Page 1

Luh Putu Sri Ratmini

Ida Ayu Maharatni

Kombinasi Tradisional dan Modern

Integritas Jadi Pijakan

PERAWATAN kecantikan menjadi kebutuhan kaum adam dan hawa. Seiring bertambahnya usia, polusi serta kondisi alam yang ekstrem, membuat kulit sering mengalami berbagai perubahan seperti flek, kerut, kusam, jerawat, dll. Inilah pentingnya sebuah perawatan. Kombinasi antara perawatan tradisional dan modern, mampu mencegah terjadinya beragam permasalahan kulit tersebut. Hal inilah yang menjadi perhatian Luh Putu Sri Ratmini. Melalui sebuah klinik kecantikan Altara yang ia dirikan bersama sang suami Erhan Ernanta, Ratmini siap menjadikan setiap permasalahan kulit ada solusinya. Tak hanya itu, Ratmini yang pernah mengenyam pendidikan tentang perawatan kecantikan hingga ke Hongkong dan Paris ini juga senantiasa mengajak kaum hawa sejak dini melakukan perawatan kulit. “Kulit tak hanya dirias atau di-make up. Namun harus dirawat,� jelasnya. Altara Klinik & Spa yang beralamat di Jalan Nangka No. 33 Denpasar siap menjadi tempat melayani berbagai ragam perawatan mulai

ENERGIK, optimis dan ramah begitu sosok perempuan ini. Pemilik nama lengkap Ida Ayu Maharatni, S.Psi., M.Si., ini adalah salah seorang yang berhak memegang licensed practitioner dari Neuro Linguistic Programming (NLP) dari The Society of NLP International. Hal ini menjadikan dirinya memiliki signifikansi dan pengaruh baik dalam kehidupan orang lain. Dunia training telah dilakoninya lebih dari 10 tahun di berbagai perusahaan swasta nasional. Karena itu, kualitas pelatihan dalam berbagai proses pengembangan diri yang ia berikan tidak perlu diragukan lagi. Dunia ini pula yang mengantarkannya membangun bendera sendiri dengan nama “Cristagalli�. Dengan lembaga Cristagalli inilah, Nanik begitu panggilannya berbagi dan menjadi coach bagi masyarakat umumnya dan perempuan khususnya. Bagaimana mereka menentukan pencapaian hidup yang ingin dituju, dengan memiliki gol maupun mimpi yang jelas dengan pendekatan NLP. Ia siap membantu, mengentaskan, mencerahkan, menyenangkan, meringankan atau memudahkan

Bersambung ke halaman 16

Bersambung ke halaman 12

Jantungan jangan Ngeseks Berlebihan

S

ang PSK kontan panik. Ia bergegas mengenakan busana seadanya sambil berteriak meminta tolong. “Ternyata setelah dicek, kakek tersebut sudah meregang nyawa,� ujar salah seorang mucikari kepada Koran Tokoh pekan lalu. Media massa memberitakan kejadian tersebut. Kisah tersebut pun sempat tersiar luas. “Saya sempat membacanya,� ujar Kadek Wahyu, seorang pekerja seni di Penggak Men Mersi Kesiman, Denpasar. Menurut alumnus Institut Seni Indonesia Denpasar, peristiwa tersebut tergolong kejadian langka. Apalagi, kasus kematian itu terjadi di sebuah lokalisasi PSK. “Korbannya kakek berumur 70-an tahun lagi. Saya baru sekali membaca berita seperti itu di koran,� katanya. Kasus kematian sang kakek bisa disebabkan serangan jantung. Penderitanya tergolong rawan kumat gangguan jantung jika beradegan seksual secara

berlebihan. “Penderita penyakit jantung jangan melakukan aktivitas seksual secara berlebihan,� ujar ahli seksologi dan andrologi Prof. Dr. dr. Alex Pangkahila M.Sc.,Sp.And. Menurutnya, aktivitas seksual berlebihan berisiko memacu kerja detak jantung. Akibatnya, penderita bisa mengalami kematian. “Kita sering mendengar ada pria meninggal saat melakukan hubungan seksual. Itu dimungkinkan sang pria menderita penyakit jantung. Aktivitas seksualnya berlebihan membuat jantung berdetak kencang di atas normal, sehingga dapat menyebabkan mati mendadak,� jelasnya. Biasanya detak jantung normal 72-80 kali per menit. Namun, jika detak jantung lebih dari 220 kali per menit otomatis berbahaya bagi penderitanya. “Akibatnya bisa fatal,� ujarnya. Untuk itu, Alex menganjurkan, bagi penderita jantung, saat melakukan hubungan seksual tidak menggunaan gaya yang menguras tenaga serta

tkh/dok

Prof. Dr. Tuti Parwati

ADA beberapa jenis penyakit jantung. Selain jantung koroner, ada pula kelainan katup bawaan, jantung hipertensi, dan jantung karena diabetes. “Biasanya faktor risiko yang mempercepat terjadinya penyumbatan, penyempitan, plak di pembuluh darah koroner dikarenakan seseorang menderita diabetes, hipertensi, kolesterol, kebiasaan merokok, kurang berolahraga, stres dan faktor keturunan,� jelas dokter spesialis jantung dr. I G. N. dr. I G. N. Putra Gunadhi, Sp. JP (K) tkh/dok

tkh/lik

Prof. Dr. dr. Alex Pangkahila

memacu detak jantung. “Jika yang menderita penyakit jantung pria, sebaiknya wanita lebih aktif melakukan foreplay. Posisi perempuan sebaiknya di atas lawan jenisnya saat berhubungan seks,� katanya. Menurut Alex, dalam keadaan normal atau tidak beraktivitas, jantung yang sakit memikul beban berat. Apalagi jika kondisi ini ditambah volume aktivitas tinggi. Kondisi jantung makin berat. Saat orgasme, menurutnya, detak jantung meningkat dua kali lipat daripada detak normal. “Jika detak jantung biasanya 80 kali per menit, saat orgasme menjadi 160 per menit,� jelasnya. Tak hanya itu, orgasme juga membuat tekanan darah meningkat hingga 50% dibandingkan tensi darah normal. “Makanya, agar lebih aman, bekali diri dengan alat BERITA TERKAIT HALAMAN 16

Dipicu Gaya Hidup ORANG berusia di bawah 40 tahun disebut-sebut jarang terkena serangan jantung. Anggapan ini tak sepenuhnya benar. Pengalaman itu dialami Prof. Dr. dr. Tuty Parwati, Sp.P.D. saat masih menjadi mahasiswa fakultas kedokteran. Ketika itu, ia merawat pasien yang terkena serangan jantung padahal orang itu usianya 20 tahun. “Usia muda dan kondisi tubuh yang terlihat sehat dari luar belum tentu dia benar-benar sehat. Untuk mengetahui apakah ada sakit di dalam organ tubuh, perlu dilakukan pemeriksaan lebih detail. Sekarang zaman

Kunjungan ke Dokter Jantung Meningkat 20%

tkh/ten

SEORANG lelaki sepuh mendadak terkulai lemas di atas ‘perut’ seorang pekerja seks komersial (PSK) di sebuah lokalisasi di Kota Denpasar. Perempuan ini semula mengira pria berumur sekitar 70-an tahun yang sedang beradegan mesum dengan dirinya itu sekadar hendak beristirahat sejenak. Tetapi, setelah lewat beberapa menit ternyata tubuh sang kakek tetap terpaku.

Setelah Kematian Adjie Masaaid

Saat Orgasme Detak Jantung Meningkat

sudah maju dan teknologi canggih. Bagian terdalam tubuh sudah bisa dilihat, apakah ada gangguan, apakah fungsinya baik,� ujar dokter ahli penyakit dalam ini. Kasus Adjie Massaid yang diduga meninggal akibat serangan jantung bisa saja menimpa siapa pun. “Yang namanya serangan jantung itu terjadi tiba-tiba sesuai dengan namanya serangan. Munculnya serangan ini bisa dipicu gaya hidup, hormonal, keturunan, dan jenis kelamin. Kaum perempuan yang sudah menopause lebih mudah terkena serangan jantung karena faktor keseimbangan hormon dalam

Yudi Angligan

pengukur detak jantung atau denyut nadi. Gunanya untuk mengontrol segala aktivitas, termasuk aktivitas seksual, sesuai kapasitas kerja jantung,� katanya. Tak hanya aktivitas fisik, serangan jantung juga muncul akibat stres. Hal tersebut sering menimpa seseorang saat melakukan hubungan seksual dengan bukan pasangannya. “Karena takut ketahuan, akan memicu detak jantung lebih keras, sehingga tak menutup kemungkinan bisa terjadi serangan jantung,� tambahnya. Seseorang yang sering mengonsumsi ‘obat kuat’ tanpa anjuran dokter juga bisa membuat detak jantung meningkat. “Biasanya, obat kuat yang dijual bebas mencampurkan sildenafil yang berefek meningkatkan ereksi dengan obat lain, tanpa pengawasan ahlinya malah membahayakan jantung orang yang mengonsumsinya,� katanya. Bersambung ke halaman 16

Kasus Adjie Massaid bisa Timpa Siapa saja tubuh mereka,� tandasnya. Istri dr. Sutrisna Widjaya, M.P.H. ini menjelaskan, pembuluh darah halus dan elastis yang mengalami pertumbuhan seiring pertambahan usia akan menjadi tebal dan kaku. Jika suatu saat pembuluh ini tersumbat, lalu ada tekanan darah yang kuat karena stres atau kelelahan, pembuluh ini akan pecah. Bersambung ke halaman 16

Putra Gunadhi, Sp.JP (K). Penyakit jantung lebih dominan diderita laki-laki berusia di atas 40 tahun. Bagi perempuan, di atas 50 tahun/ setelah menopause. Ini akibat pengaruh hormon estrogen. Biasanya pada laki-laki di atas 40 tahun sudah terjadi penyumbatan, penimbunan lemak di lapisan pembuluh darah koroner. Penyumbatan berupa plak itu belum bermakna jika masih 20-40% dari diameter pembuluh Bersambung ke halaman 16

Perdiknas Gandeng Alfamart

Ajak Perempuan Kota Denpasar Melukis

Ny. Rai Iswara

Ny. Selly D. Mantra

GORESAN tangan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra didampingi Ny. Antari Jayanegara dan Ny. Rai Iswara, pada Minggu (6/2), menandai dibukanya

Lomba Melukis Khusus Perempuan dan Lomba Tari Bali dalam rangkaian acara HUT ke-42 Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar. Sudah menjadi tradisi, berbagai acara digelar serangkaian

Ny. Antari Jayanegara

peringatan hari ulang tahun Perdiknas yang menaungi SMP Nasional, SMA Nasional, SMK Teknologi Nasional dan Undiknas University ini. Namun Bersambung ke halaman 16

Seminar Bisnis

Pegawai bisa Menjadi Pengusaha ENDRA Gunawan S.Pd., M.M. merupakan sosok Umar Bakri masa kini. Sosok Bakri dilukiskan oleh penyanyi lawas Iwan Fals dalam syair lagunya, sebagai sang pegawai negeri yang berangkat dengan sepeda buntut. Meski sama-sama sebagai guru, nasib Pak Endra jauh lebih bagus daripada si Bakri. Ia punya penghasilan jauh lebih besar, berangkat ke sekolah tak lagi memakai sepeda buntut tapi mobil mewah. Satu lagi bedanya dengan si Umar Bakri, Pak Endra guru yang juga

pengusaha. “Tugas sebagai guru merupakan panggilan jiwa, menjadi pengusaha adalah citacita,� ungkap pria kelahiran Bengkulu 11 September 1973 ini. Di Indonesia tak banyak pengusaha sukses yang berlatar belakang guru atau pegawai. Pak Endra tergolong guru yang kreatif dan inovatif. Selain mencerdaskan para siswanya ia mendidik masyarakat menjadi pengusaha. Mengabdikan diri sebagai guru telah dilakoni Pak Endra sejak tahun 1996 di SMKN Jambi. Menurutnya, profesi guru sangat Endra Gunawan S.Pd., M.M.

Bersambung ke halaman 12


2

Tokoh

13 - 19 Februari 2011

ASPIRASI

Endek Batik bangkit, gara-gara ulah negara jiran. Para selebritas langsung menjadikannya busana sehingga gengsinya naik. Sekolah, kantor-kantor pun ikut memopuPutu Wijaya lerkan. Pada hari-hari tertentu semua murid dan pegawai diharuskan mengenakan batik. Itu gerakan untuk membuktikan bahwa batik adalah asli Indonesia. Milik Indonesia. Sejak itu batik naik daun. Ami yang sebelumnya tak pernah pakai batik, tak terkecuali. Ia sampai menunda membeli buku karena ingin punya koleksi batik. Amat dan istrinya juga tidak ketinggalan. Seluruh rumah ikut memperjuangkan batik. “Memang harus ada serangan dulu, baru kita menyusun pertahanan,” kata Amat menyimak masa itu, “baru kalau ada musuh, kita akan bersatu. Baru kalau ada yang mencuri, barang yang semula digeletakkan di gudang belakang, tak pernah ditoleh, mendadak jadi berharga. Baru kalau sudah hilang, semuanya kita cari!” Sekarang giliran endek. Jenis kain tradisional itu ikut dipopulerkan Ami menjadi salah satu identitas lokal. Tetapi, Amat kelihatan tak ikut latah. Dia tetap pada pendiriannya. Harus ada musuh lebih dahulu, baru kebangkitan itu akan terjadi. “Niat kamu bagus Ami. Niat untuk mengangkat endek itu tidak salah. Tetapi, kalau mau berhasil seperti batik, harus pakai strategi!” “Lho ini sudah strategi,” kata Ami sambil memperagakan busana endek yang dipakainya untuk menghadiri malam pesta tahunan di kampus, “bagus kan, Pak?!” Amat menggeleng-geleng kepalanya.. “Bapak jangan gitu! Bagus tidak?!” “Ini soal bagus-tidak? Atau, soal pantes-tidak?” “Ya semuanya!” “Kalau bagus ya memang bagus, tetapi.” “Tetapi, apa?” “Tidak pantes!” Ami kontan marah. “Bapak tidak nasionalistik!” teriak Ami meradang sambil pergi. “Lho bagus dan pantes itu beda Ami!” Ami menutup telinga dan kabur. Amat jadi menyesal sudah berkata jujur. “Harusnya tadi aku bilang bagus dan pantes. Tetapi, aku tidak bisa membohongi apa yang aku lihat,”kata Amat pada istrinya. “Apa susahnya bilang bagus dan pantes supaya anakmu seneng, Pak?” “Tetapi, itu tidak pantes meskipun bagus.” “Tidak pantes bagaimana?” “Ya tidak pas. Ami pakai endek begitu kan gara-hara lagi musimnya sekarang. Sama dengan orang pakai baju model yang kelihatan bokong dan perut itu. Kalau yang pinggang gitar, pakai begituan tidak apa. Tetapi, yang gembrot dan buncit sudah latah ikut-ikutan, jadinya malah kita yang melihatnya jadi malu.” “Bapak tahu berapa harga baju Ami itu? Belinya di boutique terkenal lho!” “Itu dia, kebagusan dan kepantesan itu tidak ada hubungannya dengan harga, Bu. Baju murah juga bisa bagus kalau pantes. Ya tidak?!” “Tetapi, sekarang kan musimnya orang pakai endek, Bapak tidak tahu ya?!!!” Amat tertawa. “Itulah. Janganlah si Ami memaksakan diri memakai busana, ikut-ikutan musim. Itu namanya korban mode. Itu dagang, Bu. Lain dengan batik. Batik itu menyangkut budaya kita bersama yang mau direbut.” “Jadi nunggu supaya endek itu direbut dulu, baru pantes dipakai?” “Ya!” Bu Amat tertawa. “Susah bicara dengan perempuan,” kata Amat kemudian pada tetangganya, “mereka mengacaukan antara bagus dan pantes. Mereka juga tidak mengerti apa beda strategi dan ambisi.” Tetangga, padahal tidak mengerti persoalannya, membenarkan. “Betul Pak Amat,” katanya bersemangat, “tetapi bukan hanya perempuan, laki-laki juga begitu. Mereka tidak pernah tahu apa beda kurang dan lebih. Kalau pendapatan kita kurang bolehlah dia mengeluh, tetapi kalau kita bawa uang berlebihan, tetap saja dia bilang kurang.” “Ini soal pakaian Pak Darmawan.” “O pakaian? Bagaimana itu Pak Amat?” “Kalau musim baju broklat, semua pakai broklat, tidak peduli pantes atau tidak. Sekarang zaman pakai endek, semua pakai endek. Tidak peduli pantes atau tidak.” “Tetapi, terlepas dari pantes atau tidak, itu kan bagus Pak Amat?” “Bagusnya apa?” “Gerakan memakai endek itu kan akan memelihara warisan tradisi kita. Daripada nanti diaku-aku oleh negara lain lagi. Berapa kali lagi kita harus kecolongan? Anak dan istri saya juga sudah punya baju endek Pak. Kalau putri Bapak si Ami itu pakai endek pasti akan cantik sekali. Kalau Pak Amat berminat, biar nanti malam istri saya menunjukkan.” Amat cepat pulang sebab tidak dapat dukungan. “Kalau endek mau bangkit, seperti batik bangkit, tak cukup ukurannya hanya bagus atau tidak,” sambat Amat pada istrinya, “Bagus-tidak itu kan bahasa dagang. Kalau di belakangnya hanya ambisi dagang, semua akan hangat-hangat tahi ayam saja. Hari ini semua latah pakai endek, tetapi besok, lihat saja endek pasti akan ditinggalkan lagi!” “Jadi mesti bagaimana?” tanya Bu Amat. “Pakai endek itu jangan hanya jadi mode tetapi kebanggaan. Kebangaan itu yang akan menjadi keharusan.” “Caranya bagaimana?” “Mesti ada tantangan.” “Musuh?” “Ya semacam itu!” “Kan sudah ada?” Amat terkejut. “Ada? Mana?” Bu Amat langsung menunjuk ke dada suaminya. “Bapak sendiri!” Amat tertawa. Ia geleng-geleng kepala lagi. “Susah berdebat dengan perempuan,” bisiknya dalam hati, “mereka tidak mau kalah. Ya kita terpaksa mengalah saja untuk menjaga perdamaian di dalam rumah.” Lalu Amat buru-buru tidur. Bangun esok harinya ia terkejut, karena menemukan sebuah piala besar di meja kamar tamu. Belum sempat bertanya, Bu Amat menghampiri membawa kopi. “Itu dibawa Ami semalam.” “Piala apa ini?” “Ami terpilih sebagai Ratu Kampus semalam.” Amat tercengang. “Sebenarnya waktu mau berangkat, Ami juga merasa tidak pede pakai baju endek itu semalam, padahal harganya mahal. Tetapi, untung Bapak mengejek dia, mengatakan tidak pantes, Ami akhirnya nekat berangkat dengan baju itu. Sekarang dia masih tidur menikmati mahkota ratunya karena baju endek itu.” Koran

Mingguan

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

KORAN TOKOH Bersama: Bagaimana cara Anda merayakan Hari Valentine? Gust Dung Dung Gust

“Hubungan Aktivitas Otak dan Kecerdasan” Sampaikan opini Anda Minggu 13 Februari 2011 dalam acara interaktif “Wanita Global” 96,5 FM pukul 10.00 - 12.00 Wita. Opini dapat juga disampaikan lewat Faksimile 0361 - 420500 dan E-mail Radio On Line: www.globalfmbali.com, E-mail: globalfmbali@yahoo.com Pendapat Anda tentang topik ini dimuat Koran Tokoh 20 Februari 2011

Penggunaan Pupuk Kimia Sebabkan Abrasi di Bali ABRASI ancaman serius bagi Bali. Pulau Bali kehilangan tanah pantai rata-rata 5 juta M3 setahun. Dalam perjalanan dari Tabanan ke Jembrana makin panjang pantai yang terlihat dari jalan raya. Di Pantai Selatan hutan bakau menjadi tumbuhan beton. Cobalah inspeksi ke sepanjang pantai di Bali Utara Penyebabnya macam-macam. Dari pengaruh pemanasan global, reklamasi pantai, pengambilan pasir pantai. Tetapi, penyebab yang paling dominan, pola pertanian yang diterapkan selama ini dengan menggunakan pupuk kimia (anorganik) besar-besaran. Hanya 40% yang terserap, sisanya hanyut ke sungai, ssmpai ke muara laut, mengalir ke terumbu karang menjadikannya busuk dan mati. Padahal terumbu karang penahan arus gelombang. Kurangi pupuk anorganik, galakkan penghijauan, kembalikan air ke dalam tanah, olah limbah rumah tangga. Demikian pandangan yang berkembang dalam Siaran Interaktif Koran Tokoh di Global FM 96,5 Minggu (6/2). Topiknya “Abrasi Mengancam Bali”. Berikut petikannya.

tanah pantai oleh tenaga gelombang arus laut. Abrasi menjadi salah satu problem primer di Bali dan kondisinya cukup serius. Menurut data Badan Litbang Departemen PU, akhir tahun 1996an, akibat abrasi, Bali rata-rata Pola Pertanian kehilangan tanah pantai 5 juta meter kubik per tahun. Jika hal ini Penyebab Abrasi terjadi terus-menerus, banyak Abrasi adalah pengikisan kawasan pantai di Bali akan

lenyap. Tahun 1980-an jika kita berkendaraan dari Tabanan ke Jembrana, pantai yang terlihat hanya beberapa kilometer, sebagian besar tidak terlihat. Sekarang hampir sepertiga perjalanan kita sudah bisa melihat pantai dari jalan raya. Pantai makin banyak kawasannya yang dekat dengan jalan raya. Bersambung ke hlm. 12

Abrasi di Bali dan Pengaruhnya terhadap Hak atas Tanah BERBAGAI dampak yang ditimbulkan abrasi dan erosi di muara sungai, beberapa tahun terakhir sangat dirasakan penduA.A.Sagung Mastini duk yang bermukim di pantai, baik di pantai selatan dan timur, barat, maupun pantai utara

pulau Bali. Januari 2011 ini saja telah terjadi beberapa kasus abrasi yang melanda pantai di Bali se perti abrasi di Kabupaten Buleleng, di Subak Hyang Desa Bungkulan puluhan hektare sawah terendam air, di Dusun Kubu Kelod juga di Desa Bungkulan puluhan rumah rusak dan hanyut, di Dusun Pabean Desa Sangsit beberapa rumah rusak. Abrasi juga melanda kuburan di Banjar Pilihan, Desa Pakraman Tianyar, Karangasem; beberapa kuburan amblas ke

laut. Demikian pula kuburan warga Tegalbesar di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, yang berada di bibir pantai tergerus air laut, di muara Tukad Melangit yang merupakan perbatasan Kabupaten Klungkung dan Gianyar. Awal Februari 2011 abrasi kembali menerjang kuburan di Pilihan Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem; 14 kuburan diterjang gelombang. Demikian pula di Kabupaten Buleleng, 13 rumah nelayan di Banjar Sari Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, hancur diterjang gelombang pasang. Bersambung ke hlm. 12

Hari Valentine dikenal di seluruh dunia dengan hari kasih sayang. Biasanya anak anak muda mengungkapkan kepada pasangannya dengan setangkai mawar merah muda. Kita secara umum bisa merayakan dengan menambah kasih dan cinta kita kepada sesama, memaafkan kesalahan antara kita sesama makhluk hidup. Saling mengasihi dan mencinta kepada tiap makhluk Tuhan.

Rika Jadeath Valentine akan saya lewati dengan kegiatan sosial, merawat anakanak sakit di rumah sakit, dengan beragam diagnosa medis. Kebetulan saat itu saya shift malam. Kasih sayang tidak hanya kepada keluarga, teman atau kekasih, tetapi juga kepada pasien-pasien saya di RS. Mereka masih kanak-kanak, tidak hanya obat yang mereka perlukan namun juga kasih sayang supaya cepat sembuh.

Ayu Dwijayanti Valentine nggak mesti dirayakan pas 14 Februari. Kalau bisa tiap hari penuh dengan cinta. Kalau aku biasanya cuma kasih cium dan ucapan terima kasih untuk orang-orang yang menyayangiku dan selalu ada setia bersama saat suka dan duka.

Titi Suryani Ngadain undian sama teman sekelas buat tukar-tukaran kado tapi yang menerima nggak tahu siapa yang ngasi hadiah itu. Kado serempak dibungkus pakai kertas koran ditempelin pakai nomor absen si penerima.

Ngurah Arya Mengenai Valentine, saya teringat masa SMA dulu. Karena kala itulah mengenal ada perayaan khusus yaitu hari kasih sayang/Hari Valentine setiap 14 Februari. Berbagai cara dilakukan untuk mengungkapkan perasaan sayang kepada sesama (pacar khususnya). Biasanya dulu diungkapkan lewat kartu khusus yang berisi kata-kata indah, romantis banget. Kini seiring perkembangan zaman, tentu cara pengungkapan hari kasih sayang berbeda.

Made Sandiego Hari valentine lebih meriah di Barat daripada di Timur. Tapi sekadar mengikuti zaman, saya merayakan dengan keluarga saja. Karena Valentine bukan untuk mereka yang pacaran saja tapi kasih sayang untuk keluarga dan semua orang.

Dewa’yu Murniasih Saya hanya ingin Valentine dimaknai lebih luas, menebar cinta dan kasih kepada semua umat, alangkah indahnya kerukunan dan kedamaian.

Ery Jaya Di hari Valentine, saya ingin merayakannya bersama keluaga, karena hari kasih sayang tidak buat sang pacar saja, tentunya buat anak dan istri lebih utama dan tak lupa buat pelanggan saya. Selamat Hari Valentine.

Putu Santhi Tukar kado dengan sahabat dan keluarga, bikin pesta kecil merayakan hari kasih sayang sedunia.

Wayan Edi Momen ini seharusnya dipakai mengubah dari sifat yang penuh emosi, marah, benci menuju ke sifat kasih sayang setidak-tidaknya dari keluarga meluas ke banjar menuju ke desa terus ke kabupaten merambah provinsi dan negara, sehingga akan mampu menekan kejadian warga RI atas kasus adat dan agama sampai menimbulkan tindak anarkis. Damailah selalu. Pemenang kuis minggu ini adalah Rika Jadeath, Titi Suryani, Dewa’yu Murniasih. Pemenang mendapatkan voucher facial intensive gratis di House of Dura. Hadiah diambil di Sekretariat Koran Tokoh, Gedung Pers Bali K. Nadha Lantai III Jalan Kebo Iwa 63A Denpasar, telepon 0361-425373. Hubungi Ayu/Agus, Senin-Jumat pukul 09.00-15.00 wita.

Mengaktivasi Otak Tengah? Pikirkan dulu Bahayanya PERDEBATAN mengenai otak tengah (midbrain) terus terjadi. Benarkah IQ yang rendah tiba-tiba meloncat menjadi genius dengan program aktivasi otak tengah? Pathway to genius barangkali hanya sekadar impian. Otak tengah berfungsi sebagai pusat pengendali jantung, pembuluh darah, pernapasan, refleks dan fungsi penting lainnya. Sampai hari ini belum ada satu pun publikasi ilmiah yang menyatakan bahwa otak tengah dapat diaktifkan untuk meningkatkan kecerdasan manusia, apalagi meng-upgrade-nya menjadi jenius atau memiliki kemampuan supranatural. Prof. Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Universitas Indonesia, menyatakan bahwa Teori Otak Tengah seperti ini jelas sebuah penipuan. Pembentukan sel otak dimulai sejak minggu ketiga sel sperma membuahi sel telur, dengan kecepatan tumbuh 250 ribu sel/ menit. Saat lahir anak memiliki 100 miliar sel otak serta 1 triliun sel glia, yang berfungsi sebagai pelindung. Saat usia 3 tahun telah terbentuk 1000 triliun jaringan koneksi/sinapsis, 2 kali jumlah jaringan orang dewasa. Otak manusia dibagi menjadi enam divisi utama, yaitu Serebrum, Diensefalon, Serebelum, Midbrain, Pons dan Medula Oblongata. Tiga bagian terakhir disebut brain stem atau batang otak. Midbrain terdiri atas superior colliculi dan inferior colliculi, masing-masing berfungsi sebagai pusat refleks. Haxiu & Yamamoto (2002) membuat penelitian midbrain pada musang. Aktivasi ini ternyata justru mengakibatkan otototot pernapasan terganggu. Larsen, dkk. (2001) menemukan bahwa aktivasi midbrain berdampak pada perubahan tekanan arteri utama, aliran darah di ginjal, paha dan daerah bawah

jantung hingga mencapai 328%. Tulisan Critchley, dkk. (2005) membuat kita terperangah, karena ternyata induksi midbrain dapat mengakibatkan mental stres, serta berbagai stres lain yang akan memicu gangguan irama jantung dan kematian mendadak (sudden death). Penyebabnya, tidak seimbangnya dorongan simpatetik persarapan jantung. Range IQ normal adalah 90 – 110. Dengan IQ normal seorang anak bisa tamat SMA, bahkan tamat S1. Di atas angka tersebut seseorang disebut superior. Seseorang dikatakan jenius apabila memiliki IQ lebih dari 140. Tidak ada jaminan anak-anak dengan IQ yang tinggi pasti berhasil dalam hidupnya, karena ternyata 80% keberhasilan justru ditunjang kecerdasan emosional (EQ). Dalam keadaan tertentu seperti takut, sedih akibat depresi dan berbagai stres/tekanan mental lainnya seseorang menjadi kehilangan daya konsentrasi, sehingga sulit belajar dan turun prestasi akademiknya. Peranan orangtua sangat besar untuk proses belajar seorang anak, apa yang orangtua pikirkan, katakan dan lakukan akan terus melekat dalam benak anak-anak, memengaruhi suasana dan kenyamanan belajar mereka, serta memengaruhi jalan hidup dan masa depan mereka. Ada cukup banyak cara yang biasa dipakai untuk mengaktivasi otak, misalnya dengan alunan musik klasik, instrumentalia, gerakangerakan tubuh, menciptakan suasana tertentu, bermain dengan angka, atau menambahkan berbagai bahan chemical. Akhir-akhir ini program neurolinguistik programming (NLP) juga turut dipakai, guna mencapai keadaan extra sensory perception (ESP). Suasana dibuat sedemikian rupa agar seluruh peserta yang ada di ruangan tersebut memasuki alpha state - suatu fase gelombang lambat di otak - yang membuat seseorang mudah dipengaruhi dan diisi berbagai hal oleh para instruktur. Menurut mereka dalam

Lely Setyawati

waktu 12 jam anak-anak bisa dibuat jenius. Ini sebuah tawaran menyesatkan tetapi sangat menggiurkan orangtua. Selembar penutup mata mereka pakai untuk memfokuskan perhatian peserta (metode BFR, blindfold reading) dan membuat hal-hal ajaib. Aktivasi dianggap berhasil apabila anak-anak berhasil mengenali berbagai macam benda/halangan di sekitarnya dalam keadaan mata ditutup. Bahkan mereka berani menjanjikan, anak-anak akan memiliki kemampuan tembus pandang, menyusun kartu remi secara urut tanpa melihat, dapat membaca suatu dokumen rahasia di balik tembok, menghitung uang yang ada dalam dompet di saku baju seseorang, merangkum seluruh isi textbook dalam waktu singkat, memprediksikan halhal buruk yang bakal terjadi esok, dan bahkan membaca pikiran orang-orang yang ada di sekelilingnya agar tak mudah tertipu. Pandangan tersebut tentu tidak begitu saja dapat dibenarkan, karena secara medis kita bisa mengenali fungsi fisiologis seluruh organ tubuh kita. Untuk apa Tuhan menciptakan mata yang baik kalau kita singkirkan fungsinya begitu saja. Mengaktifkan dan menciptakan seseorang untuk memperoleh pengalaman extra sensory perception dan melatih ke-

waspadaan (awareness) secara berlebihan, sudah jauh melenceng dari ranah medis. Bahkan hal ini erat kaitannya dengan terjadinya berbagai gangguan mental, yang salah satu gejalanya adalah mampu mendengar, melihat, merasakan dan membaca hal-hal yang tidak bisa didengar, dilihat, dirasakan dan dibaca oleh orang-orang sehat lainnya. Pada kasus-kasus skizofrenia pasien merasa yakin dengan kemampuannya membaca isi hati dan pikiran orang-orang lain di sekelilingnya, seraya meyakini berbagai penglihatan dan pendengaran gaib. Kondisi awareness yang dibangkitkan secara berlebihan justru membuat seseorang mengalami berbagai gangguan jiwa, dari yang ringan berupa Gangguan Cemas (was-was berlebihan) sampai tipe berat berupa Gangguan Paranoid. Memang cukup banyak orangtua yang kecewa tetapi tak berani mengadu, mereka mendapati nilainilai anaknya tetap saja seperti sebelumnya. Perilaku anak tetap kasar, bahkan muncul berbagai kebiasaan baru seperti gangguan tidur, bangun terlalu dini (pukul 03.00) dan wajah yang selalu murung. Siapa yang disalahkan? Orangtua! Karena, mereka kurang rajin melatih anaknya. Padahal peningkatan kemampuan akademis dan emosional tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Hubungan orangtua dan anak tidak bisa dibatasi seperti halnya sebuah mata pelajaran di sekolah. Ikatan emosional di antara mereka akan sangat menentukan kualitas hubungan yang terjalin. Idealnya orangtua memiliki waktu yang tak terbatas untuk anak-anaknya, demi sebuah proses kematangan dan kemandirian. Seringkali orangtua terlalu sibuk sehingga tidak punya cukup waktu untuk memperhatikan buah hati mereka. Waktu 15-30 menit sehari terlalu sedikit untuk berdiskusi, saling curhat atau sekadar bermain bersama dan bercanda. Orangtua perlu menghargai tiap

talenta yang dimiliki anakanaknya, karena pada dasarnya semua anak adalah cerdas. Kecerdasan ini tidak bisa disamakan dengan IQ, karena saat ini kita telah mengenal delapan macam kecerdasan, yang dikenal sebagai multiple intelligence. Mereka yang tidak bisa matematika dan IQ-nya rendah bukan berarti tidak cerdas, karena mungkin saja mereka memiliki kecerdasan interpersonal yang baik. Mengapa dalam waktu 12 jam pelatihan atau satu setengah hari saja anak-anak tersebut bisa berubah lebih baik? Karena, pada dasarnya anak-anak dengan perilaku bermasalah sebenarnya membutuhkan perhatian dari orangtua mereka. Dalam program pelatihan ini ada sebuah sesi yang meminta orangtua memperhatikan anaknya, serta mau melatih kembali anak-anak tersebut di rumah minimal 1530 menit. Dengan demikian yang terjadi di sini sebenarnya bukan keajaiban aktivasi otak tengah, tetapi justru karena sikap baik dan keteladanan orangtua. Itulah sebabnya orangtua diminta waspada dan berhati-hati sebelum mengirim anak-anak mereka ke suatu institusi yang menawarkan sanggup mengubah anak-anak menjadi jenius dalam sekejap. Orangtua perlu menghargai tiap talenta yang dimiliki anak-anaknya, karena pada dasarnya semua anak adalah cerdas. Suatu tantangan bagi kita, mampukah kita menghasilkan anak-anak yang bukan sekadar CERDAS, tetapi juga BAIK dan BERMORAL? Cerdas dan genius saja belumlah cukup. Karena, dengan kecerdasan saja tidak menjamin mereka membuat dunia ini menjadi lebih baik. Lely Setyawati Dokter di Rumah Sakit Sanglah

zPemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Widminarko zPemimpin Perusahaan: IDK Suwantara zStaf Redaksi/Pemasaran Denpasar: Syamsudin Kelilauw, Ratna Hidayati, Budi Paramartha, IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Lilik, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. zBuleleng: Putu Yaniek zRedaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati zNTB: Naniek Dwi Surahmi. zSurabaya: Nora. zDesain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman zSekretariat: Kadek Sepi Purnama, Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara zAlamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373 z Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605 z NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257 z Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240 z Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com; redaksitokoh@yahoo.com z Situs: http/www.cybertokoh.com; http/www.balipost.co.id z Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta, Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 z Percetakan: BP Jalan Kepundung 67 A Denpasar.


13 - 19 Februari 2011 Tokoh 3

Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.H. dengan Ni Made Kariani, S.E., S.H.

-Habis

4

Lanang bersama keluarga

Salah satu peserta Tari Perang

Mendaki 564 Anak Tangga TURNI

Petualangan Keliling Nias Putu Wijaya

3 SETELAH bermalam di hotel di atas laut di Howu-Howu, kami menuju perkampungan Bawomataluo, desa yang paling tinggi di Nias. Di rumah adat tua yang terbesar kami dinanti dan akan disuguhi tari perang dan acara lompat batu. Rasanya tak sabar lagi. Esoknya. masih gelap, saya sudah siap dan keluar kamar. Matahari belum terbit, tetapi bias sinarnya membuat pemandangan jadi bersemu biru di kamera. Saya menatap ke horizon dan mengikuti bagaimana matahari perlahan keluar dari garis laut. Indah, tetapi sejak tragedi tsunami, keindahan itu menakutkan. Alam memiliki dua wajah yang bertentangan. Begitu sampai di Bawomataluo saya tertegun meman-

dang ke puncak bukit. Itu desa di langit. Saya akan melangkah di atas awan – seperti judul sinetron yang saya buat tahun 2007. Memanjat ke sana merupakan tantangan. Meskipun pernah mendaki bukit batu di New Mexico, tetapi itu 36 tahun yang lalu. Apalagi saya hanya pakai sandal jepit. Saya jadi mikir juga. Tetapi, ketika panitia mempersilakan saya naik mobil, saya merasa ditantang. Lalu saya melangkah paling depan. Ternyata jalan ke sana bukan jalanan tikus seperti saya duga, tetapi tangga-tangga semen yang rapi. Saya merasa aman. Tiap sebentar jalanan mendatar beberapa meter, tetapi kemudian disusul tangga yang lebih tinggi. Total menurut hitungan asisten yang berjalan di samping saya, ada 564 tangga. “Tidak ada yang tahu berapa jumlah sebenarmya, tiap orang akan menghitung lain-lain,� kata Hardy salah seorang panitia yang juga salah seorang juri lomba foto itu. Di puncak tangga itulah terbentang permukiman Bawomataluo. Ada toko-toko di samping rumah adat raksasa dan perumahan warga yang terpelihara keasliannya. Memandang ke bawah, saya merasa seperti dewa melihat ke atas dunia. Hamparan lepas yang sangat luas. Hijau dan indah. Sebagai orang yang datang dari Jakarta dengan harga satu meter tanah sampai puluhan juta rupiah, saya terpana. Sungguh mengagumkan selera beliau yang dahulu memilih lokasi ini. Bukan saja artistik tetapi dari sudut strategi, sangat taktis, gampang mengawasi kalau ada sergapan musuh.

Putu Wijaya bersama anak albino

 Bersambung ke halaman 12

KEBAHAGIAAN Lanang makin lengkap, karena Kariani hamil anak keempat. Saat istrinya masuk rumah sakit untuk melahirkan, ayah Lanang, Cening Dasi, pada saat bersamaan juga masuk rumah sakit. Kariani melahirkan Raditya Abinawa Sukawati dengan selamat. Ketika ia dibolehkan pulang, Cening Dasi masih dirawat di rumah sakit.

Selalu Rayakan Ultah Perkawinan

Lanang bersama Ketua KPU Pusat (memakai peci hitam) dan Pj. Bupati Jembrana

S

etelah dibolehkan pulang, Lanang me ngajak ayahnya bertempat tinggal di rumahnya di Denpasar. Tetapi, lima hari setelah kelahiran Raditya, ayah Lanang kembali kritis dan harus segera dilarikan ke RS Sanglah. Setelah beberapa hari dirawat, Cening Dasi mengembuskan napas terakhirnya. Sebelum meninggal Cening Dasi sempat berpesan pada Lanang, jemet-jemet manyama. Ada pula pesan khusus yang disampaikan kepada Kariani sebelum ia melahirkan Raditya. Ia berpesan, kakak Lanang

yang bertempat tinggal di Singaraja bersama ibu Lanang, belum memiliki anak laki-laki. Kepada Kariani ia meminta, apa pun jenis kelamin anak yang akan dilahirkan, laki-laki atau perempuan, agar nantinya bertempat tinggal di Singaraja menemani neneknya. Pesan terakhir Cening Dasi dituruti Lanang dan istrinya. Raditya sejak usia sebulan bertempat tinggal di Singaraja. Kariani sempat memberinya ASI, dua minggu. Kini usia bocah itu sudah 4 tahun. Raditya tampak berbahagia diasuh Nyoman Sudi Maha-

Bincang-bincang Tata Rias Bersama Bu Desak Raka

Rambut Panjang Dikuncir Berias bukan untuk Cantik Ia mengungkapkan, merah pipi atau blush on berasal dari budaya Barat. “Sebab, orang di negara-negara Barat jarang mendapat sinar matahari. Mereka kekurangan pigmen sehingga kulitnya putih. Supaya mendapatkan kulit wajah coklat, mereka menggunakan merah pipi. Sedangkan bagi orang Indonesia umumnya, pemerah pipi ini dioleskan juga demi memperoleh wajah yang terkesan menjadi lebih normal atau segar. Dengan catatan kita wajib tahu cara menggunakannya secara tepat,� paparnya. Seseorang yang berwajah lebar, katanya, jika ingin terlihat indah dan normal, pulasan merah pipinya jangan sampai memenuhi semua pipi. “Bagi orang yang wajahnya kecil dapat dipenuhi di semua pipi. Mereka yang bentuk wajahnya sudah normal, tetapi ingin terlihat lebih segar, cukup memulaskan tipis-tipis secara memanjang,� tuturnya. Ie menegaskan, tujuan tata rias wajah tempo dulu itu bukan untuk membuat orang cantik, melainkan lebih menjadikan keadaan yang kurang baik berkesan normal. Tentang pemakaian pewarna bibir atau lipstik, ia meng-

terlihat seimbang dengan riasannya secara menyeluruh.

tkh/dok

APA pun bentuk wajah kita, tidak perlu khawatir. Sebab, dapat dilakukan koreksi dengan tata rias atau make up. Seperti riasan mata, umumnya diisi cilak persis di kulit di atas bulu mata. Maksudnya agar bulu mata kelihatan tebal. Demikian diungkapkan Bu Desak Gde Raka Nadha dalam mengawali perbincangannya dengan wartawati Koran Tokoh tentang tata rias tempo dulu. Ia menyatakan, meski sejak zaman dulu orang sudah mengenal seni tata rias, namun cita rasanya tidak selalu sama dengan orang zaman sekarang. “Misalnya pada zaman saya muda dulu tidak ada riasan cilak sampai memenuhi dan menutupi kelopak mata,� ujar nenek yang kini telah berusia 84 tahun itu. Bu Desak Raka, begitu ia biasa disapa, mengatakan tidak semua orang memiliki wajah sempurna. Beberapa di antaranya memiliki wajah persegi, bulat, panjang, atau segitiga. “Meskipun tempo dulu pelajar jauh dari yang namanya peralatan rias, namun kami membekali mereka keterampilan tentang tata rias wajah,� ucap mantan guru di Perguruan Rakyat Saraswati Denpasar itu.

Bu Desak Raka

ungkapkan, dulu hanya dibedakan dua warna yakni tua dan muda. “Jika bibir seseorang agak tebal, demi terlihat normal maka kedua warna digunakan. Awalnya dibuatkan garis bibir dengan warna lebih muda, di dalamnya dioleskan lagi lipstik yang mendekati warna kulit. Bagi pemilik bibir tipis cukup digunakan satu warna dan bisa dengan olesan yang memenuhi bibirnya,� katanya. Ia menambahkan, pensil alis lebih banyak dikenakan ketika seseorang menggunakan payas agung, agar alisnya lebih tebal dan

Penataan Rambut Di Bali, kata Bu Desak Raka, sejak dulu telah ada aturan tentang rambut. “Jika anak masih kecil, baru belajar memelihara rambutnya, boleh menggerai rambutnya. Kalau rambutanya bertambah panjang melewati bahu, dan mulai bisa membantu orangtuanya di dapur, maka rambutnya mesti dikuncir atau diikat,� ujarnya. Menurutnya, jika rambut seseorang melewati bahu tersebut diurai, persoalannya bukan hanya terkait kerapian, tetapi juga menyangkut sisi kesehatan dan aspek seninya. “Orang zaman dulu itu telah memiliki pemahaman komprehensif. Rambut diikat agar rambut yang rontok jangan sampai jatuh ke makanan yang dihidangkan, apalagi yang berkutu, selain itu juga agar terlihat rapi. Jika rambutnya bertambah panjang lagi, tidak cukup hanya diikat, tetapi harus ditata berupa pusung gonjer,’ paparnya. Yang rambutnya terus bertambah panjang dan sudah dewasa (akil balig) tidak lagi dengan pusung gonjer melain-

yasa dan istrinya, bersama neneknya, Luh Sukamurni. Awalnya, Kariani mengaku berat berpisah dengan anak bungsunya. Apalagi usianya masih balita. Ia sempat menangis. Namun, Lanang teringat pesan ayahnya. Lanang dan Kariani akhirnya mengikhlaskan Raditya bertempat tinggal di Singaraja. “Malah ia senang punya dua bapak dan dua ibu. Kalau sudah besar, Raditya ingin bertempat tinggal di Denpasar bersama kami, saya pasti menerimanya dengan senang hati,� ujar Lanang. Ia tak menampik dalam menjalani hari-harinya bersama Kariani, kadang muncul kesalahpahaman. Hal itu

diterima Lanang sebagai hal lumrah dalam rumah tangga. “Komunikasi yang utama,� ujarnya tentang kiatnya menjaga kerukunan rumahtangganya. Hari ulang tahun perkawinannya yang tepat pada malam tahun baru, otomatis selalu dirayakan bersamaan dengan merayakan tahun baru, walaupun hanya sekadar makan bersama keluarga. Terkadang Lanang pulang kampung kelahirannya dan merayakan hari ulang tahun perkawinannya itu di Singaraja bersama semua keluarga besarnya. “Untuk merayakan ulang tahun anakanak cukup membeli kue tart dan tiup lilin bersama. Istri saya biasanya masak nasi kuning. Kadang mengundang tetangga,� ungkap Lanang. Di rumah, Lanang dan Kariani berbagi tugas. Saat Kariani kuliah, Lanang mengurus anak-anak, termasuk antar jemput sekolah, les, atau mengajak mereka berolahraga. Sejak tahun 2003, Lanang merasa kehidupannya berubah ke arah yang lebih baik. Semua itu ia syukuri dengan lebih sering melakukan tirtayatra ke pura di Bali bersama keluarga. “Waktu liburan anak-anak

tahun 2010 kami pergi bersembahyang ke Pura Lempuyang,� ujarnya. Kesibukannya sebagai ketua KPU Provinsi Bali, tak menyulutkannya memberikan pemikiran-pemikiran untuk kemajuan kampung kelahirannya. Sebagai warga masyarakat Buleleng ia hanya berharap, Buleleng makin maju, pembangunan berjalanan berkesenimbungan dan makin merata. Saat ini, ada agenda pembangunan lapangan terbang nasional di Gerogak, Buleleng. Ia berharap, masyarakat Buleleng merespons secara positif rencana itu sehingga pengembangan di berbagai bidang termasuk pariwisata akan ikut terdongkrak dengan dibangunnya lapangan udara. Menurutnya, dengan dibangunnya prasarana perhubungan itu sektor bisnis juga ikut berkembang. Apalagi ada rencana pengembangan kapal kargo di Pelabuhan Celukan Bawang. Ia berharap, pemetaan pembangunan dan pengembangan wilayah di Buleleng lebih baik ke depannya. “Wilayah mana untuk pendidikan, industri, dan pariwisata harus jelas. Sektor pendidikan cocok dipusatkan di Kota Singaraja karena sudah ada kampus Undiksa. Buleleng Barat masih banyak lahan kosong sehingga cocok untuk industri. Pembangunan lapangan terbang ikuti pembangunan fasilitas memadai seperti tempat penginapan bagi keluarga penerbang yang datang berkunjung,� katanya. Menurutnya, wisata bahari dan pengembangan perikanan cocok dikembangkan di Buleleng Barat. Apalagi didukung kawasan Pulau Menjangan dengan palung lautnya yang indah. Hanya saja, kata dia, perlu dukungan infrastruktur yang baik. “Pengembangan terumbu karang dan ikan langka cocok untuk wisata bahari,� ujarnya. –ast

Lanang ( ketiga dari kiri) saat sidang di Mahkamah Konstitusi bersama pengacara, dan Ketua KPU Jembrana

kan mesti di-pusung tagel. “Hanya saja zaman dulu umumnya anak gadis malu jika diketahui orang lain, bahkan ibunya sendiri, bahwa dirinya sudah akil balig. Karenanya mereka tidak mau mengenakan pusung tagel melainkan bertahan dengan pusung gonjernya,� lanjutnya. Berbeda dengan anak-anak sekarang, lanjutnya, anak-anak bebas bercerita bahwa dirinya sudah akil balig, bahkan diceritakan kepada teman-temannya. Wajah yang terkesan lebar jika ingin rambutnya disanggul, menurut Bu Desak Raka, tidak perlu di-sasak, cukup disisir sampai menutup telinga saja. “Bagi yang berdahi lebar dan anak rambutnya sedikit, untuk tidak kelihatan dahinya terlalu lebar, orang biasanya membuat poni. Namun, saat ini banyak yang cara membuat poni berlebihan, bahkan sampai menutupi matanya. Hal ini membuat bentuk mukanya justru kelihatan tidak normal. Begitu juga bentuk tata rias rambut lainnya. Misalnya saat membuat semi dalam riasan pengantin, sering dibuat sangat tebal seolah terpisah dari rambut aslinya. Sebaiknya ketebalannya tidak mengalahkan rambut aslinya, sebab tujuan awalnya menata rambut anak-anak agar rambutnya rapi dan indah,� ujarnya. Untuk hiasan, para perempuan dulu mengenakan bunga di rambutnya. Laki-laki memakai bunga di telinganya atau di destar-nya. “Sekarang ini turis domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Bali, bukan hanya

laki-laki tetapi juga perempuan, begitu saja meniru meletakkan bunga di telinganya. Mereka melihatnya bagus sehingga ikut mengenakannya. Yang memprihatian justru orang Bali, malah balik meniru para turis tersebut. Cukup banyak penyanyi Bali, anak-anak maupun remaja perempuan yang tampil di televisi, menyematkan bunga di telinganya,� ucapnya. Ia menyayangkan mengapa orangtuanya membiarkannya. Mengenai perawatan rambut, Bu Desak mengungkapkan, dulu di desa kelahirannya banyak warga masyarakat yang menggunakan roroban, yaitu bagian kelapa yang tidak menghasilkan minyak. Kalau di kota, karena jarang orang membuat minyak kelapa, mereka menggunakan abu bekas orang masak yang direndam sampai bening. Airnya yang seperti sabun itulah yang banyak dijual dan digunakan untuk keramas. Ada juga yang menggunakan daun pucuk atau daun kembang sepatu yang diperas. ’Nak Mule Keto’ Sebagai orang yang sangat peduli terhadap nilai-nilai budaya lokal orang Bali, ia mengingatkan tidak semua pengetahuan yang baru itu bagus dan patut ditiru semuanya. Lakukan penyesuaiannya dengan budaya lokal. Tetap lakukan pemilihan dan pemilahan agar tidak terkesan merusak nilai-nilai tradisional. Ia mengatakan, Bali memiliki aturan tata rias yang baik, hanya saja zaman dulu cara mengajarkannya berdasarkan

gugon tuhon atau nak mule keto. Bu Desak Raka berharap para penata rias terlebih pengajar tata rias zaman sekarang, sebelum melatih murid-muridnya terlebih dahulu mau menjelaskan tujuan dan budaya berhias orang Bali. Pakaian dan Sepatu Menurut Bu Desak Raka jika tata rias wajah dan rambut sudah bagus, penampilan perlu yang baik pula. Karenanya dalam memilih pakaian hendaknya disesuaikan dengan bentuk tubuh. “Jika berbadan gemuk, jangan memilih bahan pakain yang motifnya besar-besar. Potongan pakaiannya tidak dibuat terlalu pas atau terlalu besar. Begitu juga jika berleher agak pendek hindari penggunaan kerah yang sempit, tetapi pilih kerah berbentuk huruf V,� tuturnya . Masalah warna pun, perlu mendapat perhatian. Jika dikenakan siang hari sebaiknya dipilih warna pakaian yang tidak terlalu terang. “Perhatikan pula sepatunya. Kalau memiliki cukup uang pilih warna sepatu yang disesuaikan dengan warna pakaian. Jika uangnya tidak banyak, cukup memiliki sepatu berwaran hitam atau cokelat yang lebih mudah dipasangkan dengan berbagai warna pakaian,� sarannya. Hak sepatunya juga harus diperhatikan. “Jika pemakainya sudah tinggi tidak perlu lagi mengenakan hak yang tinggi, apalagi dalam menjalankan tugas memerlukan langkah cepat. Jadi, semuanya harus disesuaikan,� tandasnya. – ard.


MEMBANGUN DARI DESA

13 - 19 Februari 2011

Bahan Lokal Pengendali Penyakit Ikan

Anda Bertanya Kami Menjawab Pakan Lele Lele ukuran 6 cm diberi pakan apa? Jika diberikan pelet, lele saya mengambang. Wyn Suadnyana Kesiman, Denpasar Jawaban: Pakan komersial yang dapat diberikan tentu yang diameternya sesuai, di antaranya PF1000 atau FF – 999. Kalau mati setelah makan pelet, itu berarti peletnya bermasalah. Ganti peletnya dengan yang terjamin sehat dan tepat. Kalau peletnya sudah sehat, harus dilihat lingkungannya atau benihnya.

Hujan, Lele Mati Saya menebar lele 22 Januari, tetapi23 Januari mati 20 ekor, dan 25 Januari hujan lebat kemudian mati lagi 40 ekor. Mengapa kalau hujan lele mati? I. B. Adnyana Bedulu, Gianyar Jawaban: Ini merupakan kasus yang sangat umum. Ketika hujan lebat dan air langsung masuk kolam, akan terjadi pengenceran air kolam. Ini akan menyebabkan gangguan keseimbangan kekentalan cairan tubuh lele. Air dari jaringan tubuh akan tertarik keluar. Untuk mencegah kematian, hindari air hujan lebat langsung masuk kolam. Caranya, kolam diberi atap. Untuk meningkatkan kembali kekentalan air gunakan garam dapur.

Benih Lele Sehat Berapa ukuran bibit yang baik ditebar untuk pemula? Jika sehari setelah ditebar lelenya menggelantung, apakah ada penyakit tertentu? Di mana dapat dihubungi untuk menyalurkan lele? Martana Karangasem Jawaban: Untuk penebaran benih yang paling penting benih itu

sehat, ukuran berapa pun sama saja hasilnya. Namun, paling tidak tebarkan benih lele ukuran 5,7 cm. Benih yang sehat, benih yang bisa menerima rangsangan. Misalnya jika disentuh lelenya lari/menghindar. Bisa juga kalau diperciki air, lelenya akan mengejar karena dikira diberi makan. Selain itu, gerakannya lincah, lendirnya licin, dan warnanya cerah. Lele yang bergelantungan di permukaan kolam bisa bermacam-macam kondisinya. Yang pasti, lele muncul ke permukaan kolam biasanya untuk mencari tambahan oksigen. Lele yang menggelantung, namun saat diberi rangsangan masih tetap lincah itu tidak apaapa. Tetapi, jika lelenya menggelantung sampai kelihatan perutnya yang agak kembung, tentu itu ada gangguan kesehatan. Kalau lele menggelantung dan kumisnya terputusputus atau kumisnya kelihatan mati, biasanya ada parasit yang menyerang. Ini bisa diatasi dengan garam. Untuk penyaluran lele dapat menghubungi pedagang hasil budidaya di nomor telepon 0361 844 1102.

Bersihkan, Taburi Pamor Tiap berapa hari kolam lele harus dibersihkan? Saat cuaca yang bagaimana tepatnya menebarkan lele? Dewa Bangli Jawaban: Air kolam yang sudah lama, sebaiknya dibersihkan/diganti airnya sebelum diisi benih baru. Setelah itu taburkan kapur tohor (pamor) 5 kg/100m² dasar kolam. Kapur tohor ini ditaburkan ketika lumpur masih basah. Setelah lumpur agak kering, dicangkul biar terbalik. Tujuannya agar terkena sinar matahari, untuk tre memperbaiki keasaman tanah, dan mengendalikan penyakit-penyakit. Saat yang tepat untuk menebar benih ikan, ketika panas tidak terlalu terik dan juga tidak terlalu dingin. Penebaran itu juga tre disiasati melalui proses aglimatisasi, jadi benih ikan itu tidak ditebar apalagi ditabur. Caranya masukkan air kolam sedikit demi sedikit da-

lam wadah yang digunakan untuk mengangkut ikan. Kemudian tenggelamkan wadah itu dalam kolam dengan masih menyisakan ruang yang masih menyisakan udara. Usahakan ikan itu keluar dengan sendirinya, karena jika ikan sudah keluar dari tempatnya berarti mereka sudah tre beradaptasi dengan lingkungan. Cara ini dapat membantu ikan mengurangi tress berlebihan. Narasumber Ir. Saleh Purwanto Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali

Budidaya Buah Naga Daerah saya di Bukit, Jimbaran, apakah cocok untuk tanaman buah naga. Bagaimana cara budidaya dan mencari bibitnya mohon penjelasan. Van Tata Bukit Jimbaran, Badung

Jawaban: Di Bukit Jimbaran, sangat cocok untuk membudidaya buah naga. Hasilnya akan sangat bagus jika dikelola dengan baik. Untuk mendapat bibit bisa dihubungi Ida Bagus Suryawanta, HP 085 237 211 181. Untuk membudidayakan buah naga perlu tanah yang gembur, mengandung bahan organik, dan banyak mengandung unsur hara, pH tanah 5 – 7. Juga, air cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk jika kelebihan air. Membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan. Siapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kukuh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapkan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentuk lingkaran untuk penopang dari cabang tanaman. Sebulan sebelum tanam, terlebih Narasumber dahulu buat lubang tanam Ir. I. B. Suryawanta, M.M. A. dengan ukuran panjang 40 cm x lebar 40 cm dan kedalaman 40 Penyuluh Pertanian Spesialis Dinas Pertanian Tanaman cm, dengan jarak tanam 2 m x Pangan Provinsi Bali 2,5 m, sehingga dalam 1 hektare

Anggrek Dendrobium Cocok di Lahan Sempit ANGGREK memiliki nilai ekonomis tinggi dan cocok ditanam di lahan sempit. Inilah alasan sebagian besar penghobi anggrek di Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan, berbudidaya anggrek. Mereka tergabung dalam Kelompok Tani Batur Sari yang sebagian besar anggotanya berbudidaya anggrek potong. Menurut Ketut Rena, petani padi yang kini berpindah menjadi pembudidaya anggrek, tanaman ini bisa dipanen tiap hari. Di ladangnya seluas 3 are ditanami anggrek jenis Vanda Dauglass sejak tahun 2000. “Jika menanam padi setahun panen dua kali. Hasil panen anggrek dua kali lipat ,” ujarnya. Tahun 2007 ia menambah koleksi kebun anggreknya dengan menanam anggrek potong jenis Dendrobium dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya. Jenis ini bisa ditanam di lahan sempit. Ia pun tertantang mencoba mengembangkan Dendrobium dengan teknik baru yakni teknik potongan batang pakis sebagai media tanam. Kelebihan teknik ini, lebih memudahkan untuk menjual bunga sekaligus pohonnya. Setelah usia anggrek Dendrobium 1 tahun, ia kembali menanam 1.000 bibit Dendrobium dan satu tahun kemudian 1.000 bibit. Di lahan pekarangan 2 are itu ia memiliki 3 ribu anggrek Dendrobium. Ia mengatakan usia 1 tahun, anggrek mulai belajar berbunga. Tanaman anggrek yang sudah berbunga akan terus berbunga sampai pada masa puncaknya

Ketut Rena (kanan), petani anggrek

usia 3 tahun. “Saat puncak bunganya makin banyak dan bisa panen tiap hari,” tuturnya. Satu kuntum Dendrobium Rp 500. Satu tangkai sampai Rp 5 ribu. Harga bunga potong jenis Vanda Dauglass lebih murah, hanya Rp 1.500 per tangkai. Penghasilannya dari anggrek tahun 2010 rata-rata Rp 850 ribu per bulan hanya untuk 2 ribu tanaman anggrek Dendrobium. Sebab, yang 1.000 bibit baru mulai berbunga tahun ini. Penghasilan itu di luar hasil panen anggrek Vanda. Bantuan Modal Usaha Menurut Ketut Rena, untuk menanam 6 ribu bibit anggrek perlu biaya Rp 40 juta. Oleh karena itu, tak jarang petani anggrek mengalami kendala modal. Ia mengaku beruntung mendapat bantuan modal dari Dinas Pertanian Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar

terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga. Tiap tiang/ pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 lubang tanam dengan jarak sekitar 30 cm dari tiang penyangga. Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak 5 – 10 kg dicampur tanah. Buah naga dapat diperbanyak dengan cara stek dan biji. Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang. Setelah bibit berumur 3 bulan, bibit siap dipindah/ditanam di lahan. Tahap awal pertumbuhan pengairan dilakukan 1 – 2 hari sekali. Pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan. Pemupukan tanaman dapat dengan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, 5 – 10 kg. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), sementara ini belum ditemukan adanya serangan hama dan penyakit yang potensial. Pembersihan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Batang utama (primer) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga (sekitar 2 m ), dan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi dan ditumbuhkan 2 cabang yang berfungsi sebagai cabang produksi. Setelah tanaman berumur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri– ciri warna kulit merah mengkilap, jumbai/sisik berubah warna dari hijau menjadi kemerahan. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan gunting, dan buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar. Dalam 2 tahun pertama, tiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 - 10 buah naga dengan bobot 400 – 650 gram.

tkh/sep

yang ia pakai untuk biaya budidaya anggrek Dendrobium sejak tahun 2007. Drs. Made Sugita Artana, Amd mengatakan sejak tahun 2000 pihak Dinas Denpasar telah memberikan bantuan modal usaha kepada petani anggrek. “Tiap orang Rp 5 juta,” kata Koordinator Penyuluh BPP Denpasar Selatan ini. Bantuan diberikan pemerintah tahun 2007 senilai Rp 50 juta melalui kelompok. Kini di Denpasar Selatan terdapat 5 kelompok petani anggrek yaitu 1 di Pedungan, 2 di Panjer, dan 2 kelompok di Sanur. Pemerintah membantu petani anggrek mengingat wilayah Densel banyak hotel yang perlu pasokan anggrek. Petani anggrek pun dibekali keterampilan tentang berbudidaya anggrek serta agrobisnis anggrek lewat pelatihan. Teknik Baru Awalnya Ketut

Rena

memakai media tanam sabut kelapa untuk jenis Vanda Douglass, anggrek yang masih terbilang anggrek tanah yang suka kelembaban. “Media sabut kelapa mampu menyerap air banyak sehingga kondisi lembab,” ujarnya. Setelah ia melakukan pengamatan, anggrek pun tumbuh subur jika menempel di batang tanaman. Lalu muncul idenya memanfaatkan batang pakis yang tak terpakai sebagai media khusus jenis Dendrobium. “Batang pakis ini bisa bertahan sampai 3 tahun,” ujarnya. Kini ia mencoba memakai teknik baru. Batang pakis dipotong ukuran 10 x 10 cm untuk media tanam. Teknik ini sudah ia lakukan setahun lalu pada 1.000 Dendrobium. Kini usia anggrek dengan teknik potongan batang pakis ini 1 tahun. “Agar tak mudah jatuh, batang pakis ini saya paku di bambu yang fungsinya sebagai tempat meletakkan media tanam,” katanya. Penanaman bibitnya cukup diletakkan di atas potongan batang pakis ini dan diberi perawatan. Tanaman yang sudah berusia 3 tahun harus diremajakan dengan memangkas batang yang tua dan mengembangkan tunas baru. Tanaman harus rutin disiram dan diberi pupuk. “Jika cuaca cerah perlu penyiraman rutin. Jika hujan tak perlu disiram namun segera disemprot dengan pestisida. Sebab, air hujan dikhawatirkan mendatangkan penyakit seperti bakteri dan jamur yang menyebabkan anggrek busuk. Pemberian pupuk seminggu 2 kali. Bibit ia beli melalui kelompok. Kelompk akan mengkoordinir para anggotanya yang akan membeli bibit. Bibit anggrek didatangkan dari Thailand, tetapi kami membelinya di Jakarta,” paparnya. —tin

BUDIDAYA pembesaran ikan lele saat ini makin populer di masyarakat. Ini disebabkan meningkatnya permintaan konsumen. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya lele saat ini, di antaranya, 1. Masalah umum, meliputi bibit, pakan, dan bahan pengendali penyakit/parasit ikan lele masih tergantung dari luar daerah. Pembudidaya lele umumnya belum dapat memenuhi “kriteria mutu” lele yang dibutuhkan pasar. 2. Masalah pengelolaan kesehatan ikan. Bulan pertama setelah penebaran bibit lele merupakan masa kritis kesehatannya. Fluktuasi lingkungan, khususnya suhu air, sering sulit diatasi. Tiap infeksi jenis parasit/pathogen cenderung akan memicu infeksi parasit/pathogen lainnya. Penyakit ikan secara umum dikelompokkan menjadi penyakit fisik yang disebabkan kesalahan perlakuan atau perubahan lingkungan. Penyakit fisiologis disebabkan perubahan sistem hormonal/ ensimatis, atau gangguan fungsi organ, penyakit parasiter, dan penyakit patogenik yang penyebabnya bakteri/virus. Pengendalian penyakit ikan harus didahului dengan hasil diagnosis yang tepat, mengingat ada sejumlah penyakit/infeksi parasit menunjukkan gejala yang mirip. Kemampuan mendiagnosis membutuhkan pelatihan yang intensif. Bagi petani/pembudidaya yang sudah berpengalaman dan mendapat bimbingan dari petugas, kemampuan ini sudah dimiliki, tetapi masih sangat langka. Dalam praktiknya, mereka pun sering menghadapi kendala kurangnya bahan pengendali (obat disinfektan) atau teknik fisik/biologis yang tepat. Di mana bahan pengendali penyakit parasit itu bisa didapatkan? Bahan pengendali penyakit/parasit ikan sebenarnya tersedia di lingkungan para pembudidaya, tetapi belum banyak diketahui. Kadangkala secara tidak sengaja sebenarnya sudah ada yang menggunakannya. Beberapa contoh yang dapat disampaikan antara lain: 1. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan disarankan memberikan vitamin C secara oral. Sumber yang ada di alam antara lain daun papaya, yang diberikan langsung, dengan dicincang terlebih dulu, atau perasannya untuk merendam pakan sebelum diberikan.

Sumber vitamin C lainnya antara lain ganggang hydrilla verticillata yang sering tumbuh liar memenuhi kolam. 2. Untuk mengeliminasikan ekto parasit biasanya disarankan menggunakan formalin, metylene blue, atau bahan kimia lainnya. Namun, dapat diganti dengan larutan garam dapur 300 – 500 gram/m3 dan dapat dicampur dengan perasan kunyit 10 gram/m3 . Jika sudah terjadi luka, kunyit memiliki kandungan yodium dan antibiotika. 3. Larutan garam dapur juga bermanfaat untuk pemulihan kondisi ikan dari stres, sebab memperbaiki osmoregulasi, setelah terjadi pengenceran air kolam yang disebabkan hujan lebat, khususnya di kolam air tenang yang sehari-hari airnya menggenang. Untuk keperluan ini dianjurkan dosis 300 gram/m3 air kolam. 4. Ketika terjadi serangan penyakit bacterial, misalnya dropsy pada bibit lele atau ikan lainnya biasanya digunakan antibiotika berupa oxytetracyclin-HCl (misalnya dari kapsul tetracycline atau terramycin), namun obat ini dapat diganti dengan ekstrak daun sirih. Larutan baku (ekstrak) daun sirih dibuat dari 60 gram daun sirih, direbus dengan 10 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Setelah dingin dilarutkan ke dalam 60 liter air, dan digunakan untuk merendam ikan yang terinfeksi bakteri. Jika jumlah ikan banyak, membutuhkan volume air rendaman lebih banyak, volume ekstrak harus ditambah. 5. Lele dan gurami sering diserang “lintah ikan” (hemiclepsis marginata). Biasanya untuk mengeliminir digunakan moluskisida, misalnya kuprisulfat (CuSO4) atau terusi. Pengganti bahan ini dapat menggunakan ekstrak tanaman dlingo atau jangu (Bali), lebih kurang 10 gram/m 3 air rendaman. Untuk pencegahan sehari-hari, jangu dapat ditanam langsung di kolam. Harus diakui, masih banyak diperlukan penelitian terhadap sumber bahan pengendali penyakit/parasit ikan alami (organik), agar kelak ketergantungan terhadap bahan-bahan kimiawi dapat dikurangi atau ditiadakan. Langkah ini juga sekaligus untuk mewujudkan “perikanan organik” dalam rangka mendukung green province serta meningkatkan keamanan bahan pangan (food security). Narasumber Ir. Saleh Purwanto Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali

Pembaca yang ingin menyampaikan pertanyaan tentang masalah pertanian umumnya, silakan hubungi alamat ini: RRI Denpasar: SMS 085 6382 4144; Interaktif: (0361) 222 161; E-mail: sipedes_rridps@yahoo.com; Surat: Jalan Hayam Wuruk Nomor 70 Denpasar; Koran Tokoh: SMS (0361) 740 2414; Telepon (0361) 425 373; E-mail: redaksitokoh@yahoo.com ; Surat: Koran Tokoh, Gedung Pers Bali K. Nadha (Bali TV), Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar. Siaran Perdesaan RRI FM 88,6 Mhz tiap hari pukul 13.30 - 14.00 Wita

Kopi Kopyol Dikembangkan di Petang SIANG itu I G.A. Putu Sumiarti dibantu seorang tenaga kerja baru selesai mawiwil tunas-tunas muda tanaman kopinya ketika tim Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung memantau kebun kopi kopyol miliknya dan suaminya, Nyoman Gama, di Banjar Sekar Mukti, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Badung. Pekerjaan di lahan 1,07 hektare itu diselesaikannya dalam waktu 3 hari. Kebun kopi ini ditetapkan menjadi kebun bina oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Badung. Kini, biji-biji kopi itu masih hijau. Bulan April-Mei mendatang baru panen. Pemeliharaan kebun dilakukan dengan pemangkasan rumput liar, pemupukan dengan pupuk organik/ pupuk kandang tiga bulan sekali, dan pengendalian dengan mawiwil. Sekali panen, bisa mendapatkan 5 kg per pohon. “Manennya bisa sampai tiga bulan. Karena, kami menanti biar biji kopi sampai memerah baru dipetik,” ujar Sumiarti. Saat panen pertama tahun 2009 ia

tkh/sep

Tokoh

IGA Sumiarti (kanan) bersama putranya dan tim pemantauan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Badung di lahan kopi kopyol

mengaku hanya mendapat 5 ton. Namun, panen kedua tahun 2010 meningkat menjadi 15 ton. Ia khawatir panen tahun ini menurun karena curah hujan yang tinggi, sehingga banyak buah tidak jadi. “Baru merekah bunga rontok terkena hujan,” ujarnya. Menurut penyuluh pertanian Nyoman Suardana, hujan berkepanjangan merupakan salah satu kendala. Kendala lain, hama penggerek batang. Hama ini menyerang batang, dikeratnya hingga putus, serangga masuk ke dalam batang. Se-

tengah batang ke atas pohon yang terserang hama ini biasanya layu menguning daunnya. Sumiarti menyatakan, kebun kopinya pernah terserang hama ini. “Tidak banyak, dari 1.600 hanya lima pohon,” ujarnya. Serangan hama ini, kata Suardana, bisa diatasi dengan menyemprotkan pupuk organik super aci ke daun yang terserang. Yang rawan terserang, pohon berusia 0-1 tahun yang masih dalam pertumbuhan vegetatif. Bersambung ke hlm. 6

Kulit Kopi Jadi Pupuk dan Pakan Ternak

tkh/sep

4

Wayan Sudiarta dan I Wayan Ijin menunjukkan mesin pengupas kulit kopi

HASIL panen kopi kopyol Petang berupa buah gelondong merah diolah di Unit Usaha Produktif (UUP) Sri Sedana di Banjar Kiadan, Pelaga dan UUP Mekar Sari di Banjar Jempanang, Belok Sidan. Di UUP ini, kopi diolah basah. Prosedurnya, buah kopi yang diterima, melalui proses disortasi buah yakni memisahkan buah hijau, hitam, kering dan busuk. Kemudian buah kopi dimasukkan ke bak rambang. Buah yang mengapung dipisahkan (diolah kering). Buah yang di bak ram-

bang itu kemudian dimasukkan ke mesin pengupas kulit kopi. Keluaran dari mesin ini berupa biji kopi dengan kulit tanduk masih utuh. Biji kopi kemudian direndam di bak permentasi 2436 jam. Fungsinya, meningkatkan rasa dan aroma kopi lebih tajam. Selanjutnya biji kopi dicuci untuk membersihkan lender dari kulit kopi, dijemur memakai para-para yang berfungsi meniriskan air, memakan waktu 4-5 hari jika cuaca bagus. Biji kopi dijemur sampai kadar airnya 12% agar tak cepat

jamuran. Setelah melalui penjemuran ini, kata Bendahara UUP Sri Sedana yang sekaligus bertindak sebagai pelaksana, Wayan Sudiarta, kopi siap dijual. “Jika kadar airnya 12% disimpan sampai satu tahun pun, kopi masih bagus. Asalkan disimpan di tempat yang tidak lembab dengan sirkulasi udara bagus, dan mendapat sinar tak langsung yang cukup,” ujarnya. UPP yang menangani hanya satu subak abian yakni Sari Boga Banjar Kiadan ini pertama kali mengolah kopi tahun 2008 sebanyak 5 ton. Tahun 2009 menjadi 21 ton, dan tahun 2010 hanya 17 ton. Proses pengolahan ini dikerjakan 2-5 orang dan membutuhkan waktu 4 jam untuk satu kali olah sebanyak 1 ton. Itu sampai tahap permentasi. Kulit kopi hasil kupasan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk dan pakan ternak. Ketua UPP Pengolahan Kopi Mekar Sari I Wayan Ijin yang menangani empat subak abian, yakni Subak Abian (SA) Giri Sari Banjar Bon, SA Merta Sari Banjar Jempanang, SA Sarinin Murti Banjar Sekar Mukti dan SA Mekar Sari Banjar Tinggan, menjelaskan tahun 2009 mengolah buah kopi sebanyak 44 ton dan menurun menjadi 20 ton tahun 2010. –ten


PENDIDIKAN

13 - 19 Februari 2011 Tokoh 5

‘Akreditasi A Plus’ SPB Denpasar Menyiapkan Visa Magang di AS ‘Mutu Baik’ STPBI Denpasar SEKOLAH Perhotelan Bali (SPB ) Denpasar dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) Denpasar mengukir prestasi mengesankan. SPB telah meraih status ‘akreditasi A Plus’. STPBI meraih predikat ‘mutu baik’ dari 58 perguruan tinggi di Indonesia.

L

embaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja menobatkan SPB berstatus akreditasi A Plus sesuai Sertifikat Akreditasi Nomor 16/LA-LPK/XII/2007. Akreditasi ini memberikan pengakuan atas kualifikasi proses pemelajaran SPB Denpasar setara lembaga pelatihan bertaraf internasional. “Selama hampir 4 tahun terakhir ini SPB Denpasar telah menjadi lembaga pelatihan pariwisata yang dinilai mampu bersaing dengan lembaga pelatihan serupa di seluruh dunia,” ujar Direktur SPB Denpasar sekaligus Ketua STPBI Denpasar I Made Sudjana, S.E., M.M., C.H.T., C.H.A. Awal tahun 2011 ini pengakuan prestisius jatuh di pun-

Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., C.H.T., C.H.A.

I Made Sudjana, S.E., M.M., C.H.T., C.H.A.

dak manajemen STPBI Denpasar. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional menobatkan STPBI Denpasar masuk kelas 58 perguruan tinggi bermutu baik di Indonesia. “STPBI Denpasar dinilai berhasil mengimplementasikan sistem penjaminan mutu internal secara baik dan memiliki praktik baik (good practices) sesuai sistem penjaminan mutu tadi,” jelas ketua STP Bali selama dua masa bakti, periode 2002-2006 dan periode 2006- 2010, ini. Standar mutu baik tersebut disabet bareng empat perguruan tinggi swasta lainnya di Bali. Namun, STPBI Denpasar yang tergolong lebih ‘yunior’ dibandingkan empat lembaga pen-

didikan tinggi telah berhasil meraih penghargaan setara. “Kami akan tetap berusaha keras memenuhi harapan pemerintah untuk mendongkrak kinerja STPBI Denpasar melampaui standar nasional pendidikan menuju perguruan tinggi tingkat dunia (world class university),” janji akademisi andal di bidang pariwisata kelahiran Tabanan, 10 September 1950, ini. Prestasi menggetarkan sebenarnya telah berulang kali diukir SPB Denpasar maupun STBI Denpasar. Khusus prestasi membanggakan SPB Denpasar belum lama ini dicetak 22 anak didiknya. Mereka ini dikelompokkan dalam 10 tim yang berkompetisi dalam ajang Junior Chef Competition Festival Denpasar 2010. “Hasilnya, Juara I, Juara II, dan Juara III disapu bersih duta SPB Denpasar. Kami sungguh bangga dengan hasil tersebut. Ini tambahan bukti nyata lagi tentang mutu proses pendidikan dan pengajaran di SPB memang telah teruji di luar kampus,” tambah Sudjana di sela penyambutan kunjungan Konjen AS di kampusnya.

Manajemen pimpinan Yayasan Dharma Widya Ulangun, SPB Denpasar, dan STPBI Denpasar menyambut kehadiran Konsul Jenderal AS ke kampus tersebut belum lama ini

Kualifikasi Link & Match Tataran kualitatif proses pemelajarannya terukur. Standar kurikulum Sekolah Perhotelan Bali (SPB) —yang berstatus lembaga pelatihan— maupun

Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) —yang setara perguruan tinggi— amat menunjang mutu program pendidikan dan pengajarannya. Kurikulum terapannya sangat sesuai dengan kebutuhan nyata seluruh hotel berbintang maupun kapal pesiar (cruise) di berbagai belahan dunia. Proses pemelajarannya memenuhi kualifikasi link & match. Standarnya bertumpu pada desain kurikulum berbasis kompetensi. “Tiap lulusan SPB maupun STPBI otomatis kelak dibekali kemampuan mengoperasikan pekerjaan sesuai standar profesi maupun jabatannya,” jelas Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., C.H.T., C.H.A. Salah satu upaya merawat kualitas proses pemelajaran SPB dilakoni melalui potret kompetensi instruktur yang teruji pengalaman praktik lapangan di lingkungan industri perhotelan serta kapal pesiar. Sementara mutu kompetensi dosen STPBI disuntik keandalan akademik yang mumpuni. SPB dan STPBI bahkan berhasil menerapkan proses pemelajaran melalui konsep penggabungan dua kualifikasi figur pengajar yang berlatar instruktur dan dosen berpengalaman tadi. Pengalaman khusus sosok pengajarnya tampak dari catatan track record mereka masingmasing. Ada figur akademisi yang bertahun-tahun memegang pucuk pimpinan di STP Nusa Dua. Kemampuan manajerial kepemimpinan dan keberdayaan mengelola manajemen akademiknya telah memperoleh pengakuan aneka kalangan di dalam maupun luar negeri. Sosok instrukturnya pun tidak kalah yahud. Bekal pengalaman praktis diperoleh bertahun-tahun dalam mengelola berbagai hotel berbintang maupun kapal pesiar. Lebih dari itu, SPB dan STPBI memiliki sejumlah mantan general manager hotel berbintang lima.

SPB Denpasar dan STPBI Denpasar memiliki lembaga perekrutan tenaga kerja Indonesia. Para peminat tak perlu cemas jika ingin aman dan nyaman bekerja di luar negeri. Lembaga perekrutan tenaga kerja ini bahkan menyiapkan fasilitas visa magang (visa J-1) di AS. “Kami telah memberangkatkan puluhan anak didik untuk menggunakan fasilitas visa magang ini di AS. Terkait program visa magang ini, kami telah bekerja sama dengan sejumlah hotel berbintang di AS, seperti Four Season, Wiming

Ham, Jacson Hole, Setai Hotel, dan Grand Hotel,” ungkap Direktur Utama PT Bali Duta Mandiri (BDM) Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., C.H.T., C.H.A. Program visa magang yang memakai fasilitas visa J-1 tersebut ditujukan untuk mendidik dan mengajarkan mahasiswa SPB dan STPBI Denpasar memiliki bekal pengalaman bekerja sambil training di luar negeri. “Tujuannya bukan untuk mencari kerja, tetapi menggali tambahan ilmu serta mengasah keterampilan lebih banyak,” tegasnya.

Manajemen perekrutan tersebut dikelola PT Bali Duta Mandiri (BDM) yang digagas berdirinya oleh Yayasan Dharma Widya Ulangun. “BDM merupakan lembaga Pengerahan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). Dasar legalitas keberadaannya sesuai lisensi KEP 186/MEN/ IV/2007,” jelasnya. Sebagai lembaga Pengerahan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (Prime Indonesian Manpower Agency), BDM menyediakan berbagai pilihan kerja bagi peminatnya. Pilihan kerja itu berada di berbagai lini, seperti hospitality di luar negeri, kapal pesiar, agriculture, nurse, pertambangan, oil & gas, perikanan, konstruksi, dan lain-lain. Manajemen BDM menyalurkan tamatan SPB dan STPBI bekerja di hotel-hotel berbintang yang berada di luar negeri, seperti Australia, Dubai, Maldives, Singapura, Macau, Kanada, Malaysia, Brunai Darussalam, Belanda, dan AS. Manajemen BDM memfasilitasi pula peminat yang hendak bekerja di kapal pesiar. Mereka diberikan pilihan bekerja di Star Cruise, Carnival, HAL, Aida, Sea Dream, Royal Caribian, dan lain-lain. —sam

Fasilitas Proses pemelajaran di SPB dan STP Bali Internasional difasilitasi desain bangunan mentereng. Ada dua bangunan kampusnya yang masingmasing berlantai empat. Dua gedung berarsitektur modern ini berdiri di atas lahan seluas 1,08 ha. Lokasinya pun terletak di jantung Kota Denpasar. Selain gedung berkelas hotel berbintang empat, manajemen SPB dan STPBI juga telah menyediakan fasilitas parkir kendaraan yang memadai. Aneka jenis tanaman menambah hijau dan asri lingkungan kampusnya. “Ini demi kenyamanan belajar di SPB dan STPBI,” ujar Made Sudjana. Sementara tiap ruang kuliahnya dilengkapi hawa pendingin (AC). Ruang belajar peserta didik ini berisi perangkat audiovisual modern (over head projector, white board, funnel board, LCD, laptop, OPAC,

film projector 15 mm. Kapasitas tampung tiap kelas maksimal 20 peserta didik. Khusus fasilitas praktik untuk peserta didiknya tergolong amat lengkap. Fasilitas dimaksud sudah setara fasilitas praktik yang umumnya disediakan di lingkungan hotel berbintang empat. “Fasilitas ini memastikan tiap anak didik memiliki kompetensi kualitatif setelah menamat-

kan proses belajarnya di SPB maupun STPBI,” katanya. Anak didik yang menekuni ilmu serta menimba pengalaman praktik di SPB dan STPBI pun dapat memanfaatkan perpustakaan kampusnya. Suasana perpustakaan yang nyaman tersebut menyediakan beragam jenis buku, terutama referensi yang berkaitan dengan dunia perhotelan dan pariwisata mutakhir. —sam

Sebagian peserta yang mengikuti program visa magang di AS

Pendaftaran dan Seleksi Pendaftaran 7 Februari -16 Mei 2011 Waktu Pendaftaran Hari Kerja Senin-Jumat Pkl. 08.00-18.00,Sabtu Pkl. 08.00-12.00 Tes Tulis dan Penjelasan Program 19 Mei 2011 Pkl 09.00- selesai Biaya Pendaftaran: Rp 150.000

KAMPUS SPB dan STPBI Jalan Kecak 12, Gatot Subroto Timur Denpasar 80239 Telepon (0361) 426699, 427800; Faksimile (0361) 426700 E-mail: info@spb-bali.com. Website: www.spb-bali.com

Simakrama Gubernur di Karangasem

Perda RTRW hingga Harga Sapi

G

UBERNUR Bali Mangku Pastika menegaskan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali tentang RTRW mengadopsi UU No. 26 Tahun 2007, yang pada intinya ketentuan perundangundangan itu harus ditaati. Kedudukan undang-undang lebih tinggi daripada perda. Namun, demikian Gubernur dalam acara simakrama di Gedung Kesenian Amlapura, Sabtu (5/2), hal itu dikembalikan kepada krama Bali untuk menyikapinya.

“Kita harus buat peraturan lebih rinci tentang RTRW. Maunya rakyat bagaimana, mari kita bicarakan pelan-pelan,” ujar Gubernur usai simakrama menanggapi munculnya sorotan terhadap Perda Provinsi Bali Nomor 16 tahun 2009 tentang RTRW tersebut. Ia menambahkan, kini masih dalam tahap sosialisasi, untuk menyerap respons krama Bali berkenaan dengan pemberlakuan perda ini. Salah seorang peserta simakrama, Wayan Kariasa, menya-

takan jika perda ini benar-benar diterapkan, sangat sulit membayangkan apa yang bakal terjadi di Karangasem, khususnya di kawasan Candidasa, yang sebagian besar bangunan sarana pariwisata, seperti hotel dan restoran, dekat dengan bibir pantai. Nyoman Jati asal Desa Purwayu meminta perda tersebut direvisi karena sulit mengaplikasikannya di lapangan. Hal itu terutama terkait kawasan suci dan sempadan pantai. Gubernur menyatakan, untuk

Gubernur Mangku Pastika didampingi Wakil Gubernur Puspayoga dalam simakrama di Karangasem

menyikapi hal tersebut diperlukan kearifan semua pihak untuk bisa menyamakan persepsi termasuk terhadap persoalan radius kawasan suci dan sempadan pantai. Dalam simakrama itu juga disoroti masalah infrastruktur jalan. Salah satu jalan yang disoroti jalan menuju Pura Besakih.

Diungkapkan, jalan menuju Pura Besakih rusak, sehingga mengundang keluhan dari kalangan pemedek dan wisatawan. Ketut Erawan dari Desa Nongan, Rendang, mengatakan saat ada upacara agama banyak pemedek yang tangkil ke Pura Besakih, namun perjalanan mereka selalu terganggu, selain

terkait faktor jalan yang belum baik, juga sering timbul kemacetan. Hal serupa juga disampaikan Wayan Kariasa asal Candidasa, Kadek Kariasa asal Desa Cutcut, dan Gede Partadana asal Bebandem. Mereka mengatakan selain jalan menuju Pura Besakih, banyak jalan lain

Thesukarnocenterindonesia@hotmail.com / www.sukarnocenterindonesia.org / www.vedakarna.com

Internasional tidak Sebatas Seminar dan MoU Sejauh ini di Indonesia (Bali), sejumlah perguruan tinggi berlomba-lomba untuk mengadakan seminar internasional dan menjajaki MoU dengan institusi luar negeri. Ada suatu tren, jika sekolah atau perguruan tinggi berhasil mengadakan seminar internasional dengan mendatangkan satudua pembicara asing atau jika sebuah institusi pendidikan berhasil menandatangani satu MoU dengan partner luar negeri, seakan-akan perguruan tinggi itulah yang terhebat, terbaik dan paling berasa “internasional”. Kata internasional bukanlah sesuatu yang sakral dengan pencapaian sulit, dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, tentu siapa pun dengan mudah bergaul dengan komunitas internasional, sama mudahnya dengan mengajak turis asing berkenalan di jalan raya sana. Sejauh yang saya amati, kerja sama yang diusung oleh perguruanperguruan tinggi itu hanyalah sebatas publikasi sesaat dengan tujuan internasional yang tidak jelas arahnya. Penandatanganan MoU its only MoU, nothing less. Seberapa pun hebatnya MoU yang dihasilkan oleh macam-macam perguruan tinggi itu, dari pandangan saya, implementasinya masih minim dan bisa dikatakan hanya sekadar lips service. Saya pernah mendengar curhat dari seorang guru di sekolah internasional di Bali, yang ia mengatakan jika Bali ini banyak perguruan internasional yang berbiaya mahal karena disebabkan memakai tenaga kerja asing dan di antara mereka kemampuan akademiknya patut diragukan. Sahabat saya ini juga bercerita, banyak tenaga pengajar asing yang dipekerjakan hanya karena alasan mereka berkulit putih atau kuning. Pokoknya, di pikiran pemilik sekolah itu, punya dosen dan guru bermuka bule, maka lembaga bisa “terlihat” internasional. Itulah yang mengherankan bagi saya generasi muda, bahwa kata “internasional” bagi saya sangat sakral ternyata direndahkan begitu saja dengan praktisi pendidikan itu sendiri. Maka tak mengherankan jika kita diperlihatkan dengan polah dari penggiat pendidikan, para rektor, dekan, dosen yang seakan-akan “kejar setoran” dalam hal mengumpulkan MoU dengan pihak asing, tapi minim implementasi. Begitu juga sekolah berbasis internasional yang statusnya diimpikan sekolah SMP dan SMA atau perguruan tinggi itu, yang menurut saya belum jelas apa kriteria internasional berbasis itu. Jika hanya sekadar sukses berstudi

banding ke luar negeri, tanda tangan MoU dengan the sister school atau menerima sebagian anak-anak bule yang magang studi, buat saya rasa bukanlah taste internasional sesungguhnya, semuanya hanya pencitraan, dan pencitraan belum tentu diikuti dengan komitmen. Lalu internasional yang bagaimana yang ideal? Bagi saya, setidaknya, internasional mempunyai satu arti khusus yakni “influence” atau memengaruhi. Kenapa? Karena di dunia globalisasi kita bisa mengklaim diri kita internasionale, a international player, jika kita bisa memengaruhi dunia, bisa memengaruhi negara sahabat dan membuat mereka mengikuti ide pikiran kita. Internasional yang saya maksud adalah internasional yang berkelas, internasional yang mempunyai idealisme, internasional yang memiliki komitmen, bukan sekadar intenasional yang doyan tanda tangan MoU, bukan internasional yang sekadar berfoto dengan orang bule, apalagi bukan sekadar berbesar hati karena sukses mengadakan seminar internasional. Internasional adalah masalah konsep, masalah ideologi, masalah kebanggaan akan pikiran dari anak-anak bangsa yang hebat yang bisa diadopsi dunia. Paling penting, internasional yang memiliki sikap yang jelas. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Bung Karno yang terkenal dengan konsepsi internasionalisme-nya, bahwa dalam ajaran Bung Karno internasionalisme Indonesia harus mampu memengaruhi dunia dengan ide hebat dan cerdas. Zaman Bung Karno, internasional berarti kualitas, internasional adalah Konferensi Asia Afrika, internasional adalah Pancasila di forum PBB, internasional adalah Canefo Ganefo, internasional adalah berani sikap ganyang Malaysia, internasional adalah merebut kembali Papua ke pangkuan. Jadi mulai saat ini, janganlah kita terkesima dengan semburat kata-kata internasional yang banyak beredar belakangan ini. Mari ubah paradigma bahwa intinya, internasional adalah memengaruhi, spread the idea to the world. Jika boleh saya andaikan dengan kata-kata sederhana, internasionalmu internasionalmu dan internasionalku internasionalku, Indonesia perlu mengubah sikap. Tulisan ini saya persembahkan bagi para intelektual dunia yang usai berkumpul di ASEAN-Republic Of Korea International Academic Conference 2011 di Bali yang kebetulan diadakan lembaga resmi Asean University Network dengan Universitas Mahendradatta. Semoga ada perubahan paradigma.

REKTOR UNIVERSITAS MAHENDRADATTA BALI / PRESIDENT THE SUKARNO CENTER

Dr.Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III,S.E. (MTRU),M.Si. Abhiseka Raja Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I

yang merupakan jalan provinsi, kondisinya rusak berat. Gubernur menyatakan, pihaknya sudah pernah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali untuk melakukan inventarisasi jalan provinsi yang mengalami rusak berat. Setelah iventarisasi selesai akan segera dilakukan langkah untuk memperbaikinya. Gubernur mengungkapkan, banyak anggaran provinsi justru habis untuk memperbaiki atau membantu perbaikan jalan kabupaten. Masalah anjloknya harga sapi Bali juga terungkap dalam simakrama ini. I Ketut Toya asal Desa Selumbung, Rendang, menyatakan keluhannya tentang rendahnya harga sapi Bali. Gubernur mengatakan memang sulit menaikkan harga sapi Bali. Soalnya bea masuk impor daging 0%. Gubernur menuturkan sudah menyampaikan persoalan terkait bea masuk impor daging ini kepada pemerintah pusat. Hal itu dikaitkan dengan rencana Bali untuk berswasembada daging sapi. Dengan swasembada ini, diharapkan harga sapi Bali menguntungkan para peternak dengan kenaikan harga secara wajar, dan akhirnya kesejahteraan peternak bisa meningkat. Peternak Karangasem yang merupakan potensi penyumbang terbesar suplai sapi untuk kebutuhan pasar di Bali, sangat bergantung pada stabilitas pasar. Kadis Peternakan, Kelautan dan Perikanan Karangasem Drh. I Ketut Artama, M.Si. didampingi Kabid Produksi Peternakan I Nyoman Sudana mengungkapkan, populasi ternak sapi di Kabupaten Karangasem 149.268 ekor yang tersebar di Kecamatan Kubu 32.408 ekor, Abang 24.603 ekor, Karangasem 25.080 ekor, Bebandem 14.755 ekor, Selat 6.829 ekor, Sidemen 9.925 ekor, Rendang 24.445 ekor dan Manggis 11.223 ekor. Gubernur Mangku Pastika menegaskan pentingnya arti simakrama. Simakrama diadakan dengan harapan dapat makin mendorong pembangunan partisipatif melalui penjaringan aspirasi masyarakat secara langsung dan terbuka. Media komunikasi langsung simakrama merupakan forum untuk mendulang gagasan dan menjaring aspirasi dalam kerangka pembangunan Bali. –arya


6

Tokoh

NUSANTARA Yayasan Swara Swari

13 - 19 Februari 2011

Periksa Telinga Gratis Siswa SLBN Jembrana

TUJUH BELAS siswa penderita gangguan pendengaran di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Jembrana mendapat layanan pemeriksaan gangguan pendengaran gratis dari Yayasan Swara Swari Denpasar.

P

emeriksaan dimak sudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat gangguan pen-

Kepala sekolah, guru dan siswa SLB Negeri Jembrana

dengaran yang dialami masingmasing siswa sebelum mendapat bantuan alat bantu dengar. “Kami harus mengetahi terlebih dahulu seberapa besar tingkat gangguan pendengaran mereka, agar alat bantu dengar yang akan kami berikan nanti sesuai dengan yang mereka butuhkan. Hasilnya sebagian besar siswa mengalami tingkat kerusakan sedang hingga berat,” kata Direktur Yayasan Swara Swari Narno Supangat. Setelah itu, lanjut Narno, akan dibuatkan penampang dari alat bantu dengar tersebut yang

saat ini tengah dalam proses pencetakan. Paling lambat, sekitar dua minggu alat bantu dengar siap diberikan kepada mereka. Pemeriksaan bagi anak-anak penderita tuna rungu seperti ini, menurut Narno, sudah dilaksanakan untuk ke tiga kalinya, setelah di SLB Karangasem dan SLB Tabanan beberapa waktu lalu. “Untuk yang ketiga ini, kami mendapat bantuan Alat Bantu Dengar dari Kowena, Belanda, yakni sebuah organisasi nirlaba yang juga aktif

memberikan pendampingan dan bantuan di beberapa negara miskin di kawasan Afrika,” papar Narno. Dengan adanya bantuan alat bantu dengar ini, diharapkan siswa-siswa SLB tersebut akan bisa lebih mudah dalam belajar mengingat selama ini mereka tidak memakai alat bantu dengar tersebut. “Untuk bisa mendengar secara sempurna atau bahkan sembuh total memang agak sulit, namun setidaknya alat bantu dengar tersebut bisa membantu mereka,” ujar Narno. Yayasan Swara Swari sejauh ini selain memiliki sekolah sendiri untuk mendidik anakanak tuna rungu juga menjalin kerjasama dengan beberapa SLB di Bali, seperti di Tabanan, Karangasem dan Jembrana. Selain mendapatkan bantuan berupa pemeriksaan dan alat bantu dengar, Yayasan Swara Swari juga sesekali memberikan pelatihan bagi guru-gurunya. Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Negeri Jembrana I Gde Wisnaya, menyatakan sangat bersyukur siswa-siswa sekolahnya mendapat bantuan. “Kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini, mengingat alat-alat itu memang sangat dibutuhkan anak-anak kami. Semoga ini bisa membantu kami dalam memberikan pelajaran bagi anak-anak,” ujar Wisnaya. —nang

Kopi Kopyol.....................................................................................................................................................................dari halaman 4

Ir. IGAK Sudaratmaja, M.S.

Ir. Dwi Atmika Arya Rumawan, M.M.

“Pohon kopi yang subur , jika di batangnya seperti ada kulit yang mengelupas. Batang yang kulitnya mulus justru kurang subur,” ujarnya. Secara umum kopi dikelompokkan menjadi dua jenis yakni robusta dan arabika. Robusta idealnya hidup di dataran rendah, di bawah 900 meter dan arabika di dataran tinggi, 900 meter di atas permukaan laut. Kopi kopyol termasuk keluarga arabika. Kopi kopyol mulai dikembangkan di Badung sejak tahun 2005. Ada tiga kawasan dalam satu garis agro ekosistem yang mengembangkan kopi varietas unggul ini yakni Sukasada (Buleleng), Petang (Badung), dan Kintamani (Bangli). Tiga kawasan ini sudah teridentifikasikan keunggulannya secara geografis.

Beberapa keunggulan kopi kopyor, batang kuat, biji besar, memiliki cita rasa baik, tahan penyakit, dan tahan naungan sehingga bisa ditumpangsarikan dengan banyak komoditas. “Arabika kopyol Bali, kopi Bali unggul organik dengan cita rasa khas Bali dan bersertifikat ini merupakan aset langka. Dari hasil perkebunan di Badung, baru kopi ini yang bersertifikat kopi organik,” ujar Kadis Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Badung Ir. I G.A.K. Sudaratmaja, M.S. “Kami sudah membina kebun-kebun bibit/ bibit bina. Kebetulan kebun bibit bina di Kabupaten Badung terbaik dari aspek pengelolaannya,” ujarnya. Ia mengatakan tahun 2010 melalui SK Menteri Pertanian No. 4000 tahun 2010 kopi

PENDIDIKAN

kopyol telah ditetapkan sebagai salah satu kopi unggulan nasional. “Kopi kopyol Bali sudah dilepas sebagai benih bina oleh Kementerian Pertanian,” tegas Kabid Pertanian Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Badung Ir. Dwi Atmika Arya Rumawan, M.M. Meski memiliki banyak keunggulan, ia menambahkan Dinas Perkebunan Provinsi Bali tak sertamerta merekomendasikan satu lahan 100% ditanami kopi kopyol. Provinsi merokomendasikan menanami lahan 75% dengan kopi kopyol dan 25% lagi dikombinasikan dengan kopi arabika jenis usda atau S795. Dwi Atmika menjelaskan kopi kopyol baru bisa dipanen setelah berbunga dan berbuah pada usia dua tahun. Namun, hasilnya belum optimal. “Setelah berusia lima tahun baru hasilnya optimal, ini pun jika dilakukan pemeliharaan yakni

pemupukan, pemangkasan dan pembersihan kebun yang baik,” ujarnya. Lahan 1 hektare jika ditanami pohon kopi saja (monokultur) bisa ditanami 1.600 pohon. Per pohon bisa menghasilkan 5 kg dan 1 hektare mencapai 8 ton hasil produksi yang dipanen tiap tahun. Jika panen raya tiap dua tahun per pohon bisa mengasilkan 7 kg. Pohon kopi selain sebagai tanaman penyangga juga berfungsi hidrologis, konservasi untuk penyerapan air, melindungi permukaan tanah, sehingga tidak mengakibatkan longsor dan banjir. —ten

K E S E H ATA N

SPIRITUAL & PENGOBATAN

S A L O N & S PA

Imlek Tahun Kelinci

Jual Lampion Dua Kali Lipat M

OMEN Imlek membawa berkah bagi pengusaha lampion. Pebisnis lampion mengaku kebanjiran pesanan. Tak peduli imlek tahun apa. Kebetulan tahun 2011 ini “Tahun Kelinci”. Seperti halnya Andrean Kholil (30), pemilik Toko You Like Lamp di Jalan Mertanadi Kerobokan, Kuta Utara. Andrean yang sejak tahun 2002 membuka usaha pembuatan lampion ini mengaku tiap imlek selalu kebanjiran pesanan dari masyarakat. Pelanggannya bisa datang cukup banyak, sehingga produksi pun naik sampai dua kali lipat dari hari biasa. “Pesanan lampion untuk perayaan imlek datang dua bulan sebelum hari H dan harus selesai dua hari sebelum imlek,” katanya. Sehari sebelum imlek tiba, saat wartawati Koran Tokoh bertandang ke tokonya, memang tak hanya terlihat lampion berwarna merah dengan tulisan emas khas perayaan imlek. Lampion berwarna-warni tergantung di berbagai sudut ruangan. “Semua pesanan lampion untuk imlek ini sudah diambil,” katanya. Ia mengaku membuat lampion tak hanya untuk perayaan imlek, namun juga untuk keperluan hotel dan restoran. Dirinya juga memenuhi pesanan tamu Australia, Spanyol, dan Inggris. “Mereka menyukai lampion dengan warna-warna natural seperti krem dan putih,” kata pria asal Malang ini. Sebelum membuka toko pembuatan lampion ini, ia membuat kap lampu biasa dari bahan kulit. “Karena permintaan sedikit, saya beralih membuat lampion,” ungkapnya. Sehari-hari Andrean dibantu 4 karyawan. Beragam lampion dihasilkan, baik bentuk maupun ukurannya. Bahan dasarnya

Andrean

kertas kapas, rotan, dan besi. Pemakaian kertas kapas diakui lebih kuat dan tak mudah sobek dibandingkan jenis kertas lainnya. “Untuk kerangkanya kini tak seluruhnya menggunakan besi, melainkan bahan rotan. Harganya bisa lebih murah,” katanya.

Lampion difungsikan lebih banyak untuk dekorasi bukan untuk penerangan. Modelnya pun dibuat indah dan menarik. Orang menyukainya dari bentuk yang unik. Untuk menghadapi persaingan antarpengrajin lampion, tiap pemilik toko harus memiliki ciri khas. “Kami selalu berkreasi untuk mendapatkan pasar,” kata pria yang mengaku telah mengkoleksi 150 model lampion hasil kreasinya sendiri itu. Tak hanya berkreasi dengan bahan kertas kapas, Andrean juga mengolah berbagai bahan baku untuk membuat lampion. Salah satunya berupa benang dan kain batik. Tiap bulan, Andrean bisa menghasilkan 500 lampion dengan berbagai ukuran. Harga satu lampion bervariasi tergantung model dan ukuran. “Harganya berkisar Rp 5 ribu-Rp 400 ribu per lampion,” katanya. Untuk membuat satu lampion ini tak perlu waktu lama. Rata-rata perlu waktu satu jam. “Lampion ukuran kecil bisa dibuat setengah jam saja,” katanya. —tin

Aneka lampion di toko milik Andrean


SEHAT & CANTIK

13 - 19 Februari 2011 Tokoh 7

Mikrodermabrasi Hilangkan Flek dan Bekas Jerawat

dr. Lely Setyawati, Sp. KJ(K)

Dr. Rina Yusnita

tkh/ist

M

Wardhani Erawati, Dipl. CIBTAC. CH. Akp.

ikrodermabrasi merupakan proses pengelupasan kulit secara mekanik/ dengan alat. Syaratnya, kulit wajah pasien tak boleh ada luka terbuka, jerawat aktif, dan tidak dalam keadaan teriritasi. “Sebaiknya konsultasi dulu untuk melihat sejauh mana kondisi kulit bisa mengambil perawatan,” sarannya. Meski perawatan mikrodermabrasi bisa untuk usia 18 tahun ke atas, namun disarankan pada usia remaja ini melakukan facial biasa, karena pada usia ini pergantian kulit secara normal masih bagus. Dokter Rina mengatakan, yang memilih perawatan mikrodermabrasi ini umumnya mengeluhkan kondisi kulit kusam dan flek-flek pada wajah. Perawatan ini berfungsi mengangkat sel kulit mati sehingga warna kulit lebih cerah, tekstur kulit lebih halus dan rata, serta membantu memaksimalkan pemakaian krem. Dalam pengerjaannya, perawatan mikrodermabrasi ini tak menimbulkan rasa sakit karena kekuatan dan kekasaran diamond tip (mata diamond) yang

dipakai bisa disesuaikan dengan kondisi kulit pasien. Dermabrasi/pengelupasan kulit bisa dilakukan dengan penggunaan scrub, sikat, dan microcrystal. “Perawatan ini dijamin aman bahkan untuk wanita hamil sekali pun, karena tanpa penggunaan obat-obatan, hanya dengan alat,” ujar dr. Rina meyakinkan. Lain lagi dengan Chandra Kirana Beauty Skin Care. Yang istimewa di klinik ini adalah penggunaan mesin oxymegastation untuk perawatan wajah. “Mesin dan kosmetiknya merupakan satu paket sehingga hasil perawatan bisa lebih maksimal,” ujar Wardhani Erawati, Dipl. CIBTAC. CH. Akp., beauty therapy and cosmetology. Mesin produksi Italia ini di bawah MBE (Maya Beauty Engineering), perusahaan yang mengkhususkan diri dalam produksi teknologi dan jajaran produk untuk kecantikan dan kesehatan. Mesin ini multifungsi, bisa dipergunakan untuk perawatan microdermabration juga oxy microlifting. Proses mikrodermabrasi/

MIKRODERMABRASI saat ini memang semakin populer. Salah cara baru perawatan kulit, yang relatif tanpa rasa sakit dan lembut. Bahan atau medianya kristal atau bubuk organik untuk mengikis lapisan sel-sel kulit yang rusak dan mati pada semua orang tanpa batasan usia. Begitu diungkapkan konsultan estetik dr. Meiyanti. Bubuk kristal biasanya untuk kulit sensitif. Jenis pengelupasan diamond peel dipilih untuk kulit normal dan tebal. Sedangkan kulit kasar dan tebal seperti kulit laki-laki digunakan jenis coarse dan kulit tipis menggunakan jenis fine. “Ke semuanya digunakan secara terus-menerus ke kulit untuk mengikis lapisan sel-sel kulit yang rusak dan mati,” katanya. Kulit mengalami regenerasi tiap 28 hari secara alami. Namun makin tua, serta adanya pengaruh lingkungan, menurut Mei, faktor regenerasi sel menjadi lambat. Perawatan mikrodermabrasi yang teratur bisa banyak membantu proses tersebut demi mendapatkan kulit yang sehat. Perawatan mikrodermabrasi,

tkh/ard

Mikrodermabrasi Atasi Kelainan Kulit

dr. Meiyanti

katanya mengangkat lapisan epidermis pada kedalaman yang bervariasi secara terkontrol sehingga meminimalkan terjadinya luka pada kulit dan tanpa rasa sakit. Lapisan kulit yang terkikis dan sisa kristal disedot oleh vakum ke pembuangan. Sedotan vakum juga pada saat yang sama merangsang lapisan di bawah kulit, sehingga kolagen dan sel baru tumbuh. Hasilnya, kulit lebih halus, lebih sehat dan lebih segar bercahaya. Pada akhirnya memungkinkan untuk memperbaiki atau bahkan menghilang-

“Mikrodermabrasi telah dipakai secara luas untuk mengatasi kelainan kulit, di antaranya poripori membesar, mengurangi kerutan, mengangkat sel-sel kulit mati, mengurangi kadar minyak, mencegah pembentukan jerawat, mengurangi lubang bekas jerawat, mengatasi flek, mencegah penuaan dini dan mengurangi countour strechmark”

kan bermacam ketidaksempurnaan kondisi kulit. Dengan melepaskan kulit mati berarti dapat membantu penetrasi produk perawatan kulit hingga 50%, menjadikan seseorang dalam penggunaan make-up berjalan jauh lebih lancar. Mei mengatakan sekarang ini mikrodermabrasi telah dipakai secara luas untuk mengatasi kelainan kulit, di antaranya pori-pori membesar, mengurangi kerutan, mengangkat sel-sel kulit mati, mengurangi kadar minyak, mencegah pembentukan jerawat, mengurangi lubang bekas jerawat, mengatasi flek, mencegah penuaan dini dan mengurangi countour strechmark. Umumnya perawatan dengan menggunakan mikrodermabrasi dilakukan tiap lima hingga tujuh hari, dengan variasi antara 10 s.d. 24 kali tergantung berat dan ringannya kelainan pada kulit. “Setelah dilakukan terapi, pasien dianjurkan menghindari paparan matahari yang berlebihan serta beberapa pemakaian krim atau obat tertentu sesuai petunjuk ahli yang merawat,” ujarnya. Mikrodermabrasi ini bukan hanya untuk wajah tapi juga bisa untuk peremajaan kulit lengan dan badan. Hanya jika ingin melakukannya, lebih baik langsung kepada tenaga profesional, agar mendapat saran paket perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit demi hasil terbaik yang ingin dicapai. Semua manfaat tersebut, menurutnya dapat diperoleh jika dilakukan secara rutin. “Perlu juga diingat, manfaat tersebut hasilnya dapat berbeda pada orang yang berbeda dan dengan tingkatan keberhasilan berbeda pula. Hasil segera yang didapatkan pascamikrodermabrasi adalah kulit yang jauh lebih halus dibandingkan dengan kulit sebelumnya,” tandasnya. —ard

pengelupasan kulit di Chandra Kirana menggunakan serbuk kristal aluminium oksida halus dan serum khusus yang disesuaikan dengan masalah kulit. Fungsinya, mengangkat sel-sel kulit mati, merangsang regenerasi kulit baru serta merangsang pertumbuhan kolagen. Proses pengerjaannya, sebelum masuk ke mikrodermabrasi, kulit wajah pasien dibersihkan dengan pembersih sesuai kondisi kulit, dapat juga dilakukan massage (pemijatan) dalam keadaan kulit yang tak berjerawat. Setelah proses mikrodermabrasi, wajah dibersihkan dengan kuas sampai bersih dari serbuk kristal. Selanjutnya, wajah dibersihkan dengan pembersih, pengangkatan komedo jika perlu, penutupan komedo dengan high frekuensi (HF), dan terakhir dimasker. Jika menginginkan perawatan yang lebih spesifik, bisa memilih paket micro-oxy lifting. Prosesnya, pembersihan setelah dimikrodermabrasi dilanjutkan dengan oxygen injection tanpa jarum. Penyemprotan oksigen murni dengan tekanan, membuat penyerapan maksimum dari bahan aktif untuk memperbaiki perawatan dan meningkatkan fungsi kulit, memberikan kesegaran dan kecerahan kulit. “Untuk perawatan mikroder-

Perawatan mikrodermabrasi di HOD

mabrasi tidak disarankan untuk pasien yang kulitnya sensitif, jerawat meradang, dan telangiectasia (pelebaran pembuluh kapiler, biasanya terdapat di sekitar hidung, pipi, dan kulit yang tipis). Namun, perawatan permasalahan dengan kulit tersebut justru disarankan mengambil perawatan oxy,” ujarnya. Sebagian besar pasien Chandra Kirana yang mengambil perawatan mikrodermabrasi memiliki keluhan bintikbintik hitam bekas jerawat. Fungsi perawatan ini, mengurangi dan menghilangkan garis halus dan keriput pada wajah dan leher, meremajakan sel-sel

kulit sehingga tampak lebih muda, segar dan cerah, mengurangi kantung mata dan memudarkan lingkaran kehitaman di bawah mata, serta menghilangkan flek dan bekas jerawat. Usia 20 tahun disarankan sesekali melakukan perawatan ini. Usia 30 tahun ke atas, satu sampai dua bulan sekali, dan 40 tahun ke atas, sebulan sekali. Di Ristra Care Center Denpasar, mikrodermabrasi menggunakan mesin terbaik yang ada di pasaran untuk perawatan mikrodermabrasi kulit (eksfoliasi kulit). Perawatan ini mampu memperbaiki kulit wajah dari hiperpigmentasi, bekas luka, tanda penuaan (age spot) dan pada akhirnya menghaluskan dan meremajakan kulit wajah. “Untuk proses abrasi digunakan butiran halus silicon

carbide yang bersifat alami dan natural. Dengan perawatan ini, bagian terluar dari kulit dapat diabrasi tanpa rasa sakit,” ujar dr. Lely Setyawati, Sp.KJ (K), konsultan di Ristra Care Center Denpasar. Aksi ganda dari mikrodermabrasi dan gerakan micropulsation memberikan efek pemijatan yang menyenangkan sekaligus juga menghasilkan efek pengencangan akibat dari berpoduksinya kolagen baru dalam kulit yang akan mencerahkan warna kulit dan penampilannya secara keseluruhan. “Digabungkan dengan total whitening concept dari Ristra, perawatan mikrodermabrasi di Ristra Care Center memberikan nilai tambah berupa pencerahan wajah yang nyata hasilnya,” ujarnya promotif. —ten, rat

tkh/ten

tkh/ten

SECARA umum ada dua jenis facial yang dikenal masyarakat. Di House of Dura (HOD), kedua facial itu disebut House of Dura Facial Intensive untuk facial biasa, dan theraupetic facial untuk facial dengan pengobatan/terapi. “Mikrodermabrasi ini masuk dalam theraupetic facial,” ujar dr. Rina Yusnita, dokter konsultan HOD.

tkh/ist

Disarankan bagi Usia 20 Tahun ke Atas

Penggunaan mesin oxymegastation untuk mikrodermabrasi

Hasil setelah wajah dimikrodermabrasi 7 kali

Wajah Cantik dan Sehat dengan Ristra JIKA dijumlah, tentu tak sedikit perempuan yang menggunakan kosmetika tiap hari. Tetapi, tahukah Anda, merawat kulit menguntungkan dalam jangka panjang? Kosmetika menurut kegunaannya digolongkan menjadi dua, yaitu kosmetika perawatan kulit (skin care) dan kosmetika dekoratif (hiasan make-up). Kosmetika perawatan kulit contohnya sabun, cleansing milk, dan penyegar kulit yang berguna untuk perawatan kesehatan kulit dan memiliki efek jangka panjang menguntungkan. Sedangkan kosmetika dekoratif berguna untuk tata rias/make-up, contohnya bedak, lipstik, blush-on. Kosmetika dekoratif ini menambah rasa percaya diri terhadap penampilan. Tetapi, harus diwaspadai, karena saat ini begitu banyak skin care dan kosmetika dekoratif mengandung bahan berbahaya. Ada beberapa reaksi negatif pada kulit akibat kosmetika tidak aman. Contohnya munculnya jerawat sesudah pemakaian kosmetika (acnegenic); fotosensitisasi, sesudah kena sinar matahari akan timbul reaksi negatif; penyumbatan pori-pori kulit; kerusakan rambut, kerusakan kuku, dan sebagainya. Konsep The Science Of Beauty diperkenalkan oleh Dr. Retno Iswari Tranggono pada tahun 1983 sebagai konsep

Ristra Care Center Bali di Jalan Antasura 20XX Denpasar

ilmiah untuk senantiasa tampil sehat, cantik dan aman dengan selalu memperhatikan faktor lingkungan/alam, gaya hidup dan kosmetika yang dipilih. (Ristra merupakan singkatan nama dari suami istri penemu produk ini: Dr. Retno Iswari Tranggono, SpKK. dan Dr. Suharto Tranggono, SpKJ.) Ristra menganjurkan empat langkah tepat untuk perawatan wajah yaitu pembersihan dan penyegaran: sabun, cleansing milk dan toning lotion; pelembaban: moisturizing cream, atau AHA cream, whitening total concept, platinum day & night firming; perlindungan dari matahari: sun care non PABA 17 SPF; scrubing/ peeling: scrub cream yang

aman dan mengandung PH-balanced yang tepat. Peeling atau ‘ill feel’? Peeling seringkali menjadi hal yang bermasalah karena justru membuat ‘ill feel’. Demi kecantikan banyak sekali wanita yang rela bersakit-sakit melakukan chemical peeling. Penggunaan chemical peeling yang tidak tepat untuk kulit orang Indonesia yang tinggal di daerah tropis yang kaya akan sinar ultra-violet (UV) justru dapat menimbulkan masalah, misalnya kulit menjadi tipis, sangat sensitif dan kemerahmerahan. Kulit yang rentan terhadap paparan sinar matahari (UV-A dan UV-B) tersebut berpotensi menyebabkan kanker dan flek hitam di kemudian hari. Untuk itu sebelum melakukan peeling, pilihlah produk yang tepat dan aman sehingga mendapatkan wajah yang cantik, sehat dan bebas ‘ill feel’.

Mengapa harus Ristra? Ristra telah dikenal sejak 1983, jadi sejak 28 tahun yang lalu, tanpa racikan dan bahan berbahaya, sehingga membuat kulit aman untuk jangka waktu tak terbatas (long lasting beauty). Ada beberapa syarat mendapatkan kosmetika yang aman yaitu formulasi berdasarkan konsep medis; bahan baku harus berkualitas tinggi; pembuatan harus sesuai standar kebersihan laboratorium; tidak beracun untuk kulit (non-toxic); tidak menimbulkan iritasi (noniritant); tidak menimbulkan alergi kulit (non-allergenic); tidak menyebabkan timbulnya jerawat (non-acnegenic); tidak menyebabkan efek negatif jika terkena sinar matahari (nonfotosensitif); mempunyai PHBalanced (PH 4,5-6,5); lulus uji keamanan kosmetik (efficacy test dan clinical test); serta memiliki consumer service jika ada ketidaknyamanan pada kulit pemakai.

Dapatkan perawatan wajah ala Ristra, Buy 1 Get 1 FREE selama Februari 2011 Hubungi:

Ristra Care Center Tim Ristra Care Center Bali

Jalan Antasura 20 - XX Denpasar Telepon 0361-418500.


8

Tokoh

PENDIDIKAN

13 - 19 Februari 2011

Usia 42 Tahun Undiknas University

Cetak 173 Alumni Baru

PROGRAM Magister Undiknas University berhasil meluluskan 29 alumni baru dalam prosesi wisuda periode 17 Februari 2011. Sebanyak 14 lulusannya meraih predikat cumlaude. Ada dua pilihan program studi yang ditekuni alumninya. Selain Program Studi Magister Manajemen, juga Program Studi Magister Administrasi Publik.

M

UNDIKNAS University lahir 17 Februari 1969. Usianya pas 42 tahun menginjak 17 Februari 2011 ini. Alumninya telah mencapai 18.459 sarjana strata satu dan magister. “Mereka sukses bekerja di berbagai bidang profesi di berbagai belahan Nusantara maupun luar negeri,” ungkap Rektor Undiknas University Prof. Sri Darma, D.B.A.

Empat pimpinan fakultas di lingkungan Undiknas University. Dari kiri: Dekan Fakultas Teknik Ir. Wayan Sutama, M.T., dekan Fakultas Hukum Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si., dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M., dan dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Dr. I Nyoman Subanda, M.Si.

omen 17 Februari 2011 menjadi lebih istimewa. Prosesi wisuda bukan hanya akan dialami 173 lulusannya. “Waktu wisudanya jatuh persis peringatan HUT ke-42 Undiknas University,” imbuh guru besar termuda di Indonesia itu. Prosesi wisuda yang bakal berlangsung di Agung Room Inna Grand Bali Beach,Sanur, Denpasar, tersebut akan dijalani 173 winisuda. Mereka terdiri dari 44 winisuda Program Studi Manajemen, 63 winisuda Program Studi Akuntansi, 8 winisuda Program Studi Ilmu Komunikasi, 26 winisuda Program Studi Ilmu Hukum, dan 3 winisuda Program Studi Teknik Elektro. Selain itu, ada 18 winisuda Program Pascasarjana Magister Manajemen dan 11 winisuda Program Magister Administrasi Publik. “ Jumlah keseluruhan alumni Undiknas University sejak berdirinya sampai wisuda periode 17 Februari 2011 sebanyak 18.459 orang,” jelas Prof. Sri Darma. Ritual pengukuhan gelar sarjana strata satu anak didik Undiknas University kali ini menempatkan jumlah alumni Program Studi Akuntansi berada di peringkat pertama. Ada 63 winisuda yang lahir dari program studi ini. Sekitar 93,65% alumninya kali ini berhasil menuntaskan studi dalam kurun waktu 3,5 tahun. Sejumlah alumni dari program studi lainnya juga mengukir prestasi yang sama. Mereka ini juga menyelesaikan studinya dalam tempo 3,5 tahun. Tetapi, persentase ratarata masa studi tercepat alumni program studi lainnya belum mencapai angka di atas 90% seperti yang diraih Program Studi Akuntansi. Namun, persentase alumni program studi lain yang menyelesaikan studi 3,5 tahun pun tergolong tinggi. Persentase masa studi tercepat yang diraih alumni lain tadi berkisar 81%-88%. “Sivitas akademika Undiknas University tentu menaruh rasa bangga dan penghargaan setinggi-tingginya atas prestasi yang telah diraih alumninya ini,” ujar putra sulung dari empat bersaudara yang juga menjabat ketua Asosiasi Peguruan Tinggi Swasta Indonesia

Akuntansi Undiknas Menuju Akreditasi A KADO istimewa diraih Undiknas University menginjak tahun 2011. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis almamater ini memeroleh Sertifikat Akreditasi B. Ini modal program studi ini bergerak menuju standar akreditasi A. Sertifikasi B merupakan pengakuan legalitas atas reputasi Program Studi Akuntansinya berkompetisi di orbit dunia pendidikan tinggi nasional. Tinggal selangkah lagi, program studi ini bercokol di jajaran perguruan tinggi berakreditasi A. “Akreditasi A membuka seluas-luasnya po-

tensi program studi ini bertarung di tingkat global,” ujar Rektor Undiknas University Prof. Sri Darma, D.B.A. kepada Koran Tokoh di kampusnya Jalan Bedugul 39 Sidakarya, Denpasar Selatan. Sertifikasi B ini otomatis mengantarkan posisi Program Studi Akuntansi Undiknas University selevel program studi serupa di Tanah Air. Mutunya telah dipastikan setara program studi akuntansi di berbagai perguruan tinggi swasta berkualitas di Indonesia. Program studi ini berhasil meraih nilai 317. Kisaran standar nilai peringkat B, adalah 300-360.

Standar akreditasi, kata Prof. Sri Darma, merupakan parameter penilaian untuk mengukur mutu pemelajaran perguruan tinggi. Proses penilaian mengacu pada tiga poin kunci tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan/pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. “Program Studi Akuntansi Undiknas University telah lolos standar penilaian sesuai kompetensi tri dharma perguruan tinggi tersebut, khusus di level nasional,” tukas peraih penghargaan Muri untuk kategori guru besar termuda di Indonesia ini. Menurut pemegang gelar

Cumlaude 14 Lulusan Magister Undiknas

Prof. Sri Darma, D.B.A.

(Aptisi) Bali ini. Apalagi, prestasi nilai akademik yang diraih rata-rata alumninya juga tergolong mengesankan. Dari 44 lulusan Program Studi Manajemen, 35 alumni meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas tiga. Ada sembilan lulusan saja yang memeroleh IPK kisaran 2,7-2,97. Selain itu, ada 59 alumni dari 63 lulusan Program Studi Akuntansi yang berhasil menyabet IPK di atas tiga. Sementara empat lulusan saja yang mendapatkan IPK di kisaran 2,45-2,93. Alumni Program Studi Ilmu Hukum yang berjumlah 26 orang pun tidak kalah mengesankan dalam meraih IPK. Ada 23 lulusannya yang meraih IPK di atas tiga, hanya 3 alumninya yang meraih IPK di kisaran 2,842,97. “Sementara delapan alumni Program Studi Ilmu Komunikasi dan tiga alumni Program Studi Teknik Elektro berhasil menggondol IPK di atas tiga,” jelas guru besar asesor ini. Lulusan terbaik sarjana strata satu dari masing-masing program studi diraih Antonio da Silva Sam, S.E. dari Program Studi Manajemen ini dengan IPK 3,84; Putu Ayu Rara Anggani, S.E. dari Program Studi Akuntansi dengan IPK 3,73; Yasmine Dwitya Putri Jelantik, S.I.Kom dari Program Studi Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,57; I Gusti Ayu Eviani Yuliantari, S.H. dari Program Studi Ilmu Hukum dengan IPK 3,94; dan Maria Fransiska Yuniarti Radja, S.T. dari Program Studi Teknik Elektro dengan IPK 3,24. —sam doktor asesor ini, predikat B tersebut menjadi batu loncatan baru program studi ini menuju kualifikasi peringkat A. Peringkat A Program Studi Akuntansi menjadi target berikut almamaternya. Saat ini, kualitas staf pengajar yang didukung sarana serta prasarana pemelajaran mumpuni telah diakui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Dikti Kemendiknas RI. “Kami akan terus menggenjot keterampilan berbahasa Inggris semua dosen, gelar doktor semua dosen akan kami pacu, serta mindset sivitas akademika akan terus ditingkatkan. Ini kelak menjadi dasar kami untuk bertarung memperebutkan akreditasi A. Peringkat A merupakan bukti pengakuan keberadaan program studi ini kelak mampu bersaing di level internasional,” tandas Prof. Sri Darma.

Dari balik bangunan megah Kampus Undiknas University ini lahir 18.459 tenaga terdidik andal yang tersebar dalam beragam bidang profesi di berbagai jagat kehidupan

Hebatnya, lulusan Program Studi Magister Manajemen rata-rata berhasil meraih indeks prestasi 3,74. Masa studi rata-ratanya 16,5 bulan. Sementara alumni Program Studi Magister Administrasi Publik ratarata lulus dengan indeks prestasi 3,65. Masa studi rata-ratanya 17,2 bulan. Staf pengajar dari STIE Satya Dharma Singaraja Wayan Supada, S.E., M.M. tercatat

sebagai lulusan terbaik Program Studi Magister Manajemen. IPK yang diraihnya 4,00 dengan masa studi 14,9 bulan. Putu Mirayana Agnes L. Ranytha, S.E., M.A.P dari Program Studi Magister Administrasi Publik berada di peringkat kedua terbaik dengan IPK 3,91. Alumnus FE Unud ini menuntaskan masa studinya selama 15,8 bulan. —sam

Empat guru besar tetap di lingkungan Undiknas University. Dari kiri: Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, S.E., M.M., Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M., Prof. Sri Darma, D.B.A., dan Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si.

Sarjana Teladan

Putu Ayu Rara Anggani, S.E.

Antonio da Silva Sam, S.E.

EMPAT alumni sarjana strata satu Undiknas University menunjukkan prestasi teladan. Selain Antonio da Silva Sam, S.E., juga Putu Ayu Rara Anggani, S.E., Yasmine Dmitya Putri Djelantik, S.I.Kom., dan Maria Fransiska Yuniarti Radja, S.T. Antonio bergelar sarjana ekonomi. Alumnus SMA Dili, Timor Leste, 13 Juli 1987, ini, menjadi lulusan terbaik Program Studi Manajemen. Anak kedua dari enam bersaudara dari pasutri Frederico da Silva Sam (48) dan Zelia Lay (42) ini memeroleh IPK 3,84. Segudang pengalaman

berharga ditimba Antonio selama menuntut ilmu di Undiknas University. Fasilitas belajar-mengajarnya sudah modern. Kelasnya ber-AC, ada LCD, dan lain-lain. Lokasinya nyaman, akses ke berbagai tempat strategis gampang,” ujarnya. Kualitas mengajar dosennya juga dinilai oke. Selama belajar di Program Studi Manajemen, Antonio mengaku, mutu dosen ini amat membantu dirinya memecahkan persoalan ilmu manajemen yang dipelajarinya. “Bagusnya lagi, Undiknas masih punya program KKN. Program

Predikat mengesankan telah diukir Program Akuntansi Undiknas University selama bertahun-tahun. Program studi dimkasud diibaratkan Prof. Raka Suardhana sebagai ikon kampus ini. Posisi kompetensinya sempat bertengger di status disamakan. Saat lahir BAN PT dikti, program studi ini berada di peringkat C. Tetapi, mutu pemelajarannya tetap terjaga. Ini dibuktikan melalui daya serap pasar terhadap alumninya rata-rata 100%. Kalangan alumninya tidak hanya rata-rata sukses di dunia usaha bisnis. Jumlah alumninya tidak sedikit yang berhasil menduduki jabatan prestisius di berbagai lembaga keuangan di Bali maupun luar Bali. Banyak alumninya yang bahkan memegang posisi penting di negara Timor Leste. Derasnya daya serap bursa kerja terhadap alumni kampus ini pun diikuti berbagai penghargaan prestisius yang diterimanya. Standar akreditasi B yang diraih program studi akuntansinya merupakan salah satu wujud nyata penghargaan tersebut. Saat ini Undiknas University bahkan menjadi salah satu universitas yang masuk nominasi pemilihan perguruan tinggi terbaik. “Nominasi ini

sungguh membanggakan,” ujar alumnus doktor lulusan Southern Cross University Lismore, Australia, ini. Prestasi dan prestise Undiknas University, terutama predikat peringkat B yang diraih program studi akuntansinya diharapkan menjadi motor pemacu semangat seluruh sivitas akademika untuk senantiasa meningkatkan kualitas pemelajaran. Selama ini, prestasi membanggakan sudah diukir kalangan staf pengajarnya. Prestasi ini bukan hanya diraih berkat mutu proses belajarmengajar yang meyakinkan. “Juga, aktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang berguna bagi kepentingan akademik maupun masyarakat luas,” katanya. Namun, prestasi itu diharapkan tidak membuat seluruh sivitas akademikanya makin keras bekerja. Kerja keras tersebut dikaitkannya dengan moto ‘Move to Global and Digital’ yang dicanangkan Undiknas University. Mutu kampus ini diyakinkan sedang bergerak ke bandul global and digital. Jika semua dosen Undiknas University bermutu global otomatis alumninya pun berkualitas global. —sam

ini melatih mahasiswa belajar menghadapi kehidupan sebenarnya di masyarakat,” ujar Antonio yang hanya perlu 3,5 tahun untuk meraih gelar sarjananya itu. Bekal pengalaman menimba ilmu manajemen maupun praktik kerja lapangan juga dinilai amat berguna untuk mengembangkan kemampuan wirausahanya sepulang ke Timor Leste. “Saya tidak salah memilih kuliah di Undiknas,” katanya. Sementara Putu Ayu Rara Anggani, S.E lulus dengan IPK 3,73. Saat tamat SMAN 2 Denpasar tahun 2007, alumnus terbaik Program Studi Akuntansi ini sebenarnya diterima melalui jalur PMDK di Jurusan Teknik Elektro Unud. “Tetapi, saya memilih kuliah di Program Studi Akuntansi Undiknas. Akuntansi Undiknas kan tergolong program studi favorit di mata masyarakat,” aku putri semata wayang Ir. I Made Widana (59) dan Desak Made Sekarnasih, S.E., M.M. (51) ini. Ada pengalaman spesialnya selama kuliah di Undiknas. Kampus ini memfasilitasinya untuk belajar berbagai hal baru. “Undiknas memberikan layanan one stop study, belajar di kampus ini bisa belajar banyak hal,” katanya. Hal paling berkesannya terutama saat memulai kegiatan wirausaha butik. Aktivitas bisnis ini dilakoni bersama seorang sobatnya saat menginjak kuliah semester tiga. “Bekal kuliah di kampus bisa saya langsung praktikkan. Hasilnya telah saya rasakan secara nyata lho...” ungkapnya. Sementara Yasmine Dwitya Putri Jelantik, S.I.Kom. tercatat sebagai lulusan terbaik Program Studi Ilmu Komunikasi. IPK yang diraihnya 3,57. Putri kedua A.A.A. Suryawati Djelantik (61) yang tamatan SMAN 2 Denpasar ini menyelsaikan studinya 3,5 tahun. “Saya pun belajar banyak hal di kampus ini. Khusus di Program Studi Ilmu Komunikasi jelas saya bisa mendalam belajar public speaking maupun media, termasuk melakukan kerja praktik,” kata Yasmine yang bakal mengambil magister di Australia ini. Prestasi I Gusti Ayu Eviani Yuliantari, S.H. dari Program Studi Ilmu Hukum pun tak kurang mengesankan. IPK yang diraih putri IGN Suparta, S.H. dan IGA Raka Parwaty, S.E. tercatat 3,94. “Belajar hukum di Undiknas sungguh membuat saya kaya pengalaman. Salah satu kesan mendalam saya saat belajar praktik di ruang peradilan semu,” katanya lajang kelahiran Kapal, Badung, 18 Maret 1989, ini. Sementara Maria Fransiska Yuniarti Radja, S.T. juga menjadi lulusan terbaik di Program Studi Teknik Elektro. Lajang kelahiran Maumere, Sikka, NTT ini menjadi ‘tukang insinyur’ dengan membukukan IPK 3,24. —sam


DALUNG DAN SEKITARNYA

13 - 19 Februari 2011 Tokoh 9

Ny. Ketut Armanto (kedua dari kiri) dan Ny. Gusti Ngurah Wardana (ketiga dari kiri) didampingi Ny. Gusti Rai Genjing serta mantan ketua PPI Ny. Nyoman Widana

MULAI tahun 2011 ini tunjangan dana sehat tiap warga banjar adat Tegeh, desa pakraman Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung, yang sakit dan menjalani opname ditingkatkan menjadi Rp 200.000. Tahun 2010 hanya Rp 50.000. Sejak tahun 2000, tidak ada pembedaan warga yang pegawai negeri sipil (PNS) atau non-PNS. Semua sama rata. Ini berbeda dengan saat diterapkannya dana sehat ini 36 tahun yang lalu.

S

ejak tahun 1975, biaya pengobatan tiap warga banjar adat Tegeh, desa pakraman Dalung, yang sakit dan berobat ke puskesmas pembantu (pustu) ditanggung banjar. Yang mendapat tunjangan ini diprioritas-

kan semua anggota keluarga dalam KK (kepala keluarga) yang tidak memiliki ansuransi kesehatan (di luar PNS). Tunjangan, yang oleh warga banjar Tegeh disebut dana sehat ini awalnya dibentuk atas dasar gotong royong untuk

membantu warga tak mampu. “Kemampuan ekonomi warga kami tidak sama. Ada yang mampu membiayai perawatan kesehatannya, ada yang samasekali tak memiliki uang untuk itu. Jangan sampai karena tak ada biaya, warga kami yang sakit tak bisa berobat,” ujar I Gusti Ngurah Oka, S.H., pamucuk (penasihat) banjar adat Tegeh yang memprakarsai pembentukan dana sehat ini. Sumber dana didapat dari iuran warga banjar yang dipungut saat paruman (rapat) rutin tiap budha umanis (tiap 35 hari). Besarnya, Rp 15 ribu per-KK per bulan. Iuran tersebut mencakup kas banjar, kas pembangunan, dan dana sehat. Yang diposkan untuk dana sehat Rp 1.000. Jumlah KK waktu itu ada 56. Jadi tiap bulan ada Rp 56.000 untuk dana sehat. Perkembangan berikutnya, ada warga yang menderita batuk kronis yang kerap harus

Paguyuban Para Istri Paguyuban Para Istri (PPI) banjar adat Tegeh juga memiliki dana sehat yang khusus diperuntukkan para ibu/ anggota paguyuban, sebesar Rp 150 ribu bagi yang sakit sampai diopname. Sumber dana dari kas simpan-pinjam yang dikelola PKK. Kas simpanpinjam ini juga boleh dimanfaatkan untuk dana

Dulu Persawahan Sekarang Perumahan DESA Dalung terdiri atas desa adat dan desa dinas. Desa dinas mencakup 16 banjar yakni Banjar Tegaljaya, Banjar Celuk, Banjar Gaji, Banjar Untal-untal, Banjar Kwanji, Banjar Kaja, Banjar Tegeh, Banjar Lebak, Banjar Cepaka, Banjar Kung, Banjar Padangbali, Banjar Dukuh, Banjar Tuka, Banjar Pangilian, Banjar Pagending, dan Banjar Batulumbung. Desa dinas Dalung mewilayahi tiga desa adat yakni desa adat Padang Luwih (di timur), desa adat Dalung (tengah), dan desa adat Tuka (barat). Uniknya, di desa adat Dalung ada dua banjar adat yakni banjar adat Pagending dan Pangilian masuk dalam wilayah adat Tibubeneng. “Jadi dua

banjar adat ini memiliki dua beban adat (rangkap), karena masetra ke desa adat Tibubeneng,” ujar Ngurah Oka, pamucuk desa adat Dalung. Padahal, jika dilihat desa adat Tibubeneng ini adalah batas selatan desa Dalung, batas barat desa adat Buduk, batas utaranya desa adat Abianbase, dan bagian timur dibatasi desa adat Padang Luwih. Ngurah Oka yang juga sekretaris Yayasan Lembaga Pembina Pendidikan (YPLP) PT IKIP PGRI Bali ini memaparkan, dulu sebelum tahun 1965 Desa Dalung merupakan sentra pertanian (agraris), sama seperti Petang, Buduk, dan Munggu. Sekarang, Desa Dalung berkembang menjadi tempat

hunian dan industri. Menurut tokoh kelahiran Dalung 75 tahun silam ini, peralihan tersebut dipicu terdesaknya mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk kebutuhan pendidikan anakanak mereka. Pertanian tak berhasil karena kerap diganggu hama. Lahan pun dijual. “Lokasi kompleks perumahan seperti Dalung Permai sekarang ini, dulu tanah persawahan hijau,” ujarnya. Desa adat Dalung dihuni masyarakat asli Dalung, sedangkan masyarakat pendatang bermukim di lahan hunian baru yang dikembangkan sejak tahun 1970-an. Di antaranya, Dalung Permai, Dalung Indah, Dalung Tansia, dan Dalung Cemaragiri.

Lahan hunian baru itu merupakan pengalihfungsian lahan sawah seiring makin meningkatnya kebutuhan perumahan bagi mereka yang datang ke Badung dan Denpasar. Wilayah DalungDalung tambahan yang merupakan tempat hunian baru itu, kata Ngurah Oka, berada di luar desa adat dan desa dinas Dalung. “Tetapi, penduduknya masuk ke dalam desa dinas saja dan masuk dalam salah satu banjar di Dalung,” ujarnya. –ten

tkh/sep

berobat ke pustu merasa malu. Ia merasa kas dana sehat hanya dihabiskan dirinya. Hingga akhirnya dengan pertimbangan agar lebih praktis, sejak tahun 2000 ketentuannya berubah, tak lagi membedakan status sosial, PNS maupun tidak, semua disamaratakan. Tiap warga yang sakit sampai opname mendapat tunjangan Rp 50 ribu. Tahun 2011 tunjangan dana sehat ditingkatkan menjadi Rp 200 ribu. “Memang jumlahnya tak seberapa. Tetapi, paling tidak ada rasa kebersamaan yang kami miliki. Lagipula, siapa sih yang mau sakit,” ujar I Gusti Rai Genjing, kelian banjar adat Tegeh yang kini membawahi 112 KK tersebut, sembari mengungkapkan saldo dana sehat tahun 2010 Rp 951.000. Ia mengatakan warga banjar adat yang sakit juga diberi kemudahan meminjam kas banjar tanpa bunga. Bahkan, bagi warga yang kalayu sekar (meninggal) mendapat dana patus Rp 15 ribu per KK. Banjar juga menanggung biaya kompor, sesari pamuput di kuburan Rp 500 ribu, menyiapkan wadah sederhana, dan menggarap semua upakara yang diperlukan. “Upakara sapuputne (sampai selesai) sampai nganyut diurus banjar,” kata Ngurah Genjing.

Balai banjar adat Tegeh tempat paruman adat dilaksanakan

pendidikan. “Menjelang tahun ajaran baru, kami memprioritaskan peminjaman kredit untuk tujuan sekolah dibandingkan yang lain,” ujar Ketua PPI banjar adat Tegeh Ny. Ketut

Armanto. Pembayaran kredit lunak itu boleh dicicil beberapa kali dengan bunga 1% menetap. “Dalam waktu dekat ini kami merencanakan pemberikan beasiswa kepada siswa ber-

prestasi dan kurang mampu. Ini sebagai rangsangan untuk memotivasi mereka giat belajar,” ujar sesepuh PPI banjar adat Tegeh, Ny. Gusti Ngurah Wardana. –ten

tkh/ten

tkh/ten

Dana Sehat Warga Banjar Adat Tegeh

I Gusti Ngurah Oka (paling kanan) dan Rai Genjing (kedua dari kanan) didampingi pangliman (wakil kelian) I Made Pastika serta penyarikan (sekretaris) banjar adat Tegeh I Gede Sukarta, S.Pd.

Pengajian Pegending Permai Dalung DALAM kesahajaan perumahan BTN jalinan ukhuwwah menjadi terasa lebih indah jika dibina dengan napas dakwah. Berinteraksi dengan sesama warga muslim yang semua perantau menjadikan ikatan kekeluargaan makin kukuh rukun terjaga melalui majelis pengajian. Sekali dalam sebulan, warga muslim Perumahan Pegending Permai Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung, rutin berkumpul di rumah salah seorang warganya, bergiliran. Warga muslim yang tergabung dalam Rukun Warga Muslim (RWM) tersebut menggelar pengajian membaca Alquran bersama-sama dipimpin seorang ustadz. Acara dilanjutkan arisan untuk menentukan siapa yang rumahnya akan menjadi tempat bulan depan di samping mem-

bicarakan kegiatan bersama yang bisa dikerjakan. Ada 30 KK terdaftar dalam RWM tersebut; kadang bertambah kadang berkurang. Maklum sebagian anggotanya berstatus pengontrak. Warga Muslim bisa

mengambil kebutuhan rumah tangga terutama sembako melalui koperasi. Warga cukup terbantu dengan keberadaan koperasi ini mengingat warga bisa mengambil barang dengan sistem bon. - nang

Suasana kegiatan pengajian RWM Pegending

Tirtayatra ke Pura Pucak Sangkur Dengan perjalanan waktu Yayasan Spiritual Dharma selesai selanjutnya para peserta melakukan persembahan Sastra yang bergerak di bidang spiritual, pendidikan dan bunga di Lingga Yoni, ini merupakan daya tarik tersendiri sosial selalu melaksanakan program kegiatan yayasan bagi masyarakat umum yang belum pernah sembahyang yaitu tirtayatra ke pura-pura yang ada di Bali maupun di di Pura Agung Semanik ini. luar Bali. Kegiatan seperti ini memang secara rutin dilakukan oleh Hari ini, Minggu (13/2) pada pukul 09.00 Yayasan pihak yayasan sebagai rasa subakti ke hadapan Ida Sang Spiritual Dharma Sastra kembali menyelenggarakan Hyang Widhi Wasa. Yayasan Spiritual Dharma Sastra juga kegiatan persembahyangan dengan melakukan tirtayatra melakukan kegiatan meditasi bersama yang dilaksanakan ke Pura Pucak Sangkur. Bagi masyarakat umum yang setiap Selasa dan Jumat pada pukul 20.00 bertempat di tertarik dapat langsung datang dengan membawa sarana Wantilan Pohgading dengan konstribusi sebesar Rp 10.000 persembahyangan. serta setiap Senin, Rabu, dan Kamis juga dilakukan meditasi khusus bertempat di halaman parkir yayasan yang beralamat Untuk diketahui, selain persembahyangan, yayasan di Jalan Lembu Sura Perum Taman Lembu Sura Kav.I No. 3 juga rutin mengadakan penglukatan. Sebelum persembahyangan akan dilakukan penglukatan, dan para I Putu Ngurah Ardika, S.Sn. Denpasar Utara. peserta diharapkan membawa sebuah sangku tempat tirta, Demikian juga pada Jumat lalu, bertempat di Gedung air sukla/air kum-kuman, bunga jepun tiga warna yang akan digunakan RRI di Jalan Hayam Wuruk Denpasar telah diselenggarakan “Gebyar sebagai sarana malukat. Jadi sebelum sembahyang para peserta akan Penyembuhan dengan Kundalini”. Acara yang terbuka untuk umum ini dilukat oleh Guru Spiritual Kundalini I Putu Ngurah Ardika, S.Sn. langsung dipimpin Guru Kundalini I Putu Ngurah Ardika, S.Sn. Ada pun maksud dilakukan penglukatan ini adalah sebelum kita Di samping kegiatan meditasi juga ada kegiatan pengobatan dengan melakukan persembahyangan maka tubuh jasmani dan rohani kita harus kundalini di Klinik Griya Usadha, bagi masyarakat umum yang mengalami disucikan terlebih dahulu sehingga pada saat kita melakukan sakit medis, nonmedis serta berbagai permasalahan keluarga dan leluhur persembahyangan baik jasmani maupun pikiran kita betul-betul fokus atau lebih jelas bisa menghubungi nomor telepon (0361) 8078842. untuk sembah subakti pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, mudahSelanjutnya kegiatan yayasan yang kiranya perlu diketahui oleh mudahan atas restuNya kita semua dalam keadaan sehat dan tidak masyarakat umum yang berminat di antaranya pada Minggu (20/2) pukul kurang suatu apa pun. 06.00 kegiatan malukat di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, dan Seperti biasa jika prosesi malukat telah selesai maka selanjutnya pada Minggu (27/2) pukul 09.00 anggota yayasan dan masyarakat umum dimulailah acara puncak yaitu sembahyang bersama yang sudah barang yang berminat melakukan persembahyangan bersama di Pura tentu diawali dengan melakukan Puja Tri Sandhya dan selanjutnya diikuti Candinarmada Tanah Kilap Denpasar. Untuk informasi lebih jelas hubungi dengan Panca Sembah. Dan apabila acara persembahyangan telah sekretariat yayasan dengan nomor telepon (0361) 8509601, 8540187.


10

Tokoh

13 - 19 Februari 2011

Peresean

BUMI GORA

Semangat Pengorbanan dalam Ritual Mohon Hujan

Tidak ada dendam berantai dan terstruktur dalam peresean. Para pepadu akan saling berangkulan dan saling memaafkan tiap kali mengakhiri pertarungan

Di sebuah arena peresean yang disaksikan khayalak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pilih- memilih pepadu dimulai. Tawar menawar pepadu untuk bertarung terus dilakukan. Hingga akhirnya seorang pengembar menunjuk seorang pepadu yang siap bertarung dan mencarikan lawan yang seimbang bagi dirinya. Saat itulah, pengembar yang dibantu belian menunjuk seorang pepadu sebagai lawannya. Kesepakatan untuk bertarung pun dimulai.

D

ahulu, sebelum pepadu itu berdiri, dibacakan mantra oleh pawing atau beliannya untuk menjaga diri. Setelah itu ia duduk di belakang perisai sambil menunduk. Ini simbol penyerahan diri

pepadu kepada Sang Pencipta. Dan, ketika berdiri ia pun mendongak ke langit. Ini merupakan peristiwa transformatif yang bersifat vertikal, dari tanah ke langit, manusia kepada Tuhan. Ini merupakan fungsi ritual peresean yang

Darah yang mengalir dalam arena peresean, dimaknai sebagai bentuk pengorbanan bagi kepentingan masyarakat banyak

selalu dilakukan para pepadu tempo dulu. Setelah itu ia akan maju setelah dipersilakan dan melihat lawannya. Lalu kedua orang pepadu, menari dan membuat gerakan-gerakan indah dengan lentur. Makin indah gerakannya, makin mengundang kekaguman penontonnya. Wasit atau yang disebut pengembar pun mempersilakan mereka untuk bertarung. Penyalin mengayun, ende menangkis. Sejurus kemudian, pengembar memisahkan mereka ketika jarak begitu dekat dan pertarungan emosi mulai tampak, mereka berpisah untuk mengatur ulang strategi. Di masing-masing sudut yang berlawanan, para belian (promotor atau pendampingnya) memberikan wejangan dengan berbisik, mengelus sang pepadu dan menyuntikan semangat juangnya sesaat sebelum pepadu kembali ke dalam arena. Pertarungan dimulai lagi. Kepiawaian para pepadu menari dan menyerang serta bertahan, menjadi tontonan tersendiri yang dinikmati para penonton dan mampu menaikkan nilai personalitas dari pepadu itu. Masyarakat Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram, beberapa waktu lalu memenuhi halaman Polres Lombok Timur, Polres Lombok Tengah, Polres Lombok Barat, dan Taman Mayura Mataram, untuk menyaksikan tarung pepadu Peresean yang digelar secara bergiliran oleh empat Polres di Pulau Lombok itu beberapa waktu lalu. Antusiasme warga untuk menyaksikan gelar peresean ini, lebih karena tradisi ini sekarang tidak lagi banyak digelar. Penyelenggaraan kegiatan peresean yang dimotori Polda NTB ini, dimaksudkan untuk melestarikan tradisi yang memiliki kearifan lokal ini agar tidak punah. Kapolda NTB, Brigadir Jendral Polisi Drs. Arif Wachjunadi yang hadir di tiap

penyelenggaraan kegiatan ini mengatakan, peresean yang merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat Lombok, harus dipertahankan dan dilestarikan sehingga tetap menjadi ciri khas suku Sasak Lombok. Dalam kesempatan itu, Arif menitip pesan kepada seluruh pepadu dan komunitas peresean dan masyarakat Lombok, agar senantiasa melestarikan tradisi yang memiliki kearifan lokal ini. Peresean merupakan salah satu tradisi yang hidup dalam masyarakat Suku Sasak, Lombok secara turun temurun. Peresean telah berakar lama dalam tradisi masyarakat Sasak Lombok. Ini terlihat dalam legenda Lombok, Puteri Mandalika, bahwa peresean menjadi salah satu peristiwa yang dimunculkan manakala dalam kebimbangan Puteri Mandalika memilih tiga dari pangeran yang melamarnya. Para pangeran melakukan peresean untuk menjadi yang terbaik sebagai pilihan Puteri Mandalika. Demikian pula dalam cerita legenda Lombok, Cilinaya. Raja-raja kecil dahulu, memilihkan jodoh bagi puteriputeri mereka lewat peresean. Maka pepadu yang paling jagoanlah yang akan menjadi menantu raja. Peresean merupakan simbol keperkasaan. Tradisi ini merupakan tradisi permainan rakyat yang bersifat keprajuritan, yang merupakan satu sistem komunal yang dibentuk secara sadar baik dalam fungsi sosial, ritual, maupun hiburan. Peresean dahulunya merupakan permainan yang digelar sebagai ritual untuk memohon hujan, di musim kemarau yang panjang. Dalam tradisi peresean, tarung yang dilakukan oleh dua orang pepadu merupakan simbol pertarungan keinginan masyarakat untuk memohon hujan dengan sebuah usaha yang maksimal. Memakai media dua laki-laki yang bertarung dengan kesatria, ritual ini menimbulkan semangat pengorbanan bagi tiap masyarakat yang ikut serta menjadi pepadu. Bagaimana tidak, dalam tarung peresean, dua orang lelaki yang disebut pepadu akan bertarung bahkan hingga darah mengucur dari kepalanya. Keyakinan darah yang keluar dalam arena peresean merupakan simbol akan turunnya hujan. Sepanjang sejarah peresean di bumi Lombok, hingga saat ini, tarung para pepadu ini tidak pernah menyisakan dendam berantai apalagi yang terstruktur di antara para pepadu maupun kelompok masyarakat pemilik pepadu. Ini disebabkan, adanya kesadaran personal dan komunitas untuk berperan dalam masyarakat. Darah yang keluar dari pertarungan ini merupakan bentuk pengorbanan demi kepentingan masyarakat yang membutuhkan hujan. Bahwa dalam tradisi ini, keyakinan darah yang mereka keluarkan akibat pertarungan peresean, adalah bagian dari pengor-

Peresean, tradisi dalam masyarakat Sasak Lombok untuk memohon turunnya hujan

Pepadu yang hebat selalu disertai dengan keahlian menari

banan menolong orang lain dengan turunnya hujan. Keluarnya darah dimaknai sebagai kemanfaatan bagi orang banyak, bukan merupakan simbul kekalahan melainkan sebuah pengorbanan. “Tidak ada sejarahnya, setelah peresean digelar ada dendam yang menyebabkan keributan massa,” ungkap Jalaluddin Arzaki, salah seorang budayawan di Lombok. “Kalaupun dendam itu yang ada, hanya akan dilampiaskan pada saat peresean digelar,” timpal Salman, budayawan lainnya. Dalam tradisi peresean, simbol kekesatriaan ditunjukan dengan peralatan yang dipakainya berupa perisai yang terbuat dari kulit sapi atau rusa yang disebut ende dan juga pemukul rotan yang disebut penyalin. Dalam peresean, pepadu tidak boleh menyerang dari bagian pinggang ke bawah. Karena seorang kesatria, tidak boleh menyerang sesuatu yang tidak dijaga. Dalam peresean tameng atau perisai hanya menjaga bagian pinggang ke atas, sedangkan bagian pinggang ke bawah tidak dijaga selama tarung berlangsung. Dilarang pula menusuk dan menikamkan penyalin kepada lawan. Dalam permainan peresean, ada penentuan menang dan kalah. Inilah fungsi hiburannya selain memiliki fungsi ritual tadi. Nilai pukulan tertinggi ada pada ketika seorang pepadu mampu memukul dari arah atas ke bagian punggung lawan. Kira-kira rotan akan mengarah dari atas kepala untuk menjangkau punggung lawannya. Makin hebat menyerang bagian pinggang ke atas terutama kepala atau semakin hebat pepadu menjaga kepalanya agar tidak terkena pukulan, maka makin tinggi nilai pepadu itu di mata penontonnya. Kemampuan menyerang dan menjaga bagian kepala ini menjadi nilai tertinggi karena kepala merupakan titik harga diri manusia. Maka dalam permaianan tarung peresean, darah yang keluar dari ke-

palalah yang nilainya paling tinggi. Pukulan yang paling ditakuti adalah dengan ujung rotan, filosofinya, pukulan inilah yang paling efektif dan efisien dan bernilai tinggi. Memukul dengan ujung rotan atau menghindar kena pukulan ujung rotan adalah posisi tersulit bagi pepadu saat bertarung. Maka jika berhasil menyerang atau pun melakukan perlawanan dan menghindar dari terkena pukulan ujung rotan, selama peresean berlangsung, membutuhkan perhitungan yang tepat. Inilah pukulan yang paling sakit. Luka yang ditimbulkan dari peresean biasanya berupa luka yang disebut balar yakni luka yang berdarah di dalam, namun tidak keluar dan kulit berwarna merah. Ada juga lupa bires (luka gores tidak kena pukulan sepenuhnya) dan luka bilet (luka bendul tidak keluar darah) serta luka pecok (kepala bocor). Dalam

peresean terdapat empat struktur sosial, yakni pengembar sebagai wasit yang biasanya bukan orang biasa melainkan orang yang memiliki keahlian khusus atau memiliki “sesuatu” dalam dirinya. Selanjutnya adalah belian yakni orang yang bertanggung jawab terhadap pepadu dan membantu pengembar dalam mengatur selama peresean berlangsung. “Pengembar dan belian memiliki peran yang sama pentingnya dalam bentuk yang berbeda,” ujar Salman. Pengembar sebagai pengatur sirkulasi permainan sedangkan belian bertugas menjaga stabilitas secara personal maupun lingkungan. Berikutnya adalah pepadu dan panitia penyelenggara. Peristiwa pertarungan antar pepadu disebut perese sedangkan keseluruhan penyelenggaraan kegiatan yang termasuk di dalamnya keempat struktur tersebutlah yang disebut dengan peresean. —nik

Brigjend. Pol. Drs. Arif Wachjunadi


KESEHATAN

Cegah Kehamilan di Luar Nikah Antisipasi di Hulu jangan Ribut di Hilir

tkh/dok

P

erhatian terhadap organ reproduksi wa-nita su dah harus diberikan sedini mungkin, sejak masih kanakkanak, lebih intensif lagi jika sudah memasuki masa remaja dengan ditandai datangnya menstruasi pertama (menarche) pada seorang gadis. Dalam konteks kehidupan dunia remaja saat ini ada banyak hal yang tidak menguntungkan kesehatan reproduksi, seperti pemakaian alkohol, narkoba, dan yang sangat fatal adalah hubungan seks bebas dengan berbagai dampaknya terhadap fungsi organ reproduksi serta masa depan remaja tersebut. Di media massa sering dimuat terjadinya hubungan seks dan kehamilan di luar nikah pada remaja putri, dengan berbagai upaya pengguguran (aborsi) untuk menutupi rasa malu. Aborsi atau pengguguran kandungan yang dilakukan tenaga tidak terlatih, bisa menimbulkan komplikasi serius terhadap organ reproduksi, baik komplikasi jangka pendek seperti perdarahan hebat, infeksi, ‘perforasi’ rahim (robekan rahim), yang semuanya itu bisa mengancam nyawa, sampai efek jangka panjang berupa infertilitas (kemandulan). Kalau seorang remaja belia mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, siapa yang harus disalahkan? Remaja? Orangtua? Guru?

Lingkungan? Atau, pemerintah? Masalahnya menjadi demikian kompleks dan biasanya kita ributnya selalu di ‘hilir’, yaitu setelah remaja tersebut hamil. Padahal akar penyebab ada di ‘hulu’, seperti konsep dasar di dunia kesehatan, bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Akan banyak faktor yang berperan di ‘hulu’ kehidupan seorang remaja, seperti bagaimana kehidupan keluarganya, peran orangtua, pendidikan di sekolah, lingkungan masyarakatnya, yang semua itu memberi warna karakter seorang remaja. Meskipun tampak sangat kompleks permasalahannya, tetapi langkah penanggulangan tetap harus dilakukan. Sesuai konsep pencegahan, seyogianya penanganan dilakukan lebih ke ‘hulu’ dan pasti melibatkan banyak komponen seperti orangtua, guru, pemuka agama, pemuka masyarakat. Siapa yg memulai? Siapa koordinator? Pemerintah daerah melalui departemen terkait tampaknya paling ideal sebagai motor penggerak karena mereka yang memunyai ‘kekuatan’, kebijakan, alokasi dana, serta potensi-potensi lain. Yang tersisa adalah ‘kemauan’ dan ‘kepedulian’. Potensi ada, dana ada, tetapi kalau tidak ada kepedulian dari kita semua maka masalah remaja kita tidak akan pernah

akan tambah terpuruk dengan berbagai akibat pergaulan tidak sehat, yang akan mengancam masa depan, khususnya terhadap kesehatan reproduksi. Dan, ingat para wanita memiliki peran yang sangat penting untuk melahirkan generasi muda yang sehat dan berkualitas demi untuk kemajuan ras manusia di bumi. Ketika dilontarkan ide ‘Pendidikan Seksologi’, banyak yang kurang mendukung karena dianggap mengajarkan anak didik tentang seks dengan segala konotasi negatifnya. Padahal tujuan dasarnya, agar anak didik mengenal dan memahami fungsi organ seksual sehingga bisa melakukan berbagai upaya untuk menghindarkan tejadinya dampak negatif dan tetap bisa menjaga kesehatan organ reproduksi dengan baik. Di media massa sering diberitakan ada orok yang dibuang, bisa dipastikan oleh karena kehamilan di luar nikah dan pasti pula proses persalinan tidak dilakukan dengan semestinya. Perkosaan terhadap anak di bawah umur, ditangkapnya orang-orang yang melakukan aborsi ilegal, sebagaimana yang diberitakan media massa, semua itu sangat tidak menguntungkan bagi kesehatan organ reproduksi. Dengan adanya fakta-fakta tersebut, sudah semestinya pendidikan kesehatan khususnya tentang seksologi lebih diintensifkan dan diberikan sedini mungkin.

Sebelum antara lain, mengurangi atau menghilangkan faktor penyebab, meningkatkan edukasi klien dan keluarga tentang perawatan luka diabetik. Mencuci luka merupakan hal pokok untuk meningkatkan, memperbaiki dan mempercepat proses penyembuhan luka serta menghindari kemungkinan terjadinya infeksi. Gangren ini juga dialami Pak Acun (bukan nama sebenarnya). Pada awalnya Pak Acun (71) yang berdomisili di Medan ini, di bagian belakang lehernya terdapat gangren seperti bisul. Awalnya gangren tersebut kecil tetapi anehnya dua minggu kemudian gangren tersebut cepat sekali membesar dan memerah. Sejak itulah Pak Acun tidak bisa tidur. Ia merasakan nyeri di bagian leher disertai suhu badan yang panas dingin. Akhirnya ia pun berobat di salah satu rumah sakit yang ada di Medan. Di rumah sakit tersebut Pak Acun mendapat rujukan untuk melakukan operasi, karena lukanya makin lama makin membesar. Hal tersebut terjadi karena ia juga mempunyai penyakit diabetes me-

Sesudah litus. Penyakit ini pula yang memicu gangren cepat membesar dan susah mengering. Akhirnya Pak Acun mengikuti saran dokter untuk dioperasi. Selanjutnya ia melakukan rawat jalan guna pemulihan pasca operasi. Pak Acun hanya merasakan sedikit perubahan. Tetapi lama kelamaan gangren tersebut muncul lagi. Hal ini disebabkan karena kurangnya perawatan pascaoperasi dan juga pengaruh diabetesnya. Suatu ketika, putra Pak Acun mendapat informasi dari temannya tentang pengobatan alternatif. Akhirnya Pak Acun berobat di Hsen Chii International. Ia mulai melakukan perawatan dengan rutin. Begitu juga ia mengonsumsi herbal sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh Mr. Chai. Satu setengah bulan berobat, Pak Acun mulai merasakan perubahan. Gangren makin hari makin mengecil, yang dulunya tidurnya susah akibat gangren tersebut sekarang ia bisa tidur dan suhu badanya sudah stabil tidak lagi meriang.

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi atau datang ke:

Bali Heart Care Center

11

Jeli Baca Peluang

Perkembangan teknologi khususnya telepon seluler (ponsel) membuat orang sangat bergantung kepada piranti ini. Jarang ditemui orang yang tidak punya ponsel. Artinya, jika diperhatikan, lebih banyak orang yang memunyai ponsel dibading orang yang tidak memakai ponsel. Ini merupakan prospek yang sangat bagus bagi pengusaha di bidang ponsel termasuk perlengkapannya. Salah satunya, Wawan (28), pemilik konter ponsel “Rizky Cell”. Wawan bersama karyawan di konter ponsel miliknya “Saya mulai usaha konter ponsel sejak 2007. Walau ba- ikuti trendi. Misalnya, ponsel tandas pria yang ingin menamnyak saingan, saya tetap eksis. jenis apa yang sedang laku,” bah jumlah konternya ini. —sep Saya berusaha memberi pelayanan yang memuaskan pelanggan dan harga jual yang terjangkau. Ponsel dan pulsa sudah menjadi keperluan primer bagi orang-orang yang ingin komunikasinya tak mau terganggu,” ujarnya. Dengan dua karyawannya, Wawan berusaha sabar dan disiplin waktu agar bisa memandr. I Made Suyasa Jaya, faatkan tiap peluang yang ada. Sp.O.G.(K) “Kami juga harus jeli membaca Ketua POGI Denpasar peluang pasar agar bisa meng-

Kalau masih ‘alergi’ mendengar kata ‘seksologi’, pakai saja istilah ‘pendidikan kesehatan reproduksi’. Mungkin Kementerian Pendidikan Nasional sudah mempunyai kurikulumnya tetapi alangkah baiknya saat pemberian materi juga dilibatkan tenaga kesehatan terkait sehingga pembahasan masalah kesehatannya bisa lebih mendalam, tanpa mengurangi kemampuan para guru yang nota bene bukan tenaga medis. Materi awal bahkan mungkin sudah mulai diberikan pada tingkat pendidikan dasar (SD) dengan pengenalan organ seks sekunder yang membedakan antara anak laki dan perempuan, kemudian di tingkat lanjutan bisa diberikan pemahaman tentang fungsi normal organ-organ dan hal-hal yang bisa merusaknya serta penyakit-penyakit yang bisa menular lewat hubungan seksual. Dengan memahami fungsi normal (fisiologis), para remaja diharapkan bisa menjaga kesehatan organ reproduksinya dengan baik dan bertanggung jawab untuk masa depannya sendiri.

Gangren Mengecil Pak Acun bisa Tidur Gangren atau pemakan luka didefinisikan sebagai jaringan nekrosis atau jaringan mati yang disebabkan adanya emboli pembuluh darah besar arteri pada bagian tubuh sehingga suplai darah terhenti. Faktor risiko yang dapat memengaruhi timbulnya gangren diabetik yaitu neuropati, iskemia, dan infeksi. Risiko lebih banyak dijumpai pada diabetes melitus sehingga memperburuk fungsi endotel yang berperan terhadap terjadinya proses atherosklerosis (pengerasan dan penebalan dinding pembuluh darah arteri). Kerusakan endotel ini merangsang agregasi platelet dan timbul trombosis, selanjutnya akan terjadi penyempitan pembuluh darah dan timbul hipoksia. Jika terdapat luka tidak sembuhsembuh, bahkan bertambah luas biasanya penderita baru menyadari dan berusaha mencari pengobatan. Umumnya gejala yang menyertai adalah kemerahan terus meluas, rasa nyeri makin meningkat, badannya panas dan adanya nanah semakin banyak serta bau yang cukup tajam. Pengobatan dan perawatan dari gangren diabetik sangat dipengaruhi oleh derajat dan dalamnya ulkus. Apabila dijumpai ulkus yang dalam harus dilakukan pemeriksaan lebih seksama untuk menentukan kondisi ulkus dan besar kecilnya debridement yang akan dilakukan. Perawatan luka diabetik bertujuan

Tokoh

Konter Ponsel “ Rizky Cell”

Pengobatan penyakit jantung non-invasive Medical Ozone + EECP Therapy Jalan Pulau Nusa Penida 26, Denpasar Telepon (0361) 225388/ (0361) 240855/ (0361) 7423789. Faksimili (0361) 264688. Email: sufendi_t@yahoo.com Web: www.hsenchii-int.com Layanan via sms: Ketik Reg<spasi>BHCC (Tarif Premium) Contoh: Reg BHCC kirim ke 9168. (untuk kelancaran silakan buat janji)

tkh/sep

WANITA memiliki peran amat penting dalam mengembangbiakkan ras manusia, tanpa menafikan peran pria. Fakta menunjukkan dalam proses reproduksi, untuk membuahi satu sel telur memang dibutuhkan jutaan sel mani guna ‘menghancurkan’ dinding kantung telur tetapi satu sel mani saja yang akan berhasil membuahi satu sel telur. Begitu dibuahi, dinding sel telur akan berubah komposisinya sehingga dalam keadaan normal tidak mungkin ada sel mani lain yang membuahinya. Begitu pembuahan terjadi, perkembangan embrio selanjutnya berada sepenuhnya di dalam rahim seorang wanita, sampai proses persalinan terjadi. Jadi, wanita mengambil peran amat penting dalam mengembangkan manusia-manusia baru, sehingga menjaga kesehatan organ reproduksi tiap dr. I Made Suyasa Jaya, wanita sebagai calon ibu menjadi hal yang amat Sp.O.G.(K) penting pula untuk diperhatikan. terpecahkan dan kehidupan mereka

13 - 19 Februari 2011


12

Tokoh

13 - 19 Februari 2011

Mendaki 564...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................dari halaman 3 Saya terkejut lagi karena bertemu dengan kakak beradik albino. Mereka sehat, riang dengan tubuh semampai. Bulan sebelumnya di Desa Mantar, Sumbawa, di puncak bukit, saya juga bertemu bule pribumi seperti itu. Di Mantar anak albino itu malas sekolah, tetapi orangnya sangat cerdas dan berani. Dia selalu menjadi juara kelas. Ada legenda di Mantar bahwa selalu ada 7 albino dalam satu masa. Kalau lebih, satu akan segera meninggal. Di Bawomataluo saya tidak mendengar ada cerita khusus tentang albino. Rumah adat di Bawomataluo memang besar. Semuanya serba dari kayu. Hanya atapnya dari seng. Di dalamnya lega dan cukup terpelihara. Ada jendela untuk mengatur udara dan melongok ke pelataran di bawah sana. Balok-balok bangunan yang menjadi inti bangunan begitu rapi, penuh perhitungan dan indah. Sayang sekali di depan rumah ada tiang bendera besi yang sangat mengganggu pemandangan. Ketika saya sampaikan hal itu pada orang dalam, ternyata itu sudah di-

niatkan akan dipindah dan diganti, agar tidak merusak suasana. Di depan rumah adat, ada bangunan yang tampaknya tempat pertemuan. Di situ ada seorang lelaki sedang membuat patung macan yang akan digunakan dalam upacara. Suasananya seperti persiapan ngaben di Bali. Kekerabatan di seluruh desa terasa masih sangat kental. Meskipun sudah dijamah televisi, tetapi keakraban masih kuat. Entah berapa lama hal itu akan mampu bertahan. Sempat saya berpikir, alasan menempatkan desa itu di puncak bukit, adalah untuk ujian mental. Hanya mereka yang benar-benar berniat, akan datang.Hanya mereka yang bertekad, akan tetap tinggal di atas permukiman di atas awan seperti itu. Tetapi, ketika mengintip ke samping rumah adat, saya menemukan banyak motor. Jadi bukan hanya ratusan tangga itu saja jalan ke desa, tetapi ada jalan motor yang sangat mudah. Itu seperti tanda bahwa banyak perubahan akan segera terjadi, kalau tidak diupayakan pelestarian

dengan perhitungan yang jitu. Hidup modern memang akan cenderung memilih hal yang praktis. Saya memotret motor-motor yang seperti disembunyikan di gang itu, agar tidak merusak suasana. Tetapi, seorang perempuan yang sedang menyapu di depan rumahnya dan terkena bidikan kamera saya, marah-marah. Dia menghampiri saya dan memprotes. “Mengapa motret saya?!” tanyanya dengan ketus. Saya langsung jawab bahwa saya tidak memotret dia tetapi memotret motor. Dia ngomel. “Kalau mau motret, bayar,” katanya. Saya jadi teringat apa yang diingatkan panitia. Tetapi, saya mengerti, memang sebenarnya saya juga ingin memotret ibu itu, untuk menunjukkan bahwa wanita Nias adalah pekerjapekerja yang gigih. Kalau dia tidak suka, itu memang haknya, karena tidak mau jadi objek. Memang betul foto itu hanya akan menguntungkan yang motret. Hanya saja itu juga akan membuat daerah itu tidak siap untuk digerayangi wisata. Tetapi, untunglah hanya sekali saya menemukan pengalaman

yang tak menyenangkan itu. Umumnya penduduk Nias itu ramah, bersahabat dan tidak keberatan diambil gambarnya. Bawomataluo sangat eksotik. Permukiman itu memberikan inspirasi buat orang kota seperti saya, apalagi orang dari mancanegara. Saya yakin mereka akan menyimpan banyak hal sepulang dari Bawomataluo. Bukan hanya karena bangunan, penduduknya, upacara dan keseniannya, tetapi karena kehidupan bersama di Bawomataluo dengan tradisi dan adatnya yang kental. Bawomataluo sangat potensial untuk parawisata spiritual yang akhir-akhir ini menjadi trendi. Habis makan siang, pergelaran tari perang dan lompat baru disuguhkan. Para lelaki dengan pakaian tradisional yang hanya menggunakan warna kuning, merah dan hitam tampak angker. Dengan senjata di tangan, mereka menari dan memindahkan suasana perang pada masa lalu. Pak Hidayat yang memimpin upacara itu amat mengesankan. Kemudian disusul peragaan lompat batu yang sudah ditunggu-tunggu.

Pegawai bisa...................................................................................................................................................................dari halaman 1 istimewa. Sosok guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa meski dengan gaji tak seberapa. Untuk itulah ia berusaha mencari peluang bisnis lain tanpa meninggalkan pekerjaan mulianya itu. Ia mencoba bergabung di bisnis multilevel marketing, selama sembilan tahun namun ia belum beruntung dan gagal menjalani bisnis ini. Setelah itu, ia mencoba mengikuti seminar bisnis “Cara Gila menjadi Pengusaha”, yang ternyata mampu mengubah kehidupan dirinya dan keluarganya. “Sebelum seperti sekarang, kehidupan kami biasa-biasa saja,” katanya. Ia bersama tujuh bersaudara sekandung lahir dan besar dalam keluarga petani. Berkat keuletan orangtuanya, ia bisa sekolah tinggi dengan menyelesaikan kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, tamat tahun 1992. Tahun 1996, ia mendapat tawaran mengajar di SMK 3 Jambi yang ia lakoni hingga sekarang, mengajar mata pelajaran guiding. Gaji guru yang ia terima sebagian besar untuk membantu keluarga. Maklum, ia anak ke-2 yang harus membantu memikirkan biaya sekolah adik-adiknya. Selama menjadi guru ia pernah nyambi bekerja di hotel dan menjadi guide travel jurusan Surabaya-Bali, tahun 1994 dan

sampai kini tercatat sebagai anggota HPI (Himpunan Pemandu Wisata Indonesia). Tahun 1998 ia menikah. Ihwal ia melirik dunia usaha tak lain karena tak puas dengan gaji pegawai negeri. “Saya ingin membuktikan seorang PNS bisa menjadi pengusaha atau miliarder tanpa korupsi,” katanya. Ia mengatakan sebelum dirinya bertemu dengan E. Purdi Candra, pengusaha sukses pemilik Primagama, cukup banyak kendala yang melingkupi pikirannya untuk membuka usaha. “Saya berpikir untuk membuka usaha perlu banyak modal dan keahlian,” katanya. Setelah mengikuti seminar bisnis itu, ia mendapat pencerahan, yang membuat semua keraguannya kandas. Ia mencoba membuka usaha dengan memiliki beberapa bisnis sekaligus. Ia membuka usaha warnet nyaris tanpa modal. Setelah itu, membuka usaha rental mobil tahun 2009. Usaha rental mobil itu berkembang begitu cepat, hanya dalam dua tahun punya aset 50 mobil, 11 mobil milik sendiri sisanya aset bersama. Ia pun menangani biro jasa untuk berbagai keperluan seperti melayani permintaan pembuatan SIUP, SIM, dll. Mengelola event organizer untuk Entrepreneur Univercity di tiga kota yakni Bangko, Bungo dan Saro-

langa dan mendirikan Sekolah YEC (Young Entrepreneur Coach) ini sekolah pelatihan bisnis bagi anak muda di 16 kota. Kegiatan Pak Endra kini bukan lagi sibuk mengurus usaha melainkan jalan-jalan ke berbagai kota di Indonesia menjadi pembicara seminar bisnis. Seluruh kesibukan usaha ia serahkan kepada para karyawannya. Kini ia bisa membahagiakan keluarga. Salah satu prinsip hidupnya, kalau orang kaya sukses itu biasa, sementara orang susah sukses itu harus. Menurutnya, tiap orang jangan menyerah. “Jika orang lain bisa, kita pasti bisa,” tuturnya. Ia mengatakan lebih baik mencoba ternyata sukses daripada gagal mencoba. Oleh karena itu, jangan takut mencoba menjadi pengusaha, pasti sukses,” semangatnya. Menurutnya, banyak orang gagal dalam bisnis karena terlalu banyak mikir. Oleh karena itu, action sangat penting. Pak Endra akan hadir di Bali sebagai pembicara dalam seminar bisnis di dua kota di Bali dengan topik “Siapa Bilang Pegawai tak bisa Menjadi Pengusaha atau Milyader”, Sabtu (19/2) pukul 17.30 di RM. COZY RESTO Penimbangan Singaraja dan Minggu (20/2) pukul 17.30 di

Hotel Taman Rai, Jalan Darmawangsa No. 15 Tabanan. Dalam seminar mendatang, Pak Endra akan mengupas beragam materi bisnis penting seperti bagaimana membuka usaha degan modal dengkul, bagaimana membuka rental mobil tanpa harus punya mobil, cara cepat membangun bisnis ala otak kanan dan materi yang penuh manfaat lainnya untuk kembangkan bisnis. “Ikuti seminar ini dijamin menjadi pengusaha,” ingatnya. Yang wajib ikut seminar dahsyat ini adalah semua PNS, guru, dosen, karyawan swasta, mahasiswa, pengusaha dan pengangguran. Biaya tiket untuk bisa ikut seminar ini hanya Rp 100 ribu mendapat coffee break dan sertifikat. Pembelian saat hari-H Rp 200 ribu. Segera daftar tempat terbatas. Telepon sekarang juga (Tabanan) 081 337 887 789 ,081 805 536 333, (Singaraja) 081 236 355 798, 081 763 596 36. Untuk tiket seminar di Kota Tabanan juga bisa dibeli di Hotel Taman Rai, Jalan Darmawangsa No. 15 Tabanan; Aditya Printing, Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer Denpasar; Aditya Printing, Jalan Kapten Agung No. 6 Denpasar dan untuk tiket seminar di Kota Singaraja bisa dibeli di Aditya Printing Jalan Udayana Timur No. 10 Singaraja dan RM.Cozy Resto Jalan Pura Penimbangan Singaraja. —tin

Penggunaan Pupuk....................................................................................................................................................dari halaman 2 Beberapa wilayah Bali lainnya juga mengalami abrasi, di antaranya kawasan selatan pantai Gianyar, garis pantainya kian mundur. Permasalahan ini cukup kompleks. Ada yang mengatakan abrasi akibat pengaruh pemanasan global, mencairnya es di kutub dan air laut menjadi naik. Namun, hal ini mungkin bukan faktor utama. Kalau benar, maka air laut di Lombok dan lainnya akan naik. Kenyataannya tidak semua pulau air lautnya naik. Ada alasan yang lebih spesifik penyebab terjadinya abrasi, misalnya peristiwa reklamasi pantai di Serangan dan Benoa selanjutnya mengabrasi pula pantai lainnya. Tetapi, tidak sepenuhnya benar begitu. Data pengikisan dari Libang PU menunjukkan abrasi sudah terjadi terjadi sebelum reklamasi pantai. Ini berarti bukan hanya reklamasi penyebab abrasi. Seperti reklamasi besar-besaran pantai Ancol, di Jakarta, tahun 1970an, tidak menjadikan parah kondisi pantainya. Bahkan Singapura direklamasi hingga 12 km, tetapi tidak berpengaruh pada pantai lainnya yang ada di Malaysia maupun di Aceh. Karenanya, alasan reklamasi saja kurang kuat. Abrasi tidak terlepas dari pola pertanian yang diterapkan dengan penggunaan pupuk kimia (anorganik) secara besar-besaran. Menurut beberapa hasil penelitian, tidak semua (tidak 100%) pupuk tersebut terserap ke tanaman. Bahkan menurut Dr. Darwis hanya 40% yang terserap, sedangkan sisanya, hanyut ke sungai. Dari sungai terbawa air masuk ke muara di laut dan dari sini masuk lagi ke kawasan terumbu karang. Prof. Dr. Steven Lansing dari California University sudah lama meneliti subak di Bali, mengaku kaget menemukan, pupuk kimia masih tergantung pada kandungan nitrogen, posfor, dan kaliumnya

yang tinggi di kawasan muara sungai. Dari muara sungai mengalir ke terumbu karang dan dengan bertumpuknya zat kimia tersebut menyebabkan kekurangan ultraviolet, menjadikan busuk dan mati. Ir. Suprio Guntoro Peneliti di BPTP Bali, Ketua Yayasan Bali Tekno Hayati

Akibat Pengambilan Pasir Pantai Jika dihubungkan dengan hukum keseimbangan atau hukum alam, pantai yang sering terkena abrasi penyebabnya bisa karena pengerukan pasir. Hal ini menjadikan jarak antara laut dan daratan sangat dekat. Kalau pemanasan global, semua negara mengalami, dan tidak seberapa parah. Yang menjadi masalah karena kita tidak siap. Negara kita sering menjual pasir ke Singapura. Maka negara tersebut daratannya makin luas dan makin tinggi. Sementara pantai di kawasan kepulauan Riau makin amblas terkena abrasi, sebab air sifatnya selalu mencari yang rendah. Sebenarnya pasir tersebut tidak dijual dengan alasan apa pun. Untuk di Bali, jika pengambilan pasir pantai terus dilakukan pasti abrasi di mana-mana terjadi. Hal ini yang harus dipahami semua pihak. Becik

Olah Limbah Rumah Tangga Pulau Bali ini kecil, harus dijaga dengan baik. Zat kimia dari persawahan, mengalir ke sungai dan akhirnya ke laut merusak terumbu karang yang adalah bentengnya pantai. Begitu juga limbah rumah tangga, bermuara di selokan, mengalir ke kali dan sampai juga ke laut. Di sini juga dipenuhi zat kimia, yang akan memperparah rusaknya terumbu karang. Apakah DSDP akan

makin mengecil. Apalagi pencurian pasir pantai terus terjadi. Banyak pulau-pulai kecil yang hilang dari permukaan laut. Bukan tidak mungkin beberapa puluh tahun lagi pulau Bali Keinginan manusia Kembalikan Air menyusul. harus dibatasi. Bersahabatlah ke Tanah dengan alam. Sumber utama terjadinya Gde Biasa abrasi, tidak seimbangnya air bawah tanah (ABT). Selain faktor Masukan Melalui lainnya seperti reklamasi pantai Facebook yang sifatnya mempercepat Jika Bali diancam abrasi abrasi. Penyebab abrasi lainnya, tidak adanya iktikad baik bagai- segera lapor polisi mana mengembalikan air ke taSorry Ndun Full Colour nah. Ketika hujan pernahkah seseorang berpikir membuat Lakukan Inspeksi biopori. Lakukan lebih banyak ke Pantai Utara penanaman pohon, hingga Entah untuk yang kesekian pemeliharaannya dan bertumbuh. Pemerintah yang konon banyak kalinya dalam satu dekade ini kami dananya tersimpan di Jakarta, 1/ mengeluhkan hal yang sama. 10-nya mungkin dapat dimanfaat- Sampai jalan untuk prosesi ngakan untuk menyelamatkan pulau ben ke kuburan saja sudah terBali. Mulai dari penanaman gerus dan harus menanti air laut pohon, pembatasan pengambil- surut. Terganggu sekali jadi orang an air bawah tanah dan perbatas- desa punya politisi yang tidak an sempadan pantai. sensitif dengan lingkungan. ToNang Chekov long lakukan inspeksi, jalan pantura hanya beberapa meter dari Bersama sempadan pantai, dari ujung timur desa Bukti menuju pesisir KecaSelamatkan Bali matan Tejakula di Buleleng Timur. Masyarakat Bali yang hidup I Nyoman Karsana di Bali mari selamatkan Bali. Lakukan hal terkecil mulai dari diri Rakyat harus Proaktif sendiri. Apakah selama ini kita Rakyat harus proaktif jangan sudah peduli? Jangan sampai mengemis kepada pemda karena dana APBD dikeruk untuk alat tidak akan didengar. Coba politik dengan berbagai kegiatan koordinasi dengan LSM Lingseperti penanaman pohon. Makungan seperti Walhi, WWF dan syarakat hingga kini belum meBali Focus yang punya ilmu atau rasakan kesejahteraan sesuai teknologi menangani abrasi. dengan janji-janji kampanye. Bali Car Care Jujur mampu menampung limbah rumah tangga agar dapat diolah dan aman, serta bisa menyuburkan terumbu karang di laut. Edi, Denpasar

Pulau Bali Mengecil Abrasi pasti akan terjadi dan sifatnya alamiah. Jika Bali dijadikan objek untuk pemenuhan keinginan manusia tidak akan lama ditambah dengan pemanasan global abrasi makin cepat terjadi. Bali yang kecil

Bakau Berubah Jadi Beton Asalkan pemda tidak menjual hutan bakau. Lihat Bali Selatan hutan bakaunya banyak berubah menjadi tumbuhan beton. Rio Naga

Melompati batu itu bukan hanya atraksi, tetapi upacara. Itu seperti saat pengujian seorang anak Nias untuk menjadi lelaki sejati. Jadi dilakukan dengan sungguh-sungguh dan merupakan kehormatan. Yang melompat mendapat keplok tangan dan kepercayaan dari hadirin. Dan, itu jelas bukan begitu saja dilakukan, tetapi melalui proses berlatih yang keras. Sesudah upacara itu berlangsung, beberapa anak-anak juga berlatih melompat dengan alat peraga yang sederhana. Rupanya melompat itu memang sudah menjadi semacam ukuran kejantanan. Pantas tubuh rata-rata penduduk Nias, khususnya anak-anak, atletis. Sebagai tamu, saya mendapat kehormatan disuguhi sirih. Di Kalimantan dan Sulawesi saya sudah pernah mendapat suguhan penghormatan semacam itu. Tetapi, saya hanya menyimpannya di kantung atau kadang menyematkannya di telinga. Di Bawomataluo saya mengunyahnya dan bahkan menelannya. Belakangan ketika saya melihat ke dokumentasi foto, bibir saya kelihatan merah. Baru saya sadar daun sirih adalah kosmetika tradisional. Dulu saya tak mengerti, kini baru paham mengapa ibu saya selalu mengunyah sirih sebelum bepergian. Menjelang sore, kami meninggalkan Bawomataluo, untuk mengejar matahari tenggelam di pantai Moale, laut yang garis pantainya panjang. Para foto-

Putu Wijaya bersama Hidayat, pemilik rumah adat

grafer segera mengambil posisiposisi yang mereka sukai. Tetapi, sayang walau langit terang, beberapa gumpalan awan menutup pandangan ke matahari saat-saat sebelum mencelup ke bawah garis laut. Setelah mulai gelap, kami kembali ke Gunung Sitoli. Perjalanan ini cukup panjang. Tak ada lagi yang bisa dijepret. Ho-

tel Miga, tempat kami menginap, sudah menanti seperti rindu. Semua bersantap dengan lahap dan para finalis lomba foto bekerja sampai jauh malam karena harus menyetor foto kepada juri. Saya tak bisa lagi menahan kantuk, untuk menyiapkan perjalanan panjang ke pantai Sirombu, pantai yang terjilat tsunami.

Integritas Jadi.......................................................................................................dari halaman 1 langkah para perempuan. Saat ini perempuan harus memiliki bargaining melalui pelatihan atau training soft skill. “Tujuannya tentu agar memiliki cara pikir yang tepat agar dapat duduk sejajar dengan laki-laki,” ucap ibu kelahiran Tabanan, 15 November 1980 ini. “Ketika perempuan berkomitmen untuk melakukan pemelajaran, pertumbuhan, dan perbaikan terus-menerus maka ia akan menjadi pribadi yang berkemampuan untuk berubah, beradaptasi, menyesuaikan diri serta pasti. Secara mendasar pula ia akan mampu membuktikan hasil di banyak aspek kehidupan,” papar Nanik yang sempat berkarier sebagai Deputy Store Manager Centro Lifestyle Department. Nanik melihat dunia training saat ini lebih dikenal masyarakat melalui hard skill atau latihan yang berbentuk keahlian tertentu. Seperti, teknisi komputer yang lebih memfokuskan diri pada piranti komputer, chef pada masakan, di mana keahliannya langsung tampak pasca-pelatihan dilakukan. “Sangat berbeda ketika kita berbicara soft skill seperti motivasi, percaya diri, memenangkan wawancara ketika melamar pekerjaan, kemampuan komunikasi hingga presentation skill,” ujar ibu Ida Ayu Putu Manasa Sawitri ini penuh keyakinan. Apalagi di dunia kerja, tanpa disadari sebagian dari waktu bekerja adalah mempresentasikan sesuatu. Namun, kemampuan tersebut tidak langsung dapat dimunculkan, melainkan melalui provokasi trainer agar mau menggunakan

potensi yang tidur panjang dalam dirinya. Di kantornya yang beralamat di Jalan Sokasati No. 6 Denpasar, 50 meter ke arah selatan dari Puri Kesiman inilah Nanik mengonsep dan mendesain pelatihan untuk klien yang menginginkan in house training. Untuk class room training pun disediakan ruang training yang nyaman dengan fasilitas lengkap. Tak hanya itu, outbound maupun recruitment untuk perusahaan merupakan keahlian lain yang dimilikinya dengan jam terbang tinggi. “Untuk in house training umumnya kami banyak diminta oleh perusahaan. Sedangkan class room lebih diminati mahasiswa, pelajar dan karyawan yang membutuhkan pengembangan diri,” ucap istri Ida Bagus Made Purwanasara, SSTP., M.Si., Lurah Pemecutan ini. Selain mengembangkan class room training maupun in house training, Nanik mengatakan bersama suami dan rekanrekan sang suami yang alumnus STPDN, mereka mendirikan koperasi enam tahun silam. Koperasi yang bernama “Amoghasiddhi” ini kini anggotanya lebih dari 300 orang dengan aset menembus Rp 1 miliar. Dengan beragam pengalaman yang direguknya, salah satunya sebagai Manager Training Centre Bank Sinar, tidak salah jika dirinya didaulat oleh anggota melalui pengurus menjadi Manajer Koperasi Amoghasiddhi. Nanik menyatakan koperasi yang dikelolanya memiliki idealisme tersendiri dalam pengembangannya. “Amoghasi-

ddhi hanya melayani anggota demi kesejahteraan bersama,” kata putri bungsu pasutri Ida Pedanda Suta Manuaba dan Ida Pendanda Mas Manuaba ini. “Kesederhanaan adalah pilihan kami sekeluarga. Kesehatan hal utama melalui hidup hijau, integritas pijakan saya untuk maju. Teman-teman adalah aset yang sangat berharga,” ucapnya lugas. Itulah mengapa cita-cita terbesarnya memiliki perkebunan organik. Minatnya pada go green, terinspirasi oleh Suzy Hutomo owner The Body Shop Indonesia dan Centro Lifestyle Department Store. Pada saat ia dipercayakan sebagai Sales Force Development Manager, dirinya mengurangi makan daging, bike to work, memisahkan sampah organik dan nonorganik, sampah plastiknya ditabung di bank sampah serta menanam pohon di sekitar rumah. Ia juga ingin pada masa tua seperti ibu mertuanya Dra. Ida Ayu Putu Puniadhi, yang tetap aktif, gesit dan sehat. Aktif menjalankan tugas sebagai anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah setelah memasuki masa pensiunnya sebagai pendidik. “Jika ibu mertua saya memilih berorganisasi, maka saya memilih menjadi petani. Petani yang berjiwa entrepreneur, bisa berbicara dan presentasi dengan hebat, petani yang cerdas finansial, petani yang lihai berbicara tentang investasi. Pokoknya petani yang bahagia, petani yang tetap menjadi anggota greenpeace, go green dan go international seperti Bob Sadino,” pungkasnya. —ard

Abrasi di.....................................................................................................................dari halaman 2 Abrasi mengakibatkan lenyapnya tanah dalam jumlah hektaran. Terlepas dari berbagai penyebabnya abrasi menyebabkan tanah musnah di satu sisi. Di sisi lain mungkin pula akibat erosi sungai di muara sungai menyebabkan adanya tanah timbul. Tanah yang hilang karena abrasi berpengaruh pada penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah, baik statusnya tanah negara (tanah negara bebas maupun tanah negara yang pernah diberikan hak, misalnya tanah dengan hak pengelolaan) maupun tanah hak (tanah yang sudah dilekati suatu hak atas tanah seperti hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai). Pasal 27 (b), 34 (f), 40 (f) Undang Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) menyatakan hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan hapus karena tanahnya musnah. Surat Edara Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor .410 -1923 tanggal 9 Mei 1996 tentang Penertiban Status Tanah Timbul dan Tanah Reklamasi, memuat: 1.Tanah-tanah yang hilang

secara alami, baik karena abrasi pantai, tenggelam atau hilang karena longsor, tertimbun atau gempa bumi, atau pindah tempat (land slide), maka tanahtanah tersebut dinyatakan hilang dan haknya hapus dengan sendirinya. Selanjutnya pemegang haknya tidak dapat minta ganti rugi kepada siapa pun dan tidak berhak menuntut apabila di kemudian hari di atas bekas tanah tersebut dilakukan reklamasi/penimbunan dan/atau pengeringan (polder). 2. Tanah -tanah reklamasi dinyatakan sebagai tanah yang dikuasai oleh negara dan pengaturannya dilaksanakan oleh Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Pihak yang melakukan reklamasi dapat diberikan prioritas pertama untuk mengajukan permohonan hak atas tanah reklamasi tersebut. 3. Tanah-tanah timbul secara alami seperti delta, tanah pantai, tepi danau/situ, endapan tepi sungai,p ulau timbul dan tanah timbul secara alami lainnya dinyatakan sebagai tanah timbul yang langsung dikuasai oleh negara .Selanjutnya penguasaan/pemilikan serta penggunaannya diatur oleh Menteri Negara

Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Mengacu pada peraturan tersebut kiranya perlu mendapat perhatian dari pemerintah, baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten /Kota untuk menanggulangi dan mengupayakan pencegahan terhadap makin terkikisnya pantai-pantai di Bali. Hal ini penting untuk melindungi masyarakat pemilik tanah, desa pakraman (adat) yang memiliki tanah kuburan (setra) sebagai tanah druwe desa, karena hilang/musnahnya tanah berarti hilangnya tanah, baik sebagian bahkan mungkin seluruhnya dari tanah yang mereka kuasai apakah jenis haknya berupa hak milik atau hak atas tanah lainnya Warga ngara berhak mendapat perlindungan dari pemerintah. Desa pakraman perlu mendapat perhatian terhadap aset yang dikuasainya. A.A.Sagung Mastini, S.E., S.H.,M.H. Dosen Luar Biasa Fakultas Hukum Universitas Warmadewa


SURAMADU

13 - 19 Februari 2011 Tokoh 13

Sentra Kerajinan Sandal Wedoro Pengganti Kawasan Tanggulangin Sandal Pechico

SENTRA kerajinan sandal di Desa Wedoro Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan alternative baru. Sebab, kawasan Industri Tas dan Koper (Intako) di Tanggul Angin yang dulu sangat terkenal, sejak kasus lumpur Lapindo merebak tahun 2006 mulai meredup. Arek-arek Suroboyo, Gresik, Lamongan dan Tuban mulai melirik sentra kerajinan sandal Wedoro ini.

S

Darto

ebenarnya Desa Wedoro sudah lama dikenal sebagai sentra sandal dan produknya sempat merambah pasar mancanegara. Sejarah kerajinan sandal di Wedoro, diawali tahun 1955, saat itu hanya ada sepuluh orang pengrajin.

Suharto

Seiring berkembangnya waktu sentra sandal di Wedoro berkembang pesat hingga jumlah pengrajinnya mencapai 800-an orang. Bahkan pada dekade 1990-an, hasil kerajinan sandal Wedoro sempat diekspor ke India, Afrika dan Arab Saudi. Saat itu, perminta-

an pasar mancanegara masih tinggi terutama jenis sandal untuk tamu hotel. Di Wedoro sendiri, ada delapan pengusaha penyedia bahan baku sandal dan ratusan pengrajin. Dari delapan pengusaha bahan baku sandal, salah seorang di antaranya Suharto, pemilik UD Pechico. Semula Suharto pengusaha topi dan kaus sekolah di kawasan home industry Punggul Gedangan RT 4 RW 4 yang hanya berjarak sekitar 10 km dari Desa Wedoro. Namun, karena kalah modal ia tidak dapat bersaing dengan pengusaha sejenis. Kemudian Suharto melirik sentra industri sandal di Wedoro dengan menjadi pengusaha penyedia bahan baku sandal tahun 2005. Berkat ketekunannya, yang semula hanya menyediakan bahan baku sandal mulai sol, spon dan lem, serta memberikan pinjaman bahan baku terlebih dahulu kepada pengrajin sandal, akhirnya UD Pechico memproduksi sandal sendiri dengan diberi merk Pechico. Sandal Pechico, made in Wedoro ini telah dipatenkan di Kementerian Hukum dan HAM sejak tiga bulan lalu. Sandal Pechico untuk konsumsi laki-laki harganya Rp 25.000 hingga Rp 30.000. Untuk perempuan Rp 20.000 - Rp 25.000/ sepasang. Selain menyediakan bahan baku kepada 25 pengrajin sandal, dia juga bersedia membeli sandal yang sudah selesai diproduksi pengrajin.

Hal itu dilakukan untuk memenuhi pesanan dari para grosir, pemilik toko dari luar kota. Di antaranya, Bogor, Jakarta, Lampung, Bukit Tinggi, Sulawesi dan Bali. Motif sandal yang banyak dipesan terutama Yokohama, Ceploan dan sandal laki-laki sejenis Ardiles. Sedangkan sandal Pechico, banyak dipesan dari Sulawesi. ‘’Saya hanya mengerjakan sandal dari luar kota berdasarkan pesanan. Dalam satu bulan, saya bisa mengirim 20 karung kepada pemesan,’’ katanya. Di sentra kerajinan sandal Wedoro, harga sandal minimal Rp 5.000/pasang dan paling mahal Rp 15.000/pasang. Berbahan Spon Eva Wedoro terdiri atas satu desa. satu pedukuhan dan 9 RW. Masing masing RW memilik nama yang menjadi ciri khas daerahnya. misalnya, RW 1 Wedoro Madrasah, karena ada Madrasah NU RW 2. Wedoro Sukun, karena dulu banyak pohon sukun, RW 3 Wedoro Utara Barat, karena letaknya di utara sungai buntung. RW 4, Wedoro Candi, karena ada petilasan murid Sunan Giri. RW 5, Wedoro Masjid, karena ada Masjid Desa. RW 6, Wedoro Tempean, dulu banyak pengrajin tempe. RW 7, Wedoro Belahan, letaknya dibelah sungai kecil dari Wedoro. RW 8, Wedoro Utara Timur, karena letaknya di utara sungai buntung dan RW 9, Wedoro Rewin, Perumahan Rewin.

Suasana di pabrik sandal

Banyak warga dari luar kota bahkan luar pulau yang datang hanya untuk belajar membuat sandal di Wedoro. Di antaranya, dari Malang, Jom-

bang, Pasuruan, Surabaya, Bogor, Samarinda bahkan Lampung. Awal 2000-an dari beberapa pengrajin sandal yang membuka toko di Wedoro

Candi ( RW 04) ternyata disambut baik oleh konsumen yang merasa lebih dekat membeli sandal ( tidak perlu ke Surabaya ) hingga akhirnya berkembang menjadi 800-an toko sandal dan sepatu. Merebaknya toko juga dibarengi naiknya omzet pengrajin sandal dan sepatu. Kebanyakan hasil home industry sandal Wedoro adalah sandal berbahan Spon Eva. Pembeli berdatangan dari luar kota bahkan luar pulau. Sayang ramainya konsumen belum dibarengi pembangunan infrastuktur yang menunjang. Tidak adanya toilet umum dan akses jalan yang kecil membuat semrawutnya lalu lintas, juga tidak memadainya lahan parkir sehingga kendaraan di parkir di pinggir jalan yang makin membuat kurang nyamannya suasana berbelanja di Wedoro. —sby

Sandal Wedoro Saingi Produk Cina SANDAL Wedoro, dikenal murah; berbahan baku enak dipakai konsumen serta memakai lem. Berbeda dengan sandal Cina, yang memiliki ciri tanpa lem karena memakai bahan plastik pesiu. Karena itu, sandal Cina jika dipakai terasa panas. Meski demikian, pada tingkat pengecer yang menjual sandal Cina ke konsumen, keuntungan yang didapat lebih banyak jika dibandingkan memasarkan sandal lokal. Pemilik UD Jaya Makmur, Darto, pengepul home industry dan distributor sandal Cina, menyatakan, sandal Cina dipasarkan ke seluruh kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sedangkan sandal yang diproduksi pengrajin Wedoro, selain dipasarkan di beberapa stan asal pengrajin juga dijual ke beberapa distributor dan pemilik toko dari luar kota. Di antaranya, Bogor, Jakarta, Lampung, Bukit Tinggi, Sulawesi dan Bali. Hanya saja,

Pak Muis

jika dibandingkan antara sandal Cina dan Wedoro, pada tingkat pengecer lebih menguntungkan berjualan produk Cina. Karena, keuntungan yang didapat dari para pengecer lebih besar. UD Jaya Makmur, sudah menangani penjualan sandal Cina dan lokal sejak tahun 2004. Darto, yang juga pengrajin sandal ini mengaku kasus lumpur Lapindo merebak tahun 2006, sangat berpengaruh

terhadap omzet penjualan pedagang. Terutama, pelanggan yang biasa membeli sandal Wedoro dari arah Banyuwangi hingga Malang. ‘’Sebab, konsumen yang datang dari Banyuwangi dan Malang sudah pasti harus melewati Porong, yang macet akibat banjir lumpur,’’ kilahnya. Sementara, konsumen sentra kerajinan Wedoro dari utara seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban tidak terpengaruh. Yang menjadi kendala para pengrajin sandal Wedoro, harga bahan baku yang tidak stabil. Jika harga bahan baku sedang tinggi, banyak pengajin yang bekerja berdasarkan pesanan saja. Misalnya, Pak Muis, pengajin sandal Wedoro, menyatakan, sangat terpukul apabila harga bahan baku sedang tinggi. ‘’Bagaimana bisa bekerja mas, kami ini bekerja dengan modal kecil,’’ ujarnya. —sby

Restoran Pondok Kuring

Kuliner Sunda Bercita Rasa Tinggi HADIRNYA restoran-restoran yang mengusung kuliner daerah membuat bisnis ini tak ada matinya. Makin banyak restoran, makin banyak pilihan. Tergantung restoran mana yang memberikan fasilitas dan kualitas terbaik. Restoran Pondok Kuring yang ada di Renon, Denpasar pun berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen. Restoran yang dibangun di atas lahan 3.000 meter persegi di kawasan Renon ini memiliki penataan yang apik dengan interior modern dan minimalis. Suasana tenang ini menambah kenyamanan penikmat kuliner yang ingin menikmati sajian khas Sunda. “Kami ingin ikut melestarikan warisan leluhur dengan menyajikan kuliner khas Sunda dengan cita rasa tinggi. Komunitas orang Sunda di Bali cukup banyak. Peminat masakan Sunda juga banyak. Ini membuat kami mantap untuk

Andi Santoso

menggeluti bisnis kuliner. Kami tidak hanya menyediakan kuliner Sunda. Kami siap melayani pesanan kuliner Western dan Asia. Perpaduan dengan kuliner Bali dan Jawa juga kami hadirkan,” ungkap Andi Santoso, Direktur Restor-

Meeting room di Pondok Kuring

an Pondok Kuring. Ia menuturkan, awalnya bisnis kuliner Sunda ini hanya untuk bisnis rumah tangga karena istrinya orang Sunda. Bisnis ini ternyata berkembang hingga mereka berhasil menjalankan Cherry’s Catering Service. Mereka berpengalaman dalam pelayanan catering service untuk keperluan prasmanan, pesta ulang tahun, pernikahan, rapat dan pesta di vilavila eksklusif. Menu yang dijadikan pun beragam mulai menu Western, Asia, Indonesia, bahkan Bali. Dari usaha catering ini, mereka mulai merambah bisnis restoran dengan mendirikan Pondok Kuring, 12 Juli 2009. “Sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi kami dapat menyajikan masakan khas Sunda warisan leluhur yang penuh cita rasa tinggi. Tentu saja dengan keramahtamahan pelayanan kami untuk memberikan pengalaman terbaik konsu-

men. Dengan menjaga keaslian racikan dan bumbu asli dan cara memasak tradisional yang kami utamakan, maka layaklah kami menyandang restoran terbaik penyaji kekhasan kuliner Sunda,” tegas Andi seraya mengatakan rata-rata tiap hari restoran ini dikunjungi 300 orang. Menu yang menjadi andalan restoran ini tentu saja masakan Sunda terutama gurami, mulai dari gurami pesmol, gurami goreng garing, gurami bakar madu, dan gurami asam manis. Satu lagi yang menjadi andalan restoran ini adalah sup kelapa Pondok Kuring. “Sup yang berisi sea food ini ditempatkan dalam kelapa muda yang masih utuh. Selain makan sup, konsumen juga dapat menikmati kelapa mudanya. Sup kelapa ini merupakan andalan kami dan hanya satu-satunya. Di tempat lain tidak ada,” ujarnya. Selain menu andalan tersebut, Andi juga membeberkan beberapa paket makanan yang bisa dipesan. Paket itu di antaranya nasi raja laut yang mengombinasikan masakan ikan laut dengan tambahan sambel matah. Sambel matah merupakan ciri khas masakan Bali yang sangat tepat dipadukan dengan berbagai jenis ikan atau daging. Paket Nasi Sari Samudera juga dipadukan dengan sambel matah. Untuk minuman, Pondok Kuring menjadikan es cendol dan wedang jahe alang-alang sebagai andalan. Tiap minggu, restoran ini menyajikan menu spesial. Jika peminat banyak, menu spesial ini terus berlanjut bahkan menjadi menu tetap. Soal harga, Pondok Kuring memberikan harga yang kompetitif.

Suasana garden party Pondok Kuring

Selain makanan khas Sunda berselera tinggi, Pondok Kuring menyediakan tempat untuk acara-acara seperti rapat, press conference, launching product, pernikahan, ulang tahun, dan gathering. Lokasi yang luas ini bisa menampung 500 orang untuk standing party sedangkan untuk meeting room bisa menampung hingga 80 orang. Parkir pun tak jadi masalah karena tersedia lokasi parkir di bagian belakang restoran. Masih satu area dengan restoran ini, ada Florence Bakery yang sudah cukup berpengalaman dalam dunia pembuatan kue tradisional, cake serta berbagai macam bakery. Dengan melakukan pemilihan bahan-bahan yang berkualitas tinggi untuk menghasilkan bakery bercita rasa tinggi tanpa melupakan kebersihan dan higienitas dalam proses pembuatan. “Kunjungi Florence Bakery untuk mencoba langsung kue buatan kami atau hubungi staf kami untuk memenuhi pemesanan berbagai macam kue dan bakery seperti tart, cake dan roti,” imbuh Andi.

Sup Kelapa Pondok Kuring

Restoran Pondok Kuring Jalan Raya Puputan No. 56 Renon, Denpasar, Bali, Indonesia Telepon +62 361 234122 Faksimile +62 361 234137


KIPRAH WANITA

13 - 19 Februari 2011

capai hidup sehat bukan hanya kesehatan fisik saja yang harus diperhatikan. Kalau selama ini senam lansia untuk kesehatan jasmani sudah berjalan dengan baik, maka kegiatan kali ini adalah untuk kesehatan rohaninya,” tuturnya. Gde Dharma juga mengatakan para lansia tersebut juga memiliki kreativitas dan ide yang di luar dugaan. “Ketika seharusnya mereka menari secara bersama di panggung, rupanya sengaja pasangan mereka diminta segera ke belakang panggung dan mereka kompak untuk menarik saya. Jadilah saya sendiri dikerubuti tujuh penari joget lansia yang cantik,” kata kades yang menggagas acara ini sembari mengatakan dengan berkegiatan para lansia akan selalu optimis, ceria dan berusaha tetap sehat di usia lanjut. Sementara itu sang pelatih, Putu Sri Sugandhini, mengatakan sangat menarik dan seru selama hampir tiga hari berlatih bersama para lansia. “Sesungguhnya mereka telah memiliki dasar menari. Hanya saja lama tak digunakan. Kalau sekarang mereka mesti tampil lagi bukan hal baru. Namun, karena faktor usia, kami minta untuk konsentrasi pada gamelan. Satu lagi yang kami ingatkan agar terus tersenyum karena joget ini tarian pergaulan dan penampilan mereka bersifat hiburan. Kalau urusan gerak kami serahkan pada mereka. Apalagi tari pergaulan yang sangat populer di Bali ini memiliki pola gerak yang agak bebas, lincah dan dinamis. Mereka bebas melakukan improvisasi,” papar mahasisiwi semester akhir Jurusan Arkeologi di Unud ini tersenyum. Salah seorang penari joget tersebut adalah Ibu Teladan Bali tahun 2005, Ida Ayu Putu Puniadhi. Meski dirinya adalah masih tercatat sebagai anggota Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Bali, ia juga bersedia didaulat mewakili banjarnya, untuk mengisi acara hiburan tersebut. Menurutnya ini demi dan atas nama solidaritas kaum lansia di desanya, serta tujuannya ngayah untuk banjarnya Meranggi. Dayu Puniadhi yang bersama pasangannya menjadi penampil favorit ketika itu, menyatakan senang melihat kemeriahan acara dan perhatian penonton yang luar biasa. Terlebih lagi menjadikan mereka bisa tertawa lepas. Tersenyum

tkh/ard

Aksi joged lansia

Pak Kades pun Dikerubuti Penari Joget Lansia

P

enari joget perem puan itu pun tak kalah akal, ia melambaikan amplop merah (angpao), sambil tersenyum menggoda mendekati penari pria. Rupanya, upayanya berhasil dan akhirnya mereka kembali menari bersama diiringi gamelan tingklik bambu dan tepuk tangan penonton. Itulah sebagian penampilan pasangan joget lansia yang tampil di acara peringatan ulang tahun pertama Kelompok Lansia Desa Kesiman Petilan. Berikutnya tiap pasangan joget lansia tampil dengan gayanya masing-ma-

Dayu Puniadhi dan Tu Aji Briung

sing. Yang menarik lagi, para penonton yang hadir menyaksikan serta bergembira bersama sebagian adalah lansia bersama anak – cucunya, di samping masyarakat lainnya. Pasangan yang tampil menari kali itu adalah Jero Puspawati dan Ketut Mal dari Banjar Kehen; Ni Luh Suriati dan Nyoman Gerusa Banjar Abian Nangka Kaja; Ketut Kardi dan Wayan Sopir Banjar Batan Buah; Ida Ayu Putu Puniadhi dan Tu Aji Briung Banjar Meranggi; Wayan Lati dan Made Dayu, Banjar Kedaton; Wayan Darwi dan Wayan Rada, Br. Abian Nangka

Kelod; serta Ketut Rasmin dan Pak Rajin, Br. Bukit Buwung. Menurut Kepala Desa (Kades) Kesiman Petilan Wayan Gde Dharma Putra, ramainya penonton lainnya, termasuk anak-anak kecil lebih karena adanya nilai adat budaya masyarakat. Betapa mereka masih memandang lansia di lingkungannya sebagai kelompok usia yang harus diperhatikan dan dihormati. “Di samping itu, kelompok lanjut usia perlu mendapat perhatian khusus kesehatannya akibat kemunduran fisik biologis dan sosiologisnya. Untuk acara ini kami mengajak para lansia dari 10 banjar yang ada tapi yang tampil hanya tujuh pasangan dari tujuh banjar,” katanya. Kegiatan dari/dan untuk lansia ini, kata Gde Dharma sengaja digelar sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memasukkan masalah pelayanan lansia sebagai salah satu skala prioritas kebijakan pembangunan sosial. “Kebersamaan ini sesungguhnya untuk memperingati ulang tahun pertama keberadaan Perkumpulan Lansia Desa Kesiman Petilan. Agar lebih meriah kami sarankan untuk menampilkan joget lansia ini. Menyadari pula untuk men-

tkh/ard

tkh/ard

Plok...plok...plok... tepuk tangan terdengar riuh, ketika penari joget pria berpura-pura ngambek. Begitu didekati penari joget perempuan, ia pun beraksi makin sibuk dengan HP-nya. Melihat jenakanya ulah dua lansia di atas panggung itu, tak pelak makin mengundang tawa penonton di acara ulang tahun ke-1 Kelompok Lansia Desa Petilan Kesiman, Minggu (6/2) di Wantilan Pura Pengrebongan Desa Kesiman Petilan.

Gde Dharma

Nenek-nenek Tampil Mapeed Awas, jangan sampai Kain Terinjak DESA Sukawati di Kabupaten Gianyar memiliki tradisi unik yang telah diwariskan dan dilestarikan secara turun temurun hingga kini. Tradisi yang terkait erat dengan ritual keagamaan itu biasanya hadir saat penyelenggaraan odalan besar di pura Tri Kahyangan setempat. Masyarakat setempat menyebutnya peed. Partisipan terbesar dari tradisi ini adalah kaum wanita, umumnya para remaja putri. Namun, anak-anak belia dan ibu-ibu bahkan nenek-nenek pun banyak yang dengan sarat euporia tampil mapeed. Misalnya, 1-4 Februari lalu. Jalan utama desa yang tersohor dengan pasar seninya itu penuh sesak penonton yang antusias menyimak iring-iringan peed tersebut. Di tengah masyarakat Bali, peed dimaknai sebagai sebuah iring-iringan, biasanya dalam konteks ritual keagamaan. Di Desa Sukawati juga demikian,

namun pengertiannya lebih spesifik. Istilah peed diduga terangkat dari kekhasan berbusana adat para kaum wanitanya. Khususnya ujung kain (kancut) yang dikenakan agak panjang, sekitar satu meter, dan jika berjalan diseret (paid) disela kedua kaki. Model pengenaan kamen seperti itu dapat kita saksikan dalam tari Oleg Tamulilingan. Tetapi, kini kendati tidak semua peserta mengenakan kamen kancut panjang (mekancut), tradisi kebanggaan masyarakat Sukawati itu masih dengan takzim disebut peed. Sejatinya tradisi mapeed di Sukawati berkaitan dengan pengambilan air suci, dari pura ke sebuah sumber mata air di desa setempat sebagai wangsuhpada yang dipercikkan kepada umat dalam persembahyangan. Jarak antara pura ke sumber mata air itu sekitar dua kilometer. Tetapi, karena iring-iringan peed tersebut

berayun pelan, jarak yang relatif pendek itu ditempuh hingga satu jam. Selain didominasi oleh partisipan kaum wanita, para pemangku pura memegang peran terpenting dalam ritual yang berlangsung pada sore hari ini. Saat ritual peed itu digelar, Desa Sukawati seakan diselimuti aroma harum bunga cempaka. Bunga yang berwarna putih dan kuning ini merupakan hiasan utama seluruh peserta peed, dirangkai sebagai hiasan kepala yang ditata apik. Karena banyaknya permintaan jenis bunga cempaka saat ritual peed tersebut, harga bunga itu sering melonjak. Jika di pasar setempat habis, biasanya masyarakat Sukawati memburunya sampai ke luar desa seperti Desa Sibang, Kabupaten Badung yang masyarakatnya dikenal banyak membudidayakan pohon cempaka. Hari-hari mapeed dalam ritual keagamaan itu pada

Sri Sugandhini

umumnya memang dinantinanti oleh kaum wanita Desa Sukawati. Selain menyiapkan bunga cempaka tadi, jauh-jauh hari mereka telah menyiapkan busana yang akan dipakai. Dulu, para peserta peed memakai pakaian pribadi hingga penonton dapat meraba-raba status sosial keluarga orang tersebut. Tetapi, perkembangannya kini, kebanyakan partisipan peed memanfaatkan jasa penyewaan pakaian adat dan agama yang banyak bertebaran. Begitu juga dalam hal memoles wajah (mike up), tak lagi amatiran seperti dulu, kini umumnya diserahkan sepenuhnya pada tenaga profesional

tkh/dok

Tokoh

Komunitas ILDI Bali sedang ber-line dance dengan lansia di Panti Jompo Wana Sraya

Kaum Lansia Ber-Line Dance

ILDI Bali Terapi Psikis Penghuni Rumah Jompo Wana Sraya

SOROT mata puluhan lelaki dan perempuan lanjut usia tampak berbinar. Gerak tubuh yang ringkih seolah tak dipedulikan saat ber-line dance di lantai dansa. Semua penghuni ‘Rumah Jompo’ Wana Sraya Biaung, Denpasar, ini larut dalam suasana sumringah. Seorang lelaki sepuh tampak duduk rileks di sudut ruangan. Ia enggan menyebutkan namanya. Namun, pria sepuh ini mengaku berasal dari Tabanan. “Tiyang sebenarnya tertekan selama tinggal di sini. Tiyang di sini karena terpaksa. Keluarga tiyang di Tabanan yang memaksa tinggal di sini,” ujarnya. Namun, siang itu suasana hatinya sedikit terasa lebih enteng. Maklum puluhan ibu yang tergabung di bawah Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) Bali menyuguhkan hiburan segar. “Ibu-ibunya pintar joget. Tiyang senang dihibur seperti ini,” akunya kepada Koran Tokoh akhir pekan lalu. Siang itu, Jumat (11/2), suasana ruang tamu rumah jompo tersebut sedang berbunga-bunga. Warna cerah kaos komunitas perempuan penggemar line dance ikut menambah semarak kesan kegiatan kunjungan sosial ILDI tersebut. “Ya…warna kaos ILDI memang cerah seperti ini. Cocok ya…untuk menambah suasana hiburan di panti jompo ini,” kata Ketua ILDI Bali Yanti Effendi. Menurut ibu tiga anak ini, kegiatan sosial komunitasnya itu merupakan salah satu mata aktivitas merayakan HUT I

ILDI Bali. “ILDI Bali sebenarnya lahir November 2009. Tetapi, kami merayakan setahun usia ILDi Bali sejak akhir 2010 sampai awal 2011 ini,” jelasnya. Kunjungan ke rumah jompo tersebut merupakan wujud kepedulian komunitasnya terhadap keberadaan kaum lansia. Selain memberikan bingkisan kemanusiaan, komunitasnya juga menyuguhkan hiburan line dance, termasuk makan siang bareng puluhan lansia tadi. “Suasana kebersamaan ini kan bisa membuat kejenuhan para orang tua di panti jompo ini bisa sedikit terobati,” harap koreografer tari andal ini. Line dance atau langkah dansa merupakan olahraga tari kreasi. Jenis gerakannya bermacam-macam, seperti tango, rumba, samba, chacha, jive, dan lain-lain. Irama musik yang mengiringinya mengekspresikan semangat hidup. Gerakannya dapat dilakukan semua kelompok usia. “Pokoknya, kalangan lansia juga boleh berline dance. Bagus untuk kesehatan fisik dan jiwa,” imbuhnya. Khusus bagi kesehatan otak juga dinilai positif bagi kalangan lansia. Memori otak kanan dan kiri biasanya makin menurun di kalangan lansia. Tetapi, line dance membantu menyegarkan daya kerja memori di otak. “Line dance kan kaya dengan beragam jenis gerakan dan warna musik. Ini kan otomatis mendorong penggemar line dance untuk manghapal tiap gerakan dan jenis musiknya. Cara ini kan membantu merawat daya kerja memori otaknya,” ujarnya.

Usia bertambah diakui Lia Johan memengaruhi daya ingat memori otak. Aktivis ILDI Bali berdarah Jakarta ini mengungkapkan, sekarang makin banyak masalah gangguan memori otak manusia. Selain pikul atau amnesia, juga alzheimer. “Line dance membantu mengurangi potensi terkena penyakit pikun maupun alzheimer,” ujarnya. Line dance juga dinilai cocok bagi kalangan keluarga. Gerakan tariannya bukan berpasangan, seperti dansa ballroom. “Kaum ibu yang sudah berkeluarga kan melakukan gerana dansa beramai-ramai di lantai dansa,” katanya. Menurut Lia yang rajin membaca buku kesehatan ini, ada hasil riset ilmiah yang menarik tentang line dance. “Line dance termasuk salah satu jenis olahraga, selain bersepeda dan berenang, yang bagus untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa. Ini hasil riset ilmiah yang saya baca di sebuah buku kesehatan,” jelasnya. —sam

dan tertawa, katanya sangat baik, sebab akan memperbaiki mental dan fisik secara alami. Penampilan pun akan tampak lebih menarik dan lebih disukai orang lain. Tertawa juga membantu memandang hidup dengan positif serta terbukti memiliki kemampuan menyembuhkan. Tertawa ampuh untuk mengendalikan emosi yang tinggi dan melemaskan otak dari kelelahan. “Tertawa dan se-

nyum murah tidak perlu membayar tapi dapat menjadikan hidup ceria, bahagia, dan sehat,” ungkapnya penuh tawa. Melalui kegiatan ini pula, kata ketua panita acara Ketut Adi Putra Alit mereka secara tidak langsung menjaga hubungan yang baik dengan keluarga dan teman-temannya. Sebab hidup sehatnya lansia bukan hanya sehat jasmani

dan rohani tetapi juga harus sehat sosial. Dengan adanya hubungan yang baik dengan lingkungannya dapat membuat hidup lansia lebih berarti. Selanjutnya akan mendorongnya untuk menjaga, mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya demi dapat lebih lama menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai dan disayangi. —ard

salon-salon kecantikan. Kendati sudah bergeser kepada kepraktisan, semangat mapeed tampaknya masih berhulu pada relung religiusitas yaitu spirit ngayah. Seperti kita ketahui, ngayah adalah sebuah energi kultural yang menyangga seni dan kebudayaan masyarakat Bali. Ngayah mapeed kaum wanita Sukawati dipersembahkan secara tulus iklas disertai rasa bhakti nan dalam kepada Hyang Widhi. Jika tidak demikian, bagaimana mungkin mereka mempersiapkan finansial, mental, dan fisik tanpa adanya bersitan pamerih sama sekali. Mereka hadir ngayah mapeed dengan ke-

ceriaan hati dan nurani bening. Ketika sore telah merambat, ritual peed pun dimulai. Penonton berkerumun sepanjang jalan yang dilalui iring-iringan. Tak ketinggalan para wisatawan mancanegara juga banyak yang datang menyimak atraksi budaya ini. Dari arah pura terdengar derap gamelan balaganjur. Pada barisan terdepan, beragam atribut panjipanji pura seperti umbul-umbul, pajeng, kober, beragam jenis tombak, dibawa oleh puluhan remaja pria. Sebuah grup gamelan baleganjur mengikuti di belakangnya berjalan selangkah demi selangkah memainkan tatabuhan bernuansa agung. Sepasang instrumen kendang mengendalikan gending, cengceng mengisi ritme, reong menjalin melodi, dan debur gong menggarisbawahi. Mengalirlah kemudian barisan peed. Dimulai dari partisipan gadis-gadis belia dan diteruskan

oleh dara-dara remaja dan selanjutkan kaum ibu-ibu serta juga nenek-nenek. Langkah diayun pelan dan anggun seakan mengikuti tempo atau irama ponggang gamelan baleganjur. Semua mengalir satu persatu dengan sunggingan senyumnya masing-masing. Tetapi, awas, langkahnya mesti diayun hatihati, jangan sampai terjatuh. Jangan sampai menginjak julurun kain (kancut) peserta di depannya atau sebaliknya kain sendiri terinjak peserta di belakang. Di barisan paling belakang dikunci kembali dengan sepasukan grup gamelan baleganjur. Ada juga sekumpulan ibu-ibu mengumandangkan kidung suci. Di tengah-tengahnya para pemangku berseragam putih mengusung toples-toples tempat dan atau berisi air suci yang diambil di sumber mata air dan atau dibawa ke pura. Selain yang telah berlangsung pada tanggal 1-4 yang lalu ketika odalan di Pura Dalem Gede Sukawati pada Anggara Kliwon Tambir, ritual peed kembali dapat disimak pada tanggal 16-19 Pebruari ini, saat odalan besar di Pura Puseh/Desa setempat yang jatuh pada Buda Kliwon Matal. Sudah pasti kaum wanita Desa Sukawati akan mapeed dengan sarat gairah persembahan.

Kaum wanita Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar, ngayah mapeed dengan keceriaan hati sebagai bhakti persembahan pada Hyang Widhi.

tkh/dok

14

Yanti Effendi

zKadek Suartaya


TRENDI

Bau Parfum Bangkitkan Kenangan Parfum salah satu hal yang penting dicari orang untuk menjaga penampilan. Karena itu, tak sedikit orang yang rela merogoh kocek lebih dalam hanya untuk membeli sebotol parfum. Ibnu Irvandi mengatakan begitu pentingnya parfum ini bagi seseorang, mereka penghobi parfum memiliki koleksi lebih dari satu parfum yang dipakai dalam momen yang berbeda. “Ini karena memakai parfum lebih daripada hanya untuk menjaga rasa percaya diri,” kata pemilik ParfumMart ini, toko parfum yang menjual merek Laverni.

dapat bau parfum mahal dengan harga murah. “Inilah kelebihan membeli parfum di toko parfum yang menyediakan isi ulang,” katanya. Ia mengatakan harga parfum isi ulang ini dijamin lebih murah, dengan aroma mendekati bau parfum aslinya serta tahan lama sampai 12 jam. Dari segi kesehatan, pun tak ada masalah karena bibit murni. Untuk bahan campurannya pun memakai alkohol asli dari Eropa tanpa campuran bahan lainnya yang berbahaya. “Selain murah, parfum isi ulang ini tersedia berbagai macam aroma dan tipe parfum,” katanya. Di ParfumMart

misalnya menyediakan lebih dari 300 pilihan parfum impor isi ulang aroma internasional berkualitas tinggi. Menurutnya para konsumen bisa memilih parfum sesuai selera dengan mencoba tester yang disediakan. Mereka bisa memilih bau parfum sesuai selera. “Sebaiknya memilih parfum disesuaikan dengan aktivitas. Bagi mereka yang banyak berada di luar ruangan sebaiknya memilih bau parfum yang kuat,” sarannya. Selain banyaknya pilihan aroma, membeli parfum di isi ulang, para pelanggan bisa menciptakan kreasi parfum mereka dengan

M

enurut Ibnu, untuk mendapatkan parfum yang memiliki bau seperti parfum kualitas international tak harus mengeluarkan biaya mahal. “Cukup datang ke toko yang menyediakan isi ulang parfum,” katanya. Menurutnya di toko parfum yang menyediakan isi ulang, para pelanggan bisa men-

Suasana toko parfum milik Ibnu Irvandi

tkh/sep

Memilih Tabir Surya SPF kependekan dari Suncreen Protection Factor atau faktor pelindung dari sinar matahari. Setiap produk kosmetik dan tabir surya biasanya mencantumkan angka yang menunjukkan tingkat SPF, misalnya SPF 15, SPF 30, dan seterusnya. Tingkatan SPF menentukan waktu aman bagi kulit Anda terkena sinar matahari. Misalnya tabir surya dengan SPF 15 berarti kulit Anda akan terlindungi selama 15 kali lebih lama dari daya tahan alami kulit Anda. Jika kulit Anda biasanya mengalami kemerahan setelah 10 menit berjemur sinar matahari maka dengan memakai tabir surya SPF 15, kulit Anda aman selama 15x10 menit yaitu 150 menit. SPF tersedia dari angka 2 hingga 60. Namun tidak berarti semakin tinggi angka SPF akan bekerja sesuai kelipatan angka tersebut. Fakta yang terjadi adalah SPF 50 hanya bisa memberi proteksi lebih banyak sekitar 1% hingga 2% dibanding SPF 30. Yang perlu diingat adalah SPF hanya berlaku untuk melindungi terhadap radiasi UV-B saja. Retno Iswari Tranggono, pendiri dan pemilik Ristra dalam biografinya menyebutkan, pada kenyataannya, orang Indonesia tidak memerlukan SPF yang terlalu tinggi karena bisa membuat kulit hitam. Selain itu, ada beberapa jenis tabir surya, yaitu sweatproof, water resistant, waterproof, sunblock, dan organic sunscreen.

Tabir surya yang berlabel sweatproof biasanya tahan terhadap keringat, sehingga tidak pudar karena keringat. Tabir surya yang memiliki label water resistant dapat memberi perlindungan hingga 40 menit jika terkena air atau keringat. Tabir surya yang memiliki label waterproof dapat memberi perlindungan lebih lama dibanding tabir surya berlabel water resistant yaitu hingga 80 menit jika terkena air atau keringat. Cocok digunakan jika Anda sedang berenang. Sunblock merupakan tabir surya jenis fisik yang fungsinya menghalangi atau memantulkan cahaya matahari melalui permukaan kulit. Tabir surya fisik biasanya memiliki kandungan zinc oxide ataupun titanium dioxide yang berfungsi radiasi ultraviolet (UV). Namun, sunblock hanya bisa menghalangi sinar UV-B. Organic sunscreen merupakan tabir surya jenis kimia yang fungsinya menyerap atau menyaring radiasi UV. Tabir surya kimia biasanya memiliki kandungan seperti octylcrylene, avobenzone, octinoxate, octisalate, oxybenzone, homosalate, 4MBC, ataupun para-aminobenzoic acid (PABA). Sunscreen bisa memberi perlindungan lebih banyak dibanding tabir surya fisik karena bisa menyerap radiasi UV-A dan UV-B. Radiasi UV-A menembus kulit lebih dalam daripada UV-B, sehingga bisa menyebabkan kanker kulit. Kini, pilihlah tabir surya sesuai kebutuhan. –rat/net

Konsultasi Kecantikan Rubrik konsultasi kecantikan ini ditujukan khusus membahas seputar masalah kecantikan yang diasuh AA Ayu Ketut Agung. Bara para pembaca Koran Tokoh yang memunyai masalah seputar kecantikan, silakan kirim pertanyaan ke Kursus Kecantikan dan Salon Agung di Jalan Anggrek 12 Kereneng, Denpasar dan sertakan kupon cantik.

Menyiasati Bentuk Mata Yth. Bu Agung Saya ingin menanyakan bagaimana cara make-up untuk menyiasati bentuk mata saya yang terlihat agak jauh satu sama lain. Serta mohon ditampilkan contoh busana pengantin Bali dengan me nggunakan kebaya dan sanggul Bali. Terima kasih. Yanti, Kerobokan Yth. Dik Yanti Untuk mendapatkan tampilan mata yang lebih dekat satu sama lain, teknik ini dapat dicoba. Mulailah dengan menyapukan eye shadow berwarna terang tipis-tipis di area kelopak mata, kemudian taburi dengan warna-warna medium tepat di lipatan kelopak mata bagian dalam. Untuk hasil yang sempurna sapukan kuas secara merata dengan warna sebelumnya. Terakhir, berikan efek garis dari ujung lipatan kelopak mata ke bagian tengah kelopak mata bagian dalam, lalu sapukan kuas kembali agar tampak natural. Selamat mencoba.

13 - 19 Februari 2011 Tokoh 15

Tanda Khusus di Angka 5 S

Ibnu Irvandi

memadu 1 sampai 3 jenis aroma. Jenis aroma yang tersedia seperti aroma rempah, aroma seribu buah, aroma buah-buahan, aroma seribu bunga, dan aroma misik bahkan aroma religius khas Arab Bau parfum seseorang dapat memberikan kesan bagi orang yang mencium baunya. “Jika seseorang pakai parfum jenis A, sementara ia punya orang terdekat yang hapal dengan bau parfumnya, orang terdekat itu akan teringat pada seseorang itu ketika ada bau parfum A. Sehingga parfum bisa untuk membangkitkan kenangan akan si dia,” ungkapnya. Namun, menurutnya ada hal yang harus diwaspadai jika membeli parfum isi ulang. “Karena tak sedikit penjual yang mencampur bahan lain yang menyebabkan iritasi dan gatal pada kulit,” ungkapnya. Membuka usaha toko parfum, berawal dari hobinya memakai parfum. Selain itu prospek bisnis usaha ini pun cukup menjanjikan. Setelah suskes di Bandung dan Jakarta kini outletnya bisa ditemui di Denpasar. —tin

aat mengetik di komputer, perhatian Surya tertuju di keyboard angka 5. Ia melihat ada sesuatu yang khusus di tombol itu. Ada garis kecil menonjol. Ketika dilihat keyboard lain, ada juga tanda yang sama di angka 5 ini. Awalnya ia hanya mengira ia sekadar tanda biasa. “Ternyata waktu saya perhatikan telepon seluler (ponsel) dan telepon rumah, ada juga tanda khusus di angka 5 di keypad. Saya jadi penasaran. Kenapa selalu ada tanda khusus di angka 5,” ujar pria yang bekerja di bagian pemasaran sebuah perusahaan swasta ini. Bagi pemilik ponsel kecuali ponsel touch screen, perhatikan tanda di tombol angka 5. Selalu ada tanda khusus di tombol itu, misalnya tonjolan kecil, garis kecil, atau tanda lain. Jika Anda memperhatikan, tanda itu sangat membantu di saat tertentu. “Tanda itu berfungsi untuk mempermudah pengguna mengenali posisi jari,” ungkap Herry S.W., seorang praktisi ponsel. Misalnya, pengguna ponsel buta, sakit mata, atau harus menggerayangi ponsel di kegelapan. Dengan adanya tanda khusus di angka 5, maka pengguna bisa mengidentifikasi kalau jarinya berada di angka 5. Berarti, di kiri tombol itu adalah angka 4, di kanan tombol tersebut angka 6, di atas angka 8, dan di bawah angka 2. Sangat membantu bukan? Karena itu jika memiliki ponsel harus dipahami apa fitur yang tersedia dan apa fungsi dari fitur itu karena pasti ada manfaatnya. Ponsel bahkan bisa membantu jika si pengguna menjadi korban tindak kriminal. Namun,

perlu ada tambahan teknologi dan itu tergantung kemampuan ponsel. “Sebagian ponsel dilengkapi dengan fitur SOS message. Ketika pengguna dalam kondisi terdesak, pengguna bisa mengirimkan pesan darurat hanya dengan menekan tombol volume atau tombol lain dengan ritme tertentu,” ungkap pria yang menetap di Surabaya ini. Supaya bisa memanfaatkan fitur itu, tentu saja sebelum mengalami kondisi darurat, pengguna perlu melakukan sedikit pengaturan lebih dulu. Sebagian ponsel yang dilengkapi dengan GPS dapat diinstalasi dengan aplikasi tambahan. Aplikasi itu harus dijalankan terus menerus. Dengan menggunakan komputer atau peranti

Herry S.W.

lain pengguna bisa melacak lokasi terkini ponsel tersebut. Fungsi itu bisa bermanfaat ganda. “Misal ponsel itu hilang karena dicuri orang. Maka, pengguna bisa melacak posisi terkini ponsel. Contoh lain, si pemilik ponsel diculik. Lokasi dia bisa dilacak dengan lebih mudah,” papar Herry. –wah

SEKITARKITA

Telkomsel Sahabat Pintarku Telkomsel menyerahkan paket Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel Sahabat Pintarku kepada SMKN 1 Denpasar, SMPN 2 Semarapura, Klungkung, dan SMAN 1 Bangli. Manajer Telkomsel Cabang Denpasar Kusnandar mengatakan, dalam paket CSR Telkomsel Sahabat Pintarku, masing-masing sekolah akan menerima bantuan satu perangkat multiseat EDU Merk HP hemat energi 89%, 1 CPU dan 5 monitor serta perangkat meja bundar berdiameter 1,5 m2 yang dilengkapi 5 kursi dan free login user masing-masing 150 user di tiap sekolah untuk mengakses berbagai softwere pendidikan melalui website www.telkomselsahabatpintarku.com.–wah

Casting GML Setelah meluncurkan program Giliran Muke Loe (GML), ajang pencarian bintang layar lebar pertama yang berbasis mobile internet, Tri melakukan workshop dan casting ke berbagai kota besar di Indonesia. Sabtu (5/2) Tri menggelar workshop akting dan casting di Mal Bali Galeria menghadirkan Dewi Rezer dan Dennis Adishwara. Menurut GM Tri Bali Lombok Dicky Darmawan, GML yang diluncurkan Desember 2010 merupakan wadah pencarian bintang dengan menggandeng sutradara kondang Rudi Soedjarwo. —wah

Bocah 1 Tahun Miliki 26 Jari Lei Yadi Min, bocah usia satu tahun lebih, kemungkinan akan menjadi pemegang rekor baru untuk pemilik jari tangan dan kaki terbanyak di dunia. Lei Yadi Min terlahir dengan 12 jari tangan dan 14 jari kaki. Rekor sebelumnya dipegang dua orang India, Prananya Menaria dan Devendra Hame yang masing-masing memiliki total 25 jari, 12 jari tangan dan 13 jari kaki. Pranamya Menaria yang lahir 10 Agustus 2005 didiagnosa menderita polydactyly dan syndactyly. Sedang Devendra Harne, yang lahir 9 Januari 1995 menderita polydactylism. Namun, rekor ini agaknya akan lepas dari tangan mereka dengan hadirnya Yadi Min. Sebenarnya, Guinness World Record juga mencatat Lei Yadi Min tentang seorang bocah yang terlahir dengan 31 jari. Nama bawaan ini disebut polydactyly kelahiran. bocah ini tidak disebutkan. Ia atau polydactylism. Kondisi ini Kondisi ini pun diketahui juga mengalami anomali fisik terjadi 1 dalam setiap 1000 pihak Guinness bukan karena

orangtua si bocah yang mengajukan permohonan rekor, melainkan, karena ia masuk rumah sakit Shengjing yang berafiliasi dengan Universitas Kedokteran China di Shenyang. Bocah yang konon berusia enam tahun ini memiliki 15 jari tangan dan 16 jari kaki. Di rumah sakit itu ia menjalani operasi untuk membuang kelebihan jari tangan dan kaki. Itu sebabnya rekor Guinness untuk jari tangan dan kaki terbanyak tetap dipegang oleh dua bocah asal India itu. Namun, begitu tetap ada catatan tentang itu. Yadi Min, kemungkinan ia akan menjadi pemegang rekor baru karena jumlah jari yang dimilikinya melebihi rekor sebelumnya. Tetapi, ia masih harus menunggu penetapan dan verifikasi pihak Guinness karena pada saat ini ada juga permohonan yang datang dari seorang bocah yang memiliki 18 jari kaki.—dia/berbagai sumber

Fiori Bali Luncurkan “Long Torso High Cup” Kenyamanan, keindahan, pembentukan badan dan perawatan merupakan tiga unsur wajib yang perlu diperhatikan ketika memilih lingerie. Umumnya produk yang sudah distandardisasi lembaga international seperti Fiori ini, sudah memiliki spesifikasi tersebut. Hal ini diungkapkan Dian Wulansari, BC Fiori Denpasar ditengah 600-an anggota Fiori yang menghadiri peluncuran produk baru Fiori, “Long Torso Saskia High Cup”, Minggu (6/2) di Mutiara Room, Nikki Hotel. Pada acara yang dihadiri pemilik Fiori, Otto Gustiwo beserta keluarga ini, Wulan mengatakan produk berkualitas tinggi seperti Fiori, dirancang secara khusus untuk membantu pembentukan tubuh secara menyeluruh mulai bagian atas payudara sampai dengan bagian paha bawah. Fiori mengaplikasikan pola rajutan heksagonal yang lebih kuat serta nyaman dipakai. “Para perempuan tidak perlu khawatir dengan berbagai aktivitas yang dilakukan termasuk yang berat, tidak akan memengaruhi kelenturan payudara. Sebab, dalam hal kenyamanan dan keindahan produk Fiori telah diuji melalui lab tes bersertifikasi international antara lain Intertek Tenting Service (ITS),” paparnya. Menurut Wulan, sangat

penting memilih dan memakai bra dan panty untuk pembentukan tubuh yang benar. Sebab, salah memilih bukan hanya memengaruhi penampilan tetapi juga bentuk tubuh yang tidak ideal, seperti payudara kendur, bokong yang tidak padat berisi karena tidak tertopang dengan baik. “Bahkan sampai dengan pengaruh pada kesehatan karena salah memilih ukuran dan tidak memperhatikan bahan yang dipakai,” lanjutnya sembari mengingatkan semua distributor Fiori tentang even “The Best of The Best” yang menyiapkan hadiah istimewa untuk tahun 2011 ini. Bussiness Development Manager Fiori, Siane, menyampaikan produk Fiori menggunakan bahan unggulan dunia

seperti Lycra Dupont, produk dari Amerika. Salah satu dari penemuan paling ajaib yang membuat perubahan besar dalam industri pakaian. Serat Lycra, dapat digabungkan dengan bahan serat lain, sehingga kemampuan tariknya sampai 7 kali dari panjang normal tanpa menghilangkan bentuk aslinya, sehingga pakaian yang dipakai lebih nyaman. Pada kesempatan tersebut Siane kembali menyampaikan, PT. France Valege International (FVI) selaku pemilik brand Fiori juga peduli perkembangan fashion. Belum lama FVI memperkenalkan produksi produk ready to wear atau pakaian jadi. Produk yang khusus didesain oleh beberapa perancang mode terkemuka di Indonesia seperti

Tri Handoko dan Samuel Wattimena. Kedua perancang ini, menurut Siane menyadari pentingnya meningkatkan penampilan para wanita Fiori demi menunjang kesuksesan dalam berkarier. Serangkaian acara peluncuran yang dipandu Agung Wirasutha ini, diserahkan penghargaan kepada 36 orang direktur, sepuluh di antaranya lakilaki ini. Di samping itu ditetapkan pula tiga besar direktur Fiori tahun ini, mereka adalah Sisilia Sri Wulaningsih, Ni Luh Wiarni, dan Ni Made Mei Yudiantari. Sementara bagi para member atau distributor serta hadirin lainnya tak ketinggalan dimanjakan undian dengan beragam hadiah dan atraksi hiburan. —ard

Para Direktur bersama pemilik Fiori Otto Guswito dan Keluarga, BC Fiori Bali Dian Wulansari dan Bussiness Development Manager Fiori Siane


16

Tokoh

KESEHATAN

13 - 19 Februari 2011

Rutin Daun Sirih Check up Cuci Darah Kesehatan

Minimal sekali tiga pekan, Desak Nithi melakukan check up kesehatan ke dokter langganannya. “Maklum saya mengidap kolesterol dan asam urat,” ujar pengusaha butik asal Ubud, Gianyar, ini. Informasi risiko kolesterol dan asam urat diperolehnya dari dokter. Menurutnya, dokter menjelaskan bahaya kolesterol dan asam urat yang dapat mempengaruhi kerja jantung. “Jantung dapat terkena akibat buruk jika kadar kolesterol tinggi, termasuk asam urat tinggi. Makanya, saya harus check up rutin sekali tiga pekan untuk mengecek kadar kolesterol dan asam urat,” ujarnya. Upaya tersebut dilakukannya di tengah kesibukan padatnya sebagai pebisnis, urusan keluarga, maupun ngayah di banjar adat. Aktivitas yang padat ini mengharuskan dirinya untuk tetap

Ni Made Herry Erika

menjaga kesehatan fisik. “Salah satu caranya check up rutin kesehatan. Selain itu, saya juga menjaga pola makan. Saya banyak makan buah dan sayuran. Makanan berserat saya hindari,” katanya di tengah persiapannya berangkat ke Singapura untuk melakukan general check up kesehatannya. Sementara Made Erika juga tak alpa merawat kesehatannya. Aktivitasnya tergolong amat padat. “Saya harus terbang ke Jakarta, Medan, Batam, Balikpapan, lalu balik lagi ke Denpasar tiap pekan. Kegiatan ini sungguh menguras tenaga dan pikiran. Tetapi, saya selalu berusaha mengatur pola makan, istirahat, juga olahraga bersepeda bareng suami jika sedang di rumah,” kata Sales Manager DHL Express Wilayah Denpasar, Medan, Batam, Balikpapan, ini. —sam

Dipicu Gaya...............................dari halaman 1 Tersumbatnya pembuluh darah atau trombosis ini disebabkan pengapuran akibat kadar kolesterol tinggi. Ibaratnya selang bagian dalamnya berlumut. Jika diberikan air bertekanan keras, lumut akan keluar. Tetapi, jika selang ini tersambung dengan selang yang ukurannya lebih kecil, lalu lumut-lumut menggumpal karena tak bisa keluar, maka akan memicu pecahnya selang. “Kondisi ini rawan terjadi pada orang yang gemar minum kopi dan merokok. Kafein dan nikotin memiliki peluang lebih tinggi untuk menyumbatkan pembuluh darah. Kalau pembuluh darah mengalami penyempitan, jika dipacu melebihi batas, ini yang akan meledak,” kata ibu dua putra ini. Pengguna narkoba khususnya jarum suntik juga berpotensi mengalami penyakit jantung. Jarum yang tidak steril akan mengakibatkan infeksi di pembuluh darah. Pembuluh darah ini akan mengalirkan kuman ke jantung. Dampaknya adalah endokarditis atau radang selaput jantung.

“Gejalanya, penderita mengalami sesak napas dan panas. Jika perawatan tepat, pasien bisa sembuh. Obatnya bisa menggunakan antibiotik,” ujar dokter yang menjadi peneliti AIDS pertama di Bali ini. Belakangan, orang dengan HIV/AIDS juga rentan mengalami serangan jantung, karena efek samping obat. Obat mengakibatkan tekanan darah tinggi dan memicu kerja pembuluh darah melebihi daya normal. Bila dibiarkan, bisa menyebabkan pembuluh darah menuju jantung pecah. Karena itu, pemberian obat untuk ODHA harus dimonitor dengan ketat untuk meminimalkan terjadinya serangan jantung. Namun, Runner up II Ibu Teladan se-Bali Tahun 2008 ini mengingatkan, sesuai prinsip kedokteran, lebih baik mencegah daripada mengobati. Solusinya dengan pola hidup sehat, tidak merokok, tidak minum miras, cukup istirahat, cukup olahraga, serta mengonsumsi sayur dan buah. Stres juga harus dihindari jika tidak ingin terkena serangan jantung. —wah

Jantungan jangan.................dari Adanya promosi beragam produk obat kuat untuk seksualitas di masyarakat diharapkan jangan dibiarkan pemerintah. Instansi yang berwenang di bidang kesehatan harus turun tangan. “Apalagi, harganya murah. Masyarakat biasanya cepat tertarik. Padahal, ada risiko tinggi bagi kesehatan pemakainya,” ujar pemerhati masalah sosial Yudi Angligan. Menurutnya, promosi perawatan kemampuan seksualitas sesuai standar resmi kesehatan seharusnya lebih gencar dilakukan pemerintah. “Contohnya, aktivitas yoga. Manfaatnya banyak sekali. Yoga juga baik untuk kesehatan seksualitas tiap orang,” ujar penekun yoga ini. Sementara Prof. Alex menekankan, hubungan seksual tentu tidak selamanya dapat dinilai berisiko bagi penderita penyakit jantung. Sebaliknya,

halaman 1

hubungan seksualitas justru bisa membuat jantung sehat. “Ini jika ngeseks dilakukan tidak dalam kondisi stres. Risikonya tentu tinggi. Tetapi, jika ngeseks dilakukan dengan santai dan gembira justru buat sehat. Saat seseorang merasakan kegembiraan akan menghasilkan zat endorphin. Zat ini memberi efek morfin atau efek gembira yang baik untuk tubuh dan jantung. Jadi hubungan seks dengan kondisi stres bisa memicu serangan jantung, sebaliknya jika diakukan dengan gembira mampu membuat jantung sehat,” jelas Prof. Alex. Tak hanya itu, pelatihan kebugaran seksualitas yang diisi pelatihan fisik baik untuk kesehatan paru-paru, otot panggul, otot paha dan juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan jantung. —lik

tkh/dok

Pande Renawati, M.Si.

sembuh, karena sudah terobati dengan kunir, madu, dan makanan lembut,” ujarnya. Untuk mengobati luka biasa lakukan dengan cara membubuhi kunir yang sudah diparut. Ini untuk mencegah darah terlalu banyak keluar dari luka yang terbuka. “Kalau kunir untuk menambah nafsu makan bisa dipakai jamu dengan menambah kuning telur ayam kampung dan madu serta jeruk nipis. Pasti tenaga dan nafsu makan meningkat,” ujarnya. “Selain itu, untuk wanita menopause cocok mengonsumsi jus lidah buaya dicampur madu serta jus ketimun,” imbuh mahasiswa program doktor kajian budaya Unud ini. Sementara daun rambutan, daun mangkok, dan daun lidah buaya cocok untuk masker rambut agar lebat, hitam dan subur. “Buah kemiri yang disangrai dan ditumbuk juga bagus untuk menghitamkan rambut,” jelas ibu dua anak ini. —sam

Kunjungan ke............................dari

halaman 1

darah koroner/jantung. Dalam kondisi seperti ini, seseorang masih bisa berolahraga. Yang bermakna di atas 50%. Dalam kondisi ini permukaan plak pecah dan luka. Plak yang pecah itu akan diantisipasi dengan pembentukan gumpalan darah di tempat pecahan itu. Gumpalan darah ini yang menutup aliran darah ke otot jantung. “Dengan tertutupnya aliran itu, otot jantung tak mendapatkan aliran darah yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam kondisi ini sering dikeluhkan sesak, nyeri dada. Tetapi, sebenarnya dada dirasakan berat, nyeri, dan terasa terbakar,” paparnya. Dari beberapa pasien yang ditanganinya, lebih banyak terkena serangan jantung saat tak sedang beraktivitas berat, seperti saat sedang menonton televisi atau saat bangun tidur. “Ini disinyalir karena saat pagi hari hormon adrenalin meningkat dan memacu denyut lebih cepat,” ujarnya. Jika dikaitkan dengan aktivitas, bisa juga dikarenakan aktivitas yang tiba-tiba berat atau olahraga yang tiba-tiba berlebihan. Terkait kasus kematian Adjie Massaid yang diduga akibat serangan jantung, dr. Gunadhi mengatakan, ini sangat dimungkinkan karena penyakit yang menyebabkan kematian mendadak pada laki-laki 40 tahun ke atas tanpa ada keluhan sebelumnya, paling sering kaitannya dengan serangan jantung. Ia mengatakan komplikasi yang paling berbahaya adalah adanya kelainan irama. Otot jantung yang kekurangan oksigen yang disebut iskemia, gampang menimbulkan kelainan irama. Kelainan irama yang ganas, angka kematiannya hampir 99%. Untuk mencegah penyakit jantung, harus mengetahui faktor risiko terjadinya plak itu; dianjurkan berolahraga minimal 30 menit selama 3 kali seminggu, rutin melakukan ceck up minimal setahun sekali. Jika ada keluhan, cek tiap 6 bulan. Kunjungan pasien yang memeriksakan diri ke tempat praktik dr Gunadhi meningkat 20% setelah kematian Adjie Massaid baru-baru ini. Ada yang mengeluh merasa tak enak di dada yang kemudian diasosiasikan ke jantung, bahkan ada yang datang tanpa keluhan yang khawatir karena faktor usia. —ten

WHDI 23 Tahun Dalam rangka HUT ke-23 WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia) yang bertema “Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Pelestarian Budaya & Alam Lingkungan” diselenggarakan Lomba Paduan Suara, Tri Sandya, dan Dharma Wacana di kompleks Art Centre Denpasar Sabtu (12/2) pagi dan siang. Lomba diikuti peserta dari kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan tersebut diawali sambutan Ketua Panitia Nyoman Nilawati. Puncak acara dilaksanakan pukul 15.00 yang dihadiri pejabat pemerintah dan undangan lainnya. Tampak WHDI Kabupaten Badung saat tampil dalam Lomba Paduan Suara. Laporan selengkapnya dimuat Minggu (20/2).

Kombinasi Tradisional....................................................dari

Di tengah kesibukannya, Ratmini memanfaatkan waktu santainya berkumpul dengan keluarga

dengan sempurna,” jelas wanita kelahiran Singaraja, 26 Oktober 1949 ini. Masyarakat tak perlu khawatir terkait keamanan produk dan efek samping yang ditimbulkan. Sebelum diberikan kepada pelanggannya, Ratmini adalah orang pertama yang menguji coba setiap ada produk baru. “Dalam satu bulan produk saya coba di kulit saya, jika hasilnya bagus, baru saya gunakan dalam perawatan wajah di Altara,” tambah ibu Rifan Ernanta ini. Tak hanya itu, Altara Klinik&Spa juga menyediakan dua orang tenaga medis yang siap sebagai tempat konsultasi terkait permasalahan kulit dan juga dalam hal menangani tindakan injeksi dan kegiatan lain yang berhubungan dengan medis. Perawatan kulit khusus untuk tubuh yang dilakukan Ratmini memang berbeda. Ratmini sengaja mengombinasikan antara perawatan tradisional dan modern. Menurutnya perawatan tradisional mampu menetralisir serta memberi efek relaksasi bagi kulit. Sedangkan modern, memberikan solusi bagi permsalahan kulit. Inilah yang melatarbelakangi Ratmini menciptakan beragam produk tradisional seprti lulur, sabun, aroma terapi. Beragam kosmetik dengan bahan tradisional tersebut aman bagi kulit karena telah terdaftar di Badan POM Jakarta. Terjun ke bisnis kecantikan sebelumnya tak pernah menjadi

dari tubuh, wajah hingga rambut. Semua sudah ada di klinik yang didirikan sejak 1993 tersebut misalnya perawatan kulit tubuh, dilakukan dengan beragam jenis mandi-mandi yang mampu mencerahkan dan meremajakan kulit. “Kami menyediakan mandi buah segar, mandi brightening, mandi permaisuri,” katanya. Untuk perawatan rambut, Ratmini getol memberikan perawatan dengan Creambath Sutra yang dapat memberikan nutrisi pada akar rambut juga dapat mengatasi zat kimia atau racun-racun yang ada pada rambut akibat rambut sering dicat, diberi hair spray, sehingga rambut menjadi sehat dan subur kembali. Perawatan wajah dilakukan dengan beragam jenis facial dan pemakaian kosmetik. “Kami datangkan serum dan kosmetik dari Paris yang berkhasiat mencerahkan dan meremajakan kulit,” tambahnya. Pengunjung yang datang disuguhkan tawaran beragam facial seperti gold brightening facial juga facial diamond dan facial mutiara. Tak hanya itu, alat-alat kecantikan yang digunakan pun tergolong canggih. “Agar serum dapat meresap secara sempurna ke dalam kulit, perlu didorong dengan tekanan oksigen murni, untuk itu kami menggunakan alat oxy microdermabrasi. Selain memberi tekanan dengan oksigen murni sehingga serum dapat masuk ke dalam kulit yang rusak, alat ini juga mampu mengangkat sel kulit mati

halaman 1

impian Ratmini maupun suaminya. Keinginan mendirikan tempat perawatan kecantikan justru muncul karena flek yang menghinggapi wajah Ratmini kala itu. “Kebetulan ada teman yang memberi sebuah krem penghilang flek. Setelah saya gunakan ternyata flek saya hilang, kulit saya pun menjadi bersih dan lebih cerah sehingga teman-teman banyak memesan produk tersebut. Kesempatan itu tak kami sia-siakan. Akhirnya kami mendirikan Salon Altara,” kisah putri sulung dari sembilan bersaudara kandung pasangan I Gede Negara (alm.) dan Luh Srinadi (alm.) ini. Sejak awal berdiri, Altara hanya fokus untuk perawatan kulit dan rambut. “Kami tak menyediakan tata rias,” tambahnya. Keinginan pasutri ini merambah dunia kecantikan ia wujudkan dengan mengikuti beragam kursus perawatan kecantikan baik di Surabaya, Jakarta hingga ke luar negeri. Ia pun rela menutup dua restoran miliknya yang semula menjadi penopang hidup keluarganya. “Kami ingin fokus dalam menjalankan usaha. Pilihan kami tentukan di bisnis kecantikan,” tambahnya. Tak hanya Ratmini, sang suami pun tampak bersemangat mengikuti kursus demi kursus kecantikan. “Kami tim yang kompak dalam menjalankan usaha ini,” tambahnya. Salon Altara pun makin ramai peminat. Status salon pun berubah menjadi sebuah klinik kecantikan. “Sebagai wujud totalitas kami, segala macam produk kecantikan yang sedang tren selalu kami up date. Kami pun rela memburu produk kecantikan hingga ke luar negeri,” tambahnya. Kini kesuksesan telah berada di tangan pasutri ini. Di tengah kesibukan mereka mengurusi usaha, kegiatan spiritual dan sosial tak pernah lepas dari kehidupan mereka. Erhan Ernanta sang suami aktif di gereja. Begitu pula Ratmini yang kini aktif di Wanita Bethel Indonesia (WBI). “Saya berniat menyalurkan ilmu di bidang kecantikan ini dan menjadi berkat bagi masyarakat,” janjinya. –lik

Ajak Perempuan.......................................................................................................................................................dari halaman 1 yang menarik kali ini adalah diselenggarakan lomba lukis khusus perempuan yang melibatkan peserta dari anak-anak hingga orang dewasa. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Lomba A.A.A. Ngr. Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., M.H., lomba melukis khusus perempuan yang pertama kali dilaksanakan oleh Perdiknas ini mendapat sambutan sangat baik. Terbukti dengan hadirnya 150-an peserta. “Mereka kami bagi dalam tiga kategori yakni, kelompok anak-anak, remaja dan dewasa,” katanya sembari melontarkan harapan kegiatan ini mampu memberikan efek domino bagi kegiatan lainnya serta mendorong pemberdayaan/ pendidikan, tidak saja bagi anak-anak juga bagi perempuan dewasa. Perdiknas katanya, sebagai lembaga pendidikan para sahabat dan para saudara, seluruh satuan pendidikan di bawah Perdiknas juga memiliki tanggung jawab turut melestarikan seni budaya Bali. Karena itu, melalui lomba melukis ini, dengan para pesertanya mengeluarkan imajinasi, skenario, cerita dan ide yang berbeda-beda pada tiap karyanya diharapkan kalangan perempuan juga mampu tampil eksis dalam bidang seni rupa. Selain itu, pada hari yang sama digelar pula lomba tari Bali. Gung Sri mengatakan lomba tari Bali ini juga merupakan upaya melestarikan seni budaya Bali, khususnya di Kota Denpasar. “Di samping itu aktivitas ini dapat menambah bobot pengalaman para peserta

tkh/ard

Desak Putu Nithi

tkh/sep

Suasana di salah satu sudut lokasi lomba lukis

tentang makna sportivitas dan kreativitas. Sehingga, mereka memahami bagaimana mengelola kemenangan tanpa merusak persaudaraan,”’ kata Gung Sri dan menyampaikan jika acara lomba hari itu merupakan kolaborasi Perdiknas dan Alfamart. Lomba tari yang diikuti 56 peserta tersebut, mengetengahkan empat jenis tarian, yakni Condong, Baris, Oleg Tambulilingan dan Teruna Jaya. Dari kompetisi ini pula diharapkan makin banyak lahir seniman atau penari Bali yang mumpuni. “Seniman yang siap mengawal kebudayaan Bali, khususnya dalam bidang seni tari,” tandasnya. Ketua Tim Penggerak PKK

Kota Denpasar Ny. Selly D. Mantra, di hadapan peserta dan undangan lainnya menyatakan sangat mendukung kegiatankegiatan yang dilaksanakan Perdiknas Denpasar. Salah satunya penyelenggaraan Lomba Melukis untuk Perempuan dan Lomba Tari Bali. Menurutnya, Denpasar memiliki kehidupan seni dan budaya yang dinamis. Perjalanan sejarahnya, dinamika berbagai bentuk kesenian tradisional khas daerah mampu terus bertahan. Bahwa sasaran pembangunan kebudayaan Kota Denpasar adalah untuk melestarikan, mengembangkan dan memberdayakan aneka kesenian Bali dengan segala keberadaannya.

Hal ini sejalan pula dengan kegiatan yang digelar Perdiknas. Begitu pun dalam perkembangannya kini, gerakan seniman untuk menemukan gaya seni dan budaya kota. Munculnya grup kesenian perempuan serta lahirnya kegiatan even seni dan budaya

yang bersifat sekuler. Karena itu, ia berharap kegiatan seperti yang digelar Perdiknas ini dapat terus dikembangkan dalam rangka melestarikan seni budaya di Kota Denpasar. Sementara itu Branch Manager Alfamart Agus Toto Ganeffian menyatakan mendukung penuh kegiatan Perdiknas yang melibatkan masyarakat Kota Denpasar tersebut. Menurutnya dengan kehadiran Alfamart di tengah masyarakat Bali, ini berarti pula Alfamart peduli dengan pelestarian budaya Bali dan turut menjaga lingkungannya. “Karena itu, kami mendukung kegiatan Perdiknas dalam lomba tari dan lukis ini, selain menjaga budaya juga aktivitasnya mengacu pada lingkungan. Sebagaimana yang tengah digiatkan pemerintah Bali yakni go green. Kegiatan Perdiknas juga menyokong lingkungan seperti acara fun bike yang digelar hari ini,” katanya dan menyatakan semua kegiatan tersebut sesuai pula dengan tagline yang diusung Alfamart yakni Alfamart Sahabat Indonesia (ASI). —ard

tkh/ard

tkh/dok

AKTIVITAS Desak Putu Nithi dan Ni Made Herry Erika tergolong padat. Tetapi, dua perempuan pengusaha ini tetap berusaha merawat kesehatannya. Check up rutin kesehatan dilakukan sesuai kebutuhan perawatan kesehatan masing-masing.

DARAH kotor berbahaya bagi aktivitas fisik tiap orang. Sirkulasi darah bias terganggu. Akibatnya bisa fatal bagi kesehatan. Tetapi, masyarakat Bali mengenal beragam jenis ramuan tradisional untuk memperbaiki proses sirkulasi darah dalam tubuh. “Pengobatan tradisional Bali umumnya menggunakan tumbuh-tumbuhan, seperti kunir atau kunyit, daun bluntas, daun dadap, daun sirih, dan lain-lain,” ujar pengamat tanaman obat dari Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Pande Wayan Renawati, M.Si. Menurutnya, daun sirih khususnya biasa digunakan masyarakat Bali untuk membersihkan darah, juga bermanfaaat menghilangkan bau badan. “Caranya, minum air hangat rebusan daun sirih secara rutin,” katanya. Daun bluntas pun mempunyai khasiat yang sama dengan daun sirih. Kunyit sering digunakan untuk pengobatan sakit maag, luka lecet, dan menambah nafsu makan. “Kalau sakit maag gunakan parutan kunyit. Perasannya dicampur madu lalu diminum tiap bangun pagi. Sekitar sebulan setelah itu coba konsumsi air bubur atau air tajin sebeum jadi bubur dengan menambahkan sedikit garam dan daun salam, sehingga terasa gurih. “Air bubur itu diambil sekitar 3 kali ditaruh dipiring tanpa berisi beras yang mengental. Itu dikonsumsi setiap pagi, siang dengan bubur, malam dengan nasi selama sebulan penuh. Maag niscaya akan segera

Suasana penjurian lomba tari

tkh_xii_edisi_631  

tkh_xii_edisi_631

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you