Page 8

tribun line Tibo: Ini Bukti Nasionalisme Papua! ! Sambungan Hal 1

Keempat pemain Papua ini masuk dalam skuad utama tim asuhan Rahmad Darmawan. Patrich menjadi bintang lapangan dengan menyumbang dua gol. Tibo yang menjadi tandemnya di lini depan mencetak gol pembuka. Sementara Stevie memberi satu assists. Isu berkurangnya nasionalisme pemain Papua mengemuka menyusul sikap ogah-ogahan beberapa pemain asal Bumi Cendrawasih saat dipanggil membela Tim Merah Putih di ajang internasional. Belum lama ini, Boaz Solossa mangkir dari panggilan timnas senior untuk pertandingan melawan Bahrain di ajang Pra-Piala Dunia 2010 zona Asia. Sebelumnya Boaz beberapa kali menunjukkan sikap indispliner saat dipanggil Timnas. Pemain asal Papua lainnya, Ian Luis Kabes, juga meninggalkan pelatnas Timnas Pra-Piala Dunia 2010 untuk persiapan melawan Iran. Persolan sikap nasionalis

Singapura Puas ! Sambungan Hal 1

katanya. Sementara itu pelatih Malaysia Ong Kim Swee mengkui timnya kurang tampil maksimal, terutama pada dua puluh menit awal di babak pertama. “Terlihat kurang baik untuk tim, tapi setelah itu permainan mulai berjalan seperti yang kami rencanakan,” katanya. Meski ditahan imbang, Ong Kim Swee tetap optimistis bisa lolos ke semifinal. “Setidaknya kita bisa meraih poin tadi,” katanya. Tampil dengan formasi 44-2 para pemain Singapura langsung menekan sejak menit awal. Mereka mengurung para pemain Malaysia dan memaksanya bertahan. Hasilnya, baru berjalan empat menit, sebuah peluang emas tercipta dari kaki Muhammad Fazil. Pemain sayap kanan Singapura ini melepaskan tendangan voli keras dari luar kotak pertahanan, namun tendangannya terlalu melebar. Enam menit kemudian, Fazil kembali nyaris merobek gawang Malaysia yang dijaga Che Mat Khairul Fahmi, sayang bola keburu ditangkap Fahmi sebelum Fazil sempat menanduknya. Peluang Singapura kembali datang pada menit ke-13, kali Fazil menusuk ke jantung pertahanan Malaysia. Sayang, tendangan kerasnya masih bisa dihadang penjaga gawang Khairul Fahmi. Tak sampai lima menit kemudian

pemain Papua makin menyeruak saat isu separatisme kembali memanas di tanah Papua akhir-akhir ini. Banyak yang memperkirakan pemain asal Papua tak akan serius memperkuat timnas, termasuk pemain yang masuk skuad SEA Games 2011. “Tidak benar warga Papua kurang nasionalis. Saya bisa buktikan itu dan bisa dijadikan contoh,” tegas Tibo, menyikapi tudingan miring tersebut. Tibo mengatakan, Papua merupakan salah satu pulau yang menjadi bagian Indonesia. Karenanya, nama baik bangsa Indonesia juga menjadi pegangan bagi rakyat Papua, tak terkecuali dalam hal olahraga. Pemain Persipura Jayapura ini pun menyatakan sangat mencintai Indonesia. Terbukti, ia tak pernak menolak saat diminta tenaganya untuk bermain demi membela Timnas U-23 di ajang SEA Games 2011. Rasa nasionalisme yang dimiliki pemain Papua bahkan disebutnya melebihi segalanya. Sebagai bukti nyata, setelah melakukan pertandingan melawan Arbil FC bersama Persipura di Irak dalam semifinal Piala AFC, pemain asal Papua langsung terbang ke Jakarta demi

mengikuti pelatnas jelang SEA Games 2011, tanpa terlebih dahulu pulang ke kampung halaman. Tibo yang yang kini menjadi brand ambasador produk olahraga kebanggaan Indonesia, League, menegaskan tak menyianyiakan kesempatan untuk mengharumkn nama bangsa di ajang pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara ini. Untuk menjaga semangatnya, Tibo rela memboyong anak dan istrinya tinggal di Jakarta selama SEA Games berlangsung. “Ini adalah bukti bahwa saya dan warga Papua secara umum memiliki rasa nasionalisme yang sama dengan yang lainnya,” tandasnya. Kini Tibo bersama rekanrekannya dari Papua dan anggota Timnas U-23, bertekad mempersembahkan medali emas sepakbola kepada Indonesia. Medali emas ini menjadi harapan seluruh warga di Tanah Air setelah terakhir kali Tim Merah Putih merebut medali emas pada SEA Games 1991 di Filipina. Jika cabang sepakbola berhasil menyumbang medali emas, ini akan menjadi prestasi tinggi bagi persepakbolaan Indonesia setelah mengalami masa kelam selama periode 20 tahun.(tribunnews.com/iwan taunuzi)

penjaga gawang Malaysia kembali dikejutkan dengan tendangan keras Harris Harun. Namun bola yang meluncur keras dari luar kotak pinalty melebar terlalu ke kiri. Para pemain Malaysia sendiri tampil sedikit canggung di menti-menit awal. Mereka lebih banyak bertahan dan beberapa kali melakukan kesalahan dengan umpan-umpan yang meleset. Bakhtiar Baddrol dan kawankawan baru mulai menemukan ritme permainan mereka selepas menit ke-20.Perlahan namun pasti para pemain Malaysia keluar dari tekanan Singapura dan mulai menekan balik. Pada menit ke-24, berhasil melepaskan tendangan spekulasi. Namun penjaga gawang Singapura. Mohamad Izwan, berhasil menepis bola tersebut. Tusukan kembali datang di menit ke-33 ketika Ibrahim Syahrul menusuk dari kanan, melewati beberaa pemain belakang Singapura, tapi saat di mulut gawang, sepakannya terlalu melambung.Usai turun minum, para pemain Malaysia tampil lebih agresif. Mereka berusaha menekan dan mengurung para pemain Singapura. Hasilnya, sejumlah peluang tercipta. Pada menit ke-52, Ambumamee Thamil menusuk dari sayap kanan, melepaskan pasing akurat ke depan gawang, namun tak ada rekannya yang menyambut. Tiga menit kemudian Ambumamee kembali melakukan penetrasi ke tengah kotak pinalty, namun lagi-lagi langkahnya dihadang penjaga gawang

Mohamad Izwan.Serangan demi serangan terus mengalir ke barisan belakang Singapura, namun kedisiplinan para pemain Singapura membuat serangan-serangan tersebut berakhir buntu. Pada menit ke-73, tendangan keras pemain Malaysia dari luar kotak pinalti nyaris menggetarkan jala Singapura, namun penjaga gawang Mohamad Izwan berhasil menepisnya ke sisi kanan gawang. Para pemain Singapura sendiri berusaha mengurangi tekanan dengan beberapa kali melakukan serangan balik melalui sayap kanan dan kiri. Peluang mereka tercipta di menit ke-76 Muhammad Zulfahmi menusuk ke depan gawang mengejar umpan terobosan dari pemain tengah, namun bola keburu ditangkap penjaga gawang malaysia sebelum Zulfahmi sempat menyepaknya. Empat menit kemudian giliran pemain sayap kanan Singapura mencoba menerobos barisan belakang pertahanan Malaysia, namun umpan matangnya tak disambut pemain depan Singapura, sehingga bola melayang di depan gawang Malaysia. Pada lima menit menjelang pertandingan berakhir, para pemain Singapura tampil lebih terbuka. Mereka membongkar tekanan Malaysia dengan melakukan umpan-umpan matang dari lini tengah. Strategi ini cukup membuat para pemain belakang Malaysia kedodoran. Namun hingga pluit akhir pertandingan berbunyi, skor 00 tetap tak berubah.(ti)

Kaltim SELASA 8 NOVEMBER 2011

9

KPK Tolak Pembubaran Tipikor Daerah SURABAYA,TRIBUN - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto menolak wacana penghapusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di daerah. Pembubaran Pengadilan Tipikor daerah dinilai hanya akan memperumit proses penegakan korupsi. “Kalau Pengadilan Tipikor daerah dibubarkan, apa proses pengadilan korupsi akan dikembalikan ke pengadilan? Ini malah akan kacau,” kata Bibit Samad Riyanto seusai menghadiri Pelatihan Peningkatan Penegakan Hukum dalam Pemberantasan Korupsi di Hotel Bumi Surabaya, Senin (7/11). Bibit menambahkan, berdirinya Pengadilan Tipikor di sejumlah ibukota provinsi saat ini sudah sangat membantu proses percepatan sidang tindak pidana korupsi. Kalapun dinilai proses di Pengadilan Tipikor daerah banyak memvonis bebas pelaku korupsi, Bibit meminta agar semuanya diteliti kebenaranya.

“Memang ada yang bebas, tapi banyak pula yang dihukum, tidak bisa disamakan semua,” kata Bibit. Kalaupun bebas, Bibit menilai, semuanya sudah melalui proses pertimbangan hukum yang berlaku. Bibit menilai, usulan pembubaran Pengadilan Tipikor tidak akan efektif untuk mempercepat proses pemberantasan korupsi. Dia mencontohkan, jika Pengadilan Tipikor di Papua dibubarkan, misalnya, maka akan tidak mungkin untuk mendatangkan terdakwa ke Jakarta. Selain jarak yang cukup jauh, proses pemusatan pengadilan di Jakarta hanya akan membuat menumpuknya kasus korupsi dan semakin membuat penanganan menjadi sangat lamban. Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyerukan pembubaran seluruh Pengadilan Tipikor di daerah. Mahfud menilai, Pengadilan Tipikor di daerah hanya akan mengacaukan sistem hukum

yang telah ada. Bahkan, Mahfud berani menyimpulkan jika kinerja Pengadiilan Tipikor di daerah lebih buruk dari pengadilan umum. Salah seorang hakim adhoc Pengadilan Tipikor Surabaya Dame Pandiangan, menilai wacana pembubaran Pengadilan Tipikor daerah yang dilontarkan Ketua MK Mahfud MD sebagai usulan ngawur. Alasannya, pembubaran tersebut tidak serta-merta dapat dilakukan sebelum ada undangundangnya. Mengenai anggapan bahwa sebagian hakim adhoc tidak kredibel, Pande menyodorkan pengalamannya 30 tahun berkarier sebagai pengacara dan 20 tahun sebagai dosen fakultas hukum di beberapa perguruan tinggi. “Kalau soal ilmu hukum, saya tidak bodoh-bodoh amat,” katanya. Putusan bebas terhadap terdakwa korupsi memang banyak mendapat sorotan. Namun, kata dia, vonis itu tak lepas dari lemahnya alat bukti

di persidangan. Ketua Komisi Hukum DPR Benny K. Harman, juga menilai ide pembubaran pengadilan tindak pidana korupsi di daerah aneh. Jika memang kinerjanya dinilai buruk, Pengadilan Tipikor di daerah seharusnya dievaluasi untuk selanjutnya diperbaiki, tapi bukan dibubarkan. “Cara berpikir yang menurut saya aneh, langsung meminta pembubaran. Benahi dulu sistem dan rekrutmennya. Apakah tidak boleh hakim memutus bebas. Kalau kualitas tuntutan rendah, apa harus dipaksa terdakwanya dihukum?” kata Benny ketika dihubungi wartawan, Senin (7/11). Ia mengatakan keberadaan Pengadilan Tipikor di daerah harus diaudit untuk memastikan apakah maraknya pemberian putusan bebas disebabkan faktor manusia atau sistemnya. Jika putusan bebas disebabkan faktor hakim tipikornya, “Kita tingkatkan pengawasannya,” ujarnya. (tribunnews/ kompas.com/vnc)

Senayan Pesta Gol

menit ke-27. Memanfaatkan umpan silang dari Stevie Bonsapia, Tibo dengan sempurna menyambut bola dengan tandukannya, dan kiper Kamboja gagal mengantisipasi tandukan striker Persipura Jayapura tersebut sehingga kedudukan menjadi 1-0. Hanya dua menit berselang, Indonesia berhasil menggandakan kedudukan menjadi 2-0. Kali ini melalui kaki Patrich Wanggai yang menjadi eksekutor tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Kamboja. Unggul dua gol tetap tidak membuat Indonesia puas, kembali pada menit ke-37 gawang Kamboja berhasil dibobol oleh tuan rumah. Bek Gunawan Dwi Cahyo berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil memanfaatkan kesalahan kiper Kamboja yang gagal mengantisipasi tendangan sudut Oktovianus Maniani, kedudukan pun menjadi 3-0 untuk keunggulan tim Merah Putih. Tertinggal tiga gol, Kamboja mencoba untuk keluar menyerang, namun hal tersebut membuat lini pertahanan tim tamu terbuka. Hasilnya Indonesia berhasil memperlebar kedudukan menjadi 4-0 melalui gol kedua Patrich Wanggai memanfaatkan umpan Okto di menit ke-40. Pada babak kedua, Kamboja langsung tampil menggebrak untuk mengejar ketertinggalan. Kiper Arema Indonesia Kurnia Meiga dipaksa melakukan penyelamatan

gemilang di menit pertama paruh kedua berjalan. Kamboja tampil lebih keluar menyerang di awal babak kedua ini, beberapa kali tim tamu menekan lini belakang Indonesia, namun Abdulrahman dan kawankawan masih dapat menjaga konsentrasi mereka. Patrich Wanggai hampir mencetak hattrick seandainya dia dapat memanfaatkan peluang yang dia dapat pada menit ke-63, sayang tendangan jarak jauhnya masih melenceng tipis dari gawang Kamboja. Indonesia kembali memegang kendali permainan sejak masuknya Andik Vermansyah dan Ramdani Lestaluhu. Pada menit ke-78, Okto hampir ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari Titus Bonai, namun sayang meskipun sudah berhadapan dengan kiper, Okto gagal menaklukkan Suyathi. Dua menit kemudian, giliran kapten Egi Melgiansyah yang mendapatkan peluang. Berdiri bebas di luar kotak penalti, Egi melepas tendangan keras, sayang bola hanya menerpa mistar gawang. Pada menit ke-81, Indonesia akhirnya benar-benar memperlebar kedudukan menjadi 5-0 setelah tendangan keras Andik berhasil menembus gawang Kamboja. Tertinggal lima gol tampaknya membuat mental Kamboja merosot drastis. Dua menit kemudian, memanfaatkan kesalahan bek Kamboja, dengan

kecepatannya Andik berhasil membawa bola ke depan gawang dan dengan tenang pemain berusia 19 tahun tersebut menyodorkan bola ke Ramdani Lestaluhu yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang kosong. Gol tersebut menjadi gol terakhir di pertandingan ini, dan hasil 6-0 membuat Indonesia menempati puncak klasemen sementara grup A, unggul dua poin dari Malaysia dan Singapura yang bermain imbang sebelumnya. Terkait kemenangan besar Indoensia, pelatih tim Kamboja Lee Taehoon menyampaikan pujian. Tae Hoon Lee menilai skill para pemain Indonesia memang jauh di atas pemain mereka. “Skill pemain Indonesia memang lebih baik dari kami. Dari segi keseluruhan Indonesia juga lebih baik, terlihat dari skor akhir,” katanya seusai pertandingan. Pelatih asal Korea Selatan itu mengatakan timnya telah berjuang cukup baik, namun karena skill para pemain Indonesia jauh di atas mereka, hasilnya mereka pun kalah telak. “Kami telah berjuang keras tapi hasilnya kurang baik,” katanya. Menurut Tae Hoon, para pemain yang ia boyong adalah yang masih berusia di bawah 20 tahun, sehingga dari segi skill dan pengalaman masih belum matang. “Pemain Kamboja masih muda dan belum matang, mereka dari tim U-20 dan U-19, tapi dia yakin pemainpemain ini akan berkembang di tahun mendatang,” katanya. (kompas.com/goal)

membuat masyarakat menjadi kurang antusias menonton laga timnas. Sepinya penonton jelas berimbas ke calo tiket. Hingga pertandingan digelar, para calo tiket di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) tampak murung. Sebab, tiket pertandingan Indonesia vs Kamboja ternyata tidak begitu diminati. Sampai menjelang Mangrib, para calo yang berkeliaran mengaku sepi pembeli. Suasana ini sangat berbeda ketika perhelatan Piala AFF beberapa waktu lalu. “Saya sudah jualan dari pukul 16.00 WIB. Saya beli tiket untuk kategori 4 sebanyak 25 lembar yang harga satuannya Rp 25 ribu. Saya jual dengan harga Rp 30 ribu, baru laku 15 tinggal 10,” cerita seorang calo tiket, Asep, Senin (7/11)

Keuntungan Asep ternyata belum dirasakan Roby, calo tiket lainnya. Roby yang menjajakan 10 tiket mengaku dagangannya baru terjual 1 lembar. “Saya jualan dari pukul 12.00 WIB siang tadi, baru laku 1. Saya beli 10 tiket kategori 4 yang saya jual Rp 30 ribu,” kata Roby. Roby terlihat murung karena tiket yang dia jajakan tidak terlalu diminati. Dia menduga, menurunnya semangat masyarakat Indonesia untuk menonton bola karena akhir-akhir ini sering mengalami kekalahan. “Sepi, nggak banyak yang beli, nggak kaya waktu AFF dulu. Mungkin karena akhirakhir ini kalah mulu,” ucapnya lirih. Pantauan detikcom, para calo tampak menjajakan tiket hingga ke Halte Busway

Gelora Bung Karno. Petugas halte yang melihat keberadaan mereka tidak bisa melarangnya. “Sudah maklum,” terang seorang petugas mengomentari keberadaan calo. Lepas 72 Ribu Panitia SEA Games XXVI melepas 72.500 lembar tiket untuk pertandingan Indonesia melawan Kamboja, kemarin. Selain lewat penjualan online, seluruh tiket tersebut dilepas di seluruh loket tiket Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Menurut Faisal, penanggungjawab ticketing Panitia Lokal SEA Games (INASOC), pihaknya membagi klasifikasi harga tiket menjadi tujuh kategori— mulai dari yang termurah Rp 25 ribu hingga kelas VVIP Rp 500ribu.(vnc/dtc)

Dalam sidang tersebut dihadirkan pula terdakwa, Andhika Gumilang, yang duduk di samping tim pengacaranya. Mengenakan kemeja batik warna coklat hitam dan celana bahan warna hitam, Andhika terlihat tenang menjalani sidang. Saat Hakim Ketua menanyakan saksi Vera apakah mengenali terdakwa, dia pun menjawab tidak. “Dalam data perusahaan, Malinda tercatat punya anak tiga dengan nama suami bukan Andhika Gumilang, tapi saya lupa,” katanya. Vera menambahkan berdasarkan bukti terkait penggelapan dana nasabah yang dilakukan Malinda,

pihaknya selaku HRD berkewajiban menonaktifkan Malinda dari pekerjaannya. “Malinda tercatat mulai bekerja di Citibank pada Agustus 1989 hingga dinonaktifkan 18 Maret 2011,” katanya. Selasa (8/11) hari ini Malinda segera menjalani sidang perdananya di PN Jakarta Selatan. Dia berharap semua mimpi buruk ini cepat berakhir. “Harapannya bisa segera cepat pulang ke rumah dan peluk anak-anak,” katanya dengan mata berbinar, kemarin. Persidangan Melinda akan dipimpin Ketua majelis hakim adalah Wakil Ketua PN Jakarta Selatan Gusrizal.

Malinda Dee merupakan mantan Senior Relations Manager Citibank Landmark Jakarta. Dia menjadi tersangka setelah membobol uang nasabah di mana tempat dirinya bekerja sebesar 17 miliar rupiah. Ia dijerat Pasal 49 ayat (1) huruf a dan atau ayat (2) huruf b Undang Undang Nomor 7 tahun 1992 dan Pasal 3 Undang Undang Nomor 15 tahun 2002 dan atau Pasal 65 ayat (1) KUHP. Dari tangan Malinda, polisi sudah menyita 4 mobil mewah dan rekening bernilai Rp 11 miliar. Suami siri Malinda, Andhika Gumilang telah menjalani persidangan sejak Senin 19 September 2011. (dtc/ ti/tribunnews)

! Sambungan Hal 1

dari gol Titus Bonai menit ke27, dan gol Patrich Wanggai menit ke-29. Seperti yang diperkirakan sebelumnya, Timnas Indonesia langsung tampil menyerang lini pertahanan Kamboja. Pada menit ke-4, timnas memperoleh peluang emas melalui tandukan Abdulrahman, sayang bola masih sedikit tinggi di atas mistar gawang Kamboja. Tiga menit kemudian, giliran Ferdinand Sinaga yang mengancam gawang Kamboja. Ferdinand dengan cepat menyongsong bola terobosan dari rekannya, namun tendangannya di kotak penalti masih dapat ditepis dengan baik oleh kiper Kamboja. Kamboja sempat mengejutkan suporter tuan rumah ketika pada menit ke19 menjebol gawang Kurnia Meiga. Beruntung gol tersebut dianulir wasit karena pemain tersebut terjebak dalam posisi off side terlebih dahulu. Ferdinand Sinaga hampir membuat Indonesia unggul pada menit ke-24. Titus Bonai yang berhasil menerobos masuk dengan aksi individunya melepas umpan matang ke Ferdinand, sayang, meskipun Ferdinand berdiri bebas, dia tidak dapat memanfaatkan umpan tersebut. Titus Bonai akhirnya menjadi sosok pemecah kebuntuan bagi Indonesia di

Calo Tiket Murung ! Sambungan Hal 1

nyanyian ‘Garuda di Dadaku’ bergema sebagai bentuk dukungan terhadap anakanak asuhan Rahmad Darmawan. Sebelumnya beberapa pihak memang sempat meragukan tingginya animo masyarakat. Ini disebabkan lawan yang dihadapi oleh Timnas U-23 hanya tim ‘kuda hitam’, Kamboja. Masih belum jelasnya penjualan tiket menjadi salah satu faktor lain yang membuat Stadion Gelora Bung Karno sepi penonton. Faktor lain adalah merosotnya performa timnas senior di Pra Piala Dunia 2014. Ini dinilai

Gaji Malinda Rp 1,5 Miliar ! Sambungan Hal 1

berprestasi. Dijelaskan Vera, setiap pegawai Citibank bagian retail banking diwajibkan mampu mencapai target pencapaian (top sale). Dan terdapat kriteria penilaian khusus yang diatur oleh bagian business marketing. Yang terbaik mencapai target tentu mendapat penghargaan. “Dia mampu memberikan top sale. Diumumkan dalam acara karyawan, Inong mendapat penghargaan top sale,” imbuhnya.

TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011  

EDISI CETAK : TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011

Advertisement