Issuu on Google+

salamatahari edisi 99: Akar dan Poros 1 - 8 Desember 2011


inti matahari

Akar da

Akar tumbuh menuju inti bumi. Berlawanan dengan mengikat tumbuhan pada tanah. Bukan untuk mem buh seluas-luasnya. Akar membuat tumbuhan tak m rapuh.

Balerina yang melakukan pirouette – gerakan berp gan pada satu titik meski tubuhnya berputar cepa lepas. Sebaliknya, karena terpusat ia terhindar dari

Jika tahu kepada apa memilih berakar dan berporo justru memerdekakan kita dari keentahan yang sem

Di edisi ke-99 ini Salamatahari bercerita tentang par sesuatu yang tumbuh, ada akar pohon jambu Pak iatan Kopi Keliling, dan ada salamatahari yang men

Teman-teman, pernahkah kamu bertanya, kepada Tumbuh dan berputarlah mengarungi semesta.

Jangan tumbang dan limbung tapi jangan biarkan Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah, Sundea


an Poros

n daun dan bunga, ia meninggalkan udara dan cahaya. Akar mbatasi ruang geraknya, tapi justru untuk membiarkannya tummudah ditumbangkan angin. Memberinya nutrisi agar ia tidak

putar-putar – tak akan pusing. Ia terlatih memusatkan pandanat ke mana-mana. Terpusat tidak menghalanginya bergerak kelimbungan dan gerak yang ragu-ragu.

os, kita tidak akan kehilangan kebebasan kita. Akar dan poros mu.

ra akar dan para poros. Ada “Let Go� yang menjadi akar dari Raden, ada kopi dan seni yang menjadi poros dan akar kegnjadi pusat edar.

a apa kamu berakar dan berporos?

n dirimu terkurung.


Let Go Project


Pak Raden Bercerita


Di hari ulangtahun Pak Suyadi alias Pak Raden yang ke-79 pada 28 November lalu, teman-teman saya datang bertandang ke rumahnya. Karena satu dan lain hal, hari itu saya tidak bisa datang. Tapi Rizki, teman saya yang baik hati, berinisiatif menghubungkan Pak Raden dan saya via telpon. “Pak Raden, pohon jambunya masih ada?” tanya saya. “Hahahaha … ya ndak. Itu kan hanya di cerita,” sahut Pak Raden dengan suaranya yang khas. Setelah saya selesai bertelpon dengan Pak Raden, Rizki mengajak. “Nanti kalau ada waktu kita kemari, yuk.” “Yuk. Hari ini di sana kayak apa?” “Ada beberapa kenalan Pak Raden yang dateng. Rumahnya rada sempit jadi ganti-gantian gitu. Dia berbusana lengkap, lho …” “Oh, ya? Wow.” Beberapa hari kemudian Rizki dan saya kembali menyambangi Pak Raden. Rumahnya sepi. Pak Suyadi pun hadir tanpa kostum. Namun ternyata ia tetap sosok yang sama dengan semangat dan produktivitas yang sama. Dengan penuh seman-

gat, ia menunjukkan tumpukan drawing yang sedang diselesaikannya untuk rencana pameran tunggalnya tahun mendatang. “Wayang, tapi untuk anak-anak,” ujarnya. Pak Raden juga sempat bercerita mengenai pengalamannya menggarap Si Unyil. “Saya dipanggil PPFN sekitar tahun 78-79. Waktu itu mereka kepingin bikin cerita anak-anak tapi Pak G.Dwipayana nggak mau kalau pemainnya manusia. Harus kartun. Akhirnya ya tercetus itu, gimana kalau pakai boneka saja. Beliau setuju.” Perjalanan Si Unyil dan segenap warga desa Sukamaju bertolak dari sana. Pak Suyadi mendesain boneka-boneka yang dimainkan dengan tiga jari serupa wayang potehi. Agar tak terlihat datar, beberapa boneka utama diciptakan dalam beberapa ekspresi. “Tapi ada juga yang satu saja. Misalnya Pak Lurah. Dia nggak pernah sedih nggak pernah senang ya begitu saja,” kata Pak Raden alias Pak Suyadi


Tokoh Pak Raden muncul belakangan karena merasa desa Sukamaju terlalu tenang. “Kalau di wayang, cerita Si Unyil nggak ada Kurawanya. Ada yang nggak beres kalau satu desa baik-baik semua,” ujar Pak Suyadi. Maka diciptakanlah tovkoh bernama Raden Singomenggolo Jalmowono. “Singomenggolo artinya bagus, singa yang memimpin. Tapi Jalmowono kamu tahu artinya apa? Orangutan.” Saya tergelak.

“Pak Raden masih suka mendongeng?”

“Ya masih, cari makannya dari situ.”

Pak Raden bertualang dari satu mall ke mall yang lain, satu sekolah ke sekolah lain. Ia berkostum lengkap, mendongeng sambil menggambar. “Tanggal 9 Desember nanti saya mendongeng tentang korpusi, tapi nggak boleh menggunakan kata ‘kor Pak Raden adalah tokoh yang kikir, pusi’. Pokoknya bagaimana caranya anakpemarah, tidak suka bergotong royong, anak tahu kalau itu tidak baik,” ujarnya. berpenyakit encok pula. Tapi di lain pihak ia adalah sosok yang menyukai kesenian, “Pak, kenapa pohon yang ditanem di pandai melukis, tahu dunia perwayangan, rumah Pak Raden musti pohon jambu?” dan suka menyanyi. Tak ada sosok yang lebih cocok memerankan Pak Raden kecu- “Ya itu kan cuma ceritanya …” ali Pak Suyadi sendiri. Maka, lekatlah sosok Pak Raden dengan Pak Suyadi hingga saat Lalu bagaimana jika ia adalah cerita ini. itu sendiri? Legenda Pak Raden tak terpisah dari dirinya, berakar kuat pada passion-nya


terhadap anak-anak dan ilustrasi. Pohon jambu yang nyata dan fiksi tidak lagi dapat dibedakan. Ia terus menancapkan akar, berbuah, dan tersebar dengan caranya sendiri. Di balik kostumnya, Pak Raden sesungguhnya tidak kikir berbagi apa-apa. Di Jalan Petamburan III no. 27, Slipi, Jakarta, tertanam sebuah pohon serupa pohon jambu. Kini kamu tahu di mana pohon itu. Jangan ragu untuk merawatnya dengan kasih lalu memetik buahnya =)


Di dalam pelajaran matematika, selalu ada poros pada keliling. Bagaimana dengan kegiatan Kopi Keliling? Mungkin Raymond Malvin adalah porosnya. Sebetulnya apakah Kopi Keliling itu da siapa Raymond Malvin? Simak, deh, obrolan berikut ini … ;) Pertanyaan pertama yang paling mendasar, nih, Mond. Sebetulnya Kopi Keliling itu apa, sih? Kopi Keliling itu sebuah acara pameran berpindah atau “Art Tour” dari satu kedai kopi ke kedai kopi lainnya. Gimana mulai keideannya? Awalnya banget ketika dulu gw pernah mengadakan acara “gambar bareng” sebagai acara ‘toko serba ada’ gw yang bernama Pachwurk (sekarang udah almarhum). Toko itu intinya adalah menjadi wadah untuk orang-orang yg punya produk selfmade atau artwork jualan. Pertemuan dengan seorang teman (bernama Reza) saat itu yang berandai untuk membuat acara gambar mural bareng akhirnya menjadi trigger untuk ngadain acara-acara serupa. Dari sana jadi mulai bertemu beberapa orang visual yang kebanyakan karyanya bagus, cuma ya kurang lahan aja untuk mamerin. Terus abis itu jadilah Kopi Keliling? Belum selesai ceritanya. Ada beberapa tahap. Itu tahap pertama. Tahap ke-2 adalah ketika gw membuat sebuah acara bernama Scream Art Loud (Desember 2010) bersama kantor di mana gw

bekerja saat itu. Scream Out Loud itu komp ral yang dikawinkan dengan suasana part ringan. Hasilnya cukup memuaskan. Pengu cukup ramai untuk sebuah acara eksperim Intinya juga sama, menjadi wadah untuk m untuk mempertunjukkan karyanya. Selepa dari kantor itu, dengan “modal” keyakinan ternyata animo orang pada saat itu cukup plus ajakan beberapa teman lain yang ma manasin untuk bikin acara (pameran) lagi, tergerak untuk serius membentuk sebuah w sesungguhnya untuk teman-teman super k

Dari tahap-tahap itu, sambil lalu mulai rese kecil-kecilan, nanya sana sini, coba cari “p salahan” yang ada. Pada akhirnya sih beru exposure, apresiasi dan kurangnya interak seni visual terhadap audience -nya. Semua tarik menarik dan nampaknya cukup komp

Kompleksnya? Si seniman butuh penonton, tapi yang non masih tergolong dikit dan kadang acuh ta sama seni. Si penonton juga acuh karena e terhadap seni ini tergolong kecil juga di ne Indonesia tercinta. Jadi ya, kompleks.


an

petisi muty yang unjung mental. muralist as keluar n karena p bagus, anas, jadinya wadah kreatif ini.

earch permaujung ke ktivitas anya itu pleks.

nton ak acuh exposure egara

Raymond “Kopi Keliling� Malvin:

Jika Kopi dan Seni Menjadi Akar


Terus, gimana dong cara mengatasi kekompleksan itu? Akhirnya sih, intinya lakuin aja daripada mikir terlalu lama. Dasarnya adalah bagaimana menciptakan suasana acara seni yang lebih nyaman baik bagi si seniman, maupun si penontonnya. Ya, kompromi lah. Ketemu di tengah biar enak :D

itu berubah menjadi ide yang cukup besar (jangka panjang). Nama Kopi Keliling itu diciptakan secara spontan di pertemuan para seniman pertama di cafe arris. Emte yg menyebutkan nama itu pertama kali dan akhirnya disepakati semua karena namanya konon catchy. Lalu di Februari 2011 perjalanan kopi keliling dimulai....

Wokeh. Dari situ, jadi Kopi Keliling, ya. Kapan tuh tercetus ide bikin Si Kopi Keliling? Sekitar Januari tahun 2011, ngobrol ngalor ngidul lagi sama Arris aprillo di café-nya. Kembali berandai-andai untuk membuat sebuah acara yang santai mengenai seni, berada di ruang publik, mudah di akses. Alhasil akhirnya kami sepakat untuk mengadakan sebuah acara pameran berpindah atau “Art Tour” dari satu kedai kopi ke kedai kopi lainnya.

Ihiiiw … terus gimana nih perkembangan Kopi Keliling volume 1 sampe yang sekarang udah sampe volume 5? Venue: Kopling 1 - 5 venue itu membesar secara progresif seiring dengan ‘tuntutan” jumlah pengunjung dari Tornado, Kedai, Coffee and co, Tryst hingga yang terakhir ini paling besar di Anomali. Jumlah pengunjung cukup meningkat secara konsisten dari vol 1 5. Keragaman pengunjung juga cukup membuat kita senang, sangat diluar ekspektasi. Senimannya, awalnya dari 10 orang, hingga sekarang totalnya kalo ga salah 29 orang sudah berkolaborasi. Gayanya juga beragam. Karyanya sejauh ini kalo gasalah udah menghasilkan 90 karya. Kerjasamanya, baik dari media partner, sponsor, donatur sampe pendukung acara sejauh ini sangat suportif terhadap kegiatan Kopling. Perkembangan media yang mau

Kenapa musti kopi? Tema kopi itu diambil karena kami semua suka minum kopi. Sedikit addict malah kalo bisa dibilang. Dan nampaknya para pekerja kreatif, seniman, dll juga mempunyai “ketergantungan” yg sama terhadap minuman hitam itu. Berbekal sedikit pengalaman dan ambisi yang menggebu, akhirnya ide kecil


meliput juga cukup menggembiarakan. Ga kebayang di awal acara kecil-kecilan ini mulai ada yang mau ekspos di media. Musisi-musisi pendukung acara, pakarpakar kopi juga sangat membantu sekali dalam kegiatan kopling. Ada yang rela-rela dari Bandung dateng cuma dibayar pake makan minum mau perform. Merchandisenya, walau baru satu tapi lumayan bisa sampe dibuatin tumbler sama Arniss. Ke depannya moga-moga ada lagi produk dari Kopling. masih dalam tahap perencanaan. Pokoknya sangat seru sekali. Semoga pada ngerasa begitu yah. Dari Kopling sih merasa sangat beruntung banyak teman-teman yg sangat baik hati membantu gerakan ini. Asik. Terus, terus kalo dari segi kegiatan, ada kegiatan apa aja dari Kopling pertama sampe sekarang? Mari menggambar: dari kehadiran kopling baik di acara sendiri sama nebeng acara orang, kita berhasil ngajak orang gambar sebanyak +- 700 kertas. Wow! Iya. Dari yang emang awalnya seniman, sampe anak-anak, bapak-bapak, sampe ibu-ibu yang jualan teh botol di bunderan HI. Hasil ini sangat kopling banggakan karena ternyata animo orang untuk gam-

bar tuh besar sekali. Seperti prediksi Kopling di awal, sebenernya orang tuh tertarik sama hal-hal visual, cuma mungkin selama ini akses kesananya yg sulit. Makanya Kopling hadir di ruang yang relatif lebih publik supaya mudah diakses pengunjung. Waktu itu rasanya ada Kopling TV juga kan ya? Walau sekarang vakum bentar, cuma ini adalah salah satu bentuk apresiasi Kopling terhadap seniman lokal. Media mungkin ga banyak yang ekspos. Makanya Kopling juga bikin sarana untuk mereka sharing dan moga-moga, sih, penontonnya juga merasa dapet inspirasi atau insight dari cerita mereka. Abis Kopling 5 mau dilanjutin lagi programnya. Ke depannya juga bakal bahas cafe dan kopi juga biar makin seru. Nah, sekarang tentang Kopling 5. Apa yang spesial di Kopling 5 ini? Yang spesial itu adalah senimannya paling lengkap. Ada 22 orang, jadi paling banyak line up senimannya. Venue itu – di Anomali Plaza Indonesia - juga terbesar sampai saat ini. Kunokini manggung sama jalan surabaya juga sangat menyenangkan sekali pastinya. Teruuus ada juga si Sunday At Twelve yang akan perform lagu theme song Kopling 2012.


Wah, sekarang ada theme songnya! Senimannya siapa aja? Senimannya ada: Ario Anindito, Arris Aprillo, Ape Republic, Artkelso, Citra Marina, Diela Maharanie, Dika Toolkit, Dmaz Brodjonegoro, Emte, Gogoporen, Isrol Triono, Jules Tjitra, Lala Bohang, Nugraha Pratama, Prasajadi Heru, Puppetvector, Rensi Ardinta, Resatio Adi Putra, Rukmunal Hakim, Talitha Maranila, Tatiana Romanova, Thunderpanda. Ngomong-ngomong, Mond, di Kopling ini kamu sendiri sebagai apa? Salah satu inisiator, penanggung jawab utama, seksi sibuk, bendahara, sampai office boy :D Profesi kamu sehari-hari di luar Kopling? Profesi sehari-hari itu sebenernya freelance graphic designer merangkap event organizer kalo ada yang mau mesen bikinin konsep acara. Nah, terus apa yang bikin kamu passionate sekali ngegarap Si Kopling ini ? Apa ya? Mungkin lebih ke love and hate relationship terhadap bangsa dan negara ini ya. Kesedihan akan nasib budaya, kreasi lokal yang tidak menjadi tuan rumah di tanah air sendiri cukup mendorong untuk ber-

buat sesuatu aja buat generasi ke depan. Karena mikir harus ada yang jalanin ini. Kalo semua anak bangsa apatis dan hanya cenderung jadi pemerhati aja, ya nampaknya ga akan maju ini negara sampe kapan tau. Kalo diceritain lagi sih bisa panjang banget.. cuma intinya itu sih... ingin bikin perubahaan aja di negara k*p@r@t ini.... Karena Salamatahari edisi ini temanya “Akar dan Poros”, menurut kamu Kopi Keliling akarnya apa? Kopi Keliling berakar pada dua hal. Seni dan Kopi. Berakar itu mungkin bisa diartikan sebagai berpedoman. Jadi Kopi Keliling akan selalu berpedoman pada visi misinya. Kalo kopi sendiri mungkin akan berkembang di masa depan. Karena kalo kita liat kopi itu lebih besar unsur ceritanya, human interactionnya, conversationnya. Impact yg dihasilkan dari si minuman hitam itu jauh lebih besar daripada sekedar minuman. Jadi Kopling juga berakar pada filosofi kopi juga. bukan hanya kopi secara fisik. Begitu pula dengan seni. Seni itu keindahan, kebebasan, rasa ingin tau, keberanian.. Kopling juga akan selalu mengakar kesana. Kopi dan seninya tentu Indonesia. Kalo ngomong soal “poros” dan “keliling” ? Kalo keliling sendiri... adalah sifatnya yang


dinamis. Ga statis. Dan lucunya kalo kita ngomong keliling bisa jadi abis dia jalan dia akan kembali lagi ke titik awal dia berangkat. Jadi … yah semoga, walau mutermuter entah kemana, berguru, jalan-jalan, ujungnya kembali ke mana kita berpijak. Ya tanah air kali yah :P

Moga-moga buat yg udah rela-relain luangin waktu dateng akan ngerasa seneng liat karya, gambar bareng, minum kopi, sambil nongkrong dengerin musik dari band-band ciamik. Nah kalo sampe seneng jangan lupa dateng lagi sama kasih tau ke tementemen ada Kopi Keliling.. :D

Wah, kamu nasionalis sekali orangnya … Sebenernya gw bukan orang yang nasionalis. Gw lebih suka menyebut untuk kepentingan bangsa daripada negara. Kalo bangsa kayaknya lebih ke manusianya yah.. kalo negara kayak institusi gitu... Pengen tumbuh menjadi seseorang yang bisa bikin sedikit perubahan baik aja sih, siapa tau kan impactnya ada di masa depan. Ga pengen ngerubah sesuatu yang drastis atau gimanaa gitu, cuma berharap bisa jadi katalis bagi orang-orang hebat diluar sana supaya bareng-bareng berbuat sesuatu yang lebih baik dan lebih besar lagi impactnya. Ya ciptain arus kreativitas dan hal hal positif lah :P

Jadi dateng aja langsung ke acara pembukaannya tanggal 3 desember 2011 di Anomali plaza Indonesia lantai 5 (dalam urban kitchen) mulai dari jam 3 sampe jam 9 malam. Jadwalnya sebagai berikut:

Setuju! Terakhir. Silakan promoin Kopling 5 seseru-serunya biar temen-temen pada dateng … Yah, pengen ajak aja semua temen liat bareng karya seniman-seniman yang pameran. Dateng dan support aja itu udah sangat berarti banget buat kita semua.

Kopling 5 Schedule* 14:50 – 15:00 : Open 15:00 – 16:45 : Creative Session 1 with Kopi Keliling Artists 16:55 – 17:30 : Music Performance by SUNDAY AT TWELVE 17:40 – 18:25 : Coffee Talk Session with Irvan Helmi, Agam Abgari (Anomali Coffee) 18:35 – 19:20 : Music performance by JALAN SURABAYA 19:30 – 20:15 : Creative Session 2 with Kopi Keliling Artists 20:25 – 21:10 : Music Performance by KUNOKINI 21:05 – 21:15 : Closing > Lagu penutup TERJAGA sbg theme song Kopling 2012


*jadwal dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya Informasi lebih lanjut bisa ke www.kopikeliling.com atau juga bisa follow twitternya di @ KopiKeliling buat update-update harian yg lebih detail. Mau email-emailan juga boleh ke kopikeliling@yahoo.com. Mau nanya-nanya, mau ikutan pameran, mau ikutan jadi panitia, mau apa aja deh bebas silahkan aja nanya ke kopling. Jadi dateng yah semua.. hehehe.. ditunggu loh... Sip. Sampe ketemu di Kopling, Mond ‌ Terima kasih sebelumnya sudah mau tau lebih mengenai Kopling, sampai ketemu :) Jadi begitu ceritanya, Teman-teman. Ayo datang beramai-ramai ke acara seru ini dan siapkan dirimu untuk tertular energy boost dari kopi yang berkeliling-keliling ini. Berakarlah pada yang semangat berkarya yang sehat, lalu tumbuhlah menjadi pohon dengan buah-buahan karya yang raya =D Sundea


Planet-planet Salamatahari Beredar di Dia.Lo.Gue Pada tanggal 26 November 2011 lalu, sepaket planet di seputar Salamatahari beredar di Dia.Lo.Gue. Dalam rangka pameran JKT-BDG PP, Salamatahari berkolaborasi dengan penulis Mayang Manguri Rahayu alias Mae di stand “salaMAEtahari�. Hari itu kami melapak bersama Errithethird, ilustrator Salamatahari #2 serta Keti dan Tri. Lapak kami laksana toko kelontong yang menjual apa saja. Mulai dari pernak-pernik, karya masing-masing, sampai buku-buku tua. Ada sedikit oleh-oleh foto dari sana. Ini dia ;)

Ini Erri dan Mae sedang jadi kuncen di stand toko kelontong kami ‌:


ini beberapa pembeli

Ditemani Si Onde Mande, Mayang sempat juga membacakan puisi tentang orangutan


Semakin malam, stand semakin meriah. Hadir Tri dan Ketrin dengan jam dan lampu kayunya yang bagus sekali (ketiga foto berikutnya ini dirampok dari perbendaharaan Taufik Purnama).


Dan di Pameran Jkt-Bdg PP sendiri, Si Dea menulis pengantar pameran sebagai art writer. Untuk membaca versi lengkap tulisannya, klik di sini Si Dea tidak akan mengunggah foto-foto pameran tersebut di sini. Jika penasaran, langsung saja menyambangi Dialogue Art Space di Jln. Kemang Selatan Raya no. 99a. Pameran ini masih berlangsung 31 Desember 2011. Intip karya 17 seniman seru dari Jakarta dan Bandung: Aditya Rahadi Pratama (@ mukidit1) Adityo Cahyo Saputro Ageng Purna Galih (@sniboystempat) Andi Rharharha (@rharharha) Ario Kiswinar Teguh (@kiswinar) Ary Buy Shandra (@sembalapjabluk) Billy Anjing (http://billyanjing.daportofolio.com/) Dave Syauta (http://facebook. com/davesyauta) Diandra Galih R. (@st_urchin) Lutfi Anwar (@balanosanwar) Rege Indrastudianto (@graphonlabour)

Ricky Janitra (@rickyjanitras) Ritchie Ned Hansel (@artkelso) Saleh Husein (@aleantipony) Sir Dandy Harrington William Wahyu Waluyo (http://lavalab.tumblr. com/) Ykha Amelz (@thelalasong) Beredarlah di sana beramai-ramai. Rugi jika ketinggalan =D


Salamatahari.com

Salamatahari adalah ucapan selamat untuk setiap hari dan salam yang hangat seperti matahari. www.salamatahari.com adalah zine-zine-an online yang terbit reguler setiap Kamis. Kenapa Kamis ? Karena Kamis adalah hari keseimbangan yang ada di antara Senin-SelasaRabu dan Jumat-Sabtu-Minggu.

proyek Salamatahari edisi offline ini adalah sebuah kolaborasi Sundea dengan:

terlalurisky sebagai ini-itunya seputaran disain.


Salamatahari 99: Akar dan Poros