Page 10

SMS CENTER/CALL CENTER GUBERNUR KALTIM : 3148 HALAMAN 12

SELASA, 8 NOVEMBER 2011

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Beri Tren Positif bagi Kaltim SAMARINDA - Pertumbuhan ekonomi nasional hingga triwulan III masih menunjukkan tren positif yang didorong oleh peningkatan produktivitas komoditas unggulan, berupa batu bara. Situasi yang membaik secara nasional ini juga turut mendorong kinerja ekonomi nasional, termasuk di Provinsi Kaltim. Demikian dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Johny Anwar saat menjelaskan tentang Pertumbuhan Ekonomi Kaltim pada Triwulan III Tahun 2011 di Kantor BPS Kaltim, Senin (7/10). Menurut Johny, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim pada triwulan ke III tahun

ini jika memasukkan komoditi Minyak dan Gas (Migas) mencapai Rp98,4 triliun, sedangkan jika tanpa Migas, yakni Rp59 triliun. Sementara jika melihat sektor ekonomi atas dasar harga berlaku, pada triwulan III sektor pertambangan dan penggalian menghasilkan Nilai Tambah Bruto (NTB), yaitu Rp49,1 triliun dengan sumbangan pertambangan tanpa Migas , yakni Rp28,6 triliun. “Faktor yang mendorong kinerja sektor ekonomi tersebut yaitu adanya moment hari besar keagamaan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang turut mendorong kinerja ekonomi termasuk di Kaltim,” ujarnya.

Jika dilihat dari PDRB Kaltim, menurut lapangan usaha, sektor pertambangan dan penggalian termasuk Migas menempati nilai terbesar Rp49 triliun, tanpa Migas sebesar Rp28,5 triliun, disusul industri pengolahan Rp23,4 triliun, perdagangan hotal dan restoran Rp8 triliun. Selain itu bidang pertanian Rp5,2 triliun dan sisanya adalah sektor listrik dan air bersih, bangunan, angkutan dan komunikasi, keuangan dan penyewaan dan jasa-jasa lainnya. Kaltim yang mengandalkan kinerja ekspor prime, pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan III ini sangat dipengaruhi kinerja produksi migas dan batu bara. Pada

triwulan ini perekonomian Kaltim masih mengalami surplus pada komponen net ekspor mencapai Rp66,1 triliun. Dijelaskan, hampir semua sektor mengalami pertumbuhan positif dibanding triwulan sebelumnya, kecuali sektor pertanian dan sektor industri pengolahan mengalami kontraksi. Khusus industri pengolahan yang menurun negatif 0,29 persen, sedangkan sektor pertanian mengalami pertumbuhan negatif 2,26 persen yang dipengaruhi oleh penurunan yang cukup signifikan pada subsektor Tanaman Bahan Makanan (Tabama), yakni negatif 16,07 persen.(yul/adv)

Angkatan Kerja Kaltim Bertambah 116.241 Orang SAMARINDA - Beban Pemerintah Daerah Kaltim bertambah berat karena permasalahan ketenagakerjaan di Kaltim meningkat sangat tajam. Jumlah angkatan kerja di Kaltim pada Agustus 2011 tercatat sebanyak 1.764.696 orang atau bertambah 116.241 dalam satu tahun terakhir sejak Agustus 2010. Demikian rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim terkait tentang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan masalah ketenagakerjaan, yang disampaikan Kepala BPS Kaltim, Johny Anwar, di Ruang Rapat Kantor BPS Kaltim di Samarinda, Senin (7/11). “Angkatan kerja di Kaltim bertambah 116.241 orang dari 1.648.455 orang pada Agustus 2010 menjadi 1.764.696 orang pada Agustus 2011. Hal itu terjadi karena pergeseran penduduk bukan angkatan kerja menjadi penduduk angkatan kerja, baik yang bekerja maupun penggangguran,” jelasnya.

Selain itu, keadaan penduduk Kaltim dapat juga dilihat pada indikator Tingkat Partisapi Angkatan Kerja (TPAK) yaitu perbandingan antara penduduk angkatan kerja dengan penduduk usia 15 tahun ke atas dalam bentuk presentase. Semakin tinggi presentase TPAK, semakin besar penduduk usia 15 tahun ke atas yang masuk ke dalam angkatan kerja dan begitu juga sebaliknya. Dijelaskan, TPAK Agustus 2011 tercatat 68,51 persen, sedikit meningkat dibandingkan Agustus 2010 yang tercatat 66,41 persen dan dibandingkan dengan keadaan Februari 2011, yakni 67,66 persen. “Artinya penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami peningkatan 53 ribu orang dibanding keadaan Februari yang tercatat 1,5 juta orang,” ujarnya. Sedangkan lapangan kerja utama masyarakat Kaltim terdiri atas sektor pertanian, yang meliputi tanaman pangan, perkebunan,

peternakan, kehutanan dan perikanan. Selain itu sektor pertambangan dan penggalian, industri, listrik, gas dan air minum dan bangunan juga memiliki andil besar. Jika dirinci menurut kota, secara absolute Kota Samarinda tercatat sebagai wilayah yang memiliki jumlah angkatan kerja terbesar yaitu tercatat 366 ribu, dan Kabupaten Tana Tidung memiliki angkatan kerja terendah yaitu 8.000 orang. Kota Samarinda, selain angkatan kerjanya besar, jumlah pekerjanya juga terbanyak yaitu 326 ribu orang dan Tana Tidung tercatat sebagai wilayah yang memiliki pekerja terkecil yakni tujuh ribu orang. “Namun, selain angkatan kerja dan pekerjanya tinggi, Samarinda juga memiliki angka pengangguran yang besar, yakni mencapai 40 ribu orang. Angka pengangguran terkecil juga terjadi di Kabupaten Tana Tidung yang tercatat sebesar 500 orang,” ujarnya. (yul/adv).

Tingkatkan Pelayanan Sosial terhadap Anak

Narasumber, Sunarto dari Bagian Perencana Direktorat Anak Kementerian Sosiual RI pada Rapat Koordinasi Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) di Samarinda. (samsul/humasprov kaltim). SAMARINDA – Kepala Dinas Sosial Kaltim H Bere Ali mengatakan program pelayanan sosial terhadap anak harus diberikan lebih terarah, terorganisasi dan melembaga sehingga sasaran program bisa lebih berkualitas, professional, efektif dan efisien. “Anak merupakan amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak adalah gambaran masa depan, aset keluarga, agama, sekaligus tunas bangsa. Karena itu, pelayanan sosial anak harus kita dukung dengan konsep dan program yang jelas,” kata Bere pada Rapat Koordinasi Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) di Samarinda, pertengahan pekan lalu.

Bere Ali menambahkan, berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan ditetapkan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) sebagai program nasional yang meliputi PKSA Balita, PKSA terlantar, PKSA anak jalanan, PKSA anak yang berhadapan dengan hukum, PKSA anak dengan kecacatan dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus. “Program nasional tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan pemenuhan hak dasar anak dan perlindungan terhadap anak dari keterlantaran, kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi,” tegas Bere. Jika program itu bisa dikemas lebih berkualitas, professional, efektif dan efisien,

maka tumbuh kembang, kelangsungan hidup dan partisipasi anak diharapkan dapat terwujud dengan baik. PKSA sengaja dikembangkan dengan perspektif jangka panjang sekaligus untuk menegaskan komitmen Kementerian Sosial merespon tantangan dan upaya mewujudkan kesejahteraan sosial anak. PKSA merupakan program terpadu berkelanjutan yang terarah yang dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat guna memenuhi kebutuhan dasar anak. Kebutuhan dasar meliputi bantuan pemenuhan dasar, aksebilitas pelayanan sosial dasar, peningkatan potensi diri dan kreatifitas anak, penguatan orang tua dan lembaga kesejahteraan sosial anak. Apalagi isu permasalahan sosial anak, dewasa ini bukan hanya menjadi tanggungjawab suatu bangsa atau Negara, tapi telah menjadi isu global kemanusiaan. Convention On the Right of the Cild (Konvensi Hak Anak), 20 November 1989 di Jenewa, Swiss telah menegaskan kesepakatan dunia bahwa setiap anak memiliki hal yang sama. Hak untuk hidup, hak untuk tumbuh kembang, hak untuk memperoleh perlindungan dari kekerasan dan hak untuk berpartisipasi. “Rumusan hak anak tersebut tanpa terkecuali, termasuk untuk anak dalam kategori cacat. Bahkan mereka harus mendapat perhatian khusus dan lebih serius,” tegas Bere lagi. Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Hj. Farida Ariyani menyebutkan Rakor tersebut dilakukan dengan dukungan dana dekonsentrasi APBN 2011. Jumlah peserta Rakor berjumlah 30 orang dari Dinas Sosial Kaltim, Dinas Sosial Kabupaten/Kota, Polresta Samarinda, UPT Panti Sosial Anak, organisasi masyarakat/ LSM dan instansi terkait lainnya. (sul/adv)

Kepala Kesbang Linmas Hasyim Miradje (kedua dari kiri) pada pembukaan Seminar bagi Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda Etnis, Ormas, dan LSM Kaltim. (dok/humasprov kaltim).

Peran dan Tugas Tokoh Masyarakat Tidak Ringan BALIKPAPAN - Peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Etnis, Ormas dan LSM sangat penting dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sesuai, sesuai dengan Permendagri Nomor 44 Tahun 2009 tentang Pedoman Kerjasama Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan Ormas dan Lembaga Nirlaba lainnya dalam Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. “Peran, tugas dan tanggung jawab para tokoh tidaklah ringan. Apalagi tantangan yang dihadapi di masa akan datang, juga semakin berat dan kompleks, seiring dengan makin meningkatnya permasalahan dan tuntutan masyarakat,” kata Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Kesbang Linmas, Hasyim Miradje saat membuka Seminar bagi Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda Etnis, Ormas, dan LSM Kaltim di Balikpapan, Senin (7/11). Menurut dia, kita tidak bisa menutup mata melihat beberapa kecendrungan negatif di masyarakat yang selama ini, antara lain melemahnya keimanan

dan kurangnya pemahaman seseorang akan ajaran agama yang dianut. Kehidupan masyarakat yang sebagian terpengaruh budayabudaya asing dan memegang pola hidup yang tidak sesuai dengan norma-norma, adat istiadat dan ketentuan agama. Masyarakat kita, makin individualistis dan materialitis, sehingga terjadi kesenjangan sosial, ketidak-adilan dan keresahan dalam masyarakat. “Situasi dan kondisi labil demikian, akan sangat mudah memunculkan luapan-luapan emosi. Masyarakat juga akan mudah terhasut dan terprovokasi oleh isu-isu SARA (suku agama ras dan atargolongan), bahkan bertindak anarkis yang berujung pada terganggunya keamanan dan ketertiban daerah,” tegasnya. “Saya juga perlu

mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir ini untuk meningkatkan kewaspadaannya pada bahaya laten terorisme”ujarnya. Sesuai, Permendagri Nomor 44 Tahun 2009 , juga telah diatur tentang kerjasama Kementerian Dalam Negeri dengan Pemuda dan Ormas, terutama dalam bidang Kesatuan Bangsa dan penguatan politik, sekaligus menguatkan ideologi dan wawasan kebangsaan, serta memperkuat ketahanan Nasional baik ekonomi, sosial maupun budaya. Dengan koordinasi yang baik dan kesepahaman yang sama antara pemerintah dengan para tokoh dalam menyikapi suatu masalah, saya yakin segala permasalahan yang dalam masyarakat, dapat teratasi dengan baik,” demikian Awang Faroek Ishak.(sar/adv)

SELASA, 08 NOPEMBER 2011 10.00. Rapat Paripurna XXXII Penyampian Nota Penjelasan Keuangan RAPBD Tahun 2012, DPRD Prov Kaltim 16.00. Konfrensi Perpustakaan Digital Indonesia Ke-4, Hotel Mesra 19.30. Pisah sambut Danrem, Kakanwil Kehakiman an Ditjen Pajak, Lamin Etam.

BERITAFOTO

SMP 10 Raih Peringkat Tujuh Lomba UKS Nasional SAMARINDA - Sekolah Menengah Pertama (SMP) 10 Samarinda mewakili Kaltim mengikuti lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat nasional yang digelar di Jakarta awal bulan lalu, meskipun hanya menduduki peringat tujuh, namun cukup membanggakan karena bersaing dengan sekolah berkelas lainnya secara nasional. “Meskipun hanya meraih peringat tujuh, kami syukuri prestasi itu. Karena anak-anak sudah berjuang maksimal dan saingannya lebih berat dengan penilaian lebih ketat,” kata Kepala Sekolah SMP 10 Hj Erminawati. Sekolah tersebut mengirim

enam siswa, selain mengikuti lomba UKS juga mengikuti lomba cipta karya puisi, Dia mengakui mewakili Kaltim pada ajang tersebut, melalui perjuangan panjang para siswa, guru, serta Tim Pembina UKS dari setiap sekolah yang bisa membuahkan hasil yang terbaik. “Tentunya dengan prestasi ini, harapan kita agar pembinaan UKS di setiap sekolah baik Samarinda maupun Kaltim tetap berjalandengan lancar dan prestasi tambah meningkat,” harapnya. Disamping itu juga, keikutsertaan SMPN 10 pada lomba tingkat nasional dapat menjadi motivasi sekolah lain, untuk

berkreatifitas yang sama untuk mencapai prestasi yang terbaik. Sekolah ini juga telah meraih prestasi lainnya, yakni penghargaan tingkat nasional bidang lingkungan, berupa tiga kali meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional dan 2011 ini kembali berjuang merebut piala yang diberikan kepada sekolah yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan itu untuk ke empat kalinya. “Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak juga telah berkunjung ke SMP 10 memberikan motivasi agar 2012 bisa meraih Adiwiyata Kencana yang akan menjadi kebanggaan bagi sekolah dan Kaltim,” katanya.

Lebih membanggakan lagi, Gubernur mengatakan, SMP 10 memang berbeda, karena memiliki lingkungan hijau dan suasana benar-benar sejuk, sehingga membuat senang orang yang datang ke sekolah ini. Pesan gubernur itu, kata Erminawati tetap dia tekankan kepada para siswa. Yakni, agar mempertahankan lingkungan dan perlu ditingkatkan. Pohon yang ada bisa ditambah tanaman buah-buahan khas Kaltim. .”Pertahankan prestasi ini, harapan kami penghargaan terbaik Adiwiyata Kencana bisa direbut, yang penting kompak dan kebersamaan,” pesan Gubernur Awang kala itu. (sar/adv)

KERJASAMA - Wakil Gubernur Kaltim, Farid Wadjdy menerima delegasi The Kilmore International School (KIS) di Ruang Kerja Wagub Pendopo Lamin Etam, Senin (7/11). Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan Kaltim akan menjalin kerjasama KIS yang merupakan lembaga pendidikan di Victoria, salah satu negara bagian Australia. Tampak saat Wagub Kaltim H Farid Wadjdy mendapat bingkisan dari General Manager International program The Kilmore International School Wendy Khoo. (rosehan/humasprov kaltim).

Pegawai Disnakertrans Kaltim Kurban 4 Ekor Sapi SAMARINDA – Kepedulian berkurban dan berbagi, pada perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini juga dilakukan para pegawai di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim. Tahun ini, melalui sumbangan rutin yang dikumpulkan setiap bulan terkumpul dana untuk membeli empat ekor sapi. “Satu ekor sapi kami serahkan ke panitia qurban di Masjid Agung Pelita Samarinda dan satu ekor lainya disumbangkan di salah satu masjid yang berada di Kompleks Perumahan Wijaya Kusuma,” kata Kepala Disnakertrans

Kaltim Ichwansyah, Senin (7/11). Dua ekor sapi lainnya dipotong di lingkungan Disnakertrans Kaltim dan langsung dibagikan kepada seluruh karyawan dinas yang mengurusi masalah ketenagakerjaan dan transmigrasi itu. Daging sapi juga dibagikan kepada staf pendukung kantor tersebut, termasuk bagian Satuan Pengamanan (Satpam) dan bagian cleaning service. Daging sapi yang telah dipotong dibagikan untuk 156 karyawan pendukung kantor tersebut.

“Seluruh pegawai dan karyawan kantor ini, hari ini (kemarin) berbaur untuk bersamasama berbagi dalam suasana qurban. Kebahagiaan kami, juga menjadi kebahagiaan mereka, termasuk para petugas kebersihan atau cleaning service,” imbuh Ichwnsyah. Selain berhasil mengumpulkan empat ekor sapi dari sumbangan pegawai, pada kesempatan tersebut juga diserahkan empat ekor kambing yang merupakan qurban dari Kepala Disnakertrans Kaltim Ichwansyah, Sekretaris Disnakertrans Putut Pranomo, H Abdullah dan Eka Kurniati. (sul/adv)

BIBIT PESEPAKBOLA - Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy bersama anak-anak yang tergabung dalam sekolah olahraga Real Madrid Foundation di Pendopo Lamin Etam, Senin (7/11). Rencananya Real Madrid Foundation (RMF) bekerjasama dengan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) membangun sekolah sosial olahraga (social sport school) Real Madrid di Kalimantan Timur khususnya di Kota Samarinda. (rosehan/humasprov kaltim).

TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011  

EDISI CETAK : TRIBUNKALTIM - 08 NOVEMBER 2011

Advertisement