Page 1

SAMBUNGAN Pro Otonomi

SAMBUNGAN Tahun Ini, Polhut Diwajibkan Patroli PRO OTONOMI

Rakyat Bengkulu l Minggu, 24 Februari 2013

31

Optimalkan Gedung, Jalan... Sambungan dari halaman 22

“Tidak mungkin kita subsidi terus oleh pemerintah untuk perawatan. Sedangkan Gedung Diklat sendiri belum bisa dioptimalkan untuk sekedar membantu biaya perawatan dan perbaikan gedung. Saat ini, untuk bayar listrik saja tidak mampu karena tidak pernah disewa untuk even kegiatan daerah,” kata Rusli. Sebelumnya, Ketua Lembaga Peduli Pembangunan dan Pendidikan (LP3) RL, Ishak Burmansyah menyoroti kondisi Gedung Diklat milik Pemda RL di Kecamatan Selupu Rejang yang semakin memprihatinkan. Perlahan

struktur bangunan tampak semakin rapuh. Melihat kondisi tersebut, Ishak mengusulkan agar kawasan tersebut dikelola oleh pihak ketiga. “Sejak lama banyak masyarakat yang menginginkan agar kawasan Gedung Diklat itu lebih hidup. Dalam artian ada pola kegiatan perekonomian rutin, seperti khusus dijadikan tempat wisata. Dari pada terbengkalai, kenapa tidak bangunan itu dikelola oleh pihak ketiga. Tentunya dengan kajian dan kerjasama yang dapat saling menguntungkan. Minimal wisatawan tidak kebingungan jika ingin menikmati panorama alam RL,” ungkap Ishak belum lama ini.

Ishak mengungkapkan, tahun 2004 silam, Pemda RL menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk mendirikan sejumlah bangunan seperti gedung pertemuan dan dilengkapi dengan kamar penginapan yang awalnya diperuntukkan bagi PNS saat menjalankan Diklat. Akan tetapi, sejak dibangun belum terdengar gedung tersebut dimanfaatkan sesuai fungsi dan tujuan utamanya untuk Diklat. Sementara kondisi bangunan, entah karena tidak dirawat atau karena memang tidak ada keinginan pemerintah untuk memanfaatkan aset dalam mendukung pendapatan daerah.(cuy)

Dua Sapi Dipotong Maling Sambungan dari halaman 22

“Ya, rencananya sapi itu disiapkan untuk lebaran nanti dan biar membiak, tapi malah dipotong orang. Saya merasa rugi dengan kejadian ini,” katanya. Tidak ada hal yang aneh d i a l a m i Sa k r i , s eb e l u m

mengetahui sapinya dipotong. Seperti biasa sapi digiring masuk dalam kandang, kemudian kandang ditutup. Ketika mau mengeluarkan sapi pagi harinya untuk mencari umpan, ternyata sudah hilang. “Tidak ada kecurigaan sebelum kejadian, ya mau diapakan lagi, rencananya

sapi ini mau dijual,” ungkap Sakri. Kapolsek Talang Empat, Iptu Zulpi membenarkan kejadian itu. Pihaknya masih melakukan pengembangan dan berupaya melacak keberadaan pelaku. “Kalau hasil pengamatan kita, pelakunya lebih dari dua orang,” tutupnya.(rif)

Kakek Nyaris Tewas Sambungan dari halaman 22

Saat itu warga bersama-sama mengangkat tiang listrik tersebut. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah sakit. Setiba di rumah skit korban langsung diberikan perawatan medis. Namun kar-

ena kondisinya cukup parah dilarikan ke RSUD M Yunus. “Kondisi korban cukup parah. Penyebab robohnya tiang listrik itu belum diketahui,” kata Kades Selali, Mislanudin kepada RB kemarin (23/2). Kapolres BS AKBP Y Hernowo, S.IK MH melalui Kapolsek

Pino raya Iptu Fahrul Ikhwan mengatakan tiang listrik yang roboh sudah dipasang police line. Dia mengimbau karena cuaca sering badai, warga harus waspada. Tidak hanya tiang listrik, tetapi juga terhadap pohon yang setiap saat bisa tumbang.(che)

3 Rampok dan Satu Penadah... Sambungan dari halaman 21

Keempat tersangka ditangkap terkait aksi perampasan satu unit sepeda motor Suzuki Spin nopol BD 6043 BS milik Marlia Nengsih (33), warga Jalan Raya Manna, Padang Pematang, Kecamatan Kota Manna. Keempatnya ditangkap di rumah masing-masing sekitar pukul 20.00 WIB, Jumat (23/2). Kapolres BS AKBP Y Hernowo, SIK,MH melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Citra Akbar, ST. SIK didampingi Pjs Kasi Humas Bripka Sudarminto mengatakan keberhasilan menangkap 4 tersangka berkat kerja keras anggotanya di lapangan beberapa minggu terakhir. Sebagaimana keterangan korban, aksi perampokan itu terjadi Sabtu (2/2) sekitar pukul 23.00 WIB di jalan kawasan Padang Pematang. Kronologisnya, saat itu korban bersama temannya baru saja dari warung di kawasan Padang Panjang. Kemudian

korban berniat menuju ke arah warung di Pasar Bawah. Namun di tengah jalan, motor yang dikendarai korban kehabisan bahan bakar. Saat itu muncul ketiga tersangka yakni Bu, Ok dan Hr yang mengikuti dengan berboncengan sepeda motor. Melihat motor korban kehabisan bensin ketiganya berhenti dan menawarkan untuk mencarikan bensin. Waktu itu motor korban berhasil kembali dihidupkan setelah mendapatkan bensin di kawasan Ampera. Korban selanjutnya berniat kembali ke warung di Padang Panjang. Namun, di perjalanan motor korban ditabrak motor tersangka, sehingga korban jatuh. Sewaktu korban jatuh itu para tersangka lagu-lagi berusaha memberikan pertolongan dengan mengantar korban pulang. Akan tetapi setiba di depan rumah dan menurunkan korban yang mengalami luka

memar, para pelaku langsung kabur membawa sepeda motor korban. Menurut Kasat Reskrim, hasil pemeriksaan keempatnya sudah mengakui perbuatannya. Bu, Ok dan Hr dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan serta satu tersangka dijerat pasal 480 KUHP tentang pemberian pertolongan membeli hasil kejahatan. Keempatnya juga langsung dilakukan penahanan. “Semenjak berhasil membawa motor korban, para pelaku kabur ke desanya. Namun berkat usaha tim di lapangan dengan modal ciri ciri motor dan pelaku, akhirnya berhasil dibekuk. Saat itu keempatnya ditangkap di kediamannya tanpa ada perlawanan. Kini keempatnya masih dalam proses pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut, karena tidak menutup kemungkinan ketiganya terlibat di TKP lainnya,” terangnya.(che)

Tangkap Jambret Kelas Kakap Sambungan dari halaman 21

Hanya saja ia mengaku dugaan tersebut tetap ada mengingat track record kedua tersangka ini kerap beraksi di kawasan Desa Beringin Tiga Kecamatan Sindang Kelingi. “Sebagian besar TKP-nya di Beringin Tiga. Kami masih koordinasi dengan Polsek Sindang Kelingi,” kata Andika. Seperti diprediksi sebelumnya, Andika mengaku

sejumlah barang yang ikut diamankan dari FC dan RC adalah hasil kejahatannya. Petugas mengamankan sejumlah KTP dan tanda pengenal lainnya yang bukan atas nama kedua pemuda ini. “Dari beberapa KTP yang kami amankan, sudah ada warga yang mengaku sebagai pemiliknya dan menjadi korban jambret. Saat ini kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut,” jelas

Andika. Sebelumnya, dua pemuda ini nyaris tewas dihajar massa di Desa Karang Jaya Kecamatan Selupu Rejang, Jumat (22/2) sekitar pukul 16.00 WIB, karena menunjukkan gelagat mencurigakan seperti sedang mengincar target perampokan. Beruntung keduanya cepat diselamatkan aparatur desa setempat dan langsung diserahkan ke Polsek Curup. (cuy)

Awasi Pembalakan Liar dan Depot Kayu

ARGA MAKMUR – Tahun ini Polisi Hutan (Polhut) diwajibkan melakukan patroli di wilayah hutan di Bengkulu Utara (BU). Hal ini sebagai bentuk usaha menekan maraknya pembalakan hutan atau illegal logging yang terjadi di Bengkulu Utara (BU). Kadis Hutbun Sahat Situmorang, AP, MM mengaku tahun ini Dishutbun juga memiliki anggaran untuk melakukan penindakan terhadap pelaku illegal logging. Sehingga ia optimis bisa menekan angka

penggundulan hutan ilegal yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab. “Tahun ini benar-benar kita buat personel khusus memantau loaksi hutan, termasuk pos-pos jaga hutan. Sehingga setiap pos jaga harus ada petugas dan saya akan rutin datang untuk meninjau,” kata Sahat. Selain pelaku illegal logging, Dishutbun juga akan mengawasi kayu-kayu yang ada di depot kayu. Meski kayu tanaman perkebunan rakyat, kayu yang dijual di depat-depot terindikasi juga ilegal tanpa dilengkapi Izin Penebangan Kayu Rakyat (IPKR). “IPKR bisa diberikan kades, yang kita

indikasikan tidak ada IPKR tersebut, pasalnya jika ada seharusnya ditembuskan pada Dishutbun,” terang Sahat. Dishut juga telah memiliki Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk melakukan penyidikan atau pemeriksaan orang yang diduga melakukan illegal logging atau menjual kayu ilegal. Tentunya berkoordinasi dengan penyidik polisi. “Selain penindakan, kita juga akan melakukan pencegahan dengan pendekatan pada masyarakat. Apalagi jika ada pelaku illegal logging yang merupakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” demikian Sahat.(qia)

Rp 1,5 M untuk Pengadaan Obat MANNA – Kekhawatiran masyarakat Bengkulu Selatan (BS) bakal kekurangan stok obat di Puskesmas-Puskesmas dan Pustu serta Poskesdes, tidak bakal terjadi. Pasalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes), sudah mempersiapakan anggaran pengadan obat tahun 2013 sebesar Rp 1,5 miliar. Berbagai jenis obat-obatan tersebut akan dibagi ke semua

Puskesmas. Ini diakui Kadis Kesehatan BS Novianto, SE, MM kepada RB kemarin. Dijelaskan Novianto, saat ini pihaknya masih berupaya mencari harga perbandingan ke Jakarta. Tujuannya untuk mengetahui kepastian harga satuan obat-obatan. Sebab selama ini harga obat sering tak menentu. Jadi sebelum digelar proses pengadaan, terlebih

dahulu dilakukan pengkajian soal harga. Jadi nanti-- dana yang ada bisa direalisasikan secara maksimal. ‘’Kalau untuk kondisi sekarang, stok obat masih aman. Karena anggaran 2012, akan berakhir Maret 2013. Jadi masih cukup banyak dan tak ada kendala. Namun demikian persiapan tetap kita lakukan. Maka sewaktu-waktu Puskes-

mas yang kekurangan obat, bisa diberikan. Obat yang ditanggung oleh pemerintah yakni jenis dan bentuk obat pelayanan dasar atau generik,’’ kata Novianto. Lanjut Novianto, obat yang diberikan kepada puskesmas untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Penggunaan obat tersebut tak dipungut biaya.(che)

PNS dan Orang Mati Dapat Jamkesmas Sambungan dari halaman 21

Selain itu, juga ditemukan warga yang sudah meninggal masih terdata untuk mendapatkan Jamkesmas. Adanya temuan itu diungkapkan Kadis Kesehatan BS, Novianto, SE, MM melalui Kabid Jaminan Kesehatan Waroki didampingi Kasi Pelayanan Kesehatan, Nehlawati kepada RB, kemarin (23/2). Nehlawati mengatakan saa ini Dinas Kesehatan terus membagikan kartu Jamkesmas yang baru. Dari sekitar 50.690 ribu kartu yang dibagikan, selain tidak tepat sasaran juga

ditemukan sebanyak 763 kartu yang rusak. Menurutnya, bagi warga yang sudah PNS serta yang meninggal dunia tapi masih dapat kartu Jamkeskas, kartunya langsung ditarik. Dikatakan Nehlawati, untuk kartu Jamkesmas yang mengalami kerusakan seperti kesalahan identitas atau ada yang identitasnya tidak jelas, langsung dilaporkan ke pusat sehingga dapat diperbaiki kembali. “Kita menarik kartu Jamkesmas untuk PNS karena PNS sudah memiliki kartu Askes. Kami tidak tahu kenapa PNS

masih diberikan kartu Jamkesmas,” ungkapnya. Nehlawati mengaku pihaknya dalam mendistribusikan kartu Jamkesmas menuai hambatan. Sebab kartu yang disalurkan dari pusat itu dalam kedaaan tidak teratur, sehingga masih perlu dipisahkan atau diseleksi untuk pembagiannya. Ribuan kartu masih dicampur tidak sesuai dengan wilayah kecamatan atau desa. Ditambahkannya, saat ini Dinkes sudah membagikan kartu Jamkesmas untuk tahap ketiga. Kendalanya juga dikhawatirkan akan adanya peny-

alahgunaan kartu tersebut, karena di kartu tidak ada foto warga yang berhak menerimanya. Dikhawatirkan rawan digunakan dengan warga lain yang tidak sesuai degan data di kartu itu. “Jadi bagi warga yang tidak kebagian kartu Jamkesmas yang baru ini, tetap akan dilayani dalam bentuk kartu Jamkesda. Untuk itu diimbau agar warga dapat pro aktif dalam hal melakukan pengawasan serta melaporkan jika ada warga yang kurang mampu tapi belum mendapatkan kartu Jamkesmas,’’ tegas Nehlawati.(che)

Rumah Dinas Ketua DPRD Sambungan dari halaman 21

Namun, dua unit mobil tersebut tak mengalami kerusakan sedikitpun meski api sudah membesar membakar plafon rumah, dan hanya berjarak kurang dari 1 meter dari bagian belakang mobil. Musnaini menceritakan ia mengetahui garasi rumahnya terbakar saat ada ibu-ibu yang

melintas dan mengatakan jika garasi rumahnya terbakar. Benar saja, ketiga garasi dibuka asap tebal sudah mengepul dari dalam garasi. “Waktu itu beberapa saudara saya mengeluarkan mobil, tapi tidak ada yang terbakar. Mungkin jika lebih lama lagi pasti mobil sudah terbakar, soalnya bagian belakang mobil sudah sangat panas,” kata Musnaini.

Api hanya melalap beberapa beberapa spare part mobil cadangan dan jok mobil yang terletak di dalam garasi. Musnaidi mengaku tidak mengetahui darimana api itu berasal. Besar kemungkinan api dari konsleting listrik, pasalnya sama sekali tidak ada sumber api di garasi tersebut. “Untunglah Allah masih melindungi, kalau tidak ada ibu-ibu

yang melintas dan memberitahu mungkin sudah habis isi rumah ini,” ungkapnya. Api berhasil dipadamkan oleh beberapa warga yang melintas dan sebagian kerabat Buyung yang berada di rumah. Saat kejadian Buyung yang merupakan Politisi Golkar itu tengah berada di Kota Bengkulu menghadiri acara Partai Golkar.(qia)

Warga 4 Desa Blokir Jalan Sambungan dari halaman 21

Tujuan pemortalan ini untuk melarang mobil truk batu bara (BB) dari PT Ratu Samban Mining (RSM) melintasi di ruas jalan itu. Hanya mobil biasa yang diperbolehkan lewat. Menurut Koordinator Aksi, Aris Apriyansyah (45), pemortalan jalan tetap dijaga dan tidak akan dilepas selagi PT RSM belum memenuhi segala tuntutan yang disampaikan warga yang berasal dari 4 desa tersebut. “Warga sudah sepakat tidak mau melepas portal jalan, selagi keluhan dan keinginan kita tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan,” ungkap Aris. Hanya 6 tuntutan warga terhadap PT RSM. Yakni, meminta perbaikan jalan lintas, penyiraman jalan wajib 3 kali sehari, penambahan armada penyiraman, perekrutan karyawan

setiap desa minimal ada 2 orang karyawan yang diterima, menjalankan program CSR dan mengurangi jam holing. “4 warga desa berada sepanjang jalan lintas yang dilalui truk dari PT RSM yang membawa angkutan batu bara. Saya rasa segala tuntutan itu tidak berat. Perusahaan itu sudah lama beroperasi, tapi belum ada keuntungan yang didapatkan masyarakat. Malah banyak mudaratnya yang kami dapat, warga menghisap debu dari jalan yang rusak,” ungkapnya. Tambah Aris, khusus pengangkutan batu bara yang dibawa truk tidak boleh sembarang waktu, harus ada jadwal yang jelas. Masyarakat setempat meminta agar truk membawa beban cukup pukul 07.00 WIB sampai 18.00 WIB. “Mobil tidak boleh membawa angkutan

pada malam hari. Sebab itu mengganggu kenyamanan masyarakat,” tegas Aris. Tambah Slamet, warga Kelindang Atas, warga sudah lama merencanakan melakukan aksi demo di jalan lintas dan memblokir jalan truk batu bara. Warga sudah kesal karena jalan semakin rusak, berdebu saat musim panas, dab berlumpur saat hujan. “Harusnya jalan utama milik provinsi itu bagus, kalau sekarang bukan jalan bagus ke desa kami, tapi sama dengan jalan ke kebun,” tegas Slamet. Terpisah, dalam waktu yang sama, warga Desa Air Kotok Kecamatan Pematang Tiga juga melakukan pemblokiran jalan masuk areal eksplorasi tambang PT RSM. Warga di Desa Air Kotok melakukan aksi karena akibat limbah penggerukan tambang PT RSM merusak pu-

luhan hektare sawah warga. Sebelumnya warga pernah memblokir jalan tambang. Warga menuntut ganti rugi lahan persawahan yang penuh dengan lumpur, dampak kegiatan eksplorasi PT RSM. Tuntutan lainnya meminta ganti rugi secara finansial karena selama 4 tahun warga tidak dapat memanfaatkan lagi lahan yang rusak, rehabilitasi jembatan yang putus akibat banjir, serta meminta jalan lingkungan desa segera diperbaiki. Hingga kemarin sore, portal belum dibuka dan mediasi melalui pabung TNI dan Polri tidak bisa mengubah niat warga yang memblokir dan tetap minta jalan diblokir. Direncanakan semua koordinator aksi (korlap) mengikuti rapat bersama dengan PT RSM dan difasilitasi pihak kepolisian.(rif)

hal 31 Pro Otonomi  
Advertisement