Page 1

EDISI 07, TAHUN I, 11 Juni - 26 Juni 2013

Harga Eceran : Rp. 3.500,- Luar Jawa Tambah Ongkos Kirim

Keuntungan sah-sah saja untuk diraih oleh Kepala Desa, namun apabila Kepala Desa hanya mengejar keuntungan semata tanpa didasari oleh sebuah tanggung jawab. Maka yang paling dirugikan adalah masyarakatnya itu sendiri. Baca Halaman 09

KIPRAH Peringatan HUT Koperasi Ke-66 Kabupaten Kediri Tahun 2013

Sejahtera Bersama Koperasi

K

ita patut bersyukur atas nikmat dan karunianya karena hingga saat ini kita masih ikut melihat, merasakan dan rnengawal perjalanan hidup koperasi Indonesia sampai usia yang ke-66.Sejak Indonesia merdeka hingga saat ini perjalanan koperasi mengalami pasang surut, diawali dari kebangkitan koperasi pada era orde lama hingga era reformasi. Masa keernasan koperasi Indonesia di era orde baru seharusnya rnampu mengantarkan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang rnengakar di rnasyarakat kita. Namun pasca reformasi sejalan dengan gencar-gencarnya kampanye perdagangan bebas realitas berbicara lain, pergerakan koperasi Indonesia cenderung melambat. Walaupun dalam pasal 33 ayat I Undang - undang Dasar Tahun 1945 ditegaskan bahwa pereko-

nomian disusun sebagai usaha bersama bedasar atas asas kekeluargaan. Ketentuan tersebut sesuai dengan prinsip koperasi, karena itu Koperasi mendapat misi untuk berperan nyata dalam menyusun perekonomian yang berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonorni yang mengutamakan kernakmuran masyarakat tetapi bukan kemakmuran orang seorang. Dalam rangka rnewujudkan misinya, koperasi tak henti-hentinya berusaha mengembangkan memberdayakan diri agar tumbuh menjadi kuat dan mandiri sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Disamping itu, koperasi berusaha berperan nyata mengembangkan dan memberdayakan tata ekonomi yang berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur. Untuk mencapai hal tersebut keseluruhan kegiatan koperasi harus diselenggarakan berdasarkan nilai yang terkandung dalam UUD 1945 serta nilai dan prinsip Koperasi. Ditinjau dari segi kuantitas, hasil pernbangunan koperasi sungguh membanggakan ditandai dengan jumlah

koperasi di Kabupaten Kediri yang rneningkat pesat sampai dengan diakhir Tahun 2012 mencapai 1095 koperasi, jika ditinjau dari segi kuailitas masih perlu diperbaiki hingga mencapai kondisi yang diharapkan. Sebagian koperasi belum berperan secara signiûkan kontribusinya terhadap perekonomian di Kabupaten Pembangunan koperasi seharusnya diarahkan pada penguatan kelembagaan dan usaha agar koperasi menjacli sehat, kuat, rnandiri, tangguh, dan berkembang melalui peningkatan kerjasama, potensi, dan kemampuan ekonomi anggota. Banyak faktor yang rnenghambat kemajuan koperasi, hal tersebut berakibat pada pengembangan dan pemberdayaan koperasi sulit untuk mewujudkan koperasi yang kuat dan mandiri, yang mampu mengembangkan dan meningkatkan kerjasama, potensi, dan kemampuan ekonomi anggota daiam meningkatkan ekonomi dan sosialnya. Salah satu faktor penghambat tersebut adalah kebijakan (yang kurang memahami) , para pelaku koperasi kurang atau bahkan tidak memaharni jati diri koperasi; citra koperasi yang buruk menjadi fokus pemberitaan media masa, dan adanya anggapan koperasi sektor usaha atau gerakan ekonomi yang “dianguBACA KOPERASI.. HAL.... 11

Perangkat Desa Banggle Sukorame

Diduga Mark Up Harga Dan Gelapkan Raskin? Lamongan, BM Masyarakat penerima beras miskin (Raskin) di Desa Banggle, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, mengeluh. Pasalnya, beras jatah untuk mereka dijual dengan harga lebih tinggi (di-mark up) oleh Kepala Urusan Kersejahteraan Masyarakat (Kaur Kesrawarsito). Sesuai ketentuan, harga raskin Rp 1.600,00 per kg nya. Sedangkan setiap penerima di jatah 8 kg dengan harga Rp 12.800 Namun kenyataaanya pihak desa, warga diwajibkan membeli dengan harga 17.000. “Warga mulai resah karena harga beras raskin

dimainkan oleh perangkat desa,” kata Seorang warga yang mengaku bernama bu Narko desa banggle Jumat (31/05/2013). Menurutsumber yang didapat wartawan koran ini mengatakan , bila dijumlah, oknum perangkat desa setempat mendapat untung sebesar Rp 4.000 per paket. Dengan demikian 404 KK penerima raskin, desa dapat untung Rp 16 juta lebih dan di duga ada raskin yang di gelap kan 100kg lebih perbulannya. “Masalah ini terjadi sejak pengiriman raskin bulan januari hingga mei ini,” ungkapnya. Sementara itu, Kaur Kesra Desa Banggle Warsito ketika

Berfikir dalam Pilkada “Alhamdulillah saya masih sehat. Saya legowo dengan hasil Pemilukada Jombang, dimana berdasarkan hasil quick count, Pak Nyono memperoleh dukungan suara terbanyak. Saya sudah menelepon pak Nyono dan menyampaikan selamat,” ujar Widjono Soeparno, cabup yang diusung PDIP berpasangan dengan Sumrambah, Jumat (07/06/2013) siang.

dihubungi membenarkan bahwa pihakanya menjual raskin dengan harga Rp 17.000 per paket. Alasannya, sisa uang dari penjualan itu akan dipakai untuk ongkus kendaraan.dan dia membantah kalau uang nya masuk kantong pribadi. Padahal selama ini biaya transportasi telah ditanggung Bulog. Dikonfimasi terkait masalah ini, Camat Sukorame Ermawan, kurang tanggap terhadap keluhan masyarakat. Ia enggan memberikan komentar. Sesuai dengan data penerimaan raskin, Desa Bangle mendapat jatah raskin sebanyak 3.405 kg raskin setiap bulan nya. Beras tersebut untuk 404 Kepala Keluarga (KK) di dua dusun(tan/har)

P

Saat heboh kasus pemukulan pramugari oleh seorang pejabat daerah, membuat pengguna akun Twitter @shitadestya yang mengaku adik Febri kemudian mengunggah foto Febri. “Ini kakak saya pramugari Sriwijaya,” demikian tulis Shita Destya dalam akun Twitter-nya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri dari tahun ketahun terus semakin meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. RSUD Gambiran adalah merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Kediri yang mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang memuaskan kepada seluruh pelanggan. Salah satunya adalah dengan melengkapi fasilitas peralatan yang dibutuhkan pada Spesialis Penyakit Dalam yaitu Endoscopy Colonoscopy.

emilukada Jombang baru kemarin berakhir, namun tidak seperti wilayah lain yang rentan bergejolak. Jombang banyak kalangan mengatakan bahwa kota dengan suasana kondunsif, dan tenang memang begitu adanya. Yang patut juga dicontoh adalah sikap sportivitas dari para pendukung ataupun para kandidat bupati jombang. Saat quick count menempatkan NOAH ( Nyono Mundjidah )

Baca Halaman 04

Baca Halaman 12

Nyono - Munjidah Unggul Perolehan Suara Kalah, dua Cabup Jombang legowo Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang Jawa Timur belum merilis data resmi hasil penghitungan suara pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 5 Juni 2013 kemarin, namun pasangan Cabup-Cawabup Nyono Suharly Wihandoko – Munjidah Wahab sudah mendapatkan ucapan selamat dari dua rivalnya. Jombang, BM Hal itu terkait dengan hasil hitung cepat (quick count) dari hasil pemungutan suara Pilkada Jombang yang dirilis oleh Pusat Study Demokrasi dan Ham (PusDeHam) Surabaya, Rabu petang (05/06/2013). Berdasarkan hasil Quick count Pusdeham, pasangan cabup-cawabup yang diusung partai Golkar dan PPP serta didukung gabungan partai politik, yakni Nyono Suharly Wihandoko – Munjidah Wahab mengungguli dua pasangan calon lainnya. “Alhamdulillah saya masih sehat. Saya legowo dengan hasil Pemilukada Jombang, dimana berdasarkan hasil quick count, Pak Nyono memperoleh dukungan suara terbanyak. Saya sudah menelepon pak Nyono dan menyampaikan selamat,” ujar Widjono Soeparno, cabup yang diusung PDIP berpasangan dengan Sumrambah, Jumat (07/06/ 2013) siang. Usai perhelatan Pilkada Jombang, Widjono akan fokus menyelesaikan tugasnya sebagai wakil bupati Jombang yang akan berakhir pada September 2013. Dia berharap, para pendukung dan simpatisannya bisa bersikap legowo dan menjaga suasana di kota santri, serta menghargai proses demokrasi yang sedang ber-

jalan. Calon Bupati yang diusung PKB, Munir Al Fanani juga mengucapkan selamat atas kemampuan pasangan Nyono-Munjidah meraih dukungan rakyat Jombang. “Siapapun yang terpilih, dialah yang dipercaya rakyat untuk memimpin Jombang. Saya menyampaikan selamat,” katanya. Sebagaimana diketahui, berdasarkan hitung cepat hasil pemungutan suara Pilkada Jombang yang digelar Pusdeham Surabaya, pasangan Munir-Wiwik Nuriati (Mukti) memperoleh 6,40%, pasangan Wi d j o n o Sumrambah ( W I R A ) mendapatkan 35,15% suara dan NyonoMunjidah mendapatkan 58,47 persen suara. D a t a tersebut berasal dari total 359 TPS yang menjadi sampling penghitungan. TPS di Jombang sendiri sebanyak 2.144 buah di 21 Kecamatan dengan

988.643 pemilih. Sementara, berdasarkan penghitungan Desk Pilkada d i Bakesbanglinmas P e m k a b Jombang,

pasangan NyonoMundjidah unggul dengan 401.748 suara atau setara dengan 59,57 persen suara sah. Pasangan Widjono-Sum-

rambah (WIRA) yang berada diposisi kedua mengoleksi 234.261 atau setara 34,74 persen suara. Sementara pasangan Munir-Wiwik (MUKTI) tercecer diurutan ketiga dengan 38.382 atau 5,69 persen suara. K P U Jombang

direncanakan menggelar pleno hasil penghitungan Pilkada pada Senin minggu depan. (igi)

uBACA .. HAL03

SD Insan Terpadu Paiton

Lembaga Baru Banjir Prestasi

sebagai urutan teratas para calon yang lain langsung mengucapkan selamat. Bukan berarti karena saya “ Wong Njombang “ jadi memihak bahkan “ ngapikngapiki “ ( membuat bagusred ) pencitraan jombang. Tetapi memang begitu adanya, saat sebelum pilkada maupun setelah pilkada suasana tetap seperti biasa mulai dari para pendukung yang kemarin meneriakkan para jagonya, namun setelah pilkada mereka tetap melaksanakan aktivitas

seperti biasa dan seolah tidak mempersoalkan siapa yang menang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat jombang mulai mengerti apa yang dinamakan politik. Bahkan ada beberapa kalangan menyampaikan perasaannya “ kalau toh yang jadi si A saya ya tetap seperti ini begitu pula apabila yang jadi B saya ya tetap seperti ini, ngapain ya kita ributkan, yang penting jombang lebih baik lagi kedepan, itu saja “ itulah celetuk dari berbagai kalangan.

Probolinggo, BM SD Insan Terpadu merupakan satu-satunya SD swasta di Kecamatan Paiton yang berdiri pada tahun 2003 di bawah naungan Yayasan Nahdlatul Ummah. SD Insan Terpadu merupakan lanjutan dari Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak Insan Terpadu (KB-TK Insan Terpadu) yang sudah berdiri sebelumnya pada tahun 2000. SD Insan Terpadu dirintis sebagai sekolah dasar yang berbasis Islam dan menjalan-

kan sistem Fullday School dengan perpaduan tiga kurikulum yaitu Kurikulum Pendidikan Nasional, Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah, dan Kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur’an. Dengan perpaduan tiga kurikulum tersebut, diharapkan kompetensi anak didik bisa berimbang antara IPTEK dan IMTAQ. Walau masih terbilang sekolah baru, namun sambutan dari masyarakat sangat baik.

Bukan berarti masyakat jombang acuh tak acuh terhadap pemilukada, tetapi mereka lebih berfikir logis, menunjukkan bahwa masyarakat sudah dewasa untuk menyingkapi apa yang dinamakan pemilukada bahkan pemilu yang lain. Politik memang kotor, tetapi kita berupaya tidak mengotori politik itu, apalagi menyangkut pemilih kepala yang akan memimpin daerah kita kedepan. Apabila yang jadi sudah diketahui, kenapa kita harus

memperbincangkan bahkan mempermasalahkan karena bila ada penyelewengan, kita sudah ada panitia pengawas yang mengawasi, yang berhak menegor ataupun memberi sanksi. Ambil contoh, apabila kita mempersoalkan sampai melakukan tindakan anarkis, berarti kita seperti orang yang tidak berfikir, sedangkan kita dituntut untuk berfikir. Berbahagialah bagi orangorang yang berfikir. ***

uBACA PRESTASI.. HAL.... 11


2 Redaksi

Edisi 07 11 Juni - 26 Juni 2013

Merevitalisasi Sekolah Rakyat Pancasila

Mata Redaksi Tekanan Psikologis BBM!

M

eskipun kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) belum diumumkan secara resmi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memerintahkan Wakil Presiden (wapres) Boediono dan jajaran kabinet Indonesia Bersatu serta para kepala daerah untuk mendukung kebijakan penyesuaian harga BBM. Instruksi Presiden tersebut tertuang dalam Inpres nomor 5 Tahun 2013 tentang Sosialisasi Kebijakan Penyesuaian Subsidi BBM, yang ditandatangani SBY pada 8 Mei lalu. Melalui inpres tersebut, presiden menginstruksikan untuk mengambil langkah-langkah melakukan sosialisasi serta menyebarluaskan informasi kepada masyarakat umum, kalangan akademisi, pers, dan pengguna BBM terhadap rencana dan implementasi kebijakan penyesuaian subsidi BBM. Presiden meminta para pejabat menjelaskan dasar kebijakan penyesuaian harga BBM bahwa subsidi harus diberikan secara lebih adil dan transparan. Presiden juga meminta jajarannya menyosialisasikan program perlindungan kelompok masyarakat yang tidak mampu melalui pemberian kompensasi atau bantuan. Berikan penjelasan mengenai hal-hal yang dipandang perlu, dalam rangka kelancaran implementasi kebijakan penyesuaian subsidi BBM, bunyi diktum Pertama huruf c Inpres tersebut. Kepala negara membentuk tim sosialisasi penyesuaian subsidi BBM yang diketuai oleh Wakil Presiden Boediono. Sebagai wakil ketua ditunjuklah Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Menkominfo Tifatul Sembiring ditunjuk sebagai sekretaris. Dirut Pertamina Karen Agustiawan masuk jajaran anggota. Tim Nasional dapat melakukan kerja sama dengan konsultan, tenaga ahli, akademisi, atau pihak-pihak yang dianggap perlu, bunyi Diktum Keempat poin ketiga Inpres tersebut. Namun, hingga sekarang masyarakat dibuat seperti menunggu bayi lahir. Laki atau perempuan, iya atau tidak jadi naik harga BBM telah menjadi semacam tekanan psikologis di tengah masyarakat. Ini mendorong harga kebutuhan pokok dan barang lainnya naik harganya. Pemerintah "sukses" menciptakan perang psikologis yang membuat rakyat sengsara. Pemerintah tentu tidak merasakan betapa rakyat jelata semakin menderita akibat kebijakan yang tidak tegas mengenai BBM. Kenapa, karena kenaikan harga barang atau kebutuhan rakyat sudah berkali-kali harganya naik sebagai akibat dari rencana kenaikan harga BBM itu. Lebih-lebih lagi, menjelang bulan puasa, doeble tekanan kenaikan harga barang akan dihadapi oleh rakyat menengah ke bawah. Semoga pemerintah arif.

Oleh : Intan Indah Prathiwie

P

ancasila sebagai ideologi negara belakangan ini tampak kian luntur penghayatannya di kalangan warga Indonesia. Apalagi, sesudah mata pelajaran Pancasila selama hampir satu dekade dihapuskan dalam pendidikan dasar maupun tinggi, dan digantikan semata oleh Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn). Pengamalan nilai-nilai Pancasila pun seakan-akan hanya manis di bibir karena senjangnya dimensi ajaran dan praktik dari ideologi tersebut, terbukti dari kian banyaknya masalah yang menghantam negeri ini: korupsi, konflik horizontal, dan lain sebagainya. Alhasil, Pancasila dianggap sebagai sesuatu yang mengawang-awang, tidak membumi, dan kurang konkret. Padahal, nilai-nilai Pancasila sejatinya mampu menjadi pendasaran kuat untuk merumuskan satu metode pendidikan ampuh guna membangun kualitas SDM Indonesia yang unggul. Dan, siapa sangka nilai-nilai Pancasila sebenarnya sudah pernah diolah menjadi satu cetak biru (blue print) pendidikan bernama Sekolah Rakyat Pancasila sejak 1950-an. Inilah satu gagasan revolusioner yang

Call Centre : 081515437686 - 081259796919

Penembakan Misterius

P

ENEMBAKAN Tito Refra Kei hingga tewas, Jumat (31/ 5), di sebuah warung kopi tak jauh dari kediamannya di Perumahan Titian Indah, Bekasi, amat mengagetkan. Apalagi bersama dia terbunuh pemilik warung, Ratim. Apa yang terjadi? Apakah ini merupakan bentuk perang antargeng, belas dendam, atau tindakan penembak misterius (petrus) seperti pernah terjadi di era pemerintahan Presiden Soeharto, 1980-an. Tindak kejahatan dan premanisme yang meningkat akhir-akhir ini-tindakan pengganggu ketenangan masyarakat tingkat ringan seperti penodongan, pemerasan di angkutan bus dengan berbagai bentuk, termasuk pemerasan dengan tameng sebagai pengamen, sampai pada perampokan bersenjata, ancaman geng motor, dan lainnya-memang kerap membuat masyarakat khawatir menjadi korban. Karena alasan menakutkan itulah tak sedikit yang berharap pemerintah meniru pemberantasan dengan cara menghidupkan lagi penembak misterius, seperti pernah terjadi di pemerintahan Orde Baru. Namun ketika Tito Kei, adik kandung terpidana John Kei, tewas akibat tembakan dua orang tak dikenal yang datang dengan sepeda motor, tak sedikit yang bertanya-tanya. Apakah peristiwa tersebut merupakan tindakan yang dilakukan orang dari kelompok petrus, atau perang antarkelompok? Pertanyaan itu belum terjawab. Sulit menduga-duga apa dan siapa latar belakang penembak karena selama ini hampir tidak pernah kedengaran Tito terlibat dalam suatu masalah atau tindak premanisme. Peristiwa penembakan oleh orang tidak dikenal itu harus diungkap. Ini merupakan tantangan yang wajib dijawab pihak keamanan, khususnya kepolisian. Tewasnya Tito Kei selayaknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah jika tak ingin dituding lemah dalam menjamin keamanan rakyat, tak peduli, atau bahkan dituding berada di belakang peristiwa itu. Masyarakat akan semakin resah apabila kasus penembakan tersebut tidak dituntaskan. Ingat, negeri ini bukan negeri, di mana warganya bebas memiliki senjata api. Lalu siapa penembak Tito? uBACA TEMBAK.. HAL11

dari masyarakat untuk menjadi agen perubahan masyarakat, bukannya menjadi alat kekuasaan atau alat mempertajam elitisme dan fanatisme. Maka, prinsip kedua SRP ini meniscayakan alam sekitar menjadi dasar pengajaran pada pendidikan sekolah paling dasar. Guru harus tahu betul keadaan sekitar sekolah, sehingga guru sekaligus sekolah dapat mengajarkan ilmu yang ada hubungannya dengan masyarakat; mampu memperkaya pengetahuan siswa lewat perbandingan dengan kondisi di lingkungan lain; dan bisa menjaga agar pengaruh lingkungan buruk tidak menular kepada anak. Konsep SRP pun mensyaratkan para gurunya untuk menguasai sejarah pendidikan. Yaitu, pengetahuan tentang konsep pendidikan warisan filsafat Yunani, Romawi, Israel, Zaman Abad Pertengahan Eropa, Zaman Renaissance, Humanisme, realisme dan rasionalisme selain juga mengenal ahli-ahli pendidikan seperti Dr Montessori dan Frobel. Tak lupa pula konsepkonsep pendidikan yang digali dari nilai-nilai bangsa sendiri seperti pemikiran Ki Hajar Dewantara. Bayangkan betapa majunya konsep era 1950-an ini yang mampu menggabungkan nilai Barat dan Timur.Tidak berhenti pada tataran teoretis dan filosofis, SRP bisa dikembangkan secara lebih

konkret untuk memudahkan pelaksanaan di kelas. Pertama, isi pelajaran harus diambil dari kebudayaan bangsa yang menumbuhkan jiwa anak ditambah isi budaya asing yang dapat memperkaya budaya sendiri. Contoh, kisah Harry Potter atau Chronicles of Narnia yang menakjubkan dan memberikan nilai-nilai kesatriaan bisa disandingkan dengan kisah Calon Arang yang bertemakan serupa: wizardry alias dunia sihir. Atau, permainan Angry Birds bisa diimbangi dengan dolanan serupa - ketapel - yang intinya sama-sama melatih akurasi, presisi, dan ketelitian. Kedua, sekolah harus lebih memperbanyak porsi belajar lewat praktik dan penyelidikan seraya mengurangi porsi belajar verbal. Di sini, murid diasah kreativitasnya dan aspek yang kurang praktis dari satu ilmu tidak perlu menjadi terlalu dominan. Lebih konkret lagi, murid diwajibkan mengikuti kegiatan pramuka (kepanduan) dan mempelajari keterampilan seperti bela diri, pertanian, berkebun, beternak, dan menenun. Hal ini tentu mensyaratkan sekolah memiliki lapangan dan sejumlah hewan serta ragam tanaman. Langkah ini diharapkan akan membuat anak lebih mandiri, percaya diri, mampu menjaga diri dan lingkungan sekitar, bertanggung jawab, dan mampu mengembangkan benih pemi-

kiran awal untuk menciptakan lapangan pekerjaan kelak. Ketiga, murid di sekolah seyogianya diberikan pelajaran sosiologi untuk mengasah naluri dan empati kemasyarakatannya serta filsafat dan etika. Tak kurang Sutedjo Brajanagara sendiri sempat mengemukakan hal ini untuk meningkatkan nalar dan kesadaran kritis siswa yang akan berguna mengasah daya asertifnya - kemampuan mengekspresikan kepentingan diri secara bertanggung jawab tanpa takut menyinggung perasaan orang lain - dalam kehidupan pergaulan yang lebih luas di masyarakat. Akhirnya, konsep SRP jelas merupakan satu cetak biru potensial untuk melahirkan manusia-manusia Indonesia berkarakter yang sangat dibutuhkan di era ketika negara ini dilanda begitu banyak masalah. Tinggal, bagaimana para stakeholders pendidikan bangsa ini bisa menghimpun komitmen bersama untuk merealisasikan secara institusional satu metode pedagogis yang begitu visioner melampaui zamannya. Satu metode yang jauh mendahului sejumlah konsep sekolahsekolah mahal yang konon, berkurikulum "progresif, termodern, dan internasional." Semoga terwujud suatu saat! ***Penulis adalah pendidik, alumnus Psikologi UI,peserta program Pascasarjana UNJ.

Jengkolku Menggugat

Berita Kehilangan Telah Hilang STNK AG 5233 SK a/n Nuansa Bagas Ardia Urbandaru Hilang Diperkirakan dari SMP4 Tulungagung sampai Bandung Tulungagung bagi siapa yang menemukan harap menghubungi Heri Rudianto 082142444411

teronggok mengenaskan di pojok sejarah dan menunggu direvitalisasi. Sekolah Rakyat Pancasila (SRP) sebagai satu konsep pendidikan digagas oleh Sutedjo Bradjanegara, Ketua Badan Kongres Pendidikan Indonesia pada 1950-an. Menurut Bradjanegara dalam dua bukunya, Djalan Baru untuk Memperbaharui Pendidikan dan Pengadjaran Sekolah Rakyat Pantjasila dan Sedjarah Pendidikan Indonesia (dalam Negara Minus Nurani, Penerbit Kompas, 2009), SRP bercita-cita membangun satu masyarakat yang bersifat nasional, demokratis, berperikemanusiaan, dan berKetuhanan untuk mewujudkan keadilan sosial. Tujuan pendidikan dan pengajaran, membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat di Tanah Air. Untuk itu, SRP kemudian menyaripatikan metode pendidikannya menjadi dua prinsip. Pertama, pengajaran harus diberikan menurut kodrat anakanak. Maksudnya, sekolah tidak boleh menerapkan aturan sempit yang terlalu keras karena hal demikian akan mematikan kreativitas anak. Kedua, sekolah harus berhubungan rapat dengan kehidupan masyarakat seharihari. Sekolah menjadi bagian

Oleh : Robert Padapotan Manurung

K

ENAIKAN hargaharga sembako atau kebutuhan bahan pokok sudah menjadi rutinitas di Indonesia. Mau menghadapi hari-hari besar-Ramadhan, Lebaran, hari-hari besar tertentu-harga sembako naik. Bahkan ketika pemerintah baru berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, harga-harga kebutuhan pokok sudah melambung. Tindak korupsi pun jadi pendorong naiknya harga, seperti akibat permainan dalam perizinan kuota daging sapi impor. Namun kini kenaikan harga

makin liar. Apabila dalam era pemerintahan sebelumnya yang naik itu ke itu saja, seperti beras, daging, telur, cabai, bawang, dan beberapa jenis sayur lainnya, kali ini kenaikkan harga juga terjadi pada jengkol dan petai, jenis bahan kebutuhan yang selama ini adem-adem ayam, tak memperlihatkan gejolak. Jengkol dan petai kali ini ikut "menggugat", naik cukup tajam. Di beberapa kota di Jawa, jengkol yang tadinya hanya berkisar Rp 15.000-Rp 20.000 per kg akhir-akhir ini melambung antara Rp 50.000Rp 60.000. Petai bahkan mengalami kenaikan cukup ekstrem mencapai Rp 100.000Rp 150.000 per kg, lebih mahal dibanding harga daging ayam. Akibatnya tidak hanya ibu-ibu rumah tangga merasa

terbebani, para penjual makanan pun mengeluh. Bahkan para pedagang grosir jengkol dan petai memilih istirahat dulu. Pejabat pemerintah, terutama yang berkaitan dengan harga bahan pokok dan penunjangnya, serta para wakil rakyat di DPR/DPRD boleh saja menanggapi kenaikan harga jengkol dan petai dengan alasan itu menguntungkan rakyat, para petani, dan lainnya. Atau silakan berkata, kenaikan harga dua komoditas itu tidak meresahkan, malah mendorong rakyat sehat dan saat buang air tidak bau menyengat. Silakan saja berkata apa saja, tapi cobalah berpikir jernih, mungkin saja ada yang tak beres dengan kenaikkan harga tidak wajar jengkol dan petai. Yang pasti kenaikan tidak wajar ini membuktikan

pemerintah-Kementerian pertanian, perdagangan, dan pihak terkait lainnya-tidak mampu mengendalikan harga jengkol dan petai. Bisa saja ini karena memang tidak diperhitungkan, sehingga pemerintah tak peduli, termasuk tentang kesediaan kedua kebutuhan pangan itu. Dan kelalaian tersebut dimanfaatkan mafia perdagangan. Haruskah jengkol dan petai juga diimpor? Kenaikan harga jengkol dan petai harusnya menjadi peringatan bagi pemerintah, serta mendorong para anggota DPR melihat segala sesuatunya lebih tajam untuk mengkritisi kinerja pemerintah. Jika harga jengkol saja bisa dipermainkan mafia, tentunya barang-barang kebutuhan lainnya juga bisa. Pengalaman harusnya

mendorong pemerintah lebih siap, sebab selama ini hampir seluruh kebutuhan pokok (utama) rakyat bisa dipermainkan pihak tertentu, bahkan bekerja sama dengan pengambil kebijakan. Jangan biarkan rakyat terusterusan jadi korban karena kelengahan atau ketidakmampuan pemerintah. Apalagi saat ini mendekati Ramadhan, serta menjelang pemerintah menaikkan harga BBM. Pemerintah harus melakukan antisipasi. Tidak cukup hanya melakukan peninjauan ke pasar, operasi pasar, tetapi kementerian pertanian, perdagangan, serta pihak terkait, harus mengontrol secara tepat, sehingga rakyat tidak terus-terusan kehilangan hak atas ketersediaan bahan pokok dengan harga wajar.***

Kreativitas Remaja untuk Peduli Sampah Oleh : Henhaka Poetra

D

i Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya, banyak sampah bertebaran di mana-mana karena dibuang warga secara sembarangan. Ini diperlukan panduan dari pemerintah dan bahkan berbagai stakeholders untuk memfasilitasi remaja agar mengembangkan kreativitasnya untuk ikut serta dalam penanggulangan masalah sampah ini. Kenapa demikian, karena salah satu masalah besar di Jabodetabek adalah sampah yang dituding pula sebagai penyebab terjadinya banjir. Sampah yang menggunung di pinggir kali, dibuang seenaknya tanpa memperhitungkan akibatnya, mengakibatkan banjir dengan dampak mengganggu kesehatan warga masyarakat. Kebiasaan buruk sebagian besar warga masyarakat di Jabodetabek yang membuat

sampah seenaknya itu harus diubah. Sehingga, mereka menjadi terbiasa membuang sampah tidak lagi secara sembarangan tetapi pada tempat yang telah ditentukan. Dengan demikian, sampah mudah diangkat oleh petugas terkait tanpa harus bekerja keras dulu untuk membersihkan tempat-tempat tumpukan sampah yang berceceran di mana-mana. Yampaknya warga di Jabodetabek sudah terbiasa membuang sampah seenaknya. Bahkan, saya seringkali menyaksikan seseorang dari dalam mobil mewah membuang sampah ke jalanan dari dalam mobilnya. Tentu saja, kebiasan buruk seperti itu menjadi contoh yang tidak baik bagi warga lain, terutama yang melihat kejadian itu. Agar warga lain terutama dari kalangan menengah ke bawah, yang menyaksikan peristiwa itu tidak meniru kebiasaan yang tidak baik itu, maka sanksi tegas harus dijatuhkan bagi warga yang membuang sampah seenaknya,

khususnya di jalan-jalan utama Ibu Kota Jakarta. Namun, maaf sejauh ini kebiasaan itu kurang tertanamkan di kalangan warga DKI dan sekitarnya. Orang masih senang saja membuang sampah secara sembarangan karena cari gampangnya saja. Celakanya, sampah-sampah banyak dilempar ke kali-kali atau sungai-sungai hingga menyebabkan pendangkalan. Ketika

hujan dengan curah tinggi datang, maka banjir pun tak terelakkan. Bisakah rakyat tidak membuang sampah di sembarang tempat sehingga negeri ini menjadi bersih? Kota-kota menjadi asri dan pemandangan jadi menyejukkan mata? Sebenarnya itu bisa diciptakan, apabila semua orang memahami bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya dan

sungai bukan dijadikan sasaran pembuangan sampah. Para remaja yang punya kreativitas bisa menjadi contoh atau ikon bagi pengembangan budaya membuang sampah pada tempatnya. Maka, pupuklah kreativitas remaja dan jadikan mereka sebagai aset bangsa yang akan memikul beban kehidupan bangsa di kemudian hari. Remaja bisa didorong untuk kreatif mengatasi masalah sampah.

Pimpinan Umum/Perusahaan : Luluk Yudi Asmono Sekretaris Perusahaan : Fitri Ningsih Pimpinan Redaksi : Sigit Budhy Prasetyo Wakil Pimpinan Redaksi : H. KGS. As’ad. MZ Sekretaris Redaksi : Angga Sukma jati Wakil Sekretaris Redaksi: Sunarto, SE. Redaktur Aang Kurniawan Tata Letak Yunan NF Tata Usaha Dian Susanti Marketing/lklan Dodik Hermansyah Dewan Redaksi Didin A. Sholahuddin, Suntoyo, Rudiyanto, Imam Tohari, Sukarman Syahri, Soetopo, AD Mujiyanto, Penasehat Hukum Purwoko, SH., Ari Purwanto, SH, Yudhono, SH. MH, M. Hum., Rudy Suyanto, SH., R. Gatot Soebroto, SH. MH., Edy Sugito, SH., Firman Adi Suryobawano, SH., MH., M. Hum. Dewan Penasehat H. Suryat Abdullah, M. Pdi., Drs. H. Supandi, SPd., MPd., H. Rohman, Azzis Hermanto, SH. Sentot Rudi Prasetyo, ST, M.Si, GusAnwar (Awang), Wartanu Kabiro Kab. Probolinggo (Sony Kumia Jaya) M. Taufik, Abdul Irawan, Holifah, Damuanto Kabiro Situbondo (Ahmad Baidowi), Syaiful Islam, Thoyyib, Dion Hadi Kabiro Banyuwangi (Mursidi), Didik Kusnadi, Adenan, Sunyoto Korex. Besuki (Mursidi) KabiroJember (Edi Pamungkas) Kabiro Bondowoso Sutrisno, Indra Puji Cahyono, Tamsur, Moh. Fahrurrozi Kabiro Blitar Raya (Muhaimin), drs. Mahyudin Hanan Talo, Zainal, Asrofi, Karno, Kabiro Jombang (Saiful), Santoso, Joko Kabiro Nganjuk ( Suyitno ) Prianto, Yudi, Adi Sutomo, Tobing Pancawijaya, Sugeng, Suprayitno, Puryanto Koorwil Eks. Karesidenan Madiun Dimas Yulianto Kabiro Madiun - Magetan (Ads Nuryono), Sriyanto Kabiro Ponorogo - Pacitan Syahroni, Miswanto Kabiro Lamongan Suharnaji, Kabiro Sidoarjo (Suwarno) Kabiro Surabaya (Wisnu) Tri Prastino, Eko, Joko Karyat, Katiran Kabiro Mojokerto Rojikin Kabiro Kediri Bambang Ambrusius, Badari, Sukoco Kota Kediri Munir, Hadi Sucipto, Kabiro Tuban (Bambang Susilo, SH, STH), Sujono, Sugianto Kabiro Bojonegoro Ahmad Zaenal lmron Kabiro Trenggalek Yudi Prasetyo Biro Tulungagung Fredy Suroto, Suroto Kabiro Kota/Kab. Pasuruan Cucuk Prionggo Penerbit CV. Citra Mandiri SIUPP336/13-27/PK/V/2011 NomorRekening (BRI) an. Retnoningsih 3750-01 - 011791-53-7 (BCA) an. Luluk Yudi Asmono 461-02-789-28 NPWP 31.316.441.0-655.000 Percetakan TEMPRINA MEDIA GRAFIKA. Isi di luar tanggung jawab percetakan. Kantor Pusat Jl. Bratang Gede I/12A - Surabaya Telp. (031) 28818186 Alamat Redaksi JI. Supriyadi Ruko No. 02 Kertosono - Nganjuk Jawa Timur Telp. (0358) 556084 SMS Centre : 081515437686 Email: redbuser@gmail.com

Wartawan Buser Metropolis Terdaftar di Box Redaksi dan dibekali tanda pengenal disertai surat tugas ( Tidak diperkenankan menerima imbalan dalam bentuk apapun )


Fokus 3

Edisi 07 11 Juni - 26 Juni 2013

Ibu Paruh Baya

Duel dengan Perampok Bersenjata Jakarta, BM Sunaryah, perempuan berusia 45 tahun berhasil menggagalkan aksi perampokan di rumahnya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2013) siang. Dua orang perampok datang saat Sunaryah bersama orangtua dan adiknya pergi berobat ke kawasan Taman Mini, Jakarta Timur. ”Pas encing pulang, di kamar ada orang. Di dalam udah berantakan, perhiasan emas dibawa. Trus tarik-tarikan,” Ujar Rahman (25), keponakan Sunaryah, di lokasi kejadian. Menurut Rahmat, terjadi baku hantam antara Sunayah (45) dengan kedua bandit yang membawa senjata tajam hingga Sunaryah mengalami luka di bagian pelipis kiri. “Terus encing saya berteriak ‘maling’,” ujar Rahman menirukan. Kedua pelaku, lanjut Rahmat, sempat dikerjar dengan warga sekitar dan salah satu dari mereka terjatuh karena menabrak pintu truk sampah yang tak sengaja dibuka. ”Dia (rampok) juga sempat digetok pakai pengki sama sopir truk sampah, namun pelaku kembali berdiri dan lari lagi,” tambahnya. Kapolsek Pasar Minggu Kompol Andri mengatakan, para pelaku berhasil membawa kabur perhiasan emas berupa cincin. Namun mereka kabur setelah Sunaryah melakukan perlawanan. “Korban luka di pelipis kiri dan lutut. Dari keterangan saksi korban,” jelas Andri. Hingga kini polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.”Tim Buser sudah mengejar pelaku ke arah mereka kabur. Ciri-ciri pelaku yang satu gendut dan yang satunya lagi ceking,” pungkasnya. tit

S

ebuah rumah milik David Hasanto (56) di Jalan Arun Raya, RT 08/04 No 3, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (6/6/2013) siang, menjadi korban perampokan. Perampok yang merupakan komplotan bersenjata, melakukan aksinya di siang hari, di rumah yang masih terdapat penghuninya. Pebe, wanita pembantu rumah tangga

Pasuruan, BM Kawanan perampok dengan senjata, bom ikan atau bondet, di Pasuruan, Jawa Timur diungkap aparat kepolisian. Modusnya, pelaku tak segan – segan melempar bondet ke rumah korban dengan kekuatan ledakan radius kiloan meter. M. Ninjar (40), Taufik (25), dan Sandi (31) harus berjalan tertatih – tatih, akibat luka tembak di kakinya, saat dikeler petugas Satreskrim Polres Pasuruan, di Mapolres setempat, di Jalan Dr. Sutomo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, setelah merampok rumah milik Haji Maksum (50), warga Desa Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, kabupaten setempat. Ketiga pelaku semuanya warga Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, ditangkap di rumahnya masing – masin, Kamis kemarin. Dalam aksinya, tiga perampok bersama tiga teman lainnya, mengenakan topeng cadar, melempari bondet ke rumah juragan beras ini, hingga radius ledakan terdengar ke tetangga desa sebelah. Beruntung, tak korban jiwa, padahal korban sudah pasrah dan menyerahkan harta mulai dari sepeda motor, uang, dan pershiasan, karena merasa ketakutan nyawanya terancam. Kejadian ini terjadi pada Selasa malam kemarin. Meski begitu, aksi perampok terbongkar berawal, setelah korban mengetahui ciri salah satu pelaku dan melaporkan kasus ini ke aparat kepolisian, sehingga dilakukan penyidikan dan penggrebekan. Namun saat disergap, ditemukan dua buah bondet yang diduga kuat sisa peledakan di rumah korban perampokan tersebut. Selain itu, disita juga bebera pedang, tiga sepeda motor yang digunakan alat transpotasi, uang, dan lampu senter. Pelaku perampok ini, meresahkan masyarakat di wilayah Pasuruan Timur, karena bondet adalah salah satu senjata melakukan aksinya. Kini pelaku dijbloskan ke sel Mapolres setempat, dengan dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dengan ancaman penjara minimal 7 tahun. Untuk pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

LINTAS DAERAH Bantuan Dinas Pengairan Berupa Pasangan Bangunan Irigasi Dibongkar Probolinggo. BM Pengaliran air yang lewat di pasangan bangunan irigasi yang ada di desa Sidomulyo dibongkar oleh seorang ulu-ulu/hippa (Sukarnu) pada tanggal 22-03-2012 dengan alasannya dibongkar karena ada air yang mengalir tidak diketahui akhirnya dibongkar dengan secara paksa. Bukannya pasangan tersebut mau ditembel maka dibongkar. Fisik yang dibongkar kurang lebih 30m dari jalan raya ke timur. Padahal bangunan irigasi tersebut adalah bantuan dari dinas pengairan biar supaya jalannya air lancar dan aman dan cepat nyampek di sawahnya masyarakat. Malah sama ulu-ulu Sidomulyo dibongkar. Setelah tim investigasi bertanya pada masyarakat, dan masyarakat menerangkan bahwa dengan keadaan fisik bangunan yang sudah dibongkar kaya gini, bisa membahayakan kepada sawahnya karena tidak ada yang menguatkan, dan yang dikhawatirkan oleh masyarakat yang punya sawah dekat dengan bangunan irigasi yang dibongkar oleh ulu-ulu tersebut, pada musim hujan aliran airnya sangat besar dan bisa meluap ke sawah-sawah. Dan pada waktu dibongkar bangunan itu tersebut masyarakat menyaksikan bahwasannya ulu-ulunya membongkar pasangan dan besoknya dihadiri oleh petugas pengairan untuk mensurvei dan membuktikan kebenarannya (pasangan bangunan fisik dibongkar oleh ulu-ulu/hippa Sidomulyo) petugas dari pengairan sudah mensrvei, kenapa kok tidak ada teguran ke petugas uluulu, padahal petugas pengairan melindungi dan mendampingi masyarakat biar masyarakat mengerti dalam artian pengairan yang sebenarnya. Sebenarnya Dinas Pengairan sangat peduli kepada masyarakat dalam artian pembangunan irigasi sudah terbukti di mana-mana (khususnya di desa Sidomulyo) seperti bangunan tanggul yang tempo hari jebol di hanyut banjir, pengairan langsung berpartisipasi untuk membantu masyarakat, biar air mengalir lagi ke sawah-sawah dan pengairan langsung memberikan bantuan (gulung kawat) biar masyarakat puas mengaliri air ke sawah-sawahnya. (Tim)

saksi-saksi, kasus ini masih terus kami selidiki,” kata Baralibra, Kamis (6/6/2013). Lima pelaku, saat itu masuk ke rumah korban karena pintu utama yang tidak dikunci. Ketika itu, rumah hanya dihuni Pebe. Sedangkan David, pemilik rumah, sedang melakukan kegiatan di gereja. Pelaku yang masuk ke rumah langsung mengancam Pebe menggunakan golok. Merasa terancam, wanita tua

pasrah, lalu dimasukkan ke dalam kamar yang diawasi salah satu perampok. Saat itulah, perampok mengacak-acak isi rumah. Salah satu pelaku membuka paksa kamar utama. Mereka akhirnya menggasak satu unit ponsel dan satu unit jam merek Zwart. Tak lama kemudian, pelaku langsung melarikan diri. “Kami mendapat informasi dari korban setelah pelaku me-

ninggalkan lokasi kejadian. Mendapat informasi itu, kami langsung mendatangi lokasi dan langsung memeriksa,” papar Baralibra. Baralibra menerangkan, pihaknya masih mencari tahu apakah ada pelaku lain yang beraksi di luar rumah. “Kami masih dalami informasiinformasi di lapangan. Kami masih telusuri terus,” cetusnya. (*)

Dua Kasus Perampokan Bersenjata Api Terjadi di Jakarta Timur Jakarta, BM Perampokan dengan senjata api yang mengincar para nasabah bank kembali terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jumat (15/2). Sedikitnya lima orang menggondol uang sekitar Rp115 juta dan Giro senilai Rp7 juta milik petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.13403, Pondok Bambu, Kecamatan Duren sawit, Jakarta Timur yang akan disetorkan ke bank.

Perampok Bersenjata Bondet

Dibekuk

berusia 75 tahun, juga disekap kawanan perampok di kamar rumah. Kanit Reskrim Polsektro Cakung Inspektur Satu Baralibra Sagita mengatakan, aksi perampokan diduga dilakukan lima orang. Mereka membawa kabur satu buah jam tangan merek Zwart, dan satu unit telepon seluler di dalam lemari, dengan kerugian jutaan Rupiah. “Kami masih memeriksa

Tidak hanya menjarah uang hasil penjualan SPBU selama tiga hari itu, para pelaku sempat melepaskan tembakan dan membacok seorang petugas SPBU bernama Iim Permana, 48. Akibatnya, Iim harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit Harum, karena mengalami luka tembak di bagian paha kanan dan luka bacok di bagian lengan kanan. Jumari, 41, pengawas SPBU tersebut memaparkan, peris-

tiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu dirinya sedang membawa uang dan giro dalam tas kulit hitam untuk disetor ke Bank Mandiri yang tak jauh dari SPBU. Tepat di depan SPBU, Jumari dicegat dan ditodong oleh dua orang yang menggunakan sepeda motor Satria Fu. Karena panik, Jumari segera lari ke dalam area SPBU dan melempar tas berisi uang ke rekannya bernama Iim Permana, 48. Sugeng, 45, karyawan SPBU

mengatakan dalam peristiwa itu, sempat terjadi baku tembak antara para pelaku dengan petugas keamanan. Setelah tembakan ke arah Iim, tembakan kembali dilepaskan para pelaku ke udara. Dari Bank Mandiri, seorang petugas bernama Bripka Sutrisna yang sedang bertugas segera mengejar para pelaku dan melepaskan tembakan peringatan ke udara. Perampokan dengan senjata api juga terjadi di

Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur di hari yang sama. Pelaku yang berjumlah 8 orang menggasak tas milik karyawan PT Indo Marco Adi Prima bernama Manuala Manik, 49, yang berisi uang tunai Rp 40.719.000 dan Giro Rp 3. 850.000. Kepala Sub-bagian Humas Polres Jakarta Timur, Komisaris (pol) Didik Hariyadi mengatakan, peristiwa itu terjafi sekira pukul 12.30 WIB. Wan

SDN Sambirampak Kidul – Kotaanyar

Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan Probolinggo BM. Karnyata, S.Pd. sebagai kepala sekolah SDN Sambirampak Kidul kecamatan Kotaanyar, adalah sosok yang bersahaja dan memiliki kemampuan memimpin sebuah lembaga pendidikan. SDN Sambirampak Kidul ini terus meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan sekolah, dengan kedisiplinan yang ditanamkan secara dini pada anak murid akan membentuk sebuah kepribadian yang tangguh pada anak didik itu sendiri. Hal tersebut bukan sesuatu yang istimewa untuk tentang kondisi sekarang.” (tutur kasek) SDN Sambirampak Kidul Kotaanyar meraih beragam prestasi karena kebijakan kepala sekolah Karnyata, S.Pd yang membangun peserta didik agar selalu semangat dalam belajar dan membangun potensi siswa merupakan tekadnya sehingga deklarasi ke unggulan tingkat dasar menjadi wadah utama dalam meningkatkan SDM. Karena awal mulanya mengenyam pendidikan pada umumnya adalah: titik utama, kedepan sebagai proses awal titik terang pada pendidikan merancang

proses belajar mengajar yang mantap dan terpercaya, dan disiplin ilmu yang merubah daur pribadi seorang guru dengan sungguh-sungguh menjalankan kewajibannya. Dengan jumlah siswa sbanyak 90 murid dan dengan tenaga pengajarnya sebanyak 12 guru mempunyai semangat untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya dengan semangat dan kemampuan/ kemauan yang positif dan nantinya menjadi motivasi besar. dilihat prestasinya dan potensinya sebagai wadah dan peranannya kuat dalam pengembangan pendidikan. Dan mempunyai visi dan misi sekolah pada umumnya mampu mewujudkan siswa bertaqwa dan beriman, dan berjiwa mandiri dan bertanggung jawab. Siswa dilatih untuk dapat terampil percaya diri dapat mengerjakan tugas secara mandiri tanpat tergantung pada siapapun, tetapi tetap dalam embinaan guru dan orang tua. Dan sisw dilatih untuk dapat berfikir dan kreatif. Adapun prestasi-prestasi yang pernah diraih oleh SDN Sambirampak Kidul di antaranya juara I, II, dan III

yaitu tingkat kecamatan baik dari akademik dan non akademiknya. Di antaranya pernah mewakili dari semua lembaga yaitu siswa pernah dikirim tingkat kabupaten berupa lomba tenis meja. Dan mempunyai ciri khas dalam bidan seni di antaranya seni tari. Yaitu seni tari klipang dan kegiatan-kegiatan yang sering dilaksanakan oleh murid yaitu

istighotsah. Melaksanakan tuntunan dan pengembangan bidan akademis bagi siswa yang memiliki bakat dan potensi khusus sehingga keahliannya dapat meningkat. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan sesuai dengan bakan dan potensi yang dimiliki siswa, sehingga tumbuh rasa sportifitas dalam

dirinya. Dalam melaksanakan pembinaan di bidan seni sesuai dengan bakat dan potensinya seingga mampu tampil di masyarakat. Memotivasi dan membantu setiap siswa untuk mengenali diri sendiri terhadap keberadaan dirinya sehingga dapat dikembangkan dan difungsikan ke arah positif. (fol.yib)

SDN Semampir I Kraksaan

Siap Pertahankan Prestasi - Dan Jadikan Kebersamaan Orang Tua Dan Sebagai Tambahan Meningkatkan Prestasi Siswa Probolinggo. BM SDN Semampir I Kraksaan meraihkan beragam prestasi karena kebijakan kepala sekolah SUPRAPTI, S.Pd MM. dan jajaran semua dewan guru yang membangun peserta didik agar selalu semangat dalam belajar dan membangun potensi siswa merupakan tekadnya sehingga deklarasi ke unggulan tingkat dasar menjadi wadah utama dalam meningkatkan SDM. Karena awal mula mengenyam pendidikan pada umumnya adalah titik utama menjembatani ke depan sebagai proses awal, titik terang pada pendidikan merancang proses belajar mengajar yang mantap dan terpercaya, dan disiplin ilmu yang merubah daur pribadi seorang guru dengan sungguh-sungguh menjalankan kewajibannya. Dengan jumlah siswa sebanyak 207 dengan tenaga pengajar sebanyak 11 guru mempunyai semangat untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya. Keadaan sekolah merupakanproses

pengolahan yang secara halus menggunakan waktu yang maksimal. Karena pada umumnya ajang pendidikan yang bermuara pada lingkungan. Dengan semangat dan kemauan yang positif dan nantinya menjadi motivasi besar bagi lembaga dari tahun ke tahun. SDN Semampir I Kraksaan mengalami pengembangan yang normal, dilihat prestasinya dan potensinya sebagai wadah dan peranan yang kuat dalam pengembangan pendidikan pada SDN Semampir I Kraksaan mempunyai visi dan misi sekolah pada umumnya mampu mewujudkan siswa bertaqwa dan berjiwa mandiri dan bertanggung jawab. Dan siap menyambut era globalisasi sehinga muncul gagasan misi sekolah secara umum yaitu memberikan pelayanan penuh pada siswa dalam hal pendidikan, budi pekerti, prestasi akademik dan non akademiknya, dan keterampilan, kesenian, kesehatan jasmani dan rohani. Namun dalam hal ini perlu adanya pengukuhan ke

dalam, contohnya siswa dituntut untuk disiplin setiap wali murid yang dikategorikan mampu dengan ikhlas. Adapun prestasi-prestasi yang pernah diraih SDN Semampir I Kraksaan di antaranya juara I gerak jalan tingkat Kecamatan voly ball, tenis meja, senam (SKJ) dalam rangka HUT RI tiap tahun.

Sehingga harapan sekolah ke depan menumbuhkan dan mengembangkan mutu dalam hal akademik maupun non akademiknya, yang diterapkan oleh kepala sekolah SUPRAPTI, S.Pd MM. dan semua dewan guru kepada muridnya dengan program BIMBEL (bimbingan belajar), sehingga presing otak ke

depan tidak kaku lagi catatan soal UN. Yang pada siraman rohaninya adalah istighotsah. Dan harapan SDN Semampir I Kraksaan kepada pemerintah adalah sangat membutuhkan bantuan rehabilitasi gedung sekolah, dan fisik gedung yang ditempati siswa untuk belajar mengajar sangat memprihatinkan. (tim)


4 Nasional

Edisi 07 11 Juni - 26 Juni 2013

Harga Jengkol Melonjak Pelayanan Endoscopy Colonoscopy Hingga Lima Kali Lipat Dalam Dua Pekan

Jakarta, BM Harga jengkol terus merangkak naik sejak 2 minggu terakhir. Bahkan di Jabodetabek, harga jengkol sudah menembus angka Rp 50.000-60.000/ kg. Padahal normalnya harga jengkol hanya Rp 6.000-8.000/ kg. "Kenaikan harga jengkol sudah terjadi sejak 2 minggu yang lalu. Harga jengkol sudah tidak masuk di akal. Ini harga sangat naik bertingkat-tingkat. Awalnya itu normalnya hanya Rp 6.000-8.000/kg tetapi sekarang di Jabodetabek sudah Rp 60.000/kg," tutur Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia Ngadiran saat

dihubungi detikFinance, Kamis (6/6/2013). Tidak hanya itu, suplai jengkol dari beberapa sentra produk jengkol sangat minim. Biasanya jengkol didatangkan dari Pulau Sumatera dan Banten serta Cianjur, Jawa Barat. "Stok minim dari Lampung, Padang hingga Palembang. Banten dan Cianjur juga sangat terbatas. Sehingga menyebabkan jengkol langka di pasaran Jabodetabek," katanya. Menurut Ngadiran penyebab tingginya harga jengkol disebabkan oleh belum panennya jengkol di beberapa sentra

produksi jengkol. "Harga jengkol melejit naik karena disebabkan murni iklim. Saat ini jengkol belum memasuki musim panen, artinya kalau masuk musim panen harganya pasti anjlok," jelasnya. Sementara itu, pantauan detikFinance di Pasar Sungai Bambu Jakarta Utara tidak menemukan satupun penjual jengkol. Beberapa pedagang beralasan harga jengkol mahal dan stok di Pasar Induk Kramat Djati sangat terbatas. "Tidak ada yang jual jengkol, harganya mahal dan stok di pasar induk sedikit sekali," sahut para pedagang sayur Pasar Sungai Bambu. (aang)

Pengembangan Industri Hasil Tembakau

Melalui Penerapan HKI Tulungagung, BM Pada hari Kamis tanggal 30 Mei 2013 Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan sosialisasi HKI. Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Fasilitasi dan Penerapan HKI Bagi Industri Hasil Tembakau. Dalam kurun tiga tahun terakhir ini perusahaan rokok yang tersebar di Kabupaten Tulungagung prospeknya kurang menguntungkan, dan bahkan banyak yang

sudah tidak aktif serta ada yang beralih ke usaha lain. Untuk itu perlu melakukan inovasi agar dapat berkembang. Tujuan sosialisasi adalah agar pelaku usaha dapat bersaing di pasaran dan mempunyai hak eksklusif dari pemerintah terkait dengan penggunaan merek. Pelaksanaan sosialisasi di Warung Bima Jl. Dr. Soetomo 102 Tulungagung dengan peserta sebanyak 20 orang, terdiri dari perusahaan rokok yang masih aktif, perusahaan rokok yang

sudah tidak aktif dan mantan karyawan perusahaan rokok yang sudah mempunyai usaha lain. Nara sumber kegiatan ini dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung. Metode pelaksanaan dilakukan dengan ceramah dan dilanjutkan dengan tanya jawab, di samping itu peserta mendapatkan fasilitasi pendaftaran merek sebanyak 20 merek. (lol)

Snap Shoot

Indonesia Vs Belanda Penonton menyalakan kembang api saat menyaksikkan laga persahabatan Indonesia vs Belanda di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (7/6). Belanda menang atas tuan rumah Indonesia dengan skor 0-3. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)

RSUD GAMBIRAN

Kediri.BM Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri dari tahun ketahun terus semakin meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. RSUD Gambiran adalah merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Kediri yang mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang memuaskan kepada seluruh pelanggan. Salah satunya adalah dengan melengkapi fasilitas peralatan yang dibutuhkan pada Spesialis Penyakit Dalam yaitu Endoscopy Colonoscopy. Alat ini memilki fungsi untuk melihat organ-organ dalam tubuh manusia. Endoscopy Colonoscopy merupakan alat penunjang diagnostic yang bisa digunakan untuk menegakkan diagnosa pasien. Selain itu, alat tersebut dapat digunakan untuk mencari penyebab atau etiologi dari kasus-kasus seperti dyspepsia, gastritis erosif atau kronis, hematemisis melena, tumor dan untuk pemeriksaan biopsy. Dari statistic kunjungan rawat jalan di RSUD Gambiran tahun 2012, Pelayanan

Spesialis Penyakit Dalam merupakan merupakan Poli pelayanan dengan kunjungan terbanyak dengan rincian jumlah pasien keluar rumah sakit SMF Dalam sebanyak

3.780 pasien. Sedangkan untuk rawat jalan SMF Dalam sebanyak 22.008 pasien. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat memudahkan dokter untuk

mendiagnosa penyakit pasien secara akurat, sehingga bisa memberikan pengobatan dengan tepat agar mempercepat proses penyembuhan pasien. (adv/ mis)


Edisi 07 11 Juni - 26 Juni 2013

Buser Blambangan 5

Bupati Tantri

Bupati Probolinggo Buka Temu Karya POKTAN - GAPOKTAN Dikukuhkan Sebagai Anggota Kehormatan PGRI

Probolinggo, BM Pemerintah Kabupaten Probolinggo Melalui Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP4), Rabu (22/ 5) kemarin menggelar temu karya kelompok tani (poktan)/ gabungan kelompok tani (gapoktan) di Alun-alun Kraksaan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE yang ditandai dengan pemukulan gong. Kegiatan yang diikuti oleh 800 orang ini dihadiri oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko, Staf Ahli, Asisten, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Kepala BKP4 Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono dalam laporannya mengatakan temu karya poktan/ gapoktan ini dimaksudkan sebagai wadah pembinaan terhadap kelompok tani, kelompok wanita tani serta kelompok pangan olahan. “Rangkaian kegiatan temu karya poktan/gapoktan ini meliputi lomba pangan olahan non beras dan non terigu, pameran produk unggulan, seminar sehari, lomba cerdas cermat poktan dan lomba cerdas cermat gapoktan,” ujar Nanang. Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengungkapkan bahwa gapoktan merupakan gabungan dari beberapa kelompok tani yang melakukan usaha agribisnis di atas prinsip kebersamaan dan kemitraan sehingga mencapai peningkatan produksi dan pendapatan usaha tani bagi anggotanya dan petani lainnya. “Jadi gapoktan merupakan wadah kerja sama antar kelompok tani berupa kumpulan dari beberapa kelompok tani yang mempunyai kepentingan yang sama dalam pengembangan komoditas usaha tani tertentu untuk menggalang kepentingan bersama. Tujuan dari pembentukan gapoktan adalah untuk memperkuat kelembagaan petani yang ada, agar pembinaan dapat terfokus dengan sasaran yang jelas,” ungkap Bupati Tantri. Lebih lanjut Bupati Tantri mengajak semua poktan dan gapoktan serta penyuluh pertanian untuk mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Probolinggo terutama di sektor pertanian yang dituangkan dalam visi dan misi Bupati Probolinggo terpilih lima tahun ke depan. “Mayoritas penduduk Kabupaten Probolinggo berprofesi sebagai petani. Oleh karena itu , marilah bersama-sama terus melakukan terobosan dan inovasi bagaimana produktivitas pertanian masyarakat bisa meningkat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” jelas Bupati Tantri. Menurut Bupati Tantri temu karya poktan/gapoktan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memberikan semangat kepada kelompok tani dan taninya agar kaum petani mampu meningkatkan panen sesuai dengan keinginan bersama. “Hal ini dilakukan agar petani saat ini mampu bekerja mengolah lahan pertaniannya sesuai dengan zamannya. Artinya, para petani bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu teknologi. Selanjutnya, ilmu dan sistem bertani yang sudah didapatkan bisa ditularkan kepada kelompok tani yang lain,” terang Bupati Tantri. Dikatakan Bupati Tantri, tantangan pembangunan pertanian ke depan semakin terasa dengan banyaknya permasalahan dan kendala yang dihadapi baik secara makro maupun teknis operasional kegiatan di lapangan. Apalagi Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI memprediksi tahun 2015, Indonesia akan mengalami kekurangan beras, walaupun di tingkat Jawa Timur beras mencukupi dan Kabupaten Probolinggo juga surplus. “Oleh karena itu, untuk mengurangi impor beras, Badan Ketahanan Pangan se-Indonesia menggalakkan makan pengganti beras dengan non beras. Dalam praktek sehari-hari kita jangan menggantungkan bahan pokok hanya dari beras saja, namun perlu adanya selingan dari makanan non beras dengan tambahan lauk pauk yang bergizi,” pungkas Bupati Tantri. Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan sosial dana percepatan keanekaragaman konsumsi pangan kepada 14 kelompok wanita dan 14 SDN di Kabupaten Probolinggo dan sarana penyuluhan berupa 1 unit camera digital, 1 LCD proyektor, 1 printer laser kepada BPP se Kabupaten Probolinggo. (sony)

Ketua Hippa Desa Suling Kulon Kecamatan Cermee

Tidak Transparan Bondowoso BM. Apabila kita mengelola proyek didasari dengan terbuka dan jujur kepada masyarakat maka hasilnya akan dinilai masyarakat dengan positif. Tapi apabila sebaliknya, maka akan timbul dari masyarakat itu sendiri rasa kecemburuan sosial karena akibat dari ketidak terbukaan dan ketidak jujuran kita. Seperti halnya kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh misnadin Ketua Hippa (Himpunan Petani Pemakai Air) untuk Desa Suling Kulon Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso yang tidak enak didengar dan tidak patut ditiru oleh Ketua Hippa yang lain, misnadin mengatakan “untuk proyek saya ini mas kan jauh dari jalan biasanya kan ada biaya imbalannya, tapi ini tidak ada, sekarang saya sendiri yang kewalahan untuk tukang ongkos imbalnya enak-enak bisa kenyang mereka.katanya Apa yang dikomentarkan Misnadin Ket.Hippa Desa Suling Kulon berbanding terbalik dengan yang diterangkan oleh Ketua Gabungan Hippa H.Sutiwar menurutnya kalau memang lokasi proyek itu jauh dari jalan atau pekerja harus ngimbal, ya otomatis ada biaya imbalannya. Bohong misnadin kalau bilang tidak ada.tuturnya Terkait permasalahan ini H.Sholihin selaku Bendahara Hippa untuk Desa Suling Kulon akan segera meluruskan dan menegor misnadin agar kiranya tidak berbicara yang mengada-ngada. Namun kayaknya rencana tegoran itu hanya omong kosong saja karena masih ada wartawan. Menurut H.Sholihin, apabila saya sudah menegor misnadin saya akan hubungi sampean mas, agar dia minta maaf terutama kepada tukang imbalnya. Tapi setelah berita ini naik cetak H.Sholihin tidak pernah menghubungi. Apa memang kerjanya misnadin dan pengurus Hippa Desa Suling Kulon suka mengada-ngada bicaranya, dan bagaimana pembangunan fisiknya untuk pembangunan saluran irigasi dibawah naungan Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso??? Tunggu investigasi kami selanjutnya di edisi yang akan datang.(dra)

Probolinggo, BM Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dikukuhkan sebagai anggota kehormatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo di gedung Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Rabu (29/5) kemarin. Prosesi pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan segaram dan nomor anggota PGRI Kabupaten Probolinggo. Pengukuhan tersebut dilakukan dalam pembukaan Konferensi Kerja III PGRI Kabupaten Probolinggo masa bakti 2010-2015. Selain Bupati Tantri, dalam kesempatan tersebut pengurus PGRI Kabupaten Probolinggo juga mengukuhkan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Ahmad Badawi sebagai anggota kehormatan PGRI. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Sosial Abdul Halim, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Erlin Setiawati serta perwakilan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Pelaksanaan Konferensi Kerja III PGRI Kabupaten Probolinggo masa bakti 20102015 ini mengambil tema “Revitalisasi Peran PGRI sebagai Organisasi Profesi dalam Mewujudkan Guru yang Profesional dan Bermartabat Menuju Pendidikan Bermutu”. Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dalam sambutannya sebelum membuka

Konferensi Kerja III PGRI Kabupaten Probolinggo mengatakan bahwa guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa, karena menjadi guru merupakan sebuah pengabdian dan menjalankan sebuah amanah. “Kegiatan ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk melakukan evaluasi program kegiatan organisasi. Saya mengharapkan konferensi kerja ini dapat menghasilkan program-program kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun kedepan. Program kerja tersebut diharapkan sinergi dengan kebijakan pembangunan pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” ujar Bupati Tantri. Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri titip salam kepada semua para guru dengan harapan semoga selalu diberi kemampuan untuk memajukan pembangunan terutama dalam bidang pendidikan yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Untuk meningkatkan partisipasi dari peran guru untuk pendidikan, saya menyarankan agar setiap guru wajib masuk organisasi profesi untuk menyusun langkahlangkah strategis dalam jangka pendek dan jangka panjang serta dapat membantu kemajuan pendidikan yang ada di Kabupaten Probolinggo menjadi sebuah pendidikan yang berkualitas dan profesional,” jelas Bupati Tantri. Sementara Ketua PGRI

Kabupaten Probolinggo Alvan Wahid mengungkapkan bahwa anggota PGRI Kabupaten Probolinggo tercatat sampai tahun ini sekitar 6 ribuan. Sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen pasal 41 poin 3, Guru wajib menjadi anggota profesi. Pada poin 5 disebutkan bahwa, Pemerintah dan atau Pemerintah Daerah dapat memfasilitasi organisasi profesi guru dalam pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesi guru. “Sampai saat ini dari implementasi UU tersebut baru PGRI satu satunya di Republik Indonesia ini yang memenuhi persyaratan sebagai organisasi profesi. Karena syarat organisasi profesi antara lain secara hirarkhis dari pusat, provinsi, kabupaten/kota sampai ke tingkat kecamatan harus ada

kepengurusan dan anggota, mempunyai AD/ART dan kode etik organisasi,” ungkap Alvan Wahid. Menurut Alvan Wahid, keberadaan organisasi ini tidak terlepas dari sejarah masa lalu. Perlakuan diskriminatif terhadap guru pada jaman penjajahan rupanya masih membekas, walaupun Indonesia sudah merdeka. Maka timbullah gagasan untuk mendirikan organisasi guru. Persis 100 hari setelah kemerdekaan, maka digelarlah kongres guru yang pertama pada tanggal 25 Nopember 1945 di Surakarta. “Dari sanalah PGRI ini hidup dan berkembang sampai saat ini serta tetap bisa melaksanakan tugas keorganisasian dengan baik. Selain itu, PGRI tetap konsisten dengan semangat kebersamaan sebagai wujud solidaritas. Kami selalu menjaga kemitraan dengan

instansi terkait, turun ke bawah menyerap aspirasi dan duduk bersama mitra untuk berdiskusi,” jelas Alvan. Sedangkan ketua panitia Rustamaji dalam laporannya mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari utusan pengurus PGRI cabang, pengurus PGRI Kabupaten Probolinggo, wakil utusan anak lembaga dan badan khusus PGRI Kabupaten Probolinggo, Badan Penasehat PGRI Kabupaten Probolinggo serta peninjau yang diundang oleh PGRI Kabupaten Probolinggo. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan program organisasi selama kurun waktu bulan Mei 2012 hingga April 2013 serta menyusun, menyiapkan dan menetapkan program kerja PGRI Kabupaten Probolinggo kurun waktu tahun 2013/2014,” ungkapnya. (sony)

Adira Finance Jember 48 Posyandu Pelihara Rampok Jalanan Terima Bantuan Makanan Yang Resahkan Pengendara Jalan Pendamping ASI

Probolinggo, BM Sedikitnya 48 posyandu di Kabupaten Probolinggo patut berbangga hati, pasalnya posyandu-posyandu ini mendapatkan bantuan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. Bantuan MP-ASI yang diterima masing-masing posyandu meliputi 40 Kg gula, 40 Kg kacang hijau, 5 dus biskuit dan 5 dus susu milk kotak. Dalam kegiatan temu karya kelompok tani (poktan)/ gabungan kelompok tani (gapoktan) dan festival pangan olahan yang digelar di Alunalun Kraksaan, Rabu (22/5) kemarin, bantuan MP-ASI ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko. Selebihnya, bantuan ini diserahkan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terpadu posyandu. Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE berharap agar bantuan MP-ASI ini mampu memenuhi kebutuhan gizi balita yang berusia 6 bulan ke atas dengan harapan nantinya balita menjadi sehat, aktif dan cerdas. “Mudahmudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dalam upaya memberikan makanan lunak yang bergizi,” harap Bupati Tantri.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP4) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kasubbid Pengendalian Pangan Syafi’i mengungkapkan bahwa pemberian bantuan MP-ASI ini bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo serta untuk mengurangi balita yang mengalami kasus gizi kurang dan gizi buruk. “Selain itu, bantuan MP-ASI ini diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan gizi dan berat badan balita serta memotivasi tingkat kehadiran balita di setiap buka posyandu,” ungkap Syafi’i. Menurut Syafi’i, bantuan MP-ASI ini diberikan agar mampu memenuhi kebutuhan makanan lunak yang bergizi untuk balita setelah umur 6 bulan ke atas. Sebab, MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak. “Melalui pemberian bantuan MP-ASI ini kami berharap agar IPM Kabupaten Probolinggo bisa meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu mampu menekan adanya kekurangan gizi kurang dan gizi buruk serta terpenuhinya kebutuhan akan gizi balita,” harap Syafi’i. (sony)

Bondowoso, BM Bermodalkan badan kekar, warna kulit hitam, sepatu hitam, jaket hitam yang kesemuanya serba hitam supaya ditakuti berkeliaran di Jember dan sekitarnya menoleh kanan kiri cari mangsa pengendara motor tak habisnya preman jalanan yang siap merampas atau merampok pengendara motor yang punya hubungan hutang dengan Bank, mereka tak lain adalah perampok peliharaan Adira Finance Jember. Korbannya kali ini adalah warga Bondowoso berinisial “YL” yang hendak pulang berbelanja di Jember, tiba-tiba ditengah jalan tepatnya JL. Gajah Mada Square Jember(1/6/13) bertepatan pukul 14.30 dihadang dan dirampas oleh deep colector yang tidak pernah memiliki hati nurani sama sekali. Menurut keterangan korban saat dikonfirmasi media ini yang merampas sepedanya kurang lebih 10orang berpakaian khas preman jalanan bicaranya sangat kasar dan tidak menghormati saya sama sekali langsung mau ngambil sepeda, ya saya gak mau wong ini sepeda punya om saya yang jadi

wartawan,saya hanya pinjam. jelasnya Lanjut masih menurut korban saya sangat menyayangkan sekali atas insiden ini karena pihakAdira tebang pilih, kenapa saya bilang begitu? Kalau sama saya orang yang lemah pihak adira berani merampas, tapi kalau kalangan Polisi,Tentara pun juga Wartawan kenapa pihak leashing kok tidak berani merampas??? Padahal dari kalangan merekalah mayoritas sepedanya tidak resmi alias punya hutang sama Adira, termasuk dari deep colectorpun sepedanya yang dipakek untuk mengejar saya itu belum tentu sepeda resmi, kenapa saya tau, karna dulu ada teman saya yang membeli sepeda tidak resmi atau STNan pada deep colector yang ada di Jember, jadi jangan sok suci deeh, wong mereka(deep colector-red) sepeda nya juga gak resmi kok ngurusin saya.ujarnya Yang lebih disayangkan lagi oleh korban pihak deep colector sendiri ada indikasi memeras saya mas,tuturnya kepada media ini pertamanya minta uang Rp 1.500.000,00 (Satu Juta Lima Ratus

Ribu Rupiah) supaya saya lolos. Saat ditanya sama media ini berapa besarnya nominal kesepakatan yang diminta pihak deep colector tersebut akhirnya turun menjadi Rp 1.200.000,00( Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) dengan berbagai macam alasan yang di lontarkan deep colector alasan pertama karena sepeda masuk gudang jadi karyawan kantor tau 3orang dan kami (deep colector) berjumlah 9 orang. Yang akhirnya saya sendiri bayar Rp 900.000,00 (Sembilan Ratus Ribu Rupiah) mas untuk menyuap deep colector peliharaan Adira itu, tapi saya tidak ikhlas mas ngasik uang itu karena cara-cara yang dilakukan mereka sendiri tidak ada dasar hukumnya bisa dibilang mereka itu “rampok peliharaan adira” dan mereka semen-mena bertindak kepada saya tanpa sopan santun sama sekali. Tolong saya mas, saya akan melaporkan masalah ini kepihak yang bewajib, karena dari pihak deep colector sendiri ada indikasi memeras saya. Dan uang yang Rp 900.000,00 (Sembilan Ratus Ribu Rupiah) sendiri untuk menyuap mereka udah saya rekam, yang menerima adalahABEL,ADI dkk.(dra)

Koperasi Simpan Pinjam Asri Wonosari

Terlalu Percaya Kepada Calo Yang Tidak Bertanggung Jawab Bondowoso.BM Koperasi Simpan Pinjam Asri Wonosari sangat tidak profesional dalam berhadapan langsung dengan nasabah, pasalnya pihak Asri Wonosari sendiri terlalu percaya kepada seorang calo berinisial “SL” warga Desa Pasarejo Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso yang saat ini telah banyak menipu nasabahnya yang mayoritas masih warga Desa Pasarejo dan Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari. Untuk saat ini SL sudah kabur dari rumahnya dan menghindar dari tanggung jawabnya. Lantaran sudah banyak menipu dengan modus mencari orang memasukkan BPKBnya ke Asri Wonosari. Salah satu tokoh masysrakat Desa Pasarejo Kecamatan Wonosari dan sekaligus anaknya menjadi korban SL angkat bicara, menurutnya Koperasi Simpan Pinjam Asri Wonosari membuat persyaratan-persyaratan yang terlalu mudah sehingga pihak nasabah merasa mudah mencairkan uang dengan jaminan BPKBnya ke Asri Wonosari dengan melalui calo. Kalau seperti ini melayani nasabah, maka saya yakin kedepannya Asri Wonosari tidak akan dipercaya

lagi.ungkap tokoh Apalagi petugas lapangan bernama p.rosi sangat tidak profesional sekali dalam melayani nasabahnya karena ada indikasi mengadu domba antara nasabah yang satu dengan yang lainnya kalau ada permasalahan dilapangan, seakan-akan Asri Wonosari tidak mau tanggung jawab. Lanjut menurut tokoh tersebut mengatakan anak saya memasukkan BPKBnya ke Asri Wonosari melalui calo SL bernominal Rp 2.000.000,00 (Dua Juta Rupiah) sesuai dengan kebutuhannya. Tiap bulannya anak saya menyetor pada SL tetapi sama dia tidak pernah disampaikan kepada pihak Asri Wonosari, namun setelah anak saya punya uang ada rencana untuk menebus BPKBnya dan ternyata setelah sampai ke Asri pokok plus bunganya jadi Rp 7.000.000,00 (Tujuh Juta Rupiah) dengan alasan BPKBnya ada 2 yaitu punya anak saya dan punya orang lain, lantas bagaimanakah tanggung jawab Asri, kok bisa BPKB anak saya digabung menjadi 1??? Dan disuruh lunasi semuanya??? Tanya tokoh Lantas bagaimanakah pihak

Asri Wonosari menanggapi permasalahan ini? Yang jelas warga menjadi korban atas ulah orang kepercayaan Asri yang tidak bertanggung jawab. Bukan hanya itu saja ketidak profesionalnya Asri Wonosari dalam menghadapi nasabah, bahkan ada salah satu karyawan Asri yang lagaknya seperti perampok pasalnya dia telah merampas sepeda motor milik W warga Desa Jurang Sapi Kecamatan Tapen dengan alasan hanya pengamanan sementara karena W punya tanggungan pada pihak Asri yang harus secepatnya di lunasi. Pertanyaannya sekarang kenapa harus merampas sepeda motor, apa dasar hukumnya??? Apakah pihak Asri sendiri mau tanggung jawab kalau ada kerusakan??? Punya hutangkan perdata bukan pidana, selama masih sanggup untuk melunasi kenapa main serobot merampas sepeda motor??? Mohon di koreksi permasalahan ini karena warga khususnya di Kecamatan Wonosari banyak yang tertipu serta merasa kecewa atas ulah calo dan karyawan Koperasi Simpan Pinjam Asri Wonosari yang tidak bertanggung jawab. (dra)


Buser Patria 6 KSAU Ijinkan Pembangunan Lapangan Terbang Di Blitar Blitar,BM Kepala Staf Angkatan Udara memberikan lampu hijau atas pemanfaatkan lahan milik TNI AU seluas 32 ha di Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok yang rencananya akan difungsikan sebagai lapangan terbang komersil. Hal ini sekaligus membantah pernyataan Gubernur Jatim Soekarwo beberapa waktu lalu yang sempat mengungkapkan pembangunan Lapter Ponggok akan ditunda menyusul adanya nBM/roz keberatan dari pihak Lanud Wakil Bupati Blitar Rijanto Iswahyudi. Menurut Wakil Bupati Blitar, Rijanto, selama ini dari hasil koordinasi Pemkab. Blitar dengan TNI AU, tidak pernah ada pernyataan keberatan dari Lanud Iswahyudi. Berdasarkan Surat KSAU yang diterima Pemkab. Blitar, pihaknya memperbolehkan lahan milik TNI AU untuk dimanfaatkan sebagai Lapangan Terbang, namun dengan catatan baik pihak Propinsi Jatim dan Pemkab. Blitar harus menyerahkan konsep pengelolaan Lapter yang berstandarisasi. Terkait lahan yang termasuk zona kawasan tempur Lanud Iswahyudi, rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, diantaranya Dinas Perhubungan Propinsi, TNI AU, dan Lanud Iswahyudi. Dimungkinkan wilayah penerbangan Lapter Ponggok yang diproyeksikan hanya sebagai bandara pengumpan, hanya akan melintasi rute penerbangan ke Bandara Juanda Surabaya. Pesawat tidak diperkenankan melintasi kawasan terbang Lanud Iswahyudi namun harus mengambil jalur keluar, yakni rute penerbangan ke Surabaya terlebih dahulu. Sedangkan rencananya, pembangunan fisik Lapter tersebut akan mulai dikerjakan paling lambat pada tahun 2016 mendatang. Anggaranya akan dicover melalui APBD Propinsi dan bantuan APBN. Diestimasikan pembangunan Lapter Ponggok menelan dana mencapai Rp 300 miliar lebih.(ROZ)

Pemkab Blitar

Siap Gelar Pilkades Serentak Blitar,BM Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa secara serentak, Pemerintah Kabupaten Blitar akan melaksanakan pada tanggal 28 Oktober mendatang. Hal ini seperti diungkapkan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, S,STP, MSi, dimana Tim perumus sudah melakukan finalisasi draf Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pedoman Tehnis Pelaksanaa Pilkades Serentak di Kabupaten Blitar bahwa diusulkan pelaksanaan Pilkades secara serentak akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2013 mendatang. Untuk jadwal, sementara kami usulkan pada tanggal 28 Oktober 2013 mendatang, namun keputusan ada di tangan Bapak Bupati,” kata Suhendro Winarso, S,STP, MSi. Lanjut Suhendro Winarso, S,STP, MSi, rencana tersebut dianggap sudah matang, dan tinggal menunggu SK Bupati untuk penetapan jadwal Pilkades secara serentak di Kabupaten Blitar, dimana pada tanggal 28 Oktober nanti setidaknya ada 149 Desa yang akan mengikuti Pilkades secara serentak. Bila SK Bupati sudah jelas dan telah ditandatangani, maka tahapan Pilkades akan segera kami persiapan pada bulan Juli mendatang,” jelasnya. Sedangkan untuk Draf Pedoman Tehnis Pelaksanaan Pilkades serentak saat ini masih menunggu pejadwalan uji publik yang melibatkan Camat, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat dan juga dari Dewan. Namun secara substansi sudah final sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Uji Publik ini dilakukan untuk mendapatkan pendapat dan masukan, dimana sebelum ditetapkan sudah mengakomodir semua kepentingan secara umum,” ujarnya. Sementara perlu diketahui Jabatan Kepala Desa sebanyak 149 Desa pada Bulan Desember 2013 sudah berakir, dimana sesuai dengan ketentuan pemilihan akan dilakukan satu bulan sebelum masa Jabatan Kades habis yaitu maksimal pada Bulan Nopember 2013 mendatang, namun hasil dari Tim Perumus dijadwalkan dilaksanakan pada tanggal 28 Otober 2013, untuk menghindari kekosongan jabatan akibat masa jabatan Kepala Desa yang habis. Sedangkan persoalan anggaran bantuan untuk pelaksanaan pemilihan Kades, masing-masing Desa akan mendapatkan bantuan dana sekitar Rp. 5 juta, yang dipergunakan untuk kebutuhan pelaksanaan Pilkades yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Blitar. Di tempat berpisah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Abdul Munib, SIP berharap pelaksanaan dan tahapan Pilkades secara serentak nantinya bisa berjalan sesuai dengan harapan. Selain itu pihaknya juga berharap sebelum pelaksanaan dan pasca dilaksanakannya Pilkades bisa diminalisir konflik yang ada di masing-masing Desa. Tahun ini merupakan tahun Politik, sehinga adanya Pilkades yang bersamaan dengan Pelaksanaan Pilgub, tahapan Pileg dan Pilpres, konflik yang ada bisa segera diminimalisir,” kata Abdul Munib, SIP. (ROZ)

Edisi 07 11 Juni - 26 Juni 2013

Pasar Hewan Wlingi

Siap Di Resmikan

Blitar,BM Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, Mashudi mengungkapkan, Pasar Hewan Wlingi akan diresmikan pada 15 Juni mendatang. Menurutnya Pasar Hewan yang ada di Wlingi saat ini sudah siap untuk dioperasionalkan. Yang akan diawali dengan kontes dan pameran hewan berskala Jawa Timur mulai 10 s/d 12 Juni 2013. Saat ini persiapanpersiapan sudah dilakukan,

diantaranya dengan melakukan koordinasi bersama pihakpihak terkait. “ untuk pasar hewan, ditetapkan selama 3 hari dalam satu minggu yaitu hari Selasa, Kamis, dan Sabtu” Ungkap Mashudi Lebih jauh. Dengan ditempatinya Pasar Hewan yang baru sekaligus juga akan dilakukan relokasi pasar hewan yang lama mengingat kondisinya sudah tidak memungkinkan, dimana Pasar Hewan di Wlingi yang

Pindah Nyaleg Partai Lain

Dewan Wajib Mundur Blitar,BM Anggota DPRD Kota Blitar yang mencalonkan kembali sebagai Calon Anggota Legislatif pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 namun berpindah ke lain Partai, diwajibkan mundur dari jabatannya sebagai Anggota DPRD Kota Blitar. Keterangan ini seperti diungkapkan Ketua KPUD Kota Blitar, Drs. Abdul Basyid, dimana jika ada Anggota Dewan yang aktif dan mencalonkan kembali namun menggunakan partai lain maka wajib mengundurkan diri terlebih dahulu. Jadi harus mundur dulu dari jabatannya, sebab partainya sudah lain dari keanggotaan sebelumnya,” kata Drs. Abdul Basyid. Lanjut Drs. Abdul Basyid, menurutnya dengan adanya sejumlah partai politik yang tidak lolos dalam peserta Pemilu 2014 mendatang, maka ada beberapa anggota Dewan yang ingin tetap nyaleg kembali dan pindah ke partai lain. Maka dari itu harus segera mengundurkan diri dari keanggotaannya di DPRD. Sesuai dengan aturan harusnya mereka yang kembali nyaleg dari Partai yang saat ini bukan peserta Pemilu mundur dulu,” ujarnya. Basyid menjelaskan bagi anggota DPRD yang tidak bisa menunjukkan surat peleburan dari partai lama ke partai baru, yakni dari Pengurus Pusat maka otomatis pencalonannya akan ditolak oleh KPU, kecuali bila yang bersangkutan mengundurkan diri. Kami baru akan menerima mereka setelah mengundurkan diri, kecuali ada keterangan dari Pengurus Pusat masing-masing Partai yang menyatakan peleburan diri dengan Partai Peserta Pemilu 2014,” tegasnya. Namun jika mereka sanggup untuk memenuhi syarat itu, maka tidak perlu mundur sebagai anggota legislatif karena itu sudah berdasarkan peraturan KPU. Sehingga mereka bisa tetap bekerja sebagai Anggota Dewan dan masih bisa kembali mencalonkan lagi,” imbuhnya. Seperti diketahui berkaitan dengan aturan itu, KPUD Kota Blitar pada Senin 25 Maret 2013 mengundang seluruh pengurus Parpol untuk diberikan sosialisasi berkaitan dengan kebijakan pemilu 2014. Hal ini utamanya berkaitan dengan peraturan KPU No 7 tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota DPR/ DPRD Propinsi serta DPRD Kabupaten Kota. Sedangkan Anggota DPRD Kota Blitar yang saat ini Partainya bukan peserta Pemilu Legislatif 2014 hanya Mustafid yang berasal dari PKNU karena Partainya tidak lolos hasil verifikasi KPU, sedangkan yang lainnya masih bisa lolos karena telah berhasil sebagai peserta Pileg 2014 mendatang.(ROZ)

Lima PNS Di Jemur Gara-Gara Bolos Upacara HARKITNAS Blitar,BM Karena telah membolos pada pelaksanaan Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada tanggal 20 Mei yang lalu , sebanyak 5 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkot Blitar dijemur di depan kantor Walikota Blitar sebagai sanksi pada apel susulan, Selasa (21/5) kemarin. Ketegasan dan sanksi terhadap PNS Pemkot Blitar yang sering membolos dalam setiap agenda ini sudah berjalan sejak Walikota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar, SH, dimana hal ini dilakukan untuk menjaga disiplin pegawai. Hal ini seperti diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Blitar, Dra. Trinanda Rochma, dimana Pemerintah Kota Blitar kembali menjatuhkan sanksi disiplin kepada 5 PNS dari beberapa

SKPD karena kedapatan bolos apel saat pelaksanaan Upacara Hari Kebangkitan Nasional pada Senin, 20 Mei kemarin. “Sanksi dengan dijemur di bawah terik matahari ini secara rutin diberlakukan bagi PNS yang indisipliner, dimana mereka harus menjalani apel susulan di depan pelataran Pemkot Blitar pada jam 1 siang,” kata Dra. Trinanda Rochma. Lanjut Dra. Trinanda Rochma, terkait hal ini pihaknya mengakui bila dari beberapa kali pelaksanaan apel, PNS yang bertindak indisipliner masih terus ditemui meskipun pelanggaran dilakukan oleh personil yang berbeda. Untuk itu pihaknya akan terus menerapkan sanksi mulai dari apel susulan hingga peringatan yang diberikan melalui Kepala SKPD masing-

nBM/roz

Bangunan Pasar Hewan Wlingi. Inzert : DRS. Mashudi Kepala Dinas Peternakan

nBM/roz

masing. Sanksi ini berlaku kepada semua PNS yang indisipliner dalam setiap kegiatan, dimana ini dilakukan untuk menertibkan pegawai,” jelasnya. Bahkan dikatakan Dra. Trinanda Rochma, menurut informasi sbelumnya ada 15 PNS yang diketahui tidak hadir saat apel pada Senin kemarin, namun setelah diklarifikasi oleh

Pimpinan masing-masing, sebanyak 10 PNS dibebaskan dari hukuman karena beberapa alasan seperti turun dari piket, ijin sakit dan Dinas Kantor. “Sedangkan 5 PNS lainnya yang mangkir dari upacara harkitnas tanpa ijin tetap dijemur selama sekitar 30 menit di depan Kantor Pemkot Blitar,” tegasnya. (ROZ)

sudah ada masih bersifat tradisional. Sehingga setelah direlokasi ke pasar hewan yang baru di Wlingi, maka pasar hewan tersebut akan lebih modern. Pasalnya selain lokasinya lebih luas, juga telah di siapkan fasilitas pendukung seperti alat pengukur berat badan serta alat untuk pendeteksi sapi yang akan dijual bunting atau tidak. Mashudi menargetkan, pasar hewan wlingi bisa meningkatkan usaha ternak yang ada

di Kabupaten Blitar. Karena dengan memiliki pasar hewan sendiri maka semakin membuka akses pedagang dari luar Blitar. Sebagaimana diketahui, bahwa Pembangunan Pasar Hewan Wlingi dengan luasan lahan sekitar 3,2 Hektar ini menggunakan anggaran dari Provinsi sebesar Rp. 5,4 Milyard. Selain Pasar Hewan Wlingi, terdapat Pasar Hewan lainnya di Kabupaten Blitar yang belum lama ini dioperasional-

kan, yaitu Pasar Hewan Srengat, dimana pasar hewan yang dibangun di atas lahan 2 Hektar dengan anggaran Rp. 4 Milyard itu menggunakan pasaran hewan Wage. Menurut Mashudi, respon masyarakat sekitar terutama para peternak cukup bagus. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Blitar akan terus melakukan upaya agar pasar hewan yang ada di Srengat juga mendatangkan pedagang dari luar Blitar. (ROZ)

BNN Blitar Terapkan Tindakan Prefentif Demi Jauhkan Narkoba Dari Kehidupan Masyarakat

Kepala BNN Blitar AKBP Henry Siswanto Mkpd Beserta Staff Blitar .BM Berbagai jenis Narkoba meskipun merupakan barang larangan pemerintah dan Agama, namun peredaranya telah siknifikan, bisa dikata dari jantung kota sampai ke pelosok desa telah dengan mudah di rambahnya. Penjualan Narkoba memiliki mata rantai yang sangat panjang dari pemasok utama hingga paling ujung sendiri yaitu pengecer yang mempunyai kaki tangan yang popular di sebut kurir. Sementara itu pengunsumsi (dengan istilah pasien) tidak pandang bulu dari yang bermobil plat merah sampai dengan pengamen di lampu merah menjadi sasaran peredaran Narkoba, hanya saja dari tingkatan dan kwalitas barang yang berbeda sesuai dengan tingkat sosial ekonomi pasien. AKBP Henry Siswanto MKPd kepala BNN Blitar kepada media ini mengungkapkan ‘bahwa Narkoba merupakan masalah besar dan sekaligus merupakan ancaman yang serius bagi kelangsungan hidup Bangsa ini, karena penyalahgunaan Narkoba pada saat ini tidak ada batasan usia , dari orang tua sampai anak remaja bahkan kalangan pejabat pun di indikasikan banyak memakai narkoba. Hal inilah yang mendorong Badan Narkotika Nasional Blitar dalam upaya memerangi Narkoba yang sudah meraja lela ini merangkul berbagai pihak dan diharapkan dengan bersatunya berbagai elemen akan lebih mudah untuk menjauhkan Narkoba dari kehidupan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Blitar Raya. Demikian diungkapkan kepala BNN Blitar AKBP Henry

Siswanto MKPd kepada media ini di ruang kerjanya, Saat ini BNN Blitar telah merangkul dan kerjasama dengan banyak elemen di antaranya dengan Lapas, Dinas kesehatan, Dinas Sosial , Dinas Pendidikan dan Kodim 0808, Yonif 511, Polisi Militer serta berbagai elemen lainya, kususnya dengan Dinas Pendidikan sampai saat ini BNN telah melakukan tindakan prefentif dengan melakukan pembinaan di sekolah-sekolah baik di tingka SMP/TSANAWIYAH maupun di tingkat Sekolah menengah atas dan Kejuruan yang ada di Blitar, Lebih lanjut Henry siswanto mengatakan “ anak sekolah adalah massa peralihan dari anak-anak ke tingkat remaja atau ke tingkat dewasa, untuk itu otak dan pikiranya sangat labil sehingga rentan dan lebih mudah di pengarui untuk menggunakan Narkoba, sehingga BNN melakukan pembinaan melalui sekolah-sekolah untuk menanggulangi remaja dari penyalah gunaan Narkoba. Dan sekaligus untuk mempersempit ruang gerak peredaran Narkoba di Blitar ini . dan dari BNN menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk bekerjasama dalam memerangi narkoba, apabila ada sanak keluarga , tetangga yang kena narkoba mohan secepatnta menghubungi BNN , sehingga dapat secepatnya segera di ambil tindakan pembinaan karena BBN Blitar sudah ada kerja sama dengan tempat pembinaan yaitu pondok pesantern untuk melaksanakan pembiaan dan terapi bagi pengguna narkoba yaitu dengan system perpaduan antara medis dengan spiritual,

nBM/roz

serta pembinaan mental, sementara ini sudah ada 8 pasien narkoba yang sudah masuk dalam pantai rehabilitasi ini. hah ini sesuai dengan undangundang nomor 35 pasal 54 yaitu bagi pengguna narkoba wajib lapor kepada petugasBNN, dan pasal 55 ayat 1 bagi pengguna yang umurnya di bawah 18 tahun orangtuanya atau keluarganya wajib lapor sehingga secepatnya segera di ambil tindakan pembiaan. Henry menambahkan ada dua system yang dilakukan dalam menangani pembinaan yaitu ; Bagi pasien yang sudat accut (parah) ini dilakukan perawatan rawat inab dan bagi pasien yang katagorinya masih ringan bisa di lakukan rawat jalan dengan diberikan pembinaan mental dan terapi yang akan di berikan oleh speciater yang sudah di siapkan oleh BNN, sedang kan pembinaan bagi pasien yang sudah accut di lakukan dengan pembinaan terapi kesehatan dan pembinaan mental agama sehingga akan bisa terdeteksi seberapa jauh kecanduan bagi pasien itu oleh spiciater dan Pembina agama di tempat rehabilitasi sehingga akan lebih mudah penanganannya.dan Alhamdulillah untuk Blitar tahun ini jukup bagus tingkat penurunan bagi pengguna narkoba dan peredaran narkoba di banding tahun sebelum nya karena sudah tidak ada lagi narkoba menelan korban seperti tahun-tahun sebelum nya seperti over dosis dan sebagainya untuk itu kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas kerjasamanya dalam menanggulangi narkoba khususnya di Blitar ini. (ROZ)


Edisi 07 11 Juni - 26 Juni 2013

Audiensi Kontingen POR Prov Jatim

Dengan Bupati Madiun

Madiun, BM Kontingen Kabupaten Madiun dalam laga POR Propinsi Jawa Timur yang akan digelar di Kota Madiun , sudah siap untuk berjuang membawa nama baik Kabupaten Madiun dalam mengukir prestasi . Hal ini nampak para atlit telah siap berlaga saat sejumlah 117 atlit mengikuti acara audiensi bersama Bupati Madiun H Muhtarom S.Sos di pendopo Muda Graha setempat ( Jumat , 30 Mei 2013 ) . Sejumlah atlit dan ovicial yang dipersiapkan mengikuti POR Provinsi Jawa Timur sebanyak 11 ( sebelas ) Cabang olah Raga . Dari 11 ( sebelas ) cabang oleh raga Kabupaten Madiun mempunyai unggulan atlit diantaranya : 1. Cabang olah raga Renang 2. Cabang Pencak Silat utamnya di klas 45 kg , khusus untuk pencak silat ini Kabupaten mempunyai atlit andalan satu atlit putra atas nama Candra Tri Wibowo dan satu atlit putri dengan nama Cinta Dewi. 3. Cabang olah raga karate 4. Cabang olah raga Yudho Dan tidak menutup peluang akan perolehan prestasi dari cabang olah raga lainya yang telah dipersiapkan dengan matang oleh pelatih . Untuk POR Propinsi Jawa Timur kali ini Kabupaten Madiun minimal menarget memperoleh 4 medali emas dari 4 cabor yang diunggulkan . Demikian Bupati dalam sambutannya saat mengadakan audiensi bersama kontingan Por Prov Kabupaten Madiun . Perlu diketahui pada babak prakwalifikasi pencak silat untuk Kabupaten Madiun mengirim 21 atlit , sedangkan yang lolos 2 atlit di klas 45 kg terdiri dari atlit putra atas nama Candra Tri Wibowo dan atlit putri Sinta Dewi . Untuk memberikan semangat para atlit yang berlaga di POR Prop Jatim kota madiun ini, Bupati Madiun memberikan semangat dengan bagi peraih medali emas akan diberi uang pembinaan sebesar 30 juta rupiah sedangkan peroleh medali perak akan diberi 10 juta , dan 5 juta rupiah untuk peraih perunggu . Sementara dalam kesempatan yang sama Ketua Koni Kabupaten Madiun Ir. Bambang Hermanto , M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa melalui audiensi ini dikandung maksud untuk memeberikan motivasi dan semanagat juang kepada atlit untuk meraih prestasi dan mengedepankan sportivitas tinggi sesama atlit . Kontingen POR Prov Kabupaten yang berjumlah 117 orang terbagi menjadi 66 orang atlit putra , 20 atlit putri sedangkan 31 orang sebagai oficial dan pelatih . (oke )

6000 Anggota Linmas Kab. Madiun

Menerima Jaminan Kesehatan

Madiun Raya

7

Urus SIUP dan TDP

BPPTNU/ STAINU Kab. Madiun

Tak Sesulit Yang Dibayangkan

Terima Wakaf Tanah Dan Bangunan

Ngawi, BM “Selama persyaratan HO dan IMB terpenuhi, maka jelas tak ada kesulitan untuk mendapatkan SIUP maupun TDP. Jiadi siapa bilang kita mempersulit pelayanan.” ungkap Yusuf, sapaan akrab kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Ngawi (4/6). Diterangkan, dengan standart ISO pelayan BPMPPT Ngawi akan melakukan pelayanan yang prima dimana setiap akhir tahun pada bulan September selalu ada tim evaluasi independent. “Makanya kita tidak main-main kalau memberikan pelayanan dari kantor ini dan semuanya mengacu pada aturan,” kata Yusuf Rosyadi. Selain itu ditambahkanya, dalam ketentuan Permendag 36/M-DAG/PER/9/2007 terdapat beberapa pengaturan penerbitan SIUP dan TDP. Dan kedua persyaratan tersebut merupakan kewajiban bagi

perusahaan yang berkecimpung di sektor perdagangan baik bagi PMDN. Sedangkan perusahaan tersebut bersifat PMA harus memiliki IUT. Yusuf menjelaskan, SIUP dan TDP berlaku selama perusahaan masih menjalankan kegiatan usaha perdagangan dan wajib melakukan pendaftaran ulang setiap 5 tahun sekali di tempat diterbitkannya SIUP dan TDP. Kemudian ditegaskan, khusus untuk pedagang dilingkungan pasar guna mendapatkan SIUP dan TDP terutama pedagang yang menempati kios serta dasaran akan bebas biaya karena mempunyai perjanjian sewa dengan pemilik seperti di pasar besar Ngawi. “Kalau untuk pedagang yang bersifat ojokan itu tidak bisa mengurus izin karena tidak memiliki perjanjian sewa tempat,” terangnya lagi. Kemudian mengenai kemudahan dalam pelayanan pihak BPMPPT Kabupaten Ngawi baru-baru ini melakukan jemput

bola dimana menerapkan sistem pelayanan keliling ke semua pasar dari 19 kecamatan yang ada. “Tim kita akan datang ke pasar-pasar sebulan bisa satu atau dua kali untuk memberikan pelayanan SIUP dan TDP ke para pedagang yang menginginkanya, dan saat ini program tersebut sudah kita lakukan sosialisasi ke kepala pasar masing-masing,” bebernya. Hematnya Yusuf Rosyadi, tidak menyanggah kalau ada ganjalan saat proses izin gangguan atau HO. Dimana, ada banyak kasus pemohon mengalami kesulitan ketika dengan wilayah sekitar dalam arti tetangga sekitar tempat usahanya tidak ada kecocokan dalam sosial masyarakatnya. “Gini memang ada pemohon tidak akur dengan tetangganya padahal izin gangguan harus mendapatkan persetujuan dengan mereka jadi wajar saja kalau toh pemohon merasa kesulitan,’ pungkas Yusuf Rosyadi. (det)

Madiun, BM Diera perkembangan jaman yang serba majemuk , kompleks dan pesat , ternyata masih ada keluarga insan manusia yang sangat peduli terhadap perkembangan pendidikan , hal ini tergambar dalam kehidupan keluarga H M. Kusnan Martono yang berasal dari desa Kwangsen Kecamatan Jiwan yang telah merasa mendapat berkah rejeki yang cukup dari sukses usahanya dibidang per Bankkan Sariah yang dikebangkan di Jakarta . Untuk mewujudkan rasa syukhur atas apa yang diperolehnya serta demi kemajuan pendidikan utamanya pendidikan yang membentuk aklak mulia , ( Minggu, 2 Juni 2013 ) keluarga H M. Kusnan Martono menyerahkan dan mefakawkan hartanya sebidang tanah seluas kurang lebih 1.100 m2 dan bangunan kepada Badan Pengelola Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama’ ( BPPTNU ) / Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul ulama’ ( STAINU ) Kabupaten Madiun Pada sambutan penyerahan tanah dan bangunan wakaf , H M. Kusnan Martono menyampaikan bahwa melalui STAINU Kabupaten Madiun semoga dapat bermanfaat bagi STAINU dalam mengembangkan pendidikan utamanya pendidikan agama islam, dan semoga mampu mencetak kader dan sarjana muslim beraklakul karimah serta berkemampuan memahami islam , ber iptek seiring dengan perkembangan zaman yang serba cepat dan komleks ini secara baik dan berkelanjutan Dengan diserahkannya dan diterimanya tanah wakaf 1.100 m2 dan bangunan seluas 7 x 40 m ( 5 lokal / ruangan masing masing ruangan seluas 7 x 8 m ) dari Keluarga H M. Kus-

nan Martono kepada BPPTNU / STAINU Kabupaten Madiun , menambah kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan oleh STAINU Kabupaten Madiun yang telah didirikan sejak dua tahun yang lalu . H. Muhtarom S.Sos selaku salah satu perintis berdirinya STAINU Kabupaten Madiun dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas diterimanya tanah dan bangunan ( wakaf ) , bahwa pemberian wakaf ini merupakan ibadah yang tak ada putusnya pahala yang diterima bagi yang memberi, selama tanah dan bangunan dimanfaatkan selalu untuk kegiatan yang mulia yaitu digunakan untuk ruangan belajar mengajar /kampus STAINU Kabupaten Madiun . Lebih lanjut H. Muhtarom S.Sos disamping sebagai salah satu pendiri STAINU juga sebagai Bupati Madiun menyampaikan bahwa STAINU satu satunya perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Madiun, yang sampai saat ini sudah mendidik mahasiswa sampai semester IV dengan program setudi Tarbiyah pendidikan BAHASA ARAB DAN SYARI’AH EKONOMI SYARIAH , dimana STAINU merupakan lembaga pendidikan yang mencetak kader- kader ilmuwan muslim yang menguasai IPTEK dengan berlandaskan IMTAQ dalam rangka mewujudkan masyarakat islam sebagai rahmatan lil ‘alamien. STAINU menyiapkan sumber daya manusia agar memiliki bekal yang cukup dan mantap dalam kehidupan bermasyarakat , menyiapkan kelulusan yang memiliki keluasan ilmu dan kemampuan yang mumpuni serta mengembangkan lembaga pendidikan agama islam yang mampu menjadi tolok ukur dari perkembangan dan kemajauan zaman . (yulianto)

Bupati Madiun

Buka Diklat Perencanaan Pembangunan Bagi PNS Madiun, BM Sebanyak 500 anggota Perlindungan Masyarakat (LINMAS) Kab. Madiun mengikuti apel siaga dalam rangka Pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Madiun Tahun 2013 bertempat dihalaman Pendopo Muda Garaha. Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos berkenan memimpin langsung jalannya apel tersebut dengan dihadiri oleh Wakil Bupati Madiun, Sekretaris Daerah, Kepala SKPD, Pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kab. Madiun.( Kamis, 30 Mei 2013) Dalam sambutannya Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos mengatakan, bahwa keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari suasana guyub rukun masayarakat Kab. Madiun, oleh karenanya suasana guyub rukun di Kab. Madiun harus terus dilanjutkan sehingga pembangunan di Kab. Madiun dapat berkelanjutan guna mewujudkan Kab. Madiun yang aman sejahtera lahir dan batin. Atas dasar itulah, maka kesempatan apel gelar pasukan LINMAS kali ini mengambil tema “Dengan Semangat Guub Rukun Satuan Perlindungan Masyarakat Siap Mengemban Tugas Guna Suksesnya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Madiun Tahun 2013. Terkait dengan Pilkada Kab. Madiun tahun 2013, Bupati Madiun berharap agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan damai, aman dan warga masyarakat Kab. Madiun dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik, karena hal ini menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat termasuk anggota Sat Linmas yang nantinya akan bertugas di TPS. Sebelum mengakhiri sambutannya Bupati Madiun mengingatkan, bahwa ada tiga sukses yang menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan Pilkada Kab. Madiun yaitu : 1. Sukses Penyelenggaraan, artinya Pilkada dapat berjalan dengan aman, lancar dan tercipta situasi kondusif 2. Kedua Sukses Tingkat Partisipasi, artinya masyarakat yang punya hak pilih dapat menggunakan hak pilihnya dan juga tingkat kesalahan rendah yang ditadai dengan cara nyoblos yang benar dan sah. 3. Sukses Ketiga memilih Pemimpin yang Kapabel, artinya dalam Pilkada nanti dapat memilih Pemimpin yang mempunyai visi dan misi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Kab. Madiun. Terkait dengan beratnya tugas anggota LINMAS dalam upaya menciptakan situasi yang tertib, aman dan kondusif ditengah tengah masyarakat, maka untuk Pemkab. Madiun berupaya meningkatkan kesejahteraan mereka, salah satunya adalah memberikan Kartu Jaminan Kesehatan bagi seluruh anggota LINMAS di Kab. Madiun yang jumlahnya mencapai 6000 personil. ( yulianto )

Madiun,BM Diklat Perencanaan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Madiun tahun 2013. Dalam acara tersebut di hadiri oleh Bupati Madiun H. Muhtarom.S.Sos, Kabid Diklat Teknis Bandiklat Prov Jatim Drs. Slamet Supriono, M.Si, ParaAsisten, Kepala SKPD dan para peserta diklat yang bertempat di Gedung keuangan .( Rabu, 29 Mei 2013) Sebagaimana kita pahami semuanya di era otonomi daerah dan globalisasi yang di tandai dengan semakin tingginya peran tenologi informasi dan media massa, transparasi serta pasar bebas tidak dapat dihindari terjadinya kompetisi antar individu, antar masyarakat bahkan antar daerah dimana antar Kabupaten dan kota saling memperebutkan keunggulan dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam sambutannya Bupati Madiun mengatakan upaya peningkatan kinerja pemerintahan daerah tidak mungkin

terjadi tanpa didukung perencanaan yang cermat dan handal yang dirumuskan secara transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipatif, terukur berkeadilan dan berwawasan lingkungan dengan menerapkan metode dan kerangka berpikir ilmiah serta menelaah rencana pembangunan Kabupaten /Kota tetangga agar terbentuk pembangunann kawasan terintegrasi yang saling mendukung. Masih dalam sambutan Bupati Madiun upaya pengembangan kapasitas perencanaan pembangunan Pemerintah Daerah adalah sangat penting baik bagi kita sebagai pribadi, sebagai aparatur maupun untuk kepentingan Pemerintah daerah serta masyarakat Kabupaten Madiun. Oleh karena itu Bupati Madiun berharap agar diklat ini sebagai momentum untuk memperluas cakrawala wawasan dan pemahaman kita bersama tentang perencanaan pembangunan dalam mendukung penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembngunan, dan pemberdayaan masyarakat. ( Yuli )


Advertorial 8

Keluarga Besar Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang SUBIJANTO,S.IP.M.Si Camat

Edisi 07 11 Juni - 26 Juni 2013

Keluarga Besar Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang

Keluarga Besar Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang

Drs. HASAN BISRI, M.Si Camat

Drs.ALI MUDIN Camat

Keluarga Besar Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang

Keluarga Besar Kecamatan Perak Kabupaten Jombang

Keluarga Besar Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang

Drs. HARI PRAYITNO Camat

Drs. BAMBANG SRIYADI Camat

M. AGUS DJAUHARI, S.Sos, M.Si Camat

Keluarga Besar Desa Pucangro Gudo - Jombang

Keluarga Besar Desa Kampungbaru Plandaan - Jombang

Keluarga Besar Desa Purisemanding Plandaan - Jombang

Surawi Kepala Desa

Takad Kepala Desa

Suji Hartono Kepala Desa

Keluarga Besar Desa Tunggorono Kabupaten Jombang

Keluarga Besar Desa Mentaos Gudo - Jombang

Keluarga Besar Desa Keras Diwek - Jombang

Kislan Kepala Desa

Sunarto Kepala Desa

Sukardi Kepala Desa

Keluarga Besar Desa Jatipelem Diwek- Jombang

Keluarga Besar Desa Turipinggir Megaluh - Jombang

Keluarga Besar Desa Sukopinggir Gudo Jombang

Kusnadi Kepala Desa

Sulistiono Kepala Desa

Sukidi Kepala Desa

Keluarga Besar Desa Ngogri Megaluh - Jombang

Keluarga Besar Desa Watugaluh Diwek - Jombang

Keluarga Besar Desa Wangkalkepuh Gudo - Jombang

Mustofa Kepala Desa

Arif Afandi Kepala Desa

Sugiono Kepala Desa

Keluarga Besar Desa Pandanwangi Diwek - Jombang

Keluarga Besar Desa Kalangsemanding Kabupaten Jombang

Keluarga Besar Desa Barongsawahan Bandarkedungmulyo - Jombang

Hasan Kepala Desa

Sugiharto Kepala Desa

Imam Kanapi Kepala Desa


Bidik

Edisi 07 11 Juni - 26 Juni 2013

Peringati Hari Lingkungan Sedunia,

Sehari Tanpa Asap

Banyuwangi, BM Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh 5 Juni 2013 besok, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberlakukan “Sehari Tanpa Asap” di lingkungan kerja pemerintah, swasta dan sekolah. Artinya, Pemkab Banyuwangi menghimbau seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Dinas Vertikal, seluruh sekolah untuk melakukan kegiatan dalam sehari tanpa asap kendaraan. Menurut Plt. Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Dra Chusnul Chotimah, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2013 dengan tema “Think, Eat Save “(Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi untuk keselamatan lingkungan, red), dihimbau agar melakukan kegiatan ramah lingkungan dan mengubah perilaku menuju pola ekonomis Bahan Bakar Minyak (BBM). “Salah satunya, diimbau seluruh satker, dinas vertikal juga sekolah untuk sehari tanpa asap kendaraan dalam melaksanakan kegiatan terkecuali dalam kondisi darurat,” terang Chusnul. Kendaraan tanpa asap, kata Chusnul, tidak harus dengan berjalan kaki misalkan siswa sekolah bisa menggunakan sepeda gayuh atau naik kendaraan umum. Sehingga di lingkungan sekolah terasa lebih segar tanpa ada yang membawa sepeda motor. Sementara untuk pegawai bisa dengan kendaraan yang sama. “Hal ini dimaksudkan ke depan semua bisa mencintai lingkungan dan berperilaku yang sehat,” ujar Chusnul. Selain imbauan sehari tanpa asap, dalam memperingati Hari Lingkungan Sedunia, pemerintah telah melakukan serangkaian kegiatan. Diantaranya penanaman bibit dan pohon trembesi dan bersih-bersih sampah di Pantai Boom bersama masyarakat, TNI AD dan pejabat serta siswa sekolah SD hingga SLTA . Juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan aparat pemerintah untuk menjaga dan mempertahankan seluruh obyek yang akan dijadikan penilaian lomba adipura kencana yang akan dinilai sebentar lagi. “Mudah-mudahan upaya kita ini, Banyuwangi menjadi kota yang asri dan bersih,” harap Chusnul. (ayu)

Dinkes Prov. Jatim Gelar Pelatihan bagi Petugas Puskesmas

Manajer Kasus HIV/AIDS di Banyuwangi Minim Banyuwangi, BM Masih minimnya jumlah pendamping penderita HIV/ AIDS - atau lebih familiar dengan sebutan Manajer Kasus (MK) HIV/AIDS - di Banyuwangi, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur menggelar pelatihan bagi petugas puskesmas se-Kabupaten Banyuwangi, Selasa lalu (4/6). Peserta pelatihan dari 45 puskesmas yang ada di Banyuwangi tersebut benar-benar dipersiapkan agar mampu melakukan pendampingan bagi Orang

Dengan HIV/AIDS (ODHA). Dijelaskan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Kabupaten Banyuwangi, Waluyo, SKp.MM, selama ini Banyuwangi cuma punya 4 orang MK. Keempatnya tersebar di RSUD Blambangan, RSUD Genteng dan Puskesmas Singojuruh. “Jumlah MK yang hanya empat orang tersebut jelas tak sebanding dengan banyaknya penderita HIV/ AIDS di Banyuwangi yang

sudah menembus angka 1451 orang per April 2013. Padahal sebulan sebelumnya (Maret) jumlahnya masih 1416 orang,” terang pria yang juga menjabat sebagai Plt. Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) ini. Keterbatasan jumlah MK di Jatim, ujar Waluyo, tak hanya dialami Banyuwangi saja, tapi juga beberapa kabupaten lainnya. “Ini pertama kalinya di Jatim dan Banyuwangi ditunjuk sebagai pilot project,”kata Waluyo. Menurut Waluyo,

Pelaksanaan Pemilihan Ulu-Ulu Air

pelatihan ini berguna untuk meningkatkan mutu penanggulangan program HIV/AIDS sekaligus sebagai upaya meningkatkan kinerja di lapangan.”Dengan bertambahnya jumlah MK akan sedikit meringankan beban, apalagi tugas mereka dibagi per wilayah puskesmas. Dan mereka tak hanya sekedar mengawal kasus HIV/AIDS saja, namun juga menggandeng keluarga penderita dan tokoh masyarakat untuk ikut membantu,”urai Waluyo

yang menegaskan kegiatan ini akan terus berkelanjutan. Kegiatan yang dilangsungkan di Aula Dinkes ini menghadirkan dr. Gede Arna (Klinik VCT RSUD Blambangan) dan dr. Yati (Dinkes Prov. Jatim) sebagai nara sumber. “Kami berharap melalui pelatihan MK ini ke depan akan tercapai ‘3 Zero’. Yakni zero dalam kematian ODHA, zero penularan kasus baru, dan zero dikriminasi terhadap ODHA,”pungkas Waluyo. (tam )

Membangun Kepribadian Pegawai

Dijadikan Kesempatan Didalam Dengan Out Bond Kesempitan Oleh Kepala Desa

Komitmen Wujudkan Kaur Kesra Yang Profesional Jombang, BM Pembinaan KAUR KESRA (Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat) atau Modin Desa se Kabupaten Jombang pada Rabu (29 Mei 2013) diselenggara di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang. Para modin atau kaur kesra dari seluruh desa di Jombang tersebut menerima materi pembinaan dari Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pemkab Jombang. Disampaikan oleh Kabag Kesra Setdakab Jombang Agus Panuwun, bahwa pembinaan Kaur Kesra atau modin ini tujuannya adalah agar para Kaur Kesra/ Modin Desa se Kabupaten Jombang senantiasa mampu meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan lebih professional dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat sebagai mana tugas pokok dan fungsinya, yaitu membantu tugas kepala desa utamanya menyangkut Bidang Ekonomi, Keagamaan dan Administrasi warga serta pemberdayaan masyarakat dan sosial kemasyarakatan. “Memang Secara Struktural Modin berposisi dibawah Kepala Desa dan Kepala Dusun, Namun Prakteknya Modin lebih banyak langsung terjun di tengah - tengah Masyarakat”, tutur Agus Panuwun Pembinaan Kaur Kesra atau yang lebih dikenal dengan modin tersebut dibuka oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Drs. H. Hasan MSi. Dalam sambutan Bupati Jombang yang dibacakan oleh Plt Sekda Hasan, antara lain mengingatkan bahwa para Kaur Kesra harus menjadi ujung tombak dan motor penggerak di tingkat desa, utamanya dalam menjaga kebersamaan, kegotong royongan, juga kondusifitas Jombang. Sebab pada tahun 2013 ini adalah tahun politik. Pesta demokrasi baik pilkada Bupati Wakil Bupati Jombang akan digelar pada 5 Juni 2013 dan pilkada Gubernur Wakil Gubernur Jawa Timur diselenggarakan pada 29 Agustus 2013. Disampaikan pula ucapan terima kasih atas peran serta para Kaur Kesra/modin dalam mewujudkan Kabupaten Jombang dalam pencapaian prestasi pemerintah Kabupaten Jombang dalam bidang kinerja penyelenggaraaan pemerintahan daerah selama 3 tahun berturut-turut. Yakni pada tahun 2011 berada diperingkat 1 se Indonesia, Tahun 2012 di peringkat 5 dan tahun 2013 Jombang berada di peringkat 3 se Indonesia. “Keberhasilan ini tentu saja juga atas andil dan kontribusi para Kaur Kesra atau modin desa”, tutur Hasan. Bidang yang paling terlihat dalam peranan modin adalah dalam bidang agama, seperti yasinan, mengurus Jenazah, mengurus administrasi pernikahan dan masih banyak lagi peranan lainya, pendek modin desa adalah sebagai ujung tombak atau motor penggerak bagi Masyarakat Desa. “Kami berharap para Kaur Kesra atau Modin untuk selalu meningkatkan kapasitas, kompetensi dan lebih professional dalam menjalankan layanan kepada masyarakat, sebab anda semua ini adalah motor penggerak sekaligus harus mampu menjadi agen perubahan”, tandas Hasan. Adapun pembinaan Kaur Kesra yang dimoderatori oleh Ashari SKM tersebut antara lain memberikan materi Manajemen Sosial (ukhuwah islamiyah) oleh Shohibul Ma’ali seksi bidang UI – MUI. Pemberdayaan Masjid oleh KH. Drs. Abdur Rahman Usman yang menyampaikan materi dengan judul “ Peran Ganda Masjid Sebagai Tempat Ibadah Dan Fungsi Sosial”. Sedangkan materi Penanggulangan HIV-AIDS dan Tata Cara Pemulasaran Jenazah Bermasalah di Masyarakat oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. Para peserta pembinaan Kaur Kesra sangat antusias mengikuti materi-materi yang diberikan para narasumber. Terutama yang terkait dengan Penanggulangan HIV-AIDS dan Tata Cara Pemulasaran Jenasah Bermasalah di Masyarakat. “Perlu diketahui bahwa data kasus HIV –AIDS di Kabupaten Jombang terus meningkat, untuk tahun 2013 ini sudah ada 60 kasus, dan untuk bulan Mei saja tercatat 20 kasus”, tutur Ashari dari BNK. Sementara itu dalam paparannya KH. Drs. Abdur Rahman Usman mengungkapkan bahwa selain masjid sebagai tempat ibadah, masjid juga mempunyai fungsi social yakni sebagai sentral seluruh umat Islam, antara lain sebagai sarana peningkatan pendidikan umat islam, peningkatan peran social umat, pembelajaran politik umat, pembinaan remaja, dan meningkatkan syiar agama Islam. (igi)

9

Bondowoso BM. Keuntungan sah-sah saja untuk diraih oleh Kepala Desa, namun apabila Kepala Desa hanya mengejar keuntungan semata tanpa didasari oleh sebuah tanggung jawab. Maka yang paling dirugikan adalah masyarakatnya itu sendiri. Seperti halnya Pelaksanaan Pemilihan Ulu-Ulu Air Desa Pelalangan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Periode 2013 s/d 2016 yang menjadi calon sebanyak 4 orang diantaranya nomer urut 1. P. Hom 2. Saleh 3. Mat hari 4. Busairi/ mat rais dengan hak pilih 579 orang. Dimana masing-masing calon mengeluarkan uang 2jt untuk pelaksanaan pemilihan ulu-ulu air tersebut. Saat aktifis LSM Teropong Timur memantau proses pemi-

lihan ulu-ulu air di Desa Pelalangan tersebut (8/6/13) banyak kekeliruan yang terjadi diantaranya pemilihan tersebut di lakukan diluar jam dinas. Dan tidak hanya itu saja, saat aktifis LSM Teropong Timur konfirmasi kepada Kepala Desa Pelalang Busairi ternyata p.kades hanya menyebutkan untuk pemilihan ulu-ulu air biayanya hanya 6jt, apa yang dijelaskan oleh kades sangat bertolak belakang dengan yang dijelaskan oleh masyarakat setempat. Menurut keterangan masyarakat setempat biaya untuk pemilihan ulu-ulu air adalah 8jt dengan rincian masing-masing calon dikenai biaya 2jt terdiri dari 4 colon.

Namun setelah aktifis LSM Teropong Timur klarifikasi kepada Kades Busairi akhirnya kades yang bersangkutan “NGAKU” kalau biaya pemilihan ulu-ulu air 8jt bukan 6jt, dengan berbagai macam alasan diantaranya untuk kecamatan, pengamanan dll. Namun pada akhirnya proses Pemilihan calon Ulu-Ulu Air Desa Pelalangan Kecamatan Wonosari periode 2013 s/d 2016 dimenangkan oleh saleh calon nomer urut 2. Tapi pertanyaanya sekarang apakah dari kecamatan sendiri hadir pada pemilihan ulu-ulu air di Desa Pelalangan, kan pemilihannya telah menyalahi aturan (diluar jam dinas)??? Ikuti penelusuran lebih jelas di edisi berikutnya. Bersambung. (tam/roz)

Bojonegoro, BM Kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) akan mengikuti outbond di lokasi obyek wisata Taman Tirta Wana Dander, Kecamab tan Dander, Rabu (5/6/2013) malam sekira pukul 19.00 WIB – 05.30 WIB. Kegiatan ini untuk meningkatkan kepri badian pegawai dalam melak sanakan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bojonegoro, Zainuddin, menerangkan outbond ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para aparatur pemerintahan agar lebih kuat pemikiran dan perasaannya dalam melaksana kan tugasnya sehingga melahirkan pemikiran lebih positif dalam lingkungan kerja dan lingkungan ditempat tinggalnya. “Inti dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepribadian para pegawai,” tegas Zai nuddin. Dalam kegiatan outbond ini nantinya salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah

senam Al-Fatihah diawal dan diakhir kegiatan. Selain itu, dalam kegiatan ini para pegawai juga akan diajak bermenung, tafakur, meditasi untuk membeningkan hati dan pikiran agar setelah itu hati dan pikiran mereka menjadi fresh (segar) dalam melaksanakan tugasnya. “Kegiatan ini akan diins trukturi langsung oleh Kang Yoto. Beliau yang akan memberikan motivasi kepada para pegawai,” tegas mantan Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro ini. Outbond ini diikuti dua orang perwakilan dari masingmasing SKPD yakni Kepala SKPD dan eselon dibawahnya. Selain itu juga para peminat pelatihan pengembangan diri. “Jumlah pesertanya seba nyak 140 orang. Kegiatan ini berlangsung hanya semalam,” ujar Zainuddin. Dia menambahkan, rencana nya out bond ini secara bertahap akan diteruskan kepada pegawai disemua lingkup Pemkab Bojonegoro. waw

Sensus Pertanian Di Kabupaten Jombang

Ditinjau Langsung BPS Pusat Jombang, BM Direktur Statistik Holtikultura Dan Tanaman Pangan, Happy Hardjo, menegaskan agar data yang dihasilkan dalam Sensus Pertanian 2013 lengkap, berkualitas dan akurat agar menjadi patokan yang bisa dipertanggungjawabkan untuk mendukung pembangunan pertanian dengan 6 sub sektor ( tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan ). Happy Hardjo juga mengharapkan agar para petugas ST 2013 ( Sensus Pertanian 2013 ) khususnya di Kabupaten Jombang dapat memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk melakukan verifikasi pendataan. Hal tersebut disampaikan Happy Hardjo dalam kegiatan Safari Peninjauan Pelaksanaan Lapangan Sensus Pertanian di Kabupaten Jombang, di dusun Tugu desa Sebani kecamatan Sumobito pada, Jum’at ( 24/ 5). Rombongan pimpinan BPS RI dan BPS Jawa Timur tersebut diterima oleh Camat Sumobito, Kepala BPS Jombang, juga kepala desa Sebani. Tujuan Safari Pimpinan BPS RI tersebut adalah untuk melihat hasil kerja tim, dan untuk mengetahui sejauh mana capaiannya.

Kepada para coordinator tim dan petugas pencacah lapangan BPS RI berharap untuk melakukan upadating terus menerus terhadap data yang diperoleh hingga sampai batas waktu yang ditentukan sampai akhir Mei 2013. “Saat ini capaian se Indonesia sudah lebih dari 90 persen, ini dipasyikan selesai sesuai jadwal”, tandasnya. Dia menekankan dua hal penting berupa cakupan lengkap dari semua subsektor pertanian yang ada harus benar-benar tercover dengan baik dan lengkap tanpa ditutup-tutupi serta ajakan kepada masyarakat petani atau peternak agar memberikan data yang jujur dan sebenarnya. Data yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan sangat diharapkan, mengingat betapa pentingnya sektor pertanian di Indonesia. “Kita berharap dapat menghasilkan Input Data demi kebaikan petani di Indonesia “, lanjut Happy Hardjo. Sementara, hasil capaian ST 2013 di Kabupaten Jombang menurut Kepala

BPS Jombang, Patris Sayogyo, sudah mencapai 98, 8%. Dan khusus di Sumobito hingga sekarang ini sudah mencapai 99 persen lebih. “Kita targetkan dapat selesai tepat waktu dan hasilnya segera dapat dimanfaatkan untuk menyusun kebijakan pembangunan”, tandasnya. Camat Sumobito Agus Djauhari menyambut baik

kunjungan rombongan pimpinan BPS RI dan berharap agar Sensus pertanian 2013 di Kabupaten Jombang dapat menjadi masukan yang berharga bagi pembangunan di Kabupaten Jombang. Usai mengadakan pertemuan dengan para petugas sensus, Direktur Statistik Holtikultura Dan Tanaman Pangan, Happy

Hardjo dan rombongan, mengadakan peninjauan lapangan pencacahan di dusun Tugu, Desa Sebani, Kecamatan Sumobito. Selanjutnya rombongan BPS RI tersebut bertolak melanjutkan kunjungan Safari Pimpinan BPS RI dalam rangka peninjauan pelaksanaan lapangan Sensus 2013 ke Mojokerto. (Wati)


10

Aneka Berita

Teken MoU Lagi Dengan BPK

Lamongan, BM Pemkab Lamongan memperpanjang perjanjian kerjasama (MoU) dengan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim. Dengan perjanjian itu, BPKP akan kembali memberikan pendampingan dan saran terkait pengelolaan pemerintahan Pemkab Lamongan, termasuk urusan pengelolaan keuangan. Perjanjian tentang kerjasama pengembangan manajemen Pemkab Lamongan tersebut diteken oleh Kepala Perwakilan BPKP Jatim Hotman Napitupulu dan Bupati Fadeli. Dari jajaran Pemkab Lamongan, hadir Sekkab Yuhronur Efendi bersama Kepala Inspektorat Ismunawan, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset (DPPKA) Herry Pranoto dan beberapa Kepala SKPD lainnya. Menurut Ismunawan, kerjasama yang hari itu ditandatangani adalah perpanjangan dari MoU sebelumnya yang sudah habis masa kerjasamanya. Dia menyebut alasan dilakukannya perpanjangan kerjasama itu karena peran BPKP telah membantu pengelolaan pemerintahan yang baik di Lamongan. “Alhamdulillah dengan kerjasama ini, Lamongan tidak terlalu banyak mengalami kesalahan dalam penataan administrasi. BPKP sudah sejak proses perencanaan memberikan pendampingan. Sehingga kerjasama ini sangat strategis untuk kembali dilanjutkan, “ kata Ismunawan. Sedangkan Fadeli di kesempatan tersebut meminta semua jajarannya yang hadir agar mewujudkan laporan keuangan Lamongan mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Sementara tahun ini opini BPK untuk Lamongan masih wajar dengan pengecualian (WDP), atau sama dengan tahun-tahun sebelumnya.Hotman sendiri menyebut berugahnya peran BPKP pasca reformasi. Dia menyebut BPKP kini bersifat lebih kepada tindakan preventif, melakukan pencegahan. “Kami kini lebih banyak memberikan advice kepada mitra kami, “ ujar Hotman. Dia kemudian mencontohkan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) ketika akan membayarkan kalim ganti rugi, mengundang BPKP sebagi tim verifikator. Juga beberapa BUMN yang meneken kerjasama serupa dengan yang dilakukan Lamongan. Di Lamongan, BPKP sebelumnya telah memberikan pendampingan saat penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah dan Bintek pendampingan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).(tn)

Sosialisasi Penyusunan RPB dan RAD PRB

Edisi 07 11 Juni - 26 Juni 2013

Maskot Lamongan

Burung Puter Dilombakan Lamongan, BM Mungkin masih banyak masyarakat Lamongan yang belum mengetahui, bahwa maskot atau fauna identitas Kota Soto ini adalah Burung Puter. Agar lebih tersosialisasi, burung dengan nama latin Streptopelia decaocto ini, Minggu (2/6) dilombakan di Alun-alun Kota Lamongan. Bupati Fadeli bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) juga mengikutkan burung puter mereka dalam lomba tersebut. Selain burung puter, juga dilombakan ratusan burung berkicau jenis lainnya. Pesertanya bukan hanya dari Lamongan, namun juga dari berbagai daerah di Jatim. “Lamongan ini sebenarnya sudah punya maskot, yaitu Burung Puter. Saya minta ini terus disosialisasikan melalui kegiatan semacam ini sehingga benar-benar menjadi identitas daerah, “ ucap Fadeli saat membuka lomba. Di tempat yang sama, juga dilangsungkan lomba dan pameran bonsai. Sebanyak 224

bonsai dari berbagai daerah di Jatim seperti Surabaya, Nganjuk, Sidoarjo dan Madura tercatat mengikuti event tahunan ini. “Burung berkicau dan budidaya bonsai ini adalah bagian dari ekonomi kreatif yang membawa efek ekonomi di bidang lainnya. Seperti pembuat pot, pembuat sangkar burung dan penjual makanan burung, “ imbuh Fadeli. Setiap kabupaten di Jatim sudah memiliki maskot tersendiri. Seperti Kota Malang dengan Burung Manyar, Kota Surabaya yang sudah terkenal dengan makot Buaya dan Kabupaten Madiun dengan Burung Jalak Putihnya. Sedangkan Burung Jalak Hitam dijadikan maskot Kabupaten Tuban, Bojonegoro menggunakan Merak Hijau sebagai maskot dan Kutilang Gunung menjadi maskot Kabupaten Blitar. Menurut panitia lomba bonsai, Kemal, ada tiga kelas

yang dilombakan. Yakni sebanyak 128 bonsai di kelas regional, 39 bonsai kelas

Program Rehab Sekolah

Diduga Dikontraktualkan Situbondo, BM Program Rehabilitasi Sekolah di Kabupaten Situbondo yang didanai dari Dana Alokasi Khusus ( DAK – red ) tahun 2013 telah terealisasi dan penerimanya sebanyak 160 Lembaga, baik Sekolah Negeri maupun Swasta. Alokasi DAK bidang Pendidikan Dasar, Mendikbud menyusun petunjuk penggunaan tekhnis anggaran dan petunjuk pelaksanaan kegiatan secara transparan, berarti menjamin adanya keterbukaan yang memungkinkan masyarakat dapat mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai pengelolaan DAK Bidang Pendidikan Dasar yang Akuntabel dan pelaksanaan kegiatannya dapat dipertanggung jawabkan, penjabaran program kegiatan harus dilaksanakan secara realistis dan proposional dalam kerangka pelaksanaan desentralisasi dan secara riil dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Namun fakta di lapangan terbalik, Informasi yang kami rangkum, jauh sebelumnya para kontraktor melobby UPTD Pendidikan Kecamatan dan Kepala Sekolah yang menerima bantuan rehab SD, agar pelaksanaan rehab tersebut di kerjakan melalui rekanan. Sejumlah Kepala Sekolah diduga menerima uang muka Rp. 1 juta sebagai persekot agar rehab tersebut dikerjakan oleh para rekanan, padahal Program tersebut merupakan Program Swakelola yang dilaksanakan oleh Penerima manfaat, ironisnya Program rehab Sekolah se- Wilayah Kabupaten Siubondo disinyalir dikontraktualkan dan Kepala sekolah tinggal duduk manis, semua laporan kegiatan yang mengerjakan kontraktor. Dugaan besarnya fee bervariasi, untuk Kepala Seko-

lah 10%, UPTD 3% dan Dinas Pendidikan 5% dari nilai Rp. 200jt lebih, akibat dari kong kalikong tersebut bisa dipastikan pelaksanaan rehab Sekolah dikerjakan asal asalan sebab tidak sesuai dengan Bestek serta tidak akan sesuai dengan harapan Pemerintah dan Anak Didik sebagai korbannya. Sementara menurut Kabid Dikdas mengatakan bahwa untuk membuktikan semua dugaan Penyimpangan dalam Program tersebut akan sulit dibuktikan, “ Untuk membuktikan itu sulit mas, silahkan saja cek ke lapangan, bila ada temuan silahkan anda untuk melapor kepada Aparat Penegak Hukum “ , Jelas Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo. Dan yang lebih Ironis, Aparat Penegak Hukum terkesan tutup mata, padahal sudah jelas praktek KKN rehab sekolah banyak yang menyimpang dari aturan. ( Baidawi )

Khofifah Hadiri Acara Harlah Muslimat NU Dan Isra’ Mi’raj

Lamongan, BM Sesuai Undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, Dalam upaya penanggulangan bencana, setiap daerah diharuskan mempunyai perencanaan Penanggulangan Bencana terutama Rencna Penanggulangan Bencana (RPB) dan Rencana Aksi Daerah Pengurangan Resiko Bencana (RAD PRB). Untuk mengumpulkan data awal yang dibutuhkan dalam penyusunan RPB dan RAD PRB tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Lamongan bekerjasama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdatul Ulama (LPBI NU) bekerjasama dengan Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AFIDR) Rabu (5/6) kemarin mengadakan Sosialisasi Penyusunan RPB dan RAD PRB. Bertempat di Sasana Nayaka Pemkab Lamongan Sosialisasi ini diikuti 26 peserta dari Polres dan Kodim, SKPD, Tokoh agam dan relawan. Menghadirkan nara sumber dari BPBD Provinsi Sugeng S. Yana, Zuliati dari LPINU dan Didik Mulyono dari AIFDR yang menyampaikan materi Metodologi penyusunan peta risiko bencana tingkat kabupaten, Sistematika & kisi-kisi dokumen RPBD dan Tahapan penyusunan rencana penanggulangan bencana tingkat kabupaten. Agus Salim ketua LPBI NU KAbupaten Lamongan dlam sambutannya menegaskan membuat Reancana Penanggulangan Bencana merupakan tugas kemanusiaan untuk minimal mengurangi dampak bencana, apa yang akan dilakukan pra bencana, saat bencana maupun pasca bencana. Selanjutnya dia mengingatkan bencana tidak semata-mata ada dipundak BPBD ada banyak aspek yang terkait dan terkena dampaknya seperti pendidikan, keagamaan dan ketertiban keamanan. Karena itu data-data dari SKPD terkait bisa dikumpulkan lalu dibentuk tim penyusun dari sinilah akan lahir RPB dan RAD PRB. Senada dengan ketua LPBI NU Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Yuhronur Efendi juga menganggap pembentukan rencana aksi daerah dalam rangka penanggulangan bencanan adalah sesuatu yang crucial dan diperlukan mengingat tingkat ancaman bencana di Kabupaten Lamongan. Bila dilakukan bersama oleh semua sector semua aspek tentu menjadi lebih terintegrasi dan semua bisa disatukan dalam sebuah dokumen aksi daerah./(tanoe)

Situbondo, BM Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku confiden dan yakin dukungan politik terhadapnya dalam perhelatan pilgub mendatang akan aman. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Harlah Muslimat NU ke 67 dan peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW,pada(30/05) di alun-alun Situbondo, yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati, Ketua MUI Situbondo, Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, dan segenap pengurus DPC dan anggota Muslimat NU se-eks Karisidenan Besuki. Menurutnya, dukungan terhadap dirinya yang akan maju di Pilgub mendatang, sudah mendapatkan dukungan dan apresiasi yang bagus dari kiai-kiai, baik

structural maupun cultural. “Saya keliling dari banyak lini. Apresisasi dari kia yang structural maupun yang kultural bagus sekali. Bahkan saya ke Madura juga sudah lebih empat kali ke Pamekasan, ke Sumenep Juga, Apresiasinya Alhamdulillah bagus Sekali.” Ujarnya kepada sejumlah wartawan. Selian itu, Khofifah berpendapat bahwa sangat menyedihkan dengan prestasi indeks demokrasi yang di raih Jawa Timur. Menurutnya, berdasarkan data BPS, provinsi Jawa Timur berada pada rangkin 33 dari 33 provinsi. “Berdasarkan data BPS, jadi kalau di Indonesia itu menurut saya 33 provinsi

sangat menyedihkan lah, kalau lembaga demokrasi di Indonesia dari 33 provinsi, Jawa Timur nomor 33, nomor satu dari bawah.” ujarnya. Dalam sambutannya, khofifah juga mengajak untuk menggalakkan gerakan minal masjid ilal masjid. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan keinginan para ulama yang sudah berjuang untuk membangun Negara yang Darussalam atau Negara yang damai. Selanjutnya, khofifah menyampaikan dalam beberapa kurun waktu terakhir harga bahan – bahan yang naik tidak diikuti oleh nilai harga diri yang masih stagnan. Hal tersebut menurutnya menjadi PR kedepan untuk meningkatkan martabat warga NU khususnya. (Baidawi)

prospek dan 57 bonsai kelas BSC (Bonsai School Center) Lamongan. Salah satu bonsai

yang masuk the best ten adalah pohon bonsai Landepan milik Dateng.(tn)

PDIP Situbondo Adakan Rapat Koordinasi Dan Sosialisasi Cagub-cawagub Jawa Timur

Situbondo, BM Jawa Timur, dalam waktu dekat ini akan digelar pesta demokrasi Pemilihan Gubernur yang direncanakan akan dilaksanakan pada 29 Agustus 2013. Pertarungan dari masing-masing kandidat untuk bisa duduk sebagai gubernur dan wakil gubernur diprediksi akan ramai, alot dan competatif . Sebagaimana informasi yang telah dihimpun, yang akan maju ke Cagub-Cawagub Jawa Timur, antara lain adalah pasangan Bambang DH berpasangan-Said Abdullah, Pakde KarwoGus Ipul (KARSA) yang diusung Partai Demokrat, Khofifah-Herman S Sumawiredja (BERKAH) diusung PKB, Eggi Sudjana-M Sihat melalui independent. Belum lama ini, Cawagub Said Abdullah mengadakan acara silaturahim di wilayah Kec. Besuki yang dihadiri oleh para Pedagang Kaki Lima, Nelayan dan Tukang Becak yang diisi juga dengan acara dialog, Said Abdullah menyampaikan bahwa karena mendapat kepercaayaan dan mandat dari Bu Megawati agar saya mendampingi bapak Bambang DH dalam pencalonan Pilgub Jawa Timur, maka saya sebagai orang asli Madura tepatnya dari kampung Arab Kab. Sumenep, tidak akan mundur sampai titik penghabisan. Dan dengan yel-yel Bambang-Said Yes-yes-yes dengan menunjukkan jempol. Jempol adalah organ tubuh yang sering dipakai sebagai simbol atau bahasa isyarat yang dimengerti semua manusia. Said juga menyampaiakan akan fokus pada daerah pemilihan 2, 3, 4, 10 dan 11. Sisanya diserahkan kepada Pak Bambang. Dan pada hari Minggu (9/06) DPC PDIP Situbondo mengadakan acara dalam rangkaian Sosialisasi Cagub-Cawagub dan rapat Koordinasi yang di laksanakan di gedung Bhayangkara Situbondo yang dihadiri oleh 800 undangan yang antara lain pengurus mulai tingkat ranting, kabupaten, partisipan dan tokoh masyarakat juga di hadiri oleh Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur, yaitu bapak Sujarwo, ungkap Rudi, Sekretaris Tim pemenangan Bambang DH-Said Abdullah, di Kabupaten Situbondo. Dalam sambutannya ketua DPC PDIP Situbondo, Didiet Soebagja menyampaikan bahwa dalam proses pemenangan Bambang DHSaid, secara structural dilibatkan dan kepada tiap Caleg dari PDIP yang berjumlah 35 orang, juga diberikan tugas dalam proses pemenangan Bambvang DH-Said Abdullah. Sedangkan menurut Sujarwo, perwakilan dari pengurus DPD Jawa Timur, sebelum menyampaikan sambutannya memohon kepada seluruh undangan untuk bersama-sama memberikan doa kepada Bapak Taufik Kemas yang telah meninggal dunia yang kemudian memberikan semangat dengan ucapan salam Merdeka !!, MegaMega, yes-yes, Bambang-Said : Jempol-jempol, Bambang-Said : menang-menang. “Semangat pilar kebangsaan untuk tetap ditegakkan dan dengan adanya rapat koordinasi dan sosialisasi Cagub-Cawagub Bambang DH-Said Abdullah, PDIP di Situbondo dapat mendongkrak suara,” ungkap Sujarwo dalam sambutannya. Dalam sambutannya juga, Sujarwo menyampaikan permintaan maaf bahwa Bapak Bambang DH- Said Abdullah tidak bisa hadir karena sedang ada di Jakarta. Menurut Said Abdullah melalui Sujarwo, menyampaikan “Kita berpolitik harus yang etis dan bernorma dan APBD Jawa Timur untuk anggaran desa sebesar 500 juta, akan mengeluarkan kartu sehat dan kartu cerdas serta dapat memprioritaskan pertumbuhan ekonomi nelayan, petani dan buruh perkebunan, jika beliau bisa menang dalam pertarungan di Pilgub yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, “ungkap Sujarwo. Dengan semangat, Sujarwo juga menyampaikan bahwa Bambang DH adalah diantara 5 wali kota yang terbaik se-ASEAN yang sebelumnya telah menjabat 2 kali sebagai wali kota Surabaya. Sedangkan Said Abdullah adalah orang asli keturunan Madura-Jawa yang merupakan anggota DPR-RI sekaligus sebagai salah pengurus NU di Madura. Disela rangkaian acara, Narwiyoto sekretaris DPC PDIP Situbondo menyampaikan bahwa dalam proses pemenangan Cagub-Cawagub Jawa Timur, pasangan Bambnag DH-Said Abdullah, di Situbondo akan terbagi menjadi 3 zona, yaitu zona Timur, Tengah dan Barat. Karena tinggal 80 hari, maka proses pembentukan tim-tim pemengan dan saksi-saksi untuk tiap TPS, maka gerak yang harus dilakukan harus cepat dan akurat serta harus diberikan pelatihan bagi tim dan saksi mengenai Pilgub, ungkap Narwiyoto. (Baidawi)


Aneka Berita

Edisi 07 11 Juni - 26 Juni 2013

KOPERASI... DARI HAL 01 gap kuno” dan tidak menguntungkan. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan adanya stigma negatif bagi rnasyarakat untuk berkoperasi. Oleh karena itu untuk mengatasi berbagai faktor penghambat kemajuan koperasi, perlu diadakan pembaharuan hukum dibidang Perkoperasian melalui penetapan landasan hukum baru berupa undang-undang. Pembaharuan tersebut harus sesuai dengan tuntutan dengan pembangunan koperasi serta selaras dengan perkembangan tata ekonomi, sehingga mampu mewujudkan koperasi sebagai organisasi yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh, serta terpercaya sebagai etintitas bisnis, yang mendasarkan kegiatannya pada nilai dan prinsip koperasi. Menyimak kondisi koperasi di Kabupaten Kediri di atas serta menyambut peringatan hari Koperasi ke 66 maka kepada seluruh gerakan koperasi se-wilayah Kabupaten Kediri membangkitkan dan memotivasi gerakan koperasi pada ranah pembangunan ekonomi melalui perbaikan ekonomj (tata kelola) dan iklim usaha ke arah yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan daya saing, dan kinerja koperasi ditengah pertumbuhan ekonomi dan pengurangan angka kemiskinan saat ini. Selanjutnya pada peringatan Hari Koperasi Kabupaten Kediri kc 66 Tahun 2013 panitia merancang dengan rangkaian kegiatan yang bertujuan : - Membangun dan meningkatkan kesadaran berkoperasi - Memupuk rasa persaman dan kesatuan - Menunjukkan eksistensi Gerakan Koperasi kepada masyarakat - Meningkatkan nilai bisnis koperasi - Memperkuat jaringan koperasi Rangkaian Kegiatan yang akan dilaksauakan : 1. Gerak Jalan Santai 2. Sepeda Santai 3. Lomba Mewarnai TK 4. Pembagian Sembako 5. Seminar dan Resepsi Penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan oleh Panitia Harkop ke 66 Tahun 2013 Kabupaten Sumber dana dari surnbangan seluruh gerakan Koperasi seKabupaten Kediri dan sumbangan dari para Donatur/ Sponsor.

KOPERASI... DARI HAL 01 Hal ini ditunjukkan dengan jumlah siswa pada tahun pelajaran 2011-2012 sebanyak 353 siswa. Dengan kepercayaan masyarakat itulah, maka SD Insan Terpadu berupaya untuk memberikan pelayanan yang baik (Excelent Service) kepada wali murid seperti pengadaan sarana-sarana penunjang yang memadai, tenaga pengajar yang profesional, metode pembelajaran yang up to date dan menyenangkan, dan lain-lain. Manajemen yang baik dengan sistem pembelajaran yang mendukung mengantarkan SD Insan terpadu meraih prestasiprestasi yang membanggakan baik di tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi maupun nasional. Pada tahun 2010, salah satu siswa SD Insan Terpadu, Muhammad Rayhan Lahdji, meraih 10 besar dalam olimpiade Matematika tingkat Nasional di Bogor. Sedangkan pada tahun 2011, siswa SD Insan Terpadu juga mengukir prestasi di tingkat propinsi yaitu ananda Sus Faradila Yusmi menjadi Juara I Olimpiade SAINS tingkat Jawa Timur yang diadakan oleh Primagama bekerjasama dengan Jawa Pos. Selain itu, masih banyak prestasi-prestasi yang lain yang telah ditorehkan oleh siswa-siswi SD Insan Terpadu. Semoga apa yang menjadi usaha dari dewan guru, wali murid, dan masyarakat dalam mendukung program-program SD Insan Terpadu mendapat balasan dari Allah SWT. Amin Alhumma amin. ( Thoyib )

TEMBAK... DARI HAL 01 Jika bukan aparat, berarti Polri belum tuntas dalam menarik senjata api dari masyarakat. Pemerintah bertanggung jawab atas keamanan dan ketenteraman rakyat, termasuk terhadap warga asing serta para penanam modal luar dan dalam negeri. Masyarakat saat ini sudah jauh dari tenang, tidak karena terus naiknya harga-harga bahan pokok, tetapi juga karena keamanan yang makin rawan. Ancaman narkoba makin menakutkan. Gangguan makin bervariasi, dari kecil-kecilan seperti gangguan "Pak Ogah", pengamen, sampai pada tingkat kriminalitas seperti penodongan, ancaman geng motor, perampokan, dan kini penembakan. Semua itu harus dituntaskan. Negara tak boleh lepas tangan, harus menjamin keamanan rakyatnya.***

Bupati Buka Pelaksanaan Bulan Dana PMI Trenggalek Trenggalek,BM Gerakan bulan dana PMI merupakan kebijakan PMI Pusat yang pelaksanaan penggalangan dana dilaksanakan oleh Pengurus Cabang melalui mekanisme kepanitiaan pengelolaan dari wakil masyarakat. Kegiatan Bulan Dana dilaksanakan selama dua bulan dalam setahun. Setiap Pengurus Cabang mempunyai kebijakan masing-masing untuk memulai Bulan Dana tersebut, untuk PMI Kabupaten Trenggalek kegiatan bulan dana PMI di mulai bulan Mei 2013. Kegiatan diawali dengan sosialisasi Program kerja dan Rapat koordinasi bulan Dana PMI Trenggalek berlangsung hari Senin 27 Mei 2013 pukul 09.00 WIB, bertempat di Pendopo Agung Manggala Praja Nugraha, dan di buka langsung oleh Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. Pembukaan kegiatan bulan dana PMI di Trenggalek ditandai dengan penyerahan kupon bulan dana PMI oleh Bupati Trenggalek kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabag Umum dan Perlengkapan Setda, Wakil Ketua TP PKK Trenggalek, Ketua Wharma Wanita Persatuan, dan Muslimat NU. Menurut Ny. Penny Mulyadi selaku ketua PMI Trenggalek, keberadaan PMI di Kabupaten Trenggalek dinilai sangat peduli serta berperan aktif dalam membantu kegiatan kemanusiaan, hal itu bisa dilihat dari peran dan fungsinya sebagai salah satu garda terdepan dalam situasi tanggap darurat bencana alam, salah satu contohnya adalah penyerahan bantuan terhadap korban bencana alam tanah longsor yang terjadi di desa Nglinggis beberapa waktu lalu. Kami juga membina dan mensosialisasikan program PMI terhadap anak – anak sekolah untuk selalu meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan membantu kegiatan kemanusiaan, tambahnya. Dalam sambutannya Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT mengharapkan kepada semua pihak terutama SKPD untuk ikut berpartisispasi dalam Bulan Dana PMI di Kabupaten Trenggalek, tugas PMI sekarang ini bukan hanya sekadar melakukan donor darah, tetapi PMI juga harus peduli dengan warga miskin, bantuan korban bencana alam serta kegiatan lain seperti bedah rumah atau perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Untuk itu kami mengajak semua kalangan baik dari lingkup pemkab, pengusaha, BUMD dan semua elemen masyarakat untuk peduli dan mendukung program Bulan Dana PMI di Kabupaten Trenggalek, katanya.(hms)/yd.

11

PMI Situbondo Dapat Bantuan Blood Bank Rotary Club Surabaya Situbondo, BM Sabtu, 01 Juni 2013, Palang Merah Indonesia (PMI) Situbondo mendapat bantuan Blood Bank Helmer oleh Rotary Club Surabaya Jembatan Merah. Bantuan soSial ini di serahkan di pendopo kabupaten situbondo yang di terima langsung secara simbolis oleh Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH. Selain Blood Bank acara juga di barengi dengan penyerahan PIN, piagam serta jaket Donor Darah Sukarela (DDS) 50 Kali oleh Ketua PMI Situbondo. Menurut ketua PMI Kabupaten Situbondo, Basuki SH, M, Si berjanji akan merawat serta menjaga demi kemanusiaan, dengan animo masyarakat yang semakin sadar mendonorkan darahnya, dengan keterbatasan peralatan, Unit Donor Darah (UDD) Situbondo, PMI terus bekerja secara optimal. PMI Situbondo dapat membantu kabupaten lain seperti Kabupaten Jember, Banyuwangi, Probolinggo Serta Bondowoso dengan stok dari yang banyak dan terjamin, prestasi yang di dukung

banyak pihak yang membantu tersebut semoga dapat menjadikan PMI bersinar dalam membantu kemanusiaan, harap Basuki SH, M, Si. Senada dengan hal tersebut, perwakilan rotary Club, Agus Suryono juga berharapa, agar bantuan kemanusiaan tersebut dapat di jaga dengan baik sehingga kualitas darah lebih baik dan terjamin. Purnomo selaku perwakilan PT. Matahari Sakti yang turut membantu inimenuturkan dengan banyak pertimbangan serta sangat diperlukannya Blood BANK ini di kabupaten Situbondo melalui Rotary Club yang memiliki kapasitas 365 pack darah ini diharapkan dapat memacu kinerja PMI terus maksimal dalam tugas kemanusiaannya. Sementara Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto SH, menekankan kebersamaan yang menjadikan Kabupaten Situbondo terus maju, tentu dengan bantuan kemanusiaan kepadfa masyarakat yang secara universal diakui dalam pancasila sila ke -2, dari sisi kemanusiaan lewat PMI

Situbondo dapat maksimal bekerja dengan kepuasan pelayanan terhadap masya-

rakat. Diakhir sambutannya, Bupati Situbondo berharap bentuk

kerjasama nyata tersebut dapat berkelanjutan. waw

Kabupaten Pacitan Berpeluang Raih Anugerah Parasamya Purnakarya Nugraha PACITAN, BM Tekat pemerintah Kabupaten Pacitan dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Atas berbagai inovasi dan uapayanya tersebut kabupaten diujung selatan Jawa Timur ini berhak masuk

nominasi mendapatkan penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha Parasamya Purnakarya Nugraha yang berarti Anugerah atas pekerjaan yang baik atau sempurna untuk (kepentingan) semua orang. Ini merupakan tanda penghargaan yang diberikan kepada Propinsi dan

Kabupaten/Kota yang menunjukkan hasil karya tertinggi pelaksanaan Pemerintahan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat. Capaian ini merupakan proses yang sangat panjang. Setelah 3 kali berturut-turut masuk 10 besar nasional sebagai pemerintah kabupaten

berkinerja terbaik, kota berjuluk Seribu Satu Goa ini akhirnya masuk nominasi untuk menerima penghargaan prestisius tersebut Yang lebih membanggakan lagi,hanya ada 2 kabupaten seIndonesia yg masuk nominasi. Yaitu, kabupaten pacitan dan kabupaten jombang.Untuk itu Bupati Pacitan Indartato

berharap agar prestasi ini dapat lebih ditingkatkan. Bukan hanya karena penghargaanya saja, namun bagaiman pelayanan terhadap masyarakat itu dapat dirasakan. Tidak lupa Bupati menyampaikan penghargaan dan terimaksih kepada semua jajaran yang telah bekerja dengan baik.(epet )

Bupati Buka Sosialisasi PPIP Trenggalek,BM Program pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) bertujuan menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat baik secara individu maupun kelompok sehingga mampu memecahkan berbagai permasalahan terkait kemiskinan dan ketertinggalan yang ada di desa. PPIP merupakan program yang berbasis pemberdayaan masyarakat di bawah payung PNPM mandiri yang kegiatannya meliputi fasilitas dan mobilitas masyarakat. Jumat 31 mei 2013 di selenggarakan sosialisasi program pembangunan infrastruktur perdesaan (PPIP) 2013 bertempat di aula hotel Hayam Wuruk. Sosialisasi PPIP ini di buka langsung oleh Bupati Trenggalek Dr. Ir.H Mulyadi, WR. MMT. hadir pula Plt Sekretaris Daerah, Kepala Satker PPIP Dinas PU Cipta Karya Propinsi Jatim dan

seluruh Camat se Kab. Trenggalek dan kepala Desa yang mendapat Program pembangunan Infrastruktur Perdesaan. PPIP sendiri mempunyai berbagai manfaat terhadap pembangunan desa meliputi : mendukung program pembangunan pemerintah melalui penyaluran dana BLM kepada masyarakat, memperluas upaya pembangunan dan penanganan wilayah desa-desa miskin, juga untuk meningkatkan tata pemerintahan yang baik dan langkah-langkah anti korupsi melalui transparansi, penyaluran dana secara langsung kepada masyarakat. Dalam sambutanya Bupati Trenggalek mengatakankan agar pelaksanaan PPIP berjalan lancar dan sesuai harapan maka perlu adanya pembagian tugas yang jelas yang harus dilaksanakan oleh stakeholders yang terkait. Terdapat 7 tim

yang bertugas pelaksanaan PPIP, diantaranya Tim Koordinasi PPIP tingkat Kabupaten, Tim pelaksana Kabupaten, Pelaksana Program di tingkat Kecamatan,Pemerintah Desa

dan BPD, (OMS) Organisasi Masyarakat setempat, Konsultan Manajemen Kabupaten dan Fasilitator Masyarakat. Bupati berharap ke tujuh tim tersebut nantinya mampu

melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga pelaksanakan perbaikan infrastruktur perdesaan bisa berjalan dengan baik transparan, akuntabel dan berkelanjutan.(hms)/yd.

DPRD Kabupaten Trenggalek

Dapat Kunjungan Dari Komisi 1 DPRD Kabupaten Sukoharjo Tenggalek,BM Kabupaten Trenggalek mendapat kunjungan dari Komisi 1 DPRD Kabupaten Sukoharjo. Rombongan Komisi 1 DPRD Kabupaten Sukoharjo dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo dan didampingi Ketua Komisi 1 beserta beberapa anggota Komisi 1 . Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Lamuji S.Pd M.Hum Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek di aula DPRD Kabupaten Trenggalek dan hadir dalam acara tersebut yakni Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Trenggalek beserta anggotannya dan Kepala SKPD Lingkup Pemkab. Trenggalek yang terkait. Kunjungan tersebut dalam rangka sebagai upaya untuk memperoleh masukan dan tukar pendapat terkait Hukum dan Pemerintahan. Dari acara kunjungan kerja tersebut, dilakukan penyerahan kenang-kenangan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo begitu juga sebaliknya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Lamuji S.Pd M.Hum mengatakan selamat datang di Kabupaten Trenggalek yang merupakan sebuah kabupaten di sebelah barat daya dari provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan samudera India, Secara Singkat juga dijelaskan mengenai profil Kabupaten Trenggalek, bahwa Kabupaten Trenggalek telah menetapkan visi “Menjadi Daerah Tujuan Wisata Lingkungan Yang Inovatif”. Hal ini ditetapkan sesuai dengan kondisi alam serta potensi wisata baik sejarah, seni dan budaya di Kabupaten Trenggalek yang sangat mendukung. Sebagai asal muasal Kota Penghasil Tempe Krepek, Kabupaten Trenggalek memiliki beberapa objek wisata peninggalan nenek moyang yang tersebar di 14 kecamatan. Kekayaan sejarah tersebut sampai saat ini tetap dipelihara dan dilestarikan dengan baik sebagai modal utama kepariwisataan untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Trenggalek yang didorong

dengan sektor pertanian, perindustrian dan sektor lainnya. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo yang juga sebagai pimpinan rombongan, Jaka Wuryanta, SH mengatakan, berterima kasih atas penyambutan baik dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Kami juga sangat kagum akan keindahan tempat – tempat wisata yang ada di Pemerintah Kabupaten Treng-

galek dengan pemandangan dan panorama indah yang tidak ada duanya di Kabupaten lain. Disamping itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo menjelaskan, maksud dan tujuan kunjungan kerja tersebut, untuk menggali lebih dalam serta dapat bertukar pikiran dengan pemerintah Kabupaten Trenggalek di bidang tata cara ADD Desa,

Kepegawaian Tentang Honorer Pegawai dan praktek pemerintahan di Kabupaten Trenggalek, sehingga apa yang nanti kami dapatkan dalam kesempatan ini akan kami bahas dalam rapat antara pihak legislatif dan eksekutif dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Sukoharjo khususnya masalah realisasi anggaran desa, pemerintahan serta tata kelola kepegawaian.(hms)/yd.


12

Edisi 07 11 Juni - 26 Juni 2013

S

ebelum tenar lewat film pertamanya, SULE AY NEED YOU, selebriti cantik ini kerap berpose seksi dalam beberapa kesempatan. Selain sebagai seorang model, ia juga sering muncul dalam beberapa program televisi, sebagai presenter. Sebagai model seksi, statusnya yang janda pun kerap menjadi pergunjingan orang-orang di sekitarnya. Bersyukur, kawan dekat dan keluarganya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia pun tak mau ambil pusing dan menyita waktu meladeni cibiran orang. Demi kedua buah hatinya, Shita tetap menjalani profesinya sebagai model, presenter, dan juga bintang film. Menjadi orang tua tunggal bagi dua orang anak, membuatnya bersemangat menjalani pekerjaannya untuk menghidupi keluarganya. Saat heboh kasus pemukulan pramugari oleh seorang pejabat daerah, membuat pengguna akun Twitter @shitadestya yang mengaku adik Febri kemudian mengunggah foto Febri. “Ini kakak saya pramugari Sriwijaya,” demikian tulis Shita Destya dalam akun Twitter-nya. Saat dihubungi lewat ponselnya, Jumat (7/6), beberapa menit yang lalu kepada KapanLagi.com®, presenter dan model cantik ini membenarkan kalau Febri yang dipukul oleh salah satu penumpang pesawat adalah kakaknya. “Iya, Febri adalah kakak saya,” katanya.

umumnya. Peristiwa pemukulan itu bermula saat Febriani meminta Zakaria, untuk mematikan telepon selulernya ketika berada di dalam pesawat. Namun Zakaria justru emosi dan marahm a r a h kemudian memukul pramugari tersebut. N u r Febriani p u n melaporkan kasus ini p a d a polisi y a n g berujung p a d a ditetapkannya Zakaria sebagai tersangka. Sikap Zakaria sebagai seorang pejabat itu dinilai arogan dan tidak patut ditiru. Salah satu pendengar SOLOPOS FM, Suyu menyampaikan, kasus ini menunjukkan masih adanya

pejabat yang menganggap dirinya adalah raja kecil yang ucapannya harus didengar dan dituruti. “Jika salah dan diingatkan, tidak bersikap legowo, tapi malah berbalik mencari alasan & menyalahkan orang lain,” tambahnya. Disisi lain, ketidakpatuhan Z a k a r i a mematikan telepon seluler saat berada di dalam pesawat ini juga amat disayangkan. Salah satu p e n d e n g a r, Anant dari Colomadu mengatakan, “ U n t u k regulasi, selain peringatan atau teguran, sebaiknya juga divisualisasikan dalam bentuk tayangan terhadap dampak buruk, jika terjadi pelanggaran penggunaan alat-alat yang mengganggu navigasi penerbangan.”

Pengamat penerbangan Alvin Lie, mengatakan dalam sebuah penerbangan, ketika pintu sudah tertutup dan pesawat mulai bergerak, pilot sudah mulai melakukan setting komunikasi dan navigasi pesawat, yang menggunakan sinyal radio. Oleh karena itu, seluruh penumpang dan awak pesawat, dilarang menggunakan perangkatperangkat komunikasi seperti telepon seluler, karena dapat mengganggu komunikasi navigasi. “Ini untuk keselamatan seluruh penumpang yang ada di pesawat. Bagi penumpang yang tidak mematuhi aturanaturan dalam penerbangan tersebut, bisa dipidanakan,” kata Alvin Lie dalam sesi Dinamika 103 SOLOPOS FM Jumat (7/6/2013). Menurut Alvin, “Perlu ada sosialisasi lagi soal pasal-pasal keselamatan penerbangan, khususnya penggunaan telepon seluler di pesawat.” Menanggapi insiden pemukulan terhadap pramugari Sriwijaya Air tersebut, Alvin mendukung langkah Sriwijaya Air untuk melanjutkan ke jalur hukum.

Flash back

Kasus pemukulan terhadap seorang pramugari pesawat Sriwijaya Air, Nur Febriani, 31 yang dilakukan Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi, harus menjadi pelajaran, bukan hanya oleh pejabat, namun juga masyarakat pada

Office : Kediri Jl. Balowerti I/9 Telp. (0354)5404999, 5400005, 673884 Hp. 0821 4236 6349, 0856 5540 4999 Surabaya Jl.Bratang Gede I/12A Telp. (031) 28818186, 28818187,5032280 Hp. 0856 334 3344, 0821 4343 4988

Pemimpin Jujur Rakyat Makmur

S

esosok pria yang biasa di panggil namanya Mas Nuris (Dwi Nuris Darusmanto) yang lahir 30 Desember 1976 di Dukuh Krangkan Dusun Koripan Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjung Anom Kab. Nganjuk. Mempunyai sorang istri bernama Ida Ratnawati yang di karuniai 2 orang putri. Fadilah mentari,dan Nasa Rohmatul Azizah. Dwi Nuris Darusmanto, SE salah satu Putra kedua dari empat bersaudara Bapak Sunaryo Bin Rusminingsih. Dwi Nuris Darusmanto, SE hatinya merasa terpanggil dan atas dukungan masyarakat untuk mencalonkan Kepala Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom Kab. Nganjuk yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 15 Juni tahun 2013 periode 2013-2018. “Jikalau saya terpilih sebagai kepala desa kampung baru maka saya akan melaksanakan tugas saya untuk melayani masyarakat yang menjadi pemimpin yang jujur, dan memuat masyarakat menjadi makmur”. adapun visi misinya yaitu sebagi berikut. Visi,

terbangunnya tata kelola pemerintahan desa yang baik dan bersih guna mewujudkan kehidupan masyarakat desa kampung baru yang adil, makmur, dan sejahtera. Misi, melakukan reformasi sistem kerja aparatur pemerintahan desa guna meningkatkan

k u a l i t a s pelayanan k e p a d a masyarakat, menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, terbebas dari korupsi serta bentuk-bentuk penyelewangan l a i n n y a , meningkatkan perekonomian masyarakat m e l a l u i pendampingan b e r u p a penyuluhan khusus kepada U K M , wiraswasta dan p e t a n i , meningkatkan m u t u kesejahteraan masyarakat untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik dan layak sehingga menjadi desa maju dan mandiri. Adapuan strategi programnya sebagai berikut. Pengalokasian anggaran berdasarkan skala prioritas agar program pemerintah desa

dapat berjalan secara cepat, tepat dan akurat yang ditujang dengan peningkatan kesejahteraan paratur dan lembaga yang ada dengan mengedepankan manajemen pemerintahan dan pelayanan publik. Penataan desa. Memberdayakan lembaga yang ada dan mengoptimalkan kegiatan pemuda dan olahraga guna menekan tingkat kenakalan remaja. Peningkatan sumberdaya masyarakat menjadi lebih produktif dan mampu berdaya saing menghadapi perkembangan lingkungan. Meningkatakan pengembangan kegiatan keagamaan. Penigkaan pengelolaan jalan desa, jalan lingkungan, gang, sarana air bersih, saluran air pertanian, sarana keagamaan dan pendidikan serta infrastruktur lainnya. Meningkatkan taraf hidup eknomi rakyat Desa Kampung Baru Demikian visi dan misi saya sebagai calon kepala desa Kampung Baru. Atas perhatian dan do’a restu, serta dukungan sluruh masyarakat Kampung Baru saya ucapkan banyak terima kasih.

00 edisi 7  

buser metropolis edisi 7

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you