Page 8

8

tribun buffer

Kaltim KAMIS 19 MEI 2011

UAN/UAS Sebabkan Lemah Kompetisi Nazruddin-Angelina Pecat Atau Mundur SUNGGUH menarik pernyataan Ketua DPP Partai Demokrat, Kastorius Sinaga. Secara lantang dan mengejutkan dia mengatakan bahwa hanya ada dua opsi bagi Muhammad Nazaruddin dan Angelina Sondakh: Mengundurkan diri atau dipecat! Kastorius menjelaskan pilihan itu disodorkan berdasarkan hasil Tim Invetigasi Partai Demokrat yang mengusut dugaan keterlibatan Nazaruddin dan Angelina dalam kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games 2011di Palembang. Kastorius menyiratkan bahwa Nazaruddin dan Angie, panggilan akrab Angelina Sondakh, terlibat dalam pusaran kasus proyek pembangunan wisma atlet. Hanya saja pernyataan Kastorius itu kemudian mendapat tanggapan secara serius dari anggota Tim Invesatigasi Partai Demokrat, Ramadhan Pihan, dia menyanggah dan tidak begitu percaya terhadap pernyataan sejawatnya, Kastorius. “Pak Kastorius kan bukan Dewan Kehormatan, bagaimana kita bisa meyakini? Kalau yang menyampaikan (pernyataan itu) Dewan Kehormatan ya kita percaya. Kalau yang ngomong Pak Amir (Amir Syamsuddin, anggota Dewan Kehormatan) saya baru percaya. Saya juga nggak tahu Pak Kastorius dapat info dari mana soal opsi mundur atau pecat,” Pohan, di Jakarta, Rabu(18/5). Menurut Ramadhan, persoalan tersebut harus segera diluruskan sebab Kastorius Sinaga sendiri belum diketahui berbicara atas nama siapa. “Kastorius berbicara untuk siapa? Bagaimana? Saya nggak paham maksudnya. Saya juga belum ketemu Kastorius,” katanya. Meski menjanggah Kastorius, Pohan menjamin bahwa Tim Investigasi Partai Demokrat tidak akan melindungi Nazaruddin dalam kasus suap Sesmenpora. “TPF (Tim Pencari Fakta) bukan untuk melindung Nazaruddin, kami bekerja profesional, nggak ada buktinya kami membela. Kami menunggu KPK. Biar KPK menentukan siapa yang harus diperiksa,” tambahnya. Penyidik KPK memperpanjang masa penahana tersangka kasu suap Rp 3,2 miliar di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yaitu Wafid Muharam, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, selama 40 hari. “Diperpanjang 40 hari,” ujar Erman Umar, penasihat hukum Wafid. Wafid ditangkap dan ditahan KPK setelah tertangkap tangan menerima suap berupa cek senilai Rp 3,2 miliar dari Mohamad El Idris, Direktur PT Duta Graha Indah (DGI). Perantara suap, Mindo Rosalina Manulang, Direktur PT Anak Negeri, juga ikut ditangkap dan ditahan. Saling mengeluarkan pendapat itulah kemudian muncul opini bahwa terjadi perpecahan pendapat di tubuh PD menyikapi persoalan keterlibatan Nazaruddin dan Anggie, panggilan akrab Angelina Sondakh dalam kasus suap itu. Dugaan mengenai keterlibatan Nazaruddin dalam kasus itu memicu rumor ada perpecahan di Partai Demokrat, yaitu antara kubu Anas Urbaningrum (Ketua Umum Partai Demokrat) dan Andi Mallarangeng (Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat). Namun Ramadhan Pohan, yang juga menjabat Wakil Sekjen Partai Demokrat, membantah keras rumor itu. Ia menegaskan, saat ini tidak ada friksi di internal Partai Demokrat. Jelas persoalan ini bakal melebar kemana-mana? Karena di dalam tubuh PD sendiri ada yang beranggapan dengan ‘mengorbankan’ Nazaruddin dan Anggie, maka bakal mendongkark pamor PD di mata masyarakat. Sekaligus untuk memantapkan komitmen bahwa PD adalah partai anti-korupsi. Pendapat lain justru terbalik, bahwa dengan ‘memecat’ kedua tokoh politik itu menunjukkan bahwa terbukti bahwa ada oknum-oknum di tubuh PD menjadi pelaku tindakan tercela. Kondisi ini menyebabkan ‘kebakaran internal’ di PD, ibarat buah simalakama atau serial fil komedi Maju kena Mundur Kena. Silakan SBY dan para petinggi PD menyikapi pilihan ini. Tetapi, jangan lupa bahwa menjelasn 2014 ini, memang gesekan bahkan benturan antar-partai bakal mewarnai kehidupan bangsa Indonesia. Partai-partai politik masingmasing pegang kartu truf lawan. Mereka saling mengincar dan saling menjatuhkan lawan dengan cara apapun demi mendapatkan kursi kekuasaan 2014. Apapun alasannya, jangan sampai para penegak hukum menjadi alat penguasa: Siapapun mereka yang bersalah sikat saja. (*)

# Lulusan SMK Pangeran Antasari 99,53 Persen BALIKPAPAN, TRIBUNTingkat kelulusan SMK Pangeran Antasari Balikpapan, tahun ajaran 2010-211 ini mencapai 99,53 persen, dengan rincian 217 siswa peserta ujian, dua tidak ikut ujian karena sakit dan hanya satu siswa saja tidak lulus. Kepala Sekolah SMK P. Antasari, H. Imam Mundjiat SH menjelaskan bahwa tingkat kelulusan itu membanggakan, saat menjawab Tribun, Rabu (18/5). Mengapa? Karena Siswa anak didiknya ternyata bisa berhasil menggantongi angka UAN (Ujian Akhir Nasional) dengan nilai bagus. UAN Bahasa Indonesia sepuluh besar siswanya berhasil meraih angka nilai tertinggi (8,20) terendah (7,0); Bahasa Inggeris tercatat sepuluh besar memperoleh nilai tertinggi 8,40 terendah 7,60; matematika tertinggi (8,0)

terendah (6,25), untuk kejuruan nilai tertinggi mencapai (8,52) dan terendah (8,11). “Itu nilai yang diperoleh dalam ujian akhir nasional. Artinya anak didik kami mampu mengerjakan soalsoal nasional dengan nilai tidak mengewakan, bahkan membanggakan,” tegasnya. Setelah angka UAN ditambah UAS (Ujian Akhir Sekolah), maka tercatat ada sepuluh besar siswa SMK P. Antasari yang mendapat nilai kelulusan tertinggi Aprianus Petrus 32,00 (rata-rata 8.00), Daniel 31.90 (8.0), Okky Saputra 31.70 (7.90), Ha’an Herdantoro 31,60 (7.90), Wahyudi 30.80 (7.70), I Wayan Sebastian 30.40 (7.60), Wahyu Prasetyo 30.00 (7.50), Saparuddin 29.70 (7.40), Dhemas Putra 29.50 (7.40), Chaya Ade Saputra 29.50 (7.40). Tentu kata, Imam, tingkat

Acara perpisahan di SMK P. Antasari, guru yang baik menghasilkan lulusan terbaik.

kelulusan tahun lalu (2009-2010) tidak bisa dibandingkan dengan kelulusan sekarang, “Karena sistem penilaiannya berbeda. Dulu UAN murni, sekarang kelulusan siswa ditentukan dari nilai gabungan antara UAN (40 persen) sedangkan UAS (60 persen),” tegasnya. Tahun lalu saat dilaksanakan ujian nasional tahap I, tingkat kelulusan SMK P.

Antasari 67 persen, “Angka kelulusan ini tertinggi untuk kelompok mesin, setelah dilakukan ujian susulan tingkat kelulusan 100 persen,” tambah mantan anggota DPR RI itu. Bagaimana mutu kelulusan sekarang? “Bagi saya dengan sistem penilaian sekarang ini memang menyebabkan sekolah atau siswa itu menjadi lemah berkompetisi. Menga-

pa? Karena tingkat kelulusan merupakan gabungan UAN dan UAS. Dimana nilai UAS lebih dominan 60 persen. Artinya sekolah dimana saja bisa memberikan nilai longgar kepada siswanya untuk mengejar tingkat kelulusan sekolah 100 persen,” kata tokoh pendidikan Balikpapan itu. Imam menyadari bahwa pendapatnya itu banyak ditentang oleh banyak pihak. Dia pun kemudian mengusulkan, agar sistembobot kelulusan diubah dengan posisi seimbang, “Kalau sekarang ini kan UAN 40 persen, UAS 60 persen. Saya usulkan 50 persen/50 persen, atau kalau mau lebih hebat lagi dibalik posisinya UAN 60 persen sedangkan UAS 40 persen,” kata Imam memberikan pandangan untuk memperbaiki sistem penilian kelulusan. (ps)

Utang Merpati Rp 2,83 Triliun

Wapres kita dulu Pak Jusuf Kalla kok tetap dilakukan,” tandasnya. Karena itu DPR RI akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri proses pembelian pesawat Merpati MA60. Pembentukan Pansus ini akan segera dilakukan bila menteri terkait tidak memberikan keterangan secara jelas kepada Dewan. “Jika jawaban menteri terkait yang akan dipanggil tidak memuaskan, DPR akan bentuk pansus yang khusus untuk menelisik mengenai masalah itu,” tuturnya. Menurut Priyo, sebagai pimpinan DPR, dirinya akan mengajak pimpinan lain membuka ruang untuk menyoroti kasus ini. Meski demikian, Priyo sendiri enggan menyebut ada penyimpangan dalam pembelian 15 unit pesawat yang satu unitnya sekitar 12 juta dolar AS. Sebelumnya, Serikat Pekerja BUMN Bersatu melaporkan dugaan korupsi pengadaan pesawat MA-60

yang saat ini digunakan Merpati Nusantara Airlines ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kami melaporkan dugaan mark up terhadap pengadaan pesawat MA 60 yang digunakan Merpati,” kata Ketua Koordinator Serikat Buruh BUMN FX Arief Poyuono di Kantor KPK, Kamis (12/5). Menteri BUMN Mustofa Abubakar sendiri sudah menjelaskan kronologi pengadaan pesawat. Pengadaan 15 pesawat produksi Xi’an Aircraft International Company (XAC) itu terdiri dari beberapa tahapan pengadaan mulai 2002 hingga selesai 2010. Tak ada kepanikan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi mengatakan, tidak ada kepanikan dalam percakapan antara pilot dan kopilot pesawat Merpati MA-60 sebelum pesawat itu jatuh di perairan Kaimana, Papua Barat, dua pekan lalu.

Hal itu terungkap setelah kotak hitam (black box) bisa dibuka dan dibaca. Kotak itu berisi rekaman pembicaraan di kokpit (cockpit voice recorder/ CVR) dan rekaman data penerbangan (flight data recorder/ FDR). “Betul, tidak ada kepanikan sebelum pesawat jatuh,” kata Tatang, Rabu (18/5). Menurutnya, ia sampai saat ini masih menunggu proses investigasi secara menyeluruh. Kapan selesai? “Tergantung seberapa parah kerusakan black box-nya. Kalau masih bagus akan semakin lebih cepat,” terang Masruri. Menteri Perhubungan (Menhub), Freddy Numberi mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemhub) telah menyelesaikan audit kelaikan pesawat jenis MA-60, dan akan melanjutkan dengan audit operasional pengoperasian pesawat oleh Merpati Nusantara Airlines. “Pesawat itu kan untuk beberapa hari tidak terbang, dari hasil evaluasi sudah bisa terbang. Sekarang tinggal kita

menunggu dari KNKT untuk evaluasi kecelakaannya,” kata Freddy di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (18/5). Ia mengemukakan, dari audit kelaikan 12 pesawat MA60, kini pesawat tersebut dapat terbang, namun untuk lebih meyakinkan keselamatan dan keamanan penerbangan maka pihaknya akan melakukan audit operasional. “Secara teknik kita audit. Lalu kita cek bagaimana latihan penerbangnya, berapa hours-nya, simulatornya seperti apa. Itu yang sedang kita audit, memenuhi nggak untuk mendukung operasionalnya,” kata Freddy. Ia mengatakan, hasil audit operasional diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat ini. Inspeksi kelaikan pesawat tersebut dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Perhubungan. Hal itu sudah dilakukan sejak Rabu (11/5), dan akan berlangsung selama satu pekan untuk 12 pesawat MA60. (tribunnews.com/ant)

# Sambungan Hal 1

menangani restrukturisasi Merpati. Pada 2011 pemerintah berencana menyuntik perusahaan penerbangan plat merah ini sebesar Rp 510 miliar. Dana restrukturisasi sebesar Rp 510 miliar tersebut akan digunakan untuk memenuhi modal kerja yang pada tahun 2011 antara lain dipakai untuk merevitalisasi pesawat dan pengadaan pesawat baru. Rangkul Jusuf Kalla Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso akan merangkul mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla untuk mengungkap kasus pembelian pesawat Merpati MA 60. Figur JK dianggap pernah menolak pembelian pesawat tersebut saat menjadi Wakil Presiden. “Pak Jusuf Kalla itu sering memberikan kesaksian yang luar biasa pentingnya. Kalau nanti DPR mengusut pengadaan pesawat Merpati lewat Pansus kami mohon kesediaan beliau memberikan inspirasi bagi Pansus supaya hal yang selama ini misteri bisa terbongkar,” ujar Priyo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/5). Menurut Priyo, pihaknya juga ingin mendapat laporan lanjutan dari Komisi XI DPR termasuk pertemuan dengan direksi Merpati kemarin. “Kami juga akan meminta masukan komisi perdagangan, dan komisi BUMN. Ini memang kita cegah kenapa policy yang pernah dicegah

TRIBUN KALTIM/PS

Mitra Kukar Lolos ke Semifinal Liga Ti-Phone # Sambungan Hal 1

Sukman Suaib dan Bustami. Di babak kedua Mitra tidak menurunkan tempo permainan. Pertandingan di babak kedua ini tensi permainan semakin memanas. Mitra terus menggempur pasukan Laskar Aeuk Nangroe, julukan PSAP. Menit ke-50, Mitra berhasil menjebol gawang yang dijaga Fakhrurrazi melalui tendangan Franco Hita. Wasit Isya Permana kembali mengeluarkan kartu. Kali ini bukan kartu kuning, melainkan kartu merah kepada

Salah Alamat # Sambungan Hal 1

dekatnya, Wafid Muharam. Pria itu kini mendekam dalam penjara lantaran dugaan korupsi wisma atlet. Menurut Adhyaksa, penangkapan yang dilakukan KPK terhadap sosok Wafid Muharam salah alamat. Adhyaksa meyakini, sosok Wafid Muharam sangat jauh dari bayang-bayang figur yang haus akan kekayaan. Apalagi, Wafid Muharam yang ia kenal selama ini merupakan pribadi bersahaja yang tetap mau tinggal di gang sempit meski telah menjadi pejabat. “Saya kira penangkaPan ini salah alamat. Harusnya KPK menangkap pihak-pihak terkait lainnya, jangan hanya menangkap Wafid. Wafid yang saya kenal merupakan sosok yang sederhana. Saya tahu persis bagaimana kesehariannya, bagaimana ia dan keluarganya hidup,” ujar Adhyaksa Dault di Hotel Century, Senayan, Rabu (18/5). Menurut mantan menteri dari PKS tersebut, kesederhanaan Wafid dapat dilihat dari kesahajaan Sesmenpora dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bahkan, Wafid hingga saat ini tak memiliki

Arifin Genuni yang menjegal striker Mitra, Anindito, sekaligus melemparkan bola ke kepala Anindito yang terbaring di lapangan. Hingga babak kedua berakhir, pertandingan tetap bertahan 1-0 untuk Mitra. Usai pertandingan, Pelatih PSAP Sigli Anwar merasa tidak puas dengan jalannya pertandingan. Ia mengatakan, kekalahan timnya ini bukan lantaran pemainnya yang tidak bermain bagus, melainkan wasit Iis Isya Permana yang memimpin pertandingan dianggap kurang sportif. “Kalian semua bisa lihatlah. Wasit apa itu? Sama sekali tidak sportif,” tuding Anwar yang merasa kecewa, Rabu (18/5) malam. Menurut dia, banyak keputusan

satupun nomor rekening bank. Menurut Adhyaksa, posisi Wafid saat ini mirip dengan bumper yang digunakan untuk melindungi pelaku sebenarnya. “Saya sangat prihatin. Saya kenal betul Wafid seperti apa bersahajanya. Dia sangat jujur. Saya setuju jika posisinya saat ini seperti bumper yang melindungi lainnya. Harusnya KPK mulai bertindak ke arah itu. Mulai dari sekeliling Wafid. Saya kira itu lebih adil,” ujar Adhyaksa Dault. Sementara itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk segera memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng dalam kasus dugaan korupsi Sesmenpora dalam pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Ketua Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto yang mengatakan pengajuan proposal pembangunan tersebut pasti diketahui oleh pejabat diatasnya yakni Menteri Pemuda dan Olahraga. Selanjutnya, proposal tersebut diajukan kepada Komisi X DPR RI dan diajukan kembali ke Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

wasit selama pertandingan berjalan merugikan timnya. Ia membeberkan, banyaknya pelanggaran akibat timnya. Padahal tidak ada sama sekali pelanggaran. “Karena wasit yang merusak pertandingan ini,” ujarnya. Kata Anwar, sebelum pertandingan dimulai sudah memprediksikan bahwa pertandingan berjalan tidak sehat. Terpisah, Manajer Mitra Ronny Fauzan mengatakan, meskipun pertandingan ini berjalan keras, namun tetap menarik. “Saya terimakasih sekali kepada pemain yang sudah bermain bagus. Selama pertandingan, kita menguasai permainan,” kata Fauzan, yang mentargetkan Mitra harus lolos ke babak final.(bud)

“Artinya KPK harus memeriksa Andi Malarangeng, Pimpinan Komisi X DPR dan Ketua Banggar DPR RI terkait dengan proyek wisma atlet,” tegasnya saat dihubungi tribunnews.com, Rabu (18/5). Menurutnya, bukan menjadi rahasia umum bahwa pengajuan proyek tersebut pasti melakukan pengawalan dengan mengeluarkan biayabiaya dimuka. Dan mustahil sekelas menteri, Ketua Komisi X dan Banggar DPR RI tidak mendapat setoran diawal. Apalagi dana tersebut diajukan pada APBNP 2010. “Tertangkapnya sesmenpora dalam proyek Wisma Atlet di Palembang tidak lepas dari keterlibatan Departemen yang dipimpin oleh Andi Malaranggeng. Karena dalam proses pengajuan proyek yang memakan uang APBN, mustahil seorang Menteri tidak mengetahui kebijakan tersebut,” tandas Hari. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengaku sudah dimintai klarifikasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kasus suap yang melibatkan sekretaris kementeriannya, Wafid Muharam. Menurut Andi, klarifikasi

itu membuat jernih mengenai tanda tanya kasus yang membuat dua politisi Partai Demokrat lainnya di Senayan juga diduga terlibat. “Oh ya sudah (dimintai klarifikasi), clear,” katanya sambil mengangguk di Gedung DPR, Rabu (18/5/2011). Namun, Andi mengaku bahwa dirinya belum sekali pun dimintai klarifikasi atau keterangan oleh Dewan Kehormatan Partai Demokrat secara formal. Namun, Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat ini mengaku siap dipanggil jika diperlukan, termasuk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kalau saya, kan ada Dewan Kehormatan. Silakan Dewan Kehormatan melakukan tugasnya. Kalau hukumnya, KPK kami siap bekerja sama penuh. Pokoknya kami siap membantu Dewan Kehormatan. Apapun. Urusan partai, hukum KPK, kami siap bekerja sama,” tambahnya. Andi sendiri enggan berkomentar tentang nasib Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin. Menurutnya, keputusan terakhir ada di tangan Dewan Kehormatan. “Itu urusan Dewan Kehormatan, tanya Dewan Kehormatan,” tandasnya. (tribunnews.com)

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Fransina Luhukay, Iwan Apriansyah, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Perdata O Ginting, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Amalia Husnul A, Rita, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Meinar F Sinurat, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Effendi, Handry Jonathan. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Khaidir, Maipah, Rahmat Taufik, Nevrianto HP, Reza Rasyid Umar, Reonaldus. KUTAI KARTANEGARA: Basir Daud KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, , Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ! Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ! Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ! Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ! Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ! Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ! Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ! Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/ baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

TRIBUN KALTIM 19 MEI 2011  

EDISI CETAK TRIBUN KALTIM 19 MEI 2011

TRIBUN KALTIM 19 MEI 2011  

EDISI CETAK TRIBUN KALTIM 19 MEI 2011

Advertisement