Issuu on Google+

LEMBAGA PERS MAHASISWA

!! U R

CORONG MAHASISWA YANG KRITIS DAN DINAMIS

MINI

KORAN BIRU

BA f

Teknika FTUI @detikteknika

13-14 Februari 2014 / Edisi 1 / Tahun I / 2 Halaman

PEMBATASAN SKS BARU, PERLUKAH (HARUSKAH)?

S

udahkah anda m e n g e t a h u i kebijakan baru berkenaan dengan sistem pengambilan SKS tahun ini? Berdasarkan Peraturan Rektor Nomor 2198/SK/R/UI/2013 t e n t a n g Pe n y e l e n g g a ra a n Program Sarjana di UI, bahwa pengambilan SKS mulai tahun 2014 ini mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi berkaitan dengan pembatasan jumlah SKS yang dapat diambil. Hal ini berbeda dengan sistem pengambilan SKS di tahun-tahun sebelumnya. Pengambilan keputusan oleh rektor ini berkaitan dengan adanya ketidakselarasan sistem pengambilan SKS di tiap-tiap fakultas di Universitas Indonesia. Seperti yang kita tahu, sistem pengambilan SKS yang sebelumnya mengacu pada jumlah IPS yang diperoleh pada semester sebelumnya. Adapun S K S ya n g d a p a t d i a m b i l berdasarkan IPS tersebut jumlahnya berbeda-beda tergantung fakultas masingmasing. Misalnya FT, dengan IPS di bawah 2.0 mahasiswa dapat mengambil SKS sebanyak 16, 2.0 sampai dengan 2.5 sebanyak 18, 2.5 sampai dengan 3.0

Foto: Andhika Kumara

sebanyak 20, 3.0 sampai dengan 3.5 sebanyak 22, dan 3.5 sampai 4.0 sebanyak 24. Sebagai pembanding, di FE sistem yang berbeda diberlakukan. Mahasiswa FE dengan IPS di bawah 2 dapat mengambil SKS sebanyak 12, 2 sampai dengan 2.49 sebanyak 15, 2,5 sampai dengan 2.99 sebanyak 18, 3 sampai dengan 3.49 sebanyak 21, dan 3.5 sampai dengan 4.0 sebanyak 24. Di sini bisa terlihat adanya perbedaan sistem pengambilan SKS di setiap fakultas. Menurut Anas Wicaksono, Kepala Bidang Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM

UI 2014, ketidakselarasan sistem pengambilan SKS ini dianggap sebuah kecacatan. Kenapa dianggap kecacatan? Pada dasarnya tidak ada peraturan khusus dari pihak r e k t o ra t ya n g m e n g a t u r permasalahan IRS ini. Peraturan IRS yang ada dari pusat sebelumnya hanya dikhususkan untuk mahasiswa program ekstensi dan pascasarjana. Hal ini menyebabkan tiap-tiap fakultas merasa memiliki wewenang untuk membuat kebijakan sendiri. Dengan adanya kebijakan baru ini diharapkan sistem pengambilan SKS yang berbeda-beda di


2

MINI

KORAN BIRU

setiap fakultas tidak akan berlanjut. Sebenarnya sistem pengambilan SKS ini serupa dengan sistem yang sudah lama diterapkan di FE. Seperti yang dijabarkan sebelumnya, pembatasan pengambilan SKS ini dirasa memberatkan bagi beberapa fakultas khususnya FT. Meskipun demikian, kebijakan baru ini hanya berlaku bagi mahasiswa mulai tahun ajaran 2013/2014. Berbeda dengan mahasiswa angkatan 2012 ke atas yang jumlah SKSnya ditambah tiga dari aturan yang tercantum di kebijakan yang baru. Meskipun berdasarkan keterangan dari Kabid Adkesma BEM UI 2014 penambahan 3 SKS tersebut hanya berlaku pada semester ini dan belum ada kejelasan untuk semester selanjutnya. Bisa dikatakan bahwa penambahan 3 SKS tersebut hanya bersifat sebagai percobaan semata. D a m p a k d a r i pemberlakuan peraturan rektor yang baru ini sebagaimana diakui oleh Alfi, Teknik Kimia 2013 dirasakan langsung oleh rekan seangkatannya. Menurutnya, selain jumlah SKS yang dapat diambil berkurang, dia dan teman-temannya yang lain tidak bisa berpatokan lagi dengan seniornya karena sistem yang berlaku berbeda. Hal serupa juga dirasakan oleh mahasiswa lain yang menganggap kebijakan ini terlalu mendadak. Akan tetapi, pernyataan tersebut dibantah oleh Manajer Pendidikan & Kepala PAF, Dr. Ir. Wiwik Rahayu, MT, yang menyatakan bahwa

keputusan tersebut tidaklah mendadak melainkan telah disosialisasikan sebelumnya sejak SK itu diturunkan pada bulan N o v e m b e r. M e n u r u t n y a , ketidakmerataan informasi ini disebabkan adanya isu Pemilihan Dekan dan Pemilihan Kepala Departemen. Namun demikian, hampir sebagian besar mahasiswa mengaku hanya tahu informasi tersebut melalui sosial media berupa twitter. Akan tetapi kebijakan ini juga membawa dampak positif bagi mahasiswa. Dengan adanya kebijakan ini mahasiswa menjadi lebih terpacu untuk belajar sehingga dapat mengambil jumlah SKS berlebih di semester selanjutnya. Selain itu bagi mahasiswa yang jumlah SKSnya terbatasi dapat lebih fokus di semester selanjutnya dengan mengambil SKS secukupnya. Kebijakan pengambilan SKS tersebut memang memiliki kelebihan maupun kekurangan. Hal ini menjadi catatan penting bagi petinggi universitas untuk memperbaiki sistem yang ada. Karena segala peraturan yang dibuat akan selalu memberikan celah dari berbagai sisi untuk diperdebatkan apabila tidak adanya kesepakatan yang mutual antara pihak universitas dan mahasiswa sebagai objek pemberlakuan peraturan. Dalam hal ini, seharusnya pihak universitas melakukan survei, jajak pendapat atau musyawarah umum untuk mencapai kesepakatan tersebut, sehingga kebijakan universitas, baik berkaitan dengan sistem pengambilan SKS atau lainnya, dapat mengakomodir kebutuhan mahasiswa Universitas Indonesia.

DAFTAR REDAKSI PENANGGUNG JAWAB Pimpinan Umum BSO Teknika FTUI PIMPINAN REDAKSI Dessy Ayu Lestari REDAKTUR PELAKSANA Sandia Rini //EDITOR Maulidya Falah //REPORTER Mirza Syah, Fitriani Bachtiar, Maulidya Falah, Achmad Maulana Ibrahim //RISET DAN KAJIAN Fitriani Bachtiar //FOTOGRAFER Andhika Kumara //DESAIN DAN TATA LETAK Achmad Maulana Ibrahim //SIRKULASI DAN PROMOSI Noralifa Hapsari

Diterbitkan oleh: LEMBAGA PERS MAHASISWA

CORONG MAHASISWA YANG KRITIS DAN DINAMIS


Mini Koran Biru edisi I/13-14 Februari 2014