Page 5

6

tribun nasional

SELASA 8 NOVEMBER 2011

Soal Dana Freeport, Tak Ada Penyimpangan JAKARTA, TRIBUN Kapolri di Markas - Kepala Polisi RI Besar Polri, Jakarta, Jenderal Timur Senin (7/11). Pradopo menyataSaat ini, katanya, kan, saat ini tim tim tersebut juga internal Polri yang masih bekerja untuk bertugas untuk mencari jalan keluar IST melakukan pengeagar bisa memenuhi cekan soal aliran dana Timur Pradopo kebutuhan hidup dari PT Freeport anggota Polda Papua, kepada polisi Papua masih termasuk di dalamnya audit terus bekerja. Sejauh ini, kata internal dalam institusi Polri. Kapolri, tak ada penyimpang“Ya, sekarang tim sudah an dalam pemberian dana bekerja, saya kira itu. Masih yang menjadi polemik di baru langkah-langkah tengah masyarakat tersebut. bagaimana anak buah yang “Apa yang sekarang ada di sana, dari sisi kehidupan menjadi permasalahannya itu yang sangat sulit,” lanjutnya. kan ada di sana, dan itu semua Seperti diberitakan, aliran sudah jelas bahwa itu tamdana dari PT Freeport Indonebahan. Jadi begitu saja, tak ada sia kepada Kepolisian Daerah itu (yang menyimpang),” ujar Papua mengundang kritik

terkait independensi polisi dalam menangani konflik perusahaan itu dengan karyawannya dan masyarakat Papua. Indonesia Corruption Watch mengungkapkan, sepanjang 2001-2010 Freeport telah menggelontorkan uang sebesar 79,1 juta dollar AS atau sekitar RP 711 miliar kepada polisi. Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Imam Sujarwo membenarkan bahwa sejumlah anggotanya di Papua mendapat dana keamanan dari PT Freeport Indonesia sebesar Rp 1.250.000. Menanggapi kritik ini, Kapolri mengirim tim ke Papua untuk mengevaluasi soal dana tersebut. (kompas.com)

Popularitas Taman Nasional Komodo Terus Naik JAKARTA, TRIBUN - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyambut baik semakin naiknya popularitas Taman Nasional (TN) Komodo sebagai destinasi wisata. “Dengan semakin banyaknya pihak yang ikut promosi, popularitas Komodo saat ini harus diakui semakin meningkat dan ini sangat positif,” kata Direktur Sarana Promosi Pariwisata, Esthy Reko Astuty, di Jakarta, Senin (7/11). Pihaknya memang telah menyatakan sikap untuk tidak terafiliasi lagi dalam ajang New 7 Wonder of Nature yang menempatkan Komodo sebagai salah satu finalisnya. Meski begitu, pihaknya menyatakan akan tetap mempromosikan Komodo sebagai destinasi wisata, dan menjadikannya sebagai aset bangsa yang harus dilindungi. “Kalaupun nanti Komodo terpilih dalam ajang itu, kami menyambut baik, karena ini aset bangsa yang layak untuk menjadi kebanggaan kita dan memang layak menjadi keajaiban dunia,” katanya. Sebelumnya, pihaknya telah dicoret sebagai official support yang

mendaftarkan TN Komodo dalam ajang New 7 Wonder of Nature. Karena itu, pihaknya juga telah menunjuk pengacara Todung Mulya Lubis untuk memerkarakan pencoretan tersebut. Namun, TN Komodo tetap diikutsertakan sebagai finalis dalam ajang tersebut, bahkan kini menjadi 10 besar finalis yang memiliki potensi besar untuk terpilih sebagai salah satu keajaiban dunia baru versi alam. “Kami tetap melakukan promosi. Tetapi, meskipun kini popularitas Komodo telah naik, kami berharap semua pihak tetap memperhatikan Komodo dari sisi konservasi,” kata Esthy Reko Astuty. Semakin banyaknya wisatawan yang berminat untuk melancong ke Komodo juga harus jadi perhatian khusus. “Di samping keuntungan dari sisi ekonomi yang kita kejar, kita pun harus memikirkan bagaimana mempertahankan kelestariannya,” katanya. Tercatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Komodo dan NTT secara umum mengalami kenaikan selama periode Januari-September 2011, yakni mencapai 57.000 orang. (kompas.com)

Gayus Minta Hadirkan Mantan Karutan Brimob JAKARTA, TRIBUN Terdakwa penyuapan terhadap petugas Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Gayus H Tambunan, mengaku kecewa atas kegagalan jaksa menghadirkan Kompol Iwan Siswanto, mantan Kepala Rutan Mako Brimob, sebagai saksi di persidangannya kali ini, Senin (7/11). Mantan pegawai perpajakan itu lantas meminta kepada majelis hakim yang diketuai Suhartoyo agar menghadirkan Iwan di sidang berikutnya. “Agar Iwan Siswanto benar-benar dihadirkan,” kata Gayus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (7/11). Alasan Gayus meminta kehadiran Iwan, yang sudah divonis dalam kasus ini, itu

dikarenakan Iwan menyangkal menerima uang suap dari Gayus saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Bandung beberapa waktu lalu. Jika Iwan tidak dihadirkan di persidangannya, Gayus khawatir kalau jaksa penuntut umum pada akhirnya hanya membacakan keterangan Iwan yang termuat di berita acara penyidikan (BAP). Dalam BAP tersebut, kata Gayus, Iwan mengakui penerimaan uang itu. “BAP itu isinya keterangan dia sebelum dicabut (di persidangan). Semua terima uang, segala macam, karena dia ditekan Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, red),” ujar Gayus. Sidang Gayus hari ini terpaksa ditunda hingga

pekan depan karena dua orang saksi, yakni Iwan Siswanto dan I Wayan Deker, tidak hadir. Iwan gagal dihadirkan dalam sidang karena pihak jaksa masih menunggu penetapan Mahkamah Agung. “Siswanto kan ditahan, ada benturan mekanisme yang menghambat,” ujar hakim Suhartoyo. Adapun Wayan tidak memenuhi panggilan pengadilan untuk kedua kalinya. Dalam kasus ini, Iwan divonis empat tahun penjara karena dianggap terbukti menerima suap dari Gayus senilai Rp 264 juta. Uang suap tersebut bertujuan agar Gayus dapat keluar masuk tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua. (kompas.com)

ANTARA/ANIS EFIZUDIN

TEROBOS MATERIAL VULKANIK - Pengendara sepeda motor melintas di jalan raya yang berubah menjadi aliran sungai di Desa Sirahan, Ngluwar, “Magelang, Jateng, Senin (7/11). Hujan yang terus mengguyur mengakibatkan meluapnya air di sejumlah sungai yang berhulu di gunung Merapi disebabkan banyaknya material vulkanik yang memenuhi sungai.

Polri: Waspadai Areal Freeport ● Lagi, Satu Anggota Polisi Kena Tembak JAKARTA, TRIBUN - Mabes Polri mengingatkan kepada seluruh pihak di kawasan areal tambang PT Freeport Indonesia agar waspada. Peringatan ini dikeluarkan atas aksi penembakan oleh kelompok tak dikenal di kawasan tersebut. Kali ini, yang menjadi korban adalah anggota Polisi Briptu Marselinus, anggota Satgas Satuan Pelopor dari Kelapa Dua Depok. Atas kejadian ini, polisi mengingatkan bahwa yang menjadi target sasaran tak hanya polisi, tapi semua mobil yang melewati area itu. “(Sasaran) siapa yang lewat dengan kendaraan. Kalau dalam mobil ketika itu ada karyawan, ada sekuriti, TNI atau Polri, itu akan ditembak, jadi yang penting siapa yang lewat,” kata Juru Bicara Polri, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Senin (7/11). Saud menambahkan, tak jelas siapa sasaran tembak

dari kelompok bersenjata itu. “Mau mobilnya, mau orangnya itulah yang akan menjadi sasaran target dia,” kata dia. Apakah wartawan juga akan menjadi sasaran? “Iya mungkin kalau ada wartawan di dalam mobil, mungkin wartawan juga. Barangkali, mudah-mudahan tidak,” kata Saud. Hingga saat ini, kata Saud, polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait penembakan terhadap Briptu Marselinus. Polisi juga belum menemukan pelaku penembakan yang dilakukan dari dalam hutan. “Jadi kita tidak mengetahui penembakan ini dilakukan berapa orang. Yang jelas ada tembakan dan ada anggota kita yang kena,” kata dia. Polisi juga belum mengetahui jenis senjata yang digunakan pelaku dalam penembakan itu. “Apakah SS1 atau apa, itu kan dilihat dari pelurunya,” imbuhnya. Aksi penembakan oleh

kelompok tak dikenal terjadi sekitar pukul 11.20 WIT. Briptu Marselinus dan anggota polisi lainnya sedang berpatroli dengan menggunakan mobil perusahaan Freeport jenis LWB dengan nomor lambung SA 57. Di Mile 45, mobil tibatiba diberondong tembakan dari arah hutan. Hingga kini polisi belum berhasil menangkap satu orang pun anggota kelompok bersenjata ini. Alasannya, polisi setempat terkendala kondisi alam untuk melakukan pengejaran. ‘’Kami kewalahan, geografi di lokasi sangat sulit, hutan serta tebing yang sangat curam, sehingga menyulitkan upaya pengejaran,’’ kata Kapolda Papua, Irjen Pol BL Tobing di Jayapura, kemarin. Karena medan yang sulit itu, polisi sangat membutuhkan helikopter untuk mengejar para pelaku penembakan. ‘’Fasilitas kami

sangat terbatas, sementara medan yang sulit, dibutuhkan helikopter untuk melakukan pemantauan dari udara. Kami sudah berupaya meminjam heli perusahaan, tapi tidak diizinkan,’’ ujarnya. Menurut dia, taktik yang digunakan para penembak dalam setiap aksinya adalah menembak secara sporadis. Kemudian mereka kembali masuk hutan. ‘’Strategi mereka, tembak lari, sehingga kami kewalahan dan kesulitan,’’ katanya. Meski demikian, tegasnya, pihaknya terus megejar para pelaku. ‘’Kami tidak akan berhenti bekerja mengejar pelaku hingga tertangkap,’’ imbuhnya. Setidaknya, delapan orang tewas dalam beberapa kejadian penembakan di Papua. Penembakan menewaskan Kompol Anumerta Dominggus Awes yang saat itu menjabat sebagai Kapolsek Mulia, Puncak Jaya Papua. (kompas.com/vnc)

Rumah Dinas Wagub Sumbar Terbakar PADANG, TRIBUN - Rumah dinas Wakil Gubernur Sumatera Barat di Jalan Sudirman, Padang, terbakar. Api membakar bagian belakang rumah dinas yang ditempati Wagub Muslim Kasim. Saat kejadian, Muslim sedang dalam perjalanan pulang usai mengunjungi daerah yang terkena banjir di Kabupaten Pasaman Barat. “Kami dan rombongan sedang dalam perjalanan pulang dari Sasak, usai melihat korban banjir. Pak Wagub sudah mendapat laporan soal

ini,” kata Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Surya Budhi, Senin (7/11). Kebakaran terjadi menjelang magrib. Api berasal dari bagian belakang rumah dinas Wagub yang berada di sebelah kantor Gubernur Sumbar. Menurut staf Humas Pemprov Sumbar, Zardi Syahrir, kebakaran tersebut disebabkan arus pendek listrik. “Api berasal dari kabel seterika yang terbuka, dan sempat membesar mencapai atap,” kata Zardi. Api tidak sampai mencapai ruangan

utama rumah dinas Wagub. Isteri Wagub bahkan tak sadar saat api menjilati ruangan pembantu rumah tangga di bagian belakang. “Saat kejadian, Ibu tidak tahu ada kebakaran. Beliau sadar saat sirine mulai ramai terdengar,” kata Zardi. Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil yang rumah dinasnya tak jauh dari rumah dinas Wagub langsung mengomandoi proses pemadaman. Sekitar 20 menit, lima unit mobil kebakaran dapat menguasai kobaran api yang mulai membesar. (vnc)

TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011  
TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011  

EDISI CETAK : TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011

Advertisement