Page 24

CMYK

Selasa, 8 November 2011

Halaman 32

Menunggu Kejutan Firda

ADRIYANTI Firdasari masih jadi andalan Indonesia di cabang bulutangkis nomor tunggal putri SEA Games XXVI. Ia bersama rekannya, Linda Wenifanatri memang tak ditargetkan meraih medali emas oleh Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI). Namun, Firda bertekad membuat kejutan. Kejutan memang menjadi salah satu yang melekat pada sosok pebulutangkis kelahiran Jakarta, 16 Desember 1986. Kejutan itu bisa berupa kejutan positif alias kemenangan tak disangka-sangka, tapi juga bisa berupa kejutan negatif yang kekalahan yang tak diharapkan. Kejutan positif misalnya ketika ia mampu mengalahkan nama-nama beken di jagat bulutangkis putri semisal Wang Yihan di tahun 2007, Tine Baun, Saina Nehwal, Zhou Mi, Juliane Schenk, Cheng Shao Chieh, Eriko Hirose dll. Kejutan negatif yang paling diingat tentunya adalah kekalahan dramatis dari pebulutangkis Thailand yang masih berusia 14 tahun,

Lawan Berat di SEA Games XXVI Q Porntip Buranaprasertksuk (Thailand) Q Ratchanok Intanon (Thailand) Q Gu Juan (Singapura) Q Fu Mingtian (Singapura)

Ratchanok Inthanon 18-21 1921 di SEA Games XXV di Vientiane, Laos 2009 silam. Kini, Firda tentunya tak berharap mengulangi kejutan negatif tersebut. Faktor menjadi tuan rumah, yang mendapat dukungan bergelora dari para pendukung sendiri, bakal menjadi modal kuat untuk menambah motivasinya. Kendati tak dijagokan meraih medali, Firda menegaskan dirinya siap menunjukkan penampilan terbaik meski selama ini nomor tunggal putri selalu dipandang sebelah mata. Dia meyakini bahwa peluang emas tunggal putri tidak tertutup seluruhnya.”Saya melihat peluang meraih medali emas sih tidak tertutup banget. Masih ada peluang karena ini levelnya Asia Tenggara. Yang

terpenting berusaha dengan maksimal,” ujarnya. Firda memang punya segudang modal untuk menciptakan kejutan positif di ajang SEA Games kali ini. Modal yang paling nyata tentunya adalah jam terbangnya yang tinggi. Terjun di jagat bulutangkis internasional sejak 2005, ia pernah mempersembahkan medali emas saat SEA Games 2005 di Manila, Filipina. Sayang, dua tahun kemudian, prestasinya anjlok menjadi hanya meraih medali perak di saat SEA Games 2007 di Bangkok, Thailand. Lebih parah lagi dua tahun lalu di Vientiene dimana ia gagal menyumbang medali sama sekali. Selain pengalaman, dan dukungan dari publik tuan rumah, Firda pun di atas kertas punya segalanya untuk meraih

medali emas sekarang. Di level teknis, Firda disebut-sebut sebagai pebulutangkis putri yang punya perawakan paling bagus. Tinggi, lentur, dan langsing yang membuatnya bisa dengan sigap dan mudah melompat kesana-kemari mengejar kok. Ia pun punya smash keras, serta dropshot keren. Ia pun termasuk pemain dengan mental bagus, dan semangat juang tinggi. Sayangnya, saat beradu di lapangan, semua yang dimiliki Firda kadang tak bisa keluar dengan optimal. Inkonsistensi jadinya kerap melekat pada diri pebulutangkis dengan tinggi

CMYK

170 cm dan berat 58 kilogram ini. Tak heran, predikat sebagai spelialis perempatfinal kini menempel pada diri pebulutangkis yang prestasi terbaiknya pernah menempati rangking 15 putri dunia ini. Tengok saja prestasi Firda di tahun 2011. Dari sejumlah turnamen, prestasi paling bagusnya adalah berhenti di babak perempatfinal, yakni perempatfinal YONEX Australian Open Grand Prix Gold, dan Perempatfinal Indonesia Open Superseries Premier 2011. Firda tentunya tak mau hal serupa terjadi di SEA Games XXVI ini. Ia bertekad, tak sekadar menikmati babak perempat-final, tapi melaju terus ke semifinal, final, dan akhirnya juara. “Kita berlatih sudah sangat keras, dan itu membuat kita makin percaya diri,” katanya. Lawan-lawan berat sudah menunggu. Mulai dari dua pebulutangkis putri Thailand, Porntip Buranaprasertksuk dan Ratchanok Intanon, serta Gu

Juan dan Fu Mingtian dari Singapura. Tapi Firda tak gentar. Dukungan bergelora dari pendukung tuan rumah sangat dinantikannya untuk jadi senjata pamungkas. “Doakan kami bisa menghasilkan yang terbaik,” ujarnya. Kejutan positif dari Firda, itulah memang yang sangat diharapkan publik tuan rumah. Dan itu juga yang diam-diam ditunggu dengan penuh harap cemas oleh tim PBSI. Hal itu pernah diutarakan Sekretaris Jenderal PB PBSI Yacob Rusdianto beberapa waktu lalu. (Tribunnews)

TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011  
TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011  

EDISI CETAK : TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011

Advertisement