![]()
CMYK
16
SELASA 24 MARET 2009
Warga Jerman Hilang di Hutan ● Berangkat dari Kubar Menuju Kalteng 13 Januari
TRIBUN KALTIM/REONALDUS
TAK TERURUS - Venue olahraga Terbang Layang atau Gantole yang dibangun untuk PON XVII Kaltim kini dijadikan arena bermain sepakbola dan motor cross mini. Venue ini bernilai Rp 2,8 miliar. Venue ini tampak tak terurus sejak PON XVII selesai. Foto diambil Senin (23/3).
Kubar Turunkan 2 Tim SAR DINAS Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Tim SAR Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyararakat (Kesbangpolinmas) mengirimkan 2 tim regu Tim SAR untuk melakukan pencarian terhadap seorang warga negara Jerman Jason Clint Richard (29), yang menghilang di hutan rimba Kutai Barat tepatnya di Sekitar Sungai Ratah Kecamatan Laham sejak 12 Januari 2009. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kubar Ayonius menjelaskan, dua tim regu
SAR yang dikirim telah melakukan pencarian sejak Minggu (15/3). Kedua tim dibagi dalam dua jalur. Jalur pertama melalui Kecamatan Nyuatan Kampung Intu Lingau dan jalur kedua melalui Sungai Ratah Kecamatan Laham. “Diperkirakan hari Rabu (25/3), tim SAR Kubar harus kembali ke Kutai Barat untuk mengetahui bagaimana perkembangan terakhir pencarian warga Jerman. Kalau tidak dapat akan dilakukan pencarian kembali,” ujar Ayonius di ruang kerjanya, Senin (23/3).
Sementara itu ditempat terpisah Kepala Badan Kesbangpolinmas MS Ruslan membenarkan pernyataan Kadis Budpar Kubar yang telah mengirimkan dua tim SAR yang masing-masing terdiri dari 3 orang untuk melakukan pencarian Jason yang hilang di pedalaman hutan Kutai Barat tepatnya Mahakam Hulu. Mereka sudah berangkat sejak satu minggu yang lalu, dan kemungkinan akan kembali pada hari Rabu (25/3) ini. “Mudah-mudahan warga Jerman dapat ditemukan,” ujar Ruslan. (lex)
Marwan Usulkan Pilkada Dipercepat ik yang dapat kita TENGGARONG, lakukan setelah keTRIBUN - Anggota putusan itu adalah DPRD Kutai Kartakita membicarakan negara (Kukar) persiapan Pilkada Marwan mengusuldipercepat. Agar kikan agar Pemilihan ta segera memiliki Kepala Daerah (PilBupati dan Wakil kada) yang memilih Bupati yang definiBupati dan Wakil tif,” kata Marwan, Bupati Kukar diperSenin (23/3). cepat. Usulan ini Menurut Marterkait dengan telah keluarnya keputu- MarwanTRIBUN/REONALDUS wan, langkah ini sudah sesuai dengan san tetap (inkra) BuPeraturan Pemerinpati (non aktif) kukar, Syaukani HR dan Pelak- tah (PP) 6 tahun 2005 mengenai sana Tugas (Plt) Bupati Kukar, Pemilihan Kepala Daerah (PilkaSamsuri Aspar. Kedua pemim- da). “Saya lupa pasalnya, tapi pin hasil Pilkada 2005 ini terlibat dalam peraturan itu disebutkan, apabila Bupati diberhentikan dalam kasus dugaan korupsi. “Menurut saya yang terba- jadi Bupati maka Wakil Bupati
Masa Jabatan Pj Bupati Hanya 1 Tahun Pilpres. Jadi saya MASA jabatan rasa, itu tidak bisa penjabat (Pj) Bupati dan lebih baik kita Kukar hanya satu mengutamakan tahun. Jabatan itu kepentingan akan berakhir pada nasional daripada Desember tahun kepentingan ini. daerah,” kata “Masa jabatan Suroto. Pj Gubernur atau Ia lalu Bupati itu maksimal menjelaskan, satu tahun. Itu Pilkada bisa saja berdasarkan PP TRIBUN/REONALDUS dipercepat. (Peraturan Suroto Namun, itu akan Pemerintah) No 6 merusak agendatahun 2005 pasal agenda penting KPU. “KPU 132 ayat 4. Kalau berdasarkan tidak mempunyai kesempatan aturan ini, maka Pj Bupati waktu yang cukup untuk hanya memiliki masa jabatan mempersiapkan Pilkada itu. satu tahun saja. Apakah itu Persiapannya bukan sehari diganti atau diperpanjang, dua hari saja. Minimal delapan silakan saja. Yang penting, bulan. Nah, dari perspektif ini, peraturan harus ditegakkan Pilkada dipercepat juga tidak dan Pilkada berjalan lancar,” bisa. KPU-nya bisa hancur ucap Dosen Fakultas Ilmu kalau tetap dipaksakan,” Sosial dan Politik (Fisipol) katanya. Universitas Kartanegara Karena itu, menurutnya, (Unikarta) Suroto S Sos Msi, lebih baik menunggu pilpres Senin (23/3). selesai sekitar bulan NovemHal itu diungkapkan ber. Dengan hitung-hitungan terkait ide yang diajukan seperti itu, Pilkada Kukar Marwan untuk mempercepat diperhitungkan akan tetap Pilkada (Pemilihan Kepala pada waktunya, Juni 2010. Daerah). Masalah itu sulit Selain itu, Suroto diwujudkan sebab Komisi mengingatkan, dalam rentang Pemilihan Umum Daerah waktu persiapan pilkada itu, (KPUD) Kutai Kartanegara (Kukar) selaku penyelenggara Penjabat (Pj) Bupati Kukar hanya memiliki masa bakti Pemilu memiliki dua tugas satu tahun saja. Pejabat yang penting tahun ini, yakni menjabat sebagai Pj Bupati Pemilu Legislatif dan Pemilu tidak boleh mengikuti Pilkada Presiden. tersebut, baik sebagai Kepala “Rasanya nggak mungkin Daerah maupun sebagai Wakil kalau Pilkada itu dipercepat. Sebab, KPU punya dua agenda Kepala Daerah. Hal ini tertuang dalam PP No 49 penting tahun ini, itu agenda tahun 2008 pasal 40 ayat 3.(reo) nasional. Pemilu Legislatif dan
naik secara otomatis. Kemudian, jika masa jabatannya hingga 18 bulan, maka boleh mengangkat Wakil Bupati. Pertanyaannya, kalau Wakil Bupatinya lengser ke prabon maka kita bisa mengusulkan Pilkada dipercepat. Karena Bupati dan Wakil Bupati kita sudah nggak ada,” ucapnya. Marwan mengakui, kalau ide itu baru sebatas ide pribadinya. Karena itu, ia berharap, agar dewan dapat mempercepat pembahasan hal ini. “Tadi baru saya usulkan dalam Rapat Panitia Musyawarah (Panmus) agar membahas hal ini. Dan saya rasa, DPRD akan mengagendakannya,” ucapnya. Marwan juga menegaskan, kalau idenya ini bukan suka atau tidak suka terhadap seseorang, tapi lebih kepada kepentingan masyarakat Kukar. “Jujur saya katakan, bahwa saya tidak ingin bermanuver dan bermain-main dalam persoalan ini. Ini murni karena saya ingin memberikan yang terbaik bagi Kukar,” ucapnya. Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kukar Rinda Desianti mengatakan, pihaknya siap saja melaksanakan Pilkada apabila dipercepat. “Kami hanya melaksanakan saja jika memang DPRD mengusulkan seperti hal itu,” ucapnya. Namun, sepengatahuannya, hal itu tidak mungkin dilaksanakan. Sebab, selama tahun 2009 tidak boleh ada Pilkada karena KPUD berkonsentrasi pada pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden. Yang diperbolehkan adalah tahapan pelaksanaan Pilkada itu. Tapi, untuk pelaksanaannya tidak boleh. Sementara itu, anggota DPRD Kukar, Suryadi, menolak jika Pilkada Kukar dipercepat. Selain karena agenda Pemilu Legislatif dan Presiden, Suryadi juga melihat keberadaan Penjabat (Pj) Bupati Kukar cukup membantu pelaksanaan pemerintahan. “Kita lihat suasananya juga. Saat ini, kita kan mau Pemilu Legislatif dan Presiden. Saya khawatir ini akan menggangu kinerja KPU. Sebab dari pelaksanaan hingga perhitungan suara itu memerlukan tenaga yang besar. Dan tahun 2009, tidak boleh mengadakan Pilkada karena kedua pemilu itu. Toh, saat ini ada juga Pj Bupati disini. Jadi lebih baik tetap saja Juni 2010,” kata anggota dewan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. (reo)
SENDAWAR, TRIBUN -Seorang wisatawan asal Jerman, Jason Clint Richard, dilaporkan hilang sejak 12 Januari 2009 di pedalaman wilayah perbatasan Kabupaten Kutai Barat (Kaltim) dengan Provinsi Kalimantan Tengah. Hingga akhir Maret ini Jason belum ditemukan. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kubar, Ayonius, dinas pariwisata setempat telah mengerahkan dua tim SAR untuk mencari wisatawan tersebut. Namun sejauh ini belum diketahui perkembangannya. Menurut Ayonius, Jason bertolak dari Samarinda menuju Kubar 12 Januari. Kemudian bersama Deni, warga Long Iram, Kubar yang bekerja sebagai satpam di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim masuk ke pedalaman menuju Provinsi Kalteng. Di tengah hutan mereka sempat terpisah, dan Jason tidak ditemukan hingga sekarang. Keberadaan warga Jerman, yang merupakan kelahiran Schawnzwald, 2 Desember 1980 dalam melakukan perjalanan wisata sama sekali tidak diketahui pihak terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kutai Barat. Secara kronologi, Ayonius menjelaskan, sebelumnya, pada 12 Januari 2009, Jason dan Deni tiba di Kabupaten Kubar dan didampingi Irwan Faisal menuju Kampung Long Daliq Kecamatan Long Iram guna mencari dua pemandu lokal yaitu Tului Paran (48) dan Salomon (32) untuk menemani Jason dalam melakukan perjalanan darat menuju Kalimantan Tengah. Dan keesokan harinya, dua pemandu lokal dan Jason berangkat menuju Kampung Intu Lingau Kecamatan Nyuatan untuk melakukan perjala-
CMYK
nan darat. Namun dalam perjalanan dari Kampung Intu Lingau menuju Provinsi Kalimantan Tengah, tiba-tiba kaki Jason terkilir sehingga tidak bisa berjalan. Diputuskan, dia ditinggalkan di dalam hutan dekat Sungai Ratah Kecamatan Laham. Kedua pemandu lokal terlebih dahulu membuat pondok kecil untuk Jason beristirahat. Setelah itu kedua pemandu lokal melanjutkan perjalanan guna mencarikan bantuan penduduk setempat, dengan menggunakan alat kompas keduanya terus berjalan. Di tengah perjalanan, Tului Paran terserang penyakit Malaria sehingga mereka harus beristirahat di tengah hutan dengan membuat pondok kecil. Sedangkan Salomon melanjutkan perjalanan untuk mencari
Biodata Wisatawan Jerman Hilang Nama
: Jason Clint Richard
TTL
: Schawnzwald, 02 Desember 1980
Pekerjaan
: Painter in Constuction
Tinggalkan Negaranya
: Berlin, 10 November 2008 Sumber : Disbudpar Kubar (lex)
bantuan dari penduduk setempat. Setelah ditunggu selama satu minggu Salomon tidak kunjung tiba dengan membawa bala bantuan dari penduduk setempat, akhirnya Tului Paran memutuskan untuk berangkat mencari bantuan walaupun dalam kondisi tubuh masih lemah. Hingga akhirnya, 11 Maret 2009, Tului Paran bertemu dengan seorang pemburu binatang di tengah hutan dekat Sungai Ratah. Tului dibawa pemburu itu ke Kampung Ratah dan
akhirnya dikirim ke Balai Pengobatan Santa Familia Barong Tongkok untuk mendapatkan perawatan pada tanggal 15 Maret 2009. Pada 16 Maret 2009, pihak keluarga Tului Paran yaitu Marselinus Kuleh dan Verensianus Tajoq berangkat ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kubar untuk memberitahukan kejadian ada warga negara Jerman yang ditinggalkan mereka di tengah hutan dalam kondisi kritis karena kaki keseleo. (lex)
Jangan Salahkan Kami DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kutai Barat menolak disalahkan atas hilangnya warga negara Jerman di dalam hutan Mahakam Hulu. Menurut Ayonius, Kepala Disparbud Kubar, yang patut disalahkan yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kaltim karena mengizinkan seorang satpam membawa wisatawan asing ke tengah hutan rimba dari Intu Lingau menuju Kalteng tanpa memberitahu Disparbud Kubar. “Setelah kejadian seperti ini baru memberitahukan ke Disbudpar, yang paling memusingkan lagi kami juga yang harus diminta mencarikan dan dibebankan segala macam biaya untuk pencarian warga Jerman,”
ujarnya dengan nada kesal. Lazimnya yang terjadi, kalau ada wisatawan asing yang hendak melakukan perjalanan itu, katanya, pihak Disbudpar akan mempertanyakan kelengkapan apa saja yang dimiliki oleh wisatawan dalam melakukan perjalanan, seperti
telpon satelit, GPS, kompas, makanan serta kelengkapan lainnya. “Kalau tidak lengkap Disbudpar Kubar akan mencegah wisatawan itu melakukan perjalanan dan kalaupun hendak perjalanan harus dilengkapi peralatan bertahan hidup di hutan,” tuturnya. (lex)
Published on Mar 23, 2009
EDISI CETAK TRIBUN KALTIM 24 MARET 2009