumsi obat terus dilakukan dan tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapannya. Tahun 2007, dokter memberi keputusan lagi supaya Adi melakukan operasi by pass dan dokter memberi dua pilihan untuk operasi di Jakarta atau di Singapura.

Pak Adi Yusuf

Salah seorang teman Adi, memberi masukan supaya Adi mengurungkan niatnya untuk melakukan operasi karena temannya tersebut mempunyai info tentang terapi jantung tanpa operasi yang ada di Malaysia. “Dalam perasaan bimbang, saya berdoa dan percaya Tuhan Yesus akan memberikan mujizatnya. Akhirnya saya putuskan untuk berobat ke Malaysia dan

percaya Tuhan telah membuka jalan untuk kesembuhan saya melalui pengobatan ini, “ ujarnya. Sesampainya di Malaysia, Adi langsung mendapatkan terapi EECP dan Ozon, terapi tersebut dilakukan tiga minggu. Adi pun meminta dokter untuk melakukan scan jantung guna mengetahui perkembangannya. Hasilnya, ditemukan berkurangnya penyumbatan pada pembuluh darah, sekarang menurun yaitu 45-50 % jauh lebih rendah daripada sebelum dilakukan terapi. Namun, kesembuhan belum maksimal dirasakan. Adi memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan ternyata di Denpasar sudah ada terapi yang sama seperti di Malaysia yakni terapi EECP dan Ozon yaitu Klinik Bali Heart Care Center yang beralamat di Jln. P. Nusa Penida No. 26 Denpasar. Akhirnya ia melanjutkan terapi tersebut dengan rutin dan hasilnya makin hari makin baik. “Hingga saat ini saya tetap melakukan terapi minimal satu bulan sekali guna menjaga kesehatan. Olahraga serta menjaga pola makan yang sehat menjadi proritas utama, kini aktivitas saya berjalan dengan normal dan perasaan sangat senang karena hidup lebih sehat dan saya bisa mengendarai sepeda motor lagi bersama istri tercinta, “ ujarnya tersenyum.

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi atau datang ke:

Bali Heart Care Center Pengobatan penyakit jantung non-invasive Medical Ozone + EECP Therapy Jalan Pulau Nusa Penida 26, Denpasar Telepon (0361) 225388/ (0361) 240855/ (0361) 7423789. Faksimili (0361) 264688. Email: sufendi_t@yahoo.com Web: www.hsenchii-int.com Layanan via sms: Ketik Reg<spasi>BHCC (Tarif Premium) Contoh: Reg BHCC kirim ke 9168. (untuk kelancaran silakan buat janji)

Berugak khas Suku Sasak menjadi tempat untuk menerima tamu dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan adat

masing rumah memiliki satu berugaq atau menjadi milik bersama dan dibangun secara gotongroyong. Masyarakat Sasak yang tinggal di rumah adat Sasak yang asli seperti ini, lebih banyak menghabiskan waktu mereka di luar rumah, yakni di berugak. Aktivitas siang hari dari pagi, sore hingga menjelang tidur malam, dilakukan di berugak, termasuk makan. Rumah biasanya lebih banyak dipakai bagian dapurnya untuk memasak dan ruang lainnya untuk tidur di malam hari. Berugaq juga berfungsi sebagai tempat terima tamu. Masyarakat tradisional Sasak menerima tamu di berugaq, tidak di dalam rumah karena rumah hanya berfungsi sebagai tempat pribadi. Kecuali ada musyawarah atau pembicaraan khusus yang menyangkut rahasia yang disebut pos sesepen. Selain sebagai tempat menerima tamu, berugaq juga berfungsi sebagai tempat musyawarah keluarga (sangkep/gundem). Juga sebagai tempat menggelar acara selamatan baik acara perkawinan, khitanan maupun acara kepaten (kematian). Acara tahlilan dalam kepaten disebut Dina Nelung yang dilaksanakan pada hari ke tiga, Dina Tekangajian pada hari ke lima dan Dina nitu pada hari ke tujuh. Inilah gambaran tentang rumah adat Sasak sebagai tempat aktivitas masyarakatnya. Rumah adat penduduk biasa yang ada di Bayan, tidak sama dengan rumah adat yang ditempati oleh pemangku adat atau pun pejabat adat lainnya. Bahwa rumah pemangku adat, terasnya tidak dibuat sepanjang rumah, melainkan hanya ada di depan pintu masuk. Di kompleks rumah adat Karang Bajo terdapat kediaman resmi pemangku adat Sasak Bayan Lombok. Untuk dapat masuk dalam kompleks rumah adat Karang Bajo ini, wajib menggunakan pakaian adat Sasak seperti kain dan Sapuq (ikat kepala khas Sasak untuk laki-

laki). Ketika memasuki kediaman resmi pemangku adat yang ada disini, harus membuka alas kaki dan beberapa pantangan tidak boleh dilakukan ketika berada di tempat yang disakralkan bagi tradisi Sasak Bayan ini, yakni dengan menjaga sopan santun dan prilaku yang baik. Inilah salah satu warisan nilai kearifan dari kehidupan tradisi masyarakat Bayan. Hal ini dilakukan agar keaslian tradisi yang menyertai kehidupan masyarakat didalamnya, tetap terjaga. Siapa pun yang masuk ke dalam kawasan ini, wajib menaatinya. Hal-hal yang bersifat tabu untuk dilakukan, dilarang di kawasan ini. Karena apa yang dilarang untuk dilakukan adalah hal yang kurang baik dan apa yang disarankan adalah hal-hal yang berkaitan langsung dengan sopan santun dan etika. Intinya, siapa pun yang datang, harus menjaga, prilaku, etika dan sopan santun. Dilarang makan dan minum sambil berdiri, dilarang duduk seenaknya, harus bersila ala lelaki dan perempuan, dilarang berkata kotor dan dilarang melakukan hal-hal yang kurang sopan lainnya, misalnya bicara dengan nada tinggi dan riuh dan sebagainya. Dalam kawasan ini selain terdapat rumah-rumah tradisional Sasak dengan arsitektur asli yang ditinggali oleh masyarakat tradisional. Dan di dalam kompleks khusus ini pula terdapat sebuah lokasi yang menjadi rumah atau kediaman bagi pejabat adat Bayan yang disebut Balen Ma Loka, yang dipagari dengan pagar Kampu (pagar yang mengelilingi rumah adat di mana tidak sembarang orang boleh masuk ke dalamnya). Kompleks ini serupa kediaman resmi atau pendopo pejabat tertingginya. Ketika memasuki kompleks ini, di depannya terdapat dua berugaq yang di sebelah Barat disebut Berugaq Agung dan sebelah Timur disebut Berugaq Smalang. Berugaq agung

tidak boleh diduduki para perempuan, begitulah ketentuannya. Difungsikan sebagai tempat acaraacara ritual seperti selamatan desa, Idulfitri, Iduladha, maulud adat, pesta alip atau untuk musyawarah. Tempat untuk peralatan musik yang akan mengiringi ritual atau acara adat yang diselenggarakan, seperti gong, gendang dan lain-lain. Perempuan boleh duduk di berugaq smalang ini. Berugaq ini juga dipakai sebagai tempat memotongmotong ternak untuk keperluan konsumsi acara ritual. Masih dalam kompleks ini, masuk ke dalam meninggalkan dua berugaq itu, terdapat sebuah rumah yang disebut Bale Pedangan yakni rumah khusus untuk memasak. Seluruh aktivitas memasak untuk kegiatan ritual dilakukan di sini dipimpin oleh seorang yang diberikan otoritas untuk kegiatan memasak yang disebut Inaq Pedangan. Ialah yang bertanggung jawab mengurus dan mengatur masakan dalam kegiatan tersebut. Di dalam kompleks ini terdapat satu rumah adat inti sebagai tempat tinggal pemangku adat (Balen Ma Loka). Inilah kediaman resmi pemangku adat Sasak yang dipilih oleh masyarakat adat Sasak berdasarkan keturunannya. Di samping rumah pemangku adat ini, ada sebuah berugaq yang berfungsi sebagai tempat khusus menerima tamu pemangku adat. Dan, di sekitar rumah dinas ini terdapat sebuah berugaq lagi yang disebut berugaq pengagi’an. Berugaq pengagi’an berfungsi sebagai tempat menyimpan seluruh masakan yang sudah matang dari bale pedangan. Di berugaq ini juga terdapat semacam loteng terbuka untuk menyimpan alat-alat masak tradisional seperti pemongkang, periuk dari tanah dan lainnya. Di halaman belakang bagian Barat posisinya di pojok Selatan, terdapat sebuah rumah yang disebut Gedeng Cor yang dimaknai sebagai rumah khusus para leluhur orang Bayan (dunia gaib) yang tidak boleh dibuka sembarang waktu. Gedeng corhanya boleh dibuka pada saat-saat tertentu. Berhadapan dengan gedeng cor di bagian Timur pojok Selatan terdapat sebuah rumah lagi yang disebut Balen Meni’ tempat menyimpan beras dan hasil bumi lainnya seperti sayur mayur, bumbu-bumbu dan ternak yang akan dipakai untuk acara ritual tersebut. Yang bertanggung jawab terhadap rumah ini adalah yang menjabat sebagai inan loka yang orangnya disebut dengan inan meni’. Tata letak rumah yang disesuaikan dengan fungsi masingmasing dan ditangani oleh masingmasing orang yang diberi tanggung jawab khusus untuk itu membuat kehidupan masyarakat tradisional di Bayan begitu teratur. —nik


14

Tokoh

TATA RIAS

15 - 21 Mei 2011

Crrante Cosmetic Dukung Tata Rias

tkh/sep

Dari kiri: Dirjen PAUDNI Kemendiknas Hamid Muhammad beserta istri, Senior Manager Muri Paulus Pangka, Alex Martin Pangemanan perwakilan Crrante Cosmetic, Ny. Warti Buleleng, Ny. Ida Ayu Selly D. Mantra, dan Wali Kota Denpasar I.B. Rai D. Mantra

PEMECAHAN rekor Muri dalam Lomba Tata Rias Wajah untuk Menghadiri Undangan Adat Bali dengan Peserta Terbanyak oleh Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Crrante Cosmetic, dan Catering Service Ny. Warti Buleleng bekerja sama dengan Koran Tokoh dan Lembaga Kursus dan Pelatihan Agung pekan lalu menjadi momen penting bagi Alex Martin Pangemanan, Kepala Cabang Bali-NTB-NTT Crrante Cosmetic.

hadiri undangan. Soal keterampilan merias, Dwi hanya berbekal keterampilan yang ia miliki secara otodidak. Namun, sebenarnya dunia tata rias wajah bukan hal asing baginya. Bahkan telah ia akrabi sejak muda. Selain aktif mengikuti berbagai lomba busana, ia sempat terpilih mewakili Bali untuk mempromosikan budaya Bali khususnya Kabupaten Jembrana di Taman Mini Indonesia Indah, tahun 1990. “Ketika itu, saya sebagai model yang memakai busana pengantin tradisional Bali,” kata wanita

kelahiran Negara, 30 Januari 1976 ini. Mendedikasikan diri sebagai seorang guru adalah pilihan hidupnya. Baginya pekerjaan ini sangat menyenangkan. Apalagi ia masih bisa punya waktu mengasuh anak-anak. Hobinya memasak dan berolahraga. Hal ini berguna untuk mengatur pola makan dan menjaga berat badan. Sehari-hari ia senang tampil rapi, bersih dan cantik. Jika ia merasa berat badan terasa sedikit naik, segera ia mengubah pola makan. Rajin berolahraga dan minum jus salah satu kuncinya menjaga kesehatan. Jika perlu rutin ke salon untuk melakukan perawatan wajah. Menurutnya, cantik adalah daya tarik bagi siswa belajar. “ Jika gurunya tampil cantik dan rapi, anak-anak senang mendengarkan apa yang disampaikan gurunya. Para murid ini

begitu perhatian pada penampilan gurunya, sampai-sampai mereka tahu jika gurunya pakai sepatu baru atau tas baru, bahkan sampai aksesoris yang paling kecil pun,” kata ibu Okta Mahawardana dan Made Adelia Sevita Maharani ini. —tin

TIRA begitu sapaannya. Gadis kelahiran Denpasar, 11 Juni 1989 ini selain menjadi tenaga pengajar honorer di PAUD Handayani Denpasar, ia juga sibuk menjalani kuliah. Menjadi guru TK menurutnya bagian dari keinginannya ber-nyadnya, karena gajinya memang tak seberapa. Namun, menurut wanita yang berhasil menjadi Juara Harapan I Lomba Tata Rias Wajah untuk Menghadiri Undangan Adat Bali ini, dari situlah ia bisa mendapat berkah. Berkah itu ia rasakan dari usaha yang ia kelola dapat mem-

tkh/sep

Ida Ayu Tira Shakuntala

berikan penghasilan lumayan. “Saya menyenangi berbisnis,” kata wanita yang telah tiga tahun menjadi guru TK ini. Di samping mengajar, ia tengah menjalani kuliah di Fakultas Sastra Inggris Unud dan kini tengah menempuh semester VIII. Di sela-sela kegiatan mengajar dan kuliah ia mengelola usahanya yakni menjual aksesoris secara online. Soal keterampilannya merias wajah, anak pertama pasangan Ida Bagus Martinaya dan A.A. Dewi Dharmapatni ini mengaku memperoleh secara otodidak. —tin

Luh Made Rus Preti Dewi

Suami Merasa Surprise

Made Dwi Mahayani

MENJADI juara Harapan II bagi perempuan bernama lengkap Luh Made Rus Preti Dewi ini sangat di luar dugaan. Bahkan, saking tak menyangkanya, juri sampai mengulang panggilannya. “Juri mengira saya lupa nomor saya,” kata wanita kelahiran Denpasar, 19 Februari 1984 ini. Hidup dan besar di tengah keluarga yang berpendidikan sungguh tak mengira bahwa ia pun akan mengikuti jejak kedua orangtuanya mengabdikan diri

Tak Ada Persiapan Khusus

Menari sampai ke Singapura

tkh/sep

Guru Membawa Berkah

Ni Putu Ayu Reswari

Ni Made Kasiyani, S.Pd.

GURU TK yang satu ini, tergolong multitalenta. Hal ini karena ia dibesarkan dari orangtua seniman dan ibu seorang guru. Selain memiliki bakat seni, wanita yang akrab disapa Ani ini memilih mengelola Yayasan Catur Pertiwi milik keluarganya. Di sekolah TK Putra Pertiwi itu ia tercatat sebagai guru sekaligus instruktur model dan pelatih drum band. Ia pun tercatat sebagai Ketua Gugus III Jempiring Kec. Denpasar Barat. Menyanyi dan menari menjadi hobinya sejak muda. Menari dari hotel ke hotel menjadi kesibukannya, bahkan ia telah menari sampai ke Singapura pada acara Balinese Festival bersama rombongan Hotel Grand Hyatt, tahun 1993. Saat ini ia masih rutin ikut les vokal dan menerima permintaan menyanyi di acara pernikahan dan tawaran jadi pewara di acara pesta ulang tahun. Prestasi ibu dua anak ini cukup banyak di antaranya Juara I Top Model Franky Agency tahun 2008, Juara I Lomba Bercerita tanpa Alat Peraga se-Kota Denpasar tahun 2004, Juara Harapan II Lomba Nyanyi antar-Guru TK se-Kec. Denpasar Barat tahun 2000, Juara III Lomba MC se-Kota Denpasar tahun 2009 dan Juara I Lomba Bercerita Berbahasa Bali Tingkat Guru TK se-Kota Ni Made Kasiyani, S.Pd. Denpasar tahun 2011. —tin

menggelar Crrante Show dengan menampilkan demo tren make up 2011, make up pengantin, dan demo rebonding tanpa catok, menghadirkan para pakarnya dari Jakarta. –ten

berikan pelatihan gratis, dengan syarat minimal peserta pelatihan 100 orang,” ujar Bu Agung sembari menambahkan itu sebagai swadarmaning geginan. –ten

Ida Ayu Tira Shakuntala

K E S E tampil menari. NANGANNYA Ia sempat merias diri tak mengakrabi lepas dari bakat dunia model seni yang dimiliki dengan menjadi wanita kelahiran fotomodel Denpasar, 9 Maret untuk produk 1989 ini. Sejak kecantikan, kecil ia menyukai yaitu spa dan dunia tari bahkan refleksiologi sampai kini selain selain menjadi sebagai staf dan fotomodel administrasi Seprewedding kolah Pelita Bayang mengambil ngsa Denpasar tkh/sep lokasi di besekaligus meberapa tempat Ni Putu Ayu Reswari rangkap sebagai di Bali. “Mereka guru tari di semenyukai foto saya yang ada kolah ini untuk murid TK. di facebook dan tertarik Soal keterampilan merias, menjadikan saya sebagai model wanita yang tampil segar defoto prewedding untuk dibawa ngan kebaya hijau tua ini saat mengikuti lomba tata rias ke Surabaya,” kata wanita menghadiri undangan ini me- lulusan New Media Jurusan ngatakan hanya belajar secara Komputer Sekretaris dan Pubotodidak. “Saya senang meli- lic Relations ini. Dalam lomba itu, wanita hat orang sedang ber-make up, saya belajar dari sana,” kata yang di sekolah akrab disapa anak ke-5 dari enam bersaudara Miss Ari ini mengaku tak meini. Dari sanalah ia meng- lakukan persiapan khusus, gabungkan bakat menari dan sekadar coba-coba ikut. Ketika keterampilan merias dengan menjadi juara III ia pun mendandani diri sendiri ketika mengaku sangat surprise. —tin

dalam dunia pendidikan sebagai seorang guru. “Saya tak tahu, apakah ini kebetulan atau bagaimana,” kata wanita lulusan Fakultas Sastra Inggris Unud ini yang kini tercatat sebagai Kepala TK Pelita Bangsa ini. Menjadi juara dalam lomba tata rias wajah ini pun tak pernah terbayang dalam diri wanita asal Payangan Gianyar ini. “Jika boleh jujur, di sekolah saya termasuk orang yang tak suka berdandan,” ucap istri A.A. Ngurah Mahendra Putra ini. Berkat dukungan dan rekan sekerja ia tak keberatan ikut lomba dengan hanya berbekal ilmu merias wajah yang ia dapatkan secara kilat dari rekan dan pelatihan tata rias dari Lembaga Kursus dan Pelatihan Agung beberapa hari sebelum lomba. Saat lomba, wanita yang

Luh Made Rus Preti Dewi

tampil cantik dengan busana warna biru muda ini datang ke lokasi dengan rekan sekantor dengan wajah polosan sementara banyak peserta lainnya datang dari rumah sudah bermake up. “Makanya, saya merasa surprise banget bisa menang, begitu pun dengan suami saya,” katanya. –tin

I Gusti Ayu Ajeng Sukma Dewi

Tata Rias, Matematika, dan Musik

tkh/sep

MENJADI juara I dalam lomba tata rias wajah untuk menghadiri undangan adat Bali dengan peserta terbanyak yang tercatat dalam rekor Muri, Minggu (1/5) merupakan sebuah kejutan bagi wanita asal Jembrana ini. Betapa tidak, inilah pertama kali Made Dwi Mahayani menyabet juara. Dwi, begitu ia akrab disapa, tampil cantik dan anggun dengan atasan brokat hijau dan bawahan songket kuning cokelat. Menurutnya, ini paduan yang serasi dan sangat umum dipakai untuk meng-

Diakui Alex, produk yang saat ini paling digemari konsumen yakni creambath, sampo, pelurusan rambut, spa rambut, dan vitamin rambut. Bahkan, 28 Juni mendatang Crrante akan

Dra. A. A. Ayu Ketut Agung

tkh/sep

Pertama Kali Juara

Alex Martin Pangemanan (paling kiri), perwakilan Crrante Cosmetic, saat menerima piagam Muri dari Dirjen PAUDNI Kemendiknas Hamid Muhammad

(depan Pura Jagatnatha), tak lepas dari peran Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung. Pimpinan LKP Agung, mulai 1 s.d. 26 April melatih 60 guru PAUD per hari dengan materi membuat dan memasang sanggul Bali (pusung tagel), tata rias diri sendiri, dan penggunaan busana adat Bali yang baik dan benar, tanpa dipungut biaya. “Kami dan staf siap bekerja sama dengan pihak mana pun mem-

tkh/sep

Made Dwi Mahayani

tkh/sep

terbuat dari bahan-bahan alami yang terjamin keamanannya. “Dalam tiap kemasan produk Crrante, pasti ada masa kadaluwarsanya,” ujar Alex meyakinkan. Crrante selalu mengusung moto “Yang Alami lebih Baik” dalam tiap keluaran produknya yang umumnya memakai bahan kemiri dan alpukat. Produk Crrante mulai masuk ke Bali tahun 2000. Sampai saat ini Crrante Cosmetic yang berkantor cabang di Jalan Gatot Subroto I/XXIII Sari Bunga No. 8 Denpasar, Bali ini perkembangannya kian pesat. Bisa dibilang 95% salon-salon di Bali mengenal dan memakai produk Crrante untuk perawatan rambut dan badan.

YAYASAN Agung yang menaungi LKP Agung berkomitmen melestarikan budaya Bali di bidang tata rias dan busana adat. Pemecahan rekor Muri oleh PKK Kota Denpasar, Crrante Cosmetic, dan Catering Service Ny. Warti Buleleng dalam Lomba Tata Rias Wajah untuk Menghadiri Undangan Adat Bali, yang diikuti guru PAUD se-Kota Denpasar, Minggu (1/5) di Lapangan Puputan Badung

tkh/sep

S

elain mendukung Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya unggulan, keterlibatan, Crrante Cosmetic dalam acara kolosal tersebut juga termotivasi agar nama Crrante lebih dikenal dan familiar di masyarakat Bali khususnya. “Crrante tak hanya menyediakan produk profesional, namun juga produk dekoratif seperti make up dan bedak untuk perawatan kulit. Ada juga produk untuk perawatan rambut dan badan,” ujar Alex. Ketersediaan produk ini untuk mewadahi kebutuhan masyarakat khususnya wanita yang selalu ingin tampil cantik. Apalagi, produk-produk Crrante

LKP Agung Latih Guru PAUD

I Gusti Ayu Ajeng Sukma Dewi

Ada tiga hal yang disukainya; tata rias, matematika, dan musik. Karena suka pada tata rias wajah, jauh sebelum ikut lomba tata rias Minggu (1/5), ia telah mengikuti pelatihan tata rias wajah di Salon Agung

tahun 2005. Meski menyenangi bidang ini, ia berkeinginan mengabdikan diri sebagai guru. Karena itu, wanita yang menyabet Juara Harapan III dalam Lomba tata rias Wajah untuk Menghadiri Undangan ini, menempuh pendidikan guru di IKIP PGRI Jurusan Matematika. “Saya menyenangi pelajaran menghitung daripada hapalan,” tutur ibu 1 anak ini. Di sela-sela kesibukannya kuliah, ia bekerja paruh waktu

sebagai guru honorer di TK Swa Dharma Den pasar. Meski belum kelar kuliah, ia memilih mengajar untuk menambah pengalaman berkomunikasi dengan anakanak. “Agar terbiasa dengan murid,” kata ibu dari Divta Nalani ini. Selain matematika, ia mengaku menyukai musik. Ia pernah berlatih piano dan bisa bermain gitar. Lagu-lagu Barat menjadi salah satu favoritnya. —tin


PANGGUNG

Udin Guru Ngaji yang Suka Ngamen SELAIN Briptu Norman Kamaru, penyanyi asal daerah yang kini sedang tenar di blantika musik di Ibu Kota adalah Udin Sedunia. Ketenaran mereka menyusul ketenaran Jojo dan Sita asal Bandung, yang juga muncul secara tiba-tiba. Siapa Udin Sedunia?

D

ari Dusun Mum bang Jalin, Desa Montong Gamang, Kopang, Lombok Tengah inilah Sualuddin yang kini tenar dengan nama Udin Sedunia berasal. Sebuah desa yang biasa-biasa saja, dengan kehidupan masyarakatnya yang sederhana dan ramah. Desa ini akhirakhir ini menjadi sering disebutsebut karena ketenaran salah seorang warganya itu. Ketika masuk ke desa ini, tidak sulit menemukan rumah Udin Sedunia. Semua warga mengenalnya dengan baik. Ketika kami kunjungi, orangtua Udin, Raihan (80) dan Ma’nahuddin (50) tengah beristirahat di sebuah rumah yang sangat sederhana. Para kerabat Udin, seperti saudara sepupu, kemenakan dan tetangga sertamerta berkumpul ketika kami tiba di rumah tersebut. Mereka semua ramah dan mau

berbagi cerita tentang Udin yang Maret lalu sempat pulang dari Jakarta menjenguk kedua orangtuanya selama seminggu sembari menyampaikan keinginannya untuk mengantar orangtuanya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci dan membangun sebuah rumah yang lebih layak bagi mereka. Udin, anak bungsu dari 11 bersaudara kandung, yang menghabiskan masa kecilnya di dusun ini. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN I Penim-

puh, sekolah menengah di SMPN Montong Gamang dan SMA I Kopang. Dengan segala keterbatasannya, ia nekat melanjutkan studinya di STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Pancor, Lombok Timur. Sayang, ia hanya bisa kuliah hingga semester V karena keterbatasan biaya. Padahal, menurut penuturan ayahnya, sejak SD hingga SMA, Udin selalu menempati peringkat I, paling rendah peringkat II di kelasnya. Hanya sekali ia pernah mendapat nilai rapor merah ketika ia sakit cukup lama. Menurut penuturan para tetangganya, pembawaannya yang kocak membuat kawan-kawannya menyukai lelaki ramah ini. Selalu saja ada tawa tiap kali ia hadir di antara kawan-kawannya. Tubuhnya lentur dan percaya dirinya yang tinggi, membuat ia tidak malumalu untuk mengekspresikan jiwa seninya semaksimal mungkin. Menurut ayahnya, sejak usia anak-anak, Udin sudah mem-

tkh/net

Udin Sedunia

Raka Dhanu

Orangtua Udin Sedunia di Lombok Tengah

perlihatkan bakat menyanyi dan menghibur orang lain. Ia menyanyi di banyak kesempatan. Ia selalu menjadi penghibur dalam pergaulan dengan kawan-kawannya. Terkadang, ujar ibunya, ayahnya menegur Udin agar tidak terlalu sering bernyanyi. Kebiasaan Udin menyanyi terus berlangsung hingga ia kuliah. Bahkan ia juga kerap secara spontan menciptakan lagu-lagu yang dengan lirik lucu dan mengundang tawa. “Selesaikan sekolah saja yang penting, tidak usah menyanyi melulu,” begitu kata ayahnya dulu. Ayahnya yang polos menginginkan Udin menjadi seorang guru PNS agar dapat memiliki penghasilan tetap seumur hidup. Di mata ayahnya kala itu, menyanyi tidak akan memberinya penghasilan yang cukup apalagi tetap. Ayahnya berharap demikian, karena saat itu Udin yang selalu ditemani sahabatnya, Weka, menyanyi lebih tepatnya mengamen dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya, juga di taman-taman rekreasi di Lombok Tengah dan Lombok Timur dengan penghasilan sekadarnya. Dengan peralatan musik yang

Musik Berikan Citra Positif Kepolisian

tkh/net

Briptu Norman Kamaru

tambahynya. Setelah Indonesia merdeka, para pejuang yang gemar bermusik ini tetap melanjutkan perjuangan melalui korsik. Di sinilah “musisi” dari kepolisian ditempa agar bisa menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya. Biasanya “musisi” ini digandeng dalam acara ceramah yang dilakukan Bidang Penerangan saat melakukan pembinaan massa (binmas). Raka Dhanu menuturkan, anggota kepolisian yang bertugas di korsik kerap diundang untuk memeriahkan suatu acara, selain tugas utama sebagai pengawal keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk bisa keluar, tentu harus ada izin komandan atau atasan. Hal ini terlihat saat Briptu Norman selalu “dikawal” Komandan Satuan Brimobda Gorontalo AKBP Anang Sumpena. Ini artinya ia mendapat izin untuk tampil di televisi menyanyikan lagi Chaiyya Chaiyya. “Saya dulu juga begitu. Kalau ada Orkes Melayu (OM) yang mengajak saya pentas, saya minta mereka mengajukan izin ke komandan saya Mayor M.S. Dharmo Soewito. Kalau dibolehkan baru saya mau. Jangan sampai saya dicap melalaikan tugas negara,” ujar Raka Dhanu. Komandan di Depot Pendidikan dan Latihan (Deplat) Singaraja (kini SPN Singaraja) itu memberi izin kepadanya untuk bermain musik di luar tugas dinas. Pria yang pensiun tahun 1991 dengan pangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) ini menceritakan kisahnya saat menjadi siswa di Deplat Agustus 1964 hingga tamat Februari 1965. “Suatu ketika petugas peniup terompet apel pagi, apel siang, dan apel malam sakit. Ia tidak bisa melaksanakan tugasnya. Saya ambil terompet dan meniupnya. Ternyata orang-orang heran karena saya bisa meniup terompet dengan baik. Akhirnya kalau petugas berhalangan, saya menjadi peniup cadangan. Tamat dari Deplat, saya dipertahankan untuk

hiburan, maka ada yang main gitar untuk mengisi waktu luang. Bahkan ada yang mengundang penyanyi tenar untuk menghibur mereka,” ujar pria kelahiran 30 Juli 1943 yang menjadikan Bengawan Solo lagu favoritnya itu.

tkh/wah

KETENARAN Briptu Norman Kamaru dengan aksi lipsync dan goyang India yang diunggah ke You Tube membuat orang berpikir realistis. Polisi juga manusia yang perlu hiburan dan bisa menghibur. Jangan membayangkan polisi sebagai sosok berkumis, berbadan tegap, dan kepala dengan potongan rambut cekak. Apa yang dilakukan Briptu Norman sebuah kewajaran yang patut diapresiasi dari kecanggihan teknologi. Bukan sekarang saja ada polisi yang berkecimpung di dunia musik. Demikian diungkapkan I Gusti Putu Raka Dhanu, pensiunan ploisi yang juga seniman musik kepada wartawan Koran Tokoh. “Sejak kepolisian Indonesia terbentuk tahun 1946 sudah ada korps musik (korsik). Isinya orang-orang yang memiliki bakat musik, hobi musik, yang bertugas di kepolisian. Jika dirunut ke belakang lagi, anggota korsik adalah pejuangpejuang yang dulunya menggunakan musik sebagai alat penyamaran. Pada masa penjajahan kolonial, para pejuang sering menyamar menjadi anggota grup musik khususnya keroncong. Mereka rapat sambil membawa alat musik. Jika matamata musuh datang, mereka langsung memainkan musik. Tetapi, kalau mata-mata pergi, rapat penyusunan strategi melawan penjajah dilanjutkan,”

Raka Dhanu

ditugaskan di Deplat,” kenang suami Nyoman Suratni ini. Kepiawaian Raka Dhanu meniup terompet dan klarinet didengar OM yang ada di Singaraja. Ada tiga orkes yang sering mengundangnya, yakni OM Surya Kencana, OM Muda Gembira, dan OM Bunga Tanjung. Pria asal Jero Penyobekan di Jln Letda Suji Denpasar ini sering juga didaulat menjadi penyanyi kalau penyanyi asli berhalangan hadir. Pada masa itu, tidak ada bayaran uang untuk pemusik. Mereka hanya mendapat makanan gratis usai menghibur. Apa yang ia lakukan cukup bermanfaat karena menunjukkan citra positif kepolisian kepada masyarakat. Selain itu, bermusik bisa menyalurkan hobinya. “Sekarang Briptu Norman juga demikian. Ia menunjukkan kepada masyarakat, polisi juga bisa menghibur. Bedanya, Norman berada dalam kondisi yang tepat saat teknologi canggih sedang berjaya. Begitu videonya diunggah, beberapa saat kemudian orang sudah merespons dan mengunduh. Makanya dia jadi cepat terkenal. Kalau zaman saya dulu, berkiprah di panggung setahun pun belum tentu dikenal masyarakat luas apalagi terkenal. Intinya, semua orang perlu hiburan. Pasukan tempur di medan perang saja perlu

Pindah ke Denpasar Tahun 1969 Raka Dhanu pindah ke Denpasar dan bergabung dengan OM Puspa Taruna. Hobinya bermain musik membuatnya mudah untuk melakukan tugas di Bidang Penerangan di Polda Bali (dulu Polda Nusra) hingga pensiun. Ia juga aktif ikut mengelola penerbitan majalah Bhayangkara yang kemudian berubah nama menjadi Sura Dwipa Sarwa Bhawena. Hobi bermusik ini juga mengantarnya menjadi pimpinan band saat bersekolah di SMP 1 Denpasar, SGA Denpasar, dan Deplat. Raka Dhanu juga jago menciptakan lagu. Lebih kurang 100 lagu sudah dia ciptakan baik secara sendiri maupun berkolaborasi dengan komponis lain. Ciptaannya lengkap dengan partitur not balok. Lagu ciptaannya yang banyak dikenal masyaraiat antara lain Candra Metu, Ngemiletin KB, Besakih, Milah Milih Molih Patut. Beberapa mars sekolah, perusahaan, dan lembaga swasta juga ia ciptakan. Baginya, menciptakan lagu bisa dilakukan kapan saja. Inspirasi bisa didapatkan dari mana saja. Yang penting tiap ada ide, ia langsung mencatat. Sampai di rumah langsung dibuatkan partitur dan musik. Ayah 4 anak dan kakek 13 cucu ini sampai kini masih produktif dalam menciptakan lagu. Ketekunannya di bidang musik membuatnya meraih puluhan penghargaan, termasuk penghargaan Kerti Budaya dari Pemkot Denpasar tahun 2004, penghargaan Dharma Kusuma dari Pemprov. Bali tahun 2004, dan penghargaan seniman tua dari Pemprov. Bali tahun 2009. –wah

15 - 21 Mei 2011 Tokoh 13 dibuatnya sendiri dari sisa botol air mineral yang diisi kerikil, ia tidak malu menyanyikan lagu-lagu ciptaannya. Kini kedua orangtuanya mendukung sepenuhnya karier Udin sebagai penyanyi maupun entertainer dengan terus berdoa buat putra bungsunya itu. Dalam kesulitan ekonomi ini, Udin berusaha semampunya mencari uang minimal untuk kebutuhan dirinya termasuk biaya sekolah agar tidak membebani orangtua. Ia juga menjadi guru ngaji anak-anak di desanya dengan bayaran seikhlasnya. Selain mengamen, ia telah banyak mencoba pekerjaan lain seperti menjadi penyiar di salah satu radio swasta di Lombok Tengah. Udin juga pernah menjadi salesman, keluar masuk rumah penduduk, untuk menawarkan kompor dan lainnya. “Pokoknya semua hal yang halal dilakukannya untuk

mendapatkan uang,” ujar kemenakannya, H. Syahiruddin. Lagu-lagu ciptaan Udin lebih banyak lahir dari spontanitasnya, termasuk lagu Udin Sedunia yang awalnya berbahasa Sasak (Lombok) dan menggemparkan itu. Lirik lagu Udin Sedunia, dibuatnya terinspirasi dari lingkungan sekitarnya, yakni banyaknya ditemukan orang bernama akhir Udin. Tiga saudara sekandungnya (satu ibu) semuanya bernama akhir Udin, Awaluddin, Baharuddin dan Saharuddin. Beberapa saudaranya juga ada yang bernama akhir Udin. Demikian pula dengan kemenakan, ipar, sepupu, paman hingga tetangganya, banyak sekali yang bernama akhir Udin. “Semua nama berakhir Udin dalam lagu Udin Sedunia, adalah orang-orang yang berada di kampungnya,” ungkap Syahiruddin. –nik.


RILEKS

15 - 21 Mei 2011 Tokoh 15

Gung Inten

Bocah Terberat di Dunia MEMPUNYAI anak gemuk dan sehat, tentu banyak orangtua senang. Apalagi kalau anak itu masih balita. Namun, kalau terlalu gemuk, tak urung akan membuat orangtua cemas. Itulah yang dialami orangtua Lu Hao, yang begitu cemas karena anaknya yang terlahir normal, dalam tempo singkat telah menjadi balita paling gemuk di dunia. Usia Lu Hao baru tiga tahun, namun beratnya 60 kg atau 132 lbs. ami sudah membawanya berobat ke beberapa rumah sakit, namun belum membawa hasil. Dia masih suka makan banyak. Kami juga telah melakukan upaya-upaya lain, seperti olahraga dan lain-lain, tetapi itu pun tidak berhasil,” ujar Hao Yuncheng, ayah Lu Hao. Setidaknya ada tiga rumah sakit yang telah didatangi orangtua Lu Hao, namun masing-masing dokter mempunyai pendapat berbeda-beda. Satu dokter mengatakan, pemicu ketidaknormalan Lu Hao karena ada tumor di kepalanya, sedang dua dokter lain mengatakan, tidak ada tumor di kepala Lu Hao. Lalu dokter lain mengatakan, hormon Hao berada di tingkat normal. Karena itu orangtua Lu Hao bingung apa yang menyebabkan nafsu makan anaknya begitu besar. Hao Chen Yuan, ibu Lu Hao, mengatakan, Lu Hao lahir normal dengan berat 2,6 kg. Tidak ada hal-hal aneh saat lahir. Keheranan mulai muncul ketika Lu Hao berusia 3 bulan, beratnya meningkat drastis dan terus membesar waktu demi waktu. Ia mempunyai selera makan luar biasa. Sekarang ini dia bisa makan tiga mangkuk

besar nasi, dengan masingmasing takaran lebih banyak dibanding kedua orangtuanya makan. Sebenarnya sejak setahun lalu, orangtuanya pernah mencoba program diet untuk Lu Hao. Namun, program itu menjadi tersendat-sendat, karena anaknya tak kuat menanggung lapar. “Terpaksa kami biarkan dia makan sebanyak yang dia ingin karena kalau tidak, dia akan menangis tanpa henti,” ujar Chen Yuan yang mengaku, sekarang dia tidak bisa lagi menggendong anaknya karena terlalu berat. Bahkan ayahnya pun harus mengerahkan seluruh tenaganya untuk bisa menggendong Hao. Orangtuanya mengaku mereka telah sekuat tenaga berjuang agar Hoa menurunkan berat badannya. Termasuk mengajaknya berolahraga seperti jalan kaki dan main basket. Bahkan mereka sengaja memasang ring basket di halaman rumahnya agar Hao mau bergerak. Mereka juga kerap membawanya berenang di sungai. Namun, olahraga membuatnya lapar dan makannya menjadi bertambah banyak setelah olah raga. “Kami heran, kenapa dia menjadi seperti itu. Padahal dalam keluarga kami tidak ada

yang berbadan raksasa,” kata Yuncheng. Sekarang Hoa bersekolah di taman kanak-kanak. Awalnya ibunya mengajak Hoa berjalan kaki menuju sekolahnya yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Namun, Hoa tidak suka jalan. Dia lebih senang ibunya memboncengnya naik motor ke sekolah. “Dia benci jalan kaki. Dia ingin ke sekolah naik motor, jadi saya memboncengnya tiap hari dengan motor,” kata ibunya. Hoa memiliki banyak mainan di rumahnya, tetapi favoritnya adalah Superman karena tokoh hero itu bisa terbang dan memberantas orang-orang jahat. Tetapi ketika ditanya apakah dia ingin bisa terbang seperti superman, Hoa dengan cekikikan berkata,”Tidak, saya terlalu gemuk”. Yuncheng dan Cheng Yuan, kini benar-benar khawatir dengan kesehatan anaknya. Mereka khawatir jika anaknya akan terkena penyakit jantung karena terlalu gemuk. “Harapan terbesar kami sebagai orangtua adalah suatu hari nanti Hoa bisa menjadi langsing,” ujar Cheng Yuan. Kasus yang hampir sama juga terjadi pada Suman Khatun, bocah perempuan asal India, yang memiliki berat 89 kg. Sekali makan siang, bocah enam tahun ini, bisa menghabiskan dua piring besar nasi, dua mangkuk ikan goreng, omelet dengan dua telur. Sedang sarapan paginya adalah, dua biskuit, pisang, nasi dan beberapa telur. Sedang camilan setelah makan siang adalah 15 biskuit dan 10 pisang. Jika ia masih merasa lapar, dia mendatangi tetangga-tetangganya untuk meminta makan. Orangtua Suman Khatun bukan orang kaya. Namun, mereka berjuang mendapatkan makanan untuk memenuhi kebutuhan makan anaknya yang luar biasa. Kadang demi makanan Khatun, keluarganya harus kelaparan. “Ia merasa la-

Pilih yang Praktis

Lu Hao, bocah laki-laki terberat di dunia

par sepanjang waktu. Kalau tidak diberi, dia akan menangis terus. Dia meminta susu, tapi saya tidak bisa membeli banyak, seperti tuntutannya yang selalu ingin minum susu. Di India susu mahal harganya,” tambah sang ibu. Untuk biaya makan Suman, orangtuanya harus menyediakan uang lebih dari 10 dolar AS (Rp 100.000 lebih) untuk membeli 10 kg beras, 5 kg kentang, 2 lusin telur, 6 liter susu. Jumlah uang yang harus disiapkan belum termasuk kalau Suman minta makanan jenis lain. Tidak cukup makanan yang disedikan orangtuanya, Suman datang ke para tetangga minta tambahan makan. “Dia (Suman) akan menangis membanting-banting diri kalau permintaan makannya tidak dipenuhi. Dia bahkan pernah melempar orangtuanya dengan batu ketika minta makan tetapi tidak diberikan,” ujar seorang tetangga. —dia/dailymail

tkh/daily mail

Memilih Mobil Bekas Suman Khatun (kanan), yang berat tubuhnya mencapai 89 kg

Mobil baru merupakan idaman tiap orang. Tetapi, tidak semua mampu membelinya. Salah satu pilihan adalah membeli mobil bekas. Berikut tips memilih mobil bekas yang dikutip dari www.gudangmobil.com. Ada 2 hal utama yang harus diperhatikan ketika hendak membeli mobil bekas yakni: - Surat dokumen kendaraan. Surat dokumen kendaraan harus diperhatikan dan diperiksa. Pastikan seluruhnya asli dan sah (BPKB,STNK, faktur, dan dokumen lainnya). - Periksa kondisi mobil dengan melakukan beberapa langkah: 1. Mesin: bukalah kap mesin dan periksalah semua bagian dengan teliti. Hidupkan mesin, bila mesin baik, lampu indikator tekanan oli akan segera mati dan bunyinya terdengar rata. Perhatikan juga asap knalpot, bila berwarna biru atau hitam berarti tidak beres. 2. Body/Sasis: naikkan salah satu roda ke tempat yang lebih tinggi, misalnya trotoar. Buka dan tutup semua pintu. Bila tidak bisa menutup dengan sempurna kemungkinan besar pernah mengalami benturan/tabrakan. 3. Kerusakan dan Karat: periksa permukaan mobil yang tidak rata. Benturan keras bisa meninggalkan bekas mengganggu penampilan. Cek juga bagian yang rawan karat: talang air (atap), jendela-jendela dan pintu, di atas kaca spion dan antena radio, di balik lis, sekitar lampu (depan dan belakang) bagian dalam spakbor, bawah belakang dan knalpot, bawah karpet bagasi. Perhatikan juga : - Alas kaki dan bantalan pedal. - Tangkai kemudi:perhatikan jika ada bunyi yang tidak normal. - Alas tempat duduk. - Ketoklah bodi bagian demi bagian. - Kolong mesin untuk mengecek bila ada kebocoran oli. - Kondisi ban serep. - Buka alas kaki (floor mat) dan periksa kondisi didalamnya. 4. Suspensi: tekan masing-masing sisi mobil ke bawah secara bergantian. Sisi yang ditekan harus naik lebih tinggi dari posisi semula dan turun lagi ke posisi saat ditekan. 5. Ban: perhatikan ban yang aus. Permukaan ban yang tidak rata menunjukkan ketidakberesan, baik di bagian roda maupun mekanisme suspensi.

tkh/daily mail

Sebagai pengguna ponsel, I G. A. Inten Kapinari memilih Telkomsel untuk operator. Perempuan yang akrab disapa Gung Inten ini sudah memilih Telkomsel sejak tahun 2003. “Semua anggota keluarga pakai Telkomsel, jadi saya ikut pakai Telkomsel juga. Saya pilih Kartu Halo karena praktis,” ujar karyawati Bank BNI 1946 ini. Gung Inten beralasan, dengan pascabayar, ia tak perlu repot membeli pulsa. Penggunaan ponsel pun bisa dilakukan kapan saja tanpa khawatir kehabisan pulsa. Selain itu, ia juga tak perlu repot keluar rumah atau kantor jika pulsa habis. Tagihan biaya ponselnya langsung didebet dari rekeningnya. Gung Inten mengakui pilihannya tak salah. Sinyak Telkomsel yang menjangkau semua wilayah Indonesia memudahkan dirinya berkomunikasi dengan keluarga dan kolega. “Dulu saya dan teman-teman tugas di Jakarta. Ternyata di tempat kami menginap, sinyal cukup sulit. Tetapi, Telkomsel memang beda. Hanya sinyal Telkomsel yang ada. Sinyal operator lain main-main. Akhirnya teman-teman gantian memakai ponsel saya,” ungkapnya. Sampai saat ini, ia mengaku tak punya keluhan dengan layanan operator yang memiliki 100 juta pelanggan ini. Layanan internetnya sangat memuaskan. Namun, satu hal yang diharapkan adalah apresiasi bagi pelanggan loyal yang sudah bertahun-tahun menggunakan Telkomsel.

Halo Dura, Saya Ibu Nitya, seorang pegawai bank swasta di Denpasar. Akhir-akhir ini saya melihat kulit wajah saya makin kusam dan warna kulit menjadi tidak merata. Tampak beberapa jerawat kecil yang membuat saya makin tidak percaya diri. Apakah masalah kulit saya berhubungan dengan kebiasaan memakai make up tebal dalam waktu yang lama? Saya kerja sampai sore terkadang malam, dan pekerjaan mengharuskan saya selalu menggunakan make up. Terkadang saat menjelang tidur, saya lupa untuk membersihkan wajah. Adakah solusi dari House of Dura untuk masala kulit saya? Halo Ibu Nitya, Kulit kusam, jenuh, dan stres dapat bersumber dari racun yang tertimbun di bawah kulit. Racun tersebut bisa bersumber dari penggunaan make up yang berlebihan, polusi udara, maupun sisa kosmetik yang tertimbun di bawah kulit. Tertimbunnya racun ini bisa mengakibatkan kerusakan pada kulit. Untuk perawatan sehari-hari, cukup dilakukan pembersihan yang teratur dengan cleanser dan toner secara rutin pada pagi dan malam hari. House of Dura menghadirkan perawatan kulit wajah “Dura Detoxifikasi” yang berfungsi untuk menghilangkan racun-racun yang mengendap di bawah kulit. Proses detoksifikasi ini tidak menimbulkan efek samping samasekali. Proses detoksifikasi umumnya sama dengan proses perawatan kulit wajah lainnya. Perawatan diawali dengan pembersihan kulit wajah, dilanjutkan dengan mengoleskan krim khusus detox, kemudian peresapan krim ke seluruh bagian wajah dibantu dengan alat khusus detoks. Sebaiknya perawatan detoks ini dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Hasilnya kulit wajah akan terlihat lebih putih, segar, dan bersih. Untuk ibu Nitya kami berikan berawatan Dura Detox gratis. Salam hangat dari House of Dura Bali.

Konsultasi Kecantikan Rubrik konsultasi kecantikan ini ditujukan khusus membahas seputar masalah kecantikan yang diasuh A.A. Ayu Ketut Agung. Bagi para pembaca Koran Tokoh yang memunyai masalah seputar kecantikan, silakan kirim pertanyaan ke Kursus Kecantikan dan Salon Agung di Jalan Anggrek 12 Kereneng, Denpasar dan sertakan kupon cantik.

Siasati Bentuk Mata Yth. Ibu Agung Saya ingin menanyakan bagaimana teknik merias mata yang bentuknya agak berbeda antara kiri dan kanan. Selain itu, mohon ditampilkan contoh busana modifikasi sederhana yang bisa digunakan oleh keponakan saya dalam resepsi pernikahannya. Lisma, Kerobokan Yth. Adik Lisma Berikut ini langkah dalam menggunakan make-up untuk menyiasati bentuk mata yang berbeda: z Gunakan bulu mata palsu. Caranya adalah dengan menggunakan sesuai bentuk mata untuk mata yang lebih bagus. Sedangkan untuk mata lainnya, pasang bulu mata pada bagian sudut luar mata pada posisi lebih tinggi. z Buat garis sudut luar mata dengan menggunakan eyeliner lebih tebal. z Usapkan maskara agak tebal pada sudut luar mata yang ingin dikoreksi. Selamat mencoba.


16

Tokoh

KESEHATAN

15 - 21 Mei 2011

Anak-anak tak Tahu Ancaman Membayangi Dirinya

Sarapan di Rumah Bawa Jajan ke Sekolah

B

anyak jenis jajanan yang ditawarkan misalnya es krim, bakso yang diisi saus, sosis yang diisi saus, martabak manis, permen loli pop, minuman dengan berbagai warna. Saat anak membeli makanan jajanan biasanya lebih cenderung memilih jajanan yang rasanya enak dengan harga murah dan memiliki warna yang menarik. Bahkan orangtua juga sering tertarik membelikan anakanaknya jajanan yang berwarna menarik. Misalnya camilan keripik atau jelly. Camilan yang berwarna pucat biasanya kurang disukai dibandingkan yang memiliki warna merah mengilat. “Jajanan atau camilan yang diberi warna seperti jajan pasar, kelepon, kue kukus, jajan uli goreng, renggina goreng, keripik kentang/singkong/ubi tidak akan bermasalah jika menggunakan pewarna makanan dengan jumlah yang dibolehkan,” ungkap Ni Putu Agustini, S.K.M.,M.Si, dosen Poltekkes Jurusan Gizi Denpasar. Namun, ada produsen jajanan/camilan yang ingin biaya produksinya lebih rendah tetapi menghasilkan produk lebih menarik sehingga mereka menggunakan pewarna bukan untuk pewarna makanan. Salah satu pewarna tersebut dikenal dengan nama “rhodamin B”. “Rhodamin B merupakan salah satu zat pewarna sintetis yang biasa digunakan di industri tekstil dan kertas. Zat ini ditetapkan sebagai zat yang dilarang penggunaannya di makanan melalui Permenkes, No.239/Menkes/Per/V/85. Namun, penggunaan rhodamin dalam makanan masih terdapat. Rumus molekul dari rhodamin B adalah C28H31N2O3Cl dengan

berat molekul sebesar 479.000. Zat ini berbentuk kristal hijau atau serbuk ungu-kemerahan, larut dalam air yang akan menghasilkan warna merah kebiruan dan berfluorensi kuat,” jelas Agustini. Makanan atau jajanan yang mengandung rhodamin B dalam tubuh bersifat toksik dan karsinogenik. Akibat yang kurang baik terhadap kesehatan tubuh di antaranya iritasi saluran pernapasan, dapat memicu kanker serta merusak ginjal dan hati. Walaupun sudah diketahui bahaya mengonsumsi makanan yang menggunakan pewarna rhodamin B ini, ternyata masih ada yang menggunakannya dan celakanya anak-anak masih memilih makanan yang mengandung rhodamin B tersebut. Agustini berharap pemerintah melalui instansi terkait misalnya BPOM, Dinas Perindag, Dinas Kesehatan perlu melakukan pengawasan langsung di lapangan dan mengimbau masyarakat agar segera melapor jika terdapat makanan yang memiliki ciri-ciri mengandung pewarna rhodamin B. Anak-anak pun perlu diberi pengertian baik di rumah oleh orangtuanya atau para guru terus mengingatkan agar memilih makanan atau jajanan yang bersih dan sehat. “Kantin sekolah juga perlu ditingkatkan peranannya dengan menyediakan makanan atau jajanan yang sehat dan aman, sehingga anakanak tidak lagi berbelanja di luar halaman sekolah,” harapnya. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes. menjelaskan makanan yang mengandung rhodamin B memiliki ciri-ciri warna mencolok kelihatan cerah mengilat sehingga tampak menarik, warna tidak homogen, ada sedikit rasa pahit (terutama di sirup atau limun), muncul

tkh/ist

ANAK sekolah memiliki waktu istirahat di selasela jam pelajaran. Waktu ini biasanya dimanfaatkan untuk membeli makanan atau jajanan di kantin sekolah maupun penjual jajanan yang parkir di depan sekolah.

I Komang Agusjaya Mataram

Ni Putu Agustini

rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya dan baunya tidak alami sesuai makanannya. “Makanan yang pernah dilaporkan BBPOM yang mengandung rhodamin B di antaranya es sirup atau cendol, limun, kue, gorengan, kerupuk, kembang gula, ikan asap, manisan, dawet dan saus sambal botol. Juga pernah dilaporkan rhodamin B terdeteksi ada di dalam terasi. Walaupun makanan tersebut tidak semuanya terdeteksi di Bali, kita harus tetap waspada karena makanan yang sejenis banyak beredar di pasaran di Bali,” ujar pria yang juga dosen di Poltekkes Jurusan Gizi Denpasar ini. Salah satu cara menghindari agar anak-anak tidak mengonsumsi makanan atau jajanan yang mengandung rhodamin B dapat dimulai dari rumah yaitu para ibu meluangkan waktu untuk menyiapkan makanan atau sarapan sebelum putraputrinya berangkat ke sekolah. Anak yang sudah sarapan di rumah dengan memperhatikan susunan menu seimbang yaitu sarapan yang terdiri atas nasi, lauk, sayur sesuai porsi yang dibutuhkan. Kemudian siapkan jajanan bekal sekolah yang akan dikonsumsi waktu istirahat di sekolah, seperti roti tawar bakar isi telur dadar, atau kue nagasari yang dapat dibeli di pasar atau warung. Hal ini akan menghindarkan anak-anak jajan

sembarangan di sekolah. Di sekolah perlu disiapkan jajanan yang aman dan bergizi dengan mengimbau pengelola kantin sekolah agar menyediakan makanan yang bergizi dan aman. Secara rutin dalam mata pelajaran pengembangan diri dapat diselipkan informasi tentang makanan atau jajanan yang bergizi dan aman. “Alangkah bijaksananya pemerintah dengan segala kewenangannya tidak hentihentinya mengadakan pengawasan terhadap makanan atau jajanan yang beredar di pasaran, serta secara rutin menginformasikan kepada produsen makanan atau jajanan terutama yang diproduksi di tingkat rumah tangga agar tidak menambahkan bahan-bahan yang bukan untuk makanan,” tegas Agusjaya. Tanpa informasi yang rutin dan keterlibatan orangtua, sekolah dan kantin sekolah, anak-anak akan tetap mengonsumsi jajanan yang dapat membahayakan dirinya. Anak-anak yang mengonsumsi jajanan tidak menyadari bahaya yang membayangi dirinya, mengingat timbulnya dampak memerlukan waktu relatif lama. Media massa juga sangat penting perannya untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai zat bahan tambahan makanan yang diperbolehkan dan yang tidak dibolehkan karena dapat membahayakan tubuh. –wah

Kenali Bahan Tambahan Pangan PUSPITA dalam penelitiannya menyebutkan, bahan tambahan pangan terdiri dari dua golongan, yaitu bahan tambahan pangan yang diizinkan dan yang tidak diizinkan. Hal ini tercantum dalam Permenkes RI No. 722/MenKes/Per/IX/88 mengenai Bahan Tambahan Makanan. Ayo kenali, mana yang dilarang, mana yang diizinkan. 1. Bahan tambahan pangan yang diizinkan/legal a. Antioksidan, yaitu bahan tambahan pangan yang berfungsi mencegah proses oksidasi. Contoh, asam askorbat dan asam eritrobat serta garamnya untuk produk daging, ikan, dan buah-buahan kaleng, butilhidroksi anisol (BHA) atau butilhidroksi toluen (BHT) untuk lemak, minyak, dan margarin. b. Antikempal, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat mencegah mengampalnya makanan yang berupa serbuk, tepung, atau bubuk. Contohnya Ca silikat, Mg karbonat untuk merica dan rempah lainnya. c. Pengatur keasaman, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Contohnya asam laktat, sitrat, malat digunakan untuk jelly. d. Pemanis buatan, yaitu bahan tambahan yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan yang tidak memilki nilai gizi. Contoh, sakarin dan siklamat. e. Pemutih dan pematang tepung, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat mempercepat proses pemutihan tepung atau pematangan tepung hingga dapat memperbaiki mutu penanganan. f. Pengemulsi, pemantap, dan pengental, yaitu bahan tambahan pangan yang membantu terbentuknya sistem dispersi yang homogen pada makanan. Biasanya digunakan untuk makanan yang mengandung air atau minyak. g. Pengawet, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat mencegah fermentasi,

pengasaman, ataupun penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Biasanya ditambahkan pada makanan yang mudah rusak atau yang disukai sebagai medium pertumbuhan bakteri atau jamur. h. Pengeras, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat memperkeras atau mencegah melunaknnya makanan sebagai contoh aluminium sulfat untuk pengeras pada acar ketimun dalam botol. i. Pewarna, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki atau memberikan warna di makanan dan minuman, contoh, karmin, penceau 4R, eritrosin warna merah. j. Penyedap rasa dan aroma, penguat rasa, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat memberikan, menambahkan atau mempertegas rasa dan aroma. Contohnya monosodium glutamat pada produk daging. k. Sekuestran, yaitu bahan tambahan pangan yang dapat mengikat ion logam yang ada pada makanan sehingga dapat mencegah terjadinya oksidasi yamng dapat menimbulkan perubahan warna dan aroma pada makanan. Biasa ditambahkan pada produk lemak dan minyak atau yang mengandung lemak dan minyak seperti daging dan ikan. 2. Bahan tambahan pangan yang tidak diizinkan/ilegal Ada pun bahan tambahan pangan yang tidak diizinkan adalah natrium tetraborat (boraks), formalin (formaldehyd), minyak nabati yang dibrominasi (Brominanted Vegetable Oil), kloramfenikol (chlorampenicol), kalium klorat (pottasium chlorate), dietilpirokarbonat (dietilpyrocarbonate, DEPC), nitrofurazon (nitrofurazone), p-phenetilkabamida (pphenetilcharbamide, Dulcin, 4-ethoxyphenyl urea), dan asam silisat dan garamnya (salicylic acid and its salt) Sebagai tambahan, menurut Permenkes RI No.1168/Menkes/Per/IX/1999 selain bahan tambahan pangan yang tersebut, masih ada tambahan kimia lain yang dilarang, yaitu rhodamin B, metanil yellow, dulcin, dan kalsium bromat. –rat

40 Jenis Minuman tidak Mengandung Rhodamin B dan Metanil Yellow

Jajanan Bali.......................................................................................................................dari halaman 1 dengan melakukan koordinasi dengan dinas terkait. “Jika ditemukan di kantin sekolah, berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota. Jika pangan industri rumah tangga, koordinasinya ke dinas kesehatan kabupaten/kota, dan distributornya menjadi tanggung jawab dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten/kota,” ujar Dra. I G.A. Adhi Aryapatni,Apt., plh. BBPOM di Denpasar. Tindakan berikutnya, temuan tersebut diamankan dan dilakukan penelusuran terhadap sumber. “Mungkin, masyarakat sudah tahu jika muruh itu dilarang untuk bahan tambahan pangan. Hanya kurang kesadarannya karena mungkin dilihat efeknya tak segera kelihatan. Rodhamin B ini bersifat karsinogenik yang dapat memicu

tkh/sep

Produk jajanan anak sekolah yang mengandung rhodamin B bermerek JULIN’S yang ditemukan di salah satu SD di Sesetan

pertumbuhan sel kanker. Efeknya kelihatan setelah bertahun-tahun. Tidak seperti pangan yang tercemar mikrobiologi yang efeknya langsung seperti diare,” papar Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM di Denpasar ini. Distributor atau produsen pangan yang tidak memenuhi syarat tersebut diberi penyuluhan dan diminta membuat surat pernyataan bahwa tak akan membuat dan atau menjual produk pangan yang mengandung bahan yang dilarang. Kalau pernyataan tersebut kembali dilanggar, bisa ditindaklanjuti secara projustitia oleh PPNS (penyidik pegawai negeri sipil) BPPOM bekerja sama dengan kepolisian. Sesuai UU No. 7 tahun 1996 tentang Pangan Ancaman hukumannya lima tahun penjara atau denda Rp 600 juta. —ten

Demi Keuntungan..........................................................................................................dari halaman 1 Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar yang menemukan produk pangan kembang gula dalam kemasan plastik bermerek JULIN’S di sebuah SD di Sesetan, Denpasar Selatan, dan delapan jajanan pasar yang mengandung rhodamin B, penelitian yang dilakukan Puspita menunjukkan 40 sampel minuman jajanan yang diteliti tidak ada yang teridentifikasi mengandung rhodamin B dan metanil yellow. “Tetapi, hasil penelitian menunjukkan ada satu sampel, Vita Jelly Drink Strawberry, yang menunjukkan adanya spot dan setelah dibandingkan dengan standar, minuman ini mengandung pewarna yang lain,” ungkap Sutiari. Untuk menentukan jenis pewarna yang digunakan, perlu dilakukan penelitian lanjutan. “Misalnya dengan metode spektrofotemeter/ secara kuantitatif karena yang dipakai dalam penelitian Puspita metode kromatografi kertas yang sifatnya kualitatif,” papar Sutiari. Puspita juga mengukur tingkat pengetahuan pedagang minuman

mengenai bahaya penggunaan rhodamin B dan metanil yellow. Dari kuisioner yang disebarkan, diketahui 57,5% pedagang memiliki pengetahuan yang kurang dan sisanya tergolong baik. Sekitar 60% pedagang memahami pengertian pewarna minuman. Untuk pengertian rhodamin B dan metanil yellow, sebesar 57,5% pedagang belum mengetahui dengan baik mengenai hal tersebut. “Selain itu, 57,5% pedagang tidak bisa menjawab tentang bahaya dan dampak penggunaan rhodamin B dan metanil yellow,” kata Sutiari mengutip laporan Puspita. Lebih lanjut, 67,5% pedagang tidak mengetahui ciri-ciri warna rhodamin B dan metanil yellow. Untuk pertanyaan tentang ciriciri rhodamin B dan metanil yellow yang lebih tahan lama, sebesar 75% pedagang tidak mengetahui ciri-ciri tersebut. “Ada beberapa jenis pewarna yang dilarang pemerintah seperti metanil yellow, rhodamin B, magenta, penceau 3R, penceau SX,

citrus merah,” urai Sutiari. Masalah yang ditimbulkan akibat pewarna tersebut antara lain iritasi kulit, iritasi mata, jika tertelan dan terhirup dapat menyebabkan kerusakan hati, keracunan makanan dan gangguan pencernaan atau pun pernapasan. “Akhirnya, bisa terkena kanker,” imbuhnya. Ironisnya, 100% pedagang tidak mengetahui amaranth merupakan pewarna yang dilarang dan 92,5% pedagang juga tidak mengetahui citrus merah merupakan pewarna yang dilarang. Sebanyak 47,5% pedagang yang mengetahui rhodamin B dan metanil yellow merupakan pewarna yang dilarang untuk digunakan. “Hal ini menunjukkan, sebagian pedagang belum mengetahui dengan baik informasi mengenai jenis-jenis pewarna yang dilarang untuk digunakan,” tulis Puspita. Pedagang mengaku tidak memperhatikan bahan pewarna yang digunakan karena hanya berorientasi pada keuntungan dan daya tarik. Masyarakat lebih tertarik pada minuman dengan

warna yang mencolok. Kurang Informasi “Rendahnya tingkat pengetahuan tentang penggunaan pewarna sintetis di minuman sangat dipengaruhi pendidikan. Sebanyak 42,5% pedagang memiliki tingkat pendidikan sampai tingkat sekolah dasar,” ungkap Puspita. Ia menyebutkan, beberapa pedagang menyatakan tidak pernah mendengar tentang penggunaan rhodamin B dan metanil yellow di minuman jajanan. Dari hasil wawancara Puspita dengan pedagang, alasan kurangnya informasi yang didapatkan karena pedagang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak memungkinkan untuk membaca dan mendengar informasi dari televisi, radio, dan koran. “Faktor lainnya, kurangnya pengawasan terhadap minuman yang beredar di pasaran. Karena itu, perlu pengawasan terhadap minuman yang dijual di pasar tradisional yang kemungkinan terdapat minuman yang belum mendapatkan izin untuk beredar,” paparnya. —rat

Catatan: Vita Jelly Drink Strawberry harus diteliti ulang karena menunjukkan spot setelah dibandingkan dengan standar. Minuman ini menggunakan pewarna lain.


tokoh_643_15_-_21_mei_2011