Issuu on Google+

Tunas Indonesia Raya

N ew s LOGO BARU : Menjiwai Karakter Pemuda TIDAR Kegiatan TIDAR

Bertindak Nyata untuk Bangsa

Edisi 1 | September 2010

Kabar TIDAR


News

Edisi I 2010

SEKRETARIAT PENGURUS TIDAR

PENGURUS DAERAH PROVINSI LAMPUNG Jl. Pagar Alam No. 127 Segala Minder, Tanjung Karang Barat Lampung 35152 CP : Willy Lesmana (Ketua) 0811.725112 Erlangga Saputra (Sekretaris) 0819.77259179 PENGURUS DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA Jl. Bendungan Hilir No. 108 Jakarta Selatan CP : Andra Sumampaw (Ketua) 021.99280361 Riezky Delastama (Sekretaris) 021.99178556 PENGURUS CABANG JAKARTA TIMUR CP : Jihan A. Sadat (Ketua) 0818.08868603 PENGURUS CABANG JAKARTA SELATAN CP : Nur Ali Prayoga (Ketua) 0856.1751314 PENGURUS CABANG KOTA BOGOR Jl. Perintis Kemerdekaan Ruko PGB Blok C No. 14 CP : Adityo Anugrah Perdana (Ketua) 0856.8999443

PENGURUS DAERAH PROVINSI JAWA BARAT Jl. Citarum No. 32, Bandung CP : Yuda Rusdiana (Ketua) 0811.2209981 Yudi Rizky Ardie (Sekretaris) 0813.22511236 PENGURUS CABANG KABUPATEN SUKABUMI Jl. Kapten Asmud Lubis Kp. Baru Sukasirna RT 08/07 No. 32 Selabatu, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi 43111 CP : Endud Badrudin (Ketua) 0819.11912000 PENGURUS DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Hanoman Raya No. 4 Kelurahan Krapyak Semarang Barat 50146 CP : Ulul Aufa (Ketua) 0888.6479377 Wawan Haryono (Sekretaris) 0852.25953511 PENGURUS CABANG KOTA SURAKARTA CP : Sony Tejo Putranto (Ketua) PENGURUS CABANG KOTA SALATIGA Jl. Kemiri No. 798, Salatiga CP : Yanuar W. Anggara (Ketua) 0858.67255714 PENGURUS CABANG KABUPATEN SEMARANG Jl. Gereja 15A Ungaran 50511 CP : Purwadi Sapto N (Ketua) 0856.2740857

PENGURUS DAERAH PROVINSI D.I.Y. Jl. Poncowinatan 82 Yogyakarta CP : Anton Prabu Semendawai (Ketua) 0817.468202 Irene Handika Ikasari (Sekretaris) 0815.41555514 PENGURUS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Jl. Ir. H. Juanda No. 200 Samarinda CP : Robby (Ketua) 0813.50911212 Arie Prayatna (Sekretaris) 0812.53277944 PENGURUS DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Jl. Sam Ratulangi I No. 2 Kelurahan Kelapa Lima Kota Baru Kupang CP : Pieter K.R Herewila (Ketua) 0813.53977999 Maurits Helmy Foenale (Sekretaris) 0813.32535519 PENGURUS DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN Jl. Macan No. 34 Makassar CP : Azwar Ishak Hadra (Ketua) 0813.55660111 M.Anugrah Ab.Putra (Sekretaris) PENGURUS DAERAH PROVINSI SUmatera Barat Jl. A. Yani No. 39 Padang CP : Auric (Ketua PD) 0813 74111234

Informasi, pertanyaan, pendapat, kritik dan saran yang ingin disampaikan melalui newsletter ini agar dikirimkan dalam bentuk artikel ke humas@tidar.or.id dengan judul: newsletter (spasi) judul artikel. Materi yang dikirim berupa tulisan maksimum 300 kata, disertai foto-foto pendukung, profil singkat penulis, dan nomor kontak yang dapat dihubungi.

REDAKSI NEWSLETTER TIDAR P ena s i h at: Komite Komunikasi Pengurus Pusat TIDAR: Budi Djiwandono, Dirgayuza Setiawan, Alexis Maria Lucky, Imelda Gunawan, Andini Darmadi Staf f Redaksi: Indira Janissa, Bayu Adhitya, Aryani Setiawan Tata L etak: Pat Adele Sirk u lasi: Mohammad Ridwan Tra f f ic : Natasha Kontri b utor: Hagi Hagoromo, Andini Darmadi P er cetakan : Percetakan Mawar TIDARNEWS adalah newsletter internal organisasi Tunas Indonesia Raya yang berfungsi sebagai media komunikasi seluruh anggota, dalam upaya meningkatkan rasa memiliki organisasi dan rasa kekeluargaan dalam organisasi. Diberikan secara cuma-cuma kepada anggota TIDAR dan dilarang diperjualbelikan. Semua tulisan yang dimuat di dalam newsletter dilarang dikutip tanpa ijin khusus dari Redaksi.

Halo Indonesia Halo teman-teman! Selamat datang di newsletter perdana TIDAR. Menerbitkan ­newsletter ini, saya teringat saat Pak Hashim Djojohadikusomo dan Pak Prabowo Soebianto ­mendirikan Gerindra. Visi ­mereka jelas, “Mendirikan sebuah partai modern yang infrastrukturnya bekerja secara transparan.” TIDAR pun harus menjadi sebuah organisasi pemuda yang berfungsi dan berpikir modern. Kenyataan bahwa anak muda Indonesia menginginkan pendidikan, kualitas kehidupan dan pemerintahan yang lebih baik tak bisa ­didiamkan. Sebagai wadah anak muda, Tidar adalah perpanjangan tangan untuk mereka meraih mimpi dan keinginan tersebut. Sebagai sesama pemuda, mari kita bangkitkan kesadaran mereka. Bahwa perubahan nyata

yang diinginkan bisa dicapai dengan cara yang menarik, menyenangkan, dan melalui jalur yang tepat; yaitu berorganisasi. Sebagai organisasi kepemudaan dengan jaringan, saluran, dan sumber daya yang luas; Tidar adalah sarana tepat untuk mengawali ­perjuangan demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Untuk menyalurkan aspirasi dan kreatifitas melalui tindakan yang nyata. Dalam nomor perdana ini, mari kita ­resapi perlunya pergerakan pemuda untuk ­Indonesia. Simak pula ulasan beberapa kegiatan TIDAR, dan perihal perubahan logo TIDAR. Semoga newsletter ini bisa menjadi sarana berbagi informasi, inspirasi, dan dukungan antara seluruh pengurus daerah, pengurus cabang, dan tentunya para ­anggota. Tepat tanggal 7 Juli 2010, TIDAR ­merayakan HUT-nya yang ke-2. Begitu banyak ­perubahan yang telah terjadi. Namun, mari pastikan untuk terus saling berbagi dan mendukung demi kemajuan bersama! Bagi yang mau follow saya di Twitter, silahkan add di @­AryoDjojo. Selamat membaca!  Aryo Djojohadikusumo Ketua Umum Tunas Indonesia Raya


News

Edisi I 2010

Makna Logo Baru Tunas Indonesia Raya

KABAR TIDAR

LOGO BARU : Menjiwai Karakter Pemuda TIDAR

Warna Kuning: Kemakmuran

TIDAR tampil dengan logo baru? Simak perbincangan dengan ­­Sabam Rajagukguk, Sekretaris Jenderal ­Pengurus Pusat TIDAR, tentang ­perubahan logo ini. Sebenarnya apa alasan utama ­mengubah logo TIDAR? Memang sejak awal, TIDAR sebagai sayap kepemudaan Partai GERINDRA menggunakan logo yang sama dengan induknya. Namun, seiring berjalannya waktu, pengurus TIDAR merasa tidak sepantasnya kita mengadopsi logo induk begitu saja. Kami sadar, meski berdiri sebagai sayap kepemudaan dari Partai GERINDRA, tapi TIDAR memiliki jiwa dan karakter yang berbeda. Jadi, sudah ­sepatutnya logo TIDAR lebih mewakili ­kepemudaan dan generasi muda. Pesan apa yang ingin disampaikan ­melalui logo baru ini? Logo TIDAR berbeda dari logo organisasi kepemudaan pada umumnya. Logo baru TIDAR tidak kaku dan kemiliteran, tapi mencerminkan TIDAR sebagai organisasi anak muda yang seru, modern, dan memberi pengetahuan. Selain itu, logo baru ingin dapat mewakili karakter pemuda TIDAR yang luwes, kreatif, gesit dalam bekerja, serta ­selalu dilandasi Lima Cinta dan Pancasila.

Mata Putih: Visi Positif

Warna Merah: Berani, Gagah

Apa perbedaan antara logo baru dengan yang lama? Makna dasar logo ini sebenarnya sama dengan logo lama, yaitu kepala garuda untuk kepemimpinan, lima garis atau segi lima untuk landasan Lima Cinta dan Pancasila, warna merah untuk berani, dan warna emas untuk sejahtera. Lalu, apa makna di balik logo baru ini? Pada logo baru ini, pengartian makna ­tersebut disesuaikan dengan jiwa muda TIDAR. Kepala garuda melambangkan anak muda yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Warna merah untuk melambangkan pemuda yang berani ­bertindak, emas untuk menciptakan kemakmuran bagi sesama pemuda, dan lima garis untuk menciptakan generasi muda yang mengamalkan Lima Cinta dan Pancasila. Kalau musim Pemilu datang, apa logonya akan berubah kembali jadi logo GERINDRA? Tidak. Saat kampanye, TIDAR sebagai sayap kepemudaaan dari GERINDRA tentu akan mendukung dan mengibarkan bendera GERINDRA. Tapi, logo TIDAR akan tetap sama, karena itulah jati diri TIDAR. 

Warna Hitam: Misterius, Percaya Diri, Ketegasan, Sikap Profesional

Tunas Indonesia Raya Simbol: Kepala Burung Garuda: Puncak Pimpinan, Visioner Alur Merah di leher: Sendi-sendi keberanian Sayap Merah: Sendi-sendi keberanian Kepak sayap dengan garis lurus dan tegas:

• •

Ketegasan, Fondasi yang Kokoh, Religius 5 helai sayap mewakili 5 Cinta /Pancasila

Tipografi Logo Simple, Bulat, Tajam: Fleksibel, Berkarakter, Memiliki Prinsip


News

Edisi I 2010

Kegiatan TIDAR

Bertindak Nyata untuk Bangsa TIDAR sebagai organisasi pemuda yang mewadahi aspirasi pemuda tanah air telah banyak menyalurkan aspirasi tersebut melalui berbagai program dan kegiatan. Program dan kegiatan TIDAR didasari oleh misi Lima Cinta yang diusung TIDAR, yang terdiri dari Cinta Diri, Cinta Sesama, Cinta Belajar, Cinta Kesantunan dan Cinta Indonesia. Dengan selalu dinaungi Lima Cinta, TIDAR ingin menyuarakan dan mendukung karya nyata anak bangsa demi menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Kini dengan semakin bertambahnya pengurus daerah dan cabang TIDAR di penjuru Indonesia, diharapkan kegiatan TIDAR semakin beragam dan dapat menjangkau seluruh pemuda pemudi di Indonesia. Saat ini juga sudah mulai dilakukan kegiatan pengembangan diri dan pengembangan potensi yang tentu akan terus dikembangkan.

TIDAR mengawali kegiatan pertamanya dengan mengadakan acara olahraga dan musik, dua bidang favorit anak muda. Setelah itu, berbagai kegiatan terus berjalan, mulai dari program beasiswa, pembuatan taman bacaan, perpustakaan keliling, simulasi pemilu, dan juga berbagai kegiatan sosial yang dipayungi TIDAR Peduli Bangsa.

Kegiatan TIDAR memang ditujukan untuk membangun karakter pemuda bangsa sehingga dapat terbentuk kepribadian, watak, moral dan jasmani yang kuat dan kokoh. Agar pemuda bangsa Indonesia dapat menjadi awal bangsa yang kokoh, dan dapat membawa perubahan yang berarti bagi Indonesia. TIDAR percaya, bahwa masa depan yang kokoh berawal dari generasi muda yang kokoh.

PD TIDAR DKI JAKARTA: Mewarnai Hati Korban Kebakaran Sebagai tunas Indonesia yang memahami ­masyarakatnya, TIDAR selalu mencoba ­untuk membantu mereka yang ­sedang dilanda kesulitan. Pada Selasa, 20 April 2010, pukul 08.30 WIB, tabung gas di salah satu rumah ­warga Kapuk Muara, Jakarta Utara, ­meledak. Kebakaran yang ditimbulkan melahap habis harta benda sebagian warga.

media online, mencari berbagai informasi dan fakta yang terkait, dan menghibur anak-anak yang menjadi korban. TIDAR membagikan susu, mengadakan acara mewarnai, dan melakukan diskusi santai tentang nasionalisme.

PC TIDAR Jakarta Utara dengan sigap ­menanggapi musibah ini. Dengan ­koordinasi langsung dari PD TIDAR DKI Jakarta, pada Sabtu, 24 April 2010, tim-tim TIDAR mulai membantu para korban di lokasi kejadian.

Acaranya memang sederhana, tapi tidak ada yang mengalahkan rasa bahagia­­karena telah mampu membantu ­meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan pertolongan. Sesuatu yang akan terus TIDAR lakukan. 

Dalam kegiatan sosial ini, TIDAR ­menggalang bantuan melalui beberapa


News

Edisi I 2010

Fokus

PEMUDA DAN KEBANGKITAN NASIONAL Oleh: Hagi Hagoromo

Alkisah, Fir’aun tengah gundah. Sebuah mimpi buruk membangunkan nyenyak tidurnya tadi malam.

Mesir dilanda kebakaran besar. Seluruh ­penduduknya tumpas. Semua, kecuali Bani Israil. Tanpa menunggu lama, ia ­bertanya kepada paranormal istana. Mereka lalu­­menerjemahkan mimpi itu: kekuasaan Fir’aun bakal jatuh ke tangan seorang laki-laki dari Bani Israil. Jurang kehancuran ­menganga menanti kejatuhan dinastinya. Fir’aun pun merenung. Sejak takwil Yusuf menyelamatkan Mesir dari bencana ­paceklik, Bani Israil mulai masuk dan menempati wilayah negeri itu. Fir’aun sadar, keutuhan bangsanya terancam. Ia lalu m ­ emerintahkan seluruh pengawal menggeledah setiap rumah dan membunuh seluruh bayi laki-laki Bani Israil di negeri Mesir. Tetapi fakta berkata lain. Dari rahim seorang Bani Israil, lahirlah Musa. Agar tetap hidup, ia dimasukkan ke dalam keranjang dan dihanyutkan ke sungai. Permaisuri Fir’aun menemukannya dan membawa Musa ke istana. Musa diadopsi dan

dibesarkan dalam keluarga kerajaan. Suatu hari, Musa kecil duduk di pangkuan Fir’aun. Tiba-tiba ia menarik jenggot ayah angkatnya. Fir’aun menjerit dan berkata ­kepada istrinya, “Jangan-jangan, bayi inilah yang akan meruntuhkan ­kekuasaanku.” ­Dengan lembut sang ­permaisuri ­menenangkan hati Fir’aun dan memintanya tidak menguatirkan polah si bocah kecil itu. Beberapa dekade berikutnya, kekuatiran Fir’aun jadi kenyataan. Bani Israil dipimpin Musa berontak. Fir’aun bersama ­pengawalnya mengejar mereka sampai ke Laut Merah. ­Lewat mukjizat dari tongkatnya, Musa ­membelah laut dan menyelamatkan ­bangsanya dari kejaran Fir’aun. ­Sementara sang raja lalim itu meregang nyawa, ­menemui ajal ditelan Laut Merah. Peran Pemuda Kisah di atas merupakan gambaran t­ entang ketakutan seorang tiran, kepada kaum muda yang bakal merongrong wibawa ­kekuasaannya kelak.

Sebuah generasi punya ancaman serius bagi generasi lainnya. Bukan pemuda bagi orang tua, tapi juga ­sebaliknya.

jadi jalan yang ditempuh, demi menjaga status quo, memelihara keabadian comfort zone yang mereka jalani.

Gap antargenerasi, adalah keniscayaan. Setiap zaman, punya tantangannya ­sendiri. Mereka bagai tesis dan anti-tesis yang ­senantiasa melengkapi, mendorong bangsa ke level-level berikutnya - lebih baik atau malah sebaliknya. Setiap 20 Mei, diperingati sebagai hari ­berdirinya Boedi Oetomo. Tujuan pemuda Soetomo dan kawan-kawan adalah merintis usaha pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat, ada banyak pergerakan sejenis yang dimotori kaum muda. Bukan saja pada masa pra kemerdekaan, tetapi juga pada era menuju jatuhnya Orde Lama, dan Orde Baru. Tentu semua masih ingat ­bagaimana peran mahasiswa bersama ­elemen masyarakat menggelar demonstrasi besar dan menduduki Gedung MPR/ DPR pada 12 tahun lalu, menyusul mundurnya mendiang ­Soeharto dari tampuk kekuasaan yang ­dijalaninya selama 32 tahun itu.

Jalan menyesatkan ini, tentunya bak ­pedang bermata dua. Di satu sisi, ­mereka ­mengajarkan untuk selalu berusaha ­memerangi dan menghindarinya, tetapi di sisi lain, keadaan nista itu seakan memberi ­“teladan” agar suatu saat, ketika pemuda ­berhasil meruntuhkan generasi kolot di atasnya, ia juga bisa dan “berhak” melakukan hal sama. Hampir bisa dipastikan, ia lupa, bahwa suatu saat, ia pun akan ditumbangkan, digilas roda generasi berikutnya.

Pedang Bermata Dua Merunut perjalanan sejarah Indonesia, tak perlu diragukan lagi pentingnya peran ­pemuda dalam kebangkitan bangsa. Tetapi kewajiban membangun dan ­menjaga c­ haracter building bangsa, bukan saja tanggungjawab kaum muda. Seluruh unsur bangsa punya andil dengan porsinya masing-masing dalam usaha membawa bangsa ke arah yang lebih baik. Nila setitik tentu akan mencoreng pembelajaran tanpa henti ini. Perlu juga diingat, bahwa rintisan yang dibuat satu generasi memungkinkan generasi ­berikutnya mencontoh dan mengikuti jalan tersebut. Banyak cerita buruk kita dengar ­tentang beralihnya perjuangan generasi muda setelah berhasil merebut kekuasaan. Saat mendapat giliran menempati posisi p ­ enting di pemerintahan, mereka yang ­cenderung tak bisa melawan “dark side” dalam dirinya lalu berkhianat demi uang dan jabatan. Korupsi, kolusi, dan nepotisme

Kemajuan teknologi dan budaya juga ­berpengaruh terhadap perkembangan generasi muda. Modernisasi membuka lebar jendela informasi, menuntun masyarakat ­bertransformasi ke level kemajuan yang lebih tinggi. Tetapi, jika ini tak diiringi dengan kedewasaan berpikir dan berperilaku, tentu kita justru terdorong ke lembah kenistaan. Tengoklah lagi penyakit masyarakat yang ­justru tumbuh subur di kalangan kaum muda. Bagian Kita Tentu saja, bagian kita saat ini merupakan porsi penting. Tak perlu jauh melihat masalah ini dalam skala makro. Bukankah jalan yang ditempuh ini akan kita rasakan nanti? Jika kita menyadari tugas dan fungsi sebagai individu yang bertanggungjawab terhadap diri sendiri, maka niat baik yang pernah kita cita-citakan tentu akan menyambut di depan sana. Pasti, tak semudah membalik telapak tangan. Tapi usaha ke arah itu mesti ­dilakukan dengan cara yang baik. Jika setiap kita ­berhasil ­mendapatkan kebaikan karena usaha sendiri, tentu secara kolektif, bangsa ini akan mengalami kemajuan yang diinginkan. Jadi, mari sadari, bahwa hari ini adalah milik kita, dan masa depan merupakan buah dari bagian yang tengah kita pikirkan, katakan, dan ­kerjakan saat ini. Ini bagian kita. Sekarang. Dan selamanya jadi bagian dari generasi muda. 


News

Edisi I 2010

Profil

Inspirasi

Jangan Terjebak Hukum Alam Oleh: Bimo Wikantiyoso

Pernah menemukan pohon pisang berbuah mangga, atau melihat matahari terbit dari barat?

Saya yakin kamu belum pernah dan tidak akan pernah menemukan hal seperti itu. Alam tidak berubah tapi teratur dan presisi. ­Hukum alam yang serba pasti membuat ­manusia bisa b ­ elajar memanfaatkan alam untuk ­meningkatkan mutu kehidupannya. Tapi, ribuan tahun bergantung pada keteraturan hukum alam membuat manusia memiliki pola pikir bahwa segala sesuatu di dunianya pun serba pasti. Sayangnya, alam konsisten; sedangkan manusia tidak. Mari lakukan eksperimen imajiner. Bayangkan kamu punya uang 50 juta rupiah yang akan kamu berikan pada 10 orang yang kamu temui. Apa yang terjadi? Ada yang menolak, ada yang menerima, ada yang malu-malu ­menerima, dan ada pula yang berat hati menolak. Hasil ­eksperimen tadi adalah suatu respon yang ­beraneka ragam dan tidak terduga. Bukti bahwa manusia punya sifat yang tidak bisa diprediksi. Berbeda dengan alam. Contoh lain yang penulis ingat adalah kisah sebuah iklan rokok. Ceritanya para pelamar ­kerja akan diwawancara oleh pemilik ­perusahaan yang berparas bule. Demi impresi baik, semua pelamar sudah siap ­menggunakan kemampuan bahasa asingnya. Di antara mereka, ada seorang pelamar yang tak bisa berbahasa asing tapi medok Jawa. Si pelamar Jawa ini tegang lantaran khawatir dengan

­ emampuan berbahasanya. Tapi, justru dia k yang akhirnya diterima! Rupanya si bos ­berparas bule tadi sangat fasih berbahasa Jawa. Tak disangka, kan?

Adityo Anugrah Perdana Ketua Pengurus Cabang TIDAR Kota Bogor Sejak sebelum bergabung dengan TIDAR, Adit sudah ingin sekali berkiprah di dunia sosial dan politik dengan semangat anak muda. Kini, sebagai Ketua Pengurus TIDAR Cabang Kota Bogor, sudah menjadi tugas Adit untuk mengajak anak muda mau terlibat dalam politik. Menurut pria kelahiran Maret 1984 ini, kegiatan sosial adalah sarana yang paling tepat untuk bersentuhan dengan masyarakat, meraih simpati, dan membuat TIDAR makin dikenal. Bersama teman-teman dari PC

­ ogor, Adit melakukan pendekatan sosial B pada masyarakat sekitarnya. Aktivitas seperti donor darah, pengadaan ­rumah baca, pengajaran berkala, dan pelatihan keuangan yang diadakan PC Bogor ternyata ditanggapi positif oleh masyarakat. Dari sinilah TIDAR Bogor semakin dikenal dan mendapatkan tambahan anggota. Sebagian besar anggota mereka mulai tertarik dan memutuskan untuk bergabung dengan TIDAR ketika diajak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial. Adit berpendapat, “Jangan terlalu pusing untuk memikirkan program yang terlalu ‘wah,’ tapi lakukan saja apa yang dapat dilakukan,” ujarnya. “Ajaklah mereka. Selama untuk tujuan yang baik, anak-anak muda pasti mau terlibat.” 

Ketika segala keadaan menjadi selalu tak ­terduga, lalu apa yang bisa kita lakukan? Kuncinya adalah berani menampilkan ­keunikan kita dan yakin dengan semua yang kita miliki. Hal terpenting adalah bersikap positif menghadapi segala keadaan, seperti apapun itu. Selama kita mampu beradaptasi dengan melakukan yang terbaik, keadaan buruk bisa berubah jadi kesempatan emas. Bagaimana jika kasusnya dalam hidup ­berbangsa? Kita sebagai anak muda mungkin merasakan ketidakseimbangan di negeri ini. Biaya hidup mahal, cari kerja sulit, korupsi merajalela, adanya rasa ketidakadilan, dll. Lalu, apakah kita bisa merubah keadaan meski situasi dan kondisi kita terasa tidak memungkinkan? Jawabannya: Bisa! Ingat, manusia bukanlah alam yang berjalan dengan aturan yang ­sempurna dan pasti. Semua bisa berubah. Selama kita yakin bangsa ini bisa maju dan besar, kita pasti bisa mengubah keadaan. Dampak yang mungkin terjadi memang bisa tak terduga, tapi kesempatan untuk ­perubahan menjadi lebih baik akan selalu ada.

Sambut hari fitri dalam jalinan silaturahmi dan keikhlasan untuk berbagi.

Mohon Maaf Lahir dan Batin Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H.

Keluarga Besar TIDAR


News

Edisi I 2010

Foto Kegiatan


News

Edisi I 2010

Suara Kamu

Merchandise

Apa pendapatmu ­setelah bergabung ­dengan TIDAR? TIDAR memberi arah pendidikan politik yang ­ca­sual dan soft tapi jelas arah dan tujuannya, sehingga ­dapat ­merangkul kaum muda yang aktif. Dan saya ­dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara. Riezky Delastama, calon politisi

Seru, dapat teman-teman baru dan pengalaman berorganisasi yang baik. Terasa banget saat ­mengerjakan acara ­bersama. Aufa, siswa SMA 21

Melalui TIDAR saya ­banyak ­belajar tentang cara ­menyatukan visi dan misi dalam satu tim, ­bagaimana menjadi ­individu yang ­interdependent, yaitu ­berusaha untuk ­mencapai suatu ­tujuan demi ­kepentingan b ­ ersama. Saya juga belajar ­menggali kekompakan dan ­meningkatkan solidaritas dalam teamwork. Intan Amalia, mahasiswi London School of Public Relations Sejak ikut ­kegiatan TIDAR, saya ­semakin ­menambah rasa ­cinta dan ­kepedulian ­kepada sesama tanpa ­melihat perbedaan ­apapun. Dalam ­berorganisasi jadi lebih paham ­bagaimana ­bekerjasama dan ­menjalankan kegiatan dengan memprioritaskan efektifitas dan efisiensi demi kesuksesan. Jihan, mahasiswi Fakultas Hukum, Universitas Indonesia

Untuk pemesanan, segera hubungi ­Sekretariat Pengurus Pusat atau Sekretariat yang terdekat. Harga belum termasuk ongkos kirim. Harga khusus anggota.

Polo Shirt RP. 70.000

T-Shirt Wanita RP. 40,000

Topi RP. 20,000 @alexislucky: TIDAR mendukung & menyuarakan karya nyata anak bangsa, utk ­Indonesia yg lbh baik dan lbh kokoh dgn semangat 5 cinta #salam5cinta ­­@PP_TIDAR @DeviAnanta: Generasi muda Indonesia cinta damai #harapan #amin Join Group page TIDAR di Facebook-mu: TIDAR – Tunas Indonesia Raya atau follow di Twitter: @PP_TIDAR

Stiker RP. 7.500 Scotchlite Stiker RP. 15.000


News

Edisi I 2010

Mari Bertindak Nyata untuk Bangsa!

Tunas Indonesia Raya Awal Bangsa yang Kokoh www.tidar.or.id

Pengurus Pusat TUNAS INDONESIA RAYA Jl. Wolter Monginsidi No. 27 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12190 info@tidar.or.id


TIDAR Newsletter Vol.1