Page 1

Harga Eceran

Rp 2.000 Langganan: Rp 55.000/bulan (Luar Samarinda dan Balikpapan ditambah Ongkos Kirim) Berlangganan Hub: 0542-7020151, 0541-202416

INDEPENDEN & KREDIBEL

No.074/Tahun 9

KAMIS, 21 JULI 2011

e-mail: redaksi@tribunkaltim.co.id

follow us: @tribunkaltim

join us: us: add tribunkaltim.co.id

epaper.tribunkaltim.co.id

32

Halaman

Raksasa vs Liliput LIVE ON TV

KAMIS (21/7) Pukul 08.45 WITA

MENDOZA, TRIBUNGelaran Copa America 2011 penuh dengan kejutan luar biasa. Saat dua kandidat juara Brasil dan Argentina terpuruk, kini kandidat terkuat ada di tangan

Uruguay. Namun jangan lengah dulu. Ranah Argentina memang akrab dengan hasil di luar prediksi khalayak ramai. Fakta tersebut mengarah pada perjalanan luar biasa Venezuela di turnamen edisi ke-43 ini. Di awal turnamen, tak ada yang menyangka perjalanan mereka bak cerita cinderella, yang mengubah semua perkiraan pemerhati sepakbola. Alunan perjalanan penting lain bakal dilakoni tim berjuluk si Liliput tersebut, saat menantang tim yang lebih mapan, Paraguay, pada babak semifinal Copa America 2011, Kamis (21/7) pagi ini, di Estadio Malvinas ● Bersambung Hal 9

Anas: Haram Hukumnya ■ Tangkis Tuduhan Money Politics ■ Anggap Nazaruddin Berhalusinasi ”Haram hukumnya membeli suara untuk jabatan. Yang dikatakan Nazaruddin itu halusinasi, ceritacerita karangan.” Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat (PD)

JAKARTA, TRIBUN Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum menangkis semua tuduhan bekas Bendara Umum PD Muhammad Nazaruddin yang sebelumnya disampaikan dalam wawancara Metro TV. Anas juga menjamin bahwa tidak ada politik uang (money politics) pada kongres Partai Demokrat di

Bandung pada Mei tahun lalu, yang memenangkan dirinya sebagai Ketua Umum PD. “Haram hukumnya membeli suara untuk jabatan, “ tegas Anas Urbaningrum saat ditemui wartawan di kediamannya, di Jalan Teluk Semangka, kavling Angkatan Laut, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (20/7). Anas mengatakan bahwa tidak ada alasan baginya melakukan politik uang di kongres. Anas mengaku bahwa ia bukanlah orang yang ngotot untuk naik menjadi ketua umum partai. Namun saat itu ia diminta maju oleh golongan yang kerap disebut arus bawah. “Saya diminta untuk ● Bersambung Hal 9

Terdakwa dugaan suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games 26 di Palembang yang juga Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manullang, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Rabu (20/7). Rosalina terancam 5 tahun penjara karena dianggap melakukan penyuapan bersama Mohammad El Idris terhadap Sesmenpora Wafid Muharam terkait pembangunan Wisma Atlet. FOTO-FOTO: PERSDA/HERUDIN

ICW Curigai KPK INDONESIA Corruption Watch (ICW) mendesak dibentuknya Komite Etik KPK untuk memeriksa pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan M Jasin, atas dugaan pelanggaran kode etik. Sedangkan untuk Ade Rahardja, Deputi Penindakan KPK, yang juga disebutkan Nazaruddin,

bisa diperiksa oleh Pengawas Internal KPK. “Untuk pemimpin KPK, dibentuk mekanisme bentuk semacam komite etik. Pengalaman kan sebelumnya ada, di yang pertama itu ada,” kata Wakil Koordinator ICW, ● Bersambung Hal 8

Rosa Menangis... KETUA Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, boleh saja mengelak terkait dengan kasus korupsi yang melilit M Nazaruddin. Namun

Semiloka Indonesian Fire and Rescue Challenge (1)

Ancaman Kebakaran Hutan PT BERAU Coal mendapat mandat sebagai panitia penyelenggara ’14th Fire and Rescue Challenge’. Dalam even nasional kali ini akan dilombakan berbagai keahlian dari masih-masing tim fire and rescue perusahaan tambang se Indonesia. DIANTARANYA, penanganan kecelakaan kendaraan, penyelamatan dari ketinggian, pertolongan dan TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN

● Bersambung Hal 9

Suasana Semiloka 14th Fire and Rescue Challenge di Samarinda.

terdakwa Mindo Rosalina Manullang (Rosa), anak buah Nazaruddin yang menjabat Direktur Marketing PT Anak Negeri, menyebut ada aliran dana kepada Anas.

“Memang ada, ada,” katanya singkat. Sayang, Rosa tak mengungkap dalam proyek apa Anas turut mendapat aliran uang. Dirinya juga tak

mengungkap besaran uang yang mengalir ke Anas. Rosa mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (20/ 7). Tak seperti ketika masih

diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam persidangan pertama tersebut Rosa ● Bersambung Hal 8

Piutang Pajak Migas Rp 5,2 Triliun ● Uang Negara Rp 80 Triliun Berpotensi Hilang JAKARTA, TRIBUN Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, selama tahun 2010 dinilai kurang tegas. Akibatnya, negara berpotensi kehilangan pemasukan sebesar Rp 80 triliun. “Pada Ditjen Pajak sebesar Rp 54 triliun, Ditjen Bea Cukai sebesar Rp 16 triliun, dan piutang migas sebesar Rp 4,2 triliun. Ini belum termasuk temuan BPK atas piutang 35 perusahaan migas sebesar Rp 5,2 triliun. Jika ditotal, maka

piutang pajak kepada negara sebesar Rp 80 triliun pada tahun anggaran 2010,” kata Kordinator Advokasi dan Investigasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, di Jakarta, Rabu (20/ 7). Uchok mengatakan pada tahun 2010, dalam piutang pajak sebesar Rp 54.008.060.540.425 yang ada pada Ditjen Pajak dan akan ditemukan piutang yang telah kadaluarsa penagihannya sebesar Rp 2.643.980.605.859. Dari piutang pajak yang

telah kadaluwarsa tersebut, telah diusulkan penghapusan sebesar Rp 202.240.100.719 dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan sebesar Rp 45.802.510.018. Kemudian, piutang pajak perusahaan migas kepada negara di 20052009 nilainya mencapai Rp 5,2 triliun. Persoalan piutang pajak perusahaan migas ini sendiri terjadi disebabkan pada tahun 2009, ada 21 perusahaan migas tidak membayar pajak

sebesar 139.456.339 dolar AS kepada negara. Atau anggaran 139 juta dolar AS ini, kalau dikonversikan menjadi Rp1,2 triliun. “Ada selisih pembayaran pajak ini oleh perusahaan migas, disebabkan kelalaian pemerintah sendiri lantaran tidak teliti melakukan rekonsilasi data nilai pajak,” papar Uchok. Sementara itu, DJP akan ikut ambil bagian dalam ● Bersambung Hal 9


tribun market

KAMIS 21 JULI 2011

3

Transfer Online dan Real Time TRIBUN KALTIM/M WIKAN H

Dua model menunjukkan layanan BII Mobile BAnking yang bisa diakses dengan handphone dalam gathering BII Mobile Banking, Rabu (19/7) di Boncafe.

Recycle 75 Persen Limbah Elektronik ● Bakrie Telecom Terapkan Green Warehouse JAKARTA, TRIBUN Melanjutkan gerakan Hijau Untuk Negeri, Bakrie Telecom menerapkan “Green Warehouse” atau prinsip-prinsip ramah lingkungan di alur mata rantai pasokan barang dan gudangnya. Langkah ini tidak saja memperkuat kontribusi Bakrie Telecom pada upaya pengurangan dampak negatif industri telekomunikasi pada lingkungan tapi juga menjadikan operator telekomunikasi

ini semakin dapat mengontrol secara efektif dan efisien proses produksi, penyimpanan dan pengiriman produk. Sebagai operator telekomunikasi, Bakrie Telecom banyak menggunakan peralatan IT dan Network. Dengan jumlah BTS sekitar 3.900 buah dan layanan yang tersebar di 82 kota di seluruh Indonesia, tentunya dibutuhkan dukungan peralatan IT dan Network handal dan terus ditingkatkan kemampuannya.

Namun seiring dengan perjalanan waktu, ada saja peralatan IT dan network yang telah usang. Peralatan ini mengandung material kimia, metal dan lainnya yang bisa mencemarkan lingkungan. Karena itu aktivitas green warehouse harus memastikan semua limbah operasi dan elektronik tersebut digunakan dengan sepatutnya sampai usai masa operasinya. “Caranya dengan mendayagunakan bahan-bahan yang masih bisa digunakan kembali (reuse). Jika perlu dibuang dengan cara yang benar (properly disposed)”, tutur Agung Satya Wiguna, Vice President Supply Chain Management PT Bakrie Telecom Tbk. Menurut Agung, perusahaanya mentargetkan untuk menggunakan kembali (reuse) atau mendaur ulang (recyle) 75% dari limbah elektronik yang dihasilkan oleh IT dan Network selama tahun 2011. (aka)

■ BII Sosialisasikan BII Mobile Banking ■ Ke 80 Bank di Jaringan ATM Bersama, Prima/BCA dan Alto BALIKPAPAN, TRIBUN - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mengadakan customer gathering untuk memperkenalkan layanan BII Mobile Banking dengan platform terkini kepada para nasabah di Balikpapan, Rabu (20/7). Kegiatan ini secara bergantian dilakukan di lima kota besar yakni Medan, Bandung, Balikpapan, Semarang dan Surabaya mulai 11-28 Juli nanti. “Peluncuran BII Mobile Banking merupakan bagian dari pengembangan layanan BII untuk memberikan akses yang mudah bagi para nasabah dalam melakukan transaksi perbankan,” kata Stephen Liestyo, Direktur Perbankan Konsumer BII. Menurutnya, BII Mobile Banking merupakan The Most Connected Mobile Banking yang memiliki koneksi dengan semua jaringan elektronik di Indonesia, dan memiliki fitur

unggulan transfer online dan realtime ke lebih dari 80 bank di bawah jaringan ATM Bersama. Prima/BCA dan Alto. BII Mobile Banking memberikan efisiensi, kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi dengan beragam pilihan akses seperti shortcut SMS, menu STK (Sim Tool Kit), menu Java pada BlackBerry serta menu UMB Banking. Fitur online dan real time yang ditawarkan layanan BII Mobile Banking dapat digunakan dengan semua jenis HP. Layanan yang diberikan antara lain transfer antarbank yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama, Prima/ BCA dan Alto dengan dana langsung diterima di rekening tujuan. Di samping itu juga dapat digunakan untuk pembayaran tagihan kartu kredit, Telkom, HP serta isi ulang pulsa. Pemegang kartu ATM Gold BII

dapat menikmat bebas biaya transfer ke bank lain melalui BII Mobile Banking, serta menikmati bebas biaya dalam melakukan transaksi tarik tunai, transfer dan cek saldo di seluruh ATM BII dan ATM bank lain yang terhubung dengan jarigan ATM Bersama,

Alto dan Prima. Untuk transaksi non finansial, BII Mobile Banking menyediakan informasi saldo, 4 transaksi terakhir, tagihan BII Kartu Kredit, nilai tukar valuta asing, suku bunga deposito, tabungan maupun jasa giro. (mei)

Target 10 Persen IWAN Agus, ATM Network & Mobile Prepaid Business Head mengatakan, sejak diluncurkan pertama kali di Jakarta pada Juni lalu, BII Mobile Banking sudah dimanfaatkan oleh sekitar 6.000-an pengguna. Targetnya hingga akhir 2011 akan ada 30.000 - 40.000 pengguna, dan di Balikpapan sendiri ditargetkan sekitar 10 persen. Ditambahkan oleh Hevi Angweita, Consumer Sales Head, dengan hadirnya BII

Mobile Banking akan menambah kenyamanan nasabah BII dalam bertransaksi. “Target nasabah kami ada dua, yakni nasabah existing dan baru, untuk nasabah baru akan langsung diaktifkan mobile banking-nya, sedangkan bagi existing akan diinformasikan lewat surat dan sosialisasi seperti hari ini (kemarin, red). Target utama memang untuk memberikan kenyamanan yang lebih bagi nasabah,” tutur Hevi. (mei)

Layanan BlackBerry Messenger Rp 1.000 Sehari ● Inovasi XL, Pertama Kali di Indonesia JAKARTA, TRIBUN - Bila sebelumnya BlackBerry memberikan layanan lengkap seperti data internet dan BlackBerry Messenger (BBM), kini pengguna BlackBerry bisa mendapatkan layanan BBM saja. Adalah PT XL Axiata Tbk (XL) yang memberikan penawaran tersebut. XL meluncurkan paket layanan BlackBerry Messen-

ger, hanya Rp 1.000 per hari atau Rp 25.000 per 30 hari. Inovasi paket layanan BlackBerry Messenger dengan harga yang sangat terjangkau ini juga merupakan inovasi pertama di Indonesia. Layanan ini berlaku mulai tanggal 20 Juli 2011. Direktur Consumer Marketing XL, Joy Wahjudi menjelaskan, pada paket

Blackberry termurah ini, pelanggan akan bisa mendapatkan layanan BBM unlimited dan satu alamat email dengan format user@xl.blackberry.com. “Layanan ini diharapkan membantu pelanggan yang sering mengirimkan pesan ,” kata Joy di Jakarta, Rabu (20/7). Dikatakannya, untuk dapat menikmati Paket BlackBerry Messenger ini

pelanggan hanya cukup membayar Rp 1.000 per hari atau Rp 25.000 per 30 hari. Sedangkan untuk mengaktifkan layanan Paket BlackBerry Messenger ini sangat mudah dengan cara mengirimkan SMS ke 568 dengan mengetik: BBMOn untuk harian dan BBMBULAN untuk aktivasi bulanan (30hari). (tribunnews.com)


4

KAMIS 21 JULI 2011

tribun finance & investment

Cicilan KPR Gratis 5 Tahun „ Ditawarkan Gapuraprima Mulai Bulan Ini „ Khusus Pembeli Jangka Angsuran 15 Tahun JAKARTA - Kabar gembira bagi yang belum memiliki rumah dan ingin membeli melalui cicilan kredit kepemilikan rumah atau apartemen (KPR/KPA). Gapuraprima Grup, sebuah perusahaan pengembang properti yang memiliki nama cukup beken, menawarkan cicilan KPR/KPA gratis selama lima tahun. Untuk membiayai pembelian rumah melalui KPR ini, Gapura Prima menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). “Kerja sama ini bertujuan membantu meringankan masyarakat dalam mencicil kredit rumah atau apartemen,” kata Direktur Utama Gapuraprima Group, Rudy Margono, dalam keterangan tertulis, Rabu (20/7). Menurut Rudy, gebrakan dari Gapuraprima ini tidak asalasalan. Jauh sebelum meluncurkan program ini, Gapura Prima melakukan survei. Dari hasil survei itu diketahui, kendala terbesar warga Indonesia untuk membeli rumah atau apartemen adalah tingginya tingkat cicilan per bulan yang harus dibayar oleh konsumen. “Untuk itu, kami kemudian merancang program cicilan gratis selama lima tahun. Kami yakin program ini akan meringankan

masyarakat yang ingin membeli rumah yang kami kembangkan melalui KPR BNI,” katanya. Angsuran gratis lima tahun ini, lanjutnya, diberikan kepada pembeli yang mengangsur KPR dengan jangka waktu 15 tahun. “Jadi dengan fasilitasi ini, masyarakat yang mengambil KPR 15 tahun, cukup mengangsur 10 tahun saja, lima tahun sisanya gratis,” kata Rudy. Rudy yakin, melalui program

tersebut, konsumen dapat memiliki rumah maupun apartemen dengan cepat, serta tetap dapat mengatur keuangannya dengan baik. Program KPR/ KPA gratis cicilan lima tahun ini target portofolionya mencapai Rp200 miliar. Selain gratis cicilan selama lima tahun, program yang akan dilucurkan Gapuraprima mulai Kamis (21/7) ini, juga akan memberikan kemudahan dalam

Proyek Ambisius PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) memiliki rencana-rencana ekspansi yang cukup ambisius. Salah satu proyek yang cukup ambisius adalah membangun mixed use development atau bangunan terpadu yang dirancang sejak beberapa tahun lalu. Proyek tersebut terdiri dari hunian apartemen dan perkatoran yang akan dibangun dalam satu kawasan terpadu. Untuk merealisasikan rencana yang cukup ambisius tersebut, Gapuraprima membeli sejumlah lahan di kawasan strategsi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, seperti di kawasan CBD atau segi tiga

emas Jakarta. Proyek-proyek yang ingin dibangun di atas lahan strategis tersebut adalah apartemen menengah atas dan perkantoran. Langkah agresif dari Gapuraprima di tengah ketatnya persaingan di sektor properti ini dinilai positif oleh berbagai pihak. Investor di pasar modal juga memberi sentimen positif pada saham yang berkode GPRA ini dengan mengoleksi saham-sahamnya. Dampaknya, saham yang semula dinilai tidak likuid itu, banyak ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sahamnya pun menjadi lebih atraktif. (ugi)

proses pengajuan kreditnya. Dijanjikan, calon pembeli akan bisa mendapatkan persetujuan kredit hari itu juga. Jadi hari itu mengajukan, hari itu juga mendapatkan persetujuan kredit atau one day aproval. Sayang Gapuraprima Executive Vice President BNI Diah Sulianto mengatakan, dalam kerja sama itu Gapura Prima juga memberikan subsidi berupa keringanan uang muka, sedangkan BNI subsidi angsuran gratis dan bunga tetap untuk satu tahun pertama 8,25 persen atau 8,5 persen untuk dua tahun pertama. “Umumnya, perbankan menawarkan bunga tetap sembilan persen untuk dua tahun pertama,” ujarnya. Dia menambahkan, kerja sama dengan Gapuraprima Grup bisa dijalankan karena perusahaan tersebut memiliki komitmen yang baik dengan perbankan. Selain itu lokasi rumah dan apartemen yang ditawarkan, sangat strategis dan menguntungkan. Sebelumnya, Gapuraprima Grup telah meluncurkan program khusus berupa kepemilikan rumah dan apartemen tanpa uang muka dan bunga nol persen selama satu tahun. (tribunnews/ugi)

8 Asuransi Masih Bermodal Cekak

KOMPAS/AGUS SUSANTO

OPTIMISME KREDIT PROPERTI - Pekerja merampungkan proyek pembangunan gedung bertingkat di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (20/7). Pelaku bisnis properti menaruh optimisme akan adanya pertumbuhan kredit properti pada paruh kedua tahun 2011.

JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan masih adanya delapan perusahaan asuransi anggota AAUI yang bermodal cekak alias belum dapat memenuhi batas minimal modal sesuai ketentuan. Menurut PP No.81 tahun 2008 yang segera diberlakukan mengharuskan perusahaan asuransi memiliki modal minimal Rp 40 miliar. “Itu data akhir tahun 2010 lalu. Tapi kemudian tiga perusahaan asuransi lapor ke AAUI karena modalnya sudah mencukupi,”jelasDirekturEksekutifAAUIJulian Noor, Rabu (20/7). Lima lainnya sampai sekarang belum melaporkan perkembangan permodalan mereka. Julian tidak menyebut namanama asuransi yang bermodal cekak ini.

Namun demikian, Julian optimistis seluruh perusahaan asuransi umum bisa memenuhi permodalan yang ditentukan tersebut. Menurut Julian, AAUI terus mendorong dan membantu perusahaan asuransi yang belum memenuhi batas modal minimal tersebut untuk dapat memenuhi kewajibanya. Sebab menurutnya, kententuan yang mengharuskan pemenuhan batas modal minimal ini juga demi kepentingan nasabah dan kesehatan perusahaan asuransi itu sendiri. “Jadi perlu hati-hati, perusahaan asuransi itu sensitif juga kan. Nasabah bisa khawatir jika perusahaanya belum bisa memenuhi modal,” tambahnya. AAUI juga terus mendorong perusahaan asuransi tersebut agar menambah

modalnya ataupun melalui opsi merger agar tidak ada perusahaan yang ditutup. Selain itu, lanjut Julian, saat ini semakin banyak investor yang melirik industri asuransi umum di Indonesia. Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Menteri Keuangan mewajibkan pemenuhan permodalan sesuai dengan ketentuan PP No. 81 tahun 2008, ditetapkan modal minimum perusahaan asuransi sebesar Rp 40 miliar di 2010. Namun Bapepam-LKkemudianmemberikelonggaranuntuk memberi kesempatan kepada perusahaan asuransi menambah modalnya hingga Maret 2011. Pada tahun 2012 nanti, perusahaan asuransi harus menambah modalnya lagi, hingga batas minimalnya Rp 70 dan Rp 100 miliar di 2014. (tribunnews/ugi)


tribun facebook Sampaikan Komentar Anda melalui Tribun Kaltim Interaktif di Facebook

KAMIS 21 JULI 2011

5

Topik Besok

Tribun Facebook adalah media komunikasi antara Tribun Kaltim dengan masyarakat, khususnya di Kaltim. Melalui jejaring Facebook, kami akan menjaring komentar Anda terkait berita dan isu yang sedang marak. Sampaikan gagasan dan pemikiran yang positif untuk membangun negeri ini agar lebih baik. Semua komentar terpilih akan dimuat di Tribun Facebook dengan catatan pendapat yang disampaikan tidak mengandung unsur sara, pornografi dan fitnah. Mari bergabung bersama kami di Tribun Facebook.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim Faried Harianto mengatakan perbuatan korupsi yang terbilang tidak besar nilainya tidak perlu dipermasalahkan. Dia juga mengimbau agar pejabat pintar-pintar bermain dan jangan sampai ketahuan korupsi oleh penegak hukum. Hal ini disampaikan dalam seminar upaya pencegahan korupsi dihadapan pejabat Pemkab Berau, Selasa (19/7). Berikan komentar Anda terkait pernyataan Kajati kita ini.

Nazaruddin tak Percaya Hukum di Indonesia ! Jadi Alasan Tidak Mau Kembali ke Tanah Air ! Takut Jadi Tumbal Penguasa MANTAN Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin kembali berbicara di media, dalam wawancaranya dengan Metro TV, Selasa (19/7) petang. Nazaruddin, mengajukan sejumlah syarat untuk kembali ke Tanah Air. Salah satunya, jika ada bukti yang menunjukkan bahwa ia menerima aliran dana “haram”. Berikan komentar Anda terkait pernyataannya ini? Mungkinkah ia kembali ke tanah air? Adi Gandhi Bukan mungkin, tapi HARUS!!! Malik Abieraisya Ya mungkinlah kan indonesia tempat lahir beta :) Mecky Giroth Seharusnya klo dia gak merasa bersalah knapa takut. Apalagi cuma takut pd sesama mahluk. Takut hanya pd Allah. Maulana Ishak Knapa mesti pke syarat klo mw kembali ke indonesia. obama yang datang ke indoneia aja ga pake syarat, malah disambut Rustandi Smdasbr Bismillah, mungkin saja, dan pasti akan kembali apakah datang sebagai penyelamat atau datang sebagai penghancur kita tunggu tanggal mainnya saat ini episode sinetron baru mulai... mari kita nonton bersama.....? Ade Syahril Ryansah Sebagai laki2 harus donk kembali..... BERANI MELAKUKAN SESUATU HARUS BERANI BERTANGUNG JAWAB....kl memang dia(om Nazaruddin) tidak salah ngapain harus takut kembali.... MR Nazaruddin kalo anda tidak salah perjuangkan bahwa anda itu memang TIDAK SALAH.

KoenTo Hoed Ternyata di negeri ini perlu ada “petrus” (penembak misterius) seperti dulu lagi kalau pemerintah gak bisa menuntaskan masalah koruptor ini....gak usah banyak kompromi kalau terbukti salah selesaikan tanpa pengadilan yg selalu menguntungkan mereka.... Rudy ‘erte’ Tandela Persoalannya adalah Nazarudin sekarang menjadi musuh nomor 1 kaum penguasa. Apa ada yg bisa menjamin bahwa dia aman jika kembali ke Indonesia. Krna biar bagaimanapun Nazarudin tau kesalahan2 pihak lain. Masalahnya adalah masyarakat bingung menilai mana yg benar mana yg salah. Krena Si Nazar bilang ini yg lain bilang itu. Mungkin semua pihak harus dihipnotis di depan umum agar berkata sebenar2nya.. :) Pulangkan Nazarudin dan lindungi dia agar lebih bnyak bersuara mengenai apa yg dia tau.. Edy Suyoko KPK harusnya tegas dalam memeriksa tdk pakai harus M Nazaruddin yg memberi syarat, untuk pembuktian bahwa dia terima atau tidak minimal KPK bekerja sama dg team penyidik dari pihak kepolisian, dari pada mereka hanya saling koment dan saling tuduh lewat media, intinya mungkin banyak oknum internal Partai Demokrat dan petinggi pemerintah yang terlibat, harus di carikan solusi agar permasalahan ini tdk berlarut2, kalo aparat tidak menangkap paksa M Nazaruddin tdk akan kembali ke Indonesia.

Fatmi Kurniastuti Api yg sedang berkobar jgn disambut jg dg api. KPK hayuh buktikn, klo ada bukti aliran dana ‘haram’ mr.N kan plg n pertanggung jwbkan hal itu. Klo tdk ada ya ttp musti plg, bersihkn namax jamin keselamatannya n usut tuntas smua nyanyianx!!!! Happy Ages Waaah... Loh, kok pake syarat segala, macam selebritis saja.. Secara logika kalo gak salah ngapain juga kabur.. Allahu Alam, hanya Tuhan dan beliau yang tahu.. Te2p berfikir positif.. Tangkap aja sudah ?? Kalo susah, undang tim terme**kme**k.. Hahay.. By Si Happy Si Anak Sayang Ibu Bambang Pininto Baiknya d telusuri pernyataan nazarudin kalau chandra m. hamzah terima uang... sungguh bobrok kalo itu benar penegak hukum di indonesia khususnya KPK.... Shumm Syumie Sumarmi Gak mngkin ia kmbali krna nyawa n hrtax g trjamin jk dy kmbali plg n g mngkn jg bkti2 yg dy mnta dkluarkn krna ksus ni menyangkut para ptinggi dnegri ni. Burhan Doank Masalahnya para penegak hukum belakangan ini sulit untuk di percaya. Mereka bertindak justru melawan UU. Yang benar di salahkan, yang salah dilindungi dengan syarat upeti. Kejaksaan dan Polisi sudah seperti kehilangan legitimasi. Belakangan KPK, satu-satunya lembaga hukum yang sangat di harapkan oleh rakyat justru kehilangan nyali, malahan kesannya melindungi lingkar penguasa. Hedeeehhh siapa lagi yang jadi harapan..??

Raden Wiyose Kewajiban dan keberanian KPK lah yang rakyat tunggu untuk membongkar kasus Nazarudin ini. ini baru uji nyali buat KPK selaku Institusi pemberantasan korupsi yang masih di percaya rakyat sekarang ini. berani apa tidak ya KPK membongkar kasus besar dan melibatkan partai yang sedang berkuasa. kita tunggu saja akhir dari drama memalukan untuk negeri tercinta kita. Say Auzi Pulanglkah nak, ibu pertiwi menunggu keberanianmu di medan perang korupsi. Tar kalo pulang akan diadakan upacara penyambutan layaknya presiden yang mengunjungi suatu negara, saya akan nyumbang wayang golek semalam suntuk wat nyambut kedatangan anda.. Kalo rekan2 yang laen yg mo nyumbang hiburan wat kedatangan om Nazarudin hub saia ea.. Among Solihin Fullputunemboksi Pulang / enggaknya kita gak tahu, tapi siapa aja yg di sebut secara rinci tadi termasuk kpk apakah ada tindak lanjutnya, sedangkan kpk juga di sebut pembohong / merekayasa hal itu. Kesimpulannya, jika semua tidak ada lanjutanya ya memang betul semua itu sebuah rekayasa belaka bung, !!!.. Kakoeng Silo Kalau ngak salah kenapa mesti takut untuk kembali ke Tanah Air... jangan seperti pribahasa kuman diseberang lautan tampak,gajah dipelupuk mata tak tampak.. terserah mau kembali atau ngak urusan Nazarudin..kalau kita lapar juga cari sendiri, kalau kita susah berusaha sendiri..

Ana Yulaini Gitu deh kalo Politisi mentalnya kalah sama Cut Tari. Kayak Cut Tari dong, biar malu setengah mati tapi ada masalah ya dihadapi, jangan lari sembunyi, atau mungkin motto Nazaruddin MARI MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN MASALAH LAGI, biar pusing orang se Indonesia ini. Dimas Andi Tetuko Menunggu godod Novia Purnama Sari Pusing... pusing... Sa Indonesia pusing... Dibikin si Nazar (betul mbak ana) pulang dulu buktikan . paling2 di bui, kan bisa milih mau kamar bintang berapa.yakin ga lama kok ..’asal wani piro...’ Suwardi Paser Assalamu ‘alaikum w w. Membahas masalah Nazaruddin yang selalu bernyanyi di tempat persembunyiaanya di luar negeri, maka sebaiknya Kapolri ( yang telah diinstruksikan Presiden : agar Kapolri bekerja sama dengan Interpol untuk menangkap dan membawa Nazaruddin ke Indonesia untuk diadil), agar POLRI segera bergerak memburu Nazaruddini. Di samping Nazaruddin memberikan pengakuan eksklusif di Metro tv, Nazaruddin juga mengadakan mengadakan wawancara dengan Karni Ilyas dalam acara Jakarta Lawyer Club TV ONE tanggal 19 juli 2011, maka sebaiknya KPK dan POLRI menagadakan kerja sama dengan Metro TV dan TV ONE untuk memancing wawancara lagi dengan Nazaruddin agar KPK dan POLRI bisa memonitor dan menyadap percakapan di telephon untuk melacak keberadaan Nazaruddin di luar negeri.

Joko Riyanto Pertama .. tulisan kita disini apabila keras .. nggak disadap orang dan terjaminkah .... kedua masalah nasarudin ..... ini memang sudah jelas bahwa ada tarik ulur masalah .. semua mereka takut akan terbawa arus neraka yang akan terjadi ini ... karena semua telah menikmati .. jadi kalau mereka seorang negarawan sejati ... harusnya mereka langsung ngomong .. dan membantah .. tapi ini tidak terjadi .. kalau orang timur berprinsip ketika masalah didiamkan begitu saja ada anggapan bahwa masalah itu benar adanya .. jadi kita hanya dibingungkan oleh masalah ini .. dan juga sebagai penegak hukum .. secara jelas dan nyata .. semua telah diobok-2 oleh nasaruddin .. jadi buktikan ketajamanmu dalam mengatasi dan memberantas masalah.. buat apa kalian dijagi besar kalau tidak bisa mengatasi masalah ini ... Rini Kurniawaty Waduh duh ... mungkin aja ia akan kembali.. Sekedar silaturahmi dengan keluarga ... Santo Anto Kalau kemungkinan pasti ada!!! siapa yang tahan dicari polisi dan susah untuk bergerak apalagi polri udah kerjasama sama interpol lebih susah lagi tapi mungkin Nazarudin lagi menunggu moment yang tepat untuk datang ketanah air sebagai warga negara yang baik kita sepenuhnya percayakan pada pihak terkait untuk menyelesaikanya dengan sungguh2. Ex’t Jrs Samarinda Kmbli gk kembli jg ttp sma ribetx . klo pra koruptor semuax jujur kasian polisi kurang jatah kerjax hohoho, klo mau d usut keakar akarx banxk oknum jg yg kena toh, alhasil bnxk jg oknum yg menutupi borok sang penerima dana haram supaya borok sendiri gk terliht d mta umum. yah cuman allah yg tau n cumn wktu yg bs mnjwb.


tribun manca

KAMIS 21 JULI 2011

Rakyat Somalia Menderita Kelaparan

AP/FARAH ABDI WARSAMEH

Anak kekurangan gizi di Somalia.

NEW YORK, TRIBUN - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menetapkan daerah Somalia selatan sebagai daerah yang menderita kelaparan. Musim kemarau terparah selama 60 tahun ini membuat banyak anak-anak Somalia menderita kekurangan gizi. Badan Bantuan Anak PBB, dilansir dari laman CNN, Rabu (20/7), mengatakan sebanyak 80 persen anak di Somalia selatan menderita kekurangan gizi. PBB mengatakan anak yang menderita kekurangan gizi akut di Somalia mencapai 30 persen. Sementara itu, angka kematian

meningkat menjadi dua orang per 1.000 kepala per harinya. Kekurangan gizi akibat kelaparan disebabkan oleh kemarau panjang yang berujung pada gagal panen, kematian ternak, meningkatnya harga pangan. Konflik berkepanjangan juga salah satu penyebab penderitaan warga Somalia. Perang saudara di Somalia juga membuat pemerintahan negara ini tidak efektif. Somalia telah lama disebut sebagai negara gagal. Tingginya harga pangan membuat warga Somalia yang kebanyakan berada di bawah

garis kemiskinan semakin menderita. PBB mencatat, sedikitnya 20 persen keluarga di negara ini menderita kekurangan pangan yang ekstrem. Daerah terparah adalah Bakool dan Shabelle. Akibat kurangnya makanan, setiap minggunya sebanyak 5.000 warga Somalia rela berjalan berhari-hari di tengah terik menuju kamp pengungsi di Kenya dan Ethiopia. Saat ini di Kenya telah ada 400.000 pengungsi Somalia, padahal kamp pengungsi hanya mampu menampung 90.000 orang. “Hampir setengah dari popu-

7

lasi Somalia, 3,7 juta orang, saat ini berada di situasi kritis. Sebanyak 2,8 juta di antaranya bermukim di wilayah selatan,” ujar Mark Bowden, koordinator bantuan kemanusiaan PBB untuk Somalia. Sesaat setelah pengumuman dari PBB, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan akan mengucurkan dana sebesar US$ 28 juta (Rp 239 miliar) untuk warga Somalia. “Tahun ini saja, AS telah memberikan bantuan sebesar US$ 431 juta dalam bentuk makanan dan bantuan darurat. Tapi ini tidak cukup, kebutuhan semakin banyak. AS dan komunitas internasional harus berbuat lebih,” ujar Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton. (cnn/vnc)

LINTAS DUNIA

Topan Ma-On Cederai 100 Orang TOKYO - Puluhan orang terluka dan lebih dari 100 penerbangan dibatalkan ketika topan Ma-On melanda Jepang selatan, Rabu (20/7). Para ahli meteorologi Jepang mengatakan, topan itu disertai hujan lebat. Dengan kecepatan angin mencapai 180 kilometer per jam, badai itu menurunkan hujan di Shikoku barat daya Selasa malam, yang membawa hujan 120 sentimeter sejak Minggu, kata Badan Meteorologi Jepang. Ma-On, nama satu gunung

Hongkong, berada 40 km di sebelah barat Perfektur Wakayama, sekitar 450 km dari Tokyo, secara perlahan bergerak ke arah timur dengan kecepatan angin 15 km per jam, Rabu pagi, katanya. Badan cuaca memperingatkan bahwa di daerah pantai timur laut yang beberapa bulan dihantam tsunami akan dilanda hujan deras yang bisa mencapai 20 sentimeter sehari sampai Kamis pagi. Kondisi itu mungkin akan menyebabkan tanah longsor dan banjir di wilayah itu. (ap/kompas.com)

FOTO-FOTO: AFP/MALAYSIA MARITIME ENFORCEMENT AGENCY

Petugas patroli laut Malaysia (foto kiri) menolong warga Indonesia, penumpang kapal yang tenggelam, Rabu (20/7).

Nepal Ukur Ulang Gunung Everest BEIJING - Pihak berwenang Nepal memerintahkan pengukuran ulang Gunung Everest untuk mengakhiri “kebingungan” mengenai ketinggian tepatnya gunung tertinggi dunia itu, demikian diumumkan seorang pejabat Nepal. Catatan resmi ketinggian Gunung Everest selama ini adalah 8.848m. Tetapi Cina dan Nepal sudah lama terlibat perbedaan pendapat mengenai ketinggian gunung itu. Cina mengatakan ketinggian gunung itu harus diukur berdasarkan tingginya batu di puncak

gunung. Nepal mengatakan ketinggian itu harus berdasarkan ketinggian salju yang menyelimuti puncaknya - sehingga ukuran bertambah empat meter. Tahun lalu kedua negara sepakat bahwa Gunung Everest harus diakui memiliki ketinggian 8.848m. Tetapi juru bicara pemerintah Nepal Gopal Giri mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa selama pembicaraan perbatasan antara kedua negara, para pejabat Cina sering menggunakan ketinggian berdasarkan batu. (bbc/dtc)

Malaysia Selamatkan 46 Orang Indonesia ! Kapal Tenggelam saat Perjalanan Pulang ke Tanah Air KUALA LUMPUR, TRIBUN Pemerintah Malaysia menyelamatkan 46 orang Indonesia yang kapalnya tenggelam ketika menyelinap pulang ke Indonesia dari negara jiran itu, kata seorang pejabat Malaysia, Rabu (20/7). Ke 46 orang itu, semuanya pria dan diyakini sebagai imigran gelap, diselamatkan dari sebuah kapal reyot setelah kapal itu mengalami masalah mesin mati di selatan

negara bagian Johor, Selasa pagi, kata seorang pejabat patroli laut Malaysia. “Mesin (kapal) bermasalah, dan kapal itu tenggelam,” kata pejabat itu kepada AFP. “Itu terjadi dalam cuaca buruk.” Pejabat itu mengatakan, kapal tersebut mengirim panggilan darurat tetapi para pejabat dari patroli laut memerlukan waktu 10 jam untuk menemukan kapal itu. Kapal bantuan datang tepat

sebelum kapal itu tenggelam. Para imigran itu kemudian dibawa ke tahanan untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Namun nakhoda kapal itu berhasil melarikan diri sebelum kapal tenggelam, kata pejabat itu. Menurut dia, kapal naas itu sedang menuju Pulau Batam. Ratusan imigran gelap Indonesia telah ditahan di Malaysia selatan tahun ini karena mencoba untuk menyelinap masuk atau keluar dari Malaysia. Bulan lalu, tujuh orang Indonesia hilang dan 17 lainnya diselamatkan setelah kapal mereka terbalik di perairan negara bagian Johor. Ada sekitar 1,1 juta orang Indonesia yang

bekerja secara legal di Malaysia, sementara 900.000 orang lainnya diperkirakan tinggal dan bekerja secara ilegal di negara itu. (afp/kompas.com)


tribun line Raksasa vs Liliput ● Sambungan Hal 1

Argentinas, Mendoza. Istilah liliput menjadi sematan bagi Juan Arango dkk, mengingat prestasi mereka yang terbilang tak pernah menonjol di level Amerika Selatan. Mereka tak pernah sekalipun lolos ke putaran final Piala Dunia, dan ini sangat berbeda dengan tim lain, yang minimal sudah pernah sekali berkiprah di turnamen antarnegara sedunia itu. Bertemu Paraguay, tim yang belum pernah mereka

Anas: Haram Hukumnya ● Sambungan Hal 1

maju di kongres, ada yang nyebut itu adalah arus bawah, saya tidak begitu suka dengan istilah itu tetapi prosesnya saya diminta dengan pertimbangan masa depan partai untuk maju,” tambahnya. Atas hal itu, ia menganggap sangat tidak logis jika dirinya membeli suara untuk jabatan. Anas berprinsip bahwa jabatan bukanlah sebuah kenikmatan, melainkan peran dan tanggung jawab untuk kerja keras. Ia membenarkan bahwa anggota tim suksesnya diberikan fasilitas berupa bantuan transportasi untuk anggota tim pulang ke daerah masing-masing. Dan ia menganggap hal tersebut merupakan sebuah kewajiban. “Masak yang berjuang bersama tidak difasilitasi dengan transportasi akomodasi, konsumsi. Dan itu bukan membeli suara,” tuturnya. Anas juga mengaku tidak terima jika uang untuk memfasilitasi anggota tim suksesnya itu dianggap Nazaruddin sebagai Politik uang. “Itu bohong, karena saya tahu ongkos-ongkos itu iuran atau bantingan dari para anggota tim” kata Anas. Mendengar tudingantudingan Nazaruddin yang makin gencar, Anas Urbaningrum mengaku semakin yakin bahwa hal tersebut merupakan manuver politik pihak tertentu. Manuver politik ini sengaja ditujukan untuk merusak nama baiknya. “Itu digunakan oleh pihak lain, kepentingan politik untuk merusak nama baik saya. Itu yang saya yakin. Tapi saya tidak khawatir, saya tidak gentar saya tidak pernah takut, karena yang bisa membunuh itu Tuhan,” imbuhnya. Ketika ditanya apakah hal tersebut terkait dengan rakornas atau tidak, Anas mengaku tidak tahu. Namun ia meyakini itu adalah bagian dari serangan politik. “Karena yang dikatakan itu adalah bukan fakta, yang dikatakan itu halusinasi, cerita-cerita karangan, fitnah tidak ada dasarnya,” ungkapnya.

Kaltim KAMIS 21 JULI 2011

9

kalahkan sepanjang pertemuan di Copa America, Venezuela sangat percaya diri. Meski harus kehilangan gelandang atraktif Tomas Rincon, Pelatih Cesar Farias tak khawatir timnya kekurangan amunisi. Tidak ada pemain asal klub Bundesliga Hamburg SV tersebut, masih bisa ditutupi peran Luis Seijas ataupun Giácomo Di Giorgi di lini tengah. “Saya justru bersyukur tetap menjadi underdog, artinya para pemain bisa bermain lepas dan kembali membuat kejutan. Final sudah di depan mata, dan kami punya spirit yang mengantarkan kami sampai sejauh ini,” tukas Farias,

dikutip Ole, Rabu (20/7). Sang entrenador tak asal cuap. Beberapa faktor yang bisa mendukung langkah kejutan La Vinotinto tersebut antara lain adalah semangat mencapai sukses terbaik sepanjang sejarah, setelah prestasi tahun ini sudah melebihi langkah mereka pada gelaran 1967, saat mereka berada di posisi kelima. Penampilan Venezuela selalu ciamik, belum terkalahkan dan hanya kebobolan empat gol, tiga di antaranya disumbang saat duel dengan lawan yang sama di fase grup. Agresivitas mereka tertopang kualitas pelatih Farias yang bestatus paling muda di turnamen ini,

yakni baru berusia 38 tahun. Ia menangani timnas sejak usia 34 tahun, dan hasilnya adalah permainan seimbang dengan para pemain senior yang tergolong generasi emas seperti Juan Arango, José Manuel Rey, Oswaldo Vizcarrondo, César Eduardo González, Franklin Lucena, Alejandro Moreno, sampai Giancarlo Maldonado. Farias tergolong sukses mengkombinasikan para senior dengan junior seperti Miku dan Salomon Rondon di lini depan, Roberto Rosales, Grenddy Perozo, dan José Luis Granados, di lini belakang. Tim yang berasal dari negara dengan enam kali gelar Miss Universe tersebut

juga memiliki tiga pemain yang caps-nya di bawah 13, yakni kiper Dani Hernández (25), bek berusia 19 tahun Alexander González, playmaker Yohandry Orozco (20), dan gelandang Jesús Meza (25). Catatan minim di sepanjang sejarah Copa America, hanya empat kali menang, dua di antaranya di Argentina 2011 dan kebobolan 145 kali, serta memasukkan cuma 33 gol, membuat spirit Venezuela sangat luar biasa untuk mencetak rekor. Modal lain yang tak kalah penting adalah, pahlawan kawasan Amerika Selatan yang membebaskan mereka dari penjajahan Spanyol,

ternyata berasal dari Venezuela! Dua orang berasal dari sini, yakni Simon Bolivar yang lahir di Caracas dan Jose de San Martin, pendiri simbol liberalisasi Amerika saat kontra Spanyol. “Kami tahu sejarah ada di belakang kami, juga fakta tim terkini. Kehilangan Tomas adalah hal lain, dan saya yakin bisa memainkan Tomas di laga final. Paraguay tim kuat yang sempat membuat kami nyaris kehilangan muka di fase grup. Sekarang kami jauh lebih siap lagi,” tutur Farias. Ia tak main-main, strategi anyar sepertinya bakal diterapkan sang pelatih. Begitu berada di Mendoza, barisan gelandang seperti Juan Arango, Cesar Gonzalez,

Franklin Lucena, Luis Seijas atau Giacomo Di Giorgio, menjalani latihan khusus. Kuartet bek yang digawangi Oswaldo Vizcarrondo dan Roberto Rosales, juga mendapat perhatian skema tersendiri untuk memersempit ruang gerak Lucas Barrios, Nelson Valdez, Marcelo Estigarribia, ataupun Cristian Riveros. Sang liliput memang bersiap menjebak sang raksasa. Paraguay sendiri sudah menebak apa yang akan dilakukan sang lawan, yang mampu menjebol gawang Justo Villar hanya dalam 10 menit terakhir untuk mengubah kedudukan menjadi 3-3 di fase grup. (tribunnews)

Ia juga mengaku tidak mau ambil pusing, apakah manuver tersebut merupakan serangan dari seseorang dari dalam partai Demokrat, atau merupakan serangan dari luar partai. Anas menganggap Nazaruddin adalah seorang kriminal, buronan yang pernyataan-pernyataanya sering tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya dan tidak berani menghadapi proses hukum. Ia sangat menyayangkan Nazaruddin dijadikan narasumber yang seolah-olah menuturkan kebenaran. “Pertanyaan saya, kan kalau didaftar dustanya banyak sekali, layak tidak (dijadikan narasumber),” tuturnya. Anas juga menantang Nazaruddin untuk melaporkannya tuduhan korupsi yang dialamatkan kepadanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengaku tidak tahu sama sekali, mengenai tuduhan dari Nazaruddin yang menyebutkan ia menerima uang Rp 100 miliar dari proyek Ambalang, dan Rp 16 miliar dari proyek Wisma Atlet. “Urusannya saja tidak tahu, apa lagi terima uangnnya, tapi kalau ada datanya faktanya kan mudah, dia tinggal bawa ke KPK serahkan bukti-buktinya,” katanya. Anas juga menyarankan kepada Nazaruddin, untuk segera kembali ke Indonesia, dan membawa data-data tersebut ke KPK, untuk menyelesaikan segala kekisruhan. Ia juga mengaku tidak mempermasalahkan pernyataan Manager Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, yang menyebutkan dirinya juga menerima aliran dana dari proyek wisma atlet. “Sekali lagi, karena ini soal tuduhan hukum, kalau ada datanya, buktinya, serahkan saja ke KPK,” terang Anas. Panggil Anas Sementara itu Ketua KPK Busyro Muqoddas menegaskan pihaknya tidak tertutup kemungkinan akan memanggil dan memeriksa Anas Urbaningrum. “Tidak tertutup

kemungkinan. Tapi ingat ya, tidak tertutup kemungkinan itu sebuah kepastian,” ujar Busyro saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/7). Menurut Busyro, dirinya tidak akan berpegang kepada sebuah manuver-manuver seperti yang dilakukan Nazaruddin dalam berencana memanggil Anas Urbaningrum. Melainkan harus berbasis data dan fakta serta disertai kerja-kerja yang profesional. “Ya menurut versi siapa, kalau menurut versi basis data yang ada di kami nanti memang siapapun juga tak terkecuali Anas misalnya, itu nanti fakta-fakta yang ada memang menjadi dasar bagi kami untuk melakukan pemeriksaan ya pasti akan kami lakukan,” jelasnya. Seperti diketahui sebelumnya, Tersangka M Nazaruddin terus menyerang Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Dari lokasi persembunyiannya, mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu mengungkap adanya mobil boks berisi uang tunai 5 juta dolar AS dan Rp 35 miliar yang datang dari Jakarta ke Hotel Aston, Bandung, untuk menyuap peserta kongres. “Uang itu kemudian dibawa ke sebuah kamar, untuk selanjutkan dibagibagikan kepada DPC- DPC (peserta Kongres Partai Demokrat). Kalau tidak percaya dapat dilihat dari rekaman CCTV di hotel tersebut,” ujar Nazaruddin dalam wawancara via telepon di Metro TV, Selasa (19/7). Menurut Nazaruddin dari rekaman CCTV itu dapat dilihat siapa yang membawa uang dan siapa saja penerima uang. “ Jadi, saya tak bohong. Memang uangnya tidak ke Anas, tapi Anas memerintahkan uang itu disebarkan ke mana-mana. Itu uang Anas, saya yang mendistribusikan, kasih ini, kasih itu,” katanya. Ia menyebut uang itu diantar sopir bernama Dayat dan pegawai Nazaruddin bernama Yulianis. Menurut Nazaruddin, uang itu berasal dari aliran dana proyek pembangunan stadion Ambalang, Bogor, yang merupakan proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga. (tribunnews)

Ancaman Kebakaran Hutan

mantan Timur, sekitar dua puluh tahun yang lalu. Itu dimulai dari KPC (Kaltim Prima Coal). Kemudian berkembang terus sampai kira-kira 10 atau 12 tahun masa jabatan saya sebagai Chairman di IFRC. Satu-satunya jabatan saya yang tidak pernah dipensiunkan selama 12 tahun. Jadi, awalnya KPC membentuk tim rescue, kemudian mereka mengirim timnya ke Australia untuk bertanding. Dari sanalah Indonesia mining rescue ada yang dari mineral dan batu bara. Kemudian berkembang di minyak dan gas, lalu meluas di bawah naungan Kementrian ESDM. Tadinya kita ingin memperluas sampai dibawah naungan Departemen Perindustrian. Tapi jika masuk perindustrian seperti Krakatau Steel, akan sulit mengelolanya kecuali jika Basarnas mengambil alih secara nasional. Yang kedua, dari beberapa negara seperti Jepang, Korea, Cina, Australia dan Vietnam, yang masih mengadakan kegiatan seperti ini hanya Indonesia dan Australia. Di Australia masih ada mining competition. Kita juga pernah mengirimkan tim ke Amerika (team site). Kami juga pernah beberapa kali dikirim ke Australia. Jadi di negara lain sudah tidak ada lagi kompetisi seperti ini yang bersifat nasional —dihadiri oleh paling tidak dua puluh tim rescue dari berbagai perusahaan yang berkembang di Indonesia sampai sekarang. Saya tahu, Pama sendiri memiliki banyak mine site. Pama memiliki kompetisi sendiri antar sitenya, antara tim-timnya dari unit-unit. Mereka (Pama) juga melakukan (kompetisi). Untuk itu kita perlu berterima kasih kepada mereka. Tim Pama itu juga ada di

KPC. Mereka juga aktif dalam penanggulangan bencana seperti gempa yang terjadi di Padang, tsunami di Aceh dan di Jawa Barat serta Yogjakarta. Jadi perusahaan pertambangan (batu bara) memiliki kontribusi untuk membuat tim rescue agar menjadi lebih baik. *** TENTANG Kasus-kasus bencana maupun kecelakaan di Kalimantan Timur, kita mempunyai delapan nomor nasional keterampilan dasar: menyelamatkan korban dari ketinggian, jungle rescue dan lain-lain. Kalau ada kasus orang survey yang tersesat di hutan, bagaimana menyelamatkannya? Kemudian tabrakan kendaraan, structure colapse atau bangunan yang ambruk? Ada delapan nomor yang khusus untuk tempat-tempat tertentu. Dan di sinilah saya perlu menjelaskan, karena menurut kita nanti, pesan-pesan (kondisi di Kaltim) yang kita sampaikan dari portal berbeda dengan wartawan. Jadi di sinilah (Kaltim) kita pelajari dulu apa saja yang termasuk case-case (kasus) seperti tadi (disebutkan di atas). Sebagai mantan kepala inspeksi tambang nasional baru setahun yang lalu pensiun, saya ingin menanggapi tentang kasus yang menyebabkan tewasnya tiga anak di lokasi bekas tambang. Saya kira ini memang sangat-sangat tidak bisa dibiarkan. Bahwa ada bekas-bekas lubang (tambang batu bara) yang ditinggalkan begitu saja, ini sudah saya lihat secara pelan-pelan, saya coba jalan-jalan kesana tanpa diketahui siapa-siapa. Dua tahun yang lalu sudah saya canangkan dalam program ini di Jakarta, bagaimana memperbaiki tambang-tambang yang ditinggalkan ini? Karena memang saya lihat ada

perasaan enggan dari perusahaan (tambang batu bara) menutup itu (lubang) kembali. Apalagi melihat ongkosnya juga cukup mahal, karena membuka (lahan) itu jauh lebih murah dari pada menutup kembali. Membuka lahan di Kalimantan Timur seperti sekarang ini mungkin sampai 2 hingga 2,5 dolar AS per BCM. Tapi menutup kembali itu bisa sampai 3 hingga 3,5 dolar per BCM, dengan alasan wilayahnya sudah sangat rusak, efisiensi truk dan semua peralatan jadi rendah nanti. Ini membuat harganya (reklamasi) menjadi mahal. Jadi beberapa inspektur tambang cobalah melakukan pengawasan-pengawasan yang lebih ketat, sehingga kalaupun ada bukaan-bukaan yang memang terpaksa harus (dibiarkan) terbuka diawasi dengan baik. Jadi itu yang mungkin bisa saya sampaikan untuk Kalimantan Timur ini. *** SELAIN itu ada potensi bahaya kebakaran hutan. Kebakaran hutan mungkin di sini juga cukup tinggi apalagi pada saat musim musim kering. Kebakaran hutan ini tidak hanya menciderai masyarakat, tapi juga menimbulkan asap yang sangat tebal. Saya ingat dulu pulang ke Palangkaraya pada musim kering dengan pesawat, sampai tertunda beberapa lama karena pesawat tidak bisa landing karena asap. Ini juga tentunya sangat tidak baik secara ekonomis. Itulah beberapa yang bisa saya sampaikan, tolong disosialisasikan, dikaji dan kemudian diwujudkan dalam suatu tindakan nyata. Saya minta kepada semua tim rescue di Kaltim coba melakukan suatu koordinasi, agar bisa berbagi wilayah supaya bisa melakukan latihan-latihan yang sesuai dengan kharakter dan potensi becana di Kaltim. (m34)

sebesar 85% dari pendapatan perusahaan yang bersangkutan. “Sementara itu, perusahaan kontraktor migas tetap memperoleh 15% meskipun telah mendapat keringanan perpajakan. PNBP yang dibayarkan sebagai kompensasi dari berkurangnya PPh Migas akibat tax treaty,” lanjut Fuad. Tax treaty adalah perjanjian perpajakan. Perjanjian tersebut memungkinkan perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia mendapat pembebasan pajak dan tetap dapat dikreditkan di negara asal investor, sehingga dan seolah-olah sudah dibayar. Perlakuan kebijakan perpajakan itu hanya mungkin jika sudah ada perjanjian antara suatu negara dengan Indonesia. Berdasarkan catatan Bisnis, beberapa negara yang telah meneken kerjasama dengan Indonesia mengenai tax sparing adalah Brunei Darussalam, Kanada, India, Malaysia, Mongolia, Norwegia, Filipina, Korea Selatan, Sri Lanka, Swedia, Thailand, Inggris dan Vietnam. Misterius Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya mengungkapkan, sebanyak 14 perusahaan asing di sektor minyak dan gas tidak pernah membayar pajak selama bertahun-tahun. Akibatnya, negara dirugikan hingga lebih dari Rp 1,6 triliun. Perusahaan minyak dan gas yang menunggak pajak itu masih misterius. Badan Pengawas Keuangan dan

Pembangunan (BPKP) dan Direktorat Jenderal Pajak tak bisa membuka data siapa penunggak pajak tersebut. Kepala BPKP Mardiasmo beralasan tidak berwenang membuka hasil audit tersebut. Dia mengaku hanya berwenang melakukan audit terhadap Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas (KKKS). Menurutnya, hasil audit pajak tersebut telah diserahkan kepada para kontraktor migas dan Ditjen Anggaran, Ditjen Pajak dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Begitu pun dengan Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany. Dia bersedia membuka data perusahaan penunggak pajak itu di dalam rapat tertutup dengan Komisi XI DPR. Anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta menyayangkan penolakan tersebut. Dia mengatakan, seharusnya Ditjen Pajak dan BPKP membuka data tersebut. Sebab, dia berdalih, pembayaran pajak itu bagian dari anggaran negara yang harus dipaparkan secara terbuka dan bertanggunggung jawab sesuai dengan UndangUndang Dasar 1945. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku kesulitan mendapatkan data dan informasi tentang 14 perusahaan asing migas yang tidak pernah membayar pajak. Menurut Wakil Ketua KPK Haryono Umar, Pasal 34 Undang-Undang Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UUKUP) menjadi penghalang bagi KPK untuk mendapatkan data dan informasi. “Itulah masalahnya, aturan

pasal itu membuat pengelolaan pajak menjadi tertutup dan tidak transparan,” kata Haryono. Atas dasar itu lanjutnya, Direktorat Jendral Pajak tidak mau menyerahkan informasi mengenai data-data perusahaan yang tidak pernah membayar pajak. Selain itu, data-data mengenai pajak setiap perusahaan tidak bisa diketahui masyarakat. Padahal, untuk urusan pajak dalam arti lancar atau tidaknya setiap perusahaan membayar pajak, masyarakat memiliki hak untuk mengetahuinya karena ini menyangkut keuangan negara. “Kecuali kalau yang bersangkutan dengan aset atau pendapatan perusahaan itu yang bersifat rahasia barulah tidak mengapa tidak diumumkan kepada masyarakat,” ujar Haryono. Haryono menjelaskan, keterbukaan informasi mengenai pajak adalah untuk kepentingan nasional, bukan untuk kepentingan pemerintah semata. Ia menduga, munculnya mafia pajak yang memainkan urusan pajak perusahaan bermula dari ketidakterbukaan informasi itu. Oleh karena itu, Haryono mengatakan agar Pasal 34 UUKUP sebaiknya direvisi. Hal tersebut untuk mendorong terjadinya perbaikan dalam urusan keterbukaan informasi pajak. “Kalau tidak transparan, potensi perusahaan yang tidak pernah membayar pajak sejak puluhan tahun lalu sangat besar terjadinya,” terangnya. (po/kontan/bisnis)

● Sambungan Hal 1

penyelamatan korban pada bangunan runtuh, penyelamatan/manajemen korban massal, pemadaman kebakaran, penyelamatan bawah air, dan firefighters fitness drill. Mengawali dibukanya acara kali ini, PT Berau Coal bekerja sama dengan Tribun Kaltim, menggelar Semiloka bertema ‘Lebih berbagi untuk lebih peduli, menyatukan langkah bersama dalam kesiapan tanggap bencana dan darurat di Kalimantan Timur (More Sharing, More Caring)’. Acara digelar di Hotel Mesra, Samarinda, berlangsung selama tiga hari. Dalam seminar kali ini, panitia menghadirkan, Board of Diresctor of Fire and Rescue Challenge Mangantar S Marpaung, Ir Nanang S Jamil (Ketua Ikatan Ahli Keselamatan Kerja Kalimantan Timur), Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Kaltim, Amrullah, dan Drs Andrianus Pamuji MBA serta Eko Pramono (kedua nama terakhir berasal dari Bantuan Darurat Indonesia-Balikpapan/Banda). Banyak hal-hal penting yang dibicarakan. Tak hanya menyangkut masalah koordinasi antar tim rescue saja, tetapi para pembicara juga mengupas langkah preventif sebelum bencana itu terjadi. Untuk mengungkap lebih jauh apa saja isi dari semiloka kemarin, mulai hari ini Tribun Kaltim menurunkannya secara bersambung. MS Marpaung (Chairman Indonesian Fire and Rescue Competition) HAL pertama yang ingin saya sampaikan bahwa rescue (tambang) seperti yang ada sekarang dimulai dari Kali-

Piutang Pajak Migas Rp 5,2 Triliun ● Sambungan Hal 1

penghitungan PPh Migas, yang selama ini ditangani oleh Dirjen Anggaran dan diaudit oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Dirjen Pajak, A. Fuad Rahmany menuturkan langkah tersebut dilakukan untuk menghilangkan dispute terhadap penghitungan PPh migas yang saat ini terjadi. Masalah tersebut kemudian bermuara pada munculnya dugaan tunggakan pajak oleh perusahaan migas. “Ke depannya kami akan masuk untuk ikut memeriksa perpajakan di PPh Migas, agar tidak terjadi dispute. Hal ini juga telah dibahas oleh Kementerian Keuangan,” ujarnya. Tax Treaty Menurut Fuad, munculnya dispute berpangkal pada perjanjian perpajakan (tax treaty) antara Indonesia dengan negara-negara asal perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia. Perjanjian tersebut memungkinkan perusahaan migas asing membayar PPh Migas yang lebih rendah. Namun di sisi lain, perusahaan yang bersangkutan harus membayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dengan jumlah yang lebih besar. Dengan demikian, porsi perolehan penerimaan pemerintah tetap, yaitu


CMYK

10

tribun bola

KAMIS 21 JULI 2011

Sejarah Bola di Piala Dunia (4)

Duplo T, Bola Piala Dunia Brasil 1950 Piala Dunia 1950 menjadi piala dunia bersejarah bagi evolusi si kulit bundar. Sebab, di piala dunia ini, bola yang digunakan sudah tidak menggunakan tali sebagai penyatu bagian dalam dan luar. Selain itu, bola di piala dunia ini juga sudah menggunakan teknologi pentil.

SOCCERBALLCOLLECTION.COM

Tim tuan rumah Brasil memegang bola Duplo T.

PADA Piala Dunia IV tahun 1950 yang digelar di Brasil menggunakan bola Duplo T. Piala dunia ini adalah piala dunia pertama setelah Perang Dunia II. Dari sudut pandang bola, bola ini merupakan evolusi terbesar

dalam sejarah bola di piala dunia. Sebab, bola tidak lagi menggunakan slot dan tali penyambung. Bola ini juga sudah tidak menggunakan bola bagian dalam yang terbuat dari kandung kemih binatang seperti yang digunakan pada bola-bola sebelumnya. Evolusi besar yang terjadi pada si kulit bundar di Piala Dunia ini adalah dengan ditemukannya pentil pada bola. Sebuah lubang kecil di panel

membuat bola dapat langsung diisi udara. Keunggulan lain dari bola ini adalah bentuknya yang sudah tampak lebih bulat dan itu jauh lebih cepat dan lebih mudah untuk digunakan oleh pemain. Bola ini di disebut Duplo T yang diproduksi oleh Superball dari Brasil. Bola ini memiliki 12 panel yang mirip dengan bola Tiento. Bola ini masih terbuat dari jahitan tangan dan berwarna coklat gelap. (Dari berbagai sumber/eza)

SOCCERBALLCOLLECTION.COM

Bola Duplo T yang digunakan di PD 1950 Brasil sudah tidak menggunakan tali pengikat bagian dalam dan luar bola.

PSSI Bahas Soal Kompetisi 2011/2012 ■ Bertemu PT Liga Indonesia JAKARTA, TRIBUN - PT Liga Indonesia sebagai administrator kompetisi akhirnya bertemu dengan pengurus PSSI yang baru. Banyak hal dibicarakan khususnya kompetisi dan termasuk soal merjer antara ISL dengan LPI. “Judul undangan ini ingin diskusi tugas badan liga dan PT Liga. Ini bukan terakhir, akan ada lanjutan. Spirit mereview apa yang sudah dilaksanakan dan sharing yang bisa dilakukan ke depan,” tukas CEO PT Liga Joko Driyono usai menghadiri pertemuan kepada wartawan di Kantor PSSI, Rabu (20/7). Memang sejak dibentuknya kepengurusan PSSI 2011-2015 di Solo 9 Juli lalu sudah banyak beredar kabar burung yang menyebut soal bakal adanya peleburan antara Indonesian Super League dengan Liga Primer Indonesia (LPI). Hal ini memang sempat menimbulkan pro dan kontra di mana banyak pihak tak setuju karena masuknya klub-

klub baru dari LPI dapat merusak tatanan kompetisi yang sudah ada plus dinilai kehadiran mereka ‘tidak sopan’ karena melangkahi klub-klub yang sudah lama eksis di sana. Namun hal tersebut dibantah oleh Joko yang mengatakan dalam olahraga tidak istilah Merjer. Selain itu dalam pertemuan tadi tidak dibahas juga soal format kompetisi musim depan. “Merjer dalam terminologi olahraga nggak ada, merjer itu di bisnis. Jadi tidak ada Persija sama Persib merjer itu tidak ada. Yang ada misalkan pengurusnya bergabung, membunuh salah satu dan menghidupkan salah satu. Jadi bila ada merjer LP dengan PSSI, itu merjer dengan pengelolanya, tidak ada merjer dalam hal entitasnya,” sambung Joko. “Format kompetisi ke depan tidak (dibahas). Kami juga tidak bicara LPI. Saya hanya menyampaikan format

kompetisi ke depan sesuai rencana kami sebelumnya.” Lebih lanjut meski dalam diskusi tersebut PSSI tidak meminta audit pelaksanaan dan keuangan kompetisi musim lalu, namun Joko menegaskan pihaknya telah menyiapkan laporan keuangan PT Liga Indonesia. “(Permintaan laporan) audit nggak ada. Tapi, kami siap me-report terkait program dan finance PT LI. Normalnya, organisasi punya kewajiban itu, jadi nggak ada masalah, makanya kami sudah persiapkan,” ucap Joko yang bertemu Waketum Farid Rahman, Sekjen Tri Goestoro dan anggota EXCO. “Audit PT LI bukan karena pergantian kepengurusan, kami setiap tahun punya partner untuk public auditor dalam melakukan proses itu. Semuanya diharapkan tuntas pada Agustus. Kami tidak ingin melimpahkan kewajiban kepada pengurus baru. Itu komitmen kita,” pungkasnya.(dtc)

Seminar Manajemen Olahraga Berbasis Lokal (1)

Persib Produk Unggulan Persiba Balikpapan bertekad menjadi klub profesional untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/2012. Dihentikannya aliran dana APBD oleh pemerintah membuat Persiba harus mencari sumber dana sendiri. Karena itu, Disperindakop Balikpapan menggelar Seminar Olahraga Berbasis Lokal, Selasa (19/7) lalu untuk mencari solusi. DALAM seminar tersebut dihadiri perwakilan dari klub Persib Bandung, yaitu Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Riza Adhi Wijaya. Riza didaulat menjadi pembicara, karena Persib menjadi salah satu tim profesional di ISL yang sudah tidak ‘menyusu’ APBD. Kepada audiens, Riza mamaparkan strategi Persib menuju klub profesional. Persib Bandung, kesebelasan yang bangun tahun 1933, ini terus melambung di kancah

TRIBUN KALTIM/AHMAD BAYASUT

Wadir PT PBB Riza Adhi Wijaya (2 dari kiri) berbincang dengan Ketum Persiba Syahril HM Taher usai seminar di hotel Sagita, Selasa (19/7).

sepakbola nasional. Dan terkini, tim berjuluk Maung Bandung tersebut berani meninggalkan ketergantungannya pada APBD. Langkah itu ternyata mampu dilakukan oleh Persib. Dengan mendirikan PT Persib Bandung

Bermartabat (PT PBB) menjadikan klub kesayangan Bobotoh itu menjadi klub yang disegani. Riza Adhi Wijaya memaparkan banyak hal menjadikan Persib sebagai klub profesional sekaligus produk unggulan PT PBB.

Banyak langkah yang harus dilakukan PT PBB sebelum menerjuni dua industri sepakbola. Pertama, dengan melakukan survey ke beberapa klub sepakbola di Eropa. Terutama pada klub-klub sepakbola di tanah Inggris. Klub seperti Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool dikunjungi. Setelah itu, pada tahun 2009, PT PBB memberanikan diri melakukan hal serupa. Riza menjelaskan dasar sebagai klub sepakbola profesional yang harus dibenahi adalah sumber daya manusianya. Dimana SDM ini memiliki sikap profesional. Lantas sikap profesional ini tidak sembarangan. “Membangun tim sepakbola menjadi profesional itu haruslah melalui seleksi SDM dengan benar,” katanya. Kemudian dibarengi dengan jiwa wiraswasta serta integritas tinggi. (bay/ bersambung)

ASA Pilih 5 Pesepakbola Terbaik ● Program Coke Kick di Balikpapan BALIKPAPAN, TRIBUN Program Coke Kick ‘Grass Root Soccer Development Program’ yang dihelat di Lapangan Bola Gn Bahagia, berakhir, Rabu (20/7) kemarin. Program pelatihan sepakbola yang diadakan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) ini menghasilkan sedikitnya 5 pesepakbola cilik terbaik di Balikpapan untuk mengikuti pelatihan lanjutan di Asian Soccer Academy

CMYK

(ASA), di Jakarta. Eko Dharmawan, trainner dari ASA mengatakan, kelima pesepakbola yang terpilih di Balikpapan ini akan terus dipantau selama tiga bulan kedepan sebelum mengikuti pelatihan di Jakarta. Kelimanya akan bergabung dengan pesepakbola cilik lainnya dari berbagai daerah yang juga digelar program serupa. Ia menambahkan, ASA punya akdemik di Jakarta

yang bekerjasama dengan klub-klub asal Inggris, seperti Manchester United (MU) dan Liverpool. Selain kedua klub tersebut, kata Eko, ASA juga masih mendekati Barcelona untuk diajak kerjasama. “Anak-anak yang berbakat yang kami pantau ini akan kita bawa ke Jakarta, dan besar kemungkinan dapat kita kirim untuk berlatih di Inggris dengan program bea siswa dari ASA,” terangnya. Sementara itu Regional

Corporate Affairs Manager, Mita Evianti menerangkan, CCAI berkomitmen mendukung gaya hidup aktif dan sehat serta kemajuan dunia olahraga Indonesia, khususnya dunia sepakbola. Salah satu wujud nyatanya dengan digelarnya program bernama Coke Kick ‘Grass Root Soccer Development Program’ yang dilaksanakan sejak tanggal 29 Juni hingga 22 September 2011 di seluruh area operasi CCAI. (m37)


sport hot news

Delapan Atlet Wushu Lolos PON XVIII ● Raih 3 Medali Pra PON di Makassar SAMARINDA, TRIBUN Hasil seleksi Pra PON di Makassar 11-17 Juli pekan lalu, delapan atlet wushu Kaltim lolos ke PON dengan meraih satu perak dan dua perunggu. Dengan prestasi tiga medali tersebut, wushu Kaltim berada di peringkat 4 se-Indonesia. Ini diungkapkan Manajer Tim Wushu Kaltim Opnil Untung, Rabu (20/7). Opnil mengatakan, tiga dari delapan atlet wushu Kaltim yang lolos PON XVIII diharapkan dapat meraih medali di PON XVIII mendatang. Mereka antara lain Marten (kelas taolu), Al Muharomi (sanshou), Handi Prayitno dan Siti Nuh Khadijah. Bahkan, lanjutnya, Handi Prayitno mampu

mengalahkan atlet-atlet yang pernah meraih medali di PON XVII/2008 dan SEA Games. “Pesaing yang berat di Pra PON ini adalah Jawa Timur.

Atlet Wushu Kaltim yang Lolos anding ) Putri ■ Nomor Sanshou (T (Tanding ● Mulyana Susmita kelas 46 Kg ● Siti Nur Hadijah kelas 52 Kg ● Lena kelas 56 Kg ■ Nomor Sanshou Putra ● Eko Akbar kelas 48 Kg ● M Al Muharommi kelas 52 Kg ● Handi Prayitno kelas 56 Kg ● Ricky kelas 60 Kg aolou (Seni) ■ Nomor TTaolou ● Martin Mardan asal Wushu Kutim Sumber : Sekretariat Pengprov Wushu Kaltim.(bud)

Target Tiga Emas DENGAN lolosnya delapan atlet wushu Kaltim, Manajer Tim Wushu Kaltim Opnil Untung memiliki target untuk menggondol medali emas di PON XVIII 2012 di Riau mendatang. Optimisme itu setelah melihat kemampuan salah satu atletnya yaitu Handi Prayitno yang berhasil menyingkirkan dua atlet nasional yang pernah meraih emas di PON 2008 dan SEA Games. “Nanti kita tinggal maksimalkan saja dengan target 3 emas. Mudah-mudahan bisa tercapai target itu. Tetapi, untuk bisa mencapai target itu perlu didukung peran pemerintah

mulai dari saranan dan peralatan atlet,” kata Opnil, Rabu (20/7). Ia menambahkan, dengan prestasi di Pra PON ini menjadi pembuktian dan evaluasi kekurangan dari setiap penampilan atlet-atlet wushu. Mulai dari kondisi fisik, teknis dan strategi bertanding akan menjadi perhatian khusus. “Pasti kita evaluasi hasil Pra PON ini. Laporan hasil Pra PON sedang saya siapkan. Hasilnya akan saya sampaikan ke pengurus untuk dibahas dan dikaji untuk meningkatkan atlet-atlet kita nanti di PON,” tambah Opnil.(bud)

Sebenarnya Handi Prayitno bisa dapat emas, tapi sayang kakinya cedera memar saat final. Akhirnya dia hanya bisa meraih perak,” kata Opnil. Menurut dia, dengan pencapaian tiga medali dan 8 atlet wushu yang lolos ke PON merupakan suatu hasil yang cukup membanggakan. Pasalnya, persiapan pemusatan latihan daerah atlet selama persiapan seleksi Pra PON hanya 1 bulan 2 minggu. “Yang lolos dari delapan atlet ini belum tentu bisa menjadi tim inti di PON. Nanti akan ada evaluasi lagi di internal pengurus. Karena, bukan cuma melihat dari prestasi saja, tetapi juga melihat etika atlet selama bertanding. Karena kita harus membangun kebersamaan dan jangan sampai hanya karena sikap satu orang yang tidak baik, mempengaruhi kekompakan tim,” tutur Opnil. Disinggung persiapan sentralisasi atlet menjelang PON 2012, Opnil menambahkan, Pengprov Wushu Indonesia (WI) Kaltim berencana akan memaksimalkan atlet dan pelatih, dengan cara mendatangkan pelatih asal Cina. “Pilihannya ada dua, apakah pelatih asal Cina itu datang ke sini, atau atlet kita yang belajar ke Cina. Itu akan dibicarakan di pengurus dulu. Untuk try out, kita akan ke Jatim, Jateng, Sumatera dan mengikuti kejuaraan Asia,” papar Opnil. (bud)

KAMIS 21 JULI 2011

11

Bonus Rp 250 Juta Disambut Gembira ● Atlet Bersemangat Raih Emas PON XVIII SAMARINDA, TRIBUN Kebijakan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang menjanjikan bonus Rp 250 juta untuk atlet berprestasi yang menyabet medali emas di PON XVIII di Riau 2012 tahun depan, menjadi kabar gembira bagi atlet-atlet Kaltim yang akan berlaga di PON mendatang. Tentu saja, kabar berita ini sangat menggembirakan untuk atlet Kaltim. Mereka pun sudah menaruh harapan dan bahkan angan-angan jika berhasil meraih emas akan mengantongi uang sebesar Rp 250 juta. Kabar bonus PON ini menjadi pemicu, motivasi dan semangat para atlet-atlet yang ingin mendapatkan uang bonus PON itu. Nasib atlet di Kaltim memang belum bisa dikatakan menjanjikan masa depannya. Pasalnya, jika tidak ada event nasional ataupun internasional yang digelar, ia tidak mendapatkan penghasilan. Biasanya atlet bisa mendapatkan penghasilan, jika ia terpilih sebagai atlet

LIFE.COM

Lifter Kaltim Eko Yuli Irawan menjadi salah satu atlet andalan Kaltim di PON XVIII/2012 Riau.

andalan untuk mengikuti event-event nasional dan internasional yang bergengsi. Penghasilan itu bersumber dari uang saku selama ia mengikuti pemusatan latihan atau trainning center (TC). Untuk uang saku atlet selama TC, nominalnya bervariasi, dan tergantung kemampuan keuangan yang tersedia. Maka tidak heran, jika harapan atlet itu benar-benar

terwujud mendapatkan uang Rp 250 juta, untuk apa uang sebesar Rp 250 juta itu? Yang pasti, beberapa atlet di Kaltim sudah memiliki bayangan atau rencana jika ia bisa mendapatkan bonus itu. Diantaranya, beberapa atlet sudah merencanakan untuk memberangkatkan haji orang tuanya, untuk tabungan pendidikan anak-anaknya dan melunasi kredit rumah.

Berharap Tidak ’Disunat’ LIFTER Kaltim Eko Yuli Irawan mengaku gembira mendapat kabar rencana bonus Rp 250 juta bagi peraih emas PON XVIII. Lifter kelahiran Lampung 24 Juli 1989 itu langsung bersemangat untuk meraih medali emas di Riau nanti. Hanya saja, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 itu memberi catatan penting. Eko meminta penjelasan mengenai pembagian bonus itu secara detail. Dirinya tidak ingin kecewa lagi seperti bonus PON 2008 lalu yang dipotong pajak. Menurutnya ‘penyunatan’ bonus dengan alasan membayar pajak sebesar 25 persen dianggap terlalu berat. Sehingga saat itu peraih medali emas dijanjikan Rp 150 juta ternyata hanya menerima sekira Rp 120an juta. Hal itulah membuat

sejumlah atlet serasa tidak dihargai jerih payahnya. Eko mengatakan janji bonus itu seharusnya sesuai dengan yang dijanjikan. Jangan ada lagi pemotongan pajak ketika akan diberikan. “Pasti senang mendengar bonus sebesar itu (Rp 250 juta) tapi apakah itu para atlet menerima penuh dan tidak ada potongan lagi. Kalau ada potongan pajak dan sebagainya lebih baik dijelaskan mulai dari sekarang,” ujar Eko yang kini fokus pada pelatnas di Jakarta, Rabu (20/ 7) jelang Universiade di Cina Agustus mendatang. Kedua Eko membandingkan bonus yang diterimanya di Pelatnas. Menurutnya, bonus yang dikucurkan dari Pelatnas sesuai dengan yang dijanjikan. “Pajak bonus di pelatnas ditanggung

pemerintah sehingga saya waktu itu murni menerima bonus Rp 200 juta tanpa potongan apapun. Kalau seperti itu kita serasa dihargai dan tidak kecewa,” ungkap peraih Medali emas kejuaraan dunia yunior di Praha, Republik Ceko, 2007. Eko juga berharap atlet di daerah-daerah itu jangan hanya diperas keringatnya saat dibutuhkan saja. Dirinya merasa tenaganya dibutuhkan ketika ada ajang olahraga saja. “Bayangkan saja nutrisi, vitamin atau gizi yang dibutuhkan atlet itu tidak murah, kami sendiri harus membiayai sendiri semua tapi setalah ada even kita baru diperhatikan. Setelah berhasil membawa nama daerah tidak ada perhatian lagi, tolong ini harus diperhatikan,” katanya. (bay)

Atlet gulat Kaltim M Aliansyah yang pernah meraih medali emas di PON 2008 dan di SEA Games di Laos 2009, cukup senang dan menambah semangat ia berlatih. Maklum saja, atlet yang sering bertanding di kelas grego ini, menjadi langganan juara di even nasional dan internasional. Ia berencana akan melunasi kredit rumah dari hasil bonus yang didapat 2008 dan 2009. Selain itu, Aliansyah juga ingin memberangkatkan haji orang tuanya ke Mekah. “Senang sekali. Ini bikin semangat saya berlatih. Tahun 2008, saya sudah beli rumah dan rehab. Kalau dapat bonus PON nanti, untuk menyelesaikan kredit rumah dan memberangkatkan haji orang tua,” ucap Aliansyah, Rabu (20/7), yang meraih medali perunggu di Kejuaraan Asia Junior. Berbeda dengan Rahmat Afni Topa atlet panjat tebing Kaltim yang kini tergabung di Timnas SEA Game boulder. Rahmat yang sudah berstatus PNS di Kabupaten Kukar berandai-andai jika ia berhasil mendapatkan bonus Rp 250 juta, akan pergi haji. “Kalau dapat bonus di PON nanti, untuk modal dan tabungan hari tua. Kalau berhasil di PON 2012 saya mau berangkat haji,” ucapnya. Sementara Dori Adrinalia, atlet anggar Kaltim yang biasa berlaga dikelas floret putri, pernah meraih perak di PON 2008 lalu. Dori merupakan atlet yang sudah memiliki satu orang anak. Namun semangat Dori sebagai atlet, menjadi andalan tim anggar Kaltim. “Kebetulan kita mau Pra PON di Jakarta. Ini jadi tambah semangat buat kita untuk lolos ke PON dulu. Kalau kita lolos, itu pasti lebih semangat latihannya. Target kita pasti prestasi di PON 2012. Kalau dapat bonus Rp 250 juta, pinginnya untuk modal usaha dan buat persiapan tabungan pendidikan anak saya,” ucap Dori.(bud)


SMS CENTER/CALL CENTER GUBERNUR KALTIM : 3148 HALAMAN 12

KAMIS, 21 JULI 2011

Perwakilan BKKBN Kaltim Gelar Ajang Ngumpul Remaja SAMARINDA - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Ajang Ngumpul Remaja yang berlangsung selama dua hari 16-17 Juli 2011 di lokasi Wisata Air Terjun Pinang Seribu, Kecamatan Samarinda Utara. “Ajang Ngumpul Remaja tersebut bertujuan agar para saling kenal, saling bertukar pengalaman dan dapat mengembangkan kreatifitas dan keterampilan sesama mereka yang terhimpun dalam Pusat Informasi Konseling (PIK) remaja dan mahasiswa, pendidik sebaya dan konselor sebaya,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, Drs Jufri Yasin. Menurut dia, kenakalan remaja di Kaltim sudah mengkhawatirkan masuk dalam 10 besar di Indonesia di antaranya pergaulan bebas, penyalahgunaan Narkoba dan kasus HIV/AIDS, untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya agar para remaja tidak terjebak dan terjerumus kepada hal-hal yang negatif. Berdasarkan data jumlah remaja usia 10-24 tahun sangat besar sekitar 64 juta (28,6 persen) dari jumlah penduduk Indonesia. Permasalahan yang dihadapi para remaja juga kompleks seiring dengan masa transisi. Dijelaskannya sebanyak 2,5 juta remaja pernah melakukan aborsi pertahunnya, diantaranya 2,7 persen atau sekitar 700 ribu dilakukan dengan cara tidak aman. Kemudian sebanyak 3,2 juta jiwa

pengguna Narkoba atau 78 persen di antaranya oleh usia 20-29 tahun. Sementara untuk kasus HIV/AIDS penularannya melalui jarum suntik (Injection Drug) sebanyak 49,5 persen, hetroseksual 42,0 persen dan 4 persen melalui homoseksual. Untuk merespon permasalahan para remaja tersebut khusunya di Kaltim, maka BKKBN Kaltim melaksanakan dan mengembangkan program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) yang diarahkan pada pendidik sebaya dan konsoler. “Nantinya disekolah, di tingkat Kelurahan dan kecamatan dibentuk kelompok-kelompok Pusat Informasi Konseling (PIK) bagi para remaja dan mahasiswa dengan beberapa tingkatan, yakni tumbuh, tegak dan tegar,” katanya. Sementara itu Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Perwakilan BKKBN Kaltim Kusmirah mengatakan Ajang Ngumpul Remaja yang diselenggarakan diikuti remaja-remaja dari 14 Kabupaten dan kota se Kaltim. “Jumlah peserta sebanyak 50 orang dan pendamping sebanyak 20 orang, sehingga jumlahnya sebanyak 70 orang. Diharapkan Ajang Ngumpul Remaja ini dapat meningkatkan kreatifitas, keterampilan dalam pengelolaan PIK remaja, menjalin kebersamaan, tukar menukar pengalaman dan sebagai sarana evaluasi pengembangan PIK Remaja di Kaltim,” ujar Kusmirah.(yans/adv)

BERITAFOTO

Pendidikan Penting untuk Kemajuan Bangsa SAMARINDA – Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur H Syafruddin Pernyata menegaskan kemiskinan terjadi bukan karena takdir tetapi karena kebodohan. Sebab, pendidikan memegang peranan sangat penting dan strategis untuk menentukan tingkat kemajuan seseorang maupun suatu masyarakat dan bangsa. Penegasan tersebut disampaikan Syafruddin Pernyata di hadapan peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tenaga Perpustakaan Umum Desa/ Kelurahan se-Kaltim 2011, di Aula Balai Pustaka Perpustakaan Provinsi, Rabu (20/7). “Pendidikan yang mampu membentuk pribadi yang cerdas dan terampil tidak saja ditentukan melalui proses pembelajaran formal, tetapi dapat melalui berbagai cara. Diantaranya, dengan tersedianya fasilitas belajar ataupun membaca bagi masyarakat umum berupa perpustakaan,” kata Syafruddin Pernyata. Menurut dia, dalam agama sudah ditegaskan agar manusia itu wajib menuntut ilmu sejak dari bayi hingga ke liang lahat. Bahkan dalil lain menyebutkan tuntutlah ilmu hingga ke negeri China serta menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi laki-laki maupun perempuan. Karenanya, dengan kekuatan dan dasar dari dalil-dalil tersebut menguatkan kita untuk senantiasa untuk menuntut ilmu. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menuntut ilmu salah satunya dengan membaca buku yang tersedia di perpustakaan. “Melalui perpustakaan, pemerintah berharap dapat meningkatkan minat baca

Kepala Badan Perpustakaan Syafruddin Pernyata mengalungkan tanda peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tenaga Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan se-Kaltim. (masdiansyah/humasprov kaltim) masyarakat sehingga mampu menambah ilmu pengetahuan dan wawasan, bahkan mampu meningkatkan keahlian dan keterampilannya. Apabila seseorang cerdas memiliki keterampilan tidak mungkin miskin. Jadi miskin itu bukanlah takdir tetapi orang itu memang bodoh,” jelas Syafruddin. Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan

Sumindar mengatakan Diklat ini bertujuan untuk merealisasikan tugas pokok dan fungsi perpustakaan Provinsi Kaltim sebagai lembaga teknis pembina sumber daya manusia perpustakaan dan pengembangan berbagai jenis perpustakaan. “Selain itu, memberikan dasar pengetahuan tentang sistem manajemen pengelolaan perpustakaan sesuai aturan, serta

meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga perpustakaan sehingga mampu menjadi motor penggerak dalam melaksanakan fungsi perpustakaan,” kata Sumindar. Diklat dilaksanakan 20-22 Juli atau selama tiga hari yang dikuti 42 peserta dari Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Nunukan, Tana Tidung dan Samarinda serta Bontang.(yans/adv).

Mimpi itu Juga Ada di Kedelai SEMINAR KORUPSI. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak membuka Seminar Pemberantasan Korupsi yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lamin Etam, Rabu (20/7). Pada kesempatan itu Gubernur mengatakan, Pemprov Kaltim membuka pusat pengaduan (call center) berupa SMS (short message service/layanan pesan singkat) ke nomor 3148 bagi masyarakat. (la djuni/humasprov kaltim).

Perkantoran dan Perbelanjaan Didorong Sediakan Pojok ASI SAMARINDA – Pemprov Kaltim terus mendorong kabupaten/kota dan swasta untuk membangun tempat menyusui anak di perkantoran dan pusat perbelanjaan atau yang dikenal sebagai Pojok ASI, sebagai upaya untuk memberikan hak Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada para balita. Demikian harapan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB),Hj Ardiningsih disela-sela acara Workshop Pelaksanaan Tumbuh Kembang Anak di Kaltim. Ruang Pojok ASi ini, jelasnya bisa dibangun di terminal penumpang, pusat perbelanjaan dan per-

kantoran pemerintah dan swasta. “Sifatnya memang berfungsi sebagai ruang pribadi yang khusus untuk menyusui anak atau ketika seorang ibu ingin menampung air susunya. Ruang ini memang harus memiliki fasilitas tempat tidur, kulkas dan petugas yang berjaga,” jelasnya. Sejauh ini, Pojok ASI telah tersebar di kota-kota di Indonesia. Bahkan di Surakarta, Pojok ASI tersedia di terminal bus antar kota. Demikian juga di pusat-pusat perbelanjaan di beberapa kota telah menyediakannya. Untuk mendirikan Pojok ASI ini pihaknya akan bekerjasama

dengan beberapa instansi terkait seperti Dinas Perhubungan yang memiliki wewenang pada setiap terminal, Dinas Pekerjaan Umum untuk pembangunan gedung dan fasilitas pendukung serta bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk penyediaan tenaga kesehatannya. “Kita akan dorong kantor-kantor pemerintah di seluruh kabupaten/ kota untuk menyediakan Pojok ASI ini. Dengan ruang Pojok ASI ini diharapkan interaksi dan hubungan antara ibu dan anak tidak terganggu. Karena ASI eksklusif ini merupakan hak anak untuk mendapatkannya,” ujarnya.(yul/adv)

Kaltim Pioner Gerakan Jantung Sehat Remaja SAMARINDA – Perkembangan zaman telah mendorong banyak perubahan pola hidup masyarakat. Celakanya, perubahan pola hidup negatif ini justru berimbas pada kehidupan remaja dan generasi muda. “Pergeseran pola hidup yang buruk kini menyerang remaja dan generasi muda. Berbagai perilaku yang tidak sesuai norma telah menjadi trend gaya hidup mereka. Lebih celaka lagi ketika reaksi emosi mereka biasanya justru lebih banyak dituangkan untuk hal-hal negatif,” kata Wakil Ketua II Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, Yuliantoronto pada Pelatihan Pelatih Gerakan Jantung Sehat Remaja di Hotel Atlet Kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda, Selasa (19/7). Kehadiran YJI dengan program gerakan jantung sehat remaja adalah upaya organisasi ini untuk mengarahkan remaja dan generasi muda melakukan kegiatan positif bagi kesehatan mereka. Tidak dipungkiri, saat ini salah satu perilaku negatif yang menjadi kebiasaan buruk remaja adalah kebiasaan merokok. Merokok menurutnya akan sangat berbahaya bagi kesehatan, khususnya kesehatan jantung. Gerakan jantung sehat remaja menjadi program strategis yang saat ini digiatkan YJI Pusat. Kaltim menjadi provinsi pertama yang telah mengembangkan program ini bersama 12 provinsi lainnya di Indonesia. “Kaltim menjadi pelopor

Wakil Ketua YJI Cabang Utama Kaltim H Muhransyah didampingi Wakil Ketua II Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, Yuliantoronto menyalami peserta Pelatihan Pelatih Gerakan Jantung Sehat Remaja di Hotel Atlet Kompleks Stadion Madya Sempaja. (samsul/humasprov kaltim). Gerakan Jantung Sehat Remaja di Pulau Kalimantan. Kami memberi apresiasi yang sangat baik karena Kaltim selalu berada di posisi terdepan untuk kampanye ini,” tambah Yuliantoronto. Dari pelatihan ini diharapkan muncul remaja-remaja pelopor untuk mengembangkan gerakan jantung sehat remaja hingga seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Selain itu juga diharapkan agar lebih banyak terbentuk Klub Jantung Remaja (KJR). Manfaaat lain gerakan jantung sehat remaja ini adalah untuk menciptakan kerukunan diantarara para pemuda. Yuliantoronto menyebut beberapa daerah yang sukses

mendamaikan generasi muda yang sebelumnya terlibat tawuran dengan gerakan jantung sehat remaja ini. Sementara itu, Wakil Ketua YJI Cabang Utama Kaltim, H Muhransyah mengatakan kegiatan kali ini diikuti 63 peserta yang berasal dari Berau, Malinau, Bontang, Samarinda, Tarakan, Kutai Barat, Paser, Kutai Kartanegara dan Balikpapan. “Kami akan membantu pemerintah untuk membangun generasi Kaltim yang sehat, cerdas dan berakhlak. Salah satunya dengan mendorong mereka untuk terlibat dalam Gerakan Jantung Sehat Remaja ini,” kata Muhransyah. (sul/adv)

GUBERNUR Awang Faroek Ishak boleh punya obsesi besar mewujudkan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan. Atau, boleh juga mengejar mimpi untuk mengunjungi daerah-daerah pedalaman dan perbatasan menggunakan jasa penerbangan Kaltim Airlines . Tapi jangan salah, ada program pro rakyat lainnya yang saat ini tengah disiapkan Gubernur Awang Faroek, yakni Gerakan Menanam Kedelai di Kaltim. Mimpi besarnya, Kaltim bakal menjadi eksportir kedelai terbesar di Indonesia. Mimpi besar itu saat ini sedang dalam proses pengkajian di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim. Terakhir, potensi pengembangan kedelai tersebut sudah diujicoba saat digelarnya ajang Penas Petani Nelayan XIII di Tenggarong, pertengahan Juni lalu. “Secara tehnis, pengembangan kedelai tidaklah sulit. Hebatnya lagi, setelah melalui proses penelitian dan pengkajian, Kaltim ternyata sangat cocok untuk pengembangan kedelai ini,” kata Kepala Balitbangda Kaltim, Dr H Syachrumsyah Asri. Pengembangan pertanian kedelai tidak akan menganggu program pertanian sebelumnya, seperti sawit, karet atau kakao. Sebab integrasi justru sangat mungkin dilakukan, misal antara sawit yang berusia kurang dari 3 tahun dengan kedelai. Melihat potensi yang tersedia, Kaltim setidaknya bisa mengembangkan lahan pertanian kedelai di Berau, Bulungan, Kutai Kartanegara, Paser, Panajam Paser Utara dan Kutai Timur dengan total luas 250.000 hektar. Memaksimalkan benih kedelai jenis Grobogan yang cocok untuk kesuburan tanah Kaltim maka jumlah panen yang dihasilkan dijamin akan lebih baik. Dari ujicoba yang telah dilakukan jenis ini bahkan mampu menghasilkan panen hingga 3,2 ton setiap hektarnya. Kelebihan lainnya, jenis ini bisa ditanam 2 kali dalam setahun. Jika 250.000 hektar lahan mampu dikelola untuk pengembangan pertanian kedelai, dengan asumsi terendah hasil panen sekitar 1,5 ton setiap hektar, maka dalam setahun (1,5 ton x 2 masa panen x 250.000 hektar) Kaltim akan mampu memproduksi 750.000 ton kedelai. “Jika ini bisa diwujudkan, maka Kaltim akan benar-benar menjadi eksportir kedelai terbesar di Indonesia,” tegas Syachrumsyah. Pertanyaannya, dari mana mimpi besar ini akan dimulai? Starting point atau benchmark rencana ini berdasarkan need assessment (analisa kebutuhan)

Balitbangda dan BPTP, ternyata harus dilakukan dengan membuka median dalam bentuk temu agribisnis, dimana kewenangan itu akan menjadi milik Dinas Pertanian Kaltim atau Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP). Temu agribisnis ini harus melibatkan Disperindagkop dan UKM, Perbankan, Perusda Pertanian, Bulog, perusahaan produsen pupuk, penyalur kedelai hingga Balai Riset dan Standarisasi Industri. Dari sini akan ditentukan road map rencana pengembangan pertanian kedelai di Kaltim tentang dimana prioritas awal pengembangannya dan siapa akan melakukan apa. Sentra produksi dan daerah percontohan untuk tahap awal ini juga akan sangat ditentukan dalam temu agribisnis ini. Garis besar yang bisa diwacanakan, pada tahap awal pengembangan kedelai bisa dilakukan dengan luasan 10.000 hektar pada 2012. Untuk diketahui, luas lahan existing pertanian kedelai di Kaltim saat ini adalah 2.200 hektar. Artinya, untuk tahap awal Kaltim cukup menambahnya dengan luasan sekitar 7,8 hektar saja. Tahun selanjutnya pengembangan kedelai bisa dilakukan dengan peningkatan luasan hingga lima kali lebih luas. Dan pada 2014, setidaknya Kaltim sudah menanam kedelai hingga 250.000 hektar. “Bila kita mampu mencapai 250.000 hektar kali 1,5 ton x 2 masa panen, maka 2014 Kaltim akan menghasilkan sekitar 750.000 ton kedelai. Jika itu bisa diwujudkan, maka Kaltim akan menjadi eksportir kedelai terbesar di Indonesia,” tegas Syachrumsyah. Angka produksi Kaltim tersebut akan berada di atas total produksi kedelai di pulau Jawa dan Sumatera yang hanya sekitar 600.000 ton setiap tahunnya. Kebutuhan kedelai Kaltim saat ini hanya terpenuhi sekitar 18 persen dari total luasan 2.200 hektar dengan total produksi ratarata 1,2 ton pertahun. Pengembangan kedelai ini setidaknya akan segera mewujudkan swasembada kedelai di Kaltim pada 2012. Tiga daerah awal yang potensial menjadi sentra atau percontohan pengembangan kedelai ini adalah Berau, Bulungan dan Kutai Kartanegara. Lantas bagaimana pemasaran kedelai itu nantinya? Syachrumsyah Asri menjelaskan bahwa tumbuhnya sentra pertanian kedelai secara otomatis akan meningkatkan industri rumahan dan pengembangan industri lain dari hasil kedelai ini, seperti produk tahu, tempe atau susu kedelai. Pengelolaannya bisa dilakukan

KAMIS, 20 JULI 2011 06.30, Kunker Gubernur di Samarinda 08.00, Seminar the 2nd Borneo Investment Forum & Expo 2011 di Palangkaraya. 09.00, Raker Inkindo, Hotel Mesra International Samarinda. 13.30, Pentas Seni “Bangkit untuk Berkarya & Berprestasi”, Hotel Mega Mustika Balikpapan.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Bupati Kukar Rita Widyasari panen kedelai di emplot Penas. (samsul/humasprov kaltim). dengan kerjasama koperasi maupun korp wanita tani dan lainnya. “Produk kedelai akan selalu ditangkap pasar. Industri pakan ternak dan susu masih sangat memerlukan kedelai. Apalagi kebutuhan kedelai Indonesia saat ini masih juga bergantung dari impor. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik,” bebernya. Kebutuhan kedelai nasional saat ini diperkirakan sekitar 2 juta ton pertahun. Bila kelak bisa diwujudkan, jenis kedelai Grobogan sangat cocok ditanam di Kaltim. Rendemen kedelai ini sekitar 400 persen untuk produk tahu dan 200 persen untuk tempe. Maka pengembangannya, pasti akan sangat menguntungkan masyarakat. Kawasan potensial pengembangan kedelai ini berada di 6 kabupaten, yakni Bulungan, Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Panajam Paser Utara (PPU) dan Paser. Hal lain yang bisa dijelaskan tentang luasan 250.000 hektar yang potensial dikelola hingga 2014, diantaranya dari integrasi dengan pengembangan satu juta hektar sawit di Kaltim. 150.000 lahan sawit yang baru dikerjakan dalam usia dibawah 3 tahun potensial untuk diintegrasikan dengan kedelai. Lahan lain yang dimungkinkan berada Kutai Kartanegara dan Panajam Paser Utara. Di kawasan ini terdapat sekitar 50.000 hektar

lahan sawah yang hanya ber-IP (indeks pertanaman) 100 atau hanya panen sekali dalam setahun. Jeda waktu panen tersebut, potensial untuk diselingi dengan penanaman kedelai yang harga pasar di tingkat petani sekarang ini telah mencapai Rp6.000 perkilogram. Selain itu, Kaltim masih memiliki 2,2 juta lahan bukan sawah atau lahan kering yang juga potensial dimanfaatkan untuk mendukung program ini. Sukses program ini pastinya akan sangat berharap pada dukungan pemerintah, khususnya dalam hal pemberian fasilitas penunjang terkait pengembangan kedelai dan insentif bagi para penyuluh dan pendamping. Semoga saja, Kaltim yang akan menjadi eksportir kedelai terbesar di Indonesia benar-benar akan terwujud. Dampak ekonomi bagi kesejahteraan petani pasti sangat jelas. Begitu pula kesempatan kerja yang akan terbuka dari pengembangan 250.000 hektar kedelai ini pastinya akan menyerap tenaga kerja yang sangat besar. Tetapi lagi-lagi kembali kepada para pembantu Gubernur di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang secara langsung bersinggungan untuk mendukung program ini. Bila mereka tak segera mengambil inisiatif itu, maka jangan pernah berharap. Mimpi itu hanya akan jadi sekadar mimpi yang tidak akan pernah terwujud. (samsul arifin/adv)


Berlangganan Hub: KAMIS 21 JULI 2011 Halaman 13

Telepon: 0541-202416, 202417 SMS: 0541-7080008 Fax Iklan: 0541-769855

Sekecil Apapun Tetap Korupsi ■ Penasehat KPK Tanggapi Pernyataan Kajati ■ Kontraproduktif dengan Pencegahan Korupsi ”Mestinya tidak diungkap, terlebih di depan para pejabat, meski hanya sebagai guyonan” Prof Dr Agus Santoso Guru Besar UWGM

SAMARINDA, TRIBUN Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mengatakan, tak ada batasan terkait nilai dari korupsi. Selama itu terbukti secara nyata dan sah melakukan praktek korupsi, maka aparat hukum harus mengusutnya. “Korupsi sekecil apapun tetap harus diusut, tidak ada dalam aturannya yang mengatur nominalnya kecil atau besar. Dalam pengusutannya saja yang

TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HP

KESEHATAN TRANSMIGRAN - Petugas medis Puskesmas Temindung memeriksa kesehatan transmigran yang menginap di Kantor Disnakertrans Kaltim, Rabu (20/7). Mereka menginap di sana setelah terpaksa meninggalkan lokasi penempatan mereka di Desa Kaliorang, Kabupaten Kutim. Beruntung PT Rajawali Plantation bersedia mempekerjakan mereka di perkebunan kelapa sawit di Muara Muntai, Kukar. Berita terkait di halaman 15.

● Terjadi di Lima Instansi Layanan Publik Samarinda ● Gubernur-Walikota-SKPD Kaget temuan itu saat menjadi pembicara dalam sebuah seminar pemberantasan korupsi di Samarinda. Dalam kesempatan itu ia juga memutar lima video rekaman atas praktek penyuapan tersebut. Video tersebut sebelumnya ditaruh

● Bersambung hal 21

INDIKASI PRAKTEK SUAP 1. Disperindagkop Samarinda 2. Polresta Samarinda 3. BPN Samarinda 4. Samsat Samarinda Jl M Yamin 5. Kantor Imigrasi Samarinda Sumber: Paparan KPK

SAMARINDA, TRIBUN Direktur Pokja 30 Samarinda Carolus Tuah menilai, dengan pernyataannya itu, Farid sama saja telah merendahkan institusi kejaksaan dan korpsnya sendiri. “Entah apa yang ada di benak si Kajati (Faried Harianto). Itu kan lelucon yang tidak cerdas,” cetus Tuah di Samarinda, Rabu (20/7). Kajati dinilainya telah melukai hati semua pihak yang pro terhadap pemberantasan korupsi. “Mungkin Kajati kita ini lupa,

Usut Penyimpangan Distribusi BBM SAMARINDA, TRIBUN - Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Syaparudin, meminta aparat kepolisian dan instansi terkait mengusut tuntas dugaan penyimpangan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar, yang menyebabkan masyarakat di Kota Samarinda dan sekitarnya kesulitan mendapatkan kedua jenis bahan bakar tersebut. “Usut dan adili mereka yang melakukan pelanggaran, tak peduli perusahaanperusahaan besar perkebunan dan pertambangan batubara sekalipun. Jangan malah pengecer yang mencari untung Rp500 – Rp1.000 per liter yang dikejar-kejar seperti maling. Kasihkan rakyat kecil ini. Mereka berusaha secara halal, biar saja. Kejarlah yang

Syaparudin

kakap, jangan yang teri,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, Rabu (20/7) kemarin. Sekretaris Fraksi PPP yang berasal dari Dapil Kukar-Kubar ini mengaku prihatin karena menjelang Bulan Suci Ramadhan masyarakat di Samarinda dan kabupaten/kota lain di Kaltim kembali kesulitan mendapatkan premium dan solar. Antrean panjang masyarakat yang ingin membeli premium dan solar di SPBU-SPBU menjadi pemandangan yang memiriskan hati, mengingat di Balikpapan ada unit pengolahan Pertamina. “Saya menduga penyimpangan distribusi itu benar adanya, sebab tak masuk akal kuota ditambah berapa pun tetap tak cukup. Jadi aparat penegak hukum harus bersikap tegas. Ketika diajukan ke pengadilan juga tolong dikenai sanksi maksimal untuk memberi efek jera. Kalau tidak ya bakal terus diulang penyimpangan oleh para mafia BBM ini,” kata politisi yang juga menjabat salah seorang Ketua DPP GP Anshor ini. Merujuk ke data Pertamina UPMS VI, menurut Syaparudin, tahun ini jatah premium bersubsidi untuk Kaltim adalah 521.832 Kiloliter. Sampai bulan Mei 2011 sudah terpakai 42,7 persen atau 222.867 Kiloliter, sisanya tinggal

● Bersambung hal 21

TRIBUN KALTIM/KHAIDIR

Gubernur Awang Faroek bersama pembicara seminar KPK, Rabu.

Hanya Gurauan KAJATI Kaltim Faried Harianto yang dikonfirmasi soal pernyataannya yang kontroversial, menyatakan isi pemberitaan di Tribun terkesan tidak utuh. Pasalnya, ia keluarkan pernyataan itu dengan maksud untuk

bercanda. “Sebenarnya itu gurauan saya waktu memberikan materi. Supaya pesertanya tidak ngantuk. Tapi diakhir gurauan itu, saya katakan kecil

● Bersambung hal 21

Lelucon yang Tidak Cerdas

KPK Rekam Praktik Suap

SAMARINDA, TRIBUN Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua di Samarinda, Rabu (20/7) mengungkap hasil investigasnya berupa praktek penyuapan yang masih terjadi di sejumlah unit layanan publik di Samarinda. Ia mengungkapkan

dibedakan. Kalau kami KPK kan sudah jelas di atas Rp 1 miliar, di bawahnya seberapa rupiah pun itu adalah kewenangannya aparat Kepolisian dan Kejaksaan untuk melakukan pengusutannya,” kata Abdullah, Rabu (20/7) ketika ditemui usai menjadi nara sumber di acara Seminar Pemberantasan Korupsi di Lamin Etam Samarinda. Hal itu dikemukakan Abdullah menanggapi pernyataan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim Faried Harianto di depan para pejabat di Berau, saat sosialisasi pencegahan korupsi bahwa jika korupsi sedikit tidak masalah. Karenanya Faried imbau kepada para pejabat untuk pintar-pintar bermain, jangan sampai ketahuan.

sekitar 219.169 Kiloliter, kalau tidak dilakukan penambahan kuota diyakini memicu kelangkaan yang semakin parah. Apalagi rata-rata keperluan premium di Kaltim setiap bulan adalah kurang lebih 46.803 Kiloliter. Sedangkan jatah solar bersubsidi untuk Kaltim adalah 217.786 Kiloliter. Sampai bulan Mei 2011, sudah terpakai 44,8 persen atau 97.480 Kiloliter, sisanya 120.306 Kiloliter, kalau tidak dilakukan penambahan kuota juga diyakini memicu kelangkaan yang semakin parah. Ratarata kebutuhan solar di Kaltim setiap bulan adalah kurang lebih 19.968 Kiloliter. Dengan adanya rencana penambahan kuota BBM bersubsidi oleh pemerintah pusat pada perubahan APBN 2011 dari 38,59 juta kiloliter menjadi 40,49 juta Kiloliter, yakni premium bersubsidi ditambah 1,35 juta Kiloliter menjadi 24,54 juta Kiloliter dan solar ditambah 1,07 juta Kiloliter menjadi 14,15 juta Kiloliter, Syaparudin meminta Pemprov Kaltim, khususnya Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi agar dapat memperjuangkan alokasi tambahan kuota bagi Kalimantan Timur. “Pengusutan penyimpangan distribusi dan penambahan kuota ini harus seiring sejalan,” kata politisi kelahiran Long Iram, Kubar ini. (adv/ mir)

dan ini menjadi bukti bahwa institusi kejaksaan tidak kebal virus korupsi. Kaltim tidak butuh jaksa semacam itu. Harusnya dia mundur akibat kekonyolannya itu dan kami menyarankan agar si Kajati tes kesehatan dulu untuk memastikan waras atau tidak,” saran Tuah. Hal senada dikatakan Ketua Kampper (Kesatuan Peduli Pemerintahan Bersih) Kaltim, Rachmadi A Rachim. Menurutnya, sebagai seorang

pemimpin Kejati, harusnya tidak sembarangan mengeluarkan pernyataan yang membingungkan masyarakat. “Pernyataan seperti itu tidak pantas diucapkan oleh seorang pemimpin Kejati Kaltim dihadapan pejabat pemerintah. Karena pernyataan tersebut seolaholah menggambarkan bahwa pihak kejaksaan tidak melarang masyarakat untuk berbuat korupsi,” kata

Rachmadi “Karena itu kami minta Kajati agar segera menarik kembali pernyatan itu dan mengundurkan diri saja dari Kajati KAltim. Apalagi selama ini Faried tidak memiliki prestasi apa-apa selama menjadi Kajati Kaltim,” sindir dia. Jika Kajati tidak segera menarik kembali pernyataan itu, maka itu akan menjadi preseden buruk bagi insitusi Kejati Kaltim. (m28/aid/bud)

22 PKP2B Kaltim Harus Sisihkan untuk Kebutuhan Lokal SAMARINDA, TRIBUN Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Saifuddin DJ mengatakan, sebanyak 22 perusahaan pemegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) di Kaltim harus berkomitmen menyisihkan hasil produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan lokal provinsi ini. “Jangan seperti sekarang, hampir semua produksi batubara Kaltim dijual ke luar negeri atau ke Pulau Jawa, sementara giliran perusda kelistrikan kita perlu batubara setengah mati mencari. Hal ini tak akan terjadi kalau ada komitmen untuk memenuhi kebutuhan lokal,” kata Saifuddin DJ, Rabu (20/7) kemarin. Menurut politisi Partai Gerindra ini, pemenuhan kebutuhan lokal adalah demi kesejahteraan rakyat Kaltim. Apabila industri dan juga pembangkit listrik di

Saifudin DJ

Kaltim terpenuhi kebutuhan batubara mereka, secara otomatis produksi mereka juga berjalan bagus. Kalau produksi mereka bagus, tentunya keperluan masyarakat dan industri terhadap listrik juga bisa dijamin. Ketersediaan listrik yang cukup dan roda industri yang berjalan bagus, pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kalau ekonomi bagus, rakyat Kaltim pasti sejahtera. Makanya saya minta ada komitmen 22 PKP2B yang ada di Kaltim untuk juga memenuhi kebutuhan lokal batubara di provinsi ini, jangan semua dijual ke luar negeri dan ke Pulau Jawa,” kata anggota Fraksi Golkar ini yang berasal dari Dapil IV, Bontang, Kutim dan Berau ini. Dia mengharapkan pemenuhan kebutuhan lokal ini bisa dikomunikasikan dengan baik di antara sesama perusahaan pemegang izin PKP2B melalui asosiasi perusahaan tambang yang menaungi mereka, termasuk soal kontribusi berdasarkan luasan konsesi yang mereka miliki. Dia menegaskan, Kaltim sebagai penghasil batu bara justru kebingungan karena kekurangan energi akibat suplai batu bara yang tak pasti. “Selama ini tidak ada kepastian mengenai suplai batu bara bagi Kaltim, ke depan perlu ada perhatian lebih lanjut terhadap suplai energi batu bara bagi daerah ini ,” kata Saifuddin. (adv/lia/mir)

Komisi IV Harapkan FSP KAHUTINDO Perjuangkan Hak Buruh SAMARINDA, TRIBUN - Komisi IV DPRD Kaltim mengharapkan Federasi Serikat Pekerja (FSP) Perkayuan Perhutanan dan Umum Seluruh Indonesia (KAHUTINDO) Kalimantan Timur sebagai organisasi ketenagakerjaan bisa memperjuangkan aspirasi dan hakhak buruh yang mereka wakili. “Perjuangkan aspirasi dan hakhak buruh secara maksimal, sehingga kesejahteraan buruh bisa meningkat,” kata Ali Hamdi, Rabu (20/7) kemarin, menjelaskan hasil pertemuan Komisi IV dengan pengurus FSP KAHUTINDO Kaltim, belum lama ini. Kehadiran pengurus FSP KAHUTINDO ke gedung wakil rakyat untuk menyampaikan dan meyerahkan salinan kepengurusan baru FSP KAHUTINDO Kaltim kepada Komisi IV. Ali Hamdi yang didampingi Wakil Ketua Komisi IV, Andarias P Sirenden serta anggota Komisi IV, Zain Taufik Nurrohman dan

Masitah mengatakan, pada prinsipnya Komisi IV memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan para buruh yang tergabung dalam FSP KAHUTINDO. Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kaltim ini juga memuji pengurus FSP KAHUTINDO yang bersilaturahmi, sambil menyerahkan SK kepengurusan yang baru. Jalinan komunikasi dan kerjasama semacam itu diharapkan terus dibina, sehingga Komisi IV yang membidangi urusan ketenagakerjaan dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara maksimal untuk membantu para buruh. “Apalabila para buruh yang tergabung dalam FSP KAHUTINDO menghadapi sejumlah persoalan, kami siap membantu melalui mekanisme rapat dengar pendapat. Silahkan sampai surat, kami akan langsung jadwalkan

agar persoalan yang dihadapi itu bisa segera dicarikan jalan ke luar,” kata anggota DPRD Kaltim asal Dapil Kukar – Kubar ini. Ketua FSP KAHUTINDO, Arbi S Tadalenda, sebagai pimpinan rombongan mengatakan, salinan pengesahan berkas berisi nama kepengurusan baru serta pemberitahuan hal lain terkait organisasinya kepada Komisi IV merupakan upaya agar perjuangan mereka ke depan berjalan lancar, karena Dewan dan pengurus FSP KAHUTINDO sudah saling mengenal. “Kami berharap Komisi IV bisa membantu kami memperjuangkan hak-hak buruh,” kata Arbi. Sedangkan Wakil Ketua Komisi IV, Andarias P Sirenden berpendapat, FSP KAHUTINDO datang pada saat yang tepat. Pengurus baru diharapkan dapat lebih memperjuangkan tujuan organisasi, sehingga manfaat dan keberadaannya benar-benar

FOTO-FOTO DPRD KALTIM/ LIA SANYOTO/ M IMRON ROSYADI

Komisi IV DPRD Kaltim menerima kunjungan pengurus FSP KAHUTINDO. Mereka menyampaikan SK kepengurusan yang baru. Komisi IV mengharapkan organisasi buruh ini mampu memperjuangkan hak-hak buruh yang mereka wakili, termasuk bersinergi dengan Komisi IV yang membidangi urusan ketenagakerjaan. dirasakan anggota. “Komisi IV siap membantu. Mari kita bersinergi untuk membantu memperjuangkan hak-hak buruh agar mereka lebih makmur,” kata Andarias.

Fatmi dari FSP KAHUTINDO menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib buruh yang berstatus outsourching, karena seringkali menjadi korban para oknum pengusaha nakal, yang

memanfaatkan tenaga mereka, namun hak-hak mereka tidak diberikan secara wajar. “Sebanyak 70 persen tenaga kerja adalah buruh outsourching yang berkontribusi terhadap

perusahaan. Namun hak-hak mereka, baik berupa upah, fasilitas dan jaminan sosial mereka tidak dipenuhi dengan baik. Ini yang akan kami perjuangkan,” ujar Patmi (adv/lia/mir)


14

tribun samarinda

KAMIS 21 JULI 2011

Kukar Hamburkan Honor Rp 8,7 M ■ Untuk PNS di Setkab dan Dispenda ■ BPK Nilai Salahi Permendagri dan SK Bupati SAMARINDA, TRIBUN Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim seperti tidak pernah berhenti menemukan kasus dugaan pelanggaran atas penggunaan uang negara/daerah di Kabupaten Kukar. Temuan demi temuan mewarnai laporan hasil pemeriksaan BPK atas APBD Kukar 2009. Kali ini Kukar dinilai menghamburkan uang untuk honorarium pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Dispenda dan Setkab sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 8,7 miliar. BPK menemukan, honor sebesar itu dikeluarkan tanpa mengacu pada Keputusan Bupati atau keputusan Penggunaan Anggaran (PA). Ini paparkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan (LHP) BPK Nomor : 38.C/ LHP/XIX.SMD/VIII/2010 tanggal 10 Agustus 2010. Berdasarkan hasil audit

BPK menyebutkan, terdapat 34 kegiatan di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah dengan realisasi pembayaran honorarium sebesar Rp 11,159 miliar yang seharusnya dibayarkan sesuai keputusan Bupati atau PA hanya Rp 1,923 miliar. Sehingga terdapat kelebihan pembayaran hingga Rp 9,235 miliar. Kelebihan pembayaran tersebut terdiri pembayaran pajak penghasilan honorarium Rp 638 juta dan honorarium yang diterima panitia pelaksana kegiatan Rp 8,597 miliar. Sedangkan di Dispenda ditemukan adanya pemberian honorarium sebesar Rp 108 juta. Pembayaran itu untuk Tim Verifikasi SPJ PPTK TA 2009, Tim Pengarahan PPTK, dan Tim Pengawasan SPJ 6 UPT Cabang Dispenda. Pembayaran honorarium di Sekretariat Daerah dan di Dispenda dianggap tidak sesuai dengan Permendagri No 32 Tahun 2008 tentang

pedoman APBD TA 2009 dan Keputusan Bupati No 180.188/ HK-748/2008 tentang standar biaya dan standar satuan harga barang/jasa tahun 2009. Dengan ketidaksesuaian pembayaran honorarium di Sekretariat Daerah dan Dispenda Kukar, BPK menyatakan mengakibatkan indikasi kerugian keuangan daerah atas kelebihan pembayaran honorarium kepada panitia pelaksana kegiatan Rp 8,706 miliar. Majelis TP/TGR (TPKN)

TEMUAN HONORARIUM DI KUKAR ● Pembayaran honorarium sebesar Rp 11.159.055.055,00 - Untuk 34 Kegiatan di Sekretariat Daerah ● Seharusnya dibayarkan sesuai Keputusan Bupati atau PA hanya Rp 1.923.875.000,00 - Terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp 9.235.875.000,00. ● Kelebihan pembayaran terdiri dari - Pembayaran pajak penghasilan honorarium sebesar Rp 638.479.500,00 - Honorarium panitia pelaksana kegiatan sebesar Rp 8.597.395.500,00. ● Penberian honorarium di Dispenda Kukar sebesar Rp 108.675.000,00 - BPK sebut tidak sesuai Keputusan Bupati - Pembayaran honor untuk Tim Verifikasi SPJ PPTK TA 2009, Tim Pengarahan PPTK dan Tim Pengawasan SPJ 6 UPT Cabang Dispenda.

Sumber : LHP BPK Nomor : 38.C/LHP/XIX.SMD/VIII/2010 tanggal 10 Agustus 2010.(bud)

Reformasi Birokrasi Gagal TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HP

BANJIR LAGI - Seorang pengendara motor melintasi Jl AW Syahranie Samarinda, Rabu (20/7) petang. Banjir terjadi akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut sekitar 30 menit.

THM Tutup Sementara Mulai 28 Juli

● Warnet Tidak Boleh Buka Malam Hari SAMARINDA, TRIBUN Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, Pemkot Samarinda mengeluarkan surat edaran untuk penutupan sementara dan pengaturan kegiatan operasional tempat hiburan malam (THM) dan sejenisnya menjelang, sedang dan setelah bulan ramadan. Dalam surat edaran No 503/309/BPPTSP/VII/2011 yang ditandatangani Wawali Nusyirwan Ismail disebutkan penutupan sementara mulai 28 Juli sampai 4 September untuk lokalisasi WTS, pub, bar, diskotik, karaoke dewasa, karaoke keluarga, panti pijat, spa, mandi uap, cafe atau warung tenda sepanjang tepian Mahakam (tidak termasuk warung nasi goreng, sari laut dan sejenisnya), permainan ketangkasan mesin/game online dan biliard. Sedangkan jenis usaha yang diatur waktu operasionalnya yakni bioskop tidak beroperasi pada pukul 18.00 hingga 22.00 wita dan tidak boleh memutar film

vulgar. Sedangkan untuk arena bermain ketangkasan mesin untuk anak-anak yang berada di pusat perbelanjaan tidak boleh beroperasi di malam hari. Jam operasional siang hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 wita. Khusus warnet beroperasi mulai 08.00 hingga 17.00 wita dan tidak dibenarkan beroperasi pada malam hari. Pengaturan waktu operasional terhitung sejak 28 Juli dan dapat beroperasi kembali 4 September. Dalam surat edaran tersebut juga diimbau agar pemilik rumah makan atau restauran tidak secara transparan membuka tempat usahanya. Erham Yusuf, Plt Kabag Humas dan Protokol Pemkot Samarinda menuturkan, pihak terkait terutama dari pemilik dan pengelola usaha diharapkan mengindahkan isi surat edaran tersebut dan mengikutinya sesuai dengan aturan yang ditetapkan. “Kami juga akan memantau secara intensif. Kalaupun ada yang melanggar

maka akan kami evaluasi dan bisa saja berujung pada pencabutan izin usaha,” kata Erham, Rabu (20/7). Khusus untuk warnet, selama ini Satpol PP di lingkup Pemkot rutin menggelar razia dan selanjutnya di bulan ramadan akan tetap dilaksanakan, sebagai bagian dari kelanjutan kegiatan selama ini. Terpisah, Ketua MUI Samarinda Zaini Naim mengungkapkan, upaya Pemkot tidak hanya berupa surat edaran atau warning saja, tetapi ditindaklanjuti dengan pengawasan sehingga instruksi walikota ini bisa dilaksanakan dengan baik. “Kalau ada pelanggaran maka ditindak tegas, dan diharapkan dari Satpol PP dan saya melihat saat ini Kepala Satpol PP sudah lebih baik lagi dan MUI menaruh harapan besar kepada Pak Ruskan (Kepala Satpol PP) dan siapapun yang melanggar ditindak dan kalau perlu sampai penutupan,” paparnya. (may)

DIREKTUR Kelompok Kerja (Pokja) 30 Carolus Tuah menilai temuan audit BPK terhadap pengelolaan keuangan APBD Kukar sudah menjadi hal yang biasa. Pasalnya, hampir setiap LHP BPK, pemeriksa menemukan adanya indikasi kerugian keuangan daerah. “Kalau dalam konteks Kukar, temuan semacam itu adalah pemandangan biasa.

Hanya menunggu giliran saja (diusut aparat hukum),” kata Tuah, Rabu (20/7) yang baru tiba mengikuti pertemuan antarnegara membahas kebijakan publik di Azarbaizan. Temuan-temuan berdasarkan LHP BPK itu, lanjut Tuah, menandakan agenda reformasi birokrasi gagal. Sebaliknya, Tuah menduga, persoalan-

diminta menindaklanjuti indikasi kerugian keuangan daerah itu melalui mekanisme TGR. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Baharuddin Demmu pernah mengatakan, agar Pemkab Kukar segera membentuk tim untuk menindaklanjuti temuan BPK. “Itukan harus ditindaklanjuti. Dewan belum tahu, sampai mana proses tindaklanjut dari temuan itu,” kata Baharuddin, beberapa waktu lalu.(bud)

persoalan birokrasi yang menjadi temuan dianggap bisa diselesaikan secara mudah. “Itu menunjukkan agenda reformasi birokrasi di Kukar jalan ditempat dan gagal. Bisa jadi apartur birokrasi menganggap remeh temuan BPK, karena menganggap semua persoalan bisa diselesaikan dengan mudah. Jadi tidak ada efek jera sama sekali,” kritik Tuah.

Tuah menyarankan, semestinya dengan era kepemimpinan kepala daerah yang baru, Kabupaten Kukar harus bisa menunjukkan predikat kabupaten yang bebas korupsi. “Minimal bisa berkurang dan tidak ada penyimpangan administrasi atau indikasi korupsi. Jadi jangan cuma slogan saja, Kukar bebas korupsi, faktanya hasil LHP BPK ada temuan indikasi kerugian keuangan daerah,” papar Tuah.(bud)

Saksi Lihat Suhardi Tendang Korban

● Manajer PT OTP Jadi Saksi Penganiayaan Sugiarno SAMARINDA,TRIBUN Manajer perusahaan plywood PT Oceanias Timber Products (OTP), Kesuma Wijaya dan Kepala Bagian Produksi Vivia alias Taci bersaksi di hadapan majelis hakim dalam sidang perkara dugaan penganiayaan terhadap Sugiarno (mantan buruh PT OTP) di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Rabu (20/7). Kedua petinggi perusahaan tersebut dimintai keterangannya terkait insiden penganiayaan yang diduga dilakukan terdakwa Suhardi terhadap Sugiarno (korban), saat aksi demontrasi pada 31 Januari 2011 lalu. Selain mendengarkan keterangan dari Kesuma Wijaya dan Vivia, majelis hakim yang diketuai Hartomo

CMYK

itu juga mendengarkan keterangan dari terdakwa Suhardi dan juga keterangan korban Sugiarno tentang perihal insiden tersebut. Di hadapan majelis hakim, Manajer PT OTP Kesuma Wijaya mengaku melihat korban (Sugiarno) ditendang oleh Suhardi sat aksi unjukrasa itu. Keterangan serupa disampaikan Vivia, Kepala Bagian Produksi PT OTP. Vivia mengatakan, terdakwa Suhardi saat itu terlihat jelas dan nyata menendang Sugiarno (korban). “Saya lihat dengan nyatanyata saudara Suhardi dengan sengaja menendang korban,” ucap Vivia. Saat anda melihat korban ditendang oleh terdakwa. Apakah disekitar itu ada polisi.

“Nah kalau itu saya tidak tau. Saya cuma lihat bahwa Sugiarno ditendang oleh terdakwa, dan saya kenal muka terdakwa,” jelas Vivia. Sementara itu terdakwa Suhardi membantah dengan keras bahwa dirinya melakukan penganiayaan terhadap korban, dengan cara menendangnya. “Saya berani sumpah, saya tidak pernah menendang dia (Sugiarno),” ucap Suhardi dihadpan majelis hakim. Sementara Sugiarno korban penganiayaan mengaku, dirinya ditendang oleh seseorang dibagian dada sebelah kiri hingga memar. Pernyataan Sugiarno tersebut diperkuat dengan hasil visum ia di RSU A Wahab Sjahranie waktu itu yang menyebutkan bahwa ia mengalami luka

memar di dada sebelah kiri akibat penganiayaan. Penasehat Hukum terdakwa Minton Situngkir meyakini, bahwa kliennya tidak bersalah dan tidak pernah menganiaya korban sebagaimana yang dikatakan saksi. “Untuk sementara ini kita belum bisa bersikap lebih jauh terkait perkara ini, kita ikuti prosesnya dulu. Tapi yang jelas kita akan mencari kebenaran dalam perkara ini. Apalagi korban membantah keras tudingan itu,” kata Minton. Sekadar diketahui, terdakwa Suhardi didakwa JPU dengan pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman dua tahun. (m28)


tribun samarinda

KAMIS 21 JULI 2011

15

Tetap Ingin Jadi Transmigran ■ Hari Ini 38 KK Transmigran Menuju Lokasi Perusahaan Sawit ”Kami sebenarnya tetap menginginkan sebagai transmigran karena dengan begitu bisa sampai anak cucu dan kami harap pekerjaan ini sementara saja” Sugianto Transmigran TSM

SAMARINDA, TRIBUN Sebanyak 38 kepala keluarga atau 122 jiwa transmigran dari Desa Kaliorang Kutai Timur (Kutim), yang telantar dan menginap di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, akhirnya akan diberangkatkan menuju lokasi perusahaan kelapa sawit PT Rajawali Plantation di Muara Muntai Kukar hari ini, Kamis (21/7). “Kami sebenarnya tetap menginginkan sebagai transmigran karena dengan begitu bisa sampai anak cucu kami dan kami harap pekerjaan ini sementara saja. Tetapi, kami tetap senang karena bisa bekerja. Kalau kondisi seperti ini saja (telantar), maka kami juga terbebani dan tidak sesuai dengan jiwa kami yang ingin bekerja dan menghasilkan sesuatu,” kata Sugianto dan Dardi, dua transmigran saat berbincang dengan Tribun di areal Disnakertrans, kemarin siang. Keduanya mengucapkan syukur atas niat baik pihak

perusahaan dari Pemprov yang mencarikan jalan bagi mereka dan keluarganya sehingga dalam bulan puasa nanti mereka sudah bisa menjalani ibadah puasa sebagaimana biasanya. “Kami bersyukur sekali, paling tidak sudah ada gambaran ke depan bakal bagaimana. Kalau soal pekerjaan nanti, kami pikir tidak jauh berbeda dengan pekerjaan kami sehari-hari sebagai petani,” kata Sugianto. Kesediaan pihak perusahaan untuk menyediakan lokasi penampungan bagi keluarga mereka, dan selanjutnya anakanak mereka sudah bisa kembali bersekolah, juga menjadi pertimbangan sehingga mereka menerima pekerjaan di perusahaan tersebut. “Dua anak saya, sejak masa masuk sekolah ini belum juga bersekolah. Itu juga yang menjadi beban pikiran karena bagaimana sekolah mereka. Tetapi, nanti di sana anak-anak kami sudah bisa sekolah,” kata Sugianto, ayah dua anak yang masih duduk di bangku SD ini. Natar Lumban Gaol, Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Kaltim menuturkan, para transmigran yang ditampung dan dipekerjakan PT Rajawali Plantation akan diberikan upah sebesar Rp 45.500/7 jam dan bila lebih dari jam kerja maka termasuk upah lembur. Upaya ini sementara dilakukan Pemprov sembari mencari solusi terbaik bagi para transmigran.

RDP Urung Digelar RAPAT dengar pendapat yang semestinya digelar kemarin di Kantor Disnakertrans Kaltim urung dilaksanakan. Rapat tidak jadi digelar karena kepala desa, camat dan pihak Pemkab Kutim tidak bisa hadir. Undangan yang mendadak sedangkan daerah yang mesti dicapai yakni desa Kaliorang terhitung cukup jauh, menjadi salah satu sebab sehingga pihak terkait tidak bisa hadir. Bambang Susilo Anggota DPD RI dari Kaltim menuturkan rapat dengar pendapat ini sedianya akan menjadi bahan untuknya menyerap aspirasi sekaligus

bahan RDP di tingkat kementerian. “Saya sudah mengirimkan surat kepada gubernur dan mungkin karena kesibukan lainnya maka tidak bisa hadir dan saya juga tidak mempersoalkan meskipun RDP tidak jadi tetapi saya tetap akan menyerap aspirasi,” kata Bambang. Hanya saja, Bambang tidak mengemukakan kapan rapat dengar pendapat akan kembali digelar. Dalam kesempatan sama, Bambang mengungkapkan, bila memang benar ada provokator yang menyebabkan persoalan

“Selanjutnya, kalau mereka betah bekerja maka tidak ada masalah. Tetapi kami tetap mencari solusi dan kami sedang membicarakannya dengan pemerintah pusat, apakah nanti akan tetap dicarikan lahan pemukiman bagi mereka lagi,” kata Natar. Dalam hal ini, Kepala Disnakertrans Kaltim telah bertolak ke Jakarta guna melaporkan hal ini ke Kemenakertrans. “Ini baru kejadian pertama kali dan kami berharap tidak terulang lagi,” ujarnya. Hanya saja, Natar mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya persoalan ini hingga sebanyak 38 KK transmigran memilih pindah dari lokasi transmigran. “Saya tidak tahu dan sulit untuk mengatakannya tapi ini ada hikmah dan menjadi pembelajaran bagi kami, sehingga akan lebih meneliti lagi dalam membangun pemukiman transmigrasi sekaligus bagaimana membangun kebersamaan di lokasi transmigrasi,” kata Natar. Menurut Natar, total transmigran berjumlah 87 KK dengan 262 jiwa. Sebanyak 15 KK masih bertahan di Kaliorang dan menurutnya saat ini sudah berjalan cukup baik. Sedangkan 38 KK dengan 122 jiwa akan dipekerjakan di PT Rajawali Plantation dan sisanya sebanyak 20 KK telah kembali ke Jawa atas keinginan sendiri. (may) transmigran ini mencuat, maka pihak kepolisian bisa saja bertindak dengan menangkap provokator yang dimaksud. “Jadi jangan sampai puluhan transmigran ini dikorbankan. Ini juga jangan sampai menjadi preseden buruk ke depan, apalagi kami menginginkan agar Kaltim menjadi pilot project program transmigrasi nasional ke depannya,” kata Bambang. Menurutnya, DPD mendukung program transmigrasi di Kaltim dan diharapkan bisa mendukung terlaksananya program pilot project transmigran sehingga Kaltim bisa menjadi basis pertahanan pangan di Indonesia. (may)

Awang Resmikan Asrama Berau

● PT Berau Coal Bantu Furniture Asrama SAMARINDA, TRIBUN Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meresmikan Asrama Pelajar dan Mahasiswa Berau di Jl Rumbia, Rabu (20/7). Asrama dibangun dengan sumber dana APBD Kabupaten Berau sebesar Rp 14 Miliar itu mampu menampung 70 penghuni. Peresmian disaksikan Bupati Berau Makmur dan Wakil Bupati Ahmad Rifai serta para undangan pejabat Pemprov Kaltim, jajaran Berau Coal. Dalam sambutannya, Awang memberi apresiasi yang tinggi terhadap Pemerintah Kabupaten Berau untuk mengadakan asrama bagi sarana pendidikan. “Saya menyambut baik pemerintah Kabupaten Berau pengadaan asrama ini baik itu yang sudah di bangun di Kaltim maupun yang tersebar di pulau Jawa. Ini sangat mendukung pembangunan Kaltim dalam segala bidang,” katanya. Awang dalam

TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP

Acara peresmian Asrama Mahasiswa Berau di Samarinda.

peresmian ini mengusulkan pula Forum Stakeholder Corporate Social Responbility (CSR) di Berau yang akan dipimpin Berau Coal. Forum ini dapat berguna untuk membantu pemerintah dalam menyediakan sarana untuk pemerataan pendidikan di Berau. “Misalkan pemerintah hanya bisa membangun enam kelas lokal dan satu ruang guru di suatu daerah. Maka, untuk sarana

penunjang seperti laboratorium dapat dibantu dari Forum Stakeholder CSR ini,” kata Awang. Awang menceritakan, Kabupaten Berau sejak dulu dikenal melahirkan tokoh masyarakat bagi Kaltim. Banyak tokoh berasal dari Berau menduduki jabatan penting di pemerintah provinsi Kaltim sampai tingkat Kementerian RI. Sementara itu, asrama yang dibangun berlantai dua dilengkapi mushola dan

ruang pertemuan. Untuk isi asrama seperti furniture lemari, kursi dan tempat tidur disumbang dari Berau Coal. Deputi Direktur Berau Coal, I Made Seroja mengatakan sumbangan furniture untuk asrama mahasiswa diharapkan dapat dipelihara sehingga terus bermanfaat besar. “Kami berharap sumbangan furniture ini bermanfaat bagi mahasiswa dan dapat dipelihara,” katanya. (min)

Komisi I Berau Desak Pansus Perusda

● Minta Kasus PT Deasy Timber Segera Dituntaskan SAMARINDA, TRIBUN Komisi I DPRD Berau mendesak Panitia Khusus (Pansus) Evaluasi Kinerja Perusahaan Daerah (Perusda) DPRD Kaltim untuk segera menuntaskan kasus lenyapnya 10 persen saham milik Perusda Kehutanan PT Silva Kaltim Sejahtera, dan berkurangnya 5 persen saham milik Ponpes Al-Banjari Balikpapan dan KUD Mufakat Biduk-biduk di perusahaan kayu PT Deasy Timber Berau. Anggota Komisi I Berau M Hatta mengatakan, harusnya Rabu (20/7) kemarin Komisi I menjadwalkan akan bertemu langsung dengan Pansus Perusda untuk memberikan surat pernyataan Komisi I mendesak penyelesaian kasus itu. Pasalnya, KUD Mufakat Biduk-Biduk sudah beberapa kali datang dan melayangkan

CMYK

surat ke Komisi I agar hal itu segera diselesaikan. “Karena saat ini kasusnya ditangani Pansus Perusda DPRD Kaltim, makanya untuk lebih mudahnya berkoordinasi dalam menyelesaikannya, kami meminta Pansus Perusda segera menyelesaikannya. Kami dari Komisi I Berau siap membantu dan mendukung penyelesaiannya,” kata Hatta yang mengaku bersama beberapa anggota Komisi I Berau sedang berada di Samarinda, sekaligus menghadiri peresmian Asrama Mahasiswa Berau yang baru. Menurutnya, kasus itu sudah berlarut-larut hingga beberapa tahun tanpa penyelesaian, sementara perusahaan kayu PT Deasy Timber itu terus melakukan

produksinya. Tak hanya soal berkurangnya saham untuk Ponpes dan KUD Mufakat, defiden yang harusnya diterima pemegang saham juga tak pernah dibayarkan oleh PT Deasy itu. “Ini kan benar-benar telah mengakali kita. Mereka seenaknya saja mengeruk kekayaan kita sementara masyarakat tak pernah dipedulikannya. Jangankan yang sudah jelas memiliki saham, masyarakat sekitar yang harusnya mendapat kesejahteraan, tak pernah disejahterakan oleh mereka,” ujarnya dengan tegas. Dan lebih parahnya lagi, disebutkannya, Dewan Berau sudah beberapa kali memanggil Direktur Utama PT Deasy itu untuk menjelaskan permasalahnya, namun tak pernah datang. Ini

membuktikan, jika PT Deasy tidak kooperatif terhadap pemerintah. “Itulah, karena saat ini ditangani langsung oleh Pansus Perusda DPRD Kaltim, kami yang sekarang ada di Samarinda sekaligus meminta agar kasus itu segera diselesaikan,” tandasnya. Dikesempatan terpisah Ketua Pansus Perusda Andi Harun mengatakan, pihaknya juga sudah mengundang sebanyak dua kali Direktur Utama PT Deasy itu, namun tak pernah datang. “Kita jadwalkan akan panggil ketiga kalinya pekan depan ini, kita kan punya prosedur sampai tiga kali pemanggilan. Bahwa nanti tidak hadir lagi, ya kita akan bicarakan langkah-langkah selanjutnya seperti apa,” tambah Andi. (aid)


CMYK

16

KAMIS 21 JULI 2011

PLN Pastikan Tidak Padam ● Selama Bulan Ramadhan

TRIBUN KALTIM/ALEX

Wakil Bupati Kubar Didik Effendi menabuh gong sebanyak dua kali menandakan Muscab II Demokrat Kubar dibuka.

2 Putra Besiq Bersaing Jadi Ketua Demokrat SENDAWAR, TRIBUN - Dua putra terbaik asal Kampung Besiq Kecamatan Damai yaitu Iku dan Marthan bersaing dalam bursa pemilihan Ketua DPC Kutai Barat periode 2011 2016 pada kegiatan Musyawarah Cabang II Partai Demokrat Kabupaten Kubar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Tanaa Purai Ngeriman dalam wilayah kompleks pemerintahan Kantor Bupati, Rabu (20/7). Iku sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat Kubar 2006 - 2011 dan anggota DPRD Kubar 2009 - 2014. Sementara Yahya Marthan, mantan Sekda Kubar 2006 2011, mantan Ketua KNPI Kubar dan mantan Ketua Sempekat Tonyooi Benuaq (STB). Hadir dalam Muscab II ini oleh Panji Eka Nurpatria dan Alfresco dari DPP Demokrat, Nikolas Pangeran Sekjen DPD Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim dari Partai Demokrat

Yahya Anja, Ketua Fraksi Demokrat Kaltim Wibowo Handoko, dan Ketua KNPI Kaltim Victor Yuan. Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPD Demokrat Kaltim Nikolas Pangeran menegaskan ada tiga program yang akan dilaksanakan dalam Muscab II Kubar yaitu menyukseskan pemilihan Ketua DPC Demokrat Periode 2011 - 2016, melakukan evaluasi program kerja kepengurusan 2006 - 2011, dan merumuskan program kerja kepengurusan demokrat yang baru 2011 - 2016. Ia menjelaskan, nantinya pengurus yang baru setelah terpilih, harus segera berlari karena ada beberapa agenda yang akan dilaksanakan yaitu pemilihan Gubernur Kaltim tahun 2013 dan Pemilihan Legislatif tahun 2014. “Untuk itu pengurus Demokrat Kubar mempersiapkan kader Demokrat yang mampu

mengayomi konstituen dan masyarakat Kubar,” tegas Nikolas. Ia menegaskan, Demokrat di Kubar memiliki 3 perwakilan di DPRD Kubar. Ia berharap seluruh kader Demokrat dan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya melalui ketiga wakil rakyat ini. Sementara itu disampaikan Ketua DPC Demokrat Kubar Iku kepada seluruh kader Demokrat untuk dapat menjaga suasana dan situasi yang kondusif dan aman tidak perlu melakukan tindakan yang macam-macam. “Karena beberapa hari terakhir ini, saya mendengar kabar yang miring ke kanan maupun ke kiri,” ungkapnya. Selain itu, katanya, saat ini ada tiga kader terbaik Kubar yang duduk di perwakilan DPRD, diharapkan pada Pemilu Legislatif 2014 akan dinaikkan menjadi 5 kursi. (lex)

Vonis Basran dan Boyke Beda Jauh TENGGARONG, TRIBUN Hakim menjatuhkan vonis bersalah kepada 2 orang terdakwa kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Sosial (Bansos) Kukar tahun 2005-2006, Mantan Asisten IV Setkab Kukar, Basran Yunus dan Boyke Andre Noriza dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong, Rabu (20/7) siang kemarin. Tapi, vonis kedua terdakwa ini berbeda jauh. Basran divonis 1 tahun 6 bulan dan Boyke 4 tahun. Bahkan, vonis Basran ini jauh lebih rendah daripada vonis yang pernah dijatuhkan terhadap para koruptor di Kukar selama ini. Perbedaan vonis kedua terdakwa ini membuat heran Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tenggarong, Widi Catur Susilo. Apalagi, vonis tersebut jauh lebih ringan atau di bawah 2/3 tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Ini (vonis) sangat

mengherankan,” ungkap Widi kepada Tribun, Rabu (20/7). Dia mempertanyakan pertimbangan yang melatarbelakangi putusan majelis hakim hingga vonis Basran sangat jauh berbeda dengan Boyke, bahkan para koruptor yang pernah divonis sebelumnya. “Saya heran apa yang jadi pertimbangan majelis hakim sehingga vonis Basran jauh lebih ringan. Tapi, saya akan membaca secara menyeluruh putusan hakim. Saat ini saya belum bisa banyak komentar,” ujarnya. Dalam sidang putusan kemarin, Majelis Hakim yang diketuai Rukman Hadi dengan anggotanya Hasmy dan Teguh Harissa menyatakan kedua terdakwa bersalah dan menjatuhkan vonis 1,6 tahun terhadap Basran dengan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan. Sedangkan Boyke dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta dan harus mengembalikan uang

pengganti sebesar Rp 2 miliar subsider 6 bulan kurungan. Vonis kedua terdakwa ini berada di bawah 2/3 dari tuntutan jaksa. Padahal tuntutan jaksa sebelumnya agar kedua terdakwa dituntut masing-masing 6 tahun penjara. Ditanya apakah jaksa akan melakukan banding, Widi mengaku masih berpikir dulu. “Sesuai protap apabila vonis di bawah 2/3 tuntutan jaksa, maka kami akan melakukan banding. Tapi, saat ini kami masih pikir-pikir dulu. Kami masih memiliki waktu 7 hari untuk mempersiapkan pengajuan banding,” ujar Widi. Sekadar diketahui, Basran Yunus didakwa terlibat kasus dugaan pencairan dana bansos Rp 19,7 miliar yang digunakan terpidana Khairuddin untuk perjalanan dinas anggota DPRD Kukar. Sedangkan Boyke tersangkut kasus dugaan penyimpangan dana bansos alat band sebesar Rp 5 miliar yang juga melibatkan Basran. (top)

TENGGARONG, TRIBUN Selama Ramadhan, biasanya kebutuhan listrik selalu meningkat. Maklum, warga melakukan banyak aktivitas pada malam hari hingga jelang Subuh, khususnya melakukan ibadah. Warga pun berharap kebutuhan listrik tercukupi selama Ramadhan agar tidak mengganggu aktivitas mereka pada malam hari. Manajer PLN Tenggarong Dicky Irman memastikan tidak ada pemadaman listrik selama Ramadhan di seluruh kawasan Tenggarong. “Selama Ramadhan, yang pasti tidak ada pemadaman di kawasan Tenggarong,” tegas Dicky saat dihubungi Tribun, Rabu (20/7). Dia menambahkan, PLN telah melakukan pemeliharaan jaringan sebelum Ramadhan untuk meningkatkan keandalan jaringan itu sendiri. “Kalaupun ada pemadaman itu merupakan gangguan parsial yang tidak seluruh kawasan Tenggarong mengalaminya. Dan, gangguan ini tidak mudah diprediksi, bisa jadi disebabkan oleh cuaca, petir, hujan atau pohon (tumbang),” imbuhnya. Untuk kawasan Tenggarong yang belum terpenuhi pasokan listrik, PLN Tenggarong melakukan peningkatan tegangan lewat pengadaan trafo. Sebelumnya Dicky mengatakan, pihaknya

sudah mengusulkan 70 lokasi di kawasan Tenggarong yang harus dilakukan peningkatan kapasitas tegangan listrik kepada PLN Cabang Samarinda. Hingga saat ini, lanjut Dicky, peningkatan tegangan listrik baru terealisasi sekitar 40 lokasi, meliputi kawasan Loa Kulu, Tenggarong dan Tenggarong Seberang. “Kami juga mengusulkan peningkatan tegangan listrik di kawasan Bukit Biru. Tapi, ini kan bertahap dan sekarang masih terus berjalan. Mudahmudahan, dua bulan ke depan

peningkatan tegangan listrik di kawasan Bukit Biru akan terealisasi,” ujarnya. PLN Tenggarong, kata dia, masih menunggu realisasi penambahan trafo dari PLN Samarinda. “Pengadaan trafo juga memerlukan waktu,” imbuhnya. Dia memaklumi kondisi warga Bukit Biru yang tidak bisa menikmati listrik sepenuhnya. “Dulu, rumah masih jarang di Bukit Biru dan tegangan listrik belum terlalu rendah. Sekarang rumahrumah warga terus bertambah sehingga pemakaian listrik makin

meningkat sehingga trafo menjadi overload dan tegangan listrik anjlok,” jelas Dicky. Sekedar diketahui, dua pekan terakhir warga Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kukar, mengeluhkan tegangan listrik yang tiba-tiba anjlok. Pada malam hari, lampu di rumah-rumah warga seringkali redup bahkan sampai padam. Tak ayal, sejumlah peralatan elektronik warga tak berfungsi, bahkan rusak sama sekali. Kondisi ini disebabkan trafo overload. (top)

Tegangan Listrik di Bukit Biru Normal WARGA Bukit Biru mengaku puas lantaran tegangan listrik sudah kembali normal sejak Selasa (19/7) malam. Mereka bisa menikmati siaran televisi dan menggunakan peralatan elektronik lainnya dengan maksimal. Sejak PLN melakukan manuver beban, tegangan listrik yang sempat anjlok di kawasan Bukit Biru sudah kembali normal. Wahyudin, warga Bukit Biru, mengaku senang karena pasokan listrik kembali normal setelah lebih setahun tegangan listrik sempat anjlok di kawasan Bukit Biru. “Sejak tadi malam (kemarin), listrik sudah normal kembali di rumah kami. Kampung kami seperti suasana pasar malam karena lampu-lampu menyala terang,” ujar Wahyudin kepada Tribun, Rabu (20/7). Dia mengatakan, kini keluarganya bisa menikmati siaran televisi yang menjadi hiburan selama ini. Wahyudin juga mengaku, kini dia bisa mengisi dua drum air lewat sistem pompa dalam waktu tidak sampai satu jam. Padahal,

sebelumnya dia mengisi dua drum air membutuhkan waktu sampai 5 jam lantaran tegangan listrik anjlok. “Saya berharap kondisi tegangan listrik yang sudah normal di tempat kami ini tidak berlangsung hanya sementara atau beberapa hari ke depan. Mudah-mudahan kondisi ini bisa berlangsung seterusnya, termasuk saat Ramadhan nanti,” tuturnya. Sebelumnya, Manajer PLN Tenggarong, Dicky Irman mengatakan, kondisi tegangan yang anjlok di Kawasan Bukit Biru diatasi dengan melakukan manuver beban. Sehingga kondisi trafo yang overload akan terkurangi sehingga tegangan listrik mengalami sedikit peningkatan. “Untuk sementara, petugas kami sudah melakukan manuver beban trafo di Bukit Biru. Artinya, trafo yang overload dipindahkan bebannya untuk meningkatkan tegangan ke trafo lainnya. Jadi trafo yang overload bisa terkurangi. Mudah-mudahan, ini bisa terangkat sedikit tegangannya,” kata Dicky. (top)

Pencuri Uang Nasabah Rp 53 Juta Diringkus TENGGARONG, TRIBUN - Tiga orang kawanan pencuri uang nasabah senilai Rp 53 juta diringkus aparat Satreskrim Polres Kukar, Sabtu (16/7) lalu. Ketiganya merupakan warga Samarinda, yakni Mahdi (36), Ardani (30), dan Anto Rahmad (27). “Ketiga kawanan pencuri ini ditangkap di kediaman mereka masing-masing. Dua pelaku, Mahdi dan Ardani ditangkap pada Jumat (15/7). Sedangkan Anto Rahmadi ditangkap Sabtu (16/7),” kata AKBP Fadjar Abdillah, Kapolres Kukar melalui Kasat Reskrim AKP Safi’i Nafsikin, Selasa (19/7). Seperti diberitakan sebelumnya, Agus Sudarminto (20), warga Jalan Jelawat, Samarinda mengaku kehilangan uang senilai Rp 53 juta yang disimpan dalam jok motornya di Jalan Belida, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Jumat (8/7).

CMYK

HO

Tiga kawanan pencuri uang nasabah Rp 53 juta diringkus aparat Satreskrim Polres Kukar.

Uang milik PT Armada Finance, tempat Agus bekerja, baru diambilnya dari bank. Agus singgah sebentar ke sebuah warung untuk membeli mi instan dan memarkir motor di pinggir jalan. Setelah kembali, Agus mendapatkan uangnya sudah tidak ada dalam jok motornya. Berdasarkan keterangan saksi, jelas Safi’i, aparat segera melakukan pengembangan. Ketiga

pelaku pun berhasil ditangkap dan diamankan di Mapolres Kukar untuk menjalani proses pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, uang hasil curian itu sudah habis dibagi ketiga pelaku. Anto, seorang pelaku, mengakui dia mengambil uang dalam jok motor korban. Sedangkan rekannya, Mahdi bertugas memantau situasi dari jarak sekitar 8 meter. “Saya

mengikuti korban dari bank. Saya melihat sasaran membawa bungkusan plastik hitam yang dimasukkan dalam jok motor. Lalu saya terus membuntutinya,” kata Anto. Saat korban singgah di warung, Ardani, rekan Anto, mendekatkan motornya ke motor korban. Lalu, Anto bertugas mengambil uang dengan cara mengangkat paksa jok motor korban. Setelah berhasil menyikat uang korban, ketiganya langsung kabur ke Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar. Mereka langsung membagi uang hasil curian tersebut. Anto mengaku menggunakan uang curian untuk membayar hutangnya selama ini. Ketiga kawanan pencuri dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara. (top)


KAMIS 21 JULI 2011

17

Langsung Gelar Rapat Baperjakat Jadi Pelayan yang Baik KAMIS (20/7), hari ini akan menjadi hari penting bagi Asmuddin Hamzah. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Pemkot Bontang, bakal dilantik menjadi Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang. Asmuddin terpilih menjadi Sekkot setelah melalui serangkaian penilaian yang cukup panjang, mulai dari tingkat Gubernur hingga Depdagri. Bagi kalangan PNS, menjadi Sekkot adalah impian tertinggi. Jabatan tertinggi di lingkungan birokasi pemerintahan ini memegang posisi sentral dalam pemerintah, baikburuk, ataupun lambat tidak pelayanan publik ada di tangan seorang Sekkot. Kondisi ini sepenuhnya disadari oleh Asmuddin. Pria kelahiran Kota Bangun, 3 Februari 1958, ini mengaku tidak terlalu muluk-muluk dalam menjalankan tugas. Ia mengaku hanya ingin menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat. “Saya tidak ingin mulukmuluk. Harapan saya hanya ingin menata pemerintahan yang baik

demi layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Asmuddin, kemarin. Menurut Asmuddin, dalam era keterbukaan seperti sekarang ini, yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah kepastian aturan. Seluruh urusan publik seperti urusan perizinan, penerbitan KTP, atau urusan Akta Kelahiran, harus didesain setransparan mungkin, terutama dari segi waktu, biaya dan persyaratan. “Saya ingin semua urusan publik itu, jelas, terang dan terukur. Untuk itu, semua kantor layanan harus memiliki standar layanan yang baku,” paparnya. Ia optimistis dengan kejelasan dalam urusan publik, maka kepercayaan masyarakat kepada pemerintah akan meningkat. Selain itu praktik, kolusi dan nepotisme dengan sendirinya akan hilang. “Itulah semangat biroksi yang ingin saya wujudkan,” katanya. Selain meningkatkan standar layanan, suami Yuliatinur ini juga bertekad untuk mendorong peningkatan

TRIBUN KALTIM/DOHANG

Asmudin Hamzah BIOFILE ● ASMUDDIN HAMZAH ■ Nama Nama: Drs H Asmuddin Hamzah, MM ■ Jabatan Jabatan: Sekretaris Daerah Kota Bontang ■ Alamat Alamat: Jln Cut Nyak Dien No 24, Bontang erakhir erakhir: Baru ■ Pangkat TTerakhir Pembina Utama Muda (IV/C) erakhi ■ Jabatan TTerakhi erakhir: Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik ■ Istri Istri: Dra Hj Yuliatinur, MM. (don)

ekonomi kerakyatan. Salah satunya adalah mensinergikan keberadaan pasar modern dengan pasar-pasar tradisional dan pasar dadakan yang tumbuh di masyarakat. “Saya ingin semua potensi ekonomi masyarakat digerakkan. Contohnya pasar sore yang ada di Tanjung Limau yang statusnya masih menumpang akan kita carikan lahan yang permanen,” tandasnya. (don)

Pansus Kelistrikan Terbentuk Agustus ● Basri: Produsen Listrik Swasta Harusnya Bayar Retribusi BONTANG, TRIBUN Rencana DPRD Bontang membentuk Panitia Khusus (Pansus) Kelistrikan, nampaknya bukan isapan jempol. Ketua Komisi III DPRD Bontang, Basri Rase mengatakan, paling lambat awal Agustus Pansus Kelistrikan yang terdiri dari perwakilan seluruh fraksi di DPRD akan terbentuk. “Saat ini teman-teman sudah sepakat untuk memasukkan rencana pembentukan Pansus Kelistrikan dalam agenda rapat Badan Musyawarah (Banmus). Kalau tidak ada halangan Agustus nanti sudah terbentuk,” ujar Basri Rase, kepada Tribun,Rabu (20/7). Menurut Basri, keputusan untuk melanjutkan wacana pembentukan Pansus Kelistrikan tercapai setelah gabungan Komisi II dan III DPRD, menggelar pertemuan dengan Ditjen Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pekan lalu di Jakarta. Dalam pertemuan yang juga dihadiri Wakil Walikota Bontang Isro Umarghani itu, terungkap bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan melakukan evaluasi

dan monitoring terhadap seluruh perusahaan yang memproduksi listrik sendiri. Hal ini sesuai dengan UU No 30/2009 tentang Kelistrikan, yang intinya mewajibkan kepada seluruh perusahaan yang membangun power plant dan memproduksi listrik sendiri untuk melaporkan kondisi kelistrikan mereka kepada daerah tempat beroperasi. “Jika mengacu pada UU Kelistrikan yang baru, semua perusahaan yang memproduksi listrik wajib melaporkan secara reguler kondisi kelistrikan mereka,” katanya. Bahkan, kedepan seluruh perusahaan yang ingin membangun power plant sendiri diwajibkan untuk mengantongi izin operasi dari daerah tempatnya beroperasi. Ketentuan izin operasi ini sifatnya berjenjang. Jika lingkup dan jangkauan pasokan listrik yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan masih dalam satu kabupaten/kota, maka urusan perizinannya cukup di tingkat walikota atau bupati. Tapi, jika jangkauan perusahaan tersebut antar kabupaten dan kota, maka surat izin operasi harus berasal dari Pemrpov

setempat. Demikian halnya, jika jangkauan jaringan listrik yang diproduksi oleh sebuah perusahaan merentang antar provinsi, maka urusan perizinan harus dikeluarkan oleh pemerintah pusat. “Nah, ini yang mau kita telusuri sejauh mana izin operasi ini dipatuhi, karena kita tahu bersama ada sejumlah perusahaan di Bontang yang memproduksi listrik sendiri,” ungkapnya. Ketentuan ini, lanjut Basri, tidak bisa diabaikan karena imbasnya berpengaruh langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dipaparkan, sesuai penjelasan dari Ditjen Kelistrikan ESDM, setiap perusahaan yang memproduksi listrik sendiri diharuskan membayar retribusi kepada daerah. “Makanya teman-teman sepakat untuk membentuk Pansus Kelistrikan agar persoalan ini benar-benar tuntas,” bebernya. Ketua Komisi II DPRD Sayutin Budianto mengatakan, pembentukan Pansus Kelistrikan, juga dimaksudkan untuk mencari solusi terkait krisis energi listrik yang kini masih dialami sejumlah kawasan permukiman di Bontang. (don)

● Hari Ini Asmuddin Hamzah Dilantik jadi Sekkot BONTANG, TRIBUN Pelantikan Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang, Asmuddin Hamzah, yang akan digelar, Kamis (21/7) hari ini, bakal menjadi momentum pelaksanaan mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Bontang. Ditemui sesaat sebelum acara gladi bersih, Asmuddin mengungkapkan bahwa tugas pertama yang akan dijalankan sebagai Sekkot adalah menyiapkan gerbong mutasi. Pasalnya, berdasarkan arahan dari Walikota Adi Darma, pelaksanaan mutasi pejabat sedapat mungkin dilaksanakan satu pekan pascapelantikan Sekkot. “Arahan Pak Wali seperti itu, jadi setelah pelantikan nanti, tugas pertama yang akan saya

jalankan adalah menggelar rapat Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) untuk keperluan mutasi,” ujar Asmuddin, yang siang itu didampingi istrinya Yuliatinur. Menurut Asmuddin, pelaksanaan mutasi di lingkungan Pemkot Bontang akan digelar secara bertahap. Untuk tahap pertama, pejabat yang bakal mendapat prioritas mutasi adalah para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD), seperti Kepala Dinas, Badan, Kantor, para Camat hingga Lurah. “Saya tidak ingat jumlahnya, tapi yang jelas tidak mencapai ratusan. Setelah mutasi tahap selanjutnya adalah pejabat struktural,” ungkapnya.

Asmuddin mengaku tugas untuk mempersiapkan mutasi pejabat ini tidak terlalu berat karena sebelumnya pemerintah telah melakukan penilaian terhadap hampir semua pimpinan SKPD. Sehingga tugas Baperjakat hanya tinggal, mengolah, menggodok, dan memberikan daftar nama pejabat beserta jabatan yang sesuai bagi mereka. “Kebetulan selama ini, saya selalu masuk dalam tim Baperjakat, jadi teman-teman sudah tahu seperti apa kinerja saya. Tugas kami tinggal mengolah, dan menggodok nama-nama untuk disampikan kepada Walikota, penetapan tetap hak prerogatif Pak Wali,” katanya. Asmuddin mengungkap-

kan variabel untuk menggerakkan mutasi tidak hanya mengacu pada hasil penilaian tapi yang terpenting adalah pertimbangan kepangkatan, kinerja dan track record sebagai abdi negara. “Jadi hasil penilaian itu hanya satu bagian kecil saja, ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan mutasi,” ungkapnya. Ia juga menegaskan pelaksanaan mutasi ini tidak punya kaitan dengan pemilihan kepala daerah (Pemilukada) lalu. Terbukti, hingga memasuki 100 hari lebih masa kepemimpinan Walikota dan Wawali mutasi pejabat baru kali ini digerakkan. “Jadi mutasi ini semata penyegaran organisasi sekaligus promosi jabatan,” tandasnya. (don)

Disnakertrans Kaltim Diminta ke Kaliorang SANGATTA, TRIBUN Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengharapkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kaltim bisa melakukan pemantauan langsung di lokasi transmigrasi di Desa Induk Kaliorang. Pasalnya, baik Pemkab Kutim, perwakilan daerah asal transmigran, maupun Dirjen Kemenakertrans menilai tidak ada masalah yang serius dalam program TSM. Terlebih, 15 KK yang berasal dari kelompok yang sama dengan transmigran yang pindah memutuskan tetap tinggal di lokasi. Wakil Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, Rabu (20/7), mengatakan permasalahan di Kaliorang sudah

dibahas dalam rekonsiliasi 14 Juli lalu. Saat itu telah disampaikan bahwa lahan usaha satu hektare (Ha) per KK sudah siap untuk dibagikan, dan pemerintah beserta instansi terkait menjamin keamanan di lokasi. “Kami sudah menggelar pertemuan dengan Dirjen, transmigran, dan pemerintah daerah asal di Kaliorang. Kurang apa lagi. Sayangnya, pihak Disnakertrans Kaltim tidak ada yang hadir dalam pertemuan tersebut. Padahal dalam pertemuan juga dilakukan peninjauan ke lokasi dan dialog dengan para transmigran yang mengungsi,” katanya. Alur program Trans Swakarsa Mandiri (TSM) juga disebut Ardiansyah berpola

koordinasi desa lokasi dengan Pemerintah Provinsi. “Desa membuat proposal sebagai daerah penerima transmigran kepada Disnakertrans Kaltim. Setelah itu diproses ke pusat, karena program ini didanai APBN,” katanya. Pembagian lahan beserta kelengkapan administrasinya juga menjadi ranah tugas Disnakertrans Kaltim. “Prosedurnya seperti itu. Dokumennya ada di provinsi. Jadi bukan kesalahan Kutim,” katanya. Informasi yang dihimpun Tribun, peta lokasi juga baru diketahui Pemkab Kutim beberapa bulan setelah transmigran datang. Setelah itu Pemkab Kutim langsung membentuk tim guna memastikan lahan dalam

Selalu Ada Seleksi Alam CAMAT Kaliorang, Pranowo, Rabu (20/7), menegaskan bahwa di lokasi transmigrasi di Desa Induk Kaliorang tidak terjadi gesekan antar etnis yang mengakibatkan pindahnya puluhan KK transmigran. Ia menilai, kemampuan beradaptasi menjadi faktor yang paling berpengaruh. “Saat ini 15 KK peserta Transmigrasi Penduduk Asal dari Jawa masih bertahan. Mereka dulu berangkat bersama transmigran yang kini pindah. Transmigran yang bertahan justru memiliki

ketenangan dan semangat kerja yang bagus,” katanya. Namun karena mayoritas transmigran memutuskan pindah walaupun hak normatif mereka siap dipenuhi, Pranowo mengatakan pada prinsipnya warga bebas membuat pilihan. Ia menilai, dalam setiap program transmigrasi selalu terjadi seleksi alam. “Dalam perantauan selalu terjadi seleksi alam. Jadi kembali pada daya juang orang yang merantau,” katanya. Namun ia tidak mengetahui secara pasti akar

masalah pindahnya warga. “Saya pikir karena proses adaptasi yang kurang berjalan dengan baik. Karena buktinya masih ada 15 KK yang bertahan,” katanya. Pranowo menjelaskan, kawasan Kaliorang telah lama menjadi kawasan transmigrasi. “Program transmigrasi di Kaliorang berjalan sejak tahun 80-an. Tidak ada masalah yang serius. Bahkan kini, lima lokasi transmigrasi (SP) sudah menjadi desa definitif. Hal ini menjadi indikator keberhasilan transmigrasi di Kutim,” katanya. (khc)

status tidak bermasalah (clear and clean). Dalam jangka waktu yang relatif singkat, akhirnya lahan bisa dibagikan 12 Juli 2011 lalu. Ardiansyah mengatakan, peserta TSM yang masih tinggal di Kaliorang menyatakan tidak ada masalah yang serius. “Mereka justru merasa nyaman. Terbalik dengan yang pindah. Kami pikir, Disnakertrans Kaltim perlu meninjau langsung dan mendengarkan penyampaian warga,” katanya. Terkait permasalahan ini, Ardiansyah menegaskan animo Kutim tidak akan berkurang untuk mendukung pelaksanaan transmigrasi. “Lahan yang ditinggalkan akan diamankan, dan akan digunakan untuk program transmigrasi selanjutnya,” katanya. (khc)

DATA TSM DI DESA INDUK KALIORANG 1 . Daerah asal Jawa Timur (Blitar dan Malang), tiba tanggal 3 Mei 2010, sebanyak 25 KK/79 jiwa 2 . Purwodadi, tiba tanggal 1 Juli 2010, sebanyak 10 KK/44 jiwa 3 . DI Yogyakarta (Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul), tiba tanggal 10 Oktober 2010, sebanyak 25 KK/85 jiwa 4 . Semarang, tiba tanggal 16 Desember 2010, sebanyak 14 KK/ 46 jiwa 5 . Boyolali, tiba tanggal 1 Januari 2011, sebanyak 15 KK/48 jiwa. (khc)

Isran: Mungkin Salah Terjemahkan SANGATTA, TRIBUN - Bupati Kutai Timur, Isran Noor, menolak asumsi adanya tendensi politis terkait pernyataan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, yang menyalahkan Bupati Kutim dalam kasus transmigrasi di Kecamatan Kaliorang. Kepada wartawan, Isran menyatakan, pertama, tidak yakin bahwa Awang telah menudingnya bersalah. “Pak Awang itu orangnya bijaksana dalam mengeluarkan

statemen. Mungkin salah diterjemahkan. Persiapan transmigrasi Trans Swakarsa Mandiri (TSM) sudah dimulai ketika beliau masih menjadi Bupati Kutim,” kata Isran. Kedua, Isran menampik adanya isu politik terkait pernyataan Awang yang marak diblow up media tersebut. “Tidak ada itu. Hubungan saya dan Pak Awang sangat baik. Seperti kakak adik, bahkan beliau seperti orangtua,” katanya.

Asumsi adanya isu politik muncul karena Isran selaku Ketua Umum DPD Partai Demokrat Kaltim, diprediksi banyak kalangan bakal berlaga dalam Pilgub Kaltim tahun 2013 mendatang. “Tidak adalah itu (gesekan politik, red). Saya kalau mau jadi presiden sekalian. Tanggung,” katanya. Terlebih menjadi kepala daerah bakal tergantung pada pilihan rakyat. (khc)


20

tribun berau-tarakan-nunukan

KAMIS 21 JULI 2011

Di Berau BBM Masih Sulit Diperoleh

Entah Sampai Kapan Krisis Itu Berakhir SUDAH hampir empat bulan lamanya, ribuan warga Tanjung Redeb sulit memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM). Banyak warga yang merasa pekerjaannya terancam akibat krisis berkepanjangan di Bumi Batiwakkal (sebutan Berau). Mereka pun diusik pertanyaan, entah siapa gerangan yang menyebabkan kelangkaan terjadi. MESKI aparat sudah sering melakukan penertiban, namun BBM masih sulit diperoleh. Suasana di Jalan Bujangga Tanjung Redeb, Rabu (13/7) siang, tampak tak jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya. Sejak pukul 06.00, ratusan kendaraan berbagai jenis telah mengepung Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bujangga. Jalur antrean terbagi menjadi tiga. Di bagian utara tampak puluhan kendaraan truk yang berbaris rapi, sedangkan di selatan menjadi jalur antrean kendaraan roda empat lainnya, yakni mobil pribadi dan angkutan umum. Sementara, ratusan kendaraan roda dua mengambil posisi tepat

di sisi barat, seolah menjadi perantara truk dan mobil pribadi. Empat orang petugas dari Satlantas Polres Berau tampak sibuk menertibkan barisan antrean kendaraan tersebut. Tak tanggung-tanggung, antrean kendaraan mencapai 3 kilometer. Ratusan warga berbagai profesi ini rela menunggu berjam-jam lamanya, demi memperoleh BBM. Bahkan, tak sedikit dari mereka meninggalkan kendaraannya untuk mangkal di warung terdekat sambil menikmati secangkir kopi dan bersenda gurau. Sabri misalnya, sopir angkot yang kerap beroperasi di simpang lima Kelurahan Teluk Bayur ini,

mengaku sejak pagi menunggu giliran antre di SPBU tersebut. Meski SPBU dibuka sejak pukul 08.00, namun antrean seperti tak berkurang. Kepada Tribun, lelaki setengah baya ini mengaku terpaksa merelakan pekerjaannya sehari hanya untuk memperoleh BBM. “Ya beginilah nasib kita, lebih baik nganggur dulu sehari untuk dapat bensin daripada tidak sama sekali,” ujarnya. Harapan Sabri agar kelangkaan BBM lekas berakhir, juga ikut dirasakan sopir angkot lainnya. Di tengah krisis tersebut, mereka menuntut mendapat perlakuan istimewa dari Pemerintah. Pasalnya, setiap hari para sopir angkot tersebut harus mengantar anak-anak sekolah dari tempat tinggal menuju sekolah masing-masing. Begitupun sebaliknya, mereka juga harus menjemput di sekolah untuk mengantarnya pulang.

Namun, akibat krisis BBM berkepanjangan, mereka kerap terlambat dan mangkir dari tugas sehari-hari. “Kadang kita sampai tidak bisa mengantar anak-anak sekolah, karena bensin habis mobil tidak jalan,” ujar Sabri. Akibatnya, tak jarang orangtua murid memarahi para sopir lantaran terlambat menjemput dan mengantar ke sekolah. Pantauan Tribun, nyaris di sepanjang jalan utama Tanjung Redeb, tak lagi ditemukan pengecer yang berjualan BBM jenis Premium. Fatimah, salah satu pengecer di Jalan H Isa II mengaku shock lantaran BBMnya disita aparat pekan lalu. Ia bahkan berjanji tak akan mengecer BBM lagi. “Sudah, saya sudah kapok mas. Seminggu ini kita tidak jualan,” ujarnya. Sebelumnya, sejumlah pengecer sempat memanfaatkan krisis BBM tersebut. Harga

TRIBUN KALTIM/SYAIFUL SYAFAR

Aparat Pol PP Berau membongkar tempat jualan BBM eceran di sepanjang jalan. utama Tanjung Redeb

premium yang dijual eceran melambung tinggi. Sebotolnya sempat mencapai Rp 17 ribu hingga Rp 20 ribu. Padahal, Pemkab Berau hanya memberi toleransi harga eceran dengan kisaran Rp 6 ribu. Tiga hari lalu SPBU lain di Jalan H Isa III sempat dibuka. Namun, ratusan warga juga harus mengantre sepanjang kurang

lebih 3 kilometer. Sama dengan di Bujangga, jam operasi SPBU pun tak lama. Sekitar pukul 13.00, SPBU di Jalan H Isa III sudah ditutup lantaran kehabisan stok. Entah sampai kapan krisis tersebut berakhir, warga hanya bisa berharap derita tersebut segera tuntas dan aktivitas mereka bisa kembali berjalan normal. (ful)

Diwarnai Intimidasi ■ Pemeriksaan Mantan Bupati Nunukan A Hafid Achmad

TRIBUN KALTIM/JUNISAH

Masyarakat sadar wisata Kota Tarakan foto bersama dengan pejabat Disbudpar Provinsi Kaltim, Rabu (20/7).

Di Pantai Amal Tidak Ada Toilet ● Disbudpar Kaltim Gelar Kegiatan Penyuluhan Sadar Wisata TARAKAN, TRIBUN – Masyarakat mengeluhkan tidak tersedianya toilet di beberapa kawasan objek wisata di Kota Tarakan, salah satunya di Taman Oval Ladang. Hal ini terungkap dalam Kegiatan Penyuluhan Sadar Wisata Kawasan Objek Wisata yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kaltim, Rabu (20/7) di Hotel Harmonis. Salah satu peserta penyuluhan mengaku, sebenarnya objek wisata di Taman Oval Ladang disediakan toilet, namun toilet itu tidak pernah dipakai alias terkunci sehingga tidak dapat difungsikan. Bukan itu saja, kawasan wisata di Pantai Amal pun tidak disediakan toilet. Selama ini toilet menggunakan rumah-rumah warga. Di Pantai Amal warga menyewakan toiletnya. Tidak adanya toilet yang disediakan Pemkot Tarakan, khususnya Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disbudparpora) di sejumlah kawasan wisata sangat disesalkan pengunjung. Menurut Kabid Destinasi Disbudpar Provinsi Kaltim, Wahyu Husein Hakim, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat menciptakan keamanan dan kebersihan,

serta turut memelihara dan melestarikan obyek-obyek wisata di daerahnya. “Pada kegiatan ini pula masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan ide-idenya untuk memajukan pariwisata di daerahnya. Salah satunya menyampaikan kekurangan yang dialami. Misalnya seperti dikeluhkan masyarakat Tarakan mengenai tidak tersedianya toilet di tempattempat wisata. Kami berharap dengan kegiatan ini Disbudparpora Tarakan dapat mengambil langkah-langkah memperbaiki kekurangan ini dalam memajukan pariwisata di Kota Tarakan,” ungkapnya. Sementara itu Kepala Disbudparpora Kota Tarakan Muhammad Idrus mengaku, untuk pengelolaan Taman

Oval dilakukan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP). “Namun kami akan berkoordinasi untuk membahas penyediaan toilet ini,” ucapnya. Sedangkan di Pantai Amal, diakui Idrus, dulu di Pantai Amal disediakan toilet yang dikelola masyarakat. Namun sangat disayangkan toilet tidak dikelola dengan baik, sehingga bangunan toilet menjadi rusak, kotor dan bahkan saluran toilet buntu. “Karena rusak, akhirnya tahun 2006 diputuskan untuk dibongkar. Sebab percuma juga kalau dibiarkan, karena toilet juga tidak bisa difungsikan. Tapi kedepannya kami akan membangun water park di Pantai Amal, tentunya nanti akan kami bangun toilet yang lebih baik,” ujarnya. jnh)

Sediakan Toilet Mobile BERBICARA tentang penyediaan toilet, Disbudpar Kaltim berencana pada tahun 2012 mendatang akan menyediakan toilet yang tidak permanen atau toilet mobile seperti mobil karvan yang bisa berpindah-pindah. “Kami melihat toilet itu sangat penting. Sebab wisatawan yang datang ke daerah itu pastinya mau melihat dahulu keadaan toilet. Kalau toilet bersih mencermikan kebudayaan yang baik,” ucap Kabid Destinasi Disbudpar Provinsi Kaltim, Wahyu Husein. Wahyu mengungkapkan, karena pentingnya toilet inilah, pihaknya merasa perlu merencanakan pengadaan toilet mobile. “Pengadaan toilet ini sudah kami usulkan kepada Gubuner Kaltim. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” ujarnya. Rencananya 14 kabupaten dan kota di Kaltim akan mendapatkan toilet mobile ini. “Namun untuk berapa jumlahnya kami belum tahu. Tapi kami akan usahakan semua kota dan kabupaten di Kaltim bisa dapat,” ucapnya. (jnh)

ALERT!

PKS Minta Anggaran Jalan HLPN Dicoret ANGGOTA DPRD Nunukan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Burhanuddin mengatakan pihaknya mendesak dihapuskannya anggaran pembangunan jalan Hutan Lindung Pulau Nunukan (HLPN) dalam pembahasan APBD Perubahan 2011. Ia mengatakan, saat Paripurna Pengesahan APBD 2011 pihaknya sepakat menganggarkan pembangunan jalan hutan lindung dengan catatan kegiatan tidak boleh dilanjutkan

sebelum pembangunan jalan itu mendapatkan izin pinjam pakai kawasan dari Menteri Kehutanan. “Faktanya izinnya sampai sekarang belum jalan namun pembangunan jalan tetap dilanjutkan. Makanya nanti PKS akan mengusulkan agar ini lebih baik dicoret saja di APBD Perubahan. Kita kosongkan saja dan menjadi SILPA daripada dianggarkan malah tetap digunakan,” ujarnya. (noe)

Anwar Resmi Gantikan Asmah Gani POLITISI Partai Golkar Anwar RN, Kamis (21/7) hari ini resmi menggantikan Asmah Gani di Fraksi Partai Golkar DPRD Nunukan. Anwar rencananya akan mengucapkan sumpah/janji pada Sidang Paripurna Istimewa Pengucapan Sumpah/Janji Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Sisa Masa Bhakti 20092014, pukul 10.30 di Gedung DPRD Nunukan.

Anwar merupakan calon legislatif nomor urut satu Partai Golkar daerah pemilihan I Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan. Ia memperoleh suara terbanyak kedua setelah Asmah Gani. Asmah Gani sejak 31 Mei 2011 telah mengundurkan diri dari keanggotaan DPRD Nunukan setelah dilantik sebagai Wakil Bupati Nunukan 2011-2016. (noe)

NUNUKAN, TRIBUN Pemeriksaan mantan Bupati Nunukan Abdul Hafid Achmad, Rabu (20/7) di Kantor Kejari Nunukan diwarnai intimidasi terhadap wartawan yang dilakukan sejumlah oknum pendukungnya. Hafid kemarin diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah seluas 62 hektare di Jalan Ujang Dewa Nunukan Selatan. Ratusan warga pendukung Hafid ngluruk ke Kantor Kejari Nunukan Jalan Ujang Dewa, Kecamatan Nunukan Selatan dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Sebagian diantaranya berasal dari Kecamatan Sebatik. Sebelum Hafid tiba, seorang diantaranya berkalikali melontarkan hujatan terhadap wartawan. “Wartawan apa semua ini, belum diperiksa kok sudah dibilang tersangka? Kukasih makan koran nanti wartawan nih,” ujarnya. Selain berkumpul di halaman, sebagian dari massa juga masuk ke ruang tunggu Kantor Kejari Nunukan. Hafid sekitar pukul 12.05 tiba di Kantor Kejari. Hafid yang mengenakan jas hitam dalaman kemeja kuning tiba dengan diantar lima mobil. Hafid menumpang mobil avansa biru muda KT 1635 S. Saat turun dari mobil Hafid disambut para pendukungnya. Begitu masuk ruangan, Hafid langsung menuju ruang kerja Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan Azwar SH didampingi penasehat hukumnya. Tak sampai 10 menit kemudian, Hafid langsung menuju lantai dua tempat ruangan pemeriksaan. Saat Hafid hendak menuju ruangan pemeriksaan, tibatiba Hamzah seorang

pendukungnya menarik lengan wartawan Tribun. “Sini kamu,” katanya membentak sambil menarik lengan kanan wartawan Tribun. Namun beberapa pendukung Hafid mencoba melerai perseteruan tersebut. Tak berapa lama, sejumlah pendukung Hafid kembali protes wartawan. Mereka memprotes tulisan wartawan berapa pekan terakhir yang mengutip pernyataan Kajari Nunukan Azwar yang menyebutkan Hafid telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah seluas 62 hektare di Jalan Ujang Dewa Nunukan Selatan. “Saya ini juga wartawan, kamu harus hati-hati menulis. Kamu kenapa nulis sudah tersangka?” tanya Danil Razak, yang mengaku wartawan di Sebatik. Saat dijelaskan pernyataan itu disampaikan Kajari Nunukan Azwar ia tetap emosional. “Kamu harusnya konfirmasi dulu, orang belum pernah diperiksa kamu bilang su-

TRIBUN KALTIM/NIKO RURU

Hafid disambut pendukungnya saat tiba di Kantor Kejari Nunukan, Rabu (20/7) kemarin.

dah tersangka. Kamu lebih percaya Kajari atau siapa? Hatihati kamu, saya ini juga wartawan,” katanya mengancam. Seorang di antaranya tiba-tiba menghampiri Tribun dengan nada emosi. “Apalagi yang kamu mau tulis?” bentaknya. Hafid diperiksa empat jaksa masing-masing Makrun SH, Sutrisno SH, Subekti SH dan Slamet Haryadi SH. Selama menjalani pemeriksaan Hafid didampingi penasehat hukumnya.

Setelah menjalani pemeriksaan selama dua jam, Hafid Achmad sekitar pukul 14.10 meninggalkan Kejari. “Kita berikan waktu beristirahat selama satu jam,” kata Subekti SH penyidik kasus tersebut. Hafid meninggalkan Kantor Kejari Nunukan diikuti massa pendukungnya. Sekitar pukul 15.21 ia kembali tiba di Kantor Kejari. Ia diperiksa hingga pukul 19.00 malam dan tidak ditahan. (noe)

Dapat 26 Pertanyaan PENYIDIK Kejari Nunukan melontarkan 26 pertanyaan kepada mantan Bupati Nunukan Abdul Hafid Achmad, yang Rabu (20/7) kemarin diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah seluas 62 hektare di Jalan Ujang Dewa Nunukan Selatan. Substansi yang diajukan empat jaksa masing-masing Makrun SH, Sutrisno SH, Subekti SH dan Slamet Haryadi SH menyangkut tugas panitia sembilan pengadaan tanah yang diketuai Hafid saat menjabat Bupati Nunukan. “Jadi sejauh mana dia melaksanakan tugas panitia antara lain penelitian status tanah, bangunan, tanam tumbuh. Sejauh ini didapatkan fakta sebagai ketua panitia sembilan setelah ditanyakan tugasnya selalu melempar ke wakil ketua dan ada surat pelimpahan tugas-tugas kepada wakil ketua,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan Azwar.

Namun disebutkan, dalam dokumen pembayaran ganti terdapat tanda tangan Hafid. Padahal tanah itu diketahui berstatus masih tanah negara. “Sehingga menurut keppres yang bisa diganti rugi yang ada alas hak di atasnya. Terhadap tanah negara tidak bisa diganti rugi,” ujarnya. Azwar menilai sejauh ini pemeriksaan terhadap Hafid dinilai sudah cukup untuk membuktikan keterlibatan tersangka dalam kasus itu. Namun jika nanti diperlukan keterangan tambahan tidak tertutup kemungkinan pemeriksaan yang bersangkutan akan dilanjutkan kembali. “Secara subjektif kami menilai tidak dibutuhkan penahanan karena beliau kooperatif, pemeriksaan cukup lancar, tidak ada hal-hal yang mencurigakan dan hal-hal lain yang membuat tersangka lari,” ujarnya. (noe)

Kasus Diare di Berau Meningkat ● Dinas Kesehatan Belum Tetapkan KLB TANJUNG REDEB, TRIBUN - Kasus diare di sejumlah daerah di Kaltim saat ini menjadi momok yang menakutkan, karena hampir di seluruh rumah sakit maupun di puskesmas, jumlahnya mengalami peningkatan. Di Kabupaten Berau, kasus diare juga mengalami peningkatan, yakni tahun 2010 rata-rata 426 kasus per bulan, sedangkan tahun 2011 rata-rata 480 kasus per bulan (lihat tabel). Angka tersebut mengalami kenaikan, meski begitu pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Sekretaris DInkes Kabupaten Berau Bambang Sunarto mengatakan, angka kasus diare masih tebilang normal, meskipun terjadi peningkatan masih kategori wajar. “Kita belum menetapkan KLB. Kalau dari tren peningkatan tidak terlalu signifikan,” ujarnya kepada

KASUS DIARE KABUPATEN BERAU 2010 DAN 2011 Bulan

2011 (diare berdarah)

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah

: 424 : 1.216 : 446 : 511 : 46 : 238 ::::::2.881 (480)

2010 (diare berdarah) (51) (59) (15) (19) (3) (9)

: 526 (57) : 456 (42) : 480 (50) : 500 (69) : 559 (42) : 503 (30) : 519 (67) 403 (7) 366 (42) 344 (5) 329 (30) 137 (4) : 5.122 /rata-rata 426 kasus per bulan

KASUS DIARE BERDARAH 2010 : 445 (rata-rata 12 kasus per bulan) 2011 Januari hingga Juni : 156 kasus (rata-rata 26 kasus per bulan) * Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Berau (fer)

Tribun, Rabu (20/7). Sedangkan yang diare berdarah juga mengalami peningkatan, yakni pada tahun 2010 445 atau rata-rata 12 kasus per bulan, sedangkan 2011 Januari hingga Juni 156 kasus (ratarata 26 kasus per bulan). Bambang menambahka, penyuuhan terus dilakukan, kepada masyarakat yang berobat di puskesmas-

puskesmas. “Kalau penyuluhan kita lakukan kepada pasien dan keluarganya yang berobat, ada juga penyuluhan khusus yang mendatangkan warga,” jelasnya. Menurutnya, diare biasa belum membahayakan, namun diare yang berdarah akan berdampak pada kematian pasien tersebut. Diare merupakan keadaan di mana seseorang menderita

mencret-mencret. Penderita buang air berkali-kali, tinjanya encer dan kadangkadang muntah. Diare disebut juga muntahber (muntah berak). “Kalau penderita diare berdarah banyak sekali kehilangan cairan tubuh maka hal ini dapat menyebabkan kematian, terutama pada bayi dan anakanak di bawah umur lima tahun,” paparnya. Penularan diare kata Bambang melalui tinja yang mengandung kuman penyebab diare. Tinja tersebut dikeluarkan oleh orang sakit atau pembawa kuman yang berak di sembarang tempat. Tinja tadi mencemari lingkungan misalnya tanah, sungai, air sumur. Orang sehat yang menggunakan air sumur atau air sungai yang sudah tercemari, kemudian menderita diare. “Makanya masyarakat diharapkan hidup bersih,” tuturnya. (fer)


tribun penajam-grogot

KAMIS 21 JULI 2011

21

23 Proyek Kelebihan Pembayaran Rp 2,9 M ● Pemkab PPU Tanggung Risiko Kerusakan Proyek

TNI Akan Bangun Jalan, Parit dan Jembatan ● Danrem 091/ASN Membuka Bakti TNI Terpadu 2011 Paser TANAH GROGOT, TRIBUN - Tidak bisa dipungkiri, kemanunggalan TNI dan rakyat tidak mungkin dipisahkan. Sejarah perjuangan bangsa membuktikan kebersamaan TNI dan rakyat mampu membuat musuh hengkang dari bumi nusantara, sekarang kebersamaan diwujudkan dalam bentuk tugas-tugas sosial kemanusiaan. Tugas-tugas TNI itu adalah membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui berbagai program yang dilakukan segenap prajurit Sapta Marga sebagai bukti bahwa TNI hadir bersama rakyat. Seperti halnya Bakti TNI Terpadu 2011 di Kabupaten Paser yang pelaksanaannya secara resmi dibuka Danrem 091/ ASN Kolonel Inf Aries Martanto, Selasa (19/7). Bakti TNI berlangsung di Desa Suliliran Baru Kecamatan Pasir Belengkong. Acara pembukaan Bakti TNI Terpadu 2011 dihadiri Bupati Paser HM Ridwan Suwidi, Wakil Aster Kasdam VI/Mulawarman Letkol Inf Bambang AP, unsur Forum Koordinasi Daerah (FKD) yang di antaranya Dandim 0904/Tng Letkol Inf Sugeng Hartono. Dalam acara itu, Aries membacakan sambutan tertulis Pangdam VI/ Mulawarman. Pangdam mengatakan, Bakti TNI Terpadu merupakan

KPK Rekam Praktik Suap ● Sambungan hal 13 di tempat yang tersembunyi sehingga tidak diketahui oleh oknum-oknum yang ditengarai terlibat dalam praktek penyuapan tersebut. Lima instansi layanan publik yang aparatnya diketahui terlibat praktek suap itu adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Samarinda, kantor Samsat Samarinda di Jl M Yamin, Kantor Imigrasi Samarinda, Polresta Samarinda, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Samarunda. Dari video itu terlihat jelas oknum-oknum petugas menawarkan diri memberikan kemudahan pelayanan kepada warga dengan imbalan tertentu. “Ini masih sebagian yang kita dapatkan, masih ada lagi beberapa kasus penyuapan yang adalah bagian dari praktek korupsi. Tapi dari rekaman itu sudah menggambarkan, bahwa praktek korupsi sebenarnya tidak hanya di level pejabat tinggi, tapi juga terjadi di bawah-bawahnya. Nah karena itulah kami menggelar seminar ini sebagai salah satu bentuk pencegahan agar hal

IST

Dandim 0904/Tng Letkol Inf Sugeng Hartono melaporkan kegiatan Bakti TNI Terpadu 2011 di Kabupaten Paser, Selasa (19/7).

program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta lapisan masyarakat dengan tujuan membantu mengatasi kesulitan yang sedang dihadapi rakyat. Tekad pemerintah membangun bangsa dan negara untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, tetapi upaya tersebut terkadang belum sepenuhnya didukung oleh seluruh komponen bangsa. Oleh karena itu, Bakti TNI Terpadu ini bukan cuma membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat. Bakti TNI Terpadu berlangsung sampai tanggal 8 Agustus menda-

tang. Kegiatannya meliputi pembuatan jalan dan parit sepanjang 1100 meter dengan lebar 8 meter mulai dari Desa Belebak- Ponpes Al Furqan, pembuatan jalan dan parit sepanjang 300 meter dari RT 16 - RT 10 Dusun Suka Jaya, dan jalan menuju lahan pertanian sepanjang 600 meter dengan lebar 8 meter, serta Jalan Dusun Suka Harja Pasar Desa sepanjang 500 meter, ditambah pembuatan satu jembatan dan gorong-gorong. Sedangkan kegiatan non fisik, TNI akan melaksanakan penyuluhan di bidang bela negara, wawasan kebangsaan, kenakalan remaja, narkoba, kamtibmas, pertanian, perkebunan, perikanan serta pemutaran film dokumentar perjuangan dan profil TNI. (aas)

itu tak lagi terulang,” kata Abdullah. Rekaman sontak membuat peserta seminar yang dihadiri Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Walikota Samarinda Syaharie Jaang, dan sejumlah Kepala SKPD dilingkup Pemprov serta ratusan undangan lainnya menjadi kaget. Karena mereka tidak menyangka, hal utu bisa terekam jelas dan ditampilkan secara terbuka di Seminar. Beberapa komentar pun terdengar, ada yang menganggap hal itu positif, ada pula yang mengaku lantas menyindir. “Wah bisa ketahuan begitu ya, bahaya,” kata salah satu pejabat peserta Seminar. Dikesempatan terpisah, Gubernur Awang Faroek mengatakan, dengan adanya rekaman praktek penyuapan itu maka sudah menjadi keawajiban Pemkot Samarinda untuk segera menertibkannya. Yang jelas hal itu sangat tidak dibenarkan terjadi, dalam upaya meningkatn dan memberikan pelayanan mudah kepada masyarakat. “Itu kan di Samarinda, tapi sepertinya kalau di Pemprov tidak ada seperti itu. Makanya Seminar itu digelar banyak manfaatnya, yang utamanya adalah bagaimana kita memberikan pelayanan publik yang baik dan sesuai dengan prosedur yang ada,” ujarnya.

Baru 4 Laporan DALAM Seminar juga terungkap, tahun 2011 ini laporan masyarakat akan keluhan terhadap pelayanan publik kepada Ombudsman RI masih sangat minim yakni hanya empat laporan. Hanya berbeda satu laporan dibanding 2010 lalu yang justru hanya tiga laporan. ketua Ombudsman RI Danang Girindrawardana dalam paparannya menyebutkan, laporan 2011 itu adalah pelayanan di BPN Samarinda, penggusuran lahan tani di PT Kideco Jaya Agung Paser, permohonan land clearing yang bertahuntahun tidak diproses oleh Pemkab Kabupaten Tana Tidung (KTT), dan terakhir

soal pengusiran puluhan transmigran di Desa Kaliorang Kutai Timur (Kutim). “Alasan sedikitnya laporan ke Ombudsman kami masih akan teliti lagi, apakah memang puas dengan pelayanan publik di Kaltim atau seperti apa. Atau juga faktor belum adanya pejabat pengelola aduan masyarakat di Samarinda sehingga masyarakat masih bingung melapor kemana,” kata Danang. Dijelaskannya, jika masyarakat sadar seharusnya bisa memanfaatkan Ombudsman sebab perannya adalah melakukan pengawasan terhadap pemberian

PENAJAM, TRIBUNLaporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) wilayah Kaltim, menemukan adanya kelebihan pembayaran keuangan daerah senilai Rp 2.918.457.207,50 dalam pelaksanaan 23 paket pekerjaan yang telah dibayar 100 persen oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Penajam Paser Utara (PPU). Selain itu juga adanya potensi kelebihan pembayaran senilai Rp. 21.802.573,76 dalam pelaksanaan dua paket pekerjaan. Dengan adanya kelebihan pembayaran ini, maka Pemkab PPU menanggung risiko terjadinya kerusakan pada proyekproyek tersebut sebelum umur ekonomisnya habis. LHP BPK dengan Nomor: 41 /LHP/XIX.SMD/XII/2010 tertanggal 9 Desember 2010 dijelaskan bahwa, di Dinas Pekerjaan Umum,

Sementara itu, Seminar digelar merupakan kerjasama KPK dengan Pemprov Kaltim. Dengan tema Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Seminar menghadirkan nara sumber, Penasehat KPK Abdullah Hehamahua, ketua Ombudsman RI Danang Girindrawardana dan Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN Wiharto. Dalam sambutan pembukaan Seminar, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, seminar ini tentunya sangat bermanfaat dalam memberantas korupsi khususnya dalam hal pelayanan publik. “Ini memang sesuai dengan keinginan saya selama memimpin Kaltim, terciptanya Island of Integrity, pemerintahan yang bersih dari praktek-praktek korupsi,” tandasnya. (aid) pelayanan publik oleh penyelenggara negara, termasuk BUMN/BUMD, lembaga pengadilan, BPN, Kepolisian, Kejaksaan, Instansi Non Departemen, Perguruan Tinggi Negeri, TNI, dan sebagainya. “Kami memang tidak memiliki kewenangan menuntut maupun menjatuhkan sanksi kepada instansi yang dilaporkan, namun kami bisa memberikan rekomendasi kepada instansi untuk melakukan selfcorrection. Penyelesaian keluhan merupakan salah satu upaya alternatif penyelesaian masalah di samping cara lainnya yang membutuhkan waktu yang relatif lama dan biaya yang harus dikeluarkan,” tambahnya. (aid)

pembayaran 100 persen atas 10 paket kegiatan itu. Dengan demikian, terjadi kelebihan pembayaran sebesar Rp 1.299.176.385,53. Selain itu, kekurangan volume pekerjaan senilai Rp 2.940.259.781,26 (Rp21.802.573,76 + Rp2.918.457.207,50) dalam pelaksanaan 25 paket pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat (RKS) dan Kontrak/Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan untuk masingmasing pekerjaan yang antara lain, menetapkan bahwa volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak harus dilaksanakan sesuai RKS serta

KELEBIHAN PEMBAYARAN TERDIRI DARI 1). Bidang Bina Marga sebanyak 13 paket kegiatan senilai Rp13.618.366.000,00. Pemkab PPU telah merealisasikan pembayaran 100 persen atas 13 paket kegiatan. Dengan demikian, terjadi kelebihan pembayaran sebesar Rp 1.619.280.821,97. 2). Bidang Pengairan sebanyak 10 paket kegiatan senilai Rp13.143.951.000,00. Pemkab PPU telah merealisasikan pembayaran 100 persen atas 10 paket kegiatan. Dengan demikian, terjadi kelebihan pembayaran sebesar Rp1.299.176.385,53. Sumber: LHP BPK Nomor : 41 /LHP/XIX.SMD/XII/2010 Tanggal 09 Desember 2010 (mir)

pembayaran dilakukan berdasarkan kemajuan pekerjaan. Sementara dalam rekomendasi itu, Bupati PPU diminta agar, memulihkan kerugian daerah sebesar Rp 2.918.457.207,50 dan potensi kerugian daerah sebesar Rp 21.802.573,76 sesuai dengan ketentuan berlaku dan memperhatikan hasil pemeriksaan BPK RI. Bupati Andi Harahap usai membuka Rakor Pembangunan, Senin (18/7) menjelaskan, bahwa rekomendasi BPK sudah dilaksanakan termasuk menegur pengguna anggaran di Dinas PU. “Sudah saya tegur dan meminta mereka agar segera memulihkan kerugian daerah,” jelas Andi. Kepala Dinas PU Mangasi Tambunan menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemulihan kerugian daerah sebesar Rp 2.9M sesuai LHP BPK. (mir)

Menunggak Hingga Tiga Bulan ● 200 Pelanggan Akan Dialihkan Listrik Prabayar PENAJAM, TRIBUN - Untuk mengurangi jumlah pelanggan yang menunggak pembayaran listrik setiap bulan, PLN Unit Petung akan mengalihkan mereka ke listrik prabayar. Untuk sekarang ada sekitar 200 pelanggan yang dialihkan menjadi listrik prabayar, karena mereka menunggak pembayaran listrik sampai tiga bulan. Kepala PLN Ranting Penajam, Trie Mulyadi, Senin (18/7) menjelaskan, pengalihan dari listrik prabayar dilakukan karena selalu menunggak. “Jadi tiga bulan kadang tidak bayar. Dan orangnya itu-itu saja sehingga kami putuskan untuk

”Menggambarkan Sekecil praktek korupsi Apapun Tetap sebenarnya tidak hanya di level pejabat Korupsi tinggi, tapi juga terjadi di bawah● Sambungan hal 13 bawahnya” “Saya contohkan seperti Abdullah Hehamahua Penasihat KPK

kekurangan volume pekerjaan atas 23 paket kegiatan sebesar Rp 2.918.457.207,50. Kekurangan pekerjaan ini terdiri dari Bidang Bina Marga sebanyak 13 paket kegiatan senilai Rp. 13.618.366.000,00. Pemerintah Kabupaten PPU telah merealisasikan pembayaran 100 persen atas 13 paket kegiatan. Dengan demikian, terjadi kelebihan pembayaran sebesar Rp. 1.619.280.821,97. Kedua adalah Bidang Pengairan sebanyak 10 paket kegiatan senilai Rp. 13.143.951.000,00. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara telah merealisasikan

saya ini adalah orang Islam, sama seperti haramnya makan daging hewan babi, secuil pun saya makan dagingnya tetap haram kan hukumnya. Nah begitu juga dengan korupsi, seberapa peserpun itu tetaplah namanya korupsi dan harus diusut, dan ketika terbukti berikan sanksi,” tandas Abd Hehamahua. Menurutnya, KPK bekerjasama dengan Pemprov menggelar Seminar

Hanya Gurauan ● Sambungan hal 13 ataupun besar nilai korupsinya, kalau ketahuan pasti diusut. Nah yang itu dipotong, tidak dimasukkan. Beda dengan berita di Kaltim Post,” ucap Faried menghubungi Tribun, Rabu (20/7) sore. Dalam pemberitaan Tribun kemarin, Kajati menyatakan korupsi sedikit tidak apa-apa. Dalam kalimat langsungnya Faried mengatakan, pejabat harus pintar-pintar, jangan sampai ketahuan. Karena kalau ketahuan, siapapun dihukum. Sayangnya, gurauan itu disampaikan dalam forum formal di lingkungan Pemkab Berau.

mengalihkan mereka ke listrik prabayar. Karena kalau prabayar, maka kalau tidak mengisi voucer lampunya tidak menyala. Kan butuh listrik, jadi mau tidak mau harus membeli voucer agar listriknya bisa terus menyala,” jelasnya. Trie mengaku, selama ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar mereka bisa taat membayar listrik. Namun upaya yang dilakukan ternyata kurang diperhatikan karena tetap menunggak. Ia menyatakan, PLN sudah memberikan toleransi kepada mereka, karena masih diberikan teguran agar segera membayar tagihan listrik. Trie menyatakan,

keputusan untuk mengalihkan mereka kepada listrik prabayar akan ampuh. Ia mengungkapkan, setiap bulan ada sekitar 600 pelanggan yang selalu menunggak pembayaran listrik. Namun jumlah ini berkurang saat batas waktu pembayaran sudah lewat. “Kita kan hitung setiap tanggal 20 berakhir pembayaran. Tapi biasanya tanggal 21 mereka sudah datang melunasi. Tapi sekitar 200 pelanggan ini tetap juga tidak bayar meskipun sudah berjalan tiga bulan,” katanya. Trie menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada mereka. Pendekatan ini dilakukan

untuk mengingatkan bahwa mereka sudah terlambat membayar listrik. “Karena bila ada pelanggan yang menunggak itu kan mengganggu keuangan PLN,” ucapnya. Selama ini lanjut Trie, pihaknya sudah memberikan tindakan tegas kepada pelanggan yang menunggak pembayaran listrik. Salah satunya pencabutan sementara jaringan listrik mereka. Sejak tahun 2011 ini sudah ada lima pelanggan yang dicabut jaringan listriknya untuk sementara. “Kita akan pasang kembali kalau mereka sudah melunasi tagihan yang tertunggak,” ujarnya. (mir)

Pemberantasan Korupsi dengan tema meningkatan pelayanan publik tersebut sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap praktekpraktek korupsi yang kecil atau sedikit itu. Sebab berdasarkan survei KPK sendiri, korupsi kecil itu jika dikumpulkan maka jumlahnya bisa mencapai triliunan rupiah. “Dari survei akademisi independen disebutkan, 30 persen praktek korupsi di Indonesia adalah dari pelayanan publik dan itu adalah skalanya kecil saja. Tapi coba kita kumpulkan sedikit demi sedikit, jumlahnya sangat besar yakni mencapai triliunan rupiah. Maka itu, sekali lagi saya tegaskan,

korupsi apapun itu, nilai berapapun itu, adalah tetap korupsi dan harus diusut,” tandasnya. Terpisah, guru besar ilmu hukum Universitas Widiyagama Mahakam Samarinda Prof Dr M Agus Santoso, SH MH berpendapat, besar atau kecil tetap saja dinamakan korupsi. Sehingga tidak boleh ada anggapan bahwa kalau kecil boleh-boleh saja. Berawal dari yang kecilkecil itulah justru yang menjadi besar. “Pernyataan Kajati Faried Harianto yang menyebut bahwa korupsi dikit-dikit tidak apa-apa itu, mestinya tidak diungkap, terlebih di depan para pejabat, meski ia maksudkan hanya sebagai

guyonan. Sebaiknya Kajati tidak perlu membuat pernyataan yang dapat membingungkan masyarakat. Justru lebih baik mengajak masyarakat berpikir untuk tidak korupsi,” kata Agus. Agus menilai, pernyataan Kajati itu dimaknai berbeda oleh publik. Bisa kontraproduktif dengan upaya untuk mencegah korupsi. Dampaknya dapat membuat orang tidak berhenti untuk melakukan korupsi. Dan masyarakat awam menganggap bahwa melakukan korupsi yang kecilkecil itu tidak masalah atau tidak apa-apa. Sebab yang mengatakan adalah seorang pejabat penegak hukum, Kajati.(aid/m28/bud)

Menurut dia, sangat tidak masuk akal ketika ia dan jajaran Kejati Kaltim melaksanakan agenda sosialisasi pencegahan korupsi di beberapa daerah. Justru, lanjut Faried, pemberitaanya bertolak belakang dengan agenda sosialisasi yang terkesan memperbolehkan korupsi yang kecil-kecil saja. “Ya karena wartawannya nulis sepotong-sepotong, jadi salah persepsi. Di acara itu, pesertanya tertawa waktu saya gurau soal itu. Bukan berarti saya menyuruh korupsi, dan itu sudah saya tegaskan, jangan sedikitpun mencoba korupsi sekecil apapun,” tegasnya lagi. Ia juga menjelaskan, terkait aparat hukum kejaksaan yang mengusut kasus korupsi dengan nilai kerugian hanya Rp20 juta. Menurut dia, jika

penegak hukum mengusut kasus korupsi dengan nilai kerugian Rp 20 juta, maka tidak sebanding dengan ongkos perkara. “Dalam pengusutan kasus korupsi, bukan hanya memberikan efek jera saja. Tetapi harus bijak, bagaimana aparat hukum bisa menyelamatkan kerugian negara dari yang dikorupsi. Kalau korupsinya hanya Rp 20 jutaan, sebaiknya segera dikembalikan,” saran Faried, yang akan melanjutkan sosialisasi ke Kabupaten Bulungan dan Tarakan. Faried berharap, pemberitaan terkait agenda sosialisasinya di Berau itu tidak menimbulkan persepsi yang berbeda dan terkesan menjadi negatif. Dalam kesempatan sosialisasi ini, untuk memberikan peringatan dan

pemahaman agar sebelum terjadinya korupsi segera dilakukan pencegahan dengan kesadaran hukum. Ia memberikan contoh, Kejati kini mengusut usut kasus dana bantuan sosial di Kukar yang para penerimanya hanya sekitar Rp20 jutaan. Kata dia, itu sebagai contoh, bahwa kejaksaan tidak pilahpilah kasus korupsi. “Tetapi pengusutan itu, dengan syarat unsur melawan hukumnya itu sangat jelas. Seperti dana bansos itu, seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat, bukan dikorupsi. Kemudian, dana operasional dewan yang dobel. Itukan juga kita lanjutkan, karena unsur pidananya tidak bisa diharpuskan,” jelas Faried.(bud/aid/m28)

Jadi Alasan Pembenaran SEKRETARIS Komisi I DPRD Kaltim, Saparudin menilai, pernyataan Kajati Kaltim Faried Harianto yang menyebut bahwa “Korupsi yang kecil -kecil tidak apaapa”, itu bisa menjadi alasan pembenaran bagi birokrasi untuk tetap melakukan praktek korupsi. Harusnya kata-kata itu tidak perlu diucapkan oleh Kajati Kaltim, selaku aparat penegak hukum di Kaltim.

CMYK

“Pernyataan seperti itu harusnya tidak keluar, karena itu bisa diartikan lain oleh pejabat di birokrasi. Meskipun kata-kata itu hanya guyonan, tapi itu sangat berpengaruh, itu bisa menjadi alasan pembenaran bagi birokrasi dalam melakukan korupsi,” kata Saparudin. Karena itu, politisi PPP ini berharap aparat penegak hukum terutama kejaksaan agar tidak

mengkomunikasikan hal-hal yang dapat membingungkan masyarakat. Apalagi membuat pernyataan yang berlawanan dengan gaun dan semangat antikorupsi, ungkap dia. Baik kejaksaan maupun aparat penegak hukum lainnya, kata Saparudin, harus bisa menjadi pemberi motivasi yang baik dan cerdas buat para pejabat dilingkungan birokrasi, agar mereka sadar dan tidak lagi melakukan

korupsi. Bukan justru kita memberi motivasi kepada para pejabat dengan kata-kata yang selah-olah tidak melarang mereka berbuat korupsi, katanya. Pada kesempatan itu Saparudin juga menyebut, bahwa tugas untuk mensosialisasikan gerakan antikorupsi sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum saja, seperti halnya kejaksaan. Tapi semua pihak harus ikut mencegah dan memberantas korupsi.(m28)


22

KAMIS 21 JULI 2011

Sopir Angkot tak Tahu WTN ■ Keberatan Diberlakukan Sistem Angkutan Massal

HO

Walikota Rizal Effendi menerima piala WTN dari Menteri Perhubungan Freddy Number, Rabu (20/7).

Artis Batak Meriahkan Malam Keakraban ● Road Show Peringatan Jubileum 150 Tahun HKBP BALIKPAPAN, TRIBUN - Malam keakraban Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dalam rangka mensyukuri Jubileum 150 Tahun HKBP, akan diselenggarakan Sabtu (30/7) pukul 19.00 di ballroom Hotel Bahtera Balikpapan. Acara ini akan dihadiri sekitar 750 orang. Mereka adalah jemaat HKBP seKalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, Panitia Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP dari Jakarta dan Surabaya. para Pendeta HKBP dan majelis gereja serta tokoh-tokoh masyarakat Batak. Turut hadir kalangan pengusaha, calon donatur dan sejumlah pejabat. Malam Keakraban ini akan diisi dengan ibadah dan hiburan yang dimeriahkan sejumlah artis Batak dari

Jakarta yakni Willy Silalahi, AXIDO Group Putri Silitonga, dan Pelawak Bernando Rajagukguk. Kepada Tribun, Rabu (20/7), Pdt Midian KH Sirait MTh, Pimpinan HKBP Balikpapan, Malam Keakraban ini untuk meningkatkan silaturahmi dan persaudaraan diantara warga gereja . Selain itu, lanjut Sirait, pada Minggu (31/7), diadakan peresmian HKBP Distrik Borneo oleh Praeses HKBP Distrik XVII IBT, Pdt MTH Tampubolon STh dari Surabaya. Kepada jemaat HKBP dan simpatisan donatur serta siapa saja yang berkeinginan mengikuti acara tersebut dapat menghubungi Pdt Hutagaol melalui 085346270525 atau langsung ke kantor Gereja HKBP Gunung Malang.(*/pr)

DKK Dirikan Pojok Oralit BALIKPAPAN, TRIBUN Berbagai upaya terus dilakukan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan untuk menurunkan angka penderita diare. Diketahui, sepekan terakhir penderita diare dan muntaber di Balikpapan meningkat drastis hingga tiga kali lipat, yakni mencapai 300 pasien. Kepala DKK Balikpapan Dyah Muryani mengungkapkan, DKK telah memberikan surat edaran isinya mengim-

bau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke seluruh sekolah di Balikpapan. Pasalnya, sebagian besar penderita diare merupakan anak-anak. “Sudah kita edarkan ke semua sekolah, supaya mengikuti pola PHBS, yakni rajin cuci tangan pakai sabun, minum air yang sudah dimasak, kemudian waspada sama minum-minumas es,” ungkap Dyah, Rabu (20/7).

Tidak hanya membagikan edaran ke sekolah, DKK juga kembali mengaktifkan pojok-pojok oralit di tiap puskesmas. Seperti diberitakan sebelumnya, penderita diare meningkat signifikan.Khusus Juli ini, hingga pekan kedua penderita diare meningkat hingga 300 penderita. Dalam kondisi normal, penderita diare hanya berkisar 150 - 200 dalam sebulan. (m26)

BALIKPAPAN, TRIBUN Keberhasilan Kota Balikpapan meraih penghargaan tertib lalu lintas “ Wahana Tata Nugraha (WTN) ke 16 disambut dingin sejumlah pengemudi angkutan kota (angkot). Bahkan tidak sedikit sopir angkot yang ditemui Tribun di Terminal Batu Ampar mengaku tidak tahu apa-apa itu WTN. “WTN itu apa Mas, kok baru denger saya,” ujar Wisnu bertanya balik. Hal senada dilontarkan Banki, sopir angkot

yang sedang ngetem di Terminal Batu Ampar. “Ah tidak tahu kita Pak. Tidak ada yang ngasih tahu kita, maklum kita tidak sekolah dulu,” tuturnya. Sebagian sopir angkot menganggap pemerintah kota hanya mengejar penghargaan, tapi tidak ada perhatian terhadap para sopir angkot. “Kalau cuma bagi-bagi kaos saja masa disebut perhatian? Kaos cuma satu, sisanya disuruh beli sendiri di Organda Rp 90.000, baru kita diwajibkan pakai seragam. Kalau

tidak pakai seragam ditilang saat razia,” kata Saprudin, sopir angkot lainnya. “Masa baju satu disuruh pakai setiap hari? Bisa-bisa malah kabur penumpangnya, Mana mau penumpang dekatdekat kita kalau bajunya bau. Jadi yang dapat penghargaan itu pemerintah saja, kita cuma ikut saja daripada kena tilang?” ujar Amir menambahkan. Bagaimana dengan rencana Dishub Kota Balikpapan mengadakan Sarana Angkutan Umum Massal

Angkutan Kota Terbaik MENTERI Perhubungan Freddy Numberi memberi penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2010 kepada 69 Pemerintah Kabupaten/ Kota se- Indonesia, termasuk Kota Balikpapan. Wahana Tata Nugraha atau WTN adalah penghargaan kepada kotakota dengan penataan transportasi terbaik. Balikpapan merupakan penerima WTN kategori kategori angkutan kota

terbaik untuk kota besar. Penghargaan WTN diterima Walikota Rizal Effendi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta. Menhub mengatakan, kegiatan penghargaan WTN ini dulu dikenal sebagai lomba tata tertib lalu lintas dan angkutan kota. Penghargaan ini merupakan yang ke-16 kalinya sejak 1992 dan sempat berhenti pada 1998 dan 1999. Dirjen Perhubungan Darat

Kemenhub Suroyo Alimoeso mengatakan pada penilaian penghargaan WTN kali ini, panitia menetapkan 16 kabupaten kota penerima piala WTN. Tiga di antaranya kategori angkutan, tujuh kategori lalu lintas, dan 43 kabupaten kota menerima plakat WTN. “Ada 77 kota yang dinilai. Bagi yang mendapat penghargaan, akan diberi bantuan teknis tertib lalu lintas yang dibiayai dari APBN,” kata Suroyo. (*/bi)

(SAUM). “Coba kalau mereka (pemerintah) ngerti. Angkotangkot sekarang itu belum tentu dapat untung, malah kadang-kadang nombok,” keluh Sugeng menanggapi rencana Dishub memberlakukan SAUM. Para sopir angkot mengaku dikenai setoran dari perusahaan angkot Rp 60.000 hingga Rp 80.000 per hari. “Padahal penghasilan ndak tentu. Coba hitung, kalau nyetor Rp 60 ribu, beli bensin 10 liter sudah Rp 45 ribu, itu kadang ngangkut penumpang cuma dapat Rp 50 ribu saja, malah nombok. Nah kalau ditambah lagi model angkutan massal (SAUM) mau dikashi makan apa keluarga saya,” tutur Agus. Rabu (20/7) kemarin, Walikota Balikpapan Rizal Effendi didampingi Kapolres AKBP Sabar Supriyono serta Kepala Dishub Ali Munsjir Halim menerima piala WTN dari Kementerian Perhubungan. Kamis (21/7) sekitar pukul 09.00 Wita, WTN tiba di Bandara Sepinggan dan rencananya akan diarak keliling kota. (m34)

Satpol PP Incar Agen Kembang Api BALIKPAPAN, TRIBUN Jelang Ramadhan, awal Agustus nanti, Satpol PP Kota Balikpapan gencar menggelar razia kembang api dan petasan. Rabu (20/7) kemarin, puluhan petugas Satpol PP merazia sedikitnya tiga tempat yang menjadi distributor kembang api. Razia dimulai dari Toko Rizky di kawasan Jl Jend A Yani. Di toko tersebut, petugas mendapati puluhan dus kembang api berbagai jenis dan ukuran. Petugas sempat hendak mengangkut puluhan

dus berisi ribuan kembang api itu, namun urung dilakukan lantaran sang pemiliki mengantongi izin dari kepolisian. Kendati demikian, petugas Satpol PP tetap mengambil beberapa contoh kembang api berukuran besar. Kendati memiliki izin dari kepolisian, namun Izin Gangguan (IG) yang dimiliki Toko Rizky hanya menyebutkan toko tersebut melayani pengadaan barang elektronik, Alat Tulis Kantor (ATK) serta mainan anak-anak. “Kita hanya mengambil

sampel beberapa kembang api yang berukuran besar. Meskipun dia (Toko Rizky) punya izin dari kepolisian, tapi IG-nya sudah menyalahi karena di IG disebutkan toko ini hanya melayani pengadaan barang elektronik, ATK, dan mainan anak-anak. Tapi ini malah isinya kembang api semua,” jelas Kasi Operasi dan Penertiban Satpol PP, Subardiyono. Selanjutnya, puluhan petugas Pol PP melanjutkan razia ke Bandung Toys dan Toko Subur. Namun, sama

seperti di Toko Rizky, petugas hanya mengambil beberapa sampel kembang api. “Tapi kami minta para distributor tersebut datang ke kantor (Satpol PP) besok (hari ini). Ada beberapa perizinan yang harus diluruskan seperti IG yang tidak sesuai peruntukannya tadi,” jelas Subardiyono. Razia kembang api langsung ke distributor bertujuan untuk menghambat peredaran kembang api hingga ke pengecer yakni Pedagang Kaki Lima (PKL). (m26)


tribun balikpapan

KAMIS 21 JULI 2011

23

Tiga Rumah Hancur Rata Tanah ■ Bangunan tak Ada Izin ■ Eksekusi Atas Perintah PN

Dedy Mengaku hanya sebagai Sopir BALIKPAPAN, TRIBUN - Kasus pencurian di rumah pengacara Yusuf Mustafa SH memasuki proses persidangan di PN Balikpapan, Rabu (20/ 7). JPU Santy Pasolang SH menghadirkan tiga saksi di hadapan majelis hakim yang diketua Casmaya SH. Yusuf Mustofa dan istrinya, Suryani serta Jumri, pemilik kendaraan yang disewa para pelaku. Di hadapan majelis hakim, Yusuf mengaku mengetahui rumahnya dibobol maling setelah memasuki kamar pribadinya. Saat itu, pintu kamarnya sudah terbuka dan berantakan. Pintu brankas seberat 600 Kg rusak. Uang

sebesar Rp 7 juta dan satu kotak berisi 29 buah perhiasan berlian lenyap tak bersisa. Termasuk jam tangan bermata berlian. Semua perhiasan tersebut menurut Yusuf bernilai Rp 320 juta. Sementara Jumri mengaku mengetahui mobilnya digunakan untuk kejahatan setelah mendapat informasi dari pihak kepolisian. Menanggapi pernyataan saksi, Dedy tidak berkata banyak selain membenarkan. Dia mengaku hanya sebagai sopir dan diminta mengantar kedua temannya Budiyanto dan Supriyanto ke kawasan Balikpapan Baru, pada (12/5) lalu. (sar)

Pintu Besi “Varia”, Bekas pun Masih Laku Dijual

Waspadai Banyak Pintu Besi Mirip Varia Sebaiknya Anda teliti sebelum membeli. Begitu pesan perusahaan pintu besi “Varia” terhadap masyarakat konsumennya. Karena sekarang makin banyak jenis pintu besi yang mirip-mirip Varia bahkan mereknya hampir sama. DANY Liyanto, CEO Varia mengatakan, produsen pintu besi harmonika asal Surabaya mengatakan, merek Varia merupakan ikon pintu besi harmonika yang diproduksi PT. Varia Cipta Pratama. “Banyak orang menyebut pintu besi harmonika dengan sebutan Varia, padahal merek pintu besi harmonika semakin banyak. Bedanya, pintu besi harmonika Varia satu-satunya pintu besi yang masih laku dijual dalam kondisi bekas,” tuturnya. Jaminan Varia adalah produk selalu aman, nyaman dan penuh estetika. Itu yang membuat pintu besi harmonika Varia teruji lebih dari 46 tahun. Bahkan untuk menjaga kualitas, Varia mengimpor besi

HO

Pintu besi harmonika produk “Varia”. (kiri) logo cirikhas produk “Varia”.

kanal khusus kualitas tinggi dan hanya diproduksi di luar negeri. Misalnya kanal ukuran 50 - 65 mm yang memiliki berat antara 30-33 Kg. Sebaiknya Anda teliti. Pastikan kalau akan membeli pintu besi Varia yang asli. Pintu besi merek Varia ciri khasnya ada logo bunga Sakura diproduksi sejak 1962. Dany Liyanto memulai usaha dengan nama “Lasery Varia”. Saat itu ia hanya mengerjakan las tangga besi, teralis, pagar dan gerbang besi. Tahun 1964 berganti nama jadi “Bengkel Varia”. Seiring

perkembangan perusahaan, PT Varia Cipta Pratama juga menyediakan Flextra (flexible trellis ), pintu besi 4 in 1 (multifunction automatic sliding window & panel ), pintu besi harmonika (folding gate ) merek KCU ( Karya Cipta Utama ) dan Polyfold (Polycarbonate Automatic Folding). Butuh pintu besi harmonika merek Varia dan beragam produk PT. Varia Cipta Pratama bias menghubungi Kantor Varia di Jl. Kayun 2, Surabaya Telp: 031-5451500 atau hotline: 031- 701 700 70, 0821 3993 9999. (*/son)

BALIKPAPAN, TRIBUN Tiga rumah warga yang difungsikan untuk rumah makan dan toko di Jl MT Haryono depan RSU Kanujoso Djatiwibowo dihancurkan secara paksa oleh petugas Pol PP. Eksekusi lahan dan bangunan yang berlangsung selama satu jam sempat membuat kemacetan, karena banyaknya warga yang menyaksikan jalannya eksekusi, Rabu (20/7). Komandan Palwas Bangling Pol PP Balikpapan La Assa mengatakan, bangunan tersebut tidak mengantongi izin, dan sudah sejak 2008 diberi teguran pertama hingga teguran ketiga. Kemudian pada 2009 dibuat pernyataan, apabila izinnya tidak terbit, maka akan dibongkar sendiri. Saat itu si pemilik meminta menangguh pembongkaran. “Pak ini kasus tanah apabila urusan tanahnya selesai kita urus izin IMB,” ujar La Asa menirukan perkataan pemilik. Menurut La Asa masalah tanah urusan pengadilan, sedangkan banguan yang tak berizin kewenangan Satpol PP berdasarkan Perda No 70 ayat 1. Barang siapa mendirikan bangunan tanpa IMB, maka akan dibongkar. Perda No 04 tahun 2000 juga melarang membangun sebelum memiliki izin. Jalannya eksekusi tanah seluas 1.980 M2 tersebut berjalan lancar. Pelaksanaan eksekusi dibantu saksi-saksi, aparat keamanan dan instansi terkait. Tanah dan bangunan yang dieksekusi sebelumnya didiami Sri Sutiarti yang seharihari untuk rumah makan. Menurut Juru Sita PN Balikpapan Husaini, eksekusi dilakukan berdasarkan surat tugas No. E.16.2008-40/ Pdt.G/2005/PN.Bpp. “Eksekusi ini kita lakukan atas perintah Ketua PN Balikpapan, tanah seluas 1.980

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN

Warga membereskan daganganyang dikeluarkan dari dari rumah makan sebelum dieksekusi, Rabu (20/7).

M2. Tidak ada kendala berarti, kalau ada protes sedikit dari pihak yang kalah itu biasa. Tanah ini milik Ruddy Teguan Wangke, wiraswasta yang beralamat di Jl Straat III No.67 sebagai pemenang dalam sengketa ini. Sengketa ini terjadi sejak 2005 setelah semua proses baru sekarang bisa dieksekusi,”jelas Husaini. Ruddy selaku pemenang dalam perkara ini memohon eksekusi pada putusan Mahkamah Agung No.896 K/

PDT/2007 tanggal 27 November 2007 jo putusan Pengadilan Tinggi Kaltim di Samarinda No. 68/Pdt.G/ 2006.PT/KT.Smda tanggal 27 September 2006 jo putusan PN Balikpapan No. 40/Pdt.G/ 2005/PN. Bpp tanggal 28 Desember 2005, yang telah berkekuatan hukum tetap. Dalam perkara ini, Ruddy melawan Haniah Mardjan, warga Jl Gerilya Gg. Baru No.45 RT.22, Sungai Pinang Dalam, Samarinda (pemban-

ding dahulu tergugat II), Priyanto, warga Jl MT. Haryono No.51 (Pembanding I dahulu tergugat II) dan Sri Sutiarti, warga Jl MT. Haryono No. 51 (Pembanding II dahulu tergugat II). Sri Sutiarti sempat menolak eksekusi. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena dengan alasan sudah mempunyai surat tugas, Satpol PP tetap mengeluarkan secara paksa isi rumah dan menghancurkan dinding beton rumah rata dengan tanah. (m36/m37)

Sri Tuding Ada Surat Palsu SRI Sutiarti mengaku sudah 16 tahun mendiami rumah yang dieksekusi. Dia berusaha menghalangi petugas saat akan menghancurkan rumah tersebut. Menurutnya, ekseskusi seharusnya belum bisa dilakukan karena masih dalam proses banding. Memang ada ketetapan hukum dari Mahkamah Agung tapi yang digugatkan atas nama Priyanto, sedangkan banguan milik Warianti . “Semua surat-surat atas nama saya kenapa rumah saya ikut diekseskusi, kan yang tergugat Priyanto. Lagipula kan proses hukum masih berjalan kenapa langsung dieksekusi,” ungkap Sri sembari menunjukkan surat-surat

kepemilikan tanahnya. Sri berencana akan mengadukan eksekusi ini serta mengadukan dugaan surat palsu yang dimiliki Ruddy Wangke. “Ada banyak kejanggalan dalam surat yang dimiliki Ruddy Wangke, antara lain sisa tanah. Saya sudah 16 tahun tinggal di sini, mengapa baru menggugat sekarang, kenapa tidak dari dulu waktu kita mulai baru bangun rumah. Jadi, baru-baru aja menggugat dia itu (Ruddy). Saya sudah laporkan ke polisi tetapi tidak ditindaklanjuti. Kenapa saya buat gugatan baru tidak ditanggapi pengadilan di sini, dimana penegakan hukum itu,” kata Sri. (m36)


CMYK

24

KAMIS 21 JULI 2011

PT Berau Coal Penyelenggara 14Th Fire and Rescue Challenge

Lebih Berbagi untuk Lebih Peduli Rangkain Kegiatan 14th Indonesian Fire and Rescue Challenge 18-20 Juli 2011 Technical Meeting IFRC Ke-14 Semiloka Tanggap Siaga Bencana Press Conference IFRC Ke-14 CSSR Workshop Lokasi Acara di Kota Samarinda 16 September 2011 Kedatangan seluruh tim peserta IFRC Ke-14 di Tanjung Redeb Penyambutan “WELCOME” di GOR Pemuda oleh Manajemen PT. Berau Coal/OCBC Registrasi, Safety Induction & Security Briefing & Penempatan Hotel untuk para peserta Drawing Liaison Officer General Overview Pelaksanaan IFRC KE-14 Workshop “Disaster Skala Rumah Tangga” (PERISKA & Dharma Wanita/PKK kab,Berau) Tecnical Meeting & Drawing Tim Challenge:Tim Manager dan Captain di Hotel Bumi Segah 17 September 2011 Apel pagi di Lapangan Pemuda Aksi donor darah di Lap.Parkir Kolam Renag Km.5 Gelar alat (TEA) di Lap.Parkir Kolam Renag Km.5 Pra. Opening Ceremony & Team Perfomance (16.00-18.00) Opening Ceremony & Mou Pemkab Berau/Pemprov Kaltim dengan PT.Berau Coal di Lapangan Pemuda (19.00-22.00) 18 September 2011 Apel pagi di Lap.Parkir Kolam Renang Km.5 Challenge #1:Tes Kompetensi Pemadam Kebakaran di GOR Pemuda Campaign Program: Rescuer Goes to School (SMU/K) 19 September 2011 Apel pagi di Lap.Parkir Kolam Renang Km.5 Challenge#02: Motor Vehicle Accident di Lap.Parkir Kolam Renang Km.5 Chalenge #03: Rescue From Height di Samburakat Fire Ground Peserta Jambore Perwakilan Pelajar SMU/K se-Kabupaten Berau (PMR/Pramuka) set-up di Samburakat Fire Ground 20 September 2011 Aple Pagi di di Lap.Parkir Kolam Renang Km.5 Challenge#04: Mass Casualties Rescue di Lap.Parkir Kolam Renang Km.5 Challenge#05: Fire Fighting di Samburakat Fire Ground Jambore & Lomba Menulis Essay Perwakilan Pelajar SMU/K seKabupaten Berau (PMR/Pramuka)/Penutupan 21 September 2011 Apel pagi di Lap.Parkir Kolam Renang Km.5 Challenge #06: CSSR di Samburakat Fire Ground 22 September 2011 Apel Pagi di Lap.Parkir Kolam Renang Km.5 MiniTour dilanjutkan perjalanan menuju Pulau Derawan via Dermaga Tanjung Batu 23 September 2011 Apel Pagi di Lap.Sekolah Challenge #07: Under Water Rescue di BMI DDR Challenge #8: Fireman Fitness Dril di BMI DDR Area 24 September 2011 Apel Pagi di Lap.Sekolah Tecnical Meeting (Tim Manager & Captain/Instructure) Closing Ceremony (2 Session; Sesi 1 pukul 16.00-18.00 WITA, Sesi 2 pukul 19.00-22.00 WITA) 25 September 2011 Seluruh peserta chek-out dari Pulau Derawan Menuju Tanjung Redeb via Dermaga Tanjung Batu Chek-in Hotel di Tanjung Redeb 26 September 2011 Seluruh peserta chek-out hotel, selanjutnya menuju Kalimarau Airport

Apa dan Bagaimana Kapan Dan Dimana Indonesia Fire and Rescue Challenge akan diselenggarakan pada 16-27 September 2011 di PT.Berau Coal, Tanjung RedebKabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Opening Ceremony Opening Ceremony akan dilaksanakan pada tanggal 17 September 2011 dengan mengambi! lokasi di Areal Tepian Sungai Segah. Acara ini nantinya akan di bagi menjadi 2 sesi acara Sesi 1: Akan berlangsung pada pukul 16.00-18 WITA, dimanan untuk sesi ini akan menampilkan perfomance untuk setiap teamserta hiburan dari pengisi acara (local band) Sesl2: Akan berlangsung pada pukul 19.00-22.00 WITA, dimana untuk sesi ini acara utamanya adalah pembukaan kegiatan IFRC ke 14 oleh menteri ESDM/Gubernur provinsi Kalimantan Timur dilanjutkan dengan Mou antara pemerintah kabupaten Berau sdengan PT.Berau Coal untuk penanganan darurat bencana di Kabupaten Berau. Diharapkan model ini dapat dipublikasikan di perusahaan dan tambang lain di Kaltim. Closing Ceremony Closing Ceremony akan dilaksanakan pada tanggal 24 September 2011 di Pulau Derawan dengan mengambil lokasi di Lapangan Voly pantai milik PT.Kiani. Acara ini nantinya akan dibagi menjadi 2 sesi acara. Sesi 1: Akan berlangsung pada pukul 17.00-18.00 WITA dimana untuk sesi ini akan menampilkan perfomance untuk setiap team serta hiburan dari pengisi acara (local band) Sesi2: Akan berlangsung pada pukul 19.00-22.00 WITA dimana untuk sesi ini acara utamanya: 1.Pengumuman pemenang lomba IFRC ke 14 2. Penyerahan “award” kepada para pemenang lomba IFRC ke 14 3. Sambutan dan penutupan kegiatan lomba IFRC 14 oleh bupati Kabupaten Berau/Dirjen Minerba 4.Pengumuman penunjukkan tuan rumah IFRC ke 15 oleh Board Of Director IFRC.

TAHUN 2011 ini, PT Berau Coal mendapat kehormatan untuk menjadi Tuan Rumah IFRC ke 14 (14Th Indonesian Fire and Rescue Challange). Acara ini akan digelar selama sepuluh hari berturut 17 -27 September 2011, di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. IFRC adalah even kompetisi tahunan, antara tim fire & rescue milik perusahaan tambang di Tanah Air. PT Berau Coal sudah men-setting acara, agar IFRC bisa berguna lebih banyak bagi masyarakat . Di antaranya mentranfers ilmu dan pengetahuan tentang fire and rescue kepada masyarakat. Termasuk melatih ibu-ibu rumah tangga mampu memadamkan kebakaran, menularkan ilmu rescue kepada siswa-siswi SMA/ SMA di Berau agar peka, tanggap dan cakap merespon bencana. KETIKA ditunjuk sebagai penyelenggara lomba 14th Fire and Rescue Challenge (IFRC Ke14), PT Berau Coal langsung membuat rencana besar, agar lomba kali ini bukan sekadar lomba melainkan lebih dari itu bisa dirasakan manfaatkan bagi masyarakat Berau, Kaltim atau bahkan seluruh Nusantara. Oleh karenanya, PT Berau Coal menjadikan ajang lomba ini berbeda dengan yang sudah pernah dilaksanakan sebelum. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan mengasah keahlian tim fire & rescue pertambangan saja. Lebih dari itu, kegiatan dirancang sebagai upaya untuk mensosialisasikan keberadaan tim fire & rescue tambang kepada pemerintah daerah dan masyarakat luas. Lewat IFRC ke 14 di Berau, diharapkan tim fire & rescue pertambangan dapat lebih bersinergi dalam upaya penanganan bencana alam, di daerah operasi perusahaan masing masing. Contohnya di Kalimantan Timur, banyak terjadi kebakaran hutan. Ke depan, diharapkan perusahaan tambang yang berlokasi di Kalimantan Timur dapat bekerja sama dengan

pemerintah daerah masing masing, untuk penanganan kebakaran hutan. Yakni lewat tim fire & rescue yang memiliki kompetensi dalam pemadaman kebakaran. Demikian pula untuk penanganan potensi potensi bencana lainnya. Untuk mendukung visi tersebut, pada pelaksanaan IFRC ke 14 di Berau, tidak hanya tim fire & rescue perusahaan tambang yang bertanding, tapi mengikutsertakan pula tim pemadam kebakaran dan penanganan bencana milik Pemerintah Daerah Kabupaten Berau, sehingga setiap peningkatan kapasitas tim fire & rescue pertambangan, dapat diadopsi oleh pemerintah daerah. Diharapkan, hal ini juga dilakukan oleh perusahan perusahaan tambang lainnya, untuk penanganan bencana lebih luas, di daerah masing masing. Seperti tanggap darurat bencana gempa bumi, tsunami, gunung meletus, tanah longsor, banjir, dan sebagainya. PT Berau Coal telah mengambil kebijakan, tidak hanya mendedikasikan tim fire & rescue yang dimilikinya, untuk penanganan kecelakaan atau kejadian berbahaya di lokasi tambang tetapi bersama sama pemerintah daerah, mengantisipasi dan menangani bencana yang mungkin timbul di daerah. PT Berau Coal juga menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menggunakan fasilitas, peralatan, dan Training Centre Tim Fire & Rescue perusahaan, secara bersama sama. PT Berau Coal menjadikan komitmen ini sebagai salah satu bentuk CSR (Corporate Social Responsibility). Sebelum pelaksanaan kegiatan IFRC ke 14 pada 17 - 27 September 2011, juga digelar berbagai kegiatan pra even.

Inilah salah satu Workshop Colapsed Structure and Rescue, membobol beton untuk menolong korban di lokasi reruntuhan gedung. Woskshop dilaksanakan di Samarinda, 18-20 Juli 2011. Antara lain Semiloka bertajuk Lebih Berbagi, Untuk Lebih Peduli; Menyatukan Langkah Bersama Dalam Kesiapan Tanggap Bencana dan Darurat di Kalimantan Timur” pada 18 Juli 2011 di Mesra Business & Resort Hotel, Samarinda, Kalimantan Timur. Gubernur Kalimantan Timur akan bertindak sebagai Keynote Speech dalam Semiloka ini, dengan peserta anggota Tim Fire & Rescue perusahaan perusahaan tambang khususnya yang berlokasi di Kalimantan Timur. Lewat seluruh rangkaian kegiatan IFRC ke 14 ini, PT Berau Coal berharap dapat lebih berbagi, untuk lebih peduli kepada masyarakat dimana tambang beroperasi. Sehingga kehadiran perusahaan tambang di tengah tengah masyarakat, dapat lebih dirasakan manfaatnya, selain kontribusinya yang besar bagi kemajuan perekonomian dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat daerah. Selain itu, PT Berau Coal dapat menjadi contoh, untuk ditiru oleh perusahaan perusahaan tambang lainnya di seluruh belahan Nusantara. (adv)

JENIS LOMBA ■ Penanganan kecelakaan kendaraan ■ Penyelamatan di ketinggian ■ Pertolongan dan penyelamatan pada bangunan runtuh ■ Penyelamatan dan manajemen korban massal ■ Pemadaman kebakaran, penyelamatan di bawah air ■ Firefighters fitness drill.

TANGKAIAN PRA-EVEN IFRC KE 14 ■ Workshop Disaster Skala Rumah Tangga.Kegiatan bertema Cara Smart Mencegah & Memadamkan Bahaya Kebakaran, akan igelar pada 16 September 2011 di GOR Pemuda Kabupaten Berau, dengan peserta ibu ibu rumah tangga. ■ Aksi Donor Darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, 18 September 2011 di GOR Pemuda Kabupaten Berau. ■ Acara Rescue Goes To School, 18 September 2011 diikuti seluruh tim peserta IFRC ke 14, dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai tanggap bencana kepada para pelajar di tingkat SMU & SMK se Kabupaten Berau. ■ Jambore dan Lomba Menulis Essay, 19 20 September 2011 yang akan diikuti Perwakilan PMR/ Pramuka/ OSIS dari SMU/ SMK se Kabupaten Berau. Bertujuan memberi bekal pengetahuan dan pemahaman kepada siswa, tentang penanganan bencana dan bahayadi sekitar mereka sedini mungkin

Menembus Beton Menolong Korban Seorang korban tertimpa rerentuhan bangunan beton bertulang akibat gempa. Korban masih hidup. Namun untuk mengeluarkannya, tidak mudah. Tim rescue harus menembus reruntuhan beton. Mereka menggunakan alat manual dan bor berkekuatan listrik, tim rescue membuat l lubang segi tiga, pintu masuk reruntuhan untuk mengeluarkan korban. ITULAH sepenggal skenario demonstrasi 20 tim rescue dalam workshop CSSR (Collapse Structure Search and Rescue) di Hotel Mesra, 19-20 Juli 2011. Workshop dipandu instruktur dari Board of Director dari Indonesian Fire & Rescue Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral untuk menyambut Indonesia Fire Rescue Challange (IFRC) ke 14 di Tanjung Redeb 17-27 September 2011. Salah satu nomor challenge IFRC adalah CSSR, merupakan metode penyelamatan baru di Indonesia. Meski berlangsung singkat hanya dua hari, workshop CSSR ini diharapkan dapat bekal bagi tim rescue seluruh Indonesia dalam memperoleh pengetahuan dan kemampuan penyelamatan korban di reruntuhan gedung akibat gempa. Irwan Hakim, Seketaris Board of Director dari Indonesian Fire & Rescue menjelaskan workshop ini khusus untuk memberi kursus bagaimana tim rescue menembus beton dengan peralatan yang ada.

“Kita tidak memberi kursus penuh, tapi memberi kursus khusus menembus beton dengan alat yang ada,” katanya. Tim rescue diperkenalkan bagaimana menangani menembus reruntuhan gempa di Indonesia seperti batu bata, batako, seng dan papan. “Tim rescue yang ikut workshop kali ini sering turun ke lapangan dan lebih 14 tahun sering bertemu menangani bencana. Tim rescue lebih sigap dan tidak perlu pengaturan lebih banyak. Cukup diberi petunjuk, mereka melaksanakannya sesuai standar. Saya yakin tim rescue di IFRC 14 nantinya sudah siap untuk menembus beton bertulang dalam reruntuhan gempa,” katanya. Workshop CSSR ini mempelajari enam pelajaran dari dari materi keseluruhan 13 pelajaran. Materi pelajaran itu bagaimana memulai membentuk tim dan memulai operasi penyelamatan. Selain itu, tim rescue mempelajari construction material dan bagaimana berkomunikasi dan melakukan pencarian korban. “Materi yang disampaikan ini sangat bermanfaat di lapangan. Kegiatan kita ini tidak sia-sia karena tim rescue sudah mengetahui persis penyelamatan reruntuhan gempa seperti mengetahui korbannya bagaimana metode pencariannya hingga komunikasi dengan korban seperti berteriak dan panggil pasien,”

kata Irwan. Irwan menambahkan workshop juga membahas safety operasional, berkenaan keselamatan selama kursus dan mengenali alat-alat. “Workshop ini bagaimana rescue mengetahui bagaimana tool dan equipment, apa itu aksesoris. Mereka harus tahu. Dalam memberi pertolongan, tim rescue dari berbagai perusahaan yang

TECHNICAL meeting dan workshop penyelamatan di dalam reruntuhan akibat gempa di Hotel Mesra, Senin (18/7) dirangkai juga Seminar Lokakarya kerjasama PT Berau Coal dan Tribun Kaltim bertema “Lebih peduli untuk berbagai menyatukan langkah bersama dalam kesiapan tanggap darurat dan bencana di Kalimantan Timur”. Hadir sebagai pembicara seminar itu dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran, Komunitas Banda (Bantuan Darurat Indonesia) Balikpapan dan Berau Coal. Acara ini dipandu moderator Redaktur Pelaksana Tribun Kaltim Priyo Suwarno. Anggota Rescue Berau Coal, Darwis menjelaskan bencana di Kaltim memiliki karakteristik berbeda dengan pulau lain di Indonesia. Kaltim kerap banyak terjadi bencana musibah kebakaran dan banjir. “Untuk itu, perlu koordinasi lebih baik dari seluruh tim rescue baik itu pemerintah, LSM dan

Butuh Koordinasi Rescuer

Dapat Ilmu Baru MENURUT saya bagus, bisa berbagi dan peduli. Kalau ada bencana bisa berbagi, berbagi pengalaman. Mudah-mudahan ke depannya pengetahuan ini tidak hanya dimiliki oleh orang

Frederik Bid, Kepala BPBD Kaltim membubuhkan tanda tangan komitmen untuk membantu semua bencana di Kaltim dan Indonesia.

perusahaan tambang di Kaltim. Berau Coal komitmen berpartispasi dalam penyelamatan korban musibah bencana dengan menyatukan rescue di Kaltim,” katanya. Sementara itu, Andrias Wibisono dari PT Cipta Kridatama mengikuti workshop dan semiloka

tambang saja, kami juga ingin bisa, ingin dilibatkan. Kami dari Tagana sangat membutuhkan pengetahuan seperti ini. Apalagi disponsori perusahaan tambang batu bara yang memiliki peralatan lengkap dan sumber daya manusia yang kompeten.

Anindita Atmaja, Mapala Universitas Mulawarman

Bayu Suri, Tagana Provinsi Kaltim

Radiman Guruh, Holcim Indonesia Tbk Cilacap

Pengenalan Penyelamatan SAYA termasuk orang baru di tim rescue. Workshop CSSR ini, saya mendapat pengenalan penyelamatan korban di reruntuhan gedung. Dari pengetahuan yang didapatkan, saya akan sharing CSSR ini kepada rekan-rekan lainnya. Apalagi, CSSR ini salah satu nomor challange di IFRC di Berau nanti.

CMYK

akan tetap aman. “Setelah membuat lubang beton, maka tim rescue membuat komunikasi dengan korban. Yang kita harapkan CSSR yang dipelajari ini dapat ditularkan peserta workshop kepada tim rescue lain di masing-masing perusahan. Oleh sebab itu, kita ajarkan belajar perlahan langkah demi langkah,” ujar Irwan. (adv)

Menyatukan Rescue di Kaltim

VOX POPULI

ACARANYA bagus! Tapi kenapa baru sekarang? Di Kaltim banyak team rescue yang butuh pengalaman dari mereka yang sudah ahlinya, mereka juga butuh koordinasi sesama rescuer, jadi ke depannya kami berharap ada koordinasi yang lebih baik dan materi-materi yang lebih realistis untuk kondisi di Kalimantan Timur. Karena secara geografis kondisi di Kalimantan itu hutan tropis dan berbukit-bukit.

menyebut alat dengan nama berbeda. Sehingga kita satukan nama alat agar familiar alat untuk siap digunakan di IFRC,” katanya. Tim rescue juga menerapkan strategi bagaimana menerobos media beton bertulang misalkan membuat lubang sigitiga pada beton untuk masuk menyelamatkan korban. Selain itu, tim rescue juga harus memastikan dinding itu dijebol

mengharapkan ada satu kesatuan secara simultan dari Basarnas, Walikota/Bupati, LSM dan komunitas rescue untuk menangani bencana di Kaltim. “Di bawah koordinasi Gubernur, tim rescue di Kaltim dapat bersatu menangani bencana,” katanya. (adv)

Rinda Purwanto, PT Indominco Mandiri Bontang

Prosedur yang Benar WOSKSHOP CSSR IFRC ke 14 ini sangat bermanfaat bagi tim rescue menyatukan visi dan misi agar lebih jelas. Sehingga, apabila ada penyelamatan di lapangan, maka tim rescue dari seluruh perusahaan tambang dapat kompak menjalankan prosedur penyelamatan. Workshop CSSR lebih detail dalam mempelajari alat-alat digunakan baik itu manual atau memakai power tools menembus reruntuhan bangunan menyelamatkan korban musibah gempa. otal Indonesia Abid Dhamar,, TTotal

Lebih Aplikatif Dari workshop ini, ada banyak materi yang baru diperkenalkan penyelamatan korban gempa di reruntuhan bangunan. Materi CSSR yang diperkenalkan juga lebih aplikatif, dapat diterapkan di Indonesia. Semoga, tidak hanya ini saja workshop dilaksanakan tapi lebih rutin lagi.

TRIBUNKALTIM - 21 JULI 2011  

EDISI CETAK : TRIBUNKALTIM - 21 JULI 2011