Issuu on Google+

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software ONLINE : WWW.RADARMINGGU.TK http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

C E

R D A S

I

T A

J A

EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

M

I

A K

T

U A L

TERBIT : 12 HALAMAN

HARGA : Rp. 3.000,- LUAR JAWA : Rp. 3.500,-

JEMBER

BLITAR

HUTAN SLATENG KEMBALI DIJARAH

PENGADAAN MOBIL PUSLING BERMASALAH

Benar kata orang, bahwa tak ada pencuri yang bisa masuk ke wilayah hutan, kecuali kalau pencuri itu ber kong kalikong dengan oknum orang dalam. Seperti yang tejadi di hutan Slateng, tepatnya di petak 108 yang masuk katagori Hutan Lindung. Sedikitnya ada 1 Ha lahan sudah habis dijarah oleh masyarakat BACA HUTAN... HAL 11

MA VS KPU Dalam Waktu 90 Hari Keputusan MA Otomatis Berlaku

M

ahkamah Agung  (MA)  tidak menjawab  tegas apa  konsekuensi hukum, jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak melaksanakan Putusan MA No 15 P/Hum/2009. “Kalau  KPU  tidak  melaksanakan  Peraturan  MA  dalam  waktu  90  hari maka dengan sendirinya (putusan itu) akan berlaku (berdasarkan Per-MA/ 2004  pasal  8  ayat  2),”  kata Ketua  MA  Harifin A Tumpa,  ketika ditanya para  wartawan  apa  sanksi KPU jika  tidak melaksanakan MA tersebut.        Pada  22  Juli 2009, MA  membatalkan Peraturan KPU  No  15 Tahun 2009 pasal 22 huruf (c) dan pasal 23 ayat (1) dan (3) tentang Penghitungan Suara Tahap II. Implikasi hukumnya, ada beberapa partai yang mendapat penambahan kursi dan ada beberapa yang jumlah kursinya dikurangi.       Hal  senada  juga  disampaikan  Kepala  Biro  Hukum  dan  Humas  MA Nurhadi. “Inikan tidak diatur. KPU harus laksanakan dalam 90 hari,” ungkap Nurhadi saat ditanya mengenai hal yang sama.       Lebih  lanjut  ia  mengatakan  bahwa  putusan  MA  tersebut  tidak bertentangan dengan putusan MK. “MA menangani judicial review tingkat UU ke bawah, UU ke atas termaduk UUD 1945 wilayahnya MK,” papar Nurhadi.    Landasan MA dalam mengeluarkan  Putusan MA No  15 P/Hum/2009 adalah UU No 5/2004 jo UU No 3/2009 pasal 31 yang mengatur tentang Judicial Review, Peraturan MA No 1/2004 pasal 1 ayat 1. “Hasilnya KPU membuat aturan bertentangan dengan Pasal 15 No 22 dan 23 bertentangan dengan pasal 205 ayat 4 UU Pemilu No 10/2008,” tandasnya. kcm/02 

HUKUM

Putusan MA Bisa Dipermasalahkan di MK Komisi  Pemilihan  Umum  (KPU)  didorong  untuk  segera melaksanakan  putusan  Mahkamah Agung  (MA)  yang membatalkan  penghitungan  perolehan  kursi  tahap  II  DPR  RI dan  menetapkan  sejumlah  caleg  yang  baru  masuk pascaputusan  MA  dikeluarkan.

P

engamat Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin mengatakan,jika Indonesia menempatkan dirinya sebagai negara hukum, putusan pengadilan  harus  ditegakkan  meski  konstelasi  politik  berubah. Berdasarkan  asas  hukum,  Irman  mengatakan,  MA  memang  tidak diperbolehkan menolak perkara  yang diajukan.       Jika  putusan  yang  dikeluarkan  MA  ternyata  dinilai  salah  secara akademik,  merugikan  parpol  atau  salah  melalui  logika  politik,  Irman mengingatkan  ada  tahapan  berikutnya.  “Setelah  penetapan  ini,  MK kan akan membuka sengketa hasil pemilu dan harus melakukan verifikasi secara  konstitusional.  Di  sini  MK  kaji  penetapan  KPU  berdasarkan putusan  MA,”  tutur  Irman  dalam  diskusi  Charta  Politika  bertajuk “Kontroversi  Putusan  MA”,  Rabu  pekan  lalu.       Dia  mengaku  sudah  mengeluarkan  peringatan  bahwa  kewenangan MA  dan  MK  bisa  bertabrakan  dalam  momen  pemilu  ini  dan mengusulkan seluruh uji perundangan diberikan ke MK. Namun, upaya ini belum  terpenuhi.       Ke  depannya,  Irman  mengingatkan  agar  KPU  tidak  berupaya membelok-belokkan  putusan  MA  dengan  menetapkan  perubahan dengan beberapa opsi. “Saya tidak setuju kalau putusan pengadilan itu diakal-akalin  oleh  lembaga  yang  melaksanakan.  Kalau  minggu  depan KPU menetapkan ini, detik berikutnya pintu MK dibuka. Nanti di sini akan dibuktikan penetapan hasilnya seperti apa,” ujar Irman.   kmc/02

OPINI

Parpol Kecil Korban Keputusan MA Putusan Mahkamah Agung yang membatalkan peraturan KPU tentang penetapan perolehan kursi legislatif tahap kedua memporakporandakan hasil Pemilu Legislatif. Parpol kecil terpaksa mendapat kursi semakin sedikit, sementara kursi parpol besar bertambah. ——————————— irektur  Eksekutif Centre  for Electoral  Reform (Cetro)  Hadar Nafis  Gumay  menjabarkan,  berdasarkan  hasil  penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Hanura memperoleh 3,77  persen  suara.  Namun  dengan  adanya  putusan  MA,  suara  yang diperoleh Partai Hanura  hanya 0,89  persen       Begitu  juga  dengan  Partai  Gerindra.  Menurut  KPU,  suara  yang diperoleh sebanyak 4,64 persen, sedangkan menurut MA hanya 1,43 persen. Sementara Partai Golkar yang menurut KPU mendapat 19,11 persen,  justru  bertambah  menjadi  23,57  persen sesuai  putusan  MA.    Serupa dengan Golkar, suara Partai Demokrat juga ber tambah  dari  26,79  per sen  menu rut penghitungan KPU, menjadi 32,32 persen menurut versi  MA.    “Dapat diartikan, Partai Hanura dan Gerindra hanya  akan  mendapat  kursi  lebih  sedikit, sementara  partai  besar  bertambah  jumlah kursinya,”  ungkapnya  dalam  diskusi  di  Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.     Keputusan MA, lanjut dia,  merugikan partai kecil dan menguntungkan partai besar.  Proporsionalitas kursi  di  DPR berantakan  akibat  putusan  yang dikeluarkan  saat  hasil  pemilu legislatif  telah  ditetapkan. “Seperti malapraktik,  MA telah m e l a k u k a n m a la p r o p o r s io n a lit a s , ” tandasnya.    Seperti diketahui, putusan MA  nomor  15P/Hum/2009 membatalkan Peraturan KPU  Nomor 15 Tahun 2009 tentang penetapan perolehan kursi tahap dua. Buntutnya, partai  kecil  mengeluarkan  protes  keras  karena  mereka  kehilangan banyak  kursi.  Sementara par tai- partai  b esar   leb ih tenang  karena  kursi  mereka justru bertambah. bnf/okz/02

D

ISSN : 2085-5915

Radar Minggu Pengadaan kendaraan roda 4 Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Tahun Anggaran 2008 yang rencananya akan dipergunakan untuk kendaraan operasional Puskesmas Keliling ( Pusling) masih bermasalah. BACA MOBIL... HAL 06

Terkait Sengketa Pemilu Legislatif

Undang-Undangnya Ruwet Perhelatan pemilihan umum legislatif 2009, tak dapat disangkal, merupakan pesta demokrasi yang paling amburadul di era reformasi ini. Setelah masalah DPT yang dituding kacau balau, kini muncul masalah baru lagi. Yakni, perbedaan penafsiran antara KPU dan MA atas Pasal 205 ayat 4 UU Pemilu. Hal ini bisa terjadi, karena Undang- undangnya ruwet.

P

ada  Pemilu  kali  ini,  KPU menerjemahkan penghitungan  tahap  dua berbasis  sisa  suara.  Ini  pula  yang diberlakukan  pada  Pemilu  2004 lalu.  Sedangkan  MA  bersikukuh dengan  teks  yang  tertuang  dalam pasal  tersebut.  “...Penghitungan kursi tahap kedua  dilakukan pada parpol  yang  memperoleh  suara sekurang  kurangnya  50  persen (lima  puluh  perseratus)  dari  BPP DPR”.       Menurut Abdul  Muktie,  Wakil Ketua  Mahkamah  Konstitusi, salah  satu  sumber  kekisruhan pemilu  adalah  Undang-Undang Pemilihan  Umum.  Dia  menilai, undang-undang  itu  terlalu  ruwet. “Kalau  ruwet,  ya,  mengundang banyak  tafsir,”  katanya.       Dia  mencontohkan  adanya sengketa  akibat  tafsir  Komisi Pemilihan Umum tentang tata cara penetapan  perolehan  kursi  tahap ketiga.  Mahkamah  Konstitusi kemudian mengeluarkan keputusa

nnya untuk meluruskan perbedaan tafsir  tersebut.       Namun,  masalah  berikutnya timbul akibat keluarnya keputusan Mahkamah Agung yang membatal kan pasal penghitungan perolehan kursi  tahap  dua,  sesuai  dengan permohonan  uji  materi  yang diajukan  calon  legislator  Partai Demokrat,  Zaenal  Ma’arif. Keputusan  MA  ini  menuai  protes banyak  partai  politik,  karena mengubah  secara  signifikan perolehan  kursi  mereka  di parlemen.    Berkaitan dengan keputusan MA ini,  lima  partai  yang  merasa dirugikan.  Yakni  Partai  Amanat Nasional,  Partai  Persatuan Pembangunan,  Partai  Keadilan Sejahtera,  Partai  Gerindra,  dan Partai Hanura, lalu meminta KPU mengabaikan  keputusan  MA tersebut. Mereka juga menilai MA telah  memasuki  wilayah  hukum yang  menjadi  kewenangan Mahkamah  Konstitusi.

      Ketua  Komisi  Yudisial  Busyro Muqoddas  menyarankan  partai-partai  itu mengajukan  gugatan  sengketa  pemilu  ke Mahkamah  Konstitusi.  “Tidak  perlu meng-ajukan  peninjauan  kembali,”  katanya  pekan  lalu.  Dia  juga  berjanji  akan memeriksa apakah ada pelanggaran kode etik  saat  hakim  MA  memutuskan perkara  tersebut.       Wakil  Ketua  Mahkamah  Agung Bidang  Yudisial  Abdul  Kadir Mappong  memastikan  tidak ada  hukum  acara  yang  di langgar oleh hakim. Dia me ngatakan  eksekusi keputusan  uji  materi  itu di  serahkan  kepada KPU.  snt/tmp/02

Zainal Maarif Sambut Baik Keputusan K PU

C

alo n   legislatif   P ar tai Demokrat,Zainal Maarif  menyambut baik kepu  tusan  Komisi  Pemilihan Umum  pada  Sabtu  (1/8)  yang men olak  f atwa  M ah kamah Agu ng  ter kait  masalah penghitungan kursi legislatif dari sisa hasil suara. “Bagus, memang sudah  b enar,”  ujarnya  Sabtu malam (1/8). Zainal juga memuji Komisi  Pemilihan  Umum  telah taat  hukum  dan  bisa  dipercaya.       Seperti  kita  ketahui,  Zainal M aar if   b er sama  tiga  calo n legislatif  lain   dar i  P ar tai D emo kr at,  yaitu    Yo sef   B Badoeda  (Daerah  Pilihan  Nusa Tenggara Timur I), M Utomo A Karim (Dapil  VII Jawa  Timur), d an  M ir d a  Rasyid   ( D apil  I lampung),  yang  menjadi  biang kelad i  atas  mu n culn ya kekisr u h an   p o litik  d alam penghitungan  kursi  perolehan partai  dalam  Pemilihan  Umum Legislatif 2009. Zaenal bersama ketiga  koleganya  itu,  mengaju kan  uji  materiil  kepada  Mahka mah Agung untuk membatalkan P er atu r an   KP U   N o mor   1 5 Tah un  20 09  yang  d ipand ang menyalah i  U n d an g- u n dan g Pemilihan  Umum.     Mahkamah  Agung  mengabul kan  gugatan  Zainal  Maarif  dan

teman-temannya, dan kemudian mengelu  arkan fatwa  agar  KPU membatalkan   beb erap a  pasal dalam  Peraturan  KPU  tentang Pemilihan Umum, yang berimpli kasi  adanya  perubahan  penghi tu ngan   p er o lehan   ku rsi. Keputusan  ini  sempat  membuat kekisruhan  ten tang  kepastian p er oleh an   kur si  o leh  partaipartai  yang  sebelumnya  telah ditetapkan  oleh  Komisi  Pemili han Umum pada bulan Mei lalu.       Dalam  keputusannya  KPU menyatakan akan  melaksanakan kep utusan   Mahkamah  Agung tersebut,  namun  KPU  menegas kan  bahwa  keputusan  Mahka mah  Agung  yang  keluar  pada tanggal  18  Juni  2009  itu,  tidak berlaku  surut  dan  berlaku  sejak d itetap kan  h in gga  9 0   har i. Dengan  demikian  semua  kepu tusan KPU di daerah, yang telah d ip utu skan  sejak  selesain ya p engh itu ngan   h asil  P emilu Legislatif  2009  pada  bulan  Mei lalu,  tetap  berlaku.       KPU  juga  menyatakan  akan melakukan  revisi  atas  putusan yang digugat oleh Zainal Maarif tersebu t  pad a  saatn ya  nanti. Sesuai  dengan  tenggat  waktu yang  d ib er ikan  M ah kamah > BACA ZAINAL.. HAL 03

MK Kabulkan Sebagian Uji Materi UU Pemilu Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menerima uji materi UU Pemilu nomor 10/2008 pasal 205 ayat 4, pasal 211 ayat 3 dan pasal 212 ayat 3. Dengan putusan ini, KPU diminta melaksanakan putusan ini dan memuat putusan ini dalam lembaran negara.

K am ime nga bu lka n permohonan  para  pemohon untuk  sebagian,  menolak permohonan para pemohon untuk selain  dan  selebihnya.  Meme rintahkan  Komisi  Pemilihan Umum melaksanakan penghitungan perolehan  kursi  DPR,  DPRD Provinsi,  dan  DPRD  Kabupaten/ Kota  tahap  kedua  hasil  pemilihan umum  tahun  2009  berdasarkan Putusan  Mahkamah  ini,”  kata Ketua  MK  Mahfud  MD,  saat

membacakan hasil sidang uji materi UU  Pemilu  di  Gedung  MK,  Jl Medan  Merdeka  Utara,  Jakarta, Jumat (7/8/2009) pekan lalu.       Maksud  menolak  sebagian adalahm,  agar  status  UU  Pemilu tetap  berlaku  dan  tidak  dianulir dengan  putusan  ini.  Kalau  yang diperintah  dan  diputuskan  MK dilaksanakan.    “UU ini tetap konstitusional dan berlaku  asal  dijalankan  sesuai dengan putusan MK. Karena kalau

dinyatakan  diterima  sepenuhnya, maka  UU  ini  otomatis  batal  demi hukum karena dibatalkan oleh MK sehingga  menjadi  inkonstitusi onal,”  papar  salah  satu  petugas MK.       Menurut  Mahfud,  dengan putusan ini KPU harus memahami maksud  pasal-pasal  yang  diputus MK  sesuai  dengan  maksud  dan putusan  MK.  Selain  itu,  MK memutuskan penerimaan uji materi > BACA MK.. HAL 03

Sasaran Zakat : Sabilillah Sasaran zakat yang ketujuh ialah sebagaimana firman Allah : “Fisabilillah” yang seperti “dijalan Allah”. Gabungan ini lebih dikenal dengan sebutan “Jihad fi sabilillah”. Dalam perkembangan zaman, “jihad” lebih banyak dimaknai “berjuang” dalam arti luas. Jihad fisabilillah, berarti berjuang di jalan Allah atau berjuang menegakkan kalimah Allah.

D

engan  demikian, sasaran  zakat  ke tujuh ini jelas untuk kepentingan  pengem  bangan sarana  dan  prasarana  misi dakwah. Penyampaian  risalah penegakan kebenaran berdasar syariah  tak  pernah  berhenti sejak zaman Rasul ullah hingga kini.  Cuma,  metodologi penyampai  annya  yang  perlu menyesu  aikan  dengan perubahan situasi dan kondisi.    “Ajaklah ke jalan Tuhan Mu dengan hikmat dan ...” Pengembangan sarana  dan prasarana  misi  dakwah merupakan  tuntunan  utama

dalam  rangka  menghadapi rintangan  dan  tantangan peruba-han  zaman  yang  kian mengha-dang.  Disadari  atau tidak, kini  Islam  benar-benar  sudah ditantang.    Betapa tidak ! kini Islam “nyaris” tinggal nama sebagai-mana disinyalir Rasulullah dari sebuah Hadits-nya. Banyak  diantara  yang  mengaku Muslim,  ternyata  masih  enggan melaksana kan “syarat” agamanya. Bila  ada  yang  menerapkan  syariat Islam  dalam  kehidupannya,  justru kelompok  yang  menamakan  dari Islam “Liberal”, Islam  “nasio-nal” dan sejenisnya  semata-mata  akibat pendangkalan nilai-nilai pemaha man ajaran  Islam.  Berjua-ng mengembalikan pemaha man hukum

Islam  Syeh  Rasyid  Ridho  dalam tafsiran surat Al-ma’un, termasuk jihad fisabilillah.    Di akui atau tidak, posisi umat Islam kini  sudah  “terlemahkan”  dan “terkucilkan”  dari  pergaulan  dunia. Nyaris kehilangan “nilai tawar”. Hal ini  jelas  akibat  gencarnya  informasi yang  mampu  membentuk  “opini publik”  untuk  menyudutkan  Islam, ternyata  tak  ada  yang  mampu mengimbangi.  Kemudian  dengan seenaknya  musuh-musuh  Islam menggiring  masyarakat  dunia  ramairamai “memerangi” kelompok Islam.    Sisi lain lagi, betapa menyeruak nya “menu”  kemaksiatan  yang  disajikan oleh media cetak, dimedia elektronik yang  didalamnya  termasuk  internet, memasuki  kamar-kamar  kita.

E-MAIL : RADARMINGGU@YAHOO.COM

“Pembiusan”  dengan  kemasan budaya  dan  kebebasan,  hak  asasi manusia  ini  nyaris  tak  terbendung. Akibatnya, aqidah Islam akan  luntur. Dari  hati  pemeluknya,  manakala  tak ada upaya pembentangan.       Bertolak  dari  “mengganasnya” musuh Islam tersebut diatas, jelas pola dakwah  “konvensional”  tak  akan mampu  “menjawab”  persoa-  lan ummat  masa  kini,  apalagi  masa kedepan. Kegiatan yang semata-mata lebih menonjolkan “syiar” perlu dikaji ulang.  Kita  perlu  membangun  pola dakwah “modern” dengan pendekatan “kata  santunan”  yang  proporsional dan skala kecil hingga skala yang lebih luas.  Dakwah  berdasar  “peta dari data” sangat diperlukan. BACA KAUM... HAL 03 www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

2   Opini

RADAR MINGGU

EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

Reformasi Sudah Mati OLEH : MUZAMIL SURYAATMAJA

Tingkatkan Daya Serap Siswa SD

Manfaatkan Cerita Anak Versi Bahasa Inggris

Reformasi butuh perubahan  model pengelolaan politik, gaya menyejahterakan  rakyat, sikap terhadap hukum dan lain-lain. Kran demokrasi yang “mampet” harus dibuka melalui keberaniankeberanian yang jitu. Tragis, para pemimpin  kaum reformis kini mengidap penyakit haus jabatan dan  takut kelaparan,  maka dibiarkanlah reformasi  itu sendiri yang mati. Oleh :

Jihad

K

asus  bom  bunuh  diri,  dengan  sasaran  tempat  berkumpulnya orang-  oranng  bule,  kini  masih  saja  terus  terjadi.  Terakhir, pengeboman  di di  Hotel JW.Mariot  dan Ritz  Carlton pada  17 Juli 2009 lalu, yang menewaskan 9 orang  dan melukai puluhan orang. Dengan alasan jihad dan amar makruf nahi mungkar, para pelaku teror meledakkan bom di tempat-tempat yang dianggap sebagai basis musuh Islam dan  kaum Muslim.       “Memang  kita  akui,  ada  ketidakadilan  Barat  dalam  memperlakukan dunia-dunia  Islam,”  kata  Gus  Bahlul  dalam  pengajian  rutin  di  Surau angkringnya, Jum’at Kliwon lalu. Berpijak dari sinilah, kemudian muncul perlawanan di pelbagai penjuru dunia Islam. Nah, disini  para pemuda yang belum matang ilmu agamanya  banyak yang dijadikan alat. Mereka direkrut  untuk  turut  serta  melawan  ketidakadilan  Barat,  dengan mengatasnamakan agama dan jihad. Sehingga, pengebom yang tubuhnya hancur  dikoyak oleh  serpihan  bom  itu dikatakannya  mati  sahid.       “Islam  adalah  agama  yang  lebih  mengutamakan  perdamaian.  Islam adalah agama salam (kedamaian). Saya kira semua agama mengajarkan perdamaian  dan  nilai-nilai  kemanusiaan,”  tutur  Gus  yang  senang menghisap rokok klobot  itu kepada para santrinya.  Dalam Islam,  umat lain  tidak  dianggap  sebagai  musuh  yang  harus  diluluhlantahkan.  Islam diturunkan Allah ke dunia sebagai rahmat bagi semesta.       Sayang,  masih  ada  sebagian  orang  melakukan  kekerasan  atas  nama Islam  atau  amar makruf nahi munkar.  Ini  dilakukan  oleh  kelompokkelompok Islam tertentu. Biasanya, kalau hampir tiba bulan Ramadhan, kelompok-kelompok  ini  merusak  tempat-tempat  maksiat.  Padahal, tindakan  mereka  ini  mempunyai  tendensi  politis  dan  ekonomis,  tapi kemudian mereka mengatas namakan agama.    “Menurut saya, jihad yang sesungguhnya tidak harus dengan kekerasan,

“jihad yang sesungguhnya tidak harus dengan kekerasan,  apalagi dalam  konteks kekinian. Harusnya kita paham, kekerasan  tidak akan menyelesaikan masalah, tapi malah  sebaliknya, akan memperumit masalah,”

apalagi  dalam  konteks  kekinian. Harusnya  kita  paham,  kekerasan tidak akan menyele saikan masalah, tapi  malah  sebalik-nya,  akan memperumit  masalah,”  kata  gus Bahlul  sambil  menghisap rokoknya dalam- dalam.       Seperti  diketahui,  saat  ini masyarakat  kita  berada  dalam jurang kemiskinan dan kebodohan. Karena  itu,  kita  harus  berpindah dari  “periode  jihad”  ke  “periode ijtihad”.  Yakni,  dari  perjuangan fisik  kepada  perjuangan  ekonomi melalui  pemikiran-pemikiran mengangkat  ekonomi  masyarakat.    Selama ini, orientasi umat Islam lebih banyak tertuju kepada ibadah mahdhah  (ritual).  Mereka memahami  Islam  dari  pendekatan ritual  semata.  Misalnya,  kita  lihat zikir  bersama  di  masjid  atau  di lapangan  yang  makin  marak  dan mereka  asyik  melakukan  ini sehingga  melalaikan  hal-hal  yang bersifat  keduniawian.  Padahal,

DIDIEK DANUATMADJA Litbang  ‘RADAR  MINGGU’

K

ETIKA Jenderal Besar H Soeharto  tumbang  dari kekuasaan,  lahir  sebuah angkatan politik yang disebut Orde Reformasi. Sejumlah tokoh politik pun  ternobatkan  sebagai    dedeng kot-nya. Padahal, jauh sebelum itu –  sampai  bulan  Mei  1998,  ketika aksi  pendudukan  Gedung  DPR/ MPR Senayan terjadi – yang gigih berjuang  adalah  kaum  muda, khususnya para aktivis mahasiswa. Begitu pun  potret sejarah  lahirnya Orde  Baru  (Angkatan  66),  para politisi  dan  tentara  membonceng aksi penum bangan terhadap Bung Karno.       Spesifikasi  dan  idealisme  yang melekat  pada  setiap  “revolusi” adalah  keinginan  untuk  suatu perubahan. Rezim Orde Baru yang dinilai  represif,  antidemokrasi  dan pengandalan  nilai-nilai  stabilitas dirasakan  oleh  rakyat  sangat  tidak mengenakkan.  Kran  demokrasi ketika  itu  memang  mampet. Korupsi,  kolusi  dan  nepotisme (KKN)    tumbuh  subur,  sesubur utang  luar  negeri  Indonesia  yang konon dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan  pertumbuhan.    Di bidang  politik,  keakraban  mulai dikembangkan  ke  arah  gaya ekonomi  yang  kapitalistik.       Gerakan  reformasi  berambisi untuk  menumpas  segala  ketiadak beresan itu. Gerakan-gerakan yang dilakukan amat menggebu, bahkan

“Barangsiapa melakukan suatu  amalan yang tidak ada perintahnya  (dari) kami, maka  ia (amalan tersebut)  tertolak”.  (HR.  Al-Buchari  &  Muslim) Firman Allah, artinya : “…dan janganlah sekali-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat dengan taqwa..”  (QS.  5 : 8).

Wiwik Afifatul  Choiroh,  S.Pd Penulis adalah Guru Bahasa Inggris di SDN Plumbon Gambang I Gudo, Jombang Anak usia sekolah dasar (SD), lebih cepat dapat menangkap, mengingat dan memahami dengan sesuatu yang ia senangi. Meski kadang sesuatu itu tidak menyenangkan, jika dikemas dengan usia mereka, maka merka pun akan menikmatinya. Demikian juga dengan pelajaran Bahasa Inggris. Tidak jarang guru kesulitan untuk membuat anak didiknya cepat mengerti dan memahami. DUNIA anak-anak, identik dengan dunia  keceriaan,  kesenangan  dan permainan.  Untuk  itulah  seorang guru dituntut untuk dapat menyelami dan memahami dunia anak-anak tersebut.  Jika  tidak,  maka  anakanak akan cepat bosan dan bisa jadi akan membenci  tidak hanya  pelaja rannya,  tetapi  jugu  guru  yang mengajarnya. Jika kita menyadari, kita dulu juga mengalami masa kanak-kanak. Dimana  suatu  masa  yang  dalam pikiran kita saat itu hanya bermain, senang, dan  gembira. Dari  situlah seorang  pendidik  harus  dapat menciptakan  suasana  tersebut  di dalam  ruang  kelas.  Hal  itu  tentu tidak  bertentangan  dengan  perat uran, sepanjang tetap dalam koridor pendidikan, yakni agar siswa cepat dapat  menangkap,  memahami, dan mengingatnya. Sebagaimana diketahui, bahwa Bahasa  Inggris,  saat  ini  telah menjadi  salah  satu  mata  pelajaran di  sekolah  dasar  (SD).  Bahkan diantara  mereka  juga  menganggap sebagai  ’momok’,  termasuk  juga orang tua  siswa. Kenapa?  Karena saat jamannya dulu sekolah, belum ada  pelajaran  Bahasa  Inggris  di sekolah. Akibatnya  tidak  jarang orang  tua  yang  ’kelabakan’  saat diminta  anaknya  untuk  mengajarinya.  Bagi  yang  berduit,  mungkin tidak  masalah,  mereka  dapat

Dua tahun lalu, Kabupaten Jember melalui Bupati Jember Ir. MZA Djalal sempat mendeklarasikan, kalau Kabupaten Jember telah berhasil menuntaskan buta aksara, tetapi di lapangan masih banyak kejanggalan-kejanggalan yang membuat pernyataan ini menjadi hal yang patut dipertanyakan dan ditindak lanjuti.

“Bulan (sya’ban) ini banyak dilalaikan manusia, padahal pada bulan itu  amalan-amalan seorang hamba diangkat kepada Allah dan aku ingin amalanku diangkat  dan  aku  berpuasa”.  (HR.  Nasa’i)

Nabi  bersabda : “Seorang  isteri  tidak boleh  berpuasa (sunnah) saat  suaminya berada  dirumah, kecuali atas izinnya”.  (HR. Al-Buchari  &  Muslim)

terjadi  pembangunan  di  sana-sini. Kondisi  sosial  ekonomi  rakyat tidak  separah  sekarang.       Bayangkan,  selama  10  tahun reformasi berjalan, utang kita sudah mencapai  titik  yang  amat mengkhawatirkan,  menyentuh angka  Rp  1.695  Triliun.  Naik  Rp 400 Triliun dibanding 5 tahun lalu yang  berkisar  Rp  1.295  Triliun. Penumpasan  korupsi  masih  juga tak  menghasilkan  prestasi  yang membanggakan.  Korupsi  yang terjadi di negeri ini masih tetap saja pada  posisi  paling  korup  di Asia, bahkan  termasuk  peringkat  atas untuk  skup  dunia.      Reformasi  yang  dilakukan  oleh para  pemimpin  negara  mau  pun kaum  politisi  masih  terbatas  pada performans  politik  yang  hanya mengumbar  mode of speaking – untuk  sekadar  membedakan  cara dengan  pesaing  pemimpinpemimpin  yang  lain.       Sangat  memilukan.  Negara sampai  hari  ini  masih  belum mampu  mengusir  ironisme  yang melilit kita. Laut kita yang luas tak membuat kita menjadi kaya. Tanah yang  subur  tak  berhasil  mema kmurkan  rakyat.  Gas  kita  yang melimpah  justru  menjadikan pabrik  pupuk  kelimpungan  bahan baku.  Sumber  batu  bara  yang berlebih  masih  juga  membuat pelistrikan  kita  byarpet.    Pemilu 2009 yang baru saja usai menyisakan berbagai masalah yang belum  bisa  terselesaikan  dengan baik  dan  benar.  Konstitusi  masih sering dikalahkan oleh keperkasaan kekuasaan  dan  finansial.  Dan tragisnya,  kaum  pemimpin  yang dulunya  telanjur  dianugrahi sebutan jawara reformasi, ternyata tak  mampu  lagi  bersuara  lantang seperti  dulu.  Nafasnya  tercekik oleh  ambisi-ambisi  pribadi  yang kehausan  jabatan.  Mereka  takut mati dalam berjuang.     Bagi  mereka,“biarlah  reformasi itu sendiri yang mati”Masyaallah! ***

Jember Bebas Buta Aksara, Benarkah?

dalam Islam  dunia merupakan  bagian dari  agama. Bahkan,  dunia lebih ditekankan oleh Islam. Kita selalu berdoa fi ad-dunya hasanah wa fi alakhirati hasanah (memperoleh  kebaikan  di  dunia  dan  akhirat).  Tetapi banyak umat Islam yang mengejar kebahagiaan akhirat dan mengabaikan kebahagiaan di dunia. Padahal, kebaikan di dunia adalah investasi kita di akhirat  kelak.

Aisah berkata : “Aku  tidak pernah melihat Nabi berpuasa sebulan penuh, kecuali puasa di bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihatnya banyak puasa melebihi di bulan Sya’ban”. (HR. Al-Buchari)

sering keba blasan menjadi “salah tingkah”.  Seringkali  menabrak  nabrak  hukum,  aturan  dan  etika yang  ada.  Singkat  cerita,  efouria semacam  itu  berangsur-angsur sirna. Mula-mula  potret reformasi menjadi kabur, kemudian limbung, kemu dian lagi sekarat dan akhirnya kehabisan  nafas.  Mati  tanpa meninggalkan kesan apa-apa, selain kemunafikan.       Sejumlah  tokoh  yang  dulunya diandalkan  sebagai  motornya, berguguran.  Satu  demi  satu meninggalkan  gelanggang  tanpa pamit  kepada  siapa  pun.  Godaan yang  paling  berat  tentu  saja kerinduan  manisnya  kekuasaan, paling  tidak  jabatan  politis. Menjadi  reformis  ternyata  harus berisiko  idealistik,  yang  tak  boleh menyerah  oleh  berbagai  godaan, tantangan  dan  tawaran  kursi empuk.     Beratnya reformasi dapat dilihat dari  contoh  paling  aktual  yang terjadi  di  Iran.  Kita  saksikan kehebatan  sejumlah  mullah proreformis  pimpinan  Mir Hossein  Mousavi  dalam  memeli hara sikap yang sampai kini harus bertahan  menghadapi  tekanantekanan  berat  dari  rezim  Presiden Ahmadinejad.  Ada  semacam gugatan,  terhadap  kekuasaan Khamenei  yang  dimulai  sejak berkembangnya  Revolusi  Islam tahun 1979. Hasil dari revolusi itu sendiri  memang  cukup  banyak yang  bisa  dicatat.  Misalnya perubahan-perubahan yang terjadi selama  30  tahun  atas  wacana politik,  manajemen  ekonomi pemerintahan sistem informasi dan komunikasi serta berubahnya nafas generasi  di  negeri  yang  rawan pergolakan  itu.       Selama  32  tahun  Soeharto berkuasa, sebenarnya juga banyak yang  pantas  diberi  nilai  “bagus”, taruhlah  masalah  pembangunan nasional.  Meski  berlumuran dengan  praktik-praktik  KKN,  toh rakyat  merasakannya  banyak

mengursuskan anaknya. Bagaimana dengan si miskin? Untuk itu diperlukan kejelian dan  trobosan  bagi  seorang  guru, terutama  guru  Bahasa  Inggris, sehingga  anak  itu  dapat  dengan cepat  menerima  dan  memahaminya. Film kartun atau animasi versi Bahasa Inggris, mungkin salah satu solusinya.  Meski  tidak  seratus prosen,  setidaknya delapan  puluh prosen  dapat  dijadikan  alternatif untuk  menjadikan  suasana  ruang kelas  menjadi  hidup.  Mengapa demikian,  karena  anak-anak  usia SD masih demen dengan film-film jenis ini. Mereka juga butuh hiburan, meski  mereka  belum  memahami apa  yang  diucapkan,  dengan bantuan  guru  tentu  akan  dapat menerangkannya  dan  memberikan pemahaman pada diri siswa. Tidak itu saja, pelajaran Bahasa Inggris akan  lebih menye  nangkan, apabila  pelajaran  tersebut  dapat diaplikasikan dengan  film. Ini  akan menjadi daya tarik yang sangat dasyat untuk  meningkat  kan  pemahaman siswa. Intinya,  bagaimana siswa  itu lebih dulu menyenangi pelajaran itu. Setelah menyenangi, tentunya siswa akan  dengan  sendirinya  berusaha untuk bisa mengerti. Lain halnya dengan siswa itu sejak awal suda merasa bete. Tanpa ada usaha dari  guru untuk membuat siswa  itu senang  dengan  pelajaran  itu,  maka selamanya  siswa  itu  akan  tidak menyukai mata pelajaran tersebut. Nah, sebagai media  alternatif, maka  guru dituntut  untuk  kreatif.  Misalnya memakai media cerita bergambar versi bahasa Inggris  atau film-film kartun yang lagi digandrungi anak-anak yang versi  bahasa asing, buka yang  sudah melalui  proses  dubbing.  Ini  akan membuat  anak  penasaran  dengan ceritanya, kemudian juga meningkat kan kreatifitas siswa untuk bertanya. Inilah yang akan dapat memacu siswa untuk menyenangi,  tidak hanya  pelajaran bahasa  Inggris. Tapi  bisa juga untuk pelajaran lainnya dengan alat atau media belajar  yang  sesuai  dengan  mata pelajaran tersebut. Memang  tidak  gampang mencari  media  belajar  yang  cocok dan  sesuai  dengan  hati  siswa. Sehingga  siswa  itu  dapat menyenangi  suatu  pelajaran. Disinilah  peran  guru  diuji  untuk terus  berkreasi  sesuai  dengan profesinya.  Semoga  tulisan  yang sedikit ini  dapat bermanfaat  untuk meningkatkan  mutu  dan  kualitas pendidikan,  khususnya  bahasa Inggris di sekolah. ***

Oleh:  Gangsar  Widodo

D

ua  tahun  lalu,  Kabupaten Jember  melalui  Bupati Jember  Ir.  MZA  Djalal sempat  mendeklarasikan,  kalau Kabupaten  Jember  telah  berhasil menuntaskan  buta  aksara.  Bahkan dengan percaya diri, Pak Bupati saat itu  mengatakan  bahwa  rakyat Jember  100  %  bebas  buta  aksara. Artinya,  dengan kondisi  awal  yang menempati  posisi  kritis,  yakni  di posisi ke 33 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa  Timur.  Sebagai  warga Jember saya sangat bangga dengan keberhasilan  Jember  dalam merombak  dan  menuntaskan masyarakat  menjadi  tidak  buta aksara  lagi.  Padahal  dalam  kondisi seperti  itu,  sebuah  negara  maju

seperti Amerika Serikat, dan Jepangpun  belum  mampu  melakukan seperti  Jember.  Tapi  ini  berkat kebersamaan dan kegotongroyongan (tenpa  sulapan),  Jember  berhasil memancing  partisipasi  seluruh elemen  masyarakat  untuk  gugur gunung  melakukan  pemberantasan buta  aksara.  Waktunyapun  relatif singkat,  hanya  kurang  dari  enam bulan.    Kebanggan saya ternyata tidak berlangsung lama, hanya berselang kurang dari satu tahun, keyakinan saya  tentang  Jember  bebas  buta aksara mulai goyah. Hal itu dipicu, saat  saya secara  tidak  langsung menyaksikan dengan mata kepala sendiri, ada seorang perempuan, yang usianya sekitar 30 tahunan, membaca majalah dalam kondisi terbalik.  Awalnya  saya  tidak mengira kalau si ibu itu ternyata belum  bisa  baca,  bahkan  dia mengaku kalau dulu hanya sempat mengenyam sekolah sampai kelas 2 es-de (baca: SD). Saya kemudian mencoba untuk berbicara dengan sang  ibu,  dan  diluar  dugaan, tenyata  si  ibu  itu  mengatakan kalau di kampungnya ada sekitar 30–40 orang  yang  sama dengan dirinya,  yakni  gak iso moco (belum bisa baca -red).      Mendapat  kenyataan seperti itu, otak  saya  langsung  jalan,  dan

menayangkan bayangan kalau dalam masalah buta aksara itu bisa jadi ada akal-akalan.  Makanya,  ketika  ada bedah  potensi  desa  di  lapangan Kelurahan  Mangli,  saya  sempat SMS  ke  nomor  yang  disediakan, agar  mendapatkan  jawaban  yang jelas  dari  bapak  bupati.  Itu  sesuai dengan  keinginan  bupati,  bahwa masyarakat  jangan  takut menyampaikan  masalah, baik yang positif  maupun  yang  negatif. Namun, katika saya tunggu-tunggu ternyata SMS yang saya kirim tidak boleh  ditayangkan.  Salah  seorang petugas  mengatakan,  kalau pertanyaan  itu  di-delete  oleh seseorang  yang  dia  tidak  berani menyebutkan  namanya.  Saat  itu saya  sempat  berang,  dan  mencoba untuk  menanyakan  kepada  Kabag Humas, Agoes Slameto, yang paling bertanggung  jawab  atas  acara tersebut.  Tapi,  sampai  acara berakhir,  Pak  Agoes  tidak  juga menjawab.

Jangan Ada Dusta Diantara Kita    Masih lekat diingatan saya, ketika dalam  sebuah  acara,  Pak  Djalal meminta  kepada  masyarakat jajarannya,  agar  tidak  mengatakan yang  tidak  benar. Artinya,  jangan membohongi  rakyat,  katakan  yang sebenarnya, walau itu menyakitkan,

dan saya tidak akan marah. Namun, ketika  menyangkut  persoalan pendidikan  yang  berkaitan  dengan penuntasan  buta  aksara,  saya melihat  ada  nuansa  pembohongan didalamnya.    Indikatornya, pertama, di negara manapun  yang  saya  pernah  baca informasi  tentang  keberadaan masyarakatnya,  tak  satupun  yang berani mengatakan kalau negerinya itu  bebas  buta  aksara,  termasuk Amerika  dan  Jepang  sekalipun. Namun, Jember, sebagai kota kecil yan g  sebelu mnya  men empati posisi  rawan,  dalam waktu  relatif singkat  berubah  menjadi  bebas 100  prosen.       Indikator  kedua,  saya  belum melihat  keseriusan  para  pelaku pendidikan  untuk  memberikan inf ormasi  yang  sebenarn ya tentang  situasi  dunia  pendidikan yan g  sebenarnya,  termasuk masalah  bebasnya  masyarakat Jember  terhadap  buta  aksara. Dalam kondisi seperti itu, sebagai warga  Jember  yang  mencintai Bupatinya,  saya  tidak  ikhlas, ketika Bupati Jember yang bukan pelaksana  tehnis  itu  ‘dikadali’ oleh stafnya yang faham seluk-bel uk pendidikan. Dan saya juga ngeman,  jika  Bupati  saya  dirasani oleh  sejawatnya  sesama  bupati, saat ada rakor tentang pendidikan di  propinsi.

      Ini  semua  perlu  disadari  oleh mereka-mereka  yang  suka menyulap  data. Dan  terakhir,  saya juga  ingin  persoalan  pendidikan, dijalankan murni sesuai dengan alur dunia  pendidikan,  jangan  diseret keranah  politis,  sehingga  ketika sebuah  kebijakan  Bupati  itu  tidak pas,  akan  berdampak  pada popularitas  dan  harga  diri  Pak bupati.

Merubah Paradigma Berpikir    Kedepan, ketika perso alan buta aksara ataupun buta lainnya mulai terangkat diper mukaan, yang ada tinggallah penye salan. Pola pikir birokrat   yang  masih  te guh memegang  prinsip  “Asal Babe Senang”(ABS), hendaknya perlu dirubah.  Kita  harus  jauh-jauh membuang pola pikir seperti itu, demi  membangun  Jember  yang lebih baik. Kita sepakat dan komit untuk menjadikan Jember sebagai ladang ibadah menuju ridlo Allah, kit a  sel alu  berharap,  a gar masyarak at  Je mber  menj adi masyarakat yang madani, sehingga pengabdian Pak  Djalal,  sebagai Bupati  Jember  benar-be nar dirasakan  oleh  seluruh  masya rakat, bukan hanya oleh segelintir kelompok saja. ( * )

PEMIMPIN UMUM/ PENANGGUNGJAWAB : H. Nanang H Kaharuddin PEMIMPIN REDAKSI: Muzamil Suryaatmaja REDAKTUR PELAKSANA: H Samsul Hadi Eko Supriyo DEWAN REDAKSI: H. Nanang H Kaharuddin, H Samsul Hadi Eko Supriyo, Muzamil Suryaatmaja SEKRETARIS REDAKSI: Moch. Chabib Sulton REDAKTUR: Moch. Chabib Sulton, Yunan Natsir Fahruddin, REDAKTUR KHUSUS: Drs. Suyoto, MSi, Drs. Hajrianto YT, MA, Ir. Muh. Najib, MT, LITBANG: Drs. Hendy Widyawan, MSc, Drs. Thamrin Bey, MSc, Drs. Firman Syah, MPd, M. Imron Rosyid, Benny Suwandono, Briand H Susilo, Didiek Danuatmadja, KONSULTAN HUKUM: CERDAS • TAJAM • AKT UAL Patrialis Akbar, SH., Sholeh Djamal, SH., Gundi Sintara, SH., Kasful Hidayat, SH TATA LETAK: Yunan NF BIRO/PERWAKILAN JAKARTA: M. Harun, M Syarifuddin BANDUNG: Poppy Retno, BEKASI: Izzul Anis Mahsunah, SURABAYA: Beny S SIDOARJO: Kristion, SAMPANG: A Khoirul Fattah, SUMENEP: Slamet Reno, Moh Yasin, PAMEKASAN: Muhlis Sholihin, RB. Ainur Rahman, MOJOKERTO: Dwi Retno Yati, Tohari, JOMBANG: Budiono, Abu Bakar, Gono Dwi S., Suroto, Mustangat, Agus Mustakul R, BANYUWANGI: Supranoto (Koordinator), Muhibuddin, SITUBONDO: Alhidayat, Sunawi, Budiarjo, Fatkur Rasyid, BONDOWOSO: Abdul Ghafur, JEMBER: Sutrisno, Gangsar Widodo, PROBOLINGGO: Alexius Udo, Rhoma Dona MALANG: Heri Pitono PASURUAN: Moh. Habibi (Koordinator), Bambang Darma Widjatmoko, M. Rusik, Juari, BLORA: Achmad Rohadi, GROBOGAN: Sugiono, SOLO: Suranto, Yuwono, Rendra P, GRESIK: Rochim Edi Nurhasan, PONOROGO: Siti Nur Aini, BLITAR: Abdul Wahid, F Noerjadi, MADIUN: Hery Sukamto, Agus Sudiono, MAGETAN: George Michael Ayal, Ashar, PACITAN: Heri Bachtiar, Fatkudin, NGANJUK: Aries Mujiono, Jhoni TW, Yoyok Agus S, KEDIRI: Ponidi, TULUNGAGUNG: Achmadi, TRENGGALEK: Tatang Dahono, LAMONGAN: Kumaidi Sholeh, BOJONEGORO: Achmad Basir, KALSEL: Eko Julianto, NUSA TENGGARA BARAT: Daryono KALBAR: M. Misbah, KALTIM: Syaiful Iskandar, SUMATERA: Reksi Kuswandar, BALI: Firmansyah, MANCANEGARA AMERIKA SERIKAT: Ramdhani Johan, HONGKONG: Ana Marti’ah

Radar Minggu

PEMIMPIN PERUSAHAAN: H. Samsul Hadi Eko Supriyo, DIVISI PEMASARAN: Samsudin, IKLAN: Bayu, Masruroh DIVISI TATA USAHA/KEUANGAN: Y. Wahyu Wilujeng DISTRIBUSI : Gono Dwi S ALAMAT REDAKSI : Jl. HOS Cokroaminoto 34-36 Jombang, Jawa Timur Telp. (0321) 876088 E-MAIL REDAKSI: radarminggu@yahoo.com atau radarminggu@plasa.com, ONLINE: www.radarminggu.tk, BANK: Bank BCA Cab. Jombang Rek No. 1130611431 Bank Jatim Cab. Jombang Rek No. 0112346830 DITERBITKAN BERDASARKAN: UU No 40/99 Tentang Pers OLEH : KIM PILAR SEJAHTERA Badan Hukum No 518.1/2740/BH/415.31/2006 tanggal 27 Juli 2006

WARTAWAN RADAR MINGGU DILENGKAPI KARTU IDENTITAS DAN NAMANYA TERTERA DALAM BOKS SUSUNAN REDAKSI www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

3  Advertorial

RADAR MINGGU

EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

 Satpas Polres Jombang

Bagikan Stiker Himbauan Tertib Lalin JOMBANG,RM ntuk meningkatkan kesadaran masyarakat  mematuhi  tata tertib lalu lintas di jalan raya, Satpas  Polantas  Polres  Jombang,     Jawa Timur, punya berbagai strategi dan  cara.  Diantaranya,  dengan menggunakan  stiker  yang  berisi himbauan tertib lalu lintas.   Dalam mewujutkan keselamatan bersama di jalan raya, terlihat salah satu  petugas  menempelkan  stiker pada  kendaraan  yang  parkir  di Satlantas  Jombang. Adapun  tiker tersebut  berbunyi  “Santunlah  di

pemo hon SIM  diberi kan map dan stiker  secara C u m a Cuma,  agar masyarakat selalu  ingat, bahwa  stiker himb auan y a n g menempel di kendar  aan miliknya

U

jalan  raya”,  yakni    slogan  yang selalu  diingat  bagi  pengendara ken daraan  b ermo tor,   kar ena keselamatan dijalan raya merup akan milik ber sama.  Dalam ruang  kerjanya, Baur  SIM Aiptu  Fauzy  menya  takan,  dalam mening  katkan  pelayanan  disiplin berlalu lintas di jalan, pemohon SIM diberikan  map  dan  stiker  secara Cuma-  Cuma,  agar  masyarakat selalu ingat, bahwa stiker himbauan yan g  menemp el  d i  kendar aan miliknya.  “Betap a  pen tingnya menjaga  kedisiplinan  serta  mema tuhi aturan lalau lintas di jalan raya. Karma  kedisiplinanlah  yang  bisa

mewujudkan  keselamatan  ber sama,”  tukasnya.     Kata  Fauzi,  kini,  kesadaran masyarakat  untuk  tertib  berlalu lintas  dijalan  semakin  tinggi.  Hal ini  terbukti  animo  masyarakat pemohon   SIM  baru   mau pun perpanja ngan cukup tinggi .Setiap har inya,  pemoho n  sim  baru maupun perpanja ngan sekitar 200 pemohon.  Sedangkan  faktor  kelu lusannya  hanya  men capai  15 sampai 20 persen. “Bagi pemohon SIM   yan g  tidak  lulu s  ujian praktek,  silakan  belajar  di  area praktek  SIM  di  luar  jam  kerja,” himbau Fauzy. bhr/02

KAUM............DARI HAL 01

      Penelitian, pendataan  dan  kajiankajian perlu senantiasa dikemb angkan. Untuk  ini  diperlukan  jaringan “ukhuwah”  dengan  prinsip  “keber samaan dalam perbedaan”  pada setiap  lini.  Misalnya  cuma  satu, menanggulangi dan memerangi musuh Islam dalam arti luas. Kegiatan yang semata-mata  lebih  menonjolkan “syiar” perlu dikaji ulang. Kita perlu membangun penelitian, pendataan dan kajian-kajian    perlu  senantiasa dikembangkan.    Untuk mewujudkan dakwah “multi bi”  ini  perlu  kesadaran  bersa  ma seluruh  komponen  umat  Islam. Karena itu, sangatlah tepat bila dana zakat  tersebut, sebagian  dialokasikan untuk  pengembangan  sarana, prasarana  dakwah  termasuk peningkatan  kualitas  sumber  daya manusianya. Ibnu  Sabil       Ibnu  Zaid  dalam  tafsir  Tabari mengistilahkan  :  Ibnu  Sabil  adalah musafir,  apakah  kaya  atau  miskin, apabila  mendapat  musibah  dalam bekalnya  atau  hartanya  sama  sekali tidak ada, atau terkena suatu musibah atas  hartanya  sama  sekali  tidak  ada, atau  terkena  suatu  musibah  atas hartanya  atau  ia  sama  sekali  tidak memiliki apa-apa, maka dalam keadaan demikian itu, hanya bersifat  pasti.    Istilah yang mudah dipahami, Ibnu Sabil adalah musafir  yang kehabisan bekal, yang dalam perjalanannya tidak ada unsur tujuan maksiat. Kelompok ini dalam sasaran bagian zakat, masuk nomer delapan atau terakhir.       Mengingat  pentingnya  posisi kelompok ini diperhatikan, Al-Qur’an menyebut  lafadz  “Ibnu Sabil”  tak kurang  dari  tujuh  tempat  yang menganjurkan berbuat baik dan kasih sayang  kepadanya. QS. 17:36,  QS. 30:38, QS. 2:215, QS. 4:36, QS. 8:41, QS. 59:7, dan QS. 2:177.    Mengapa ajaran Islam memandang penting  posisi  Ibnu  Sabil  ? Ternyata

Islam dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunah  Rasul  sangat  dianjurkan umatnya  untuk  mengadakan perjalanan  meski  harus  menempuh jarak  yang  cukup  jauh.  Ini  terlihat dengan  penyediaan  fasilitas Allah berupa  “jamak dan Qosor”  dalam shalat  wajib,  boleh  tidak  puasa (berbuka) pada Bulan Ramadhan dan penyediaan bekal dari sasaran bagian zakat  bila  kehabisan  bekal.  Semua fasilitas  dari  Allah  itu  untuk merangsang musafir agar tidak merasa berat dalam perjalanannya.    Perjalanan atau pengembaraan yang dianjurkan Allah,  tercermin  dalam beberapa  ayat  al-Qur’an  sekaligus menggambarkan jenis kepentingannya. 1.      Perjalanan  untuk  mencari rizki. Allah  berfirman  :  QS. 2 : 177 “Berjalanlah kamu disegala penjurunya dan makanlah dari rizki-Nya”. 2.        Mencari rizki dan berperang QS. 73 : 20 “Sebagian bepergian dimuka bumi mencari karunia Allah dan sebagian lagi berperang di jalan Allah”. 3.     Berjuang di jalan Allah QS. 9 : 41 “Berangkatlah kamu dalam keadaan merasa ringan atau berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” 4.      Perjalanan ibadah haji QS. 3 : 97 “Mengerjakan hagi adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” Juga Qs.22 : 27-28 “Dan berserulah kepada manusia untuk mengajarkan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan

Kepala Beserta Staff

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan  Transmigrasi Kabupaten Jombang Mengucapkan

Selamat & Sukses HUT Adhyaksa ke-49

berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan”. 5.          Perjalanan  mencari  ilmu QS. 29 : 20 “Ketika : Berjalanlah kamu sekalia n dimuka bum i, perhatikanlah bagaimana ia menciptakan manusia dari permukaan”. 6.      Perjalanan  melihat  sejarah QS. 3 : 137 “Sesung guhnya telah berlalu sebelu m ka mu sekalian s unah -sun ah Allah, maka berjalanlah dimuka bum i, perhatikanlah bagaimana akibatn ya o rang -ora ng yang mendustakan Rasul”. Juga QS. 22 : 46

“Apaka h mereka tid ak ber jala n dimuka bum i, sehing ga lalu mereka mempunyai hati, lalu dengan itu mereka dapat memahami atau telinga untuk mendengar, sesungguhnya tidaklah mata itu yang buta, melainkan yang buta adalah hati yang ada di dada”.       Rasulullah  SAW  juga  banyak menekankan  pentingnya  sebuah perjalanan dalam beragai tujuan mencari rizki,  mencari  ilmu  dan  berjihad. Diantaranya  tertulis  dalam  Hadits berikut ini : 1.    HR. Tabrani “Melanconglah kamu sekalian, pasti kamu akan merasa kecukupan”. 2.     HR. Muslim “Barangsiapa yang mencari jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkannya mendapatkan jalan menuju syurga”. 3.     HR. Tarmidzi

“Barangsiapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka itu termasuk Sabi-lillah, sampai ia kembali”. 4.    Hadits yang cukup masyur “Carilah ilmu, walau sampai ke negeri Cina” 5. HR.  Bukhari “Sesungguhnya pergi atau berangkat untuk membela agama Allah adalah lebih baik dari pada dunia dan segala isinya”.       Mengingat  arti  pentingnya perjalanan, khalifah Umar bin Khattab membangun  rumah  khusus  musafir yang  disebut  “Darud Daqiq” sebagaimana  diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad. Di dalam rumah itu disediakan tepung, anggur, kurma, dan lain-lain khusus untuk menolong musafir yang kehabisan bekal dibuat para tamunya Umar.  Khalifah  Umar  juga membangun  pos  di  jalan  antar Mekkah  –  Madinah  dengan menyediakan tempat-tempat minum. (Bersambung Edisi Depan).

Dinas Pendidikan Kota Pasuruan Beserta Seluruh Staf Kabid, Bagian Tata Usaha, Kabag, Kasi, serta Pegawai

> KPU............DARI HAL 01 Agung,  yaitu 90  hari  semenjak putusan  dikirim.  Dalam  revisi, KPU juga akan mensinkronkan dengan  keputusan  Mahkamah K o n stitu si  ten tan g  p engh it ungan kursi tahap 3, dan judicial review  yan g  diaju kan  partai politik  sesuai  pasal  205.       M en u r ut  Zainal  M aar if , ap ap u n   yan g  d isamp aikan K PU   ter kait  d en gan  sid an g pleno hari ini, Sabtu (1/8), yang penting KPU telah menyatakan akan  men aati  kep u tu san Mahkamah  Agung.  “MA  kan

memberi kesempatan untuk KPU merubah, merevisi atau membatal kan  keputusan.  Ada  empat  hal yang  diputuskan  MA,”  ujarnya. Karen a  itu   Zain al  yakin   pada waktunya  nanti  KPU  pasti  akan laksanakan keputusan Mahkamah Agung.  “Masih  ada  90  hari  lagi untuk  itu”.         J ika  KP U   tidak  menaati keputusan itu, lanjut Zainal maka akan  muncul  masalah  baru.  “Ya bagaimana kalau tidak ditaati, MA kan  lembaga  hukum  tertinggi,” ujar Zainal. tmp/02

> MK............DARI HAL 01 itu  dengan  konstitusional bersyarat.       “Menyatakan  Pasal  205  ayat (4)  Undang-Undang  Nomor  10 Tahun 2008 adalah konstitusional bersyarat  (conditionally  constitu tional),”  kata  Mahfud.       Mahfud  menjelaskan,  artinya konstitusional  sepanjang  dimak nai  bahwa  penghitungan  tahap kedua untuk penetapan perolehan kursi  DPR  bagi  parpol  peserta Pemilu  dilakukan  dengan  2 syarat.  Yakni, 1.  Menentukan  kesetaraan  50% (lima puluh per seratus) suara sah dari angka BPP, yaitu 50% (lima puluh  per  seratus)  dari  angka BPP  di  setiap  daerah  pemilihan Anggota DPR. 2.  Membagikan  sisa  kursi  pada setiap  daerah  pemilihan  anggota DPR kepada Partai Politik peserta Pemilu Anggota DPR.     Selain  itu,  Mahfud  juga membacakan  putusan  soal  uji materi mengenai pasal DPRD I dan II.  Pasal  211  ayat  (3)  Undang-

Undang  Nomor  10  Tahun  2008 adalah  konstitusional  bersyarat (conditionally  constitutional).      Artinya,  konstitusional  sepanjang dilaksanakan  dengan  cara  sebagai berikut:  1.  Menentukan  jumlah  sisa kursi yang belum terbagi, yaitu dengan cara mengurangi jumlah alokasi kursi di daerah  pemilihan  Anggota  DPRD Provinsi  tersebut  dengan  jumlah kursi yang  telah  terbagi  berdasarkan penghitungan  tahap  pertama.  Dan,  2. Menentukan jumlah sisa suara sah partai politik peserta  pemilu  anggota       Menyatakan  Pasal  212  ayat  (3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 adalah  konstitusional  bersyarat (conditionally  consti  tutional). Artinya, konstitu sional  sepanjang dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: 1.Menen tukan  jumlah  sisa  kursi  yang  belum terbagi, yaitu dengan cara mengurangi jumlah alokasi kursi di daerah pemilihan Anggota  DPRD  Kabupaten/Kota tersebut dengan jumlah kursi yang telah terbagi berdasarkan penghitu ngan tahap pertama. Dan, 2. Menentukan jumlah sisa  suara  sah  partai  politik  peserta pemilu Anggota  DPRD  Kabupaten/ Kota tersebut.  dtn/02

Kepala  Beserta  Staff SMA  Negeri  I  Mojoagung Mengucapkan

Selamat & Sukses HUT Adhyaksa ke-49 Tanggal 22 Juli 2009

Drs. H. SUDARTO, M.Si

Kepala

Mengucapkan

Selamat Atas Berdirinya  Biro Radar Minggu di  Pasuruan Drs H Basori Alwi.Mpd Kepala Dinas

Kepala  Beserta  Staff Perusahaan  Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jombang Mengucapkan

Selamat & Sukses HUT Adhyaksa ke-49 Tanggal 22 Juli 2009 Ir. Yudhi Adriyanto, M.Si Direktur

Tanggal 22 Juli 2009 HARRI KUSMADI, SH

Kepala

Kepala Beserta Staff Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Kabupaten Jombang Mengucapkan

Selamat & Sukses HUT Adhyaksa ke-49 Tanggal 22 Juli 2009

Ir. H. SUCIPTO, M.Si Kepala

www.radarminggu.tk inggu.tk www.radarm


4 Nusantara

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. RADAR MINGGU

EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

Seluruh Jajaran Pengurus dan Anggota AKSINDO Banyuwangi -Jawa Timur Mengucapkan

Selamat Hari Kemerdekaan RI Ke-64 17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2009

Mari Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

5   Majapahit

RADAR MINGGU

EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

MTs Negeri Mojokerto

Tingkatkan Kedisiplinan Siswa Melalui Out Bond MOJOKERTO, RM UNA  meningkatkan kedisiplinan  siswa yang  baru  saja  masuk, Madrasah Tsanawiyah Negeri MTs N)  Mojokerto  menggelar  kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dikemas dalam Out Bond. Hal ini di maksudkan  untuk  mem  berikan kesan  yang  positif  dan  menye nangkan kepada siswa baru tentang lingkungan seko lahnya yang baru.       Siswa  diharapkan  saat  mengawali kegiatan belajar-meng-ajar di tempat yang baru deng-an hal-hal

G

MERIAH. Pelaksanaan  out bond siswa-siswi  MTs N Mojokerto di halaman sekolah. INZET: Drs. Asmad, M.Pd.

yang  meng  gembirakan  sambil mengenal dan mempelajari sesuatu yang baru. Demikian diung kapkan Kepala  MTs  Negeri  Mojokerto, Drs. Asmad, M.Pd melalui Ketua Panitia  MOS,  Dra.  Mu’jizatul A pada Radar Minggu  disela-sela acara.       “Mereka  diharapkan,  ditempat yang  baru,  dapat  beradaptasi dengan  lingk  ungan  fisik,  sosial, maupun  norma-norma  khusus yang  berlaku  di  lingkungan  mad rasah.  Serta  cara-cara  belajar  di

lingkungan sekolah lanjutan (MTs –red),”  harapnya  ser aya mengarahkan  siswa-siswi  yang sedang  asyik  dalam  kegiatan  Out Bond.    Dalam aktifitas out bond tersebut, siswa  juga  dikenal  kan  berbagai kegiatan,  baik  yang  ada  di  dalam kelas  mau-pun  di  luar  kelas. Kegiatan  yang  ada  di  dalam  kelas meliputi  wawasan  Wiyata  Mandala,  tata krama, program dan cara belajar,  tata  tertib  dan  penjelasan bobot poin pela nggaran, penjelasan

KEAJAIBAN BAWANG PUTIH SEDOT PASIEN

Masyarakat Dipimpin dari Dalam LP Semenjak Kades Pacarpeluk, Suirman dan Kades Kedungotok, Ir. Sutejo dijebloskan ke penjara, sebagai tersangka tindak pidana korupsi pada program ajudikasi, sebagian warga masyarakat desa tersebut mulai resah. JOMBANG, RM eresahan  terjadi  akibat k e k o s o n g a n kepemimpinan,  yang tentunya  mengganggu  efektifitas pelayanan  kepada  masyarakat. Sayangnya  hingga  saat  ini,  meski sudah hampir setahun kedua kades tersebut  meringkuk  ditahanan  LP Jombang,  namun  belum  juga dinonaktifkan  oleh  Bupati.      Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 72  tahun  2005,  Pasal  16  :  Kepala desa  dilarang;  pada  huruf,  (  e  ). merugikan  kepentingan  umum, meresahkan  sekelompok masyarakat,  mendiskriminasikan warga  atau  golongan  masyarakat lain. (f). melakukan Korupsi, Kolusi, Nepotisme, menerima uang, barang dan  atau  jasa  dari  pihak  lain  yang dapat  mempengaruhi  keputusan

K

Tampak  pasien  menunggu  giliran  di  tempat  praktek  pengobatan  lewat media  bawang putih  inzet  :  Abdul  Rahman  (  kiri  )  H.  Joko  S.  (  Kanan  )

M

hati  yang  mendalam  dengan  nuansa Islami. Ketika  ditanya  tentang media apa  yang  digunakan,  Rahman panggilan  akrabnya  menjawab kebanyakan  yang  digunakan  adalah dengan media (bawang putih) karena bawang  putih  mengandung  rahasia penyembuhan  yang  sangat  mujarab tandasnya.    Setelah selesai wawancara dengan Rahman RM pun mencari tahu pada beberapa  pasien  yang  sudah  pernah berobat  kesitu, dari  keterangan  yang dihimpun  RM  tingkat  kesembuhan berkat  perantaraan  dari  Abdul Rahman  dan  seizin  Allah prosentasenya  lebih  dari  70%  dari pengakuan-pengakuan seperti Adnan 65 tahun dari desa Plosogenuk Perak yang sudah 2 tahun mengalami struk setelah  2x  berobat  Alhamdulillah sekarang dapat berjalan. Adapula yang bernama  Rika  usia  10  th  penduduk setempat sudah dua tahun juga struk bahkan jika makan sering tangan yang mau  menyuapkan  makanan  kemul utnya, sering menyasar ke telinganya. Alhamdulillah sekarang juga sudah bisa makan sendiri dengan layak.      Sebetulnya masih banyak orang-orang  yang  telah  mengaku  sembuh walaupun belum 100%, tapi tidak kita sebutkan  satu  persatu.  Adapun tentang  percaya  dan  tidak  bagi  para pembaca kita kembalikan pada diri kita masing-masing semoga bermanfaat dan wallahu a’lam bisawab. Mus

Ponpes As-Sa’idiyyah 2 Tambakberas

Perdalam Ilmu Bahasa dan Kitab Kuning

Ponpes  As-Sa’idiyyah  2  tabak  beras Inzet  :  pengasuh  Drs.  Ach  Hasan.  Mpdi

JOMBANG, RM

P

maan,  seperti  sholat  Dhuhur berjama’ah,  MOS  yang  ditutup dengan  acara  Istighosah  bersa  ma dan  peringatan  Isra’  Mi’raj  Nabi Besar  Muhammad  SAW,  Jum’at (17/7) yang lalu.      “Dengan diadakan out bond  ini, tanpa  partisipasi  semua  dan  kerja samanya  tidak  bisa  terwujud  dan kegiatan ini atas dorongan dari wali murid.  Kedepan,  out  bond  akan digelar  lebih  baik  dan  ditingkatkan lagi.  Tentunya  dengan  persiapan yang lebih matang lagi,” katanya. thr

Kades Terpidana Korupsi Terancam Berhenti

INFO KESEHATAN

Jombang RM. embicarakan  tentang pengobatan tak ada habishabisnya.  Di  Kecamatan Megaluh  Kabupaten  Jombang  Jawa Timur  contohnya,  setelah  di  Desa Kedungsari  dihebohkan  oleh  Dukun Cilik yang bernama Ponari yang bisa menyedot puluhan ribu pasien kini ada juga walaupun orang yang memberikan pertolongan  itu  tak  mau  disebut dukun. Abdul Rahman yang lahir tahun 42  di  Sawangan,  kecamatan  Air Madidi  Kabupaten  Minahasa  Utara Manado  Sulut,  kini  memberikan pengobatan  alternative  di  Desa Sumbersari di Rumah H. Joko Santosa. Walaupun yang datang  berobat tidak sembludak  di  tempat  Ponari.  Tapi cukup lumayan juga, kira-kira tiap hari tak  kurang  dari  antara  100  s/d. 200 pasien yang datang.      Ketika wartawan Radar Minggu wawancara  dengan Abdul  Rahman tentang cara-cara pengobatan dengan cekatan  dan  seakan-akan  Abdul Rahman  hafal  ayat-ayat Al-Qur’an, karena  setiap  pertanyaan  yang diajukan, jawabann ya selalu dikaitkan dengan  ayat-ayat Al-Qur’an  beserta rahasia dari ayat-ayat tersebut. Seperti surat Al-Baqarah  ayat  28  tentang kehidupan  dan  kematian.  Lalu mensitir beberapa ayat-ayat Al-Qur’an lagi seperti pada surat Al-Hajj ayat 66 Surat Al Mukmin ayat 11 dll.      Jika ditelaah pengobatan dari Abdul Rahman  berlandaskan  kesungguhan

tugas  dan  fungsi  pengurus  kelas, piket dan 7 (tujuh) K.    Sedangkan kegiatan di luar kelas, lanjut  Mu’jizatul,  meliputi  PBB, latihan  upacara,  dan  Out Bond. “Out  Bond  sendiri  dimaksudkan untuk mengga lang kerja sama dan kekom  pakan  antar  peserta  MOS. Kegi atan Out Bond meliputi palang A, hola-hol, payung air, dan panah cinta,” terangnya lagi.   Sesuai  dengan  nama  sekolahnya, MTs  Negeri  Mojokerto  juga  tetap mengede pankan pendidikan keaga-

ondok  pesantren  As- Timur. Pondok ini memilki cirikhas Sa’idiyyah 2, Jl. KH. Abdul yakni  “Pondok  bahasa  dan  kitab Wahab  Hasbullah  24 kuning”. Tambakberas,  Jombang,  Jawa BACA PONPES... HAL 09

atau  tindakan  yang  akan dilakukannya. (g). menyalagunakan wewenang. (h). melanggar sumpah/ janji jabatan.      Pasal  17. Ayat 2.  Kepala desa diberhentikan karena : (a). berakhir masa  jabatan.  (b)  tidak  dapat melaksanakan  tugas  secara berkelanjutan atau berhalangan tetap secara berturut-turut selama 6 bulan. (c).  tidak  lagi  memenuhi  syarat sebagai kepala desa. (d). dinyatakan melanggar sumpah/janji jabatan. (e). tidak  melaksanakan  kewajiban kepala desa. (f). melanggar larangan bagi  kepala  desa.  Ayat  3.  Usulan pemberhentian  kepala  desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, huruf d, huruf e, dan huruf f  disampaikan  oleh  BPD  kepada Bupati  /  Walikota  melalui  camat berdasarkan  keputusan  musyawara

SEDEKAH DESA

BPD  yang  dihadiri  oleh  2/3  dari jumlah anggota BPD.           Pasal.  19  :  Kepala  desa diberhentikan  sementara  oleh Bupati  /  Walikota  tanpa  melalui usulan  BPD  karena  bersetatus sebagai tersangka melakukan tindak pidana  korupsi,  tindak  pidana terorisme,  makar  dan  atau  tindak pidana terhadap keamanan negara.       Jika merujuk pada pasal diatas, sudah jelas bahwa ketiga Kades yang saat  ini  sebagai  tersangka  tindak pidana  korupsi  semestinya  sudah dinonaktifkan.  Kenyataan  lain, hingga sekarang semua Kades yang sudah  menjadi  tersangka  pidana korupsi  masih  tetap  menjalankan tugasnya  sebagai  kepala  desa. Maka  bak  remot  kontrol,  Kades t e rs e b u tm e n gen d a lika n kepemimpinannya  melalui  dalam

LP.  “Apa  jadinya  negara  ini  jika seorang  tersangka  tindak  pidana korupsi  sudah  di  dalam  LP  masih tetap dipertahankan sebagai Kepala des,a”  keluh  seorang  tokoh masyarakat  Pacarpeluk  yang namanya tak mau dikorankan.      Dengan kasus yang sama, Kades Balonggemek  Wely  S  juga meringkuk di tahanan LP Jombang, sambil  menunggu  proses persidangan. Tak mau kalah dengan kedua  Kades  diatas,  Wely  juga memanfaatkan  system  yang  sama, bak  remot  control  Wely mengendalikan  kepemimpinannya di dalam LP.      Ironisnya, pada situasi desa yang demikian,  pergunjingan  dan prokontra  terkait  dengan kepemimpinan yang dikendalikan di dalam LP, Badan Permusyawaratan Desa  (BPD)  Pacarpeluk  tidak bergeming  sama  sekali,  meskipun sudah  mendapat  tegoran  dan masukan  dari  masyarakat.  Padahal berkenaan  permasalahan  tersebut diatas,  mestinya  BPD  mempunyai

kewenangan  untuk  mengusulkan penon  aktifpan  Kades  kepada Bupati, tutur Kasiono selaku Ketua Forum  Masyarakat  Peduli  Desa (FMPD).           Ketua  FMPD  Pacarpeluk mengaku  sudah  melayangkan somasi  kepada  Ketua  BPD,  yang isinya  agar  BPD  segera mengusulkan  kepada Bupati  untuk penon  aktifpan  Kades,  jika  BPD tidak  berani  atau  tidak  mampu melaksanakan  fungsi  dan  tugasnya mendingan mengundurkan diri dari jabatan BPD. Sebab ini menyangkut kepentingan  masyarakat  banyak. Apapun  alasannya  Kades  sebagai tersangka  tindak  pidana  korupsi harus  dinon  aktifkan,  setelah  ada putusan  bersalah  melakukan korupsi  oleh  pengadilan  dan mempunyai kekuatan hukum tetap, berapapun putusannya, sudah tidak layak  lagi  sebagai  Kepala  Desa, karenanya harus diberhentikan dari jabatan  Kepala Desa,  “masak desa dipimpin  Koruptor,  gak  lucu  ah,” jelas Kasiono.  -oto

PELAYANAN MASYARAKAT

Sedekah Bumi Desa Plandaan Kamar Operasi  di Puskesmas Tapen Diresmikan

Pelayanan terjangkau, berkualitas dan ramah

JOMBANG, RM idak  ubahnya  dengan  desa lain,kepercayaan masyarakat  Desa  Plandaan terhadap budaya bersih desa (sedekah desa)  masih  sangat  kuat.  Kentalnya kepercayaan  sedekah  desa  biasanya dikaitkan  dengan  para  leluhur  yang babat  desa  atau  tokoh  yang  berpe ngaruh pada jaman dahulu. Sehingga untuk  mengenang jasa-jasanya  selalu diperingati  setiap  tahun  dengan sedekah desa.    Bahkan karena kuatnya kepercayaan tersebut, sering ada cerita, jika sedekah desa  tidak  dilaksanakan  ada  saja masalah  yang  menimpah  desa tersebut.  Sehingga  dengan  beberapa kejadian dan pengalaman yang dialami, masyarakat tidak berani meninggalkan sedeka desa.       Seperti pada perayaan sedekah desa di  Plandaan,  Kecamatan  Plandaan, Jombang, hampir setiap tahun selalu diperingati  meriah dengan  berbagai hiburan.  Perbedaan  yang  mendasar adalah pada saat kundangan tumpeng berlangsung.  Jika di  desa lain  selalu ditempatkan  dipepunden, sedang  di Desa Plandaan selalu dilaksanakan di pendopo kantor  desa. Uniknya  pada saat ritual dipimpin oleh sesepuh desa berlangsung,  doa  belum  selesai dibacakan, jajan  pasar dan  berbagai macam  buah-buahan  sudah  jadi rebutan oleh anak-anak yang mengikuti acara hajatan, suasana seperti ini sudah menjadi  tradisi  sejak  dahulu  dan membuat suasana semakin meriah.

T

      Menurut Kades Wahyu Cahyono, acara sedekah desa selalu dilaksanakan setahun  sekali,  sebagaimana  budaya masyarakat setempat sejak jaman nen ek moyang. “ ini adalah bagian dari wa risan  budaya  leluhur  yang  harus  dil estarikan, sebagai ungkapan syukur  at as segala keberhasilan yang dicapai ol eh masyarakat petani ( panen raya ) “.       Acara sedekah desa di plandaan berlangsung  selama  dua  hari,  hari pertama  (  20/7  )  ritual  di  pepunden Trengguli, sendang, dan sumur gede di dua tempat. Usai ritual malam harinya diadakan  istighosa  di  pendopo  balai desa. Hari berikutnya ( 21/7 ) adalah puncak acara dengan berbagai hiburan, orkes dangdut dan campur sari “ Suari Cs “. Pada hari ini tepat jam 12 siang semua masyarakat dengan membawa tumpeng diarak jaran kepang menuju pendopo  balai  desa  untuk melaksanakan  ritual  sedeka  desa, sekaligus  menyaksikan  hiburan  yang telah disediahkan.       Kades  setempat, Wahyu cahyono mengaku tidak  banyak tahu  sejarah pepunden yang ada  di desanya. Apa yang dilakukan adalah bentuk  pengh ormatan  sebagai  wu-jud    uri-uri budaya leluhur, sekaligus rasa syukur kepada  Tuhan  YME  atas  segala limpahan  rahmad-Nya,  mudahmudahan  desa  kami  selalu  mendapat berkah  dan  perlindungan,  kedepan dapat  memimpin  dan  melanjutkan pemba ngunan desa yang lebih baik.oto

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Jombang dr. Suprianto ( tengah ) dan Kepala Puskesmas Tapen dr. Widi Cipto Basuki ( batik) saat menghadiri peresmian kamar bedah Puskesmas Tapen JOMBANG, RM ada Kamis (23/7) pekan lalu merupakan  hari  bersejarah bagi  Puskesmas  Tapen, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Karena  pada  hari  itu  telah diresmikan  kamar  operasi  di Puskesmas  tersebut.       Pada  kesempatan  itu,  Kepala Dinas  Kesehatan  Kabpaten Jombang, dr.Suprianto mengatakan bahwa pihak pemerintah kini telah mengutamakan masalah kesehatan. Dulu,    orang  sakit  dibawa  ke Rumah  Sakit  Jombang,  sekarang cukup  dibawa  ke  Puskesmas. “Untuk  dokter  dan  alat-alatnya dikirim  dari  Rumah  Sakit  dan  tak

P

usah  lagi  ke  Rumah  Sakit  Umum Jombang  dan  tarifnya  juga  amat sangat murah,” kata Suprianto.    Dikatakan, di Jombang, sekarang ada  34  Puskesmas,  dan  17 Puskesmas  yang  sudah  mem punyai  rawat  inap  dan  kamar operasi  termasuk  Tapen.  Dari jumlah  ini,  ada  4  Puskesmas  di Kabupaten  Jombang  yang  sudah mendapat sertifikat ISO (Standard Mutu  Internasional).  Pada  Juni lalu,  keempat  Puskesmas  tersebut mewakili  Jombang  untuk mengikuti  pameran  kesehatan tingkat  Internasional  di  Jakarta. “Tak  mengherankan  lagi,  bila

Jombang  dijadikan  kota  study banding kesehatan oleh Puskesmas dari kota-kota lain dan luar Jawa,” kata  Suprianto.    dr. Suparianto juga mengum umkan, pada  6  Agustus  diadakan  Pusat Pelayanan  Gizi  Buruk.  “Ini    gratis tidak  dipungut  biaya. Apabila  ada pelayanan  yang  tidak  memuaskan, masyarakat  bisa  komplain  lewat  sms ke 41970,” tegasnya.       Sementara  Kepala  Puskesmas Tapen  dr.  Widi  Cipto  Basuki mengatakan  bahwa  misi  Puskes mas  yang  dipimpinnya  ,  diantara nya  pelayanan  terjangkau, berkualitas,dan  ramah. abu/02

MTs  Negeri  Mojosari

Berprestasi Dibidang Pendidikan dan Non Kependidikan MOJOKERTO, RM I   M o jo kerto ,   n ama Madrasah  Tsanawiyah N eger i  ( M Ts  N ) Mojosari  sudah  sangat  dikenal masyarakat.  Apalagi  di  bawah kepemimp in an   H .  S atu man , S . Ag. ,   M P d ,  M Ts  N eger i M o josar i  mamp u   mer aih

D

 Penyerahan  piala  pada  siswa MTs  Negeri  Mojosari  yang berhasil mengharumkan nama sekolahnya.

prestasi  gemilang,  yakni  pada tahun 2009 ini, siswanya berhasil lulus  seratus  prosen.  Ini  salah satu  kebanggaan  tersendiri  bagi siswa, wali murid, terutama bagi sekolah  ini. Bahkan, pada  penghujung tahun pelajaran 2008/2009 ini, M Ts   N e ge r i  M o j o s ar i men d ap at  tamu   keh o r matan dalam acara Lepas Pisah Kelas IX .   Yan g  keh ad ir an   K ep ala K an to r   D ep ag   K a b u p a te n

M o j o k e r t o ,   D r s.   H .   M . Ichsanuddin,  M.Ag. D alam  samb u tan nya, Ichsanuddin  menyatakan  rasa bangganya  atas  prestasi  yang d ir aih   o leh   siswa- siswi  MTs Neger i  Mojosari  in i.  “S elain lulus  seratus  prosen  dari  309 siswa pada tahun pelajaran 2008/ 2009 ini, sekolah ini juga mampu meraih   p red ikat  r an gkin g pertama  nilai  Ujian  Nasional ( U N )  se- M Ts  K ab u paten

M o jo ker to, ”  katan ya  dalam sambutannya. D isamp in g  p r estasi akademik, MTs N Mojosari juga telah mengukir prestasi dibidang olahraga,  diantaranya  sebagai Juara II Liga Bola Basket tingkat MTs/SLTP  se-Kabupaten  Mojo kerto  yang  diadakan  oleh  MAN Mojosari.  Kemudian  juga  Juara III  Liga  Bo la  Basket  tin gkat MTs/SLTP  yang  dilaksanakan oleh  SMA  Negeri  Pacet,  serta

J u ara  U mu m  Lo mb a  K ep r amukaan  tingkat  MTs/SLTP  seK ab up aten/Ko ta  Mo jo   kerto yang digelar oleh SMA Negeri 2 Kota  Mojokerto. Dengan berbekal semboyan rasa  kebersamaan  dan  Bersama Pasti Bisa, MTs Negeri Mojosari teru s  b erb en ah   d ir i  un tu k menjadikan lembaga tersebut agar semakin  dipercaya  dan  diminati masyarakat. thr www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

6   Radar Selatan

RADAR MINGGU

EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

Keberadaan TPA Ancam Kesehatan 4 Desa di Beji Pembeli Dilesehan Barokah Menurun PASURUAN, RM umpukan  sampah  di  PTA (tempat  pembuangan  akhir  red)  serta  bau  busuk  yang menyengat  hidung  sudah  menjadi sarapan  sehari-hari  BAGI  warga sekitar lokasi. Apalagi dengan kondisi para pemulung yang tiap hari mangais rejeki dengan mengumpulkan barangbarang  yang  laku  dijual,  kesehatan meraka tidak lagi diperdulikan. Meski resiko  berbagai  penyakit  sewaktuwaktu akan menyerangnya. Jika mobil sampah tiba di lokasi, para pemulung

T

Tumpukan  samapah  di  desa  Kenep  Beji.

LINTAS PASURUAN

U

yatim piatu, dipilihnya anak yatim sebagai  sasaran  kegitan  sosial karena mereka memang betul-betul membutuhkan  untuk  kebutuhan sehari-hari,”  jelas  Ketua  Panitia yang  juga  Kasi  Pidum  Kejaksaan Kota  Pasuruan. Kemudian  pada  acara puncak,  Kantor  Kejari  Kota Pasuruan  juga  memberikan beasiswa  bagi  siswa  berprestasi, penyerahan  tersebut  dilakukan secara  bergantian  oleh  para  jaksa dan  pegawai.  “Ini  kita  lakukan untuk  memberikan  semangat kepada  mereka  agar  lebih  giat belajar  lagi,”  jelas  Kajari  Kota Pasuruan Amril Rigo, SH. Hadir  dalam  acara  ter sebut, Walikota Pasuruan H. Aminurrohman, SE MM, Kalapas,  dan jajaran  muspida  serta  tamu  und angan  lainnya.  Acara  ini  juga dimeriahkan  dengan  hiburan elekton  dan  diakhiri  makan bersama. rsk/abi

INFO

Krisis Air, Jaringan Irigasi DAM Selang Diperbaiki PASURUAN, RM ara  petani  yang  ada  di wilayah Bulusari, Gempol, Pasuruan  tepatnya  di Dusun Karangjambe, Blimbing dan Jurang Pelen dipastikan tidak akan lagi  kesulitan  mendapatkan  air untuk mengairi sawah mereka. Berdasarkan  data  yang ada  di  desa  setempat,  luas  lahan sawah  di  tiga  dusun  tersebut  lebih kurang 15-20 Ha, para petani disana setiap  tahunnya  selalu  menanam padi  di  lahan  mereka.  Karena struktur  tanahnya  tidak  cocok untuk  palawija.  “Kalau  ditanami palawija justru hasilnya tidak bagus karena  tanahnya  gembur,  lain dengan  lahan  yang  berpasir,”  jelas Sumadi,  Ketua  Kelompok  Tani Dusun Karang Jambe. Akan  tetapi  karena talangan  air  terbuka  dijaringan irigasi DAM selang yang berada di Dusun Karang Jambe sudah berusai tua  dan  banyak  yang  bocor, menyebabkan  air  banyak  yang terbuang  sia-sia  ke  sungai. Diberharapkan  mudah-mudahan tahun  2009  ini  program  pemelih araan dari pemerintah yang sudah diusulkan  ke  Dinas  Pengai  ran segara  dilaksanakan.  “Sebab kemarin ada survei Dinas Pengairan ke  lokasi  untuk  melihat  kondisi fisik bangunan mas,” tambahnya. Pertanian  di  Desa Bulusari,  Gempol  menjadi  salah

P

satu  andalan  penghasilan  masy arakat  di  sana,  selain  industri. Tentunya  pihak  pemerintah  harus memperhatikan  sektor  pertanian. Pasalnya  tanahnya  sangat produktif  dan  cocok  untuk pertanian,  jika  tidak  dilakukan perbaikan,  dikhawatirkan  banyak petak  sawah  yang  tidak  bisa ditanami  padi  karena  kekurangan air. “Dulu pihak desa sudah berkalikali  mengusulkan  ke  Dinas Pengairan,  baru  tahun  2009  bisa direalisasikan,”  jelas  Yudono, Kades  Bulusari. Sementara  itu,  Kepala Dinas  Pengairan  Kabupaten Pasuruan  Ir. H  Martono  Subagio, MT  yang  dikonfirmasi  melalui Subdin  Eksploitasi  Pemeliharaan saat  melakukan  survei  ke  Dusun Karangjambe,  Desa  Bulusari Gempol mengatakan bahwa dalam waktu  dekat  ini  pemeliharaan DAM  selang  akan  dilakukan perbaikan  utamanya  talangan terbuka  yang  melintas  di  atas sungai.  Apalagi  pondasi  penaha nnya  sudah mengkhawa  tirkan. “Dana  anggaran  sudah ada,  meski  tidak  banyak.  Akan tetapi  bisa  mencukupi  kebutuhan air  untuk  sawah  petani,  utama perbaikan  talang  air  agar  tidak bocor  serta  perbaikan  pondasi sandaran,” jelas Ir. Heru. abi

INTRUPSI Desa Kedungringin Beji Langganan Banjir PASURUAN, RM anjir  mungkin  menjadi makanan  yang  biasa  bagi masyarakat  Kedungring, maklum saja daerah mereka berada di dataran rendah dan dekat dengan sungai Werati. Untuk itulah warga meminta kepada Pemkab Pasuruan segera  melakukan  langkah antisipasi  berupa  pengerukan  kali yang panjang 3 km tersebut. Dampak  negatif  yang  sangat dirasakan  warga  adalah  hasil pertanian mengalami kerugian yang cukup  parah  hingga  gagal  penen. Salah  satu  upaya  yang  perlu dilakukan  segera  oleh  pemerintah adalah mengalokasikan  dana yang jelas terhadap desa Kedungringin. M. Nazib, Kades Kedungring kepada  Radar Minggu  menga

B

tumpukkan  sampah  masih  meng gunung dan bau menyengat masih saja merebak. Apalagi  pada  saat  musim hujan,”  tuter  salah  satu  warga setempat. Dampak lain juga dirasakan oleh salah satu warung lesehan Barokah di Desa  Gajahbendo  milik  H  Munir. Akibat  keberadaan  TPA,  warung makannya  mengalami  penurunan kujungan  pembeli  karena  lalat  dari TPA sudah menyebar kemana-mana. “Kalau  bisa  sece  patnya  pemerintah

melakukan  penanganan  terhadap sampah agar tidak mengganggu warga sekitar dan pedagang makanan seperti saya. Orang yang mau makan ke sini jadi  berkurang,”  keluh  Munir  pada Radar Minggu. Keterangan  yang  sama  juga dilontarkan oleh Sukino, Kepala Desa Sidowayah. Menurutnya, penanganan sampah  di TPA  Desa  Kenep  perlu ada perhatian serius agar baunya tidak menyebar kemana-mana dan lalat juga banyak.  “Jika  tidak  segera  ditangani

ancaman  penyakit  bisa  saja  datang melalui lalat-lalat ini,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Desa Be ji   Elok  ya ng  j uga  Ke tua Paguyuban Kepala Desa menga takan masalah sampah ini sudah menjadi hal  yang serius.  “Kita akan sampaikan perma salahan sampah ini ke Bupati Pasuruan Dr H Dade Angga serta anggota dewan baru yang akan dilantik Agustus nanti,” jelasnya. bm

DI DINAS KESEHATAN KAB. BLITAR

Kejaksaan Kota Santuni Yatim Piatu PASURUAN, RM ntuk  memperingati  HUT A d i y a k s a Kejaksaan Kota Pasuruan menggelar  serangkaian  kegiatan sosial  kepada  masyarakat  sekitar berupa  penyerahan  bantuan  dana kepada  yatim  piatu  dan  biaya pendidikan bagi  siswa berprestasi. Selain itu, saat sebelum HUT juga digelar  berbagai  kegiatan  seperti jalan  sehat  dan  kunjungan  ke makam  pahlawan. Ketua  Panitia  HUT Adiyaksa  Kejaksaan  Kota Pasuruan  Agus  S,  SH  kepada Radar Minggu mengatakan, bahwa ulang  tahun  kali  ini  diselenggaran seperti  pada  tahun    sebelumnya tidak  ada  kegiatan  yang  istimewa. Ada  kegiatan  internal  pegawai Kejaksaan,  kegiatan  sosial  berupa penyerahan bantuan kepada yatim piatu  di  Pondok  Pesantren  Nailul Falakh yang dekat dengan Kantor Kejaksaan. “Penyarahan  bantuan tali asih diberikan kepada 75 anak

dengan  semangat  mendatangi kendaraan  tersebut  untuk  menda patkan plastik bekas yang bisa dijual. Kurang optimalnya pengo lahan sampah  tersebut,  meng  akibatkan sedikitnya  warga  4  desa  di  wilayah Kecamatan Beji, yakni  Desa Kenep, Desa Gajah Bendo, Desa Sidowayah, Desa  Beji  terancam  kesehatannya. Mereka  beranggapan  Pemkab Pasuruan  setengah  hati  dalam melakukan pengolahan sampah. “Hal ini  bisa  dilihat  di  lokasi  TPA,

takan, sebenarnya segera mungkin dilakukan  pengerukan  dan  penda laman  sungai  Wrati  agar  warga tidak  terus-menerus  mengalami musibah  banjir.  “Kami  minta supaya  Pemkab  ada  ketegasan untuk menganggarkan dana APBD II  secepatnya,”  jelasnya. Dia menambahkan, pada saat musim  hujan  tiba,  warga  rentang dengan  serangan  penyakit,  mulai dari  penyakit  kulit,  gatal-gatal hingga deman. Kemudian juga air bersih  agak  sulit  diperoleh  karena sumber  air  sumur  juga  berubah warna. “Kami minta supaya banjir menjadi  perhatian  serius  peme rintah,”  harapnya. - bm

REDAKSI

RADAR MINGGU JL. HOS COKROAMINOTO 3436 JOMBANG, JATIM EMAIL: RADARMINGGU@YAHOO.COM

Penggadaan Mobil Pusling Bermasalah Pengadaan kendaraan roda 4 Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Tahun Anggaran 2008 yang rencananya akan dipergunakan untuk kendaraan operasional Puskesmas Keliling ( Pusling) masih bermasalah. Blitar  RM eng adaan kendaraan roda 4 D inasK esehatan

P

Kabupaten  Blitar  Tahun Anggaran  2008  yang  rencananya  akan  diperguna  kan  untuk kendaraan  operasional  Puske smas  Keliling  (  Pusling)  masih bermasalah.   Sesuai  perjanjian kontrak  nomor  050/04/PA/DAK/ 409.115/2008 tanggal 8 September 20 08  yang  dilakukan  oleh pelaksana  CV.  Anugerah  Perkasa dengan kuasa pengguna anggaran (KPA)  Supra-nowo,  dan  pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Wisnu  dinilai  telah  gagal  dalam melaksanakan  kegiatan.       Dana  yang  dikucur kan Pemerintah  Pusat  melalui  Dana Alokasi  Kh usus  ( DAK)  yang dipergunakan  untuk  pengadaan  3 unit  kendaraan  ro da  4    yang seharusnya  selesai  dalam  jangka waktu  90  hari  terhitung  mulai tanggal  8  September  2008  dan berakhir  hingga  tanggal  7  Desember 2008.  Namun kenyataan  di lapangan hingga saat ini masih me ngalami  keterlambatan  yang seharusnya  sudah  didistribusikan kepada  masing-masing  penerima dalam  hal  ini  puskesmas-puskes mas  di  Kabupaten  Blitar  dan dapat dimanfaatkan sebagai kenda raan  operasional  sehari-hari.    Akan tetapi  kendaraan tersebut masih mangkrak dihalaman parkir kantor  Dinas  Kesehatan  Kab-

Kendaraan operasional Puskesmas Keliling ( Pusling) yang masih bermasalah upaten Blitar. Dari hasil investigasi RM, ditemukan hasil pemeriksaan fisik  oleh  tim  BPK-RI  tertanggal 18  Mei  2009, kendaraan tersebut berada  dikantor  Dinas  Kesehatan dalam kondisi  perlengkapan yang belum  lengkap.  Dan  surat-surat berupa  STNK  dan  BPKB  masih dalam  proses  p engu rusan, sedangkan faktur kendaraan yang dikeluarkan  oleh  pabrik  PT.  FMI masih  hanya  1  yang  seharusnya ada 3 faktur.      Hal  tersebut  diungkapkan  oleh Su prio no  sebagai  p etugas penerima barang saat dikonfirmasi RM  beberapa  waktu  lalu dikediamannya.  “Bukan  hanya

temuan faktur yang tidak lengkap, melainkan juga tabung gas oksigen hin gga  saat  ini  men galami kadaluarsa.  Juga  belum  adanya per lengkapan  tempat  obatobatan,” jelas  Supriyono.       “  Sedangkan  dana  pengurusannya  juga  tidak  dibayarkan,” lanjut  Supriyono.  Hal  ini  tidak sesuai  dengan Peraturan Presiden (Perpres)  No.95  Tah un  2007 tanggal 23  Oktober 2007  tentang per ubah an  ke  tujuh  atas Keputusan  Presiden  (Keppres) No.   80  Tahu n  20 03  tentang Pedoman  Pengadaan  Barang  dan Jasa  Pemerintah  pada  pasal  37 ayat  1  yang  menyatakan  bahwa

jika  terjad i  keterlambatan penyelesaian pekerjaan akibat dari kelalaian penyedia barang dan jasa maka  yang  bersangkutan  dikenai denda  keterlambatan  sekurangkurangnya 1.0/00 ( satu per seribu per hari ).      Dalam hal ini  penyedia barang dan  jasa  harus  dikenai  denda seb esar   Rp.   59. 265. 000, -  ( Rp. 1.18 5.30 0.00 0,-  x  5%   ) disebabkan  rekanan  telah  gagal menyelesaikan  kegiatan  sesuai batas  waktu   yang  ditetap kan dalam  kontrak.  Disamping  itu PPTK dan pengawas lapangan lalai dalam melaksanakan  pengawasan pekerjaan.

      Ironisnya  kegiatan  tersebut belum  selesai  1 00%,   namun kenyataan  PPTK   dan   Kuasa Pen ggun a  Anggaran  su dah membuat  administrasi  10 0% untuk  pencairan  dana.  Seluruh total dana tersebut sudah terserap dan  dibayarkan  kepada  rekanan. Anehnya,  dari  p ihak  aparat penegak  hukum  hingga  saat  ini belum  memberikan sangsi kepada PPTK  dan  KPA  yang  seringkali membuat  laporan  fiktif.       Wisn u  selaku   PPT K  saat dikonfirmasi  tidak  mau  berkomentar  dan  malah  melimpahkan masalah  ini  kepada  Dinas  Kesehatan.   “  K asus  ini  sud ah ditangani oleh Dinas,” jelas Wisnu yan g  sekarang  b ertu gas  di Bappemas  Kabupaten  Blitar.       Sedangkan  Ketua  Pengguna An ggar an,  Supr anowo  ju ga membantah  keterlibatannya.  “ Sekarang  saya  bukan  lagi  orang Din as  K eseh atan ,  silahkan konfirmasi  kepada  dinas  terkait. Jika anda bertanya tentang politik, akan saya jawab,” elak Supranowo saat  d itemui  RM  dikantor Kesbangpollinmas  Kabupaten Blitar..       Perlu  diketahui  kedua  pejabat tersebut  saat  ini  sudah  dimutasi dari Dinas Kesehatan ke dinas lain. Sehingga  kedua  pejabat  tersebut beserta anggota pelaksana kegiatan saling lempar tanggung jawab. Nur/Wah

Pulang dari Rumah Janda, Kajari Blitar Nabrak Motor Kejaksaan Negeri Blitar mendapat hadiah yang tidak mengenakan dalam peringatan Hari Bhakti Adyaksa ke-49. Di saat semua pegawai kejaksaan sibuk mempersiapkan resepsi peringatan pada Selasa (21/7) pekan lalu, sekitar jam 12.00 WIB tiba-tiba kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Blitar digeruduk puluhan masa yang mengaku sebagai keluarga korban kecelakaan. Hal ini disebabkan karena Kajari Blitar Syafrudin, SH, MH yang ketika itu pulang dari rumah seorang janda, menabrak dua warga Ngoran Kecamatan Nglegok. Setelah terjadinya kecelakaann tersebut, Syafrudin dituding kurang bertanggungjawab. BLITAR, RM ua  korban  tersebut, yakni,  Sugeng  dan Rudiyanto  alias  Kirun mengalami luka yang  cukup parah. Mereka kini tergolek di RSK Budi Rahayu  untuk mejalani perawatan. Kecelakaan  tersebut  sebenarnya terjadi  pada  hari  Jumat  (17/7) sekitar  jam 19.10  WIB, pada  saat itu  Syafrudin baru saja pulang  dari rumah  Lestari   (28) seorang  janda di  Desa  Bangsri  Kecamatan Nglegok Kabupaten  Blitar. Entah  karena  terburu-buru atau  kurang hati-hati,  Syafrudin tanpa  memperhatikan  keadaan, untuk  memundurkan  mobilnya dari halaman  rumah Lestari.  Naas, pada saat yang bersamaan melintas motor  dari  arah  utara  yang  di kendarai  oleh  Sugeng  dan Rudiyanto.  Karena  jarak  terlalu dekat, motor  tidak  bisa  dikuasai yang akhirnya  menabarak sisi  kiri mobil yang  dikendarai oleh  Kajari tersebut.  Pada  saat itu  sepontan masyarakat  sekitar  yang  juga dibantu  oleh  dua orang  tetanggan Lestari,  korban  di  bawa  ke  RSK Budi  Rahayu.Blitar. Menurut  Mujiono  paman dari  salah  satu  korban  yang bernama  Rudiyanto  sempat ketemu  dengan  Kajari  waktu  di rumah  sakit  dan  diberi  santunan sebesar  Rp.  500  ribu untuk  biaya pengobatan.  Kepada  Mujiono pada  saat  itu  Kajari    mengaku bernama Rudi  dan beralamat  di Jl. Letjent  Suprapto  No.  10  kota Blitar dan memberi nomer HP yang angkanya  13  digit  serta  menga takan bahwa  nanti akan ada orang saya  yang  akan  mengurus  biaya perawatan. Selang  sehari  Syafrudin mengunjungi  korban  dan  memb erikan  uang lagi  sebesar Rp.  400 ribu untuk menebus resep. Sampai disitu  Mujiono  masih  belum menaruh  curiga,  baru  pada  hari minggu  malam  ketika  harus menebus resep  lagi Mujiono  men

D

Korban kecelakaan (Inset Kajari Blitar) coba menghubungi  nomer HP  yang di  berikan  oleh  Rudi  kepadanya dengan maksud  minta  biaya  untuk nebus  resep  tapi  nomor  tersebut tidak bisa   dihubungi. Dari situ Muji -ono mulai  panik dan minta tolo ng kapada  temannya  untuk  mencari alamatnya  Rudi,  namun  alamat tersebut  fiktif. Dalam  kondisi panik  Mujiono ketemu dengan  Triyanto salah  satu keluarganya  Sugeng  pada  Senin siang {21/7) saat menjenguk Sugeng di  RSK  Budi  Rahayu.  Triyanto yang  kebetulan  adalah  Kordinator Komite  Rakyat Pemberantas  Korupsi  (KRPK)  merasa  jengkel  atas sikap  Kajari  yang  tidak  sportif dengan  memberikan  identitas, alamat  dan  nomer  HP  palsu  serta terkesan lepas  tanggung jawab  dal am  memberikan biaya  pengobatan. “Sudah tahu  kalau  korbannya  luka parah (Cacat  Pemanen)  tapi  kenapa hanya  memberi  santunan Rp.  900 ribu,  ini  jelas  tidak  cukup,” tukasnya. Dari situlah akhirnya  Triyanto dan  perwakilan  kedua  keluarga korban  yang  berjumlah  puluhan

orang  mendatangi kantor  Kejaksaan Negeri Blitar  hari selasa  21/7,guna menemui  Kajari  untuk  menya mpaikan  beberapa tuntutan  dengan membentangkan  poster  bertuliskan beraneka  kecaman.  Mereka  men desak  ingin  bertemu  langsung dengan Kajari  dan  menolak  berne gosiasi  dengan  Kasintel  M  Reza Wisnu Wardana  yang  meny  ambut masa.  Waktu  itu  sempat  terjadi ketegangan  namun  beberapa  saat kemudian Kajari berkenan mene mui masa dan  diterima di Aula. Kepada  Kajari,  keluarga korban  menyampaikan  beberapa tuntutan  antara  lain:  Jaminan pengobatan  sampai  sembuh  total (Selama  di  rumah  sakit  dan perawatan  jalan), Kompensasi  cacat permanen,  Ganti  rugi  penghasilan selama  korban belum  bisa   bekerja serta  mengeluarkan  dan  memp erbaiki motar korban yang  sekarang di  tahan  di  Unit  Laka  Polres Kabupaten  Blitar. Ketika ditemi  Radar Minggu Syafrudin  menjelaskan  bahwa kejadian  tersebut  adalah  murni kecelakaan dan itu bisa di alami oleh

siapa  saja.  Syafrudin meminta  agar keluarga  korban  bisa  memahami situasi  ini. Syafrudin  menegaskan pada  prinsipnya  dia  akan bertanggung  jawab sepenuhnya  dan berjanji  akan  menenggung  seluruh biaya  pengobatan  kedua  korban hingga sembuh. ”Sudah,  sudah…  saya  tang gung jawab, semua bisa diselesaikan dengan  baik-baik” kata  Syafrudin kepada masa yang hadir dalam perte muan tersebut.   Pertemuan  berjalan alot  karena  Kajari  tidak  setuju dengan  tuntutan yang  di ajukan dan menolak  membuat  pernyataan tertulis seperti yang di inginkan oleh keluarga  korban.  Dari  empat tuntutan,  Kajari  hanya  menyetujui dua tuntutan  saja yaitu  Membantu pengobatan  sampai  sembuh  serta memperbaiki motor  korban. Kajari sempat  meninggalkan ruangan  dan  minta  perlindungan Kapolresta. Akhirnya  Kasintel  M Reza  yang memfasilitasi pertemuan tersebut. “Saya  harap bisa;;  tenang, Kajari  sudah menyerahkan  masalah ini kepada  saya. Jangan  berlebihan, pokoknya tanggung  jawab dan akan

saya selesaikan  semuanya” jelas  M Reza.  Usai  di  geruduk  masa, akhirnya  Kajari  dan  M  Reza membesuk  korban  ke rumah  sakit. Rencananya  masih  akan  ada pertemuan  lanjutan  antara  Kajari dan keluarga korban setelah Resepsi peringatan  hari Bhakti Adhiyaksa. Dari hasil investigasi  di sekitar lokasi  kejadian di  Desa Bangsri  di ketahui  bahwa  Lestari  memang sering  dikunjungi oleh  orang-orang penting.  Kata  agus, tetangga  dekat Lestari,  belakangan  yanng  sering berkunjung  addalah Rudi  (Kajari, Red)  yang  mengaku dari  Jakarta. Sementara  itu  Lestari  (Tari) ketika di konfirmasi Radar Minggu melalui  HP-nya  mengaku  memang Rudi  sering  ketemu  dia.  “Bapak sering  ketemu  saya,  kadang  juga main  ke  rumah  saya.  Walaupun belum  lama  kenal,  namun  saya merasa  terayomi  ketika  bersama Bapak (Kajari,  Red). Bapak  adalah orang  yang  sabar,  lembut  dan bijaksana.  Beliau sering  menasehati saya  dengan  kata-kata  bijaknya,” tukas  Tari. Yang  lebih  Naas  lagi  adalah Rudianto  alias  Kirun,  menurut Mujiono  pamanya  bahwa  Kirun sebenarnya sudah bekerja di sebuah bengkel ketog magic di Surabaya yang sebentar lagi  akan  menikah.  Kirun pulang  ke  Blitar  dalam  rangka mengurus persiapan pernikah  annya. “Sejak  kecil anak tersebut sudah ikut saya, karena  ibunya sudah meninggal dunia. Sedangkan bapaknya tidak tau entah kemana  karena sejak  bercerai dengan ibunya, ayahnya tidak pernah datang lagi  untuk ngurusi  anaknya,” kata  Mujiono. Tragisnya  Kirun  sudah  pasti kehilangan  pekerjaanya ketika  terjadi kecelakaan  ini.  “Beban  saya  akan semakin  berat  kalau  tidak  ada  ganti rugi selama Kirun belum bisa bekerja. Dengan kejadian ini saya belum tahu apakah  rencana  pernikahannya dilanjutkan atau tidak. Yang jelas, saya masih konsentrasi pada penyembuhan dulu,” JelasMujiono. wah/02 www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

7   Radar Utara

RADAR MINGGU

EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2009 Jatim di Lamongan

Pakde Karwo Terima Lima Rekomendasi Suara Anak LAMONGAN, RM embacaan  Suara Anak  Jawa Timur,Kamis  (6/8)  pecan lalu,  mewarnai  puncak  Hari Anak  Nasional  (HAN)  Jatim  yang dipusatkan  di  Wisata  Bahari Lamongan (WBL). Pembacaan yang kemudian  diserahkan  kepada Gubernur Jatim Soekarwo tersebut berisi  lima  rekomendasi.  Yakni pemyediaan  fasilitas  kota  yang layak untuk anak, pendidikan anak, sosial  budaya yang  terkait  hak-hak anak,  kesehatan  dan  perlindungan untuk  anak  yang  membutuhkan perlindungan  khusus  di  Jatim.    Pembacaan  itu sendiri dilakukan empat duta anak Jatim. Yakni Rendi Aditya  Prayoga,  Elpina, Ardi  Juan Saputra  dan  duta  anak  yang  juga bertindak  sebagai  dirijen  lagu

P

kebangsaan  Mega  Pratidina  Putri. Nama  terakhir  adalah  dirijen  lagu kebangsaan  Indonesia  Raya  pada puncak  peringatan  HAN  nasional di Jakarta.    Puncak HAN Jatim di Lamongan itu  benar-benar  menjadi  harinya

anak-anak di Jatim. Seluruh pengisi dan petugas acara adalah anak-anak berprestasi  di  Jatim.  Mulai  dari pembawa  acaranya  yang  siswa SDN  Jetis  III  Lamongan Ananda Firdausya  Ciptananda  hingga pengisi acara baca puisi oleh Radik

Woro  Dinalar  siswa  SDN  I Kampungdalem  Tulakan  Kab upaten  Tulungagung.  Demikian pula  pembacaan  doa  oleh Muhammad  Khoirul  Rizal  siswa SDN  Kauman  I  Klojen  Kota Malang.       Selain  Soekarwo,  beberapa pejabat Pemprop Jatim hadir dalam kegiatan  tersebut  seperti  Kepala Badan  Pemberdayaan  Perempuan dan Keluarga Berencana Sukesi dan Kepala Dinas Pendidikan Suwanto. Sementara  pejabat  Pemkab Lamongan yang menyambut adalah Bupati  Masfuk,  Wabup  Tsalits Fahami, Ketua DPRd Makin Abbas, Sekkab  Fadeli  serta  sejumlah pejabat  muspida  setempat.       Gubernur  Jatim  dalam  kesemp atan itu kembali sampaikan program

sekolah  gratis  di  Jatim  serta pemberian  gaji  untuk  para  guru sekolah  swasta  terutama  untuk sekolah  yang  tidak  masuk  system pendidikan  nasional.  “2010  nanti semua sekolah wajar 9 tahun gratis. Termasuk  sekolah  yang  tidak memenuhi  syarat  pendidikan.  Saat ini sekolah gratis ini pilot projectnya di  Kabupaten  Sampang  dan Bondowoso.  Sementara  untuk ustadz  yang  biasanya  hanya  digaji Rp  100  hingga  Rp  150  ribu  pada 2010  nanti  minimal  gajinya  akan sama dan  lebih besar  dari UMK,  “ ujar Soekarwo.       Dalam  sebuah  sesi  wawancara dengan  reporter  cilik  Ratu  Tiana, Soekarwo  sampaikan  sekolah  seperti diniyah, salafiah atau sorokan juga akan diurusi  Pemprop  Jatim  bersama

Kabupaten  dan Kota. Untuk  tingkat ula atau setingkat SD akan menerima Rp 15 ribu perbulan. Sementara untuk tingkat  wusto  atau  setingkat Tsanawiyah akan terima Rp 20 hingga 25 ribu  perbulan. “Sekolah  gratis ini termasuk  13 jenis biaya  operasional. Sehingga kalau ada yang masih minta sumbangan ataui ada dermawan yang mau menyumbang harus seijin kepala daerah  melalui  Kepala  Dinas Pendidikan  setempat.  Program  mini diperkiarakan  menelan biaya  Rp  1,3 triliun  yang  akan  disharing  dengan kabupaten/kota  masing-masing  50 persen, “ terang dia.    Namun Soekarwo juga berpesan agar  anak-anak  yang  telah  dididik dengan  cerdas  itu  jangan  sampai melupakan  moral  dan  agama. Menurut  dia,  tidak  ada  gunanya

anak cerdas tapi kalau agama, sopan santun  dan  moralnya  tidak  bagus. “Saya minta bantuan guru, orang tua dan  masyarakat  untuk  jadikan anakanak kita anak yang cerdas tapi santun dan berakhlak mulia. Karena inilah  yang  akan  menjadi  basis pemba  ngunan,  “  pungkasnya.    Acara yang juga dipandu  oleh Ria Enes  bersama  bonekanya  Susan tersebut  diisi  dengan  sejumlah pertunjukan oleh anak-anak siswa TK, TK Luar Biasa (TKLB), SD dan SDLB yang  menjadi  juara  dalam  lomba kreatifitas  siswa  dalam  rangka  HAN Jatim. Sementara kesenian Karawitan dari SDN Lamongrejo Ngimbang dan SDN Candisari II Sambeng Kabupaten Lamongan menutup acara itu dengan lagu  Kupi  Kuwi,  Ilir-ilir  dan  Padang Bulan. ole/02

Operasi Warung Remang- Remang,

Purnabakti Anggota DPRD Lamongan,

Diduga Bocor

Terima Pesangon Rp 448,56 Juta

GRESIK, RM perasi  yang  digelar  oleh Satpol  PP  Pemkab Gresik,  Jawa  Timur,  diduga  bocor,  dan  terkesan  tebang pilih. Pada operasinya pekan lalu, sedikitnya  57  penjaga  warung remang-remang  berhasil  diamankan.  Sebagian  cafe  dan  warung remang- remang   ada yang masih beroperasi,  dan  sebagian  sengaja tidak  dibuka  sebelumnya.  Ke mungkinan  sudah  mendapatkan bocoran, bahwa akan ada razia. Saat melakukan razia pengaman Perda  Gresik  ini,  kabarnya  pihak Satpol PP  tidak menyentuh salah satu cafe di kawasan Tenger yang kabarnya milik salah satu anggota

O

dewan.  Kafe  tersebut  dilengkapi dengan tempat karaoke, diduga tak berijin.  Dilantai  II,  juga  sudah disiapkan  tiga  pramusaji  yang cantik- cantik,  siap  menemani menyanyi  para  tamunya. Kasatpol  PP  Karn o, dikonfirmasi  wartawan  Rabu pekan  lalu    terkait  adanya  beberapa  cafe  yang  masih  beroperasi, mengaku  tidak  pilih-pilih  dalam melakukan operasi tersebut. Pada waktu  itu,  pihaknya  mengaku bekerjasama dengan  tim gabungan polisi,  Garnisun  dan  PM.  “Soal cafe yang belum terkena razia itu, karena keterbatasan anggota yang melakukan  operasi  jumlahnya

sedikit,”  katanya. Pihaknya mengaku akan terus melakukan  razia.  Tidak  hanya bagi yang tidak  mempunyai KTP atau  Kipem  tetap  Gresik  akan diproses,  apalagi  50  persennya WTS   yang  digaruk  ada  yang dibawah umur.  “Selanjutnya, bagi para  WTS  yang  terjaring  ini  kita test  darah,  barang  kali  ada  yang mengidap  penyakit  HIV.  Setelah itu  bagi  pelacur  dibawah  umur, kami  serah kan  ke  p olres, sedangkan  yang  WTS  dan  tidak ber KTP  Gresik juga  diproses ke pengadilan  dengan  tindak  pidana ringan,”  tukasnya. kim/02

Peringati HAN,

KPG dan KA2P Sebar Leaflet GRESIK, RM uluhan  aktivis  wanita Gresik,  Jawa  Timur,  yang tergabung  dalam  Koalisisi Per empuan  G resik  (K PG) bersama  dengan  Komite  Aksi Anak Pantura (KA2P), pekan lalu mengadakan aksi sebarkan leaflet, dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN).  Mereka  berjalalan  dari tiga  titik,   mulai  wilayah Kecamatan  Manyar,  Kebomas dan  dalam kota  Gresik  kemudian berkumpul  di  jalan  Jaksa  agung

P

Soeprapto,  Gresik. Tak  hanya  itu,  bebe  rapa aktivis  kaum  hawa  in i,  juga memberikan selebaran ke beberapa sekolah yang  ada di  wilayah kota Gresik,  dan  beberapa  sekolah pinggiran yang ada di kota pudak ini. Lia Permata Sari koordintor aksi  KPG  menjelaskan,  aksi  ini meruoakan    bentuk  sosialisasi, khususnya  untuk    warga  Gresik dan juga pantura. “Sekarang sudah

ada  wad ah  u ntuk  pen gadu an perempuan  dan  anak  yang  diberi nama  Pusat  Pelayanan  Terpadu, Perlindungan  Perempuan  dan Anak  (P2A  P2T).  jadi  khusus kaum  perempuan,  atau  anak, jangan  takut  kalau  ada  masalah. Kami  siap  mendampingi  anda, karena  semuanya  itu  dilindungi oleh  undang-undang,  terutama ten tang  adanya  KDRT,  atau kekerasan  terhadap  anak.   kim/02

Sumpah Janji PNS

Disaksikan Hewan dan Pohon GRESIK, RM egiatan  di  Permerintahan Kabupaten  Gresik,  Jawa Timur,   yang  sifatnya resmi  biasanya  dilaksanakan  di tempat  tertutup.  Namun,  yang satu ini berbeda dengan biasanya. Yakni,  pelaksanaan  sumpah  janji PN S  di  lingkungan  Pemkab setempat,  di  laksanakan  di  luar gedung.  Dengan  harapan,  selain mereka yang disumpah disaksikan sesama  manusia,  juga  disaksikan oleh  hewan-hewan  dan  pohonpohon  di  sekitarnya.Sehingga, tanggungjawabnya  akan  lebih besar. “ Walaupun  binatang  dan pohon tidak mengerti bahasa kita, namun di akhirat mereka menjadi saksi,”  tutur    Bupati  Gresik  Dr.

K

KH  Robbach  Ma’sum  Drs.  MM saat  pengambilan  sumpah  janji PNS tersebut  di halaman Pemkab setempat,  Kamis  pekan  lalu. Pelaksanaan sumpah janji PNS ini  diikuti  oleh  983   PNS   di lingkngan  Pemkab  Gresik  dan Skretaris  Desa.  Dengan  rincian untuk golongan III sebanyak 210, Golongan II  653 dan  Golongan I sebanyak 120  PNS. Pada kesempatan itu,  Bupati Gresik berharap agar seluruh PNS hendaknya  menyadari  bah wa PNS  adalah  pekerja  yang  lebih banyak  pengabdian  kepada masyarakat.  Untuk  itulah  dalam melaksanakan  pekerjaan  hendaknya  lebih  mementingkan  pelayanan  masyarakat.

“Kabupaten Gresik tahun ini telah  mencanangkan  program peningkatan  disiplin,  pelayanan pub lik  dan  tahu n  pr estasi. Program  ini  hendaknya  menjadi dasar bagi PNS untuk lebih kreatif dan inovatif dalam  pembangunan Gresik  lebih  baik,”  harap  Bupati Robbach. Dia  berpesan,   agar  PNS dalam  melaksan akan   tugas hendaknya  lebih  bertanggung jawab  d engan   Tuh an  YME, meningkatkan  S DM  yang  di miliki,  meningkatkan  pelayanan publik, serta meraih  Prestasi.  Hal ini  sangat  di  butuhkan  sebagai upaya  untuk  mengikuti  perkem ban gan  tehn ologi  yan g  terus berkembang. kim/02

LAMONGAN, RM enurut  Sekretaris D e w a n , H . Moch.Munir  ketika dikonfirmasi  Radar Minggu beberapa  waktu  lalu,  bahwa besaran dana pesangon pimpinan dan setiap anggota dewan berbeda. “untuk  ketua  dan  anggota,  tentu, besarnya  akan  berbeda,”  tukas nya.       Kata  Munir,  secara  rinci, besaran  pesangan  tersebut  enam kali  gaji  pokok  sesuai  dengan jabatannya.  Pesangon  bagi  ketua DPRD  misalnya.  nilainya mencapai Rp 12,6 juta. Anggaran tersebut berasal dari enam kali gaji pokok ketua DPRD yang Rp 2,1 juta per bulan.       Menurut  dia,  pengalokasian uang  jasa  pengabdian  tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerin tah (PP) Nomor 21/2007 perubah an ketiga atas PP Nomor 24/2004 tentang kedudukan keuangan dan protokoler  ketua  dan  anggota

M

Sebanyak empat puluh lima anggota DPRD Lamongan, Jawa Timur, rencananya akan mendapatkan dana purna bakti, yang besar anggaranya mencapai Rp 448,56 juta. Hal ini lebih kecil dibandingkan dengan dana purnabakti DPRD Gresik tetangga Lamongan yang juga diberikan tambahan perumahan tipe 45.Dana pesangon Anggota DPRD Lamongan yang lengser pada 24 Agustus mendatang itu, telah dimasukkan dalam APBD 2009 dengan istilah uang jasa pengabdian. DPRD. ‘’Dalam PP tersebut telah dijelaskan,  alokasi  uang  jasa pengabdian anggota DPRD sebesar enam kali gaji  pokok,’’ tuturnya.       Sementara,  waryawan  Radar Minggu  di  Lamongan  merilis kembali suara Yuna Farhan, Sekjen LSM  Fitra,  (Forum  Indonesia untuk  Transparansi  Anggaran) yang  beralamat  di  Jl.  Duren  Tiga Selatan No. 68A Pancoran Jakarta Selatan,  tentang  dana  purna  bakti atau  pengabdian  yang  disebar  di internet  per  01  Juni  2009.  Dia mengingatkan  terkait  pember lakukan  PP  37  tahun  2006  yang memberikan tunjangan komunikasi intensif (TKI) sebanyak 3 kali uang

representasi  dan  Belanja Penunjang  Operasional  Pimpinan (BPOP)  6  kali  uang  representasi yang dirapel atau dibayarkan mulai Januari  2006.  Namun,  dengan adanya  PP  21  tahun  2007 mengharuskan  DPRD  mengem balikan TKI dan BPOP yang sudah diterima  sebelum  berakhirnya masa jabatan. Dan, hal ini banyak yang belum juga dikembalikan.       Berkaitan  dengan  ini,  Fitra menyatakan  bahwa  dana  TKI merupakan  bentuk  korupsi  yang di  legalkan.  Sesuai  data  BPK  semester  I  dan  Semester  II  tahun 2008,  tercatat  potensi  kerugian daerah  sebesar  Rp.  118,88  miliar

dari  TKI  dan BPOP  di  99  daerah yang  belum  dikembalikan  DPRD ke  Kas  Daerah,  karena  terlanjur diberikan.       Padahal,  jika  melihat  kinerja mayoritas  anggota  DPRD  yang tidak jauh dari 4 D : Duduk, Diam, Dengkur dan Duit. Anggota DPRD yang meminta uang jasa pengabdian mestinya bercermin dulu, apakah mereka  layak  mendapatkan “pesangon”  tersebut.  Pasalnya, kadar pengabdian mereka terhadap masyarakat juga tidak optimal.    LSM Fitra juga menegaskan, para anggota dewan harusnya sebelum mereka  menunt ut  uang  j asa pengabdian, mereka harus terlebih dahulu mengembalikan tunjangan komunikasi intensif sesuai Surat Edaran  Mendagri  No  700/08/sj yang memberikan tenggat waktu paling lambat satu bulan sebelum berakhirnya  masa  tugas  mereka kepada kas daerah. ole/02

Perubahan APBD 2009 (PAK) Lamongan,

Anggaran defisit Rp 53.8 M LAMONGAN, RM apatParipu rna p e m b a h a s a n Perubahan APBD  2009 Lamongan, Rabu pecan lalu, resmi disetujui  semua  fraksi  DPRD setempat, Kini,  tinggal menunggu terbitnya  surat  keputusan Gubernur Jawa Timur.       Dalam  Pendapat  Akhir  (PA) Panitia  Anggaran  atau  Pang  gar yang  disampaikan  mela  lui Sekretaris  Panggar  Sutar-djo Syafi’ie  disebutkan  pendapatan daerah Lamong-an dalam PAPBD ditargetkan  menjadi  sebesar  Rp 968.718.005.262,-.  Sebelumnya dalam APBD  2009,  pendapatan daerah  ditetapkan  sebesar  Rp 856.326.113.982,-.  Kemudian belanja daerah sebelum perubahan sebesar Rp 902.049.976.53,- naik me njadi Rp 1.022.553. 510.909,pada  PAPBD.           Dengan  tingkat  realisasi pendapatan  daerah  dan  belanja daerah  tersebut,  maka  terdapat defisit  anggaran  sebesar  Rp 53.835.505.647,-  Sedangkan jumlah  pembiayaan  netto  setelah perubahan  sebesar  Rp 53.835.505.647,  sehingga  sisa lebih  pembiayaan anggaran  tahun berkenaan (SILPA) menjadi Nol.       Meski  secara  bulat  disetujui,

R

fraksi-fraksi  dewan  misalnya FPAN  lewat  juru  bicaranya Muhammad  Saikun  menghimbau eksekutif  agar  di  sektor  ekonomi melakukan  langkah-langkah perlindungan  terhadap  pelaku bisnis lokal agar bisa meningkatkan daya  saing  yang  keberlanjutan, misalnya  pelaku  Usaha  Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui peningkatan  kompetensi  managerial,  teknologi  informasi  serta peningkatan  kreatifitas  produksi.    Sementara FPGolkar lewat juru bicaranya  Moechsin  berharap dengan volumenya yang mneingkat menjadi lebih dari Rp 1 triliun, agar dimasa  mendatang  lebih ditingkatkan  lagi.  Terutama  dari sektor  pendapatan  asli  daerah (PAD).  Selanjutnya  dia  berharap pembanguan  yang  berwawasan lingkungan  yang  sehat  agar  lebih mendapat  perhatian.       Terkait  bidang  pendidikan, Nipbianto,  juru  bicarqa  FPDIP sampaikan  masih  banyaknya keluhan  masyarakat  perihal tingginya  biaya  pungutan  sekolah yang seringkali dalam bentuk biaya ekstrakulikuler,  uang  gedung  dan pembelian  perlengkapan  pengaja ran yang harganya jauh dari harga pasar. “Saudara Bupati diharapkan

lakukan  penindakan  pada  aparat penyelenggara  pendidikan  yang lakukan pembebanan pembiayaan secara terselubung. Demikian pula Dewan  Pendidikan  agar  berperan dalam  menyikapi  berbagai persoalan pendidikan, “  ujar dia.      Sedangkan  FPKB melalui  juru bicaranya  Supriyadi  mengkritisi pelaksanaan  program  parkir berlangganan. “Mengingat banyak nya  keluhan  masyarakat  terhadap parkir  berlangganan,  barangkali sudah  sattanya  Perda  tentang parkir  berlangganan  tersebut ditinjau  kembali,  “  ungkap  dia. Supriyadi  juga  mempertanyakan pencanangan  tahun  kualitas pembangunan  infrastruktur  pada tahun  2007  yang  sampai  saat  ini belum  menunjukkan  hasil  nyata. Hal  tersebut  diungkapkannya nampak  dari  tingkat  kerusakan jalan  maupun  gedung  yang dibangun.    Bupati Lamongan Masfuk dalam pidatonya  menyampaikan  terima kasihnya atas masukan dari fraksifraksi  dan  panggar,  masukan tersebut  sebagai  bahan  untuk pembangunan Lamongan kedepan.       Menurutnya  selama  ini  telah terjalin sinergitas dalam hubungan yang  saling  mendukung  antara

eksekutif dan legislatif. Disinggung Masfuk,  pemerintah  daerah  tetap akan  berupaya  melakukan percepatan  pembangunan  Kuro/ New Sembayat Barrage agar segera dinikmati masyarakat. Baik sebagai sumber  air  baku,  irigasi  maupun sebagai pengendalian banjir. ole/02

“ anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. dan seringkali anda menghindari orang yang tidak anda sukai, padahal dari dialah anda akan mengenal sudut pandang yang baru --Mario Teguh--

PEMBERITAHUAN Dalam Rangka peningkatan penegakan peraturan perundang-undangan Pemerintah Kabupaten Gresik, menyelengarakan workshop Penyidik Pegawai Negeri Sipil ( PPNS). Apabila mengetahui adanya pelanggaran, agar melaporkan melalui kotak pos 115.

Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten Gresik www.radarm inggu.tk

tahun depan “ ujanya


8   Radar Timur

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. RADAR MINGGU

EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

Pembangunan Jembatan Cakang Mandiri

Hasil Swadaya Dua Desa JEMBER, RM

J

a r g o n memb  angun  desa m e n a t a k o t a untuk  kemakmuran  bersama tampaknya  benar-benar  ingin dituntaskan  oleh  Bupati  MZA Djalal.  Tampaknya,  walau  tidak semua  janjinya  dapat  dipenuhi, namun paling tidak, langkah Awal yanag  dilakukannya  cukup menjadi  stimulan  bagi  masyar akat  Jember  khususnya  di  pede saan  untuk  terus  melanjutkan pembangunan  yang  telah dikerjakannya selama ini. Seperti saat ini, Selasa (30/6) lalu, Djalal memulai pembangunan Jembatan yang dapat menghubungkan Desa Cangkring dan Desa Kawan grejo, dengan meletakkan batu pertama. Jembatan  tersebut  dibangun dengan  swadaya  antara  kedua warga desa tersebut, hal itu sesuai dengan  ruh  jargon  yang digaungkannya selama ini.

      Menurutnya,  pembangunan jembatan ini  selain untuk  kepentingan dunia, juga merupakan  ibadah  karena setiap  langkah  orang  yang  melewati jembatan ini, ketika itu juga Allah SWT akan memberikan balasan kepada para penggagas, pelaksana dan semua pihak yang  ikut  membangun  jembatan Cakang  Mandiri  ini.  Apalagi  ada beberapa  pihak  yang  merelakan sebagian  tanahnya  untuk  dibuat  jalan tembus agar  jembatan  ini  bisa  dilalui. “Karena  kalau  jembatannya  selesai, tapi tidak ada jalannya maka jembatan ini tidak akan berfungsi,”  katanya.    Ternyata kata Djalal walau jauh dari tengah kota dan pedalaman, semangat gotong royong masyarakat sangat tinggi untuk  berbuat  amar makruf nahi munkar. Dan pembangunan jembatan Cakang Mandiri ini merupakan sejarah pertama kalinya bahwa kerjasama dan koordinasi antara dua kecamatan untuk mewujudkan  jembatan  ini  guna memperlancar  arus  transportasi  dan

Terkait Hari Koperasi ke 62

Kecil-Kecil Cabe Rawit Diluncurkan

perekonomian dengan membangun jembatan  penghubung  dapat terwujud.  “Sangat  sulit  memang untuk mewujudkan itu, namun apa yang  dilakukan  2  kecamatan  ini patut  menjadi  contoh  bagi  daerah lainnya,”  pintanya.         Bupati  Djalal  yakin  kalau  saja pola pembangunan secara swadaya ini dapat dilaksanakan dengan baik, niscaya  usaha  untuk  mewujudkan kesejahteraan  dan  kemakmuran masyarakat,  tanpa  menunggu  dari atas akan segera dapat diraih. “Terus kembangkan  upaya  gotong  royong dalam  segala  pembangunan  di Kabupaten  Jember  ini,”  harap Djalal.       “Saya  sebagai  Bupati  Jember merasa  sangat  berdosa  apabila melihat  rakyatnya  bersemangat untuk  membangun,  tetapi  hanya tinggal  diam  dan  untuk  itu  sesuai dengan semboyan membangun desa menata  kota  untuk  kemakmuran

bersama,  saya  berjanji  ketika pembangunan jembatan ini selesai maka jalan yang  ada akan diaspal kurang  lebih  sepanjang  2,5  km,” janjinya.         Menurut  Kepala  Dinas  PU Bina  Marga,  Ir.  Djuwarto mengatakan  secara  tehnis pembangunan jembatan ini bagian bawah  menggunakan  konstruksi pasang  batu  dengan  pondasi langsung, sedangkan bangunan atas menggunakan  komposite  yaitu berupa  gelagar  baja  dan  beton dengan    bentang  jembatan sepanjang 15 meter dan lebar 3,6 meter  termasuk  pagar jembatannya.       Sedangkan  untuk  tehnis pelaksanaan  pembangunan jembatan  ini,  Dinas  PU  Bina Marga Jember menugaskan 2 orang pengamat  masing-masing  dari kecamatan  Mumbulsari  dan Jenggawah  untuk  memandu

pelaksanaan  sesuai  dengan ketentuan.  “Pengawas  lapangan, tenaganya  tidak  usah  dibayar,  jadi mereka  ikut  membantu  dalam swadaya  masyarakat,”  jelasnya.       Sementara  itu  Kabag  Humas Agoes  Slameto  yang  mengikuti rombongan  Bupati  mengatakan bahwa  pola  pembangunan  yang diterapkan  dalam  penyelesaian jembatan  ini  merupakan  contoh yang  b aik,   karen a  semu a p eker jaann ya  d ilaksanakan secar a  swad aya  masyar akat. “Sebab dua desa, Cangkring dan K awan gr ejo  mereka  sep akat u n tu k  b erin vestasi  d alam membu ka  akses  tr anspor tasi, p end id ikan   d an  p er eko n o miannya,”  jelasnya.       Lebih  jauh  diharapkan  Bupati Jember MZA Djalal melalui Kabag Humas  bahwa  dengan  pola pembangunan seperti ini merupakan pioner  pembangunan  untuk

mempercepat  kesejah  teraan masyarakat  Jember.  Untuk  itu Bupati Djalal minta agar jembatan yang sudah dibangun ini dirawat dan dipelihara dengan baik, karena ribuan bahkan jutaan orang akan melewati  dan  memanfaatkan jembatan  ini,  sehingga  dengan keikhlasan  masyarakat  akan mendapat pahala dari Alloh SWT sepanjang umur jembatan ini.       Agoes  Slameto  juga  menilai dengan  adanya  pemba  ngunan jembatan  ini  yang  dikerjakan secara  swadaya  membuktikan bahwa  sikap  gotong  royong t ernyat a  masih  me ngakar  di Kabupat en  Je mber  ini.  “D an ini  harus  menjadi  contoh  bagi dae rah  lainnya  untuk mel akukan  pe mbangunan serupa  di wi l ayahnya,” pint anya.    Hal senada juga dis ampaikan Ketua Badan Kerjasama, Nurul

JCC Buka Inovasi Entertaiment Masa Depan JEMBER, RM er o b o san –ter o b o san tampaknya bisa  diperoleh di  era  pemerintahan Bupati  MZA Djalal.  Kalau  dalam beberapa hari lalu, Jember mampu menggaet  investor  asal  Tiongkok untuk membanagun  pabrik semen Puger,  kini  dengan  digelarnya Jember City Carnaval  (JCC), diharapkan  ada  terobosan  baru dibidang  entertain.    JCC merupakan salah satu acara unggulan  selain  Jember Fashion Carnaval  (JFC),  yang  naganaganya  juga  diharapkan  mampu menjadi  ikon  bagi  kota  Jember sendiri.  Kegiatan  yang melibatkan beberapa  kabupaten  itu  sangat menarik  animo  masyarakat,  baik masyarakat Jember sendiri maupun dari luar Jember.  Banyak diantara mereka  sudah  datang  sejak  pagi atau  siang  hari  hanya  demi menyaksikan  JCC  dari  dekat. Seperti  yang  terlihat,  Sabtu  (4/7) malam  lalu.  Kota  Jember  sejak pukul  3  sore  dibanjiri  oleh  tamu dari  berbagai  daerah  seperti Banyuwangi,  Bondowoso, Lumajang, Situbondo bahkan dari Surabaya.  Mereka  ingin  melihat JCC yang tahun ini mendatangkan Drumband  dari  Akpol  yang menurunkan  lebih  350  personil. Bahkan,  drumband  yang  dikenal dengan sebutan “Cendrawasih” ini mampu  menyedot  perhatian  ibuibu  yang  punya  anak  gadis  usia sekolah.  Beberapa  diantaranya, sengaja datang ke alun-alun untuk melihat  dari  dekat  penampilan mereka.       Seperti  yang  disampaikan  Bu Nia,  47.  Ibu  yang  tampak  cantik disuia senja ini sengaja datang dari Probolinggo  dengan  dua  anak gadisnya.  Mereka  begitu gandrung, bahkan terkean over saat

T

Bupati  Hasan  saat  melihat-lihat  hasil  produk  UKM PROBOLINGGO, RM erangkaian  kegiatan memperingati  Hari Koperasi  ke  62  digelar oleh  Dinas  Koperasi,  Usaha Kecil  dan  Menengah  Kabu paten Probolinggo, Jawa Timur. Setelah  tasyakuran  yang dilaksanakan  Senin  pekan  lalu, dua  hari  kemudian,  Dinas Koperasi, UKM menggelar tiga kegiatan yang dikemas menjadi satu paket acara. Yakni seminar, peluncuran  buku  dan  pengu kuhan  pengurus  Dekop-inda.      Acara  yang  dilaksanakan  di gedung Islamic Center Kraksaan tersebut  diawali  dengan pengukuhan  pimpinan  Dewan Koperasi  Indonesia  (Dekopinda)  Kabupaten  Probolinggo periode 2009-2014 oleh Bupati Hasan.  Pimpinan  Dekopinda yang  dikukuhkan  oleh  Bupati Hasan  sebanyak  enam  orang dengan  ketua  Joko  Rokhani Sanjaya.       Usai  melantik  pengurus Dekpinda,  dilanjutkan  dengan peluncuran  buku  “Kecil-Kecil Cabe Rawit” yang disusun oleh Dinas Koperasi UKM. Buku ini mengekspos  UKM  yang  tetap eksis  di  tengah  gempuran  krisi ekonomi  global.  Peluncuran ditandai dengan penandatangan dua  buku  oleh  Bupati  Hasan yang  sekanjutnya  diserahkan kepada  Pimpinan  Bank  Jatim Cabang Kraksaan Novianto dan narasumber  seminar  Prof.  Dr. J.G.  Nirbito,  M.Pd  dari Universitas  Malang.    Pada kesempatann itu,Bupati Hasan  mengingatkan  agar peringatan  yang  diaksanakan setiap  tahun  hendaknya  bukan saja  kegiatan  seremonial  rutin, tetapi  dimaksudkan  untuk memberi makna yang dalam agar lebih  meningkatkan  etos  kerja dan  kinerja  seluruh  jajaran gerakan  koperasi.       “Eksistensi  Koperasi,  Usaha Kecil  dan  Menengah  sangat strategis  karena  potensinya besar  dalam  menggerakkan kegiatan sekaligus dapat menjadi tumpuan  dalam  meningkatkan kesejahteran  masyarakat”,  ujar Bupati  Hasan.       Dengan  berkembangnaya koperasi dan UKM diharapkan dapat  membantu  mengurangi kemiskinan dan perluasan usaha yang memungkinkan terbukanya lapangan  kerja  dan  wirausaha baru.       Untuk  membantu  koperasi agar  lebih  berkembang  dan akhirnya  menjadi  koperasi mandiri,  pemerintah  daerah telah  melakukan  langkahlangkah  pembenahan  melalui program  dan  kegiatan  untuk mendorong percepatan pember dayan  koperasi  dan  UKM. Antara  lain  melalui  perkuatan permodalan yang didanai APBD

S

sejak 2002 s/d 2009 sebesar Rp. 27,3 miliar  dalam  bentuk  kredit  modal dengan jumlah penerima 2.671 UKM, 61 lembaga Koperasi dan 55 lembaga ekonomi  produktif.         “Dorongan  dan  stimulan  dari pemerintah  daerah  hendaknya  tidak membuat  koperasi  terus  bergantung pada  bantuan  pemerintah  melainkan harus  menunjukkan  sikap  keman dirian  dan  keunggulan  dalam mengembangkan usaha yang dikelola serta  kemampuan  untuk  menangkap peluang dan sumber daya usaha yang ada”, tegas Bupati Hasan.    Diluncurkannya buku “Kecil-Kecil Cabe  Rawit”  mendapat  apresiasi khusus dari Bupati Hasan. “Buku ini merupakan  bukti  bahwa  pemerintah daerah  telah  bersungguh-sungguh membina  UKM  sebagai  perwujudan ekonomi  kerakyatan”,  terang  orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo ini.       Sementara  itu  Kepala  Dinas Koperasi  UKM  Sidik  Widjanarko menjelaskan peringatan Hari Koperasi yang puncaknya dilaksanakan di GIC tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi  dan  dorongan  kepada gerakan koperasi dan masyarakat agar dapat  lebih  meningkatkan  kese jahteraan anggotanya dan masyarakat sekitar.  “Dengan  momentum  pering atan  Hari  Koperasi  ini  diharapkan terwujud keterpaduan pemerintah dan gerakan  koperasi  untuk  terus bersama-sama  meningkatkan  kinerja koperasi  menuju  koperasi  yang mandiri dengan tetap memperhatikan jati dirinya”, jelas Sidik.       Untuk  memberikan  pencerahan kepada  masyarakat  khususnya  insan koperasi  Kabupaten  Probolinggo tentang  jati  diri  koperasi  pada  era otonomi daerah dan ekonomi global, pada kesempatan tersebut juga digelar seminar  perkoperasian  dengan  tema “Arah  Kebijakan  dan  Aktualisasi Jatidiri  dalam  Kepemimpinan Koperasi  di  Era  Otonomi  Daerah”. Bertindak  sebagai  narasumber  pada seminar  yang  dimoderatori  Ismail Pandji tersebut  adalah Prof.  Dr.  J.G. Nirbito,  M.Pd  dosen  Pasca  Sarjana dan FE Universitas Malang yang juga sebagai  dewan  pakar  pada Dekopinprov  Jatim.      Hari  itu  juga diserahkan  beberapa penghargaan kepada koperasi dengan peringkat  tertinggi  tahun  2009  yaitu peringkat  pertama  KUD  Argopuro Krucil  mendapatkan  piagam penghargaan  dan  uang  pembinaan sebesar  Rp.  5  juta,  peringkat  kedua Koperasi  Karyawan  Sasa  Inti mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp. 3,5 juta dan  peringkat  ketiga  Koperasi  Pasar Maju  bersama  Pasar  Semampir Kraksaan  mendapatkan  piagam penghargaaan  dan  uang  pembinaan sebesar Rp. 2,5 juta .    Selain itu terdapat dua lembaga yang statusnya  menjadi  badan  hukum koperasi  yaitu  KSP  Amanah  Keca matan  Tegalsiwalan  dan  KSU  Sejah tera Mandiri Kecamatan Leces.exi/02

Lu tf i  b ahwa  p emb an gun an jembatan ini  akan  menelan  biaya sebesar Rp 1 M dan direncanakan akan  selesai  d alam  5   bu lan kedep an   dan   selu r u h   biaya ter seb u t  d ip er o leh  d an d iku mp u lkan   d ari  swadaya masyar akat  d itamb ah   d engan APBD-Des  kedua  desa  tersebut. “Sedangkan  seluruh  biaya  tenaga dan konsumsi dilaksanakan secara swadaya  mur n i  masyar akat, ” jelasnya    Ditanya mengapa jem-batan ini diberi  nama  Cakan g  M and ir i, Nurul  Lutfi  mengatakan  bahwa nama tersebut diambil dari bahasa Madura  yang  berarti  kreatif  dan juga  bisa  menjadi  sebutan  dari Can gkr in g- Kawan g  Rejo , sedangkan Mandiri berarti seluruh p em- b an gun an n ya  d ilaku kan secar a  mur n i  swad aya  masy arakat. Gsr/Sut

salah satu peserta JCC parade sepeda tua yang pelopori kepala dinas pendidikan Drs Ahmad Sudiyono Msi melihat  Drumband  kebanggan polisi itu. Kepada wartawan koran ini,  Bu  Nia  mengatakan,  dirinya sengaja  datang untuk  melihat  dari dekat  anak-anak Akpol,  selain  itu dia ingin memberi  motivasi kedua anak gadisnya agar  dapat menjadi seperti  mereka.  “Asal  saya  dari Probolinggo  bawa  kendaraan sendiri,  masuk  Jember  sekitar pukul 4 sore, jadi kami masih bisa nyantai, baru habis maghrib, kami siap di Jalan Raya Sultan Agung,” ungkapnya.    Pagelaran JCC malam itu diawali oleh  atraksi  cantik  Drumband Cendrawaih, kemudian diikuti oleh Komunitas Sepeda  Tua Indonesia (KOSTI)  yang  dimotori  oleh Drs.Achmad  Sudiono,  yang  juga Kepala  Dinas  Pendidikan. Rombongan KOSTI itu melakukan atraksi  yang  cukup  memukau penonton,  persis  di  depan

pendopo  mereka  melakukan gerakan  menghormat pada  Bupati MZA  Djalal,  yang  duduk dipangung  VVIP,  bersama undangan lainnya.   Kemegahan  JCC  menarik Kabupaten  tetangga  seperti Kabupaten  Jembrana,  Bali, Kabupaten  Bondowoso,  dan Kabupaten  Banyuwangi  juga menurunkan beberapa seni budaya daerah  setempat,  antara  lain Kesenian Gandrung (Banyuwangi), kesenian Laras Agung (Jembrana) dan  Krida  Budaya  (Bondowoso). Ketiga  kabupaten  tetangga  ini terlihat  antuasias  sekali  dalam menampilkan  atraksi  seni  budaya mereka di hadapan Bupati Jember, MZA  Djalal.  Tampaknya,  Bupati Djalal  begitu  menikmati  sajian gemulai  penari  Gandrung  dari Banyuwangi,  hingga  memaksanya untuk  turun  dari  panggung

Ibu  Difitnah  Nyantet, Anak Lapor Polisi Anak mana yang tega membiarkan ibunya diperlakukan tidak baik. Itulah yang dilakukan anak Suma’inah yang tidak terima ibunya difitnah sebagai tukang santet oleh tetangganya berinisial H. Sol. Demi membela orang yang telah melahirkan dan membesarkannya itu, ia pun melaporkan tetangganya itu kepada pihak yang berwajib. SITUBONDO, RM rofesi  Suma’inah  alias  Bu Marsuto  (58)  yang  sehariharinya sebagai tukang pijat anak,  telah  dicemarkan  oleh tetangganya sendiri, H. Sol (49) di lingkungan RT 01,  RW 02 Dusun Taman,  Desa  Blitok,  Kecamatan Bungatan, Situbondo, Jawa Timur. Akibat  nya,  banyak  pelanggan yang biasa pijat ke tempatnya kini beralih ke  tempat lain. B er d a s ar ka n   in f o r m as i ya n g   b e r h as il  d iku m p u lk an Rad ar M ing gu ,   b ahwa Suma’inah yang sudah bercucu satu  tersebut  telah  dicemarkan nama baiknya dan dituduh oleh H.  Sol  sebagai  tukang  santet. Memperoleh  perlakuan  seperti itu ,   a n a kn y a  y an g  s em at a wayang  pun  tidak  terima  dan a kh ir n ya   m ela p o r k a n   p e r bu atan   tidak  menyenan  gkan

P

yang di lakukan oleh H. Sol itu kepada  Polsek  Bungatan. Sebagaimana  pengakuan Suma’inah  saat  ditemui  Radar Minggu di  rumahnya  membe narkan  tuduhan  yang  dialamatkan padanya.  “Iya  benar,  saya  telah difitnah oleh H. Sol tetangga saya, karena  saya  dianggap  punya  ilmu santet,”  ujarnya. Ia  juga  menyatakan,  bahwa fitnah  yang  diterimanya  itu, memutarbalikkan  fakta.  “Katanya setelah  saya  pijat  dengan  minyak urut  yang  selalu  saya  pakai  untuk memijat,  ia  sering  sakit-sakitan. Padahal,  saya  baru  kali  itu  saja memijat  H.  Sol  kok  tiba-tiba difitnah punya ilmu santet,” keluh Suma’inah pada Radar Minggu. Mendengar  dirinya  difit-nah seperti ini, akhirnya anak lelakinya tidak  terima  dan  langsung

melaporkan  per-buatan  H.  Sol kepada polisi, Senin (03/7) lalu ke Polsek  Bungatan.   “Sebelumnya  kami  sekeluarga sempat bercek cok mulut di Balai Desa Blitok, sedang saksi ketika  saya  dituduh  punya  ilmu santet  di  balai  desa  yakni  Pak Kepala Desa Blitok,  H. Jamil dan Pak Kepala Dusun. Dan akibat dari perbuatan H. Sol itu, orang-orang yang  mem-beli  jasa  pijat  kepada saya  jadi  sepi.  Untuk  itulah  anak saya  melap  orkannya  kepada polisi,”  lanjutnya. Sementara itu H. Sol saat akan dikonfirmasi  atas tudingan  dirinya memfitnah dirinya belum bersedia. Sedangkan  Kapol  sek  Bungatan, AKP.  Karyoto  ketika  akan dikonfirmasi  juga  sedang  tidak berada di tempat. sun

kehormatan untuk berjabat tangan sebagai  tanda  penghormatan kepada para peserta  yang ada.         Kabag.  Humas  Pemkab Jember,  Drs.  Agoes  Slameto mengatakan,  Pemkab  Jember sangat  berterima  kasih  sekali kepada  seluruh  masyarakat Jember,  khususnya  pada  para peserta  pawai  JCC  ini.  Tak ketinggalan  juga,  Agoes menyampaikan  rasa  hormatnya

mewakili  Pemkab  Jember  kapada seluruh para aparat keamanan serta partisipasi  seluruh  masyarakat Jember, karena bersama-sama telah menjaga kamanan dan ketertiban saat acara berlangsung. Ini menunjukkan bahwa  BBJ  sendiri  memang  telah menjadi  bagian  dari  masyarakat Jember secara keseluruhan. Bahkan menurut  Agoes,  dengan  ikut andilnya  tiga  kabupaten  tetangga tersebut, memberikan sebuah realita tersendiri,  bahwa  BBJ  memang benar-benar  telah  dikenal  oleh masyarakat  nasional,  bahkan  telah menjadi  sebuah  konsumsi  hiburan tersendiri  bagi  seluruh  masyarakat yang ada.       Kenyataan  ini,  lanjutnya, mengisyaratkan  agar  BBJ  dengan segala  sajiannya  itu  memang  harus terus dilestarikan sebagai bagian dari pelestarian  seni,  kerasi,  budaya masyarakat setempat, dan nasional.         “Pada  intinya,  BBJ  sebagai sebuah manajemen dalam perayaan HUT RI tersebut, nyata-nyata telah memberikan  sajian  hiburan  yang mengusung  kebudayaan  berbagai etnis, seni, dan kreasi generasi muda, diharapkan  mampu  mempe  rkena lkan  Jember  lewat  inovasi-inovasi entertainment yang akan menghiasi khasanah  budaya  Indonesia.  Tak ketinggalan pula seni barongsai dari Persatuan  Tionghoa  Indonesi  juga ikut ambil bagian,” tegas Agoes. Sut

JJC Selangkah Lagi Antar Jember Go Internasional JEMBER, RM eboh  dan  sepektakuler!,  tampaknya  kalimat  itulah  yang  pas disampaikan,  ketika  mata  telanjang  kita  menatap  kagum, keindahan  berbagai  seni  yang  ditampilkan  pada  ajang  Jember City Carnaval (JCC),  Sabtu (4/7) lalu. Dilepas oleh Sekab Jember dari GOR PKPSO, Kaliwates, peserta JJC berjalan menuju alun-alun Jember yang berjarak 4 km.     Acara yang dikemas dalam kegiatan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) tersebut  mampu  menyedot  perhatian  publik.  Bahkan,  tak  tanggungtanggung,  sekitar  50  ribu  pasang  mata  menikmati  pagelaran  JJC  yang diramaikan  dengan  Drumband  Cendrawasih  dari Akademi  Kepolisian Semarang.    Pantauan wartawan koran ini dilapangan menyebutkan, bahwa JJC cukup meykinkan masyarakat Jember, dengan target untuk menjual potensi Jember kedepan. BBJ yang digagas oleh MZA Djalal, Bupati Jember memiliki 3 pilar,  pertama  adalah  Historis,  dinama  BBJ  yang  didalamnya  termasuki JJC  merupakan  sebuah  kegiatan  agustusan  yang  biasa  diperingati  untuk menghormati pahlawan perjuangan bangsa. Kedua pilar ekonomi, dimana dengan  digelarnya  kegiatan  yang  bertaraf  internasional  itu  diharapkan mampu menumbuhkan sektor ekonomi kerakyatan, dan yang terakhir adalah pilar prestasi. Disinilah dapat dijadikan ajang untuk menunjukan berbagai prestasi yang  mampu dihasilkan  oleh anak-anak Jember.    Agoes Slameto,  Kabag Humas  Pemkab Jember  mengatakan, event JCC  ini  merupakan  bagian  dari  sebuah  event  yang  disebut  Bulan Berkunjung ke Jember atau yang dikenal dengan BBJ. Dimana event ini diharapkan  mampu  membawa nama Jember  ke manca  negara. Selain itu, BBJ diharapkan mampu menarik minat investor untuk menanamkan modalnya  ke  Jember.  Itu  semua  bisa  terjadi,  jika  seluruh  lapisan masyarakat  secara bersama-sama ikut membangun Jember  dari segala sisi. Tidak hanya dari sisi fashion saja, dari sisi wisata juga diharapkan mampu mewarnai, sehingga kecantikan alam Jember dapat ikut terangkat mendekati kebesaran  Pulau Dewata.       Selanjutnya,  BBJ  juga  diharapkan  mampu  mendorong  semakin cepatnya  Jember  Go  Internsional,  sebab  dengan  semakin  eksisnya kegiatan  BBJ  diseluruh  penjuru  dunia,  tidak  menutup  kemungkinan Jember  bakal semakin  cepat Go Internasional.gsr

H

www.radarm inggu.tk


9   Radar Barat Kasus P2SEM, Kajati Tidak    Tebang Pilih MADIUN, RM. epala Kejaksaan Tinggi (Kajati)Jatim Zulkarnain menegaskan kasus  Program  Penanganan Sosial  Ekonomi  Masyarakat (P2SEM) tidak ada tebang pilih. Termasuk  menyangkut penahanan  mantan  Ketua DPRD  Jatim  Fathurrosjid. Sedangkan  mantan  maupun anggota  DPRD  Jatim  lain  yg diduga terlibat sam[ai sekarang belum ditahan.      ’Tidak ada itu istilah tebang pilih,  kami  tetap  tangani  kasus sesuai prosedur. Kami tidak bisa asal  menahan,  sebab  harus didukung alat bukti kuat. Meski, ada  indikasi  kuat  seseorang diduga terlibat, harus dibuktikan dengan  berbagai  alat  bukti,’ ujarnya,  usai  salat  Jum’at  di Kejaksaan  Negeri  (Kejari) Madiun, Jum’at (24/7).       Dan sampai sekarang belum ada  tersangka  lain,  menurut Zulkarnain  karena  masih memerlukan pendalaman hingga pengumpulan  bukti  tambahan. “Jadi jika ada anggapan tebang

K

pilih,  itu  salah  besar dan  tidak benar.  Begitu  juga  soal  belum diperiksanya  anggota  DPRD Jatim  lainnya,”  tegasnya.  Dan juga disampaikan kalau kasus ini belum tentu dilakukan oleh 100 anggota DPRD Jatim. Sehingga tidak perlu semua  atau mantan diperiksa,’ tandasnya.       Menjawab  pertanyaan  soal kejadian  yg  menimpa  Kajari Blitar  menabrak  pengendara motor  hingga  mengalami  luka serius.  Saat  Kajari  Blitar  usai mengunjungi  rumah  seorang janda.  Kajati  Jatim  hanya melempar  tersenyum  sambil menjawab  kalau  semua  sudah nggak ada masalah, masalahnya sudah selesai, ujarnya singkat.       Mengenai  permasalahan tersebut,  Kajati  tidak  sampai memberikan sanksi kepada Kajari Blitar. Tetapi yang bersangkutan sudah dimintai keterangan Tim Kejati  Jatim.  Usai  melakukan kunjungan  di  Kajari  Madiun, hari  itu  juga  Kajati  langsung melucur ke Kajari Magetan den gan kegi atan yang sama. -dio

S

masyarakat  harus  cerdas.  Pem erintah Kabupaten Malang menyam but baik bantuan rumah pintar dari SIKIB. “Saya berharap bantuan ini tidak berhenti sampai disini tapi ada program-program bantuan lanjutan. Dan  kepada  masyarakat  yang menerima  bantuan  semoga  bisa memanfatkan dengan baik.”himbau Bupati.           Kata  Bupati,  rumah  pintar merupakan bagian dari program Indonesia Pintar yang digagas oleh Ibu Ani  Bambang  Yudoyono.  Tujuan nya  untuk menjangkau yang tidak terjangkau. Untuk memberd ayakan masyarakat  melalui  pendidi  kan. Mobil pintar akan aktif mendatangi masyarkat. Rumah  pintar  memang untuk disiapkan daerah-daerah yang memang  kurang.  Kurang  bukan dalam  arti  kata  sarana  pendidikan nya tapi untuk  membuka wawasan

Mapolsek Gempol, Peringati HUT Bhayangkara PASURUAN, RM

M

eski  agak  terlambat, a c a r a H U T Bhayangkara  yang dikemas dalam bentuk tasyakuran tersebut tidak mengurangi suasana akrab  dan  bersahabat  diantara para  undangan  yang  hadir. Kapolsek  Gempol  AKP.  Drs. Taufik Yulianto mengungkapkan, keterlambatan  penyelenggaraan

kan  rasa  terima  kasihnya  kepada jajaran  Muspika  Gempol,  para Kades, tokoh masyarakat dan juga elemen  masyarakat  yang  lain  atas bantuannya  sehingga  tercipta suasana  kondusif  dan  aman  saat Pilleg  dan  Pilpres  kemarin, terutama  di  wilayah  Gempol.    Acara ini juga dihadiri Muspika Gempol,  diantaranya  nampak

tasyakuran  HUT  Bhayangkara  ini disebabkan karena adanya tugas dan kewajiban  polisi  yang  belum tuntas  pada  saat  itu.    AKP Taufik menjelaskan, acara tasyakuran  dalam  rangka  HUT Bhayangkara  ini  sebagai  perwu judan  rasa  syukur  Kapolsek Gempol  beserta  jajarannya  atas hari  jadi  Polri  ke  63.  Juga  rasa syukur  karena  mampu  menjalan kan tugas, terutama tugas pengama nan  selama  Pilleg  dan  Pipres kemarin, sehingga situasi keamanan wilayah  Gempol  aman  dan terkendali.       Dalam  kesempatan  tersebut Akp.Drs.Taufik  juga  menyampai

hadir  Danramil  Gempol  Kapten Achmad  Mubarrok  dan  Camat Gempol  Drs.  Agus  Supriyanto. Hadir  pula  para  Kepala  Desa  se Kecamatan  Gempol,  para purnawirawan  Polri,  Ibu-ibu Bhayangkari,  dan    tokoh  masyar akat.  Diantara  yang  hadir  juga nampak petinggi Polri dari Pusdik Brimob  Kompol  Baramula, Kapolsek  Beji AKP.  Sayudi  dan Kapolsek Bangil AKP. Suprihatin.       Acara  yang  mengambil  tema “Dengan  semangat  HUT  Bhayang kara  ke  63,  semoga  polisi  semakin dekat dengan masya rakat”. “Adapun implementasinya dekat dengan masya rakat  adalah,  dengan  meningkatkan

 TUNJUKAN  BB: Kapolresta Madiun AKBP  Aldrin  Hutabarat  tengah menunjukan barang bukti

pukul 21.00 rumah itu tetap aman, tidak terjadi apapun.  Karena rasa was-was,  membuat  si  korban sekitar  pukul  22.00  melaporkan ke  Mapolsekta  Kartoharjo.       Atas  laporan  itu,  tambahnya, petugas  langsu ng  memin ta bantuan  Tim  Gegana  Brimob Polda  Jatim,  Kompi  C  di  Kota Mad iun.   Usai  dilaku kan penyisiran  sekitar  20  menit  dan dinyatakan  aman.  Disamping  itu petugas  intelejen  juga  melakukan

penyelidikan  dengan  memintai keterangan  sejumlah saksi.       Hasilnya,  ternyata  nomor ponsel  dipakai  milik  ibu  pelaku. Dan  saat  dimintai  keterangan, pelaku  memakai  ponsel  itu  saat digeletakan   untuk  menon ton televisi.  Perbuatan  itu  dilakukan pelaku hanya sekadar iseng untuk ditujukan kepada temannya (anak Ny  Ida guru ngaji) sekaligus guru di  salah  satu  SMP  Negeri  Jiwan, Kabupaten  Madiun.

     Dari hasil pemeriksaan, pelaku terinspirasi  melakukan  teror  bom akibat  melihat  tayangan  televisi mengenai  seputar  teror   bom. Turut disita petugas ponsel Nokia tipe  3610  dan  sim  card  milik  ibu pelaku, termasuk Nokia 2300 plus sim  car d  milik  korb an  atau pelapor.  Kemudian  bu kti pembelian  sim  card  dari  counter penjualan pulsa dan sim card yang lokasinya  tidak  jauh  dari  rumah pelaku.       ”Pelaku  kami  jerat  pasal  335 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal  setahu n  ku rungan penjara.  Meski  begitu,  pelaku tidak  kami  tahan,  karena  masih anak-anak atau belum cukup umur dan kasusnya bukan berat, pelaku cukup   dikenakan  wajib  lapor seminggu 2 kali,” ujar Kapolresta Madiun lagi.        A ta s  k ej ad ian   it u ,   ia b er h a r ap   k e p a d a  o r a n g tu a

LINTAS  RADAR Terkait Konversi Mitan ke Elpiji

Biomas, Solusi Terbaik Bagi Warga Miskin di Situbondo SITUBONDO,RM

P

Salah  Satu  Kompor  Yang Akan  Disosialisasikan  Pemda Kab. Situbondo yang  lebih  luas,  tidak  sekedar pendidikan formal. “Dan, disini yang belajar tidak hanya anaknya tapi juga ibu dan bapaknya bisa belajar bersama,” ucap Bupati.      “Program ini nantinya juga akan terus berlanjut, tidak hanya sampai disini. Tapi nanti juga akan ada pela tihan tutor dan sebaga inya, ”Terang Nurhayati  Ali  Assegaf,  Msi  yang selain sebagai salah satu perwakilan dari SIKIB, juga sebagai Calon DPR RI  terpilih  dari  partai  Demokrat. ito/02

ada  2009  ini,   Pemkab Situbondo,  Jawa  Timur, sudah  mulai  menyosialisasikan  pengalihan  penggunaan minyak tanah ke gas elpiji. Sayangnya, rencana  konversi  mitan  ke  gas  elpiji itu  nampaknya  akan  menemukan kendala.  Terutama  pada  keluarga miskin  di  pelosok  desa.  Untuk mengatasi  hal  ini,  pihak  Pemda setempat  sudah  mengupayakan solusinya.      Menurut Anton,  salah satu  warga Desa/  Kecamatan  Mangaran,  jika nantinya  konversi  minyak  tanah  ke gas  benar-benar  dilakukan,  warga miskin  di  desa  banyak  yang  kurang bisa menerima. “Kalau minyak tanah, walapun mahal kan bisa dibeli 1 liter atau  setengah  liter  saja. Tapi,  kalau nantinya menggunakan gas, kan harus menggunakan  uang  yang  cukup banyak,”  kata Anton.

   Berkaitan dengan ini, masyarakat tak perlu  resah.  Masalahnya,  Tehnologi Tepat  Guna  (TTG)  pada  Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (BPMP) Situbondo, telah menemukan alternatif baru, bagi warga miskin  yang  memang  tidak  mampu untuk menggunakan gas elpiji. Ada dua kompor yang nantinya bisa digunakan warga miskin sebagai alternatif konfersi mitan  ke  gas  elpiji.  Dua  kompor  ini adalah kompor bio  mas, kompor bio mas  ini  menggunakan  bahan  bakar berupa  serbuk  hasil  penggergajian kayu.       Sedang  nilai  ekonomisnya,  1  sak serbuk yang banyak dijual di beberapa pasar kampung harganya adalah Rp 3 ribu. Dan,  1 sak ini dapat digunakan untuk memasak selama dua minggu.     Adapun yang satunya  kompor bio ethanol.  Kompor  jenis  ini menggunakan  bahan  bakar  dari hasil

Raih  Penghargaan  IMP,

P

emer intah Ko ta Probolinggo,  Jawa  Timur, patut   diacungi  jempol. Karena,  selama  tahun  2009  meraih penghargaan serta keberhasilan, yakni meraih  penghargaan  dalam  bidang inovasi manajemen perkotaan (IMP) terbilang  membanggakan.  Kota Mangga  ini  menyabet  dua  kategori sekaligus dalam penghargaan IMP itu.         Kota  Probolinggo  telahberhasil menyabet penghargaan IMP ranking I  bidang  penataan  Ruang Terbuka Hijau  (RTH)  dan  ranking  II  bidang Sanitasi  Sub  Bidang  Pengelolaan Sampah Perkotaan.         Ketika  menerima  penghargaan tersebut, Wali Kota Buchori mengaku sangat  terharu.  “Saya  betul-betul sangat bangga dan terharu. Ini semua berkat  dukungan  dan  kerja  sama seluruh  masyarakat  Kota Probolinggo. Terimakasih banyak atas partisipasi  masy  arakat  hingga  Kota Probolinggo bisa meraih penghargaan

penyulingan  dari  tetes  tebu,  maupun penyulingan  dari  beberapa  buahbuahan. “Untuk yang jenis ini, harus membutuhkan  alat  penyulingan,  dan itu  harganya  agak  mahal,”  terang Kasubid TTG, Aji Subarno.     Untuk     rencana selanjutnya, kata Aji,  pihaknya  akan  mengupayakan untuk  bisa  memproduksi  ethanol dengan cara yang lebih ekonomis,Agar nantinya  dengan  cara   alternatif, bagaimana bio ethanol itu bisa dibuat dengan  tidak  membutuhkan  biaya mahal, dan harga ethanol dapat ditekan agar harganya bisa terjangkau.    Kendala lainnya adalah kompor itu sendiri,  kompor  yang  bentuknya hampir sama dengan kompor berbahan bakar  mitan  tersebut,  harus  di  dapat di daerah Jawa tengah. Namun, dalam waktu  dekat  ini,  TTG  berjanji  akan mengupayakan,  bagaimana  warga miskin dapat membuat  kompor itu.    “Di Situbondo ini kan banyak tukang tambal panci, nah itu bisanya mampu untuk  membuat  kompor,di  samping

untuk  berhati-hati  mengawasi pemakaian  ponsel  pada  anaka n a kn ya .   B eg itu   j u g a   s aa t melihat  tayangan televisi,  agar anak  didampingi  serta  selektif s et ia p   m elih a t   t ay a n g an . “Meski  pelaku  tid ak  ditahan, p ro ses  h u ku m  ter us  dilan ju t kan,”  tandasnya.       Aksi  teror  bom  diwilayah hukum Polresta Madiun itu adalah ke-2,  sebelumnya  13  Juni  lalu Universitas  Katolik  Wid ya Mandala  (UKWM)  juga  diteror aksi  serupa.  Akhirnya,  pelaku diketahui  mahasiswanya  sendiri, terungkap  atau  ditangkap  lebih sebulan setelah kejadian. –dio SATU ATAP ...DARI HAL 11

atap tersebut, anak-anak  bisa menda patkan  pendidikan  9  tahun,  serta kebera  daannya    sekol  ah  sangat strategis.       Secara  geografis,  Desa  Jipurapah sangat jauh dari pusat kota kecamatan, namun  prestasi  sekolah  satu  atap  di desa  itu cukup  membanggakan.  Hal ini terlihat dari 30 SD/MI yang berada di  wilayah  Kecamatan  Plandaan, sekolah  atu  atap  tersebut  masuk nominasi 10 besar. Untuk pelaksanaan kegiatan  belajar  –  mengajar    sudah menyamai sekolah reguler.       Sudaryono  mengungkapkan, walaupun lembaga yang baru berdiri seumur jugung,  sekola-han yang  dia pimmpin ini  sudah diminati oleh anakanak yang bertempat tinggal di sekitar lingkugan  hutan.  Oleh  sebab  itu, pihaknya  meminta  kepada  pem erintah  Kabupaten  Jombang  dan Dinas  terkait    agar  lebih  mem perhatikannya. Karena, untuk tenaga pendidiknya  masih  ban-yak  yang honorer. Sekolah tersebut juga masih kekurangan sarana prasarana, berupa gedung LAB dua lokal, karena jumlah siswanya sudah mencapai 161 anak. bud/02 itu bisa membuka lapangan keja serta peluang  untuk  para  tukang  tambal panci (Patre),” tukasnya.   Sementara perbedaan kompor bio ethanol dengan kompor  mitan  adalah  sumbunya. Kompor ini justru tidak menggunakan sumbu.  sun/02

Satpam YPTT Dianiaya Preman

Wali Kota Buchori Terharu PROBOLINGGO,RM

PONPES... DARI HAL 06

Kapolsek  Gempol  Akp.  Drs.  Taufik  Yulianto  memberikan  potongan nasi  tumpeng  pertama  kepada  Bripda.M.  Fauzan  anggota  Polsek Gempol  yang  paling  muda

RADAR MINGGU

EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

Anak SD Pelaku Teror Bom MADIUN, RM. Peneror  tidak  hanya  dilakukan orang dewasa saja, anak kecil pun juga  bisa melakukan  hal  tersebut. Seperti yang terjadi pada IYS (9), laki-laki bocah kelas IV salah satu SDN   Rejomulyo,  Kecamatan Kartoharjo,  Kota Madiun,  Kamis (30 /7)  pukul  03. 00,  anak  itu ditangkap  p etugas  Reskr im Polresta  Madiun.  Sang  bocah ditangkap,  karena  menteror  bom tetangganya sendiri, yang tidak lain guru ngaji sendiri.       ”Rabu  malam  (29/7)  sekitar puku  20 .50,   kor ban  Ny  Ani Idayanti  warga  Jalan  Bumijaya, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoh arjo ,  Ko ta  M adiu n, menerima  pesan singkat  atau  sms melalui telepon seluler yang berisi ancaman  bom,”  jelas  Kapolresta Madiun  AKBP Aldrin  Hutabarat, Jum’at (30/7).       Sedangkan  isi  pesan  singkat dengan  kalimat  “Awas,  rumahmu ada  bom,  Saya  Nusradi,  Sekitar Jam 9 Rumahmu Hancur”. Begitu korban menerima sms itu langsung ketakutan  d an  mengu ngsi  ke rumah  tetangga.  Namun  hingga

Srigonco Dapat Bantuan Perlengkapan Rupin MALANG,RM etelah  sebelumnya  di kabupaten  Malang,Jawa Timur,  dibangun  rumah pintar  (Rupin)  yang  ada  di Kecamatan  Karangploso,  pada Senin  pekan  lalu,  Kabupaten Malang  menerima  bantuan  pera latan  rumah  pintar.  Bantuan  ter sebut  berasal dari   Solidaritas  IstriIstri  Kabinet  Bersatu  (SIKIB).      Bantuan diberikan langsung oleh Nurhayati Ali Assegaf,  Msi  selaku perwakilan  dari  SIKIB  kepada Kepala  Desa  Srigonco  Kecamatan Bantur. Proses penyerahan bantuan yang berlangsung di Gedung Graha Profesi  di  Jalan  LA  Sucipto  itu dihadiri  langsung  oleh  Bupati Malang, H. Sujud Pribadi, SE.           Pada  kesempatan  itu  Bupati mengatakan, seiring dengan per kem bangan  jaman,  kita  dituntut  untuk bisa  besaing.  Maka  dari  itu

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

di tingkat nasional,” ungkap Wali Kota pekan lalu.         Wali  Kota  Buchori  menerima langsung  dua  penghargaan  itu  dari Mendagri Mardianto di hotel Golden Butik, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.  Dia  menerima  penghargaan bersama  delapan  kepala  daerah  lain. S epertiP ekalongan, Balikpapan,Pontianak,  Banjarbaru, Cimahi, Padang, dan Bau-Bau.     Penilaian IMP dibagi menjadi empat bidang  yaitu  sanitasi, penataan ruang terbuka hijau, pemanfaatan ruang dan penataan kawasan kumuh di kawasan perkotaan. Dari empat bidang itu, Kota Probolinggo berhasil meraih dua bidang.       Kepada  Wartawan  Buchori mengatakan,   didapatkannya  dua penghargaan  tingkat  nasional  ini menjadi  tantangan  tersendiri  untuk Kota  Probolinggo.  Supaya  terus berbenah  diri,  semakin  membe rikan inovasi  dalam  segala  bidang  dengan dukungan dari masyarakat.

   “Dalam tahun 2009 ini  yang saya rasakan  ini  sangat  luar  biasa.  Dulu, Kota  Probolinggo  hanya  dipandang sebelah  mata  oleh  khalayak. Tetapi sekarang  Kota  Probolinggo  sudah semakin dikenal. Kami sudah dikenal dengan ikon seribu taman dan ruang terbuka hijaunya,” kata Buchori.       Rencana  ke  depannya,  Kota Probolinggo  tidak  akan  punya lahan tanah yang nganggur. Lingkungan harus diperhatikan untuk anak cucu di masa depan.  Ke  depannya,  Buchori  juga ingin konsen dalam RTH di kota ini.     Serta paling tidak, lanjutnya,  lima tahun  ke  depan  bukan  hanya kecamatan  yang  punya  taman. Kelurahan juga harus ada ruang terbuka hijau. Atas rencana tersebut, menurut Wali Kota, Dirjen Bina Pembangunan Daerah  Syamsul Arief  Rivai  sangat mengapresiasi.    “Semangat mengelola lingkungan, bersama  pemerintah  dan  dukungan masyarakat harus ada, demi anak cucu kita. Menyelamatkan lingku ngan juga termasuk  sunah  Rasul,  yang  selalu mengutamakan  penye  lamatan lingkungan sekita rmnya,”  ungkapnya exi/02

MALANG, RM a s i b m a l a n g d i a l a m i o l e h Sumar (46) warga Wandan puro,  Kecamatan  Bulu  lawang, Kabupaten  Malang,  Jawa  Timur. Dia yang bekerja sebagai Satpam di Yayasan  Pendidikan  Tehnologi Turen  (YPTT)  yang  berada dikawasan Jl P.Sudirman, Turen itu, pada Rabu 29 Juli lalu sekitar pukul 07.00  telah  menjadi  korban pengeroyokan yang di lakukan oleh preman  yang  me  nyamar  sebagai Satpam yang disewa oleh Yarkasi.       Preman yang memukul Sumar tersebut  diketahui bernama Dima. Dia  memukul korban dengan tangan kosong  hingga  mengakibat  kan korban mengalami luka  lecet pada bibir, siku tangan sebelah kanan dan kaki sebelah kanan. Anehnya, pihak kepolisian  Turen    seakan    tutup mata  dan   tidak  melerai  perbuatan tersebut  hingga  mengakibatkan Sumar  luka  parah dan   dibawa ke Rumah Sakit Bokor Turen .       Diduga, perbuatan anarkis dan pengeroyokan  tersebut  dipicu  oleh perebutan  jabatan  ketua  Yayasan

N

   Dengan kemampuan berhasa arab dan iggris yang mahir, diharapakan para  santri  nantinya  mampu berkomunikasi  dengan  dunia  luar, di  era  globalisasi.  Ada  pun  kitab kuning yang disajikan kepada para santri  dengan  kedekatan kontektual,  diharapkan  juga  para santri  mampu  menda’wahkan  dan mengaplikasi  kan  ajaran  Islanm yang  sesuai  dengan  perkenbangan zaman.       Ponpes    tersebut  selain mremperdalam  bahasa  dan  kitab kuning.  Diantaranya,  Alqur’an sebagai  dasar,  Fiqih,Tauhid, Aqidah,  Hadis,  Aqlaq  taklim, Amtsilati.  (cara  membaca  cepat kitab kunig ), dan sebagai kelanjutan pelajaran  kitab  –  kitab  dari  imam yang  lainnya.  Para  santri  juga menerima  pelajaran  ektrakulikuler seperti bahasa Arab dan ingris yang dilengkapim  Lab  Bahasa,  tahlil, manaqib, dibaiyah, serta komputer.             Ponpes  tersebut  dalam pembinaannya  terhadap  santrinya

mengunakan  sistem,  para santri  diperlakukan  layaknya hambah Allah yang punya jati diri.  Para  santri  untuk berdemokarasi  dengan mengedepankan  nilai-nilai ahlaqul karimah ala pesan tren. Santri  juga  diperlakukan aturan-aturan  khusus  dalam kehidupan  kesehariannya untuk mmembina mental dan kesadaran  pribadinya.       Dalam  komunikasi  para santri  diwajiban  berbicara dengan bahasa Inggris dan Arab antar  teman.  Seta menggunakan  metode  dari Depag membaca kitab dengan sisrem Antsilati.        Menurut Drs, Ach  Hasan M.PDi,  pengasuhnya,  jumlah santri  si  ponpes  ini  sebanyak 130,  75  santri  putra  dan  55 santri  putri,  berasal  dari Jombang  dan  sekitarnya, bahkan ada  yang  berasal dari luar  pulau  seperti  Papua, Sumatra, Kalimatan . bud/02

pelayanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Taufik.    Terkait kejadian bom Jakarta di hotel JW.  Marriot  dan  Ritz  Carlton, Kapolsek  meminta  kepada  masyara kat dan memerintahkan kepada anak buahnya  agar  mening  katkan kewaspadaan.

      P ad a  kesemp atan   itu , Camat  Gempol  D rs.  Agus Sup riyanto  yang  mewakili M u spika,   men gu ca  p kan 200 Stand yang sudah terlaksana, 60 Stand sudah laku terima  kasih  kepada  semua pihak,  atas  kerjasama  yang                            Ir. Dendik Sunarto SH terjalin cukup baik selama ini.                          Direktur CV. Adin Sejahtera abi/anm

yang  dilakukan  oleh  Yarkasi  cs. Untuk  menduduki  jabatan  sebagai ketua Yayasan , Yarkasi tidak segan –  sagan  menyewa  preman  untuk mengusir kepala sekolah yang sah.    Ketua yayasan atau pendiri Yaya san Soetoro menyesalkan perbuatan yang  dilakukan  oleh  Yarkasi  cs tersebut.” Saya sangat menyesalkan berbuatan  yang  dilakukan  oleh Yarkasi dan teman  – temanya yang sangat  tidak  terpuji,  yang  dengan berani  melanggar  hukum  dengan memukul  kepala  Satpam    hingga masuk  rumah  sakit.  Dimana  letak Nurani  mereka,  “  Sesal  Soetoro Pendiri Yayasan Teknologi Turen  .       Kasus  penganiayaan  ini  di laporkan ke pihak berwajib pada 30 Juli lalu,  dan kini ditangani oleh Aiptu Hartono.  ito/02

CV. ADIN SEJAHTERA Perdagangan umum, Developer/Contractor, Suplier Jln. Pajaran Ds. Peterongan, Kec. Peterongan, Kab. Jombang

Menyediakan/Melayani  : STAND PASAR WISATA DESA PETERONGAN Spesifikasi  Teknik

HARGA STAND   PASAR  WISATA

- Pondasi      : Batu kali - Stuktur       : Kontruksi beton bertulang - Dinding      : Bata merah - Lantai         : Kramik 30 x 30 cm - Atap           : Eternit - Pintu          : Roling door - Cat             : Paragon/setara

No       Jenis Stand              Type         Ukuran                                       Uang Muka                     Masa kredit/Bulan                                                                                                                                                            12 bulan           24 bulan  1         Tertutup Modern      12          3x4      m       Rp. 22     juta Rp. 11.000.000           Rp. 1.054.166     Rp. 595.833  2         Tertutup Standart     12          3x4      m       Rp.18,5   juta Rp.   9.250.000;          Rp.    886.500     Rp. 501.000  3         Terbuka                     6            2x2,75  m       Rp.7,5    juta Rp.   7.500.000;          Rp.    359.375     Rp.  203.125 Kentuan/Syarat  memiliki 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Tunai  keras  dapat  diskon  10  –  25  % Tunai  diangsur  4x  (bulan)  diskon  10%  tanpa  bunga   Kredit  uang  muka  50%  dapat  diangsung  3x  (bulan)  sisa  diangsur  1  tahun   Booking  stand  tertutup  Rp.  5  juta  dan  terbuka  Rp.  1  juta   Biaya  administrasi  Rp.  250.000  (terbuka)  dan  tertup  Rp,  100.000 Harga  tersebut  belum  termasuk  Notaris,  sebesar  Rp.  250.000  tertutup  sedangkan  untuk  terbuka  Rp. 200.000,  dan  buku  pemilikan  stand  Rp.  100.000  dengan  syarat  menyerahkan  foto  copy  KTP,  KSK sebanyak  2  lenbar  dan  pas  foto  ukuran  4x6  3  lembar.

Segera Hubungi : Bag. Pemasaran Havy   031 78002838, 71671752, Tohari   0321 6990658 www.radarm inggu.tk


10  Suramadu

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. RADAR MINGGU EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

KAPAL MOJOPAHIT AKAN DIBUAT DI KAWASAN WISATA SUMENEP

  SUMENEP. RM alah  satu  tempat  wisata  di Sumenep  akan  menjadi tempat pembuatan   benda purbakala  sebuah  perahu  pada masa  kerajaan  Majapahit.  Hal  itu diketahui  setelah  pihak  Dinas Kebudayaan  Pariwisata,  Pemuda dan  Olahraga  (Disbudparpora) Kabupaten  Sumenep  diundang Direktorat  Jenderal  (Dirjen) Kebudayaan  dan  Purbakala  pada

S

  Kepala  Disbudparpora Kabupaten  Sumenep,  Drs.  Ec. H. Moh.  Nasir, MM

SUARA PENDIDIKAN

akhir  bulan  Juni lalu,  tepatnya  29 Juni  2009  di  ruang  Rapat  Dirjen Sejarah dan Purbala.     Hal  tersebut  diakui  Kepala Disbudparpora  Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Moh. Nasir, MM kepada media ini , Sabtu (11/ 07).  Menurutnya,  dalam  rapat tersebut di sepakati, tempat wisata di  Kabupaten  Sumenep  akan menjadi  tempat  dibuatnya  sebuah perahu  mirip  perahu  pada  masa Mojopahit  yang  dianggap memiliki  nilai  sejarah   tersebut. Sebab,  selama  ini  dari  beberapa peneliti  baik  dalam  dan  luar

negeri banyak ditemukan berbagai macam  benda-benda  purbakala  di kepulauan yang ada di Sumenep.     “Ini  sebuah  gagasan  dari  Dirjen Sejarah  dan  Purbakala  bersama Komunitas  Peduli  Mojopahit. Disamping juga merupakan bentuk perwujudan  kerjasama  antara Jepang  dan  Indonesia  untuk melestarikan  keberadaan  bendabenda purbakala di Indonesia,”ujar H. Moh. Nasir.   Dijelaskan, saat ini masih mencari betuk  kapal  tempo  doeloe  itu bersama  para  pakar  sejarah  yang ada di beberapa perguruan tinggi di

Indonesia.  Diantaranya  dari  ITS, UNDIP  dan  UI.  Disamping  itu juga  mendatangkan  pakar  sejarah dan  peneliti  benda-benda bersejarah dari Prancis dan Jerman.   Sedangkan mengenai bentuk kapal yang  akan  digarap  oleh  para pengrajin  asli  putera  daerah Sumenep  sendiri,  diperkirakan panjang perahu 20 hingga 25 meter dengan lebar menyesuaikan, dan 2 hingga  3  tiang  layar  berbentuk persegi.  Sedangkan  bentuk  tubuh kapal  berbentuk  V2  endit,  serta berbagai  bentuk  yang  akan dipertimbangkan  dalam

pelaksanaannya.   Diperkirakan pada awal Oktober 2009  jelas  H.  Moh.  Nasir  sudah mulai di garap. Diharapkan, dengan dibuatnya  perahu  Kerajaan Mojopahit  tersebut  akan berdampak pada kunjungan wisata, baik  dalam  maupun  luar  negeri. Sebab, diperkirakan pasca realisasi Jembatan Suramadu, diperki rakan kunjungan  wisata  ke  Madu-ra, khususnya  ke  Sumenep  akan menjadi  tujuan  para  wisatawan, karena jarak dengan ibu kota Jatim sudah  tidak  terhalang  oleh  lautan lagi.  Ren

Drs. KH. Busyro Kharim, MSi, Ketua DPRD Sumenep

227 Siswa di Sidoarjo  Ikut Pesta Seni SIDOARJO, RM ombongan   227  siswa, mulai  tingkat  SD/MI hingga SMA/SMK/MA di Kabupaten  Sidoarjo,Jawa  Timur, dipastikan  dikirim  ke  Surabaya untuk mengikuti Pekan Seni Pelajar tingkat  Jawa  Timur  23  –  26  Juli 2009 di Kota Surabaya.      Mereka  akan  mengikuti  lomba maupun  festival  kesenian  pelajar yang  diselenggarakan  Dinas Pendidikan  Provinsi  Jawa  Timur.     Kabid  Pendidikan Non  Formal dan  Informal  Dinas  Pendidikan Kabupaten  Sidoarjo  Djoko Supriyadi,  lomba  ini  diselengga rakan  setidaknya  untuk  menum buhkan  kemampuan  siswa  dan mengembangkan  potensi  kreativi tas  siswa  pada  kesenian.

R

Pembangunan Pelra Kalianget Perlu Dilanjutkan      “Mereka  didampingi sekitar  73 guru.  Lomba yang  akan diikuti  ada sebelas jenis lomba dan festival yakni, lomba seni lukis, seni patung, festival teater, lomba  samroh,  festival  seni pertunjukkan tetembangan,�� lomba paduan suara, puisi, tari, desain poster dan desain tekstil,” ungkap  Djoko.      Sementara  itum Bupati  Sidoarjo Drs.  Win  Hendrarso,  MSi  yang menyaksikan  latihan  pematangan para  siswa  itu menitipkan  kepada seluruh  siswa  untuk  bisa bersemangat  mengikuti  lomba nanti.      Bupati  Win  Hendrarso  juga mengajak  kepada  siswa  untuk tetap  bersemangat  dan  sungguhsungguh. “Jangan takut dan jangan grogi  ya,”  pesan  Win  Hendrarso. krs/02 

Jumlah Siswa Baru Naik 60% Sekolah Kesulitan Ruang dan Bangku SUMENEP, RM ekolah Dasar Negeri (SDN) Kalianget  Timur  II, Kabupaten  Sumenep,  Jawa Timur,  terus  melakukan  pembena han  untuk  menarik  minat  siswa untuk  betah  dan  rajin  ke  sekolah. Salah satunya dengan memberikan kebebasan  bagi  siswa  untuk berkreasi  dan  mengikuti  berbagai kegiatan  ekstrakurikuler  yang  ada di sekolah tersebut. Seperti halnya Pramuka,  Kesenian  dan  sebagai nya.     Kepala SDN Kaltim  II, Aliman ketika ditemui , Jum,at pekan lalu mengungkapkan, dengan memberik an  porsi  kegiatan  yang  disenangi oleh siswa, menjadikan sekolahnya tetap dipercaya oleh para orang tua siswa  untuk  menyekolahkan putra-putrinya  di  sekolah  yang berdekaan  dengan  kantor  Kec amatan  Kalianget  tersebut.    “Terbukti untuk siswa baru yang masuk  pada  tahun  ini  mengalami peningkatan hingga 60% dari tahun sebelumnya, yakni dari tahun 2008 hanya  sebanyak  14  siswa,  tahun 2009  ini  mencapai  34  siswa,”ujar Aliman.       Sebenarnya,  menurut Aliman, dengan  banyaknya  jumlah  sisiwa di  sekolahnya  merupakan persoalan  juga bagi  pihak  sekolah untuk  menampung  siswa  sesuai jumlah ruang dan bangku yang ada. Sebab  selama  ini,  sarana  sekolah yang  ada  di  pusat  pelabuhan Kalianget ini masih kurang. Sebab, beberapa kelas masih harus disekat untuk  menampung  siswa  kelas lain.  Karena keberadaan kelas mem ang  belum  mencukupi  untuk kapasitas 6 kelas mulai dari kelas I hingga kelas VI.    Karena itu Aliman berharap, akan

S

ada relokasi pembangunan penam bahan  kelas  baru,  untuk  menam pung  keberadaan  siswa.  Bahkan jika perlu pembang unannya di buat bertingkat  seperti  di  sekolahsekolah  yang  ada  di  perkotaan. Sebab,  diakui Aliman  luas  areal sekolahnya yang ada di pinggir jalan dan  dekat  pemukiman  penduduk sangat sempit,  sehingga tidak  bisa melakukan penambahan bangunan diareal baru.       Sebenarnya  tegas  Aliman, pihaknya  sudah  melaporkan  kondisi  sekolah  tersebut  sejak beberapa  tahun  lalu,  Namun, hingga  saat  ini  masih  belum  bisa terealisasi,  kemungkinan  dengan adanya  program  rehabilitasi sekolah  yang  belum  masuk  skala prioritas. Sementara diakui Aliman, SDN  Kalianget  Timur  II  sangat layak  menjadi  sekolah  favorit, karena  keberadaannya  dan  ketika dilihat sejarahnya sekolah tersebut merupakan  cikal  bakal  berdirinya sekolah  SD  negeri  lainnya  di Kalianget  Timur.       Di  tengah  kondisi  makin ketatnya  persaingan  sekolah untuk  mendapat  simpati masyarakat,  Namun  disisi  lain sarana  dan  prasarana  yang  kurang memadai menjadi persoalan  ketika siswa  tidak  dapat  tertampung dnegan  baik  di  sekolah.  Sebab, diakui  Aliman  berbagai  upaya pendekatan  yang  dilakukan sekolah,  baik  kepada  orang  tua siswa  dan  beberapa  TK  dan  RA yang ada di sekitar sekolah. Sebab, jika  tidak  sekolah  akan  sulit diminati  dan  ujung-ujungnya ketika  kekurangan  siswa  akan dilakukan  regrouping,  yang tentunya  akan  membawa  dampak kurang baik  bagi siswa.  ren/02    

Pelabuhan rakyat (PELRA) Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, kini kondisinya cukup memperihatinkan. Hal ini masih menunggu pembangunan lanjutan yang memang direncanakan dibangun secara bertahap. Namun,  karena terjadi kasus yang melibatkan pihak rekanan dan konsultan pelaksana. Maka, hingga saat ini proses pembangunannya masih terkatung-katung.

SUMENEP, RM elih at  kondisi  tersebut, akhirnya  Ketua  DPRD Sumenep, Drs. KH. Busyro Kharim,  MSi  berharap,  bahwa pembangu nan  Pelra  dapat  dil an jutkan  dengan  melakukan  loby-loby kembali  ke  pusat  maupun  Dinas Propinsi  Jatim.  “Pembangunan Pelra  Kalianget  itu  perlu  dila njutkan,”  tegas  Ketua  DPRD  yang sudah dua kali menjabat ini di ruang loby  Kantor  DPRD  Sumenep,  Rabu pekann  lalu.       Menurutnya,  akses  pelabuhan rakyat  di  Kalianget  kedepan  akan memiliki  akses  lebih  luas  lagi. Bahkan  dengan  berfungsin ya jembatan Suramadu akses pelabuhan Kalianget  akan  semakin  pesat. Bahkan  su dah  ada  rencana  akan didirikan  pusat  perbelanjaan  besar, yang  akan  banyak  mengirimkan barang-barang ke berbagai kepulauan di  Sumenep.       “Dengan  perkembangan  pasca Suramadu  jelas pelabuhan  Kalianget nantinya  ju ga  akan  kecipratan

 Suasana di Pelabuhan Rakyat Sumenep yang kini cuk lup mempriha tink an Inzet : Ketua DPRD Sumenep

M

dengan  padatnya  akses  penye berangan  keberbagai  pulau  di Sumenep,  bahkan  bisa  keluar daerah,”ujar  Politisi  PKB  ini.       Ditanya  mengenai  kasus  yang terjadi  pada  pembangunan  Pelra

Kejari Sidoarjo Periksa Penerima Dana P2SEM SIDOARJO, RM ana  P2SEM  (Program Pemberdayaan  Ekonomi Sosial  Masyarakat) senilai Rp 250  juta yang mengalir ke salah satu LSM Sidoarjo bakal diusut penggunan nya.Kasi Pidsus Kejari  Sidoarjo,  Sugeng  Riyanta menjelaskan  pihaknya  akan menelusuri  terkait  dana  yang diterima oleh LSM yang berkantor di Tanggulangin.    Tiga orang saksi (dua perempuan dan  satu  laki-laki)  dari  LSM Sidoarjo  dalam  kasus  program pemberdayaan  sosial  ekonomi

D

masyarakat (P2SEM) dan mener ima aliran dana sebesar Rp 250 juta memenuhi  panggilan pihak  Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo.       Ketiganya  hadir  di  Kejari se ki t a r  puk ul   10 . 0 0   WIB . Menjalani pemeriksaan hingga pukul  15.30.  Yang  memeriksa Kasi  Pidsus  Kejari  Sidoarjo sendiri yakni Sugeng Riyanta.     Kasi  Pidsus  Kejari  Sidoarjo Sugeng  R iya nt a   meme ri ksa setiap  orang  saksi  diperiksa se ki t a r  ti ga   j am.   Ad a  1 5 pertanyaan  yang  kami  sampa

J

dutakabupaten  /  Kota  di  Jatim merupakan  Kasek  yang  masuk kategori Sekolah  Standar Nasional (SSN)  maupun  Sekolah Berstandart  Internasional  (SBI).       Rupanya,  perjuangan  Kasek yang  low  profile  ini  juga  tidaklah sia-sia.  dari  38  kabupaten  /  Kota Kasek  SMP  Negeri  Nunggunung ini  berhasil  meraih  peringkat  11. Kepada news room, Faris Mshudi mengaku apa  yang diraih  tersebut merupakan  kebanggan  tersendiri, meskipun belum di 10 besar. Sebab, mayoritas  merpakan  Kasek  SSN dan SBI.       “Saya  bersyukur,  jangankan sudah  dapat  tempat  diperingkat  11,  menjadi  duta  Sumenep ketingkat  Jatimpun  kami  sudah senang dan merupakan kebanggaan tersendiri, untuk semakin lebih giat lagi melaksanakan kinerja di sekolah dan terus berjuang meraih prestasi sekolah  dan  siswa,”ujarnya BACA SEKOLAH... HAL 11

ikan.  “Dari  jawaban  tiga  saksi (pengurus  LSM )  t e rse but , semaki  jelas  indikasi  terjadi t i nd a k   pid a na   k orupsi , ” ungkapnya.    “Nanti kalau sudah ditetapkan  sebagai  tersangka, akan diinfo rmasikan. “Terutama nama LSM nya,” lanjut Sugeng.    Sugeng juga mengaku, mulanya mengira kasus itu rumit. Namun, dari keterangan ketiganya, terlihat bahwa  kasus  sangat  sederhana. “Pasti sebentar lagi sudah ada yang menyandang  status  tersangka,” terangnya.  krs/02

Gardu Panel Listrik RSUD Sidoarjo Meledak  

          SIDOARJO,RM. ardu  Panel  listrik  yang berada di RSUD terbakar sekitar pukul 04.30 WIB. Akibat  kebakaran  panel  listrik meledak  dan  terbakar  menye babkan  aliran  listrik  di  semua ruangan  RSUD  Sidoarjo   padam dan kenyamanan pasien terganggu. Hal ini membuat pelayanan medis di RSUD Sidoarjo lumpuh.    Kegiatan operasi terhadap 8 pasien dihentikan  sampai  batas  waktu

G

SUMENEP, RM  akin maraknya peredaran  obat-obatan terlarang  serta  makin tingginya  jumlah  penderita berbagai penyakit yang mematikan manusia,  seperti  HIV/AIDS membuat  kalangan  aktifis  anti narkoba dan penyalah gunaan obatobatan  terlarang  di  Indonesia berteriak  keras.  Maksudnya,  agar pemerintah  mulai  pusat  hingga daerah  betul-betul  mempersempit peredarannya,  sehingga  Indonesia tidak menjadi negeri yang tergolong sebagai negara monster HIV/AIDS.       Hal  tersebut  diungkapkan  Direktur  lembaga  Pencegahan Penyalahgunaan Nakotik & Obatobatan  terlarang  (P2NOT), Azam Khan, SH, yang juga Ketua LSM Kontra  “SM”  (Komisi  Perlin dungan  Hukum  dan  Pembelaan Hak-hak  Rakyat)  ketika  dikon firmasi  news  room  melalui  telpon selulernya,  Jum’at  17/07).  menur utnya,  dengan  banyaknya  kasus

M

dil akukan  oleh  legislatif  dan eksekutif  sebelumnya  untuk pembangunan  sarana  akses  penyebe rangan  pelabuhan  rakyat  khususnya kepulauan  itu.       Bahkan,  Busyro  berharap  untuk

INFO TERKINI

SIDOARJO

perbaikan panel selesai. Pasien yang kritis rencananya akan dipindahkan ke rumah sakit terd ekat. Akibat ini pelayanan  labora  torium  juga terhenti karena peralatannya tak bisa digunakan.       Pihak  RSUD  akhirnya menggunakan  genset  untuk  aliran listrik  yang  kuat  untuk  memasok fasilitas  penerangan  ruang  instalasi rawat  darurat  (IRD)  dan  admin istrasi  penerimaan  pasien.

Sekolah di Kepulauan  Tingkatkan Hati-hati Bahaya HIV/AIDS Kinerja dan Prestasi  SUMENEP, RM ika  prestasi  diraih  oleh  guru dan siswa yang ada di sekolah perkotaan,  memang  sudah menjadi  hal  biasa.  Bahkan merupakan  tuntutan  untuk melakukan yang terbaik bagi siswa. Namun,  jika  sekolah  yang  ada  di Kepulauan  memiliki  prestasi, tentu  merupakan  hal  yang  luar biasa.  Barangkali  inilah  yang dialami  SMP  negeri  Nonggunung Kepulauan  Sepudi.       Tdak  hanya  siswanya  yang banyak  mendpat  prestasi diitingkat  Kecamatan  dan kabupaten  Sumenep,  namun Kepala  Sekolahnyapun  memiliki prestasi  hingga  ketingkat  propinsi Jatim di bidang kinerja sekolah dan prestasi.  terbukti  tahun  2009  ini Kepala SMP negeri Nonggunung, Drs.  Farid  Mashudi,  MPd,  yang sebelumnya  terpilih  Kasek berprestasi  tingkat  Kabupaten Sumenep  menjadi  duta  ketingkat Jatim.  Padahal,  mayoritas

sebelumnya  Busyro  menilai,  setelah dilakukan  putusan  dan  sebagainya, hendaknya  pembangunan  Pelra  yang sudah  direncanakan sejak  awal  tetap harus  dilanjutkan.  Sebab  jika  tidak akan  percuma  loby-loby  yang  telah

anggota  dewan  yang  baru  nantinya, hendaknya  terus  mencari  loby-loby dan  pendekatan  kepada  pihak-pihak terkait  yang  ada  di  pusat  maupun Propinsi  Jatim,  Sebab, bagaimanapun  proyek  itu  terlaksana sebelumnya,  terlepas  dengan persoalan yang  terjadi setelah  dalam pelak  sanaaannya,  tentu  dengan loby-loby  dan  sebagainya.       Sebab, tegas  Pengasuh  Ponpes Al Kharimiyah  Braji  ini,  sarna  pelabu han  rakyat  yang  presentaif  sudah diidam-idamkan  masyarakat  sejak dulu. jadi ketika ada hambatan dalam realisasinya,  hendaknya  terus  diper juangkan  agar  keinginan  awal  tidak sia-sia begitu saja. Apalagi jelas sudah kadung  keluar  anggaran  yang  tidak sedikit  untuk  tahapan  pembangunan Pelra  yang  hanya  tinggal  bebrapa tahapan  lagi.  ren/02

yang dilansir melalui memdia cetak maupun  elektronik  di  Indonesia sungguh  Indonresia  sudah  berada pada  posisi  cukup  parah,  karena itu perlu keterlibatan  semua pihak untuk  memerangi  pembunuh manusia secara sadis ini.    “Bayangkan saja,  dari informasi Pokja  Humas  dan  Informasi Penanggulangan  AODS  (KPA) Bali,  menyebutkan   jumlah  PSK yang  berhasil  didata  di  lapangan yang  mengidap  HIV  penyebab AIDS dari sekitar  3.000 PSK ada 1.900  yang  positif  mengidap penyakit  yang  mealukan  terse but,”ujar Azam.    Lalu bagaimana dengan kota-kota lainnya di Indoensia, Azam menilai Indonesia sudah pada  situasi yang amat  serius,  HIV/AIDS  ini  bisa cepat menular dikalangan pemakai Narkoba  suntik,  hubungan  sek bebas  tanpa  kondom,  termasuk kontak  hetero  seksual  seperti  di BACA AIDS... HAL 11

      Untuk  peralatan  medis  yang membutuhkan  daya  listrik  yang besar,  terpaksa  dihentikan  karena pasokan aliran listrik dari genset tak mencukupi.  Seperti  alat  pendingin ruangan juga tak bisa difungsikan.       Hal  ini  juga  membuat  Bupati Sidoarjo Win Hendrarso melak ukan sidak kelokasi RSUD Sidoarjo. Win juga  mengaku  prihatin  dengan musibah  ini.  Win  berjanji,  besok pelayanan  RSUD  akan  kembali normal.”Sekarang  pihak  RSUD meminjam panel listrik ke PLN, dan nanti  sore  bisa  difungsikan,” katanya.      Sementara  itu,  Direktur  Utama RSUD Sidoarjo  Dr  Sudarmaji  saat mendampingi Bupati Sidoajro dalam sidak  lokasi  terbakarnya  instalasi listrik  tersebut  Kamis  siang  lalu. Menurut  Dr  Sudarmaji,  kejadian terbakarnya instalasi  listrik di  area belakang  ruang  pelayanan  ini, memang  sedikit banyak  menggangu kenyamanan para  pasien  yang  ada. Namun begitu,  pihaknya tetap  akan memberikan  pelayanan  secara optimal kepada  para pasien  dengan bantuan  jet  set  baru  yang  sudah terpasang oleh PLN. “Memang  ada sedikit  gangguan pada  kenyamanan pasien,  namun  untuk  pelayanan terhadap  pengunjung  tetap  kita berikan,”  terangnya.    Masih menurut Sudarmaji, jika pada kondisi  listrik  tidak  maksimal  ini  ada pasien yang membutuhkan perawatan emergency,  maka  pihak  RSUD langsung melakukan rujukan ke rumah sakit  terdekat  yang  masuk  dalam lingkungan jejaring RSUD Sidoarjo. “Akan  kita  alihkan,  karena  kita punya  jejaring  rumah  sakit,” terangnya.  krs/02

Jelang  Pensiun Anggota  DPRD        Sidoarjo Paripurna DiTunda SIDOARJO, RM etik-detik  di  akhir  masa baktinya,  wakil  rakyat terhorma  anggota  DPRD Sidoarjo,  Jawa  Timur, bertambah malas  mengikuti  rapat  paripurna. Dari 45 anggota dewan, hanya 22 orang  yang  mengikuti  paripurna yang  membahas  masalah Rancangan  KUA-PPAS  (Kebijakan  Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara).      Akibatnya,  sidang  ditunda  dua kali,  lantaran  tidak  memenuhi kuorum. “Sesuai tatib dewan, rapat belum  memenuhi  kuorum,”  kata Jalaluddin  Alham,  Wakil  Ketua DPRD  Sidoarjo,  Kamis  (23/7/ 2009) pekan lalu.     Anggota Fraksi PAN, Amrullah Elhadi juga sangat menyayangkan dengan  sikap  dua  anggota  dewan yang  tidak  mau  mengikuti paripurna. Padahal mereka datang

D

dan  hanya  berdiam  diri  di  ruang komisi.     “Sidang ini mestinya sudah bisa kuorum  asal  dua  anggota  yang berada di komisi itu dipanggil dan diminta  ikut  rapat.  Apa  alasan kedunya  harus  dijelaskan  di  sini, ini  menyangkut  tanggungjawab kita dan tugas kita bersama,” terang Amrullah.     Hingga ditunda dua kali, anggota dewan  yang  hadir  belum  juga kuorum.  Sementara  dua  anggota dewan yang berada di komisi sudah tidak  ada di  tempat.      Menurut  salah  seorang  staf dewan, anggota dewan yang semula datang  ke  ruang  rapat  dan  hanya tanda  tangan  daftar  hadir  usai  itu pergi  adalah  adalah  Nur  Ahmad Syaifuddin  dari  PKB  yang  juga menjabat sebagai Ketua BK DPRD Sidoarjo. krs/02

DIRGAHAYU RI KE 64 Mari Kita Tingkatkan Persatuan Dan Kesatuan

TOKO PERTANIAN

“ SUMBER MAKMUR “ JL. WACHID HASYIM 58 JOMBANG

DIRGAHAYU RI KE 64 Mari Kita Tingkatkan Persatuan Dan Kesatuan

PUSKESMAS BANDARKEDUNGMULYO Dr. SONY S. WIRAWAN KEPALA

www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

11   Lintas Radar

top case

Untuk Selamatkan Aset dan  PAD

Pe mkab  Ha rus   e val ua si Kerjasama  Sistem  BOT

RADAR MINGGU

EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

Sekolah Satu Atap Jipurapah

Hutan Slateng Kembali Dijarah

Perum Perhutani Cuek Saja

Minta Perhatian Pemkab

Willy  Yakobus ketua  Lasga-kum kab-Pasu  ruan.

PASURUAN, RM erjasama antara  pemkab Pasuruan  dengan  inves tor terhadap pengelolaan tanah daerah dengan sistim BOT (bill of transfer) seyogyanya perlu dilakukan  kajian  lagi  menjelang habis  masa  kontrak  pada  akhir 2009 ini. Langkah berani ini harus dilakukan  agar  aset  dan  PAD (Pendapatan  Asli  Daerah) kabupaten  bisa  diselamatkan.     Hal  itu  diungkapkan  Ketua LSM Lasgakum (Laskar Penegak Hukum),  Welly  pada  Radar Minggu  beberapa  waktu  lalu. Menurutnya,  kerjasama  dengan sistem BOT sudah dilarang karena tidak ada aturan yang jelas. “Saya yakin  Pemkab  Pasuruan  sudah paham soal ini, jika tidak Pasuruan akan kehilangan PAD,” jelasnya. Aset  Kabupaten  Pasuruan  yang dilakukan  kerjasama  dengan  investor dengan sistem BOT adalah

K

bekas pasar Bangil dan  terminal Pandaan. Langkah itu,  lanjut  Welly, perlu  dilakukan  agar pendapat  serta  aset daerah  bisa  diketahui dengan  jelas.  Pengal  aman  pahit yang dialami Kabup-aten Pasuruan adalah aset berupa tanah di Tretes di  sewa  oleh  Pemkot  Surabaya sekian  lama,  ternyata  PAD  tidak ada sama sekali untuk Pasuruan.   “Seharusnya Pemkab melakukan somasi ke Pemkot Surabaya, kalau tidak  ditanggapi  bisa  digugat  di pengadilan karena ada perlawanan hukum,” jelas Welly.     Sebagai  LSM  yang  juga  putra daerah,  Willy  seringkali  mengi ngatkan  Kepala  Bagian  Perlengka pan  saat  dipegang  Samsul Arifin hingga  era  Bupati  Dade Angga. Akan tetapi hingga kini belum ada realisasi yang jelas. “Ini aset daerah yang  perlu  diselam  atkan,  kalau urusan  beli  mobdin  semangat sekali,  giliran  nangani  aset  santaisantai saja. Saya nggak habis pakir dengan  kinerja  pemerintah sekarang ini,” keluh Welly. bib

JOMBANG, RM

S

ekolah  Dasar  (SD) d a n S e k o l a h M en en gah Pertama (SMP)satu  atap  yang  didi  rikan pada  2007 lalu  di Desa Jipurapah, Kecamatan  Plan-daan,  Kabupaten Jombang,  Kawa  Timur  ini  perlu perhatian dari  pemerintah. Karena, sekolahan  ini  untuk  sarana  dan prasarananya  perlu  diadakan penambahan.   Sekolah  ini,  untuk  mewu  judkan program  Nasio-nal  Pendidikan Dasar 9 tahun. Programpemerintah mendirikan  sekolah  satu  atap,

memang  difokuskan  pa  da  desa  – desa  yang  berada  di  sekitar lingkungan hutan, karena anak-anak sulit untuk menjangkau pendidikan di sekolah reguler.      Menurut Sudaryono SPd, kepalah sekolah  satu  atap,  walaupun  sekolah yang  dia    pimpin  ini  baru  berusia  2 tahunan,  namun  sudah  tam  -pak bermanfaat  dan  bisa  dirasakan. Sekolahan  ini,  sekarang    sudah mendapat  respon  yang  cukup  dari masyarakat jipurapah dan sekitarnya. Karena,  dengan adanya sekolah satu BACA SATU ATAP.. HAL 09

AIDS DARI HAL... HAL 10

SEKOLAH DARI HAL... HAL 10

mantap.    Lebih lanjut, Farid mengaku pihaknya  kan  terus  melakukan berbagai  perbaikan  managem ean   di  lemb agan ya.   S eba b, ketika  melihat  dari  sisi  peni laian  kar ena  memang  masih termasuk  minim  fasilitas  yang mem pengar uh i  kn er ja   ser ta masih rendahnya  prestasi yang diraih  sekolah  dan  siswa.       Karena  itu  Farid  mengaku akan  selalu  memotivasi  guru dan  siswa  untuk  terus  melaks anaan  tugas  dengan  sebaikbaiknya  sebagai  pendidik  dan yan g  d i  did ik  se ma ksima l mungkin.  Sebab,  tujuan  pendi dikan  bukan  hanya  di prestasi, namun  lebih  pada kemampuan dalam  ber kar ya  dan  melaksa nakan  proses  belajar  mengajar

Tampak  depan  gedung  sekolah  satu  atap. Inzet  :   Kepsek Sudaryono.  SPd

dengan  kejujuran  dan  ketaula danan.       Dengan  prestasi yang  diraih tersebut  ternyata  juga  memb a wa   d am p ak  p ad a   p en ge m bangan  sekolah, yang  sebelum nya  siswa  hanya  b er ju m lah 165,  saat  ini  sudah  mencapai 210  setelah  pelaksanaan  PSB tahun 2009 barusan. Karena itu untuk  menampung  banyaknya siswa,  yang  sebelumnya  kelas VII  hanya  dua  kelas  saat  ini ditambah  menjadi  tiga  kelas, d en ga n  m en em pa t i  r u an g lab or a tu r iu m  u nt u k   se me n tar a. Far id  ber harap ,   d en gan b er ta m ba hn ya   sisw a   b ar u ter sebut  akan   ada  p en gemb angan ruang sekolah  untuk ang garan  tahun  berikutnya.   ren/02  

Ambon, Bali dan  Papua. Jadi jarak kasus pertama di Bali 20 tahun  yang  lalu  peningkatan jumlah  orang  yang  terinfeksi HIV /AIDS.       Lebih  lanjut  Azam  menje laskan, dari data yang diperoleh dari  Departemant  Kesehatan RI, merinci 8.251 ODHA yang terdeteksi, sebanyak 4.065 ora ng  t e ri nfe k si   HIV  /  AIDS wa n i t a   t e c a t a t   pe n gi d a p penyakit HIV / AIDS terbesar d i ba nd i ng k a n  d e nga n  pr i a dengan rasio 5,10 berbanding I dan  kebanyakan  penyakit  ini ada  pad a  PSK  (Pekerja  Sex Komersial).       Karena  itu  Azam  menging atkan,  peran masyarakat untuk

berhati -hati  terhada p  kedua monster tersebut, untuk tidak sekali-kali  mencoba  maupun menj ad i   pe ngguna   nark oba ya ng  u j ung -uj u ngny a   j u ga menjerumuskan pada berbagai pe ny a k i t   y a ng   me ma t i k a n seperti HIV/AIDS dan semaca mnya. Bahkan dia juga mengin gatkan kepada pihak pemerin tah daerah-daerah di Indnesia u nt uk   t e t a p  be k e r j a   sa ma d e nga n  pa ra   LSM ,   Ak t ivi s serta lembaga-lembaga Narkoba  & AIDS  untuk  mengibar kan bendera perang melawan H IV  /   AIDS   se rt a   b a h a y a pemakaian Narkoba. ren/02

JEMBER, RM enar kata orang, bahwa tak ada  pencuri  yang  bisa masuk  ke  wilayah  hutan, kecuali kalau pencuri itu ber-kong kalikong  dengan  oknum  orang dalam. Seperti yang tejadi di hutan Slateng, tepatnya di petak 108 yang masuk  katagori  Hutan  Lindung. Sedikitnya  ada  1  Ha  lahan  sudah habis dijarah oleh masyarakat yang diduga  dibekingi  oleh  oknumoknum  mandor  Perhutani. Persoalan  pembalakan  liar  yang menjadi  atensi  Kapolri  itupun pernah  disampaikan  ke  Sat  Intel Polres Jember beberapa bulan lalu. Namun  sampai  berita  ini diturunkan,  baik  Polres  maupun Perhutani  belum  mengambil langkah  berarti.  Hal  itu  membuat pelaku  yang  notabene  oknum perhutani  merasa  terlindungi  dan bebas  melakukan  pembalakan hutan  yang  diharapkan  menjadi cadangan oksigen dunia. Tim  Radar Minggu yang  berada  dilokasi  pembalakan sempat  melakukan  wawancara dengan  beberapa  oknum masyarakat  setempat  yang  ikut serta  dalam  pembalakan  liar tersebut. Mereka sebut saja P. Wsl, dan P. Sn Mrs, dengan tanpa beban menceritakan  ihwal dirinya  berani melakukan  tindakan  seperti  itu. Padahal, pembalakan itu jelas-jelas dilarang.  Menurut  informasi dilapangan, mereka melakukan hal itu  karena  sebelumnya  telah dimintai  uang  oleh  Was,  oknum mandor  yang  selama  ini  dikenal sangat  jelek  reputasinya.

B

Namun,  tampaknya Was, tidak hanya sendirian, hal itu dapat  terlihat  dari  amannya pembalakan  tersebut  hingga mencapai  luas  berhektar-hektar. sebab  dengan  posisinya  yang hanya  seorang  mandor,  tidak bakalan mampu meredam beberapa pekerja  yang  posisinya  banyak lebih  tinggi,  yang  akhirnya  lahan seluas itu kini  mulai habis. Selanjutnya  beberapa orang  warga  yang  terlibat  dalam dugaan  pembalakan  itu menjelaskan,  kalau  dalam pertemuan  berikutnya,  Mandor Was, sering menggunakan rumah P. Wsl,  masyarakat  setempat. Dari  pantauan  Tim Radar Minggu  di  lapangan, memang banyak lahan yang rusak akibat  keserakahan  oknum manusia. Mereka tak mau bekerja keras untuk  memenuhi kebutuhan ekonomi  keluarganya,  melainkan berpola  pikir  instan,  yakni bagaimana  memperoleh  uang dengan cepat tanpa harus bekerja. Maka,  dijarahlah  hutan  yang memang  sudah  semakin  parah kondisinya. Petugas  Saling  Lempar Diketemukannya  data tentang  rusaknya  lahan  hutan lindung  oleh  beberapa  oknum petugas, tampaknya membuat Tim Radar Minggu keheranan, terlebih ketika  Koordinator  Tim  mencoba untuk  menemui  Administratur Perhutani  Ir.  Taufiq  justru mendapat  perlakuan  yang  tidak

semestinya.  Tim  yang  terdiri  dari beberapa  pimpinan  Media Mingguan kala  itu ingin  menemui Administratur  Perhutani.  Dari jawaban  SMS,  tim  dipersilahkan untuk  menemui  Wakil  Adm Wilayah  Utara,  karena Adm-nya berhalangan. Namun apa yang terjadi, ketika  Tim  menuju  Perhutani, ternyata Wakil Adm-nya pergi, dan ketika tim menanyakan keberadaan Adm  kepada  petugas,  dikatakan bahwa Adm sedang menemui tamu dari harian lokal. Kepada  Humas Perhutani,  tim  meminta  Humas untuk  menyampaikan  kedatangan tim  kepada  Adm.  Namun  setelah menunggu sekitar 2 jam, baru ada jawaban, kalau Adm tidak bersedia menemui,  dan  tim  tetap  disuruh menemui Waka Adm yang saat itu pergi entah kemana. Dapat Ancaman Sebenarnya  kedatangan Tim  ke  Perhutani  selain  untuk melakukan  konfirmasi  dengan administraturnya,  juga  sekaligus ingin  menyampaikan  isi  ancaman dari  oknum  mandor  kepada wartawan  yang  bertugas dilapangan. Dalam isinya, Oknum petugas  berinisial  Mj  itu mengancam  akan  me-modar-kan (bunuh  –red)  jika  wartawan tersebut  tetap  menurunkan  berita. Namun, begitulah  Perhutani sejak kepemimpinan  Ir  Taufiq,  selain tidak  memiliki  komitmen  atas keselamatan  lingkungan,  juga dianggap paling  tidak tegas  dalam menindak  karyawannya  yang nakal.  Terbukti,  walau  telah berkali-kali  melakukan  kesalahan yang sama, si oknum mandor tetap diberi kewenangan menjaga hutan. Tak ayal kalau setiap tahun kondisi hutan bukan semakin bagus, malah kini semakin mengenaskan. Bakal  Lapor  ke  Instansi  Lebih Tinggi. Mentoknya  laporan baik  masyarakat  umum,  maupun tim wartawan dari berbagai media, membuat seluruh pimpinan media sepakat  untuk  melaporkan Administratur  Perhutani  kepada isntitusi  yang  lebih  tinggi,  seperti Kepala  Unit  II  Perhutani,  atau kepada  Menteri  Kehutanan sekalian. Tim

SELAMAT & SUKSES

ATASBERDIRINYA

Staf  dan Karyawan

Kantor Ketahanan Pangan Kab. Pasuruan Suhari MM, Kepala

RADAR MINGGU BIRO

Staf  dan Karyawan

Staf  dan Karyawan

 SMP 5 Kec. Bugul Kota Pasuruan

CV. Abdillah

H. Lilik, S.Pd Kepala

Staf  dan Karyawan

Bidang Pendidikan Non Formal dan  Anak Usia Dini Kab.Pasuruan Drs. H. M. Fatih, M.Si Kepala

PASURUAN

Jl. Raya Plinggisan Kec. Keraton Kab. Pasuruan Iwan Direktur Staf  dan Karyawan

Paguyupan Kepala Desa dan  Perangkat  Desa Se  Kec.  Pohjentrek Agus Supriyono Ketua Paguyuban Kepala Desa Staf  dan Karyawan

Bag. Perencanaan dan Evaluasi Bag. Umum dan Kepegawaian Kab. Pasuruan Kab. Pasuruan       Eko Supriyanto, S.Pd        Dra. Eva Wati, MM Kepala Tata Usaha

Asis, S.Pd. M.Pd Kepala

Staf  dan Karyawan

Desa Tidu Kec. Pohjentrek Kab. Pasuruan Abdulloh Kepala Desa

Staf  dan Karyawan

CV. Mitra Kantor dan perdagangan umum Jl. Raya TSI II No. 399  Prigen Pasuruan Staf  dan Karyawan

Bag. Keuangan Kab. Pasuruan Subianto, S.Pd Kepala

Staf  dan Karyawan

Staf  dan Karyawan

Staf  dan Karyawan

Staf dan Karyawan

Bidang Ketenagaan Kab.  Pasuruan

SMPN II Bangil Kab. Pasuruan

Kadis Pendidikan TK / SD Kab. Pasuruan

Kadis SMP, SMA, SMK Kab. Pasuruan

Drs. Gatot Sasono, MT Kepala

 Drs Jono Efendi,S,pd Kepala

Drs. H. Basori Alwi, M.Pd Kepala

Drs. H. Sutrisno, MM Kepala

www.radarm inggu.tk


Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

12

RADAR MINGGU

EDISI 19, TAHUN VII, MINGGU KE-II AGUSTUS 2009

SELURUH PIMPINAN DAN STAFF RSD CARUBAN KABUPATEN MADIUN MENGUCAPKAN :

DIRGAHAYU KABUPATEN MADIUN PADA HUT KE 441 TAHUN 2009 Mari tingkatkan gotong royong dan guyub rukun, untuk mewujudkan Kabupaten Madiun lebih sejahtera.

Drs. H. TOMO BUDI HARSOJO, MSi KETUA

SUGITO, MM WAKIL KETUA

Drs. H. SAMPUN HADDAM, MM WAKIL KETUA Drs. SUBAGYO, MSi SEKWAN

Dengan Hari Jadi Kab. Madiun ke 441 Th. 2009 Kita Tingkatkan Semangat Gotong Royong Dan Guyub Rukun Demi Tercapainya Masyarakat Madiun Lebih Sejahtera

ARIES NOEGROHO HS, S.Sos, M.Kes DIREKTUR

Terima Kasih Atas Kepercayaan Masyarakat Kab. Madiun Selama Ini Dan Peningkatan Pelayanan Kami Utamakan www.radarm inggu.tk


radar minggu edisI 19 2009