Page 18

tribun penajam-grogot Asosiasi BUMDes Paser Terbentuk TANAH GROGOT, Paser,” kata Katsul. TRIBUN - Sebanyak Menurutnya, ada 378 peserta 126 desa yang ikut peningkatan SDM berpartisipasi dalam aparatur desa di kegiatan ini, setiap Jakarta, telah kembali desa mengirimkan ke Tanah Grogot. tiga utusan dengan Para peserta terdiri biaya kontribusi, DOK/OST dari kepala desa akomodasi dan Yusran Aspar (Kades), Ketua Badan transportasi Permusyawaratan Desa (BPD), ditanggung oleh Alokasi Dana dan Direktur Badan Usaha Desa (ADD) masing-masing Milik Desa (BUMDes) desa. Khusus biaya Kabupaten Paser. transportasi bervariasi, Apa yang mereka peroleh tergantung jarak tempuh desa dari pelatihan tersebut? ke lokasi acara. Menurut Kepala Badan “Berangkat ke Jakarta-nya Pemberdayaan Masyarakat lewat Balikpapan, tentunya dan Pemerintahan Desa jarak tempuh peserta dari (BPMPD) Kabupaten Paser Drs Tanjung Aru ke Balikpapan Katsul Wijaya MSi, Rabu (18/ lebih jauh dari peserta Long 5), peserta mendapatkan Ikis, karena lebih jauh pengetahuan dan tentunya lebih mahal. Karena membangun rasa kegiatan ini dikoordinir kepercayaan diri Direktur Apdesi dan terpisah, saya tidak BUMDes. Kegiatan ini juga hapal berapa biaya yang berhasil membentuk Asosiasi dikeluarkan peserta,” Badan Usaha Milik Desa ucapnya. Kabupaten Paser Sebenarnya kegiatan “Materi pelatihan lebih seperti ini bisa digelar di Paser, dititikberatkan pada manajemen tapi karena pertimbangan pengelolaan BUMDes, di jadwal nara sumber, sehingga samping menambah Apdesi berkeinginan digelar di pengetahuan, pelatihan ini juga luar daerah. “Yang membuka bertujuan membangun rasa Wakil Bupati Paser, Pak HM percaya diri mereka. Kita disini Mardikansyah, disana hadir sebagai pendamping, juga Ketua DPRD Paser H penyelenggaranya adalah Kaharuddin. Bahkan anggota Asosiasi Pemerintah Desa DPR RI Pak Yusran Aspar Seluruh Indonesia (Apdesi) yang hadir sangat merespons

kegiatan ini,” sambungnya. Untuk penguatan modal BUMDes, Yusran menyarankan BUMDes membuat proposal yang akan diperjuangkannya ke pemerintah pusat. Oleh karena itu, pihaknya ingin segera bertemu Apdesi untuk menindaklanjuti hal tersebut, sekaligus merumuskan langkah untuk memajukan BUMDes. “Kita tentunya tidak ingin pelatihan itu berakhir begitu saja, harus ada tindak lanjutnya, makanya kita ingin ada laporan hasil kegiatan tersebut. Dan kita sendiri dalam waktu dekat akan memberikan pelatihan yang sama, bedanya kegiatannya digelar di Paser dengan mendatangkan tutor agar jangan sampai semangat pengembangan BUMDes ini terputus begitu saja,” ungkapnya. Ditambahkan, BUMDes yang sehat akan memberikan kontribusi pada pendapatan asli desa, semakin sehat BUMDes maka semakin banyak pula pendapatan diperoleh. “Dengan pendapatan besar desa bisa berbuat apa saja untuk membangun desanya, tidak hanya bergantung dari ADD,” tambahnya. (aas)

Infrastruktur Kesehatan Harus Selesai 2012 UNTUK menyongsong Paser Bangkit 2013, Bupati Paser HM Ridwan Suwidi menginstruksikan para kades, BPD dan perangkat desa, untuk membangun fasilitas dan sarana pendukung kebutuhan dasar masyarakat desa. Seperti, Puskesmas Pembantu (Pusban), rumah perawat, dan rumah bidan, yang harus selesai paling lambat 2012. Terkait instruksi tersebut, Kepala BPMPD Paser Drs Katsul Wijaya MSi mengatakan, aparatur desa harus melaksanakannya meskipun tanpa disuruh. “Ini sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab aparatur desa, jadi tanpa disuruh pun apa yang diintruksikan Pak Bupati harus

Kaltim Tidak Beda dengan Toilet ● Sambungan hal 13 mencontokan, Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki 31 lubang eks tambang yang ditinggalkan tanpa reklamasi. Lubang raksasa dengan total luas 838 hektar itu berisi air asam tambang. Di Samarinda, Ibukota Kaltim kata Merah juga terdapat 839 hektar luas lubang dan bongkaran tanah yang ditelantarkan oleh perusahaan tambang. “Ada 33 ijin dari Kementerian ESDM dan 1.269 ijin daerah tambang batu bara yang mencongkeli perut bumi Kaltim. Kini, satu-persatu mulai terasa akibatnya, mulai dari banjir, krisis energi, gangguan kesehatan karena pencemaran, penggusuran masyarakat adat dan budaya korupsi akut. Sekitar 4,4 Juta hektar lahan saat ini dikapling Ijin Tambang Batubara, atau wilayah seluas negara Swiss dan12 ribu pertahun lahan pertanian menyusut akibat ekspansi tambang, sawit dan HPH,” ujarnya. Lebih rinci Merah dalam pers release menuturkan, sebanyak 10.204 KK yang

Ibu Hamil Kepergok Simpan 1.000 Butir Ekstasi ● Sambungan hal 13 langsung melakukan penggrebekan. Saat itu, di kamar hanya ada tersangka Evita. Kotak ponsel berisi ribuan ekstasi tergeletak di atas meja kamar . Begitu juga dengan dua poket sabu yang disimpan di dalam kotak rokok,” kata Direktur Reskoba Polda Kaltim Kombes Pol Zulkifli didampingi Kasubdit I Narkotika Kompol Sigit Hariadi, Rabu (18/5). Evita, menurut Sigit mengaku hanya dititipi kotak

segera dilaksanakan,” kata Katsul. Mengingat sebagian besar desa sudah memiliki fasilitas Pusban, rumah perawat dan rumah bidan, tentunya hanya desa yang belum memiliki fasilitas tersebut yang harus segera membangunnya. Sedangkan bagi yang sudah ada tapi rusak tinggal dibenahi, kalau masih kurang tinggal ditambah. “Kalau masyarakat sehat, maka dia bisa bekerja untuk meningkatkan kesejahteraannya. Untuk itu, Pak Bupati ingin mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat, kalau kebutuhan dasar ini terpenuhi tentunya baru bisa dikatakan Kabupaten Paser Bangkit,” pungkasnya. (aas)

bermukim di 4 Kecamatan (Samarinda Ulu, Ilir, Utara dan Sungai Kunjang) menjadi langganan banjir. Setiap tahun kawasan banjir meluas dari 29 titik menjadi 35 titik. Ia mengatakan, penyebab utama tak lain adalah perubahan bentang alam kota Samarinda akibat operasi pertambangan batubara. Fakta ini berdasarkan data bahwa 71 persen luas kota Samarinda telah menjadi kawasan Ijin Usaha Pertambangan (IUP). “Produksi batu bara Kalimantan Timur tahun 2010 adalah 183 juta ton, 80 persennya diekspor keluar negeri. Hanya 5 persen yang digunakan untuk kebutuhan Kalimantan. Sementara di sekitar kawasan pengerukan batubara di Kalimantan, istrik hanya menyala 12 jam dalam seharinya,” katanya. Merah menyayangkan sikap pemerintah yang disampaikan pada sidang pelantikan pejabat eselon satu dilingkungan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta, Jumat lalu (7/5/ 2011), dimana Menteri Darwin Zahedy Saleh menyatakan akan meningkatkan proporsi pemakaian batu bara untuk energi nasional, untuk merespon kenaikan harga minyak mentah dunia. “Ini bukan kabar baru, penggunaan batu bara untuk pembangkit kelistrikan selalu ditingkatkan dari 19 persen atau 41 juta ton di tahun 2005 menjadi 23 persen atau 67 juta ton di tahun 2010. Kementerian ESDM beralasan, biaya produksi listrik dari batubara, yakni Rp 700 per kwh, lebih murah dari bahan bakar minyak yang mencapai Rp 2000 per kwh. Namun padankah situasi tersebut dengan ongkos lingkungan dan ekosob yang mesti ditanggung oleh penduduk di kawasan keruk batu bara? Di Kalimantan timur, contohnya?” katanya. (asi)

Dibubarkan Paksa Namun saat aksi berlangsung sekitar 15 menit, Satpam di Kementerian ESDM

melakukan upaya penghentian unjukrasa. Satpam memanggil polisi lalu memaksa demonstran yang berada di atap kanopi Kementerian ESDM untuk turun. Setelah jumlah Satpam lebih banyak, pengunjukrasa, dibubarkan secara paksa. (asi)

berisi ekstasi. Kedatangannya ke hotel atas orderan temannya berinisial Kc. Untuk melayani seorang tamu yang disebut “Bos” asal Banjarmasin, Kalsel. “Evita mengaku datang ke hotel sekitar pukul 11.00 malam. Sebelum “melayani”, rupanya mereka berdua berpesta sabu terlebih dulu. Selanjutnya, datang seorang teman si Bos, berinisial Dn. Menurut Evita, ribuan pil ekstasi itu dibawa Bos atas pesanan Dn. Namun, sekitar pukul 00.30, keduanya pergi. Si Bos menitipkan ekstasi itu pada Evita, sambil mengatakan akan pergi sebentar dengan Dn,” ungkap Sigit. Aparat sudah berupaya melakukan pengejaran. Namun minimnya informasi soal Bos dan Dn agaknya

menyulitkan langkah aparat. “Tersangka Evita mengaku baru mengenal si Bos ini juga. Ia dikenalkan oleh Kc itu. Saat ia masuk ke dalam kamar, sudah ada Bos. Kalau dengan Dn, Evita mengaku sudah beberapa kali bertemu. Sebelum penangkapan, Dn datang ke kamar hotel dan pergi berdua dengan Bos,” kata Sigit. Untuk Bos dan Dn, Sigit menyatakan pihaknya masih melakukan pengembangan. Selain terus melakukan penyelidikan di lapangan berdasarkan informasi yang diperoleh jajarannya di lapangan. Atas kasus ini, Evita dijerat dengan pasal 114 (2) jo pasal 132 (2) sub 127 (1) huruf a UU RI tahun 2009. Dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun.(sar)

● Sambungan hal 13

KAMIS 19 MEI 2011

21

DP3K PPU Vaksin 8.000 Ekor Sapi ● Penyakit Jembrana Pernah Matikan 32 Sapi di PPU ”Kami sengaja tidak ekspose penyakit jembrana itu karena khawatir para peternak panik. Karena beberapa tahun sebelumnya juga pernah menyerang sapi di Penajam” Manahara Simanjuntak Kepala DP3K PPU

PENAJAM, TRIBUN - Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DP3K) Penajam Paser Utara (PPU), terus melakukan vaksinasi terhadap 8.000 ekor sapi yang tersebar empat

kecamatan. Hal ini dilakukan karena pada Oktober 2010 sampai Januari 2011, sapi-sapi di PPU diserang penyakit jembrana dan mengakibatkan 32 ekor sapi warga mati. Hal ini diungkapkan Kepala DP3K PPU, Manahara Simanjuntak, Rabu (18/5). Manahara mengaku, penyakit jembrana itu menyerang sapi warga di Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam, di Kecamatan Babulu dan Sepaku. “Kami sengaja tidak ekspose penyakit jembrana itu karena khawatir para peternak panik. Karena beberapa tahun sebelumnya juga pernah menyerang sapi di Penajam,” ujarnya. Lebih lanjut Manahara menyatakan, penyakit jembrana

bila menyerang ternak warga maka kemungkinan besar ternak itu akan mati. Mengenai penyakit jembrana yang mulai menyerang ternak di Balikpapan, Manahara mengaku pihaknya tidak merasa khawatir. Karena menurutnya, setelah penyakit itu menyerang ternak di PPU maka pihaknya langsung melakukan vaksinasi. Vaksinasi ini diberikan pada ternak khususnya sapi agar tidak terkena penyakit jembrana dan tahan terhadap penyakit ini. “Sampai sekarang petugas di lapangan masih terus melakukan vaksinasi dan ada sekitar 8.000 ekor sapi yang divaksin. Kami berupaya agar sapi-sapi tersebut terhindar dari penyakit jembrana ini,” katanya.

Manahara menjelaskan, peluang penyakit itu menyebar di PPU sangat kecil. Karena baik sapi maupun daging tidak didatangkan dari Balikpapan. Daging yang dijual di pasar semuanya berasal dari ternak warga. “Kami tidak pernah mendatangkan sapi dari Balikpapan untuk dipotong di sini termasuk dagingnya,” akunya. Mengenai jumlah ternak sapi yang ada di PPU, Manahara menyatakan, data sementara jumlah sapi mencapai 8.000 ekor. Namun jumlah ini kemungkinan akan bertambah karena dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pendataan ternak bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). (mir)

Dinkes Masih Utang Rp 2,9 Miliar PENAJAM, TRIBUN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) ternyata sampai saat ini masih berutang di dua rumah sakit, masingmasing Rumah Sakit Kanujoso Djatiwobowo (RSKD) Balikpapan sebesar Rp 2.885.788.279 dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Samarinda Rp 87.977.242. Sehingga bila ditotal jumlah utang yang belum dibayar sejak 2010 ini mencapai Rp 2,9 miliar. Kasi Jaminan Kesehatan (Jamkes) Dinas Kesehatan PPU, dr Jansje Grace Makisurat, Rabu (18/5/2011) mengungkapkan, utang yang harus dibayar di dua RS ini merupakan kewajiban yang harus ditanggung Dinkes.

“Karena anggaran yang kami siapkan tahun lalu ternyata tidak cukup untuk membayar tagihan di dua RS itu. Kalau kita total ya jumlahnya mencapai Rp 2,9 miliar,” jelasnya. Namun demikian, utang itu akan dibayarkan dalam waktu dekat ini. Karena untuk tahun ini Dinkes PPU telah mendapat alokasi anggaran di APBD 2011 sebesar Rp 23,5 miliar. Dana ini akan digunakan untuk membayar utang yang menunggak sejak tahun 2010 lalu, dan angggaran untuk jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) Rp 19 miliar serta Rp 900 juta untuk jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) 2011 ini.

Meskipun sudah disiapkan dana untuk Jamkesmas dan Jamkesda kata Grace, pembatasan untuk masyarakat yang akan berobat ke RS di Balikpapan tetap akan dilakukan. Mereka hanya akan mendapatkan pelayanan kesehatan di kelas tiga. “Untuk biaya persalinan hanya sampai anak ketiga saja. Keempat dan seterusnya akan dibayai pusat,” ujarnya. Grace menyatakan, untuk persalinan anak keempat dan seterusnya memang PPU mendapatkan dana jaminan persalinan (Jampersal) yang berasal dari APBN. Grace menjelaskan sampai saat ini sudah tiga RS Balikpapan yang menjalin

kerjasama dengan Dinkes PPU. Ketiga RS itu adalah RSKD, RS Tentara dan RS Restu Ibu dan di Samarinda dengan rumah sakit jiwa (RSJ). Mengenai tagihan untuk tahun 2011 ini, Grace mengaku masih melakukan verifikasi tentang dana yang harus dibayar ke ketiga RS di Balikpapan dan di RSJ Samarinda. Verifikasi ini dilakukan untuk melihat jumlah masyarakat PPU yang mendapat perawatan di RS Balikpapan secara gratis. “Untuk dana pelayanan kesehatan di Puskesmas sudah kami bayar kecuali Puskesmas Marindan, karena surat perintah kerja (SPK) belum rampung,” ucapnya. (mir)

10 Anggota Tempati Gedung Senilai Rp 22 M

● Diresmikan Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisal SAMARINDA, TRIBUN - Jika di DPR-RI Jakarta masih ribut dengan soal rencana pembangunan gedung baru, maka DPRD Kaltim sudah meresmikan gedung barunya, Rabu (18/5) pagi kemarin. Gedung tersebut dinamakan gedung E, dari total ada 4 gedung yang dimiliki Wakil Rakyat Kaltim selama ini. Peresmian gedung dengan total anggaran Rp 22 Miliar itu dilakukan secara internal oleh Ketua DPRD Mukmin Faisal HP bersama 54 anggota Dewan lainnya. Acara dirangkai dengan syukuran dan pemotongan nasi

tumpeng. Gedung terdiri dari 3 lantai. Dengan rincian, lantai 1 merupakan ruang pertemuan dan rapat-rapat berskala kecil, sedangkan lantai 2 dan 3 adalah untuk ruangan baru Sekretaris DPRD (Sekwan) dan 10 anggota Dewan yang selama ini belum mendapatkan ruangan di gedung D (gedung anggota Dewan yang lama). “Jadi lantai I untuk pertemuan paripurna yang sifatnya internal atau skopnya kecil. Kalau paripurna besar atau melibatkan banyak undangan yang hadir, kita

punya gedung A. Sedangkan untuk lantai 2 sampai 3 dari gedung baru ini adalah untuk ruangan kami, khususnya 10 anggota Dewan yang belum mendapatkan ruangan di gedung lama,” kata Sekwan Fachruddin Djafrie menjelaskan. Disebutkannya, total dana Rp 22 miliar itu adalah Rp 18 miliar untuk konstruksi gedung yang dibangun kontraktor PT Waskita Karya, selebihnya atau Rp 4 miliarnya adalah untuk operasional dan pengadaan mebeuler. Gedung tersambung langsung dengan gedung D di lantai II,

menggunakan lorong khusus. “Alhamdulillah mulai hari ini kita sudah operasionalkan,” ujarnya. Dikesempatan terpisah, Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisal HP mengatakan, dengan telah diresmikannya gedung baru itu, dia berharap kinerja Dewan sebagai Wakil Rakyat akan semakin maksimal, kendati selama ini 10 anggota yang belum memiliki ruangan, tetap bekerja maksimal sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi)-nya. “Alhamdulillah akhirnya rampung,” ujarnya. (aid)

Karyawan Bengkel Alami Luka Ringan

● Bensin Tumpah, Bengkel Radiator Terbakar SAMARINDA, TRIBUN Akibat puluhan liter bensin yang ada di bak plastik tumpah dan mengenai api di bagian pucuk alat las, bengkel “Langgeng Teknik” yang berlokasi di kawasan Jalan Imam Bonjol RT 27 Kota Samarinda, Rabu (18/5) pukul 11.30 WITA mendadak terbakar. Kebakaran bengkel yang melayani water cooler, oil cooler dan radiator itu membuat panik para pemilik ruko dan warga sekitar yang tinggal di kiri dan kanan bengkel tersebut. Beruntung, api cepat dipadamkan oleh sejumlah

karyawan bengkel dibantu warga sekitar, sehingga api tidak sampai menjalar ke ruko di samping kiri dan kanannya. Pantauan Tribun, saat kejadian, sejumlah penghuni ruko yang ada di kiri -kanan bengkel reparasi itu spontan mengeluarkan barang-barang isi ruko mereka. Seperti yang dilakukan karyawan Dealer Motor Yamaha, PT Serba Mulia Auto yang berlokasi di samping kanan bengkel yang terbakar itu. Mereka dengan terburu buru mengeluarkan puluhan motor Yamaha berbagai jenis yang dipajang di dalam dan

didepan dealer tersebut. Hal serupa dilakukan pemilik dan karyawan toko elektronik yang ada di samping kiri bengkel yang terbakar. Mereka satu persatu mengeluarkan barangbarang isi rukonya. Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dari PMK Samarinda dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api, namun begitu mobil pemadam tiba di lokasi, api sudah padam. Kebakaran ini mengakibatkan sejumlah radiator yang ada di dalam bengkel tersebut terbakar. Tak hanya itu kebakaran juga menyebabkan beberapa

orang karyawan bengkel mengalami luka-luka ringan ditangan dan di kaki terkena semburan api. “Kayawan yang luka-luka ada, tapi luka ringan saja, akibat terkena percikan api,”kata pemilik bengkel, Sunarto kepada Tribun, Rabu (18/5) Menurut dia, kebakaran terjadi akibat puluhan liter bensin yang ada di bak karet tumpah dan mengenai api di bagian pucuk alat las.”Bensin nya tumpah dan mengenai percikan api di las, api kemudian menjalar lebih besar sehingga sampai ke atapatap,” ungkap Sunarto. (m28)

Tri Mam Kuliner Gelar Workshop

● Khusus Aneka Olahan Ayam Gerobakan SAMARINDA,TRIBUN - Tri Mam Kuliner Samarinda pada 22 Mei mendatang akan menggelar kegiatan worskhop sehari dengan tema”aneka olahan ayam gerobakan ala Yuyun Anwar” di Rosty Bakery Jl Juanda Samarinda. Workshop ini menghadirkan trainer Yuyun Anwar, seorang pengasuh wirausaha sekaligus penulis buku Kuliner Indonesia.

Ketua Tri Mam Kuliner Samarinda, Endang mengatakan, kegiatan workshop ini merupakan pertama kalinya di gelar Tri Mam Kuliner. Workshop akan diikuti puluhan UKM di Samarinda “Workshop ini sengaja kita gelar sebagai bentuk kepedulian Tri Mam dalam memberi motivasi kepada para UKM dan masyarakat Samarinda yang ingin

berwirausaha. Dalam workshop ini sengaja kami hadirkan ibu Yuyun, agar ilmu dan pengalaman beliau bisa ditiru masyarakat Samarinda, sehingga di Samarinda akan lahir wirausaha-wirausaha muda khususnya di bidang kuliner,”kata Endang kepada Tribun, Rabu (18/5). Bagi masyarakat yang ingin menjadi wirausaha kuliner kata Endang, kesempatan ini sangat

tepat sekali karena melalui workshop ini akan dikupas tuntas seputar bisnis ayam gerobakan, ayam balut dan crespi. Bagi UKM atau masyarakat yang berminat mengikuti workshop ini, bisa langsung menghubungi no hanphone 081210108747 atau dengan langsung mendatangi ibu Endang di Toko Buku Gramedia Samarinda.(m28)

TRIBUN KALTIM 19 MEI 2011  

EDISI CETAK TRIBUN KALTIM 19 MEI 2011

TRIBUN KALTIM 19 MEI 2011  

EDISI CETAK TRIBUN KALTIM 19 MEI 2011

Advertisement