Page 1

NASIONAL: 14 Tahun Sudah Indonesia Memasuki Era Reformasi

PROFIL: Dari Pemulung Jadi Juragan

KAMPUS: Dahlan Iskan Berbagi Soal Wirausaha

Hal 2

Hal 6

Hal 3

EDISI PERDANA HARIAN UNTUK UMUM Harga eceran Rp. 1.500,Harga langganan Rp. 30.000,TERBIT 8 HALAMAN NOMOR 001 TAHUN 2012

RABU 26 JUNI 2012 EDITORIAL

B

erdayakan Tenaga Alternatif Hukum ekonomi mengatakan, keadaan di mana persediaan barang atau jasa yang terbatas diiringi tingginya jumlah permintaan, akan mendorong kenaikan harga. Hal itu pula yang terjadi pada fenomena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Di tengah permintaan BBM yang terus meningkat dengan cadangan minyak dunia yang semakin menipis, kenaikan harga minyak dunia pun tak terhindarkan. Tak hanya Indonesia, seluruh dunia pun harus megap-megap menyelamatkan ekonominya sendiri. Meski tak jadi naik, harga barang di pasaran sudah terlanjur naik. Yang paling mencekik tentunya adalah naiknya harga-harga sembilan bahan pokok. Sebutlah harga cabe rawit yang naik dariRp50.000,00 /kilogram menjadi Rp60.000,00/kilogram. Adapun bawang putih dari Rp12.000,00 menjadi Rp18.000,00. Gula pasir naik menjadi Rp12.000,00 dari harga sebelumnya Rp11.000,00. Masih banyak kenaikan harga berkisar antara 10-12% dari harga sebelumnya sehingga menyebabkan kenaikan sejumlah harga barang pokok. Meski mayoritas pedagang berdalih kenaikan harga dagangannya bukan karena isu kenaikan harga BBM, toh nyatanya paskakeputusan penundaan kenaikan harga BBM itu turut memicu naiknya harga barang pokok. UU APBN pasal 7 ayat 6a 2012 memberi kesempatan kepada pemerintah menaikkan harga BBM, tapi dengan syarat. Ayat itu berbunyi, “Dalam hal harga minyak mentah rata-rata Indonesia dalam kurun waktu berjalan yaitu enam bulan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 %, maka pemerintah diberikan kewenangan untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukungnya. UU itu ibarat sebuah upaya mencegah bom waktu untuk meledak bukan mematikannya. Kenaikan harga BBM hanya menunggu waktu, sesuai dengan gejolak harga minyak di pasar dunia. Tentu bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Sudah saatnya Indonesia beralih ke sumber energi yang lain. Indonesia yang kaya akan sumber daya energi tentunya mempunyai potensi untuk menghidupi negeranya sendiri dengan kekayaan alam yang ada. Energi alternatif inilah solusi Indonesia keluar dari jeritan harga minyak dunia yang semakin melambung, juga merupakan momentum Indonesia untuk tampil menawarkan solusi potensi energi alternatif bagi dunia yang makin langka akan persediaan minyak bumi.

Naik

Harga BBM Harga Kebutuhan

Penggunaan Energi Alternatif sebagai Solusi

Oleh Lupita Wijaya, Benediktus Krisna, Naomi Emmanuel, Cheryl Pricilla Bensa

Jakarta, TeropongSemakin tingginya harga minyak dunia dipicu dengan kelangkaan minyak, menjadi salah satu alasan pemerintah Indonesia mengetatkan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Akhirnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah dibahas dari tiga tahun lalu, kembali dilemparkan.

Pemerintah berencana menaikkan harga BBM sebesar Rp1.500,00 per liter atau 33% pada bulan April lalu, tampaknya tidak dapat ditunda. Rencana ini mengundang pro kontra dari berbagai kalangan akrena dianggap dapat merugikan masyarakat kecil. Selain itu, rencana ini mendapat protes keras melalui demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa dari penjuru Jabodetabek. Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Bunder Sragen meningkat sampai lebih dari 100% sejak sepekan terakhir. Kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut dipengaruhi oleh rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Seorang pedagang sembako di Pasar Bunder Sragen, Sri Giman, Kamis

(29/3/2012), seperti yang dikutip dari Tribunnews.com, mengungkapkan harga kebutuhan pokok merangkak naik menjelang kenaikan harga BBM. Kenaikan paling signifikan, terjadi pada harga bawang putih, yang semula Rp8.000,00/ kg menjadi Rp18.000,00/kg. Giman menambahkan, naiknya harga bawang putih ini, hampir terjadi setiap hari, yakni rata-rata Rp1.000,00/kg per hari. Masyarakat khawatir kenaikan harga BBM ini akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan ekonomi karena dampak kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi akibat komponen harga naik, terutama harga barang kebutuhan pokok. Sejumlah pengamat ekonomi di Indonesia berpendapat, jika peme-

Eco Friendly Quality Denim

Special Promo

?

GRAFIS: CHERYL PRICILLA BENSA SUMBER http://www.esdm.go.id/index.html

Grafik Harga BBM (Premium)

Berdayakan Tenaga Alternatif

rintah tetap bersikukuh tidak menaikkan harga BBM, tingkat inflasi ekonomi Indonesia dapat meningkat dan dapat menyebabkan goncangan ekonomi. Chief Economist ADB Indonesia Edimon Ginting, seperti dikutip Bisnis.com mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi akan menimbulkan inflasi 2%. Namun, dampak inflasinya akan bersifat one year-off, alias laju inflasi akan kembali melandai pada 2013. “BBM itu kan naiknya hanya sekali, jadi dampaknya hanya tahun ini. Tahun depan sudah hilang dampaknya, kalau di ekonomi namanya spesifik best effect,� kata Edimon. (Bersambung ke halaman 7 kol. 1)

25%

off

for UMN Student


NASIONAL

2

RABU, 27 JUNI 2012

Mau Dibawa ke Mana Reformasi? “Revolusi! Revolusi! Revolusi sampai mati!” “Revolusi! Revolusi! Revolusi harga mati!”

Empat belas tahun sudah gugatan itu mengumandang di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Buah kristalisasi ekspresi yang lama terbungkam, membuncah menjadi sebuah tuntutan, seakan menjadi kredo bagi kumpulan kesatuan mahasiswa, organisasi masyarakat, juga masyarakat sendiri yang berunjuk rasa saat itu. Adalah Soeharto sebagai nakhoda dari orde baru, yang dianggap oleh para demonstran sudah tidak layak lagi berada di kursi pemerintah. “Musuh kita jelas, satu, Soeharto,” ungkap Budiman Sudjatmiko salah

seorang aktivis yang ikut gerakan ini. Hasilnya kesatuan aksi yang mayoritas adalah mahasiswa itu berhasil menurunkan pemerintah yang mereka anggap sudah tidak layak lagi berada di tampuk kepemimpinan. “Saya memutuskan berhenti dari jabatan saya sebagai presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini,” ujar Soeharto di Istana Merdeka, 21 Mei 1998. Ribuan masa bersorak gembira, akhirnya usaha mereka berhasil. Implikasinya jelas : Orde baru jatuh, Soeharto lengser, Indonesia masuk periode baru, reformasi!

Secara sederhana, definisi reformasi adalah penyusunan kembali format dan perangkat-perangkat kenegaraan dalam usaha membuat kehidupan bernegara yang lebih baik. Reformasi memiliki sejumlah agenda perubahaan mulai dari pemerintahan yang bersih dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN), peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, kebebasan berpendapat dan berekspresi, sampai reformasi birokrasi seperti melarang oknum militer dan kepolisian dari kursi pemerintahan. Waktu berlalu, rezim berganti, mulai dari Habibie, Abdurachman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka semua memimpin di era paskareformasi. Hasilnya? Empat Belas Kemudian Empat belas tahun sudah. Rupanya keadaan tak banyak berubah. Mungkin yang paling nyata hanya kebebasan berekspresi dan berpendapat saja yang benar-benar dijaga tegak payung hukumnya. Selain itu sama saja. Pemerintahan tetap saja kotor. Ekonomi tumbuh namun tetap tak kuat menahan krisis keuangan dunia. Yang meresahkan tentu saja aksi anarkis sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang main hakim sendiri dan merasa paling benar di jalannya.

XPLOPORE/RONALD SETIADI

Ratusan mahasiswa berdemosntrasi memperingati hari anti rokok (1/1/12) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Ratusan Mahasiswa Kedokteran Serukan Anti Rokok

Oleh Lupita Wijaya

Sebanyak 17 fakultas kedokteran dari universitas di Jawa Barat dan Kalimantan Barat berdemonstrasi anti rokok sepanjang Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Merdeka pada Minggu, 1 Juli 2012. Demonstrasi berlangsung tertib dengan kawalan sejumlah polisi. Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) mengumpulkan sekitar 400 mahasiswa, beberapa di antaranya berasal dari Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Krida Wacana (Ukrida), Trisakti, Yarsi, dan Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta (UPN). Dengan slogan Make Everyday World No Tobacco Day, ratusan mahasiswa ini memulai unjuk rasa pukul sembilan pagi. Sepanjang perjalanan menuju Istana Merdeka, uniknya, setiap menemukan orang yang sedang merokok, para mahasiswa akan menghampiri dan menukar satu batang rokok dengan satu kotak minuman Buavita. Ketika berjalan di depan Plaza Indonesia, demonstran me-

nemukan sekitar lima satpam yang sedang merokok sambil mengobrol. Melihat ini, mereka segera menyerukan anti rokok, menghampiri, dan menukar kelima batang rokok itu dengan lima kotak minuman Buavita. “Rokok itu tidak baik untuk kesehatan. Tidak hanya menyebabkan penyakit, tapi juga bisa berbahaya untuk orang lain. Pemerintah juga sebaiknya mengetatkan peraturan tentang rokok ini,” ujar Koordinator Desi Megafini dari UPN Yogyakarta. Pengumpulan mahasiswa dari belasan universitas ini dilakukan sejak tiga bulan lalu. Selain demonstrasi, mereka juga mengadakan penyuluhan anti rokok, dan berbagai seminar seputar bahaya merokok. Desi menambahkan, demonstrasi ini sengaja digelar hari Minggu, khususnya saat car free day agar tidak menganggu lalu lintas. “Jangan sampai macet, apalagi merugikan masyarakat,” tukasnya.

muda. Mereka yang dahulu mengkritik pemerintah rupanya, juga “tunduk” pada godaan kekuasaan. Rama Pratama bahkan tersangkut kasus korupsi. Sedangkan Budiman, dinilai oleh banyak pengamat politik tidak lagi segarang dulu ketika masih tutun di jalanan.

TEROPONG/BENEDIKTUS KRISNA

Oleh Benediktus Krisna

“Butuh waktu untuk menyelesaikan semua agenda reformasi,” ujar Budiman ketika ditanya soal mengapa empat belas tahun usai reformasi keadaan tak kunjung membaik.

Anomali Aktivis Namun seBudiman Sudjatmiko memberikan kuliah umum jarah mencatat satu Komunikasi Politik di Universitas Multimedia Nunama yang selalu dikesantara, Sabtu (26/5). nang sebagai “kiblat” para aktivis mahasiswa di Indonesia. Bukunya saat itu. Teman-temannya pun mendaki selalu menjadi rujukan ketika mereka butuh energi ekstra un- karier di parlemen, sementara Gie metuk mengkritisi sejumlah pihak yang milih setia sebagai watchdog pemerinmereka anggap tak adil. Seorang yang tahan. Setali tiga uang dengan parlemen seringkali dijadikan personifikasi ak- yang mereka jatuhkan, rupanya temantivis mahasiswa angkatan 1966. Dia teman Gie pun tak kalah korup dan buruknya. adalah Soe Hok Gie.

Di saat yang sejumlah tokoh gerakan 98 sudah duduk nyaman di kursi parlemen. Sebut saja Rama Pratama dan Budiman Sudjatmiko. Rama pernah mengenyam bangku DPR dengan menjadi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada periode 2004-2009. Sedangkan Budiman, sosok yang seringkali dijadikan personifikasi gerakan 98 ini sekarang menjabat sebagai Komisi Dua Dewan Perwakilan Rakyat.

Gie, panggilan akrabnya, adalah seorang aktivis mahasiswa yang sangat vokal pada zamannya. Tak pernah gentar ia lontarkan kritik pada penguasa saat itu, Soekarno. Bersama teman-temannya, ia turun ke jalan untuk mengkritisi pemerintah yang mereka anggap kacau saat itu. “Soekarno tak ubahnya raja-raja Jawa. Ia feodal dan punya banyak istri. Para pengacau seperti itu pantas ditembak mati di lapangan banteng,” ujar Gie dalam catatan hariannya.

Namun rupanya kuasa mereka di parlemen menjadi fenomena anomali dengan gerakan mereka kala

Seperti halnya Budiman tiga puluh dua tahun kemudian, Gie berhasil menjatuhkan rezim yang berkuasa

Nampaknya memang ada kecenderungan seseorang untuk menjadi gelap mata dengan kekuasaan, padahal dahulunya mereka adalah aktivis yang menyerukan kebusukan pemerintah. Namun, Gie berbeda. Dia adalah anomali dari sekian banyak aktivis mahasiswa yang ada. Sayang (atau mungkin beruntung) dia mati muda. Dia belum sempat berbuat lebih banyak lagi untuk Indonesia. Mungkinkah ada sosok Gie yang baru? Yang kritis menyuarakan perubahan? Yang tetap setia meski dikepung sedapnya dunia kekuasaan? Yang tetap setia mengawal perubahan (baca : reformasi) sehingga benar-benar paripurna agendanya? Kita tunggu saja.

KONTRAS dan AICHR Luncurkan Laporan HAM ASEAN Kedua Oleh Lupita Wijaya

Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bersama dengan persatuan advokasi HAM ASEAN meluncurkan laporan kinerja ASEAN Intergovernmental Commission on Human Right (AICHR) kedua periode Oktober 2010 hingga Desember 2011 di Komisi Yudisial, Jakarta Pusat (7/5). Peluncuran ini disertai diskusi publik mengenai bentuk advokasi yang terus mengikutsertakan AICHR selama setahun terakhir. Dengan judul A Commission Shrouded in Secrecy, peluncuran laporan ini dipimpin oleh Koordinator Eksekutif KontraS Haris Azhar. Sejak 23 Oktober 1009, Konferensi tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-15 di Cha-am hua Hin, Thailand, telah meresmikan AICHR atau Komisi HAM ASEAN. Praktis hingga kini, AICHR terus menjadi sorotan masyarakat sipil di ASEAN karena dianggap belum menunjukkan performa yang signifikan. Beberapa hal yang menjadi sorotan masyarakat sipil di ASEAN antara lain terkait transparansi informasi dan dokumen yang dihasilkan oleh AICHR. Persoalan transparansi

muncul karena sulit sekali mencari sumber informasi tentang kegiatan dan hasil yang dicapai oleh AICHR. Hariz mengatakan, Kementerian luar negeri maupun AICHR tidak menyediakan website maupun melaku-

“Beberapa hal yang menjadi sorotan seperti minimnya konsultasi publik, minimnya kontribusi perwakilan Indonesia untuk memperkuat mekanisme HAM di tingkat nasional” -Haris Azhar-

kan pertemuan rutin dengan masyarakat untuk memberi informasi berkala termasuk informasi serta perkembangan hasil kajian tematik yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu Corporate Social Responsibility (CSR) dan migrasi. Khusus untuk kajian CSR, sejauh ini sulit untuk diukur apakah membawa dampak perubahan, khususnya pada perbaikan situasi perlindungan hak-hak buruh migran pe-

rempuan di kawasan Asia Tenggara. Diskusi publik terkait keengganan AICHR membuka relasi dan konsultasi dengan masyarakat sipil. Padahal, mandat dan fungsi AICHR yang ada dalam kerangka acuan kerja mewajibkan dialog dan konsultasi selain badan-badan ASEAN, juga dengan organisasi masyarakat sipil. “Untuk AICHR perwakilan Indonesia, beberapa hal yang menjadi sorotan seperti minimnya konsultasi publik, minimnya kontribusi perwakilan Indonesia untuk memperkuat mekanisme HAM di tingkat nasional,” ujar Direktur Eksekutif Human Rights Resource Centre for ASEAN Marzuki Darusman. Marzuki menambahkan, di sela minimnya prestasi AICHR, Komisi Tinggi HAM PBB hadir dalam pertemuan regional masarakat sipil ASEAN yang keempat di Bali tahun lalu. Dinamika AICHR ini tidak melampaui ASEAN. KontraS sebagai bagian dari anggota SAPA Task Force ASEAN dan HAM, terus bertujuan mengkonkretkan langkah ini.


KAMPUS

RABU, 27 JUNI 2012

3

Dahlan Iskan Berbagi Soal Wirausaha Oleh Benediktus Krisna

“Sakit hati adalah modal untuk maju.” -Dahlan IskanLalu alasan ketiga adalah pada 10 tahun ke depan kondisi ekonomi Indonesia akan jauh membaik. “10 tahun ke depan ekonomi yang akan mendikte politik, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan tidak aka nada korelasi antara gejolak politik dengan kondisi ekonomi,” ujarnya menutup sesi seminarnya.

HIJAU!

Communication Festival

UMN Green Week Ramaikan Hari Bumi Oleh Lupita Wijaya

ULTIMAGZ/NADYA KARTIKA

Untuk memperingati hari bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (BEM UMN) menyelenggarakan acara UMN Green Week. Acara dengan tema Keep The Earth Young ini berlangsung selama seminggu dengan tujuan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga stabilias ekosistem. Ketua Acara UMN Green Week sekaligus Ketua BEM UMN, Preva Dimas, mengatakan berniat memasukkan acara ini ke dalam agenda tahuan. UMN Green Week merangkul masyarakat untuk lebih peduli pada penghijauan. Rangkaian acara UMN Green Week dimulai dengan penanaman sekitar 600 bibit bakau di kawasan ekowisata Tol Sedyatmo, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Selain penanaman bakau, acara ini juga diramaikan dengan lomba majalah dinding, lomba fotografi, lomba poster, lomba makan, dan lomba band yang dilaksanakan di UMN, Gading Serpong, Tangerang. Adapun seminar yang diselenggarakan dari KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia). Acara puncak

Kemudian Dahlan mengikuti rangkaian acara dengan meresmikan YOURS, dengan menyematkan pin ke pengurus YOURS yang terdiri dari Ketua YOURS Neneng dan Konseptor dan Dewan Penasihat YOURS Michael Loe. Ketua Acara CHEERS Pricilla Angelia mengatakan ide Yours ini tercetus sekitar sebulan yang lalu oleh para mahasiswa. Ilmu Komunikasi 2009 yang menempuh mata kuliah CSR dan Event Management. “ M e n g ingat sangat pentingnya networking dan dibutuhkannya wadah untuk menampung para mahasiswa yang sudah me- Dahlan Iskan menjadi pembicara utama dalam seminar CHEERS yang diadakan oleh YOURS di miliki dan menjalankan Function Hall Universitas Multimedia Nusantara, Gading Serpong, Tangerang, Senin (4/6). bisnis sejak dini,” ujarnya ketika ditanya soal tujuan diadakannya Muda Indonesia (HIPMI) Raja Sapta Challenge 2011 Ryan Putera Pratama, Oktohari, Presiden of ITB Enter- dan Pakar e-market Natali Ardianto. CHEERS. Acara ini juga dihadiri oleh preneurship Challenge 2011 Renard Mereka juga memberikan seminar bagi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Widarto, Juara pertama Biz Camp peserta yang hadir. TEROPONG/BENEDIKTUS KRISNA

mulai dari sekarang mahasiswa mulai menjadi seorang wirausaha, maka 5-10 tahun ke depan bisnisnya sudah maju. Dahlan menjelaskan tiga alasan mengapa para wirausahawan muda ini akan meraih suksesnya 10 tahun lagi. Alasan yang pertama adalah soal usia. “Kalian masih muda, perjalanan masih panjang, masih kuat tiga hari begadang sekaligus, enerjik.” Kaya pengalaman adalah poin kedua keunggulan mereka.

Mahasiswa menanam bibit bakau di Pantai Indah Kapuk, Jakarta dalam rangka UMN Green Week, Minggu (22/4). ditutup dengan penampilan dari salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa Vicinity Dance, pemenang lomba band E-fresh, Paroeh Waktoe, Tokyolite, dan Endah N Rhesa di Function Hall UMN.

I’m Kom Hadirkan Belasan Acara Komunikasi Kreatif Oleh Lupita Wijaya Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nus ant ara (I’m Kom UMN) meny e l e n g g a rakan Communication Festival (Commfest) 2012 pada tanggal 9-18 Mei 2012 Hira Meidia meresmikan pembukaan Communication Festival, lalu. Dengan Rabu (9/5). tema CREATE lomba yang datang dari Semarang dan ( C om mu n i c ate and Raise your idEA Through Experi- juga Bandung. Lomba-lomba yang diadaence), I’m Kom ingin membuat para kan oleh Commfest antara lain, Back to partisipannya kaya akan pengalaman Feature, di mana para pesertanya harus dan pengetahuan melalui berbagai lomberadu kemampuan menulis feature ba dan seminar yang diadakan. Ketua Acara Commfest dan yang mengangkat tema Budaya Sebagai I’m Kom Rhesa Jonathan, menyebutkan, Media Pembelajaran dan Hiburan. Phoacara terbuka untuk mahasiswa-maha- talk, persaingan antar individu dalam siswa dari Universitas se-Jabodetabek. menampilkan hasil karya foto yang Namun, di luar target ada juga peserta kreatif serta caption yang sesuai. Mar-

MAJALAH DWIBULANAN Rp. 5.000,-

YOUNG JOURNALISTS TALK

keting Public Relations Strategic Blast, lomba merancang strategi Marketing Public Relations bagi kesenian lokal Indonesia. Comprofesional, dimana peserta harus merancang sebuah company profile perusahaan yang memenuhi standar sesungguhnya dengan desain yang kreatif. Selain itu, adapun Anchor Vista, sebuah lomba yang diadakan untuk bagaimana menjadi pembawa berita yang baik serta memberi pengalaman bagi peserta yang ingin bercita-cita sebagai news anchor. Communication Festival juga mengadakan seminar, talkshow, serta workshop yang mengundang narasumber berkompeten, dari VIVAnews.com, Vice President Corporate Communication IndoPacific Edelman dan bintang tamu lainnya seperti Aiman Witjaksono, Erwin Parengkuan, dan Gustav Aulia. Acara ini dimeriahkan oleh berbagai band, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMN, CommFest Award, art performance, dan ditutup oleh guest star Adera. Rhesa mengatakan, acara Commfest ke depannya akan dibuat tahunan melihat dari antusias mahasiswanya yang membeludak.

ULTIMAGZ/INASSHABIHAH

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjadi pembicara utama dalam acara CHEERS (Create High Enthusiasm of Enterpreneurship) yang diselenggarakan YOURS (Young Entrepreneurs Association) di Function Hall, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Senin (4/6). Acara itu dilaksanakan juga sebagai peresmian YOURS. Pada kesempatan itu, Dahlan tidak banyak berbicara soal teori bagaimana berbisnis, melainkan dia mengundang peserta seminar untuk maju ke panggung untuk bercerita soal bisnisnya. Ada tujuh orang yang beruntung untuk maju ke depan untuk berbagi cerita dan keluh kesah usaha mereka dengan Dahlan. Mereka bercerita soal usaha mereka, perkiraan profit bahkan cerita duka karena nyaris bangkrut ataupun ditipu orang. “Sakit hati adalah modal untuk maju,” ujar Dahlan yang kemudian mengundang sambutan dan tepuk tangan peserta seminar (yang kebanyakan mahasiswa dan praktisi bisnis) yang datang. “Anda hebat, karena masih muda, tapi sudah matang. Sudah kenyang mulai dari ditipu dan sebagainya.” Kemudian Dahlan menyarankan


OPINI

4

RABU, 27 JUNI 2012

Balada Layar Gelap

Sebuah Studi Kasus Terhadap Penyensoran Film “Balibo” Oleh Benediktus Krisna

Alkisah, Indonesia adalah negara yang mengaku telah sukses menempuh reformasi, yang menjanjikan kebebasan berpendapat, berkarya dan berekspresi dalam media manapun. Ternyata hal itu hanya impian dan fatamorgana semata. Bagaimana tidak, peran negara yang katanya sudah “dikurangi” dalam urusan kekang-mengekang ekspresi, juga kerap kali tertangkap basah masih mencoba mengurungkan karya-karya dan bentuk ekspresi yang mereka anggap tak layak. Bersenjatakan sebuah institusi yang dipayungi hukum dengan selusin lebih pasalnya, negara berkewenangan mencekal dan melarang beredarnya hal-hal yang tak lulus sensor. Perkenalkan Lembaga Sensor Film (LSF) namanya. Menurut UU No.7 tahun 1994 tentang Sensor Film, yang dimaksud dengan Sensor film adalah penelitian dan penilaian terhadap film dan reklame film untuk menentukan dapat atau tidaknya sebuah film dan reklame film dipertunjukkan dan/atau ditayangkan kepada umum, baik secara utuh maupun setelah peniadaan bagian gambar atau suara tertentu. Itulah yang gatra yang nampak pada beranda landasan hukum LSF. Berlanjut dengan gatra berikutnya yaitu, “LSF mempunyai fungsi sebagai berikut : a.

melindungi masyarakat dari kemungkinan dampak negatif yang timbul dalam

peredaran, pertunjukan dan/ atau penayangan film dan reklame film yang tidak sesuai dengan dasar, arah dan tujuan perfilman Indonesia; b.

memelihara tata nilai dan tata budaya bangsa dalam bidang perfilman di Indonesia;

c.

memantau apresiasi masyarakat terhadap film dan reklame film yang diedarkan, dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dan menganalisis hasil pemantauan tersebut untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan tugas penyensoran berikutnya dan/atau disampaikan kepada Menteri sebagai bahan pengambilan kebijaksanaan kearah pengembangan perfilman di Indonesia.

Dengan landasan hukum yang memayungi, LSF berkewenangan untuk : 1.

meluluskan sepenuhnya suatu film dan reklame film untuk diedarkan, diekspor, dipertunjukkan dan/atau ditayangkan kepada umum;

2.

memotong atau menghapus bagian gambar, adegan, suara dan teks terjemahan

dari suatu film dan reklame film yang tidak layak untuk dipertunjukkan dan/atau ditayangkan kepada umum; 3.

menolak suatu film dan reklame film secara utuh untuk diedarkan, diekspor, dipertunjukkan dan/atau ditayangkan kepada umum;

4.

memberikan surat lulus sensor untuk setiap kopi film, trailer serta film iklan, dan tanda lulus sensor yang dibubuhkan pada reklame film, yang dinyatakan telah lulus sensor;

5.

membatalkan surat atau tanda lulus sensor untuk suatu film dan reklame film yang ditarik dari peredaran berdasarkan ketentuan Pasal 31 ayat 1 Undang-undang Namor 8 Tahun 1992;

6.

memberikan surat tidak lulus sensor untuk setiap kopi film, trailer serta film iklan, dan tanda tidak lulus sensor yang dibubuhkan pada

reklame film, yang dinyatakan tidak lulus sensor; 7.

menetapkan penggolongan usia penonton

8.

menyimpan dan/atau memusnahkan potongan film hasil penyensoran dan film serta rekaman video impor yang sudah habis masa hak edarnya;

9.

mengumumkan film impor yang ditolak.

LSF dengan segala perangkat hukumnya pun memulai sepak terjangnya “mengamankan” konten film yang dirasa tidak layak untuk ditampilkan, dengan pertimbangan dari beberapa sudut mulai dari pendidikan, agama, hingga politik dan keamanan. Atau mungkin “mengamankan” seluruh film. Pada praktiknya, LSF akan memberikan rekomendasi kepada produser film untuk menghapus beberapa bagian di konten yang dirasa melanggar norma-norma dari pertimbangan itu. Satu dari sekian banyak film, ada satu judul film yang membuat heboh jagat visual bergerak ini. Balibo judulnya. Balibo adalah sebuah film tentang lima jurnalis asal Australia yang pergi ke Timor Lester untuk meliput perang antara pasukan Indonesia dan pasukan Timor Leste disana. Singkat kata, film itu sukses bikin berang

penguasa yang saat itu. Apakah karena itukah Balibo dilarang tampil di publik? Ataukah ada alasan lain? Memang tak dapat dipungkiri, ada beberapa bagian dalam film ini yang menampilkan adegan kekerasan seperti menembak, memukul, menendang, dan lain-lain. Bukankah itu juga seharusnya menjadi pertimbangan untuk menyensor film? Toh nyatanya, banyak film dengan porsi kekerasan lebih banyak tapi tetap beredar. Berarti premis ini bisa dibilang tidak tepat. Analisis penulis lebih condong kepada alasan politis atas isu yang diangkat film ini. Pemerintah Indonesia melalui LSF, seakan ingin menutup kenangan buruk atas meninggalnya lima wartawan Australia yang meliput disana. Lebih lanjut, Indonesia seakan ingin menutup kenyataan bahwa mereka telah berbuat sangat kejam saat perang itu terjadi. Entah khawatir nama baiknya sebagai negara yang (katanya) terkenal dengan sopan santun ini, atau khawatir mendapat “somasi” dari negara tetangga yang pamerannya tewas perang dalam film, saya tidak tahu. Saya hanya menduga, itu semua adalah alasan layar hitam mengembang di film ini. Layar hitam yang besar yang menutup semua sudut untuk memandang. Menutupi sesuatu dibaliknya. Pandangan lenyap, dan seakan tidak ada apa-apa disana. Itulah ironi negeri yang katanya reformasi, dimana ekspresi tak segan ditutupi oleh ia yang tak senangi.

Demokrasi yang Bagaimana? Oleh Lupita Wijaya

Maraknya aksi pembungkaman karya intelektual seperti halnya buku ternyata memicu perdebatan diantara civitas akademika. Banyak pendapat yang dilontarkan, emosi pun tak terhindarkan jika debat telah berlangsung. Kubu pro menyatakan bahwa demokrasi kita bukan demokrasi liberal. Kubu kontra mendebat bahwa sesungguhnya kebebasan berpendapat itu memperoleh hak secara legal di tangan hukum. Mari kita telusuri beberapa buku yang mendapat blokir dari pemerintah untuk menerbitkannya. Trilogi Dosa Politik oleh Boni

Hagens. Tentunya para pengamat informasi politik tahu siapa tokoh ini. Ia sering menjadi tamu dalam acara isu hangat politik. Buku ini memuat tentang pengkhianatan terhadap jiwa reformasi yang persis tumbuh setelah ’98. Dalam kurun waktu sebelas tahun ini ternyata ada juga pendapat yang masih dibungkam. Dan yang menjadi pertanyaan apakah pihak oposisi kembali diharamkan? Buku kedua, Lekra tak Membakar Buku karya Muhidin M. Dahlan. Penulis mencari sumber dan meriset langsung ke Gedung Perpustakaan Na-

sional di Salemba dan Perpustakaan daerah Yogyakarta. Buku ini bercerita mengenai PKI tahun ‘50an. Selama tiga puluh tahun ternyata menurut risetnya Lekra bukanlah underbow PKI. Hal ini dibuktikan karena terbukti bahwa PKI membentuk organisasi sendiri di luar Lekra. Pertanyaannya, jika memang Lekra adalah underbow PKI, mengapa PKI mesti membentuk organisasi lain? Sebagai informasi tambahan, Muhidin M. Dahlan juga

menulis buku berjudul Sugus Merah. kan beliau ternyata malah di blok oleh Ia memberi kepastian bahwa semua pemerintah. informasi yang terdapat dalam buku Ternyata masih cukup bamerupakan sebuah kebenaran. nyak buku yang telah mendapat lar Enam Jalan Menuju Tuhan angan terbit dari pemerintah. Tidak bisa karya Darmawan MM ternyata juga dijelaskan satu persatu dan semuanya mendapat pelamempunyai alasan rangan terbit. sama, yaitu “Semuanya mempunyai yang Dalam buku ini dianggap akan bukan sepenuhnalasan yang sama, yaitu mengganggu opini ya mengenai kesosial dan memicu dianggap akan percayaan. Atau tindakan kolektif yang lebih tepat, mengganggu opini sosial yang antagonis. ‘aliran’ seperti Pertandan memicu tindakan yang diucapkanyaannya, apakah nya dengan tegas. kolektif yang antagonis.” sebuah buku dapat Bagaimana kita menjadi sumber bisa melihat polimasalah? Pernah-Lupita Wijayatik dan agama kan sebuah peternyata bermikiran eksklusif hubungan sangat menjadi pemicu erat. sebuah tragedi? Selanjutnya, Dalih Pembunu- Kembali ke karya-karya Karl Marx, Hehan Massal G 30/ S dan Kudeta Soeharto gel, dll yang mendapat sambutan luar bikarya John Rossa dan disunting oleh asa di Eropa dan membawa perubahan Hilmar Farid. Penulis mengaku tertarik dasyat yaitu mengantarkan pada sebuah untuk melakukan risetnya di Indonesia. revolusi. Buku ini hadir di kancah internasional Bagaimana dengan perspektif dan mendapatkan tempat sebagai buku pribadi? Bukankah orang belajar melapenjualan terbaik tahun lalu. Di sini lui buku? Bahwa memang benar pernah diungkapkan bahwa ternyata Gerakan ada pemikiran seperti itu. Pembaca yang tiga puluh September tiga bukan seratus memang benar menyebut dirinya cerdas persen karena keterlibatan PKI. Itulah tidak akan begitu saja percaya dengan alasannya mengapa penulis menggu- apa yang tertinta, tetapi mampu melnakan judul G 30 S (bukannya G 3O S/ akukan sintaksis fakta dan membuat sePKI). Selain itu, transisi era orde lama ke buah pemikiran baru yang lebih konkret orde baru juga disorot dengan terbuka, sehingga nilai positif terhadap karyamenggunakan analisis dan sintaksis karya intektual dapat menanjak. yang tajam. Pernyataan frontal ditulis-


RABU, 27 JUNI 2012

DARI ANDA

5 Survei Teropong Topik: Harga BBM bersubsidi Sebanyak 30 responden yaitu mahasiswa, dari berbagai jurusan dan universitas, menjadi sampel dari survei yang diadakan oleh Teropong. Topik yang diangkat adalah mengenai harga BBM bersubsidi, yang pada tanggal 1 April kemarin, Pemerintah tidak jadi menaikkan harga BBM bersubsidi tersebut. Berdasarkan survey yang dilakukan, sebanyak 54% atau 16 orang responden menyatakan setuju dengan kenaikan harga BBM bersubsidi, alias tidak setuju dengan keputusan Pemerintah. Sebanyak 43% atau 13 orang responden menyatakan tidak setuju, dengan kata lain, setuju dengan keputusan yang diambil Pemerintah. Sisanya, 3% atau satu orang responden menyatakan tidak tahu mengenai keputusan Pemerintah tersebut.

GRAFIS: TEROPONG/CHERYL PRICILLA BENSA SUMBER SURVEI NAOMI EMMANUEL

Tidak Setuju

Tidak setuju kalau harga Premium sampai naik, karena seharusnya penghematan apbn bisa dilakukan, bukan menambah pendapatan dari harga jual bahan bakar. Devisa negara tidak hanya dari penjualan BBM bersubsidi saja.

Mahasiswa

Arini (Management 2009 Universitas Tarumanegara)

G A L E R I

Air dan Tonjokkan Oleh Aris Budi

Saya Setuju harga BBM bersubsidi naik. Harga premium sudah terlalu murah. Adalah resiko pemakai kalau harga bensin premium lebih mahal.

Nicke (Public Relations 2009 Universitas Multimedia Nusantara)

Ryan (Bioteknologi 2009 Universitas Atma Jaya) Saya sangat tidak setuju. Alasannya, kalau harga BBM bersubsidi naik, otomatis semua barang-barang kebutuhan pokok harganya pasti ikut naik. Gaji atau pendapatan tidak naik. jadi pengeluaran dan pemasukan menjadi tidak sinkron.

bicara

Setuju

Selain itu, kualitas premium sudah tidak cocok dengan mesin-mesin kendaraan zaman sekarang. Bisa membuat umur kendaraan lebih pendek.

Saya setuju. Harga minyak bumi naik, maka dari itu harga jual BBM bersubsidi harus diseimbangkan dengan harga itu. Hal ini seharusnya dilakukan Pemerintah agar tidak terus menambah anggaran untuk subsidi BBM selama ini. kalau Pemerintah terus nombok, dampaknya ke rakyat juga.

Hindra (Teknik Informatika 2009 Universitas Bina Nusantara)

Gotong Royong Oleh Ryan Rizal Tembus Oleh Michael Loe Kirimkan foto karya Anda ke teropong@hotmail.com dengan subjek judul foto_nama lengkap anda.

Malam di Paris Oleh Felix Winata

De Javu Oleh Eko Susanto

Lima Foto terbaik akan dipamerkan dalam rubrik GALERI dan mendapatkan hadiah menarik dari Teropong


6

PROFIL Ketika Sampah Menjadi Berkah RABU, 27 JUNI 2012

Oleh Benediktus Krisna

“B

anyak orang merasa jijik dengan bah. Mereka tidak sadar bahwa ada ya. Ibarat mutiara yang terpendam

jang kain dan sandal jepit, beliau dengan terbuka menerima kedatangaan Teropong dan bersedia menceritakan kisah hidupnya. Proses beliau menjadi seorang juragan seperti sekarang tidaklah mudah. Beliau sudah mengecap kerasnya mencari uang sejak dirinya masih belia. “Saya dulu sekolah nyambi-nyambi. Jadi loper koran terus macemmacemlah buat tambahan ngebiayain sekolah,” ujar alumnus tahun 1987 SMP Pribadi ini. Tak pernah terbayangkan olehnya akan menjadi seorang yang berkecimpung di bidang wirausaha. Seperti kebanyakkan orang, ia berniat uang dengan bekerja di tempat orang. Namun bukanlah rahasia umum bahwa, sungguh sulit melamar kerja “hanya” dengan berbekal ijazah SMP. “Udah abis ongkos jalan, lama nunggu, eh ga diterima juga. Capek,” kenang suami dari Napsiah tentang kerasnya masa lalu yang ia jalani. Berbagai pekerjaan telah ia coba, melalui dari office boy sampai buruh pabrik. Namun kecilnya kesempatan yang ditawarkan dari berbagai pekerjaan itu, membuat dia enggan meneruskan. Beliau kemudian merenung, memikir-

kan suatu lapangan pekerjaan yang luas kesempatannya yang jarang dijamah orang. “Akhirnya, mulai tahun 94 saya pilih ‘main-mainlah’ dengan limbah. Ha-ha-ha,” kelakar ayah dari Ahmad Agus Salim dan Lubabah Limiah ini. Awalnya ia bertugas untuk mengumpulkan plastik dan sampah untuk kemudian dicuci lalu dijual ke pabrik. Ia kemudian “naik kelas” dengan menjadi seorang agen yang menyalurkan barang-barang tersebut ke pabrik dan pengumpul. Dari situlah ia mengumpulkan dana lalu memutuskan untuk mengoperasikan penggilingan limbah. “Saya belajar sendiri dari ngeliat orang, niru-niru, belajar pelanpelan. Waktu itu mana ada (orang lain) yang mau ngajarin saya? Yah namanya orang berbisnis, mana ada sih yang mau kasih tau caranya? Pasti mereka ga mau rugi, kan? Tapi berkat ketekunan dan kerja keras, Alhamdulilah sekarang uda bisa jadi kayak sekarang,” papar ujar sulung dari empat bersaudara ini. Jatuh bangun dalam mengelola penggilingan ini sudah dikecapnya. Mulai dari sepinya barang yang masuk, dicap buruk oleh sebagian orang, sampai jatuh bangkrut pun pernah ia rasakan. “Saya tetap jalanin aja. Rejeki itu ga kemana, uda diatur sama Allah.” Keyakinan itulah yang selalu dijadikan pedoman dalam menjalankan usaha ini. Keuntungan bukanlah prioritas utama

beliau, namun bagaimana usahanya itu dapat menghidupi banyak orang. “Mereka (baca: karyawan) dibayar borongan, kalo ga ada barang, ya mereka ga kerja, kalo ga kerja ga ada uang. Saya usahakan selalu carikan barang agar mereka selalu kerja. Saya utamakan karyawan, karena dulu saya juga pernah seperti mereka. Saya

peng menempel di mulut kecilnya. Dengan sigap, Iana, nama panggilan Ernawati, menaruh adiknya di pangkuannya. Iana sekarang duduk di kelas empat, di sekolah SDN 08 Pagi di daerah Taman Ratu. Rumahnya di daerah Pesing. Ketika ditanya mengenai keberadaan orangtuanya, Iana me-nunjuk seorang ibu yang sedang menggendong bayi di seberang jalan. Posisinya masih dibawah kolong jembatan. “Itu Ibu. Jagain ade. Masih bayi soalnya,” ujar Iana dengan nada khas betawi. Tidak disangka, Iana adalah sampe seratus 10 bersaudara. Beberapa TEROPONG/CHERYL PRICILLA BENSA ribu. Seneng kakak-nya ada yang sudah menikah. Ibunya masih bekerja sebagai bisa dapet kalo bisa dapet segipembantu cuci gosok, sedangkan ayahn- tu,” kata Iana mantap dengan seya, Iana tidak terlalu jelas mengungkap- nyum yang menghiasi wajahnya. “Uangnya ini aku kasih ke Ibu. Sepuluh kannya. Iana bersama Putra, dalam ribu buat uang jajan, sisanya buat ibu,” sehari bisa mendapat uang sampai 50 lanjutnya. Perjalanan hidupnya sebagai ribu dari hasil mengemis. “Kadang bisa

anak jalanan ini ternyata benar-benar berat. Iana mengaku pernah ditangkap oleh buser. Hari itu Iana memang terlambat pulang dari pekerjaannya itu dan kebetulan sedang ada razia. Untungnya, ayahnya mengenal polisi yang menangkapnya itu, sehingga ia bisa pulang. Iana melanjutkan ceritanya mengenai les pelajaran untuk anak jalanan di kolong jembatan seberang Mal Ciputra yang diadakan setiap hari minggu dan tidak dipungut biaya. Pelajaran yang diajarkan berbeda tiap minggunya. Iana bersama teman-temannya selalu kesana. Les pelajaran itu dimulai pukul dua siang. Semangat hidup Iana terpancar dari setiap jawabannya. Pancaran itu semakin terasa ketika ia bercerita tentang kalung emas yang ditemukannya. “Iya, waktu itu nemu kalung emas di jalan. Aku kasih buat Ibu, buat hadiah lebaran,” cerita Iana antusias. Di kala hening sejenak dari obrolan, Iana bergegas menggendong Putra, yang berbaju kuning terang de-ngan rambut ikalnya, menghampiri setiap kendaraan yang berhenti di jalan itu. Putra berada di punggungnya. Tangan kanan Iana meluncur di depan jendela mobil, pengendara motor, penumpang bajaj, bahkan penumpang bus. Mukanya tampak memelas. Tampak seorang penumpang mobil pribadi

memberikan uang untuk Iana. Lampu kuning menyala, hampir menuju lampu hijau. Iana berjalan dengan santai menuju trotoar sambil memasukkan uang tadi ke dalam kantong belakang celananya. Tampak raut muka yang senang dan gembira. Iana kembali duduk di trotoar, menceritakan pengalaman lainnya. “Waktu itu juga pernah dikasih uang seratus ribu sama orang. Langsung aku kasih ibu,” katanya senang. Sejenak memperhatikan gerak-gerik mereka saat mencari nafkah demi hidup. Bangun pagi-pagi buta, kembali setelah pukul 9 malam, dengan bus, yang kenek atau supirnya dikenal, dimanfaatkan untuk meringankan beban ongkos setiap harinya. Obrolan dengan anak jalanan ini diakhiri dengan beberapa makanan kecil sebagai pengganjal perut sebelum makan siang serta uang sekedarnya sebagai tanda terima kasih. Anak jalanan adalah sesuatu yang spesial. Perjalanan hidup jalanan tidak bisa dilihat dari besar kecilnya tubuh dan umur mereka. Dua kata yang dapat mengikuti kata hidup untuk mereka, yaitu luar biasa. Setidaknya sekilas kisah pengalaman dari mereka dapat mewakili anak jalanan lainnya, dapat memberikan inspirasi juga memberikan makna positif untuk kata hidup. (*)

TEROPONG/BENEDIKTUS KRISNA

Itulah yang diucapkan Mohamad Toha bin Dirman, seorang juragan sebuah penggilingan limbah sampah di Sewan, Tangerang, Banten. Tak pernah sekalipun ia jijik atau peduli kata orang yang berpandangan buruk soal sampah, ia justru mengolah sampah untuk dijadikan uang. “Plastik sampah, limbah-limbah, itu semua bisa menghasilkan untung bila diolah dengan baik,” ujarnya. Pria yang hanya mengenyam bangku pendidikan sampai SMP (Sekolah Menengah Pertama) ini mengata-

sampah dan limanugerah dibalikntumpukan jerami.”

kan bahwa dari usahanya menjalankan penggilingan sampah cukup baginya untuk menghidupi kurang lebih 40 karyawan yang bekerja dengannya dengan total 15 juta rupiah per minggu. “Lumayan bisa bantu orang banyak. Cukup juga buat makan (dan) hidup,” ujar pria kelahiran Sewan, Tangerang, 38 tahun silam. Ditemui oleh Teropong di “workshopnya” di Sewan, Kamis (12/5), Toha jauh dari kesan juragan penggilingan limbah sampah yang menghasilkan puluhan juta rupiah tiap minggunya. Dengan berpakaian kaus berkerah, celana pan-

“Plastik sampah, limbah-limbah, itu semua bisa menghasilkan untung bila diolah dengan baik.” -Mohamad Tohahanya saluran berkah untuk mereka.” Banyak hal yang bisa dipetik kisah hidup Pak Toha. Mulai dari jangan menyepelekan satu hal pun di dunia ini, karena apabila dimanfaatkan dengan baik dapat menghasilkan sesuatu. Sukses itu tidak mengenal status sosial apapun atau jenjang pendidikan apapun. Pendidikan itu penting untuk membentuk pola pikir. Tapi sukses akan hinggap di pundak siapa saja yang siap menukarkan waktu, jiwa dan raga mereka membanting tulang untuk mengejar impian. Disertai dengan keyakinan yang kuat kepada yang Maha-Esa, karena Tuhan selalu memeluk impian orang-orang yang luhur. Menjadikan mereka sarana berkat kepada sesama.

Hidup Luar Biasa Oleh Naomi Emmanuel

Anak jalanan. Mereka dapat ditemui hampir di se-

tiap jalan. Pos utamanya ada di trotoar jalan lampu merah dan kolong jembatan. Pekerjaan yang dilakoni juga beragam. Ada yang mengemis, mengamen, mengelap kaca mobil, dan lainnya. Umur mereka terbilang masih sangat muda. Umur yang seharusnya bersenang-senang, bermain dengan teman seumuran di halaman sekitar rumah mereka. Kenyataannya, mereka harus “bermain” di halaman yang jauh lebih luas dari halaman rumah mereka. Hari itu, Minggu siang, ketika matahari sedang teriknya, di bawah jembatan Grogol, terlihat ada beberapa anak jalanan. Sebuah bus berhenti ketika lampu merah menyala. Dari dalam bus, munculah seorang gadis menggendong seorang anak balita. Ernawati namanya. Tubuhnya gempal, berkulit cokelat gelap, berbaju hijau. Rambutnya agak pendek, dengan poni samping bergelombang. Celananya berbahan jeans warna cokelat, hanya selutut panjangnya. Dengan kuatnya ia menggendong adik kecil di punggungnya. Gadis periang ini memiliki julukan “bakso”, mengingat badannya yang gempal. Dengan santai ia duduk di trotoar lampu merah. Seperti tidak menghiraukan motor-motor yang bisa saja menyerempet kedua kakinya. Adiknya masih digendong di punggungnya. Adik kecil itu bernama Putra, masih berumur dua tahun. Sebuah em-


RABU, 27 JUNI 2012

Naik Harga BBM, Naik Harga Kebutuhan? (Sambungan dari halaman 1)

hadapi pemutusan hubungan kerja.

Buruh Kena Imbas Kenaikan Harga BBM Di pihak lain, anggota komisi IX DPR RI Herlini Amran, seperti dikutip Kompas.com, mengatakan, pengaruh kenaikan harga BBM dinilai lebih merugikan masyarakat kecil, terutama buruh. Kenaikan harga BBM juga dapat berakibat naiknya biaya produksi yang menyebabkan kenaikan biaya produksi sehingga membebankan kenaikan biaya produksi itu kepada pekerja, seperti menunda pembayaran gaji, memotong gaji, atau mengurangi jumlah pekerja. “Perjuangan mereka kemarin, untuk menaikkan upah minimumnya akan terasa sia-sia,” ujar legislator dari fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) ini ketika flashback ke hari buruh internasional, 1 Mei lalu. Kenaikan harga BBM, disinyalir dapat menyulut kenaikan biaya operasional yang harsu ditanggung perusahaan. Perusahaan yang terbeban dengan biaya operasional yang semakin melambung, akhirnya dapat menyebabkan pengurangan jumlah karyawan. Jangankan menuntut status sebagai karyawan tetap, para buruh malah dapat terancam meng-

Dorong Penggunaan Energi Alternatif Menurut Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo, ada beberapa solusi yang ia tawarkan untuk mengentaskan masalah ini. Sebelum meninggal akibat serangan jantung pada tanggal 21 April lalu, Menteri yang dikenal dengan rambut gondrongnya ini menawarkan beberapa solusi antara lain mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan efesiensi penggunaan bahan bakar dan mendorong pengembangan dan penggunaan energi alternatif. “Yang diperlukan adalah mengurangi pemakaian BBM dengan menggunakan energi lain,” ujar Widjajono dalam bukunya yang berjudul ‘Migas dan Energi di Indonesia Lebih lanjut beliau menjelaskan jenis-jenis energi alternative itu antara lain seperti energi pembangkit listrik dengan batubara dan panas bumi, transportasi dengan BBG dan biofuel, untuk memasak dengan elpiji dan gas kota. Ketergantungan yang berlebihan terhadap minyak dan luar negeri adalah ketidakmandirian. Tidak menggunakan energi yang kita miliki secara optimal adalah tidak bijaksana. Mengkonsumsi energi yang mahal tetapi tidak

TTS Teropong edisi #001

UMUM mengkonsumsi energi murah yang kita miliki adalah kebodohan. Cara meminimalkan subsidi BBM untuk transportasi dan listrik adalah dengan sesedikit memakai BBM. Akibatnya, Indonesia mempunyai dana lebih banyak untuk membuat Indonesia lebih cepat menjadi negara terpandang di dunia. “Dengan mengurangi ketergantungan BBM maka Insya Allah Indonesia menjadi lebih baik,” lanjutnya. Untuk menerapkan hal itu, pemerintah perlu memperbaiki sejumlah fasilitas dan infrastruktur untuk pengembangan dan penggunaan energi alternatif itu. Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia belum banyak yang bisa melakukan pengisian bahan bakar alternatif, seperti gas misalnya. “Perlu dipasang perangkat khusus agar SPBU bisa melakukan pengisian bahan bakar selain BBM,” ujar alumni ITB. Masyarakat belum siap “Pembatasan BBM di sejumlah daerah pada akhir November hingga awal Desember 2010 berdampak pada kelangkaan BBM. Antrean di SPBU banyak kita temui di berbagai wilayah di Indonesia. Akibat pembatasan, kebutuhan BBM menjadi tidak dapat dipenuhi seperti biasanya, baik dari segi waktu maupun volume,” ujar Peneliti sekaligus Sekretaris Eksekutif Lembaga

7 Sosial Ekonomi Kemasyarakatan Tamkin Institute, Khairunnisa Musari. Ia menambahkan, dalam jangka pendek, hal ini memancing orang untuk mengais keuntungan dengan menaikkan harga. Beberapa pihak juga terpancing berupaya secara ilegal untuk memiliki BBM bersubsidi. Tentu saja keadaan ini akan menimbulkan dampak “ikutan” bagi sektor lainnya, terutama sektor produksi dan distribusi yang rentan dengan keberadaan BBM. Menurutnya, jika dunia usaha pada akhirnya dipaksa oleh keadaan untuk menaikkan harga produknya, maka inflasi otomatis akan terjadi. Substansi dari ekses kebijakan ini adalah dapat tergerusnya daya beli masyarakat jika pembatasan BBM menyebabkan efek psikologis berupa dampak “ikutan” kenaikan harga secara umum. Masyarakat kita rentan dengan perubahan itu dan belum siap menghadapinya. tutur Khairunnisa berpendapat, selama ini Pertamina dan kebanyakan BUMN lain, banyak memperoleh fasilitas pemerintah dan rawan terhadap berbagai “kebocoran”. Jika Pertamina tidak dapat melakukan efisiensi dan memiliki harga yang bersaing dengan kompetitor asing, kebijakan tersebut dapat mematikan Pertamina. Hal tersebut tidak mustahil terjadi. Kharirunnisa menyatakan, masih banyak kekurangan dari kebija-

kan pemerintah. Salah satunya dapat memantik konflik sosial di masyarakat. Pemerintah belum mempersiapkan atau mengantisipasi berbagai kemungkinan friksi di masyarakat. Ketika terjadi kelangkaan atau kenaikan harga yang tajam, ada potensi munculnya gejolak sosial ekonomi di masyarakat. Apalagi jika harga Pertamax mencapai 2 hingga 3 kali lipat, atau bahkan lebih, dari harga BBM bersubsidi. Khairunnisa berpendapat, kekurangan akan banyak terjadi karena korupsi dan berbagai penyimpangan lainnya. Pemerintah pada tataran ini masih lemah, terutama dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan gejolak yang terjadi. “Kondisi ini akan tidak jauh beda jika harga Pertamax naik tajam. Pemerintah hanya bisa memberi alasan faktor eksternal sebagai kambing hitam. Padahal, masyarakat belum disiapkan untuk menghadapinya,” tambahnya. Bahan bakar alternatif masih wacana Khairunnisa menyatakan, pemerintah perlu mulai menggalakkan bahan bakar alternatif untuk mendukung kecukupan kebutuhan masyarakat, baik itu bahan bakar nabati maupun energi geothermal. Nyatanya, hal tersebut masih sebatas wacana. Belum ada upaya konkret untuk mempersiapkan proses transisi ini.

PUTAR OTAK Mendatar 3. Benua kuning 8. Nama bulan ke-sembilan 9. Biru (Spanyol) 10. Manusia laba-laba 11. Penemu kawat pijar (nama belakang) 12. Danau terdalam di Indonesia 14. Mata uang negara Laos 15. Alat musik tradisional NTT 17. Debu 18. Pulau Bali 21. Kapal yang tenggelam 15 April 1912 25. Terselit 26. Raja pertama Kerajaan Majapahit (nama depan) 28. Kota di Provence-Alpes-Côte d’Azur, Perancis 29. Koperasi Angkutan Jakarta 30. Bahan Bakar Minyak 31. Burung yang ada di pucuk pohon cempaka (lagu) Menurun 1. 2. 4. 5. 6. 7. 13. 15. 16. 19. 20. 22. 23. 24. 27.

Surat Kabar Daerah plat kendaraan AE Kode negara SR Burung khas Provinsi Papua Wanita (Perancis) Ibukota: Nouakchott Hati (Kroasia) Teman Lilo Masa waktu 6 bulan Pengiriman (sinonim) Bandar Udara di Mataram Proyek hangat yang melibatkan Kemenpora BBM bersubsidi Gunung tertinggi di dunia Authorized Personnel Only


SENI

8

RABU, 27 JUNI 2012

Pesona Legenda Lukisan Raden Saleh

TEROPONG/BENEDIKTUS KRISNA

Oleh Benediktus Krisna

Lukisan Raden Saleh yang paling terkenal, Penangkapan Diponegoro

Di beranda sebuah gedung pemerintahan kolonial, berkerumun puluhan orang, baik pribumi yang menyesali maupun kompeni yang mencaci. Gempar situasi karena telah ditangkap seorang geriliya pemberani, yang menolak untuk kompromi. Tangannya dikunci erat oleh seorang kompeni, namun ia masih enggan menyerah. Berpakaian kain dan celana berwarna putih, berhiaskan ikat sorban di kepalanya, Pangeran Diponegoro ditangkap dan dipaksa menyerah oleh pihak Belanda yang menangkapnya.

R

upanya itu hanyalah hasil goresan kuas pelukis modern awal pribumi pertama, Raden Saleh, dalam mahakaryanya yang berjudul Penangkapan Diponegero. Lukisan yang dibuat tahun 1857, itu membuat namanya melalang buana seantero Eropa dan Hindia Belanda (sebutan untuk Indonesia kala itu). Selain karena detail lukisan, atmosfer, serta cerita yang terlukis hanya dari melihat, yang membuat lukisan itu istimewa adalah karena dia tak berada di lokasi penangkapan saat

itu. Dia tengah berada di Eropa untuk memerdalam ilmu goresan kuasnya, sementara setting lukisan itu terjadi suatu tempat di Jawa. Semua adalah buah imajinasi pikirannya. Setelah menghabiskan waktu dengan berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain, akhirnya, oleh Goethe-Institut Indonesia bekerja sama dengan Galeri Nasional dan Kedutaan Besar Jerman, lukisan-lukisan Raden Saleh ini kembali pulang untuk me-nyapa publik di tanah air. Tidak hanya satu, tapi puluhan karya yang telah berusia

hampir dua abad ini, dapat dinikmati di pameran bertajuk “Raden Saleh dan Awal Seni Lukis Modern Indonesia”, ini dibuka untuk umum mulai dari tanggal 3-17 Juni 2012, di Galeri Nasional, Menteng, Jakarta Pusat. Pameran terbagi menjadi beberapa bagian, di dasarkan atas teknik dan penekanan lukisan. Di ruang pameran awal pameran, dipamerkan karya-karya Raden Saleh dengan objek naturalis. Seperti pada karyanya yang berjudul Pemandangan Musim Dingin Belanda dan Pemandangan Ideal Belanda dengan Rumah di Tepi Kolam, lukisan-lukisan tersebut adalah cerminan pemandangan alam. Di bagian berikutnya ada bagian pameran yang menekankan teknik figur, dimana ia menggambar orang-orang (layaknya potret) sebagaimana aslinya, seperti pada karyanya yang berjudul Saint Jerome, Gubernur Jenderal van den Bosch. Raden Saleh juga terkenal dengan lukisan singanya. “Ia sangat gemar dengan detail dan realisme, maka menggambar singa adalah suatu kegemaran dan tantangan buatnya,” ujar Gege salah seorang pemandu pameran. Nampak ada beberapa karya Raden Saleh yang menggabungkan binatang, natur dan figur, seperti pada karyanya yang berjudul Berburu Singa, Pemburu Diserang Harimau. Meski nampak sempurna meniru realita yang ia gambarkan, serta mampu memancarkan pendar pesona (aliran romantisme) dari lukisannya, rupanya Raden Saleh juga memiliki beberapa kelemahan dalam melukis. Nampak pada lukisan Portrait of Adolphe Jean Philippe Hubert Desire Bosch, proporsi tangan kanan Bosch lebih kecil dari tangan kirinya, sehingga Raden Saleh “mengakalinya” dengan membuat

tangan kanannya masuk di saku jaket seragamnya. Namun nampaknya, hal itu seakan kabur pada mata pengunjung. Nama besar dan ketenaran Raden Saleh mampu mengundang sekitar 3.000 pengunjung per harinya, baik seniman, pejabat publik, karyawan, sampai mahasiswa dan pelajar. “Rame banget sampaisampai pameran yang biasanya cuma sampai jam enam sore jadi extend sampai jam sembilan malam khusus weekend,” ujar Gege. “Gue dateng kesini karena lukisan Raden Saleh bagus-bagus. Detail banget, bagus banget,” ujar Vivi salah seorang pengunjung. Vivi mengaku puas bisa melihat sendiri lukisan Raden Saleh, karena selama ini ia hanya bisa mendengar soal legenda lukisan Raden Saleh. Sekilas Tentang Raden Saleh Raden Saleh lahir di Semarang tahun 1870. Ia mulai menyukai gambar ketika masih duduk di bangku Sekolah Rakyat. Terlahir dari keluarga pejabat, ia memiliki akses yang dekat dengan seniman-seniman asal Eropa yang sedang “menggambar” Hindia Belanda. Ia pun berkenalan dengan A. Payen seorang pelukis asal Belgia. Bisa dikatakan dia adalah guru lukis pertama Raden Saleh. Terkesan dengan bakat sang murid, ia kemudian mengusulkan Raden Saleh agar berkelana memperdalam ilmu di Eropa. Selama berkelana di Eropa, kemampuan melukisnya berkembang pesat. Saat itu Eropa sedang menggelora dengan kebangkitan seni dan budayanya, atau yang lebih dikenal dengan masa Renaissance, membuat dia dengan mudah bertemu dan bergaul dengan seni-

ma-seniman kenamaan lainnya. Maka tak heran saat ia mengadakan pameran, dengan cepat namanya menggelora di dunia lukis. Apalagi usai lukisan Penangkapan Diponegoro itu tampil di sebuah pameran di Eropa. Dengan cepat namanya menjadi buah bibir dan decak kagum seantero Eropa dan Hindia Belanda. Setelah namanya terkenal ia dipanggil untuk melukis di berbagai tempat di Eropa. Bahkan ratu Belanda pun pernah memintanya menjadi pelukis kerajaan. Lelah berkelana di Eropa ia putuskan untuk kembali ke Hindia Belanda sebelum akhirnya dia meninggal 23 April 1880 di Buitenzorg (sekarang Bogor) karena sakit.

TEROPONG/BENEDIKTUS KRISNA

Raden Saleh

Celebration: Pesta Tari Balet Nan Memukau Oleh Cheryl Pricilla Bensa

Warna kostum yang memikat, gerakan tubuh yang luwes, diselipi dengan humor inilah yang terasa dalam pagelaran tari Introdans, Kamis (24/5).

D

aya tariknya muncul melalui keindahan gaya tarinya. Introdans mempersembahkan”Celebration”, sebuah perayaan dansa yang menggabungan teknik klasik dan modern dalam balutan balet. Para penari serempak dan kompak dalam menggerakkan seluruh tubuh mereka. Tidak ketinggalan, mimik muka yang sesuai dengan tarian mereka. 

Tarian tersebut dibagi menjadi delapan tarian yan masing-masing digubah dengan koreografer nan ciamik. Kostum yang dipakai sederhana, namun memberikan makna dalam setiap tariannya. Tarian pertama menampilkan kemeriahan pesta, hal tersebut dapat dilihat

dari gerakannya yang kaya dan warna kostum yang berwarna-warni. Para penari pun seperti mengajak kita untuk ikut dalam bagian dari pesta itu. Tarian lainnya menggunakan kostum yang unik, warna kostum pada bagian depan berbeda dengan di belakangnya. 

Warna hijau di bagian depan memberikan kesan sejuk, saat penari menghadap penonton. Ekspresi langsung berubah begitu penari membalikkan badan. Warna merah menyala secara nyata memberikan semangat keberanian. Pagelaran ini merupakan program untuk merayakan ulang tahun In-

trodans y a n g ke-40. Tarian yang diciptakan tidak hanya merujuk pada satu tema pesta namun juga ada cerita di dalamnya. Seperti Sticky Piece, tarian

yang ditampilkan secara duet muncul dengan gerakan-gerakan lucu saling menjebak. Sementara itu, rangkaian Black Cake menceritakan seorang lakilaki dan perempuan yang terlibat dalam konflik yang lucu.

 Pementasan ini cukup diminati baik di Indonesia. Banyak duta besar

dan penari balet yang datang menikmati pementasan ini. “Bagus ya, rapi dan kompak. Saya berharap nantinya Introdans dapat berkolaborasi dengan penari Indonesia,” ujar Susan, salah satu pengajar balet ditemui di GKJ. Pementasan ini merupakan pementasan

kedelapan dari Introdans. 
Sebelumnya, Celebration pernah ditampilkan di Thailand, Cina, Switzerland, Jerman, Belgia, Spanyol, dan Amerika Serikat. Hampir semua negara dapat menerima pagelaran hasil karya koreografer ternama di Belanda, Hans van Manen. 
Dalam pementasan yang memakan waktu kurang lebih satu jam ini, para penari yang tampil sebagian besar berasal dari Belanda, sementara sisanya berasal dari Italia, Spanyol, dan Bulgaria. Selain untuk memperingati ulang tahun Introdans ke-40, pergelaran ini sekaligus merayakan ulang tahun ke-80 Hans van Manen, koreografer tari ternama di Belanda. Dalam Celebration, Han menampilkan empat karya koreografinya, yaitu Polish Pieces, Sticky Piece, In the Future, serta Black Cake. Koreografi lainnya dilakukan Ton Wig-

gers, Robert Battle, Jerome Meyer, dan Isabelle Chaffaud. 

Introdans sendiri merupakan kelompok tari di Belanda yang berdiri pada 1971. Awalnya, kelompok ini bertujuan untuk menjaring penari-penari balet dari kalangan anak muda. Ton Wigger yang belajar di The Arnhem Dance Academy dan Hans Focking pemilik agency theater di Arnhem, Belanda, bermaksud membangun studio balet bernama Studio LP. Hal ini dimaksudkan supaya balet lebih dikenal publik. 

Pada awalnya, setiap pementasan hanya dibayar 60 gulden. Pada 1 Januari 1979, kelompok balet ini memperoleh hibah dari The Municipality of Arnhem, pemerintahan Golderland dan Overrijssel, serta pemerintahan Belanda. Dan kelompok itu pun berganti nama jadi Intro-Dans yang merupakan singkatan dari introduction to dance

SEMUA FOTO: TEROPONG/CHERYL PRICILLA BENSA

Harian Teropong  

Ujian Akhir Semester Editing dan Produksi Media Cetak

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you