Page 1

TABLOID BULANAN

EDISI: II/ MARET/2012

PERWAKILAN KALTENG

website: kalteng.bkkbn.go.id, Email: tingang.kencana@yahoo.co.id

TINGANG KENCANA Membangun Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera

JUMLAH PENDUDUK BERPENGARUH PADA

KETAHANAN PANGAN Baca Halaman 2

INDEKS DAERAH TUNGGU PAYUNG HUKUM BKKBN Baca Halaman 3

PRIA DINILAI MALAS PAKAI KONTRASEPSI KARENA TAK BANYAK PILIHAN Baca Halaman 4

KONSULTASI PSIKOLOGI REMAJA Baca Halaman 14

TIWAH BUKTI KECINTAAN PADA LELUHUR Baca

Halaman 16

TERAS NARANG :

BKKBN TAK BISA BEKERJA SENDIRI Baca Halaman 2

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), DR. Wendy Hartanto, MA

WENDY HARTANTO : PERLU PENAJAMAN OPERASIONAL PROGRAM UNTUK SUSKSESKAN PEMBANGUNAN KKB Baca Halaman 3

JAMPERSAL UPAYA TEKAN KEMATIAN IBU ANAK Baca Halaman 3

Prof. Dr. Bambang Lautt, M.Si Ketua Koalisi Kependudukan Kalimantan Tengah Baca Halaman 6

Waww, 63 PERSEN REMAJA INDONESIA SUDAH ML PRA-NIKAH Baca Halaman 2


Sambungan

TINGANG KENCANA edisi: Ii / MARET 2012

JUMLAH PENDUDUK BERPENGARUH PADA KETAHANAN PANGAN

PALANGKA RAYA - Penduduk meningkat sangat cepat akibatnya permintaan kebutuhan akan pangan juga meningkat. Berdasarkan data sensus penduduk 2010, Indonesia memiliki 237 juta jiwa penduduk. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah dan dapat mencapai 280 juta pada 2030. Karena itu, beberapa pengamat dan penentu kebijakan mulai khawatir terhadap ledakan penduduk di Indonesia. Mereka mengira ledakan penduduk ini dapat menghalangi berbagai proyek-proyek pembangunan yang tengah dilakukan di Indonesia, termasuk ketahanan pangan. Masalah pangan ini menjadi perbincangan khusus di pertemuan yang bertemakan Dampak Kependudukan

Pada Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Direktorat Analisis Dampak Kependudukan BKKBN bekerjasama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (06/03) bertempat di Ruang Rapat Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah. Acara yang dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Benny Benu tersebut dihadiri oleh unsur-unsur dari dinas terkait, kalangan akademisi dan institusi pendidikan. Pada acara tersebut hadir sebagai pembicara, Guru Besar Institut Pertanian Bogor Prof. DR. Ir. Roedhy Poerwanto, M.Sc. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Benny Benu mengatakan kegiatan pertemuan ini

TERAS NARANG : BKKBN TAK BISA BEKERJA SENDIRI dan daerah, sehingga arah Palangkaraya – kebijakan nasional tidak Perubahan tata kepeberjalan sendiri-sendiri merintahan Indonesia ke arah antara pusat dan daerah. desentralisasi membawa Selain itu, Teras Narang juga pengaruh pada melemahnya menilai bahwa melemahnya program keluarga berencana. program keluarga berencana Demikian diungkapkan Gujuga disebabkan oleh bernur Kalimantan Tengah, semakin berkurangnya A. Teras Narang ketika promosi di tengah-tengah membuka acara Rapat masyarakat. Untuk itu perlu Kerja Daerah Pembangunan A. Teras Narang suatu terobosan dalam Kependudukan dan mempromosikan kembali Ke l u a r ga B e r e n c a n a Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2012 keluarga berencana melalui kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Aquarius – advokasi, informasi dan edukasi yang Palangkaraya, Rabu, 29 Februari 2012 lebih intens kepada masyarakat melalui berbagai media, baik cetak maupun kemarin. Dalam kesempatan tersebut Teras elektronik. Kemudian, masih dalam rangkaian Narang menghimbau kepada seluruh lembaga terkait untuk dapat bersinergi pembukaan Rapat Kerja Daerah dalam mensukseskan pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Kependudukan dan Keluarga Berencana di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2012 Provinsi Kalimantan Tengah. Menurutnya, tersebut, Teras Narang juga didaulat BKKBN sebagai lembaga yang memiliki untuk menyaksikan penandatanganan tanggung jawab kepada pemerintah Kerjasama Pengelolaan Pembangunan dalam mengendalikan kependudukan Kependudukan dan Keluarga Berencana tidak mungkin dapat berjalan sendiri Provinsi yang dilaksanakan di Kabupaten/ dalam mengemban tugas tersebut. Oleh Kota antara Perwakilan BKKBN Provinsi karena itu BKKBN harus mendapatkan Kalimantan Tengah dengan seluruh dukungan dari semua pihak, baik dari SKPD-KB Kabupaten/Kota yang ada di unsur pemerintahan daerah di tingkat Kalimantan Tengah, yang secara simbolis provinsi dan kabupaten/kota, khususnya diwakili oleh SKPD-KB Kabupaten Kapuas. SKPD-KB terkait, maupun dari stakeholder Selain itu penandatanganan kerjasama lainnya seperti organisasi kemasyarakatan lainnya juga dilakukan oleh Perwakilan dan tokoh-tokoh masyarakat. Kemudian BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah ditambahkannya bahwa desentralisasi dengan PT. Telkom dan beberapa media sebagai sebuah keputusan politik massa terkait dengan kerjasama sewa tentunya tetap menuntut semangat bandwith internet dan promosi program untuk saling bersinergi antara pusat melalui media massa. (HK)

2

Keterangan Foto : Guru Besar Institut Pertanian Bogor Prof. DR. Ir. Roedhy Poerwanto, M.Sc (tengah) saat memberikan penjelasan dalam pertemuan Dampak Kependudukan Pada Ketahanan Pangan di perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah (06/03) didampingi oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Drs. Arsen (kanan) dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Benny Benu (kiri). sangat representatif bagi para pembuat kebijakan, beliau menyayangkan kegiatan ini tidak dilaksanakan dalam lingkup provinsi ataupun seminar eksekutif. “Kependudukan ini merupakan masalah yang penting, walaupun Kalimantan Tengah jumlah penduduknya masih sedikit dengan luas wilayah yang besar, namun kependudukan tidak hanya masalah kuantitatif tetapi juga kualitatif”, jelasnya. Guru Besar Institut Pertanian Bogor

Prof. DR. Ir. Roedhy Poerwanto, M.Sc, menjelaskan bahwa dalam mengatasi masalah pangan, sebetulnya yang harus kita lakukan adalah merubah pola pikir bangsa Indonesia yang harus selalu makan dengan nasi. “Kita sebetulnya tahu kalau makanan karbohidrat bisa berupa gandum, singkong, jagung, dan sebagainya. Tapi orang Indonesia, bila belum makan nasi, dianggap belum makan. Hal tersebut menyebabkan permintaan beras kita

selalu tinggi. Sementara, ketersediaan lahan sawahnya semakin menyempit,” jelas Prof. Roedhy. Dari pertemuan tersebut, terungkap bahwa masalah terbesar dalam mengantisipasi masalah pangan tersebut antara lain adalah lahan dan iklim. Berkaitan dengan masalah persoalan lahan, kondisi saat ini menunjukkan lahan pertanian menyempit karena alih fungsi lahan ke non-pertanian seperti pertambangan. (AmS)

Waww, 63 PERSEN REMAJA INDONESIA SUDAH ML PRA-NIKAH PALANGKA RAYA - BKKBN Pusat mencatat permasalahan pada remaja Indonesia semakin memprihatinkan. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan angka remaja yang sudah melakukan hubungan seks di luar nikah. Survei terbaru Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) menyebutkan 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan hubungan seks di luar nikah. Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan Dr Wendy

Hartanto disela-sela Rakerda BKKBN di Palangka Raya, beberapa waktu lalu. Bahayanya lagi, 60 persen remaja Indonesia melakukansekspra-nikahtanpamenggunakan alat kontrasepsi. Dan itu dilakukan di rumah. Dari beberapa penelitan yang dilakukan sejak tahun 2006, sebanyak 62,7 persen remaja SMP tidak perawan dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi. Perilaku seks bebas pada remaja tersebar di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin. Seksual aktif di kalangan remaja adalah

realitas yang tidak bisa dipungkiri. Kebanyakan remaja mengaku awalnya coba-coba dan penasaran. Kaum remaja Indonesia menjadikan teman pergaulan sebagai sumber utama dalam mencari informasi mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi. Selain itu perkembangan teknologi informasi dan bicara seks masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat menjadi pemicu terjerumusnya remaja ke dalam hubungan seks di luar nikah.xco

 

 http://kalteng.bkkbn.go.id/ email:tingang.kencana@yahoo.co.id 

Diterbitkan oleh : Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Sk Nomor : 233 / HK.011 / H.1 / 2012 Tanggal 25 Januari 2012

PENASEHAT

:

PENANGGUNG JAWAB

:

PEMIMPIN REDAKSI WAKIL PEMIMPIN REDAKSI SEKRETARIS REDAKTUR PENULIS

: : : : :

FOTOGRAFER ALAMAT REDAKSI

: :

PERCETAKAN

:

1. 2. 3.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Ketua Koalisi Kependudukan Kalimantan Tengah Ketua PWI Kalimantan Tengah Kepala Bidang ADPIN Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Friedma Denny, SE Uwanfrid, SH Hendra Kurniawan, S.Sos Hairil Supriadi, Jayasari, Seventin Gustapatmi Adhitya Mardhika Saputra, Hendra Sipayung, Risae Christiani, Tommi Prayitno, Nauval Zuardhi, Restu Krisnata, M. Harto, Ermina,Eko Widodo, Agus Triantony, Dianawati Sartono, Ahmadi, Kevin, Cholid Tri Subagiyo Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Tengah, Jl. Tjilik Riwut Km. 3 No. 051 Palangka Raya 73112 PO.BOX : 103, Telp. (0536) 3221976, 3221979, 3224178, Facs. (0536) 3228390 PT KALTENG MEDIA GRAFIKA, Jl. Tjilik Riwut Km.2,5 Telp(0536)3229256, Isi diluar tanggung jawab percetakan


3

topik utama

TINGANG KENCANA edisi: II / MARET 2012

DAERAH TUNGGU PAYUNG HUKUM BKKBN PALANGKA RAYA - UU nomor 52 tahun 2009, tentang Kependudukan dan KB mengamanatkan Pemerintah daerah di seluruh Indonesia segera merealisasikan terbentuknya badan kependudukan dan keluarga berencana daerah (BKKBD). Hal itu bertujuan untuk mengendalikan penduduk dan menunjang penyelenggaraan KB di masingm a s i n g daerah agar lebih optimal. Sayangnya, hingga saat ini belum ada satu daerah pun di Indonesia yang mengaplikasikan pembentukan BKKBD tersebut. Termasuk Propinsi Kalimantan Tengah. Kepala BKKBN Perwakilan Kalimantan Tengah Benny Benu pada Pra Rakerda Pembangunan kependudukan dan KB Kalimantan Tengah 2012, mengatakan, penerapan UU nomor 52 tahun 2009 masih menghadapi sejumlah persoalan, di antaranya dari sisi instrumen pengatur, dengan belum diterbitkannya peraturan turunan UU tersebut. Akibatnya selama dua tahun sejak diterbitkannya UU, aturan tersebut belum rampung, pun penerbitan aturan turunannya, jadilah belum ada satu pun daerah yang mendirikan BKKBD. Padahal, keberadaan UU 52/ 2009 akan menjadi dasar untuk menyusun grand design pembangunan kependudukan. Pihaknya berharap isi UU tersebut dapat segera diimplementasikan. Sebab, sesuai UndangUndang 52/2009 secara tegas memberi perintah kepada pemda untuk mengambil peran strategis dalam program kependudukan dan KB. Jadi, perda tentang kelembagaan kependudukan dan KB sangatlah vital. Ditambahkan, karena PP belum diamandemen sehinga BKKBD belum bisa dibentuk, dengan demikian program kependudukan di BKKBN belum terimplementasikan dengan baik. Solusinya BKKBN bersinergi dengan SKPD bidang KB yang memiliki keterikatan dan kebersamaan dengan BKKBN untuk menitipkan program kependudukan. Diharapkan tahun depan BKKBD bisa terbentuk di seluruh Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.xco

KB GRATIS SULIT DIAKSES WARGA PEDALAMAN PALANGKA RAYA - Menggunakan alat kontrasepsi secara baik dan benar dapat mengatur jarak kehamilan selain itu mampu mencegah kematian ibu saat melahirkan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Sudarmini Apt di Palangka Raya mengatakan Keberadaan pelayanan KB di Puskesmas, sangat membantu masyarakat terutama bagi kalangan ibu-ibu,karena dengan pemasangan alat kontrasepsi, masyarakat diberikan pemahaman arti pentingnya KB dalam kehidupan berumah tangga, selaijn itu pula diharapkan menekan angka kematian ibu saat persalinan. Lebih lanjut ungkap Sudarmini saat ini yang masih menjadi kendala bagi program Keluarga Berencana (KB) yakni terhambatnya kalangan masyarakat miskin untuk memperoleh pelayanan KB secara gratis dan terjangkau, akibat lokasi pemukiman penduduk yang cukup jauh untuk diberikan pelayanan kesehatan. Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP-KB) Kota Palangka Raya Enon F Lion mengatakan hingga kini masih banyak pepatah lama banyak anak banyak rejeki, hal ini cenderung masih melekat di pikiran sebagian masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah. Hal inilah ungkap Enon yang berdampak masih banyaknya permasalahan yang bakal timbul bila terjadi ledakan penduduk, sementara ekonomi

masyarakat masih relatif rendah. Enon F Lion menambahkan saat ini kerap menjadi permasalahan sosial, yakni banyaknya keluarga yang masih membutuhkan sandang, pangan dan papan yang memadai. Hal inilah yang mempengaruhi keterlantaran juga muncul ekonomi penduduk dimana banyak hal yang terjadi bila keturunan banyak, tetapi tidak dibarengi kehidupan ekonomi yang mapan. Hal yang perlu diingat ungkap Enon pendidikan anak juga menjadi pertimbangan orang tua untuk mengatur kelahiran dimana pengaturan

kelahiran bertujuan memperjarang lahirnya keturunan, bukan berarti memutus kontak sehingga harapan melahirkan sirna, untuk itu BPP dan KB kota juga telah menerapkan Program Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) terdiri dari empat jenis, namun hingga saat ini yang paling diminati masyarakat adalah melalui suntikan dan pil KB yang disebut implan. Tiga lainnya, yakni Medis Operasional Pria (MOP), Medis Operasional Wanita (MOW) dan IUD yang dipasangkan ke dalam rahim perempuan dimana alat tersebut mampu menetralisir pembuahan yang masuk dalam rahim.xco

WENDY HARTANTO : PERLU PENAJAMAN OPERASIONAL PROGRAM UNTUK SUSKSESKAN PEMBANGUNAN KKB

Palangka Raya – Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN, DR. Wendy Hartanto, MA menyatakan perlunya upaya pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, dan pengarahan mobilitas penduduk dalam rangka mewujudkan “Penduduk Tumbuh Seimbang”. Hal ini disampaikannya ketika memberikan sambutan dalam acara pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2012, yang digelar di Hotel Aquarius - Palangka Raya pada tanggal 29 Februari 2012 lalu. Untuk itu tegasnya, perlu dilakukan penajaman operasional program KKB di lapangan atas beberapa hal, antara lain dengan memantapkan revitalisasi KB dan penyerasian kebijakan kependudukan melalui sosialisasi program KKB kepada masyarakat untuk memecahkan berbagai kesenjangan dan disparitas pemakaian alat kontrasepsi (CPR). Kemudian tambah Wendy, penajaman operasional juga diperlukan terkait dengan peningkatan fasilitasi oleh Pemerintah Propinsi kepada Kabupaten/Kota dalam meningkatkan kebijakan penurunan angka kematian ibu melahirkan (AKI), dengan memberikan perhatian kepada keluarga Pra-Sejahtera dan Sejahtera I agar dapat memanfaatkan pelayanan Jampersal, Jamkesmas dan Jamkesda untuk pelayanan KB. Selanjutnya penajaman operasional juga perlu dalam memberikan prioritas pemberdayaan Institusi Masyarakat dan Kader-kader KB dalam meningkatkan pembinaan kesertaan ber KB agar berkesinambungan (tidak drop out). Selain itu menurut Wendy, upaya pemberdayaan keluarga dan peningkatan SDM melalui kegiatan-kegiatan peningkatan ketahanan keluarga juga memerlukan penajaman operasional, khususnya revitalisasi terhadap kegiatankegiatan peningkatan ketahanan keluarga, terutama dalam mengaktifkan kembali Bina-Bina Keluarga (Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia). Terakhir yang juga membutuhkan penajaman operational menurutnya adalah terkait dengan peningkatan kemitraan dengan organisasi profesi dan lembaga perguruan tinggi, khususnya yang mempunyai pusat studi kependudukan. Hal ini penting dalam upaya menyerasikan dan pengambilan kebijakan pengendalian penduduk. (HK)

JAMPERSAL UPAYA TEKAN KEMATIAN IBU ANAK PALANGKA RAYA - Program Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis yang diluncurkan Pemerintah Pusat adalah salah satu upaya untuk dapat mengurangi angka kematian ibu dan bayi di daerah. Bagaimana dengan Palangka Raya? Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya Sudarmini menjelaskan, berdasarkan data nasional Riset Kesehatan Dasar  (RKD) 2010, persalinan oleh tenaga kesehatan pada kelompok sasaran miskin baru mencapai 69,3 persen, sedangkan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan difasilitasi kesehatan, mencapai 55,4 persen. Survei Kesehatan Rumah Tangga/SKRT 2001, 90 persen kematian ibu karena bersalin.

“Melalui layanan Jampersal setiap keluarga, ibu dari status sosial atau ekonomi apapun yang telah memiliki kartu Jamkesmas atau Askes PNS, bisa menikmati layanan Jampersal tersebut,” kata Sudarmini baru-baru ini. Menurut Sudarmini, saat ini Pemerintah Kota melalui Dinkes Palangka Raya telah memberlakukan Program Jampersal gratis untuk semua ibu hamil. Sementara bagi warga yang belum memiliki kartu Jampersal atau Jamkesmas, Askes PNS atau yang lainnya, maka sejak awal 2011 tanpa membedakan status ekonomi serta tidak mengenal asal wilayah mana pun, Jampersal diberlakukan. Dijelaskan, sesuai peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nomor 2.562

Tahun 2011 tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan, pemerintah tingkat pusat hingga daerah, berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi, yakni dengan menghilangkan hambatan finansial bagi ibu hamil dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil dan ibu melahirkan. Dengan ini diharapkan mampu menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir, serta anak balita rujukan dari Puskesmas. Lebih jauh, Jampersal diharapkan dapat memberikan pelayanan seperti pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan normal dan pemeriksaan masa nifas, pelayanan KB setelah melahirkan yang dilaksanakan oleh

tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan Puskesmas dan jaringannya. Dokter yang melayaninya terdiri dokter praktik swasta, bidan praktik swasta, klinik bersalin swasta yang memiliki fasilitas persalinan dan bersedia bekerja sama dalam Program Jampersal. Bagi pemeriksaan kehamilan, jelas Sudarmini, persalinan dan masa nifas dengan kesulitan tertentu dapat dilakukan di RSUD dr Doris Sylvanus kelas III berdasarkan rujukan dari Puskesmas setempat. Syarat menjadi peserta Jampersal, lampirkan kartu identitas seperti KTP atau identitas lainnya, sedangkan untuk pelayanan di RSU menunjukkan kartu identitas KTP atau identitas lainnya disertai rujukan dari

Puskesmas. Ditambahkan, saat ini di wilayah Kota Palangka Raya sudah ada 10 Puskesmas yang bisa melakukan pelayanan pemeriksaan kehamilan dan masa nifas serta pelayanan KB, dan juga melahirkan. Sedangkan Puskesmas Perawatan yang ada di wilayah Palangka Raya hingga kini baru 3 yang dapat melakukan pemeriksaan kehamilan, persalinan, pemeriksaan masa nifas, pelayanan KB, dan melahirkan. Di antaranya Puskesmas Pahandut, Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) atau pelayanan kegawat daruratan dasar kebidanan dan bayi baru lahir, Puskesmas Kalampangan, dan Puskesmas Tangkiling.xco


Topik utama

TINGANG KENCANA edisi: Ii / maret 2012

4

KETERANGAN FOTO : Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), DR. Wendy Hartanto, MA didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah, Drs. Benyamin Benu, M.Si saat memberikan keterangan pers di Pra Rakerda Pembangunan Kependudukan dan KB Kalimantan Tengah Tahun 2012.

PENGENDALIAN PENDUDUK PENTING DALAM MEMBENTUK SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) INDONESIA BERKUALITAS

PALANGKARAYA-Pemerintahmentargetkan tahun 2014 akan menurunkan kemiskinan menjadi 8-10 persen. Tapi sayangnya, penurunan angka kemiskinan tidak dibarengi dengan pengendalian penduduk. Sehingga, laju pertumbuhan penduduk di Indonesia masih sangat tinggi mencapai 1,49 persen. Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana

Nasional (BKKBN), DR. Wendy Hartanto, MA padaPraRakerdaPembangunankependudukan dan KB Kalimantan Tengah 2012, Selasa pagi (28/02) di palangkaraya mengatakan, laju pertumbuhan ini tidak diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang cukup bagus. Jumlah penduduk yang tinggi juga menyebabkan minimnya lapangan pekerjaan. Hal inilah yang membuat kemiskinan semakin tumbuh di Indonesia. Pada akhirnya kata Wendy hanya membuat penduduk Indonesia tidak berkualitas karena miskin. Menurut Wendy, pengendalian penduduk harus menjadi fokus agar sumber daya manusia (SDM) Indonesia berkualitas. Wendy menjelaskan, kedeputiannya di BKKBN bertujuan  mengelola pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana nasional agar lebih berjalan efektif. Ia menambahkan, Kalimantan Tengah menjadi salah satu bagian pembinaan kependudukan sehingga seluruh permasalahan dan progres kependudukan di wilayah ini bisa lebih fokus dilakukan pemantauan. Pra Rakerda Pembangunan kependudukan dan KB Kalimantan Tengah 2012, Selasa pagi diikuti perwakilan SKPD yang menangani program KB dan Kependudukan se Kalimantan Tengah. Kegiatan berlangsung mulai Selasa hingga dilanjutkan Rakerda hari Rabu 29 Februari 2012 bertempat di Hotel Aquarius Palangkaraya. AmS

PRIA DINILAI MALAS PAKAI KONTRASEPSI KARENA TAK BANYAK PILIHAN PALANGKA RAYA - Masih banyaknya pria yang tidak mau menggunakan alat kontrasepsi dinilai Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan BKKBN Pusat Wendy Hartanto, karena masih terbatasnya pilihan alat kontrasepsi untuk pria. Seperti diketahui, saat ini baru ada dua alat kontrasepsi untuk pria yakni kondom dan Metode Operasi Pria (MOP) atau biasa disebut vasektomi. Data menunjukkan bahwa penggunaan kondom di masyarakat nyatanya masih sangat rendah dibandingkan jenis kontrasepsi lain, yakni kurang dari 10 persen. “Untuk pria kita memang menyadari ada kesulitan-kesulitan untuk meningkatkan pemakaian kontrasepsi. Oleh karena itu kebijakan kita BKKBN akan terus mendorong penelitian-penelitian untuk menemukan kontrasepsi baru bagi pria,” katanya saat acara rakerda di Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

Wendy mengatakan, saat ini pihaknya tengah mem-backup pengembangan penelitian pil kontrasepsi untuk pria, yang berbahan dasar dari ekstrak daun gandarusa. “Hal ini baru sampai pada penelitiaan klinis fase 2,” ujarnya. Meskipun perjalanan pembuatan pil kontrasepsi pria ini masih panjang, namun hasil yang diperlihatkan cukup menggembirakan. Pasalnya, sampai sekarang belum ada keluhan atau tanda-tanda efek samping yang signifikan. xco

KUALITAS PENDIDIKAN DAN KESEHATAN PERLU DITINGKATKAN PALANGKA RAYA - Berdasarkan hasil Sensus Tahun 2010 jumlah penduduk di Provinsi Kalteng sebanyak 2.202.599 jiwa dengan kepadatan 14 per kilometer dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 78,02. Dilihat dari segi jumlah dibanding luas wilayah 153.564 Km2, manusia yang menghuni Kalteng sangat kurang, dan dari segi kualitas masih perlu ditingkatkan terutama masalah kualitas pendidikan dan kesehatan. “Untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan ini, saya sudah mencanangkan Program Kalteng Harati dan Kalteng Barigas,” kata Gubernur Kalteng beberapa waktu lalu. Kedua program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab jajaran pendidikan dan kesehatan saja, tetapi semua elemen masyarakat harus mendukung

KALTENG MILIKI PROBLEMA UNIK ATASI JUMLAH PENDUDUK PALANGKA RAYA - Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan BKKBN Pusat Wendy Hartanto menilai, Kalteng memiliki problema unik untuk mengatasi pertambahan jumlah kependudukan sendiri. Wilayah sangat luas, penduduknya sedikit. Meski begitu, kuncinya tetap pada kualitas SDM dan keluarga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, diketahui rata-rata pendidikan masyarakat Indonesia tidak tamat sekolah dasar

dan menyukseskannya,” kata Gubernur. Dari sisi pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB), menurut Gubernur, Kalteng cukup bagus. Hal ini berdasarkan evaluasi nasional sampai dengan Mei 2011 bahwa Kalteng menduduki ranking ke 7 dari 33 Provinsi. Hal itu menunjukkan hasil kerja keras jajaran perwakilan BKKBN yang juga dibantu oleh mitra kerja, seperti Tim Penggerak PKK, TNI, Polri dan institusi masyarakat di Kalteng. Sementara itu, Kepala BKKBN Kalteng, Benny Benu mengharapkan kepada masyarakat agar lebih memberikan perhatian terhadap peran dan fungsi masing-masing anggota dalam keluarga, dalam suasana komunikasi dan interaksi yang harmonis dan berkualitas. Xco

(SD), atau hanya menjalani 5,8 tahun masa pendidikan. Hal ini tentu ironis, mengingat jumlah penduduk Indonesia semakin membludak setiap tahun. Data BPS 2011 mencatat,jumlah penduduk Indonesia pada 2011 mencapai 237.641.326 jiwa. Dengan populasi sebesar itu, Indonesia menduduki peringkat ke-4 negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, di bawah RRC, India, dan Amerika Serikat.  Wendy mengemukakan, yang menjadi permasalahan dalam kependudukan bukanlah dari segi kuantitas. Misalnya, Amerika Serikat, memiliki jumlah penduduk besar, namun mampu diimbangi kualitas sumber daya manusia (SDM) yang baik. Demikian halnya RRC, justru mampu menyediakan pendidikan jenjang S-2 secara gratis bagi penduduknya. “Yang jadi masalah, penduduk

banyak namun memiliki kualitas SDM rendah, sehingga akhirnya kebanyakan pendudukan hanya menjadi buruh atau pengangguran,” tegasnya. Wendy yang sebelumnya menjabat Direktur dan Badan Statistik BPS Pusat ini menuturkan pula, bagi keluarga yang memiliki banyak anak, cenderung menilai anak hanya sebagai nilai. Orangtua tidak sempat memikirkan cara meningkatkan kualitas anak lantaran keterbatasan kemampuan. Pada akhirnya, anak hanya dianggap sebagai pembantu orangtua dalam mencari nafkah keluarga. Sedangkan masalah kependudukan di Kalteng, Wendy yang baru pertama kali menjejakkan kaki di Bumi Tambun Bungai ini menilai, Kalteng memiliki problema kependudukan sendiri. Pasalnya, dengan luas wilayah sangat luas, namun memiliki penduduk minim. Xco


5

opini

TINGANG KENCANA edisi: I i/ maret 2012

Psikologi Remaja, Karakteristik dan Permasalahannya Oleh : Erik Pranata, S.Psi Masa yang paling indah adalah masa remaja. Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja. Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja. Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja. Tingang Kencana - Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved  (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu: Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan. Ketidakstabilan emosi. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya. Senang bereksperimentasi. Senang bereksplorasi. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok. Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahanperubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja.

Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja. Permasalahan Fisik dan Kesehatan Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al). Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi. Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Santrock (2003) menemukan beberapa

alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi. Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua. Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll. Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri, kemampuan koping yang buruk, dll. Cinta dan Hubungan Heteroseksual Permasalahan Seksual Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan,2006), menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok, alkohol dan narkoba (Rey, 2002). Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja: Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya “jatuh cinta”. Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut, marah, hasrat seksual, kesenangan dan rasa cemburu. Tidak semua emosi ini positif. Dalam suatu penelitian yang

dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman. Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam, dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja. Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual, konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, adanya “ketidaknormalan” yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya, pelecehan seksual, homoseksual, kehamilan dan aborsi, dan sebagainya (Santrock, 2003, Hurlock, 1991). Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan. Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Konflik-konflik seperti ini jarang menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja. Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja. Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda. Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah. Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya.


Profil Prof. Dr. Bambang Lautt, M.Si

Ketua Koalisi Kependudukan Kalimantan Tengah

Sensus penduduk 2010 menunjukkan adanya tambahan jumlah penduduk yang cukup besar dibandingkan dengan hasil proyeksi penduduk. Peningkatan jumlah penduduk tersebut perlu disikapi dengan lebih serius menyangkut kualitas, persebaran dan permasalahan  yang mungkin timbul. Pencapaian angka harapan hidup yang tinggi bukannya tidak menimbulkan permasalahan, bahkan perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup manusia baik fisik maupun mental. Tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, proporsi penduduk berusia kerja yang tinggi, peluang kerja yang terbatas menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Belum lagi persoalan remaja, persoalan lansia dan pembangunan Keluarga Indonesia menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam pembangunan manusia. Diperkirakan setiap hari terdapat 10 ribu bayi lahir dan penduduk Indonesia setiap tahunnya bertambah sekitar 3,5 juta. Kondisi seperti ini menjadikan Indonesia.sebagai negara dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia, setelah China, India dan Amerika Serikat.  Jumlah penduduk yang terus bertambah mempengaruhi berbagai permasalahan yang terkait dengan penduduk antara lain ketersediaan pangan, ketersediaan lahan, ketersediaan energi dan sebagainya. Walaupun income per capita sekarang sudah mencapai $3000, namun Indonesia masih harus terus berjuang mengatasi bermacam-macam persoalan yang bersumber dari penduduknya yang besar itu.  Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan atau disingkat Koalisi Kependudukan, sebagai organisasi independen lumbung pikir, bersama dengan berbagai mitra kerja berperan aktif melakukan kajian atas berbagai persoalan kependudukan, untuk dapat  digunakan sebagai masukan bagi penentu kebijakan dan perencana pembangunan kependudukan di Indonesia serta memberikan sumbangsih bagi pengembangan Grand Design Pembangunan Kependudukan di Indonesia. Untuk Provinsi Kalimantan Tengah yang merupakan provinsi luas wilayah 153.800 km dengan jumlah penduduk 2.212.089 dan dengan kepadatan penduduk 14 jiwa/ km2 merupakan masalah tersendiri dalam pengelolaan kependudukannya. Ketua Koalisi Kependudukan Kalteng Prof. Bambang Lautt dalam penjelasannya kepada Tabloid “Tingang Kencana” menuturkan banyak hal tentang Koalisi Kependudukan Di Kalimantan Tengah. Berikut Wawancara Beliau dengan Hendra SPY dan kameramen Sartono yang dilakukan Jum’at, 9 Maret 2012 kemarin di ruang kerjanya di Gedung Rektorat Unpar Palangka Raya. Apa latar belakang di bentuknya Koalisi Kependudukan Di Kalimantan Tengah? Pembentukan Koalisi Kependudukan di Kalimantan Tengah merupakan partisipasi aktif dalam pengembangan organisasi. Setelah dibentuk Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan atau disingkat Koalisi Kependudukan di tingkat pusat, giliran pembentukan di masing-masing provinsi. Seperti apa kira-kira hubungan Koalisi Kependudukan dengan BKKBN ? Salah satu dari amanat UU No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Perkembangan Keluarga adalah pembentukan koalisi ini. Koalisi Kependudukan adalah

TINGANG KENCANA edisi: iI / maret 2012

tempat berkumpulnya pemikir-pemikir kependudukan dan dalam kegiatan berusaha mengadvokasi dan memberikan masukan terkait dengan isu kependudukan dan perkembangan keluarga di Indonesia. Dalam hal ini konteks Kalimantan Tengah. Program strategis apa yang akan di lakukan Koalisi Kependudukan Kalteng dalam waktu dekat ini? Ada tiga hal umum yang akan kami berusaha lakukan dalam hal ini. Pertama mengoptimalkan sosialisasi dan advokasi ke stake holder dan masyarakat luas mengenai UU No. 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Perkembangan Keluarga, kedua mem follow Up pelaksanaan amanat UU tersebut, yakni pembentukan BKKBD (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah Red:)ketiga konsern terhadap keprihatinan perkembangan penduduk, ketersediaan pangan dan peduli terhadap kondisi sosial kemasyarakatan Bagaimana Koalisi Kependudukan Kalimantan Tengah memaknai penduduk dunia sekarang lebih dari 7 milyar? Hal tersebut harus menjadi perhatian bagi semua. Program pengaturan kelahiran, masalah kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan masyarakata dan yang terpenting memperjuangkan hak-hak masyarakat luas. Untuk konteks Kalimantan Tengah Sendiri bagaimana? Mungkin agak berbeda yang dihadapi oleh Kalimantan Tengah dalam hal ini sekaitan dangan masalah kependudukan. Masalah pertumbuhan Penduduk memang harus di kontrol, disamping itu, Kalimantan Tengah adalah daerah dengan Mobilitas yang tinggi yakni menjadi daerah tujuan migrasi. Harus ada kearifan dalam hal ini. “kasus Betawi” di ibu kota (masyarakat Asli yang terpinggirkan Red:) harus menjadi pelajaran yang berharga dalam hal ini. Masyarakat lokal harus tetap eksis dan berkualitas dan pendatang (migran) hendaknya memahami kearifan lokal masyarakat asli. Dengan demikian, segregasi etnik dapat terhindari. Bagaimanan sejauh ini bapak melihat pembangunan Keluarga Berencana di Kalimantan Tengah? Sejauh ini saya melihat program KB sudah berhasil di Kalimantan Tengah. Tetapi ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan masukan. Keberhasilan KB sangat didukung oleh tingkat pendidikan dan kondisi sosioekonomi masyarakat dan hal tersebut berhasil di Kalteng dalam tataran kelas menengah ke atas. Kedepannnya perlu diperhatikan masyarakat pra sejahtera. Masalah kependudukan dan KB saya kira terletak pada pengarapan kelas sosial tersebut. Daerah dengan wilayahnya yang luas, namun jumlah penduduk masih relatif sedikit, bagaimana tanggapan anda? Fakta tersebut memang benar. Namun dalam hal itu ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Pertambahan penduduk harus di kontrol. Jangan terjadi ledakan penduduk. Adalah konsensus internasional bahwa ledakan penduduk adalah salah satu masalah sosial yang sangat pelik. Yang kita perlukan sekarang di Kalimantan Tengah adalah peningkatan kualitas kependudukan itu sendiri Apa saja yang sudah dan akan di lakukan oleh Koalisi Kependudukan Kelimantan Tengah? Sejauh ini kita sudah melakukan sosialisasi UU no 53 Tahun 2009 di 13 kabupaten dan 1 Kota. Dengan harapan amanat UU tersebut dapat dilaksanakan yaitu pembentukan BKKBD. Disamping itu juga kami sekarang dalam proses pendaftaran organisasi di Kesbang Linmas Provinsi. Dan rencananya kami akan menyelengarkan Rakerda yahg dijadwalkan akan diadakan pada April ini. Koalisi Kependudukan tempat berkumpulnya berbagai elemen masyarakat dengan tujuan melakukan kajian kependudukan dan memberikan masukan kepada instansi yang memerlukan. Untuk Provinsi ini, kesulitan apa kira-kira yang mungkin akan dihadapi nantinya? Sesuai dengan hasil Rakernas Koalisi Kependudukan baru-baru ini di Jakarta, ada beberapa hal yang saya garis bawahi yakni maslah teknis. Sinkronisasi berbagai peraturan perundangundangan dan menghindari tumpang tindih peraturan kependudukan. Saya pikir tidak akan ada masalah dalam organisasi apabila semua anggota nantinya aktif dalam memberikan masukan yang konstruktif dan turut berperan serta dalam tugas dan tanggung jawabnya dalam organisasi. Harapan saya adalah terbentuknya Koalisi Kependudukan terbentuk juga di Kabupaten/Kota di Kalimantan tengah ini.

Prof. Dr. Bambang Lautt, M.Si Sebagai pendidik adalah adalah profesi yang ditekuni oleh beliau. Hampir 24 tahun pengabdian di Universitas Palangka Raya. Dimulai dari Kepala kebun Percobaan Pertanian menjadi Sekretaris Jurusan dan sekarang menjadi Pembantu Rektor III (bidang Kemahasiswaan) dipercayakan sebagai ketua di Koalisi Kependudukan Kalimantan Tengah adalah tantangan baru bagi beliau untuk dapat berbuat lebih untuk bangsa, khususnya untuk Kalimantan Tengah, Bumi Tambun Bungai Nama : Prof. DR. Bambang Lautt, M.Si Tempat/Tgl Lahir : Palangka Raya, 25 Juli 1963 Pekerjaan : Dosen Unpar Pembantu Rektor III (Bidang Kemahasiswaan) Universitas Palangka Raya Ketua Koalisi Kependudukan Kalimantan Tengah Pendidikan : Strata 1 lulus tahun 1988 dari Universitas Udayana, Bali Strata 2 lulus tahun 1999 dari Institut Pertanian Bogor Stara 3 lulus tahun 2003 dari Institut Pertanian Bogor Alamat Kantor : Gedung Rektorat Universitas Palangka Raya, Kampus UNPAR Alamat Rumah : Jl. W. Coendrat No. 4 Kompleks Kampus UNPAR Keluarga : Isteri : Hanna Pertiwi M.Pd, Guru di SMA N 2 Palangka Raya Anak : 1) J. Pisco Tabengan Asi Lautt, Mahasiswa Kedokteran UNPAR 2) Epis Cia Puspita Lautt, Pelajar di SMA 2 Palangka Raya

6


7

Liputan

TINGANG KENCANA edisi: Ii / maret 2012

DISPARITAS CPR KENDALA PEMBANGUNAN KKB DI INDONESIA PALANGKA RAYA - Permasalahan yang menjadi menjadi kendala utama da­lam menyukseskan program kependudukan dan ke­­­­­luarga berencana yakni disparitas ang­ka pe­­makaian alat kontrasepsi atau Contraceptive Pre­­va­lence Rate (CPR), demikian disampaikan oleh DR. Wendy Hartanto, MA Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Tengah saat memberikan sambutan di acara pembukaan Rapat Kerja Daerah Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2012 yang dilaksanakan di Hotel Aquarius – Palangkaraya, Rabu, 29 Februari 2012 lalu. Menurutnya tercatat masih ada 19 pro­ vin­si di Indonesia yang CPR-nya di bawah ra­ta-rata nasional. Selain itu, disparitas CPR juga terjadi antara wilayah desa-kota, yaitu di perdesaan sebesar 60,6% dan di perkotaan sebesar 62,5%. Selain itu disparitas CPR juga terjadi antara tingkat kesejahteraan (kaya-miskin), yaitu kaya sebesar 63,5% dan miskin sebesar 53%. Sedangkan disparitas terhadap kebutuhan pemakaian alokon yang tidak terpenuhi (unmetneed) yaitu sebesar 9,1%. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, menurut Wendy Hartanto perlu dilakukan upaya strategis melalui peningkatan akses pelayanan KB yang berkualitas dan merata, penguatan advokasi dan KIE, serta penguatan kelembagaan dan ketenagaan yang merupakan upaya mendasar dalam meningkatkan jumlah akseptor KB. Selain itu perlu pula dilakukan pembinaan dan pemberdayaan keluarga dalam rangka meningkatkan dan mempertahankan jumlah akseptor KB serta kemandirian dalam ber KB. Dalam kesempatan tersebut, Wendy juga menghimbau kepada seluruh jajaran pengelola KB, khususnya Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah bersama SKPD-KB Kabupaten Kota, beserta seluruh stakeholder dan sektor terkait dapat memantapkan komitmen dan kemitraan yang sinergis, baik dalam mensosialisasikan kebijakan maupun dalam melaksanakan Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana tahun 2012. (HK)

Menyiapkan SDM Handal Dalam Memberikan Konseling Bagi Calon Akseptor Sejalan dengan program KKB Nasional telah ditekankan mengenai pentingnya memperhatikan dan menghargai halk-hak reproduksi. Sehubungan dengan hal itu diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan Keluarga Berencana yang dapat memuaskan semua pihak, baik provider di klinik maupun petugas keluarga berencana di lapangan serta klien. Pelatihan KIP/K (Komunikasi Inter Personal / Konseling) yang menggunakan pendekatan Mikro Skill yaitu melatih ketrampilan melakukan tindakantindakan komunikasi yang tunggal dan spesifik secara personal. Hal tersebut bertujuan merinci interaksi yang sifatnya kompleks dalam suatu proses

konseling kedalam perilaku-perilaku yang diharapkan. Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah Benny Benu dalam sambutannnya pada Acara Pembukaan Pelatihan KIP/K Bagi Bidan Angkatan I Se-Kalimantan Tengah yang dibacakan Oleh Kepala Bidang pelatihan dan Pengembangan menyampaiakan apresiasi terhadap penyelengaraan pelatihan tersebut. “ABPK (Alat Bantu Pengambilan Keputusan) merupakan salah satu rangkaian media berkualitas yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bidan kepada klien. Pelaksanaan KIP/K yang berkualitas dapat memberikan kontribusi terhadap upaya peningkatan

kualitas pelayanan”. Demikian disampaikan Benny Benu. Beliau menambahkan, upaya mewujudkan pelayanan KB yang berkualitas bukan merupakan suatu hal yang mudah akan tetapi membutuhkan upaya bersama secara terus menerus, berkelanjutan dan berkesinambungan serta dukungan dari semua pihak. Pelatihan ini dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 12 sampai dengan 16 Maret 2012 bertempat di Hotel Hawaii, Jl. Tjilik Riwut KM 6, Kota Palangka Raya. Peserta pelatihan berjumlah 30 orang Bidan yang bersal dari kab/kota se-Kalimantan Tengah. [hendra spy]

Peningkatan Kompetensi Tenaga Penyuluh Lapangan Seiring dinamika perkembangan program KKB yang semakin pesat, peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga lini lapangan idealnya harus tetap biasa terpenuhi. Hal tersebut sangat berdampak dengan kualitas pelayanan pekerjaan masing-masing petugas dilapangan. PKB dan PLKB yang merupakan ujung tombak pelayanan di lini lapangan harus mampu tetap menjadi yang terdepan dalam memajukan program KKB nasional. Dalam rangka peningkatan kompetensi tersebut, maka Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah kembali mengadakan pelatihan bagi petugas lini lapangan. Bertempat di Ruang Belajar Latbang BKKBN Provinsi

Kalimantan Tengah, Pada Tanggal 27 Februari sampai dengan tanggal 2 Maret 2012 diadakan Pelatihan R/R bagi Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) se-Kalimantan Tengah. Pembukaan sendiri diadakan pada hari Selasa 28 Februari 2012. Dalam arahannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Latbang, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng menyampaikan perkembangan dinamika kepandudukan dewasa ini. Beliau menegaskan bahwa pembangunan program KB Nasional diarahkan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kelembagaan keluarga kecil berkualitas. Lebih lanjut dalam arahannya, beliau

menyampaikan bahwa program KB Nasional diarahkan melalui 4 program pokok yaitu: 1). Program KB, 2). Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), 3). Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, 4). Program Penguatan Kelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas. Disamping itu juga, UU No. 52 Tahun 2009 mengamanatkan bahwa upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat, melalui pendewasaan perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Sejalan dengan hal tersebut, Bakti, SH dalam laporannya selaku panitia penyelenggara

menyampaikan tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan para peserta pelatihan dalam tata cara pelaksanaan pencatatan dan pelaporan pelayanan kontrasepsi Program Keluarga Berencana Nasional. Dalam proses pelatihan ini nantinya akan dipelajari bersama bagaimana cara memahami dan mempergunakan jenis kartu dalam pelayanan KB, catatan dan formiulir yang dipergunakan. Disamping itu juga peserta akan diajak untuk melakukan praktek langsung mengenai teknik dan mekanisme arus pencatatan dan pelaporan pelayanan kontrasepsi mulai dari kllinik KB dan dokter/bidan praktek swasta sampai ke tingkat pusat. [hendra spy]


Liputan Penderita HIV AIDS Di Kalteng Cenderung Meningkat DATA yang dirilis Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalimantan Tengah cukup mencengangkan. Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kalteng cenderung meningkat. Terbukti, total keseluruhan penderita hingga Agustus 2011 lalu, sebanyak 107 kasus terjangkit virus HIV/AID. Bahkan, empat diantaranya meninggal dunia akibat penyakit tersebut. “Yang meninggal dunia itu total keseluruhan sejak 1997 hingga Agustus 2011 lalu,” kata Wakil Sektretaris sekaligus sebagai koordinator sekretariat KPA Provinsi Kalteng Dedy Baboe, kemarin. Dedy menjelaskan, secara umum pengidap penyakit HIV/ AIDS didominasi oleh para pekerja swasta sebanyak 30 kasus. Dari total keseluruhan, rata-rata terjangkit virus itu oleh ibu rumah tangga. Pertama kali virus HIV/AIDS masuk ke Kalteng di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada 1997. Hingga saat ini, virus mematikan itu terus terjadi peningkatan di Kalteng. Data formal yang diperoleh KPA Provinsi sebanyak 170 kasus, sedangkan nonformal 130 kasus. Meski demikian, pihaknya tetap menggunakan data formal. Menurut Dedy, human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menurunkan kekebalan tubuh manusia dan termasuk golongan retrovirus yang ditemukan didalam cairan tubuh seperti darah, cairan mani, cairan vagina, dan air susu ibu. Sedangkan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) yakni sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh, yang disebabkan infeksi HIV. “Ada beberapa cara orang terkena penyakit HIV/AIDS, yakni melalui transfusi darah, seperti pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV secara bergantian tanpa steril, lewat cairan mani dan vagina, dan lewat air susu ibu yang sebelumnya telah terjangkit HIV. Selain itu, yang paling utama adalah orang yang beresiko tinggi. Artinya, melakukan seks bebas, dan penggunaan jarum suntik,” bebernya. Biasanya lanjut Dedy, setelah orang terjangkit HIV, dalam masa dua minggu hingga enam bulan, masuk dalam periode jendela. Setelah itu, dengan jarak satu hingga 10 tahun, orang tersebut bisa dikatakan positif mengidap HIV. Kemudian, pada jarak satu hingga dua tahun orang itu akan masuk dalam kategori penyakit AIDS. Meski demikian, Dedy mengatakan, bahwa saat ini sudah ada obat untuk memperkuat daya tahan tubuh bagi mereka yang terkena HIV/AIDS. “Nama obat untuk daya tahan tubuh yakni Anti Retro Viral,” ujarnya.xco

TINGANG KENCANA edisi: ii / MAReT 2012

8

Gubernur Menyerahkan Hadiah Lomba MKJP TINGANG KENCANA - Nama Bidan Pancania A. Metar, A.Md. Keb. sempat menjadi buah bibir diantara peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2012. Bidan yang sehari-hari bertugas RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dan Klinik KB Bunda Kania, Jalan Pilau No. 34, Selat Dalam, Kuala Kapuas ini berhasil menjadi Pemenang I Lomba MKJP yang baru pertama kali diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Prov. Kalteng dan mendapatkan hadiah bergengsi. Pada tanggal 29 Februari 2012 bertempat di Ball Room Hotel Aquarius Lt. 3 tempat pelaksanaan Rakerda dilakukan penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba MKJP oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Bapak

Agustin Teras Narang, SH. Penyerahan Hadiah kepada Pemenang I, II, dan III dilakukan secara simbolis dan diwakili oleh Pemenang I. Hadiah untuk pemenang I yaitu 1 (satu) unit motor Honda Beat, pemenang II dan III masingmasing mendapatkan TV LCD 42” dan 32”. Tim Penilai yang terdiri dari Unsur Perwakilan BKKBN Prov. Kalteng dan Pengurus Daerah (PD) IBI Prov. Kalteng telah mengadakan rapat dan memutuskan pemenang I, II, dan III Lomba MKJP Tk. Prov. Kalteng. Yang berhasil menjadi Pemenang I yaitu Pancania A. Metar,

A.Md. Keb dari Kab. Kapuas, Pemenang II yaitu Erna Susanti, A.Md. Keb dari Kab. Barito Utara dan Pemenang III diberikan kepada Riska Ariyanti, S.ST dari Kab. Kotawaringin Barat. Lomba MKJP bagi bidan ini rencananya akan diselenggarakan setiap tahunnya. Diharapkan dengan adanya perlombaan ini dapat memotivasi pada Bidan untuk meningkatkan akses dan kualitas penggunaan kontrasepsi MKJP (IUD dan Implant) baik di Klinik KB Pemerintah, Klinik KB Swasta dan Bidan Praktek Swasta. (sDg)

Pelantikan P2KS Provinsi Kalimantan Tengah Periode 2012 - 2016 TINGANG KENCANA – Bertempat di Imperial Room Aquarius Boutique Hotel Lt. 3 Palangka Raya, tanggal 16 Maret 2012 diselenggarakan Pelantikan Pengurus Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS) Prov. Kalimantan Tengah oleh Ketua Koordinator Jaringan Nasional Pelatihan Klinik – Kesehatan Reproduksi (JNPKKR) Pusat yaitu Dr. dr. George Adrianz, Sp.OG (K). Pelantikan ini dihadiri oleh yang mewakili Dinas Kesehatan Prov. Kalteng, Perwakilan BKKBN Prov. Kalteng, PD IBI Prov. Kalteng, Dokter Spesialis Obstetric & Gynecology se-Prov. Kalteng, dan Dinas Kesehatan Kab/kota. Mengawali kegiatan ini, Ketua P2KS Prov. Kalteng dr. Sigit Nurfianto, Sp.OG (K) menyampaikan laporannya. “Selama 5 (lima) tahun perjalan P2KS Prov. Kalteng dari tahun 2006 – 2011 telah banyak hal yang dilakukan, kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan meningkat dari tahun ke tahun, dan kejadian komplikasi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana mengalami penurunan,” tutur dr. Sigit. Namun Angka Kematian Ibu

(AKI) di Prov. Kalteng masih tinggi yaitu 257 per 100.000 kelahiran hidup, dan perlu mendapat perhatian kita bersama agar dapat mencapai target MDGs yaitu 102 per 100.000 KH pada tahun 2015. Bapak Djalaludin, SE, M.Si selaku Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan (Latbang) m e nya m p a i ka n s a m b u ta n mewakili Bapak Kepala Perw. BKKBN Prov. Kalteng yang pada saat itu sedang berhalangan karena mengikuti kegiatan Rakornis di Jakarta. Dalam sambutannya, Kabid Latbang mengucapkan terima kasih kepada P2KS yang telah banyak membantu terlaksananya tugas mulia dengan menciptakan SDM

Kalteng yang lebih baik melalui program Keluarga Berencana. Pada tahun 2011 telah dilatih 480 bidan dan 51 dokter baik di tingkat provinsi maupun kab/ kota. “Bisa dibilang bahwa Tahun 2011 merupakan Tahun Maraton Pelatihan CTU di Prov. Kalimantan Tengah dan ini dapat terlaksana berkat kerjasama dengan P2KS,” tutur Bpk. Djalal mengakhiri sambutannya dan mendapat applouse dari para undangan yang hadir. Acara dilanjutkan dengan mendengarkan sambutan dari Ketua Koordinator JNPK-KR Pusat yaitu Dr. dr. George Adrianz, Sp.OG (K) yang memaparkan sejarah berdiri, tugas dan fungsi serta kedudukan JNPK-

KR. JNPK-KR didirikan oleh Depkes, BKKBN, POGI, IBI, JHGIEGO dengan dana dari USAID pada tahun 1994. JNPK-KR merupakan badan khusus didalam Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI) yang bertugas mengelola program dan pelatihan klinik kesehatan reproduksi yang diamanatkan oleh pemerintah melalui SK Menkes RI No. 786/SK/Menkes/VII/1999. Terkait keberadaan JNPK-KR dengan organisasi profesi (IDI, IBI, dll) dan bidang Latbang BKKBN adalah sebagai mitra kerja dan bukan atasan atau bawahan. Dr. George melantik kepengurusan P2KS Prov. Kalteng periode 2012 -2016 yang kembali diketuai oleh dr. Sigit Nurfianto Sp.OG (K), dengan Wakil Ketua I yaitu dr. Afrizal, Wakil Ketua II ibu Arpina Nilam yang juga merupakan Ketua PD IBI Prov. Kalteng, serta Sekretaris yaitu Ibu Megawati, S.ST, MPH. Semoga dengan dilantiknya pengurus P2KS yang baru, pelatihan yang diselenggarakan semakin berkualitas dan mampu meningkatkan kualitas SDM petugas kesehatan serta pada akhirnya taraf kesehatan masyarakat semakin meningkat. (sDg)


9

Liputan

TINGANG KENCANA edisi: Ii / maret 2012

Penutupan Pelatihan Recording and Reporting (R/R) Bagi PLKB Se-Provinsi Kalimantan Tengah Setelah mengikuti pelatihan selama 5 hari efektif terhitung tanggal anggal 27 Februari sampai dengan tanggal 2 Maret 2012 oleh petugas lapangan PKB dan PLKB, maka pada hari Jumat (2/3) diadakan penutupan bagi acara tersebut. Dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Benny Benu penutupan pelatihan berlangsung dengan meriah. Pada saat penutupan tersebut Kepala Perwakilan berkenan memberikan materi penutup dengan tema Pencatatan

dan Pelaporan dari Seluruh kab/kota se-Provinsi Kalteng. Kuliah singkat yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut berjalan dengan tertib dan menarik. Peserta mendapatkan langsung kesempatan bertanya dan mengklarifikasi seputar pekerjaan–pekerjaan mereka di lapangan. Dengan sigap dan tanggap Benny Benmu mampu menciptakan diskusi yang hangat dalam kelas tersebut. Penutupan yang berisi kuliah singkat ini

Penyiapan Individu yang Berkualitas Lewat Program BKB Program Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan Program srategis Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional

(BKKBN) yang bertujuan mengembangkan program pendidikan karakter sejak dini melalui Program Bina Keluarga Balita (BKB), dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan keluarga dalam membina tumbuh kembang, melakukan perawatan bagi anak-anaknya. Sehubungan dengan hal tersebut, Perwakilan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan Pelatihan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) bagi Kader BKB Angkatan I (pertama) se Provinsi Kalimantan Tengah. Pelatihan tersebut diadakan mulai tanggal 5 sampai dengan 9 Maret 2012. Dalam arahannya Selaku Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Kalimantan Tengah Benny Benu menyampaikan keluhannya bahwa program Kader bagi BKB terkesan hanya untuk Perempuan/Ibu-ibu saja, padahal idealnya

juga dihadiri oleh Kepala Bidang KB/KR, Drs Berdie, Kepala Bidang Latbang Drs Djalaludin, M.Si, Sekretaris Endang Moerniati, M.Sc. Total peserta dalam acara ini berjumlah 45 orang yang terdiri dari 30 peserta dari daerah dan 15 orang dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng. Mengakhiri kuliahnya sekaligus menyatakan penutupan, Benny Benu menegaskan keberhasilan program KKB tergantung pada kekuatan data yang

tumbuh kembang anak tidak akan maksimal apabila tidak adanya kerjasama dengan pihak laki-laki, demikian ditegaskan beliau. Lebih lanjut Benny Benu menyampaikan “ Program BKB khususnya harus menghindari Bias Gender, apakah tumbuh kembang anak hanya tanggung jawab Ibu saja?” tegasnya. Masyarakat luas harus melihat bahwa kesetaraan gender dalam keluarga adalah keharusan. Peran dan status antara ayah dan ibu dalam mkeluarga harus diseimbangkan. Konstruksi sosial budaya yang selama ini bersifat patriakhi dan cenderung merugikan salah satu pihak harus mulai dikikis, demi tercapainya kesetaraan dalam keluarga, khususnya dalam Ber “KB”. Dalam laporannya selaku Penyelenggara, Bakti, SH menyampaikan pentingnya Program BKB. Karena program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masing-masing keluarga dalam membina anak balitanya sehingga dapat tumbuh sevara optimal melalui interaksinya dengan orang tuadan memiliki kepribadian yang luhur. Masa balita adalah masa emas, apabila pada masa itu anak balita tidak dibina secara baik, maka anak tersebut akan mengalami ganguan perkembanganemosi, sosial, mental, intelektual dan moral yang nantinya akan mempengaruhi sikap dan perilakunya di masa mendatang. Dalam melaksankan kegiatan BKB salah satu tugas kader adalah memberikan penyuluhan kepada orangtua balita dan keluarga lainnya. Oleh sebab itu, memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan kepada kader merupakan hal yang perlu untuk dilakukan. Pelatihan ini sendiri diadakan di Ruang Belajar Latbang Perwakilan BKKBN Prov. Kalimantan Tengah. Rama Latbang yang berada di Kompleks Kantor BKKBN Prov. Kalteng. [hendra spy]

dimiliki oleh BKKBN yang dijadikan fondasi dalam melakukan kebijakan-kebijakan dalam mendukung tujuan pembangunan nasional. Diharapkan PLKB/PKB yang menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat mampu tetap menjaga idealisme dan profesionalisme kerja, sehingga pembenahan program KB Nasional mampu dilakukan dengan baik ditengah dinamika perubahan masyarakat yang begitu kompleks. [hendra spy]

Tahun 2012 Target Layanan Akseptor KB di Kalteng Meningkat Pemenuhan Permintaan Masyarakat (PPM) Kalimantan Tengah terus mengalami peningkatan. Hal tersebut diakibatkan oleh bertambahnya peserta KB baru sebanyak 12.229 akseptor menjadi sebesar 93.670 akseptor jika dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu sebesar 81,371 akseptor. Mengingat relatif banyaknya pertambahan IPM tersebut, maka harus diintensifkan kembali penangananpenanganan Program KB. Seperti yang telah dilakukan tahun-tahun sebelumnya, maka dalam penanganan program KB tahun ini perlu diintensifkan terutama yang berkaitan dengan penggerakan-penggerakan KB. Baik melalui Pembina Wilayah, Bhakti Sosial TNI, Bhakti Sosial IDI/ IBI, pelayanan KB oleh DBS dan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung percepatan pencapaian sasaran. Secara umum tahun 2011 Perwakilan BKKBN Kalteng telah mampu memenuhi PPM. Peserta KB Baru (PB) telah mampu dicapai 113.97 % atau sebanyak 92.738 akseptor dari KKP sebesar 81.371. untuk mampu kembali memberikan hasil maksimal dan memenuhi target, Perwakilan BKKBN Kalteng akan melakukan beberapa startegi, diantaranya: peningkatan pembinaaan dan kesertaan KB di jalur pemerintah, swasta, khusus dan meningkatkan kualitas promosi dan konseling kesehatan reproduksi. Untuk memenuhi target tersebut, BKKBN tidak akan mampu melakukannya sendiri tanpa adanya komitmen dan peningkatan dukungan yang kuat baik dari Pemda Prov, Pemda Kab/Kota, pihak swasta maupun segenap komponen masyarakat. Dalam rangka mengemban amanah tersebut maka BKKBN berharap dukungan dari semua pihak agar program tahun 2012 dapat tepat sasaran dan sesuai dengan yang diharapkan. [hendra spy]


liputan

TINGANG KENCANA edisi: Ii / maret 2012

10

PENINGKATKAN SDM PENGELOLA DATA DAN INFORMASI GENDER

FOTO:VIVIN

KONTRASEPSI - Kepala Bidang KB dan KR BKKBN Kalteng Drs Berdie saat melihat Wakil Bupati Seruyan Tarwidi Tamasaputra (tengah) memperlihatkan alat kontrasepsi jenis kondom, beberapa waktu lalu.

KB MENJADIKAN ANAK LAHIR BERKUALITAS PALANGKA RAYA – Kondisi alam Kalteng yang memiliki wilayah dua kali luas Pulau Jawa, sering disebut-sebut tak cocok jika ikut serta menggalakkan program Keluarga Berencana (KB). Sebab, kadang masih ada anggapan di sebagian kalangan KB tujuannya untuk mengurangi jumlah anak supaya sesuai dengan anjuran pemerintah, yakni hanya dua saja. Karena itu dalam tiap acara Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kalteng Benny Benu menegaskan, KB bukan hanya untuk mengatur jumlah anak, tapi lebih dari itu. KB bisa menjadi

sarana untuk menjadikan anak-anak yang lahir berkualitas. “Program Keluarga Berencana tidak semata hanya pengendalian kelahiran tapi menjadi satu totalitas kehidupan keluarga yang baik. Dengan mengatur dan merencanakan kehamilan, maka orangtua punya kesempatan memenuhi kebutuhan anakanaknya,” kata Benny. Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Seruyan Tarwidi Tamasaputra yang ditemui secara terpisah dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. Tarwidi menyebut, bagi Kabupaten Seruyan sendiri yang paling penting adalah bukan mengatur jumlah anak, mengingat di kabupaten itu jumlah penduduknya masih belum sebanding dengan luas wilayah. “Melalui program KB, kita mengupayakan agar anak-anak yang dilahirkan menjadi lebih berkualitas,” tegasnya. Terkait upaya menyukseskan KB di Seruyan, tambahnya, Pemkab Seruyan pun kerap mengadakan kerjasama dengan perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayahnya. Seperti yang telah dilakukan sebelumnya, dimana Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPKKB) Kabupaten Seruyan dengan PT Agro Indomas. Dimana di areal perusahaan ada pelayanan klinik KB Perusahaan, tempat pelayanan dan penyuluhan KB KR (Kesehatan Reproduksi) dan KSPK. (vivin)

PA L A N G K A R AYA , B a d a n Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (BPPA dan KB) Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menyelenggarakan pelatihan Pengelolaan Data dan Informasi Gender, acara dibuka oleh Deputi Bidang Perlindungan Perempuan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diwakili Kepala Bidang Analisa dan Penyajian Informasi Gender, Ir. FB. Didiek Santosa bertempat di Hotel Global Palangka Raya, Kalimantan Tengah.(12/3). Dalam sambutannya Kepala Bidang Analisa dan Penyajian Informasi Gender Kementrian Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Ir. FB. Didiek Santosa mengatakan, Pelatihan ini diselenggarakan guna untuk meningkatkan pengelolaan data gender dan anak mencakup metode pengumpulan data, metode pengolahan data, metode penyajian data dan metode analisa data, serta disampaikan cara penghitungan indikator gender dan anak, juga indikator-indikator kependudukan, pendidikan, tenaga kerja dan kesehatan. Didiek Santosa juga mengatakan bahwa publikasi gender penting dilakukan, karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa permasalahan gender telah menjadi isu global dan eksistensi publikasi, informasi tentang gender yang  ditampilkan dalam bentuk data sangat diperlukan sehingga dari data yang akuntabel

sangat bermanfaat untuk dapat mengidentifikasi berbagai isu gender dan selanjutnya dapat dipakai sebagai dasar oleh para penyusunan kebijakan untuk menyusun program/kegiatan pembangunan sesuai permasalahan yang ada. Data Gender dan anak menjadi elemen pokok yang dapat membantu para pengambil keputusan. Data dan informasi bukanlah sesuatu yang murah dan mudah didapat, namun akan lebih mahal dan fatal resikonya jika suatu program dan kegiatan dilakukan tanpa adanya data. Namun demikian, saat ini masih ditemui berbagai kendala dalam penyediaan data, khususnya data gender dan anak, antara lain : masih rendahnya pemahaman tentang pentingnya data gender dan anak; masih terbatasnya ketersediaan data gender dan anak; masih rendahnya pemanfaatan data gender dan anak; dan masih rendahnya kualitas pengelola data. Sebagai salah satu upaya dalam menjawab permasalahan tersebut diatas, perlu dilakukan peningkatkan kapasitas pengelola data dengan pelatihan pengelolaan data gender dan anak mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data, lanjutnya. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari, 12 s/d 14 Maret 2012 yang diikuti 34 orang dari perwakilan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) Provinsi Kalimantan Tengah dan instansi terkait, dengan 2 orang narasumber dari Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik Pusat Jakarta.(NZ)

Seminar Palangka Raya Obstetric & Gynecology Update (POGU) ke III Tingang Kencana – Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) cabang Palangka Raya kembali mengadakan seminar yang bertajuk Palangka Raya Obstetric & Gynecology Update (POGU) yang pada tahun ini merupakan kali ketiga diselenggarakan. Kegiatan seminar ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, baik dari segi kesiapan panitia, tempat pelaksanaan, pembicara, maupun jumlah peserta. Kegiatan ini berlangsung

pada hari Sabtu, tanggal 17 Maret 2012 bertempat di Ball Room Hotel Aquarius Boutique lt. 3 Palangka Raya. Dalam laporannya, dr. Rully P. Adhi, Sp.OG, M.Si.Med. selaku Ketua Panitia penyelenggara seminar ini menyampaikan yang menjadi latar belakang diselenggarakan seminar ini yaitu masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Prov. Kalteng serta kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan dan

kompetensi petugas kesehatan dengan informasi dan teknologi ter-update di bidang medis khususnya obstetri dan ginekologi. “Pada awalnya panitia hanya mentargetkan jumlah peserta sebanyak 400 orang, tapi ternyata yang sudah mendaftar sebanyak 650 orang. Ini menandakan antusiasme para insan medis sangat besar untuk meningkatkan pengetahuannya,” tutur dr. Rully. Seminar ini seyogyanya dibuka oleh Bapak Gubernur Prov. Kalteng, namun

karena sesuatu dan lain hal Bapak Gubernur berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala Biro Kesra Setda Prov. Kalteng Bapak Drs. Ali Pranoto, M.Sc. Dalam sambutan yang dibacakan oleh Ka. Biro, Bapak Gubernur sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan seminar ini. Melalui seminar ini Gubernur mengharapkan: (1) Dapat diambil

langkah-langkah strategis berkaitan dengan obstetri dan ginekologi sehingga dapat menurunkan angka kesakitan & kematian ibu dan bayi; (2) Mendukung percepatan tercapainya “Kalteng Barigas” yaitu program prioritas bidang kesehatan di Prov. Kalteng; (3) Mendukung percepatan tercapainya target MDG’s tahun 2015. (sDg)


11

Liputan

TINGANG KENCANA edisi: Ii / maret 2012

Pelayanan KB HUT PWI dan Hari Pers Nasional Tk. Prov. Kalteng Tingang Kencana – Persatuan Wartawan Indonesa (PWI) merupakan organisasi wartawan pertama di Indonesia. PWI yang berdiri pada tanggal 9 Februari 1946 di Solo sebagai organisasi profesi yang menjadi wahana perjuangan bersama para wartawan. PWI merupakan mitra kerja yang paling dekat dengan BKKBN. Sejak program KB didengungkan tahun 1980-an, BKKBN selalu bekerja sama dengan PWI untuk mensosialisasikan program KB kepada masyarakat sampai ke pelosok-pelosok. Peringatan HUT PWI ke-66 dan Hari Pers Nasional Tk. Provinsi Kalimatan Tengah untuk tahun ini dipusatkan di Kabupaten Lamandau. Pada hari Jum’at, tanggal 24 Februari 2012 dilaksanakan serangkaian acara untuk memeriahkan kegiatan ini bertempat di GPU Lantang Torang, Nanga Bulik. Semenjak pagi hari, diadakan pameran oleh TP PKK Kab. Lamandau dan Perwakilan BKKBN Prov. Kalteng di areal halaman GPU. TP PKK memamerkan dan menjual kerajinan dan batik khas kalteng, pernakpernik, kue-kue tradisional, dll. Sedangkan Perw. BKKBN Prov. Kalteng dalam stand pamerannya memajang alat-alat yang dipakai untuk mendukung kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), yaitu BKB Kit dan APE kit, serta mempromosikan kegiatan PIK Remaja di Kabupaten Lamandau. Bersamaan dengan pameran tersebut, diselenggarakan juga pelayanan KB gratis. Pelayanan yang di back up dengan Mobil Unit Pelayanan (Muyan) dari Provinsi ini dilayani oleh dr. M. Fitriyanto Laksono dari Perw. BKKBN, dr. Nurhidayat Afianto atau yang biasa disapa dengan panggilan dr. Erik dari RSUD Kab. Lamandau dan dibantu oleh Bidan setempat. Akseptor yang dilayani dalam pelayanan ini yaitu: 9 MOP, 15 IUD, dan 30 Implant. Pada malam sebelumnya, tanggal 23 Februari 2012 dilakukan pemutaran film dengan Mobil Unit Penerangan (Mupen) dari Provinsi. (sDg)

Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Reproduksi Pada Situasi Bencana Tingang Kencana – Kesehatan Reproduksi dalam kondisi darurat sering kali tidak tersedia karena tidak dianggap sebagai kebutuhan yang mendesak dan bukan merupakan prioritas. Padahal pada kondisi darurat, tetap saja ada ibu-ibu hamil yang membutuhkan pertolongan, tetap ada proses kelahiran yang tidak bisa ditunda ataupun adanya kebutuhan akan layanan keluarga berencana. Dengan mengintegrasikan Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) atau Minimum Initial Service Package (MISP) Kesehatan Reproduksi ke dalam setiap penanganan bencana di bidang kesehatan, diharapkan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi. Guna mewujudkan tersedianya pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas pada situasi apapun terutama situasi emergency diperlukan kesiapsiagaan semua pihak lintas sektor dan lintas program, baik dari pemerintah maupun non pemerintah. Oleh sebab itu agar kegiatan pelayanan tersebut dapat berjalan baik maka perlu adanya sosialisasi. Bertempat di Hotel Batu Suli Internasional, tanggal 22–23 Februari 2012 diselenggarakan Kegiatan Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Reproduksi pada Situasi Bencana tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Prov. Kalteng ini diikuti oleh Penanggung Jawab Program Kesehatan Reproduksi kab/

31 Orang Perwakilan Mahasiswa Palangka Raya Mengikuti Pelatihan PIK M Sebanyak 31 orang pewakilan mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang ada di Kota Palangka Raya mengikuti pelatihan yang diselengarakan oleh Kantor Perwakilan BKKBN Prov. Kalimantan Tengah. Pelatihan tersebut yakni Pelatihan Pusat Informasi dan Konseling Bagi Mahasiswa (PIK M) bertujuan untuk membentuk kepribadian mahasiswa untuk lebih baik. Menghindari resiko triad KRR (Penyalahgunaan Narkotika, Seks Bebas dan Menghindari resiko HIV/ AIDS).

Bertempat di Ruang Belajar Latbang BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, diadakan pembukaan pelatihan tersebut pada tanggal 19 Maret 2012 langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Kalimantan Tengah Benny Benu. Dalam arahannya beliau berpesan kepada remaja peserta latih untuk bisa menjadi contoh, model dan panutan bagi remaja-remaja yang ada di sekitarnya. “anda harus bisa menyelamatkan diri sendiri dulu, baru bisa menyelamatkan orang lain” demikian ditegaskan beliau, kemudian menyampaikan “secara tidak langsung di pundak anda telah terpikul beban untuk menyelamatkan sesama anda yang memilik masalah-masalah”. Pelatihan ini direncanakan akan berlangsung selama 5 (lima) hari. Sesuai dengan jadwal panitia, penutupan akan diadakan pada tanggal 22 Maret 2012. 31 orang mahasiswa tersebut berasal dari 6 perwakilan kampus yang ada di Kota Palangka Raya. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini, akan ada tindak lanjut di kampus masing-masing untuk bentukan PIK M (Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa) yang berfungsi sebagai wadah berkumpulnya remaja-remaja dalam bersosialisasi dan menemukan solusi bagi masalah-masalah yang mereka hadapi seharihari seputar dunia remaja. [hendra spy]

kota, Kepala Bidang PMK, Kasi Penanggulangan Bencana, Dokter Puskesmas dan Rumah Sakit, IDI, POGI, IBI, P2KS, PKBI, BPPAKB, Perwakilan BKKBN Prov. Kalteng, POLDA yang menangani kekerasan terhadap perempuan, dan KOREM yang menangani bencana. Kegiatan ini dibuka oleh Kadis Kesehatan Prov. Kalteng dr. ADM Tangkudung, M.Kes, dilanjutkan dengan materi Mekanisme Koordinasi pada Fase Kesiapsiagaan dan Respon Bencana. Kemudian Narasumber dari Kementrian Kesehatan RI, Bapak Eddy dan dr. Yusuf menyampaikan materi Kebijakan Kesehatan Reproduksi dalam Situasi Bencana dan materi Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi Situasi Darurat Bencana. Sebelum ditutup, kegiatan diakhiri dengan Diskusi dan Rencana Tindak Lanjut. Hasil dari kegiatan ini yaitu terbentuknya Tim Kesehatan Reproduksi Kabupaten/Kota dalam pemberian pelayanan reproduksi pada situasi bencana. Memang tidak ada satu pihakpun yang mengharapkan terjadi bencana di daerahnya, namun bagi orang yang bijak berlaku pribahasa “Sedia Payung sebelum Hujan.” (sDg)


Liputan

TINGANG KENCANA edisi: ii / MAReT 2012

12

Dialog TVRI: Pertumbuhan Penduduk dan Ketersediaan Pangan

PALANGKA RAYA - Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar dari suatu bangsa. Banyak contoh negara dengan sumber ekonomi cukup memadai tetapi mengalami kehancuran karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduknya. Sejarah juga menunjukkan bahwa strategi pangan banyak digunakan untuk menguasai pertahanan musuh. Dengan adanya ketergantungan pangan, suatu bangsa akan sulit lepas dari cengkraman penjajah/musuh. Dengan demikian upaya untuk mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional bukan hanya dipandang dari sisi untung rugi ekonomi saja tetapi harus disadari sebagai bagian yang mendasar bagi ketahanan nasional yang harus dilindungi. Demikian terungkap dalam siaran langsung dialog TVRI Kalteng beberapa waktu lalu. Jumlah penduduk Indonesia saat ini hampir mencapai 240 juta jiwa, angka tersebut mengindikasikan besarnya bahan pangan yang harus tersedia. Kebutuhan yang besar jika tidak diimbangi peningkatan produksi pangan justru

menghadapi masalah bahaya latent yaitu laju peningkatan produksi di dalam negeri yang terus menurun. Sudah pasti jika tidak ada upaya untuk meningkatkan produksi pangan akan menimbulkan masalah antara kebutuhan dan ketersediaan

dengan kesenjangan semakin melebar. Demikian disampaikan Oleh Benny Benu, Kepala Peewakilan BKKBN Prov Kalteng. Lebih lanjut Prof Dr Roedhy Purwanto MS Guru Besar Agronomi dari IPB Bogor menyatakan

Masalah kependudukan dan kerusakan lingkungan hidup merupakan dua permasalahan yang kini sedang dihadapi bangsa Indonesia, khususnya maupun negara-negara lainnya di dunia umumnya. Masalah lingkungan hidup dan kependudukan yaitu masalah pencemaran lingkungan fisik, desertifikasi, deforestasi, overs eksploitasi terhadap sumbersumber alam, serta berbagai fenomena degradasi ekologis semakin hari semakin menujukkan peningkatan yang signifikan. Padatnya penduduk suatu daerah akan menyebabkan ruang gerak suatu daerah semakin terciut, dan hal ini disebabkan manusia merupakan bagian integral dari ekosistem, dimana manusia hidup dengan mengekploitasi lingkungannya. Pertumbuhan penduduk yang cepat meningkatkan permintaan terhadap sumber daya alam. Pada saat yang sama meningkatnya konsumsi yang disebabkan oleh membengkaknya jumlah penduduk yang pada akhirnya akan berpengaruh pada semakin berkurangnya produktifitas sumber daya alam. [hendra spy]

BADAN PP DAN KB KOTA PALANGKA RAYA MENYELENGGARAKAN PEMBINAAN PIK R SE KOTA PALANGKA RAYA BADAN Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Palangka Raya baru-baru ini mengadakan pembinaan PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Se-Kota Palangka Raya. Bertempat di Kantor Badan PP dan KB Kota Palangka Raya pada hari Jum’at (16/03/12) diundang pengurus PIK R yang ada di Kota Palangka Raya. Sebagai pembicara sekaligus pengarah dalam acara itu adalah Kabid KB/KR Dra. Erni Suciati. Dalam penjelasannya Kabid KB/KR tersebut menyampaikan telah ada 19 kelompok PIK R yang berhasil di bentuk di Kota Palangka Raya. Untuk kelompok tegar ada 4 kelompok, kelompok tegak ada 3 kelompok dan kelompok tumbuh ada 12 kelompok. Beliau menjelaskan dalam proses berjalannya kelompok ini akan dipilih nantinya satu kelompok untuk dijadikan kelompok unggulan. “sangat kita harapkan dukungan dari semua pihak, termasuk komitmen dari pengelola itu sendiri untuk membentuk PIK Unggulan, karena tidak mudah untuk membentuk PIK Unggulan,� demikian disampaikan beliau. Pembentukan PIK R yang merupakan salah satu program inti dari Badan PP dab KB Kota Palangka Raya yang selama ini telah berusaha melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada remaja di sekolah hingga perguruan tinggi. Semakin banyaknya tantangan yang dihadapi oleh generasi muda, khususnya remaja (Seks Bebas, Nopza, HIV/AIDS) membuat institusi ini harus semakin gencar melakukan pendampingan dan advokasi bagi kepentingan remaja. [hendra spy]

Pramuka Saka Kencana BKKBN Wadah Pembentukan Karakter Unggul PALANGKA RAYA - Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tentunya tidak asing lagi bagi hampir semua orang. Belakangan ini pramuka mungkin kurang diminati sebagian siswa karena dianggap ketinggalan jaman, benarkah ? Sebagian orang masih beranggapan bahwa pramuka itu hanya tepuk tangan, baris berbaris, tali temali. Padahal pramuka itu bersifat fleksibel dalam arti dapat berkembang mengikuti jaman. Secara umum gerakan Pramuka

sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, sosial, intelektual dan fisiknya, agar mereka mampu Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda, Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda dan Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan. BKKBN sebagai institusi pemerintah yang fokus terhadap masalah kependudukan ikut berpartisipasi aktif dalam programprogramnya dalam pembinaan generasi muda. Saka Kencana merupakan Oraganisasi Kepramukaan yang di bina Oleh BKKBN. Saka Keluarga Berencana (Kencana) adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan

pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, dalam bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan. Pembinaan Saka Kencana berada di bawah Gerakan Pramuka yang bekerjasama dengan Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kridakrida Saka Keluarga Berencana, sebagai berikut ; Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR), Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK), Krida Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE), Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM). Disamping itu melalui Saka Kencana remaja akan diperkenalkan dengan program-program BKKBN yang berhubungan dengan remaja. Melalui wadah Saka Kencana ini diharapkan nantinya akan terbentuk generasi penerus bangsa yang tangguh dan berbudi pekerti luhur dan menerapkan nilai-nilai yang ideal. [hendra spy]


13

genre

TINGANG KENCANA edisi: Ii / maret 2012

PIK KRR, untuk membentuk remaja berkualitas

PALANGKA RAYA – Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) masih menjadi persoalan secara nasional, sementara data menunjukkan terjadi keprihatinan yang luar biasa di komunitas remaja. ”Data nasional, 98 persen remaja pernah menonton blue film (BF), 92 persen berpacaran sudah melakukan ciuman dan oral seks, 60 persen pernah berhubungan seks di luar nikah, dan masih banyak lagi data lainnya,” kata Benny Benu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu di Palangka Raya. Itu artinya, lanjut Benny, tempat kos remaja pada satu sisi begitu bebas, dengan kemungkinan penggunaan Napza (narkotika, alkohol, psikotropika dan zat-zat adiktif lainnya), masalah pergaulan bebas, hubungan seks bebas, kehamilan di luar nikah, aborsi, ancaman kematian dan bahaya HIV/ AIDS akan terjadi jika tidak diimbangi dengan proses pendidikan kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Disinilah kemudian pentingnya Keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR), selain diharapkan mampu menjawab permasalahan remaja, juga mempersiapkan remaja mengembangkan kemauan dan kemampuan positifnya. PIK KRR merupakan kepanjangan dari Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja. Ini merupakan salah satu sub program yang dimiliki oleh BKKBN yang lebih menitikberatkan pada remaja sebagai

subjek penyuluhan. Seperti kita ketahui bahwa remaja merupakan salah satu fase usia peralihan antara masa kanak-kanak menuju gerbang dewasa. Menurut Organisasi kesehatan dunia, WHO, batasan usia remaja adalah usia 12 s/d 24 tahun.  Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu remaja untuk memiliki status kesehatan reproduksi yang baik melalui pemberian informasi, pelayanan konseling, dan pendidikan keterampilan hidup (Life Skill). Masalah remaja memang tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah. Semua pihak di mana remaja itu biasa berada, baik peran keluarga, kelompok sebaya, sekolah,

organisasi pemuda, harus dilibatkan untuk bersama-sama mengadapi isu ini. Oleh karena itu, PIK KRR tidak selalu berada di sekolah atau pun pesantren, tetapi juga bisa di mall, masjid, gereja atau wadah dimana remaja dapat memperoleh informasi, konseling jelas dan hal-hal lain yang mereka senangi. PIK KRR ini dikelola oleh, dari dan untuk remaja. Pentingnya remaja itu sendiri yang mengelola PIK KRR, karena hanya merekalah yang mengerti bahasa mereka. Berdasar data, informasi yang dibutuhkan remaja tentang KRR, 85 % mereka mencarinya lewat teman sebaya. Mereka tidak mencari ke orang tua, guru atau petugas. Sehingga pendekatan PIK KRR dikelola oleh antar mereka. (AmS)

PERAN ORANG TUA SANGAT DOMINAN CEGAH SEKS DI LUAR NIKAH PALANGKA RAYA - Hasil survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalteng, menunjukkan jumlah remaja yang telah melakukan seks di luar nikah cukup banyak. Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP dan KB) Kota Palangka Raya Dra Enon F Lion MAP, dibutuhkan peran dominan orang tua dalam mencegah terjadinya seks di luar nikah. “Sebagai orang tua, dan lembaga pemberdayaan perempuan kalau bicara dari sisi Keluarga Berencana (KB) bukan berarti menyuruh remaja untuk menggunakan alat kontrasepsi tersebut secara bebas, tetapi sasaran KB adalah keluarga yang telah berumahtangga,” ujar Enon di ruanganya pada Senin (12/3) lalu. Enon tidak menampik kemungkinan alat KB tersebut digunakan oleh mereka yang belum berkeluarga atau remaja. Menurutnya, hal itulah yang perlu kewaspadaan setiap orang tua. Karena itu orang tua harus lebih peka melihat perubahan yang terjadi pada anak remajanya. “Selain pengawasan dari orang tua, pendidikan seks yang benar kepada remaja akan mencegah terjadinya pergaulan bebas. Pendidikan seks ini penting untuk memberikan pandangan yang benar terhadap anak dan remaja-remaja kita tentang seks itu sendiri. Dengan pemahaman yang benar, seks bebas bisa dicegah,” lanjut Enon. Menurut Enon, pendidikan tentang seks secara dini sangat baik, yang menjadi tantangan bagi kita adalah memberikan pengertian kepada masyarakat atau orang tua bahwa pelajaran tentang seks kepada anak untuk tidak di pandang tabu. Menurutnya, rasa keingintahuan untuk berhubungan seks membuat banyak remaja tidak menyadari akibat dari apa yang mereka lakukan. Mereka juga tidak mengetahui bahwa seks bebas ke depannya akan mengakibatkan masa depan yang suram. “Pemerintah juga perlu melaksanakan sosialisasi, kalau di Pemberdayaan Perempuan ada yang namanya pendidikan reproduksi untuk anak-anak remaja di sekolah-sekolah. Tetapi itu hanya dilakukan setahun sekali. Sedangkan waktu anak remaja lebih banyak di rumah dari pada di sekolah, maka peran dominan yang banyak ada di rumahtangga, di masyarakat dan lingkungannya,” pungkasnya. (net)

Homoseksual, Gaya Hidup atau Abnormalitas Seksual? PALANGKA RAYA - Masalah seksualitas sangat menarik untuk diperbincangkan para remaja. Ini terbukti pada kegiatan Pelatihan Pendidik Sebaya (PS) baru-baru ini di Bogor. Kegiatan ini diadakan oleh BKKBN yang bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Peserta pelatihan ini adalah mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Dimana peserta harus memenuhi syarat yaitu : bersedia menjadi relawan;

menjadi contoh, model dan panutan bagi teman sebayanya; dan mudah bergaul dan komunikatif. Pada kegiatan ini para peserta sangat antusias, banyak hal yang membuat mereka ingin tau. Ada beberapa pertanyaan yang paling seru dibahas seperti homoseksual. Ida Farida salah satu mahasiswa keguruan bidang bimbingan konseling yang berasal dari Kalimantan Tengah menanyakan mengapa orang bisa menjadi homoseksual. Menurut

tutor, Definisi homoseksual sendiri adalah kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap orang lain yang mempunyai kelamin sejenis atau identitas gender yang sama. Istilah yang sudah umum dikenal masyarakat untuk orang yang termasuk homoseksual adalah gay (untuk lelaki) dan lesbian (untuk wanita). Penderita homoseksual yang disebabkan oleh faktor biologis dan psikodinamik memungkinkan untuk tidak dapat disembuhkan menjadi heteroseksual. Namun jika seseorang menjadi homoseksual karena faktor sosiokultural dan lingkungan, maka dapat disembuhkan menjadi heteroseksual, asalkan orang tersebut mempunyai tekad dan keinginan kuat untuk menjauhi lingkungan tersebut. Jadi diharapkan kepada peserta untuk bisa menjelaskan apa itu sistem reproduksi laki-laki dan perempuan kepada anak untuk sedini mungkin supaya anak tidak mencari tahu dengan orang yang salah. Kalau anak sudah mengerti tetang hal tersebut secara otomatis anak akan tau cara menempatkan dirinya.Peserta juga diminta membantu penderita homoseksual yang dikerenakan faktor sosiokultural dan lingkungan untuk menjauhi lingkungan yang membentuk mereka menjadi homoseksual. (Ergan)

MAHASISWA MUHAMMADIYAH KALTENG IKUT PELATIHAN PENDIDIK SEBAYA YOGYAKARTA - Dalam rangka mempromosikan Program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja yang diantaranya melalui pengembangan PIK Mahasiswa. BKKBN mengadakan pelatihan bagi calon Pendidik Sebaya bagi PT. Muhammadiyah seluruh Indonesia. Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari kegiatan Workshop Program GenRe (Generasi Berencana) bagi DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang dilaksanakan di Yogyakarta tanggal 15 – 17 Februari 2012. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Kalimantan Tengah mengirimkan 3 (tiga) orang mahasiswa yang memenuhi syarat yaitu :bersedia menjadi relawan; menjadi contoh, model dan panutan bagi teman sebayanya; dan mudah bergaul serta komunikatif. Pendidik Sebaya

adalah remaja yang mempunyai komitmen dan motivasi yang tinggi sebagai narasumber bagi kelompok remaja sebayanya dan telah mengikuti pelatihan Pendidik Sebaya dengan mempergunakan Modul dan Kurikulum standard yang telah disusun oleh BKKBN atau yang sejenis. Pada hari terakhir para peserta dipersilahkan untuk membuat rencana tindak lanjut (RTL) dan dipresentasikan. Kalteng terpilih untuk menyampaikan rencana tindaklanjutnya, yang disampaikan oleh Ida Farida. Ida menyampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Kalteng akan membentuk PIK M secepatnya, setelah terbentuk PIK M ini akan melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan PKBR (Penyiapan kehidupan Berkeluarga bagi Remaja) baik secara kelompok dan individual. Diharapkan setelah pulang dari pelatihan tersebut remaja kalteng bias menjadi contoh, model dan panutan bagi teman sebayanya. Sehingga teman sebayanya akan bias mengerti dan menjalankan apa yang disampaikan temannya yang menjadi Pendidik Sebaya untuk menjadi Tegar Remaja. (Ergan)


KonSultaSi

TINGANG KENCANA edisi: ii / MAReT 2012

konsultasi psikologi remaja dia suka menjual dirinya kepada om-om untuk mendapatkan uang yang jelas-jelas dia bisa dapatkan dari orang tuanya. Apa tingkah laku/ perilaku seperti itu dapat dikatakan sebagai gangguan jiwa ? (Kameluh, hp 081349296XXX)

(Ade, hp 085372630XXX)

erik Pranata, s.Psi Hp:085332198910

Pengasuh Rubrik Konsultasi Remaja

Hay ade, ade masih ada rasa ga dengan pasangan ade? Kalau iya itu bisa jadi efek dari rasa sayang kita kepada pasangan kita, jadi sebenarnya kita tidak ingin melepas pasangan kita. Akan lebih baik ade mengutarakan semua isi hati ade ke pasangan ade. Saling sharing antara kalian berdua. Jadi bisa menemukan solusi yang tepat untuk kalian dua. Saya ingin bertanya ka , saya punya temen sebenarnya dia anak orang yang cukup berada tetapi dia lebih memilih hidup dijalanan ikut dengan komunitas anak-anak punk. Dia pernah kabur dari rumah karena bermasalah dengan orang tuanya. Gimana kita membantu dia ka ?

Bagaimana upaya kita selaku pendidik sebaya dalam menolong teman yang sudah berkali-kali dihianati oleh pacarnya tetapi dia bersekukuh mempertahankan hubungannya, karena dia telah memberikan keperawanannya? Tolong ka tipsnya supaya teman tersebut mau menerima saran dari kami ? (Fitri, hp 085249708XXX)

(Aldo, hp 085750507XXX)

Hay fitri. Sebagai pendidik sebaya kita harus tau dulu apa sich pendidik sebaya? Tugas pendidik sebaya menyampaikan informasi yang patut diketahui teman sebaya kita. Nah mengenai kasus ini fitri hanya bisa mendengarkan dan menyampaikan informasi yang bisa menyadarkan teman fitri. Tugas fitri selanjutnya adalah merujuk teman fitri tersebut ke konselor sebaya disitu teman fitri bisa dibantu. Ka bagaimana cara menghadapi pasangan yang mengatakan kalau dia sudah tidak mencintai kita lagi tetapi perilakunya menunjukan kalau dia masih mencintai kita, apa yang harus dilakukan ?

Hay aldo, temen aldo sedang ada masalah dengan kebutuhannya ya itu rasa ingin memiliki dan dicintai. Manusia memiliki kebutuhan rasa ingin memiliki dan dicintai, bila kebutuhan ini tidak terpenuhi maka individu tersebut akan mencari sendiri sama seperti apa yang dilakukan teman aldo. Aldo bisa membantu dengan mengarahkan dan memberikan saran-saran yang positif kepada teman aldo. Selama teman aldo mau sharing dengan aldo itu kesempatan aldo untuk membantu dia, karena dia sudah mau terbuka dengan aldo. Aldo bisa mengarahkan atau mengajak teman aldo kehobi dia contoh dia suka gabung anak-anak punk, coba diarahkan bermain musik yang beraliran punk. Aldo bisa meberikan saran yang positif. Saya mau tanya, saya punya teman cewe yang berasal dari keluarga yang kaya. Tapi mengapa

Hallo Kameluh, dari cerita saudara bisa saya simpulkan temen saudara tidak mendapatkan kebutuhan rasa ingin memiliki dan rasa ingin dicintai dari keluarganya. Jadi bisa dikatakan teman saudara mengalami gangguan jiwa atau neurosis. Gangguan jiwa itu sendiri bukan yang biasa kita kenal dengan gila, gangguan jiwa atau neurosis adalah masih mengetahui dan merasakan kesukarannya, kepribadiannya tidak jauh dari realitas dan masih hidup dalam alam kenyataan pada umumnya. Untuk menghilangkan rasa cemas atau takutnya dikarenakan tidak mendapatkan rasa ingin memiliki dan rasa ingin dicintai dari keluarganya, teman saudara memilih untuk mencari kebutuhan tersebut dengan orang lain. Saya mau tanya kenapa ya orang bisa jadi homo ? (Rubi, hp 085753055XXX) Hallo Rubi, ada berbagai faktor yang bisa membuat orang menjadi homo. Homosekual adalah adalah kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap orang lain yang mempunyai kelamin sejenis atau identitas gender yang sama. Istilah yang sudah umum dikenal masyarakat untuk orang yang termasuk homoseksual adalah gay (untuk lelaki) dan lesbian (untuk wanita). Faktor yang bisa membuat seseorang menjadi homo adalah faktor biologis (kelainan otak dan genetik), faktor psikodinamik, yaitu adanya ganguan perkembangan psikseksual pada masa anak-anak, faktor sosiokultural, yaitu adanya adat-istiadat yang memberlakukan hubungan homoseksual dengan alasan yang tidak benar, dan terakhir adalahfaktor lingkungan, dimana memungkinkan dan mendorong hubungan para pelaku homoseksual menjadi erat.

14


15

Serba-Serbi

TINGANG KENCANA edisi: ii / MAReT 2012

Bodoh vs Pintar Ala Bob Sadino SETIAP orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuahpetuah kata yang bermakna. Terlalu Banyak Ide Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya Miskin Keberanian Untuk Memulai Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan. Telalu Pandai Menganalisis Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha. Ingin Cepat Sukses Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil. Tidak Berani Mimpi Besar Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang

penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis. Berpikir Negatif Sebelum Memulai Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis. Maunya Dikerjakan Sendiri Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan Orang “Pintar ” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali

melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”. Tidak Fokus Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya. Tidak Peduli Konsumen Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya. Abaikan Kualitas Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu. Tidak Tuntas Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja. Tidak Tahu Pioritas Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas, Menacampuradukkan Keuangan Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukkan keuangan pribadi dan perusahaan. Mudah Menyerah Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut. Melupakan Tuhan Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal. Melupakan Keluarga Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga Berperilaku Buruk Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri. Sumber : www.beritaunik.net

Manajemen Waktu Merupakan Awal Sebuah Keberhasilan dapat terjadwal rapi dan semuanya terselesaikan. Langkah apa sajakah yang perlu dilakukan dalam mengatur waktu yang baik dan efektif? Mari kita bahas bersama tips-tips manajemen waktu yang bisa Anda terapkan setiap harinya.

PADA dasarnya setiap orang memiliki modal waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. Tapi mengapa ada sebagian orang yang dengan aktifitasnya mengaku “sibuk”, padahal jadwal kegiatannya “tak sesibuk” orang lain yang jauh lebih padat dan powerfull. Dalam rentang waktu yang sama, bisa jadi 2 orang yang berbeda menghasilkan output yang berbeda, baik jumlah maupun kualitasnya. Mengapa? Kondisi itulah yang menunjukan bahwa adanya manajemen waktu sangatlah penting dalam pencapaian sebuah keberhasilan. Sebab dengan manajemen waktu yang baik, seluruh kegiatan

Mulailah dengan membuat skala prioritas. Ketika tugas atau pekerjaan kita menumpuk, waktu 24 jam per hari rasanya tidak cukup untuk menyelesaikan semua tugas tersebut. Untuk itu buatlah skala prioritas pekerjaan manakah yang paling penting dan harus segera diselesaikan, serta pekerjaan manakah yang bisa dikerjakan belakangan. Dengan begitu semua target Anda dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Belajar disiplin dan tidak menunda pekerjaan. Membiasakan diri untuk disiplin dalam mengerjakan semua pekerjaan, mendorong kita untuk segera menyelesaikannya langsung tanpa harus menunda-nunda. Sebab semakin lama kita menunda sebuah pekerjaan, maka semakin besar pula rasa malas yang kita bangun. Hal inilah yang membuat pekerjaan kita hanya akan menumpuk, tanpa ada yang terselesaikan dengan tuntas. Karena itu membangun disiplin

diri menjadi langkah awal bagi Anda untuk bisa sukses menjalankan manajemen waktu yang sudah direncanakan. Buatlah jadwal sebagai alat bantu manajemen waktu. Salah satu alat bantu yang dapat mengingatkan Anda dengan segala p e ke r j a a n ya n g harus diselesaikan yaitu jadwal kegiatan Anda. Usahakan Anda memiliki jadwal rencana kegiatan harian, dan pastikan Anda mencantumkan pekerjaan apa saja yang harus Anda selesaikan pada hari itu. Jadi, Anda mengingat setiap pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan dapat mengatur waktunya dengan baik. Upayakan selalu fokus dan tuntaskan setiap pekerjaan Anda. Mengerjakan lebih dari satu tugas dalam waktu yang bersamaan tentunya tidak akan menghasilkan output yang optimal. Lebih baik kita fokus untuk menuntaskan satu tugas terlebih

dahulu, baru selanjutnya kita mengerjakan tugas berikutnya. Cara ini sangat membantu Anda untuk bekerja secara efektif, sehingga semua tujuan Anda dapat tercapai sesuai dengan target waktunya. Hargailah setiap waktu yang Anda habiskan. Manfaatkan setiap waktu yang Anda habiskan sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya saja saat jam kerja, maka gunakan tenaga dan pikiran Anda untuk fokus menyelesaikan pekerjaan dan tugas Anda. Begitu juga pada saat jam istirahat, hargai serta manfaatkanlah untuk refresing dan sejenak mengistirahatkan pikiran Anda. Sehingga pada saat masuk jam kerja, pikiran dan tenaga Anda siap digunakan untuk bekerja kembali secara optimal. Dengan menghargai waktu yang Anda miliki sesuai dengan porsinya, maka setiap jam yang Anda lewati akan memberikan manfaat bagi Anda. Pastikan tidak ada waktu Anda yang terbuang sia-sia, karena manajemen waktu merupakan awal sebuah keberhasilan Anda. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, selamat berkarya dan salam sukses.


BuDaYa

TINGANG KENCANA edisi: ii / MAReT 2012

PELAKSANAAN MANETEK PANTAN

TINGANG KENCANA - Pantan bisa diartikan sebagai pohon penghalang atau kayu perintang, melakukan pemotongan pantan biasanya dipergunakan dalam menyambut tamu-tamu Pejabat atau tamu terhormat dari luar daerah atau menyambut para pahlawan yang baru pulang dari medan peperangan dengan membawa kemenangan. Acara manetek pantan mengandung dua makna yaitu sebagai ungkapan kebanggaan dan suka cita serta berarti juga untuk memotong, mengusir, menghalau firasat-firasat buruk, mimpi buruk, gangguan penghalang dan rintangan. Manetek atau Potong Pantan ini ditujukan sehingga para tamu yang memotong pantan selalu mendapat per perlindungan dari Pencipta Alam Semesta atau Yang Maha Kuasa, serta mendapat kesehatan, diperpanjangkan umur, dimurahkan rejeki dan dalam menjalankan tugas mendapat kesuksesan. Prosesi acara penyambutan tamu dimulai dengan acara mamapas, yang tujuannya adalah menghilangkan atau menghindarkan pengaruh buruk bagi tamu. Kemudian dilanjutkan dengan mempersilahkan tamu menginjak telur ayam hingga pecah, yang diartikan bahwa tamu yang datang telah selaras dengan daerah yang dipijaknya sehingga dia tidak merasa asing pada wilayah yang dikunjunginya. Selanjutnya pantan dipotong, bias menggunakan mandau atau menggeser pantan tersebut dengan tangan. Beberapa pertanyaan akan diajukan kepada tamu sebelum pantan dipotong, yaitu tentang siapa nama sang tamu dan maksud tujuan kedatangannya. Setelah pantan terpotong, tamu secara resmi telah diterima kehadirannya dan dipersilahkan untuk memasuki jalan yang sebelumnya tertutup oleh pantan tadi. Kemudian sebagai rangkaian penutup acara potong pantan ini, sebagai bentuk ucapan selamat datang dan memuliakan tamu yang datang, para tamupun disambut dengan tarian khusus potong pantan. Para penari memakai pakaian khas suku Dayak dengan asesoris bulu burung tingang di atas kepala. Tari Potong Pantan ini juga dilengkapi mandau (senjata khas Dayak) sebagai properti. Acara Potong Pantan sendiri sampai saat ini masih sering kita temukan di Kalimantan Tengah, biasanya sering dilakukan untuk menyambut kedatangan tamu-tamu dari unsur pemerintahan, bahkan tamu-tamu negara dari luar negeri yang

TIWAH BUKTI KECINTAAN PADA LELUHUR

16

berkunjung ke Kalimantan Tengah. Kalau dilihat dari Zaman dulu (Zaman Nenek Moyang), pantan yang akan dipotong tersebut ada bermacam-macam sebagai berikut ; Pantan Haur (bambu) diperuntukkan penyambutan bagi orang yang baru pulang dari medan perang dengan membawa kemenangan dan pantan jenisnya mempergunakan Haur Kuning (Bambu Kuning), Pantan Balanga (Tajaw) akan dipergunakan pada saat mengadakan acara Perkawinan Adat, sebagai simbol Kebangsawanan atau status sosial, Pantan Garantung (Gong) tujuannya sama dengan mempergunakan Balanga (Tajaw), Pantan Bawi yaitu menggunakan para gadis remaja biasanya dilakukan pada waktu pesta perkawianan, Pantan Bahalai (Kain Panjang) dipergunakan untuk para tamu Pejabat, orang terhormat status perempuan yang sulit menggunakan Mandau, Pantan Tewu (Tebu) dipergunakan pada acara kegiatan bergotong royong saat-saat panen atau mengerjakan ladang. Pelaksanaan Manetek Pantan ini perlu sekali dikembangkan demi mengangkat Seni Budaya Dayak, nilai-nilai leluhur Nenek Moyang, supaya tetap berurat berakar dimasyarakat Dayak khususnya dan menjalin suatu persatuan kesatuan suku, Bangsa Indonesia pada umumnya. (Hk/AmS/net)

Ket Foto : Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, saat melakukan Potong Pantan di Peringatan Hari Pers Nasional dan HUT ke-66 Tahun 2012 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Lamandau beberapa waktu lalu.

Salah satu tradisi yang masih dipertahankan oleh warga suku Dayak di Kalimantan Tengah adalah ritual upacara Tiwah, khususnya bagi penganut agama Kaharingan yang merupakan agama leluhur suku Dayak. Tiwah adalah prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sanding (semacam rumah kecil yang tidak menyentuh tanah).. Upacara Tiwah adalah upacara kematian yang biasanya digelar atas seseorang yang telah meninggal dan dikubur sekian lama hingga yang tersisa dari jenazahnya dipekirakan hanya tinggal tulangnya saja. Upacara adat Tiwah bertujuan sebagai ritual untuk meluruskan perjalanan roh atau arwah yang bersangkutan menuju Lewu Tatau (Surga – dalam Bahasa Sangiang) sehingga bisa hidup tentram dan damai di alam Sang Kuasa. Selain

itu, upacara Tiwah Suku Dayak Kalteng juga dimaksudkan oleh masyarakat di Kalteng sebagai prosesi suku Dayak untuk melepas Rutas atau kesialan bagi keluarga Almarhum yang ditinggalkan dari pengaruh-pengaruh buruk yang menimpa. Bagi Suku Dayak, sebuah proses kematian perlu dilanjutkan dengan ritual lanjutan (penyempurnaan) agar tidak mengganggu kenyamanan dan ketentraman orang yang masih hidup. Selanjutnya, upacara Tiwah juga bertujuan untuk melepas ikatan status janda atau duda bagi pasangan berkeluarga. Pasca Tiwah, secara adat mereka diperkenakan untuk menentukan pasangan hidup selanjutnya ataupun tetap memilih untuk tidak menikah lagi. Ritual tiwah merupakan rukun kematian tingkat terakhir, dimana keluarga yang masih hidup adalah orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya, sekaligus sebagai bukti kecintaan kepada leluhur.

Waktu pelaksanaannya memang tidak ditentukan. Bisa dilaksanakan kapan saja sesuai kesiapan keluarga yang ditinggalkan. Melaksanakan upacara tiwah bukan pekerjaan mudah. Diperlukan persiapan panjang dan cukup rumit serta pendanaan yang tidak sedikit. Selain itu, rangkaian upacara prosesi tiwah ini sendiri memakan waktu hingga berhari-hari nonstop, bahkan bisa sampai satu bulan lebih lamanya. Sebelum upacara tiwah dilaksanakan, terlebih dahulu digelar ritual lain yang dinamakan upacara tantulak. Menurut kepercayaan Agama Kaharingan, setelah kematian, orang yang meninggal dunia itu belum bisa langsung masuk ke dalam surga. Kemudian digelarlah upacara tantulak untuk mengantar arwah yang meninggal dunia tersebut menuju Bukit Malian, dan di sana menunggu diberangkatkan bertemu dengan Ranying Hattala Langit, Tuhan umat Kaharingan, sampai keluarga yang masih hidup menggelar upacara tiwah. (HK)

Tingang Kencana Edisi Maret  

Prof. Dr. Bambang Lautt, M.Si Ketua Koalisi Kependudukan Kalimantan Tengah TABLOID BULANAN TIWAH BUKTI KECINTAAN PADA LELUHUR Membangun Kelu...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you