Issuu on Google+

MINGGU, 10 JUNI 2012 / 20 RAJAB 1433 H

7

Ian Radja Ikut Operasi Simpatik TASIK – Artis papan atas, Ian Kasela, memberikan bunga kepada beberapa pengendara motor dan mobil yang melewati Tugu Adipura Kota Tasikmalaya, kemarin (9/6). Pemberian setangkai bunga dari pemilik lagu terbaru “Ayo Melangkah” itu digelar dalam operasi Simpatik yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya Kota. Hadirnya vokalis grup band Radja ini menyedot perhatian pengendara dan warga yang melintas Tugu Adipura, hingga laju

perjalanan nyaris memanjang. Untungnya, bunga yang diberikan sebagai bentuk kepedulian atas tata tertib dan aturan berlalu lintas ini hanya tiga tangkai dan menghabiskan waktu sekitar 7 menitan. Saat memberi bunga, Ian sempat berpesan kepada pengguna motor agar selalu memperhatikan dan mengutamakan keselamatan di jalan, seperti dengan memakai helm. “Tujuannya helm buat apa Bu? “Ibu beruntung, karena sekarang operasi simpatik, walau

ibu melanggar, saya berikan bunga. Tuh kan enggak baik bagaimana? Sudah melanggar diberi hadiah lagi. Tapi nanti pakai helmnya ya bu,” pesan Ian kepada salah seorang ibu yang namun tidak memakai helm. Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Mohamad Rano mengatakan, operasi simpatik dengan menggandeng grup band papan atas ini sebagai salah satu upaya menyosilalisasikan aturan berlalu lintas kepada masyarakat. (dem)

DISAMBUT Menteri BUMN Dahlan Iskan bersalaman dengan para perwira TNI dan Polri saat tiba di Kalipucang, Ciamis, kemarin (9/6).

Ai Ngambang di Sumur dari hal 1

kambuh. “Istri saya sering sakit kepala sejak enam bulan lalu. Kadang, kalau sedang kambuh sering memukul-mukul kepalanya sendiri,” jelasnya. Kapolsek Tamansari AKP Dadi Suhendar menjelaskan korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam sumur. “Korban dievakuasi warga,” jelasnya kepada wartawan kemarin. Apakah musibah yang menimpa korban ada unsur kesengajaan? Jawabnya, “Belum mengarah ke sana (ada unsur kesengajaan, red).” Dia menduga saat mengambil

ember untuk mengambil air, korban pusing lalu sebagian beban tubuhnya masuk ke dalam sumur. “Korban memiliki riwayat mengidap penyakit sakit kepala,” dugaannya. TEWAS TERBENTUR Imron Royana (18), warga Desa Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya tewas karena kepalanya membentur tiang pembatas jalan setelah motornya oleng di Jalan Kadipaten Kampung Cibahayu Desa Cibahayu Kadipaten, Sabtu (9/6). Dia tewas setelah beberapa saat dirawat di DTP Puskesmas Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Kanitlaka Polres Tasikmalaya

Kota Iptu Erustiana mengatakan diduga korban saat itu ngebut. Hingga di tempat kejadian perkara (TKP) yang jalannya berkelok, lanjut Erustiana, korban tidak kuasa mengendalikan kendaraannya, lantas motor dan tubuh korban membentur ke tiang besi pembatas jalan. “Jadi korban lepas kendali lalu tergelincir dan menabrak pagar pembatas,” lanjutnya. Dengan kondisi itu tubuh korban mengalami luka terutama pada bagian kepalanya. “Korban meninggal dunia setelah beberapa saat dirawat di Puskesmas DTP Ciawi,” tandasnya. (dem)

Mulai Berkencan Lagi dari hal 1

Di saat hatinya sangat sedih, penyanyi 27 tahun tetap harus menunjukkan wajah senang di depan ribuan penggemar. Katy sadar benar fans datang ke pertunjukannya untuk dihibur, bukan melihat wajah murung sang idola. Perkawinan Katy-Russel di Ra-

jasthan, India pada 23 Oktober 2010 hanya bertahan 14 bulan. Keduanya memilih jalan masingmasing karena merasa tak cocok bila terus disatukan dalam ikatan perkawinan. Kini, masa-masa sulit yang dialami Katy sudah berlalu. Sudah sebulan ini senyum wanita bernama asli Katheryn Elizabeth Hudson kembali mengembang.

Hatinya terisi dengan kehadiran gitaris Florence and the Machine, Rob Ackroyd. Kamis lalu, Rob tampak mendampingi Katy saat pengambilan gambar talkshow yang dipandu host terkenal Inggris, Graham Norton. Selepas acara, keduanya kemudian makan malam bersama di sebuah restoran terkenal di timur London.(pra/jpnn)

Parigi Pusat Pemerintahan dari hal 1

pembangunannya, seperti Kecamatan Langkap Lancar yang hampir sebagian besar jalan di kecamatan tersebut rusak berat. “Mudah-mudahan dengan pusat pemerintahan di sana, daerah-daerah terpencil itu akan ada kemajuan,” tuturnya. Pertimbangan kedua, kata Supratman, wilayah Desa Cintaratu termasuk aman dari berbagai ancaman bencana seperti longsor, banjir dan tsunami. “Pusat pemerintahan itu harus daerah yang tingkat kerawanan bencananya minim dan di sana memenuhi syarat itu, bahkan pemilihan kecamatan Parigi sebagai pusat pemerintahan sesuai dengan kajian akademis dari Unpad pada saat itu,” tuturnya. COCOK Terpilihnya Kecamatan Parigi menjadi ibu kotanya Kabupaten Pangandaran dianggap warga Ciamis selatan sudah tepat. Ke-

camatan dengan luas wilayah mencapai 98,85 Km persegi itu berada di kawasan yang relatif lebih strategis, terlebih masih banyak tanah negara yang bisa dimanfaatkan untuk membangun kawasan perkantoran. “Lebih cocok di wilayah Parigi. Bisa dikatakan berada di tengahtengah antara daerah yang sudah lebih maju dan yang masih terpinggirkan pembangunannnya, saya sangat setuju itu,” tutur Dadang (37), warga Desa Karangbenda Kecamatan Parigi kepada Radar, kemarin (9/6). Dadang berharap penempatan Kecamatan Parigi menjadi kawasan pusat perkotaan akan memberikan imbas besar terhadap daerah-daerah pedesaan yang saat ini masih tertinggal pembangunannya. “Dari Parigi ke utara sangat butuh pengembangan kawasan, saya kira dengan pusat kota di Parigi, desadesa terpencil bisa lebih cepat berkembang,” tuturnya. Tak hanya Dadang yang sepa-

kat dengan Parigi menjadi ibu kota Kabupaten Pangandaran, sejumlah warga di Kecamatan Cigugur juga menyetujuinya. “Cocok lah buat jadi kota,” tutur Engkos (46), salah seorang tokoh masyarakat Desa Cimindi Kecamatan Cigugur diamini warga Cigugur lainnya. Ketua Presidium pembentukan Kabupaten Pangandaran H Supratman BSc mengatakan, meskipun pusat pemerintahan berada di Parigi, namun dalam konsep tata ruang pemerintahan yang dibuat presidium, tidak seluruhnya kantor-kantor dinas atau instansi terkait nantinya berada di Parigi. “Dinas-dinas tertentu akan disebar sesuai potensi terbesar di wilayahnya. Hal ini dilakukan agar memaksimalkan pengelolaannya, seperti misalnya Dinas Pariwisata akan ditempatkan di Pangandaran. Begitu juga dengan dinas lainnya akan disesuaikan dengan potensi daerahnya,” kata dia. (nay)

Patwal Kewalahan, Serasa Film Balap dari hal 1

sudah diinjak dengan dalam agar mobil bersirine itu menjauhi mobil Dahlan. Namun gagal. ”Kita berusaha maksimal menjauh dari rombongan untuk bisa lebih dulu mengatur lalin dan saya salut kepada menteri yang satu ini,” ujarnya. Ridwan menuturkan, saat mengawal Dahlan Iskan, kecepatan mobil yang dikemudikannya sekitar 120-130 kilometer per jam. Dia tak lupa terus menyalakan sirine serta klakson agar perjalanan lancar. Walaupun, kata dia, di dalam hati tetap saja merasa tidak enak karena selalu ditempel mobil

menteri yang tak pernah menjauh. ”Ini pengalaman super bagi saya. Baru pertama mengawal menteri yang menyetir sendiri. Jadi sedikit nervous juga,” candanya. Ridwan yang ditemani Briptu Dedi Rochman saat mengawal Dahlan Iskan mengaku kagum dengan mantan Dirut PLN itu. Karena selain keramahan serta gayanya yang sederhana, Dahlan Iskan tidak rewel saat dikawal. ”Dengan di setiap perjalanan yang selalu menempel mobil patwal membuat kita semakin terpacu untuk mengendarai mobil lebih cepat,” ungkapnya. Kolega Ridwan, Briptu Dedi Rochman merasa bangga bisa menjadi patwal kunjungan

Dahlan Iskan di Tasikmalaya. Terlebih selama ini dia penasaran dengan sosok pria pengguna sepatu kets tersebut. ”Dari dulu saya penasaran dengan Dahlan Iskan, karena katanya beliau sering melakukan hal yang tidak biasa dan itu terbukti dengan menyetir sendiri. Padahal ada supir dan yang kaget dalam membawa mobilnya Pak Dahlan seperti dalam film balap Fast & Furious yang selalu menempel lawan,” tuturnya. Sejak sejak mendarat di Lanud Wiriadinata, Dahlan langsung menyetir menuju PT Dahana Persero, PT Pertamina Depo Tasikmalaya hingga menuju Pesantren Cipasung dan perjalanan selanjutnya. (kim)

Ajak Fans untuk Tetap Melangkah dari hal 8

pegel linu, Pilkita, bertajuk ‘Pilkita Melangkah Bersama Radja’ merupakan konser yang sangat spektakuler karena selain dengan packaging lighting yang cukup wah, juga dikemas dengan konsep musik yang sangat berbeda dengan konser Radja sebelumnya. Selain itu Ian pun mengaku sangat bangga terhadap Radjaku Tasikmalaya yang sangat loyal terhadap bandnya. Makanya,

dia menjadikan Tasikmalaya sebagai kota kedua dalam tournya ini. “Fans kami di Tasik dan sekitarnya sangat luar biasa. Mereka adalah sumber energi kami untuk terus berkarya. Makanya pada tahun ini kami berikan kado berupa album baru yang mudah-mudahan bisa menginspirasi para fans,” ujarnya. Sementara itu, Faisal yang membawa teman-teman sesama fans Radja mengaku sangat senang bisa kembali bertemu

idolanya, terlebih kali ini Radja menghadiahi para fans dengan album baru. “Saya dan temanteman yang tergabung dalam Radjaku Priangan Timur sangat bangga bisa kembali bertemu dengan band favorit kami. Mudah-mudahan Radja terus eksis di blantika musik tanah air dan kami sebagai fans akan terus men-support Radja agar terus maju,” kata Faisal yang membawa puluhan rekannya dari Radjaku Priangan Timur. (na)

Yamaha Cup Race Digelar dari hal 8

mampu keluar sebagai yang tercepat dan menduduki grid pertama. Yang kedua masih dari tim yang sama, Galang Hendra Yogyakarta dan R fadhil (Waloja ARC Abenk SSS BKMS) di grid ketiga . Dalam kualifikasi ini sempat diwarnai beberapa insiden, seperti oli yang bocor dari salah satu mo-

tor pembalap dan jatuhnya Sigit PD (YMH Yamalube TDR FDR NHK Yonk Jaya) yang sementara ini memimpin kelasemen Indoprix pada saat kualifikasi. Meskipun para pembalap asal Tasikmalaya tidak menduduki grid pertama pada race seeded MP1 dan MP2, tapi mereka yakin dan berusaha untuk mengharumkan nama Tasik. “Saya akan

semaksimal mungkin untuk juara sata di sini dan akan mengharumkan nama Tasik di dunia balap,” ujar Anggi Permana kepada Radar. Hal senada diungkapkan Adi Bontot. Menurut dia, kekalahan ini karena motor lawannya lebih cepat. “Motor pembalap lain lebih kencang, tapi saya akan berusaha maksimal” jelasnya. (mg3)

NANA SURYANA / RADAR TASIKMALAYA

Dahlan Akan Bangun Perumahan Guru dari hal 1

Selain itu, Dahlan juga akan membantu perumahan bagi guru PSM yang saat ini sebagian masih tinggal di pesantren bersama keluarganya. “Setelah saya pulang tolong dihitung (kebutuhannya, red), nanti saya tindaklanjuti. Mudah-mudahan rumah guru-guru itu bisa selesai tahun ini,” tutur alumni dan keluarga besar PSM ini. Dia pun bercerita soal keterkaitannya dengan PSM. “Sebelum dipanggil Pak SBY ngurusin listrik (jadi Dirut PLN, red) , saya mengurus PSM, karena saya kebetulan alumni dan bagian dari kelaurga PSM,” tutur Dahlan yang datang ke Emplak menggunakan helikopter Susi Air dari Lapangan Kertasari, Cijeungjing, Ciamis. Diceritakannya, setelah divonis sakit parah, ia berjanji tidak lagi bekerja dengan beban kerja yang berat sehingga ada saat itu Dahlan memutuskan untuk mengurus pesantren tempat ia menimba ilmu. “Baru sebentar saya mengurus PSM, saya kena ‘musibah’ dipanggil Pak SBY untuk memimpin PLN, karena yang memberi tugas merupakan kepala negara, terpaksa saya nurut. Tapi saya bilang tidak mau lama-lama cukup tiga tahun saja, namun belum sampai tiga tahun saya malah ditugaskan lagi mengurus 140 PLN (jadi menteri BUMN, red). Padahal satu saja sudah berat,” tuturnya. Dahlan mengatakan, meskipun tidak lagi fokus mengurus pesantren tempatnya menimba ilmu, ia mengaku kapanpun siap membantu PSM. “Saya siap bantu PSM. Termasuk PSM yang ada di Ciamis ini, saya bisa katakan PSM disini hebat!,” tuturnya. Selesai bercerita, Dahlan kemudian memberikan penghargaan kepada siswi berprestasi bernama Melani Latifah (20) yang mampu menghafal Alquran. Selain Melani, sejumlah santri dan alumni PSM Emplak lainnya juga hafal Alquran. Dahlan kemudian memberikan kesempatan bagi para santri, alumni dan guru untuk berdialog. “Ayo silakan yang mau ngomong maju kedepan,” ajaknya. Tanpa dikomando, beberapa siswa dan alumni naik ke panggung. Buah dari dialog Dahlan dengan santri dan pengasuh PSM Emplak yaitu rencana pembangunan rumah bagi pengajar dan biaya bagi santri berprestasi. Sebelumnya, salah seorang pengasuh PSM Emplak Sarnyoto Abdul Jalil mengatakan bahwa sebagian dari guru atau ustadz yang mengajar di PSM Emplak masih tinggal di asrama bersama para santri. “Memang sedang dibuatkan asrama sebanyak 10 unit oleh Pak Amik, tapi sudah hampir dua tahun lebih 99% belum jadi. Kami tidak tahu sebabnya apa? Karena mau bertanya juga tidak berani. Maka mohon Bapak (Dahlan) kiranya bisa memberikan solusinya tanpa kami menyerahkan proposal, karena kami semua dilarang oleh pusat untuk mengajukan proposal,” tuturnya yang langsung disambut senyuman dan anggukan Dahlan Iskan. TEMUI SUSI Usai berkunjung ke PSM, Dahlan menyempatkan bertemu dengan Susi Pudjiastuti, pemilik Susi Air di rumahnya di Jalan Kaum, Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran. Bahkan, Dahlan berkesempatan melihat simulator pesawat yang baru dimiliki Susi Air. LIMA MENIT DI BULOG Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan juga mengunjungi kantor Bulog Sub Regional Ciamis dan ke Ponpes Darusalam Ciamis. Di Bulog, Dahlan hanya mampir sekitar lima menit. Dia langsung masuk ke kantor. Namun dia tidak sempat duduk. Dia malah menanyakan gudang. Setelah itu kemudian rombongan langsung meluncur ke gudang bulog di Pamalayan Ciamis, tetapi sesampainya di gudang bulog, mobil menteri tidak ada di lokasi, karena mobil yang ditumpangi Dahlan langsung berbelok ke Ponpes Darussalam. Saat itu mobil Dahlan tanpa menggunakan patwal. Karena mobil patwal ketinggalan di belakang mobil menteri. Di Ponpes Darussalam, Dahlan diajak makan pengurus pesantren. Setelah itu,

menteri yang sebelumnya wartawan ini mengikuti acara di pesantren tersebut. Malah, dia bergabung bermain marawis bersama santri. Kemudian dia dan rombongan menuju lapang sepak bola di dekat pesantren, tempat mendaratnya helikopter yang akan membawa mereka ke Emplak, Kalipucang. TAK ADA KUNCI SUKSES Tidak ada kunci sukses. Itulah jawaban dari Menteri BUMN Dahlan Iskan atas pertanyaan santri Ponpes Miftahul Huda Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, kemarin (9/6) usai shalat subuh tentang kunci sukses Dahlan Iskan. Kepada santri, Dahlan menjelaskan, hanya kerja keras yang dilakukannya sejak lulus sekolah membuatnya sukses. Pria yang menginap di Ponpes Miftahul Huda itu pun menceritakan kisahnya sebelum sukses. Dia aktif di organisasi kemahasiswaan saat kuliah di IAIN Samarinda, Kalimantan Timur. Meski demikian, dia tidak tamat di perguruan tinggi tersebut. Dia kemudian bekerja menjadi wartawan di Tempo tahun 1976. Tak lama kemudian dia dipercaya membangun surat kabar di Surabaya, Jawa Pos yang sempat terpuruk. Keberhasilannya membangkitkan Jawa Pos kemudian berkembang dengan membuat sejumlah surat kabar lokal di daerah. “Belakangan saya membangun surat kabar di Surabaya yang hampir bangkrut, kemudian kita pimpin. Namanya Jawa Pos, kemudian ganti kami yang mimpin. Saya niatkan dalam hati saya akan sungguh-sungguh mimpin perusahaan itu,” paparnya. Hasil kerja kerasnya membuahkan hasil. Pria lulusan Madrasah Aliyah ini bekerja habis-habisan hingga akhirnya Jawa Pos maju. Sukses dengan koran Jawa Pos, Dahlan kemudian membangun koran-koran lokal di daerah. “Termasuk Radar Tasikmalaya,” jelas Dahlan. Pemaparan itu membuat para santri semakin antusias mendengarkan pengalaman hidup Dahlan. Setelah Dahlan Iskan memberikan motivasi kepada ribuan santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, masih di kediaman KH Abdul Aziz Affandi, Menteri BUMN berkesempatan mendengarkan paparan program Ekonomi Pesantren Berbasis Agroforestry dari H Ir Zulfi Ramlan Pohan. Melalui program yang dilaksanakan atas kerjasama Pondok Pesantren Miftaul Huda dengan PT BUMN Hijau Lestari I dan Fakultas Teknologi Pertanian IPB ini, agroforestry akan fokus dalam pengembangan tanaman hutan sebagai sumber pangan nasional. Seperti pengembangan pohon sukun, aren dan sorgum sebagai tanaman sela agroforestry. Selain itu, dalam rangka konservasi dan menjaga kelangsungan indusri gula masyarakat di Tasikmalaya dan sekitarnya, program kerja sama ini akan dikembangkan tanaman kawung/aren. Benihnya dari PT BUMN Hijau Lestari I yang sudah berhasil melakukan pembenihan tanaman aren unggul. Tanaman strata bawah yang direncanakan dikembangkan adalah tanaman kopi. Sedangkan pelaksana kegiatan adalah santri dan alumni. Namun, dalam pelaksanaannya bersinergi dengan pihak ketiga yang sudah kompeten sebagai pendamping. Atas paparan ini, Dahlan Iskan mengundang tim untuk memaparkan lebih luas di kantornya minggu depan. BERIKAN POHON Sebelumnya Dahlan Iskan memberikan secara simbolis bibit pohon kepada Ponpes Miftahul Huda yang diterima H Uu Ruzhanul Ulum—yang juga bupati Tasikmalaya— disaksikan KH Abdul Aziz Affandi. Adapun pohon yang diberikan ke Ponpes Miftahul Huda berasal dari Radar Tasikmalaya (1000 pohon), PT Telkom (1000 pohon), Telkomsel (1000 pohon), PT Dahana (1000 pohon), PT Pos (100 pohon) dan PT Bank Mandiri (50 pohon). SENAM PAGI Usai memberikan motivasi dan memberikan bibit pohon di Ponpes Miftahul

Huda, Dahlan pun senam pagi di halaman parkir Mayasari Plaza. Dia langsung naik panggung bersama instruktur senam dan memulai pemanasan. Adapun peserta senam pagi di halaman pusat perbelanjaan itu diantaranya ibu-ibu, para pimpinan BUMN di Priangan Timur, Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum dan Direktur Eksekutif Mayasari Plaza H Budi Budiman. Usai senam, Dahlan dikerumuni para peserta senam yang meminta foto bareng dan tandatangan di buku Sepatu Dahlan . Dari Mayasari Plaza, Dahlan bersama rombongan menuju Plaza Telkom, Jalan Merdeka, Kota Tasikmalaya. Di sana dia bertemu forum BUMN dan sempat beristirahat dan menanam pohon mangga. Kemudian, Dahlan menuju Ponpes Persis Benda di kawasan Cigeureung, Cipedes, Kota Tasikmalaya. Di sana, dia bertemu para pimpinan Persis dan Wali Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi. Dia juga sempat menjadi keynote speaker acara Madrasah Enterpreneurship selama hampir setengah jam. Sekitar pukul 11.00 rombongan Dahlan menuju Pondok Pesantren Murottal Quran Mu’min Ainul Mubarok, Nagarakasih, Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Di sana, dia membahas tentang utang negara yang sering dibesar-besarkan. Meski pada kenyataannya utang negara memang besar. Namun menurutnya ada sesuatu yang belum diketahui publik bahwa di balik utang negara yang besar, negara juga memiliki pendapatan yang besar dari sektor BUMN. “Dibilang utang negara besar, itu memang benar. Tapi ada yang disembunyikan,” katanya. Dia mencontohkan seseorang memiliki utang Rp 8 juta dengan kekayaan Rp 10 juta. Kemudian orang itu memiliki utang Rp 20 juta dengan kekayaan Rp 100 juta. “Sekarang baik mana, punya utang delapan juta tapi kekayaan sepuluh juta. Dengan utang dua puluh juta tapi kekayaan seratus juta,” tanya Dahlan kepada para hadirin. Jawaban hadirin, lebih baik memiliki utang Rp 20 juta dengan raihan kekayaan Rp 100 juta. Usai berpidato, dia menyempatkan mencicipi makanan sebelum menuju Ciamis untuk mengunjungi Bulog. MENGAGUMKAN Masyarakat memberikan penilaian tentang sosok Menteri BUMN Dahlan Iskan, karena meski lulusan Aliyah, dia bisa sukses. “(Dia) sangat luar biasa sekali,” ujar Endang Sukmayadi, warga Ciherang, Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya usai mendengarkan pidato Dahlan di YP3TI Kampung Nagarakasih, Cibeureum kemarin (9/6). Endang tahu tentang sosok Dahlan semenjak mantan Dirut PLN itu muncul di media sebagai menteri BUMN. Dia kagum dengan sosok Dahlan yang sederhana dan bersahaja. Dia tidak melihat hal yang dilebih-lebihkan pada diri menteri BUMN itu. Terlebih dia merasa salut dengan pidato Dahlan yang memberika motivasi kepada masyarakat bahwa dalam kehidupan tidak ada hal yang tidak mungkin, jika ada kemauan untuk melaksanakan. “Sangat bagus dia memberi motivasi kepada masyarakat bahwa tidak ada yang tidak bisa asalkan dia mau. Dia (Dahlan) sangat sederhana,” tuturnya. Endang rela berdesakan meminta tandatangan Dahlan di buku Sepatu Dahlan. “Saya sangat ingin memiliki bukunya. Dan alhamdulilah kebagian,” ujarnya. Sosok Dahlan Iskan dikomentari Wali Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi. Menurutnya, Dahlan Iskan merupakan sosok pekerja keras dan bisa tetap bertahan dalam berbagai situasi. Setiap pengorbanan yang dilakukan berbuah manis di kemudian hari. “(Dahlan) contoh bagus. Dia pekerja keras tidak pernah mengeluh, walaupun situasi memprihatinkan. Tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan. Istilahnya berakit-rakit kehulu bersenang kemudian,” ujar Syarif. (nay/yna/asp/pee)

Bangga Jadi Penerbang yang Belajar secara Otodidak dari hal 1

menulis surat kepada B.J. Habibie yang saat itu menjadi orang nomor satu di IPTN —kini berganti nama menjadi PT DI. Tak disangka, teknokrat yang mantan presiden itu menerima curhat Esther. “Beliau melihat jauh ke depan. Di mata beliau, profesi tidak bisa dibeda-bedakan berdasar gender,” katanya. Meski akhirnya berhasil mewujudkan keinginan menjadi pilot di PT DI, tantangan yang dihadapi Esther memasuki dunia lakilaki itu terus berlanjut. Dalam sejumlah kesempatan menempuh pendidikan, dia tidak pernah mendapatkannya. Termasuk saat rekan-rekan sesama pilot dikirim belajar ke luar negeri untuk mendapat sertifikat ex-

perimental test pilot. Tahap itu dianggap sebagai tahap tertinggi seorang test pilot. “Diskriminasi (saat itu) tetap ada. Tapi, saya tetap bertahan dan bersemangat. Prinsip saya, ombak besar akan membuat pelaut menjadi lebih kuat,” ujar perempuan yang tetap lincah dalam usianya yang sudah setengah baya itu. Meski tidak dikirim belajar ke luar negeri, Esther tidak menyerah. Dia memilih belajar secara otodidak. Dari temannya yang pernah menempuh pendidikan tersebut, dia mendapat pinjaman buku-buku ajar tentang menjadi experimental test pilot. Setelah ilmunya dianggap cukup, dia memutuskan untuk mendaftar sendiri ujian persamaan sertifikasi itu. “Saya hanya punya waktu beberapa ming-

gu untuk melahap buku-buku tebal yang akan diujikan dalam ujian sertifikasi itu,” katanya. Kerja keras dan tekad yang kuat Esther berbuah manis. Dia dinyatakan lulus. “Beberapa teman yang dikirim belajar malah harus mengulang (ujian, red). Bisa dikatakan saya ini test pilot otodidak,” ujarnya, lantas menunjuk contoh Chuck Yeager, test pilot kenamaan yang belajar secara otodidak. Warga Amerika Serikat itu tercatat sebagai pilot pertama yang menerbangkan pesawat yang melebihi kecepatan suara. “Terus terang, saya terus bersyukur, sekarang sudah banyak pilot perempuan di Indonesia. Memang harus ada yang memulai, harus ada yang menjadi pionir,” tandas dia. (*/c4/ari)


7sam 1012