Page 1


MARITIM


AGENDA

Maju untuk Perubahan Perjalanan usia manusia semakin bertambah diharapkan semakin bertambah pula pengalaman dan kematangan. Demikian pula bagi institusi kita Universitas Hasanuddin sudah mencapai tahun yang ke-57. Perubahan dalam banyak hal telah dicapai oleh kampus ini. Bagaimanakah wajah kampus ini pada tahun 2030 dibahas dalam RPJP Unhas 2014-2030. Masukan diperoleh dari Sangkot Marzuki, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bagyo Y Moeliodihardjo dari UI, dan Satryo Soemantri Brodjonegoro, Guru Besar ITB. Persoalan yang dibahas antara lain menyangkut tata kelola dan akuntabilitas PT serta Otonomi PT. Persoalan korupsi telah meruntuhkan kredibilitas negeri ini di mata dunia. Untuk memberi pemahaman betapa korupsi telah merusak negeri, Abraham Samad, Ketua KPK, mengajak mahasiswa jauhi perilaku korupsi dalam pelatihan BCSS 2013 di Unhas. Seminar-seminar dilaksanakan di kampus dimaksudkan untuk saling berbagi informasi terbaru. Demikian pula kerja sama dengan berbagai pihak yang sifatnya saling menguntungkan terus dijalin dengan berbagai pihak. Misalnya Unhas bersama Lintasarta kembangkan laboratorium IT. Workshop tentang Marine Biotechnology. Seminar Bela Negara lewat peran serta Menwa di kampus. Penelitian-penelitian terus dikembangkan oleh sivitas akademika, baik yang dilakukan oleh peneliti muda maupun kalangan Guru Besar. Untuk peneliti muda memunculkan Hasriani Ayu Lestari dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Sedangan jajaran Guru Besar dengan karya penelitiannya memunculkan nama Prof.Dr. Ir. Muhammad Yusri Karim, MSi tentang “Peranan Fisiologi Hewan Air dalam Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya”. Prof.Dr.Ir. Darmawan Salman, MS dengan karya “Sosiologi Pedesaan di Indonesia : Antara Kompetisi Paradigma dan Kontestasi Pengetahuan”. Kemudian Prof. A. Iqbal Burhanuddin, M.Fish,Sc, PhD meneliti tentang “Peranan Taksonomi Ilmu dalam Pengembangan Potensi Benua Maritim di Indonesia”. Sedangkan Prof.Dr.Ir. Bulkis, MS menyajikan karya yang berkaitan dengan “Ketahanan Pangan dalam Perspektif Personian”. Serentetan kegiatan kampus masih dapat ditemukan dalam edisi kali ini. Selamat membaca!

Susunan Redaksi

Majalah Universitas Hasanuddin

Diterbitkan oleh: Universitas Hasanuddin | Penanggung Jawab: Idrus. A. Paturusi | Penasihat: Dadang Suriamiharja, Nasaruddin Salam, Dwia Aries Tina | Pemimpin Umum: Andi Wardihan Sinrang | Pemimpin Redaksi: M. Iqbal Sultan | Redaktur Pelaksana: Abdul Gafar | Redaktur: Kahar, Janisa Pascawati L., Rizky Maulidiana | Reporter: Fheny Anggriyani, A.M. Mentarifajar, Atika Saidin, Ayu Adriyani, Muh Fadhly Ali, Asyrafunnisa | Desain Sampul: Janisa Pascawati L. | Desain Isi: Yohanis D. Kiding | Distribusi: M. Rusli, Syarifuddin, Abd. Bahar

Alamat Redaksi: Hubungan Masyarakat Universitas Hasanuddin Gedung Rektorat Lantai 4 Kampus Tamalanrea Jl. Perintis Kemerdekaan KM 10. Makassar 90245 Telepon : 0411-584002 Fax: 0411-585188 Email: humasunhas2012@yahoo.co.id


DAFTAR ISI

FOKUS

Kita yang Tak Lagi Muda

4

AGENDA Beasiswa Indonesia Terbesar di Jepang12 Bentuk Unhas 2030, Seperti Apa?

14

Guru Besar Unhas Launching Buku Hukum 16 Tata Pemerintahan Buka Mata di Marine Biotechnology 18 Workshop Tujuh PT Hadiri APEC Temu Kampus

20

Semarak Pameran Pendidikan International di Thailand Mahasiswa Teknik Unhas Terima Kuliah Umum Dari Dosen Luar Negeri

23

Fakultas Kehutanan Semakin Matang di Usia 50 Tahun

24

Unhas dan Komisi IV DPR-RI Rancang Draft dan Naskah Akademis RUU Perkebunan Bahas Masalah Nelayan, FIKP dan Puslitbang LP3K Unhas Adakan Sarasehan

19

Saga University akan Buka ILMR Satellite di Unhas

Unhas Tuan Rumah Pertama BKGN 2013

22

21

Menwa Pupuk Semangat Bela Negara Melalui Seminar Unhas - Golkar Adakan Dialog Visi Negara Kesejahteraan 2045 Unhas Adakan Seminar Neurosains

28

29 30

26

27


MITRA RISET Ketahanan Pangan dalam Perspektif Personian Unhas dan PT LEN Jalin Kerja Sama

Perguruan Tinggi se-Indonesia Siap Menangkap Peluang Komunitas ASEAN 2015 Unhas dan Lintasarta Kembangkan Laboratorium IT

51

Peranan Fisiologi Hewan Air dalam Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya

32 33

34

Sosiologi Pedesaan di Indonesia: Antara Kompetisi Paradigma dan Kontestasi Pengetahuan Peranan Taksonomi Ikan dalam Pengembangan Potensi Benua Maritim di Indonesia

PENDIDIKAN

48

54

56

WISATA FAKULTAS Abraham Samad Ajak Maba Unhas 2013 Jauhi Korupsi Menteri Lingkungan Hidup Beri Kuliah Umum di Unhas Seminar Silvikultur

36

38

40 Fakultas Ilmu Kelautan & Perikanan

FASILITAS Bina Usaha Dharma Wanita Persatuan Unhas

61

Calon Peneliti Hebat dari Unhas

45

66


KITA YANG TA


AK LAGI MUDA


FOKUS

I

ndonesia tak lagi muda. Kini, negeri tempat berpijak jutaan jiwa manusia ini baru saja menyapa usia 68 tahun. Sama seperti Indonesia, Unhas masih berbalut kehangatan dan euphoria usia baru di tahun 2013 ini. 57 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 1956, Unhas hadir sebagai wadah untuk mereka yang selalu optimis dengan masa depan melalui corong pendidikan. Sehubungan dengan hal ini, peringatan hari kemerdekaan Indonesia, Kamis (17/8) pun dirangkaikan dengan pembukaan Dies

6

Natalis Unhas ke-57. Upacara yang digelar di Lapangan Basket, PKM Unhas tersebut diikuti oleh Rektor Unhas, beserta jajarannya, dosen, dan staf pegawai Unhas serta mahasiswa. Upacara ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir. Nasaruddin Salam, MT. Pelepasan balon dan burung merpati oleh Rektor Unhas dan Para Dekan, menandai dibuka dan akan dimulainya serangkaian kegiatan seremonial sarat makna selama satu bulan kedepan.

Dalam menyambut Dies Natalis ke57 Universitas terbesar di Kawasan Indonesia Timur ini mengangkat tema “Mewujudkan Insan Ilmiah Berbasis Benua Maritim�. “Dies Natalis Unhas tahun ini hampir sama dengan tahun lalu, yaitu menyelanggarakan berbagai lomba bagi sivitas akademika Unhas. Namun yang berbeda pada kali ini adalah, diadakannya lomba perahu bagi masyarakat Makassar yang akan digelar di Pantai Losari,� tutur Ketua Panitia Dies Natalis, Prof. Dr. Andi Niartiningsih. Jika sebelumnya Fakultas


FOKUS

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mendapat kehormatan untuk menjadi panitia penyelenggara Dies Natalis Unhas, maka tahun ini yang mendapat kehormatan ini adalah Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan (FIKP). Selain mengadakan serangkaian acara, Dies Natalis ini pun tentunya melibatkan banyak pihak. Syahrul Yasin Limpo (SYL) selaku Gubernur Sulawesi Selatan yang juga Ketua Dewan Penyantun Unhas misalnya. Minggu (8/9), tidak kurang dari 5000 peserta gerak jalan santai dilepas olehnya.

Gerak jalan santai ini, mengambil start di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan dan finish di kampus Unhas. Di sela-sela sambutannya, SYL menyampaikan harapannya agar jalan santai ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi semua peserta. “Saya berharap dengan jalan santai ini kita semua bisa sehat hati, sehat pikiran, dan sehat badan maka dengan itu akan lebih banyak yang dapat kita lakukan. Semoga jalan santai ini dapat memperkuat persatuan kita,� ungkapnya.

Tidak lupa, SYL mengungkapkan bahwa yang paling penting dalam eksistensi Unhas adalah mengukuhkan emosional bersama menuju Unhas menjadi perguruan tinggi yang besar dan terbaik di Indonesia. hal ini berarti bahwa Dies Natalis adalah bagian dari proses membangun pride dan derajat keluarga besar Unhas, karena menurutnya siapapun yang terkontaminasi dengan “virus� Unhas, pastilah orang-orang hebat. Kegiatan gerak jalan santai ini pun dirangkaikan dengan perayaan Ulang

7


FOKUS

Tahun Emas Jurusan Teknik Elektro Unhas. Dengan berbagai perangkaian acara, pesertanya pun menjadi semarak. Masyarakat umum tak sungkan ambil bagian di dalamnya. Selain itu, hadir pada jalan santai Dies Natalis Unhas ini adalah Rektor Unhas Prof Idrus A. Paturusi, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Burhanuddin Andi, Ketua DPRD Sulsel Moh. Roem, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Ketua Dewan Pendidikan Prof. Halide, Para Wakil Rektor yakni, Wakil Rektor II Bidang Keuangan Dr. dr. A. Wardihan Sinrang, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Ir. H. Nasaruddin Salam, Wakil Rektor IV Bidang kerja sama Prof. Dr. Dwia A. Tina. Selain itu turut hadir pula Rektor Unhas periode sebelumnya Prof. Dr. Ir. Radi A Gani dan Prof. Dr. Basri Hasanuddin MA, dan banyak lainnya. Beberapa waktu sebelumnya, berbagai kegiatan telah digelar. Seperti, pertandingan Olahraga dan Seni Antar Fakultas, Lomba Kuliner, Lomba Dayung Se-Kota Makassar, Bakti Sosial yang dilakukan oleh 5 fakultas di Unhas (FIKP, Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran Umum, FKG, dan FKM), Launching Buku “Membangun Sumber Daya Laut Indonesia”, serta Pameran Produk Riset Unhas ORASI ILMIAH Prof. Dr. Anwar Nasution menyampaikan pentingnya membangun kelembagaan dan merubah strategi pembangunan ekonomi. Melalui perubahan strategi pembangunan itu, Indonesia akan ikut bergabung dalam jaringan produksi global atau International Production Networks (IPN)

8

yang telah berlangsung di kawasan Asia Timur dan ASEAN. Untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, Indonesia perlu menerapkan strategi pembangunan yang berorientasi pada ekspor ataupun berorientasi ke luar dan mengolah sumber daya alam “Untuk mewujudkan cita-cita reformasi yang dicanangkan, pemerintah memerlukan pembangunan kelembagaan yang kokoh dan perubahan struktur ekonomi. Tanpa hal itu Indonesia akan tetap terperangkap dalam low middle income trap seperti sekarang ini nilai tukar Rupiah yang telah merosot secara drastis selama tiga bulan terakhir,“ ungkapnya. MEMBANGUN SUMBER DAYA KELAUTAN INDONESIA Indonesia, negara bahari yang terbentang luas dan berbatasan dengan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. 2/3 wilayahnya merupakan daerah laut. Tidak bisa dipungkiri bahwa sumber kehidupan manusia pun berasal dari laut. Berdasarkan hal tersebut, dalam amanat pasal 33 UUD 1945 pun ditegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Berbicara tentang laut, Fakultas Kelautan lewat tiga guru besarnya kembali me-launching buku riset terbaru mereka yang berjudul “Membangun Sumber Daya Kelautan Indonesia.” Acara launching tersebut dilangsungkan di Lantai Dasar Gedung Rektorat Unhas, Sabtu (31/8). Acara dibuka secara resmi oleh

Rektor Unhas, Prof. Dr. Idrus A. Paturusi. “Saya melihat, lewat buku ini pengembangan bidang kelautan tidak boleh hanya sebatas paper saja. Mimpimimpi yang telah terangkai harus diwujudnyatakan. Khususnya di bidang sumber daya kelautan Indonesia,” tuturnya. Hadir dalam acara tersebut, Dekan Fakultas Kelautan Unhas, Prof .Dr. Ir. Andi Niartiningsih, MP. Sekaligus Ketua Panitia Dies Natalis Unhas. Sementara itu, beberapa Dekan Fakultas yang hadir dalam acara tersebut dihadiahkan buku-buku hasil karya Guru Besar Fakultas Kelautan. Selaku Ketua Panitia dari Launching Buku Membangun Sumber Daya Kelautan Indonesia, Prof. Andi Niartiningsih menyampaikan, “Buku ini merupakan ide dan gagasan para Guru Besar Unhas, secara khusus dalam hal ini Kelautan dan Perikanan dalam menunjang kemajuan Unhas dengan berbasis pada kemaritiman". Buku yang berjudul “Membangun Sumber Daya Kelautan Indonesia” disusun oleh 3 Guru Besar Fakultas Kelautan, yaitu: Prof. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish. Sc,. Ph. D., Prof. Dr. Ir. H. M. Natsir Nessa, MS., dan Prof. Dr. Ir. Hj. Andi Niartiningsih, MP. “Harapan kami semoga buku ini bisa dibaca oleh banyak orang dan bisa mensinergikan Unhas sekarang ini dengan pembangunan sumber daya kelautan Indonesia kita,” tutur Niartiningsih.


FOKUS

KATA REKTOR “Ibarat manusia, usia 57 tahun, orang sudah bisa punya cucu,” Ungkap Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Rektor Unhas di bawah lampu temaram dan hingar bingar suara musik yang mulai bersahut-sahutan di Pelataran Rektorat, Selasa (10/9). Harapan akan Unhas terus berkiprah di segala lini pun menjadi harapan banyak pihak, pun Rektor. “Dan tentunya yang kita harapkan bahwa, di usia ini Unhas bisa lebih berkiprah baik lokal maupun nasional, terlebih internasional,” tambahnya. Pada penutupan seluruh rangkaian Dies Natalis Unhas ke 57 ini, dengan berpondasi pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 56/TK/Tahun 2013 menimbang bahwa untuk menghargai PNS yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada pancasila, Undang-undang Dasar 1945, pemerintah, dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan dan disiplin serta terus menerus paling singkat 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun perlu menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepadanya. Pada kesempatan emas kali ini, Satyalancana Karya Satya 30 Tahun dianugerahkan kepada Sembilan dosen dan pegawai yang ada di Unhas. Diantaranya adalah Prof. Dr. Ir La Daha, MS. (Fakultas Pertanian), Dr. Andi Gau Kadir, MA. (Fakultas Isipol), Drs. M. Saleh AF., M.Si. (Fakultas MIPA), Nurhayati, S.Sos (UPT Perpustakaan), Sumaini, S.Sos. (UPT Perpustakaan), Muhammad Said Baco, SE. (Fakultas Pertanian), Baso, SE. (Fakultas Ekonomi), Sitti Dewi Alang (Bagian Kepegawaian BAU), Subaeda (Fakultas Kedokteran).

LINTAS LEMHANNAS berkunjung ke Universitas Hasanuddin Universitas Hasanuddin menerima kunjungan dari rombongan LEMHANNAS RI, Kamis (19/9) di ruang Senat Lt. 2 Rektorat Unhas. Kunjungan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Peserta Program Pendidikan Reguler tersebut bertujuan untuk mengetahui langsung denyut nadi dan dinamika pembangunan di Sulawesi selatan khususnya di Makassar yang mempunyai kontribusi yang signifikan untuk memajukan pembangunan. Melalui kunjungan tersebut, sebanyak 25 orang peserta program pendidikan reguler angkatan 50 LEMHANNAS akan melakukan Studi Strategi Dalam Negeri (SSDN) khususnya di kota Makassar. LEMHANNAS (Lembaga Ketahanan Nasional) sendiri, sebagai salah satu aset bangsa sangat berperan bagi kemajuan bangsa dengan lahirnya kader pemimpin nasional yang potensial.

9


FOKUS

Sedangkan untuk Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dianugerahkan kepada Dr. Ansar Arifin, MS. (Fakultas Isipol), Dr. Amir Kamal Amir, M.Sc (Fakultas MIPA), Drs. Sudirman Karnay, M.Si (Fakultas Isipol), Drs. Rauponh, M.Si (Fakultas MIPA), Dra. Ria Rosdiana Jubhari, MA., Ph.D. (Fakultas Sastra), Fanny Isyeline Manafe, S.Sos. (UPT Perpustakaan), Dr. dr. Andi Makbul Aman, Sp., PD,KEMD (Fakultas Kedokteran), dr. Andi Kurnia Bintang, Sp. S., M. Kes. (Fakultas Kedokteran), Dr. Abdul Rakhman, MBA. (Fakultas Ekonomi), dr. Muhammad Akbar, Sp. S., Ph.D. (fakultas Kedokteran), Dr. dr. Habibah Setyawati Muhiddin, SP.M. (Fakultas Kedokteran), Dr. dr. Ilhamjaya Patellongi, M.Kes (Fakultas Kedokteran), Muliaty Badaruddin, S. Sos.,MM. (Fakultas Kedokteran), Kasman Abdullah, SH. (Fakultas Hukum), Dr. Ir. Andi Nasaruddin,

10

M.Sc. (Fakultas Pertanian), Nurdin D. (Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga BAU). Satyalancana Karya Satya 10 tahun adalah Dr. Eng. Rosady Mulyadi, ST., MT (Fakultas Teknik), Dr. Nurdin, S.Si.,M.Si (Fakultas MIPA), Dr. Muhammad Yusuf, S.Pt (Fakultas Peternakan), Baharuddin, ST.,M.Arch.,Ph.D. (Fakultas Teknik), Dr. Ir. Arifuddin, MT. (Fakultas Teknik), Dr. Abdul Razak Munir, SE., M.Si.,M.Mktg. (Fakultas Ekonomi), Rafiuddin Syam, ST., M.Eng.,Ph.D. (Fakultas Teknik), Dr. Eng. Nasruddin, ST.,MT. (Fakultas Teknik), Dr. Sanusi Fattah, SE., M.Si. (Fakultas Ekonomi), Abdul Mufti Radja, ST., MT., Ph.D. (Fakultas Teknik), Amil Ahmad Ilham, ST., MT., Ph.D. (Fakultas Teknik), Dr. Eng. Suandar Baso, ST., MT. (Fakultas Teknik), Baharuddin, ST.,MT. (Fakultas Teknik), Wiwik Wahidah Osman, ST.,MT. (Fakultas Teknik), dr. Syahfi Kamsul Arif,

Sp.AN,.KIC. (Fakultas Kedokteran), dr. Syafruddin Gaus, Ph.D.,Sp.An. (Fakultas Kedokteran). “Untuk yang mendapatkan penghargaan pengabdian 30 tahun tentunya kita bersyukur bahwa umur itu masih bisa sampai hari ini. Bagi yang mendapat penghargaan pengabdian selama 10 tahun tentunya perjalanan yang akan ditempuh masih cukup panjang, terlebih untuk sampai di masa pengabdian 30 tahun. Sedangkan yang 20 tahun, ya 20 tahun itu kan banyak yang bisa dilakukan. Jangan nanti 10 tahun, 20 tahun pengabdian lantas tidak terjadi apa-apa. Nah ini yang diharapkan dari yang muda-muda, yang mendapat penghargaan pengabdian 10 tahun dan nantinya akan mencapai 30 tahun agar terus meningkatkan kinerjanya, itulah yang betul-betul diharapkan,� tutup Rektor Unhas. (ayu)


AGENDA


AGENDA

Beasiswa Indonesia Terbesar di Jepang Reporter: M. Fadly Ali Foto: Humas/MFA

Seminar Internasional SUIJI IV 2014 Pemerintah Indonesia patut bersyukur, beberapa generasi bangsa ini diterima dengan baik untuk belajar di negeri Sakura, Jepang. Saat ini, tercatat sekitar 800 orang mahasiswa Indonesia memperoleh beasiswa untuk belajar di Jepang, terhitung sejak 2008 hingga 2013 ini. "Dari 3.760 beasiswa yang diberikan kepada seluruh negara, mahasiswa Indonesia mendapat jatah sekitar 800 orang. Jumlah itu terbesar di antara mahasiswa penerima beasiswa Indonesia di berbagai negara,’’ ungkap

12

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di Jepang Prof. Dr. Ir. Iqbal Djawad, M.Sc saat memberikan materi pada Seminar Internasional III Six Universities Initiative Japan Indonesia (SUIJI) di Kochi University, Jepang, Kamis 29 Agustus lalu. Iqbal Djawad yang dilantik sebagai Atdikbud RI di Jepang sejak 15 Mei 2012 lalu mengatakan, setelah Jepang, negara kedua penerima beasiswa terbesar adalah Australia. Pemerintah Jepang membuka pintu seluas mungkin bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di negaranya, mengingat tenaga-tenaga muda Indonesia diharapkan dapat

menguasai teknologi menjelang ASEAN Community tahun 2015. Dihubungi usai penutupan seminar tersebut, Iqbal Djawad menjelaskan, pemerintah Jepang pun memberikan beasiswa Mombusho kepada mahasiswa Indonesia. Saat ini jumlahnya berkisar 600 orang. ‘’Itu termasuk beasiswa antara pemerintah dengan pemerintah dan universitas dengan universitas,’’ kata dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas tersebut.


AGENDA Unhas Tuan Rumah Unhas terpilih sebagai tuan rumah Seminar IV SUIJI Agustus 2014. Pemilihan itu ditetapkan setelah berlangsung Seminar Internasional III SUIJI di Kochi University, Jepang yang berakhir Kamis, 29 Agustus lalu. Presiden Kochi University Hiroshi Wakiguchi menyalami Wakil Rektor I Unhas Prof. Dr.Eng. Dadang Ahmad Suriamiharja yang mewakili Unhas pada acara serah terima tanggung jawab sebagai tuan rumah seminar itu. SUIJI sendiri beranggotakan tiga universitas di Indonesia yakni, UGM, IPB, dan Unhas. Di Jepang tiga universitas yakni, Kochi, Ehime, dan Kagawa University. Keenam perguruan tinggi ini setiap tahun melaksanakan pertemuan bergilir. Pada tahun 2013 di Kochi University, selain berlangsung pertemuan Forum Rektor juga dihelat seminar

mahasiswa KKN dari keenam perguruan tinggi anggota SUIJI yang dihadiri 73 mahasiswa yakni, 9 mahasiswa UGM, 14 mahasiswa IPB, 10 mahasiswa Unhas, 21 mahasiswa Ehime, 11 mahasiswa Kagawa dan 8 mahasiswa Kochi. Dalam deklarasi yang ditandangani enam perwakilan universitas, SUIJI sepakat memulai pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Service Learning Program (SLP) sebagai kegiatan Konsorsium SUIJI dalam melaksanakan pembangunan pertanian berkelanjutan (Sustainable Agriculture Development) di bawah memorandum kesepakatan agenda kegiatan SUIJI. Sementara para mahasiswa KKN keenam perguruan tinggi masingmasing Nako Kobayashi (Ehime University), Kana Tanaka (Kagawa University), Yasuaki Mizaguchi (Kochi University), Mesalia Kriska (UGM), Silvia Sari Busnita (UGM) dan Dwi Ratna Sari

(Unhas) membacakan hasil seminar Forum Mahasiswa yang mereka laksanakan. Dalam putusannya, forum sepakat membentuk organisasi kemahasiswaan guna memelihara hubungan dan kerja sama dengan masyarakat lokal. Para mahasiswa berusaha memahami kebutuhan masyarakat lokal dan melaksanakan diskusi apa yang dapat dikerjakan untuk mereka. Para mahasiswa juga akan membuat akun Facebook untuk menangani informasi yang berkaitan kegiatan dari berbagai mahasiswa anggota SUIJI. Para anggota juga akan mengunjungi wilayah pedesaan secara periodik. Selain itu mereka juga akan melaksanakan seminar berkaitan dengan Japan Development Program (JDP) dan Service Learning Program (SLP) sebagai media berbagi informasi dari berbagai mahasiswa.

“

Tenaga-tenaga muda Indonesia pasti bisa menguasai teknologi informasi menjelang ASEAN Community tahun 2015

�

13


AGENDA

Bentuk Unhas 2030, Seperti Apa? Reporter: Janisa P. & Fadly Ali Foto: Humas

T

indak lanjut pembahasan RPJP Universitas Hasanuddin 2014 hingga 2030, Unhas mengadakan Diskusi Terarah yang dihadiri Rektor Unhas, Prof. Dr. dr. Idrus A Paturusi, Wakil Rektor II, Dr. dr. A. Wardihan Sinrang serta sivitas akademika Unhas yang menyumbangkan pemikirannya, Sabtu, 31 Agustus lalu. Sebagai pemateri dalam diskusi tersebut hadir, Sangkot Marzuki selaku Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bagyo Y Moeliodihardjo dari Universitas Indonesia, serta Satryo

14

Soemantri Brodjonegoro yang merupakan Guru Besar ITB yang pernah menjabat Dirjen Dikti tahun 1999 hingga 2007. Ketiga pemateri tersebut tidak perlu diragukan lagi, kiprahnya di dunia pendidikan. Di tengah diskusi, Idrus A. Paturusi dalam sambutannya berharap agar diskusi terarah tersebut dapat menyumbangkan ide yang baik untuk Unhas ke depan. “Saya kira banyak masukan tadi. Melalui diskusi ini juga berkembang bahwa Rektor yang akan datang nanti bukan hanya berpikir 5 tahun ke depan

tetapi sudah berpikir kira-kira 20 tahun ke depan. Bagaimana Unhas sehingga kesinambungan itu ada. Ini yang kita inginkan nantinya dimana rektor sudah siap di 2030 Unhas itu seperti apa,� pungkasnya. Dalam diskusi tersebut juga membahas beberapa hal seperti misi ilmu pengetahuan, masukan untuk perkembangan Unhas ke depan, tata kelola dan akuntabilitas perguruan tinggi, serta otonomi perguruan tinggi. Satryo dalam kesempatannya menerangkan bahwa, untuk menjadi kampus yang berkembang, Unhas


AGENDA harus mampu membuat terobosan dan mengadakan perubahan tata kelola. Lembaga yang baik harus memiliki pengelolaan yang tepat. Selain itu dirinya juga menambahkan bahwa Unhas harus mampu membuat strategi agar ke depan Unhas bisa menjadi tempat dimana dosen-dosennya bisa maksimal dalam melaksanakan tugasnya. “Jika kampus mau maju, kita harus buat terobosan. Kampus bukan pencitraan, tetapi sesuatu yang betulbetul nyata. Selain itu, jangan berpotensi untuk menyelesaikan semua permasalahan sekaligus.

muncul Culture of Excellent supaya kita bisa bersaing,” katanya. Dirinya menambahkan, Otonomi perguruan tinggi sendiri adalah otonomi pengelolaan sehingga universitas bisa berkembang sendiri. Jika universitas tidak berkembang maka universitas akan kehilangan daya kompetisinya. Sedangkan Bagyo sendiri di akhir diskusi mengatakan, seorang Rektor dalam universitas dipilih karena memiliki hubungan yang baik di lingkungannya. Oleh sebab itu, rektor harus bertanggung jawab dengan tugastugasnya.

Tata Kelola dan Akuntabilitas Perguruan Tinggi

Kompetensi Otonomi Perguruan Tinggi

Strategi Tugas Dosen Masa Depan

?

UNHAS 2030

Misi Ilmu Pengetahuan

Karena hal tersebut tidak mungkin. Kita harus fokus dalam hal ini. Perguruan tinggi juga harus memiliki pengaruh kepada masyarakat khususnya dalam bidang Ilmu,” jelasnya. Sangkot Marzuki juga angkat bicara, ia mengatakan untuk membicarakan RPJP Unhas kita tidak dapat lepas dari permasalahan nasional dimana otonomi menjadi kunci dari semuanya. “Kita bicara tentang RPJP Unhas tapi kita tidak bisa lepas dari permasalahan Nasional. Kunci dari semuanya itu adalah Otonomi. Tanpa Otonomi, perguruan tinggi kita tidak bisa berkembang. Karena dari otonomi bisa

“Rektor dipilih bukan hanya karena popular votes, tetapi karena network di lingkungannya. Karena dipilih berdasarkan itu, maka nanti tugasnya bukan nongkrong di kampus untuk menandatangani surat-surat saja. Tetapi bagaimana ia membina network yang kemudian di follow up oleh yang di bawahnya,” tutupnya.

15


AGENDA

Guru Besar Unhas Launching Buku Hukum Tata Pemerintahan

Reporter: Yohanis Kiding Foto: Humas/TK

D

idasari kegelisahan akan praktek penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Aminuddin Ilmar, SH., MH menuangkannya dalam sebuah buku berjudul "Hukum Tata Pemerintahan". Buku yang ditullisnya tersebut resmi di launching pada Senin (16/09) di Ruang Senat Lantai 2 Rektorat Unhas. Acara launching buku tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH., Rektor

16

Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Idrus A. Paturusi, serta Gubernur Sulawesi Barat Drs. H. Anwar Adnan Shaleh. Adapun penyangga yang dihadirkan dalam launching buku tersebut adalah Prof. Dr. Qasim Matar, prof. Dr. Wim poli, dan Dr. Azikin sultan. Dalam sambutannya, Rektor Unhas menuturkan apresiasinya terhadap karya buku tersebut. "Karya ini patut mendapatkan apresiasi apalagi untuk bidang pemerintahan. Seperti apa seharusnya membentuk sistem pemerintahan yang kuat dan kokoh namun tetap melihat kepentingan lain,"

tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Syahrul Yasin Limpo menambahkan lewat hadirnya buku ini kita bisa samasama ikut memberikan kontribusi pada pengembangan kehidupan bangsa dan negara khususnya dalam lingkup kepemerintahan dan rakyat. Kita bisa menghidupkan tata kelola pemerintahan yang makin baik dan benar. Buku Hukum Tata Pemerintahan membahas praktek penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Gonjangganjing dunia pemerintahan melahirkan fenomena baru yang tidak disadari oleh


AGENDA

LINTAS pelaku-pelaku di dalamnya yang disebut sebagai 'keharusan'. Dalam bukunya Prof. Aminuddin menerangkan Tata kelola Pemerintahan yang baik tidak selalu harus terbangun situasi dimana pemerintahan tidak boleh menjadi pelaku tunggal dalam pengelolaan pemerintahan. Pemerintahan yang baik adalah yang mampu menjaring dan mempersandingkan peran pemerintah dan dua sisi yaitu sektor swasta dan masyarakat sipil. Perguliran pemerintahan harus menghindari peran sebagai sumbu komando. Aspek harmonisasi dan keseimbangan antara ketiga sisi di atas adalah poin penting untuk mencapai sebuah tujuan. Secara proporsional, keputusan yang diambil dalam lingkup pemerintahan harus menyadari adanya kepentingan lain. Artinya, tindakan atau perbuatan hukum yang dilakukan okeh pemerintah haruslah berbasis pada kepentingan yang bersifat holistis, memenuhi kepentingan stakeholder yang lain. “Buku ini saya harapkan bisa memberikan kontribusi terhadap proses penyelenggaraan pemerintahan, yang mana pemahaman pengetahuan hukum bagi aparatur pemerintahan untuk konteks tata hukum pemerintah yang harmoni dan berimbang masih minim. Sehingga kedepannya bisa berjalan sesuai dengan sisi aturan-aturan yang membatasinya dan akhirnya penyelenggaraan pemerintahan bisa berjalan dengan baik� tutur Prof. Aminuddin usai launching buku di Ruang Senat.

Bahas RUU Keinsinyuran, Anggota DPR-RI Sambangi Unhas Sejumlah anggota DPR-RI yang tergabung dalam Panitia Khusus (pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) menyambangi Unhas dalam rangka kunjungan kerja guna membahas mengenai RUU tentang Keinsinyuran, kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi tersebut dihadiri oleh beberapa dosen Unhas. bertempat di Ruang Rapat A gedung Rektorat Unhas, Kamis (12/9). RUU Keinsinyuran terbentuk atas berbagai pertimbangan di antaranya belum terpenuhinya standarisasi keahlian, kemampuan, dan kompetensi profesional dari Sumber Daya Manusia (SDM) akibat masih tersebarnya SDM tersebut dalam berbagai profesi dan kelembagaan masing-masing. Selain itu belum adanya pengaturan yang terintegrasi mengenai rekayasa teknik yang dapat memberikan perlindungan dan kepastian hukum, baik kepada SDM yang melakukan rekayasa teknik maupun masyarakat pada umumnya. Adapun tujuan dari RUU Keinsinyuran adalah untuk memberikan landasan hukum dalam penyelenggaraan keinsinyuran, memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan profesi insinyur yang andal, berdaya saing tinggi, dan hasil pekerjaan yang berkualitas, memberikan perlindungan kepada pengguna jasa dan masyarakat dalam penyelenggaraan keinsinyuran, dan mendorong penguasaaan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

17


AGENDA

Buka Mata di Marine Biotechnology Workshop Reporter: Fheny Anggriyani Foto: Humas/FA

S

ebagai institusi pendidikan yang menekankan pada wilayah maritim, Unhas mengadakan kerja sama dengan University of California Santa Cruz (UCSC) dalam sebuah Workshop bernama Marine Biotechnology. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat B, Gedung Rektorat lantai 4, sejak 21 hingga 23 Agustus lalu. Pokok bahasan dalam Marine Biotechnology Workshop ini mengenai What is Marine Biotechnology, Marine Natural Product with Emphasis on Secondary Metabolite, Lead Compounds Targetting Glioma from Marine Resources, Recipe for Successful Microbiological Soup, Utilization of Bioactive Compounds from Marine Hydoid, dan Bioprospecting of

18

Marine Micro and Macroalgae. Turut hadir beberapa dosen yang terkait dengan bidang keilmuan maritim seperti, Prof Hanapi Usman MS, Prof. Jamaluddin Jompa Ph.D, Dr. Elmi Zainuddin DES, dan Magdalena Litaay PhD. Sementara dari pihak UCSC hadir Mr. Evan Halloway dan Mrs. Karen Tanney sebagai researcher dari semua penelitian Marine Biotechnology. “Saya sangat senang dengan kegiatan seperti ini diadakan di Unhas sebab dengan diskusi-diskusi yang dilakukan, bisa memicu ide dan program baru atau disiplin baru bagi para peneliti lainnya,� tutur Karen Tenney usai workshop hari ke-3. Marine Biotechnoogy Partnership Second Annual Workshop merupakan kali pertama diadakan di Unhas dengan

tujuan penciptaan mahasiswa dan pertukaran dua arah penelitian, penciptaan program pelatihan berbasis penelitian di bidang bioteknologi kelautan, penemuan atau mikroorganisme laut dengan aktivitas terhadap resiko bakteri patogen resisten multi-obat serta isolasi tiga senyawa timbal antibiotik. Magdalena Litaay, Ph.D selaku kordinator kegiatan mengungkapkan bahwa, kegiatan ini termasuk pertama kalinya diadakan dan akan berlanjut di tahun mendatang. Selain itu dalam workshop ini juga memuat informasi tentang pertukaran ilmuwan ke Amerika, informasi pengembangan kurikulum untuk Marine Biotech dan kerja sama penelitian dari empat institusi.


AGENDA

Tujuh PT Hadiri APEC Temu Kampus Reporter: Fheny Anggriyani Foto: Humas/FA

A

SIA Pacific Economic Cooperation yang disingkat APEC hadir di kampus merah. Ratusan mahasiswa dari tujuh Perguruan Tinggi di Makassar sangat antusias mengikuti Temu Kampus yang diselenggarakan di Gedung IPTEKS, Universitas Hasanuddin (Unhas), Kamis 29 Agustus lalu. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Unhas dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Sedikit informasi, APEC sendiri merupakan organisasi yang beranggotakan 21 negara yang didirikan dengan tujuan mengukuhkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas negara-negara di Asia Pasifik. Ketujuh perguruan tinggi yang ikut serta dalam kegiatan tersebut yakni, Unhas, Universitas Muslim Indonesia

(UMI) Makassar, Universitas Negeri Makassar (UNM), Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Komputer (STIMIK) Dipanegara, Universitas Islam Makassar (UIM), Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus, dan Universitas 45. Acara yang bertemakan Penguatan Kerja Sama Asia Pasifik melalui Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia ini, merupakan kali pertama diadakan di Unhas, dan masih bersifat sosialisasi dengan tujuan untuk memperkenalkan APEC kepada mahasiswa. Dengan adanya penyatuan sumber daya, negara-negara anggota dapat berbagi informasi dan meningkatkan kemakmuran bisnis dan individu. Dalam temu kampus ini, hadir sebagai pembicara Freddy H. Tulung yang merupakan Dirjen IKP

Kemenkominfo RI, Rahmat Muhammad M.Si selaku Staf Pengajar Jurusan Sosiologi Unhas, dan Baso Siswadarma selaku Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi Unhas. Freddy mengungkapkan, APEC banyak memberi manfaat bagi warga negara anggota dengan menciptakan lingkungan yang aman, menciptakan lebih banyak kesempatan di tempat kerja, harga barang dan jasa yang lebih murah, dan meningkatkan kemampuan untuk berpartisipasi dalam pasar internasional. "Kegiatan yang diselenggarakan APEC tidak hanya sampai disini saja sebab Indonesia kembali menjadi ketua dan tuan rumah penyelenggara KTT APEC pada Oktober mendatang di Bali," ungkap Freddy.

19


AGENDA

Saga University akan Buka ILMR Satellite di Unhas Kontributor: Dahlan Abubakar Foto: Humas/Dahlan

S

AGA University, Jepang dan Universitas Hasanuddin (Unhas), Indonesia membuka Institute Lowland and Marine Research (ILMR) yang akan dikoordinasikan oleh Jurusan Sipil Fakultas Teknik Unhas. Rincian rancangan pelaksanaan penelitian dataran rendah di wilayah pantai yang bakal dilaksanakan dua universitas ini akan dilakukan satu panitia kecil masing-masing universitas. Program penelitian bersama ini merupakan bagian dari kerja sama antara Saga University dengan Unhas yang ditandatangani di Saga University, Selasa 27 Agustus lalu, antara Director Institute of Lowland and Marine Research Saga University Prof. Dr. Katsuchi Ijima dengan Fakultas Teknik Unhas Dr. Ing Wahyu H Piarah yang disaksikan President Saga University Prof. Dr. Takjao Hotokebuchi dan Rektor Unhas Prof.Dr. dr. Idrus A Paturusi.

20

Dari Unhas ikut hadir pada acara penandatanganan kerja sama tersebut Wakil Rektor I dan II Unhas Prof. Dr. Eng Dadang Ahmad Suriamiharja dan Dr. dr. Andi Wardihan Sinrang, MS, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Prof. Drg. Mansyur, Ph.D, Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. M Yunus Musa, Dekan Fakultas Kedokteran Prof. dr. Irawan Yusuf Ph.D, Wakil Dekan I Fakultas Kehutanan Prof. Dr. Ir. Musrizal Muin, M.Sc, dan Direktur Program Pascasarjana Unhas Prof. Dr. Ir. Mursalim. President Saga University Takeo Hotokebuchi mengatakan, dengan kerja sama ini diharapkan akan mempererat tali silaturahim antara dua universitas ke depan. Di Saga University, beberapa orang dosen Unhas menjadi alumninya, antara lain Prof. Dr. Lawalenna, M.Sc, dan masih ada beberapa dosen Unhas yang mengikuti pendidikan lanjutan di

perguruan tinggi tersebut. Rektor Unhas Idrus A Paturusi mengatakan, kerja sama pertama antara Unhas dengan Saga terjadi tahun 2001 ketika Prof. Radi A. Gany memimpin Unhas. Pada tahun 2003, kata Idrus A Paturusi, dia berkunjung ke Saga pada saat penandatanganan nota kesepahaman antara FK Saga University dengan FK Unhas dalam kapasitasnya sebagai Dekan FK Unhas. "Saya juga seorang ahli bedah tulang,’’ kata Idrus A Paturusi yang disambut hangat Takeo Hotokebuchi yang juga ternyata seorang mahaguru bedah tulang. Rombongan Rektor Unhas yang tiba di Fukuoka, Senin 26 Agustus malam, akan melanjutkan perjalanan mengikuti pertemuan enam universitas di Kochi University, yakni UGM, IPB, Unhas (Indonesia) dan Kochi, Ehime, dan Kagawa (Jepang).


AGENDA

Semarak Pameran Pendidikan International di Thailand Kontributor: Nasir Badu Foto: int.

U

NIVERSITAS Hasanuddin (Unhas) tidak mau ketinggalan dalam menyosialisasikan kampusnya di mata dunia. Baru-baru ini Unhas ikut mengambil bagian dalam pameran pendidikan internasional yang diadakan di Hat Yai, Thailand pada 15 hingga 18 Agustus lalu. Pameran pendidikan ini diselenggarakan oleh Prince of Songkla University, yang merupakan universitas terbesar di Thailand Selatan. Pameran ini juga merupakan pameran terbesar di Selatan Thailand yang diikuti oleh berbagai universitas di Thailand, sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia lainnya. Keterlibatan Universitas Hasanuddin merupakan bagian dari keterlibatan Indonesia di bawah Direktorat Pendidikan Tinggi Indonesia yang

mengkoordinir 21 universitas di Indonesia untuk berpartisipasi dalam event tersebut. Penyelenggaraan Pameran Pendidikan Tinggi Indonesia di luar negeri ini merupakan bagian dari upaya Dirjen Dikti untuk mempromosikan perguruan tinggi Indonesia di luar negeri. Sehingga, kedepannya akan lebih banyak lagi mahasiswa luar negeri yang belajar di Indonesia. Selain itu, melalui rangkaian kegiatan ini, perguruan tinggi Indonesia mendapat kesempatan menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di luar Indonesia. Keterlibatan Universitas Hasanuddin ini merupakan yang kesekian kalinya dan telah menjadi agenda tahunan yang bertujuan untuk memperkenalkan Unhas secara meluas di tingkat global sesuai dengan salah satu visi

universitas untuk menjadi World Class University. Saat ini Universitas Hasanuddin telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 institusi pendidikan yang menyebar di lima benua yakni, Amerika, Asia, Afrika, Eropa dan Australia. Kerja sama yang terjalin berupa kerja sama riset, student mobility, joint degree, dual degree, maupun kerja sama lainnya. Kerja sama-kerja sama tersebut tentu saja meningkatkan performa Universitas Hasanuddin di arena internasional. Tidak hanya dengan institusi pendidikan, Universitas Hasanuddin juga mengembangkan kerja sama dengan organisasi internasional yang consern terhadap dunia pendidikan seperti UNESCO, AMINEF, dan sebagainya.

21


AGENDA

Mahasiswa Teknik Unhas Terima Kuliah Umum Dari Dosen Luar Negeri Reporter: Atika Saidin Foto: Int.

M

ahasiswa Teknik Arsitektur Unhas menerima kuliah umum yang dibawakan oleh Prof. Christoper Silver Ph.D., FAICP dari Universitas Florida USA dan Prof. Dr. Eng. Akira Ohgai. M.Eng. dari Universitas Teknologi Toyohashi Jepang, Kamis (5/9) di Ruang Senat lt.II Rektorat Unhas. Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara ulang tahun Jurusan Teknik Arsitektur yang ke 50. Di hadapan para mahasiswa dan dosen Unhas, Prof. Christoper Silver membawakan materi kuliah mengenai peluang dan tantangan apa saja yang harus dilalui untuk merancang keberlangsungan hidup di masa depan,

22

khususnya mengenai betapa pentingnya untuk mengelola air. “Pengelolaan air sangat penting karena saat ini pertumbuhan kota telah berdampak pada struktur ekologi daerah, terutama saluran air,� ungkapnya. Adapun untuk lebih memperdalam materi kuliahnya, Christoper Silver mengambil contoh kasus bagaimana pengelolaan air di Kota Jakarta. Menurutnya banjir yang melanda Jakarta disebabkan oleh pengelolaan air yang tidak tepat, seperti penggunaan kanal sebagai tempat untuk menampung air. Selain itu, pengelolaan air juga dapat meningkatkan kualitas air bersih

yang sekarang sangat sulit ditemukan di kota-kota besar. Untuk itu dia menawarkan solusi misalnya dengan menampung air hujan dan mengelolanya, kemudian untuk mengatasi banjir dengan mengembalikan fungsi kanal sebagai saluran air. Disamping itu Prof. Akira Ohgai mencoba menggabung antara metode dan teknologi perencanaan untuk mempertahankan keberlangsungan hidup masa depan. Ia memaparkan apa dampak positif dan negatif bagi lingkungan jika kita menerapkan sebuah alternatif tertentu. Jadi ia menekankan pada perencanaan dengan memikirkan efek jangka panjangnya.


AGENDA

Unhas Tuan Rumah Pertama BKGN 2013 Reporter: Atika Saidin Foto: Dok.FKG

U

ntuk keempat kalinya, Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) diadakan tahun ini. Kali ini Unhas mendapat giliran sebagai tuan rumah pertama untuk acara tersebut. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Karebosi tepat pada hari kesehatan Gigi Nasional, Kamis (12/9). Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan siswa beberapa sekolah dasar di Kota Makassar. Dengan tema "Berikan Senyum Sehat Anak Demi Kesuksesan Masa Depan Mereka" Pelaksanaan BKGN ini akan dilakukan di 17 Fakultas Kedokteran gigi di seluruh Indonesia. Di Makassar, kegiatan ini berlangsung hingga tanggal 14 September 2013. Adapun universitas lain yang rencananya akan menjadi tuan rumah yakni Universitas Baiturahman (Padang), Universitas Gajah Mada, (Yogyakarta), Universitas Mahasaraswati, (Bali), Universitas

Muhammadiyah (Yogyakarta), Universitas Soedirman (Purworkerto), Universitas Prof. Dr. Moestopo (B) (Jakarta), Universitas Indonesia (Jakarta), Universitas Islam Sultan Agung (Semarang), Universitas Padjadjaran (Bandung), Universitas Airlangga (Surabaya), Universitas Trisakti (Jakarta), Universitas Jember (Jember), Universitas Sam Ratulangi (Manado), Universitas Sumatera Utara (Medan), Universitas Syah Kuala (Aceh), dan Universitas Hang Tuah (Surabaya). Dalam kegiatan tersebut hadir Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PBPDGI) Drg. Zaura Rini Anggraeni, MDS, serta Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Prof. Dr. H. Eky S. Soeria Soemantri, drg. Sp.Ort (K). Sebagai Tuan Rumah, menyambut kegiatan tersebut hadir Rektor Unhas Prof. Dr. dr. Idrus A.

Paturusi beserta Dekan FKG Prof. dr. Mansjur Nasir, PhD. Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) sendiri merupakan puncak dari seluruh rangkaian acara kegiatan sosial yang dilakukan Pepsodent. Kegiatan ini merupakan kerja sama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) dan PT Unilever Tbk. kegiatan BKGN ingin mengingatkan kepada seluruh orangtua, bahwa setiap anak berhak memiliki senyum dan gigi sehat Kegiatan BKGN ini meliputi edukasi, sikat gigi bersama, pemeriksaan dan perawatan gigi gratis seperti, penambalan gigi sederhana untuk anak dan dewasa, pembersihan karang gigi, pencabutan gigi, dan aplikasi topical fluor. Program BKGN merupakan bukti komitmen secara terus menerus dari brand pasta gigi Pepsodent untuk meningkatkan kesehatan gigi masyarakat Indonesia.

23


AGENDA

Fakultas Kehutanan Semakin Matang di Usia 50 Tahun Reporter: Yohanis Kiding Foto: Humas/AMA

U

niversitas Hasanuddin (Unhas) patut berbangga, karena pada bulan Agustus lalu, salah satu fakultasnya dari empat belas fakultas yang ada berhasil mencapai titik emasnya di usia 50 tahun yakni, Fakultas Kehutanan. Rangkaian acara meriah menghiasi pelataran Fakultas Kehutanan sejak 18 hingga 24 Agustus lalu. Sedikit membahas sejarah, Fakultas Kehutanan mulai berdiri sebagai fakultas sejak 18 Agustus 1963 silam. Mencapai umur lima dekade sungguh tidaklah mudah, butuh konsistensi, kesabaran, dan masih banyak lagi hal positif yang harus dilakukan. Hasilnya

24

lihatlah sekarang. Di acara puncak, hadirin sebagian besar alumni dari Fakultas Kehutanan mulai dari angkatan awal hingga tahun 2000-an. Turut hadir beberapa tokoh masyarakat di antaranya, Prof. Dr. Ir. HM Nurdin Abdullah yang sekarang menjabat sebagai Bupati Bantaeng, Ir. H. Andi Idris Syukur yang sekarang menjabat sebagai Bupati Barru, Drs. H A Harmil Mattotorang yang sekarang menjabat sebagai Wakil Bupati Maros, Prof. Dr. Dadang Ahmad Suriamiharja Wakil Rektor I Unhas, dan pejabatpejabat Dekan se-Unhas. Gold anniversary ini mengambil tema “Wanua Maruddani� yang berarti

kerinduan yang teramat-sangat akan kampung halaman. Menyiratkan sebuah moment yang pas untuk mengungkapkan kerinduan akan semua orang yang pernah berpetualang di dunia rimba Fakultas Kehutanan. Dalam acara tersebut, Nurdin Abdullah selaku ketua panitia mengatakan, “Atas nama seluruh panitia 50 tahun Fakultas Kehutanan, kami mengucapkan terima kasih atas semua alumni-alumni rimbawan yang telah hadir dari seluruh penjuru Indonesia dalam acara yang kita tunggu-tunggu ini. Disini kita tidak mengenal jabatan, karena ini adalah ajang untuk melepas rindu kita akan


AGENDA

sahabat seperjuangan di kampus merah ini,� tutur Nurdin. Dalam kesempatan tersebut, Nurdin juga menyinggung sedikit tentang keprihatinannya akan banyaknya alumni rimbawan (sebutan untuk mahasiswa kehutanan) yang salah penempatan khususnya dalam dunia kerja. "Perayaan 50 tahun Fakultas Kehutanan dirayakan di dua tempat berbeda pada hari yang sama. Setelah acara jalan santai dan pembukaan di Unhas pada pagi hari, acara kedua dilanjutkan di Hutan Pendidikan Bengobengo Maros, sebagai salah satu media praktikum bagi semua mahasiswa kehutanan," tambahnya Tak berbeda dengan di Unhas, acara Sylva Ria tersebut banyak dihiasi dengan hiburan yang sifatnya mengakrabkan satu dengan yang lain. Pada penghujung waktu, ditutup dengan momen Tudang Sipulung dan InSPIRe Unhas Forester for Better Indonesian Forestry. Dekan Fakultas Kehutanan, Prof. Dr. Ir. H. Muh. Restu mengungkapkan rasa bahagianya atas Reuni 50 Tahun Fakultas Kehutanan tersebut. “Saya sangat senang. Reuni 50 tahun ini luar biasa. Hampir semua alumni dari Fakultas Kehutanan datang dari berbagai daerah. Mereka malah mengharapkan kegiatan ini bisa diadakan setiap tahunnya. Di sisi lain tentunya mereka yang telah sukses bisa menjadi motivator bagi anak-anak kami yang masih duduk di bangku kuliah,� tuturnya. Terkait dengan hal tersebut, Muh Restu menambahkan harapannya agar jalinan antara alumni dan mahasiswa baru bisa terus terkoneksi sekaligus sebagai pembentukan karakter rimbawan yang peka akan kepentingan bersama.

LINTAS Sosialisasi Sistem Dinamik dalam Pembuatan Kebijakan Guru Besar Fakultas Teknik Institut Teknologi Surabaya (ITS) Prof. Dr. Ir. Budisantoso Wirjodirdjo M.Eng memberikan Kuliah Umum kepada sivitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas) di Gedung IPTEKS Unhas, Kamis (12/9). Kuliah umum tersebut diadakan oleh Prodi Teknik Industri jurusan Teknik Mesin Universitas Hasanuddin (Unhas). Kegiatan tersebut bertemakan pendekatan sistem dinamik dan peranannya dalam pembuatan kebijakan. Menurut Budisantoso, pada dasarnya sebuah kejadian tidak berdiri sendiri, kejadian itu saling kait-mengkait, dan berhubungan satu dengan lainnya yang merupakan satu rajukan yakni, sebab dan akibat. Kemudian dari rangkaian sebab akibat itu, kita bisa membuat skenario dalam menguji cobakan akibat-akibat yang muncul. "Nah disitulah inti dari pendekatan sistem dinamik ini," terangnya. Sistem dinamik ini menganjurkan kita untuk bekerja lintas disiplin hingga lintas sektoral. Karena untuk bekerja sendiri sangatlah mustahil.

25


AGENDA

Unhas dan Komisi IV DPR-RI Rancang Draft dan Naskah Akademis RUU Perkebunan

Reporter: Yohanis Kiding Foto: Humas/TK

U

niversitas Hasanuddin dan Komisi IV DPR-RI menggelar rapat dalam rangka menjaring pendapat dari sivitas akademika terkait penyusunan draft dan naskah akademis RUU Perkebunan, Kamis (19/09) di ruang Rapat A Gedung Rektorat Unhas. Rapat ini digelar untuk menjaring semua tanggapan khususnya dari guru besar Unhas yang ahli dalam bidang tersebut untuk melihat sejauh mana rancangan Undang-undang ini bisa berjalan dengan efektif dan berimbang. Adapun rapat yang dipimpin oleh Prof. Dr. Dwia Aries Tina, MK, MA ini dihadiri oleh ketua tim dari Komisi IV DPR-RI, Ir. E. Herman Khaeron, M. Si bersama beberapa rekan anggotanya. Sementara dari pihak Unhas menghadirkan beberapa Guru Besar seperti Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, MSC., Prof. Dr. Darmawan Salman, MS., Prof.

26

Dr. Sumbangan Baja, M. Phill., Prof. Dr. Abrar Saleng, SH. MH., Prof. Dr. Mahmud Tang, MA., Prof. Dr. Farida Patittingi, SH. M.Hum., dan Prof. Dr. La Ode Asrul, MP. Komisi IV DPR-RI memandang bahwa menjaring pendapat untuk merancang undang-undang tentang perkebunan memerlukan pihak yang tepat. Untuk itu sivitas akademika dalam hal ini para Guru Besar dirasa sudah memahami betul bagaimana rancangan yang terbaik ditinjau dari sisi antopologi, sosiologi, sisi teknis, hukum, dan lain sebagainya. “Perpaduan dari berbagai program ini tentunya akan menghasilkan RUU tentang perkebunan yang bisa menyokong kehidupan masyarakat, secara khusus untuk mereka yang terlibat pada dunia perkebunan,” tutur Herman Khaeron.

Menyangkut perundang-undangan, UU No. 18 Tahun 2004 adalah undangundang pertama yang mengatur tentang perkebunan dan masih memiliki banyak kelemahan yang tentunya hanya menguntungkan pihak tertentu saja bila tidak direvisi. “Tentunya juga kami akan melihat kondisi lingkungan kita sesuai dengan apa yang kita temui di lapangan. Melalui rapat jaring pendapat ini, semua saran dan kritikan akan ditampung untuk kemudian dibawa ke rapat penyusunan draft dan naskah akademis RUU perkebunan,” tambah Herman. Selain Unhas, dalam menjaring pendapat dari berbagai pihak menyoal RUU tersebut, Tim Komisi IV-DPR RI juga mengunjungi universitas lain seperti Universitas Riau serta Sekolah Tinggi Ilmu Perkebunan Yogyakarta.


AGENDA

Bahas Masalah Nelayan, FIKP dan Puslitbang LP3K Unhas Adakan Sarasehan Reporter: Andi Mentari Fajar Foto: Int.

H

umas Unhas, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (FIKP Unhas) dan Puslitbang LP3K UH mengadakan Tudang Sipulung dengan Tema “Inovasi Baru: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Nelayan Indonesia”, di Jasmine Hall, Hotel Clarion, Senin (23/9). Kegiatan ini merupakan penutup dari keseluruhan rangkaian acara Dies Natalis Unhas yang ke-57. Kepala Puslitbang LP3K Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa mewakili Rektor membuka secara resmi kegiatan ini. Turut hadir peserta dalam acara ini adalah perwakilan kelompok nelayan, LSM Fising and Living, LSM YKL, LSM Mattiro Tasi, Instansi Pemerintah dari Dinas Perikanan dan Kelautan kota Makassar, dan beberapa dosen dari FIKP Unhas. “Tujuan dari tudang sipulung ini

adalah sebagai sarana untuk duduk bersama, bertukar pikiran pikiran untuk mencari solusi permasalahan yang selama ini menyelimuti masyarakat nelayan kita layaknya benang kusut yang saling terkait satu sama lain. Mulai dari aspek sosial, ekonomi, ekologi, sampai pada masalah kelembagaan,” ujar Ketua Panpel, Dr. Nadiarti Nurdin. Diskusi ini berjalan cukup dinamis dan interaktif. Banyak ide dan gagasan yang disampaikan oleh para peserta. Yang dibutuhkan saat ini bagaimana hasil dari diskusi ini mampu diimplementasikan pada masyarakat khususnya nelayan. Ada empat hal yang perlu dilaksanakan agar semuanya dapat berjalan lancar, yang pertama meningkatkan kualitas SDM yang ada melalui pelatihan-pelatihan, perlunya regulasi untuk menjaga kestabilan harga, sarana dan prasanana

pendukung perlu ditingkatkan, serta komitmen dari seluruh stakeholders untuk menjaga dan melestarikan lingkungan SDA. “Selama ini, masyarakat nelayan dikenal sebagai lapisan marginal yang miskin dan identik dengan kemiskinan. Sehingga lewat tudang sipulung ini kita bisa mengangkat derajat nelayan dari level kemiskinan menjadi lebih baik, layaknya nelayan profesional yang ada di luar negeri. Oleh karena itu, kami mengajak beberapa pakar dari beberapa instansi untuk membicarakan dan menemukan titik permasalahan dari semua kekusutan ini,” ujar Nadiarti. Keempat hal ini tentu saja tidak akan tercapai tanpa adanya komunikasi dan kordinasi yang baik dari seluruh stakeholders yang terkait dalam masalah ini.

27


AGENDA

Menwa Pupuk Semangat Bela Negara Melalui Seminar Reporter: Andi Mentari Fajar Foto: Humas/AMA

I

katan Alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) Komisariat Universitas Hasanuddin bekerjasama dengan Komando Resimen Mahasiswa Wolter Monginsidi Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan Seminar Widya Castrena Dharma Siddha dengan tema “Dengan Semangat Bela Negara Kita Mantapkan Cadangan Nasional Pertahanan Negara” di Gedung IPTEKS, Unhas Selasa (24/9). Dalam sambutannya Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Komisariat Universitas Hasanuddin, Dr. M. Iqbal Sultan, M.Si dan Komandan Resimen Mahasiswa Monginsidi Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Andi Karim Beso, M.Si menekankan pentingnya sejarah. “Kita dapat melangkah maju ke depan tapi jangan lupa untuk menoleh ke belakang,” ujar Iqbal. Seminar ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 3 Unhas, Ir. Nasaruddin Salam, MT. “Karakter bangsa ini yang perlu diperkuat dengan perbanyak

28

kegiatan yang menyentuh jiwa kebangsaan pemuda kita,” ujar Nasaruddin. Hadir sebagai pembicara dalam seminar ini, yang pertama adalah Brigjen TNI (Purn.) AD H. Bachtiar yang merupakan mantan kepala staf Hasanuddin, menjabat sebagai Dewan Pembina Legiun Veteran, dan Dewan Pendiri Pepabri. Ia menceritakan bagaimana sejarah yang ia lalui sejak umur 16 tahun. Ia sangat mengapresiasi seminar ini. “Jiwa, raga, dan pengabdian pemuda bangsa ini perlu ditempa melalui ilmu olah keprajuritan,” ujarnya. Pembicara kedua adalah Ketua KUKB (Komite Utang Kehormatan Belanda) Batara R. Hutagalung. Beliau mengatakan ada tiga hal yang perlu kita perjuangkan. Pertama, mempertahankan kedaulatan bangsa. Kedua, membela martabat bangsa, dan yang ketiga memperjuangkan keadilan korban tahun 1945-1950an. Beliau

mengatakan bahwa kita sebagai generasi penerus bangsa harus mengingat dan mengetahui sejarah proklamasi kemerdekaan negara kita. Yang ketiga adalah Ketua Dewan Penasihat KUKB Laksamana Pertama TNI (Purn.) AL Mulyo Wibisono. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Satgas Intel. dan yang terakhir adalah Letkol TNI AD Bambang Irawan dengan materi Peran Strategis Pemuda dalam Menjaga Integritas Bangsa dan Keutuhan NKRI. Keseluruhan inti materi dalam seminar ini berusaha untuk membangkitakan semangat bela negara kita sebagai penerus bangsa. Resimen Mahasiswa hadir sebagai wadah untuk menjaga semangat tersebut. Mungkin saja wajib militer yang ada di beberapa negara lain bisa juga diterapkan di negara ini sebagai langkah untuk memupuk dan meningkatkan semangat bela negara kita.


AGENDA

Unhas - Golkar Adakan Dialog Visi Negara Kesejahteraan 2045 Reporter: Andi Mentari Fajar Foto: Humas/AMA

U

niversitas Hasanuddin (Unhas) menyambut kedatangan Ketua Umum DPP Partai Golkar (Golongan Karya), Ir. H. Aburizal Bakrie beserta rombongan dalam rangka Dialog Visi Negara Kesejahteraan 2045, bertempat di Ruang Senat lantai 2, Gedung Rektorat Unhas, Senin (30/9). Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Unhas dan DPP Partai Golkar. Kegiatan ini dihadiri pula oleh para ahli Unhas dari berbagai disiplin ilmu. Turut pula hadir dari rombongan Golkar yakni Fadel Muhammad dan Theo L. Sambuaga, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Ketua

DPRD Prov. Sulsel Muhammad Roem. Dialog ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi lalu dilanjutkan dengan keynote speech dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bapak Aburizal Bakrie. Acara ini merupakan rangkaian dari dialog yang diadakan oleh partai Golkar di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Unhas menjadi perguruan tinggi ketujuh dan sebagai penutup setelah sebelumnya diadakan di Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, Universitas Mulawarman, dan

Universitas Gadjah Mada. “Ide, gagasan, serta saran dari para pakar se-Indonesia ini nantinya akan dikompilasikan, diramu dan dijadikan sebagai grand design yang nantinya akan digunakan sebagai Visi Calon Presiden RI 2014-2019 dari partai Golkar bila terpilih nantinya. Apabila tidak, kami akan menjadikannya sebagai pedoman dan pegangan bagi Presiden terpilih guna penyelenggaraan pembangunan nasional�, ujar Aburizal Bakrie.

29


AGENDA

Unhas Adakan Seminar Neurosains Reporter: Fheny Anggriyani Foto: Int.

U

niversitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Sulsel, Kopertis Wilayah IX Sulsel sukses menyelenggarakan Seminar Neurosains Optimalisasi Otak di Baruga AP. Pettarani Unhas, Minggu (22/9). Seminar Neurosains secara resmi dibuka oleh Ketua MPR RI Irjen Pol (Pur) Drs. Sidarto Danusubroto, SH. Selain membuka seminar, Ketua MPR RI juga memberikan orasi kebangsaan "Dari Otak Sehat Membangun Karakter Bangsa Menuju Peradaban Bangsa yang Unggul". Seminar neurosains

30

merupakan kali pertama diadakan di Makassar dengan menghadirkan pembicara berskala nasional dari berbagai bidang ilmu seperti kedokteran, psikolog, pendidikan, musisi, budayawan, ilmu Tai Chi, termasuk dari ahli koreografer. Peserta seminar tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan mahasiswa dan akademika saja tapi juga untuk pelajar termasuk masyarakat umum. Seminar ini terbagi menjadi 4 (empat) sesi presentasi. Diantaranya membahas masalah Pembangunan

Otak dan Daya Saing Bangsa, Otak dan Spiritualitas Manusia, Otak Seni dan Kreativitas, serta Menciptakan Otak Unggul Melalui Nutrisi dan Stimulasi Otak. Ketua Pelaksana Dr. Muhammad Akbar mengungkapkan bahwa semakin banyaknya tindak kejahatan yang terjadi seperti korupsi dipengaruhi oleh proses otak yang keliru. "Diharapkan dengan dilaksanakannya seminar ini, kami mencoba memberikan pemahaman agar tercipta pemikiran yang lebih positif," ungkap Dr. Muhammad Akbar.


MITRA


MITRA

Unhas dan PT Len Jalin Kerja Sama Reporter: Fadly Ali Foto: Humas/MFA

P

T LEN Industri (Persero) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) menandatangani nota kesepahaman di bidang pendidikan dan penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM), di Ruang Rapat A Rektorat Unhas, Jumat (9/6). Turut hadir, PreGiden PT LEN Industri Persero Abraham Mose, Wakil Rektor (WR) IV Unhas Prof Dwia Aries Tina, MA., Wakil Dekan (WD) I Fakultas Teknik Prof. Dr. Ir. Muh. Ramli Rahim, M.Eng., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhas Prof. Dr. Ir. Sudirman M.Pi, beserta beberapa direktur dari anak perusahaan PT LEN Industri. Dalam sambutanya, Prof Dwia mengatakan PT LEN saat ini sangatlah maju pesat. Lihat saja di dunia Broadcasting pemancar televisi dan radio yang telah terpasang di berbagai wilayah di Indonesia. Jaringan infrastruktur telekomunikasi yang telah

32

dikenal, baik di kota besar maupun daerah terpencil. "Saya mewakili Rektor Unhas, sangat welcome dengan kerja sama ini. Apalagi SDM kita saya rasa berkompeten dan mampu bersaing. Satu harapan kami kiranya di Sulsel ini pembangunan jalur kereta api Makassar-Pare-pare dapat di percepat. Hal ini sangat membantu, terutama dalam menambah income, mindset, dan budaya yang tepat waktu," ungkap Prof Dwia. PT LEN memang dikenal sebagai produsen elektronika untuk pertahanan, baik darat, laut, maupun udara, sistem persinyalan kereta api di berbagai jalur kereta api di Pulau Jawa dan Sumatera, serta sistem elektronika daya untuk kereta api listrik, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Abraham mengaku peran akademisi sangatlah penting dalam membantu perusahaan ini menciptakan kreasi dan inovasi baru.

"ABG (Akademisi, Bisnis, Goverment, red) sangatlah penting saat ini. Ketiganya tidak bisa dipisahkan. Saya pribadi bertemu dengan Menteri Perhubungan dan menghadap ke Dirjen Perkeretaapian untuk memberitahukan keinginan kami bekerja sama dengan Unhas. Mereka sangat mendukung dan berpesan tolong percepatan pembebasan lahan itu dilakukan," beber alumni FT Unhas ini. Ia pun berpikir kerja sama dengan Unhas menjadi awal, sebelum mendesain segala hal dalam pembangunan real estate di Sulsel, khususnya disepanjang Makassar sampai Pare-pare. "Kami tidak mau memulai desain dan survey real estate ini tanpa bekerjasama dengan Unhas. Keinginan kita bukan saja di dunia perkeretaapian saja, tapi juga di bidang pertahanan," tutupnya.


MITRA

Perguruan Tinggi se-Indonesia Siap Menangkap Peluang Komunitas ASEAN 2015

W

akil Rektor Bidang Kerja Sama dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri se Indonesia, termasuk beberapa utusan Wakil Rektor dari Politeknik Negeri hadiri Workshop bertema ‘Membangun Kerja Sama Menghadapi Komunitas ASEAN 2015’ di Yogyakarta, 24-25 September 2013. Kegiatan tersebut diadakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi, Kemendikbud bekerjasama dengan Forum Wakil Rektor Bidang Kerja sama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu, selaku ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kerja sama periode 2012-2014 yang membuka acara ini menyatakan bahwa forum ini mengangkat tema Komunitas ASEAN 2015 dalam rangka mengidentifikasi peluang yang bisa dikembangkan di sektor pendidikan tinggi Indonesia setelah menjadi bagian dari Komunitas ASEAN.

“Sebagai komunitas bersama ASEAN, jangan sampai Institusi Pendidikan Tinggi (PT) Indonesia hanya sebagai penonton karena berbagai PT se-ASEAN dapat leluasa membuka cabangnya di Negara Asean. Para mahasiswa nantinya tentu bebas memilih memasuki perguruan tinggi internasional dengan biaya yang lebih murah karena lebih dekat keberadaannya. Oleh karena itu, sejak awal harus dibangun pola partnership yang strategis dengan PT se-ASEAN, misalnya membangun penjaminan mutu yang sama se-PT Asean” tuturnya. Sebagai Keynote Speaker adalah I Gusti Agung Wesaka Puja, Dirjen Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri. Ia menyampaikan bahwa Institusi Pendidikan Tinggi bisa menjadi soft power untuk terciptanya integrasi Negara-negara ASEAN dan terwujudnya Visi Misi ASEAN

Community melalui kerja sama pendidikan dan riset. Indonesia diprediksi pada tahun 2020 akan masuk dalam 7 (tujuh) negara penopang ekonomi dunia, dimana sektor pendidikan sebagai salah satu pendukung. Forum wakil Rektor Bidang Kerja sama PT negeri se-Indonesia telah merumuskan Panduan Program Pertukaran Mahasiswa Se-Nusantara (PERMATA), yang pada workshop ini dibahas untuk implementasinya. Menurut Dwia, workshop ini sangat bermanfaat bagi pengembangan strategi kerjasama internasional, khususnya dalam pengembangan konsorsium. Selain itu juga telah dirumuskan beberapa rencana aksi untuk mengatasai persoalan lemahnya kerja sama PT dengan sektor industri, dan pengembangan jurnal internasional.

33


MITRA

Unhas dan Lintasarta Kembangkan Laboratorium IT

U

niversitas Hasanuddin lewat Fakultas Teknik Elektro menjalin kerja sama dengan Aplikanusa Lintasarta dalam program pengembangan laboratorium teknologi informasi. Laboratorium ini nantinya diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Unhas di bidang informasi, komunikasi, dan teknologi. Kerja sama ini terjalin dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Ruang Rapat A, Gedung Rektorat Unhas, Jumat (27/9). Hadir dalam acara tersebut WR III Ir. Nasaruddin Salam, MT., WR IV Prof. Dwia Aries Tina, President Director lintasarta Samsriyono Nugroho, Dekan Fakultas Teknik Universitas brawijaya

34

Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS., Wakil Dekan III Universitas Udayana Ir. Gusti Ngr. Janardana, M. Erg., Dekan Fakultas Teknik Unhas Ir. Wahyu H. Piarah, MS. ME., Kepala Balai Monitoring Spectrum Frekuensi Radio kelas II Makassar Ir. Zainuddin Kalla, M.Si., dan mahasiswa Unhas. Kerja sama ini mengedepankan perguruan tinggi dari kawasan Indonesia Timur. Ada beberapa perguruan tinggi yang turut serta dalam kerja sama dalam pengembangan laboratorium teknologi informasi, diantaranya: Universitas Brawijaya, Universitas Udayana, dan Universitas Hasanuddin sendiri.

“

Laboratorium adalah media untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang informasi, komunikasi, dan teknologi

�


PENDIDIKAN


PENDIDIKAN

Abraham Samad Ajak Maba Unhas 2013 Jauhi Korupsi Reporter: Ayu Adriani / A. Moh. Mentarifajar Foto: Humas/AMA

36


PENDIDIKAN

S

udah bukan hal yang tabu lagi mendengar kata korupsi di negeri ini. Indonesia termasuk dalam jajaran negara terkorup di Asia Tenggara. Kasus korupsi seakan tak pernah lepas dari negeri ini. Mental dan karakter para pemimpin negeri sudah sangat memprihatinkan. Proses pemberantasan korupsi pun terkesan lamban. Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Kawasan Timur Indonesia tentu saja turut serta dalam pencegahan kasus korupsi di negeri ini khususnya di Sulsel. Unhas tidak pernah kehabisan amunisi untuk menggembleng karakter para Mabanya (Mahasiswa Baru). Terbukti dengan mendatangkan Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Abraham Samad sebagai salah seorang pemateri dalam BCSS (Basic Character Study Skills), Sabtu (24/8). Kehadirannya tentu saja diharapkan mampu memberi motivasi dan pemahaman serta menanamkan nilai-nilai positif dan membangun karakter tiap-tiap Maba. Di hari pertama, BCSS ini dilaksanakan di tingkat Universitas bertempat di Baruga Andi Pangeran Pettarani Unhas dan diikuti oleh seluruh Maba Unhas tahun 2013. BCSS sendiri merupakan persyaratan untuk mendapatkan nilai ko-kurikuler dan nantinya akan diselenggarakan selama lima hari setiap hari Sabtu, hingga tanggal 21 September. Serangkaian materi yang dibawakan oleh pihak perguruan tinggi adalah From Teaching to Learning, Frame Work BCSS, dan Perangkat Belajar pada Tubuh Manusia dan Upaya Pemeliharaannya. Kegiatan ini pun dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi 2013 dengan tema “Mahasiswa Baru Unhas bersama BPKP memerangi Korupsi”. Kegiatan ini

Mahasiswa menyontek ataupun skripsinya dibuatkan, artinya telah melakukan perbuatan yang korup

terselenggara atas kerja sama antara Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan dan Universitas Hasanuddin. “Mahasiswa yang menyontek, yang skripsinya dibuatkan itu telah melakukan perbuatan yang korup,” ungkap Abraham Samad di sela-sela materi yang dibawakannya. Ia menekankan kepada para maba sebagai generasi muda untuk tetap down to earth dengan hidup sederhana, karena kesedehanaan dapat menjauhkan diri dari perbuatanperbuatan korup. Korupsi terjadi di negeri ini dikarenakan pemimpinnya yang tidak mampu menjadi suri teladan kepada rakyatnya tentang bagaimana hidup sederhana. Kerja sama Unhas dengan KPK dan BPKP sendiri telah berlangsung sejak lama. “Iya, Unhas dengan KPK dan BPKP telah melakukan kerja sama sejak tahun 2006. Mereka ini kan Maba, dan kesan pertama harus diberikan motivasi agar karakternya bisa terbangun,” Ungkap Nasaruddin Salam selaku Wakil Rektor III Unhas.

37


PENDIDIKAN

Menteri Lingkungan Hidup Beri Kuliah Umum di Unhas Reporter: A. Moh. Mentarifajar Foto: Int.


PENDIDIKAN

M

enteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA memberi Kuliah Umum dalam rangka memperingati hari Wanua Maruddani 50 tahun pendidikan Kehutanan Universitas Hasanuddin, yang bertempat di Aula Fakultas Kehutanan, Jumat (30/8). Selain kuliah umum, ada juga wisuda pendidikan lingkungan usia remaja bagi siswa SMPN 7 Bengobengo. Hadir pula, Deputi VI Kementerian Lingkungan Hidup, Wakil Rektor IV Unhas, dan Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup. Tema yang dibawakan oleh Balthasar yakni "Enviromental Education for Youth Part One”. Beliau sangat mengapresiasi seluruh peserta yang hadir pada acara tersebut. “Kita semua yang berada di tempat ini memiliki komitmen besar dalam menyelamatkan lingkungan di negeri ini”, ujarnya. Dalam Kuliah Umumnya, Balthasar Kambuaya banyak

menjelaskan beberapa temuan yang didapatkan oleh kementerian lingkungan hidup selama ini. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memelihara lingkungan mengakibatkan kerusakan yang sangat mengkhawatirkan bagi generasi ke depan. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melansir tingkat kerusakan lingkungan di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. Kerusakan itu bahkan sudah mencapai 40–50 persen dari luas wilayah Indonesia sekitar 190 juta hektar. Dari data KLH pada 20092010, jika indeks dihitung menurut kepulauan (pulau-pulau besar), Pulau Sulawesi mempunyai nilai indeks tertinggi dan Pulau Jawa terendah. Pulau Jawa, IKLH pada 2010 mencapai 59,82 persen, pada 2009 mencapai 54,41 persen sementara Pulau Sulawesi IKLH pada 2010 77,21 persen, dan pada 2009 75,40 persen. "Sekarang ini terjadi kebakaran di

beberapa hutan di Riau, Kalimantan, dan beberapa daerah lainya. Puji syukur semua masalah itu telah ditanggulangi. Sekarang, masyarakat harus bekerjasama dalam menjaga lingkungan. Bukan hanya pemerintah saja, melainkan pebisnis dan masyarakat harus ambil bagian di dalamnya," serunya. Prof. Dr. Dwia Aries Tina mewakili Rektor Unhas mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada menteri atas kehadirinnya untuk berbagi pengetahuan dengan mahasiswa Unhas. “Terima kasih kepada menteri beserta rombongan atas kerja sama yang dilakukan selama ini. Semoga hal ini memberi kebaikan, dan hal positif bagi kita semua ke depannya," jelas Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin.

Tahun 2010

77,21%

Tahun 2010

59,82%

Tahun 2009

75,40%

Tahun 2009

54,41%

39


PENDIDIKAN

Seminar Silvikultur Reporter: A. Moh. Mentarifajar Foto: Humas/AMA

H

utan mempunyai peranan penting baik sebagai sumber daya yang dapat menyediakan sumber penghidupan maupun sebagai penyangga kehidupan. Oleh karena itu hutan merupakan global commons yang keberadaannya harus dipertahankan. Perubahan global tersebut menyadarkan kita bahwa perlunya perubahan pandangan dan tindakan ke arah yang lebih baik. Rehabilitasi, restorasi dan konservasi hutan merupakan kata kunci dalam upaya penyelamatan hutan

40

Indonesia saat ini. Khususnya bila dihubungkan dengan upaya mengurangi emisi karbondioksida menghadapi isu pemanasan global (global warming), penurunan keanekaragaman hayati dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Untuk mewujudkan keberhasilan pelestarian hutan, maka aspek silvikultur merupakan komponen yang sangat menentukan. Berbagai kegiatan silvikultur telah dilakukan selama ini, baik dalam bentuk penelitian oleh

perguruan tinggi dan lembaga Penelitian Kehutanan, maupun penerapannya melalui instansi kehutanan atau stakeholders tekait lainnya. Namun laju kerusakan hutan dan lahan melebihi kemampuan upaya rehabilitasi selama ini sehingga diperlukan solusi untuk mengimbanginya, sekaligus untuk dapat menjawab tantangan pembangunan dan pengembangan kehutanan masa depan.


PENDIDIKAN

Atas dasar tersebut Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin menggelar Seminar Nasional Silvikultur I dalam rangka memperingati hari Wanua Maruddani 50 tahun pendidikan kehutanan Universitas Hasanuddin pada Tanggal 29-30 Agustus 2013. Seminar Nasional ini diikuti oleh para Silvikulturis dari berbagai institusi di berbagai pelosok Indonesia. Hadir sebagai pembicara dalam seminar ini, Prof. Baharuddin Nurkin (Unhas), Prof. Moh. Naiem (UGM), Prof. Andri Indrawan (IPB) dan Prof. Abu Bakar M. Lahjie (Unlam). Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan paralel season yang dibagi dalam 5 komisi, dimana para peneliti dari berbagai institusi memaparkan hasil penelitiannya. Melalui seminar ini diseminasi hasilhasil temuan terbaru diharapkan dapat memberikan informasi berguna yang dapat dimanfaatkan secara luas baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan di bidang silvikultur maupun dalam aplikasinya di lapangan secara luas. Dari pemaparan para peneliti tersebut, diseminasi hasil-hasil temuan terbaru diharapkan dapat memberikan informasi berguna yang dapat dimanfaatkan secara luas baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan di bidang silvikultur maupun dalam aplikasinya di lapangan secara luas. Selain itu, pada seminar ini juga telah dibentuk "Masyarakat Silvikultur Indonesia" yang menetapkan Prof. Dr. Muh. Restu yang juga adalah Dekan Fakultas Kehutanan Unhas sebagai ketua periode 2013-2016. Seminar Nasional Silvikultur II dan III juga telah ditetapkan akan berlangsung di Yogjakarta tahun 2014 dan Bogor pada tahun 2015.

LINTAS Jurusan Sastra Indonesia FIB Tuntaskan Revisi Kurikulum Memanfaatkan Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas menuntaskan dua kegiatan akademik fenomenal. Pertama, Lokakarya Penyusunan dan Pemutakhiran Kurikulum dilaksanakan di Kota Dingin Malino, 13 - 15 September 2013. Kedua, Lokakarya Penyusunan GBRP yang dilaksanakan di ruang pertemuan Lembaga Kajian Pendidikan dan Pengajaran (LKPP) Unhas 21-22 September 2013. Pada lokakarya pertama, peserta yang berjumlah sekitar 20 orang, terdiri atas para dosen, alumni, dan unsur Balai Bahasa Makassar, berhasil menyusun kembali visi, misi, tujuan, kompetensi lulusan, sasaran, dan kurikulum Jurusan Sastra Indonesia FIB Unhas. Hasil lokakarya hari pertama itu, kemudian diaplikasikan pada aktivitas latihan mengunggah mata kuliah ke dalam fasilitas Learning Management System (LMS) yang dipandu M.Hasbi. Dengan pelaksanaan dua lokakarya ini, Jurusan Sastra Indonesia diharapkan dapat naik peringkat dari akreditasi B ke A pada masa mendatang.

41


57

THE RED CAMPUS


FASILITAS


FASILITAS

Bina Usaha Dharma Wanita Persatuan Unhas

Reporter: Janisa Pascawati Foto: Humas/JP

“ D

Kantor dan Gedung Bina Usaha Dharma Wanita Persatuan Unhas (DWP) Unhas yang terletak di Kampus Unhas Tamalanrea ex. Kantor BNI berdiri sejak 26 April 2013. Peresmiannya sendiri dirangkaikan dengan peringatan hari Kartini kala itu.

harma Wanita Persatuan Unhas (DWP) Unhas adalah organisasi istri PNS di Unhas. DWP memiliki berbagai program kerja. Salah satu program barunya yaitu Program Bina Usaha. Bina Usaha Dharma Wanita Unhas adalah program yang dicanangkan oleh ibu-ibu DWP Unhas. Bina Usaha tersebut menjadi tempat untuk menampung dan mempromosikan segala hasil-hasil usaha dari fakultasfakultas yang ada di Unhas. Ketua DWP Unhas Dra Hj Rushanty Idrus A Paturusi

mengatakan bahwa program bina usaha bukanlah program yang mudah. “Tidak semua DWP memiliki Bina Usaha karena itu tidak mudah,”katanya. Adapun produk-produk yang ditempatkan di Gedung Bina Usaha DWP Unhas yakni, Roti buatan Unhas, Cokelat hasil produksi Teaching Industry, susu, produk kecantikan hasil fakultas Farmasi, hingga Sayursayuran. Bukan hanya menjual hasil Usaha fakultas, Bina Usaha DWP Unhas juga menjual produk-produk yang dimiliki oleh anggota DWP. Selain

itu, Gedung Bina Usaha juga difungsikan sebagai kantin yang dibuka untuk umum. DWP Unhas sendiri sudah ada sejak pemerintahan Istri Prof. Dr. Ir. Radi A. Gany dengan nama DWP. Sempat mengalami perubahan nama menjadi Perkumpulan Istri Rektor Unhas namun kembali menjadi DWP saat Megawati Soekarnoputri menjabat presiden. Adapun program-program kerja DWP Unhas selain Bina Usaha yaitu, Bina Desa di Pate’ne yang dikunjungi setiap 3 bulan sekali dengan kegiatan

45


FASILITAS

pembinaan seperti membuat abon rajungan, kreativitas daur ulang, fish nugget serta makanan hasil laut. “Selain Bina Usaha dan Bina Desa, program DWP Unhas juga mengikuti Program DWP pusat dalam bidang ekonomi, sosial dan pendidikan,� tutur Rushanty. Kegiatan Bidang Pendidikan diarahkan pada upaya peningkatan taraf pendidikan para anggota Dharma Wanita Persatuan. Kegiatan Bidang Ekonomi diarahkan pada upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana bagi organisasi. Sedangkan Kegiatan Sosial Budaya diarahkan pada upaya mewujudkan kepedulian sosial terhadap anggota, masyarakat dan lingkungan seperti merayakan hari-hari raya keagamaan.

46

Visi Menjadi organisasi isteri Pegawai Negeri Sipil yang kukuh, bersatu dan mandiri Misi Menyejahterakan anggota melalui bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya secara demokratis


RISET


RISET

Ketahanan Pangan dalam Perspektif Personian ---

Prof. Dr. Ir. Sitti Bulkis, MS

48

D

i Indonesia ada kecenderungan produksi pangan (padi dan jagung), menurun sebagaimana terjadi pada tahun 2011 dibanding tahun 2010 (Padi 1,85%, Jagung: 3,95%) (BPS 2012). Faktor lain adalah pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Proyeksi PBB menyebutkan populasi penduduk dunia di tahun 2050 mencapai lebih dari 9 milyar jiwa, memerlukan tambahan pangan sebesar 70%. Kelangkaan pangan di masa datang akan mengakibatkan beberapa hal seperti kerusakan lingkungan, konversi lahan, tingginya bahan bakar fosil, pemanasan iklim dan lain-lain. Hal ini mendorong negara produsen pangan untuk mengamankan produksi dan bahkan melakukan impor pangan jika diperlukan untuk mengamankan persediaannya (stock). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan

menjelaskan bahwa pemerintah bersama masyarakat bertanggung jawab untuk mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan. Untuk merealisasikan hal tersebut pemerintah dan masyarakat bekerjasama dalam: (1). Pelaksanaan produksi, distribusi, perdagangan, dan konsumsi pangan; (2). Penyelenggaraan cadangan pangan masyarakat; (3). Pencegahan dan penanggulangan rawan pangan dan gizi; (4). Penyampaian informasi dan pengetahuan pangan dan gizi; (5). Pengawasan kelancaran penyelenggaraan ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, penganekaragaman pangan, dan keamanan pangan; dan/atau (6). Peningkatan kemandirian pangan rumah tangga.


RISET

KETAHANAN PANGAN “KEKINIAN” & TANTANGANNYA Ada tiga persoalan fundamental berkaitan dengan pangan yaitu ketersediaan (availability) pangan, akses (accessibility) terhadap pangan dan distribusi (distribution) pangan. Pangan merupakan komoditas strategis, karena menjadi kebutuhan dasar manusia. Pangan tidak saja penting secara strategis dan ekonomi, tetapi juga dari segi pertahanan dan keamanan, sosial dan politik. Pengalaman menunjukkan bahwa ketahanan dan ketenteraman suatu negara amat ditentukan oleh ketersediaan pangan. Kebutuhan manusia akan pangan adalah hal yang sangat mendasar, sebab konsumsi pangan merupakan salah satu syarat utama penunjang kehidupan. Kini, pangan ditetapkan sebagai bagian dari hak asasi manusia yang penyelenggaraannya wajib dijamin oleh negara. Ketahanan pangan mulai dari tingkat rumah tangga, komunitas, regional dan nasional, merupakan suatu sistem yang terdiri atas: (a). Subsistem Ketersediaan Pangan, (b). Subsistem Distribusi, (c). Subsistem Konsumsi. Jika suatu sistem tidak berfungsi di antara subsistem tersebut, maka ketahanan pangan sulit tercapai. Untuk itu penanganan ketahanan pangan harus dilakukan secara simultan pada subsistem ketersediaan, aksesibilitas (distribusi) dan konsumsi pangan.

Ada tiga persoalan fundamental berkaitan dengan pangan yaitu: ketersediaan pangan (availability), akses terhadap pangan (accessibility) dan distribusi pangan (distribution)

SEKILAS TENTANG TEORI PARSONS Menurut Parson, sistem sosial itu adalah tindakan sosial yang diatur dan cenderung mempertahankan keseimbangan. Keterikatan atau keseimbangan masyarakat menunjuk pada suatu keadaan dimana individuindividu mampu mengadaptasikan perilaku organismenya terhadap pencapaian tujuan menurut pola-pola tingkah laku integrasi. Hal ini dimungkinkan karena sebagai sistem sosial terdiri atas empat subsistem, yaitu: (1). Subsistem Kebudayaan (culture); (2). Subsistem Sosial (Social); (3). Subsistem Kepribadian (personality); dan (4). Subsistem Perilaku Organisme (behavior).

PENGEMBANGAN KETAHANAN PANGAN DALAM ACUAN SISTEM PERSONIAN Dalam mengonsumsi pangan, nilai atau motivasi yang melatarbelakangi manusia dalam memilih makanan agar dapat bekerja dan sehat, sementara itu ‘sikap’ pada diri seseorang dipengaruhi oleh ‘nilai-nilai kepercayaan’ dan ‘kebutuhan-kebutuhannya’. Semua unsur tersebut pada gilirannya bermuara pada perilaku seseorang terhadap makanannya. Dalam hubungannya dengan ketahanan pangan rumah tangga, subsistem perilaku organisme dengan fungsi adaptasinya mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga, karena sistem ekonomi berpengaruh terhadap

49


RISET ketahanan pangan rumah tangga. Sistem ekonomi berhubungan dengan sistem produksi, tingkat pendapatan, tingkat harga pangan, selera dan lain sebagainya. Berdasarkan pada pengembangan ketahanan pangan dengan penerapan kerangka teori sistem sosial tersebut, secara konkret pengembangan ketahanan pangan (ketersediaan pangan, akses pangan dan konsumsi pangan) yang bertumpu pada kemandirian dan kedaulatan dapat dilakukan melalui: (1). Pengembangan ketahanan pangan dan gizi berdasarkan potensi pangan lokal; (2). Penguatan kelembagaan dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya berdasarkan kespesifikan dan keunikan masing-masing wilayah; (3). Kebijakan distribusi pangan yang adil pada seluruh wilayah sampai pada tingkat rumah tangga; (4). Pengembangan dan pembangunan infrastruktur pertanian. Untuk itu, semua pemangku kepentingan harus serius bekerjasama, sistematik dan fundamental. (AF)

“

Sistem ekonomi berhubungan dengan sistem produksi, tingkat pendapatan, tingkat harga pangan, selera dan lain sebagainya

� DATA DIRI Nama Lengkap Tempat/Tgl. Lahir NIP Pangkat/Golongan Jabatan Akademik

Keluarga Nama Suami Nama Anak

Alamat Rumah Email

50

: Prof. Dr. Ir. Sitti Bulkis, MS : Camba-Maros/29 Agustus 1961 : 19610829 198601 2 001 : Pembina Utama/IVc : Staf Pengajar pada Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Fak. Pertanian UNHAS. : Ir. H. Osman Nagga :1. MuhammadArief Rahman, ST 2. Muhammad Ardiansyah, SE 3. Shafira Ridha Khaerati 4. Muhammad Ridha Aslam : Perum. Dosen Unhas Tamalanrea Blok R21 : bulkisd@yahoo.com; Ukisdaud29@gmail.com


RISET

Peranan Fisiologi Hewan Air dalam Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya --Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusri Karim, M.Si.

S

umber daya perairan Indonesia, terutama yang menyangkut penyediaan bahan pangan dalam bidang perikanan, memiliki potensi besar dalam menunjang pembangunan dan kemandirian bangsa. Potensi sumber daya perairan Indonesia yang besar membuat bidang perikanan menjadi salah satu aspek yang diprioritaskan bagi pembangunan nasional Indonesia. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia yang mengatur bidang perikanan menyebutkan bahwa dalam usaha mencapai tujuan pembangunan nasional berdasarkan wawasan nusantara, bidang perikanan harus mampu ikut serta mewujudkan kekuatan ekonomi sebagai upaya meningkatkan ketahanan nasional. Peran serta dan sumbangan bidang perikanan dalam proses pembangunan nasional misalnya: (1). Menambah devisa negara melalui kegiatan ekspor

hasil perikanan; (2). Meningkatkan gizi masyarakat; (3). Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. POTENSI BUDAYA DAN PERMASALAHAN Meningkatnya permintaan konsumen akan hasil perikanan baik dalam maupun luar negeri membawa konsekuensi pada tuntutan pemenuhannya. Prospek pengembangan perikanan budidaya di Indonesia cukup cerah karena didukung oleh ketersediaan lahan, keanekaragaman hayati (biodiversity), kondisi fisiografi, dan sumber daya manusia. Dari segi ekspor, udang masih merupakan komoditas perikanan andalan non migas. Namun akibat serangan penyakit dan semakin kompleksnya permasalahan yang muncul dalam budidaya udang menyebabkan terjadinya penurunan

51


RISET

produksi, yang konsekuensinya mengakibatkan banyak lahan (tambak udang) yang sudah tidak dikelola (non produktif). Jika dibandingkan dengan negara-negara yang dianggap sebagai pelopor usaha marikultur seperti Jepang dan beberapa negara di Eropa seperti Norwegia, Inggris, maka Indonesia berada di bawah negara-negara tersebut dalam usaha ini. Sehingga dapat diambil pelajaran bahwa keberhasilan usaha budidaya dan pembenihan yang lebih kompetitif hanya dimungkinkan melalui perbaikan nutrisi, optimalisasi lingkungan, pengembangan aspek zootenik, diagnosis, dan pengendalian penyakit. FISIOLOGI HEWAN AIR Fisiologi hewan air merupakan salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari fungsi, mekanisme, dan cara kerja dari organ, jaringan dan selsel dalam tubuh suatu organisme perairan. Studi fisiologi menggunakan dua pandangan filosofi yakni mekanistik dan vitalistik. Filosofi mekanistik berpandangan bahwa semua fenomena kehidupan dapat diterangkan menurut hukum-hukum fisika-kimia. Sementara itu filosofi vitalistik berpandangan bahwa kehidupan adalah nyawa atau kekuatan vital, dan bahwa keberadaan tubuh suatu organisme adalah untuk melalui nyawa tersebut. Selain itu, banyak ilmuan yang menjelaskan proses kehidupan organisme secara kimia. Fenomena yang menarik adalah sering terjadi perbedaan pandangan antara pakar kimia dan fisiologi terhadap pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan fenomena vital pada tubuh hewan.

52

“

Meningkatnya permintaan konsumen akan hasil perikanan, dalam maupun luar negeri membawa konsekuensi pada tuntutan pemenuhannya

� Kajian fisiologi hewan air memerlukan pengetahuan mengenai lingkungan internal, cairan tubuh, homeostatis, regulasi, dan adaptasi organisme. Dalam banyak hal, fisiologi hewan air merupakan dasar dari ilmu perikanan. PERAN FISIOLOGI DALAM PERIKANAN BUDIDAYA Budidaya perairan merupakan upaya untuk memelihara atau memproduksi organisme melalui perairan melalui penerapan teknik domestikasi (membuat kondisi lingkungan yang mirip dengan habitat asli organisme yang dibudidayakan), penumbuhan hingga pengelolaan usaha yang berorientasi ekonomi.


RISET

Fisiologi hewan air merupakan pengetahuan dasar untuk memahami proses-proses atau mekanisme pengaturan tubuh organisme perairan. Proses-proses tersebut meliputi osmoregulasi, pencernaan dan penyerapan makanan, metabolisme, penggunaan energi untuk berbagai aktifitas, pertumbuhan, molting pada krustase (udang dan kepiting) dan lainlain agar organisme dapat hidup dan berkembang biak melalui optimalisasi fungsi-fungsi dalam tubuh. PERAN FISIOLOGI DALAM PEMBENIHAN Kegiatan pembenihan merupakan faktor penting dalam keberlanjutan kegiatan budidaya, sehingga pembenihan menjadi salah satu faktor penentu dalam keberhasilan kegiatan budidaya. Dengan memproduksi benih secara massal dan berkualitas maka kegiatan budidaya bisa berlangsung secara berkesinambungan. Fisiologi juga berperan dalam memproduksi benih yang bermutu baik. Sampai saat ini pengembangan dan perbaikan metode pembenihan untuk menghasilkan benih unggul dalam budidaya melalui pendekatan fisiologi masih terus dilakukan.

BELAJAR DARI PENGALAMAN PEMBENIHAN KEPITING BAKAU Permintaan kepiting yang cenderung meningkat setiap tahunnya baik berasal dari dalam negeri maupun pasaran luar negeri. Guna memenuhi kebutuhan konsumen akan kepiting bakau diperlukan upaya pengembangan melalui budidaya secara intensif. Budidaya kepiting bakau dapat dilakukan sepanjang tahun karena cukup tersedia areal untuk budidayanya dan kemampuan kepiting hidup pada sanitasi yang lebar. Kemajuan di bidang perikanan budidaya sangat ditunjang oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pembenihan. Bidang fisiologi hewan air memiliki tanggung jawab yang besar dalam menunjang keberhasilan peningkatan produksi perikanan budidaya dan pembenihan.(AF)

DATA DIRI Nama Lengkap Tempat/Tgl. Lahir NIP Pangkat/Golongan Jabatan Akademik Keluarga Nama Isteri Nama Anak Alamat Rumah Telp. Email

: Prof. Dr. Ir. Muhammad Yusri Karim, M.Si. : Pangkep/8 Januari 1965 : 19650108 199103 1 002 : Pembina TK I/IVb : Guru Besar : Nurfadillah, S.Pi. :1.Ratu Syamsiah Nila Kencana 2. Muhammad Mubarak Dimas Aditya Kusuma : Jl. Pongtiku I No. 15A, Makassar (90214) : 0411-451150; HP: 085240865950 : yusri_karim@yahoo.com

53


RISET

Sosiologi Pedesaan di Indonesia: Antara Kompetisi Paradigma dan Kontestasi Pengetahuan

--Prof. Dr. Ir. Darmawan Salman, MS

54

BAGIAN SATU: ONTOLOGI SOSIOLOGI PEDESAAN DI INDONESIA Sosiologi Pedesaan adalah ilmu yang pada awalnya memang bergelut di antara romantisme dan rasionalitas. Sosiologi Murni sebagai pengetahuan ilmiah, hadir dengan hukum kausalitas dan tafsir makna, guna memproyeksi manusia ke dalam tindakan rasional sebagai tipe ideal. Sementara itu, masyarakat pedesaan sebagai entitas, hidup dalam tindakan yang mengaplikasikan pengetahuan dari pengalaman sehari-hari, yang dominan diarahkan oleh romantisme. Di tengah persentuhan Sosiologi Pedesaan sebagai pengetahuan ilmiah dengan pengetahuan sehari-hari orang desa, Sosiologi Pedesaan pada komunitas ilmiahnya terus mengalami dinamika. Dinamika itu berlangsung seiring dengan perkembangan paradigma dalam Sosiologi Murni. Pada akhirnya dapat disubstansikan dalam

empat paradigma. Pertama, Sosiologi Pedesaan dalam paradigma Positivistik. Secara ontologis, masyarakat pedesaan dilihat sebagai realitas bentukan dari struktur seperti nilai, norma, kelembagaan, strata dan kelas sosial. Kedua, Sosiologi Pedesaan dalam paradigma Pos-positivistik. Secara ontologis, masyarakat pedesaan diasumsikan sebagai lautan simbol yang di dalamnya berlangsung saling pemaknaan dalam interaksi. Ketiga, Sosiologi Pedesaan dalam paradigma Kritis. Pada paradigma ini, Sosiologi Pedesaan tampil sebagai disiplin yang mengkritisi seluruh struktur dan tafsir yang melahirkan klaim hegemonik. Keempat, Sosiologi Pedesaan dalam Paradigma Kontruvisistik. Pada paradigma ini, realitas pedesaan dilihat sebagai medan abadi bagi konstruksi sosial melalui pertarungan pengetahuan di dalamnya.


RISET

BAGIAN DUA: ARKEOLOGI PENGETAHUAN DALAM KESETIAAN AKADEMIK Sosiologi Pedesaan Perubahan sosial di pedesaan diasumsikan berlangsung sebagai dampak revolusi hijau; dimana penggandaan stratifikasi sosial ataupun penajaman polarisasi kelas yang membongkar struktur sosial desa persawahan (Salman, 1995), penundukan kognisi petani padi oleh praktik penyuluhan (Salman, 1996), pergeseran ketenagakerjaan dan migrasi ke kota karena kelangkaan lahan (Salman, 1992), sengketa agrarian atau konflik sosial yang bergejolak seiring dengannya (Salman, 1996); dilihat sebagai konsekuensi keharusan dari aplikasi kebenaran sebuah pengetahuan ilmiah. Kebenaran itu bernama rezim modernisasi dan paradigma Positivistik. Semua praksis ini memiliki prinsip yang sama. Bahwa realitas sosial adalah hasil konstruksi, yang di dalamnya setiap unsur

menegosiasikan pilihan dan menyuarakan aspirasi. Pedesaan terpahami sebagai ranah kontestasi sejumlah pengetahuan untuk mengklaim kebenaran. Dalam kontestasi itu, ada pengetahuan yang diterima dan dijadikan acuan bersama, ada pula pengetahuan yang terkalahkan dan terpinggirkan jauh. Perjalanan realitas adalah perjalanan tentang pengetahuan siapa yang menang dan pengetahuan siapa yang kalah. BAGIAN TIGA: BAGAIMANA SOSIOLOGI PEDESAAN KE DEPAN Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini filsafat ilmu tengah berada di persimpangan. Pada satu arah, berjalan tradisi sains modern berbasis pikiran filosofis Newtonian dan Cartesian; pada arah lainnya, telah muncul tradisi sains baru berbasis pikiran Filosofis Chapra dan Sadra (Chapra, 1982); Amien, 2006). Secara statistika, desa sebagai entitas merupakan fitur terlahirkan dari

interkoneksitas kompleks berbagai unsur, baik unsur dari sistem sosialnya maupun unsur dari sistem ekologisnya. Sains baru mempercayai bahwa evolusi adalah keniscayaan. Agar entitas dapat bertahan maka ia harus memiliki kapasitas untuk beradaptasi dengan spirit zaman. Agar sosiologi berkontribusi optimal bagi desa-desa dalam Indonesia yang berubah, maka epistemologinya tidak bisa lagi hanya terpaku pada paradigma Positivistik dan Pos-positivistik, tetapi ia makin intensif bergerak dalam paradigma Kritis dan Konstruksivistik, dan segera memasuki tradisi Sains Baru. Untuk realitas desa yang masih bisa direduksi sebagai fakta sosial (paradigma Positivistik), maka tugas sosiologi adalah menjelaskan hukum kausalitas dan menyerahkan penjelasan itu kepada pengambil kebijakan untuk intervensi rekayasa sosial. (AF)

DATA DIRI Nama Lengkap Tempat/Tgl. Lahir NIP Pangkat/Golongan Jabatan Akademik Nama Isteri Nama Anak

: Prof. Dr. Ir. Darmawan Salman, MS : Bulukumba/6 Juni 1963 : 19630606 198803 1 004 : Pembina Utama Madya/IVd : Staf Pengajar Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Unhas : Ir. Danti Abidin :1. Ahmad Primawan Perdana 2. Muhammad Al-Hanief Hidayat

Alamat Rumah Email

: Jln. Petta Ponggawa 102, Makassar (90214) : darsalman@hotmail.com

55


RISET

Peranan Taksonomi Ikan dalam Pengembangan Potensi Benua Maritim di Indonesia ---

Prof. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish.Sc., Ph.D

56

T

indakan pertama dan utama dalam usaha menghimpun dan mempelajari segala macam pengetahuan mengenai alam hayati adalah mengklasifikasikan segala macam fenomena dengan suatu cara yang beraturan. Dalam hal ini semua organisme harus ditetapkan deskripsi, klasifikasi serta namanya, yang tanpa hal ini tujuan pengembangan bidang ilmu-ilmu alam hayati sulit tercapai. Ilmu Taxonomi memiliki sejarah yang sama tuanya dengan sejarah manusia dan merupakan ilmu dasar dari semua bidang ilmu hayati, khususnya bidang ilmu perikanan dan kelautan, adalah ilmu yang mempelajari tentang pengklasifikasian organisme berdasarkan ciri-ciri tertentu yang dimilikinya. Istilah Taxonomi dipergunakan sejak tahun 1735 oleh Carolus Linnaeus ,sering juga disebut dengan sistematika yaitu suatu ilmu mengklasifikasi jasad yang meliputi klasifikasi sebagai suatu proses, identifikasi atau determinasi dan penamaan organisme. Taxonomi memberikan gambaran tentang keragaman organisme yang ada di

bumi, menyediakan informasi yang cukup untuk menghasilkan rekonstruksi dari hubungan kekerabatan dari kehidupan dan menggambarkan sejumlah fenomena evolusi yang sangat menarik. Sebagai negara maritim dan kepulauan (archipelagic state) terbesar di dunia, Indonesia merupakan wilayah pusat kekayaan biodiversitas dunia dan dikenal dengan negara �Megabiodiversity�. Namun demikian, kondisi riil dari perjalanan sosial-budaya bangsa Indonesia yang selama ini terlalu mengarah ke wilayah darat, membawa dampak terhadap perilaku bangsa ini yang cenderung pesimis dalam memandang laut atau perairan sebagai sumber kekuatan pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Hasil Survei Program Kelautan Conservation Internasional (CI) yang dilakukan di Teluk Cendrawasih tahun 2006 menghasilkan puluhan spesies organisme laut yang belum teridentifikasi secara ilmiah termasuk didalamnya 24 jenis ikan, 20 jenis karang, dan 8 jenis udang-udangan. Penemuan menarik di pantai Manado


RISET

Tua, Sulawesi Utara pada tahun 1998 yaitu ditemukannya ikan purba, yang dikenal masyarakat nelayan sebagai “raja laut�. Penemuan ini telah menggemparkan peneliti bidang taxonomi dunia karena kelompok ikan yang muncul dalam kehidupan sejak 400 juta tahun ini ditemukan dalam bentuk fosil dan tidak ditemukan lagi sejak akhir masa Cretaceous, atau sekitar 65 juta tahun yang lalu. Meski penemuan spesies baru, khususnya ikan di Indonesia terus bertambah, namun sebagai kontroversi juga banyak spesies ikan yang terancam punah. dan tidak tertutup kemungkinan bahwa ada ikan-ikan yang punah sebelum sempat diidentifikasi dan dideskripsikan, apalagi diteliti aspek ekologi dan biologinya. Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) Ikan Indonesia Para ahli memperkirakan jumlah ikan di dunia sampai 40.000 spesies, namun baru terdapat kurang lebih 28.400 spesies ikan di dunia yang telah dideskripsi secara ilmiah. Potensi sumberdaya hayati ikan laut Indonesia lebih dari 3000 jenis, 253 jenis dari jumlah tersebut termasuk jenis ikan hias dan 132 ikan yang bernilai ekonomis, termasuk dalamnya tidak kurang dari 100 jenis ikan karang yang hanya ditemui di perairan Indonesia (endemik). Dalam hal kekayaan biodiversitas spesies ikan air tawar Indonesia adalah nomor dua (1400 jenis) terkaya di dunia dibawah Brazilia yang kekayaan spesiesnya mencapai 3000 spesies. Keanekaragaman hayati adalah seluruh keanekaan bentuk kehidupan di bumi, beserta interaksi diantara mereka dan antara mereka dengan lingkungannya. Keanekaragaman hayati atau keragaman hayati merujuk pada

LINTAS Empat Mahasiswa Korea FIB Unhas Dalam aktivitas perkuliahan semester ganjil 2013/2014 ini, di Fakultas Ilmu Budaya ada empat cewek asing cantik. Warna kulitnya putih mulus dan bermata sipit. Setiap mengikuti kuliah, Bahasa dan Media, yang saya asuh mereka mengenakan pakaian yang juga berbeda dengan kebanyakan mahasiswa Indonesia yang rata-rata berjilbab. Rambut mereka terurai. Jika diajak berbicara, mereka masih sangat sulit berbahasa Indonesia. Ada seorang saja yang sedikit fasih berbahasa Indonesia. Keempat cewek cantik ini berasal dari Korea Selatan, tepatnya dari Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) yang memilih konsentrasi bahasa Melayu dan Indonesia. Gina Song, Yena Ko, Jung Jerin, dan Mina Yu, adalah peserta pertukaran mahasiswa antara Hankuk University Korea Selatan dengan Universitas Hasanuddin Makassar. Empat cewek cantik ini menyewa sebuah rumah di Jl.Baddoka Makassar, milik warga Korea juga.

57


RISET

keberagaman bentuk-bentuk kehidupan: hewan dan mikroorganisme, gen-gen yang terkandung didalamnya, dan ekosistem yang mereka bentuk. Sejarah geologi di wilayah negara ini juga amat kompleks menyebabkan Indonesia memiliki tingkat endemisme tertinggi di dunia antara lain memiliki keragaman jenis padang lamun tertinggi di dunia (lebih dari 12 jenis), wilayah hutan bakau yang luas dan tutupan terumbu karang yang juga amat luas (lebih dari 75,000 km2) sebagai tempat kehidupan bagi ikan. Ancaman Bagi Biodiversitas Ikan Permasalahan utama dalam biodiversitas adalah penurunan jumlah spesies. Awal tahun 1980an, beberapa ahli di dunia mulai mengetahui bahwa banyak spesies (flora dan fauna) mulai mengalami kepunahan secara global. Kepunahan ini diketahui terjadi mulai dari 65 juta tahun yang lalu pada periode Cretaceous dimana banyak

58

spesies termasuk Dinosaurus mulai punah. Krisis yang dihadapi saat ini merupakan hasil dari Perubahan iklim secara global, dan Perubahan Geologi secara alami. Krisis tersebut merupakan akibat dari campur tangan manusia yang tidak bersahabat dengan alam. Tahun 80-an sampai 90-an, para ilmuwan, media, masyarakat dan pemerintah di seluruh dunia mulai bekerja untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati termasuk keanekaragaman hayati pesisir dan ekosistem di lautan yang diketahui memiliki lebih banyak spesies dibandingkan daratan. Indonesia banyak mendapat kendala dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati karena wilayahnya yang luas dan terdiri dari banyak pulau, sedangkan sumberdaya (manusia, dana dan waktu) untuk pelestarian keanekaragaman hayati yang dimiliki sangat terbatas. Meski penemuan spesies baru terus

bertambah namun yang mengkhawatirkan bagi para ahli taxonomi karena adanya kontroversi bahwa juga banyak spesies ikan yang terancam punah. Sebanyak 88 spesies ikan langka di Indonesia yang terancam punah itu, ternyata 66 spesies di antaranya (75,9 persen) adalah ikan air tawar endemic. Ancaman tersebut diakibatkan tekanan perubahan teknologi secara pesat dan perilaku negatif terhadap keanekaragaman sumber daya perikanan. Menghitung secara persis laju kepunahan ini nyaris menjadi pekerjaan mustahil karena banyak spesies yang belum dideskripsikan. Tidak tertutup kemungkinan bahwa ada ikan-ikan yang punah sebelum sempat diidentifikasi dan dideskripsikan, apalagi diteliti aspek ekologi dan biologinya. Beberapa faktor yang dapat menjadi ancaman terhadap biodiversitas ikan dan menimbulkan kepunahan seperti overfishing, introduksi spesies baru (untuk ikan air


RISET

tawar), pencemaran, habitat yang hilang dan berubah, dan perubahan iklim (akibat pemanasan global). Peranan dan Tugas Pokok Ahli Taxonomi Kondisi geografis Indonesia yang sangat menguntungkan dengan kekayaan biodiversitas sumberdaya laut dan perikanan terbesar di dunia memberi harapan besar untuk dimanfaatkan. Keanekaragaman hayati bidang perikanan dan kelautan memiliki beragam nilai atau arti bagi kehidupan. Ia tidak hanya bermakna sebagai modal untuk menghasilkan produk dan jasa saja atau aspek ekonomi karena keanekargaman hayati tersebut juga mencakup aspek sosial, lingkungan, aspek sistem pengetahuan, dan etika serta kaitan di antara berbagai aspek lainnya. Keanekaragaman hayati memberi peluang manusia memperoleh ruang hidup, dan di dalam ruang hidup itu tersedia bekal kehidupan untuk

dikelola secara bijaksana oleh manusia. Banyak ahli biologi sekarang mempercayai bahwa ekosistem yang kaya akan keragaman memiliki daya tahan yang lebih tinggi dan oleh karena itu mampu untuk pulih secara lebih baik dari tekanan-tekanan seperti pengurangan jumlah atau degradasi habitat yang disebabkan manusia. Ketika ekosistem mengalami perubahan fungsi, ada beberapa pilihan cara untuk menjalankan produksi primer dan proses ekologi seperti siklus nutrien, sehingga bila salah satu rusak atau hancur, ada cara lain yang dapat digunakan dan ekosistem bisa berfungsi seperti normal lagi. Ancaman akan kepunahan spesies ikan ini masih belum sepenuhnya disadari oleh banyak kalangan, yang pada akhirnya nanti mereka baru tersadar ketika segalanya sudah terlambat karena kekayaan plasma nutfah telah hilang. Kondisi geografis Indonesia yang sangat menguntungkan dengan

kekayaan biodiversitas sumberdaya laut dan perikanan terbesar di dunia memberi harapan besar untuk dimanfaatkan. Bidang Ilmu Taxonomi ikan perlu mendapatkan perhatian yang serius dalam perannya untuk menginventarisir dalam mempertahankan kekayaan keanekaragaman sumberdaya hayati ikan negeri tercinta. (*)

DATA DIRI Nama Tempat/tgl lahir NIP Nama Istri Nama Anak

: Prof. Andi Iqbal Burhanuddin, M. Fish.Sc., Ph.D : Wajo, 15 Desember 1969 : 19691215 199403 1 002 : Ir. Sri Rachma AB., M. Sc., Ph.D : - A. Meiliiqa Rachmi Mutia Larasati - A. Apriliiqa Megumi Adhila Larasati

Pendidikan

: - 1993: Sarjana (S1) Program Studi Ilmu Kelautan UNHAS - 1999: Magister (S2) Division of Fisheries Sciences, Faculty of Agriculture, Miyazaki University, Japan - 2003: Doctoral (S3) Department of Marine Bioresources, Faculty of Agriculture, Kagoshima University, Japan - 2008: Guru Besar bidang Taxonomi Ikan Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan FIKP- UNHAS

59


WISATA FAKULTAS


Dekan Fakultas Ilmu Kelautan & Perikanan

Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc


FIKP

(Fakultas Ilmu Kelautan & Perikanan)


WISATA FAKULTAS

VISI Menjadi Pusat Pendidikan Unggulan dalam Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut pada tahun 2018

MISI Untuk mewujudkan visi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, maka dirumuskan misi yaitu: (1) melaksanakan pendidikan akademik dalam pengembangan sumber daya manusia yang mampu mengelola sumber daya pesisir dan laut; (2) melaksanakan penelitian dan pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengelolaan sumber daya pesisir dan laut; (3) mengembangkan kemitraan dan sistem informasi IPTEK kelautan dan perikanan.

S

ebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah perairan laut yang sangat luas dengan potensi sumber daya laut yang besar. Peran penting sektor kelautan dan perikanan dalam pembangunan bangsa menghadapkan perguruan tinggi kelautan dan perikanan di tanah air pada peluang dan sekaligus tantangan besar. Untuk itu, Universitas Hasanuddin, khususnya Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) merasa perlu mengambil langkah nyata dalam peningkatan sumber daya manusia, temuan, dan aplikasi IPTEK kelautan dan perikanan, melalui peningkatan mutu pelayanan. Pada masa mendatang, IPTEK kelautan akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi bangsa. Oleh karena itu, penguasaan dan pemanfaatan IPTEK kelautan dan perikanan memerlukan tanggapan cepat dan stratejik.

TUJUAN Untuk mewujudkan visi dan misi FIKP, maka telah dirumuskan tujuan penyelenggaraan kegiatan tridharma yaitu: (1) menghasilkan sumber daya manusia yang berkemandirian ilmu, berwawasan holistik, bertanggung

jawan dan berdaya saing dalam bidang pengelolaan sumber daya pesisir dan laut; dan (2) menghasilkan dan mengawamkan IPTEK yang berdaya guna dan berhasil guna dalam bidang pengelolaan sumber daya pesisir dan laut.

Pejabat Struktural FIKP Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc (Dekan) Prof. Dr. Najamuddin, M.Sc (WD 1) Dr. Ir. Joeharnani Tresnati, DEA (WD II) Prof. Andi Iqbal Burhanddin, M.Fish. Sc, Ph.D (WD III)

63


WISATA FAKULTAS

PROFIL LULUSAN Dalam menanggapi tuntutan pembangunan sektor kelautan pada masa yang akan datang, Fakulatas Ilmu Kelautan dan Perikanan wajib untuk memperluas dan meratakan akses pada pendidikan tinggi di bidang kelautan dan perikanan yang menjadi bagian dari tanggung jawab sosial FIKP. Di samping itu, tuntutan dan harapan masyarakat pun semakin meningkat sehingga FIKP wajib untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas makin tinggi, berperan aktif dalam menggerakkan roda ekonomi dan pembangunan bangsa, serta menghasilkan karya yang mampu mendorong peningkatan keunggulan bangsa di bidang kelautan dan perikanan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan mulai tahun akademik 1996/1997 telah membuka 2 (dua) jurusan yaitu Jurusan Ilmu kelautan dengan Program Studi Ilmu Kelutan

64

(PS-IK), dan Jurusan Perikanan dengan 4 (empat) Program studi yaitu: Program Studi Manajemen Sumber daya Perairan (PS-MSP) Program Studi Budidaya Perairan (PS-BDP), Program Studi Pemanfaatan Sumber daya Perikanan (PS-PSP). Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan (PS-SEP). Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan kini juga telah membuka program S2, magister Ilmu Perikanan. TENAGA PENGAJAR DAN TENAGA ADMINISTRASI Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan kini memilki tenaga pengajar aktif sebanyak 123 orang dengan 60 persen telah berkualifikasi doctor dan 26 diantaranya telah menyandang jabatan Guru Besar (Professor). Sedangkan tenaga administrasi sebanyak 37 orang dan honorer 8 orang. (AS)


“SELAMAT” kepada

Prof.Dr.Ir.Andi Niartiningsih, MP Atas Terpilihnya Sebagai

Koordinator Kopertis IX Sulawesi &

Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc Atas Terpilihnya Sebagai

Dekan FIKP Unhas


WISATA FAKULTAS

Calon Peneliti Hebat dari Unhas Reporter: Fhenny Anggriyani Foto: Dok. Pribadi

66

“Kalau ada kesempatan yang datang meskipun kita tidak suka, coba dan pelajari sampai kesempatan itu tidak sia-sia�, Inilah motivasi terbesar bagi seorang Hasriani Ayu Lestari untuk belajar lebih giat dalam menggapai citacita yang diimpikan. Ketertarikannya dalam dunia research menjadikan mahasiswa jurusan ilmu kelautan ini terpilih mewakili Indonesia dalam ajang 12 Student Observer of Indonesian and American di Bali. Kegiatan yang diselanggarakan oleh USAID ( United States Agency for Internasional Development ) merupakan kumpulan peneliti hebat yang terpilih baik di Indonesia maupun di Amerika untuk mengikuti workshop, seminar dan pelatihan sebagai basic untuk para peneliti muda. Untuk menjadi delegasi Indonesia dalam kegiatan ini tidak mudah. Ayu harus melewati beberapa proses seleksi selama empat bulan. Kecintaanya terhadap lingkungan menjadi alasan terbesar untuk meneliti hubungan

kualitas air dengan kuantitas jumlah populasi di suatu perairan. Dengan mengangkat penelitian ini membuat dia lolos dan terpilih dalam 12 besar mahasiswa se- Indonesia untuk mengikuti Student Observer of Indonesian and American. Bagi anak pasangan H. Haidar Mahmud SE. MM, M.Si dan Hj. Saharia Tahir Amd mengikuti kegiatan ini merupakan pengalaman yang paling berkesan karena bisa bertemu dengan orang-orang hebat dan memperoleh banyak pengetahuan baru khususnya dalam dunia research. Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan ini tidak hanya meraih segudang prestasi dalam bidang akademik saja tetapi juga memiliki prestasi dalam bidang seni. Bersama Paduan Suara Mahasiswa Unhas, Ayu berhasil memboyong Gold Medal dan Silver di ajang Pesparawi Nasional di Ambon. Prestasi-prestasi yang selama ini diraih menjadikannya sebagai salah satu mahasiswa terbaik di tingkat Fakultas.


WISATA FAKULTAS

Riwayat Hidup Nama lengkap TTL Alamat Email/Social Network

: Hasriani Ayu Lestari : Ujung Pandang, 16 Juli 1993 : Jl. Sultan Hasanuddin, No.2 Sungguminasa Gowa : hasrianiayulestari93@gmail.com | FB: Hasriani Ayu Lestari | Twitter: @ayuuyha

Riwayat Pendidikan SD Inpres Mangasa SMPN 2 Sungguminasa SMAN 11 Makassar Jurusan Ilmu Kelautan FKIP - Unhas 2011

Prestasi Juara Harapan 1 Penulisan Artikel APBN Juara 1 Kontes Inovator Muda yang diselenggarakan oleh LIPI (tingkat provinsi) Juara 3 Kontes Inovator Muda yang diselenggarakan oleh LIPI (tingkat nasional) Juara 1 Keker Koding exhibiton Juara 3 Karya Tulis Kemaritiman (tingkat universitas) Juara 1 Duta Konstitusi PSM Unhas Gold Medal Pesparawi Nasional di Ambon 12 besar Student Observer of Indonesian and American

67


CUPLIKAN AGENDA UNHAS

C

Foto: Dok. Humas

A. Perayaan Ulang Tahun Rektor bersama Dokter dari RS Pendidikan Unhas.

D

B. Penganugrahan tanda kehormatan Satyalencana kepada dosen-dosen di Unhas atas pengabdian mereka. C. Wisudawan Strata 1 Universitas Hasanuddin pada semester ganjil 2013 di Gedung A. P. Pettarani. D. Persembahan Kreativitas Mahasiswa Kelautan pada Dies Natalis Unhas 57. E. PMB tingkat Universitas di gedung Baruga Pettarani. F. Penandatanganan naskah kesepahaman antara Nunukan dan Unhas terkait Program KKN. G. Gerak Jalan Santai pada rangkaian Dies Natalis Unhas 57 dan dies elektro 50.

E A

H. Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Unhas dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. I. Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2011 tentang penilaian prestasi kerja PNS. J. Mahasiswa Korea di FIB Unhas.

B

F


G

H

I

J


Majalah Jl. Perintis Kemerdekaan, KM. 10 Tamalanrea Makassar Telp. (0411) 584002, 586200 Fax. (0411) 585188 Email Humas : humasunhas2012@yahoo.co.id Website : www.unhas.ac.id

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Majalah identitas Universitas Hasanuddin  
Majalah identitas Universitas Hasanuddin  

Majalah Identitas adalah majalah kampus Universitas Hasanuddin. Edisi ini mengangkat tema "Dies Natalis Unhas 57"

Advertisement