Issuu on Google+

tkh/marlene graciella

Peluang Bisnis MLM di Bali

Jeffrey Kairupan

SEABAD USIA Ni Made Kompiyang Tresni 1 HIDUP sampai usia satu abad merupakan berkah luar biasa. Apalagi kondisinya sehat walafiat. Hal inilah yang dialami Ni Made Kompiyang Tresni perempuan asal Bondalem, Buleleng. Sabtu (3/4), syukuran seabad usia Ni Made Kompiyang digelar keluarganya. Acara diawali mejaya-jaya, sambutan keluarga, pemotongan tumpeng, penyerahan buku “Seratus Tahun Ni Made Kompiyang Tresni”, dan diakhiri makan bersama. “Kebanggaan luar biasa bagi kami dan keluarga bisa melaksanakan acara ini. Ibu merupakan figur yang luar biasa. Beliau melahirkan 11 anak, 5 di antaranya sudah meninggal. Semua anak-anak beliau juga berhasil mengenyam pendidikan tinggi. Ini berkat

SITUASI perekonomian dunia sangat berimbas pada perekonomian Indonesia. Namun, hal yang membanggakan, perekonomian Indonesia cepat bangkit bahkan melampaui negara-negar ASEAN. “Tahun 2009 ekonomi Indonesia tumbuh 4,5%, padahal ASEAN negatif. Apa pun alasannya, harus dibanggakan karena perekonomian Indonesia satu-satunya di ASEAN yang tumbuh. Tahun 2009 AS, negara-negara Eropa, Jepang, pertumbuhannya negatif. Hanya Brazil, Rusia, India, Indonesia, dan Cina (BRIIC) yang positif. Semua ini negara besar dengan jumlah penduduk banyak. Tahun 2010, angka 4,5% akan meningkat menjadi 5,6%. Ada ekspektasi dunia yang akan Bersambung ke halaman 12

Hujan Deras Saat Naik Panggung Geria (alm, meninggal 1980) dan Ni Made Kompiyang Tresni. Mantan rektor Universitas Hindu Indonesia ini mengungkapkan, pendidikan menjadi prioritas keluarga mereka. Ni Made Kompiyang bekerja keras untuk mewujudkan cita-citanya menyekolahkan anak-anaknya. Impian tersebut terwujud hingga anak-anaknya berhasil. “Kekayaan beliau sekarang 6 anak, 33 cucu, 40 cicit ditambah 7 menantu dan 29 suami/istri cucu. Total ada 116 orang kekayaan beliau yang tak ternilai harganya,” tambah Prof. Nala. Ni Made Kompiyang lahir tahun 1910 dan menikah Ni Made Kompiyang Tresni dengan I Gusti Putu Geria perjuangan berat yang dijalani- Mendala tahun 1930. Selain nya,” ungkap Prof. dr. I Gusti I Gusti Ngurah Nala, Tresni Ngurah Nala, M.P.H. anak Bersambung ke halaman 13 ketiga pasangan I Gusti Putu

Berlangganan Koran Tokoh Mulai 4 April 2010 Setahun Rp 90.000 + Ongkos Kirim 6 Bulan Rp 60.000 + Ongkos Kirim

Hubungi: Pipit/Ayu (0361) 425373, SMS ke Sepi (0361) 7402414

tkh/marlene graciella

Prof. Sri Darma

Terobosan, Sinergikan MLM dan Retail KUALITAS produk kesehatan multilevel marketing yang sudah telanjur populer dinilai bagus. Namun, pendekatan personal (personal touch) bisnis ini dinilai tak gampang menarik masyarakat konsumen menjadi anggota (member) manajemen bisnisnya.

Ida Ayu Artika (kanan) dari TP PKK Badung mengaku sebagai pengguna produk MLM

C

erita nyata dialami kalangan perem puan di Bali. Dalam forum diskusi komprehensif yang dihelat Koran Tokoh dan CNI Cabang Bali di Kuta Rabu (7/4), kenyataan itu terungkap. Minimal kita coba simak penuturan Bu Sunaryo dari Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali dan Ida Ayu Artika, S.Pd., M.Si. dari TP PKK Badung. Keduanya mengaku sempat di dirayur a y u t e t a n g g a

BERITA TERKAIT

BACA HALAMAN 4

KEMANUSIAAN Anne Avantie

3 DALAM perenungannya Anne Avantie mengilas balik perjalanan hidupnya. Cobaancobaan hidup yang datang silih berganti, menghantamnya, hampir meruntuhkan imannya. “Hidup saya begitu berat, kalau bukan karena kasih Tuhan, tak mungkin saya bisa bertahan,” ucapnya. Bayangkan, tutur Anne, ketika bisnis butiknya tengah menanjak, dia tergoda merambah ke bisnis berlian yang sebenarnya tidak dia pahami. Awalnya begitu menggiurkan, melenakan, membuat ia kehilangan kewaspadaan. Ia terjerat utang banyak yang baru disadarinya kemudian. Ibarat pepatah, ’sesal kemudian tak berguna’. Itulah

maupun kenalan dekat menjadi anggota manajemen bisnis CNI. Ida Ayu Artika menyimpan pengalaman khusus. Seorang kenalan dekat pernah merayunya menjadi anggota manajemen bisnis bermerek CNI. Namun, ia menolak tawaran tersebut. Walau cara dia mempresentasikan keunggulan mengikuti bisnis multilevel marketing (MLM) ini sungguh mengesankan. “Tetapi, saya tidak memiliki keahlian berkomunikasi untuk meyakinkan orang lain seperti itu. Ini kendala yang membuat saya kelak pasti sulit melakukan presentasi jika menjadi anggotanya,” ujarnya. Hanya saja, menurut PNS kelahiran Mengwi, 23 Agustus 1962, ini, kualitas produk

kesehatan CNI memang yahud. Ada satu produk kesehatan CNI yang menjadi langganan keluarganya. “Produk kesehatannya memang bagus. Ini kami akui, tetapi saya tak bisa menjadi anggotanya, karena tidak mahir presentasi seperti mereka yang sudah terbiasa melakukannya,” ujar istri Drs. Ida Bagus Anom Bhasma, M.Si. ini. Kisah lain dialami Bu Sunaryo. Menurutnya, seorang tetangganya sekali waktu menemuinya. Tetangga ini berkisah soal keuntungan yang dapat diraih jika mengikuti bisnis produk CNI. Si tetangga mencoba meyakinkan Bu Sunaryo untuk menjadi anggota atau down line-nya. “Saya diberi tahu jika jadi anggota akan mendapatkan penghasilan yang menjanjikan. Tetapi, saya merasa aneh. Dia sudah lama ikut bisnis MLM ini, tetapi kehidupan ekonominya begitubegitu saja. Saya yang tak ikut jadi anggota malah punya rent car tanpa harus ikut bisnis ini,” ujarnya. Namun, Ida Ayu Artika dan Bu Sunaryo setuju dengan klaim

Pengantar Redaksi: Diskusi komprehensif bertopik “Mengembangkan Pasar Bisnis Melalui Konsep Multilevel Marketing” berlangsung, Rabu (7/4), di Kantor CNI Cabang Bali di Istana Kuta Galeria Blok Broadway 3 Nomor 1 Kuta. Diskusi yang digelar Koran Tokoh bekerja sama dengan CNI Cabang Bali tersebut menghadirkan empat pembicara utama, yaitu Agus Setyadi Teguh Yuono (Head of Branch CNI Bali), Jeffrey Kairupan (Pimpinan Bank Indonesia Cabang Denpasar), Prof. Dr. Gde Sri Darma, S.T., M.M. (pakar manajemen Undiknas University Denpasar), dan I Made Astra Wibawa (Direktur Grup Hardy’s). Rangkuman hasil diskusi dimuat dalam dua edisi mulai pekan ini.

tkh/marlene graciella

L

antaran itu pula pemeritah Kota Denpasar mengapresiasi dan berupaya melestarikan endek yang lekat dengan image etnik ini melalui pencanangan berbagai program. “Muncul dengan mengeksplorasi ide baru dengan desain kreatif, modifikasi, baik endek sebagai pakaian resmi atau rancangan bebas yang lebih kontemporer-modern. Endek yang kaya motif juga sesuai dirancang dengan model tren terkini bahkan tampil dengan konsep bergaya kasual untuk kalangan remaja agar lebih muncul ke permukaan. Semuanya adalah bagian dari pelestarian serta lebih mencintai produk dalam negeri selain melalui pagelaran parade endek, lomba, pameran dan lebih digalakkan menjadikannya dress code di berbagai acara di Bali k h u s u s n y a , ” Bersambung ke halaman 8 ungkap Ida Ayu

BISNIS multilevel marketing masih dipandang sebelah mata pada era 1980-an. Masyarakat masih menolak bisnis ini, bahkan cenderung berpikiran negatif. “Ketika seseorang menawarkan sebuah produk melalui face to face atau door to door sebagian orang menganggap negatif,” ujar pakar manajemen Prof. Dr. Gede Sri Darma, S.T., M.M. Konsep MLM dinilai sebagai get member to member. Namun, bisnis ini harus dikelola secara baik agar hasilnya maksimal. Bisnis yang dikembangkan CNI, misalnya. Pola bisnisnya sudah mengarah ke retail, karena sudah dikenal dan dirasakan manfaatnya. Konsumen merasa diuntungkan. Rektor Undiknas University ini menilai, hal utama yang harus Bersambung ke halaman 4

tkh/marlene graciella

KARYA seni warisan budaya, rasanya tepat disematkan untuk kain yang satu ini. Di Bali, tiap kabupaten/kota memiliki ciri khas masing-masing. Sejalan perkembangan zaman, produksi endek tampil menawan dan memberikan daya tarik tersendiri bagi pemakainya. Selain kental muatan budaya, pembuatan endek konvesional, motif dan desainnya juga unik dan klasik.

MLM Dekati Perempuan

tkh/marlene graciella

Jeli Baca Selera Angkat Citra Endek

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Ida Ayu Selly Fajarini

Agus Setyadi

mutu produk CNI memang bagus. Ini sama dengan kualitas produk manajemen bisnis MLM terkenal lainnya. Bahkan, syarat presentasi untuk menjadi member MLM dinilai tak masalah. Tetapi, teknik dan bekal materi presentasi seyogianya ditanamkan dulu kepada calon anggota. “Itu untuk meyakinkan calon anggota agar tertarik dan percaya diri jika harus melakukan presentasi materi bisnis MLM itu kepada calon down Bersambung ke halaman 4

Bu Sunaryo (kiri) dari BKOW Provinsi Bali sedang berbagi pengalaman yang mengisahkan kenangan dirinya saat ditawari menjadi anggota bisnis MLM oleh seorang tetangganya

Saatnya Menjawab Panggilan Tuhan

Anne Avantie menerima Kartini Award dari Ny. Ani Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2005

yang terjadi pada diri Anne. Konsumen yang mengambil berlian, tidak membayar dan dialah yang harus menanggung semuanya. “Bayangkan, setelah dihitung-hitung jumlah utangnya lebih mahal daripada harga rumah yang kami tempati. Saya shock dan menangis sejadi-jadinya. Saya dituduh melakukan penggelapan. Inilah ‘mimpi paling buruk’ dalam hidup saya,” ungkapnya. Bisnis butik yang dirintismya dengan susah payah hancur berantakan, keluarganya pun ikut terseret ke dalam kehancuran ini. “Saya tak Bersambung ke halaman 12


2

Tokoh

11 - 17 April 2010

Hadiah Pernikahan Perak UNTUK merayakan ulang tahun Putu Wijaya pernikahan perak, kenang Amat, aku pergi ke toko swalayan yang terbesar. Timbul hasrat ingin membeli sesuatu untuk dihadiahkan pada istri. Tetapi, begitu masuk dengan mengantongi seluruh tabungan selama 10 tahun yang siap dibelanjakan, aku bingung. Semua barang kelihatannya bagus. Tetapi, begitu mau dibeli, semua kelihatan jelek. Aku jadi terjepit. Tidak tahu apa yang harus dibeli. Takut salah. Tidak mau keliru. Sejak pertokoan dibuka, aku sudah masuk, tetapi sampai menjelang malam, aku belum berhasil memilih, apa hadiah yang tepat. Tidak ada pilihan sudah susah, tetapi terlalu banyak pilihan juga tambah ruwet. Karena takut menyesal, aku menenangkan pikiranku dengan makan enak. Tetapi, setelah makan sangat enak, kenyang dan puas, pilihan itu belum juga kunjung tiba. Lalu aku memutuskan, mungkin itu semua sudah tertulis di dalam skenario bahwa tak ada hadiah yang cukup bagus, lebih bagus daripada niat yang tulus yang ada di dalam hati. Jadi, aku tidak jadi membeli apa-apa, lanjut Amat. Uang di dalam kantong aku bawa pulang kembali tanpa kurang sekepeng pun. Mungkin tidak harus membeli apa-apa. Karena, semua barang-barang yang dipajang di situ dari yang paling murah sampai yang paling mahal, dari yang biasa sampai yang teraneh, tidak ada yang sanggup untuk mewakili perasaan yang ingin aku tumpahkan dengan hadiah itu. Jadi, bagaimana kalau uang ini saja yang aku serahkan. Dengan uang ini, kamu bisa memilih hadiah apa saja yang paling kamu inginkan. Sebab, sebagusbagus pilihanku, semahal-mahal harganya, kalau kamu yang menerima hadiah tidak cocok, akhirnya hadiah akan mubazir. Jadi, terimalah amplop ini. Jangan isinya yang dilihat, tidak usah dihitung, rasakan saja niat baik di dalamnya. Amplop ini mewakili seluruh rasa hormatku, penghargaanku kepadamu. Ketika memikat kamu untuk jadi pacar, aku bersaing dengan puluhan lakilaki yang memiliki begitu banyak kelebihan. Bersaing bebas mestinya aku pasti akan kalah total. Di atas kertas aku tidak punya nomor antrean. Kartuku kartu mati. Tidak punya trah, tidak punya warisan, tidak ada pekerjaan, tanpa masa depan dan tidak ada yang bisa dibanggakan. Tampangku juga mirip salah satu anak Semar. Aku orang kecil dari dusun yang terlalu biasa. Tidak punya kans. Tetapi, aku menjadi istimewa, karena kamu memilihku. Kamu yang membuat aku jadi menang, sehingga puluhan sainganku itu yang tadinya tidak melihatku dengan sebelah mata, jadi kaget. Mereka semua terpukau. Heran mengapa mereka kalah dan takjub mengapa aku yang berhasil menggondol kamu. Mereka menuduh aku sudah main pelet. Memang bener aku pernah berniat untuk pakai jalan belakang. Bagaimana merebut kamu tanpa rupa, tanpa harta lewat jasa dukun. Tetapi, modalnya dari mana? Dukun-dukun sekarang mahal, mereka minta Mercy Sport. Tak mungkinlah. Kepalaku dijual juga tidak cukup untuk membeli peleknya. Ada yang menduga aku punya sabuk. Tetapi, sabuk apa? Kalau punya, sudah lama aku jadi caleg. Atau, meraup duit jadi markus. Aku bersaing dengan tangan kosong. Kamu yang membuat tanganku yang kosong itu jadi berisi. Cinta barangkali yang sudah membuat kekosonganku menjadi berarti. Kamulah, bukan aku, kamulah yang kemudian membuat mereka kagum, karena tanpa punya apa-apa aku berhasil menggaetmu. Itu yang namanya seni. Kreativitas. Tetapi, setelah menjadi istriku, aku tak sanggup membahagiakan kamu. Puluhan tahun kita tinggal di rumah tua ini. Tak ada kendaraan. Tidak punya tabungan. Makan saja selalu dikerubuti rasa cemas tiap hari, bisa makan atau tidak. Apalagi setelah kita punya anak. Entah bagaimana jalannya, kita lakoni semuanya. Sejak melahirkan, sampai membesarkan anak, lalu jadi mahasiswi seperti sekarang, kita dapat saja uang. Tidak besar. Tetapi, kita tidak pernah utang. Hidup kita begitu sederhana, tetapi tidak diuber-uber penagih utang. Kamu selalu tabah. Ada, kamu senyum. Tidak ada, kamu juga tetap tertawa. Keceriaan kamu itu membuat aku sebagai laki-laki tidak tertekan. Lelahku hilang, kalau sudah sampai di rumah karena melihat kamu senyum. Tak sekali pun kamu pernah membandingkan aku dengan laki-laki lain. Kamu terima aku dengan seluruh kekuranganku. Bahkan kalau aku sampai kelu langkah, karena samasekali tidak berdaya, dengan tetap hati kamu membantu. Kamu berikan aku dorongan, untuk menghadapi semua tantangan dengan sabar. Kamu bikin kosongku jadi berisi. Lama kita tidak punya anak. Ada orang baru setahun menikah, sudah cerai, karena belum punya keturunan. Mereka saling tuduh. Tetapi, kita sepuluh tahun, kamu tenang saja. Keluargamu menyindir-nyindir kapan, kapan, kamu hanya senyum. Dan, ketika keluargaku juga ikut main gerpol kasak-kasuk kamu mandul sambil mencarikan aku jodoh baru. Kamu tak peduli. Matamu terus hanya melihat ke depan dengan tabah. Dokter kemudian menetapkan akulah yang mandul. Aku menangis waktu itu. Aku berserah kepadamu, dan mempersilakan kamu ingin berbuat apa saja, silakan, aku akan menerima. Kamu punya hak untuk meninggalkan aku. Kamu punya hak untuk tidak peduli kepadaku, sebab aku bukan laki-laki sejati. Aku hanya laki-laki yang dibuat sejati oleh istri. Bahkan ketika ada yang mau meminjam rahimmu untuk mengandungkan anaknya, seperti yang terjadi di manacanegara sana, kamu samasekali tidak tertarik malah memberikan komentar bahwa kamu masih punya iman. Itulah yang sudah membuat aku hormat kepadamu. Apa pun yang kamu lakukan aku hargai. Aku hanya ingin agar kamu tersenyum. Perasaanku tidak penting. Aku heran, mengapa kamu samasekali seperti tidak mendengar apa yang dikatakan Dokter Nolten itu. Kamu terus saja melangkah di sampingku, mendampingiku sebagai istri, menemaniku sebagaimana mestinya. Merawatku, meladeniku, membantuku, menemaniku, pendeknya menjadi teman hidupku. Matamu yang terus memandang ke depan tidak berkedip tiba-tiba menembus tirai hitam itu. Ya Tuhan! Tiba-tiba saja kita mendapat karunia. Kita dipercaya untuk memiliki momongan yang nanti pada tanggal 20 April berulang tahun ke-14. Itu membuatku makin hormat kepadamu. Aku berjanji di dalam hati, akan mencintai, menyayangimu selama-lamanya. Isi yang kau tumpahkan untuk memenuhi kekosonganku begitu besar. Begitu besar. Aku memikul utang budi yang tidak terkira. Tanpa kamu, aku akan terus kosong. Melayang-layang di udara. Terombang-ambing dan akhirnya akan dicaplok setan karena tak punya pegangan. Seorang istri adalah tempat berpegang. Tempat laki-laki yang konyol seperti aku punya tujuan. Kamu seperti garam dalam masakan, yang memberikan rasa sedap, indah, bahagia dan lengkap. Tanpa kamu aku akan jadi lakilaki yang bimbang. Tanpa kamu aku akan dipermainkan gelombang. Kamu adalah sebuah jangkar yang membuat kapal tak hanyur dalam gelombang. Hari ini aku ingin sekali berterima kasih. Tetapi, tak ada benda yang dijual di pasar swalayan yang cukup untuk mewakili perasaanku itu. Sementara itu, uang di dalam amplop ini pun tidak cukup, untuk membeli, kalau toh kado terima kasih yang bobotnya setara dengan jasamu itu benar-benar ada. Jasamu yang tak ternilai itu, istriku, memang tidak mungkin dibalas. Aku hanya akan bisa merasakannya dan tidak mungkin membalasnya dengan seimbang. Jadi, mungkin sekali ada baiknya, aku tidak perlu mengukur, menilai, apalagi mencoba menyeimbangkan. Pemberianmu yang tak ternilai itu memang barangkali kodratnya untuk diterima orang yang lemah seperti suamimu ini. Apalagi kalau mau dikecilkan artinya dengan amplop yang sangat materiliastis ini. Akan menjadi kesalahan dan dosa berikutnya, kalau aku mencoba untuk melunasi utang budi pada istri. Maka lebih baik, aku tidak jadi memberikan kepadamu. Biarlah aku tetap berutang budi, berterima kasih dan terus terikat kepadamu, istriku. Kamu tersenyum. Kamu tidak membantah. Lebih terharu lagi perasaanku sekarang, karena kamu mengerti segala-galanya. Bahkan yang belum aku lakukan pun sudah kamu pahami. Kamu perempuan sejati. Karena kamu tahu, aku hanya bisa ngomong, bersilat lidah, bersembunyi di balik kata-kata. Kamu tahu, amplop itu kelihatannya saja besar, penuh dan berat, tetapi sebenarnya isinya sudah tak ada. Dengan tangan gemetar kubuka amplop itu, kenang Amat. Isinya amplop yang lain, amplop yang lain, amplop yang lain, karena uangnya sudah kandas ketika lewat di depan bandar judi gelap. Maksudku jalan pintas mau melipatkan duit membalas jasa istri. Tetapi, akibatnya bunuh diri. Itulah risikonya, kalau suka bertindak tanpa konsultasi. Itulah kado pernikahan perakku.

Koran

Mingguan

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

Aspirasi “Terobosan, Mewujudkan Agenda 3 Rewards (Penghargaan) Emas”

Sampaikan opini Anda Minggu 11 April 2010 dalam acara interaktif “Wanita Global” 96,5 FM pukul 10.00 - 12.00 Wita. Opini dapat juga disampaikan lewat Faksimile 0361 - 420500 dan E-mail Radio On Line: www.globalfmbali.com, E-mail: globalfmbali@yahoo.com Pendapat Anda tentang topik ini dimuat Koran Tokoh 18 April 2010

Yang Diutamakan Bahasa Inggris atau Bahasa Daerah? YANG efektif, anak-anak diajari bahasa Inggris sedini mungkin. Pada masa keemasan yakni usia 0 – 5 tahun. Ah, sebaiknya sejak kelas III SD. Anak-anak juga harus diajari bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Bahasa daerah dan bahasa Indonesia itu bahasa ibu, dengan sendirinya anak-anak akan tahu dari lingkungannya. Sulitkah belajar berbahasa Inggris? Sebenarnya tidak. Yang penting biasakan sehari-hari dalam suasana yang menyenangkan. Banyak anak dengan mudah menguasai bahasa daerah lebih dari dua bahasa, mengapa bahasa Inggris tidak bisa? Dilematis, Inggris atau daerah yang diutamakan? Demikian pandangan yang berkembang dalam Siaran Interaktif Koran Tokoh di Radio Global FM 96,5 Minggu (4/4). Topiknya, ”Mengenalkan Bahasa pada Anak Sedini Mungkin”. Berikut, kutipannya.

Bahasa Daerah Bisa, Mengapa Inggris Tidak? Bahasa asing kian dibutuhkan dalam era globalisasi. Perusahaan besar kini mulai menerapkan persyaratan kompetensi berbahasa asing dalam mencari sumber daya manusia selain harus terampil berbahasa Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa berbahasa asing. Dibanding Amerika yang hanya memiliki satu bahasa yakni Bahasa Inggris, kemampuan berbahasa di Indonesia cukup besar. Ini terjadi karena Indonesia memiliki keanekaragaman bahasa daerah. Ini membuktikan anak Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan belajar lebih dari

satu bahasa. Kita sering menyaksikan ada anak yang terampil menggunakan dua bahkan tiga bahasa daerah. Mempelajari bahasa daerah bisa, mengapa Bahasa Inggris tidak. Masalahnya, sebagian besar orangtua belum memiliki kesadaran mengajarkan anakanaknya berbahasa asing sejak usia dini. Kemampuan berbahasa akan lebih mampu dimengerti dengan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Masalah umumnya, kemampuan berbahasa asing orangtua minim dan ada anggapan belajar bahasa asing itu sulit. Kesulitan belajar bahasa asing yang dialami orangtua terjadi karena banyak orangtua yang baru mempelajari bahasa Inggris saat duduk di bangku SMP bahkan SMA. Pengalaman sulit yang orangtua alami, membuat mereka kesulitan mengajarkan bahasa Inggris ke anak. Anggapan belum saatnya anak kecil diajari bahasa asing juga sebagai faktor penyebab

mengapa bahasa asing belum melekat dalam diri anak. Made Diah Lestari, psikolog lulusan UI, Area Sales Manager PT Tigaraksa Satria Tbk, Divisi Buku

Banyak Metode yang Mudah Di Bali perkembangan pembelajaran bahasa asing untuk anak makin meningkat. Terbukti banyak sekolah yang menawarkan pendidikan bilingual dan multilingual. Ini bisa membantu kesulitan orangtua mengajarkan bahasa asing kepada anaknya. Pembelajaran bahasa asing pada anak jangan dibayangkan seperti yang orangtua dapatkan dulu saat mereka awal mempelajari bahasa asing yakni ten-

Sidik Jari, Sifat dan Bakat Saya tertarik dengan artikel pada kolom Pendidikan di Koran Tokoh edisi 4 - 10 April 2010 tentang hubungan sidik jari dan sifat dan bakat. Untuk itu saya mohon informasi alamat atau nomor telepon narasumber pada artikel tersebut, yaitu: 1. Psikiater Nyoman Ayu Suci Kharisma Rani 2. Anggie Pradita Mohon informasi di mana tempat/klinik yang bisa melakukan tes sidik jari seperti yang dibahas dalam artikel tersebut. Made Adhi Negara-Jembrana Jawaban Redaksi Nyoman Ayu Suci Karisma Rani. Jalan Raya Puputan Renon 44. Telepon (0361) 7435044 tang tata bahasa, tensis, kamus, dll. Sekarang banyak metode pembelajaran bahasa asing yang mudah. Orangtua bisa mempelajarinya lewat buku panduan yang banyak beredar di toko buku. Pembelajaran bahasa asing bisa dilakukan dengan cara menyenangkan. Jangan berpikir, belajar bahasa asing perlu peralatan. Tanpa peralatan, dengan bahasa yang mudah yang dipraktikkan dalam aktivitas sehari-hari bisa membuat anak menangkap bahasa tersebut. Lambat laun mereka bisa mengucapkannya, misalnya dengan pengenalan bendabenda di sekitarnya, seperti this is water, good morning. Ini dapat menambah kosa kata bahasa Inggris mereka. Saat mengenalkan beragam benda, orangtua tak boleh menerjemahkan artinya. Orangtua cukup menunjuk benda yang dimaksud sembari berucap nama benda dengan bahasa Inggris. Anak akan bisa mencerna dan memahami. Jika orangtua menerjemahkan, malah membuat anak bingung. Sekolah-sekolah bilingual memiliki teknik khusus mengajarkan bahasa asing un-

tuk anak. Diawali ice breaking misalnya dengan menyangi, menari, atau menyapa happy morning, membuat permainan yang menggunakan bahasa Inggris. Ajak anak meluapkan ekspresi mereka tentu memakai bahasa Inggris. Made Diah Lestari

Pasar Kerja akan ’Welcome’ Bahasa sebagai salah satu hal penting dalam kehidupan sosial masyarakat yang mencerminkan karakter kepribadian dan budaya bagi komunitas sosial. Orang akan eksis di lingkungannya jika memiliki kemampuan berbahasa dengan baik. Yang penting bukan apa yang dikatakan, namun bagaimana cara mengatakan. Berkomunikasi lewat bahasa memiliki tujuan strategis sebagai komoditas bernilai tinggi yang mampu menopang kesejahteraan hidup. Sekalipun hanya memiliki kompetensi yang standar, jika fasih berbahasa asing, pasar kerja akan welcome. Bersambung ke hlm. 12

Terobosan, Mewujudkan Agenda 3 Rewards Emas MASALAH sosial ekonomi di Bali masih menjadi agenda pembangunan yang belum tuntas ditangani pemerintah. Angka kemiskinan ekonomi masyarakat Bali memang disebut-sebut makin menurun. Namun, upaya menekan angka kemiskinan tersebut dapat ditambah melalui terobosan alternatif baru yang bernama konsep 3 Reward Emas. Saya menemukan konsep ini sebagai salah satu terobosan alternatif untuk menanggulangi masalah sosial ekonomi masyarakat Indonesia, terutama di Bali. Konsep ini telah dipatenkan Departemen Hukum dan HAM RI dengan titel “3 Rewards Emas”; “Sistem Pemasaran 3 Rewards Emas Belanja Untung Jadi Dermawan dan Jutawan”, dan “Bisnis Voucher Belanja Diskon dengan Sistem Pemasaran 3 Rewards Emas”. Untuk mewujudkan konsep 3 Rewards Emas, saya menjalin kerja sama dengan Persatuan Filantropi Indonesia (Perfindo). Perfindo menjadi organisasi yang mendapatkan penerima lisensi penyelenggaraan 3 Rewards Emas dari pemegang hak paten. Sebagai pemegang lisensi, Perfindo memerlukan kerja sama yang bersifat mengikat secara hukum dengan sebuah yayasan sosial. Sebagai pemegang hak paten, saya lalu mendirikan sebuah yayasan sosial. Yayasan ini bernama Yayasan Doktor Johnny Anwar yang telah definitif berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor AHU-

1419.AH.01.02 Tahun 2008. Kantornya di Jalan Katalia II Nomor 15, Ubung, Denpasar Utara. Perfindo bekerja sama dengan yayasan tersebut untuk mengumpulkan sumbangan sosial suka rela. Sumbangan yang menyasar komunitas anggota Perfindo dilakukan tanpa paksaan. Hasilnya, disetor kepada yayasan. Dana sosial tersebut dikelola untuk memberdayakan kesejahteraan anggota Perfindo dan warga lain di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Mekanisme pengelolaan dana tersebut dikerjakan manajemen yayasan melalui pemberian tiga bentuk penghargaan (rewards), yakni penghargaan dalam bentuk pembiayaan belanja hemat untuk para anggota; penghargaan dalam bentuk santunan sosial kemanusiaan, dan penghargaan sebagai dermawan kepada para anggota. Penghargaan pertama yang diperoleh anggota berupa belanja hemat untuk kebutuhan sehari-hari di toko sembako, KUD, dan tempat perbelanjaan lainnya. Contoh, si A menyumbang Rp 5 ribu ke yayasan. Ketika si A hendak berbelanja beras 25 kilogram seharga Rp 160 ribu, ia cukup membayar Rp 150 ribu. Ini berarti si A mendapatkan suntikan pembiayaan Rp 10 ribu dari harga sekarung beras tadi. Suntikan biaya tersebut merupakan kompensasi dari kelipatan besar sumbangan sosial yang telah diberikan sebelumnya sebesar Rp 5 ribu kepada yayasan. Selain itu, jika memerlukan biaya perawatan kesehatan, anggota yang bersangkutan dapat berobat ke dokter atau

Dr. Johnny Anwar

rumah sakit dengan memakai fasilitas biaya kesehatan yang disediakan manajemen pengelola 3 Rewards Emas. Contoh, si A menyumbang Rp 5 ribu. Ketika sakit dia dikenai biaya perawatan di rumah sakit Rp 1 juta. Tetapi, si A cukup membayar Rp 750 ribu kepada pihak rumah sakit. Ini karena si A telah dibantu yayasan untuk mendapatkan suntikan pembiayaan 30% dari total biaya kesehatan yang seharusnya dilunasinya. Pembiayaan tersebut juga dapat diberikan kepada anggota yang membutuhkan ongkos pemeliharan kendaraan bermotor di bengkel atau dealer sepeda motor maupun mobil. Ini juga berlaku bagi anggota yang berniat membeli sepeda motor, mobil, maupun rumah. Contoh, si A hendak membeli sebuah sepeda motor seharga Rp 15 juta. Tetapi, sebagai anggota Perfindo ia sebelumnya telah menyumbang Rp 5 ribu kepada yayasan. Saat membayar sepeda motor yang dibelinya, si A cukup membayar

Rp 13.500.000. Yayasan membantu menyuntikkan Rp 1.500.000 untuk menggenapi total harga sepeda motor yang dibelinya. Itulah gambaran tentang reward atau penghargaan pertama yang diberikan yayasan kepada para anggotanya yang berjiwa dermawan tadi. Para dermawan tersebut berbelanja hemat menggunakan voucher atau kupon belanja. Kupon belanja tersebut dikeluarkan yayasan khusus untuk para anggota Perfindo yang memberikan sumbangan sukarela tadi. Namun, penghargaan berikut juga dapat mereka peroleh dari yayasan berupa reward kedua. Reward kedua ini berupa jaminan dana kesehatan, kecelakaan, dan kematian. Contoh, si A menyumbang Rp 5 ribu. Jika si A jatuh sakit, ia kelak akan dapat santunan Rp 1 juta. Namun, jika tertimpa musibah kecelakaan, ia mendapatkan santunan Rp 3 juta. Santunan Rp 5 juta diberikan jika si A meninggal. Sebagai anggota Perfindo, para dermawan tersebut juga akan memperoleh reward atau penghargaan ketiga berupa dana hibah dan dana bergulir untuk kesejahteraan sosial di sekitar tempat tinggalnya. Dana hibah diberikan untuk anak yatim piatu, putus sekolah, cacat, jompo, biaya berobat, biaya pembangunan desa, bencana alam, dan lain-lain. Dana bergulir diberikan tanpa jaminan, tanpa bunga, tanpa mengembalikan jika merugi, kepada keluarga atau kelompok masyarakat miskin yang kisarannya Rp 5 juta sampai dengan Rp 50 juta. Tiga penghargaan itu dikelola yayasan. Namun, ada pu-

la reward plus. Penghargaan tambahan yang keempat ini dikelola Perfindo. Sifat penghargaan ini untuk menambah daya tarik bagi masyarakat agar mau merogoh koceknya untuk kepentingan sosial kemanusiaan yang dikelola yayasan. Namun, besar sumbangan sosial tidak boleh lebih 10% dari penghasilan anggota yang bersangkutan. Penghargaan plus tersebut diberikan dalam bentuk undian gratis berhadiah. Undian ini dilaksanakan dalam bentuk permainan tebak angka. Penentuan pemenangnya dilakukan dengan cara diundi. Namun, syaratnya, peserta undian harus menunjukkan kartu anggota, menunjukkan bukti sumbangan kepada yayasan, menyerahkan barang bekas (bisa berupa botol dan lainlain), dan jika menang undian bersedia menyumbang 10% kepada orang miskin di sekitar tempat tinggalnya. Semua data peserta undian dilakukan melalui sistem komputerisasi. Pelaksanaan undian dilakukan pengurus dan disaksikan para anggota melalui data peserta undian diacak untuk mendapatkan pemenangnya. Pemenang ditetapkan melalui berita acara resmi yang diputuskan Perfindo dan saksi yang berwenang. Pengumuman pemenang dilakukan melalui SMS, media massa, dan website. Pembagian hadiah dilakukan paling lambat 12 jam setelah penarikan undian. Dr. Johnny Anwar Pemegang hak paten hak merek 3 Reward Emas

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Widminarko Wakil Pemimpin Umum/Wakil Pemimpin Redaksi: Roso Daras Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: Syamsudin Kelilauw, Ratna Hidayati, Budi Paramartha, IG.A. Sri Ardhini, Lilik, Wirati, Sagung Inten, Tini Dwi Rahayu. Buleleng: Putu Yaniek Redaksi/Pemasaran Jakarta: Diana Runtu, Sri Iswati, M. Nur Hakim NTB: Naniek Dwi Surahmi Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman Sekretariat: Kadek Sepi Purnama, Ayu Agustini, K.E. Fitrianty, Putu Agus Mariantara Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373 Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palmerah Barat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021)5357602 -Faksimile (021)5357605 NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370)639543–Faksimile (0370)628257 Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 2223 Surabaya–Telepon (031) 5633456–Faksimile (031)5675240 Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com; redaksitokoh@yahoo.com Situs: http/www.cybertokoh.com; http/www.balipost.co.id Bank: BCA Cabang Palmerah Barat Jakarta, Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kepundung 67 A Denpasar.


Kemanusiaan

Ketiga Anaknya Lumpuh D

I sebuah sudut di areal tanah antara perkantoran dan perumahan mewah di kawasan Renon, tinggal pasangan suami istri, Ketut Simpen dan Wayan Dana, beserta ketiga anaknya dalam kondisi yang memprihatinkan. Hidup mereka dibelit kemiskinan. Kehidupan sehari-harinya lebih banyak ditopang belas kasihan orang yang peduli terhadap nasibnya. “Sebagai ibu, batin saya tersiksa memiliki tiga anak yang saat lahir sehat jasmani rohani, begitu lewat tiga bulan pertumbuhannya berbeda dengan anak-anak lainnya. Hampir tiap malam saat mereka tidur, sembari memandangi mereka, saya menangis. Sampai kapan anakanak saya begini nasibnya,” demikian jeritan hati Ketut Simpen saat di temui wartawati Koran Tokoh. Beberapa bulan setelah menikah Simpen melahirkan putri pertamanya. Kehadiran buah hati yang diberi nama Ni Wayan Widnyani tersebut, disambut perasaan suka cita oleh pasutri ini. Wayan lahir dan tumbuh normal. “Baru terasa bedanya ketika Wayan berumur tiga bulan lebih. Ia sempat mengalami panas cukup tinggi. Tak lama kemudian suhu panasnya menurun. Namun, selang beberapa hari kemudian kedua kakinya terlihat mulai lemas. Usianya bertambah tetapi kondisi kakinya tidak berubah, bahkan tak bisa digunakan untuk belajar melangkah. Ia hanya mampu merangkak. Kondisi seperti itu berlanjut hingga kini, “ tuturnya. Musibah ini ternyata tidak hanya dialami si sulung. Dua adik yang ketika lahir juga normal, mengalami derita yang sama dengan derita Wayan. Sempat dibawa ke puskesmas. Namun,

lebih sering dibiarkan saja tanpa obat karena ketiadaan biaya. “Begitu umur tiga bulan ketiganya mengalami perubahan di kedua kakinya. Sulit digerakkan sekalipun dicoba beberapa kali. Ketiganya menjadi anak lumpuh. Kondisinya tak pernah membaik. Lemas, dan hanya bisa merangkak, sampai sekarang,” tutur Simpen. Suaminya, Wayan Dana, bekerja sebagai tukang bangunan, pekerja harian. “Saya sedih karena tak bisa membantu suami mengais rezeki untuk menambah penghasilan. Saya harus terus-menerus menemani anak-anak,” katanya. Ni Wayan Widnyani kini berusia 12 tahun, Komang Yuniasih 7 tahun, dan Komang Sudarsana 3 tahun. Ketiganya tak bisa lebih selain duduk dan berbaring di balai-balai sambil memainkan boneka yang sudah lusuh dan kotor. Hanya si sulung yang kini bisa menikmati berjalan di atas kursi roda, pemberian seorang dermawan. Kakeknya, ayah Ketut Simpen, yang juga bertempat tinggal bersama anak dan ketiga cucunya ini pun sangat mengharapkan kesembuhan mereka. “Kalau untuk makan, meski apa adanya, kami masih bisa berusaha memenuhinya. Yang tidak mungkin kami lakukan, mengajak cucu kami berobat ke rumah sakit,” ujar kakek yang menggarap tanah milik pemerintah provinsi dan karena itu

Ketut Simpen bersama ketiga anaknya

berkesempatan membuat gubuk di atas tanah milik Pemerintah Provinsi Bali. Lokasinya di depan Kantor Askes, lebih kurang 2 km dari Kantor Gubernur. Ia menuturkan, saat masih normal ketiganya pernah dibawa ke Rumah Sakit Sanglah. Karena harus dirontgen dan tiadanya biaya, ketiganya dibawa pulang. “Kami juga sempat beberapa kali mengajak mereka mendapatkan pengobatan tradisional dan di-

pijat. Namun, keadaannya belum berubah hingga kini. Kami harapkan uluran tangan dari siapa pun demi kesembuhan cucu-cucu saya,” ujarnya. Jika ingin ke belakang mereka harus digendong. Begitu juga saat mandi mereka dimandikan. “Ibunya yang melakukan semuanya itu. Saya tidak kuat lagi, cucu saya sudah gede-gede, sementara tenaga saya sudah makin menurun,” tambahnya. –ard.

Derita Guru TK Ni Ketut Nuriyati

Ni Ketut Nuriyati bersama putra semata wayangnya, Wayan Darmawan, yang lumpuh

RAUT muka Ni Ketut Nuriyati tak menampakkan kesedihan walaupun sebenarnya ia menyimpan segudang penderitaan dan masalah. Ia tetap bisa tersenyum saat mengajar anak didiknya di TK Widya Santi II Ubung, dan mengajaknya bermain. Kamar kontrakan berukuran 2,5 meter x 2,5 meter menjadi tempat tinggal Ni Ketut Nuriyati dan putra semata wayangnya, Wayan Darmawan. Suaminya, Made Daniel, meninggal tujuh tahun lalu. Ruangan sempit yang ia kontrak Rp 125 ribu per bulan itu, tak hanya berfungsi sebagai kamar tidur, tetapi juga ruang serbaguna. Hidup ibu dan anak ini terasing dari sanak famili mereka. “Sejak saya menikah dengan Bapak, keluarga mengusir saya karena tak menyetujui

saya menikah dengannya,” ujar wanita asal Banjar Tengah, Kelurahan Ubung, Denpasar, ini. Nuriyati harus memanggul beban rumah tangga dan perekonomian sendirian. Anaknya, Wayan Darmawan, tak bisa melakukan aktivitas fisik lantaran kedua kakinya lumpuh akibat folio yang ia derita sejak usia tiga bulan. Tipa hari, aktivitas Nuriyati dimulai lebih pagi dibanding kebanyakan ibu rumah tangga lain. Pukul 04.00, ia sudah mulai menyiapkan sarapan buat anaknya. Sebelum menuju ke tempat ia mengajar, ada tugas bu guru ini yang saban hari tak pernah terlewatkan yakni memandikan dan merawat Wayan Darmawan. Dengan penuh kasih sayang, ia mengelap tubuh putranya itu dan menyuapinya. “Setelah putra saya bersih, baru saya bersiap diri pergi mengajar,” katanya. Ni Ketut Nuriyati mengabdi

sebagai guru TK Widya Santi II sejak 27 tahun lalu. Penghasilannya sebagai guru menjadi sumber pemasukan utama keluarganya. Dulu, sebelum suaminya meninggal akibat epilepsi, Nuriyati tetap berperan sebagai tulang punggung keluarga. “Sejak menikah hingga meninggal, suami saya tak pernah bekerja lantaran sakit,” katanya. Dengan penuh kesabaran, ia rela merawat dua orang yang ia cintai yang samasama menderita penyakit, suaminya dan anaknya. Dua puluh tiga tahun lalu, rasa gembira menyelimuti hati pasutri Nuriyati dan Daniel (alm) menyaksikan kelahiran Wayan Darmawan. “Pada usia sebulan hingga tiga bulan, penampilan Wayan lucu sebagaimana bayi montok lainnya,” ungkapnya. Kegembiraan itu berangsur hilang, saat Wayan menderita demam. Karena suhu tubuhnya tetap tinggi,

11 - 17 April 2010 Tokoh 3

Beragam Faktor Penyebab Kelumpuhan bisa diakibatkan virus gullam KELUMPUHAN diakibatkan barre dan mielitus. Ketika beragam faktor. Dokter ahli diketahui menderita kelumpuhan penyakit saraf dr. DPG Purwa akibat virus, dr. Purwa meSamatra Sp.S (K) menjelaskan, nyarankan agar segera dilakukan kelumpuhan bisa diakibatkan perawatan sistem saraf. “Jika tak faktor genetik/katurunan, infeksi dilakukan perawatan atau rehasumsum tulang belakang atau bilitasi saraf, saraf otot menjadi otak, kecelakaan, dan stroke. kaku hingga sulit bergerak. “Jika Polio, menurut dr. Purwa, langsung ditangani, meski tak merupakan salah satu contoh bisa sembuh, mereka masih bisa kelumpuhan akibat infeksi. melakukan gerakan-gerakan,” Biasanya, penderita polio katanya. ditandai demam tinggi. Kasus kelumpuhan akibat polio kini Kelumpuhan karena genetik jarang terjadi. Mulai tahun 1990sering disebut distropia musluan sudah ada vaksin polio yang lorum progrisiva (DMP). Otot diberikan kepada ibu hamil atau dan tulang panggul, kaki, bahu, bayi dan anak-anak. “Jika kini pergelangan panggul dan perditemukan kasus polio, berarti ia gelangan bahu mengecil. Biasamenderita polio sebelum vaksin dr. DPG Purwa Samatra Sp.S (K) nya kelumpuhan karena genetik itu ada,” jelasnya. sering menyerang anak laki-laki. Lumpuh akibat polio ini tergolong lumpuh “Jika sebuah keluarga yang memiliki riwayat layu. Daya tahan tubuh yang minim membuat kelumpuhan akibat genetik memiliki anak laki-laki penderita polio tak bisa duduk bahkan dan perempuan, maka anak laki-laki yang akan menggunakan kursi roda maupun tongkat. Meski menderita lumpuh,” jelasnya. Ini terjadi, lanjut dr. kelumpuhan ini tak bisa disembuhkan, namun Purwa, karena DMP menyerang kromoson X (lakibisa dilakukan rehabalitasi lewat fisioterapi. laki). Sedangkan perempuan pembawa penyakit “Terapi ini bisa meningkatkan data tahan tubuh tersebut. otot dan kaki sehingga mereka bisa melakukan Menurut dr. Purwa, dari beberapa faktor aktivitas lain selain tidur, seperti duduk dan kelumpuhan, faktor trauma/kecelakaan dan stroke menggunakan tongkat,” katanya. yang sering dialami. Saat mengalami kecelakaan, Penderita polio yang telah akut dan terlambat perlu dilakukan beragam tindakan seperti bedah penanganannya biasanya hanya bisa berbaring umum, pemeriksaaan saraf. Jika sarafnya di tempat tidur. “Meskipun bisa duduk tak bisa terganggu bisa dilakukan bedah saraf. Sayang, dalam waktu lama. Di tubuh penderita yang menurut Kepala Bagian Saraf SMF FK Unud malas dan memilih berbaring di tempat tidur akan RSUP Sanglah ini, sebagian besar pasien baru timbul borok atau luka di punggunngnya melakukan pemeriksaan saraf saat telah muncul (dekobitus). Ini terjadi karena kuman yang gangguan saraf seperti pusing, penglihatan kabur, menempel di tempat tidur. Usahakan mengganti penciuman terganggu bahkan gangguan keprisprei sesering mungkin, mengganti posisi tidur badian. “Perlu ada penanganan komprehensif setengah jam sekali seperti memiring badan atau saat terjadi kecelakaan. Koordinasi antara dokter ahli bedah umum, dokter saraf dan ahli bedah sesekali duduk sebentar,” katanya. Selain polio, kelumpuhan akibat infeksi juga saraf diperlukan,” ujarnya. —lik

Suami Meninggal Anak Lumpuh Nuryati membawa putranya ke bidan. “Demamnya turun, namun beberapa bulan kemudian terjadi keanehan, bagian pinggul hingga ujung kakinya mengecil dan tak bisa digerakkan, bahka menempel sehingga tak bisa digendong,” kisahnya. Kepanikan itu terjawab saat Wayan diperiksa tim medis Rumah Sakit Sanglah. “Wayan didiagnosa menderita lumpuh akibat folio,” katanya. Keterbatasan biayalah yang menjadi alasan

Nuriyati tak melanjutkan pengobatan anaknya secara medis. Ia lebih banyak menggunakan pengobatan alternatif. Meski Wayan Darmawan tumbuh menjadi anak cacat lumpuh, semangat Nuriyati memenuhi hak buah hatinya memperoleh pendidikan tetap tinggi. “Saya menyekolahkan Wayan hingga lulus SMK,” katanya. Bantuan kursi roda yang didapatnya cukup membantu Wayan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. “Dulu saat Wayan sekolah di SMK Negeri 1 Denpasar, sebelum mengajar, saya antar dengan mengendari sepeda motor tua. Teman-temannya banyak memberikan perhatian. Mereka mau mendorong kursi roda Wayan hingga di ruang kelas,” kenangnya. Wayan lulus tahun 2003. Ia sempat bekerja di salah satu

perusahaan sebagai tenaga administrasi. Pekerjaan itu hanya berlangsung satu bulan. Tibatiba keluar luka atau borok di punggungnya. Ia pun tak mampu duduk di kursi roda terlalu lama. “Wayan hanya bisa berbaring di tempat tidur hingga kini. Ia hanya bisa duduk beberapa saat, kemudian berbaring lagi. Lukanya makin parah. Saya hanya mengandalkan pengobatan alternatif,” ujar Nuriyati. Ada ketakutan dalam diri Nuriyati saat kelak ia meninggal. Maklum, status Nuriyati hanya warga banjar penumpang di Banjar Sari, Kelurahan Ubung. “Jika saya atau anak saya meninggal kelak, siapa yang akan mengurus dan dikebumikan di mana. Dulu saat suami saya meninggal terpaksa dikremasi,” ungkapnya.—lik


4

Tokoh

Bisnis

11 - 17 April 2010

Sinergi Bisnis Retail dan Mal

H

al itu ditegaskan Direktur Grup Hardy’s I Made Astra Wibawa. Menurutnya, saat ini sedang terjadi persaingan bisnis perusahaan retail, terutama berlabel asing, dengan manajemen usaha bisnis mal lokal. Ini terjadi karena pemerintah terlalu jor-joran memberikan lampu hijau untuk izin pendirian mal, minimarket, serta supermarket baru. Menjamurnya minimarket terutama dicemaskan pihaknya. Ini lantaran lokasi minimarket satu

dan lainnya berdekatan. “Minimarket tersebut bahkan mengepung mal. Lokasi Hardy’s Panjer, contohnya. Di sisi kirikanan dijepit banyak minimarket. Walau kenyataannya usaha bisnis mal kami masih tetap berkembang, karena kepercayaan masyarakat,” katanya. Ia mendesak pemerintah memperketat pemberian izin. “Pemerintah harus lebih memperketat perizinan minimarket, termasuk memperhatikan jarak pembangunan minimarket dari satu dan lainnya. Jika terlalu

tkh/marlene graciella

USAHA bisnis retail bermerek dagang asing menjamur di Bali. Ini dinilai ancaman bagi perkembangan bisnis mal yang dimiliki pengusaha lokal. Kalangan manajemen usaha Bali mendesak pemerintah jangan pilih kasih dalam birkorasi pelayanan terhadap aneka manajemen usaha tersebut. Proteksi harus diberikan kepada bisnis mal pengusaha lokal.

korban,” katanya. Sebagai perusahaan retail milik pengusaha lokal Bali, Astra mengaku, pihaknya tak mampu mencegah arus kedatangan perusahaan retail asing. “Sebagai pengelola mal, jalan satu-satunya adalah bersinergi dengan bisnis retail,” katanya. Saat ini, langkah itu sudah dimulai Grup Hardy’s. Manajemennya memiliki lahan cukup luas untuk disewakan kepada perusahaan lain. “Kini kami telah bersinergi dengan Ramayana, Carefour, dan Giant,” kata Astra. Langkah sinergi itu tak hanya membawa keuntungan finansial. Dari segi manajemen, pihaknya juga diuntungkan. “Sebagian besar perusahaan asing tersebut memiliki standar manajemen secara internasional. Kami bisa belajar terkait manajemen, tata cara menata barang sesuai standar dan juga tata cara mengelola SDM. Itu ilmu yang sangat mahal,” kata Astra. Baginya, perusahaan yang dijadikan rekan kerja bukanlah saingan bagi manajemen Grup Hardy’s. Rekanan bisnis sinerginya memiliki segmen pasar berbeda. “Segmen kami untuk Astra Wibawa masyarakat ekonomi ke bawah, dekat, kita khawatir usaha re- sedangkan mereka atas,” katatail bermodal pas-pasan jadi nya lagi. —lik

Terobosan, Sinergikan............................................................................................................................................dari halaman 1 line-nya,” ujarnya. Agus Setyadi Teguh Yuono, Head of Branch CNI Bali meyakinkan konsep bisnis MLM merupakan salah satu konsep pemasaran terbaik. Asalkan, menurutnya, praktiknya konsep ini dijalankan dengan hati. Hasilnya, profit atau keuntungan berupa uang kelak menjadi penghargaan. Namun, suami Wiwik P. ini mengaku tak semua manajemen bisnis MLM dapat merebut hati konsumen. Ini minimal diakibatkan tenaga pemasarnya buruk. Konsumen menjadi alergi ketika diajak mendengarkan presentasi materi bisnis MLM. “Saya akui ada MLM yang bagus, tetapi ada yang tidak,” jelasnya. Tahun 2005-2006, Agus Setyadi mengakui bisnis MLM CNI lain sedang meledak. Tenaga pemasar MLM mulai dikesankan kelewat ngotot jika mengajak bergabung menjadi down liner. Ini terkesan ada pemaksaan agar orang lain mau menjadi member. Jika ada yang telah masuk daftar member tak jarang marketer-nya tak intensif membina hubungan baik. “Ada yang terpaksa bergabung karena tidak enak dengan teman atau keluarga yang menawarkan itu. Diperparah lagi dengan pascabergabung kemudian ditinggal, tidak diedukasi dengan baik terkait bisnis itu, dan tidak diedukasi keahliannya untuk bisa mempertanggungjawabkan produk itu. Karena perasaan kecewa, akhirnya member atau downline itu keluar,” paparnya. Konsekuensinya memang serius. Citra MLM menjadi tak bersahabat di tengah kebanyakan masyarakat. Dorongan manajemen MLM untuk merayu mereka menjadi member bukan perkara enteng. Namun, banyak masyarakat konsumen ternyata menjadi pemakai produknya. Adanya kecenderungan baru konsumen produk MLM itu menginspirasikan manajemen CNI khususnya melakukan terobosan pemasaran baru. Prospek bisnis eceran (retail) ternyata bagus. “Kami mencoba mensinergikan pendekatan MLM dan retail,” jelasnya. Ini dinilai strategi pemasaran yang lebih mudah, sederhana, dan banyak keuntungannya. “Dulu, jika membeli produk MLM biasanya harus menjadi member atau distributor. Konsep retail memungkinkan adanya pembelian produk MLM tanpa harus menjadi member,” jelas Agus. Jika melihat konsep lama, MLM selalu mengiming-imingi materi dan keuntungan. Namun, jika dilakukan dengan baik dan benar, bisnis MLM bisa memberikan sesuatu yang lebih pada lingkungan sekitar. Dulu, begitu bergabung member harus menjual produk dan mengajak orang sebanyak-banyaknya. Padahal untuk bisa mengajak, harus bisa meyakinkan seseorang. Karena itu harus melakukan pembelian pribadi, merasakan manfaat produknya, baru bisa bercerita manfaatnya. Dengan begitu, orang lain yang membeli produk dan bergabung merasa nyaman tanpa ada paksaan. “Dengan konsep retail ini, pembelian pribadi bisa dilakukan tanpa harus menjadi member dulu, sama seperti membeli produk retail lainnya. Jika akhirnya orang itu membeli,

member yang mereferensikan merasakan nyaman dengan pro- pendekatan dengan hati dengan tanpa disadari akan mendapat- duk yang bisa dipertanggung- memberikan manfaat,” ujarnya. kan bonus. Apalagi relasi kita jawabkan. Konsepnya, lakukan —sam,ten

MLM Dekati..........................................................................................................dari halaman 1 dilakukan dalam bisnis MLM adalah menyakinkan manfaat-manfaat produk tersebut. “Kalau hanya mengandalkan memasang iklan di media, konsumen tidak mengenal dengan baik produk tersebut, sehingga sulit untuk membuat mereka tertarik,” jelas Prof. Sri Darma. Dalam konsep MLM, pelaku harus mampu menyakinkan konsumen terlebih dahulu, kemudian menularkan kepada orang lain. “Ketika sudah terkenal, produk dijual bebas. Keuntungan bagi konsumen harus ada, dan network image harus bertambah. Kalau ini sudah dilakukan, tidak ada persoalan,” katanya. Saat ini, MLM sudah mengarah ke pemasaran viral karena terus menyambung. Ia optimis, kalau dikelola dengan baik MLM akan menjadi bisnis yang menjanjikan. Jika dikaitkan dengan perilaku konsumen, bisnis MLM dinilai sudah di-

terima masyarakat. Ini diukur dari banyaknya pelaku bisnis MLM. Namun, tidak semua produk MLM baik mutunya. Ada juga produk MLM yang kurang baik yang kadang membohongi masyarakat. “Saya pernah ditawari jamu. Menurut informasi penjualnya, setelah mengonsumsi jamu tersebut, beberapa hari tubuh akan bereaksi menjadi sakit. Setelah itu, tubuh akan menjadi lebih sehat. Setelah dicek dalam label jamu tersebut, tidak ada`registrasi dari Bada Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Bagi yang tidak kritis tentu tertarik dan ingin membeli,” ujarnya. Tindakan beberapa pelaku MLM ini, kata dia, akhirnya membuat ketidakpercayaan masyarakat kepada bisnis MLM. Ia menilai, dalam sebuah keluarga, keputusan untuk membeli suatu barang menjadi kewenangan para ibu. “Terkadang, walaupun bapaknya sudah

ingin membeli barang, tetapi si ibu tidak setuju, barang tersebut batal dibeli,” ujarnya. Ini yang dicermati pelaku MLM, dengan mendekati kaum perempuan. Dengan perkembangan teknologi digital, bisnis dapat dilakukan dengan mobile marketing. Namun, promosi produk MLM, tetap lebih baik dengan pendekatan face to face karena pelaku harus menyakinkan konsumen terlebih dahulu. Namun, kata Prof. Sri Darma, pada zaman yang serba cepat dengan kesibukan masyarakat, apakah masih ada orang yang meluangkan waktu untuk mendengarkan presentasi suatu produk kalau tidak mengarah ke retail. Ia menilai, dalam persaingan bisnis, perlu strategi pemasaran. Persaingan hendaknya disikapi sebagai suatu kesempatan untuk maju. Kerja sama dapat dilakukan antarberbagai pelaku bisnis. —ast

tkh/marlene graciella

Diskusi komprehensif kerja sama Koran Tokoh dan CNI Cabang Bali di Kuta pekan lalu berlangsung sumringah. Konsep bisnis multilevel marketing dinilai bagus, tetapi citra marketer manajemen ini yang perlu diperbaiki mutu presentasinya

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) BALI KEPMENDIKNAS NO. : 58/D/O/2005, 1. Program S1 Keperawatan No. : 923/D/T/2007 2. Program D III Keperawatan No. : 924/D/T/2007, 3. Program D III Kebidanan No. : 3039/D/T/2007 MENERIMA MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2010/2011

PROGRAM SARJANA KEPERAWATAN (S1. NERS), PROGRAM D III KEPERAWATAN (AKADEMI KEPERAWATAN), PROGRAM D III KEBIDANAN (AKADEMI KEBIDANAN), (REGULER DAN KONVERSI) PERSYARATAN : 1. Untuk Program Sarjana (S1) Keperawatan Reguler a. Lulusan SMA Jurusan IPA b. Lulusan SMK Jurusan Kesehatan 2. Program D III Keperawatan & D III Kebidanan Reguler : a. Lulusan SMA Jurusan IPA & IPS b. Lulusan SMK Jurusan Kesehatan c. Khusus untuk D III Kebidanan hanya menerima perempuan Untuk D III Keperawatan Kelas Konversi : - Lulusan SPK Untuk D III Kebidanan Kelas Konversi : - Lulusan SPK atau D1 Kebidanan 3. Persyaratan : a. Fotocopy Ijazah/tanda peserta UAN= 2 lembar b. Pas foto 3 x 4 = 4 lembar c. Usia maksimal 26 tahun d. Tinggi Badan sekurang-kurangnya : 1) Pria = 155 cm 2) Wanita = 150 cm 4. Jadwal Pendaftaran : a. Gelombang I : 1 Maret 2010 b. Tempat : Kampus II STIKES Bali (Jln. Tukad Balian No. 180 Renon-Denpasar) c. Telp. (0361) 8764848 Fax. (0361) 256937 d. Website : www.stikes-bali.ac.id e. Waktu : Pkl 08.30-12.30 Wita f. Gelombang II : diatur kemudian 5. Seleksi : Tanggal : Jumat, 2 Juli 2010 pkl 09.00-12.00 Wita Tempat di Kampus I dan Kampus II STIKES Bali 6. Pendaftaran Jalur PMDK : a. Tanggal : 6 Januari s.d. 20 Februari 2010 dan

pengumuman hasil PMDK tanggal 1 Maret 2010 b. Tempat : Kampus II STIKES Bali (Jln. Tukad Balian No. 180 Renon-Denpasar) c. Telp. (0361) 8764848 (0361) 221795 Fax. (0361) 256937 d. Website : www.stikes-bali.ac.id e. Waktu : Pkl 08.30-12.30 Wita 7. Persyaratan Pendaftaran Jalur PMDK : a. Fotokopi rapor semester I s.d. V yang telah dilegalisir sebanyak 2 rangkap dengan menunjukkan rapor asli b. Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah masing-masing c. Formulir pendaftaran dapat diambil di Kampus II STIKES Bali, pada saat sosialisasi kampus di sekolah SMA atau di website STIKES Bali (www.stikes-bali.ac.id) 8. Fasilitas : a. Gedung milik sendiri b. Laboratorium Keperawatan c. Laboratorium Kebidanan d. Laboratorium Komputer & Internet Hotspot 24 Jam e. Laboratorium Biomedik f. Perpustakaan Digital g. Asrama (wajib bagi mahasiswa putri D III Keperawatan, sedangkan bagi mahasiswa putri S1 Keperawatan Ners dan D III Kebidanan disesuaikan dengan kapasitas asrama) h. Parkir luas, photocopy center & kantin 9. Biaya Pendaftaran : a. Program S1 Keperawatan : Rp 300.000 b. Program Diploma: Rp 250.000 c. Pilihan 2 Program Studi : Rp 500.000 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bali Ketua, Ttd Drs. I Ketut Widia, BN.Stud.,MM NIP. 195109041979031001


Bali Membangun Meningkatkan Pendapatan Petani dengan Simantri

Jangan Jual Sapi Bali Betina GUBERNUR Bali Mangku Pastika meminta masukan para ahli, profesor dan doktor pertanian, atau pakar lainnya, bagaimana caranya agar petani yang memiliki lahan 20 are atau 15 are mampu menghasilkan pendapatan minimal Rp 2 juta. Namun, Gubernur menyatakan pihaknya telah menemukan salah satu jawabannya yakni dengan menerapkan sistem pertanian terintegrasi (Simantri).

Ir. I Made Suparsa

Usai menyaksikan pameran produk pertanian di Lapangan Rendang, Karangsem, serangkaian Pekan Daerah ke-23 Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bali 2010 Kamis (8.4), Gubernur mengungkapkan tahun 2008, turis mancanegara yang datang ke Bali sekitar 1, 9 juta, tahun 2009 naik menjadi 2,2 juta sedangkan turis domestik 10 jutaan. “Mereka ini perlu makan daging, ayam, telur, pepaya,pisang, dan seterusnya. Maka, pasar terbuka lebar di Bali. Sekarang bisakah kita memenuhinya, supaya tidak membeli pepaya dari Jawa Timur, membeli bebek dari Lombok,” ujarnya.

Ir. Mohammad Yudi Sofyan Nur, S.H

Mangku Pastika

Ia mengatakan dirinya sempat bertemu pengusaha rumah makan Cianjur yang siap membeli gurami dari Bali. Ia memerlukan 500 kg/hari dengan ukuran tertentu. Namun, hingga kini tak seekor gurami pun ia peroleh dari Bali. “Jika bisa mengisi peluang ini, petani akan meningkat pendapatannya,” ucapnya. Gubernur mengajak para ketua kelompok tani tidak hanya berpikir tentang produk, melainkan juga pasar. “Jika ada

orang Bali masih menganggur setelah diterapkan Simantri dengan sukses, berarti orang tersebut malas,” seloroh Gubernur. Terkait penerapan Simantri, ia menyatakan pemerintah daerah tahun 2009 telah menyerahkan bantuan kepada 10 Gapoktani (Gabungan Kelompok Tani) seluruh Bali dan tahun ini Gapoktani yang menerima bantuan ditingkatkan menjadi 40. Jika Simantri berhasil Gubernur berjanji tahun 2011

Ledok, Makanan Khas Nusa Penida, Ikut Dipamerkan ADA yang menarik di stan pertanian Kabupaten Klungkung. Dalam pameran serangkaian dengan penyelenggaraan KTNA Bali yang dibuka Gubenur Kamis (8/4), beberapa pengunjung terlihat asyik mecicipi salah satu hidangan yang dipamerkan stan ini. “Ini namanya Ledok. Disebut demikian sebab cara membuat makanan tradisional khas masyarakat Nusa Penida ini dengan meledok (mengaduk) semua isinya. Ledok juga dipastikan memenuhi syarat sebagai menu sehat dan bergizi,” ujar Jero Puspa penjaga pameran sekaligus yang memasaknya sambil menyilakan wartawati Koran Tokoh untuk mencobanya. “Melalui pameran ini kami ingin lebih menggaungkan lagi masakan khas ini.Terlebih kini pemerintah sedang menggalakkan program menuju masyarakat mandiri pangan dengan pola diversifikais

bagai kegiatan di Klungkung, Ledok pasti ditampilkan, malah diutamakan. “Apalagi makanan pokok nonberas ini yang menyelamatkan warga Nusa Penida dari krisis paceklik atau kemarau panjang. Dengan mengangkatnya kembali diharapkan Ledok yang hampir punah muncul kembali dan disukai di antara himpitan masakan instan,” kata Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Yonita Sari, salah satu dari enam KWT yang turut berpameran dengan komoditasnya masingmasing. Bahan baku Ledok adalah jagung, biji kacang tanah, kacang merah, kacang panjang, umbi ketela pohon, bayam, daun salam, kemangi, lengkuas dan Yonita bumbu. “Proses pembuatanpangan beragam gizi dan nya tidak rumit. Kami sengaja berimbang (3 B),” lanjut perempuan yang lebih dikenal dengan panggilan Yonita ini. Istri I Gusti Putu Adi ini mengatakan, jika ada ber-

I K L A N C A N T I K

menyajikannya sedikit berbeda. Biasanya semua bahan dijadikan satu untuk diaduk-aduk, sekarang sebagian bahan kami letakkan berbeda demi bentuk penyajian lebih menarik,” ujar Yonita, yang juga anggota PKK Kelurahan Semarapura Kelod Kangin ini. Ia menjelaskan, KWT yang diketuainya berdiri tahun 2003 selain menghasilkan beragam produk olahan, juga beberapa kali mewakili Klungkung mengikuti berbagai lomba pangan tingkat provinsi dan berhasil menang. “Tahun 2009 kami juga ikut lomba 3 B tingkat provinsi dan meraih juara II,” katanya, sambil menambahkan KWT pimpinannya sering pula mengikuti pameran di tingkat nasional. —ard

bantuan akan ditambah lagi dan tiap Gapoktani sekurang-kurangnya akan mendapat Rp 200 juta untuk menuju Bali pulau organik demi melestarikan Bali. Ir. Mohammad Yudi Sofyan Nur, S.H, Wakil Ketua KTNA Pusat mengungkapkan, banyak yang perlu dicontoh dari Bali. Namun, ia juga meminta perhatian perihal sapi Bali yang berkembang di luar Bali; bukan didatangkan dari Bali melainkan dari Sulawesi. “Bisa saja akan terjadi Malaysia punya sapi Bali,” katanya. Dalam arena pertemuan bersama petani dan nelayan, Gubernur mengingatkan untuk tidak lagi menjual sapi betina. “Peliharalah, karena saat ini banyak orang mengincar sapi Bali. Saya mendapat permintaan dari berbagai gubernur untuk bersedia mengizinkan mengeluarkan sapi betina. Tetapi, tunggu dulu, karena jantannya masih banyak di Bali. Salah satu program Simantri, pemerintah daerah akan membeli sapi betina. Jika tidak, kita akan kehabisan sapi yang punya keunggulan luar biasa dan tidak dimiliki sapi mana pun, sebab sapi Bali keturunan banteng. Zaman dulu nenek moyang kita menjinakkan banteng liar hingga dapat diternakkan dan dipakai bekerja. Itulah sejarah sapi Bali,”papar Gubernur. Ia mengungkapkan, Jawa minta sapi Bali 200 ribu ekor dalam setahun dan kita mampu memenuhi hanya 75 ribu ekor. Sapi Bali juga menghasilkan pupuk organik. Untuk tahun ini Provinsi Bali masih menyubsidi setengah-setengah antara pupuk organik dan anorganik. Tahun depan ¼ anorganik dan ¾nya organik dan tahap selanjutnya subsidi sepenuhnya organik. Ketua KTNA Provinsi Bali sekaligus Ketua Panita Peda ke23 Ir. I Made Suparsa menjelaskan, pertemuan petani-nelayan ini untuk melakukan konsolidasi, pengembangan diri, dan tukar informasi, apresiasi, kemitraan dan promosi untuk memperkuat usaha agribisnis. “Tokoh petani- nelayan dan juga mereka yang telah berhasil dengan beragam komoditas dapat berinteraksi dan bersinergi untuk mendukung Simantri menuju Bali pulau organik melalui pameran, temu karya serta lomba penyuluhan selama berlangsungnya acara,” kata-nya. Acara pembukaan KTNA tersebut disiarkan kangsung RRI Denpasar dalam acara Dari Desa ke Desa, bekerja sama dengan Koran Tokoh. —ard

Dinasti Politik vs Dinasti Karbitan

ADALAH sebuah keniscayaan dalam hal kepemimpinan, sebuah bangsa dengan akar sejarah tradisional seperti Indonesia masih bersandar pada nilai-nilai tradisional, termasuk perilaku rakyatnya yang masih memilih pemimpinnya dengan pola pikir tradisional. Mereka memilih pemimpin berdasarkan keturunan atau latar belakang sejarah. Pemimpin yang lahir dari sebuah dinasti politik. Sehingga, jelas bahwa tingkat intelektualitas serta jejak rekam dari para pemimpin “darah biru” ini menjadi tidaklah begitu penting di mata rakyat kebanyakan. Ada yang mengatakan bahwa kondisi ini akan berubah seiring dengan tingginya tingkat intelektualitas masyarakat. Tapi teori ini menjadi terbantahkan jika kita melihat kondisi di sebuah negara yang tingkat intelektualitasnya termasuk tertinggi di dunia. Lihat saja Amerika Serikat yang masih memilih pemimpin berdasarkan trah dinasti politik. Begitu juga negara Singapura, yang kebetulan saja pemimpinnya saat ini masih dari dinasti politik tertua di negeri itu. Begitu juga India, Filipina, Pakistan atau negara Timur Tengah. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa dinasti politik masih menjadi kebutuhan global, walau secara kualitas perlu diuji. Di Indonesia contohnya, sebuah negara besar dengan aliran dinasti politik yang kuat dan kental. Jika kita tengok di level presiden, bisa dipastikan bahwa presiden-presiden Indonesia berikutnya tidaklah jauh dari keturunan RI 1 dan RI 2 saat ini. Begitu juga di daerah, bahwa keberadaan politik dinasti saat ini kini sudah mulai ngetren. Bahkan ada gubernur/bupati/wali kota yang berkuasa saat ini, (walau tidak punya latar belakang keluarga politisi), kini sudah mulai membuat dinasti-dinasti baru. Di Bali, jika diamati secara seksama, pulau ini sesungguh-

nya hanya dikuasai oleh keluarga-keluarga. Seorang pejabat tinggi atau sebagian politisi di Bali sebagian besar berasal dari trah politik masa lalu. Belum lagi ditambah keinginan sejumlah tokoh puri dan griya yang berambisi berpolitik praktis. Ada semacam “gengsi keluarga”, dan rasanya kurang lengkap jika seseorang anak mantan presiden, anak mantan menteri, anak mantan gubernur, anak mantan wali kota atau anak mantan bupati tidak bisa mengikuti “jejak” leluhurnya. Semua sah-sah saja, asal prosesnya tidak karbitan. Pemimpin karbitan yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan tinggi, yang tidak mempunyai kecakapan dalam tata pemerintahan atau tidak ada latar belakang diorganisasi massa, dan latar belakang spiritual yang kuat, maka akan menjelma menjadi pemimpin yang rakus, egois dan menganggap bahwa APBD adalah asap dapur keluarganya. Dinasti politik model ini yang wajib dilawan oleh rakyat. Sesungguhnya Bali ini adalah milik generasi mendatang. Bali bukanlah milik purusa keturunan puri, bukan pula milik keturunan griya dan yang pasti bukan milik keturunan bangsawan-bangsawan itu. Mari kita lawan dinasti politik yang menghasilkan pemimpinpemimpin karbitan. Kita lawan pemimpin yang melibatkan suami, istri, anak, menantu dan ipar dalam proses kekuasaan publik sembari berdoa agar Tuhan Yang Maha Kuasa segera menurunkan awataranya bagi Indonesia dan Bali. Mengutip judul lagu Iwan Fals, memerlukan seorang “manusia setengah dewa” untuk bisa memimpin Indonesia dan Bali saat ini. Dan, biarkan Tuhan menghukum mereka dengan mengubur nama mereka dalam-dalam setelah mereka lengser keprabon bagi pemimpin karbitan itu. Jadi biarkan harapan itu tetap ada. —adv

Rektor Universitas Mahendradatta

Dr.Shri I Gst Ngrh Arya Wedakarna MWS III,S.E. (MTRU),M.Si. Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I

S A L O N

&

S P A

11 - 17 April 2010 Tokoh 5

40 Gabungan Kelompok Tani Simantri Penerima Bantuan Sosial Tahun 2010 1. Gapoktani Sumber Rejeki Desa Datah, Abang, Karangasem 2. Gapoktani Segara Amerta Desa Ababi, Abang, Karangasem 3. Gapoktani Dharma Krya Sambawa Desa Bebandem, Bebandem, Karangasem 4. Gapoktani Sri Tirta Kusuma Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem 5. Gapoktani Komala Giri Lestari Desa Buana Giri, Bebandem, Karangasem 6. Gapoktani Uma Hyang Gangga Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem 7. Gapoktani Mahottama Desa Tianyar Timur, Kubu, Karangasem 8. Gapoktani Jatayu Desa Tianyar Barat, Kubu, Karangasem 9. Gapoktani Wimuda Sari Desa Ban, Kubu, Karangasem 10.Gapoktani Buana Tirta Ning Desa Batukandik, Nusa Penida, Klungkung 11.Gapoktani Gunung Sari Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung 12. Gapoktani Subur Tani Desa Tusan, Banjarangkan, Klungkung 13. Gapoktani Antap Tani Makmur Desa Antap , Selemadeg, Tabanan 14. Gapoktani Batur Ibu Desa Munduk Temu, Pupuan, Tabanan 15. Gapoktani Timan Agung Desa Kelating, Kerambitan, Tabanan 16. Gapoktani Subak Kedampai Wangaya Desa Mengesta, Penebel, Tabanan 17. Gapoktani Kerti Buana Desa Pelaga, Petang, Badung 18.Gapoktani Sedana Bakti Pertiwi Desa Kesiman, Dentim, Denpasar 19.Gapoktani Subak Manusari Gilir Desa Melaya, Melaya, Jembrana 20.Gapoktani Subak Yeh Anakan Desa Banyubiru, Negara, Jembrana 21.Gapoktani Sarwa Ada Desa Taro, Tegalalang, Gianyar 22.Gapoktani Sari Tani Desa Blahbatuh, Blahbatuh, Gianyar 23.Gapoktani Kendal Sari Desa Songan A, Kintamani, Bangli 24.Gapoktani Sri Nadi Serba Guna Desa Songan B, Kintamani, Bangli 25.Gapoktani Sari Mekar Desa Trunyan, Kintamani, Bangli 26.Gapoktani Subak Abian Antugan Desa Jehem, Tembuku, Bangli 27.Gapoktani Catur Satya Bina Lestari Desa Yangapi, Tembuku, Bangli 28.Gapoktani Tunas Mekar Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli 29.Gapoktani Wira Rahayu Desa Kalianget, Seririt, Buleleng 30.Gapoktani Tri Loka Amerta Desa Lokapaksa, Seririt, Buleleng 31.Gapoktani Tunggal Giri Amerta Desa Pedawa, Banjar, Buleleng 32.Gapoktani Amerta Nadi Desa Tigawasa, Banjar, Buleleng 33.Gapoktani Jepun Bali Desa Bungkulan, Sawan, Buleleng 34.Gapoktani Tunggal Jaya Desa Jagaraga, Sawan, Buleleng 35.Gapoktani Sari Bumi Rahayu Desa Sawan, Sawan, Buleleng 36.Gapoktani Wahyu Karya Tani Desa Pejarakan, Gerokgak, Buleleng 37.Gapoktani Sumber Tani Utama Desa Sumberkima, Gerokgak, Buleleng 38.Gapoktani Batur Sari Jagadhita Desa Subuk, Bususngbiu, Buleleng 39.Gapoktani Sari Lemek Desa Tamlang, Kubutambahan, Buleleng 40.Gapoktani Mitra Kencana Tani Desa Tunjung, Kubutambahan, Buleleng

Rp 189.295.000 Rp 248.387.500 Rp 200.700.250 Rp 190.726.250 Rp 188.802.500 Rp 177.337.500 Rp 274.477.750 Rp 271.405.250 Rp 214.172.500 Rp 229.859.000 Rp 233.478.750 Rp 185.203.750 Rp 190.380.000 Rp 177.730.000 Rp 182.730.000 Rp 187.655.000 Rp 243.904.000 Rp 179.525.000 Rp 197.710.000 Rp 197.710.000 Rp 208.945.000 Rp 192.400.000 Rp 175.829.000 Rp 174.230.000 Rp 174.230.000 Rp 186.164.000 Rp 241.593.000 Rp 182.589.000 Rp 228.194.000 Rp 196.677.000 Rp 180.905.000 Rp 180.820.000 Rp 187.280 .000 Rp 183.530.000 Rp 187.380.000 Rp 197.066.000 Rp 186.800.000 Rp 191.255.000 Rp 185.830.000 Rp 197.093.000

K U L I N E R


6

Nusantara Merayakan Paskah di Restoran Tilawati, Metode Baru Mengajar Alquran Tokoh

11 - 17 April 2010

BERBAGAI kegiatan diselenggarakan Umat Kristen di Bali merayakan Paskah Minggu (4/4) lalu. Pengelola Restoran Mang Engking Denpasar, misalnya, menggelar berbagai kegiatan antara lain menghias telur, menggambar, dan melukis wajah yang diikuti anak-anak. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan keinginannya untuk menghibur pengunjung restoran. “Pesertanya sekitar 80 anak para pelanggan restoran maupun masyarakat umum,” ujar Audi Sumantow, operation manager restotan tersebut.

Audi Sumantow

Pihak restoran menyediakan berbagai peralatan seperti spidol, telur, kertas krep, gunting. “Telur yang dipakai telur plastik agar tak

Untuk melukis wajah, dimudah pecah. Telur-telur ini dilukis atau ditempeli bahan-ba- undang pelukis khusus melukis han yang sudah disediakan. Ting- anak-anak yang berminat jawahnya dilukis dengan cat khusus gal anak-anak untuk berkreasi.

Anak-anak terlibat dalam kegiatan melukis dan menghias telur

body painting. Bentuk lukisan sesuai selera anak umumnya seperti model kupu-kupu dan bunga. Selain itu, kepada anakanak disajikan hiburan pemutaran film pendidikan. Audi mengatakan atraksi kesenian kerap ditampilkan di restoran ini. Salah satunya digelar saat perayaan Natal. “Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan memberikan hiburan kepada pengunjung restoran,” katanya. Audi merencanakan telur lukis karya anak-anak itu akan dipajang di ruangan kids club yang ada di restoran tersebut dengan mencantumkan nama pembuatnya. “Kids club merupakan ruangan untuk anak-anak untuk

Kehadiran Badut karakter kelinci ini sangat diminati saat perayaan Paskah

bermain sehingga para orangtuanya yang berkunjung ke restoran bisa lebih nyaman menikmati hidangan,” katanya. Usai acara, semua anak-anak pengunjung diberi bingkisan berupa kalender, pensil, permen dan telur paskah. Telur paskah ini terbuat dari telur itik yang direbus dan diberikan warna-warna merah dan biru. Suasana perayaan Paskah hari itu bertambah meriah dengan hadirannya badut kelinci. —tin

METODE pengajaran membaca Alquran tak jauh berbeda dengan tata cara mengajarkan pengetahuan lain. Wakil Ketua Kelompok Kerja Taman Pendidikan Quran (KKTPQ) Ir Taqwalin menjelaskan, yang terpenting materi yang disampaikan guru mudah dipahami dan dimengerti anak didik. Inilah yang melatarbelakangi KKTPQ membuat pelatihan “Standardisasi guru Alquran Metode Tilawati se-Kota Denpasar”, Minggu (4/4), di TPQ AlMansyuriyah Denpasar. Sebelumnya metode belajar Alquran menggunakan iqra dan qiraati yang bersifat klasikal. Kini metode tilawati memberikan tambahan metode. Taqwalin menjelaskan, pembelajaran tilawati tak sekadar guru menerangkan kepada murid kemudian murid mempraktikkan. Metode ini juga menuntut siswa/santri menyimak bacaan temannya. Siswa/santri yang satu dengan yang lain saling menyimak. Jika biasanya siswa gaduh saat temannya mendapat giliran membaca, metode tilawati memfokuskan perhatian siswa. “Mereka harus menyimak bacaan teman lain jika tak mau ketinggalan. Otomatis jika mereka tak menyimak, mereka tak tahu, bacaan yang mana yang harus mereka baca selanjutnya,” jelasnya. Taqwalin menjelaskan, jika biasanya seorang guru mengajar 10 hingga 15 orang, dalam metode tilawati, seorang guru bisa mengajar 20 santri. “Ini karena para santri sudah dikondisikan fokus terhadap

Ir. Taqwalin

materi melalui metode menyimak. Guru menjadi lebih mudah menerangkan,” katanya. Pelatihan yang diikuti 86 orang guru ngaji perwakilan dari TPQ se-Kota Denpasar tersebut diisi narasumber yang merupakan penyusun metode belajar Alquran Tilawati dari

Pondok Pesantren Nurul Falah Surabaya Drs. H. Ali Muafa. KKTPQ baru berdiri tahun 2008. Namun, misinya meningkatkan SDM guru ngaji maupun manajemen TPQ se-Kota Denpasar sudah dibuktikan. “Sudah empat kali kami mengadakan pelatihan untuk pengelola TPQ maupun pelatihan bagi para guru ngaji,” katanya. KKTPQ juga pernah menggelar pelatihan manajemen pengelolaan sebuah TPQ. Ir. Taqwalin mengakui, masih banyak TPQ yang belum bergabung ke dalam wadah KKTPQ. “Anggota kami masih sekitar 115 TPQ baik yang diselenggarakan di rumah, musala maupun di masjid,” katanya. Sebagai sebuah wadah yang menaungi TPQ, KKTPQ senantiasa mengikuti perkembangan terbaru baik metode pembelajaran maupun hal yang berhubungan dengan peningkatan kualitas TPQ. —lik

Peserta pelatihan yang digelar KKTPQ

Keliling Nusantara Dukung Pelestarian Lingkungan 2

Sentot dan Simpanse sama-sama Kaget SETELAH pen dilepas dari tangan kanannya, alumnus D2 FKIP Mataram jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini melanjutkan citacitanya yang tertunda. Ia mulai perjalanan etape II menuju Merauke 17 Juni 2009. Dari Mataram, Wing Sentot Wirawan mengayuh sepeda menuju Sumbawa, Dompu, Bima, lalu menyeberang ke Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, dan menyeberang lagi ke Ternate, Tidore, dan kemudian menyeberang ke Sorong. Sayang, kayuhan sepedanya hanya sampai di Sorong, padahal targetnya

menjejakkan kaki di Merauke. Karena alasan biaya dan kondisi medan, ia mengurungkan niatnya menuju Merauke. Tetapi, ia cukup puas karena berhasil mencapai Provinsi Papua. Dari Sorong, ia kembali ke Ambon, Makassar, Kendari, kembali ke Makassar, ParePare, menyeberang ke Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Banjarmasin, Palangkaraya, kembali ke Banjarmasin, menyeberang ke Semarang, Magelang, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, dan Denpasar. Dari perjalanan ribuan ki-

lometer tersebut, Sentot sempat bertemu simpanse di daerah Mangkutana, Sulawesi Selatan. “Kejadiannya Juni 2009. Saya naik sepeda pukul 09.00 di wilayah perbukitan yang sepi dan jalannya menanjak. Tiba-tiba ada simpanse mau menyeberang jalan. Saya kaget, simpanse juga kaget. Saya tidak bisa bergerak karena terperangah. Simpanse juga begitu, sampai dia berbalik dan lari masuk hutan. Ternyata di Sulawesi masih ada simpanse. Badannya besar mirip gorila. Saya beri tahu kawan-kawan aktivis lingkungan di Manado, tetapi

Sentot adalah sosok yang peduli lingkungan dan seorang musisi

Makin Didengar Makin Asyiik...

Atasi Masalah Kulit Anda dengan Teknologi Radio Frequency

“DURA ACTIVCELL” Radio frequency adalah teknologi perawatan yang dimaksudkan untuk pembentukan kembali energi dari elektroda yang disalurkan ke dalam jaringan kulit. Energi ini diubah menjadi efek biologis yang efektif pada area yang dirawat. Efek yang ditimbulkan dari radio frekuensi ini akan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan limpa, meningkatkan metabolisme dan memperbaiki vitalitas, menstimulasi efek pada trophism sel, dan meningkatkan mekanisme pencegahan terhadap luka untuk bertahan dari pengaruh luar dan risiko radang. Untuk perawatan ini, area apa

saja yang bisa diaplikasikan? Perawatan radio frekuensi ini dapat diaplikasikan di beberapa area tubuh. Di House of dura Bali, perawatan radio frekuensi diberi nama Dura ActivCell. Dura ActivCell dapat diaplikasikan di area wajah (AktivCell for Perfect Skin), di area leher dan dagu (AktivCell for Neck & Chin), di area mata (AktivCell for Eyes Only), di area payudara (AktivCell for Bust Theraphy), dan di area perut (AktivCell for Stretchmarks). Untuk area wajah (AktivCell for Perfect Skin) ditujukan untuk mengatasi masalah seperti kerut/wrinkle, flabbines/ kulit bergelambir, scar/pori-pori besar, dan pigmentasi. Dengan perawatan yang teratur kulit wajah lebih kencang, cerah, dan sirkulsi darah pada wajah akan lancar. Untuk area mata (AktivCell for Eyes Only) ditujukan untuk mengatasi masalah seperti kantung mata,

mencerahkan warna kulit di sekitar mata, kerutan dan pigmentasi di sekitar mata. Untuk area leher dan dagu (ActivCell for Neck & Chin) ditujukan untuk mengencangkan kulit di sekitar leher dan dagu, mencerahkan warna kulit di sekitar leher dan dagu, juga membantu mengaktifkan kelenjar limfe dan meningkatkan sirkulasi darah. Untuk area payudara (Activcell for Bust Theraphy), ditujukan untuk mengencangkan dan melembutkan kulit payudara, mencerahkan kulit payudara, memperindah bentuk payudara, dan memberikan volume pada payudara. Untuk area perut (AktivCell for Stretchmarks), ditujukan untuk mengencangkan dan melembutkan kulit perut, mencerahkan kulit perut, mengurangi stretchmark, mengaktifkan kelenjar limfe dan meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi pigmentasi pada kulit perut. Dengan perawatan yang teratur, kulit yang menjadi impian Anda pasti akan terwujud. Karena kami selalu memberikan solusi untuk mengatasi masalah kulit Anda.

mereka tidak percaya. Mereka bilang itu hanya kera hitam. Saya yakin itu simpanse,” tegasnya. Pengalaman lain yang paling sering dialami adalah kerusakan sepeda terutama pecah ban. Sentot membawa ban serep, jadi ia bisa langsung mengganti ban yang rusak. Tetapi, pernah juga ia lupa membawa lem untuk menambal ban, sehingga harus melanjutkan perjalanan dengan ban pecah sampai menemukan tukang tambal ban. Di Denpasar, Sentot sempat merayakan World Silent Day bersama Walhi dan berbicara dalam lokakarya teater di sekolah Kalam Kudus. Ia juga bernyanyi di depan murid-murid. Nyanyian Sentot membuat anak-anak Kalam Kudus kagum dan menjadikan ia sebagai sumber inspirasi untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan. “Dari pengalaman yang saya dapatkan, kerusakan lingkungan bukan hanya diakibatkan masyarakat lokal, tetapi ada campur tangan masyarakat global. Ada campur tangan pengaruh global yang mengendalikan mekanisme pasar dan berpengaruh pada lingkungan secara luas. Untuk itu, perlu pemikiran yang komprehensif yang melibatkan semua komponen dalam menyikapi perubahan iklim,” ujarnya. —wah


Profil

11 - 17 April 2010 Tokoh 7

I Gede Putu Kertia, S.E.

Perjuangkan Kesejahteraan Rakyat dengan Landasan Ideologi MAJU sebagai kandidat bupati Karangasem pada Pilkada Mei 2010, bagi IGP Kertia bukan perjuangan menuju kekuasaan tetapi sebaliknya memperjuangkan kesejahteraan rakyat berlandaskan ideologi. “Memperjuangkan kesejahteraan rakyat bukan dengan landasan politik, tetapi ideologi,” tandas Kertia memaparkan kesediaannya dicalonkan sebagai kandidat bupati. Dengan ideologi sebagai landasan berjuang maka tujuan menyejahterakan rakyat, menciptakan keadilan dan melindungi rakyat, bisa terwujud. “Tugas seorang pemimpin (presiden hingga bupati-red) adalah berjuang demi rakyat dengan landasan ideologi. Jika ketiga hal tersebut dilakukan, tujuan negara akan tercapai,” ujar Kertia. Sayangnya, kata Kertia, apa yang terjadi sekarang ini, ideologi bangsa justru dikesampingkan. Banyak pemimpin kita kong kalikong dengan kelompok kapitalis/ asing sehingga rakyat hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Menggerakkan ekonomi rakyat untuk sepenuhnya dikembalikan kepada kesejahteraan rakyat, membutuhkan perjuangan terus-menerus. Dan, perjuangan itu bagian amanah melaksanakan cita-cita Bung Karno dan Bung Hatta. Sebagai generasi muda, Putu Kertia merasa wajib meneruskan perjuangan Bung Karno dan Bung Hatta. Menurutnya, mustahil Indonesia akan bisa menguasai perekonomiannya sendiri tanpa gerakan ekonomi nyata. Sumber daya alam kalau tidak dikelola sendiri secara gotong royong,cepat atau lambat (bahkan sudah terjadi) diambil alih kelompok

kapitalis. “Demikian halnya Karangasem. Bagaimana bisa mengatasi kemiskinan kalau bukan rakyat sendiri yang mengatasinya. Kita harus memproduksi barang sendiri, menciptakan pasar sendiri, dan harus mencintai milik sendiri. Rakyat berharap pemimpin Karangasem ke depan, tidak saja mampu bersilat lidah tetapi hendaknya mampu menciptakan kemandirian ekonomi guna kesejahteraan rakyatnya,” tegasnya. Bagi Putu Kertia, kemandirian ekonomi terpusat pada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan ekonomi. Masyarakat yang memiliki potensi sumber daya alam lokal yang luas dan dikelola secara baik, dan proses pasar yang mengalir baik hulu maupun hilir menikmati potensi alam itu, niscaya masyarakat akan sejahtera. Diusung Koalisi Gerakan Masyarakat Karangasem (GMK) Sejahtera yang terdiri atas PNI Marhaenisme, PPDI, PNBK, Partai Gerindra dan Partai Patriot Karangasem, Putu Kertia menegaskan menjadi kandidat bupati bukanlah keinginannya. Dirinya diminta untuk mengawal kepercayaan rakyat karena rakyat membutuhkan figur pemimpin yang mampu membuat perubahan menuju lebih baik. Baginya, seorang pemimpin harus

IGP Kertia, S.E.

memiliki sikap yang tegas, bertanggung jawab, punya prinsip, berani melakukan karya inovatif dan setia mengabdi pada kepentingan rakyat. Bupati bukan Cita-cita Putu Kertia menegaskan, siapa pun figur yang menjadi pemimpin/bupati kelak, dia adalah pilihan rakyat. Rakyat yang memiliki kedaulatan penuh dan berhak atas pilihannya itu. Bupati bukanlah jabatan prestisius yang diperoleh dengan cara-cara tidak

elegan. “Bupati bukanlah citacita. Menjadi pemimpin merupakan konsekuensi logis kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin yang memiliki reputasi karena prestasinya. Dan, prestasi itu tergantung kerja keras dan perilakunya (pikiran, kata dan perbuatannya sama),” papar mantan direktur PDAM Karangasem yang membawa perusahaan daerah ini dari merugi menjadi untung (contoh nyata kemampuan mengelola potensi daerah).

Bagi pemilik sejumlah penghargaan tingkat nasional ini, bupati hanyalah koordinator pelayan rakyat yang harus bekerja 24 jam dan memikirkan bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan rakyat, melakukan pemerataan dan keadilan serta memberikan perlindungan bagi rakyatnya seperti kesehatan bagi si miskin dan sekolah bagi anak berprestasi yang tak mampu. Jika dirinya terpilih menjadi bupati Karangasem, Putu Kertia menegaskan akan membuat laboratorium sosial ekonomi untuk menguji bagaimana menciptakan kesejahteraan rakyat lewat KKM (Koperasi Karangasem Membangun). Alasannya, KKM adalah wadah dan cara yang tepat untuk mengentaskan rakyat Karangasem dari kemiskinan. Sebagai pendiri sekaligus ketua umum KKM selama dua tahun berjalan (20 November 2007 – 19 Februari 2009), KKM tak pernah sekalipun menerima keluhan dari anggota. “Meski KKM menerima banyak pujian dari kalangan luar tetapi ada elite-elite politik yang prejudice (berburuk sangka) terhadap KKM. Keberhasilan KKM hanya dilihat dari kacamata politik sementara saya dan pengurus menjalankan KKM berlandaskan ideologi bangsa yakni untuk kesejahteraan rakyat. Perbedaan cara pandang inilah yang menyebabkan KKM seperti sekarang ini,” ungkap Putu Kertia. KKM inilah yang kelak akan diperjuangkan kembali keberadaannya oleh Putu Kertia sehingga anggota KKM yang belum menikmati keuntungan, berhenti menangis.

IGP Kertia (kiri) dan Tjokorda Sutedja, S.H. (kanan), Cabup dan Cawabup Karangasem 2010

Sekarang ini, hampir 90% dari sekitar 60.000 anggota KKM berharap KKM tetap ada dan beroperasi seperti dulu. Ini membuktikan, KKM benarbenar menjadi instrumen ideologi bangsa yang merupakan warisan cita-cita Bung Karno dan Bung Hatta. KKM terbukti menjadi bagian instrumen pengentasan rakyat dari kemiskinan, pengangguran dan ketergantungan. “Kalau KKM bisa jalan, pemimpin tidak perlu menyogok rakyat karena rakyat sudah sejahtera lebih dulu,” yakin Putu Kertia. Jika KKM bisa hidup dan eksis selama lima tahun, Putu Kertia yakin 200.000 rakyat (setengah dari 400.000 rakyat Karangasem) Karangasem akan sejahtera. Kalau 200.000 rakyat masing-masing punya simpanan pokok Rp 2 juta berarti KKM punya cadangan devisa Rp 400 miliar. Jika setengah dari Rp 400 miliar itu digerakkan untuk 190 desa pakraman di Karangasem maka tiap 1 desa pakraman memiliki modal Rp 1 miliar yang siap diputar untuk kegiatan ekonomi rakyat di desa pakraman bersangkutan. “Masyarakat bisa bergerak menentukan sendiri apa yang diinginkannya, menciptakan usaha dan menikmatinya sendiri. Mereka takkan menggepeng atau mengemis lagi. Maka cukup masuk akal jika KKM disebut sebagai instru-

men ideologi bangsa karena gerakan ekonomi rakyat ini menjadi simbol nyata persatuan masyarakat. Intinya, gotong royong. Dan, karena KKM badan usaha milik rakyat maka dia harus menciptakan keuntungan. Untuk itu, pendiri dan pengurus harus punya inovasi kreatif agar keuntungan dapat bergulir dan bergilir. Sudahkah desa pakraman sebagai penyangga masyarakat Bali menjadi mandiri?. “Mandiri adalah bagian dari proses kepemilikan aset-aset daerah sedangkan pengambil kebijakan adalah penyakap (penggarap). Yang dilakukan hanya sebagai perencana dan pengawas, sedangkan pemilik keuntungan adalah semua warga masyarakat Karangasem. Kebebasan untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak dengan maksud mampu menghidupi dirinya sendiri dan dipenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan yang berlimpah tampaknya belum terjamah maksimal. Masyarakat masih banyak yang menadahkan tangan meminta uluran bantuan yang pernah dijanjikan. Belum ada bentuk/formula yang ditawarkan pemimpin yang mampu menggerakkan sektor ekonomi agar mampu menghidupi dirinya sendiri,” demikian IGP Kertia, S.E.– ari

I Komang Gede Sanjaya

Masyarakat Pendukung selalu Didukung SETELAH tiga kali berturut-turut menjadi tim pemenangan dalam pemilihan: pemilihan kepala daerah Tabanan 2005, pemilihan kepala daerah Bali 2008, dan pemilihan presiden 2009, kini I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. menjadi kandidat yang diperjuangkan agar menang dalam pemilihan kepala daerah Tabanan. Berpasangan dengan Ni Putu Eka Wiryastuti, pria kelahiran Tabanan, 6 Oktober 1966 ini bertekad mewujudkan Tabanan yang “Serasi”. Serasi diidiomkan sebagai sejahtera, aman, dan berprestasi. “Ada skala prioritas yang harus dipertimbangkan dalam pembangunan Tabanan ke depan,” ujar Komang Sanjaya. Ada tiga sistem pola pembangunan yang akan diciptakannya, yaitu pola pembangunan partisipatif, pola pembangunan politik, dan pola pembangunan secara teknokrat. Dalam pola pembangunan partisipatif, diupayakan agar masyarakat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan di Tabanan. “Masalah pembangunan bukan bukan menjadi tanggung jawab elite politik atau pemerintah semata. Masyarakat pun turut bertanggung jawab,” ujar Bendahara PDIP Tabanan ini. Contohnya, di daerah Pupuan yang memiliki lahan perkebunan. Masyarakat wajib dimotivasi agar mampu meningkatkan hasil dan kualitas perkebunan di wilayah tersebut. “Masyarakat dan pemerintah bersinergi. Pemerintah melalui dinas perkebunan, memacu tenaga penyuluh lapangan agar secara berkala turun memberi pelatihan secara benar dan tepat,” paparnya. Tugas wajib pemerintah adalah mencari cara dan solusi agar masyarakat memiliki spirit membangun. “Sekarang kan ada pemikiran skeptis dari masyarakat, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam pembangunan. Nah, dengan begitu, perlu diintensifkan keterlibatan pemerintah secara nyata,” ujarnya. Di sektor perikanan misalnya, kini ada kecenderungan generasi muda di Tabanan bergairah melaut. Berkat informasi yang memadai pula, produksi udang lobster di Tabanan adalah yang

I Komang Gede Sanjaya

terbaik di seluruh Indonesia. Nilai jualnya baik, informasi yang diberikan baik, nelayan jadi berprestasi. Di sektor pertanian, kini ada pemikiran bahwa menjadi petani itu adalah karena sudah tidak ada lagipilihanlain. Nilai tambah menjadi petani tidak ada. “Karena itu, perlu dicari cara dan solusi agar bisa meningkatkan produktivitas pertanian dan agar kaum muda mau menjadi petani. Kami akan memberi berbagai kemudahan bagi masyarakat yang mau menjadi petani. Kata kuncinya, memberi sesuatu yang lebih agar masyarakat bergairah,” katanya lagi. Dalam pola pembangunan politik, Komang Sanjaya menyadari bahwa menjadi seorang pemimpin adalah berkat dukungan politik. “Masyarakat yang telah mendukung seseorang yang pemimpin tak boleh dilupakan, karena merekalah pendukung yang sejati. Masyarakat pendukung, harus selalu didukung. Hal tersebut juga harus dilakukan terhadap birokrasi dan

legislatif,” papar penasihat banteng Muda Indonesia ini. Dalam pola pembangunan teknokrat, Komang Sanjaya menekankan bahwa pembangunan di Tabanan juga harus berdasarkan masukan para ahli di bidangnya. “Menjadi seorang pemimpin juga tak bisa melupakan hak dasar rakyat di bidang pendidikan dan kesehatan,” kata wakil ketua KNPI Tabanan ini. “Sudah banyak program pemerintah yang digulirkan dalam kedua bidang ini. Tetapi, tetap perlu ada terobosan di Tabanan. Programnya di bidang pendidikan, akan diwajibkan belajar 12 tahun. Ia juga akan mengintesifkan pendidikan kejuruan bagi lulusan SMP. “Lulusan SMP diarahkan masuk ke sekolah kejuruan dan setelah itu, dididik di balai latihan kerja yang kami siapkan. Hal ini untuk mencetak tenaga didik yang siap bekerja dan memiliki keterampilan sejak dini. Dengan begitu, angka pengangguran bisa dikurangi,” ujarnya. Selain itu, setelah melakukan safari pendidikan, ia menemukan masalah internal dibidang pendidikan. “Banyak guru yang tak bisa menyampaikan keluhan mereka. Misalnya, guru pengajar komputer tak memiliki komputer. Hal ini perlu pola kemitraan. Kami akan membangun cara partisipatif yang responsif dan proaktif agar tak ada masalah,” kata Komang Sanjaya. Di bidang kesehatan, terobosan yang akan dilakukan di Tabanan adalah membangun puskesmas mandiri. “Kualitas puskesmas di tiap kecamatan ditingkatkan agar ada pelayanan rawat inap dan pelayanan kesehatan lain yagn lebih memadai,” ungkapnya. Hal ini mengingat jarak antarkecamatan di Tabanan lumayan jauh, ter utama mencapai lokasi rumah sakit di pusat kota. Pembangunan puskesmas mandiri diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan darurat yang harus segera ditangani. Selain itu, kualitas pelayanan prima di puskesmas juga menjadi sorotan. “Siapa pun, harus dilayani dengan baik. Hal tersebut dievaluasi,” katanya. -adv


8

Tokoh

Harmoni

11 - 17 April 2010

Ir. Linda Wahjudi dan Ir. Wahjudi Rahardjo

3

Kuliah Usai Memberi Les Privat LINDA sedang memulai hubungan asmara dengan Wahjudi. Namun, aktivis gereja Katolik ini enggan melupakan studinya di Fakultas Teknik Sipil Universitas Ngurah Rai Denpasar. “Saya harus mewujudkan cita-cita saya menjadi sarjana. Saya tidak mau gara-gara larut dalam cinta, kuliah saya berantakan,” ujar Linda Wahjudi yang kini mendapatkan kepercayaan mengemban amanat sebagai ketua Karya Kepausan Indonesia itu.

Pasutri Ir. Linda Wahjudi dan Ir. Wahjudi Rahardjo

S

ebelumnya Linda tak pernah membaya ngkan akan kuliah di kampus tersebut. Setamat SMA di Malang sebenarnya ia lebih senang meneruskan studi di kampus ternama di Jawa. Ia bermimpi akan memilih jurusan eksakta. Maklum otaknya merasa encer dalam pelajaran matematika dan fisika. Namun, saat itu, Linda tahu diri. Ongkos kuliah di universitas sekelas UI Jakarta atau ITB Bandung tidak sedikit. “Sementara saya bukan berasal dari keluarga berada,” katanya. Impian itu pupus. Linda memilih berangkat ke Denpasar. Ia

membayangkan akan meraih gelar sarjana di sebuah kampus di Pulau Dewata. “Kebetulan ada kakak yang menikah dengan orang Bali dan bertempat tinggal di Denpasar. Saya menumpang di rumah Kakak. Saya ceritakan ingin kuliah di fakultas teknik. Kebetulan ada informasi tentang Universitas Ngurah Rai (UNR). Saya mendaftar di jurusan teknik sipil kampus ini dan diterima menjadi mahasiswanya,” tuturnya. Saat itu, kampus perguruan tinggi swasta ini masih menumpang di Gedung SMAN 3 Denpasar. Bangunan sekolah itu belum sebagus sekarang.

Jero Wacik:

Besar, Jasa Pak Oka buat Bali MENTERI Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menyampaikan, Prof. dr. Ida Bagus Oka memiliki jasa besar di bidang pembangunan Bali saat menjadi gubernur dan di bidang pendidikan saat menjadi rektor Unud. “Sebagai rektor, beliau sudah menandatangani ribuan ijazah sarjana, termasuk ijazah insinyur dan dokter,” ujar Jero Wacik di sela-sela acara pele-

bon almarhum Ida Bagus Oka, Jumat (9/4). Menteri Jero Wacik disambut haru oleh istri almarhum, Ida Ayu Asiawati, beserta anggota keluarga. Kepada keluarga almarhum, Jero Wacik juga menyampaikan duka cita dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Jero Wacik menilai Ida Bagus Oka tokoh yang terbuka pikirannya dan akrab dengan

“Kuliahnya sore, karena pagi dipakai murid SMA. Tetapi, ruang kelas masih terbuat dari semen, bangkunya juga banyak yang bolong. Ini beda sekali dengan fasilitas sekolah saya waktu di Malang,” jelasnya. Dada Linda seakan sesak tempo itu. Dirinya seolah menjadi korban perlakuan tidak adil. Padahal, Linda mengaku, dia tak pernah minta dilahirkan ke muka bumi sebagai perempuan berkulit kuning dan bermata sipit. Saya sempat protes kepada Tuhan mengapa dilahirkan sebagai makhluk bermata sipit. Gara-gara ini, saya akhirnya kehilangan hak mencintai Indonesia,” ujarnya. Namun, Linda enggan menyerah. Ia menyadari perlakuan diskriminatif terhadap warga keturunan Tionghoa tempo itu masih terasa. Ia sadar tak memunyai kuasa untuk melawan rezim diskriminatf tersebut. “Saya memilih untuk belajar dan bekerja keras. Saya ingin membuktikan suatu saat bisa berbuat yang terbaik untuk negara dan bangsa ini,” katanya melukiskan isi hatinya saat masih menyandang predikat mahasiswa dulu. Nasib mujur memang baru dirasakan saat menginjakkan kakinya di Bali. Ini terutama berkaitan dengan suasana pergaulannya sosialnya. Masyarakat Bali saat itu dirasakanya tak pernah menyentil-nyentil perawakan fisiknya yang bermata sipit. Ucapan ‘orang Cina’ tak pernah diumpatkan kepadanya. “Ini yang buat saya merasa kerasan sejak pertama kali menginjakkan kaki di Bali. Saya jadi cinta Bali dan orang Bali,” paparnya.

masuk kuliah pertama kali di UNR. Ia berkenalan dengan teman kuliahnya sesama perempuan. “Kebetulan kami berdua saja mahasiswinya, sedangkan peserta kuliah lainnya laki-laki. Teman saya ini warga keturunan Tionghoa campuran Bali. Namanya Kho Cay Ling,” ungkapnya. Ada cerita menarik dari pertemanannya dengan Kho Cay Ling. Linda mengaku sobatnya ini banyak membantunya saat memulai kuliah. “Saya bukan berasal dari keluarga kaya. Memang awal kuliah, biaya ditanggung orangtua. Namun, biaya hidup dan ongkos kuliah berikutnya saya harus cari sendiri. Kho Cay Ling memudahkan jalan saya mengais rezeki saat itu,” katanya. Kebetulan keluarga Kho Cay Ling berdagang bolu kukus. Linda menawarkan diri menjajakan kue buatan orangtua sobatnya tersebut. “Dia mau membantu, sehingga saat itu saya mulai berjualan bolu kukus,” katanya. Berdagang bolu kukus pertama kali dilakoni Linda keliling sejumlah warung. Ia meminjam sepeda motor tua milik kakaknya. Namun, pengalaman pertama berjualan jajan itu tak mulus. “Jajannya jatuh berserakan hingga masuk selokan. Saya sedih dan menangis karena tak bisa jualan hari itu, juga harus membayar ganti rugi ke teman kuliah,” kisahnya. Tetapi, lagi-lagi nasibnya beruntung. Kho Cay Ling memang berhati baik. Ia tak menuntut Linda mengganti kue jualan yang tumpah ruah hingga selokan tadi. “Saya Jualan Kue dan Kerupuk hanya diminta mengganti seLinda pun beruntung saat paruh harganya. Keesokan

berbagai kalangan termasuk dengan anak muda. “Ketika beliau menjadi gubernur, bersedia menerima kami pemuda-pemuda yang ada di perantauan di Jakarta untuk mendiskusikan ide-ide pembangunan. Dia senang ceplasceplos, terbuka, polos sama dengan saya, sehingga pikiran beliau mudah dipahami,” tambahnya. Selama menjadi gubernur, Ida Bagus Oka berhasil mengembangkan industri pariwisata sehingga membuka banyak lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat luas. Jero Wacik juga menyampaikan, sebagai manusia biasa, “siapa pun memunyai kelebihan dan kekurangan termasuk Pak Oka, saya dan bahkan Presiden SBY. Mari kita lihat kelebihan pemimpin kita, mencatat jasanya, kalau ada kekurangannya kita catat, tetapi tidak usah dibesar-besarkan,” sarannya. Dia juga mengajak masyarakat Bali untuk tulus dan rajin melayat orang meninggal dan

tkh/dap

Menteri Jero Wacik diterima haru oleh Ida Ayu Asiawati Oka menjelang puncak kremasi almarhum mantan gubernur Bali Prof. dr. Ida Bagus Oka, Jumat (9/4)

“Siapa pun memunyai kelebihan dan kekurangan termasuk Pak Oka, saya dan bahkan Presiden SBY. Mari kita lihat kelebihan pemimpin kita, mencatat jasanya, kalau ada kekurangannya kita catat, tetapi tidak usah dibesarbesarkan” mendoakan almarhum agar mendapat tempat yang baik di alam sana. “Agar kelak kalau kita meninggal juga dimohonkan ampun,” kata Jero Wacik. Ida Ayu Asiawati Oka dan keluarga almarhum mengapresiasi layatan Jero Wacik yang hadir di tengah kesibukannya sebagai pejabat Pusat. Kremasi di setra Desa Sumerta, Denpasar Timur, diisi upacara kemiliteran ditandai tembakan salvo. Ida Bagus Oka meninggal 7 Maret lalu dalam usia 74 tahun (16 April 1936 - 7 Maret 2010), meninggalkan tujuh anak dan16 cucu. Mantan menteri negara Kependudukan/Kepala BKKBN Kabinet Reformasi ini meraih berbagai penghargaan termasuk Bintang Legiun Veteran (1991) dan tanda kehormatan Bintang Mahaputra utama dari Presiden Republik Indonesia tahun 1997. Acara kremasi almarhum juga dihadiri mantan gubernur Bali Dewa Baratha, Kadis Koperasi dan UMKM Prov Bali Dewa Nyoman Patra (mantan ajudan Gubernur Oka), Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai D. Mantra beserta Sekkot AAN Rai Iswara, mantan wagub Bali Alit Putra, dan mantan bupati Jembrana Ida Bagus Ardhana. Selama jenazah almarhum diistirahkan sekitar sebulan di rumah duka, banyak pejabat dan mantan pejabat Pusat yang melayat termasuk mantan menteri Pariwisata Pos Telekomunikasi Joop Ave. —dap

Linda Wahjudi (tengah) saat melakukan sharing rohani dalam kegiatan retret para imam Katolik Keuskupan Jayapura di Papua belum lama ini

harinya saya boleh tetap jualan bolu kukus buatan ibunya,” cerita Linda. Esoknya Linda bangun pagi. Pukul 04.00 ia sudah berkeliling ke sejumlah warung untuk menawarkan bolu kukus. “Saya juga jualan ke Pasar Badung,” katanya. Namun, upah dari berdagang keliling bolu kukus dirasakan tak cukup. Kemudian Linda menjajakan kerupuk yang diproduksi seorang temannya. “Saya bawa kerupuknya ke sejumlah pedagang pelanggan di Pasar Badung tiga hari sekali. Jika ada kerupuk yang tak laku, saya ambil dan ganti dengan kerupuk baru. Kerupuk yang tidak laku sering menjadi pengganti sarapan pagi saya,” ujarnya. Setahun menumpang di rumah kakaknya, Linda ingin indekos. Kebetulan tabungannya masih dapat disisihkan untuk menyewa sebuah kamar kontrakan di Jalan Melati 47 Denpasar. Ia memilih indekos karena ada pekerjaan sambilan yang juga dilakoninya selain berdagang bolu kukus dan kerupuk. “Saya juga membuka les privat matematika, fisika, dan mata pelajaran lain. Saya perlu tempat khusus untuk mengajar murid les privat. Sehari saya mengajar minimal 20 anak,” katanya. Namun, upah dari situ tak semua dibayar dalam bentuk

uang. Jika diberi uang sebagai upah mengajar pun jumlahnya diterima sebagai pemberian sukarela. “Banyak murid yang membayar dengan pisang dan buah-buahan. Bagi saya tak masalah, karena saya juga senang mengajar anak-anak,” katanya melukiskan perasaannya saat itu. Jam mengajar dimulai pukul 08.00. Ini dilakoninya setelah selesai berjualan keliling warung dan Pasar Badung. “Saya tak peduli rasa capek. Yang penting saya bisa mencari uang untuk kebutuhan hidup dan kuliah,” katanya. Itu pula akhirnya membuat Linda lupa menjaga kesehatannya. Suatu ketika ia jatuh sakit di rumah indekos. Linda tak berdaya, sehingga tak bisa berjualan dan absen kuliah. Ia sempat ke dokter, namun saat mendapatkan resep obat, Linda tak sanggup menebusnya. Lagi-lagi ia beruntung memilik teman bernama Kho Cay Ling. Teman kuliahnya ini menjenguknya ke kanmar kontrakan Linda. “Kho Cay Ling datang ke tempat indekos saya. Ia kaget melihat saya sakit. Resep obat ditebusnya, bahkan dia sempat merebus mie instan untuk saya. Sayangnya, teman saya ini sekarang sedang sakit. Saya sedih dan mendoakan semoga dia bisa cepat sembuh,” harap Linda lirih. Biasanya Linda kuliah

setelah urusan mengais rezeki tambahan kelar. “Saya mulai kuliah pukul 17.00. Ini biasanya setelah selesai mengajar anakanak,” ujarnya. Kelar kuliah bukan berarti Linda langsung beristirahat. Ia harus mengerjakan tugas kampusnya setiba di rumah indekos. “Kalau sudah kerja tugas menggambar, waktunya bisa sampai pukul 04.00. Saat itu, saya biasanya tertidur sebentar sambil duduk di kursi, kepala saya rebahkan di meja gambar. Saya tidak mau tidur di ranjang karena nanti susah bangunnya. Agar tidak terpancing ke tempat tidur saat ngantuk, tempat tidur saya penuhi buku dan peralatan gambar. Kalau tempat tidur penuh sarana kuliah kan jadi malas mau ke ranjang he…he…he…” selorohnya. Suatu ketika ia sempat ditaksir seorang rekan bisnis kakaknya. Namun, Linda enggan melanjutkan hubungan ke jenjang perkawinan. “Kuliah jelas tujuan utama saya saat itu. Dia malah minta cepat-cepat kawin. Saya tidak mau, saya lebih memilih kuliah,” ungkapnya. Jodohnya ternyata Wahjudi Rahardjo. Lelaki kelahiran Bondowoso, 10 April 1960, itu akhirnya yang berhasil mengajaknya naik pelaminan. Linda menjalin masa berpacaran empat tahun dengan kontraktor bangunan yang dikenalnya pertama kali tahun 1985 itu. “Kami akhirnya menikah di bawah restu keluarga besar di Pasuruan dan Bondowoso,” ujar Linda yang kini kerap diundang memberikan ceramah motivasi umat dan imam Katolik di berbagai pelosok Nusantara ini.—sam

Ir. Linda Wahjudi menjadi salah seorang narasumber dalam Pertemuan Nasional Lembaga Biblika Indonesia (LBI)

Angkat Citra.............................................................................dari Selly Fajarini, S.E., yang lebih dikenal dengan sebutan Ny. Selly Mantra ini. Melalui Pameran Adi Wastra Nusantara (AWN) ke-3 tahun 2010, yang akan dilangsungkan di Balai Sidang Senayan Jakarta, mulai 14 s.d 18 April ini, yang rencananya dibuka Ny. Ani Yudhoyono ini, endek lebih menggeliat lagi di tingkat nasional. Pameran di selenggarakan oleh Himpunan Wastraprema dan PT Fortune Adwicipta dengan mengambil tema “Quality Textile-Quality Life” (Wastra Adati Cermin Citra Bangsa). “Dengan tema tersebut, diharapkan dapat menjadi salah satu tolok ukur kebangkitan ekonomi kreatif berbasis kekayaan budaya Indonesia. Utamanya yang mencerminkan kearifan lokal khas tiap daerah dan kedekatan kreasinya dengan alam yang menggambarkan kehidupan masyarakat Nusantara berwawasan lingkungan sejak dulu,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kota ini. Pameran ini melibatkan para produsen, pengrajin, perancang wastra tradisional unggulan Indonesia dan 300-an peserta dari negara sahabat yang berminat ikut. Menurut Ny. Selly Mantra, AWN bukan hanya bicara warisan budaya namun lebih dari itu disajikan pula Seni Kriya Wastra, yakni ekspresi utuh desainer dan pengrajin yang

dituangkan dalam model atau manequin secara lengkap. Selain itu dihadirkan pula bursa kain adat Nusantara, anjungan ikon AWN 2010 yakni ‘Gendongan Nusantara’, kontak bisnis, klinik desain dan Haki, talkshow, peragaan busana, demo produk dan dimeriahkan hiburan. “Dalam pameran yang menggelar karya wastra tradisional unggulan dari berbagai daerah Nusantara seperti batik, tenun, sesirangan, sulam dan lainnya, baik yang klasik maupun karya pengembangan serta kain untuk gendongan Nusantara (carrying cloth) serta koleksi batik unggulan ini kami menggandeng pengrajin bordir, Sri-Sri Embroidery dan pengrajin endek inovasi, Gedong Kebaya Luxury and Beyond binaan Dekranasda Kota Denpasar yang tergabung dalam asosiasi pengrajin bordir Kota Denpasar. Mereka akan tampil dengan koleksi ragam busana masing-masing. Tampil trendi tanpa menghilangkan ciri tradisionalnya,” kata istri Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra,S.E.,M.Si., ini. Menurut Ny. Selly Mantra melalui Disperindag Kota Denpasar, kali ini adalah kepesertaan kedua kalinya di AWN, setelah menyedot perhatian dan sukses dengan penjualan endek pada pameran tahun 2009. “Keberhasilan tahun lalu membuktikan tekstil kerajinan Bali ini tetap dicintai dan mendapat tempat di

halaman 1

masyarakat. Menariknya lagi pameran ini juga memberikan kesempatan kepada para pengrajin yang akan mengangkat citra endek dan bordir jadi tren mode ke ajang nasional dengan melakukan kontak bisnis (new buyer), apalagi didukung bahan promosi yang telah disiapkan Disperindag Kota Denpasar,” ucap ibu tiga anak ini. Ia menekankan, demi siap menghadapi persaingan, pengrajin selalu dituntut jeli membaca selera konsumen serta peluang pasar yang ada. Denpasar sebagai kota budaya dan bagian tujuan wisata di Bali, tampil dengan ciri khas warisan budaya yang memiliki keseimbangan serta pelestarian nilai sejarah. Salah satu produk unggulannya yang mendapat prioritas pemerintah melalui binaan Dekranasda Kota Denpasar adalah produk tekstil dan industri endek dengan keindahan corak yang tiada habisnya. Karena itu, tenun tradisional yang satu ini pun laris ketika dijadikan produk mode. Tak mengherankan jika permintaan bukan hanya bersifat lokal tapi mampu menembus pasar luar seperti Asia. “Semua yang kami lakukan merupakan bukti komitmen kami yang tinggi untuk selalu peduli, terus meningkatkan produktivitas kemudian memperhatikan dan mengembangkan khasanah budaya bangsa ini,” kata Ketua Dekranasda Kota Denpasar ini. —ard


BATUK bukan penyakit. Namun, batuk menunjukkan adanya suatu gejala penyakit. Jangan anggap remeh batuk. Batuk dapat timbul karena penyakit jantung. Saat batuk menjadi penyakit kambuhan, setelah diobati hilang, kemudian muncul kembali, perlu diwaspadai. “Batuk diciptakan Tuhan sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Itu mekanisme defensif manusia. Dengan batuk, berarti kita tengah berupaya mengeluarkan sesuatu yang berada dalam saluran napas. Batuk, bentuk mekanisme protektif normal, saat saluran pernapasan berusaha mengeluarkan benda asing atau produksi lendir yang berlebih. Misalnya, jika ada debu, lendir, asap, atau benda asing lainnya yang mengganjal di tenggorokan, tubuh akan batuk untuk mengeluarkannya,” ungkap ahli Penyakit Dalam Rumah Sakit Sanglah Prof. Nyoman Dwi Sutanegara, M.D. Guru besar FK Unud ini mengatakan, batuk dianggap gejala yang menyerang saluran pernapasan. Kalau ada yang mencederai saluran pernapasan muncul batuk. Dua Jenis Batuk Ada dua jenis batuk, batuk kering dan batuk berdahak. Batuk kering tidak mengeluarkan apa-apa. Batuk berdahak mengeluarkan lendir infeksi

yang menyumbat saluran pernapasan. Kalau infeksi menjadi penyebab batuk, tercermin pada warna lendir yang dimuntahkan. Ada hijau, kuning, atau cokelat bahkan darah tergantung produk bakteri yang terkandung di dalamnya. Prof Dwi mengungkapkan, terdapat ribuan jenis bakteri dalam saluran pernapasan. Ada bakteri yang jahat, ada yang tidak menimbulkan penyakit. Namun, terkadang karena kondisi daya tahan tubuh menurun, bakteri yang sifatnya baik justru malah berubah menjadi ganas. Contoh, pada penderita HIV/AIDS. “Ini akan menimbulkan radang paru-paru bahkan kematian,” kata pemilik RS Sari Dharma ini. Biasanya para dokter akan melihat warna dahaknya. Setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium, dapat dideteksi apa bakteri yang terkandung di dahak, termasuk menentukan antibiotik yang digunakan untuk melawan bakteri tersebut. Gejala batuk muncul karena infeksi saluran pernapasan.

Minum Air Hangat Ringankan Keluhan Biasanya muncul rasa gatal di tenggorokan. Batuk juga muncul lantaran penyakit jantung. “Ketika jantung tidak mampu bekerja dengan baik, darah tidak mengalir dengan sempurna, sehingga sebagian darah terbendung di paru-paru. Timbullah batuk,” ujarnya. Batuk karena penyakit jantung, kata dia, dapat dideteksi dari batuk karena perubahan posisi. Misalnya, saat tidur dengan bantal rendah muncul batuk sesak. Begitu membuka jendela dan mendapatkan angin segar, sesak dan batuk berkurang. Gejala ini disebut ahli jantung sebagai sesak napas malam hari yang merupakan salah satu kegagalan jantung kiri. Contoh, ketika berolahraga ringan tiba-tiba muncul batuk sesak. Batuk dapat juga terjadi karena alergi. Yang paling sensitif dari saluran pernapasan keluar cairan dan bersin. Batuk yang diderita anak-anak sering sulit diatasi karena melupakan faktor alergi sebagai penyebabnya. Batuk perlu diobati. Obat batuk ada dua jenis yakni obat untuk menekan batuk dan tidak. Jenis obat pertama meskipun ada iritasi, refeks batuk tidak muncul karena pengaruh obat. Ini kurang diminati tetapi cespleng. Seketika tiba-tiba batuknya hilang. “Tidak semua batuk dapat diberikan obat jenis pertama, tergantung penyakitnya. Batuk karena iritasi darah pada penderita TBC paru, misalnya. Kalau diberi jenis obat batuk yang pertama, batuk yang terkumpul di saluran

tkh/ast

Warna Dahak Tentukan Jenis Batuk

Kesehatan

Prof. Dwi Sutanegara

napas tidak bisa keluar akibatnya makin banyak darah di saluran napas. Akibatnya fatal, saluran napas penuh darah dan menimbulkan kematian,” paparnya. Obat batuk yang baik dengan jalan mengobati secara kausal yakni mencari penyebab batuk tersebut. Tidak sekadar menyetop batuk, tetapi mendeteksi mengapa batuk terjadi. Suara Batuk Ia mengungkapkan, dari suara batuk dapat dideteksi jenis batuk yang diderita penderita. Batuk rejan atau juga dikenal pertusis atau batuk 100 hari. Penyakit ini biasanya terjadi pada anak-anak. Batuk ini disebabkan bacterium bordetella atau bakteri parapertussis. Biasanya dimulai dengan gejala iritasi saluran pernapasan atas ringan seperti batuk, bersin, dan cairan hidung keluar terus menerus dilanjutkan batuk terus menerus. Ada juga batuk yang dibarengi suara serak karena pita suara terganggu di sekitar genderang suara (laring). Selain itu, perlu diwaspadai

BATUK terus menerus apalagi berkala dan menjadi penyakit kambuhan, perlu diwaspadai. Siapa tahu penderitanya terserang penyakit autoimun. Salah satu yang terkenal penyakit lupus. Penyakit sistem imunitas yang jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. “Autoimum adalah antibodi yang melawan dirinya sendiri. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paruparu, lapisan di paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah,” papar Prof. dr. Tjokorda Raka Putra, Sp.P.D.KR. Ia mengatakan, secara umum antibodi berfungsi untuk pertahanan diri tubuh. Namun, pada kasus autoimun, tubuh membentuk antibodi untuk melawan dirinya sendiri. Antibodi ini malah merusak organ dalam tubuh. Penyakit lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat.

tkh/ast

Lupus Menyerang Perempuan Usia 20 – 40 Tahun

Prof. Tjok. Raka Putra

Kepala Ilmu Penyakit Dalam RS Sanglah ini mengatakan, penyebab penyakit lupus faktor genetik atau bawaan. Penyakit ini menyerang sebagian besar perempuan usia 20-40 tahun. “Mungkin karena faktor hormonal sehingga perempuan lebih mudah terserang penyakit ini,” jelasnya. Gejala lupus sangat beragam. Dokter terkadang sulit mendiagnosa penyakit ini. Biasanya diawali lemah badan, demam dan nyeri di sendi dan otot. Kadang gejala ini disalahartikan dengan flu yang berulang. Lupus dapat mengenai berbagai alat tubuh. Gejala yang dirasakan seperti sakit di sendi pada kedua sisi (kiri

Patuhi Takaran Obat Fogging PENYAKIT demam berdarah yang sudah termasuk kejadian luar biasa menyebabkan dilaksanakannya fogging di mana-mana. Prof. Dwi mengatakan, fogging memang sudah direkomendasikan BPOM sebagai satu cara yang dianggap relatif aman dalam pemberantasan sarang nyamuk. Walaupun, fogging bukanlah satu-satunya cara yang paling efektif dalam pemberantasan sarang nyamuk. Ironisnya, masyarakat

mengganggap tanpa fogging belum ada pemberantasan sarang nyamuk. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik. Padahal, kata dia, gerakan 3 M (menutup, menguras, menimbun) yang seharusnya lebih ditingkatkan, serta pemberian abate di tempat penampungan air. Asap yang disemprotkan secara berlebihan, kata Prof. Dwi, akan sangat berbahaya bagi pernapasan. Partikel kimia beracun asap fogging

konotasikan penyakit sendi. Namun, ada juga penyakit rematik bukan disebabkan faktor sendi. Rematik dapat mengenai organ lain seperti jantung, paru, ginjal, otak, mata, saraf, kulit. Rematik yang mengenai organ-organ di luar sendi ini disebut sistemik atau menyeluruh karena seluruh organ tubuh bisa terkena. Penyakit ini dikategorikan rematik yang cukup serius. Berbeda dengan penyakit rematik karena sendi, kata dia, setelah sembuh obat dapat distop. Namun, pada penanganan penyakit lupus, pasien disarankan berobat berkesinambungan. Setelah penyakit sembuh diobati, program terus dijalankan. Juga, terus dimonitor dokter diberi dosis rendah sampai penyakitnya tidak kambuh. Ia mengatakan, jenis obatnya banyak, dapat dikombinasikan. Ini memerlukan program dan yang penting ada kepatuhan pasien. “Saya tidak bisa mengatakan minum obat seumur hidup, tetapi perlu diberikan obat kontinu dengan pemantauan dokter,” ujarnya. Yang harus dilakukan pasien, jangan payah secara fisik dan psikis karena dapat mengakibatkan kambuh. Jangan terkena sinar matahari langsung. Sebaiknya, gunakan payung atau jaket. Jangan Rematik menggunakan obat berlebihan, Selama ini, kata Prof. Tjok. termasuk obat hormonal dan Raka, penyakit rematik di- alat kontrasepsi. –ast maupun kanan) tanpa merusak sendi. Juga, sering mengenai tangan, lutut dan pergelangan tangan. Kadang-kadang, disertai rasa lemas dan nyeri di otot. “Pasien datang dengan gejala tidak khas, hanya batuk-batuk, atau sesak napas. Secara klasik dapat ditemukan kemerahan di wajah yang dicetuskan paparan sinar matahari. Rambut terutama di dahi rontok, sariawan, kurang darah, bingung atau kejang, bengkak di kaki atau muka,” paparnya. Sering, gejala yang muncul tidak semuanya, sehingga sulit dideteksi. Gejalanya luas dan tidak spesifik. Penyakit ini sudah ada sejak dulu, tetapi sekarang cenderung meningkat. Sudah ada genetik, dipicu lagi pola hidup yang tidak sehat sehingga mengakibatkan kambuhnya penyakit ini. Penderita autoimun gampang terkena infeksi. Efek jangka panjangnya terjadi kerusakan organ tubuh. Juga, dapat mengakibatkan kerusakan paru, gagal ginjal, gagal jantung, bahkan kematian. Akibat lain, memengaruhi kesuburan dan menstruasi terganggu. Pasein yang sedang kambuh tidak disarankan untuk hamil. Biasanya, ketika pasien sudah sembuh, diatur dalam suatu program kehamilan yang diawasi dokter.

akan menempel di semua benda yang terkena pengasapan, termasuk makanan. Sama halnya baygon yang merupakan antiseptik. Bahan untuk fogging sudah dalam standar baku. Ia berharap petugas disiplin dan mematuhi aturan tersebut agar aman bagi manusia. Namun, bagi bayi dan anak-anak serta pasien penderita asma, perlu menjadi perhatian. Saat dilakukan fogging, mereka segera dijauhkan dari lokasi penyemprotan. Beberapa pasien, terkadang alergi terhadap asap, sehingga dapat memicu kekambuhan. Petugas diharapkan, memberi informasi kepada warga kapan akan dilaksanakan fogging. –ast

11 - 17 April 2010 Tokoh 9

apakah batuk disertai sesak atau tidak. Sesak ini yang membedakan apakah batuk disebabkan asma atau penyempitan saluran napas bagian atas. Biasanya sesak di saluran pernapasan bagian atas ini mengakibatkan pasien anakanak mengalami penurunan fungsi paru seketika. Biasanya para dokter melakukan tindakan darurat dengan membuat lubang di bawah penyempitan gendang suara untuk mencegah kematian akibat kekurangan napas. Ia menyarankan, yang perlu diwaspadai gejala lain yang menyertai batuk seperti panas, nyeri, sakit sendi, dan bengkak yanga biasanya diakibatkan infeksi. “Perhatikan, apakah ada sesak atau tidak. Dapat dicek dari frekuensi napas. Napas normal sekitar 16 per menit. Kalau frekuensi napas 20 per menit sudah dikatagorikan sesak napas,’ jelasnya. Minum Air Hangat Untuk meringankan keluhan batuk biasanya disarankan minum air hangat. Air putih hangat dianggap terapi yang baik untuk membantu mengurangi gangguan batuk. Tujuannya untuk mengurangi iritasi saluran pernapasan sehingga dahak mudah keluar. Air dingin tidak dianjurkan karena malah dapat merangsang batuk terutama pada batuk alergi. –ast

Waspadai Batuk dan Pilek Anak Bisa Jadi Gejala Deman Berdarah KASUS Demam Berdarah (DB) sedang marak torium, dan keseimbangan cairan harus tetap di Bali. Tetap saja ada gejala tidak khas. dilakukan. Misalnya, batuk dan pilek berkepanjangan. Ini Mengenai konsumsi jambu biji maupun jus perlu diwaspadai. jambu biji sebagai obat DB, Dokter Dewi Dokter I.A. Sri Kusuma Dewi, M.Sc. Sp. A. mengatakan belum pernah ada penelitian secara mengatakan gejala DB pada anak mengacu pada nasional. Demikian pula minuman isotonik yang standar WHO tahun 1999 tentang diagnosis DB dianggap memperkuat daya tahan tubuh. “Lebih pada anak. “Seiring globalisasi, gejala DB baik minum minuman yang tidak membuat iritasi cenderung tidak khas. Jika anak batuk, pilek, tenggorokan, misalnya susu, teh, dan air hangat; panas tiga hari perlu diwaspadai karena sedikit tetapi sering. Saat DB, asam lambung penyebabnya sama-sama virus. Gejala bisa jadi meningkat, sehingga mengakibatkan mual dan satu. Kalau sudah hari ketiga, perlu periksa muntah,” ujar dokter yang pernah praktik di Flores trombosit anak. Trombosit normal 150 ribu-450 dan Nusa Penida ini. ribu. Kalau di bawah normal, cek lagi. Apalagi Ia menambahkan, jika anak sudah pernah panas turun, trombosit di bawah 100, anak terkena DB, tidak tertutup kemungkinan terkena gelisah, harus diopname. Gejala lainnya pusing, lagi karena penyebab virus ada tipe dengue 1, mual, muntah, panas tinggi,” paparnya. dengue 2, dengue 3,dan dengue 4. “Di Indonesia belum ada penelitian Dokter anak yang praktik bagaimana ciri-ciri nyamuk aedes di RS Manuaba ini aegypty betina yang membawa mengingatkan orangtua untuk “Ibu hamil yang kena virus dengue 1, 2,3, atau 4. Bisa selalu memperhatikan kondisi DB, trombositnya saja sekarang digigit nyamuk anak. Orangtua harus tahu yang bertipe dengue 1, kapan anaknya mulai panas turun. Risikonya berikutnya digigit nyamuk yang atau demam dan telaten bertipe dengue 2 karena terhadap memantau perkembangan pendarahan ringan dengue 1 sudah kebal,” anak. Fase kritis DB hari 3 tandasnya. sampai hari ke 6. Setelah lewat dan berat. Jika ini hari ke 7 biasanya sudah mulai Selain anak-anak, ibu hamil terjadi, janin akan membaik. juga harus mewaspadai DB. Ibu hamil yang kena DB, Secara spesifik, Dokter kekurangan oksigen trombositnya turun. Risikonya Dewi menjelaskan gejala umum pendarahan ringan dan berat. Jika DB memiliki 4 derajat. Derajat sehingga bisa lahir ini terjadi, janin akan kekurangan 1, panas 2-7 hari. Hasil rumple prematur” oksigen sehingga bisa lahir leed test positif (ada bintik prematur. merah). Derajat 2, ciri derajat 1 ditambah pendarahan (mimisan, gusi berdarah). Untuk antisipasi, Dokter Dewi menegaskan Derajat 3, tekanan darah menurun, pada anak perlunya upaya simultan antara fogging, 90-100 (tergantung usia), nadi lemah, kulit dingin. pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan Derajat 4, tensi tidak bisa diukur, suhu di bawah abatesasi. Selain itu, penyuluhan harus terus normal (36,5-37,5), nadi tidak bisa diraba, shock. digencarkan, apalagi pada musim pancaroba. Jika sampai derajat 3 dan 4 disebut dengue shock Penyakit yang biasanya muncul antara lain infeksi syndrom, yang bisa mengancam nyawa. saluran pernapasan atas (ISPA), diare, dan DB. “Kematian biasanya akibat lambat diagnosa, Semua ini juga bisa menyebabkan kematian. lambat penanganan, salah penanganan, dan Nyamuk aedes aegypti yang betina tinggal di komplikasi yang berat. Pada DB terjadi reaksi an- dataran rendah. Sifatnya suka darah manusia tigen antibodi. Rembesan cairan dalam tubuh, (anthropofilik), multibitter (menggigit lebih dari masuk ke paru-paru, perut, nadi. Cairan ada dalam sekali), menggigit pada siang hari, bertelur pada tubuh tetapi keluar. Karena itu perlu pemberian musim kering di tempat kering. Kalau tempat cairan (infus) yang cukup dan tepat sesuai telurnya tergenang air saat musim hujan, dia indikasi dengan monitoring ketat. Harus sering menetas jadi jentik. Setelah jadi nyamuk dia memilih dicek dan dihitung. Cairan yang masuk dan keluar tempat yang bebas. “Rajin-rajin menguras bak, harus seimbang. Pemberian cairan untuk menutup tanam kaleng-kaleng bekas, lakukan abatesasi rembesan yang terjadi. Penurunan trombosit juga dengan 10 gram abate per 100 liter air, serta foggejala. Risikonya, pendarahan,” ungkapnya. ging. Semua ini harus dilakukan berbarengan Terapi suportif dilakukan dengan pemberian khususnya pada musim peralihan dari kemarau cairan dan makanan, sedangkan terapi simtomatis ke hujan. Kalau dilakukan bersamaan, mulai dari dengan memberikan obat. Dalam waktu setelah jentik sampai nyamuk dewasa akan mati. Tetapi, hari ke 7 fase pemulihan, biasanya trombosit sudah kalau tidak, tetap saja akan ada nyamuk,” di atas 50 ribu. Namun, pemantauan klinis, labora- tegasnya. –wah

Nyeri Lutut karena Asam Urat pengobatan alternatif yaitu Klinik Suhu Yo. SAYA Sukaesih Yati (50). Saya Pengobatan di Klinik Suhu Yo tergolong didiagnosa dokter memiliki kadar asam unik karena pengobatannya mengurat tinggi selama bertahun-tahun. Saya gunakan terapi tanpa obat. Setelah datang merasakan sakit di lutut dan area ke sana saya didiagnosa dengan persendian karena asam urat. Saya menggunakan suatu alat dari Quanco sempat melakukan pengobatan ke yang bisa mendeteksi penyakit melalui dokter dan diharuskan mengonsumsi peredaran darah. obat asam urat tiap hari. Setelah itu, saya diarahkan untuk Untuk beberapa minggu pertama melakukan terapi kombinasi seperti saya tidak lagi merasakan sakit di area akupresur dan akupuntur. Hanya dalam lutut maupun persendian saya, hanya beberapa kali terapi saya merasakan menurut pengalaman teman saya yang perbaikan signifikan, rasa nyeri di lutut memiliki keluhan sama, pengaruh obat Sukaesih Yati dan area persendian lambat laun mulai asam urat yang saya konsumsi setiap hari berpengaruh pada kerusakan pada ginjal (gagal menghilang dan sekarang saya dinyatakan sembuh total dari penyakit asam urat setelah melakukan terapi ginjal) seperti yang dia alami sekarang. Mendengar hal itu, saya langsung beralih ke 12 kali. Terima kasih Suhu Yo. —adv


10

Tokoh

11 - 17 April 2010

Tambora Art Moment

Langkah Awal Menggerakkan Masyarakat Gunung Tambora KECERIAAN anak-anak dan remaja Dusun Pancasila, Desa Tambora, Kecamatan Pekat Dompu, NTB, memecah keheningan dusun di kaki Gunung Tambora sore itu. Riuh canda dan tawa riang mereka, bersatu dengan suara alam desa nan bersahabat. Saat itu, selama dua hari, Sabtu (27/3) dan Minggu (28/3), dusun ini menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya bertajuk Tambora Art Moment. Para seniman, fotografer, dan wartawan yang berasal dari Mataram dan Dompu, bergerak bersama membangkitkan gairah berkesenian masyarakat dusun ini. Tambora Art Moment, merupakan kegiatan yang membawa misi kesenian dan kebudayaan ini, bertujuan menggerakkan masyarakat lingkar Gunung Tambora untuk menyadari potensi seni dan budaya yang dimilikinya. Sebagai sebuah dusun yang merupakan pintu masuk utama destinasi wisata minat khusus Gunung Tambora, keberadaan Dusun Pancasila, menjadi penting. Kesadaran untuk menggerakkan masyarakat dusun inilah yang membuat tim Tambora Art Moment membawa misi ini dengan sukarela. “Ini merupakan langkah awal untuk menggerakkan masyarakat terlebih dahulu mengenal potensinya, yang kemudian diharapkan mereka akan tergerak juga untuk menggali potensi seni budaya yang ada di daerahnya,” ujar Lale Kamarukmin, salah seorang anggota tim Tambora Art Moment. Karena itulah konsep kegiatan ini sedari awal telah disiapkan untuk melibatkan masyarakat dalam pagelaran kesenian. Saat ini, potensi seni dan budaya di Dusun Pancasila nyaris “mati” dan samasekali tak ada tanda-tanda kehidupan. Hal ini diungkapkan Kepala Desa Tambora, Hasanuddin. Sebenarnya ada kesenian khas yang pernah hidup di daerah ini, seperti biola khas Dompu. Namun, sudah lama kesenian ini mati suri. Masyarakat desa ini menjadi sangat haus dengan hiburan seni yang dapat mereka nikmati secara langsung. Pada hari pertama, para seniman mulai “membidik” satu persatu anak-anak dan remaja dusun ini untuk dilibatkan dalam pagelaran teater, musik kreatif, menggambar bersama hingga pagelaran kolaborasi sastra, pantomim, dan teater. Uniknya, meski mereka anakanak dusun, mereka percaya diri. Tanpa ragu apalagi malu, mereka terlibat seutuhnya dalam latihan bersama yang dilakukan mulai siang hingga malam hari di lapangan Dusun Pancasila tersebut. Para seniman, Ary Juliant, Plagiamor Trestian, Alex Lout (musisi), Felix dan Sanggar Madaduli Kempo Dompu (teater), Kiki Sulistyo dan Dede Dablo Permana dari Komunitas Akarpohon Mataram dan lainnya, dengan leluasa menata dan menggali potensi bakat serta minat anak-anak dusun ini.

Plagiamor yang akrab disapa Kisi, pada hari pertama mulai membaca nada dari celoteh mereka. Ia larut mencermati setiap bunyi yang ada di sekitarnya saat sekelompok anak mengerubunginya. Kisi memberi workshop singkat untuk kemudian menghadirkan alat-alat bunyi yang berasal dari kaleng dan alat-alat dapur. Mereka lalu memainkan irama dan nada pada pergelaran keesokan harinya mengiringi tarikan tubuh lentur Felix dalam sebabak reportoar yang berkisah tentang kelahiran yang ia simbolkan dengan tubuh yang telanjang. Di sisi lain lapangan, Sanggar Madaduli, mengumpulkan puluhan gadis yang membawa obor sebagai pendukung pagelaran bertema lingkungan. Dalam pagelarannya, Madaduli merespons setiap titik kerusakan alam Gunung Tambora akibat ulah tangan manusia. Sanggar ini juga sempat menggambarkan kembali betapa dahsyatnya ledakan Gunung Tambora pada tahun 1815 yang meluluhlantakkan setidaknya dua kerajaan di Dompu kala itu. Selain menggelar karya terbaru-

nya itu, sanggar ini juga menyempatkan diri memberi workshop teater bagi anakanak dusun ini, tentang bagaimana mengolah berbagai rasa untuk menjadi seorang aktor. Anak-anak tampak bersemangat mengikutinya. Tidak ketinggalan Ary Juliant, yang meskipun ia seorang musisi, ia juga tergerak untuk mengajak anak-anak riang bersama dalam acara menggambar bersama. Ary merespons alam sekitarnya. Bahan dan alat yang dipergunakannya bukanlah bahan jadi buatan toko, seperti kuas dan kanvas misalnya. Ia samasekali tidak mensyaratkan mereka untuk menggambar dengan kuas dan kanvas, tapi cukup dengan ranting atau apa saja yang bisa dijadikan sebagai pengganti kuas dan koran-koran serta kertas bekas sebagai kanvasnya. Ary ingin mendorong mereka terutama yang memiliki bakat agar sadar bahwa mereka memiliki potensi. Ary memang dikenal sebagai seniman yang kreatif untuk urusan ini. Dengan cat seadanya, Ary dan Hujjatul Islam yang membantunya, membuat kegiatan ini menjadi sangat diminati. Dua fotografer profesional di Mataram, Qwadru Putro Wicaksono dan Sri Hardjono, yang ikut tergabung dalam tim Tambora Art Moment, mengabadikan setiap momen kegiatan ini sebagai karya-karya fotografi terbaru mereka. Keasrian alam dan keunikan kegiatan ini diakuinya, bisa menjadi sebuah gagasan dan tema baru bagi karya-karyanya. Mata kameranya tak hentihentinya menyorot dan membidik setiap keunikan dari

kegiatan ini. Tambora Art Moment kemudian mementaskan pagelaran sehari penuh dari pagi hingga malam hari pada 28 Maret. Dibuka dengan gelar musik yang ditampilkan Alex Lout pada pagi hari, kegiatan ini berlangsung hangat. Alex menyanyi bersama anak-anak dusun ini dengan lagu-lagu pop yang akrab di telinga. Sebagai gelar pembuka, Alex mampu mengumpulkan masyarakat untuk terlibat sebagai penyanyi sekaligus penonton acara ini. Menjelang siang, musisi Ary Juliant makin menghangatkan suasana dengan konser gerilyanya bertajuk Balada Nusa Gora. Pentas ini sebagai bagian dari rangkaian Tur Gerilya Ary Juliyant yang ke-5. Musisi yang pernah terlibat dalam garapan musisi ternama seperti Sawung Jabo ini, menggelar pentas yang disebutnya “sederhana” berdurasi sekitar satu jam. Ia menampilkan lagu-lagu karya sendiri yang banyak terinspirasi dari perjalanan konser gerilyanya - juga di berbagai kota di tanah air-. Konsep kesederhanaan Tur Gerilya Ary Juliant kali ini rasanya tepat juga digelar di kaki Gunung Tambora. Dalam Konser Gerilya “Balada Nusa Gora”, Ary Juliant mengajak audiensnya bernyanyi bersama. Sore harinya tampil Kisi dan anak-anak Dusun Pancasila dalam musik kreatif sembari mengiringi reportoar singkat Felix. Disusul dengan kegiatan menggambar bersama. Di selasela acara, para pelakon teater dan sastra terus berlatih untuk pergelaran malam hari. Dede

Workshop singkat untuk kemudian menghadirkan alat-alat bunyi yang berasal dari kaleng dan alat-alat dapur

Tim Tambora Art Moment, membawa misi kesenian dan kebudayaan di kaki Gunung Tambora

Dablo Permana, menghipnotis penonton sejak senja datang dalam persiapan dan pagelaran yang memukau. Tampil dengan kostum yang sengaja dikonsep “seadanya” Dablo melumuri tubuhnya dengan tepung berwarna putih. Sebagai seorang pemain pantomim, Dablo berhasil menarik perhatian penonton dalam gestur-gestur dan penghayatan yang tajam. Dibantu puluhan gadis, Komunitas Akarpohon yang diperkuat Kiki, memainkan lakon ini dalam siraman lighting (pencahayaan) dari bus yang dipakai selama kegiatan berlangsung. Untuk melahirkan sebuah karya yang dipentas malam itu, Dablo dan Kiki memaksimalkan segala apa yang tersedia di alam Dusun Pancasila, termasuk rantingranting dan semak di sekitarnya. Pagelaran ini menjadi lebih memukau manakala Dablo masuk dalam kubangan lumpur yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ia pun “berdialog” dengan lumpur yang terus melumuri tubuhnya hingga coklat dan yang tersisa

hanyalah bola matanya. Dalam pagelaran lebih kurang setengah jam ini, Dablo dan Kiki “bicara” tentang kehidupan. Malam itu ditutup Sanggar Madaduli dengan gelar teater gerak. Tubuh-tubuh lentur para aktornya, membawa penonton memahami lebih jauh, tentang

kisah Gunung Tambora. Reportoar ini pun tak pelak membuat penonton terdiam dan bertanya-tanya. Kisah yang gamblang diceritakan dalam reportoar ini, membuat penonton berbisik satu sama lain, bahwa sapa yang tengah mereka saksikan adalah kisah nyata yang kerap mereka dengar dan ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana kini pembalakan liar telah membabat hutan-hutan masa depan anak cucu mereka dalam keserakahan segelintir orang. Bagaimana sebuah peradaban hilang akibat ledakan Gunung Tambora dan lainnya. Yang luar biasa dari kegiatan ini, tentu saja karena kesukarelaan dari semua peserta yang terlibat di dalamnya. Sayangnya, kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat ini tidak mendapat dukungan yang memadai dari pemerintah daerah setempat maupun instansi-instansi terkait.—nik

Pergelaran Tambora Art Moment, Dablo, Ary Juliant dan Sanggar Madaduli


Kesehatan

11 - 17 April 2010 Tokoh 11


12

Tokoh

11 - 17 April 2010

DARI DESA KE DESA

Menanggulangi Penyakit Ais-ais pada Rumput Laut PENYEBAB timbulnya permasalahan dalam pembudidayaan rumput laut di mana pun, tidak hanya di Bali, adalah belum pahamnya para pembudidaya terhadap berbagai faktor yang berpengaruh pada kesehatan rumput laut yang dibudidayakan. Saya sangat prihatin ketika sebelum ada kajian yang luas tiba-tiba Karangasem harus membudidayakan rumput laut juga. Sampai hari ini keberhasilannya belum tampak, itu bukan karena penyakit ais-ais, tetapi karena ketidaksesuaian lahan atau perairan. Kondisi perairan sangat berpangaruh. Di sana perairannya terbuka tidak ada teluk yang ideal untuk rumput laut. Tetapi, sebagai upaya awal adanya semangat memanfaatkan perairan untuk mengembangkan mata pencaharian baru itu sangat bagus; tinggal ke depannya memang harus diarahkan lagi. Tidak perlu pesimis, hanya saja perlu dicari teknologi yang lebih tepat untuk kondisi perairan seperti itu. Saya membaca tulisan di Koran Tokoh edisi 14 Februari 2010, yang menyebutkan penyakit ais-ais di Bali belum dapat diatasi. Permasalahan Umum Kita lihat dulu permasalahan umum budidaya rumput lautnya, supaya semua pembudidaya rumput laut bisa bersama-sama mulat sarira. Permasalahan umum budidaya rumput laut di Bali umumnya: Pertama, tata kelola areal budidaya kurang mendukung keamanan budidaya. Contoh, pemilihan lokasi. Lokasi seperti di Karangasem yang perairannya terbuka, gelombangnya besar, itu kurang menjamin keamanan budidaya untuk teknologi umum yang telah diterapkan di Bali di antaranya dengan rakit, lepas dasar, dan satu lagi yang diterapkan di Beleleng Timur dan telah berhasil bernama long line. Kedua, teknologi yang diterapkan cenderung konvensional artinya walau mereka menggunakan sistem apa pun, jarak tanam harus tetap diperhatikan. Di perairan yang subur jarak taman sedikitnya 25 cm antarrumpun. Tujuannya, memberi keleluasaan sirkulasi air di areal itu menjadi baik. Ketiga, memang ada masalah konflik pemanfaatan ruang perairan wilayah pesisir. Misalnya di suatu tempat sudah ada penanaman rumput laut, kemudian ada peruntukan baru yang mengganggu keberhasilan budidaya rumput laut itu. Keempat, degradrasi lingkungan di kawasan perairan pengembangan rumput laut. Misalnya perairan waktu pertama pengembangan rumput laut masih bagus, kemudian di sana ada aktivitas lain yang bisa saja membuang limbah. Ada juga lokasi pembudidayaan rumput laut terlalu dekat dengan muara sungai, sehingga jika ada buangan limbah dari hulu sungai akan memengaruhi tingkat kesuburan dan kualitas air di areal pengembangan rumput laut.

an yang sudah terserang ais-ais, gunakan bibit yang sehat/unggul atau pergilaran jenis (spesies). b. Lakukan disinfeksi bibit dengan mencelupkannya ke dalam larutan permanganat kalikius (PK) 20 ppm (= gram/mtr kubik air ) selama 5 menit. c. Tidak menanam rumput laut dengan jarak tanam rapat selama musim hujan atau kualitas air sedang tidak menentu (fluktualtif) d. Pilih lokasi budidaya yang lebih ideal bagi pertumbuhan rumput laut. e. Terapkan teknik budidaya yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan perairan dan musim, antara lain mengupayakan sirkulasi air sebaik-baiknya dengan mengatur jarak antarrakit atau petak penanaman pada sistem tanam lepas dasar. Kapan dan di Mana Parasit Menyerang? a. Umumnya serangan terjadi selama musim hujan dan beberapa minggu sesudahnya. b. Lebih cepat penyebarannya jika perairan kekurangan unsur hara fosfat. c. Ketika kualitas air rendah (menurun) terutama saat meningkatnya kekeruhan. d. Bisa terjadi serangan di lokasi perairan mana saja, tetapi lebih sering terjadi di lokasi budidaya yang relatif dekat dengan muara sungai. Perubahan Lingkungan dan Bakteri Ais-ais merupakan penyakit rumput laut/ algae yang disebabkan perubahan lingkungan dan bakteri, yaitu pseudoalteromonas gracilis, pseudomonas spp, dan vibrio spp. Pemicu utamanya perubahan lingkungan yang mendadak, misalnya terkait suhu air dan intensitas cahaya. Pemicu lainnya, serangan hama, misalnya ikan baronang, penyu, bulu babi, dan binatang laut lainnya yang menyebabkan “luka” di permukaan thallus. Dalam keadaan stres, rumput laut akan membebaskan subtansi organik yang menyebabkan thallus berlendir dan merangsang bakteri tumbuh melimpah di sekitarnya. Infeksi akan bertambah berat akibat serangan epifit/gulma yang menghalangi penetrasi sinar matahari, sehingga tidak memungkinkan thallus rumput laut melakukan fotosinthesa.

Permasalahan Khusus Ais-ais (ice–ice ), merupakan sebutan yang familiar untuk penyakit rumput laut, tidak hanya Bali tetapi juga di seluruh Asia. Jika terjadi serangan penyakit ini hasil panen atau produktivitas budidaya sangat rendah, dan bisa dipastikan pembudidaya akan mengalami kerugian. Memang sampai saat ini belum ada terapi yang efektif untuk meniadakan penyakit ais-ais, tetapi kita bisa mengendalikannya.

Gejala Klinis Penyakit ini ditandai timbulnya bintik/ bercak-bercak merah di sebagian thallus yang lama kelamaan menjadi kuning pucat dan akhirnya akan menjadi putih Pertumbuhan bakteri pada thallus akan menyebabkan bagian thallus yang terinfeksi menjadi putih dan rapuh. Selanjutnya, mudah patah dan jaringan menjadi lunak yang menjadi ciri serangan ice-ice. Tallus muda yang tumbuh berikutnya mengalami “pengerutan” tidak tumbuh memanjang bahkan mengecil-kerdil, sehingga rumpun terlihat kurus, otomatis bobot rumpun ringan. Penyakit ini menyebar secara vertikal dari bibit yang ditanam, atau secara horizontal melaui perantaraan air.

Cara Mengendalikan a. Tidak menanam bibit dari rumpun tanam-

Ir. Saleh Purwanto Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali

Peluang Bisnis...............................................................................................................................................................dari halaman 1 turun ke perekonomian Indonesia. Tahun 2010 seluruh perekonomian Indonesia akan tumbuh pesat,” ungkap Jeffrey Kairupan, Pemimpin Bank Indonesia Denpasar dalam diskusi komprehensif Koran Tokoh bekerja sama dengan CNI, Rabu (7/4) di Kuta. Tahun 2009 perekonomian di Bali sempat anjlok tetapi tidak seberapa karena tidak banyak ekspor barang yang terganggu. Yang mengalami gangguan adalah jasa pariwisata. Turis dari AS dan benua Eropa berkurang karena mereka mengalami penurunan pendapatan. Namun, turis Cina, India, negara-negara Timur Tengah datang. Jika turis AS minum wine, makan steak, sebaliknya, turis Cina datang ke restoran Cina sehingga menghabiskan uang lebih sedikit. Inilah yang membuat terjadi penurunan, tetapi tidak banyak. “Perekonomian Bali tahun 2009 tumbuh 5,33%. Ini di atas angka nasional. Secara sektoral, Bali didukung perdagangan jasa di hotel dan restoran dan sektor

jasa campur-campur. Dari pertumbuhan ini, share perdagangan hotel dan restoran dan jasa-saja jika digabung mencapai 2,5%. Bagi yang berkutat di MLM, prospek tahun 2009 besar. Tahun 2010 Bali lebih optimis, akan tumbuh hingga 5,75%. Lagi-lagi 2,7% dipegang sektor jasa-jasa. Sektor tersier ini, lahan bagi kegiatan multilevel. Secara kasar kalau dijumlahkan 3,5% dari 5,75% menjadi lahan terbuka bagi prospek bisnis MLM,” tegas Jeffrey. Tahun 2009, Bali mendapat belanja modal Rp 200 miliar, tahun 2010, Rp 280 miliar. Ekspansi fiskal menurut Jeffrey perlu biaya tinggi. Misalnya, mau membangun rumah sakit, perlu uang untuk membayar kontraktor, perlu uang untuk membeli alat, perlu uang untuk membayar tukang. Ini merupakan dampak ganda sekaligus peluang bagi bisnis MLM. Potensi ini yang akan ditumbuhkan bisnis MLM. Ia juga mengatakan perekonomian dunia akan tumbuh positif tahun 2010 ini. Kalau

ekonomi AS dan negara-negara Eropa pulih, turis yang biasa minum wine dan makan steak akan datang kembali dan menambah daya beli. Kalau daya beli meningkat, pendapatan masyarakat juga akan meningkat. Tergantung bagaimana strategi bisnis MLM untuk menyiasati agar ikut dalam pertumbuhan ekonomi yang positif ini. Di sektor perbankan di Bali, tahun 2009 kredit mencapai Rp 20 triliun sedangkan dana pihak ketiga (DPK) yang berupa tabungan dan deposito mencapai Rp 32 triliun. “Ada kabar gembira. Di Bali, loan deposit ratio (LDR) tahun 2010 60%, sedangkan tahun lalu 55%. Artinya 60 kredit, 100 tabungan. Uang tabungan lebih banyak daripada kredit. Kalau punya strategi tepat, uang Rp 32 triliun bisa dipakai belanja di bisnis MLM,” tandas Jeffrey. Dari DPK Rp 32 triliun, Rp 2 triliun didapat dari BPR. Jika aset CNI mencapai Rp 2 miliar yang berputar, ada peluang bagi MLM untuk mendapatkan dana. Tahun 2009, Rp 8 triliun

kredit masuk ke sektor PHR, dan Rp 8 triliun untuk konsumsi. Secara umum uang yang beredar di Bali hasil dari pemandu wisata, pematung, karyawan hotel jumlahnya begitu besar sampai daya tampung kredit jauh. Artinya ada ekstra dana besar. Kalau strategi tepat, bisa menarik uang Rp 1 triliun saja sangat luar biasa. Akan banyak bintang-bintang atau crown baru di bisnis MLM. Ia juga menantang MLM untuk membuka diri kepada masyarakat dengan melakukan sosialiasi. Informasi yang diberikan kepada masyarakat harus seimbang. Jika perlu seminar tentang MLM terus digencarkan. Berkaitan dengan kredit, Jeffrey mengatakan ada sektor pendorong (push) dan ada sektor penarik (pull). Biasanya ini banyak dilakoni usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam UMKM yang diperlukan adalah produksi, pemasaran, dan modal. Banyak yang berpikir untuk memulai dengan modal, padahal modal hanya finishing touch. —wah

Saatnya Menjawab....................................................................................................................................................dari halaman 1 sanggup berkarya karena tekanan kasus ini begitu besar. Rumah saya terancam disita bank,” paparnya. Pada masa itu, tutur Anne, dia menjadi begitu marah pada Tuhan yang membiarkannya menerima cobaan luar biasa itu. Dia sempat merasa Tuhan telah meninggalkannya. “Saya benar-benar limbung,” katanya. Saat berada dalam kondisi kritis itu, kesadaran menghampirinya. Dia merasa berdosa telah menuduh Tuhan macammacam, padahal semua itu terjadi karena kesalahannya. “Saya menangis memohon pengampunan Tuhan. Saya sungguh berdosa, iman saya hampir runtuh,” tuturnya. Nyatanya rahmat bak mukjizat itu memang datang. Rumah Anne dan keluarganya batal disita bank. Dia hanya diberi tanggung jawab untuk mencicil utangnya. “Misteri Tuhan memang tidak dapat dipahami manusia. Kerja Tuhan dalam kehidupan kita, tidak bisa dimengerti kalau kita tidak peka. Peristiwa

itu sungguh memberi hikmah besar dalam hidup saya. Kesadaran bahwa jangan pernah melepaskan diri dari sandaran Tuhan, meski kehidupan begitu sulit, begitu mencengkram di hati saya. Dan, itulah yang menjadi penangan saya menghadapi perkara-perkara lain dalam hidup saya,” tambahnya. Dengan kekuatan itu, Anne mulai membangun kembali bisnisnya yang porak-poranda. Perlahan namun pasti, bisnisnya mulai bergulir kembali. Tetapi, lagi-lagi cobaan datang. Rumahnya di Solo menjadi korban kerusuhan Mei 1998. Rumah-rumah warga keturunan Tionghoa, banyak yang musnah terbakar. Rumah Anne di Solo salah satunya. Rumah keluarga yang menyimpan sejuta kenangan itu, hanya menyisakan puing-puing. “Ibu shock dan akhirnya jatuh sakit,” katanya. Tetapi, bukan soal rumah yang membuatnya terpukul amat sangat, melainkan kabar kalau ibu yang dikasihinya ternyata, setelah diperiksa dokter, menderita kanker stadium 3

dan kecil kemungkinan untuk sembuh. “Saya sangat sedih dan terpukul. Ibu merupakan sosok penting dalam hidup saya. Selama ini Ibu yang selalu memberi saya inspirasi dan semangat. Saya belum sempat membahagiakannya. Di sisi lain, saya cemas karena biaya banyak dibutuhkan untuk pengobatan Ibu, bagaimana cara mendapatkannya,” tutur Anne yang akhirnya berjualan nasi liwet dan es dawet, untuk mengumpulkan dana berobat ibunya. Segala daya untuk mendapatkan dana pengobatan ibunda tercinta, dikerahkan. Ia menjual semua perhiasan yang dimiliki. Doa dan usaha, itulah yang dilakukan Anne. Dan, keajaiban kembali terjadi dalam hidupnya. Ibunya yang divonis dokter hanya memunyai peluang kecil untuk hidup, ternyata berhasil sembuh. “Jalan Tuhan sungguh luar biasa. Sesuatu yang tak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Tuhan. Kesembuhan Ibu merupakan

anugerah yang luar biasa bagi kami. Kesembuhan Ibu juga menjadi titik balik kehidupan saya,” jelasnya. Kesembuhan ibunya dari kanker membuat Anne kembali merenungi kehidupannya. Dia merasa menemukan momentum yang pas untuk memperbarui hidupnya. Bersamaan dengan itu bisnisnya mulai menunjukkan kecenderungan membaik. “Saya merasa tiba saatnya saya menjawab panggilan Tuhan lewat pelayanan di bidang sosial kemanusiaan. Dorongan itu begitu kuat seolah menuntut saya segera bersikap,” kata ibu tiga anak, Intan, Ernest, dan Dio, itu. Di sela-sela waktunya, Anne mulai menjadi relawan di Rumah Sakit St Elisabeth Semarang. “Saya masuk ke kamar kamar pasien, mendengarkan keluh-kesah mereka lalu mendoakan mereka. Saya merasa berbahagia jika bisa membantu meringankan mereka,” kata Anne yang meraih Kartini Award dari Ny. Ani Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2005 itu. —dia

Yang Diutamakan........................................................................................................................................................dari halaman 2 Persoalannya kini bukan nilai orang cacat? bahasa, tetapi bagaimana baMade Karya hasa bisa dikuasai. Bahasa asing menjadi syarat berkiprah Bahasa Isyarat dalam era globalisasi. Mengajarkan bahasa kePande pada orang cacat memang banyak kendala. Guru atau inKomunikasi sejak strukturnya perlu tahu dan bisa Dalam Kandungan memakai bahasa isyarat. BaSemua anak terlahir dengan hasa Indonesia memilki bahasa potensi yang sama baik itu sel isyarat. Anak bisu tuli hanya otak maupun neuronnya. Po- paham gerakan tubuh. Bahasa tensi anak untuk bisa belajar lisan tentu tak bisa mereka bahasa pun sama saat mereka pahami karena tak mendengar. dilahirkan. Yang membuat anak Dalam berbahasa kita mengenal beda saat dia dewasa adalah receptive dan expressive. Recepstimulus yang diberikan kepada tive misalnya dengan mengenali anak. Jika sejak dalam kandung- sebuah objek, seperti ”Itu an hingga ia dilahirkan, orang- bangku, itu lukisan”. Berbeda tuanya senantiasa mengajaknya dengan expressive yang lebih berkomunikasi, kelak ia akan mengutamakan gerakan tubuh tumbuh menjadi individu yang dan ekspresi wajah. Ketika terampil berbahasa. Anak be- berkomunikasi, dua fungsi ini lajar dari lingkungan. Ketika saling mendukung. Made Diah Lestari kecil, anak mengeluarkan 70 bunyi yang merupakan kombinasi bahasa-bahasa. Bahasa yang Ajarkan Artinya berkembang dalam ingatannya Tak ada salahnya mengajaradalah bahasa yang diperkenal- kan bahasa Inggris kepada anak kan lingkungannya. Ketika ibu- perlu ditambah artinya. Anak nya menggunakan bahasa In- akan lebih paham dan mengerti donesia, anak akan ikut ber- dan makin fasih. Dalam kebahasa Indonesia. Kita sering hidupan masyarakat, banyak menjumpai anak sulit berbicara. kata-kata bahasa Inggris yang Ini diakibatkan tak ada stimu- sering diiucapkan namun tak lasi komunikasi dari lingkungan dimengerti artinya. Bahasa tempat ia berada. Pemerintah ekspresi perlu diucapkan debisa menyosialisasikan penting- ngan mimik. Misalnya saat manya stimulasi berkomunikais rah nadanya tinggi, sedih nadakepada anak lewat posyandu, nya rendah. banjar-banjar, yang telah aktif Pak De Winaya melakukan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak. Sembari Perlu Dikenalkan memeriksa kesehatan mereka Bahasa Daerah bisa dilakukan penyuluhan. Kurikulum pendidikan bahasa Bahasa tak hanya alat Inggris hendaknya diberikan komunikasi tetapi juga sebagai sejak TK baik dengan aktivitas identitas. Misalnya orang Jawa, edukatif yang menyenangkan. jika tak bisa berbahasa Jawa Made Diah Lestari tentu identitasnya akan hilang. Tak hanya bahasa asing, badaerah pun perlu dikenal Bisu dan Tuli hasa juga. Bahasa sebagai sarana peBecik nyampaian maksud dan tujuan yang bisa disampaikan dengan rasa sedih, marah atau gembira. Tidak perlu Terjemahan Mengajarkan bahasa IngTak semua orang dilahirkan sempurna, ada yang dilahir- gris kepada anak tak perlu dikan tak mampu berbicara atau selingi terjemahan. Itu malah bisu dan tuli. Apa kendala membuat anak bingung. Kelak memperkenalkan bahasa pada anak akan menangkap dengan

sendirinya makna bahasa asing yang ia pelajari. Berdasarkan metode Glen Doman tentang ”Mengajarkan Bahasa dan Membaca kepada Anak sejak Dini”, disebutkan, saat mengajarkan sesuatu kepada anak, berikan fakta-fakta sebanyak mungkin. Anak yang akan membuat rumusnya. Untuk itu jangan diterjemahkan, anak akan memiliki rumus tersendiri menyimpulkan sesuatu. Belajar Bahasa Inggris utamakan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kata ”I Love You”, anak tak hanya tahu artinya aku cinta kamu, namun juga tahu bagaimana menerapkan kata-kata itu menyatakan kasih sayang dengan orangtua, saudara atau keluarga yang lain. Jangan mengatakan I Love You kepada orang yang belum dikenal. Dengan membaca buku, secara tak langsung mereka juga akan belajar mengenai pemaknaan. Bahasa daerah sebagai bahasa ibu tak perlu diajarkan kepada anak. Anak dengan sendirinya mampu menguasai bahasa daerah setelah ia mengobservasi lingkungannya. Anak-anak Amerika atau Inggris tak pernah mendapatkan pengajaran Bahasa Inggris dari orangtua mereka. Karena lingkungan mereka berbahasa Inggris, secara otomatis mereka bisa berbahasa Inggris. Bahasa asing di Indonesia perlu diajarkan, karena tak tiap hari anak mendengarkan bahasa asing. Made Diah Lestari

Bahasa Daerah Dikalahkan Di samping bahasa verbal, kita perlu menggunakan bahasa hati kepada anak sejak dalam kandungan. Misalnya, jika anak dalam kandungan sudah diajak berbicara dengan bahasa hati, akan berpengaruh saat ia dewasa. Bahasa menumbuhkan bangsa. Sebelum mengajarkan bahasa asing, ajarkan terlebih dahulu bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Orangtua masa kini lebih merasa gengsi mengajak anaknya berbahasa daerah,

sehingga anak-anak lupa bahkan tak bisa berbahasa daerah. Apalagi banyak lembaga pendidikan yang berlomba-lomba menghadirkan bahasa asing. Kelak bahasa daerah bisa dikalahkan bahasa asing. Edi

Masa Keemasan 0 – 5 Tahun Bahasa merupakan identitas dan karakter seseorang. Meskipun orangtua mengajarkan anaknya berbahasa asing sejak usia dini, bukan beraati bahasa Indonesia atau daerah tidak penting. Anak akan tetap bisa memeroleh pengajaran bahasa Indonesia maupun daerah dari lingkungan mereka yang notabene banyak menggunakan dua bahasa ibu tersebut. Anak memiliki masa keemasan pada usia 0 hingga 5 tahun. Untuk itu mengajarkan bahasa Inggris lebih baik saat mereka mengalami masa keemasan. Made Diah Lestari

Sebaiknya Kelas III SD Pengajaran bahasa Inggris sebaiknya dilakukan saat anak duduk di kelas III SD. Jika pada usia 0 hingga 5 tahun anak diajari bahasa Inggris, sama halnya orangtua memerkosa pikiran anak. Karena dipaksa mempelajari sesuatu. Masa kanakkanank mereka lebih baik diisi bermain. Dalam proses pengajaran, seberapa jauh guru atau orangtua yang mengajarkan bahasa dengan cara-cara yang menyenangkan. Marbun

Anak Banyak Bertanya Tiap anak terlahir jenius. Orangtua yang sering membuat anak tidak jenius. Kejeniusan itu terlihat dari pertanyaanpertanyaan dari anak kepada orangtua. Sayang, orangtua sering tak menyadari dan tak mau memberikan jawaban. Padahal jawaban orangtua bisa memberikan banyak fakta-fakta yang diambil anak. Made Diah Lestari


11 - 17 April 2010 Tokoh 13

Hujan Deras...............................................................................................................................................................................................................................dari halaman 1 memiliki 10 putra-putri lainnya. Mereka adalah I Gusti Ngurah Putu Djelantik (alm), I Gusti Ayu Made Sutara (almh), I Gusti Ayu Ketut Satjihari (almh), I Gusti Ngurah P. Pudja Geria, I Gusti Ngurah M. Setat, I Gusti Ayu N. Inten Trisnawati (almh), I Gusti Ayu K. Mariati, I Gusti Ngurah P. Mahendra (alm), I Gusti Ayu M. Suciani, dan I Gusti Ngurah Surya Dharma. Prof. Nala memaparkan, menurut pawukon Bali, ibunya lahir pada Soma Pon Sinta. Jika dirunut seabad silam, Soma Pon Sinta jatuh pada 14 Februari 1910 atau 12 September 1910 sedangkan untuk otonan pada tahun 2010 jatuh pada 1 Maret 2010. Berdasarkan perhitungan ini, pihak keluarga memutuskan untuk melaksanakan acara peringatan seabad usianya pada sasih kedasa yang merupakan sasih terbaik. Kedasa juga diartikan bersih dan April juga dikenal sebagai bulan cinta kasih, dan dipilihlah tanggal 3 April yang termasuk hari kejepit (antara libur Paskah dan hari Minggu) dengan harapan banyak keluarga yang berkesempatan datang menghadiri acara ini. Pemilihan hari ini tepat. Cucu Ni Made Kompiyang yang berada di Malaysia, Jakarta, Surabaya, dan seluruh Bali hadir. Mereka ingin memberikan hadiah istimewa dengan berada di sisi orang yang mereka cintai dan hormati saat merayakan hari istimewa. Walaupun hujan deras sempat mengguyur saat perempuan yang menjadi panutan keluarga ini naik ke panggung, namun tak menghalangi hikmadnya acara. “Hujan merupakan berkah. Ini pertanda istimewa,” ujar Surya Darma, anak bungsu Ni Made Kompiyang. Setelah 15 menit turun, hujan mereda dan suasana memang menjadi terasa lebih segar. Dalam usia seabad, Ni Made Kompiyang tidak terlihat ringkih. Menurut WHO, orang lanjut usia apabila berusia 60 tahun ke atas. Biasanya ada 20 keterbatasan yang melekat pada orang lanjut usia, seperti penglihatan kabur, pendengaran berkurang, rasa kecap menurun, penciuman menurun, komunikasi terganggu, konvalessensi (pemulihan setelah sakit) lama, integritas kulit menurun, insomnia, iatrogenesis (penyakit yang timbul bukan akibat infeksi atau sedera), konstipasi (sembelit),

Ni Made Kompiyang Tresni bersama anak-anaknya

inanisi (malnutrisi), dan infeksi. Dari sederet keterbatasan ini, Ni Made Kompiyang tidak mengalami masalah. Karena rajin mengonsumsi sirih, giginya juga masih utuh. Sejak muda, Ni Made Kom-

piyang terbiasa bekerja keras dan berjualan. Perempuan yang pada usia 70 tahun sanggup menaiki puncak Candi Borobudur dan biasa naik pesawat Denpasar-Jakarta-Denpasar ini menghidupi keluarganya de-

ngan bekerja menjual hasil kebun, seperti komak, undis, pepaya, mentimun, dan semangka. Dagangan lainnya beras, ketan, injin, gula merah, kopi, dan palen-palen. Pada waktu senggang, ia menenun dan menjahit. Mesin jahitnya masih ada hingga kini. Prof. Nala mengatakan walaupun ibunya tidak mahir membaca dan menulis, semangatnya untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya patut diacungi jempol. Hasil penjualan jeruk, kopi, dan hasil berdagang diatur sedemikian rupa dalam manajemen ketat agar cukup membiayai pendidikan anak-anaknya. Tahun 1950 sangat jarang orang Bali yang menempuh pendidikan hingga ke Jawa, tetapi anakanaknya sudah ada yang kuliah di Fakultas Teknik ITB dan Fakultas Kedokteran UGM. Setelah Unud berdiri tahun

1962, anak-anaknya yang lain masuk perguruan tinggi dan lulus hingga menjadi kebanggaan orangtua. Semua rekam jejak perjalanan Ni Made Kompiyang juga dituliskan dalam buku “Seratus Tahun Ni Made Kompiyang Tresni”. Buku setebal 235 halaman ini juga memuat silsilah keluarga besar Mendala. Buku ini dibagikan kepada keluarga besar Mendala termasuk kerabat Ni Made Kompiyang. Ketua Panitia Perayaan 100 Tahun Ni Made Kompiyang Tresni, I Gusti Ngurah Swamandala, menuturkan acara yang digelar ini juga menjadi ajang reuni keluarga. “Saat ini keluarga besar Mendala tersebar hingga ke berbagai kota besar di Indonesia. Bertepatan dengan perayaan seabad ini, para anggota keluarga menyempatkan diri untuk hadir,” ujar cucu Ni Made Kompiyang ini. –wah

SEKITARKITA

Kompetisi Futsal LP3I LP3I Bali menggelar kompetisi futsal 2010, serta lomba desain grafis bidang information technology (IT). Kompetisi futsal digelar Rabu s.d. Jumat (14 s.d. 16) April 2010 di Miazza Futsal Denpasar dengan biaya pendaftaran Rp 275 ribu. Penutupan pendaftaran futsal Senin, (12/4) di kampus LP3I Bali. Lomba desain bertopik “Remaja Anti Narkoba”, Jumat s.d. Sabtu (23 s.d. 24) April di kampus LP3I Bali, tanpa dikenakan biaya pendaftaran. Peserta lomba terbuka bagi seluruh pelajar SMU/SMK se-Badung. Direktur LP3I Bali Dra. Ni Nengah Wardani M.M., mengatakan serangkaian kegiatan tersebut merupakan perayaan ulang tahun LP3I Bali ke XX. Selain itu, kegiatan lain usai dihelat yaitu lomba membuat gebogan yang diikuti seluruh mahasiswa (27/3), kegiatan jalan santai bagi mahasiswa dan dosen LP3I Bali, Sabtu (3/4) serta kegiatan baksos Minggu, (4/4) di pantai Kuta,” ujarnya. Acara jalan santai turut dihadiri Sekda Kota Denpasar Gusti Ngurah Jaya Negara S.E., Disdikpora Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara M.Si., dan Kepala Bidang Lembaga Pendidikan Swasta (LPS) Nyoman Nada. —tin

CHIS terus Berkembang

Sekolah Favorit dan Perguruan Tinggi Profesional STIE dan Bisnis BIITM One Step to Success

Putu Parwata memberikan kuliah bagi mahasiswa STIE dan Bisnis BIITM

STIE dan Bisnis BIITM memiliki target sebagai perguruan tinggi yang siap melahirkan enterprenuer dan lulusan siap kerja. Karena itu, kurikulum pendidikan dirancang proporsional dengan 60% kurikulum local dan 40% kurikulum nasional. “Kurikulum yang proporsional dan professional ini sesuai tuntutan dunia usaha dan industri. Kami memberikan jaminan one step to success. Bahkan lulusan STIE dan Bisnis BIITM bisa langsung diterima sebagai mahasiswa program Magister Universitas Sahid Jakarta,” tegas Ketua STIE dan Bisnis BIITM Prof. Dr. Drs. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. Kepada mahasiswa, Ketua Yayasan CHIS Drs. I Putu Parwata, M.K., M.M, berpesan jangan hanya memiliki mental karyawan. “Kalian harus menjadi entrepreneur. Jangan hanya berpikiran menjadi PNS. Kalau mau mengabdi untuk negara, bukan hanya dengan menjadi PNS, menjadi pengusaha juga bisa mengabdi,” ungkapnya. Parwata yang juga Ketua Komisi B DPRD Badung ini mengatakan pihak STIE dan Bisnis BIITM sudah menjalin kerja sama dengan pihak luar negeri, salah satunya Costa Cruise Line dari Italia. –wah

Kapal Costa Cruise yang menjadi tempat lulusan STIE dan Bisnis BIITM untuk menerapkan ilmu

Sekolah berkualitas tinggi dengan sistem pendidikan berkualitas tinggi akan menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi. Kombinasi yang lengkap ini bisa ditemukan di sekolah CHIS yang bernaung di bawah Yayasan Cahaya Harapan Indonesia Sejahtera (CHIS). Jenjang yang tersedia mulai dari Ke l o m p o k B e r m a i n , Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA, serta STIE dan Bisnis. “Kami memberikan layanan bidang pendidikan yang berkualitas tinggi dengan menyediakan sekolah dari jenjang prasekolah sampai perguruan tinggi. Ini merupakan dedikasi kami untuk memajukan pendidikan di Bali khususnya dan Indonesia umumnya. Kami akan terus berkembang untuk menjadi sekolah favorit dan perguruan tinggi profesional,” ujar Ketua Yayasan CHIS Drs. I Putu Parwata, M.K., M.M. Sebagai bentuk layanan berkualitas tinggi ini, sekolah CHIS mensyaratkan dalam satu kelas maksimal terdiri dari 25 siswa. Hal ini dilakukan agar proses belajar-mengajar bisa efektif. Selain itu, transfer ilmu juga lebih mudah dilakukan. Standar yang diterapkan ini juga mengacu pada standar sekolah unggulan berbasis internasional. “Dengan jumlah siswa kurang dari 25, para guru mudah untuk melakukan pengawasan. Jika ada yang prestasi belajarnya

Kezia

menurun, kami langsung melakukan pendekatan, apa yang sedang dialami siswa. Kami cari solusinya. Sebaliknya, jika ada prestasinya melebihi ratarata, kami siapkan kelas akselerasi,” imbuh Kepala SMP dan SMA CHIS Dra. Maria Hari Suryawati, M.Pd seraya mengatakan jumlah guru 14 orang termasuk kepala sekolah ditambah guru asing sembilan orang (bidang studi Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin), dan Pembina dari Unud untuk bidang studi Matematika dan IPA tujuh orang. Untuk jumlah siswa, Maria mengatakan siswa SMA tercatat 70 orang sedangkan siswa SMP 87 orang. 27 siswa SMA dan 28 siswa SMP akan diwisuda pada 8 Mei 2010 ini. Tahun ini, SMP CHIS juga berbangga hati karena salah satu siswanya

berhasil mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Chinnese Girl School di Singapura. Dia adalah Kezia Kartika. Kezia merupakan satu dari dua siswa asal Bali yang lolos masuk SMA bergengsi di Negeri Singa. “Di Singapura, mereka menetap di asrama, biaya pendidikan gratis bahkan dapat uang saku. Ini kebanggaan bagi CHIS karena alumnusnya ada yang lolos. Bahkan sekolah CHIS akan menjadi tempat tes untuk mendapat beasiswa di Chinnese Girl School,” ujar Parwata. Kezia pun mengatakan senang bisa lolos dalam seleksi ini. Putri

pasangan GoenawanIndrawati ini berharap bisa memperluas cakrawala dan meraih ilmu setinggi-tingginya untuk mengapai citacitanya. “Aku mau jadi dokter,” kata gadis kelahiran 14

April 1995 yang hobi bermain piano ini. Ia juga berterima kasih kepada sekolah CHIS yang sudah memberikan pembinaan dan pelajaran tambahan agar dapat lolos seleksi. —adv/wah

Ketua Yayasan CHIS Drs. I Putu Parwata, M.K., M.M. bersama beberapa guru SMP dan SMA CHIS

Ketua Yayasan CHIS Drs. I Putu Parwata, M.K., M.M. bersama para siswa SMA CHIS yang akan diwisuda

Yayasan CHIS Jalan Geria Anyar Banjar Kajeng Desa Pemogan, Denpasar Selatan Telepon (0361) 7474353 www.sekolah-chis.com e-mail: sekolah-chis@telkom.net


14

Tokoh

11 - 17 April 2010

Seni Tari Persembahan untuk Petani dan Nelayan INDONESIA sering membanggakan diri sebagai bangsa yang menjunjung tinggi tanah airnya. Hingga menapak zaman industri, bangsa yang terdiri atas ribuan pulau ini, memang mendapat berkah dari tanah alias umumnya bermata pencaharian dari pertanian. Laut yang membentang luas juga memberikan kehidupan pada masyarakat tepi pantainya. Namun, tanah yang subur dan ikan melimpah yang disediakan lautan Nusantara, belum mampu mennyejahterakan para petani dan nelayan kita. Malahan kemiskinan sandang pangan papan begitu akrab membelit kehidupan mereka. Romantika kehidupan petani dan nelayan kita itu rupanya menyentuh hati sanubari para seniman. Suka duka kehidupan masyarakat kebanyakan Indonesia itu dijadikan sumber inspirasi

karya seni. Masyarakat Bali yang masih kental dengan kehidupan agraris dan nelayannya dapat menyaksikan sekelebat kisah petani dan nelayan di atas panggung. Seniman Bali telah menciptakan Tari Tani dan Tari Nelayan. Kedua tari yang tercipta pada era pemerintahan Presiden Sukarno itu hingga kini masih sering ditampilkan di hadapan masyarakat penonton, termasuk dalam Pesta Kesenian Bali. Tari Tani dan Tari Nelayan termasuk jenis seni kebyar -diiringi gamelan Gong Kebyar- semashab Tari Panji Semirang, Margapati, Wiranata, Oleg Tamulilingan. Namun, kendati termasuk dalam genre yang sama, Tari Tani dan Tari Nelayan, mengangkat tema kehidupan sosial seperti juga tampak pada Tari Tenun yang melukiskan kehidupan sehari-hari. Begitu pula pengejawantahan estetiknya tidak

sepenuhnya ekspresif maknawi seperti Panji Semirang, Margapati atau Wiranata, melainkan cenderung imitatif yaitu stilisasi gerak-gerak alamiah. Gerak adalah medium utama dalam seni tari. Rancang gerak iminatif yang diformulasikan dalam kedua tari itu bagaikan narasi verbal yang nilai keindahannya berkomunikasi langsung dengan penonton. Dalam struktur Tari Tani dituturkan bagaimana kehidupan dan proses mengerjakan sawah dari membajak tanah hingga memetik padi, digambarkan demikian komunikatif. Demikian pula pada Tari Nelayan dipaparkan dalam bingkai keindahan gerak dan komposisi tari, bagaimana perjalanan para nelayan menerjang ombak untuk memburu ikan dihadirkan imitatif. Tari Tani adalah ciptaan I Wayan

Budaya Beratha, seorang komposer dan koreografer Bali yang telah banyak memelopori pembaruan dalam seni kebyar. Tari ini konon diciptakan berkat rangsangan Bung Karno yang meminta Beratha membuat tari kreasi untuk perayaan HUT RI tahun 1958. Alkisah sepulang dari sebuah pentas kehormatan di Istana Negara Jakarta tahun 1957, dalam perjalanan ke Bali dengan kerata api dan bus, Beratha terkesan dengan hamparan padi yang menghijau. Setiba di Bali, tak beberapa lama, Wayan Beratha yang juga dikenal sebagai pencipta sendratari versi Bali itu mewujudkan karya seni pentas yang kemudian diberi nama Tari Tani. Setelah munculnya Tari Tani, tiga tahun kemudian, dari Bali Utara menguak tari bertema kehidupan nelayan. Penciptanya, Ketut Merdana, seorang seniman tari dan tabuh. Bagaimana sejarah lahirnya tari ini tak begitu banyak diketahui. Besar kemungkinan tari ini terinspirasi dari kehidupan nelayan masyarakat pesisir pantai Buleleng. Seperti halnya Tari Tani, tari karya Merdana ini dengan cepat menyebar ke seluruh Bali dan digemari masyarakat penonton. Pada awal-awal

Ni Wayan Meisya Cempaka Puteri

KEBERADAAN sekolah model untuk anak-anak di Denpasar membuka peluang anggotanya mengembangkan bakat dan mewujudkan keinginan menjadi seorang model. Bergabung dengan aktivitas di catwalk ini menjadi salah satu kegiatan positif di luar sekolah. Kegiatan ini ramai diserbu anakanak dan malah menjadi pilihan favorit termasuk gadis kecil bernama Ni Wayan Meisya Cempaka Puteri ini. Berkecimpung di dunia model tidak hanya soal kecantikan, ada kepribadian di dalamnya. Gadis yang dialiri darah seni kedua orangtuanya bahkan kakek dan neneknya ini pun tak ragu menjejakkan langkahnya dengan bergabung di Franky Agency & Entertainment Bali. Di sinilah Mesiya, begitu panggilannya mendapat berbagai pelatihan untuk tampil di depan publik dan ia dengan mudah pula menyesuaikan diri. Demi meraih keberhasilan Meisya harus disiplin, tepat waktu serta menjaga kesehatan. Karena itu pula ia mampu memberikan penampilan terbaik serangkaian kegiatan yang disiapkan sekolah modelingnya. Dengan bekal cukup, adanya sikap berani serta rasa percaya diri, Meisya lantas menjajal kemampuan modelingnya di berbagai arena lomba. Berbagai kejuaraan pun berhasil

Ni Wayan Meisya Cempaka Puteri

diraihnya. Seperti kemenangannya beberapa waktu lalu, berhasil menempati posisi II Lomba Busana Casual Endek, serangkaian HUT Kota Denpasar XVIII, tahun 2010 serta juara harapan Pemilihan Teruna Teruni Bali Cilik 2010. Selain itu, murid kelas 3 ini juga berhasil memetik pengalaman tampil di sinetron ‘Air Mata Suci’ yang ditayangkan Bali TV. Meisya yang terkesan sedikit pendiam ini telah pula merampungkan rekaman untuk album kompilasi lagu anakanak. Kemampuan olah vokalnya dapat dinikmati melalui dua lagu yakni, “Bunga-bunga” dalam bahasa Indonesia dan “Rambu-rambu” yang berbahasa Bali. “Video klipnya sudah tayang di Bali TV, peluncurannya bulan Mei,” ucap Meisya yang beberapa waktu lalu juga tampil di acara ‘Kencan Idola’ Bali TV ini sambil tersenyum manis. Dengan makin banyak even diikuti, kemampuannya pun makin terasah. Berarti pula ia berhasil menambah koleksi trofi dan penghargaan atas prestasinya. Sibuk berlatih modeling, nyanyi atau pun menari, Mesiya tetap senang dan menjalani semua dengan nyaman. Menurut instrukturnya Franky, Meisya selalu bergairah tiap kali tampil memperagakan busana. “Dia anaknya disiplin, jika ada yang ingin dipelajarinya terkait pelajaran sekolah, biasanya dia meminta tiang untuk membangunkannya lebih awal.

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Beri Penampilan Terbaik Nama Lengkap Ni Wayan Meisya Cempaka Puteri Panggilan Meisya Kelahiran Denpasar, 9 Mei 2001 Adik Ni Kadek Mirah Mahesa Putri I Komang Bisma Paundra Karna Putra I Ketut Adibi Sastra Kepakisan Orangtua I Wayan Agus Dharma Putera / Ni Wayan Merdiani Alamat Jalan Batur Sari No.48 B, Betngandang, Sanur Kauh, Denpasar Sekolah SD Petra Berkat (kelas 3) Hobi Modeling, Menyanyi, Menari Cita-cita Dokter Prestasi Terpilih The Best Model, Bali Model Excellent 2010; Juara Harapan III Kategori A, pemilihan Calon Bintang Inna Bali Beach; The Best Model Exclusive 2010; Juara II Lomba Pakain Ulang Tahun Puteri PKB Kabupaten Badung 2009;Juara II Lomba Busana Endek Casual Kategori SD, Hut Kota Denpasar ke XVIII Tahun 2010; Juara Harapan I Pemilihan Teruna Teruni Bali Cilik ke- 4 2010, di Kalangan Ayodya Art Centre, Denpasar.

Begitu juga dengan jadwal latihannya ia selalu mengingatkan tiang sebelumnya. Ia mengerti bahwa urusan sekolah sebagai prioritas utamanya,” ujar sang nenek, Bu Made Sudi yang setianya menemani cucunya ini. Meisya gadis kecil penyuka steak ini tergolong mandiri. Terlebih dari kecil orangtuanya mengajarkan walau dimanja tapi harus tetap bisa mandiri. Apalagi Mesiya adalah kakak yang akan ditiru oleh tiga adik kecil yang disayanginya. “Dia juga sudah tiang andalkan untuk mabanten di rumah,” cetus sang nenek yang bahagia dan bangga Meisya jadi anak yang mudah diarahkan sembari menambahkan cucunya ini juga sering membantunya nanding canang, jika kebetulan ia tidak ada kegiatan. Mesiya yang rajin berlatih menari Bali ini, walau punya banyak pengalaman dan penghargaan dari kegiatan seninya tak menjadikannya tinggi hati. Rupanya penekanan kepribadian saat berlatih di studio, meresap dalam diri perempuan yang memilih cita-cita mulia menjadi dokter demi dapat menolong sesama ini. -adv/ard

kemunculannya, tari ciptaaan tahun 1960 ini, digarisbawahi dengan lirik lagu berbahasa Indonesia yang dikumandangkan di bagian akhirnya. Ada beberapa alasan munculnya kreativitas atau cipta seni. Dalam perjalanan kesenian Bali, pengayoman dari pihak penguasa memiliki peran besar mendorong kehidupan kesenian, termasuk munculnya gagasan kreatif. Zaman pemerintahan Dalem Waturenggong Bali pada abad ke 15-16, menyemburkan puspa ragam kesenian yang kini dilestarikan dan dikembangkan. Pada masa kini, alasan penciptaan karya seni bisa murni karena stimulasi estetik hati nurani dan dapat pula karena orientasi ekonomi. Dalam kancah pariwisata, misalnya, tak sedikit muncul bentukbentuk seni kemasan yang tujuan utamanya adalah meraup dolar. Kehadiran Tari Tani, Tari Nelayan, Tari Tenun dan tari-tari imitatif bertema sosial tahun 1950-1960-an itu kiranya berkaitan erat dengan situasi sosial politik Indonesia yang sedang dipimpin Soekarno, yang dikenal sebagai pecinta seni sejati. Saat memimpin negeri ini, Bung Karno sering mengundang para seniman ke panggung kehormatan negara dan dengan suka cita

Tari Nelayan yang diciptakan I Ketut Merdana tahun 1960.

membanggakannya kepada tamutamu pentingnya. Para seniman Bali, selain sering diundang pentas ke Istana Negara di Jakarta dan Bogor, juga wajib tampil di Istana Tampaksiring tiap beliau menginap dan mengundang tamu-tamunya di sana. Keberadaan karya seni bertema sosial, khususnya Tari Tani dan Tari Nelayan, atau tari setema format baru, dalam konteks kekinian, patut dicerap

nilai keindahan seninya dan pesan humanismenya. Sebab, ketika kini budaya pertanian Bali dengan sistem pengairan subaknya makin terpinggir, ketika kini kehidupan nelayan dihempas tsunami tuntutan perut yang mencekik, dunia seni mengingatkan kita semua agar peduli pada nasib sesama, pahlawan kehidupan: petani dan nelayan. zKadek Suartaya

Ni Putu Dhara Deswita Prabha

Teruni Cilik 2010 Nama Lengkap Ni Putu Dhara Deswita Prabha Panggilan Prabha Kelahiran Singaraja, 3 Oktober 2003 Orangtua I Wayan Swastika,S.Pd./ Ni Wayan Puspawati S.Pd. Alamat BTN Bale Nuansa Indah, Blok A/C10, Sambangan Singaraja Sekolah TK Saiwa Dharma, Singaraja Hobi Menyanyi, Nonton, Renang dan Modeling Cita –cita Dokter Gigi dan Model Profesional

Ni Putu Dhara Deswita Prabha

Prestasi Terpilih The Best Fotogenic, Melka IM3 Model Award 2007; Juara I Lomba Puzzle Mini Olimpiade SGM 3 & 4; Juara I Lomba Baby Dancing Mini Olimpiade SGM 3 &4 Puskesmas Buleleng; The Best Casual Jeans Bali Model Competition 2008, Kantor Pos Denpasar; Juara I Busana Pesta Nuansa Bunga, Pasar & Kontes Tanaman Hias Nasional Bupati Buleleng 2008; Juara II Casual Jeans Bali Collection Of The Year 2008; Juara II Lomba Fotogenik 2008, Hardy’s Tabanan; The Best Kharisma Gemerlap Flekxi 2008, Ramayana Mall Bali; Juara I Casual Bebas Kategori A Calon Bintang Televisi 2009; The Best Personality Calon Bintang Televisi; Juara Performance Pemilihan Calon Bintang Televisi Tingkat Nasional 2009, Hotel Aston Jakarta; Model Terfavorit Pemilihan Calon Bintang Televisi Tingkat Nasional 2009, Jakarta; Peringkat 7 Lomba Vocal Trio Idol Singaraja 2009; Juara I dan Piala Bergilir Lomba Modeling Kabupaten Buleleng, Wangun Sesana Cup; Juara 1 Kategori A, White In Glamour Guntur Fashion Show; The Best Design, White In Glamour Guntur Fashion Show 2009; Juara I Casual Jeans Kategori A, Kraesi Anak Bali TV 2009; The Best Casual Bebas Kategori A, Kreasi Anak Bali TV 2009; Peran Pembantu Terbaik dalam sinetron Air Mata Suci FTV Bali TV; Juara II, Lomba Menulis Huruf Tingkat TK Jelang Akhir Semester & Klinik Seni Prabaswari; Juara I Casual Jeans, Lomba Pemilihan Bintang Sinetron 2010; Juara II Busana Casual Endek Kategori TK, Pemilihan Putra Putri Denpasar dalam Rangka Peringatan HUT XVIII Kota Denpasar 2010; Juara I Teruni Kategori A, Pemilihan Teruna Teruni Bali Cilik ke-4 Tahun 2010. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

MODEL cilik berbakat asal Singaraja ini memang terbilang masih kanak-kanak. Namun, ekspresi dan gaya lenggaklenggoknya di atas panggung tidak diragukan lagi. Ia mampu tampil bak seorang model profesional pada umumnya. Salah satu penampilan cemerlang pemilik nama panjang Ni Putu Dhara Deswita Prabha ini terlihat ketika ia mengikuti Pemilihan Teruna Teruni Cilik Bali ke-4 di Kalangan Ayodya Art Center, Denpasar belum lama ini. Prabha begitu sapaannya berhasil menyabet juara I Teruni Cilik 2010. Berbicara masalah prestasi, gadis kecil berparas ayu ini ternyata memiliki segudang prestasi. Baik di sekolahnya maupun di seni. Di sekolah ia tergolong anak cerdas, bintang kelas bahkan bintang umum ada di genggamannya. Di modeling bahkan ia sempat meraih gelar terfavorit dalam ajang pemilihan ‘Calon Bintang Televisi Tingkat Nasional’ di Jakarta. Tak mengherankan jika jejeran piala dan piagam koleksinya begitu banyak. Bukan hanya itu karena ia multitalenta ditambah jam terbang yang dimiliki, prestasi Prabha seringkali bertengger di posisi atas. Selanjutnya semakin bertumpuk pula penghargaan yang diraihnya, baik dari nyanyi, modeling atau lomba kegiatan sekolah. Untuk dunia nyanyi, alunan suaranya terdengar melalui tembang ‘Buleleng’ dan ‘Bonekaku’ dalam album kompilasi yang diluncurkan Rido Record. Sepak terjangnya di dunia sinetron pun tak kalah hebat. Setelah beberapa kali tampil sebagai pemeran pembantu utama, Prabha pun muncul menjadi pemeran utama, sebagai Mitha untuk tayangan FTV berjudul ‘Rumah Hantu Nusa Dua,’ yang diputar di Bali TV. “Prabha memang punya karakter kuat, untuk menampilkan kesedihan apalagi sampai meneteskan air mata dia jagonya,” terang Franky, pelatih model dan kepribadian serta pemilik Franky Agency & Entertaiment ini. Meski sebagai anak tunggal, keseharian Prabha cukup mandiri. Seperti saat menentukan pilihan TK, ia punya pilihan sendiri. “Dari beberapa tempat yang kami datangi ternyata ia memilih sekolah yang ketika itu tengah mengajarkan meditasi pada muridnya,” ucap sang bapak Swastika dan diamini sang ibu Puspawati, yang setia menemani putrinya di tiap aktivitas Prabha dan mengakui bahagia sekaligus bangga akan bakat yang dimiliki putrinya ini. “Prabha suka semuanya. Semua menyenangkan, modeling, nyanyi atau sinetron. Di mana-mana jadi banyak teman,” ucapnya saat ditanya kegiatan yang digemarinya ini. Kini sambil bersiap ke jenjang SD, dengan kemampuannya Prabha kerap diajak tampil mengisi berbagai acara baik menyanyi maupun fashion show. –adv/ard

Busana Dewata Tekstile Hadirkan Motif Kebaya Baru

ADA yang baru di Busana Dewata Tekstile. Toko ini kini menghadirkan kebaya setelan anak-anak dengan beragam ukuran, motif dan warna. Kebaya untuk anak-anak usia dua tahun pun juga tersedia. Tak hanya itu, untuk kebaya dewasa, tersedia motif baru. Demi menjaga kepuasan pelanggan, Busana Dewata Tekstile senantiasa menghadirkan model kebaya yang up to date. Busana Dewata Tekstile tak hanya menyediakan beragam jenis kebaya, pelanggan juga diberi kesempatan memilih jenis motif bordir apa yang diminati. Di tempat ini juga menyediakan perlengkapan busana adat ke pura, seperti kain, selendang, yoko dan saput. Pelayanan jasa bordir dan karawang secara langsung kepada pelanggan pun mereka berikan. “Kami sediakan tenaga bordir berpengalaman yang selalu siaga di sini. Pelanggan bisa langsung memilih motif bordir mana yang mereka inginkan,” ujar pemilik Busana Dewata Tekstil Pande Made Yuliapsari. Tak hanya pakaian adat ke Pura, Busana Dewata Tekstil juga menerima pesanan busana pribadi, seragam, kaus dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. —lik/adv

Busana Dewata Tekstile Pusat Kebaya, Bordir, dan Pakaian Adat Jalan Pulau Tarakan No. 1 Sanglah Denpasar (Depan pak Oles) Telepon (0361) 236040

NEW R A RIVAL!

Beragam motif kebaya setelan untuk anak-anak


Trendi

Jam Tangan Besar

Digemari Tua dan Muda JAM tangan besar memang trendi di kalangan anak muda sekarang. Bahkan mereka yang berusia 40 tahun ke atas pun tak mau ketinggalan, meski jumlahnya tak sebanyak remaja. Ini diakui Hengki W. Setiono, pengelola toko Puri Jam yang telah berpengalaman bertindak sebagai manager operasional beberapa toko jam yang dimiliki ayahnya. Trendi jam tangan berdiameter besar sebenarnya sudah muncul Oktober 2009. Sampai sekarang jam tangan itu masih digandrungi dengan variasi-variasi baru baik warna maupun modelnya.

D

Hengki W. Setiono

alam pengamatan Hengki, jam tangan dibedakannya menjadi tiga kategori. Pertama, jam tangan buatan Swiss, antara lain bermerek Tissot, Tag Hever, Rolex, Mido, Raymond Weil, Cerruti 1881, dan Aigner. Pemakainya kelas menengah ke atas yang memang ingin menunjukkan status mereka. Harganya Rp 3 juta ke atas. Kedua, jam tangan buatan Jepang, seperti merek Alba, Seiko, Citizen, Casio, Orient. Harganya sangat memungkinkan dijangkau kalangan menengah ke bawah. “Dengan Rp 200 ribu sudah bisa mendapatkan jam tangan merek Alba,” ujar Hengki. Pemakainya mencakup semua umur dan semua

Merek Alba

Digemari Sepanjang Zaman Tiga wanita pegawai bank di Denpasar memasuki salah satu toko jam yang menawarkan beberapa merek jam terkenal dengan banyak pilihan. Mata mereka langsung tertuju

pada merek Alba dan Seiko dengan model elegan berbahan tali rantai. “Kami mencari jam tangan laki-laki untuk kado perpisahan teman kami,” ujar Triasih, salah seorang di

Beberapa merek dan model jam yang digemari masyarakat

kalangan. “Jam tangan ini banyak dipakai mereka yang berusia 40 tahun ke atas karena sudah lama mengenal nama merek ini (Alba dan Seiko),” ujarnya. Ketiga, fashion brand. Merek jam tangan seperti Guess, DKNY, Fossil, Swiss Army, Alexandre Christie, Quiksilver, Swatch ini lebih banyak digemari anak muda dan paling cepat mengeluarkan model-model baru, bisa tiap tiga bulan. Ada beberapa pilihan tali jam. Ada yang berbahan kulit, karet,

antaranya. Menurut pengakuannya, di kantor mereka ratarata pegawainya memakai kedua merek jam itu. “Pokoknya jam merek Alba digemari sepanjang zaman,” ujarnya. Bahkan jam tangan yang dipakainya saat itu juga bermerek Alba yang dibeli dan dipakainya sejak 12 tahun lalu. Selama kurun waktu itu ibu satu anak ini hanya mengganti baterainya. –ten

Waspadai Tali Jam Timbulkan Iritasi dan Alergi berbalik menjadi malapetaka bagi pemakainya. Pemilihan bahan jam tangan harus juga disesuaikan dengan sensitivitas kulit masingmasing individu. “Kelembaban akan memungkinkan terjadinya iritasi dan alergi di kulit,” ujar dr. A.A.A. G P. Wiraguna, Sp. KK (K). Biasanya hal itu dipicu pemakaian jam tangan yang terlalu ketat. “Dari kondisi lembab ini, kulit mudah melepuh, ditambah lagi adanya gesekan-gesekan,” tambahnya. Iritasi merupakan reaksi kulit yang muncul karena adanya dermatitis kontak kulit baik itu melalui dioksi, ditempeli, dan di-spray (disemprot) dengan suatu bahan yang bersifat iritan yang mengandung dr. A.A.A. G P. Wiraguna, Sp. KK (K) basa atau asam yang kuat, seperti bahan pelarut, detergen, minyak KEINDAHAN model maupun pelumas, asam, alkali, dan serbuk warna jam tangan yang melingkar kayu. Iritasi juga disebabkan faktor manis di pergelangan tangan bisa lama kontak, gesekan, suhu dan

kelembaban lingkungan. Kelainan di kulit ini bisa terjadi pada semua orang dan dampaknya langsung terpapar hanya di bagian kulit yang terkena bahan iritan. Dermatitis kontak kulit ini bisa juga menimbulkan reaksi alergi, yang disebabkan bahan bersifat alergen, seperti bahan kimia yang mengandung nikel (banyak terdapat di jam tangan, perhiasan logam, resleting), neomisin di antibiotik salep kulit, potassium dikromat (sering terdapatdi sepatu kulit dan baju) dan latex (di sarung tangan dan pakaian karet). Dampaknya yang ditimbulkan individual (berbeda-beda), tidak langsung terlihat, melalui beberapa tahap, dan terpapar ke seluruh tubuh. “Pemakaian jam tangan berbahan kulit binatang asli tanpa dilapisi sesuatu bisa menimbulkan alergi karena mengandung protein,” ujarnya mengingatkan. —ten

Mencegah dan Mengatasi Demam Berdarah DEMAM berdarah penyakit yang selalu ada sepanjang tahun. Kasus demam berdarah di Bali sudah termasuk kejadian luar biasa karena angka kematiannya cukup tinggi. Penyebab utamanya, virus dengue yang ditularkan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk aedes membawa virus dengue setelah menggigit orang yang menderita demam berdarah atau yang dalam darahnya terdapat virus dengue, kemudian memindahkan virus itu dengan menggigit orang yang sehat. Dalam darah, virus akan memperbanyak dengan cara membelah diri. Virus dengue menyebabkan terjadinya reaksi dalam darah yang dapat menyebabkan bocornya pembuluh darah, perembesan plasma darah ke luar pembuluh darah, kerusakan produksi darah di sumsum tulang, gangguan produksi trombosit hingga penderita mengalami masalah pembekuan darah. Nyamuk aedes aegypti hanya menggigit pada jam-jam tertentu pukul 06.00 – 09.00 dan 15.00 -17.00. Nyamuk ini tinggal di dalam rumah dan bersarang di penampungan air jernih, bak mandi, vas bunga, ban bekas, kaleng bekas, pakaian yang tergantung atau drum bekas. Untuk mencegah penyakit ini siklus hidup nyamuk harus

diputus dengan: 1. 3 M (menguras, menutup, dan memusnahkan) untuk mengurangi tempat nyamuk bersarang. 2. Penaburan bubuk abate di penampungan air untuk mencegah hidupnya jentik-jentik nyamuk. 3. Pengasapan (fogging) untuk membunuh nyamuk. Walaupun penanganan di lingkungan rumah sudah maksimal, kadang penderita demam berdarah justru terinfeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk saat berada di luar rumahnya, di sekolah, tempat kerja atau pasar. Ciri-ciri Demam Berdarah 1. Peningkatan suhu tubuh 2. Kadang muncul bintik-bintik merah di kulit. 3. Bisa menimbulkan pendarahan jika tidak segera ditangani 4. Nyeri ulu hati, mual. 5. Pemeriksaan darah menunjukkan jumlah trombosit turun terus menerus di bawah 100.000/ mm3, disertai peningkatan kadar hematokrit. Penanganan Deman Berdarah 1. Minum air putih atau cairan sebanyak-banyaknya untuk meminimalkan risiko dehidrasi. 2. Kompres penderita agar meringankan efek demam. 3. Segera bawa ke rumah sakit

atau puskesmas terdekat 4. Jika ditemukan penderita demam berdarah, segera laporkan ke pihak berwenang agar dilakukan fogging. 5. Chlorella growth factor (CGF) adalah bahan aktif dalam chlorella yang dikenal sebagai ekstra chlorella. CFG bukanlah satu jenis zat gizi, melainkan tersusun dari berbagai zat gizi yang bersinergi dan fungsinya saling mendukung.. CGF tersusun dari asam nekleat (terdiri atas DNA dan RNA), asam amino, vitamin, protein, mineral, karbohidrat yang sangat diperlukan pertumbuhan dan perkembangan sel. Penelitian Bagian Penyakit Dalam RS Karya Bhakti Bogor dan Departemen Gizi Masyarakat Fak. Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor menunjukkan, penggunaan CGF mempercepat peningkatan trombosit pada penderita penyakit demam berdarah. CGF sangat membantu pengobatan penderita demam berdarah, dengan konsep regenerative medicine yakni dengan cara mempercepat waktu penyembuhan, merangsang peningkatan fungsi produksi sumsum tulang dan menekan stres oksidatif. —ast Sumber: Buletin PT Citra Nusa Insan Cemerlang

plastik, kanvas, stainless, dan titanium. Bahan stainless dan titanium ini biasanya untuk tali jam rantai. Bagi mereka yang ingin tampil elegan biasanya memilih tali jam rantai berbahan logam. Sedangkan yang ingin bergaya sporty lebih memilih tali jam berbahan karet, plastik, dan kanvas. “Para surfer lebih menyukai tali jam kanvas,” ujar Hengki. Casing jam untuk model laki-laki umumnya berdiameter 40 mm ke atas, model perempuan 32 mm ke atas. —ten

11 - 17 April 2010 Tokoh 15

Kapok Beli di Emperan S

EORANG remaja perempuan tampak asyik membaca buku novel di belakang pintu gerbang sekolah. Sesekali ia melirik jam tangannya sembari melihat ke arah jalan. “Saya menanti jemputan,” ujar siswi kelas VIII SMPK Santo Yoseph Denpasar yang akrab disapa Astrid ini. Kepada wartawati Koran Tokoh ia menuturkan, memunyai hobi unik. Ia mengoleksi beberapa jam tangan dengan berbagai warna. “Saat mengenakan baju warna pink, jam tangan yang dipakainya juga yang warna pink. Pokoknya, yang sesuai,” ujarnya. Tetapi, itu dulu. Walaupun tetap mengoleksi jam tangan, sejak dua bulan terakhir ini ia mengaku jarang berganti-ganti jam tangan. “Saya memakai yang ini saja. Warnanya natural, jadi bisa masuk ke mana saja, busana warna apa saja,” ujarnya seraya memperlihatkan jam besar berwarna putih bermerek Messori yang bertengger di pergelangan tangan kirinya. Bocah perempuan berbando kuning yang sedari tadi berlarilarian bersama teman sebayanya menghampiri Astrid. “Mama masih di jalan,” ujar Astrid kepada Tasya, adiknya itu. Mendengar perkataan kakak-

Astrid (kiri) dan Tasya, dua dari sekian banyak remaja yang mengikuti trendi jam tangan besar

nya, si bocah kembali menghilang, kembali melanjutkan aksi lari-lariannya. Tasya yang duduk di kelas V SDK Santo Yoseph 2 Denpasar rupanya tak mau ketinggalan mengikuti trendi jam tangan saat ini, meskipun itu milik kakaknya. “Dia sih seringnya memakai jam tangan saya,” ujar Astrid. Ada pengalaman buruk yang dikisahkan Astrid. Dulu saat berlibur ke Jakarta, ia pernah membeli jam di emperan toko seharga Rp 30 ribu. Ia ter-

tarik pada jam bertali plastik itu karena modelnya bagus. Namun, baru beberapa kali dipakai, tangannya memerah dan gatal-gatal. “Sejak saat itu saya tidak pakai jam itu lagi. Saya kapok membeli jam di emperan yang tidak bermerek. Jam ini, talinya juga karet tetapi tidak menyebabkan gatal,” ujarnya seraya menyebut harga jamnya yang tujuh kali lipat lebih mahal daripada yang dijual di emperan, namun aman di tangan itu. –ten

Kenny Easterday

Lelaki Separuh Tubuh yang tak Kenal Menyerah “TIDAK ada gunanya menangisi nasib karena keadaan tidak akan berubah bila kita tidak mengubahnya sendiri.” Itulah prinsip hidup Kenny Easterday, 35 tahun, lelaki yang dikenal dengan sebutan ‘man with half body’. Melihat tubuh Kenny, kita lantas teringat pada Rosemarie Siggins, wanita setengah tubuh. Keduanya memang memiliki masalah kesehatan yang sama yakni mengidap kelainan genetika yang langka disebut Sacral Agenesis. Tanda-tanda itu telah ada sejak ia lahir, semakin jelas ketika usianya mencapai beberapa bulan, di mana tulang belakangnya tidak berkembang normal. Ketika ia berusia enam bulan, dokter memutuskan untuk mengamputasi tulang kering kakinya yang digunakan untuk melengkapi tulang belakang. Tapi itu pun hanya bisa sedikit menolong. Kenny berusaha menghilangkan rasa mindernya dengan mengisi waktunya dengan berbagai kegiatan. Bahkan sebagai orang cacat, ia tergolong sangat aktif. Ia menolak mengurung diri di rumah, sebaliknya justru aktif di luar rumah dengan berbagai kegiatan, salah satu yang digemarinya adalah olah raga. Satu hal yang membuat orang mengaguminya, dia menolak menjadi beban orang lain. Orangtua Kenny memang mengajarkan anaknya hidup mandiri sejak kecil. “Ayah

yang mengajarkan saya bagaimana cara berjalan dengan tangan, ketika saya kecil,” ungkap Kenny. Sebenarnya ia mendapat tawaran memakai kursi roda, juga kaki palsu, namun Kenny dengan tegas menolak. Ia justru memilih skateboard untuk mobilitasnya. Kenny adalah salah satu keajaiban dunia medis bagi penderita Sacral Agenesis. Kebanyakan penderita Sacral Agenesis, meninggal muda. Ketika ia kecil, dokter pun telah menyampaikan prediksinya bahwa usianya hanya sampai 20 tahunan. Tapi rencana Tuhan berbeda dengan manusia, buktinya, ramalan dokter meleset, dan Kenny kini berusia 35 tahun. Berkepribadian menarik dan selalu optimis menyikapi hidup, membuat beberapa wanita tertarik padanya. Ia sempat menikah dengan Sarah, namun perkawinan pertamanya itu, kandas. Kini Kenny bertunangan dengan Nicky, 33 tahun. Hubungan ini sudah berjalan selama tujuh tahun, dan telah membuahkan seorang putri cantik, Desiree, yang berusia 7 tahun. Total, Kenny kini memiliki tiga anak, dua lainnya berasal dari pernikahan Nicky sebelumnya. Begitu menariknya kehidupan Kenny; mulai dari masa kanak-kanaknya yang mengharukan, di mana ia pergi ke sekolah dengan memakai skateboard, hingga ia menjadi remaja yang aktif berolah raga, lalu aktivitasnya setelah dewasa, di antaranya bekerja paruh waktu, difilmkan

Kenny Easterday

oleh stasiun televisi Amerika. Film dokumenter itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena dinilai sebagai film yang memberi motivasi pada setiap orang untuk bersikap optimis dalam hidup. Dalam film itu juga disampaikan bahwa ‘mimpi terbesar’ dalam hidup Kenny adalah ingin menjadi seorang ayah, dan itu sudah terwujud dengan lahirnya Desiree. “Saya memang menginginkan seorang anak yang benar-

benar darah-daging saya, seorang yang membawa nama saya, yang bisa mengatakan ‘Yah itulah ayah saya’,” ungkap pria asal West Virginia, AS, itu terharu. Dalam film itu juga diungkapkan, betapa kecilnya tubuh Kenny sehingga bisa dimasukkan ke dalam koper. Meski demikian dia mampu berenang, bermain biliar juga bowling melawan mereka yang bertubuh normal. —dia/berbagai sumber


16

Tokoh

11 - 17 April 2010

Promo


tkh_587_xi_11-17_april_2010