Page 1

No.662/Tahun XII, 25 September - 1 Oktober 2011

Bekerja di Lapangan Berubah Positif Hindari Hitam dan Merah berkat Coaching Erika Tegeh

WW

Coaching sebagaimana yang dipraktikkannya selama ini, ternyata menjadikan pertumbuhan seseorang pesat. Hal ini merupakan indikasi bahwa ia membuka jalan ke dalam kebutuhan fundamental demi kehidupan dan pekerjaan seseorang menjadi lebih bermakna dan seimbang. Dengan coaching Erika Tegeh berhasil membantu sekelilingnya menyadari impian dan hasrat terdalam mereka. Sekaligus pula, membantu mereka melihat kekuatan dan kemampuan di dalam dirinya serta menyadari dan memperkokoh keberadaan impian dan targetnya. Istri Putu Ari Sedana, S.T., M.M., ini menyadari kalau seorang pelatih atau pembimbing yang biasa dikenal di dunia bisnis sebagai professional coach, benar-benar harus mampu mengasah emotional intelligence atau kecerdasan emosionalnya. Sebab, dengan kecerdasan emosional, menjadikan dirinya sangat terbantu memberikan andil yang besar terhadap kesuksesan bersamaan dengan kematangan seseorang. Dari berbagai survei yang dicermatinya, Erika memaparkan bahwa dalam bisnis ditemukan 80% coaching membahas peningkatan time management. Kemudian dari sisi hasil, 62% menemukan keberhasilan dalam membuat tujuan yang lebih baik (smarter goal setting). Di luar bisnis, 58% coaching membahas tentang relationship dan family issues. Dengan berjalannya waktu Erika pun sepakat mengakui bahwa professional coaching is a key part of learning development. Di industri apa pun, menurut Bersambung ke halaman 12

Rok Guru di Bawah Lutut

Karyawati Bank Pilih Warna Lembut Seragam guru dijelaskan harus mencerminkan nilai etika. Misalnya, jika memakai rok tentu harus di bawah lutut. “Paling tidak 5 centimeter di bawah lutut,� jelas bungsu dari pedagang sayur Ni Nyoman Sariani ini.

Bank Pilih Warna Lembut Busana kerja di tiap-tiap perusahaan berbeda-beda, KOMANG Ayu Muliawati tampak tergantung dari ketentuan manajemen perusahaan itu anggun. Busana kerja guru ekstrabahasa sendiri. Ada busana kerja yang disesuaikan dengan brand imInggris SMK PGRI 1 Badung ini terkesan age perusahaan. Dana juga menonjolkan unsur etika. dianggarkan khusus pengadaan pakaian kerja. Bank “Jika seragam guru terkesan menyangkut perilaku guru. Pembangunan Daerah Bali seksi kan tidak bagus untuk Busana atau seragam guru pun misalnya. Seluruh jajaran staf mendidik siswa,� ujar lajang harus mencerminkan nilai direksi dan karyawan memakai kelahiran Denpasar, 18 Juli 1990 keteladanan. “Jika guru pakai ini. seragam seronok, bagaimana BERITA TERKAIT Guru harus menjadi teladan jadinya murid yang diHALAMAN 14 yang baik. Ini bukan hanya ajarkannya,� ujarnya.

Pakaian Kerja Cermin Citra Diri dan Perusahaan PAKAIAN kerja wajib dipakai bagi mereka yang bekerja di perusahaan atau instansi. Tiap perusahaan memiliki kebijakan manajemen tersendiri perihal pakaian kerja karyawannya terutama saat jam kerja. Menurut Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesai (APPMI) Bali, Dwi Iskandar, biasanya masingmasing profesi memiliki ciri pakaiannya tersendiri. Makanya saat akan membuat desain pakaian kerja atau pakaian dinas, sebagai seorang desainer, yang pertama menjadi pertimbangan pertamanya

Putu Prida Dewi

busana kerja dengan warna yang sama. Warna juga dipilih yang lembut sesuai dengan kenyamanan si pemakai. Bahkan untuk kenyamanan, bahan diuji khusus ke Bandung untuk kelayakan sebagai bahan pakaian kerja di bank. Menurut Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan I Wayan Martana, S.E.,M.M. selama lima hari kerja mereka menggunakan tiga kostum. Senin dan Selasa, pria memakai baju lengan panjang putih dan celana panjang hitam. Rabu dan Kamis, baju lengan panjang putih dan celana panjang biru gelap. Khusus direksi menggunakan dasi. Jumat, mereka memakai baju endek dan celana panjang hitam. Kostum wanita menggunakan three pieces. Senin dan Selasa, blus warna bebas, jas dan rok mini berwarna biru. Rabu dan Kamis, blus warna bebas, jas dan rok mini berwarna cokelat kehijauan. Jumat, mereka memakai baju endek warna cerah dan rok hitam. Ia mengatakan, tiap tahun selalu ada pengadaan pakaian karena ada anggaran yang disiapkan untuk itu. Untuk kerjaannya. Selain itu, pakaian kerja yang baik dapat menciptakan citra dan kesan baik bagi pemakai dan perusahaannya,� ungkap Prida. Dwi menekankan pentingnya komunikasi antara desainer dengan si pembuat seragam, sebab mereka tahu betul model dan desain yang diinginkan. Umumnya instansi ataupun perusahaan membuat seragam untuk menyamakan bentuk. Dalam arti semua kelihatan kompak dan tidak ada beda satu orang dengan lainnya di tempat kerja. Selain itu, seragam juga citra bagi perusahaan atau tempat kerja. “Makin bagus dan elit sebuah perusahaan, mereka pun akan mengeluarkan dana yang besar untuk seragam agar tidak terkesan murahan,� papar Dwi. Ia sempat menangani seragam hotel seperti Starwood Group melingkupi St.Regis, The Laguna, Westin, W Hotel, Sheraton Bandara

adalah melihat latar belakang perusahaan atau instansi pemesan. Apa konsep dan citra yang diinginkan dari perusahaan tersebut. Jawaban senada juga disampaikan Putu Prida Dewi, salah seorang pengusaha pakaian di Kota Denpasar. Ia mengatakan untuk menjadikan sebuah pakaian kerja perlu diketahui eksistensi busana kerja itu sendiri, visi dan misi perusahaan, job description si pemakai serta siklus aktivitas pekerjaannya. “Keseragaman busana kerja, juga bisa mencerminkan spesifikasi pe- Bersambung ke halaman 14

manajemen. Kelima, estetika. MEMILIH pakaian atau Prinsip kesopanan tetap busana perlu memperhatikan harus diperhatikan agar tidak kenyamanan. Secara ergomenimbulkan hal-hal yang nomis, pakaian membantu merugikan. Jika tahun 1940proses fisilogis tubuh an kaum perempuan tidak berada dalam rentangan memakai bra, itu tidak normal. Prof.Dr.dr. Nyoman masalah karena pada masa Adiputra, P.F.K, M.O.H. itu, memang langka. Tetapi, memberikan konsep dasar sekarang hal tersebut tentu pemilihan pakaian yang tidak etis. “Untuk kaum nyaman. perempuan, sebaiknya jaPertama, pakaian tidak ngan memakai pakaian yang boleh ketat. Antara kulit dan bisa memancing terjadinya pakaian perlu ada celah. hal-hal yang merugikan,� Celah ini sebagai isolator. tandas pemilik gelar Master Jika udara di luar terlalu Occupational Health (ahli panas, tidak akan langsung hiperkes) ini. masuk ke tubuh karena Keenam, proteksi tubuh. sudah ada rongga yang Pakaian berfungsi untuk mengurangi panas. Kedua, Prof. Nyoman Adiputra melindungi tubuh dari pemilihan warna. Jika gigitan binatang dan seberada di daerah panas sebaiknya memilih warna-warna muda. rangga, meminimalkan dari tumpahan zat kimia, “Hindari warna merah atau hitam karena atau meminimalkan luka bakar jika terkena rokok. warna-warna ini menyerap panas. Apalagi “Prinsip penggunaan pakaian juga perlu kalau bekerja di lapangan di siang hari, memerhatikan sisi sosial. Pakaian memiliki sebaiknya hindari pakaian warna hitam dan pasangan masing-masing. Kalau pakaian adat merah. Kalau malam hari, tidak masalah,� ujar Bali, ada destar, kain, saput. Kalau pakaian dosen Fakultas Kedokteran Unud ini. nasional ada jas dan dasi. Kalau pakaian kerja Ketiga, pemilihan bahan. Di daerah tropis, juga punya aturan masing-masing. Jangan bahan yang baik adalah katun karena bisa dicampur-campur. Sesuaikan dengan desa, kala, menyerap keringat. Bahan yang perlu patra saat menggunakan pakaian. Ini perlu dihindari nilon karena tidak bisa menyerap dibarengi dengan pengetahuan umum tentang keringat. Pakar fisiologi kedokteran ini budaya. Sekarang kebanyakan orang memilih menuturkan pengalamannya masa kecil ketika pakaian karena trendi, bukan karena prinsip bertani di sawah. Pagi hari dirinya kehujanan kenyamanan,� tandas Ketua Program S-3 saat mencangkul. Namun, siang hari pakaian Fakultas Kedokteran Unud ini. Ia juga yang berbahan katun bisa kering kembali menyarankan pakaian lapangan sebaiknya karena keringat yang diserap katun berproses melihat fungsi, bukan karena trendi. Pakaian dalam tubuh melalui aktivitas yang dilakukan. lapangan yang baik adalah berlengan panjang, Aktivitas ini menghasilkan panas yang menggunakan kerah agar sopan, dan warnanya muda agar bisa memantulkan panas. Tetapi, jika membantu pengeringan pakaian. Keempat, pakaian harus disesuaikan pakaian digunakan di tempat yang dingin seperti dengan tugas. Mana pakaian kerja, pakaian gudang es, sebaiknya pakaian berlapis mulai olah raga, pakaian santai, pakaian tidur, dll. dari kaus dalam, pakaian lengan panjang, dan harus disesuaikan. Di tempat kerja juga jaket. Kebersihan pakaian juga jangan diabaikan. demikian, antara pakaian petugas laboratorium dengan petugas di bidang lain perlu Bersambung ke halaman 14 dibedakan untuk memudahkan identifikasi

kenyamanan, bahan juga harus diuji ke Bandung untuk mengetahui komposisi yang terkandung di dalam kain tersebut. Bahan dipilih dengan warna dan tekstur yang lembut agar nyaman dipakai. Katun putih baik untuk pakaian kerja karena menyerap keringat dan nyaman dipakai. Selama ini, kata Martana, perusahaan belum ada kerja sama dengan tukang jahit. Para karyawan biasanya menjahit sendiri pakaian kerja mereka di tempat langganan masingmasing. Bahan dan ongkos jahit diberikan dari kantor. Model busana sudah ditentukan perusahaan. Khusus rok mini, batasannya selutut. Bersambung ke halaman 14

tkh/ast

Komang Ayu Muliawati

Salah seorang staf karyawan BPD Bali dengan busana kerjanya

Asty Ananta Hadiri Relaunching Endermolab di Impressions Denpasar

Dari kiri: Dokter Riri, Asty Ananta, dan bundanya, Yuti Ananta

ADA yang berbeda di Studio Impressions Body Care Centre Denpasar, Kamis (22/9). Artis Asty Ananta menghadiri relaunching mesin terbaru endermolab di hadapan puluhan konsumen Impressions Denpasar. Mesin buatan Prancis yang diluncurkan tahun 2011 di 56 gerai Impressions di seluruh Indonesia ini, khusus perawatan

slimming dan facial terbaru. Mesin ini hanya ada di Impressions. Studio Impressions Denpasar merupakan studio pertama dan terbesar di Indonesia yang memiliki banyak pelanggan yang setia. Menurut Studio Manager Impressions Denpasar Dr. Paramita Duarsa, Impressions kembali meluncurkan teknologi terbaru

yang dimiliki yakni mesin endermolab dengan menghadirkan ikon Impressions artis Asty Ananta. Awalnya, Impressions hanya melayani perawatan slimming. Perkembangan teknologi yang luar biasa, dengan adanya teknologi tanpa suntikan, kini dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas. Selain teknologi terbaru, Bersambung ke halaman 12


2

Tokoh

25 September - 1 Oktober 2011

ASPIRASI

KORAN TOKOH

Kering Semua orang mengeluh. Pergantian musim sudah kacau. Musim kemarau dan musim hujan tidak cocok lagi dengan ramalan kalender. Tahun lalu hujan berkepanjangan tidak tepat waktu. Akibatnya, rambutan yang biasa melimpah pada akhir tahun, raib. Putu Wijaya “Tahun ini, rambutan sudah mulai sempat berbunga. Kekeringan justru menyelamatkan bunga-bunganya supaya tidak berguguran. Tetapi, di beberapa tempat hujan mulai berjatuhan. Apakah kita masih akan bisa membeli rambutan tahun ini?” sambat Pak Amat. Bu Amat heran. “Bapak kok seperti orang ngidam rambutan? Ada apa?” “Bukan soal rambutannya, tetapi mengapa kita sekarang mulai tidak mengerti dan tidak dimengerti oleh alam? Apakah alam sudah marah karena diobrak-abrik manusia dengan segala perkembangan teknologi, sehingga tidak mau bersahabat lagi?” “Tanyalah kepada rumput yang bergoyang!” jawab Bu Amat. Amat terpesona. Jawaban istrinya terasa sangat tepat. Lalu ia pergi ke halaman belakang dan memandangi rumput-rumput yang sudah menguning karena kering. Angin menggelepar menggetarkan pucuk-pucuk rumput itu, seperti rambut ubanan yang menandakan pemiliknya yang renta. “Dan, aku lihat, rumput-rumput itu tidak mampu lagi menutup tanah. Aku lihat rekah-rekah tanah yang membelah, seperti periukperiuk yang sedang retak. Aku lihat semut-semut keluar dari celahcelah bumi, seperti gentayangan kepanasan. Mereka berserak ke sana-ke mari mencari makanan,” kata Amat kemudian bercerita kepada tetangga, sahabatnya. “Itu artinya Pak Amat mesti turun tangan.” “Turun tangan bagaimana? Masalah kekeringan itu bukan tanggung jawab manusia pribadi. Itu adalah peringatan kepada kita seluruh umat manusia supaya jangan lagi kejam terhadap bumi. Jangan biarkan ozon bolong. Jangan biarkan hutan gundul. Jangan habiskan tanah untuk jadi bangunan. Biarkan paru-paru bumi sejahtera untuk kepentingan kita semua. Demi keselamatan anak cucu kita!” “Betul Pak Amat. Teorinya begitu. Tetapi, yang paling penting, Pak Amat ambil ember dan menyiram pagi dan sore, supaya rumputnya tidak kering. Kalau terlalu kering, bisa terbakar sendiri. Sumur Pak Amat belum kering kan?” Amat kembali tertegun. Lantas ia buru-buru pulang. Mencari ember. Menimba air sumur. Lalu mulai menyiram halaman kebunnya. Debu mengepul ketika siraman air Amat berjatuhan ke atas tanah. Bu Amat keluar dari dapur dan berteriak. “Bapak sedang apa itu?” “Menyiram!” “Jangan menyirami tanaman siang-siang begini, nanti mati.” “Daripada rumputnya mati?!” “Biar! Daripada kita yang mati! Jangan buang-buang air sumur yang sudah hampir kering. Kalau habis kita cari air di mana?!” Amat berhenti menyiram. Tetapi, waktu istrinya masuk ke dapur lagi, ia diam-diam terus menimba mengguyur kebun. Air sumur yang sejuk mengelus batang-batang rumput. Tidak ada kebulan debu. Tetapi, tanah jadi basah. Meruap bau tanah yang mengingatkan Amat ke masa lalu. Ketika ia masih hidup di desa. Itu bau kedamaian yang segar dan sehat. Sore-sore Amat duduk memandang kebunnya. Ia merasa berbahagia lalu tersenyum. “Apa yang lucu Pak?” tanya Ami menghampiri. Amat menyuruh Ami duduk di dekatnya. “Ami, kamu tidak merasakan sesuatu?” “Merasakan apa?” “Coba duduk tenang di sini. Lalu rasakan!” Ami duduk di samping bapaknya, sambil membaca buku. Amat merebut buku itu. “Jangan baca melulu. Duduk saja!” “Kenapa?” “Rasakan!” Ami memandangi bapaknya heran. “Ini trik apaan lagi, Pak?” “Kamu tidak merasakan sesuatu?” “Apa?” “Ya sesuatu! Mosok tidak! Coba rasakan!” Ami gelisah. “Ami mau ke kampus, ada pertemuan penting, Pak!” “Tetapi, rasakan dulu! Mosok kamu tidak merasakan apaapa?” “Rasakan apa?” Amat memejamkan matanya. Lalu menghirup napas panjang seperti memberikan contoh. “Mosok kamu tidak merasakan kesegaran. Bau harum? Dan, perasaan tenang?” Ami menggeleng. Ia mengambil bukunya. “Mau tenang bagaimana kalau ada korupsi di mana-mana. Segar dan harum apa, kalau setelah 66 tahun merdeka kita makin banyak utang?” “Kamu kurang peka Ami!” “Ami atau Bapak?” “Mosok kamu tidak bisa mencium bau harum tanah dan udara yang segar karena Bapak baru saja menyirami kebun kita ini. Lihat rumput-rumput kelihatan gembira dan tanah tidak lagi pecah-pecah. Tidak ada semut-semut lagi yang kepanasan. Tidak kamu rasakan alam sekitar kita seperti menyanyi? Bapak sudah merawat, menyirami semuanya. Begitulah harusnya kita sebagai manusia yangt berbudaya. Kalau kita merawat bumi kita ini, baru bumi akan menyayangi kita. Baru rumput-rumput yang bergoyang itu bicara!” Ami tertawa mencemooh, lalu pergi. Amat sangat kecewa. “Begitulah rata-rata watak generasi muda kita sekarang,” sesal Amat ketika istrinya muncul membawa secangkir kopi. “Kenapa Pak?” “Anakmu itu kurang peka!” “Kurang peka bagaimana?” “Seperti anak-anak muda generasi komputer dan internet sekarang, mereka tidak peduli pada alam. Jangankan merawat dan mencintai alam, merasakan bahwa kebun itu juga punya hak hidup seperti kita manusia saja, susah. Mosok dia samasekali tidak merasakan.” ‘Merasakan apa?” “Aku baru saja menyiram. Jadi bau tanah meruapkan aroma harum. Angin menggoyangkan rumput dan daun-daun pohon, sehingga terasa sejuk. Kalau kita mencintai alam, alam pun akan mencintai kita. Kalau kita mengurus alam, kering ini tidak akan sekering seperti yang disumpahi banyak orang sekarang. Perkara hujan terlambat, musim kering panjang, dari dulu juga sudah biasa. Kadang-kadang itu terjadi. Tetapi, kalau kita selalu memelihara lingkungan, alam akan mampu bertahan dan bisa memberikan bau harum meskipun musim kering.” Bu Amat tercengang. “Bau harum?” “Ya!!! Coba hirup napas dengan pikiran tenang. Cium bau segar akibat kebun sudah disiram!!” “Lho itu kan bau Ami yang ketinggalan di sini. Bau sabun Ami karena dia baru saja mandi dan bau parfum oleh-oleh temannya yang pulang dari Prancis?” Amat tertegun. Bu Amat menggelengkan kepala. “Boleh sirami kebun supaya tidak kering, Pak, tetapi jangan lupa sirami hati supaya tidak beku!” Koran

Mingguan

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

“Antisipasi Bali Kekeringan” Sampaikan opini Anda Minggu 25 September 2011 dalam acara interaktif “Wanita Global” 96,5 FM pukul 10.00 - 11.30 Wita. Opini dapat juga disampaikan lewat Faksimile 0361 - 812994 E-mail: info@radioglobalfmbali.com. Website: www.radioglobalfmbali.com Pendapat Anda tentang topik ini dimuat Koran Tokoh 2 Oktober 2011

PNS perlu Beri Contoh Naik Bus Trans Sarbagita TRANS Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) bertujuan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Jika selama ini kita mengeluhkan lalu lintas yang macet, logikanya mendukung program ini. Trans Sarbagita ingin mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Lengkapi fasilitas pendukung dan sarana kemudahan yang aman seperti halte, jembatan penyeberangan dan trotoar yang layak. Perlu jalur khusus seperti busway di Jakarta. Ubah perilaku yang hanya mementingkan diri sendiri dengan mendahulukan kepentingan umum. Kecenderungan orang umumnya suka meniru. Maka, perlu contoh, perlu teladan. PNS seharusnya memberi contoh masyarakat naik bus Trans Sarbagita. Demikian pandangan yang berkembang dalam Siaran Interaktif Koran Tokoh di Global FM 96,5 Minggu (17/9). Topiknya, “Faktor Penunjang Trans Sarbagita”. Berikut petikannya.

Ubah Perilaku Dulu Trans Sarbagita bertujuan mengurangi kemacetan lalu lintas. Penyediaan jasa publik ini ingin menyasar para pengguna kendaraan pribadi terutama mobil agar menjadi pengguna trans sarbagita. Mengubah perilaku ini tidak mudah. Untuk naik Trans Sarbagita membutuhkan pengorbanan masyarakat, karena harus mendatangi halte, dll.. Perlu pengorbanan untuk menjadikan Kota Sarbagita ini menjadi lebih damai, lebih asri, lebih tidak macet, lebih tidak panas, dan mengurangi penyebab stres. Mengubah perilaku orang dari mengendarai mobil pribadi yang aman, nyaman, prestise tinggi, dan fleksibel waktu, dibandingkan harus menanti bus yang harus berjalan kaki dan pindah lagi ke angkot yang lain. Para peneliti perilaku

transportasi biasanya menggolongkan perilaku naik mobil ini sebagai perilaku egoistik, karena perilaku ini didasarkan pada kecenderungan sebagian besar orang untuk bertindak berdasarkan pilihan rasionalnya, pilihan untung ruginya, yang dapat memberikan pilihan keuntungan pribadi terbesar bagi dirinya serta mengabaikan kepentingan bersama yang lebih tinggi. Pemakaian mobil pribadi menimbulkan kerugian bersama berupa kemacetan, pemborosan energi nasional, polusi udara, dan secara global menurunkan kualitas lingkungan tempat kita tinggal. Bagaimana membuat orang mau berkorban, mau menurunkan egoismenya, sehingga bersamasama beralih ke Trans Sarbagita/angkutan umum? Bandingkan 20 orang naik bus dengan 20 orang naik mobil pribadi. Ini akan menghabiskan space dan energi lebih sedikit. Sebulan berjalan, pengguna Trans Sarbagita masih sedikit pemakainya. Faktornya, sulit mengubah kebiasaan. Perlu contoh/ teladan. Misalnya, untuk beberapa minggu pertama digratiskan. Kata ‘gratis’

menjadi magnet sehingga orang mau mencobanya. Begitu bus itu terlihat penuh, yang lain akan meniru/mencoba. Memberi gratis dalam jangka waktu pendek diharapkan akan turut membentuk kebiasaan baru. Di samping itu perlu ada contoh dan teladan dari kita sendiri bagi keluarga, dengan memulai hidup yang lebih bersahaja, lebih sederhana naik Trans Sarbagita. Misalnya, para guru bisa menjadi teladan muridnya dan masyarakat luas, juga para abdi negara, PNS, terutama para pemimpin daerah, kepala instansi, wakil rakyat, dll. Pemimpin yang dibutuhkan sebenarnya yang bersahaja dan merakyat, bukan pemimpin yang tiap hari minta naik mobil mewah, dikawal, dan minta didahulukan saat jalan, semestinya mereka yang mendahulukan kepentingan rakyatnya. Wayan Gede Santika Pengajar dan Peneliti Energi dan Perilaku di Politeknik Negeri Bali

PNS Beri Contoh Bus Sarbagita bermanfaat untuk masyarakat. Namun, proses pemahamam itu lama. Masyarakat sebenarnya angat terbantu dalam pengurangan polusi, dan kemacetan di jalan.

Bagaimana cara Anda menghemat penggunaan air? Gustut Iswara Gunakan seperlunya. Lina Muliati Matikan keran. Aditya Elanda Pagi cuma cuci muka, mandinya sore-sore setelah/sepulang kerja/berkegiatan. Pastikan bak mandi hanya terisi setengahnya. Kalau mau habis baru buka keran sampai terisi setengahnya, dan kalau sudah selesai berurusan dengan kamar mandi, walau bak belum sampai setengah, matikan keran. Untuk di kebun, tanam tanaman yang tidak perlu banyak air semacam kaktus, kamboja, adenium, dan sejenisnya. Putu Santhi Pake tower... Wayan Edi Kita ubah cara pandang kita terhadap air, yang dulu menyepelekan maka sekarang pandang sebagai barang yang sangat berharga sehingga kita akan melakukan penghematan di segala lini. Dengan begitu, kita juga akan mempertahankan kelangsungan air ke depan, kita akan tergerak melakukan seperti penghijauan, pemeliharaan tanaman, pelestarian lingkungan, selektif dalam penebangan pohon. Area hulu atau hutan sangat perlu dipertahankan dan juga ikut mengontrol tindakan masyarakat dan pejabat yang mau merusak lingkungan dengan alasan menambah pendapatan asli daerah, alih fungsi lahan pun perlu dihindari. PDAM harus mempergunakan air yang mau terbuang ke laut. Semoga Bali lestari baik alam dan ketersediaan air ke depan tidak bermasalah. PNS lebih dulu memberi con- Dukung Trans Sarbagita toh, yang nanti akan diikuti Bus Trans Sarbagita tumasyarakat umum. juannya untuk mengurangi Sangging kemacetan. Sedangkan, masyarakat selalu mengeluhkan Teladan bagi Diri Sendiri kemacetan. Jika ada kebijakTak hanya PNS, kita juga, an untuk mengurangi kematerutama orang-orang di sekitar cetan, seharusnya kita menkoridor-koridor ini. Sekarang dukungnya. Daerah atau jubaru ada satu koridor. Kita rusan mana yang mengalami menjadi contoh untuk diri kita, kemacetan? Misalnya ke kita adalah gembala diri kita. Kuta atau Nusa Dua, maka Begitu mencoba sesuatu kita orang-orang yang bepergian cenderung meniru lagi perilaku ke tempat itulah yang sehakita itu, sehingga kita menjadi rusnya memanfatkan Bus Sarteladan bagi diri kita. bagita. Apakah untuk menaiki Wayan G. Santika Bus Sarbagita itu memerlukan contoh? Seharusnya Trayek Bus Sarbagita kita sendiri yang harus memKe mana saja trayek Bus berikan contoh pada diri kita. Sarbagita ini? Apa baru Jika sudah menjadi contoh untuk diri sendiri dan maBatubulan-Nusa Dua? Apel, Gianyar syarakat mengikutinya, itu berarti contoh yang kita beriBaru Batubulan kan sudah dilihat dan dirasakan orang lain. Mereka akan -Nusa Dua selalu mengikuti contoh yang Sekarang baru satu koridor baik. Jika tak ingin kemacetdari Batubulan-Nusa Dua. an terus terjadi, mari dukung Nanti, ada koridor lain yang Bus Sarbagita ini. tujuannya sampai bandara, Jodog Jimbaran/GWK. Bersambung ke hlm. 12 Wayan G. Santika

Krisis Air di Gumi Bali DALAM tradisi Bali siklus perputaran air biasa disebut sad kerti. Hujan yang turun dari langit diserap gunung, menyusup ke dalam tanah, ke danau. Dari danau tersembul mata air-mata air yang kemudian mengaliri sungai. Dari sungai menyusup ke hamparan sawah, ladang yang didayagunakan petani dalam wadah subak. Di hilir subak, air digunakan untuk kepentingan sehari-hari seperti mandi, mencuci, konsumsi. Selanjutnya ke ujung hilir air mengalir hingga bermuara ke lautan. Oleh matahari air laut dimuaikan ke langit, kemudian turun hujan. Dalam siklus itu tumbuhan, binatang dan manusia, hidup dan berkembang biak. Untuk menjaga siklus air tersebut, masyarakat Bali memberi tempat yang istimewa bagi gunung, danau dan laut. Ada ritual nyegara gunung yang maksudnya untuk menjaga sumber air tetap lestari dan tatanan air tetap ajeg dan berbagai macam ritual lain. Etika lalu diciptakan seperti larangan mengotori air sungai dengan sampah, bangkai dan semacamnya, bahkan limbah rumah tangga pun tidak dibolehkan dibuang ke sungai. Ada juga aturan tentang penjagaan air di sungai seperti alinggah tukad, ategeh jurang, aebahan kayu sebagai batas masyarakat boleh membangun di pinggir sungai. Misalnya Sungai Ayung lebarnya 20 meter, tinggi jurangnya 30 meter dan rentangan kayu yang ditebang rata-rata 15 meter, maka sepanjang 65

meter di pinggir sungai tidak boleh ada bangunan. Di sanalah letak kawasan lindung. Demikian juga dengan pantai, bangunan boleh didirikan dengan jarak apengelur, yaitu dari garis sempadan pantai orang berteriak sekuat-kuatnya, di mana suara terakhir teriakan itu terdengar, baru boleh ada bangunan. Berbicara tentang air di Bali, tentu tidak akan lepas dari subak. Tujuan subak untuk memberikan jaminan pada petani, sehingga mereka tidak kekurangan air dan mendapat air secara adil. Prasasti Manukaya tahun 960 M, menginformasikan, Raja Chandrabhayasingha Warmadewa memerintahkan untuk memperbaiki tanggul di sumber mata air Tirta Empul yang tiap tahun dihanyutkan banjir. Hal ini menunjukkan subak adalah badan pengelola air, tidak sebagai penguasa tunggal air saat itu, tetapi juga bukan berarti bahwa raja sebagai penguasa air. Penjelasan itu menggambarkan pandangan masyarakat Bali tentang air. Perilaku masyarakat terhadap air seperti itu menandakan: Air adalah masalah yang sangat vital, sehingga perlu untuk tetap dijaga kelestarian dan fungsinya, Air tidak menjadi milik pribadi tetapi menjadi milik publik yang dikelola dengan etika, ritual upacara dan aturan serta beberapa bagian oleh suatu organisasi seperti subak, Fungsi air dalam suatu siklus air, utamanya untuk mengairi sawah/ ladang, sedangkan sisanya digunakan untuk keperluan mandi, mencuci, konsumsi dan lain-lain Fungsi vital air dalam kehidupan masyarakat menyebabkan pengelolaan air terseret dalam dinamika peralihan kekuasaan

Made Suarnatha

yang menggendong berbagai kepentingan kelompok kekuatan politik dan ideologi yang diembannya. Keniscayaannya, produkproduk peraturan pengelolaan air selalu memihak pada kekuatan dan politik ekonomi yang dominan. Kepentingan kelompok yang tidak memiliki bargaining power atau tidak terlibat di dalam pengambilan keputusan pengelolaan air akan terpinggirkan. Pada zaman penjajahan Pemerintah Belanda, pengairan ditata dengan menempatkan Ir Sipil yang bernama WG Happe sebagai pejabat Waterstaats Dients untuk daerah Bali Selatan. Irigasi subak mulai diperbaiki dengan membangun dam misalnya dam Pejeng (1914), dam Mambal (1924), dam Oongan (1925), dam Kedewatan (1926), Dam Peraupan (1926), Dam sidembuntut (1926) dan dam Apuan Bekutel (1928). Pembangunan ini tentunya sesuai dengan kepentingannya untuk mendatkan hasil pajak yang lebih meningkat (Suad-

nyana, 1993). Dalam beberapa tahun setelah bercokol, Belanda merintis satu sektor dalam perekonomian Bali yang berhubungan erat dengan keadaan sosial budaya masyarakat Bali yaitu bidang pariwisata. Pemerintah Kolonial Belanda mulai membangun sarana wisata seperti tempat akomodasi, restoran, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, jalan menuju objek wisata, jaringan telepon pelabuhan Benoa dan pelabuhan Pabean (di Singaraja) dan lapangan udara di Tuban. Agar pembangunan yang direncanakan berjalan lancar, dibuatlah aturan pengelolaan baru. Pemerintah Belanda mulai melirik air sebagai komoditas unggulan dalam pengembangan pariwisata. Prasarana penyediaan air sudah disiapkan sejak tahun 1927 untuk kawasan Bali Selatan. Tahun 1932 Denpasar telah memiliki sistem pelayanan air dengan sumber mata air dari Dusun Riang Gede Kabupaten Tabanan, yang berkapasitas produksi 14 liter/detik. Adanya pengelolaan air untuk wilayah Denpasar menunjukkan terjadinya pergeseran pengelolaan air dari public domain kepada penguasa politik, dalam hal ini pemerintah kolonial Hindia Belanda; Terjadi perubahan penggunaan siklus air, yakni air tidak digunakan untuk pertanian dahulu, tetapi mulai langsung untuk konsumsi; Air telah berubah menjadi barang komoditas yang diperjualbelikan. Kemajuan industri pariwisata harus didukung peningkatan kualitas air bersih. Melalui program Colombo Plan yang merupakan utang dari pemerintah Australia, perusahaan air minum mampu meningkatkan pelayanan

dalam mengelola air bersih dengan menambah sarana dan prasarana seperti pompa listrik, balance tank, gedung klorinasi, reservoir. Tahun 1975, Perusahaan Air Minum Negara diubah menjadi Perusahaan Air Minum Daerah. Konflik antarsektor seperti air minum, irigasi, pembangunan jalan, perumahan makin sering terjadi. Namun, seperti zaman pemerintahan kolonial Hindia Belanda, sektor yang mendukung pariwisata yang selalu dimenangkan. Sektor yang sering sekali dikalahkan, terutama pada era 1980-an, sektor pertanian. Akibatnya sektor pertanian menjadi profesi yang terpinggirkan. Alih fungsi lahan pertanian menjadi nonpertanian mencapai 1.000 ha per tahun. Fungsi pengelolaan air makin bergeser untuk memanjakan pariwisata. Akibatnya konflik pemanfaatan air makin tidak bisa dihindari, tidak hanya antarptani, tetapi sudah terjadi antarinstitusi yang berbeda. Cntoh, konflik antara PDAM dan subak di aliran Yeh Ho, para petani menuntut pengelolaan air dikembalikan kepada petani. Rasio kebutuhan air bersih antara penduduk dan pariwisata, berdasar studi Yayasan Wisnu, dapat dilihat dalam perhitungan sebagai berikut. Kebutuhan air bersih per orang per hari 120 liter, sementara kebutuhan per kamar hotel per hari 1500 liter. Dari zaman pemerintahan Belanda sampai sekarang yang industri kepariwisataannya tumbuh makin dahsyat perilaku pemakaian airnya juga makin nyata meningkat kebutuhannya (Baca juga Bali Krisis Air di halaman 5). Made Suarnatha Ketua Yayasan Wisnu

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Widminarko Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: Syamsudin Kelilauw, Ratna Hidayati, Budi Paramartha, IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Lilik, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Buleleng: Putu Yaniek Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati NTB: Naniek Dwi Surahmi. Surabaya: Nora. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sekretariat: Kadek Sepi Purnama, Ayu Agustini, Putu Agus Mariantara Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605 NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543–Faksimile (0370) 628257 Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031) 5675240 Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com; redaksitokoh@yahoo.com Situs: http/www.cybertokoh.com; http/www.balipost.co.id Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta, Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kepundung 67 A Denpasar.


HARMONI

25 September - 1 Oktober 2011 Tokoh 3

H.M. Husein, S.H., M.Pd. Dra. Anak Agung Putri Puspawati, M.M.

4

Dari Bemo ke Limousine HUSEIN dan Gung Puspa didandan rapi. Busana warna cerah membalut tubuh sepasang pengantin ini. Mobil mewah Limousine sudah siap mengantarkan Husein dan Gung Puspa menuju Inna Grand Bali Beach Sanur.

M

obil yang ditum pangi Husein dan Gung Puspa tiba di teras hotel bintang lima itu. Bola mata Husein dan Gung Puspa tampak terus berbinar. Pengantin baru ini melangkah menaiki anak tangga menuju tempat resepsi. Resepi perkawinan malam itu berlangsung meriah. Undangan berjumlah sekitar 1.000 orang datang memberikan restu untuk kebahagiaan biduk rumah tangga H.M. Husein, S.H., M.Pd. dan Dra. Anak

Agung Putri Puspawati, M.M. “Sungguh membahagiakan. Semua orang seolah tak hentihentinya mengumbar senyum untuk kebahagiaan keluarga baru kami berdua,” kenang Gung Puspa. Mobil mewah ini kepunyaan seorang kerabat dekat Gung Puspa. Kerabatnya mendesak agar Limousinenya menjadi mobil pengantin Husein dan Gung Puspa. Padahal, Gung Puspa sudah siap-siap memakai sedan BMW miliknya. Sedan mewah ini sebenarnya masih

gres saat keduaya menikah. Mobil mewah sedan BMW maupun Limousine dilukiskan sebagai lambang perjalanan hidup Gung Puspa. Lika-liku perjalanan hidupnya panjang. Saat masih menjadi ‘bangsa karyawan’ alias ‘bangsawan’ di Astra dulu, Gung Puspa tidak pernah membayangkan bakal memiliki mobil mewah. Kendaraan pribadi dimilikinya mulai dari kredit sepeda motor dulu baru bisa punya BMW. Saat belum memiliki sepeda motor cicilan, dia menumpang bemo ke kantor. Dari bemo tumpangan itu, Gung Puspa lalu berhasil membeli sedan BMW baru. “Kuncinya kerja keras, berhemat, jujur, hidup sederhana, dan jaga kepercayaan orang lain,” jelasnya.

Tur ke Eropa Bendera usaha bisnis kerajinan Gung Puspa terus berkibar. Ini berkat kerja kerasnya. Jika ada persanan banyak dari buyer otomatis dirinya harus lembur. “Saya tunggu karyawan bekerja jika banyak pesanan. Saya pun tak jarang membawa pekerjaan ke rumah di Denpasar, walau saya harus terkena masuk angin dan muntah-muntah,” kisahnya. Peran sang ibu, Jero Jempiring, juga tidak kecil saat dirinya merintis usaha bisnis itu. Tiap hari ibunya memaksakan makanan. Menu kesukaan Gung Puspa itu diantarkan ke artshop-nya di PATHA Handicraft Tegallalang. Sedan Forza ternyata tidak cukup membantu kegiatan

Gung Puspa dan Ny. Sinta Nuriyah (istri mantan Wapres Abdurrahman Wahid), Husein dan Gus Dur saat tokoh NU itu bertandang ke PATHA Handicraftd

tkh/pras

Resep Keluarga Bahagia Pengasihan dan Keakraban

Luh Riastini

I Ketut Wiana, Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat ini mengatakan, dalam ajaran Hindu, wanita memiliki kedudukan yang sangat terhormat sesuai kodratnya. Kata ‘wanita’ berasal dari bahasa Sansekerta dari akar kata “wan” artinya “to be love” atau yang disayangi. Ia mengatakan, wanita adalah sumber dan simbol kasih. Sebagai sumber kasih, wanita disebut Dewi Sinar. Jika dalam keluarga sinar kasih kaum wanitanya selalu dapat ter-

I Ketut Wiana

pancar berarti tanda keluarga itu sukses membahagiakan wanitanya. Membangun sinar kasih wanita tak identik memanjakan wanita. Tapi memperlakukan wanita sebagaimana mestinya cukup memotivasi pancaran sinar kasih atau dewinya dalam rumah tangga. Wanita sebagai istri akan mampu memunculkan swadharma-nya memancarkan kasih sayang untuk suami dan anak-anak jika wanita sebagai istri mendapat perlakuan sebagaimanamestinya. Penampilan wanita sebagai istri ada baiknya direnungkan kutipan terjemahan pustaka Indra Rukmini Tattwa, Kecantikan wajah hilang oleh ketidakmulusan tubuh. Kecantikan dan ketidakmulusan tubuh kalah oleh ketidakharuman vagina. Kecantikan wajah, kemulusan tubuh, keharuman vagina hilang oleh kebodohan dalam bersenggama. Tapi semua itu hilang oleh kebodohan rohani. (Dalam Yudha Triguna 2007). “Dari kutipan ini kita dapatkan, swadharma seorang wanita sebagai istri paling utama bukanlah kecantikan fisik semata tapi paling utama kekayaan rohani. Kekayaan rohani inilah yang akan mengendalikan berbagai kelebihan fisik. Banyak suami punya istri cantik tapi tak bahagia. Mungkin karena kecantikan itu membuat istri egois meremehkan suami,”

Rai Tirtawati

ujarnya. Suami-istri wajib menjaga kesetiaan. Hal ini dinyatakan Wiana sesuai Sloka ManawaDharmasastra IX, 29, ada dinyatakan, ibu rumah tangga yang baik disebut sadwi artinya wanita mulia sebagai ibu rumah tangga. Dalam sloka tersebut dijelaskan wanita yang kuat yang dapat mengendalikan pikiran, perkataan dan tubuhnya tak menyalahgunakan kehormatan suami. Ia akan mendapat sorga bersama suaminya. Wanita yang seperti itu disebut Sadwi. “Jadi, wanita dalam pengabdian hidupnya yang berkarier dalam rumah tangga bukanlah karier yang remeh. Berkarier dalam rumah tangga justru karier yang sangat utama. Wanita yang

operasional usaha bisnisnya. Gung Puspa membeli sebuah Hi Jet Daihatsu Pick up. “Tiap petang ratusan warga yang mengerjakan pesanan nyu’un berdus-dus produk kerajinan,” imbuhnya. Tangan dingin Gung Puspa berhasil menggemukkan pundi manajemen usahanya. Ini makin dirasakan setelah memutar roda usahanya selama tiga tahun. Gung Puspa mulai melirik lahan baru untuk perluasan usaha bisnisnya di PATHA Handicraft. “Awalnya saya ngontrak 5 are, belakangan saya beli dengan menyicil. Total lahan yang saya beli 15 are. Kebetulan pemiliknya waktu itu perlu duit untuk upacara dan renovasi rumah,” kisahnya. Mimpinya pelesir ke Eropa mulai terkuak. Gung Puspa mendulang informasi bakal ada rombongan jalan-jalan ke 16 negara di daratan Eropa. Ia memburu informasi ini ke Jakarta. “Saya akhirnya bisa mewujudkan mimpi saya jalanjalan ke Eropa,” katanya. Namun, Gung Puspa saat itu enggan menggunakan kesempatan tersebut untuk pelesir semata. Dirinya pun melirik ada tidaknya peluang bisnis. “Saat menginjakkan kaki di Paris, saya juga berusaha menemui buyer. Saya sudah siapkan kartu nama. Brosur waktu itu belum ada. Apalagi

mesin faksimile. Jika mau kirim faksimile, saya pakai punya keluarga H. Bambang ‘Bom Bali’ di Kuta,” ujarnya mengisahkan perjalanan hidupnya periode tahun 1989-1990. Sebelum terbang ke Eropa, Gung Puspa sudah terbiasa berangkat ke sejumlah negara Asia dan Australia. Dirinya menemui sejumlah relasi bisnisnya di dua benua ini. Relasi bisnis baru juga diperolehnya saat pelesir ke Eropa, Amerika, dan Afrika.

berhasil berkarier sebagai istri maupun sebagai ibu rumah tangga akan memberikan putra dan suami yang ideal kepada masyarakat,” paparnya. Untuk mendapatkan anak suputra Wiana menyebutkan orangtua seharusnya melakukan lima hal yang disebut Panca Wida dalam Kekawin Nitisastra. “Jika kelima hal tersebut dilakukan dengan baik, besar kemungkinan orangtua mendidik anaknya menjadi suputra. Pertama, Sang Ametwaken artinya orang yang melahirkan anak. Melahirkan anak pasangan suami-istri tak sekadar bertemunya sperma dan ovum antarsuami-istri secara fisik. Hubungan suamiistri seyogianya dilakukan secara matang lahir-batin berdasarkan seksologi Hindu yang normatif. Menurut Hindu, hubungan seks suami-istri harus mengikuti norma-norma tertentu. “Sebelum mencetak putra ucapkanlah mantra Gayatri dengan sebaik-baiknya,” tutur Wiana. Berdasarkan penelitian seks yang berkualitas, ketika muncul ditahan dua jam. Menahan seks selama dua jam akan menahan suatu hormon, yang mampu membuat hubungan seks berkualitas. Kedua, Sang Maweh Bhinojana artinya beliau yang memberikan makanan. Tak boleh memberikan anak sekadar makanan. Seyogianya memberi makanan Satvika Ahara, makanan yang mampu menumbuhkan sifat-sifat satvam. Hindari memberi makanan yang bersifat rajasik dan tamasik. Demikian juga jangan memberikan makanan dengan cara-cara

adharma. Makanan sebaiknya dimasak dengan konsep catur sudhi. Anak juga diberikan sesuai pola makan yaitu makanan seimbang. Ketiga, Sang Mangupadhyaya yaitu memberikan pendidikan keterampilan sesuai dengan sifat, bakat dan perbuatan si anak. Keempat, Sang Anyangaskara artinya orangtua memberikan pendidikan kerohanian pada anak. Orangtua yang cerdas akan mengarahkan putranya untuk mengikuti kegiatankegiatan kerohanian yang dilakukan secara mandiri untuk membangun individu yang tangguh. Kelima, Sang Matulung Urip Rikalanging Bhaya. Orangtua adalah orang yang selalu menjaga kenyamanan dan keamanan perasaan jiwa putranya. Dengan menumbuhkan keyakinan pada anak bahwa orangtua itu pelindung utama dan pertama bagi hidupnya. Sementara resep membuat rumah tangga bahagia menurutnya ada lima ciri keluarga bahagia yaitu ada pengasihan, suami-istri bisa memakai gaji secara tepat guna. Jangan penghasilan disalahgunakan. Suami-istri bisa mengatasi masalah-masalah dan mengukur masalah. Di samping itu, adanya keakraban. Akrab apabila saling memaafkan. Dan, terakhir adanya kebahagiaan dunia dan rohani.

Perang Teluk Iklim bisnis pariwisata dunia sedang bagus-bagusnya. Usaha bisnis kerajinan Gung Puspa juga sedang sumringah. Namun, petaka datang menerpa saat pecah Perang Teluk awal 1990-an. Transaksi bisnis mentok sebulan akibat penerbangan ke dan dari Indonesia ke luar negeri macet. “Saat itu saya tak terlalu khawatir. Saya pun mengajak semua karyawan berdoa untuk mengusir kecemasan tersebut,” ceritanya. Situasi bisnis kembali pulih sebulan sesudah Perang Teluk. Transaksi bisnis dengan buyer asing makin membuncah. Usaha bisnis Gung Puspa kian mendulang rezeki. “Saya akhirnya sepenuhnya memiliki lahan di PATHA Handicraft sejak 1992. Setahun

Rahasia Kecantikan Nilawati menuturkan, bahan pembuat tirtha air bersih dan sehat. Air bisa diperoleh dari sumber mata air. Sesuai pertanyaan Luh Riastini, peserta

tkh/pras

Nyoman Nilawati

SEMINAR WHDI bertema “Meningkatkan Aktualisasi Wanita Hindu” berlangsung seru, Kamis (22/9) di aula Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Provinsi Bali. Seminar yang diikuti pengurus WHDI se-Bali ini kali ini terasa istimewa dengan hadirnya Ny. Ayu Pastika selaku Pembina WHDI mengikuti kegiatan seminar dengan tiga pembicara, Drs. I Ketut Wiana M.Ag., Rai Tirtawati, M.Si. dan Nyoman Nilawati hingga usai.

Husein dan Gung Puspa bersama dua buah hatinya

Peserta seminar WHDI foto bersama Ny. Ayu Pastika

kemudian saya membangun lagi dua lantai. Saya namakan PATHA untuk mengenang nama ayah saya, Supartha. Pa juga kan bisa kependekan dari Puspa,” ujarnya. Namun, krisis moneter menimpa tahun 1988. Waktu itu iklim usaha di Bali tidak ikut melorot. “Usaha bisnis di Bali terpukul justru ketika terjadi tragedi bom Bali tahun 2002. Kondisi ini mendorong kami berusaha keras mengembalikan kejayaan bisnis di daerah ini. Salah satu upaya itu terbuka; saya diikutkan menjadi salah seorang pembicara dalam forum yang mengupas masalah UMKM pascabom, termasuk menggelar pameran di acara yang berlangsung di Hotel Sahid Kuta itu,” jelasnya. Forum itu digelar Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Pusat. Yayasan ini dipimpin Ny. Krisni Mukti Marsilam Simanjuntak. Ny. Krisni akhirnya berteman akrab dengan Gung Puspa sejak itu. Dari situ dia kemudian diundang YDBA mengikuti silaturahmi di Jakarta bersama Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Djakti. Saat itu tercetus pikiran Gung Puspa untuk membangun perpanjangan YDBA di Ubud. Manfaatnya kelak untuk mendorong makin cerahnya iklim bisnis di Bali. Ny. Krisni menyetujui ide Gung Puspa. —sam WHDI Bangli, layakkah air kemasan yang diperlakukan kurang baik untuk tirtha? Menurut Nilawati itu tak masalah. Air kemasan yang diperlakukan kurang baik masih bisa untuk dibuat tirtha karena masih berupa bahan baku dan dalam kondisi tertutup. Yang perlu diperhatikan menurut Nilawati, pada saat menyiratkan tirtha. Jangan sampai tangan menyentuh tirtha akan menghilangkan kesucian tirtha jika ada luka pada tangan yang membuat penularan penyakit. “Agar aman, tirtha perlu tutup. Apalagi jika disimpan dalam jangka waktu lama. Jika terbuka bisa jadi sarana penyakit DB. Jika tirtha disimpan lama jangan diisi bunga. Itu akan jadi sarana berkembangnya penyakit,” ujarnya. Nilawati menuturkan, seorang profesor asal Jepang menyelidiki keberadaan air, ternyata air bukan benda mati. Air memiliki kemampuan bereaksi, menyimpan dan merespons pesan. Respons ini dapat diketahui dari pola kristal yang terbentuk setelah sebuah perlakuan diberikan ke air. Air yang diberi ucapan positif menunjukkan kristal indah. Demikian air yang diberi doa. Tubuh manusia yang 80% terbentuk dari air. Jika senantiasa diberi kata-kata yang positif ke dalam diri maupun ke diri orang lain dalam tubuh akan terbentuk kristal indah yang akan berimbas pada penampilan kita yang menarik, dan wajah yang berseri dan bercahaya dan penuh percaya diri. “Inilah rahasia kecantikan sejati,” ujar Nilawati. —tin


4

Tokoh

MEMBANGUN DARI DESA

25 September - 1 Oktober 2011

Cara Pengolahan Jerami Jadi Pakan Ternak

Anda Bertanya Kami Menjawab Harga Pokok Sapi Harga induk dan anak sapi di Jembrana sejak 2 tahun ini anjlok. Sedangkan harga daging tidak pernah turun. Peternak sapi, terutama peternak rumahan kotar-katir. Hidup segan mati tak mau. Apa sebabnya dan kalau ada mohon data harga sapi di Bali. Gusgem Jembrana

disinya kuat sehingga dapat bertahan ketika terserang virus cacar. 3. Pisahkan ayam yang sehat dari yang terserang cacar ayam. 4. Luka yang timbul (kalau tidak banyak) dapat diiris atau dipotong dengan silet yang steril/silet baru, lalu bekas irisan diolesi yodium atau parutan kunyit yang dicampuri kapur sirih. Narasumber drh. Ni Wayan Leestyawati Palgunadi, M.Si. Dinas Peternakan Provinsi Bali

Jawaban: Sementara ini sapi maupun ternak lainnya belum memiliki Tetap saja harga pokok. Harga sapi sepenuhnya ditentukan pasar. Untuk Terserang Hama dapatkan data harga sapi di Pola tanam yang jelas daJembrana, silakan hubungi Dinas Pertanian, Kehutanan, Ke- lam arti penanaman padi dan palawija silih berganti secara lautan Kabupaten Jembrana. serempak sudah dilakukan. Demikian juga pemilihan bibit, Ayam Saya pupuk, insektisida atas petunjuk PPL. Namun, tetap saja saat Korengan menanam padi masih terserang Apa penyebab ayam ko- hama. Apa yang mesti dilakurengan muncul di kaki, mulut, kan petani agar tidak gagal padan juga terkadang di badan- nen karena hama padi? Bagainya. Ini menyebabkan nafsu mana model sistem pertanian di makan ayam saya berkurang. negara pengekspor beras seApa ada obatnya? perti Vietnam dan Thailand Pak Ema yang hasil padinya baik dan Lumbung, Tabanan apa yang dapat dicontoh dari sana? Apakah di negara tersebut terdapat juga serangan Jawaban: Korengan yang timbul di hama padi secara meluas? Agung Suarjana mulut, kaki dan badan pada Gianyar ayam merupakan salah satu gejala penyakit cacar ayam atau dangkangan. Penyakit ini Jawaban: disebabkan virus. Cacar ayam Serangan OPT (Organisme tidak ada obatnya. Hal yang bi- Pengganggu Tanaman) pada sa dilakukan untuk menang- tanaman monokultur seperti gulangi cacar ayam: 1. Jaga ke- padi di negara mana pun mudah bersihan/sanitasi kandang dan terjadi. Budidaya intensif delingkungannya. 2. Ayam diberi ngan polatanam yang kurang pakan yang baik mutunya dan terkendali, varietas rentan pecukup jumlahnya supaya kon- nyakit dan iklim yang kurang

baik memicu eksplosif hama. Semua ini tidak bisa tertangani sendiri-sendiri, tetapi harus terpogram dan terintegrasi. Maaf, kami kurang paham upayaupaya yang dilakukan di Thailand dan Vietnam. Narasumber Ir. I.B. Suryawanta, M.M. A. Penyuluh Pertanian Spesialis Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali

Jenis dan Manfaat Jahe Saya kepingin menanam jahe. Tetapi, saya awam tentang jahe. Ada berapa jenis jahe? Mohon penjelasan tentang budidaya jahe. 081 338 651 319 Jawaban: Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna rimpangnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe, yaitu: 1. Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak. Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dibandingkan kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini biasanya dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, sebagai jahe segar maupun jahe olahan. 2. Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit. Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Kandungan minyak atsirinya lebih besar daripada jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, di samping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan. 3. Jahe merah. Rimpangnya merah dan lebih kecil daripada

jahe putih kecil. Jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan. Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabai menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Manfaat secara pharmakologi antara lain sebagai karminatif (peluruh kentut), antimuntah, pereda kejang, antipengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, antiinflamasi, antimikroba dan parasit, antipiretik, antirematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu. Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis ketinggian 0 - 2.000 mdpl. Di Indonesia umumnya ditanam di ketinggian 200 - 600 m dpl. Bibit jahe yang berkualitas, bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik. Yang dimaksud mutu fisik, bibit yang bebas hama dan penyakit. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain: a. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar). b. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan). c. Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet. Sumber Dari berbagai sumber

Budidaya Lele di Pengosekan, Ubud

Kandang Babi Jadi Kolam BUDIDAYA lele kolam terpal sudah makin akrab di masyarakat. Selain efesien, penggunaan terpal juga sangat efektif. Kini teknik budidaya lele kolam terpal tidak hanya dimanfaatkan petani pembudidaya ikan, namun sudah banyak dikembangkan di rumah–rumah penduduk. Tujuannya, untuk hiburan yang juga bisa menambah penghasilan.

D

i Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, ada belasan pembudidaya lele kolam terpal rumahan. Ada kolam terpal yang memanfaatkan bekas kandang babi, ada yang dibuat dari betako maupun bambu sebagai tempat penyangga terpal. Salah seorang pembudidaya, Kadek Midun Wilantara, menuturkan ketertarikannya membudidayakan lele kolam terpal karena ia sangat senang melihat lele bergelombol saat diberi makan. Awalnya ia memelihara lele dengan teknik kolam terpal karena iseng–iseng; untuk memanfaatkan satu kandang babi yang sudah tidak terpakai. Karena hasilnya lumayan, ia ketagihan membuat satu kolam terpal lagi. “Saya sudah memelihara lele dengan teknik budidaya lele kolam terpal sejak 9 bulan yang lalu. Saya sudah pernah panen dua kali,” kata pemuda asal Banjar Pengosekan, Desa Mas,

Ubud, ini. Ia mengatakan, penebaran lele di kolam tergantung besarsempitnya kolam. “Saat ini saya sudah memiliki 2 kolam. Di kolam yang berukuran 1,5 m x 2 m saya isi benih lele 200 ekor. Di kolam berukuran 2,5 m x 3,5 m saya isi benih lele 1500 ekor benih lele. Harga benih per ekor Rp 125.00,” ujarnya. Ia menuturkan, saat panen ikan lelenya bisa dijual per kilogram Rp 11.000. Satu kilogram berisi 6 ekor lele. “Namun, pembeli tidak mau lele dengan ukuran sama. Maunya ukuran yang berbeda–beda. Kalau lele yang ukurannya lebih kecil, bisa saja dalam satu kilogram berisi 7 ekor. Pembeli yang langsung datang untuk mengambil atau ikut pula memanen,” kata anak pasangan suami istri Wayan Jumu dan Ni Wayan Astini, ini. Kendala yang sering ia hadapi, lelenya sering terserang bintik putih, kembung perut, pertumbuhannya lambat, dan

JERAMI padi mengadung selulosa yang tinggi, sehingga sulit dicerna alat pencernaan ternak. Untuk memudahkan pencernaan, jerami padi dapat diolah sebelum diberikan kepada ternak. Ada beberapa cara pengolahan jerami. Di antaranya, penggaraman, silase, amonisi, dan jerami fermentasi. Penggaraman jerami, bahan yang perlu disiapkan, jerami padi, garam dapur dan air bersih. Cara pembuatannya, timbang jerami sesuai dengan kebutuhan. Potong–potong jerami tersebut menjadi 5 cm. Sediakan larutan garam dapur dilarutkan ke dalam 1 liter air bersih. Banyaknya larutan garam disesuaikan jumlah jerami yang diolah. Percikkan larutan garam dapur pada potongan jerami, sambil diaduk hingga merata. Biarkan 6 jam atau lebih, setelah itu jerami olahan siap untuk diberikan untuk pakan sapi. Untuk pakan sapi, campurkan jerami tersebut dengan bahan pakan lain, dengan perbandingan 45% jerami olahan, 25% gamal, dan 30% rumput. Silase jerami padi, bahan yang harus disiapkan jerami segar dan dedak padi. Alat yang perlu disiapkan ruangan tertutup kedap udara (silo). Silo dapat dibuat dari drum, plastik, atau bahan lain, yang terpenting dapat dibuat kedap udara. Siapkan juga parang untuk memotong jerami dan sekop garpu untuk membeber silase waktu proses pengeringan. Cara membuatnya, jerami segar dipotong– potong panjang 3-5 cm. Potongan jerami ditumpuk berlapis lapis, tiap lapis tinggi 15 – 20 cm. Tiap lapisan ditaburi dedak padi secara merata, kemudian ditumpuk lagi dengan lapisan jerami dan ditaburi dedak padi lagi, seterusnya sampai silo penuh. Tumpukan dipadatkan supaya tidak terdapat udara di antara lapisan. Silo ditutup rapat dan disimpan di tempat kering dan teduh, dibiarkan 3 minggu. Setalah 3 minggu silo dibongkar dan silase di angin–anginkan sampai kering. Silase dapat diberikan pada ternak atau bisa juga disimpan. Untuk sapi dengan berat badan 300 – 500 kg dapat diberi silase jerami 20 – 24 kg/ekor/ hari. Silase dapat disimpan 1-3 bulan di tempat kering. Ciri dari silase yang baik, pH rendah, bau dan rasanya asam, warna tidak berubah dari warna jerami aslinya, tekstur jelas, tidak berjamur/berlendir dan tidak menggumpal. Amonisi jerami, bahan yang perlu disiapkan jerami padi, gamal, urea dan air bersih. Alat yang diperlukan sabit/pisau/alat pemotong, ember, sekop garpu dan wadah (drum/ember besar/ kantong plastik besar/lubang di tanah), atau boleh juga silo dengan ukuran: dalam 1 meter, lebar 75 cm dan panjang disesuaikan banyaknya jerami yang diamonisi.

Cara pembuatan, timbang jerami sesuai dengan kebutuhan. Lalu potong–potong jerami tersebut menjadi 5 – 10 cm. Siapkan daun gamal 2-3% dari jumlah jerami, lalu campurkan dengan jerami yang diamonisi. Timbang urea 6% dari berat jerami. Siapkan air bersih sebanding dengan berat jerami. Misalnya untuk 50 kg jerami dibutuhkan air 50 liter. Siapkan wadah yang dialasi plastik agar tidak bocor. Jika wadah berupa drum/kantong plastik/ember besar, susun jerami setinggi 10 – 20 cm, setelah itu semprotkan larutan urea secara merata, kemudian semprotkan air bersih. Kemudian susun jerami lagi, dan diseprot lagi sampai seterusnya sampai wadah penuh. Kemudian tutup secara rapat. Jika wadah berupa silo/lubang tanah, susun jerami 10 – 20 cm, padatkan dengan cara diinjak– injak, lalu semprotkan larutan urea secara merata, setelah bersih semprot lagi dengan air bersih. Kemudian susun jerami lagi, dan semprot lagi sampai seterusnya sampai silo penuh. Lalu tutup secara rapat dan biarkan 1 bulan. Setelah 1 bulan, penutup dapat dibuka. Jerami olahan dikeluarkan dari wadah, dijemur atau diangin–anginkan 3 jam. Jerami olahan siap untuk pakan ternak. Cara pemberian pada sapi, campurkan jerami amonisi dengan bahan pakan lain, dengan perbandingan: jerami amonisi 7 kg, dedak halus 2,3 kg, kacang–kacang 0,5 kg, garam dapur 100 gram, rumput segar 20 kg dan mineral + vitamin (premik ) 60-80 gram. Untuk fermentasi jerami padi, bahan yang perlu disiapkan 1 ton jerami segar (kadar air 65%), 5 kg urea, dan 5 kg probiotik. Alat yang perlu disiapkan, sekop garpu/cangkul garpu untuk membongkar dan membeber silase waktu proses pengeringan, dan ember untuk mencapur urea dan probiotik. Cara membuatnya, urea dan probiotik dicampur sampai rata. Jerami ditumpuk berlapis, tiap lapis tebal 20 cm. Tiap lapisan ditaburi campuran urea dan probiotik secara merata. Demikian seterusnya sampai tumpukan setinggi 1-2 meter. Tumpukan didiamkan 21 hari, untuk proses fermentasi dan amonisi. Setelah 21 hari, tumpukan jerami tersebut dibongkar, dikeringkan dengan sinar matahari dan diangin–anginkan sampai cukup kering. Setelah kering jerami fermentasi dipres untuk disimpan atau langsung diberikan pada ternak. Syaratnya, tempat pembuatan jerami fermentasi terlindung dari sinar matahari langsung dan juga terhindar dari hujan. Tempat juga harus kering atau lebih tinggi daripada tanah sekitarnya. Narasumber drh. Ni Wayan Leestyawati Palgunadi, M.Si. Dinas Peternakan Provinsi Bali

Pembaca yang ingin menyampaikan pertanyaan tentang masalah pertanian umumnya, silakan hubungi alamat ini: RRI Denpasar: SMS 085 6382 4144; Interaktif: (0361) 222 161; E-mail: sipedes_rridps@yahoo.com; Surat: Jalan Hayam Wuruk Nomor 70 Denpasar; Koran Tokoh: SMS (0361) 740 2414; Telepon (0361) 425 373; E-mail: redaksitokoh@yahoo.com ; Surat: Koran Tokoh, Gedung Pers Bali K. Nadha (Bali TV), Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar. Siaran Perdesaan RRI FM 88,6 Mhz tiap hari pukul 13.30 - 14.00 Wita

Kelompok Arsa Winangun Dinilai Tim Pusat

I Wayan Sila

I Kadek Midun Wilantara

mahalnya biaya pakan lele. Pembudidaya lain, Wayan Sila, menuturkan motivasinya memelihara lele karena ia sangat gemar memancing dan senang menyantap ikan lele. Awalnya ia hanya memelihra lele 2000 ekor September 2010 dengan 2 kolam. Kolam terpal itu, merupakan alih fungsi dari kandang babi ibunya. Namun, sekarang ia sudah memelihara lele 9000 ekor dengan 6 kolam terpal. Ia menuturkan, untuk pemeliharaan lele, airnya harus diganti jika lele sudah mulai bergelantung di pinggir kolam. “Ini ciri bahwa lele sudah tidak nyaman dengan air yang sudah kotor,” kata pria yang masih lajang ini.

“Hasilnya sangat memuaskan. Saat panen awal saya memanen lele sekitar 2000 ekor, seharga kurang lebih Rp 1.700.000. Namun, pada panen berikutnya agak kurang maksimal hasilnya, karena kandang babi yang saya pakai kolam, pecah saat lele saya sudah mulai tumbuh. Lele saya banyak yang lari sampai ke kali di sebelah timur rumah,” kata lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai pengrajin batok kelapa ini. Untuk memelihara lele dari 2000 ekor menjadi 9000 ekor, Sila mengandalkan pinjaman dari LPD (Lembaga Perkreditan Desa). Uang itu lebih banyak digunakan untuk memberi pakan lele. Kendala yang masih dihadapinya, kurangnya informasi terhadap pemasaran lele. “Sampai saat ini hasil penjualan lele belum begitu kelihatan. Hasilnya dipakai kembali untuk membeli bibit, persiapan kolam, dan pakan. Selain itu, banyaknya penyakit lele yang mewabah karena faktor cuaca belakangan ini, membuat saya rugi,” tandasnya. Sila menyatakan sangat ingin mendapatkan bimbingan dari penyuluh. Tetapi, ia belum bisa mendapatkan bimbingan penyuluh karena belum memiliki kelompok. Aturanya, minimal satu kelompok harus ada 10 anggota. Walau tetangga banyak juga ada yang memilhara lele, namun niat serius sampai membentuk kelompok belum ada, “ katanya. —badra

Wayan Sila membersihkan kolam terpalnya

KELOMPOK Tani Ternak Arsa Winangun, Desa Katung, Kecamatan Kintamani, Bangli, yang mewakili Bali dalam lomba tingkat nasional (Koran Tokoh 1824/9) Sabtu (17/9) dinilai tim penilai dari Pusat yang diketuai Dr. Ir. Suryahadi, DEA (IPB Bogor). Kelompk Tani Ternak Arsa Winangun yang merupakan pengembangan pertanian terintegrasi di lahan kering tahun 2011 masuk Kelas Suasana penilaian Kelompok Arsa Winangun oleh Tim Pusat, Sabtu (17/9) Kelompk Utama setelah melewati Kelas Pemula (2006), Darat Kabupaten Bangli be- rumputan, perdu dan tanaman Kelas Lanjut (2007), dan Kelas rupa sapi kereman dan sapi be- tahunan) dan limbah tanaman Madya (2008). Anggotanya 25 tina tahun 2009 sejumlah Rp seperti batang jagung ubi jalar, orang yang dikukuhkan 26 Juli 66.300.000, tambahan modal hortikultura; koperasi tani ternak 2006 dengan SK Pengukuhan berupa KKPE dari Bank BPD Arsa Winangun, telah mendapatPerbekel Desa Katung, Ketut tahun 2009 dan tahun 2010 kan badan hukum tahun 2009;. Putra Gutawan, S.Ag yang juga sejumlah Rp 387.750.000. unit usaha koperasi, yang berpenasihat/pelindung kelompok. Juga, tambahan modal satu unit manfaat bagi para anggota Usaha kelompok, ternak sapi, rumah pupuk organik beserta kelompok dan masyarakat Desa komoditas pertanian, koperasi, mesin, tahun 2010 sejumlah Rp Katung;. usaha budi daya perUnit Usaha Koperasi (UUK), 92.500.000, bantuan peralatan tanian; usaha unit pengolahan pengolahan pakan ternak dan ULIB tahun 2010 sejumlah Rp pakan ternak, yang dengan usapembuatan kompos. Sapi yang 54.000.000, tambahan modal 1 ha ini diharapkan kelompok tidipelihara anggota kelompok unit rumah pakan ternak skala dak mengalami kesulitan dalam 372 ekor terdiri atas sapi betina kecil beserta mesin, tahun 2010 pemberian pakan ke ternaknya 120, sapi jantan 252 ekor. sejumlah Rp 249.000.000, tam- saat musim kemarau. Kabid Produksi Peternakan bahan modal berupa PMUK Kepala Bidang Usaha Tani dan Perikanan Darat Dinas P2 tahun 2010 sejumlah Rp Ternak Dinas Peternakan ProKabupaten Bangli Ir. I Wayan 440.000.000, vinsi Bali Ir. I Made Yasa Sarma menjelaskan, salah satu Menurut tim PPL Dinas P2 Adnyana menyatakan Kelomindikator penilaian kelompok Kabupaten Bangli, kegiatan pok Tani Ternak yang diajukan adalah permodalan. Modal ke- yang telah, sedang dan akan ke tingkat nasional, mereka lompok ini cukup dinamis per- diprogramkan kelompok ini: yang menjadi juara I tingkat kembangannya. Asal modal, Program peningkatan SDM provinsi dua tahun sebelumnya. iuran pokok dan iuran wajib petani dalam bentuk penyuluh- Di samping meningkatkan keanggota tahun 2006 sejumlah an; usaha pembibitan sapi untuk sejahteraan anggota, diharapRp 7.500, perkembangan hasil menghasilkan bibit sapi unggul kan limbah produksi di kelomunit usaha koperasi dan bunga dengan penerapan teknologi IB pok menjadi 0, artinya limbah koperasi, bantuan BLM jeruk (Inseminasi Buatan); usaha tidak mencemari lingkungan dari Dinas Pertanian, Perkebun- penggemukan sapi, yang per- karena kotorannya dijadikan an dan Perhutanan Kabupaten kembangannya cukup baik ka- kompos, kencingnya menjadi Bangli tahun 2007 sejumlah Rp rena didukung keragaman pa- bio urine. Dengan demikian, 60.000.000, bantuan Dinas Pe- kan ternak yang ada di Desa Ka- bidang peternakan berkontriternakan Provinsi Bali dan Di- tung dan sekitarnya seperti busi dalam mewujudkan Bali nas Peternakan dan Perikanan tanaman tiga strata (rumput- Clean and Green. —suaka


LINGKUNGAN NASIB PERTANIAN DI TENGAH ANCAMAN PERUBAHAN IKLIM 1

UMUR BUMI TINGGAL SEABAD LAGI? U

MUR bumi tinggal seabad lagi? Ini pertanyaan yang dilontarkan bukan oleh seorang dukun atau ahli nujum, melainkan pakar lingkungan. Dulu, para ahli berpendapat, umur bumi masih beberapa miliar tahun lagi. Tetapi, belakangan ada semacam “revisi”, tentang umur bumi, dan dari beberapa versi yang ada menunjukkan, asumsi sisa umur bumi makin pendek. Ada yang memprediksi tinggal beberapa juta tahun, ada yang memperkirakan dalam bilangan ribuan tahun, ada yang memprediksi tinggal beberapa abad. Bahkan ada yang memperkirakan tinggal seabad, jika tidak ada upaya yang serius dari penduduk bumi untuk menghentikan atau setidaknya menghambat laju proses yang amat mengerikan, yakni pemanasan global dan perubahan iklim. Isu pemanasan global yang dipicu gas rumah kaca (GRK) telah muncul sejak lama dan mendapat perhatian tahun 1970-an, sebagai bagian isu lingkungan hidup. Isu pemanasan global muncul di tengah gencarnya isu pertumbuhan penduduk, terancamnya beberapa spesies flora dan fauna, krisis minyak dan energi serta persoalan limbah. Namun, isu pemanasan global sempat tenggelam lebih dari 20 tahun, lalu muncul kembali akhir abad ke–20, seiring ingatan manusia akan krisis BBM akibat makin menipisnya cadangan minyak bumi. Mantan wakil presiden ASAl Gore, bersama Panel Antar Pemerintah PBB soal Perubahan Iklim (IPCC = “Intergovermental Panel on Climate Chage”) yang diketuai Rajendra Pachauri yang memayungi lebih dari 3.000 ilmuwan dunia dengan gencar kembali mengingatkan penduduk bumi bahwa pemanasan global dan perubahan iklim merupakan bahaya laten yang harus dicegah. Antara lain, lewat film dokumenter berjudul An Inconvenient Truth, Al Gore mengingatkan betapa pentingnya menekan dampak pemanasan global, demi menyelamatkan kelangsungan hidup umat manusia. Masyarakat dunia pun kembali menoleh persoalan global ini dan kian memandang pentingnya protokol Kyoto (1997), untuk menyelamatkan lingkungan, melalui pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Konferensi tingkat tinggi PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC) yang berlangsung di Nusa Dua-Bali, 3-14 Desember 2007 juga memiliki arti penting untuk melanjutkan kesepakatan Protokol Kyoto yang akan berakhir tahun 2012. Jika kita runut ke belakang, pemanasan global merupakan salah satu buah kemajuan peradaban manusia yakni masyarakat industrial yang dilandasi dengan perkembangan iptek modern. Memang harus diakui, dengan industrialisasi dan transportasi, serta teknologi– teknologi yang menggunakan energi minyak, terbukti dapat memacu pertumbuhan ekonomi bangsa. Ini telah dibuktikan masyarakat negara–negara maju, seperti di AS, Eropa, Jepang dan kini juga Cina dan India. Tetapi, kemajuan ekonomi yang dilandasi energi fosil tersebut ternyata memberikan dampak yang tidak nyaman, yakni meningkatnya suhu permukaan bumi yang diikuti perubahan iklim secara global. Pemanasan global terjadi sebagai efek emisi gas rumah kaca (GRK). Pabrik– pabrik, pembangkit listrik, dan kendaraan berbahan bakar minyak menghasilkan gas buang berupa carbon dioksida (CO2). Makin derasnya perkembangan industrialisasi dan transportasi modern akan makin tinggi pula produksi CO2 dan gas-gas rumah kaca yang lain, seperti metana, nitrat oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan heksafluorida, yang makin lama makin bertambah konsentrasinya di atmosfir. Akibatnya, sinar ultra violet yang jatuh ke permukaan bumi makin terhambat terpantulkan ke atas, karena terperangkap GRK, yang menyebabkan suhu udara di permukaan bumi makin panas. Secara alami gas CO2 dapat diserap tanaman dan melalui proses fotosintesis, tanaman akan melepas oksigen (O2) yang diperlukan manusia. Tetapi masalahnya, laju perkembangan produksi CO2 yang pesat tidak diimbangi laju perkembangan pepohonan. Sebaliknya, yang terjadi saat ini makin gencarnya deforestry, pembalakan hutan, serta penggundulan di berbagai kawasan hijau. Makin meningkatnya suhu permukaan bumi memicu terjadinya perubahan iklim secara global. Dampak perubahan iklim secara radikal antara lain adanya

Oleh Suprio Guntoro

Dalam era Nabi Nuh, konon dunia pernah dilanda banjir raksasa, dan gelombang yang amat dahsyat yang menelan sebagian permukaan bumi. Jauh sebelum bencana itu terjadi, Nabi Nuh telah merancang sebuah kapal besar dari kayu untuk menyelamatkan berbagai spesies binatang dan sebagian umatnya yang percaya. Sudahkah kita menyiapkan upaya penyelamatan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang amat dahsyat?

perubahan pola curah hujan dan pergeseran musim, makin sering munculnya badai dan angin kencang, ledakan hama dan penyakit, serta mencairnya es di kutub. Mencairnya es di kutub akan menyebabkan makin naiknya permukaan air laut – sehingga pada dasawarsa ke–3 abad 21 ini diperkirakan sebagian wilayah beberapa kota pesisir dan pulau kecil akan tenggelam.

distribusi umum, juga mengancam keberhasilan usaha tani, karena dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman, mengganggu penyerbukan dan menyebabkan ternak-ternak stres. Naiknya suhu air laut, akan menyebabkan lahan–lahan di kawasan pesisir terendam saat pasang sehingga kadar garam tanah meningkat. Ini pun bisa menjadi ancaman bagi petani jika mereka menanam jenis tanaman, yang rentan kadar salinitas tinggi. Seringnya timbul badai dan gelombang tinggi, mempersempit kesempatan para nelayan untuk melaut, sehingga “hari libur” nelayan makin panjang. Petani yang bertempat tinggal di kawasan lereng dan pesisir, termasuk nelayan merupakan kelompok masyarakat yang tergolong kehidupannya penuh risiko dalam era perubahan iklim. Selama ini sebagian besar mereka dikenal sebagai kelompok masyarakat miskin, dari aspek ekonomi, pendidikan maupun akses informasi. Proses pemanasan global dan perubahan iklim dengan segala dampaknya akan membuat para petani dan nelayan makin sulit dan tertekan. Tanpa upaya yang serius dari pemerintah dan pihak–pihak yang peduli, nasib petani dan nelayan terutama petani dan nelayan kecil akan makin terpuruk mengingat mereka tidak memiliki banyak pilihan untuk mempertahankan hidup.

PETANI DAN NELAYAN Perubahan iklim, tentu berakibat luas, tetapi kebanyakan masyarakat yang paling terancam kahidupannya, petani dan nelayan. Perubahan iklim radikal antara lain dirasakan dengan adanya pergeseran musim; waktu musim hujan yang kian terbatas dan waktu musim kemarau bertambah panjang terutama di daerah selatan khatulistiwa (Diposaptono, et al. 2009), atau sebaliknya, di tempat lain. Tentu ini akan banyak mengakibatkan kegagalan panen. Apalagi musim hujan yang waktunya makin pendek tersebut dibarengi curah hujan yang tinggi yang akan lebih banyak mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Perubahan iklim juga mengakibatkan ledakan hama dan penyakit yang mengancam berbagai jenis tanaman dan ternak. Di pihak lain waktu kemarau yang lebih panjang akan menimbulkan kekeringan hebat, di daerahdaerah tertentu. Semua itu menyebabkan risiko usahatani yang makin besar, termasuk HASIL PENELITIAN kegagalan panen. Saat ini beberapa hasil peMunculnya badai dan angin kencang di samping mengganggu nelitian memiliki prospek untuk aktivitas transportasi dan dikembangkan sebagai jawaban

guna menyikapi fenomena perubahan iklim, baik berupa teknologi atau inovasi adaptasi maupun mitigasi. Seperti penemuan varietas padi rendah emisi GRK, varietas padi tahan rendaman, jenis padi dan palawija tahan kekeringan, teknologi irigasi, teknik budidaya tanaman dan ternak, komposisi pakan rendah emisi GRK, teknologi pengolahan limbah, kalender musim, dan lain-lain. Namun, jika teknologi dan inovasi tersebut diaplikasikan secara parsial (per komponen) tentu hasilnya kurang optimal. Untuk itu perlu dirakit menjadi sebuah paket teknologi yang bisa ditawarkan dalam menyikapi fenomena perubahan iklim. Di samping itu teknologiteknologi tersebut sebagian besar belum sampai pada petani. Karena itu tidak mengherankan jika terjadinya banjir di daerah pantai utara Jatim dan Jateng tahun 2006 sampai dengan 2008, puluhan ribu tanaman padi puso/ gagal panen total, akibat terendam 2-3 hari. Padahal, pihak Badan Litbang Pertanian dan LIPI telah menghasilkan varietas padi yang dapat bertahan hidup meski terendam air hingga 2 minggu. Tentu ini amat disayangkan. Ternyata Otonomi Daerah sebagai anak kandung reformasi justru cenderung menghambat arah dan tujuan informasi yang amat diperlukan masyarakat. Arus informasi yang gencar di era reformasi justru mengangkat hal-hal yang tidak mendidik dan kurang bermanfaat bagi masyarakat Penulis, peneliti di BPTP Bali

Thesukarnocenterindonesia@hotmail.com / www.sukarnocenterindonesia.org / www.vedakarna.com

Penghancuran Patung Hindu di Purwakarta Beberapa hari lalu, sejumlah patung dari tokoh Hindu dihancurkan di Purwakarta. Sebagian massa yang mengatasnamakan organisasi massa Islam, dengan gagah berani menghancurkan patung-patung pewayangan yang dipajang Bupati Purwakarta di sejumlah sudut Kota Purwakarta. Alasan dari kelompok rusuh ini cukup sederhana, karena mereka mengganggap bahwa keberadaan patung Bima, Gatot Kaca, Semar, Yudistira itu tidak sesuai dengan spirit agama Islam yang merupakan mayoritas di daerah itu. Padahal menurut pengakuan sang Bupati, keberadaan patung-patung itu sudah menjadi trademark kota itu, dan dibangun tidak saja pada era ini. Versi lainnya, kaum perusuh itu juga mengkritisi kegiatan selametan dengan nasi tumpeng yang digelar oleh pemerintah baru-baru ini. Tumpengan juga dituduh sebagai bentuk kegiatan yang dinilai musyrik dan mistis. Sungguh alasan yang sangat bodoh dan tidak internasional samasekali. Ada dua pendapat saya terhadap hal ini. Pertama, inilah bentuk keanehan dari sebuah bangsa yang bernama Indonesia Raya, sebuah negara yang seharusnya sudah cukup matang berdemokrasi. Indonesia gagal lagi menunjukkan dirinya sebagai negara yang dewasa menghadapi perbedaan dan kebhinekaan. Indonesia telah gagal memberikan perlindungan terhadap nilainilai estetika budaya bangsa. Dalam hal ini, sistem negara yang merupakan pelaksana dari konstitusi UUD 1945, dicoba untuk dipaksakan untuk tunduk pada keinginan sebagian kecil kelompok berbalut agama mayoritas. Padahal Bung Karno mengatakan bahwa bangsa ini didirikan bukan atas kehendak satu agama, satu suku, satu kelompok, satu golongan tapi negara ini dibentuk dengan kesepakatan-kesepakatan pendiri bangsa yang berbeda latar dengan satu tujuan, yakni berhasil membentuk negara Nusantara ketiga yakni Indonesia. Dalam kasus Purwakarta ini sudah sewajarnya sistem, aparat dan abdi negara untuk tidak tunduk pada keinginan nyleneh sebagian manusia-manusia pendosa yang minim toleransi terhadap kehidupan berbangsa yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara kering macam Irak, Iran dan Afganistan. Kedua, kita bisa menyaksikan adanya satu ketakutan yang sangat berlebihan terhadap eksistensi agama Siwa Buddha (Hindu) di negara ini. Ini baru di tataran patung! Belum di tataran perdebatan nilai-nilai agama. Dengan menunjukkan ketakutan terhadap patung-patung pewayangan Hindu Mahabarata, ini makin menunjukkan bahwa bagaimana kualitas Siwa Buddha mampu membuat sebagian anak bangsa ini menjadi salah tingkah, kalap, panik, kebakaran jenggot dan tidak terima

(mungkin khawatir) dengan apa yang disebutsebut oleh Sabdo Palon Nayogenggong sebagai kebangkitan Majapahit kedua di Nusantara. Purwakarta adalah wilayah yang secara historis mempunyai peran dalam Babad Nusantara. Pengaruh Kerajaan Hindu Padjajaran dengan alkulturasi Hindu Jawa Majapahit, secara silih-berganti memberikan pengaruh yang luar biasa pada sendi-sendi masyarakat di sana. Hindu telah menguasai Nusantara selama 16 abad hingga kini, tapi Hindu tidak pernah merusak tatanan dan nilai- nilai yang menjadi kesepakatan semesta. Hindu datang ke Indonesia bukan untuk membuat rusuh, membuat ketakutan sebagian kalangan atau menjustifikasi bahwa kepercayaan orang lain adalah haram, tapi Hindu secara praktik telah memberikan contoh baik dalam bermasyarakat. Inilah sesungguhnya tugas besar dari agama- agama di Indonesia, yakni memberikan kesadaran bagi umatnya, bahwa tidak satu pun agama di dunia ini mampu mendominasi kebenaran. Apalagi dengan cara kekerasan (himsa). Kita tidak membayangkan jika kejadian yang sama terjadi di Bali, pulau perdamaian ini. Kita juga tidak berharap kejadian yang sama melanda wilayah Nusantara yang lainnya. Di sinilah ketegasan pemerintah diuji dan perlawanan Bupati Purwakarta dan aparat hukum terhadap gerombolan perusuh agama ini patut didukung oleh Bali dan Nusantara. Indonesia akan tetap memerlukan orang-orang hebat yang mau peduli dengan nasib pluralisme bangsa ini. Jangan sampai hukum karma semesta ikut campur untuk menegakkan dharma di Indonesia ini. Janganlah lupa, bagaimana alam semesta menghukum bangsa ini dengan bencana alam dan musibah yang berlipat-lipat hanya karena bangsa ini memusuhi ajaran leluhur. Sebagai manusia Bali yang percaya akan keseimbangan, saya yakin bencana Tsunami Aceh, Gempa Sumatera, Jawa, Papua, meletusnya Merapi, semburan Lumpur Lapindo, banjir bandang di Sulawesi dan Kalimantan, bencana wabah dan kekeringan di Nusa Tenggara, pageblug di seluruh wilayah Nusantara atau mungkin jatuhnya wibawa pemerintah ke titik nadir terendah saat ini adalah wujud perlawanan leluhur Nusantara yang tidak terima terhadap perlakuan kelompok perusuh memperkosa nilai-nilai kuno Ibu Pertiwi. Kini semua berpulang pada pemimpin di Purwakarta, mau selamat atau tidak. Sayang jika Purwakarta sampai menanggung hukum karma semesta hanya karena ormas agama yang belum tentu didukung mayoritas manusia Indonesia di sana. Mudah-mudahan Purwakarta selamat, tapi jika sampai terjadi, ya… apa boleh buat. Nikmati saja.

REKTOR UNIVERSITAS MAHENDRADATTA BALI / PRESIDENT THE SUKARNO CENTER

Dr.Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III,S.E. (MTRU),M.Si. Abhiseka Raja Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I

25 September - 1 Oktober 2011 Tokoh 5

Bali Krisis Air BALI pulau kecil sudah tentu memiliki daya dukung terbatas tidak terkecuali kemampuan penyediaan air bersih untuk penopang kehidupan masyarakat Bali yang layak. Industri kepariwisataan salah satu fakor dominan penyebab terjadinya konflik kepentingan dan krisis air di Bali. Pola pemakaian air yang lebih 10 kali lipat pemakaian masyarakat setempat membutuhkan pola pengaturan air yang lebih adil. Di samping itu laju aliran air dari hulu (daerah gunung) ke hilir (kawasan pantai) yang makin cepat karena adanya jejaring infrastruktur air dari sumber mata air di pegunungan langsung dialirkan sampai daerah kawasan pantai di selatan pulau Bali dalam volume yang cukup besar dapat mengurangi kesempatan penyerapan air

mengisi air tanah. Perubahan lahan pertanian menjadi perumahan dan akomodasi kepariwisataan ditambah penutupan permukaan lahan juga memicu percepatan aliran air hujan menuju ke laut. Akan lebih parah lagi apabila pengerusakan hutan di daerah hulu juga terjadi sehingga fungsi tanaman sebagai pemegang air menjadi berkurang. Pencemaran air akibat pemakaian pestisida secara berlebihan dan perilaku mencemari air dengan membuang limbah dan sampah secara sembarangan ke badan air akan menurunkan kualitas air. Perubahan iklim akibat pemanasan global yang menyebabkan suhu makin panas memicu penguapan yang lebih tinggi. Privatisasi air yang memberikan kesempatan kepada

swasta mengeksploitasi sumbersumber air baik mata air, air tanah maupun akuifer. Perilaku masyarakat yang tidak hemat dalam pemakaian air berkontribusi pada pemborosn persediaan air yang terbatas. Semua hal tersebut menggambarkan perjalanan Bali dari sikap yang sangat memuliakan air dan menjaga ketersediaannya sampai pada kompetisi yang tidak berimbang antara petani dan industri kepariwisataan dan juga masyarakat setempat bersaing dengan para wisatawan yang memiliki daya beli yang jauh lebih tinggi. Diperlukan langkah-langkah yang kritis untuk menyikapi krisis air Bali sekarang juga. (Baca juga di halaman 2). Made Suarnatha Ketua Yayasan Wisnu

YSDS Malukat Bersama di Pura Tirta Empul Tampaksiring Gianyar Kesucian diri seseorang akan banyak berpengaruh atau terlihat dari kata-katanya dan juga perilakunya, sehingga untuk menjaga kesucian diri jasmani dan rohani tersebut, kita perlu menyucikan diri secara rutin di salah satu tempat yang terkenal sampai ke mancanegera yaitu Pura Tirta Empul Tampaksiring Gianyar. Penyucian diri merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat dalam proses tetap menjaga pelaksanaan Tri Kaya Parisudha pada diri kita. Jika terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan Tri Kaya Parisudha ini, langkah yang harus dilakukan adalah dengan melaksanakan penyucian diri dengan cara malukat. Pelaksanaan malukat telah dilakukan oleh umat Hindu di Bali sejak zaman dulu, sehingga sekarang kita melanjutkan dan melestarikan apa yang telah dilakukan oleh leluhur kita. Saat ini salah satu tempat yang dapat direkomendasikan sebagai tempat menyucikan diri (malukat) adalah Pura Tirta Empul Tampaksiring, Gianyar. Yayasan Spiritual Dharma Sastra mengajak masyarakat umum yang berminat malukat, agar hadir di Pura Tirta Empul Tampaksiring Gianyar pada hari ini, Minggu (25/9) pukul 06.00 telah melebur (malukat) di pancuran kolam suci. Kegiatan ini rutin dilakukan. Harapannya, masyarakat umum bisa melakukan penyucian diri secara rutin untuk menjaga kesucian diri jasmani dan rohani. Dengan rutin melakukan malukat, jiwa kita akan makin tenang sehingga akan tumbuh pikiran-pikiran yang positif, yang sudah tentu akan membawa kesehatan yang prima. Sarana upakara yang dapat dibawa adalah membawa dua buah pejati (satu untuk dihaturkan di kolam suci/pancuran, dan satu lagi untuk dihaturkan di pelinggih utama yang berada di utama

IKLAN CANTIK

mandala), canang secukupnya, bunga, dupa serta pakaian ganti setelah malukat (pakaian sembahyang). Persembahyangan akan dimulai pada pukul 10.00 sampai selesai yang kemudian dilanjutkan dengan masanekan, dharma wacana serta pembebasan leluhur. Di Pura Tirta Empul Tampaksiring terdapat pancuran yang airnya berkhasiat untuk menyucikan diri jasmani dan rohani serta untuk penyembuhan berbagai macam penyakit. Hal ini telah banyak dibuktikan oleh masyarakat umum yang telah tersembuhkan dari berbagai penyakit serta mereka datang dari berbagai daerah yang ada di Bali maupun luar Bali dan bahkan mancanegara. Salah satunya yaitu tirta untuk penyembuhan penyakit berat seperti sakit jantung, kanker, ginjal, dan yang lainnya. Yayasan Spiritual Dharma Sastra juga melakukan kegiatan meditasi bersama yang dilaksanakan tiap hari Selasa dan Jumat pada pukul 20.00 bertempat di lapangan parkir yayasan di Jalan Lembu Sura Perum. Taman Lembu Sura Kav. I No. 3 Br. Poh Gading, Ubung Kaja Denpasar Utara. Kegiatan meditasi di Gianyar dilaksanakan tiap Sabtu pukul 13.00 sampai selesai bertempat di Balai Serbaguna Bukit Jati Samplangan Gianyar. Di samping kegiatan meditasi juga ada kegiatan pengobatan dengan kundalini di Klinik Griya Usadha, bagi masyarakat umum yang mengalami sakit medis, non-medis serta berbagai permasalahan keluarga dan leluhur atau lebih jelasnya bisa menghubungi nomor telepon (0361) 8078842. Kegiatan yayasan lainnya antara lain, Minggu (2/10) pukul 06.00 malukat bersama dan sembahyang di Pura Agung Semanik Pelaga Petang Badung. Untuk informasi lebih jelas, hubungi sekretariat yayasan dengan nomor telepon (0361) 8509601. —asp


6

Tokoh

NUSANTARA

25 September - 1 Oktober 2011

December Lovely di Tana Toraja PERNAH mendengar cerita ‘mayat berjalan di Tana Toraja’? Entah ini fakta atau fiksi, kepercayaan ini tumbuh di kalangan masyarakat Toraja. Cerita yang beredar dari mulut ke mulut itu turun temurun baik di kalangan mereka yang tetap menetap di kampung kelahirannya atau di perantauan. sia saya sudah 52 tahun, namun sampai sekarang belum pernah melihat mayat berjalan. Tetapi, saya percaya itu pernah terjadi. Kami mendengar cerita ini dari orangtua. Tiap orang Toraja pasti pernah mendengar cerita-cerita semacam ini, dan menyakininya,” ungkap Yohannes dan Paulus Asin Randa, sfaf BKPMD (Badan Penanaman Modal Daerah) Provinsi Sulawesi Selatan, saat berbincang dengan wartawati Koran Tokoh di stannya, di Jakarta International Expo Kemayoran, baru baru ini. Keduanya berasal dari Tana Toraja. Mereka pun secara bergantian bercerita tentang budaya tanah kelahirannya. Salah satu budaya yang terkenal, tutur Yohannes, ritual upacara kematian dan penguburan jenazah atau dikenal dengan rambu solo. Acara ini berlangsung meriah dan memakan waktu berhari-hari, bahkan untuk mereka yang masuk dalam kelas bangsawan, upacara ini bisa berlangsung sampai berminggu-minggu.

“Kadang orang menyebutnya ‘pesta’ karena penguburan jenazah menggelar upacara adat lengkap. Biayanya pun tidak sedikit. Misalnya, jumlah kerbau yang dipotong. Kalau warga biasa atau golongan menengah, mungkin hanya beberapa ekor kerbau dan puluhan babi. Tetapi, kalau dia bangsawan, bisa sampai puluhan ekor kerbau, dan acaranya pun bisa sampai berminggu-minggu,” paparnya. Tetapi, tambahnya, tidak semua keluarga melakukan ‘pesta’ penguburan, tergantung asal keturunan, juga kemampuan keluarga. Biasanya kalau keturunan bangsawan, upacara tersebut digelar. Namun, karena berbiaya besar, tidak semua mereka yang meninggal langsung dibuatkan acaranya. Untuk menanti terkumpulnya uang untuk menggelar upacara adat, mayat disimpan dulu. Menurut adat, tambahnya, mereka yang meninggal tidak boleh dikubur sebelum digelar upacara adat. Namun, karena biaya yang besar, tidak semuanya mengadakan upacara leng-

Suasana upacara pemakaman

tkh/ist

Johannes

tkh/dia

kap seperti itu. Selain itu, mereka yang beragama Islam, biasanya langsung dikubur di tanah. “Karena ini adalah adat dan budaya, maka rata-rata menggelar upacara sebelum penguburan. Hanya karena biaya, maka mayat belum dikubur, menanti terkumpulnya uang untuk membeli segala keperluan upacara,” ujarnya. Mereka mengakui, berbicara masalah ekonomi dan budaya, kadang kontradiktif. Di satu sisi, harus dijalankan, di sisi lain, perlu biaya besar. “Namun, karena ini sudah menjadi adat, apa pun kondisinya, masyarakat Toraja berusaha tetap menjalankannya. Jadi kalau belum siap, dinanti sampai siap. Jadi, tergantung kesiapan keluarga. Tetapi, biasanya yang melakukan itu adalah ‘orang punya’ (kaya) atau tokoh berpengaruh,” jelasnya. Itu sebabnya, sambil menanti uang terkumpul untuk melaksanakan upacara adat, jenazah disimpan bisa bermingguminggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Peti mati dapat disimpan di dalam gua, atau di makam batu berukir, atau digantung di tebing. Orang kaya kadang dikubur di makam batu berukir, Di beberapa daerah, gua batu kadang digunakan untuk menyimpan jenazah seluruh anggota keluarga. Patung tau tau biasanya diletakkan di

gua dan menghadap ke luar. “Kebiasaan mengubur mayat di goa batu sampai saat ini masih tetap dilakukan, meskipun banyak orang Toraja yang sudah beragama Kristen (mayoritas),” tambah Paulus Asian Randa. Keunikan budaya Tana Toraja, khususnya ritual kematian dan penguburan jenazah menarik perhatian pelaku industri pariwisata. Tahun 1970-an, Tana Toraja yang makin terbuka pada dunia luar, menjadi salah satu unggulan pariwisata Indonesia. Malah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke sana, tutur Paulus, sejak tahun 2008 Pemda Provinsi Sulawesi Selatan membuat sebuah agenda pariwisata yang disebut Lovely December atau Lovely Toraja. Acara ini bisa dibilang sebagai ‘Pesta Budaya’ karena menggelar berbagai acara adat Toraja, termasuk upacara adat pemakaman. “Jadi dikemeriahan acara, ada juga upacara kedukaan yakni upacara adat pemakaman yang diselenggarakan bersamaan dengan Lovely December,” tambah Johannes. Tetapi, tahun ini, tambahnya, Lovely December akan berlangsung lebih meriah karena bersamaan dengan Toraja Mamali yang merupakan acara lima tahunan. Toraja Mamali artinya “Rindu Toraja”. Acara ini dilakukan untuk mengumpulkan orangorang Toraja yang sukses di perantauan. “Sebenarnya sudah menjadi tradisi, di bulan Desember banyak orang Toraja yang pulang kampung alias mudik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru. Namun, Toraja Mamali adalah agenda khusus yang diadakan untuk mengumpulkan mereka yang merantau jauh dan telah sukses berkarya di luar Toraja, untuk kembali pulang menengok kampung kelahirannya. Tentu tidak mungkin mengumpulkan mereka tiap tahun, apalagi yang berada di luar negeri. Karena itu agenda acara ini diadakan tiap lima tahun,” papar Johannes. —dia

Megeret Pandan Tampil di Festival Tari Nusantara

T

Salah satu gerakan dua penari dari delapan penari dalam tarian Megeret Pandan

ARI Megeret Pandan karya seniman I Gede Gusman Adi Gunawan, S.Sn., M.Sn. mewakili Bali dalam Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara 2011. Dalam festival yang mempertunjukkan berbagai tarian dari seluruh Indonesia itu berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) 19 - 23 September 2011. Kadis Kebudayaan Bali I Ketut Suastika, S.H. didampingi koordinator tim kesenian Kepala Bidang Kesenian dan Perfilman Dra. Ida Ayu Putri Masyeni,

I Gede Gusman Adi Gunawan

M.Si. menjelaskan, dipilihnya tarian Megeret Pandan karena tarian tersebut menampilkan hasil galian potensi lokal berupa atraksi sakral yang mampu diangkat secara artistik menjadi sajian tari yang indah. Menurut I Gede Gusman Adhi Gunawan, Megeret Pandan mengangkat aktivitas budaya Desa Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem, ditarikan delapan penari, empat putra dan empat putri, dengan durasi waktu kurang lebih 17 menit. Tarian ini menggunakan struktur pengawit, papeson, pengawak, dan pengecet. Bertindak selaku penata tari I Gede Gusman Adhi Gunawan, penata tabuh/musik /iringan Agus Teja Santosa, S.Sn. dan penata artistik Ni Made Kinten, S.Pd. I Gede Gusman Adhi Gunawan pernah menggarap 10 karya seni, termasuk tari kreasi yang diiringi gamelan baleganjur dalam Festival Baleganjur di Padangbai, Karangasem, tahun 2007. Juga, tari kontemporer dalam Parade Seni Kontemporer yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali di Art Centre Denpasar, pragmen tari Ciung Cakti duta Kabupaten

Karangasemdalam Parade Gong Kebyar Dewasa Pesta Kesenian Bali tahun 2008. Ia juga pernah menggarap tari kreasi Duta Wisaya tahun 2009 dan tahun yang sama dia menggarap pragmen tari Duta Wisaya dalam Parade Gong Kebyar Dewasa, PKB di Denpasar. Tahun 2010 dia menggarap dua pragmen tari yaitu Segara Kertih dalam Parade Gong Kebyar Dewasa PKB di Denpasar dan Tari Baleganjur Tengananku dalam Duta Seni Pelajar di Surakarta. Tahun 2011 ini Gede Gusman Adhi Gunawan mengajukan koreografi arsitektur Sukasadeng Rat yang diajukan sebagai karya tugas akhir untuk mencapai gelar S-2 (Magister Seni) di ISI Surakarta, kemudian menggarap pragmen tari Ciwa Ratri Kalpa dalam ajang Pesona Budaya di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, dan pragmen tari Toya Anyar dalam Parade Gong Kebyar Dewasa PKB di Denpasar. Yang paling anyar ia menata Tari Kreasi Mageret Pandan dalam Parade Gong Kebyar Anak-Anak PKB di Denpasar dan Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara 2011. —arya

Bupati Sumbang Masjid Rp 10 Juta

Gamis Syahrini paling Laku Ustad Jeffry masih Diminati MOMEN Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi saat panen bagi pelaku usaha busana muslim. Toko-toko penjual busana muslim di kawasan Jalan Kalimantan Denpasar mengalami peningkatan pemasukan hampir 100%. Selain harus menambah karyawan, toko-toko tersebut juga buka lebih lama. Di Toko Busana Muslim Ukhuwwah, misalnya, menurut penjaga toko, H Jauhari, penjualan busana muslim meningkat tajam. Jika pada hari-hari biasa rata-rata pemasukan sekitar Rp 6 juta, dalam bulan Ramadan melonjak hampir Rp 70 juta. Lonjakan tersebut, kata Jauhari, karena warga ingin memiliki baju baru untuk salat tarawih maupun berhari raya. Hal yang sama juga dialami Toko Darussalam dan Habibah. tkh/nang Suasana pusat pertokoan Busana Muslim di Jalan Kalimantan Denpasar Bedanya baju muslim perempuan yang paling laris diburu pembeli busana yang sedang berkembang. rini,” kata seorang penjaga di Toko sebutan model jilbab yang dipakai di samping perlengkapan salat. “Wanita-wanita banyak yang Busana Muslim Darussalam. artis Syahrini ketika tampil di Pembeli juga mengikuti tren mencari jilbab atau gamis Syah- Jilbab atau gamis Syahrini adalah televisi mengisi acara Ramadan. Modelnya, memang cenderung seksi dengan menonjolkan lekuk tubuh di bagian pinggul, meskipun tetap tertutup layaknya busana muslim umumnya. Jilbab yang trendu, jilbab ala Mama Dedeh, pengisi acara tausiyah di salah satu stasiun televisi. Bentuknya langsungan menutup kepala dan melebar hingga di bawah dada. Gamis ala Syahrini dijual Rp 160 – 175 ribu tergantung jenis kain. Jilbab dijual Rp 50 ribu. Untuk busana muslim pria, busana model Ustad Jeffry yang tanpa kerah masih diminati. Namun, baju muslim model IsKeluarga Besar DPD PNI Mrhaenisme Provinsi Bali lam KTP juga ikut menghiasi di Mengucapkan Selamat atas Upacara Pernikahan Putra dari beberapa toko busana muslim. A.A. Rama Pujawan Dalem, S.H., M.H. (Wakil Ketua DPD Model yang dimaksud seperti PNI Marhaenisme Provinsi Bali) yakni A.A. Gde Ngurah Maki yang dikenakan tokoh Madit K.D.S dengan Gusti Ayu Sri Utari di Puri Peliatan Ubud. Musyawaroh lengkap kopyah Tampak Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendra- khasnya yang lancip di atas. datta Wedasteraputra Suyasa III (Ketua DPD PNI MarDi Toko Darussalam banyak haenisme Prov.Bali) dan Cokorda Nindia (Penglingsir Puri pembeli yang membeli dalam Agung Peliatan Ubud) saat menghadiri upacara dikediaman partai besar untuk dijual kembali. A.A. Rama Pujawan Dalem,S.H.,M.H. di Puri Peliatan Ubud. —nang

Suasana Halal bi Halal IPHI Badung di Masjid Minhajul Athfal Tuban

Halal bi halal dan doa keberangkatan calon jamaah haji asal Kabupaten Badung yang dilaksanakan Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Kabupaten Badung di Masjid Minhajul Athfal Kediri, Minggu (18/9) membawa berkah tersendiri bagi masjid

yang tengah dalam proses pembangunan tersebut. Bupati Badung A.A. Gede Agung, S.H. yang hadir dalam kesempatan tersebut menyumbang Rp 10 juta. Sumbangan tersebut disambut gembira para jamaah yang diwakili Ketua Panitia

Halal bi Halal di Objek Wisata SUASANA objek wisata Kebun Raya di Bedugul yang sejuk, menjadi salah satu incaran warga muslim untuk menjadikannya tempat berhalal bi halal dalam rangkaian idulfitri. Termasuk yang menyelengga-

rakan halal bi halal Minggu (18/ 9), warga Kerukunan Warga Muslim Kori Sading, Mengwi, Badung. Acara yang melibatkan ibu-ibu, anak-anak, dan bapakbapak itu diisi beragam lomba rekretatif seperti lari mengena-

tkh/nang

Pembangunan sekaligus Ketua Panitia Acara, H Rosehan. Halal bi halal yang diisi tabligh akbar Ustad Ahmad bin Abubakar Al Habsy dari Jakarta dipadati jamaah yang ingin mendengar dan melihat langsung penampilan dai kondang tersebut.—nang kan kain sarung, pemilihan ibu dan bapak peserta yang paling ceria, selain lari kelereng, lomba makan kerupuk dan memasukkan paku ke botol. Salah satu daya tarik objek wisata ini, tersedianya musala yang representatif di tengah kebun yang dapat dijadikan tempat salat dzuhur berjamaah. Pada hari yang sama, warga muslim dari kompleks Jalan Gunung Soputan, Monang-Maning, juga berhalal bi halal di kebun raya. –dwi

Ibu-ibu KWM Kori Sading sedang bersiap-siap mengikuti lomba mengenakan kain sarung

tkh/tris


BISNIS

Berbisnis di Internet Yayuk Berhasil Anda Berminat? PROFIL Yunik Andayani sangat sering muncul di jejaring sosial facebook (Fb). Berbeda dengan pengguna Fb umumnya, Yunik menggunakan Fb tidak hanya untuk bersosialisasi atau berkomunikasi dengan teman, tetapi juga untuk berbisnis. Berbagai jenis produk seperti pakaian, tas wanita, lipstick, perhiasan perak dan berlian, mobil, bahkan tanah atau rumah pun dipasarkannya melalui Fb. Yunik bangga bisnis yang dilakoninya setahun ini sangat memuaskan hasilnya. Perempuan bernama lengkap Gusti Ayu Manik Andayani (44) ini memang bukan pebisnis baru. Sejak menikah dengan pengacara Putu Indrayasa, S.H. tahun 1988, Yunik sudah menjajal beberapa jenis usaha. Usaha pertamanya, salon kecantikan warisan mertuanya. Setelah usaha ini menjamur di masyarakat, dia beralih membuka toko perhiasan. Perkemban g a n usaha ini tidak

memuaskan sehingga dia membuka warung internet. Sejak mengelola warnet “Kamajaya” yang berlokasi di wilayah Simpang Enam Denpasar ini, jaringan sosialnya berkembang luas dan dimanfaatkannya untuk berbisnis. Beragam usaha itu dilakoni berdasarkan feeling bisnisnya. Jika suatu transaksi dirasakannya menguntungkan, maka itu dilakukannya. Ide bisnis juga datang dari permintaan teman-teman Fb yang menyampaikan beragam permintaan dan Yunik bisa memenuhinya. Dengan jumlah teman melebihi 1.000 orang, Yunik tidak pernah sepi pesanan. Terbuktilah pepatah “banyak teman, banyak rezeki”. Tiap barang dagangan atau komoditasnya selalu dikirim

kepada teman-teman Fb. Dia berpendapat, faktor yang paling penting dalam berwirausaha adalah keberanian melakukannya. Hal ini sesuai dengan arti kata wirausaha yaitu berani (wira) melakukan usaha. Keberanian berbisnis ini diakuinya berasal dari orangtua dan mertuanya yang juga pengusaha. Yunik selalu ingat nasihat orangtuanya agar mandiri, dengan memberikan contoh ayam sejak bisa berjalan pasti bisa mencari makan sendiri. Prinsip ini pun diajarkan kepada keempat anaknya kelak jika menikah; harus lepas dari tanggungan orangtua. Tiap anak memang harus bersyukur jika mendapat warisan harta dari orangtua, tetapi harta itu tidak boleh membuat ketergantungan dan melemahkan sikap kemandirian, apalagi sampai menimbulkan konflik dalam keluarga. Yunik menjelaskan faktor lain yang menentukan kesuksesan berwirausaha adalah tidak boleh gengsi-gengsian. Dia tidak perlu gengsi memakai Fb untuk berbisnis dan sebagai sumber penghasilan, tidak hanya sebagai jejaring sosial. Dia juga tidak pernah memasalahkan sarana transportasi yang harus digunakan. Dia bisa naik sepeda motor, mobil atau jika terpaksa harus siap menyewa taksi. Beragam jenis usaha yang dilakoninya pun menunjukkan dia tidak termakan gengsi dalam melakoni kehidupan. Yunik juga tidak memilih-milih dalam melakukan aktivitas bisnis. Apa yang bisa dikerjakan, pasti dilakukannya. Dalam bisnis tanah atau rumah yang mengharuskan dia ke lapangan dan berpanas-panasan pun pernah dilakoni. Faktor lain yang dinilainya penting dalam berwirausaha adalah sikap sabar dan pantang menyerah. Dia juga sudah pernah mengalami batalnya suatu transaksi walaupun beberapa menit sebelumnya terasa

pasti sukses. Sebaliknya, dia juga pernah mengalami kejadian suatu transaksi akhirnya sukses, walaupun sebelumnya terasa tidak mungkin terjadi. Dari kejadian itulah dia meyakini, suatu rezeki sudah menjadi haknya maka pasti didapat, demikian pula sebaliknya. Bisnis yang dilakoni Yunik melalui internet secara umum disebut e-bisnis atau electronic business, kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan sistem informasi komputer lewat website atau internet. Ebisnis dipakai bertransaksi dengan pemasok (supplier) dan mitra bisnis perusahaan serta memenuhi permintaan pelanggan. Secara khusus, bisnis Yunik berdagang menggunakan perangkat elektronik disebut edagang (perdagangan elektronik atau e-commerce). Bisnis online ini bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan rumah atau membuat kantor yang megah, bahkan bisa dilakukan tanpa memerlukan kertas (paperless) dan tidak harus bertemu secara fisik dengan mitra bisnis atau konsumen. Bisnis yang juga disebut internet marketing ini menggunakan media web atau blog yang berfungsi bagaikan toko tempat penjual memajang barang dagangannya. Sama dengan bisnis di dunia nyata, kesuksesan bisnis ini sangat tergantung pada sikap, pengetahuan dan keterampilan pelakunya. Yunik telah memberikan contoh, apakah Anda berminat? zNurjaya

25 September - 1 Oktober 2011 Tokoh 7

Prospek Pasar Modal Syariah di Bali Cerah PROSPEK lembaga keuangan syariah termasuk di dalamnya pasar modal syariah (PMS) di Bali cukup cerah. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Puat Informasi Pasar Modal (PIPM) Denpasar Alit Nityaryana dalam sosialisasi Pasar Modal Syariah di Hotel Shanti Denpasar, Sabtu (17/9). Menurut Alit, hal itu didasarkan pada pertumbuhan dan perputaran ekonomi di Bali yang cukup menggembirakan. Oleh karenanya, kata Alit, di Bali dipandang perlu untuk dilakukan sosialisasi secara terusmenerus mengenai keuangan syariah termasuk Pasar Modal Syariah. “Selain itu ini terkait keluarnya Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No 80 tahun 2011 tanggal 13 April 2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek bersifat ekuisitas di pasar regular bursa efek,” ujar Alit. Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber yaitu Kasubag Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik Bapepam LK, Arief Machfoed dan Anggota Badan Pelaksana Harian DSN-MUI, Setiawain Budi Utomo. Acara yang dibuka Ketua MUI Propinsi Bali H.M. Taufik Asy’adi ini dihadiri sejumlah pengusaha dan pelaku perbankan baik syariah maupun konvensional di Denpasar serta sejumlah pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Bali. Selain mengupas aspek kesyariahan Pasar Modal Syariah juga mengulas aspek teknik dari bisnis investasi. Menurut Setiawan Budi, pada prinsipnya, PMS ini bukan pasar modal yang berdiri sendiri dan tidak ada perbedaan mekanisme pencatatan dan perdagangahn efek. Efek Syariah, kata Setiawan Budi, efek sebagaimana dimaksudkan dalam Undang-Undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya

tkh/nang

Sosialisasi Pasar Modal Syariah di Hotel Shanty Bali

yang akad, cara dan kegiatan usaha yang menjadi landasan penerbitannya tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. “Yang sering timbul pertanyaan di masyarakat terkait perdagangan adalah apabila produknya sesuai syariah, bagaimana dengan mekanisme transaksinya apakah juga sudah syar’i. Nah ini yang dibahas Dewan Syariah Nasional MUI,” kata Setiawan Budi. Setiwan Budi memaparkan, setidaknya ada enam isi utama dalam Fatwa DSN MUI tersebut, antara lain perdangan efek di pasar regular Bursa Efek menggunakan akad jual beli atau bai’, efek yang ditransaksikan adalaah erek bersifat ekuisitas yang sesuai dengan syariah (terdapat dalam Daftar Efek Syariah). Selain itu, mekanisme tawarmenawar yang berkesinambungan menggunakan akad bai’ almusawamah, dan yang terpenting adalah tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan 14 transaksi terlarang secara syariah. Di sisi lain, Arief lebih banyak mengulas aspek landasan regulasi MSI di Indonesia serta peran Badan Pengawasan Pasar Modal (Bapepam) juga statistik dan perkembangan produk syariah di Indonesia. Menurut Arief secara statistik,

Bapapem mencatat perkembangan pasar modal syariah di Indonesia cukup menggembirakan. Hal itu, terlihat makin banyaknya investor yang menginvestasikan modal melalui PMS. Yang menjadi tantangan, tingkat pemahaman pelaku dan masyarakat yang kurang terhadap PMS, kurangnya SDM di bidang PMS dan persoalan di bidang regulasi. “Namun, prospeknya cukup bagus mengingat perkembangan industri keuangan syariah lain, ditunjang dengan jumlah penduduk Indonesia dan luasnya negara kita,” ujar Arif Dalam sesi dialog, Hari Sumarno dari MES mempertanyakan prospek ekonomi syariah di kalangan umat Islam. Menurut Hari, selama ini keikutsertaan umat dalam produk ekonomi syariah lebih pada aspek psikologis dibanding perhitungan rasional.Oleh karenanya sosialisasi oleh DSN MUI mutlak terus dilakukan. Namun, terkait hal itu, dalam pandangan Setiawan Budi, juga dipengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang dilakukan. “Dalam hal perbankan syariah, misalnya, soal pelayanan terhadap nasabah menjadi pertimbangan penting bagi mereka yang ingin menggunakan produk bank syariah,” kata Setiawan Budi. —nang

Yunik sedang berbisnis di dunia elektronik

Balifoam Go Green Partisipasi Pembeli Selamatkan Bumi One Matrass, One Tree begitu program yang Jaminan Kualitas digagas PT Balifoam NusaMegah, perusahaan Soelinah mengatakan, spring bed Ameriyang memproduksi spring bed American Pillo di can Pillo memberikan jaminan kualitas bagi Denpasar. Program Balifoam Go Green ini penggunanya. “Dalam pemilihan matras yang memberikan kesempatan pada pembeli spring bed harus diperhatikan adalah kenyamanan tidur American Pillo berpartisipasi dalam penghijauan. dan harga yang terjangkau. American Pillo “Tiap pembelian satu spring bed American telah mengembangkan produk dengan Pillo, sama artinya memberikan satu bibit berbagai pilihan yang mampu menopang tanaman,” ujar Soelinah, Direktur PT Balifoam beban tubuh pada saat tidur. Dengan daya NusaMegah. “Kampanye Balifoam Go Green, dukung yang optimal, American Pillo mampu One Matrass One Tree dipilih PT Balifoam menghasilkan kenyamanan tidur dan NusaMegah sebagai bentuk corporate social membantu mengurangi masalah pada tulang responsibility dan sebagai perwujudan kebelakang. Apa pun pilihan Anda, sesuaikan pedulian perusahaan terhadap kelestarian kekerasan matras dengan kebutuhan agar lingkungan alam pada masa yang akan datang,” tubuh Anda bisa tidur secara nyaman dan imbuhnya. sehat,” paparnya. Soelinah Karena lokasi pabrik di Bali, pohon yang American Pillo mengeluarkan beberapa dipilih adalah pohon bakau. Jumat (9/9), sekitar tipe spring bed, antara lain Platinum Series, 250 karyawan PT Balifoam NusaMegah berpartisipasi dalam Grand Imperial Pillo, Imperial, Supreme, Superior, Ameripenanaman pohon bakau di Pantai Mertasari Sanur, dekat Pura can Teenager, dan American Kids Yellow. Dalem Pengembak. “Kami menanam 1.000 bibit pohon bakau Platinum Series merupakan produk yang memiliki kali ini,” ujar Soelinah. Selain penanaman bibit pohon bakau, keunggulan orthopedic (membantu terapi bagi kesehatan tulang PT Balifoam NusaMegah juga melepas burung, dan bersihbelakang). Seri ini menggunakan material intense fabric yang bersih di lingkungan sekitar Pura Dalem Pengembak. mengandung serat magnetik yang memperlancar peredaran Menurut Soelinah, di samping penanaman bibit pohon darah saat Anda tidur. Kombinasi antara high density foam bakau, kegiatan tanggung jawab sosial yang diadakan mereka dan bahan latex memberikan sensasi tempat tidur yang lembut tahun ini yaitu penghijauan di sekitar lingkungan perusahaan namun kokoh. Ini adalah produk yang sesuai bagi Anda yang serta memberikan pelatihan akuntansi bagi karyawan toko mengalami gangguan pernapasan/alergi. yang bermitra dengan PT Balifoam NusaMegah. “Kami “Kasur intense menggunakan multifilamen benang serat berharap, yang kami lakukan ini dapat memberi manfaat yang karbon ultra-halus. Setiap filamen berisi inti trilobal konduktif, besar di kemudian hari,” harap Soelinah. dibungkus dalam amplop pelindung nilon. Filamen karbon menangkap elektron dalam bahan sekitarnya dan melepaskan mereka ke udara pada tegangan rendah (dari 4.000 volt). Karena sesungguhnya, dalam perjalanan malam, tubuh dalam kontak konstan dengan berbagai bahan, seperti piyama, seprai, dll. Baik tubuh dan material ini terusmenerus diisi dengan listrik statis - sampai dengan 30.000 volt! Apabila kita ingin tidur yang benarbenar tenang, sangat jelas bahwa tegangan ini harus dibuang dan menurunkan voltase tanpa grounding. Intense menawarkan solusi untuk masalah ini. Jadi, tegangan harfiah mengalir dari tubuh, memungkinkan untuk lebih dalam, tidur dan lebih santai,” papar Soelinah. Selain itu, keseluruhan produk American Pillo merupakan perpaduan antara pegas berteknologi dan premium latex yang dibalut kain knitting yang lembut menghasilkan produk berkualitas yang memberikan kenyamanan tidur. “Produk kami juga non-allergic dan telah diakui Jajaran manajemen dan karyawan PT Balifoam NusaMegah saat acara penanaman kualitasnya dengan adanya ISO 9000-2001,” kata bibit pohon bakau di Pantai Mertasari Soelinah. –asp

Bagi Anda yang ingin mencari busana kerja yang murah dan berkualitas kini tak perlu khawatir. Divani Boutique menjawab semua keperluan Anda. Di sini tersedia busana kerja berbagai model masa kini, dengan warna dan ukuran. Harga mahal belum menjamin kualitas barang. Anda akan benar-benar mendapat busana kerja berkualitas ekspor dengan harga murah. Mulai dari kemeja pria, jas dan blazer wanita. Tersedia diskon. Silakan datang dan buktikan.

Alamat Divani Boutique Jln. A. Yani Utara No.200, Br. Dadakan Barat Jalan Tlp. (0361) 862 9338, HP 081 236 13 110


8

Tokoh

PENDIDIKAN

25 September - 1 Oktober 2011

Dongeng untuk Presiden 3

Bojog melihat sahabatnya, Irengan, disembelih hakim yang gemar minum tuak itu. Sambil mencucurkan air mata, sayupsayup didengarnya percakapan kedua hakim itu. “Bodoh benar monyet itu! Mana mungkin kita memenangkan Irengan, sebab Bojog kurus itu tak ada dagingnya.”

Pengadilan Tuak PADA suatu hari dua ekor monyet yang bersahabat kental, berekreasi ke dalam hutan. Nama kedua monyet itu, Irengan dan Bojog. Tiba-tiba Irengan yang gemar membaca sajak, mendapat ilham untuk mengarang. Setelah selesai, ia minta kepada Bojog untuk mengoreksinya. “Irengan!” seru Bojog tibatiba. “Mana mungkin daun sikapa berbeda dengan daun gadung!” Itulah pangkal perkara. Menurut Irengan tanaman berumbi itu berbeda jenis, tetapi

menurut Bojog, sama. Beda pendapat itu lalu meruncing menjadi pertengkaran, yang makin lama makin panas. Akhirnya keduanya sepakat untuk mengadukannya kepada hakim.

Kebetulan di dekat tempat itu ada dua orang manusia yang sedang asyik minum tuak. Kepada manusia itulah, kedua monyet itu menyerahkan perkara yang rumit itu. Tentu saja dengan sumpah dan janji sebagaimana pasal-pasal hukum yang berlaku. Salah satu pasal itu berbunyi, bagi yang kalah berperkara, dikenai hukuman mati. Sambil minum tuak, kedua hakim itu menimbang-nimbang perkara yang sederhana tetapi

Tumbuhkan Gemar Membaca di SD 3 Datah Membaca di Perpustakaan dan Ceritakan Isinya di Depan Kepala Sekolah

Perpustakaan di SD N 3 Datah

“Tangkap belut memang licin, dapat satu jangan dilepas. Kalau memang kalian rajin, tentu saja naik kelas”. Pantun itu dibuat Ni Kadek Aryani siswa kelas IV SD N 3 Datah, Abang, Karangasem. Pantun yang tertempel di sebuah papan di dinding luar kelas IV itu merupakan satu di antara puluhan pantun yang bernada sama, yakni semangat belajar menggapai masa depan. Terletak jauh dari perkotaan dan lokasinya yang tandus, bukan alasan bagi murid SD

dirumit-rumitkan itu. Ditemukan sebuah keputusan yang gemilang. Kedua hakim itu memenangkan Bojog. Sikapa dan gadung itu tak ada tersebut untuk selalu merasa tertinggal. Para guru sekolah yang berada di kaki timur Gunung Agung itu terus memacu anak didiknya untuk terus bersemangat belajar. Kepala sekolahnya, I Wayan Daging, menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya saat ini ibarat sawah dan ladangnya sendiri. Ilmu yang ia memiliki adalah teknologi yang digunakan untuk mengubah ladang itu. Meski kering, namun bisa dibasahi dengan kemauan menjadi yang lebih baik. Salah satu caranya, membimbing anak didik untuk rajin membaca. Di SD N 3 Datah, terdapat dua lokal ruang yang dijadikan perpustakaan yang cukup lengkap. Daging mengatakan isi perpustakaan berkat bantuan berbagai pihak, seperti orangtua siswa, alumni, hingga pedagang buku keliling. Siswa kelas VI yang nantinya tamat, diminta pihak sekolah meninggalkan kenangkenangan sebuah buku bacaan apa pun kepada sekolah. Sebaliknya, pihak sekolah juga memberikan kenang–kenangan kepada para siswa. Cara itu, cukup efektif. Beragam buku

Yudisium VIII D-2 IKIP PGRI Bali

Bimbingan Konseling segera Gelar Semiloka Pendidikan Karakter terakhir karena izin operasionalnya sudah selesai. DEWA Ayu Agung Yunita Dewi berhasil Namun, sudah diusulkan untuk mendirikan Program meraih predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,60 S-1 PAUD, karena IKIP PGI Bali sangat potensial dalam Yudisium VIII Program D-2 PGTK IKIP dan tenaga pengajar sudah memenuhi syarat untuk PGRI Bali, Jumat (23/9) di Hotel Nikki mendirikan S-1 PAUD. “Mudah-mudahan pada Denpasar. Dara cantik kelahiran Gianyar 20 2012 bisa terealisasi dan memenuhi harapan tahun silam ini mengaku bermodal percaya diri masyarakat untuk menempuh studi S-1 PAUD di dan ramah menghadapi segala hal termasuk IKIP PGRI Bali,” imbuh Rektor IKIP PGRI BAli dalam proses belajar-mengajar di Kampus IKIP Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. yang merintis PGRI Bali. Proses belajar-mengajar ini juga pendirian D-2 PGTK sejak tahun 2004 ini. dipermudah dengan perilaku dosen pengajar yang ramah dan tidak killer, sehingga tak ada jarak Di kepemimpinannya yang baru sebagai Dekan antara mahasiswa dan dosen. “Saya jadi bisa FIP, Dr. Adhiputra mengambil langkah strategis melakoni proses belajar-mengajar ini dengan dengan menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya santai. Dengan begini, semua pelajaran lebih bisa “Teknik dan Strategi Bimbingan dan Konseling terserap,” ujarnya. Sebagai lulusan terbaik, untuk Pendidikan Karakter” kerja sama IKIP PGRI setahun ke depan ini ia berencana untuk Bali dengan Universitas Negeri Malang (UNM), mengajar sembari mengumpulkan uang untuk 7-9 Oktober mendatang. Pesertanya mahasiswa kembali melanjutkan kuliah. BK, guru BK di SMP dan SMA se-Bali, serta pendidik di sekolah. Para guru BK diberikan satu Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) IKIP pengetahuan dan pemahaman baru bagaimana PGRI Bali Dr. A.A. Ngurah Adhiputra, M.Pd. Dekan FIP IKIP PGRI Bali Dr. A. A. Ngurah mengatakan, mahasiswa D-2 PGTK yang Adhiputra, M. Pd. berfose bersama lulusan strategi dan teknik BK dalam pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini digalakkan pemerintah agar diyudisium kali ini bisa melanjutkan ke jenjang terbaik Dewa Ayu Agung Yunita Dewi para siswa memiliki karakter yang baik. Materi yang lebih tinggi, yang relevan adalah Jurusan/ baru ini perlu mendapat perhatian para kepala sekolah agar nanti Bidang Studi Bimbingan Konseling (BK). “Karena, jika ke BK banyak mengirimkan gurunya dalam Semiloka “Pendidikan Karakter” yang mata kuliah yang sudah diakui. Mereka menjadi mahasiswa ampulen baru pertamakali digelar di Bali, setelah Malang ini. Semiloka ini juga dengan masa studi S-1 yang ditempuh cukup dua tahun untuk menjadi untuk meningkatkan kualitas/mutu mahasiswa FIP IKIP PGRI Bali sarjana bimbingan konseling,” ujarnya. Peluang guru BK ke depan terhadap perkembangan BK, sehingga apa yang diberikan para dosen pun dinilainya cukup luas. Berdasarkan pengamatannya, sekolah negeri maupun swasta di Bali masih kekurangan guru BK. Jumlah di IKIP PGRI Bali tak jauh berbeda dengan apa yang diberikan rasio guru BK dan siswa 1:150. “Bayangkan di sebuah sekolah dengan universitas negeri, sekalipun Undiksha, karena standar kurikulum siswa 3.000 hanya ada dua guru BK. Ini akan menjadi masalah. Saya IKIP PGRI nasional. Kerja sama IKIP PGRI Bali baik dengan juga menemukan di sekolah negeri, banyak pimpinan yang belum Undiksha maupun UNM ini sifatnya saling mengisi. Jika IKIP PGRI memahami peran BK di sekolah dan peran pimpinan terhadap guru membutuhkan pakar dalam hal memberikan konseling maupun yang BK. Di salah satu sekolah negeri saya melihat guru BK diangkat dari lain, IKIP PGRI akan selalu men-da-tangkan pakar dari PTN dan latar belakang non-BK. Ini kesalahan prinsip, sehingga akan yang lain, sehingga ke depan output FIP IKIP PGRI Bali adalah menyebabkan citra guru BK di mata siswa itu miring. Semestinya sesuai dengan harapan dan kebutuhan masya-rakat dalam memberikan tenaga guru BK di sekolah itu benar-benar dilatih untuk profesional layanan konseling profesional. melaksanakan konseling, bukan sekadar memberi nasihat atau yang IKIP PGRI juga akan melatih mahasiswa BK untuk memberikan lain,” paparnya. layanan terhadap masyarakat yang terinfeksi HIV/AIDS. Di IKIP Mahasiswa D-2 PGTK yang diyudisium ini merupakan angkatan PGRI Bali mahasiswa dilatih untuk memberikan layanan konseling tentang masalah HIV/AIDS. Karena itu, mereka berharap dukungan dan kerja sama Pemerintah Provinsi Bali bahwa output FIP IKIP PGRI Bali sangat potensial melahirkan konselor masalah HIV/AIDS. “Harapan saya sebagai Dekan FIP, agar melalui KPAD di provinsi maupun kabupaten/kota, mendukung program IKIP sebagai kelompok pendukung untuk membatu masyarakat dan pemerintah dalam mengurangi penderita HIV/AIDS di Bali,” ujarnya. –ten Yudisium VIII Program D-2 PGTK IKIP PGRI Bali dihadiri para pejabat rektorat dan yayasan. Tampak Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta dan jajarannya serta Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali IGB. Arthanegara dan jajarannya

bedanya. “Semisal berak mencret dan berak biasa. Keduanya kotoran, ‘kan?” demikian kata Hakim. Dari balik semak-semak,

I Wayan Daging

bacaan tersedia di perpustakaan itu. “Saat ini banyak siswa SMP di daerah ini memanfaatkan perpustakaan SD N 3 Datah untuk mencari referensi yang mereka butuhkan untuk kepentingan di sekolahnya. Dan, mereka boleh meminjamnya”, kata Daging. Selain itu, siswa SD 3 Datah di berbagai kesempatan seperti saat beristirahat jam pelajaran lebih banyak berada di perpustakaan. Mereka diarahkan untuk tiap hari mengunjungi perpustakaan. Yang harus

***** Demikian parahkah aparat pengadilan kita? Benarkah para hakim yang pintar menghafal pasal, membuat keputusan demi kepentingan pribadi? Mengapa seorang pencuri buah cokelat, masuk ke pengadilan dengan cara mulus, dan gampang benar mencarikan pasalnya? Dan, mengapa seorang koruptor kakap, sulit benar mencarikan pasal penjeratnya? Ada apa dengan bangsa ini? Bapak Presiden! Contoh dongeng tadi hanya segelintir dari banyak kisah rekaan yang diciptakan leluhur kita ratusan membuat mereka benar–benar membaca dan memahami isinya adalah mereka nantinya satu per satu diminta untuk menceritakan isi buku yang mereka baca, di sebuah balai bundar di sekolah itu, dan didengarkan langsung kepala sekolah. “Dengan cara itu, siswa dari kelas I hingga VI menjadi terbiasa mengunjungi perpustakaan dan benar–benar berupaya memahami apa yang dibacanya. Selain itu tiap siswa tiap minggu diwajibkan meminjam satu buku di perpustakaan”, katanya. Beberapa siswa, seperti Ni Komang Arisanti dan Ni Putu Listiya yang sekarang duduk di kelas III SD mengaku sudah terbiasa berada di perpustakaan. “Sudah terbiasa ke sini, nanti biar lancar bercerita di bale bundar, cerita sama Pak Daging”, celoteh Arisanti. Warga setempat ada yang membantu dengan memberikan bahan berupa kayu, kemudian pihak sekolah menjadikan kayu itu sebagai tempat buku–buku. “Coba lihat, hanya sedikit yang memang tempat asli buku-buku, sisanya kami buat sendiri di sekolah dengan

tahun sebelum Masehi. Ruparupanya peristiwa-peristiwa yang menimpa negara maupun kerajaan telah terjadi sejak zaman purba. Namun, seorang Presiden atau Raja tidak harus berhenti sampai di situ. Seorang Presiden atau Raja hendaknya tak henti-hentinya menegakkan keadilan. Diperlukan keberanian untuk membersihkan aparat pengadilan. Seorang pengadil tidak cukup berbekal kepintaran dan kecerdasan, tetapi harus bermoral dan menjunjung tinggi nilai keluhuran. Bagaimana membina negara hukum, kalau aparat negara dan aparat hukumnya gemar ‘minum tuak’. Pangkalnya adalah kejujuran. Kejujuran tidak bisa dinilai dengan uang. Ia adalah hati nurani yang suci yang tidak bisa diupah untuk mengatakan yang salah itu benar atau yang benar itu salah. * Made Taro Pengasuh Sanggar Kukuruyuk

bahan seadanya”, katanya. Dilatih Mengarang Di SD N 3 Datah terdapat 113 siswa dari kelas I hingga VI. Untuk membina dan mengembangkan kreativitas mereka, pengasuh tabloid anak-anak Lintang, Radio SWiB FM Bali, dan perpustakaan SD N 3 Datah Jumat (16/9) memberikan pelatihan mengarang kepada sekitar 65 siswa dari kelas IV, V dan VI. Pengasuh Tabloid Lintang Mas Ruscita Dewi mengatakan, mengeluarkan gagasan atau sebuah ide menjadikan sebuah tulisan, harus dilakukan dengan senang hati dan jauh dari kesan terpaksa. Menulis itu penting untuk menumbuhkan semangat belajar siswa. Setelah mendengarkan paparan teori mengarang, siswa yang mengikuti pelatihan diminta untuk mengarang atau menuliskan pengalamannya sehari– hari. Ada siswa yang bercerita membantu orangtuanya bekerja sehari–hari setelah pulang sekolah, ada juga yang menceritakan cita–citanya ingin menjadi pemain badminton tetapi terbentur sarana dan tempatnya yang tidak ada. —arya


TATA RIAS

A.A.A. Ketut Agung Gandeng Koran Tokoh

Beri Pelatihan Gratis pada IBI Denpasar

JUMAT (23/9), Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar dipadati ratusan bidan yang tergabung dalam organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Denpasar, mengikuti pelatihan tata rias gratis oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung bekerja sama dengan Koran Tokoh, Tim Penggerak PKK Kota Denpasar dan Viva Cosmetic. Kegiatan yang diisi dengan demo merias rias wajah untuk diri sendiri, membuat dan memasang sanggul Bali (pusung tagel) dan sanggul modern oleh Pimpinan LKP Dra. Agung Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M. itu dihadiri Ketua Pokja II TP PKK Denpasar A.A. Susasiyati dan Ketua IBI Denpasar Luh Putu Kertiasih, A.Md. Keb. SKM. LP Kertiasih mengatakan, tujuan 148 pelayan medis mengikuti kegiatan ini agar IBI Kota Denpasar juga memiliki suatu keterampilan di luar kebidanan. “Bidan juga ingin

tampil menarik. Meskipun penampilan sederhana, namun tetap cantik, sehingga dalam memberikan pelayanan kebidanan itu, pasien merasa senang. Dan, kita pun bisa memberikan contoh

pada pasien bahwa berpenampilan dan berperilaku hidup bersih dan sehat itu sangat penting. Dengan contoh itu, diharapkan pasien yang datang ke tempat praktik mengikuti apa

yang kita lakukan,” paparnya. Dari pelatihan ini banyak hal yang bisa didapat, seperti trik merias diri yang sederhana dan cepat. “Dengan pelatihan ini, akan kami teruskan belajar di rumah. Intinya, dengan berpenampilan sederhana, kami tetap menarik,” ujarnya. Materi tata rias untuk diri sendiri yang diulas Bu Agung secara lugas di hadapan para bidan itu diharapkan minimal para bidan bisa merias diri. “Mereka ini pelayan masyarakat di bidang medis. Jika pasien melihat wajah mereka yang segar, tentu pasien akan ikut segar dan cepat sehat,” ujar Bu Agung.

Sofie Garap Busana Ready to Wear zJuga Garap Busana Seragam NAMA Ahmad Syafiyulloh atau biasa disapa Sofie (42) dalam percaturan di jagat fashion tak asing lagi. Perancang asal Jember, Jawa Timur, ini dikenal keberaniannya dalam padu padan warna, dan tentu juga kreativitasnya. Main tabrak warna seolah menjadi kegenitannya. Kreasinya seperti tak pernah padam. Inspirasi bisa didapat dari mana saja, terutama lingkungannya, yang dituangkan dalam motif maupun corak warna serta rancangannya. Batik yang kini kian trendi tak luput dari perhatian Sofie yang pernah belajar mode di sekolah mode Susan Budiharjo Jakarta ini. Dengan batik Jember, beberapa waktu lalu dalam suatu pameran, Sofie menggelar belasan busana bertema “Bewitchment”, metamorfosis yang menciptakan ilusi dan kompromi dengan kepesatan teknologi. Busananya menonjolkan slim cut dan detail pada paduan kain yang menggunakan batik Jember tersebut. “Batik Jember itu punya ciri khas juga lho,” kata Sofie yang pernah meraih beberapa penghargaan di dunia fashion ini. Di antaranya sebagai semifinalis Concour Indonesia Des Jeunes Creatures De Mode, Jakarta. 1994, juara III Indonesian Fashion Competition, Duta Indonesia Asia Fashion Competition (1995). Tahun 2002 sebagai The Best 3 Winner Versi FTV and Moet & Chandhon Bali Fashion Week. Tahun 2005 runner up The Best Performance Bali Fashion Week. Dan, tahun 2007 mendapatkan Penghargaan Kreasi Busana Tenun Kategori Motif Terbaik dalam pergelaran Tenun

Tradisional Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan. Busana-busana ready to wear merupakan bidang garapnya selama ini. Produksinya dengan label Sofie Design, sedangkan busana anak-anak berlabel Sofie Kids. Busanabusana rancangannya bisa ditemukan di pelbagai gerai,

butik atau mal di Tanah Air khususnya di kota-kota besar. Meski banyak berkiprah dalam pembuatan busana ready to wear, dan juga busana pesta, pria kelahiran Jember tahun 1969 ini sering pula menggarap busana-busana uniform/seragam permintaan corporate/swasta. Yang terbanyak, busana kerja bagi

karyawan department store, di antaranya Pasar Raya, Metro, dan beberapa perusahaan ritail lainnya. Jumlah pemesanan memang ribuan karena beberapa supermarket besar juga memiliki cabang di banyak kota di Indonesia. Namun, membuat pakaian seragam yang tampaknya lebih simpel, juga memiliki

25 September - 1 Oktober 2011 Tokoh 9

Pimpinan LKP Agung A.A.A. Ketut Agung saat mendemontrasikan pemakaian busana adat yang baik dan benar untuk persembahyangan, kepada peserta pelatihan tata rias dari IBI Kota Denpasar, Jumat (23/9) di Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar.

Perawatan wajah ini perlu dilakukan dari dalam dan luar. Dari dalam bisa dengan mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran dan makanan bergizi. “Namun, itu saja tak cukup. Perlu dipadukan dengan perawatan dari luar

dengan pemakaian kosmetika,” imbuhnya. Di akhir acara, suasana kian riuh ketika Bu Agung memberi kesempatan pelatihan tata rias gratis sampai bisa kepada 20 peserta yang benar-benar

berminat. Saking antusiasnya, mereka berebutan mendaftarkan diri untuk mendapatkan tambahan skill yang akan langsung ditangani Bu Agung, pakar dan praktisi tata rias dan busana adat Bali ini.

A.A.A. Ketut Agung Latih Guru TK/PAUD Badung JUMAT (16/9) A.A.A. Ketut Agung juga melatih 300 guru TK/PAUD di Kabupaten Badung bertempat di Gedung Wanita Karya Graha Lumintang. Ratusan peserta yang dikoordinir Ny. Rai Arjana tersebut tampak antusias mengikuti pelatihan tata rias kerja bareng LKP Agung, Koran Tokoh, TP PKK Kabupaten Badung, dan disponsori Viva Cosmetic. “Dengan makin beberapa kendala. Di antaranya pemesanan bahan harus dalam jumlah besar, karenanya harus langsung ke pabrik mengingat jumlah bahan kain yang diperlukan cukup banyak. Industri tekstil pun menerapkan kuota pembelian, minimal misalnya, 5000 meter. “Padahal, kadang-kadang, jika yang diperlukan hanya pakaian seragam untuk ratusan karyawan, kuota minimal itu masih terlalu banyak, “ papar Sofie. Untung, sekarang ada beberapa industri tekstil yang bisa melayani pemintaan konsumen 2 atau 3 ribu meter. Pokoknya tidak terlalu besar pun dilayani. Soal tenggat waktu yang diminta pemesan kadang menjadi kendala bagi pembuat pakaian seragam. “Kami kan harus memperhitungkan tenaganya namun tetap dengan

banyak melatih dan memberikan pemahaman pemakaian busana adat Bali yang baik dan benar, membuat dan memasang sanggul Bali (pusung tagel), kami berharap budaya dan adat Bali akan terus ajeg tanpa tergerus mode,” ujar Bu Agung. Bagi masyarakat yang benar-benar ingin mengikuti kursus kecantikan, baik tata rias pengantin, tata kecantikan

‘Sofie’ Ahmad Syafiyulloh

kualitas yang baik, “ kata Sofie. Pakaian seragam yang dikenakan para karyawan atau komunitas profesi bukan sekadar persamaan identitas yang mudah dikenali. Menurut Sofie, pakaian seragam tak lepas dari pencitraan. Karena itu model atau desain busana

kulit, dan tata kecantikan rambut, namun tak mempunyai biaya, disediakan beasiswa dengan syarat dan ketentutan berlaku. Sedangkan, bagi masyarakat umum dapatkan diskon 50%. Yang berminat, silakan menghubungi Sekretariat LKP Agung, Jalan WR Supratman No. 303 A Tohpati, dan Jalan Anggrek No. 12 Kreneng, Denpasar, telepon 0361-233850, 7421987, 0811393602. maupun warna tak bisa ditentukan dengan mudah. Ada tahapan bagi perancang sebelum ia diserahi untuk menggarap busana seragam tersebut. Biasanya desainer akan melakukan presentasi dulu, mengompromikan keinginan perusahaan dan gagasan yang menurut perancang akan menjadi busana yang baik atau sesuai dengan pekerjaan/ profesi karyawan. Unsur kenyamanan juga menjadi pertimbangan agar aktivitas dalam kerja tidak terganggu. Bagi karyawan perempuan menggunakan setelan rok atau celana panjang, rancangan busana memakai sentuan etnik atau corak etniknya justru akan ditonjolkan, semua itu harus diperhitungkan secara serius. “Banyak elemen yang mesti dipertimbangkan dalam pembuatan pakaian seragam, “ ujar Sofie. —is


10

Tokoh

25 September - 1 Oktober 2011

BUMI GORA

Tampil Cantik Saat Peta Kapanca Tradisi Gadis Suku Mbojo Di masyarakat tradisional suku Mbojo, di zaman dahulu, sejatinya para gadis suku Mbojo, sangatlah sulit ditemui dalam pergaulan kehidupan seharihari. Mereka tidak sembarang boleh keluar rumah, terutama siang hari. Bisa dikatakan, gadis Mbojo tidak “dipamerkan”. Keberadaan mereka terbilang tertutup oleh tradisi yang disebut Nggempe. Nggempe artinya, hanya diam di rumah dan tidak ke mana-mana. “Dalam tradisi nggempe ini, siwe mbojo (gadis Bima), menjalani proses pingit sejak mereka aqil baligh atau dewasa,” ungkap Budi Abdurrahman, budayawan Dompu.

D

alam tradisi nggempe ini, para gadis Mbojo, melakukan kegiatan menenun yang disebut “Tete Muna”. Maka tidak heran, jika dalam kehidupan keseharian masyarakat suku Mbojo tempo dulu, selalu “diiringi” dengan irama tenun yang bersahutsahutan yang datang dari lotengloteng rumah penduduknya. Karena itulah, dalam masyarakat tradisional Mbojo, para perempuannya selalu memiliki keahlian menenun. Para gadis suku Mbojo menghabiskan sebagian besar waktunya sehari-hari untuk menetap di atas loteng yang sengaja dibuat oleh orangtuanya. Karena itu, loteng menjadi salah satu bagian ruang penting dalam arsitektur rumah suku Mbojo. Masyarakat terutama pendatang dari luar kampung, atau tamu hanya akan tahu berapa jumlah anak gadis yang nggempe dari pemilik rumah yang dilaluinya atau yang didatanginya, lewat suara alat tenun di atas lotengnya. Para pemuda biasanya mengidentifikasi ada gadis atau tidak dalam sebuah rumah, dari suara alat tenunnya. Mereka telah terbiasa mengindentifikasi suara satu alat tenun atau pun beberapa alat tenun. Jika suara alat tenunnya satu, maka ada seorang gadis di rumah tersebut. Namun, jika suara yang berasal dari beberapa alat tenunnya, bisa dipastikan pe-

milik rumah ini memiliki lebih dari satu anak gadis. Para gadis Mbojo tempo dulu, tidak sembarangan boleh turun dari rumahnya (rumah asli suku Mbojo adalah rumah panggung, karenanya untuk menyebut keluar rumah, selalu menggunakan istilah turun). Mereka hanya boleh muncul pada saat-saat tertentu, seperti buang air (dulu biasanya dilakukan di kali atau sungai), namun biasanya akan ditemani oleh saudara laki-lakinya atau orangtuanya. Aktivitas ini biasanya lebih sering dilakukan malam hari, kecuali dalam keadaan terpaksa. Demikian pula ketika para gadis ini melaksanakan tugasnya untuk mengambil air di sumursumur rakyat atau di mata airmata air untuk kebutuhan seharihari, pasti ada yang menemani. Mereka juga boleh turun dari rumah saat ikut dalam kegiatan sosial untuk membantu tetangga yang berhajat, itu pun ketika membantu ia mengerjakan pekerjaan dan berada di tempat yang tertutup. Usai menjalankan kegiatan-kegiatan ini, para gadis Mbojo, biasanya akan kembali naik ke atas loteng menjalani kehidupan nggempe-nya. “Kehidupan gadis Mbojo zaman dahulu begitu murni dijaga dan dibatasi oleh adat dan tradisinya,” kata mantan sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu ini. Uniknya, gadis Mbojo khu-

Gadis Mbojo di Dompu yang ikut dalam acara Peta Kapanca

susnya yang ada di Dompu, boleh keluar dan menampilkan dirinya secantik mungkin dengan dandanan sebaik mungkin, adalah ketika acara peta kapanca, yang digelar bagi calon mempelai perempuan yang akan menikah keesokan harinya. Kegiatan peta kapanca zaman dahulu di Dompu, digelar semalam suntuk. Berbagai kegiatan yang meramaikan dan memeriahkan acara tradisi ini akan mengundang perhatian masyarakat, terutama muda mudi untuk ikut menyaksikannya. Gelar seni hadrah dan seni tradisional lainnya, akan turut mengundang para gadis yang sedang dipingit. Saat gelar tradisi peta kapanca semalam suntuk inilah, waktu yang paling ditunggu oleh para gadis yang dipingit. Karena saat inilah, mereka diperbolehkan oleh orangtua maupun adatnya, untuk turun dari loteng dan keluar rumah serta menampilkan dirinya semaksimal mungkin, selama kegiatan berlangsung. Gadis sekampung itu, akan berlomba-lomba mendatangi lokasi acara dengan penampilan terbaik dan pakaian terindahnya.

Para pemuda yang memainkan hadrah biasanya bersemangat menabuhnya ketika banyak gadis berdatangan di acara tersebut. Para pemuda ini bermain hadrah di atas rumah panggung khusus dibangun yang merupakan mahar mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan, yang disebut “Uma Ruka”. Para gadis akan menampilkan dirinya secantik mungkin kala ini. Ia bisa berkali-kali pergi dan pulang ke rumah untuk berganti pakaian dan memperbaiki dandannya. Maka di zaman dahulu, gadis Mbojo di Dompu, yang ikut dalam acara peta kapanca, akan tampak berbeda dalam hitungan menit atau jam. Saat datang pertama kali ia bisa saja mengenakan baju berwarna merah. Sebentar kemudian, gadis yang sama bisa telah mengenakan pakaian berbeda dengan warna berbeda pula. Sesaat kemudian lagi, ia akan terlihat datang dengan pakaian berbeda dan berwarna beda lagi. Demikian seterusnya hingga acara usai. Kegiatan berganti baju yang disebut “cepe kani” ini bisa berlangsung sebanyak koleksi

pakaian yang dimiliki sang gadis dalam almarinya. “Jika perlu semua koleksi pakaian yang dimilikinya, akan dipakainya dalam satu malam kegiatan itu berlangsung,” lanjut budayawan yang kerapkali membawa misi budaya Mbojo dari Kabupaten Dompu ini dalam ajang-ajang gelar seni budaya di Jakarta. Dalam acara inilah, para pemuda dan pemudi bisa saling melihat satu sama lain untuk kemudian saling tertarik. Semacam ajang untuk menemukan jodoh yang diinginkan. Salah satu tugas orangtua adalah menikahkan anak-anak mereka dalam keadaan yang baik. Karena itulah, dalam tradisi suku Mbojo, khususnya yang ada di Dompu, tugas dan tanggung jawab orangtua salah satunya adalah menemukan jodoh yang cocok untuk anakanak mereka. Jika orangtua seorang pemuda menginginkan seorang gadis sebagai menantunya, maka ia akan segera menjalin komunikasi dan kedekatan dengan orangtua dan keluarga sang gadis. Dalam pada itu, antara orangtua akan mulai

berkomunikasi, yang disebut dengan istilah “Nari Ma Mpida”. Dalam bahasa Bima, Nari berarti pelan, Mpida berarti kecil sekali. Nari ma mpida dalam hal ini lebih kurang berarti berbisik secara pelan dan perlahan. Berbisik secara pelan dan perlahan dapat dimaknakan sebagai komunikasi awal yang dilakukan antara dua keluarga pemuda dan gadis, dalam menjajaki satu sama lainnya. Bisa juga bermakna adanya keinginan terpendam antara dua keluarga yang sudah sama-sama disampaikan dan mendapatkan kesepakatan awal lamaran yang dilakukan secara “diam-diam”. Ini berarti sudah terjadi perjodohan yang dikomunikasikan oleh sesama orangtua. Dalam hal perjodohan ini, belum tentu akan berlangsung mulus hingga ke pelaminan. Orangtua si gadis, tidak akan dengan mudah mengatakan iya dalam hal perjodohan ini. Melainkan, keluarga sang gadis secara adat dan tradisi boleh meminta waktu untuk menguji, melihat, mengamati dan mengawasi serta mengajarkan banyak hal terhadap calon menantu lakilakinya, yang disebut “Ngge’e Nuru”. Ini syarat yang harus dipenuhi oleh si pemuda yang bersangkutan dan orangtua serta keluarganya. Semacam kalimat yang dilontarkan orangtua si gadis kepada orangtua calon menantunya. “Ada baiknya, saya didik anakmu terlebih dahulu sebelum menjadi suami anakku”. Mereka selalu ingin memastikan bahwa calon menantu lakilakinya ini adalah Londo Dou Taho (berasal dari turunan yang baik dalam bersikap, berbuat dan bertanggung jawab). Lewat ngge’e nuru ini, orangtua si gadis, akan benarbenar memastikan bahwa sang calon menantu benar-benar lakilaki yang pantas untuk anak gadisnya. Laki-laki yang bertanggung jawab, laki-laki yang mulia yang bisa mengantar kehidupan rumah tangga anak gadisnya kelak, ke kehidupan yang baik dan terjamin lahir batin. Karena itulah, orangtua si gadis bahkan boleh mengajarkannya banyak hal, temasuk kegiatan-kegiatan semisal bertani dan bercocok tanam yang dilakukan oleh orangtua gadis itu. Diajarkan lebih banyak keterampilan. Saat ngge’e nuru, si laki-laki tetap berada dan tingga bersama

orangtuanya. Namun, dalam tingkah laku dan kebiasaan sehari-harinya, terus dipantau dan diawasi oleh orangtua dan keluarga si gadis. Menjalani ngge’e nuru ini membutuhkan waktu yang lama bahkan bisa sampai bertahun-tahun, hingga orangtua dan keluarga si gadis benar-benar percaya dan yakin bahwa si laki-laki dapat menjadi calon suami yang baik bagi anaknya. Telah adakah perubahan yang lebih baik dan apakah ia makin dewasa dalam pengamatan tersebut. Ngge’e nuru tidak selamanya berhasil sukses, karena bahkan ada yang akhirnya ditolak oleh orangtua si gadis, jika tampaknya selama masa “ujian” itu si laki-laki tidak dapat mengubah watak, perangai, tabiatnya atau bahkan gagal membuat dirinya makin dewasa, juga dilihat tidak mampu bertanggung jawab. Atau bisa juga, menurut penilaian orangtua si gadis, laki-laki tersebut akan gagal melindungi anak gadisnya kelak setelah berumah tangga. Dalam masa ngge’e nuru ini, orangtua laki-laki akan terdorong untuk bertanya dan mengomunikasikan kembali dengan orangtua si gadis, dalam sebuah musyawarah, apakah ngge’e nuru ini sudah cukup atau akan berlanjut? Istilahnya “Katuka ra Kadondoku?”. Katuka, artinya, mempersempit (apakah sudah cukup?) atau Kadondoku yang artinya masih berlanjutkah? Jika orang si gadis sudah benar-benar yakin pada calon menantunya itu, maka ia akan menjawab, Tahomenampa (mana saja keinginan orangtua lakilaki, kami terima), kira-kira maknanya seperti itu. Namun, jika merasa belum yakin, orangtua si gadis bisa menjawab masih membutuhkan waktu atau malah langsung menolaknya, dalam musyawarah tersebut. Patokan berakhirnya ngge’e nuru adalah ada di pihak orangtua si gadis, sudah mampukah ia meminang dan membawa anak gadisnya pada kehidupan rumah tangga yang baik dan layak. Sebagaimana dalam tradisi masyarakat suku Samawa dan Sasak di NTB, dalam adat dan tradisinya suku Mbojo juga menempatkan perempuan pada posisi yang terhormat, diberi kesempatan untuk menentukan pilihan hidupnya sesuai dengan keinginannya.—nik


KESEHATAN

Kisah Pasutri Buta yang Anaknya Normal Mengalami kebutaan bukan halangan bagi orang untuk mengarungi kehidupan. Bahkan, kebutaan bisa membuat orang menjadi lebih kreatif dan tegar. Walaupun awalnya sempat minder. Gusti Ayu Arini contohnya. rangtua baru tahu tiang tidak bisa melihat ketika usia 3 bulan. Setelah dibawa ke dokter, mata saya dinyatakan ada gangguan saraf,” ujar perempuan asal Tabanan ini. Ia pun menerima nasibnya sebagai penyandang tunanetra seraya mengaku sempat tertekan dan minder dengan kondisinya itu. Gusti Ayu, begitu ia akrab disapa, menjadi sangat tertutup. Ia lebih sering murung dan hanya diam di rumah. Usia 6 tahun, ia dibawa ke SLB Dria Raba. Bertemu sesama penyandang tunanetra, membuatnya mulai belajar bersikap terbuka. Namun, ketika libur sekolah dan pulang ke kampungnya, rasa minder kembali menerpanya. “Saya merasa tidak ada teman yang mau bermain dengan saya dengan kondisi cacat,” kenang Gusti Ayu.

25 September - 1 Oktober 2011 Tokoh 11

Orangtua Pembawa Sifat

K

Gusti Ayu dan Kondra

Sampai usia 19 tahun, Gusti Ayu tinggal di asrama SLB Dria Raba. Di sanalah ia bertemu dengan suaminya Made Kondra yang juga penyandang tunanetra asal Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Berbeda dengan keluarga Gusti Ayu yang sempat memeriksakan anak mereka ke dokter ketika usia tiga bulan, Made Kondra tidak pernah melakukan pemeriksaan ke dokter. Menurut penuturan laki-laki yang kini bekerja sebagai penabuh di hotel ini, keluarganya lebih percaya ke dukun. Justru pengobatan medis tidak dilakukan. Disamping itu, kata Kondra, ia berasal dari keluarga kurang mampu sehingga tidak ada biaya ke dokter. Ketika usianya menginjak 8 tahun, Kondra disekolahkan ke SLB Dria Raba. Di sanalah, ia baru tahu matanya mengalami

tkh/ast

kelainan saraf. Awal masuk ke SLB, Kondra mengatakan matanya masih bisa melihat tulisan di buku dari jarak 10 cm. Namun, lama kelamaan, makin kabur sampai akhirnya tulisan hanya terlihat seperti garis lurus. Setelah menikah, Gusti Ayu dan Kondra memiliki empat anak. Ia mengaku bersyukur, keempat anaknya lahir normal dan sehat. Tak satupun dari buah hati mereka yang mengalami kebutaan. Kebutaan juga tak menghalangi Gusti Ayu dan Kondra untuk berkomunikasi dan mengikuti perkembangan anakanaknya. “Sekarang zaman sudah canggih. Ponsel juga sudah mengakomodir keperluan untuk orang buta. Saya bisa sms dan memotret anak-anak,” ujar Gusti Ayu yang lihai memainkan jemarinya di ponsel ini. –ast,wah

Bumbu Dapur Pencegah Penuaan

ebutaan di Indone sia sudah menjadi masalah sosial karena angka kebutaan sudah mencapai 1,5%. Untuk itu, penanggulangannya harus dilakukan seluruh rakyat Indonesia. Menurut dr. Wayan Daryatha, Sp.M. (K), banyak penyebab kebutaan seperti katarak, glaukoma, kelainan reflaksi, dan gangguan saraf dan kornea. Yang paling penting diketahui masyarakat dan yang paling banyak menjadi penyebab kebutaan, katarak dan glaukoma. Konsultan dokter spesialis mata Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) ini mengatakan, tiap kekeruhan pada lensa mata disebut katarak mulai dari menurunnya penglihatan sampai kebutaan. “Katarak bisa diderita mulai dari sejak lahir. Penyebabnya, karena gangguan waktu hamil dan keturunan. Segala macam gangguan saat kehamilan bisa menyebabkan kecacatan. Penyebabnya bisa virus atau kandungan sempat digugurkan tetapi tak berhasil,” ujar Kepala Bagian Mata dan Ketua Komite Etik Medik RSU Puri Raharja ini. Ia mengatakan, katarak usia muda, erat kaitannya dengan keturunan. “Waktu lahir dia belum katarak, tetapi menjelang remaja ada kekeruhan yang tidak disertai keluhan,” ujar satu-satunya konsultan oftalmologi komunitas di Bali ini. Katarak bisa juga karena usia degeneratif. Begitu masuk usia 50 tahun kemungkinan terjadi katarak 50%. Usia 60 tahun bisa 60%. Usia 70 tahun bisa 70%. Ada juga katarak karena traumatika benturan dan kecelakaan, atau komplikasi panyakit kencing manis. Gangguan yang dialami mulai dari menurunnya penglihatan sampai pada kebutaan.

Menjadi tua identik dengan berkurangnya daya ingat. ningkatkan hasrat seksual. pikun dan munculnya penyakit degeneratif. Tampaknya, hal ini 2. Ginkgo (Ginkgo biloba) 4. Peppermint harus dicegah mulai dari sekaSebuah penelitian meng(Metha peperita) rang. Antaranews.com menguungkapkan bahwa konsumsi Dalam membantu proses tip dari care2 memberi inforginkgo dapat menambah pencernaan dan mengatasi masi mengenai beberapa manaliran darah ke otak, yang masalah yang terkait penuafaat bumbu dapur untuk obat merupakan organ paling an. Peppermint mengandung antipenuaan. Ada lima bumbu umum yang dipengaruhi antioksidan. Kandungan ini yang bermanfaat untuk antioleh penuaan. Penelitian di membantu mencegah kanker, penuaan. Eropa menunjukan konsumsi penyakit jantung dan penyadari ginkgo dapat membantu kit lain yang terkait dengan 1. Bawang putih orang yang mengidap penyapenyakit penuaan. (Allium sativum) kit Alzheimer dan demensia, sehingga orang akan lebih 5. Kunyit (Curcuma longa) Kandungan dalam bawang bersahabat dan waspada. putih dikenal bisa mengKunyit dapat digunakan unhadang virus dan baktuk mengurangi nyeri dan DI bedeng tempat tinggalteri.Tak hanya itu, bawang 3. Ginseng (Panax ginseng) inflamasi yang terkait penuanya, Sisca Dian Novianti (12) putih dapat mengurangi Menurut James Duke, sean. sebuah tim dari universibersama kedua orangtua dan kadar kolesterol dan memorang pakar herbal/tumbuhtas California,AS juga menebantu menurunkan tekanan an, konsumsi ginseng dapat mukan bahwa kunyit dapat adiknya menanti kesembuhan darah. Penelitian di Jepang memperbaiki keelastisan menghalangi dan menghan- kaki kanannya yang dihinggapi juga menemukan bahwa bakulit dan menguatkan otot, curkan lendir membran dari tumor. Sudah 10 tahun lebih wang putih memperlambat termasuk memperbaiki sisotak dikenal sebagai pemicu kaki kanannya yang membesar itu tak kunjung sembuh. Siswa penuaan seiring dengan tem pencernaan dan mepenyakit Alzheimer. kelas V SD itu tetap tegar meskipun kerap dijauhi kawankawannya. Kini, dengan gumpalan daging yang memberati kakinya dari atas tumit sampai paha, Sisca melewati hariharinya ke sekolah dan mengaji meskipun harus berjalan terpincang. Mereka bertempat tinggal di Jalan Gunung Wilis belakang

Dokter Daryatha

tkh/ast

Ia menyebutkan, ada dua jenis kebutaan, sosial dan ekonomi. “Kebutaan sosial, apabila seseorang buta karena katarak dimana tajam penglihatannya hanya bisa menghitung jari kurang dari tiga meter. Dia sudah tidak mampu bersosialisasi. Kebutaan ekonomi, apabila seseorang tidak bisa menghitung jari lebih dari enam meter,” papar Pemilik Klinik Bali Charisma Usada ini. Bagaimana penanggulangannya? Ada dua indikasi kapan sebaiknya melakukan operasi katarak. Indikasi medis, apabila seseorang sudah mengalami kebutaan sehingga perlu dioperasi agar tidak berlanjut. Ini disebut sebagai pencegahan. Indikasi sosial, operasi dilakukan ketika diperlukan. Misalnya, seorang mahasiswa membutuhkan penglihatan yang lebih baik. Dia belum masuk kategori kebutaan, tetapi membaca saja sudah susah. Artinya, seseorang membutuhkan penglihatan lebih baik sesuai kebutuhan pekerjaannya. Penyebab kebutaan lainnya, glaukoma yang merupakan kumpulan beberapa keadaan yang disebut sindroma seperti adanya kerusakan pada saraf

penglihatan, penyempitan lapang pandang, dan peningkatan tekanan bola mata. Pada kasus lain, ada juga glaukoma yang tidak disebabkan karena peningkatan tekanan bola mata. Hanya lapang pandangnya sudah menyempit. “Salah satu contoh kasus, saat menyeberang jalan, kita masih bisa melihat mobil-mobil yang melintas di samping. Sementara bagi penderita glaukoma, mereka tidak bisa melihat ada kendaraan yang melintas, tiba-tiba saja mobil sudah menabraknya saat menyeberang jalan,” ujarnya. Sebagai pencegahan, ia menyarankan, ketika memasuki usia 40 tahun sebaiknya setahun sekali memeriksakan tekanan bola mata. Kalau kecenderungannya tinggi, bisa memeriksakan mata tiap enam bulan, tiga bulan, sebulan atau seminggu sekali. Tekanan bola mata normal harusnya berada di bawah 20 milimeter hg. Apabila sudah lebih dari 20, itu sudah disebut tekanan bola mata tinggi bisa menjadi salah satu penyebab penyakit glaukoma. Awalnya bisa dengan pengobatan, tetapi kalau sudah parah perlu ditangani dengan operasi. Penyebab glaukoma, keturunan atau komplikasi kelainan mata karena infeksi. Katarak bisa menyebabkan glaukoma, begitu juga sebaliknya glaukoma bisa mengakibatkan katarak. Bayi baru lahir bisa mengidap glaukoma karena gangguan saluran air dalam mata. Kebutaan waktu lahir yang disebabkan karena keturunan tidak berarti langsung diturunkan. Orangtua bisa sebagai pembawa sifat. Apabila pembawa sifat bertemu dengan pembawa sifat maka muncullah kebutaan karena keturunan. Cara pencegahannya, hindari perkawinan keluarga dan

lakukan pemeriksaan pranikah. Dalam rangka penanggulangan kebutaan, rumah sakit perlu pendekatan ke masyarakat. Banyak masyarakat miskin berada di perdesaan. Bagaimana upaya kita membawa rumah sakit dengan kelengkapan operasi sedekat mungkin dengan masyarakat. Target orang buta miskin yang tinggal di desa sehingga diperlukan mobil klinik mata keliling dan operasi katarak. Upaya ini, untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Hal ini kata dia, harus melibatkan semua pihak mulai dari tenaga profesional yang punya kompetensi, punya kepedulian sosial, dan yang tak kalah penting mampu bekerja sama. Pemerintah juga harus mampu memfasilitasi dengan regulasi kebijakan dan komitmennya kepada masyarakat yang miskin di desa. Sektor swasta juga ikut berperan dalam kegiatan CSR, LSM seperti YKI yang turut berperanserta dalam penanggulangan kebutaan, dan peran masyarakat. Pemberdayaan masyarakat diperlukan, sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah kesehatan yang ada. “Kalau melihat ada masyarakat yang mengalami kebutaan atau infeksi mata, perlu datang ke puskesmas. Hal-hal seperti ini yang harus dipahami semua masyarakat. Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan diharapkan mampu menarik masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya ketika mengalami gangguan,” ujarnya. Mencegah gangguan pada organ penglihatan, ia menyarankan, biasakan menjaga kebersihan mata. Menghindari sesuatu masuk ke mata, termasuk trauma pada mata. Mata jangan dikucek-kucek, atau saat mandi jangan sering disiram air. Selalu makan yang sehat dan bergizi, terutama saat hamil. Virus morbili yang menyerang waktu hamil, tidak hanya bisa mengenai jantung, bisa juga mengakibatkan gangguan mata. Untuk itu, pemeriksaan rutin saat hamil perlu dilakukan termasuk tambahan pemberian vaksin vitamin A, dan vaksin antivirus. —ast

Sisca Dian Novianti Tegar dengan Tumor di Kaki

Bawang putih

Ginseng

Terminal Tegal, Denpasar, menempati rumah di tanah wakaf milik sebuah yayasan. Rumah tersebut ditempati secara cuma-cuma sebagai upah menunggui tanah wakaf. Ayah Sisca, Suhadak, tak pernah surut berupaya mencari cara untuk kesembuhan anaknya. Hanya dengan menarik odong-odong dan berjualan es buah, pendapatannya tidak mungkin untuk membiayai pengobatan anaknya. Ibunya, Indimah, pun tidak tinggal diam. Ia menjadi pengasuh anak keluarga lain. Derita panjang Sisca ini, menurut Indimah, bermula

sejak Sisca umur satu tahun. Saat itu, ia mendapati tubuh anaknya panas dan ditemukan ada benjolan kecil di telapak kakinya. Ayahnya memberinya obat seadanya ditambah pijitan-pijitan di sekitar benjolan. Suatu hari Suhadak sadar, kaki anaknya mengalami perubahan tidak wajar. Benjolanya makin membesar dan meluas. Sisca yang sudah beranjak besar pun kerap mengeluh jika kakinya terasa sakit dan badannya panas. Suhadak dan istrinya hanya memijit kaki Sisca dengan minyak boreh. Karena makin membesar dan meluas, tindakan operasi harus dilakukan. Mereka bersyukur, ada orang-orang dermawan, termasuk gurunya, yang mengulurkan tangan untuk biaya operasi Sisca. Operasi pertama dilakukan dengan sedikit pembedahan di sekitar telapak kaki. Ada cairan yang disedot, warnatkh/nang nya kuning kehitamSisca Dian Novianti an. Tidak ada tindak Demikian pula setelah lanjut pascaoperasi. Derita Sisca operasi kedua. Kali ini bertidak berubah. bekal kartu anggota Jamkesmas. Hasilnya sama, tumor di kaki Sisca masih betah mengeram. Sisca dan keluarganya hanya bisa pasrah. Karena sering sakit, Sisca tidak naik kelas dua kali. Kini, dengan langkah terseok, Sisca tetap bersemangat berangkat ke sekolah dan mengaji. Kedua orangtuanya tetap mengupayakan agar anaknya bisa sembuh. “Saya ingin jadi dokter, mohon doanya Om...,” ujar Sisca kepada wartawan Koran Tokoh. —nang


12

Tokoh

25 September - 1 Oktober 2011

Perang Tipat Bantal di Kapal

AKHIR-AKHIR ini ratusan hektare sawah di Bali mengalami gagal panen akibat kekeringan yang berkepanjangan. Berbeda halnya dengan petani di Desa Adat Kapal, yang justru saat ini mengalami panen raya.

H

asil panen yang melimpah ini diyakini sebagai dampak pelaksanaan tradisi aci rah pengangon berupa perang tipat bantal yang dilaksanakan setahun sekali. Tahun ini ritual ucapan terima kasih kepada Tuhan itu dilaksanakan Selasa (20/9) bertepatan dengan kerta masa (masa panen) para petani di desa yang berada di Kecamatan Mengwi, Badung, itu. Kelian Subak Tegan, Desa Adat Kapal, I Made Nuada, menjelaskan, sejak tahun 2003 saat ia didaulat menjabat kelian subak, di Kapal belum pernah gagal panen. Saat ini luas areal subak Tegan 183 hektare dengan 870 krama. Hasil panen satu hektare lahan berkisar 8 ton. Melalui prosesi perang tipat bantal dan ngusaba jelijih lambih ini, para petani mengucapkan terima kasih atas keberhasilan panennya yang

melimpah. Hasil panen dalam bentuk makanan olahan yakni tipat dan bantal dikembalikan ke sawah dengan harapan menjadi benih dan sumber kehidupan. Kelian Desa Adat Kapal A.A. Gede Dharmayasa menambahkan, daur ulang pertemuan antara tipat dan bantal ini merupakan simbol benih kehidupan. Tipat atau ketupat yang merupakan olahan makanan dari beras yang dibungkus janur muda berbentuk segi empat merupakan simbol energi wanita. Bantal yang merupakan penganan dari beras ketan dibungkus janur muda dan berbentuk lonjong merupakan simbol energi lakilaki. Dalam konsep Hindu, energi wanita dan laki-laki ini disebut purusha dan pradana. Pertemuan antara kedua energi ini diyakini memberikan kehidupan semua makhluk. Prosesi perang tipat bantal dilaksanakan dua tahap. Perang dilaksanakan sekitar 15 menit di jaba tengah pura desa oleh sebagian warga pria dengan bertelanjang dada. Dalam prosesi ini masyarakat terbagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok dibekali tipat dan bantal.

SEKITARKITA

‘Bali Orange Fun Bike’

Salah satu tradisi aci rah pengangon berupa perang tipat bantal, Selasa (20/9) di Kapal

Mereka saling melemparkan tipat dan bantal ini ke kelompok lain. Salah seorang warga membawa tikar. Tikar ini diusung sebagai alas untuk mendapatkan sumber benih kehidupan dari lemparan bantal yang tepat mengenai tipat. Inilah yang digunakan sebagai sarana ngusaba jelih lambih. Selanjutnya perang tipat bantal dilanjutkan di depan Pura Desa dengan melibatkan ribuan warga desa adat Kapal. Perang berlangsung sekitar 30 menit diiringi suara gamelan. Usai perang, tampak jalan raya di sekitar areal pura lengket oleh tipat dan bantal yang hancur saat perang. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, pihak desa adat langsung membersihkannya

saat itu juga.

tkh/pras

bagaimana Kebo Iwa merestorasi candi tersebut. Pada suatu saat, Desa Kapal mengalami paceklik panen yang mengakibatkan kekacauan dalam kehidupan masyarakat. Risau atas keadaan ini, Ki Kebo Iwa memohon jalan keluar kepada Sang Pencipta dengan melakukan yoga semadi di Kahyangan Bhatara Purusada. Tatkala melaksanakan yoga semadhi beliau mendapatkan sabdha dari sang Hyang Siwa Pasupati untuk melaksanakan aci rah pengangon dengan sarana menghaturkan tipat bantal sebagai simbol purusha dan predhana untuk melahirkan sumber kehidupan. Dalam sabdha ini pula diperoleh perintah agar masyarakat Kapal tidak menjual tipat karena tipat adalah simbol energi feminisme atau ibu pertiwi. Akhirnya dilaksanakan aci rah pengangon di Desa Kapal sehingga desa ini makmur dan tentram. Hingga kini tradisi itu tetap dilaksanakan dalam wujud perang tipat bantal —tit

PT Pos Indonesia (Persero) bersama Ikatan Sepeda Pos Indonesia (ISPI) menyelenggarakan Bali Orange Fun Bike (BOFB) di Bangli (2/10) dengan target peserta sebanyak 15.000 pesepeda serangkaian peringatan “Pos Indonesia 265 Tahun Satukan Nusantara”. BOFB juga dimaksudkan sebagai ajang promosi PT Pos Indonesia (Persero) bersama mitra kerja agar lebih mendekatkan eksistesi korporasi yang telah berusia 265 tahun kepada masyarakat luas. Dalam kegiatan ini tak hanya bersepeda, ada beberapa acara lainnya, yakni penandatanganan perjanjian kerja sama dengan beberapa mitra kerja, penyerahan bibit pohon kepada pemerintahan daerah, penyerahan secara simbolis pinjaman modal kerja, bantuan kepada rumah ibadah serta dan sumbangan pendidikan. Selain itu akan dilakukan pula peresmian Submarine Mailbox (Kotak Pos Bawah Laut) disertai pemecahan rekor Muri. Peresmian Submarine Mailbox juga diikuti penandatanganan Sampul Peringatan, simbol kepedulian PT Pos Indonesia (Persero) terhadap lingkungan khususnya konservasi biota laut. Panitia juga menyediakan door prize berupa satu buah rumah, satu mobil Toyota Avanza, 10 sepeda motor, 49 keping emas, 20 sepeda MTB dll. Peserta BOFB dipungut biaya pendaftaran Rp 35.000 dan memperoleh kaus, minuman, kudapan serta asuransi kecelakaan. —ard

XL Luncurkan “Xmua 49”

tkh/pras

tkh/pras

Jangan Jualan Tipat Asal-muasal tradisi perang tipat bantal ini dijelaskan dalam catatan sejarah kuno berupa lontar-lontar. Salah satu di antaranya, lontar Tabuh Rah Pengangon milik salah seorang warga desa Kapal, Ketut Sudarsana. Secara singkat dijelaskan, ketika Asta Sura Makin banyaknya masyarakat Indonesia yang memerlukan Ratna Bhumi Banten menjadi layanan akses ke jaringan internet dan berbagai layanan data raja di Pulau Bali menggantimembuat PT XL Axiata Tbk (XL) berkomitmen untuk kan kakaknya, Shri Walajaya mempermudah harapan masyarakat. Untuk itu, XL meluncurkan Kertaningrat, yang meninggal program “Xmua 49” yang menawarkan kemudahan untuk tahun Isaka 1259 atau tahun mengakses internet dan layanan data, antara lain berupa Paket 1337 masehi, beliau mengangBlackBerry dan Internet Unlimited. Peluncuran berlangsung di kat seorang patih bernama Ki Grand Indonesia, Jakarta, pecan lalu. Direktur Marketing XL, Kebo Taruna atau lebih dikeJoy Wahjudi mengatakan, hampir semua kalangan dalam masyarakat Indonesia kini makin akrab dengan internet. Karena nal Ki Kebo Iwa dan memiliki itu tidak ada alasan lagi bagi XL untuk tidak mempermudah seorang mahapatih bernama Ki masyarakat dalam mendapatkan akses layanan internet. Melalui Pasung Grigis. Diceritakan paprogram “Xmua 49” ini ia berharap makin luas dan maksimal da masa itu sang raja mengutus pula manfaat positif internet bisa dipetik masyarakat untuk sang patih untuk merestorasi mendukung berbagai bidang aktivitas. Untuk XL BlackBerry, candi di Kahyangan Purasada program “Xmua 49” ini menawarkan paket berlangganan XL yang ada di desa Kapal. BlackBerry Full Service hanya Rp 49 ribu /30 hari selama 3 Tahun Isaka 1260 atau bulan pertama. Ada juga paket berlangganan XL Internet Untahun 1338 masehi berangkatlimited dengan harga Rp 49 ribu/30 hari paket bundling lah Ki Kebo Iwa diiringi PaBlackBerry Bold 9900 Smartphone dengan cicilan Rp 490 ribu/ sek Gelgel, Pasek Tangkas, bulan selama 12 bulan. —wah Pasek Bendesa dan Pasek Gaduh, menuju Kahyangan Purusada. Sebelumnya, mereka Berubah Positif..................................................................................................dari halaman 1 menuju Desa Nyanyi untuk mengambil batu bata sebagai Area Sales Manager di sebuah lawan bicara terhadap pembi- Bali, Medan (Sumatera), Balikbahan untuk merestorasi candi perusahaan multinasional Area caraan. Terkadang tidak mudah, papan (Kalimantan) dan area Fotografer pun terkena lemparan tipat dan bantal Anak-anak pun turut membersihkan tempat usai perang tipat bantal tersebut. Tidak dijelaskan, Coverage Bali, Medan, Balik- namun coaching juga merupa- industrinya di Batam. “Proses ini papan dan Batam (empat ca- kan seni dalam pengembangan dilakukan secara reguler untuk bang utama bisnis logistik di In- SDM. Melewati segmen denial, memastikan individual developAsty Ananta.................................................................................................................................................................dari halaman 1 donesia) ini dalam perusahaan kita masuk ke periode accep- ment berjalan dan tujuan tim besar ataupun korporasi besar, tance, yakni penerimaan sese- serta pertumbuhan bisnis yang sebuah teknik stimulasi selular istilah coach ini sangat sering orang terhadap suatu kondisi direncakan dapat tercapai,” ucap konsumen Impressions bisa yang eksklusif dengan stimulasi terdengar. Sesi people develop- atau situasi yang harus diubah lulusan D-3 Pariwisata dan S-1 melakukan perawatan dengan mekanik (mechanostimulation) ment atau team development secara signifikan. Pada tahap Ekonomi Unud dengan predikat mesin endermolab di studio jaringan ikat dan otot. Teknik mempunyai korelasi yang kuat ini, seorang coach dan timnya, cum laude ini. mana pun di Indonesia. ini diciptakan oleh LPG Prancis dengan sesi coaching. “Kalau wajib memiliki pemahaman, Public Relations Manager Coaching menurut pewara melalui berbagai riset ilmiah pun hal ini lantas tereksplorasi, cara padang dan terjemahan sa- berbahasa Inggris-Indonesia ini Impressions dr. Riri Elmarina, oleh beberapa profesor, dan karena secara tidak sadar proses ma terhadap suatu kondisi,” sesungguhnya dapat diaplikasiM.Kes. mengatakan, sesuai demerupakan teknik anti-aging coaching bisa kita lakukan di papar penerima berbagai peng- kan di mana saja. Ibu-ibu pun ngan moto Impressions rampserta pelepasan lemak yang mana saja,” cetus perempuan Bali hargaan se-Asia Pasifik ini. ing tanpa efek samping, tidak mempunyai potensi besar untuk 100% natural. ada suntik, operasi, mesin ini pertama yang masuk jajaran area Menariknya dikatakan menjadi coach yang andal. Endermologie mencakup sales manager termuda ini. sangat aman untuk menghanErika dari pemahaman yang Dalam kehidupan sehari-hari Di rumah misalnya, oleh sama, hingga akhirnya menuju kita semua mengenal life coach. beberapa aplikasi untuk kecancurkan selulit di bawah kulit. “Pemakaiannya sangat praktis tikan wajah dan tubuh, yaitu seorang ibu rumah tangga. “Se- action plan yang sama-sama Bisa siapa saja, bahkan dua dari karena konsumen hanya berlipomassage dan endermolift. orang coach memerlukan kesa- disetujui. “Eksekusi dari action tiga life coach adalah perembaring dan terapis akan bekerja Prinsip kerja mechanostimu- baran ekstra untuk memberikan plan tentu akan berbeda sebab puan. Coach di kantor, di rumah secara profesional. Konsumen lation ini adalah stimulasi sinyal arahan, memilih bahasa yang tiap orang mempunyai cara dan untuk anak-anak atau pun untuk hanya akan merasakan seperti mekanis terhadap jaringan ikat sederhana agar lawan bicara kecepatan yang berbeda. suami agar selalu tersenyum dipijat,” jelasnya. yang menghasilkan respons bio- lebih cepat mengerti apa yang Openess to learn adalah tahap- dan semangat menciptakan perdisampaikan. Seorang coach an berikut di mana seorang ubahan dan bertumbuh yang Asty Ananta mengatakan, tkh/ast logis. Lipomassage menghasilAsty Ananta di mesin endermolab sebagai entertainer, ia ingin kan respons biologis berupa pula terkadang harus turun un- coach bisa memindahkan skill lebih baik. Kini ia merasa telah memiliki selalu menjaga penampilannya lebihan lemak di tubuh seperti rina, hasilnya memang tidak bisa aktivasi lipolisis, sementara en- tuk duduk sama rata mencoba yang dimiliki kepada seseorang dengan baik. Ia selalu ingin ke- lengan, paha, perut, atau bo- instan, semua perlu proses. dermolift menghasilkan respons melihat dan berpikir dari sisi sebab tahap ini adalah keter- alat untuk menginspirasi orang lihatan segar dan bugar setelah kong. Tidak ada suntikan dan Namun, kata dia, karena lang- biologis berupa aktivasi fibro- lawan bicara. Ia mesti menemu- bukaan seseorang untuk mene- memiliki motivasi kuat mau menjalani berbagai aktvitas tanpa efek samping. sung pada sasaran untuk meng- blast. Hasil dari semua perawat- kan angle bicara serta dari sisi rima knowledge dan coach menggali apa yang mereka rasa yang padat. “Saya ingin menAsty Ananta mengatakan, ia hancurkan lemak di bawah kulit, an ini melalui aksinya terhadap mana ia akan memulai,” tutur feedback. Menerima dengan paling berarti dalam pekerjaan posisi pikiran dan vibrasi yang atau karyanya. Membagi inspirasi capai ketenangan dan hasilnya merasakan sensasi yang berbeda hasilnya bertahan dalam jangka kualitas jaringan adalah per- ibu tiga anak laki-laki ini. Lebih lanjut Erika menyata- positif demi mencapai tujuan tersebut dengan orang lain di nyata. Pada saat terapis bekerja, setelah menjalani perawatan panjang. Proses pembakaran dan baikan dan mencegah penuaan saya hanya berbaring dan sa- dengan mesin ini. “Mulai dari ke- penghancuran lemak di bawah dan penumpukan jaringan lemak. kan, umumnya akan terlihat yang sama, yakni perubahan ke tempat kerjanya. Karena itu, ia beberapa segmen dalam proses depan yang jauh lebih baik dan pun menyakini life coach adalah king enaknya dipijat saya malah pala sampai kaki, sehingga kulit dikeluarkan sendiri oleh Ia menyarankan, kalau ingin ini. Di antaranya adalah, denial positif pula,” ujar Erika yang teman baik, manajer, atau pun sering ketiduran,” ujarnya sekujur tubuh terasa sangat bugar tubuh melalui keringat dan menurunkan berat badan harus atau suatu kondisi di mana saat bekerja memilih tampil de- pasangan hidup. “Dengan metode sembari tertawa. Hanya dengan setelah melakukan perawatan buang air secara alami. ada motivasi dari diri sendiri. lawan bicara memiliki resistensi ngan blazer dan celana panjang life coach, bersama kita lihat dan waktu satu jam sambil ber- dengan mesin endermolab. DeMesin baru ini mengguna- Selain itu, dengan menjaga be- yang tinggi terhadap area of im- warna cenderung gelap ini. rasakan perubahan positif dan lebaring, konsumen akan menik- ngan satu mesin bisa untuk se- kan teknik endermologie yang rat badan sejak dini, otomatis provement atau sisi negatif yang Coaching ini, telah dilaku- bih bermakna yang akan terjadi,” mati perawatan yang nyaman muanya, baik perawatan wajah noninvasive, nonagresif, aman penyakit-penyakit yang timbul perlu diubah. “Di segmen ini, kannya sejak lama dan kini ber- pungkas perempuan yang juga didengan mesin endermolab. dan badan,” tambahnya. tanpa efek samping dan 100% ketika usia tua bisa dimini- kami punya tantangan untuk lanjut melakukan professional kenal sebagai presenter Balivision Mesin ini akan fokus pada keMenurut Dokter Riri Elma- alami. Endermologie adalah malisir. —ast bisa mengubah cara pandang coaching kepada timnya di di TVRI Denpasar ini. —ard

PNS Perlu...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................dari halaman 2 Perilaku Kita Suka Meniru Secara naluriah, dalam bertindak, masyarakat selalu membandingkan dengan orangorang di sekitarnya, menjadikannya sebagai acuan atau contoh dalam bertindak. Kita suka meniru apa yang orang lain lakukan. Kebiasaan meniru orang lain ini terkait erat dengan naluri primitif kita untuk bertahan hidup, keinginan untuk menghindari kesalahan, dan efisiensi kognitif agar tak perlu lagi banyak berpikir dalam bertindak. Wayan G. Santika

Persulit Perilaku Egoistik Saya setuju perilaku naik Trans Sarbagita ini perilaku tidak mementingkan dirisendiri, karena mereka menanggalkan kenyamanan dan kesenangan mereka untuk hal lain yang lebih besar berupa kota tak macet, polusi berkurang, sehingga semua merasa lebih nyaman dengan pengorbanan kepentingan pribadinya. Dengan naik mobil pribadi, berarti mengutamakan kepentingan dan kenyamanannya di atas ke-

pentingan orang lain, di atas kemacetan dan polusi yang ditimbulkannya. Intinya, cara untuk memperbaiki keinginan orang untuk naik Trans Sarbagita ini, dengan mempermudah semua hal yang bisa membuat orang naik Trans Sarbagita, sekaligus mempersulit perilaku egoistik yang mementingkan dirinya sendiri. Misalkan, dengan menaikkan pajak kendaraan bermotor atau ongkos parkir. Jika itu dipersulit, kemudian ada dana terkumpul dari pajak-pajak itu, itu bisa dimanfaatkan terus untuk kenyamanan Trans Sarbagita. Intinya, jika Anda egois Anda harus bayar mahal. Jika Anda mengutamakan kepentingan umum Anda bisa bayar murah. Wayan G. Santika

Bangun Sarana Kemudahan Kemudahan-kemudahan naik Trans Sarbagita ini perlu ditambahkan seperti pengadaan jembatan penyeberangan, trotoar yang nyaman yang tak terganggu pedagang kaki lima atau mobilmobil yang parkir di atas trotoar. Sehingga, pejalan kaki yang mau ke halte tidak harus turun ke badan jalan berbagi ruas jalan de-

ngan pengendara mobil, dan itu Mahal karena tak aman. Perlu juga angkutan pengumpan ke halte yang ramai, Pentingkan Diri Sendiri Jalur khusus busway memsehingga orang-orang bisa memanfatkannya, seperti ojek, atau persulit pengendara mobil pribadi dan mempermudah peangkot-angkot kecil. Wayan G. Santika ngendara Trans Sarbagita atau Trans Jakarta itu. Jika Anda tidak mementingkan diri sendiri Bukan Jalur Khusus Anda kami permudah. Itu salah Pengalaman saya naik Bus satu contoh busway tadi. KaSarbagita, disuruh cepat-cepat rena mobil, BBM, dan parkir naik. Alasannya, karena tidak masih murah. Kita harus paksa naik di halte. Ternyata ini jatah mereka membayar lebih mahal bus-bus yang lain. Harganya karena mementingkan diri senmemang murah, hanya saja diri. Jika tak ingin bayar mahal, permasalahannya adalah halte- naik Trans Sarbagita. nya. Jika di sepanjang jalan ada Wayan G. Santika beberapa halte, dan kita ingin naik Bus Sarbagita tinggal pindah Harga Mahal tetap halte agar tak terjadi rebutan Banyak Pembeli penumpang dengan bus lain. Tidak optimal Bus Sarbagita ini Kendaraan di Bali itu bauntuk mengurangi kemacetan. nyak. Walaupun pajak ditinggiKarena, jalan yang dipakai jalan kan, harganya mahal, tidak berumum bukan jalur khusus. Jika imbas. Karena, pemilik kendajalan macet, tetap saja Bus raan di Bali banyak yang bukan Sarbagita ini tak bisa lewat. orang Bali, orang luar negeri. Kendaraan yang sudah terbeli Jika pemerintah pusat melarang harus dikemanakan jika tak mobil luar negeri masuk, mungdipakai. Artinya, dengan adanya kin bisa tak begitu macet. Bus Sarbagita, tak mengurangi Made Bimasena kendaraan yang sudah terbeli. Otomatis kendaraan tang sudah Lengkapi Fasilitas terbeli itu tetap lalu-lalang di jalan Kemudahan yang dilalaui Bus Sarbagita. Urbanisasi adalah tren gloBecik

bal/dunia. Di mana-mana penduduk pindah dari desa ke kota. Ada peneliti kependudukan yang mengatakan tiap minggu ada sekitar satu juta penduduk berpindah dari desa ke kota. Itu tren global. Sejak 2007, jumlah manusia yang menempati kota lebih banyak daripada desa. Dulu perbandingannya 70-80% di desa, 30-20% di kota. Sekarang lebih banyak lagi yang tinggal di kota. Ini pasti akan lebih padat. Urbanisasi, ledakan penduduk, KB tak terkontrol lagi, ini akan berkontribusi pada kemacetan. Ekonomi yang meningkat, manusia cenderung egoistik. Ketika ekonomi meningkat, ingin lebih nyaman ingin punya mobil. Kontrol sisi egoisme yang sebenarnya berbahaya. Sisi egois kita menuntut kemudahan. Pastikan kemudahan-kemudahan itu tersedia bagi pengguna Trans Sarbagita. Fasilitasi mereka dengan trotoar yang layak, aman, bersih dari pedagang kaki lima, sediakan jembatan penyeberangan. Masyarakat juga memiliki standar keamanan cukup tinggi, sehingga mereka dapat saja mengurungkan niatnya beralih ke Trans Sarba-

gita ini karena halte-nya tidak dilengkapi fasilitas penyeberangan, dll. yang layak. Wayan G. Santika

Hormati Pejalan Kaki dan Pengendara Sepeda PAD dari pajak kendaraan bermotor ini lumayan besar. Ada konflik kepentingan, mana yang harus diprioritaskan, uang atau kualitas hidup sebagai manusia sehingga lebih nyaman hidup di kota kita. Demokrasi sebuah bangsa tercermin dari bagaimana mereka memperlakukan rakyat kecilnya. Demokrasi sebuah bangsa bisa dilihat dari perilaku di jalanan, dari bagaimana bangsa itu memperlakukan pejalan kaki atau pengendara sepeda yang merupakan kelas paling rentan di jalan. Apakah kita sudah memperlakukan pejalan kaki kita dengn baik? Apa sudah menyediakan trotoar yang layak bagi mereka? Apa mereka didahulukan di jalan atau justru kita mengabaikan mereka? Di negaranegara yang lebih demokratis seperti Eropa dan Amerika, pejalan kaki dan pengendara sepeda adalah kasta tinggi di ja-

lanan. Jadi, ketika pejalan kaki menyeberang, pengendara mobil pasti berhenti untuk mereka. Pengendara mobil ini memiliki semacam perasaan bahwa mereka mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Tak seperti di negara kita, pengendara mobil merasa terganggu oleh keberadaan pejalan kaki dan pengguna sepeda. Padahal mereka yang sebenarnya menghabisi space lebih besar. Jika belum bisa beralih dari kendaraan pribadi ke Trans Sarbagita karena suatu alasan, paling tidak, mulai sekarang hormatilah mereka pejalan kaki penumpang Trans Sarbagita ini. Trans Sarbagita ini harus melayani tempat-tempat yang merupakan kantongkantong permukiman penduduk, perkantoran, dan tempatpempat wisata. Mari sukseskan program ini. Jadikan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan sebagai kawasan yang nyaman dihuni, bebas dari polusi berlebihan, tidak macet, tidak panas, yang akan meningkatkan kualitas kehidupan sebagai sebuah individu dan komunitas. Wayan G. Santika


BUDAYA

Dengan Daana Punia Membangun Keadilan Ekonomi Kesenjangan ekonomi pelan-pelan tidak terlalu berakibat buruk pada pendidikan. Kalau sistem daana punia yang terorganisir ini berhasil menghasilkan SDM yang andal berbagai kesenjangan pun tahap demi tahap akan teratasi. Apalagi SDM yang dihasilkan itu menjadi wirausaha yang kreatif akan banyak menampung tenaga kerja. Hal yang tidak mudah diwujudkan adalah kesadaran orang mampu untuk ber-daana punia di bidang kemanusiaan. Karena, dianggap tidak langsung pada Tuhan. Padahal menurut ajaran agama Hindu, Tuhan tidak membutuhkan daana punia. Karunia Tuhan selalu mengalir tidak pernah berhenti. Aliran karunia itu akan didapat manusia yang punya hati nurani tulus ikhlas. Orang yang hatinya terikat kepemilikan atau ahamkara akan membendung aliran karunia Tuhan yang melimpah itu. Orang yang diliputi ahamkara tidak pernah merasa kaya meskipun sudah memiliki aset yang melimpah. Sarasamuscaya 278 menyatakan salah satu ciri orang TUJUAN melakukan daana punia bukan hanya menyalurkan miskin dinyatakan: tanpa weh kancana daana. Artinya, tidak rasa kasih sayang pada sesama untuk melepaskan keterikatan pada pernah melakukan daana punia. Untuk meningkatkan kepemilikan. Juga, untuk mengembangkan produktivitas mereka yang kuantitas dan kualitas daana punia dibutuhkan gerakan spimenerima daana punia. Karena itu yang boleh diberi daana punia ritual untuk melepaskan semua pihak dari belenggu ahammereka yang paatra. kara. Hendaknya ditanamkan ke dalam lubuk hati nurani Menurut Sarasamuscaya 271, paatra adalah orang yang bahwa dengan melakukan daana punia di samping membuka tepat untuk diberi daana punia. Artinya, sedekah suci itu harus pintu untuk mengalirnya karunia Tuhan, juga akan memperkaya memberikan nilai tambah secara material maupun secara morel. persaudaraan dan persahabatan dan mengatasi Pemberian yang diberikan itu akan berguna bagi kesenjangan ekonomi dan kesenjangan lainya. pemberi maupun yang diberi. Bagi pemberi Daana punia dapat dilakukan dengan merupakan pelatihan untuk tidak terikat pada apa sistem gotong royong dengan manajemen yang dimiliki. Memberi dengan ikhlas nilainya profesional melalui usaha kecil atau koperasi. sangat tinggi sebagai bekal menuju alam niskala. Misalnya, umat berhimpun sebanyak 5.000 Yang menerima pemberian suci itu akan memiliki orang. Tiap orang belanja bersama kebutuhan tambahan kemampuan untuk mengembangkan sehari-hari senilai Rp 200.000 tiap bulan dengan dirinya menjadi lebih baik, lebih meningkat, dari harga sama dengan harga pasar. Dari gotong sebelumnya. Yang menerima pemberian suci itu royong belanja itu akan dapat keuntungan pun suatu saat akan menjadi pen-daana punia untuk dana publik sebanyak 10% saja. Dari goyang baik. Berdasarkan logika ini, maka daana tong royong itu akan ada dana publik Rp punia untuk memajukan pendidikan adalah 100.000.000 tiap bulan. Dengan dana publik sedaana punia yang paling tepat dilakukan zaman jumlah itu ada hal-hal yang bisa dilakukan. Kali Yuga sekarang ini. Orang kaya,orang pintar Misalnya, memberikan beasiswa, membantu atau mereka yang memiliki kelebihan tertentu modal SDM yang berbakat bisnis, menolong kalau ia pelit tidak suka ber-daana punia maka tkh/dok orang sakit yang tidak mampu, membantu kemajuan bersama akan sulit dicapai. Kalau perbaikan sarana pendidikan seperti perpustakadaana punia pendidikan lebih diutamakan akan I Ketut Wiana an, menyelenggarakan kursus-kursus banyak manfaat yang akan diperoleh. Karena, keterampilan dan banyak lagi yang bisa hakikat hidup ini meningkatkan diri, baik kesehatan, Tulisan Terakhir dilakukan dari dana tersebut. Kendala yang palkeluhuran moral, ketahanan mental dan keteramdari Lima Tulisan ing sulit diatasi, meyakinkan orang banyak pilan atau keahlian yang hanya dapat dicapai agar mau bergotong royong ber-daana punia seperti itu. Di dengan memajukan pendidikan. Kalau daana punia berhasil samping itu konsistensi pelayanannya. Meskipun tampaknya meningkatkan kualitas SDM, nilainya amat mulia, karena hakikat sederhana mengemas barang senilai Rp 200.000 tetapi kalau agama atau pemujaan pada Tuhan, untuk memanusiakan diyakini hal itu sebagai pelayanan pada sesama ciptaan Tuhan manusia. Kalau daana punia itu mampu meningkatkan kualitas maka beban kejenuhan tidak akan dirasakan. Apalagi kalau kemanusiaan penghuni bumi ini, maka tidak ada manusia yang upaya itu diyakini sebagai amanat Tuhan untuk hidup saling telantar. Kalau pendidikan dibangun dengan sistem daana melayani, maka tidak akan dirasakan sebagai beban. Menyatupunia, peserta didik yang akan dihasilkan merasakan bahwa kan dan menanamkan keyakinan sebagai wujud bhakti pada mereka jadi orang karena bantuan dari berbagai pihak. Setelah Tuhan inilah yang hendaknya dikumandangkan terus pada umat mereka jadi orang pasti terdorong berbuat untuk melanjutkan sebagai sesuatu yang amat mulia. upaya gotong royong memajukan pendidikan dengan sistem Paradigma daana punia secara luas dan mendalam sebagai daana punia. Apalagi daana punia dilembagakan secara baik wujud beragama Hindu ini yang wajib dikembangkan terus. Dedengan manajemen yang profesional, hasilnya nakan lebih baik. ngan daana punia akan dapat mengatasi kesenjangan ekonomi Misalnya lembaga yang menangani daana punia itu memiliki dan kesenjangan hidup lainnya. Kalau hal ini berhasil diwujuddata dan daftar mereka yang siap memberikan daana punia. kan maka citra beragama Hindu itu boros pelan-pelan akan sirDemikian juga ada data dan daftar mereka yang akan menerima na. Sampai saat ini ber-daana punia belum dilakukan sebagai daana punia yang sudah teranalisis dengan cermat. Dengan prioritas utama sebagai wujud beragama Hindu, meskipun kitab demikian keluarga yang kurang mampu akan dapat mengenyam suci menetapkan demikian. pendidikan betapa mestinya. Demikian juga putra-putri bangsa yang memiliki kecerdasan lebih, tetapi lemah secara ekonomi I Ketut Wiana akan terliput sistem daana punia pendidikan yang terorganisir.

Museum d’topeng

Koleksi 2000 Topeng sejak Abad ke-18 KEBERADAAN museum yang beragam sajiannya di Bali, kini makin lengkap dengan hadirnya Museum d’topeng. Museum yang berdiri tahun 2010 dan berlokasi di kawasan Simpang Siur Kuta, Badung, itu menyimpan koleksi benda-benda warisan budaya Indonesia berupa topeng, patung, keris, batik, dan pernak-pernik budaya Indonesia lainnya. Pemilik Museum Elly Tumiwa mengungkapkan, ia bersama suaminya, Reno, sudah mengoleksi benda-benda sejarah sejak 25 tahun silam. Hal itu berangkat dari keprihatinan mereka, banyak benda bersejarah dibeli

turis asing. Sajian dari ruang ke ruang menggambarkan adanya satu benang merah yang membuktikan Indonesia merupakan satu bangsa yang kreatif dan memiliki nilai budaya khas. Elly mengatakan, koleksi museumnya lebih dari 2000 buah topeng dari seluruh Indonesia, terbuat sejak abad ke18. Fungsinya beragam, untuk upacara keagamaan, ritual ibadah dengan tarian sakral dari berbagai suku dan beberapa istana kerajaan di Indonesia. Ruang museum terbagi dalam beberapa galeri yang dibatasi sekat-sekat. Di bagian

Koleksi Museum d’topeng

tkh/ast

tengah museum ada sebuah layar sarana pengunjung menonton film kebudayaan Indonesia. Begitu menginjak pintu masuk, pengunjung akan langsung menemui berbagai koleksi kebudayaan dari Bali. Ada kisah Barong dan Rangda dan berbagai topeng khas Bali. Galeri Jawa Barat menyajikan benda-benda peninggalan Kerajaan Pajajaran yang dipimpin Prabu Siliwangi. Genting penolak bala, berbagai topeng khas Jawa Barat, serta keris, ada di situ. Di Galeri Jawa Tengah banyak dijumpai kendi dan tombak asli kerajaan Mataram. Galeri Jawa Timur menyajikan koleksi yang menggambarkan karakter dan budaya Jawa Timur seperti topeng reog dan

keris bertuliskan Arab dari Sumenep. Ada macam-macam perhiasan dari emas, perak, dan tembaga khas Jawa Timur. Ada Lorobonyo, figur pengantin dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ada ritual mandi kembang dengan tujuh warna dan tempat rujak yang berumur ratusan tahun. Galeri Nusa Tenggara Timur memajang salah satu kanon atau meriam peninggalan Portugis. Ada alat musik drum zaman dulu berbahan tembaga. Ada kain tradisional khas NTT yang dikenakan pahlawan atau pangeran dengan warna cokelat, hitam, dan merah. Ada juga pedang pangeran dan perhiasan cincin, dan gelang yang dikenakan para keturunan raja. Galeri Nusa Tenggara Barat menyajikan berbagai topeng khas daerah tersebut. Ada juga patung kesuburan yang berumur 1500 tahun dan kurungan yang indah. Beberapa keris khas Lombok juga ada. Galeri Sumatera memajang umbu, tempat pakaian yang mirip peti mati serba kayu tanpa paku. Ada juga tempat pengikir gigi untuk upacara potong gigi daerah Sumatera. Galeri Papua banyak

25 September - 1 Oktober 2011 Tokoh 13

DALAM KENANGAN

Spesialis Penari Wiranata Itu telah Tiada

Penampilan terakhir Jero Gadung Arwati pada PKB ke-32 13 Juni 2010

“Saat menari saya merasa menjadi perempuan yang cantik. Dengan kecantikan inilah saya membuat wahana kehidupan menjadi lebih indah”. Demikian untaian kata-kata Jero Gadung Arwati salah seorang primadona tari Bali tahun 1950-an yang tertulis dalam brosur 7 Eternal Diamonds dalam pentas di Laguna Resort Nusa Dua 3 Januari 2009. Gadung Arwati kelahiran Desa Bongan, Tabanan, tahun 1934, telah menghadap sang Pencipta Senin (19/9) akibat stroke. Sejak umur 9 tahun Almarhum belajar tari Baris dan Kebyar Duduk dari Made Suntel di Kerambitan dan dilanjutkan di Denpasar di bawah asuhan Nyoman Ridet. Dalam perjalanan kariernya tarian yang sering dibawakan adalah Ta ri Wiranata ciptaan Nyoman Kaler. Tarian yang menggambarkan kewibawaan seorang raja melalui karakter keras dan lembut dengan ciri khas memutar bola mata dengan cepat itu, merupakan trade mark Jero Gadung. Melalui Wiranata, bersama Jero Puspawati, Luh Cawan dan Made Darmi, Almarhum sering menari di Istana Tampaksiring saat Presiden Soekarno bermalam di sana. Sewaktu-waktu tampil dalam peringatan Hari Kemerdekaan di Istana Negara, Jakarta. Tahun 1954 bersama Jero Puspawati dan penari lainnya ia melawat ke Pakistan. Penari cantik berkulit kuning langsat ini tahun 1956 dipersunting A.A. Ngurah Mayun Mayura dari Puri Anom Tabanan kemudian menerima sebutan ‘Mekel (Jero) Tirta’. Namun lebih akrab ia dipanggil Jero Gadung. Spesialis penari Wiranata ini pertengahan tahun 1970-an pernah menjadi dosen luar biasa di ASTI Denpasar bebe-

rapa tahun. Untuk melampiaskan hobi menari, tahun 1970-an bersama-sama Jero Puspawati, Ni Ketut Reneng dan lainnya diajak Sutan Takdir Alisyahbana untuk menciptakan tarian di Balai Seni Toya Bungkah, Kintamani, seperti Wanita di Persimpangan Zaman dan Terang Bulan di Danau Batur. Ia juga mengikuti lawatan ke Thailand dan AS. Sebagai maestro tari Bali bersama penari sezamannya, dalam gaung Pesta Kesenian Bali tidak ketinggalan Almarhum mengisi acara pergelaran seniman tua dan dalam momen-momen penting lainnya. Dalam usia senjanya, bersama Gong Gunung Sari sewaktu-waktu Almarhum menghibur wisatawan mancanegara di panggung Ancaksaji Puri Peliatan hingga penampilan terakhirnya Agustus 2010. Pada tahun yang sama dalam PKB ke-32 manggung di Gedung Ksirarnawa dalam tampilan Pregina Mas. Mengingat kondisi kesehatannya Almarhum tidak bisa tampil pada PKB ke33 dalam acara Tetamian I Nyoman Kaler, bersama para maestro tari Bali lainnya. Sejumlah penghargaan telah diraihnya, antara lain tahun 1990 penghargaan International Association of Art for the Future dalam rangka peringatan ke-17 Balai Seni Toya Bungkah, tahun 1993 dari Gubernur Bali piagam seni Dharma Kusuma Madya, tahun 1997 dari Pemda Tabanan berupa piagam seni dalam membina dan melestarikan seni kepada generasi penerus, khusus seni tari, tahun 2002 dari STSI Denpasar piagam seni Siwa Nataraja dan tahun 2002 dari Gubernur Bali piagam seni Dharma Kusuma. A.A. Kusuma Arini

tkh/ast

Ely Tumiwa bersama manajer museum d’topeng Freddy di antara koleksi topeng dan pernak-pernik budaya Indonesia

menyajikan benda yang bersifat spiritual. Salah satu di antaranya bulu dan tulang kaswari. Galeri khusus wayang menceritakan sejarah wayang di Indonesia. Tergambar, Sunan Kalijaga menyebarkan agama Islam lewat wayang. Ada juga buku sejarah Alquran. Galeri Asia memajang piring-piring dinasti Cina. Galeri Sulawesi memajang patung tau tau khas

Toraja. Patung yang ditempatkan di perbukitan ini, seolaholah dianggap arwah yang belum meninggal. Ada juga pedang bawah laut yang ditemukan di perairan Sulawesi. Ada juga penolak bala dan topeng kematian. Galeri Kalimantan menyajikan sejarah Mandau dan komunitas Dayak. Galeri Kolonial Belanda menyajikan benda-benda yang

digunakan waktu penjajahan. Ada koin dan uang dengan empat bahasa, Inggris, Belanda, Cina, dan Arab. Terdapat juga beberapa topeng wajah pejabat Belanda saat menjajah Indonesia. Galeri Majapahit memajang berbagai jenis keris zaman kerajaan Majapahit dan ada juga gada Gajah Mada. Galeri keris memajang berbagai koleksi kepala keris di berbagai daerah di Indonesia. Galeri topeng dengan berbagai karakter mulai dari binatang, punakawan, dan raja. Galeri batik memajang batik khas di Indonesia seperti batik Bali, Solo, Pekalongan, Yogyakarta, Lombok, bahkan batik Toraja yang berumur 600 tahun. Di akhir perjalanan museum, pengunjung akan melihat patung Yene yang ditemukan di Kepulauan Leti yang kini sudah tenggelam. Dulu, patung tersebut digunakan sebagai sarana upacara dengan menggunakan darah manusia. –ast


14

Tokoh

MODE

25 September - 1 Oktober 2011

Jual Oleh-oleh Pilih Busana Unik

Eka Ermawati

D

i Rumah Kaos Krisna Bali misal nya, dipilih seragam kaus kartun bagi para karyawannya. “Karena kaus kartun salah satu keunggulan produk kami,” ujar Manajer Rumah Kaos Bali Krisna OlehOleh Khas Bali I Made Toya Mantra kepada Tokoh, Kamis (22/9) di kawasan Nusa Kambangan Denpasar. Menurut Toya, seragam kaus kartun berlogo Krisna ini dipadu dengan bawahan kamen

Erny Mardiana

bagi karyawan pelayan toko pria dan wanita. “Alasan memilih kamen ini karena kami menjual produk oleh-oleh khas Bali sehingga kami harus tetap menjunjung adat dan budaya Bali untuk menarik kunjungan wisatawan,” ujar Toya. Pilihan kamen ini mendapat respons baik dari para karyawan. “Dengan kamen ini, saya merasa lebih anggun,” ujar Ermawati, salah satu karyawan yang usianya masih belasan. Pilihan bahan kaus untuk

busana menurut Toya lebih nyaman dipakai. “Hanya, agar tak terkesan seksi, kamen harus dipakai di bawah lutut,” tutur Toya. Ia mengatakan pada harihari besar Hindu seluruh karyawan wajib memakai pakaian adat atasan kebaya dan bawahan kamen. Menurutnya, busana karyawan berpengaruh terhadap pelayanan kepada tamu. “Untuk itu, karyawan harus punya tujuh seragam sehingga tiap hari bisa berganti seragam. Ini untuk menjaga kebersihan diri karyawan yang sangat berpengaruh terhadap pelayanan,” ungkapnya. Warna pilihan adalah warna-warna cerah sehingga membuat wajah karyawan tampak lebih cerah dan segar. Krisna memiliki 90 karyawan yang terbilang masih muda. “Kami memilih karyawan muda supaya lebih lincah,” ujar Toya. Selain seragam, para karyawan wajib mengenakan kartu identitas selama bekerja. “Ini untuk memudahkan bagi kami dan para tamu jika ingin memerlukan jasa kami,” ujar Toya. Di Pusat Oleh-oleh dan Kerajinan Khas Bali Rama Shinta lain lagi. Para karyawannya mengenakan seragam atasan kemeja batik dan bawahan celana hitam bagi karyawan pria dan wanita. “Pilihan busana batik ini sebagai bagian dari strategi pemasaran kami karena kami banyak menjual produk pakaian batik. Selain itu, karena batik sudah menjadi tren di masyarakat dan kami memakainya sebagai simbol cinta produk sendiri,” ujar Operation Manager Rama Shinta

Menurutnya, selama ini belum ada karyawan yang melanggar kode etik perusahaan dengan berbusana yang tak pantas. “Pasti konsumen yang pertamakali melaporkan kalau ada penampilan staf yang berlebihan. Selama ini belum ada staf yang seperti itu,” ujarnya. Tahun 2012, BPD Bali genap berusia 50 tahun. Rencananya, pada ulang tahun

tkh/ast

Rok Guru............................................................dari halaman 1

Wayan Martana

emas ini, BPD Bali akan meluncurkan brand image, sekalian dengan busana kerja yang disesuaikan dengan brand image perusahaan. Selama ini, kata dia, ketentuan warna endek memang dibebaskan. Syaratnya hanya warna cerah dan tidak menjolok. Rencana tahun depan sedang dikaji warna endek yang akan disesuaikan dengan brand image perusahaan. –ast

Bekerja di Lapangan.........................................dari halaman 1 Misalkan di suatu instansi ada pakaian seragam yang harus dipakai sesuai urutan waktu, perlu mengatur agar pakaian tidak bau. Jika pakaian bau, bukan hanya pengguna yang tidak nyaman. Orang lain pun akan merasa terganggu. Mengenai dampak bagi tubuh jika mengabaikan prinsipprinsip dasar, Prof. Adiputra mengatakan, tubuh akan mengalami perubahan saraf, kelenjar endokrin, dan perilaku. Ia mencontohkan jika orang yang biasa di daerah panas, datang ke Bedugul tanpa jaket. “Tubuh bisa menggigil karena rangsangan saraf yang bekerja untuk

memanaskan tubuh dari dalam. Kelenjar endokrin akan bekerja cepat sehingga orang akan menjadi mudah lapar. Jika mau makan atau minum pasti memilih yang hangat atau panas. Ini berkaitan dengan perilaku makan dan aktivitas lain, misalnya akan berusaha mendapatkan selimut yang tebal atau jaket tebal,” paparnya. Pria yang pernah menempuh pendidikan di Stockholm, Swedia ini menuturkan pengalamannya berada di daerah yang bersuhu minus 5 derajat. Pakaian yang digunakan mulai dari pakaian dalam yang panjang, pakaian kuliah, jaket

tebal, selop tangan. Walaupun sudah berlapis, ternyata tidak mampu menahan dinginnya suhu. Karena tebalnya pakaian yang dipakai, membuat tubuh menjadi susah bergerak karena bobot pakaian bisa setengah dari berat badan. “Orang-orang di negeri yang bermusim banyak sangat mengandalkan ramalan atau prakiraan cuaca. Mereka jadi mempersiapkan diri, pakaian apa yang harus dipakai termasuk menyiapkan payung. Kalau di Indonesia, prakiraan cuaca kurang diperhatikan padahal ini sangat membantu aktivitas kita berikutnya,” tandasnya. –wah

Pakaian Kerja......................................................dari halaman 1 Jakarta, Sheraton Senggigi, kemudian Intercontinental Jimbaran, Holiday Inn Baruna, The Patra Bali, Anantara, Otriger, termasuk beberapa restoran, kafe, biro perjalanan. Ia mengungkapkan kalau busana kerja yang baik yakni, busana yang cocok dengan jenis pekerjaan dan sesuai dengan tempat kerjanya. Prida juga menambahkan, tujuan seragam juga sebagai identitas perusahaan, menghilangkan persaingan antarpegawai, mencegah busana yang berlebihan, agar citra

Dwi

perusahaan tetap baik dan memberikan kesan tertentu. “Seperti seragamnya pramugara dan pramugari. Sebagai jasa angkutan yang bersahabat, profesional tetapi mampu memberikan layanan prima, tanpa menghilangkan etika penampilannya,” ujar Prida yang pernah menangani seragam KONI Kota Denpasar, staf Jaya Giri Production, Grup XXX, serta seragam tim Posyandu ini. Pakaian kerja, menurut Prida, berbeda dengan pakaian seharihari yang bisa menerapkan berbagi model dan elemen sesuai selera. “Pakaian kerja hubungannya dengan fungsi dan tujuan penggunaan pakaian sesuai sistem yang berlaku di suatu perusahaan atau lembaga lainnya,” tandasnya. Sebuah desain yang representatif sangat menunjang aktivitas kerja serta citra diri dan perusahaan. Untuk bahan, Dwi mengatakan, tergantung jenis pekerjaan. Kalau kerja di ruangan ber-AC, ada baiknya bahannya bisa memberikan rasa hangat dan menghindari yang tipis. Bisa

juga ditambahkan syal atau jaket. “Jika di ruangan terbuka yang cenderung panas harus dipilih bahan yang bisa menyerap keringat,” ujarnya. Namun, ia menyarankan tidak 100% katun karena tidak tahan lama dan cepet lecek. Motif dan model tergantung dari pribadi seseorang. Yang penting diperhatikan juga masalah kesopanan. Mengenai busana kerja yang terkesan seksi, Dwi berpendapat, sah-sah saja, jika itu memang pada tempatnya. Misalnya seorang pelayan kafe atau bar yang memang konsepnya seksi, itu wajar. “Karena seksi juga bukan berarti buka-bukaan semata,” tandasnya. Kalau masih ada yang bingung bagaimana memilih pakaian kerja yang sesuai, tidak masalah mengikuti model yang tengah berkembang tetapi harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi di tempat kerja. Yang pasti jika ingin membuat sendiri awalnya kenali jenis bahan dan pelajari dengan baik cara perawatannya. Ini hal yang paling kritis yang kurang diperhatikan orang. —ard,wah

Erny Mardiana. Menurut perempuan kelahiran Mojokerto, ini ada dua motif batik yang menjadi seragam karyawan dengan warna cokelat dan hijau yang dipakai secara bergantian. Menurut Erny, memilih busana kerja sebaiknya sesuai fungsi dan kondisi cuaca setempat. Di Bali cuaca panas, pilihan bahan katun sangat sesuai. “Bahan kain ini mudah menyerap keringat dan tak panas,” ujarnya. Menurutnya dalam memilih busana kerja harus memperhatikan faktor kecocokan busana tersebut untuk semua karyawan. “Saya memilih motif batik, saya rasa batik cocok untuk semua usia,” ujarnya. Menurut Erny, dengan tampilan busana batik di sebuah Pusat Oleh-oleh Khas Bali, memberi kesan unik dan tampil beda. Lain jika karyawan kantor yang memakai mungkin sudah biasa. “Batik ini kesannya formal tapi asyik,” ungkapnya. Ia mengatakan pilihan celana bagi semua karyawan ini dengan pertimbangan untuk kenyamanan dan keamanan karyawan terutama bagi karyawan wanita. “Ini memudahkan mereka bekerja seperti saat harus menata barang di rak atas yang memungkinkan mereka harus naik tangga atau menata barang di rak bawah yang membuat mereka harus jongkok,” ujarnya. —tin

I Made Toya Mantra beserta para karyawannya

Karyawan Muda Suka Rok Pendek RUMAH mode yang sering kebanjiran order busana kantor salah satunya Ayulia Butik. Menurut salah seorang penjahitnya, I Gusti Ayu Rai Adnyani yang sudah bekerja delapan tahun ini, kebanyakan konsumen yang datang menjahit busana kantor adalah karyawan bank. Menurut pensiunan guru SMKN 4 Denpasar ini, konsumen datang berdasarkan info dari temanteman mereka yang puas dengan pelayanan di sana. Dari satu orang, kini banyak konsumen yang sebagian besar karyawan bank mulai tertarik menjahitkan busana kerja

dan jas. Bahan blus besar dari katun. Sedangkan bahan jas, rok, dan celana panjang bahannya safiran, belini, dan lux. Bahan-bahan ini, terasa nyaman dan enak dipakai. Harga ongkosnya bervariasi mulai dari mereka di sana. Menurut Gusti Rp 125 ribu sampai Rp 300 ribu Rai Adnyani, konsumen ada tergantung jenis baju dan yang datang membawa contoh bahannya. –ast model busana, dan ada juga yang tertarik dengan contoh model yang disediakan di Ayulia Butik. Kebanyakan konsumen memilih model three pieces, yang terdiri dari blus, jas, dan rok mini. “Kalau karyawan yang muda, suka rok yang pendeknya beberapa centimeter di atas lutut,” ujarnya. Dari obrolan, ia mengetahui yang suka rok mini staf pelayanan. Sedangkan, karyawan yang sering tugas luar biasanya lebih suka memakai celana panjang I Gusti Ayu Rai Adnyani tkh/ast

tkh/tin

BUSANA kerja bukan hanya sekadar rapi tapi menjadi bagian dari strategi pemasaran. Beberapa Pusat Oleh-oleh Khas Bali memilih busana kerja yang unik untuk menarik pengunjung.

tkh/tin

Karyawan Punya Tujuh Seragam

Baju PNS Beri Kain dan Ongkos Jahit PENGADAAN pakaian dinas PNS dua tahun terakhir ini diselenggarakan Pemda Bali melalui BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Namun, kualitas bahan dan hasil pengerjaannya kurang sesuai harapan. Seorang PNS di sebuah instansi pemerintah Provinsi Bali angkat bicara. “Dulu, kualitas kainnya bagus. Kami diberi kain dan ongkos jahit Rp 75 ribu per baju untuk menjahit sendiri, sehingga pas di badan kami,” ujar perempuan energik yang enggan disebutkan namanya itu. Sepengetahuannya, ini sesuai dengan aturan pengadaan. Para PNS menerima baju jadi. Prosesnya, pihak pengadaan mengirim tenaga untuk mengukur ke masing-masing istansi pemerintah itu. Namun uniknya, tak hanya baju yang diukur, tapi juga berat

badan. “Saya curiga, jangan-jangan mereka memakai berat badan itu sebagai patokan membuat baju dengan ukuran S, M, L, dan XL,” ujarnya. Bukannya tanpa alasan perempuan hitam manis ini berpraduga, pasalnya hasil jahitannya kurang pas. “Sebagian besar teman-teman juga mengeluh demikian, baju yang sudah jadi tidak sesuai dengan ukuran mereka. Keluhan ke BKD pun tak ditanggapi,” ujarnya. Akhirnya, ia dan para PNS lain yang tak puas, membeli kain sendiri dengan motif dan warna sama. Abdi negara di Pemda Bali ini memiliki empat pakain dinas. Senin, ia memakai baju hansip berwarna hijau, Selasa dan Rabu memakai baju berwarna cokelat, Kamis memakai

baju endek, Jumat pagi baju olah raga, yang siangnya seharusnya diganti lagi dengan baju endek. Dari beberapa baju itu, baju hansip dan baju cokelat masih bisa dipakai walau jenis kainnya diakui tak nyaman karena tak menyerap keringat. “Paling tidak, ini masih bisa dipakai karena baju dimasukkan. Jadi kekurangannya masih tertutupi,” ujarnya. Berbeda dengan baju endek. Karena pemakaiannya tak dimasukkan ke dalam rok, mereka biasanya membeli kain sendiri dengan warna dan motif sama atau mendekati sama. “Sebaiknya, pengadaan baju dinas ini sama seperti dulu. Kami diberi kain dan ongkos jahit, kami menjahit sendiri, sehingga pas dengan kebutuhan kami,” usulnya. –ten


16

Tokoh

ENERGI

25 September - 1 Oktober 2011

Dari kiri: Armaya, Kepala Forensik Denpasar Slamet Hartoyo, Soewarto S.E., Heru Subagyo, Yohanes dari PLN Bali, Ketut Mudastra, dan moderator Dasi Astawa

HUT AKLI dan APEI Komitmen Wujudkan Instalasi Listrik yang Aman bagi Konsumen

PUNCAK peringatan HUT ke-31 Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) dan HUT ke-11 Asosiasi Profesional Elektrikal Indonesia (APEI) dirayakan, hari ini Minggu (25/9) di Kebun Raya Bedugul. Acara yang dihadiri seluruh anggota AKLI, APEI dan karyawan beserta keluarganya diisi dengan jalan santai dan berbagai lomba dengan berbagai doorprize menarik.

R

angkaian kegiatan HUT sebelumnya, kunjungan ke Panti Asuhan di Singaraja (Sabtu,10/ 9), funbike dan donor darah (Sabtu, 17/9). Kegiatan donor darah berhasil mendapatkan 59 kantong darah. Acara HUT juga diisi dengan seminar nasional bertemakan “Mewujudkan Instalasi Listrik yang Aman dari Kebakaran Dalam Bingkai Melindungi Konsumen,”, Kamis (22/9) di Hotel Werdhapura Sanur. Menurut Ketua Panitia HUT dan sekretaris umum AKLI Drs. I Gst. Ketut Sukarba, M.M., tujuan seminar yang ingin dicapai, mengetahui besarnya potensi kebakaran akibat listrik,

cara bisnis instalatir anggota AKLI dalam mewujudkan instalasi yang andal, mengetahui peran APEI dalam menyiapkan tenaga kerja di bidang ketenagalistrikan yang profesional, dan bagaimana cara bisnis PLN dalam bingkai melindungi konsumen. Peserta seminar diikuti anggota AKLI dan APEI, para ketua asosiasi jasa konstruksi, instansi pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat perlistrikan, dan LSM yang berjumlah sekitar 110 orang. Pembicara seminar dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar, DPD AKLI, PP APEI, dan PLN Bali. Pembahas dari YLKI,

akademisi, dan Kepala Laboratorium Forensik Denpasar. Menurut Ketua Umum AKLI Bali I Made Suastika, M.M. kegandrungan konsumen terhadap penggunaan energi listrik tidak didukung oleh pengetahuan masyarakat secara memadai. Keterbatasan pengetahuan ini mengakibatkan sering terjadi pengunaan energi listrik yang dapat membahayakan keselamatan diri konsumen. Keterbatasan pengetahuan yang dimiliki sering dimanfaatkan oknum tertentu untuk melakukan penjualan barang dan jasa listrik yang tidak aman. Padahal, instalasi listrik yang tidak aman dapat menimbulkan berbagai akibat buruk seperti kebakaran, penggunaan energi listrik secara boros dan listrik tidak dapat dioperasikan dengan baik dan benar. “AKLI ingin membagi edukasi ke masyarakat bagaimana instalasi listrik yang baik dan benar,” ujarnya. Ketua Umum APEI Bali Ir. I Ketut Agus Parama Artha T. mengatakan, salah satu pihak yang berperan penting mendukung ketersediaan energi listrik andal, aman, dan akrab lingkungan adalah para pro-

fesional di bidang ketenagalistrikan yang keberadaannya dalam melaksanakan profesinya dilandasi dan diatur berdasarkan regulasi yang berlaku serta harus memenuhi profesionalisme. APEI merupakan asosiasi yang menjadi wadah para personel yang berprofesi di bidang ketenagalistrikan memiliki tugas pokok dan fungsi melakukan sertifikasi keahlian dan keterampilan di bidang teknik tenaga lsitrik. Gubernur Bali Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Kabid. Pertambangan dan Energi Dinas PU Prov. Bali Agus Budiana mengatakan, jasa kelistrikan berperan penting dalam memberikan instalasi yang benar. Mereka hendaknya meningkatkan kompetensi, kualifikasi, dan profesional sehingga mampu memberikan jasa kepada konsumen lebih baik. Ia berharap, APEI mampu bersaing dengan tenaga asing sehingga ada peluang jasa kelistrikan memasarkan jasanya di luar negeri. Ketua APEI Pusat Heru Subagyo mengatakan, peralatan dan perlengkapan listrik yang dipasang pada instalasi listrik harus memenuhi ketentuan standar yakni harus tercantum jelas tanda kesesuaian standar dan tanda pengenalnya, nama atau logo pembuat, tegangan, daya dan data teknis lain yang diisyaratkan standar nasional Indonesia atau standar lain yang berlaku. Memenuhi ketentuan PUIL 2000 yakni harus baik dan dalam keadaan berfungsi dipilih sesuai pengunaan dan tidak boleh dibebani melebihi kemampuannya. Instalasi listrik harus dilengkapi proteksi keselamatan kejut listrik, efek termal, arus lebih dan tegangan lebih. Instalasi listrik yang baru dipasang atau mengalami perubahan harus diperiksa, diuji, dan bila perlu dicoba sebelum dioperasikan. Penyebab terjadi kebakaran, bahan yang mudah terbakar berupa barang padat, cair atau gas (kayu, kertas, bensin, minyak). Panas di sekeliling bahan yang memiliki suhu sedemikian tinggi misal sumber panas dari sinar matahari, atau konsleting. Adanya oksigen yang cukup. Kadar oksigen di udara bebas berkisar 21%. Kadar oksigen kurang dari 12% tidak akan memicu api, makin besar kadar oksigen, api makin menyala besar. Untuk memadamkan kebakaran dapat dilakukan dengan menurunkan suhu di bawah suhu kebakaran,

Dari kiri: Gst. Ketut Sukarba, I Made Suastika, Ketut Agus Parama Artha, dan sekretaris umum APEI Wayan Jondra

menghilangkan zat asam, menjauhkan barang-barang yang susah terbakar. Ia menyatakan, seharusnya kebakaran karena listrik tidak mungkin terjadi selama semua ketentuan yang berlaku tentang instalasi listrik dipenuhi. Jika terjadi kebakaran karena listrik, dapat dipastikan instalasi listrik tersebut menyimpang dari kondisi standar. Ia mengatakan, APEI memberikan sumbangsih cukup besar mengingat badan usaha yang mengerjakan pekerjaan ketenagalistrikan wajib memiliki tenaga kerja yang kompeten sesuai dengan klasifikasi pekerjaan yang dikerjakan. Kompetensi tenaga kerja dibuktikan

konstruksi (IUJK). Tenaga teknik yang melaksanakan pemasangan instalasi listrik mempunyai kompetensi. Ketentuan lain, menggunakan material yang berstandar nasional SNI/SPLN/LMK dan memberikan jaminan instalasi listrik selama lima tahun atas instalasi yang dipasangnya tanpa ada biaya tambahan dan bila diperlukan didukung oleh institusi asuransi. Setiap lima tahun secara berkala instalasi listrik harus diperiksa diukur dan diuji. Ketut Mudastra, S.H. dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar menyebutkan, penyebab kebakaran yang terjadi pada Januari sampai Juli 2011

Pemukulan gong oleh Kabid. Pertambangan dan Energi Dinas PU Prov. Bali Agus Budiana tanda pembukaan seminar seminar nasional bertemakan “Mewujudkan Instalasi Listrik yang Aman dari Kebakaran Dalam Bingkai Melindungi Konsumen,”, Kamis (22/9) di Hotel Werdhapura Sanur.

Rally sepeda dibuka Ketua Umum AKLI Bali

Penyerahan hadiah sepeda kepada pemenang doorprize funbike

dengan kepemilikan sertifikasi kompetensi yang diperoleh melalui uji kompetensi di lembaga sertifikasi yang terakreditasi. Ketua AKLI Pusat Soewarto, S.E. mengatakan, kondisi andal, aman, dan akrab lingkungan akan terwujud apabila semua unsur perencanaan, peralatan, pemasangan, pengawasan, pemeriksaan dan pengujian, pengoperasian dan pemeliharaan memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku. Kontraktor listrik mempunyai sertifikat badan usaha (diregistrasi oleh lembaga jasa konstruksi/LPJK), surat penetapan penanggung jawab teknik (SPPJT), izin usaha jasa

Kegiatan donor darah

sebagian besar disebabkan oleh konsleting listrik 24 kali. Objek yang terbakar paling banyak perumahan 31 kali. Upaya yang telah ditempuh dalam menanggulangi bencana di Kota Denpasar dilaksanakan dalam tindakan preventif, represif, rehabilitatif, dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia petugas serta peningkatan kerja sama dengan instansi terkait. Putu Armaya, S.H. dari Yayasan Lembaga Konsumen Bali mengharapkan sosialisasi mengenai keamanan, kenyamanan dalam menggunakan instalasi listrik dilakukan secara berkesinambungan. Sosialisasi tidak hanya dilakukan PLN dan lembaga konsumen, tapi juga pihak Konsuil, AKLI dan instansi terkait. Ia menyarankan, perlu sosialisasi menyasar banjar. –ast


RILEKS

25 September - 1 Oktober 2011 Tokoh 15

Wanita Terpendek di Dunia Rekor dunia wanita termungil di dunia kembali diperbarui. Guinness World Record menetapkan Bridgette Jordan sebagai wanita terpendek di dunia dengan tinggi badan 69 cm. Bridgette yang berusia 22 tahun ini, menumbangkan rekor wanita Turki, Elif Kocaman yang tingginya 72 cm. Namun, sepertinya rekor ini hanya akan disandang Bridgette selama tiga bulan. yoti Amge, dari Nagpur, India, yang tingginya 61 cm segera akan menjadi wanita terpendek di dunia. Data Jyoti telah masuk dalam daftar Guinness Record sejak 2009. Tetapi, saat itu Jyoti yang bersekolah di sebuah SMA di India, masih berusia 15 tahun. Karena usianya yang masih di bawah standar Guinness yakni 18 tahun, maka pengesahan rekor atas nama Jyoti tidak bisa dilakukan. Remaja super mungil ini masih harus menunggu sampai 16 Desember 2011 ketika usianya telah mencapai 18 tahun. Jadi, kalau tidak ada halangan atau tinggi Jyoti masih tetap tidak berubah yakni 61 cm atau minimal di bawah Bridgette, maka Desember mendatang Guinness Record akan mengesahkan rekornya sebagai wanita

terpendek di dunia. Rekor wanita terpendek di dunia yang pernah hidup dipegang Pauline Musters asal Belanda yang tinggi badannya 61 cm. Namun, dia meninggal akibat penyakit pneumonia pada usia 19 tahun pada 1895. Bridgette Jordan, adalah mahasiswa Kaskaskia College, Illionis, AS. Meski tubuhnya super mungil tetapi tidak membuatnya minder dalam mengembangkan hobinya. Di kampusnya, Bridgette selain menyalurkan hobinya menyanyi dan menari, dia juga tergabung dalam grup cheerleader. “Saya percaya, tiap orang harus yakin pada diri mereka sendiri,” kata Bridgette. Ditanya bagaimana perasaannya dinobatkan menjadi manusia terkecil di dunia, Bridgette mengatakan, “Rasanya menga-

Bridgette sedang belajar di depan laptop

gumkan. Menjadi kecil adalah suatu yang luar biasa. Mudahmudahan orang menyadari bahwa tampil berbeda dengan yang lain, bukan suatu masalah,” paparnya. Dalam keluarganya, Bridgette

tidak sendiri. Saudara lakilakinya, Brad, 20 tahun, juga memiliki tubuh pendek, 98 cm. Memang keduanya menderita kelainan Majewski Dwarfisme Primordial Osteodysplastic (MDPO) Tipe II, yang mengakibatkan perawakan tubuh akan pendek. Seperti kakaknya, Brad juga kini tengah kuliah di Kaskasia College. Dia juga menyukai olahraga seperti karate, senam, basket dan bisa melakukan beberapa trik sulap. Oleh Guinness, kakak beradik ini dinobatkan sebagai kakak-beradik terpendek di dunia yang masih hidup. —dia/berbagai sumber

tkh/dailymail

“Menjadi kecil adalah suatu yang luar biasa. Mudahmudahan orang menyadari bahwa tampil berbeda dengan yang lain, bukan suatu masalah”

tkh/dailymail

Halo Dura, Saya Ibu Ary dari Karangasem. Saya orang yang cukup sibuk, pagi hari pergi ke kantor naik sepeda motor dan pada sore hari jualan di toko dengan pantulan sinar matahari yang sangat terik. Lamakelamaan tampak flek hitam di hampir seluruh wajah yang sangat mengganggu penampilan dan mengurangi kepercayaan diri saya. Adakah perawatan dari House of Dura yang dapat membantu saya? Adakah pengaruh sinar matahari dan debu dengan flek yang saya alami sekarang? Terima kasih. Ary, melalui email Halo Ibu Ary, Terima kasih sudah bergabung di rubrik konsultasi mingguan House of Dura Bali. Flekflek wajah banyak dipengaruhi oleh faktor usia, perubahan hormonal, polusi (paparan sinar matahari), kosmetik, dan lain-lain. House of Dura Bali menghadirkan serangkaian perawatan 3 Magics Step untuk mengatasi masalah kulit Anda. Perawatan 3 Magics Step diawali dengan micropeel yaitu penggunaan teknik microdermabrassion yang berfungsi mengangkat sel-sel kulit mati sehingga wajah tidak terlihat kusam. Perwatan dilanjutkan dengan penggunaan sinar flash (sinar laser) yang berfungsi memecah flek wajah, sehingga flek tampak memudar. Penggunaan sinar laser ini sangat aman dan tidak menimbulkan efek samping. Perawatan diakhiri dengan penggunaan peel off mask yang berfungsi untuk peremajaan dan pengencangan kulit wajah. Untuk hasil yang terbaik, perawatan ini dapat diulang tiap 3-4 minggu sekali. Semoga jawaban kami dapat membantu permasalahan kulit Ibu Ary. Untuk Ibu Ary di Karangasem kami berikan perawatan 3 Magic Step gratis. Salam hangat dari House of Dura Bali.

Jyoti yang menunggu pengesahan Guinness World Record berfoto bersama teman-teman sekolahnya

Konsultasi Kecantikan Rubrik konsultasi kecantikan ini ditujukan khusus membahas seputar masalah kecantikan yang diasuh A.A. Ayu Ketut Agung. Bagi para pembaca Koran Tokoh yang memunyai masalah seputar kecantikan, silakan kirim pertanyaan ke Kursus Kecantikan dan Salon Agung di Jalan Anggrek 12 Kereneng, Denpasar dan sertakan kupon cantik.

Merawat Pakaian dari Endek

Membentuk Alis yang Lebat

1. Letakkan pakaian dari endek terpisah dari pakaian lain. Dimasukkan ke dalam plastik, atau digulung, disimpan dengan posisi tegak di lemari. 2. Di dalam lemari letakkan bunga cengkeh yang telah dibungkus untuk membantu mengatur suhu, kayu manis untuk aroma dan merica sebagai anti ngengat (hindari menggunakan kapur barus). 3. Jangan mencuci dengan mesin, cucilah dengan tangan memakai sabun khusus untuk tenun atau batik . 4. Hindari menjemur dibawah terik matahari tetapi cukup diangin-anginkan saja. 5. Tidak menyetrika dalam suhu panas dan sebaiknya dilapisi dengan kain tipis diatas kain endek atau tenun. 6. Jika tumpukan pakaian endek Anda cukup banyak, usahakan untuk dapat mengeluarkannya dari lemari sebulan sekali agar mendapat udara segar. —ard/berbagai sumber

Yth. Ibu Agung Saya karyawati swasta usia 22 tahun. Dalam penampilan sehari-hari saya dituntut untuk menggunakan make-up. Yang menjadi masalah adalah saya kurang terampil dalam membentuk alis saya yang lebat, dan bentuk cuping hidung yang besar. Mohon bantuan Ibu, bagaimana cara mengatasi masalah tersebut, agar hasil make-up saya dapat terlihat lebih baik. Serta, mohon ditampilkan contoh make-up dan tatanan rambut modern yang dapat saya gunakan untuk menghadiri pesta resepsi. Sinta, Sanur

Terpojok Kata-kata INGATKAH Anda betapa terpojok atau tidak enaknya perasaan kita ketika teman atau kekasih atau pasangan hidup kita maupun seorang pejabat publik melontarkan kata-kata. “Ah, Kamu selalu mementingkan dirimu sendiri!”; atau “Pokoknya Kamu diam! Aku sudah tahu siapa Kamu!”; atau “Ah, Kamu ini dasar kikir, dasar goblok, dasar sinting!”; atau “Pokoknya mulai detik ini Aku tidak mau dengar ocehanmu lagi! Dasar cerewet!; atau “Ah, Aku kan sudah tahu watak mereka, mereka tidak mungkin mau membantu kita!”; atau “Biarkan saja, dia itu kepala batu yang tidak mungkin mau berubah!”; atau “Ah, mana ada maling ngaku!”. Bahkan, ada sebuah anekdot seorang penyidik (oknum polisi) yang mudah dan cepat bisa membuat pencuri segera mengakui

kejahatannya. Caranya hanya dengan mengajukan pertanyaan, “Ayo, ngaku enggak!?”. Ketika jawabannya, “Tidak, saya tidak ngaku!” dengan entengnya si penyidik yang cerdik itu langsung menjebloskan orang itu ke sel tahanan dengan logika yang sangat sederhana. Katanya, “Mana ada maling yang ngaku dirinya maling!” Hanya karena waktu itu dia tidak ‘ngaku’ dirinya maling, maka justru ‘pengakuan jujur dan suka relanya’ itulah yang dia pakai sebagai bukti otentik atau sah atau alasan yang kuat untuk menjebloskan orang yang sudah secara jujur dan suka rela mengaku dirinya pencuri itu ke sel tahanan yang tampaknya (sesuai dengan perintah atau target dari ‘atas’) memang harus selalu ada isinya atau penghuninya, he..he..he.

Yth. Adik Sinta Alis merupakan hal pertama yang harus dibentuk dalam make-up mata karena setiap goresan dan bentuknya dapat menentukan kesan mata secara keseluruhan. Goresan yang tegas dapat memberi kesan ekspresi mata tajam, sementara goresan yang halus dapat memberikan kesan mata lebih lembut. Ciri-ciri alis ideal adalah letak antar-kedua alis tidak terlalu jauh atau terlalu dekat, alis membentuk busur indah, pertumbuhan bulu merata ke luar, bulu alis tumbuh tepat di atas tulang alis. Untuk mendapatkan bentuk alis yang ideal dapat dilakukan melalui dua tahap, yaitu: 1. Langkah pertama adalah pembentukan pangkal alis. 2. Langkah kedua adalah pembentukan busur alis. Untuk bentuk hidung Adik yang bercuping besar, pangkal alis dibentuk dengan saling dijauhkan sekitar 0,5-1 cm dari pangkal alis asli. Makin besar cuping, makin jauh jarak antar-pangkal alis. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kesan melebar dari pangkal alis ke ujung cuping. Dengan demikian cuping hidung akan terkesan lebih kecil. Setelah mendapatkan bentuk pangkal yang ideal, barulah bagian busur (lengkungan) alis yang dibentuk. Teknik membentuk busur yang indah harus disesuaikan dengan tulang pelipis dan bentuk wajah. Langkahnya, sebagai berikut: cari titik ekspresi yang paling tepat bagi alis dengan melakukan penarikan dengan pada tiga titik alis, yaitu bagian pangkal, puncak dan ujung alis. Amati pada titik manakah ekspresi alis terlihat paling luwes. Setelah titik ditemukan, lakukan pencukuran bulu alis di sekitar titik yang dinilai paling luwes tersebut. Usahakan mencukur alis di bagian bawah saja sehingga terbentuk puncak alis yang melengkung indah. Sempurnakan tampilan alis dengan menggunakan pensil alis, pastikan ujung alis sesuai dengan tulang pelipis dan bentuk wajah. Berikut contoh penggunaan make-up dan tatanan rambut yang Adik inginkan. Selamat mencoba.

tkh_662_xii_25_september-_1_oktober_2011  

tkh_662_xii_25_september-_1_oktober_2011

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you