Page 23

arena modo-modi

SELASA 8 NOVEMBER 2011

31

Terancam Sepi Penonton

KOMPAS/AGUS SUSANTO

BEREBUT BOLA- Pemain Timor Leste, Murilo Ribeiro De Almeida (kanan) berebut bola dengan pemain Filipina, Patrick Hinrichsen dalam penyisihan grup B SEA Games XXVI di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, Senin (7/11).

Jajal Lintasi Langit Puncak ■ Hari Ini Atlet Paralayang Jalani Gladi Resik TIMNAS Paralayang Indonesia akan melakukan latihan uji coba terbang melintasi langit puncak untuk persiapan menjelang persaingan paralayang SEA Games 2011. “Besok (Selasa-red) kita akan melakukan latihan uji coba. Akan diikuti oleh seluruh atlet baik dari Indonesia maupun atlet paralayang dari negara lain,” kata Humas Paralayang SEA Games 2011, Tagor Siagian. “Kita akan mengujicobakan seluruh pertandingan, lalu diambil dinilainya untuk dimasukkan ke sistem komputer. Jadi, semacam gladi resik sebelum pertandingan dimulai,” katanya. “Seluruh atlet akan ikut uji coba, tapi sampai sekarang saya belum tahu negaranegara mana saja yang sudah hadir dan akan ikut latihan. Sekarang kita sedang mempersiapkan materinya,” kata Tagor.

Sementara itu, menurut Dharmawan Sirin, salah satu pelatih nasional SEA Games, saat ini atlet tengah melakukan latihan terbang di arena Paralayang, Bukit Gantole, Cisarua Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dharmawan mengatakan di arena Paralayang sudah datang atlet dari Malaysia dan Vietnam yang juga melakukan

latihan terbang. Pada SEA Games 2011 untuk cabang Paralayang di ikuti lima negara, Indonesia akan bertarung melawan atlet dari Malaysian, Vietnam dan Thailand. Atlet Indonesia akan mengikuti tiga nomor yakni ketepatan mendarat, lintas alam jarak terbuka dan lintas alam jarak terbatas. (Tribunnews/ant)

ISTIMEWA

Foto Ilustrasi

JAUH-jauh hari, Jakarta telah siap menjadi salah satu tuan rumah perhelatan olahraga terbesar se-Asia Tenggara, SEA Games XXVI. Meski demikian, geregetnya masih belum tampak dan dukungan suporternya pun belum kentara. Salah satu indikasi memperihatinkan terlihat di ajang sepak bola. Olah raga adu kaki yang diharapkan jadi magnet terbesar untuk menggiring ribuan penonton ke dalam stadion, pun belum mencapai harapan. Partai perdana Indonesia kontra Kamboja di Stadion Gelora Bung Karno (7/11) relatif masih sepi dari penonton. Fenomena ini membuat Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo ketar-ketir. Ia meminta warga Jakarta datang ke setiap arena pertandingan. Ini dilakukan untuk memberikan dukungan kepada para atlet yang bertanding mengharumkan nama bangsa. “Jakarta siap untuk SEA Games, tetapi yang tidak kalah penting adalah suporter. Jangan sampai venue itu

Jangankan yang sulit diakses, Lebak Bulus saja yang sudah digunakan untuk bertanding saat ini kosong. Ini perlu ada usaha ekstra FAUZI BOWO Gubernur DKI Jakarta kosong,” kata Fauzi di Jakarta, Senin (7/11). Tokoh yang acap disapa Foke itu menjelaskan, perlu ada upaya keras untuk mengerahkan para suporter datang ke tempat pertandingan. Terutama untuk tempat-tempat pertandingan seperti taekwondo di Cibubur, kempo di Ciracas, dayung di Cipule, dan berkuda di Depok yang sulit diakses oleh para pendukung. “Jangankan yang sulit diakses, Lebak Bulus saja yang sudah digunakan untuk bertanding saat ini kosong. Ini perlu ada usaha ekstra,” ujar Foke. Menurut dia, pengerahan suporter dan promosi ajang

SEA Games ini bukan tanggung jawab wali kota, melainkan tanggung jawab Inasoc sebagai penyelenggara turnamen. Meski demikian, Gubernur mengimbau kepada para wali kota untuk mengajak warganya menjadi pendukung dalam ajang olahraga internasional ini. “Atlet kita ini juga perlu suporter dan dukungan yang positif untuk dapat meraih prestasi yang terbaik,” kata Foke. GBK Sepi Situasi di Stadion GBK sampai pukul 14.00 WIB terlihat masih sepi. Di loket timur yang merupakan salah satu lokasi penjualan tiket di GBK, jumlah pengantre belum sampai 10 orang. “Buka dari

jam 10 pagi masih sepi, “ kata Nurhidayatullah, pengawas alokasi tiket di loket timur. Loket lain di kawasan Masjid Al-Bina justru belum memperlihatkan adanya pengantre. Yang tampak di sana hanyalah penjaga loket berjumlah empat orang. Calon penonton yang melakukan via situs rajakarcis.com pun baru segelintir yang sudah menukarkan tiketnya, di lokasi penukaran yang juga terletak di kawasan Al-Bina. “Hari ini baru 39 orang yang menukar; untuk kategori VIP ada 10, selebihnya kategori 4 dan kategori 2. Masih sedikit nih,” ujar Ade Ayu selaku petugas di bagian penukaran tiket dari rajakarcis.com. Belum ramainya calon penonton berbanding terbalik dengan para calo yang sudah terlihat ramai berkeliaran sedari pagi. Para calo yang juga tampak banyak berkerumun di dekat loket tersebut dengan terangterangan menjajakan tiket dagangannya. (Tribunnews/ kompas.com/dts)

Tim Futsal Putri Dihantui Cedera DUA pemain futsal putri masih perlu menjalani pemulihan kesehatan pascacedera fisik saat berlatih. Kedua pemain itu adalah Rani Mulyasari dan Retno Ayu Dewi. “Rani Mulyasari mengalami cedera pada perut dan Retno Ayu Dewi yang mengalami cedera pada otot paha,” kata pelatih, Viernes Ricardo Polnaya, melalui sambungan telepon, Senin. Kedua pemain andalan itu, kata dia, sampai saat ini tengah mempercepat proses pemulihan kesehatan untuk menghadapi pertandingan yang berlangsung mulai 16 hingga 22 November di GOR POPKI, Jakarta Timur. “Kami masih mengupayakan atlet tersebut bisa tampil maksimal pada

ISTIMEWA

Rani Mulyasari pertandingan menghadapi empat negara dari Asia Tenggara nanti,” katanya. Selain permasalahan kondisi fisik tersebut, pihaknya mengakui mental bertanding

tim menghadapi pemain asal Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Filipina masih kurang maksimal. “Seperti kita tahu bahwa mental dan fisik pemain luar negeri relatif lebih baik,” katanya. Dikatakan Viernes, situasi tersebut diupayakan tidak akan menghalangi target tim asuhannya masuk dalam tahap final SEA Games. “Seluruh pemain kita rata-rata berusia 15 sampai 26 tahun. Yang terlihat menonjol adalah Rani Mulyasari, Novita Murnipiranti, Nunki Dwi Entitisari,” katanya. Menurut dia, fisik maupun mental 14 atletnya telah siap menghadapi lawan pada pertandingan mulai 16 hingga 22 November mendatang. Kesiapan tersebut, kata dia,

diukur berdasarkan rangkaian pelatihan fisik. Program training camp ke Jepang kemudian dipilih sebagai ajang mengasah kemampuan tim, serta menjajal mental bertanding lewat laga uji coba dengan beberapa tim Jepang. “Kita memang kalah dalam laga uji coba yang berlangsung 28 Oktober 2011 lalu di Jepang. Namun, banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari kegiatan itu untuk persiapan SEA Games,” ujarnya. Di antaranya adalah pertahanan tim yang cenderung lemah saat menerima serangan lawan, mental pemain saat menghadapi atlet internasional, hingga strategi perlawanan. (Tribunnews/ant)

TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011  
TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011  

EDISI CETAK : TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011

Advertisement