Issuu on Google+

RABU, 3 OKTOBER 2012 / 17 DZULQAIDAH 1433 H

KRI Klewang Tidak Disabotase JAKARTA – Mabes TNI memastikan terbakarnya KRI Klewang di Banyuwangi bukan karena sabotase. Kapal canggih itu ludes karena korsleting listrik. “Jadi bukan karena ada upaya kesengajaan atau sabotase,” ujar Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul kemarin (2/10). Korsleting listrik itu yang kemudian menjalar ke seluruh kapal. “Detailnya nanti akan dijelaskan dalam waktu dekat oleh produsen dan Armatim,” kata mantan Danlanal Jakarta ini. KRI Klewang ludes padahal memakan biaya Rp 114 Miliar. “Yang pasti, kita akan mendapatkan penggantinya karena sudah

ada asuransi dan ditanggung oleh produsen,” tambahnya. Insiden Klewang ini berdekatan masanya dengan pengesahan UU Industri Pertahanan kemarin. Hal itu yang membuat beredar spekulasi ada pihak pihak yang tidak ingin TNI mandiri dengan memproduksi alutsista di dalam negeri. “Kita akan evaluasi secara menyeluruh, terutama dari faktor security di masingmasing alutsista baik darat laut atau udara,” jelasnya. Iskandar menambahkan postur pertahanan TNI AL maupun TNI tidak akan terpengaruh dengan terbakarnya KRI Klewang. Sebab, kapal yang diberi nomer resmi 625 itu belum resmi ber-

operasi di bawah komando TNI. Rencana belanja yang lain tetap berjalan sesuai prosedur. “Ada mekanismenya di Kementerian Pertahanan, itu yang selalu kita taati dan patuhi,” kata mantan Kadispenal ini. Kemarin DPR mengesahkan UU Industri Pertahanan secara aklamasi dalam sidang paripurna. Undang undang ini memberi pondasi bagi Kemhan dan BUMN strategis (PTDI, Pindad, PT PAL ) untuk memproduksi alutsista di dalam negeri. UU ini juga mewajibkan TNI untuk memprioritaskan pembelian alutsista di BUMN dalam negeri dibanding produsen asing. (rdl/ jpnn)

tembang baru, sedangkan 13 lainnya adalah lagu lawas yang diaransemen ulang. “Ini semacam album the best. Banyak lagu lama, tapi ada lagu baru juga,” katanya. Comeback Nicky seolah ingin membuktikan kepada publik bahwa dirinya belum habis. Ada motivasi berlipat untuk terus berkarya meski usianya menapak 44 tahun. “Berkarya itu jangan dipatokin umur. Ini berawal dari motivasi. Saya tersengat pertanyaan apa masih ingin menyanyi? Tapi,

saya memang nggak pernah merencanakan ini. Saya tidak pernah terpikir untuk balik lagi. Ini benar-benar mengalir, berjalan dengan sendirinya,” paparnya. Selama vakum, Nicky menghabiskan waktu untuk keluarga. Dia sibuk mengurus suami dan anak-anaknya. Dari pernikahan terakhirnya dengan Gunanta Afrina, Nicky dikaruniai seorang anak. Nicky juga memiliki dua buah hati dari pernikahan dengan Satria Kamal. (ins/jpnn/c8/ca)

Obat Rindu dari hal 1

diharapkan bisa menggairahkan musik rock Indonesia yang lesu. Apalagi, jumlah lady rocker yang berkualitas kian minim. “Motivasi dari para senior adalah alasan saya ingin menyanyi lagi. Sahabat-sahabat, keluarga, dan penggemar pengen lihat eksistensi saya lagi di industri musik. Saya kini hadir buat mereka,” ujarnya. Di album Retrospective, Nicky membawakan 16 lagu. Sebanyak tiga lagu di antaranya adalah

Bus Vs Truk, Enam Tewas dari hal 1

timur itu hilang kendali akibat ban depan sebelah kanan tibatiba pecah. Bus lalu nyelonong meloncati median jalan (pembatas jalan). Fatal, pada saat bersamaan truk tangki semen muncul dari arah Cirebon. Tak ayal benturan keras terjadi. Bus dan truk terguling. Bagian depan bus dan truk hancur. Posisi kedua kendaraan miring melintang. Sebagian penumpang tergencet dan terpental. Korban tewas dan luka berat dari bus dan truk dilarikan RS Waled dan Puskesmas Panggangsari Kecamatan Losari. “Korban ditolong warga dibawa ke puskemas yang jaraknya sekitar satu kilometer,” imbuh Ujang, warga lainnya yang berada di TKP. Salah satu saksi lainnya Maman juga mengatakan Bus Garuda Mas mengalami pecah ban sehingga langsung oleng dan me-

nabrak median jalan. Setelah menerobos arah berlawanan lalu bertabrakan dengan truk tangki semen. “Polisi bari ambulane suwe, sampe sejam durung teka (Polisi dan ambulannya lama datangnya, satu jam belum juga datang, red). Korban digelatak nang bae ning dalan (korban digelatakan begitu saja di jalan, red),” jelasnya. Dahsyatnya benturan menyebabkan Bus Garuda Mas sampai berputar arah 180 derajat dan truk semen terguling. Jumlah korban jiwa enam orang. Lima korban berasal dari bus dan satu korban dari mobil pengangkut semen. Korban dari truk pengangkut semen diduga sopir dengan kondisi terjepit. Korban baru dapat dievakuasi sekitar pukul 01.00 dini hari. Berdasarkan keterangan petugas Soleh (Guteres) satu orang korban wanita tanpa identias meninggal di UGD RSUD Gunung Jati.

Kepala Puskesmas Panggangsari, dr Supriyanto mengatakan korban luka ada 30 orang, 21 luka ringan dan 9 orang luka berat. Untuk luka berat dirujuk langsung ke RS Waled. “Rata-rata patah tulang dan benturan di kepala,” ungkapnya. Seorang korban selamat Wasidin (22) mengatakan Garuda Mas berangkat dari Solo pukul 14.00 menuju Jakarta. Dirinya mengaku saat itu sedang tertidur pulas. “Saya tidak tahu, tiba-tiba sudah pusing dan sakit,” ujarnya. Senada korban selamat lainnya, Iwan (37) mengatakan tidak mengetahui persis kejadian. “Lagi tidur, tahu-tahu kondisi sudah tidak karuan,” katanya. Sampai pukul 02.00 dini hari jalur Losari masih mengalami kemacetan sepanjang tiga kilometer dari arah Jawa Tengah ke Cirebon dan tiga kilometer dari arah Cirebon ke Jawa Tengah. (aff/swn/tos/jpnn)

Ada Mayat Bugil di Kebun Bambu dari hal 1

ke belakang diikat dengan tambang. Di wajah korban terdapat luka memar,” jelasnya. Setelah melakukan olah TKP, pihaknya membawa korban ke RSUD Tasikmalaya untuk diotopsi. Sementara lokasi kejadian dipasangi police line. “Di TKP tidak ditemukan barang atau benda sebagai bahan keterangan,” lanjutnya. Meski mengetahui luka yang terdapat di ditubuh korban merupakan bekas kekerasan, tapi dia belum bisa menyimpulkan kondisi pria berambut pendek dengan tinggi badan sekitar 165 cm itu, tewas karena dibunuh. “Kita belum menyimpulkan ke arah itu (pembunuhan, red). Karena terlebih dahulu harus melakukan otopsi,” sebut mantan KBO Reskrim Polres Tasikmalaya Kota itu. Sementara petugas pemulasaraan mayat RSUD Tasikmalaya Hasan mengatakan pihaknya menerima kiriman jasad korban sekitar pukul 12.20. Kondisi saat diterima, lanjutnya kedua tangan korban terikat ke belakang. “Ketika ikatan tali tangannya mau dibuka pun dikonfirmasi kepada petugas polisi. Polisi juga yang memotong ikatan tali tambangnya,” kata dia kepada wartawan kemarin. Dia pun menjelaskan bahwa kedua kelopak mata pria itu

untuk bermain dan melakukan hal lain. “Kualitas (agama, red) itulah, mutu itulah yang harus digenjot. Jadi, memiliki sebuah kekuatan moral. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tawuran,” terangnya.

Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Blackberry dimenangkan Nanung Surtini, warga Kampung Gentong Kelurahan Buni Asih Kecamatan Kadipaten. Televisi

dari hal 1

”Jadi susah mengerem kegiatan ini (rotasi, mutasi dan promosi, red), karena merupakan kewenangan wali kota selaku pimpinan yang menandatangani (surat keputusan rotasi, mutasi dan promosi, red),” tuturnya yang ditemui saat menghadiri Hari Batik Nasional ke-4 di depan Makodim 0612 Tasikmalaya, Jalan Otista Kota Tasikmalaya kemarin (2/10). Rotasi, mutasi dan promosi, kata dia, merupakan kebijakan pimpinan (wali kota). Meskipun, kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi segera berakhir di November tahun ini. Terlebih, kata dia, tidak ada larangan bagi wali kota me-rolling- PNS di penghujung memimpin Kota Tasikmalaya. ”Sebenarnya setiap bulan pasti ada rolling pegawai dan ini sebuah kewajaran dalam meningkatkan kinerja pegawai,” tuturnya. Tio pun mengelak jika rotasi, mutasi dan promosi dianggap keseringan, karena memang kondisi kondisi saat ini di Pemkot Tasikmalaya banyak pegawai yang memasuki masa pensiun. ”Kurang lebih ada 30

pegawai yang pensiun. Masa tidak diisi (jabatannya, red). Nanti pelayanan publik bisa terhambat,” ujar sekda yang masa jabatannya pernah diperpanjang ini. ”Belum tentu pimpinan yang akan datang jarang merotasi. Bisa saja lebih sering lagi dari sekarang. Tergantung kebutuhan. Bila ada yang sering pensiun, jadi sering juga mutasi pegawai,” ujar pria yang pernah menjabat Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Barat ini. Soal akan adanya rotasi, mutasi dan promosi, Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya Hendro Nugraha mengiyakan bahwa di pertengahan bulan ini akan digelar kembali promosi, rotasi dan mutasi. ”Yang saya ketahui memang akan ada lagi rotasi, mengingat jumlah yang pensiun di pemkot cukup banyak,” ungkapnya. Ia pun menilai rencana rotasi, mutasi dan promosi merupakan sebuah hal yang wajar untuk mengisi kekosongan pegawai sehingga tidak ada alasan bagi wali kota saat ini menunda kegiatan tersebut. ”Nanti pelayan kepada publik bisa terganggu jika tidak segera diisi,” ujarnya.

Hal sama juga dikatakan kolega Hendro di Komisi I, Enjang Bilawani. ”Yang saya dengar memang seperti itu (akan ada rotasi, mutasi dan promosi, red) akan kembali ada perombakan pegawai,” singkatnya. Sebelumnya, pada 6 September 2012, Pemkot Tasikmalaya juga telah melakukan perombakan jabatan PNS. Saat itu, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi mengambil sumpah 126 PNS yang ikut gerbong rotasi, mutasi dan promosi. Saat itu ada empat pejabat yang berpromosi ke eselon II dari eselon III. Sebelum pelantikan, banyak komentar berdatangan yang ditujukan kepada Syarif soal kebijakannya merotasi, mutasi dan mempromosikan para PNS. Terlebih, kala itu, publik menilai, Syarif merombak “kabinetnya” di penghujung dia memimpin. Namun, tokoh Kota Tasikmalaya itu keukeuh, karena pengisian jabatan-jabatan itu harus dilakukan demi pelayanan kepada publik. Dia tidak ingin layanan publik terganggu gara-gara ada kekosongan jabatan. Terlebih, dia memiliki kewenangan untuk merombak “kabinetnya.” (kim)

Mendadak Jadi Model Batik Tasik dari hal 1

TNI, Polri dan politisi (DPRD Kota Tasikmalaya). Wali Kota Tasikmalaya terpilih Drs H Budi Budiman berjalan di atas karpet merah sambil mengumbar senyum. Dia mengenakan baju batik berawarna hijau dan ikat kepala batik. Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya -–yang juga pasangan Budi untuk lima tahun kedepan—berjalan bergandengan dengan sang istri, Hj Iyan Dede Sudrajat. Mereka kompak mengenakan batik coklat. Dari unsur TNI, tampak Danrem 0612 Tarumanagara Kolonel Inf Surawahadi dan istri Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Inf Muhamad Muchidin dan istri, Danlanud Wiriadinata Letkol Pnb Indan Gilang Buldansyah dan istri.

Tampil juga Hj Reni Gupuh Setiyono --istri Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Gupuh Setiyono --yang bergandengan dengan Ny Farid Makruf istri Danbrig 13 Galuh Kolonel Inf Farid Makruf MA. Dari unsur eselon II Pemkot Tasikmalaya, tampil Kadispora Tantan Rustandi dan istri, Asda II Edi Sumardi dan istri serta pejabat lainnya. Sementara itu dari unsur politisi, Hendro Nugraha, yang juga Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya juga ikut tampil. Dia mengenakan batik Tasik bermotif manggis. Soal batik Tasik bermotif manggis , Hendro memberikan penjelasan. ”Buah manggis itu berasal dari Tasikmalaya dan ada ide manggis dijadikan ciri khas batik Tasik. Sebagai dukungan, saya memakainya,” ujar Hendro telah me-

mastikan tidak mencalonkan diri kembali sebagai ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya tersebut. Hendro menjelaskan batik Tasik memiliki keunikan motif dengan warna-warna cerah. ”Namun saat ini para pengusaha dan perajin batik dihadapkan pada persoalan minimnya generasi penerus karena pembatik saat ini didominasi lanjut usia,” tuturnya. Wali Kota Tasikmalaya terpilih Drs H Budi Budiman —yang pada kesempatan HBN tersebut menerima pengukuhan sebagai salah satu tokoh batik Tasikmalaya—merencanakan mengimbau seluruh warga Kota Tasik agar membiasakan diri memakai batik. ”Batik itu sangat pantas digunakan oleh siapa pun baik muda maupun tua. Saya sangat hobi serta percaya diri memakai batik Tasik,” ujarnya. (kim)

Kalah Pamor, Sulit Regenerasi dari hal 1

Yang mudanya mungkin hanya sekitar dua puluh lima persenan,” singkatnya. Regenerasi pembatik di perusahaan batik Agnesa, menurut Hj Enok, tidak terlalu kesulitan. Karena pihaknya kerap menggelar ber-

bagai pelatihan. Termasuk pelatihan yang dikerjasamakan dengan perbankan sehingga banyak anak muda yang begitu selesai pelatihan mereka menjadi mahir dan bisa langsung direkrut. ”Kalau kita banyak yang muda. Karena ada pelatihan bersama Bank Mandiri dan banyak yang sudah jadi,” terangnya.

Soal permodalan, Hj Enok mengatakan permasalah modal sebenarnya bukan permasalahan utama. Bagi perajin batik —yang telah berpengalaman— masalah itu dapat diatasi dengan berbagi upaya. “Kalau permodalan relatif ya, ada yang gampang cari modal, ada juga yang sulit,” kata dia. (pee)

Dari Vespa hingga Ferrari dari hal 1

disiapkan selama touring? Setiap acara biasanya selalu dibarengi dengan aksi sosial di berbagai daerah. Harley-Davidson Indonesia malah pernah melakukan touring di Amerika. Semua peserta membeli motor baru yang langsung ditunggangi di Amerika. Setelah melakukan touring di sana, barulah motor dikirim ke Indonesia? Yang terpenting adalah perjalanannya! Not the destination, itulah salah satu slogan populer mereka. Artinya, walaupun daerah tujuan touring penting, masih lebih penting kebersamaannya. Juga semakin banyak istri yang mengikuti suami. Ada yang hanya bonceng. Ada yang malah jadi lady biker. Kebersamaan itu dijadikan panggilan Bro dan Sis di antara mereka untuk membangun rasa persaudaraan. Setiap ada tur atau even, Harley selalu membuat semacam pin peringatan sehingga orang terus mengumpulkannya sebagai pertanda. Semakin banyak pin yang dikumpulkan, semakin hard-core-lah dia. Belakangan yang dilakukan Harley juga ditiru brand otomotif lain. Komunitas penggemar Vespa, umpamanya, sangat bangga akan kendaraan tuanya. Bahkan, lebih bangga kalau lagi jalan bersama. Hon-

dari hal 1

DEDE MULYADI / RADAR TASIKMALAYA

KORBAN. Petugas pemulasaraan mayat Hasan menunjukkan jasad korban tewas yang ditemukan tanpa busana di peti pengawet mayat RSUD Kota Tasikmalaya, kemarin (2/10).

membiru. “Tulang hidung korban retak juga lidah korban pun tergigit sekitar satu senti,” sebutnya sambil menekan bagian tulang hidung korban. BELUM ADA TITIK TEMU Sampai pukul 21.00, Kapolsek Cibalong AKP Rusdiyanto SH mengaku belum mendapatkan titik temu tentang identitas pria itu. “Belum ada dan tidak ada identitas saat ditemukan juga,”

ujarnya. Dia menduga pria itu adalah korban kekerasan. “Ada kemungkinan kekerasan,” terangnya. Dia mengaku, untuk mengetahui identitas korban pihaknya telah menyebar foto korban supaya mendapatkan informasi yang jelas. “Sudah menyebar foto ke daerah TKP dan warga sekitar,” pungkasnya. (dem/mg3)

Dihubungi secara terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Kota Tasikmalaya Dedi Herawan menyarankan usulan penambahan libur tidak dilakukan. Hari Sabtu justru harus dijadikan sebagai hari khusus untuk mendidik karakter anak. Dengan metode pembelajaran yang di-setting untuk membentuk

kepribadian dan karakter siswa. “Teori belajar bukan lamanya (waktu belajar, red). Tetapi seringnya (intensitas pertemuan) yang akan efektif. Kalau saya, pada hari Sabtu harus dipakai belajar untuk membentuk kepribadian dan karakter atau creative day,” paparnya. (pee)

Warga Gentong Raih Blackberry dari hal 8

Formasi PNS Akan Dirombak

da, Yamaha, dan Suzuki pun memiliki banyak komunitas yang didirikan pemilik sendiri, tapi lantas dibina brand masing-masing. Pada otomotif roda empat pun, terutama untuk luxury brand, kondisinya serupa. Komunitas Ferrari sangat eksklusif dan sering diajak jalan sama-sama dengan pengawalan polisi. Kalau tidak, kapan mereka bisa menikmati Ferrari-nya sendirian dengan kecepatan tinggi. Lamborghini bahkan memiliki komunitas yang sangat kompak di Indonesia. Tak hanya touring, tapi mereka juga ikut balapan di berbagai tempat. Termasuk di Sepang, sebelum Formula 1 dilombakan. The performance space adalah suatu tempat yang diadakan supaya anggota komunitas bisa menunjukkan kebolehannya. Penyelenggaraan kontes di antara komunitas penggemar burung, misalnya, sangat membanggakan pemilik burung tersebut. Setiap undangan untuk anggota komunitas yang diberi tema tertentu akan selalu disambut baik. Barubaru ini majalah Time mengundang komunitasnya lewat internet untuk memotret dengan mobile phone. Ratusan ribu foto masuk, diseleksi, dan ratusan foto terpilih untuk dijadikan cover edisi 27 Agustus 2012. Pasti sang fotografer amatir akan bangga karena cover Time bisa jadi the performance place

untuknya. The barn raising berfungsi sebagai suatu cara efektif untuk melaksanakan suatu tugas pada waktu kumpul-kumpul. Inilah istilah orang Barat untuk gotong-royong. Di Amerika Utara, pada abad ke-19, banyak orang membantu salah seorang anggota komunitasnya untuk mendirikan sebuah tempat penyimpanan komoditas. Seolah jadi kewajiban untuk selalu membantu kalau tidak mau dikucilkan. Seorang ahli dari daerah lain dihadirkan untuk membantu sebagai tenaga profesional. Tapi, selebihnya, semua anggota bekerja sukarela. Begitu juga komunitas zaman sekarang. Seorang anggota yang mempunyai tugas tertentu selalu bisa minta bantuan kepada anggota lain. Karena itu, sebuah brand community jangan lupa memfasilitasi. Sebab, ternyata orang selalu mau membantu kalau diminta? The summer camp, seperti kegiatan rutin yang diadakan berkala saat musim panas. MarkPlus Inc sendiri menyelenggarakan acara The MarkPlus Conference setiap tahun di Jakarta. Mereka semua diajak berkumpul mulai pagi sampai malam. Acara periodik semacam itu bertujuan memperkuat connection. Dengan menjalankan sembilan hal yang telah diulas, komunitas bisa diperkuat. Bagaimana pendapat Anda? (*)

Supari, si Tukang Listrik yang Ahli Tambal...

Bentuk Anak Shaleh, Perkuat... dari hal 8

7

diraih Drs H Endang Yoyon, warga asal Cisayong. Koin emas oleh Iyan Dahyan, warga Kampung Sindangsari Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari. Dewi, warga Bebedahan yang ikut mengundi program Terima Kasih Pembaca tadi malam, me-

nyambut baik program Radar tersebut. “Acaranya bagus dengan melibatkan masyarakat dalam pengundian,” tuturnya. Tapi, dia berharap pembaca lebih termotivasi membaca isi korannya dan bukan hanya ingin mendapatkan hadiah semata. (mg4)

ikut seleksi calon tamtama di Armada RI Kawasan Barat (Armabar) Jakarta. Tapi, baru menyerahkan berkas saja, Supari sudah kena damprat panitia yang mendaftar. Waktu itu dia ditanya mengapa baru mendaftar setelah tiga tahun lulus sekolah. Supari menjawab sekenanya. “Pas ditanya apa saja kegiatan saya sebelum mendaftar, saya bilang mblakrak dan dolan. Spontan saya langsung dibilang bego oleh petugas itu,” ujar Supari, lalu terkekeh. Pada masa itu persyaratan fisik atau postur yang proporsional, khususnya tinggi badan, belum ditetapkan minimal 165 cm seperti ketentuan sekarang. Karena itu, dengan tubuh kerempeng setinggi 162 cm, Supari tetap boleh ikut seleksi. Dia sempat kurang percaya diri dengan kondisi fisiknya. Apalagi, jumlah pendaftar ketika itu lebih dari 6.000 orang. Sementara itu, siswa calon tamtama (catam) yang diambil hanya 60 orang. Supari mengungkapkan, fisiknya kurus sebenarnya bukan karena kurang gizi. Tetapi, karena dia gemar berolahraga, khususnya lari jarak jauh (10 ribu meter dan maraton). Dia bahkan menjadi andalan sekolahnya dalam kejuaraan-kejuaraan lari tingkat kabupaten. “Hampir tiap hari saya lari 5-10 km. Itu resep yang membuat tubuh saya selalu fit,” terang pria yang genap 47 tahun pada 2 April lalu dengan bangga. Pada Desember 1987 Supari menjalani pendidikan dasar militer di Pusdikdasmil Juanda, Sidoarjo, sekitar tiga bulan dan pendidikan kejuruan di Kobangdikal, Bumimoro, Surabaya, sekitar sembilan bulan. Ketika dinyatakan lulus dari pendidikan itu, dia dilantik sebagai anggota TNI-AL dengan pangkat kelasi dua di korps listrik. Setelah itu, Supari langsung ditempatkan di KRI Dewaruci di bawah Satuan Kapal Bantu Armatim. Dia seangkatan dengan dua personel senior di kapal latih itu. Yakni, Bintara Utama Peltu SBA Johanes Satoro dan Sertu Bek Ainu Rofik. Johanes dan Rofik sejak dinas perdana di Dewaruci belum pernah

bertugas di kesatuan lain. Sementara itu, Supari pada 2006-2011 pernah mendapat kepercayaan memperkuat satuan lain. Dia bertugas di Divisi Pantai Satuan Kapal Amfibi Koarmatim Surabaya dan mengikuti proyek maintenance listrik kapal Sigma di galangan kapal Schadel, Flishingen, Belanda. Di KRI Dewaruci, anggota korps listrik berada di bawah departemen mesin. Supari yang kini berpangkat sersan kepala menjadi bintara paling senior di departemen itu. Sudah 14 komandan kapal silih berganti menjabat sejak dia masuk kapal berumur 60 tahun tersebut. Selama menjadi awak kapal legendaris itu, dia pernah mengalami kejadian luar biasa yang hampir merenggut nyawanya. Sehari menjelang berlayar ke Australia pada akhir 1997, dapur kapal di geladak tengah terbakar hebat. Penyebabnya, tungku pemanas dan penggorengan mengalami korsleting. Kebetulan Supari sedang jaga darat atau piket. Saking paniknya juru masak ketika itu, api yang berkobar disiram air laut. Kobaran api bukannya padam, melainkan malah tambah besar dan sulit dijinakkan. “Kami berusaha mati-matian memadamkan kebakaran agar tidak merembet ke ruang lain,” ungkap bapak Rifki Muhammad Yusuf (16) dan Hanif Nur Ibrahim (12) itu. Setelah kebakaran bisa dikendalikan, tugas baru menantinya. Instalasi dan tungku listrik di dapur rusak berat. Supari dan juru listrik lain ketiban sampur harus melembur untuk memperbaiki peranti 10 ribu kilowatt itu. “Sebab, kapal dijadwalkan harus berangkat jam 10 esok paginya,” tuturnya. Supari tidak bisa membayangkan bagaimana jika perbaikan itu tak dapat selesai sesuai dengan harapan komandan kapal. Pasalnya, kegiatan Dewaruci dalam pelayaran selama empat bulan keliling Australia sudah terjadwal. “Beruntung, kami bisa menyelesaikan perbaikan ekstra itu satu jam sebelum kapal berangkat,” cerita Supari. Ekspedisi Dewaruci keliling dunia 2012 menjadi tantangan tersendiri bagi Supari. Sebab, kali ini Dewaruci berlayar dalam waktu sangat lama dan sangat jauh. Kapal

latih TNI-AL itu melintasi jarak 27 ribu nautikal mil atau 50.000 kilometer selama 277 hari. Dalam pelayaran tersebut, Dewaruci mengarungi 24 pelabuhan di 13 negara dan 4 benua. Supari sudah terbiasa bekerja dalam tekanan. Dalam kondisi darurat, dia tetap bisa tenang. Pasalnya, suami Ngatini tersebut memiliki banyak keahlian. Selain di bidang kelistrikan, dia ahli pertukangan, mekanik, bahkan tampil di mimbar untuk berdakwah. Ketika lambung kiri Dewaruci bocor di Boston, AS, Juli silam, Supari dipercaya untuk “membereskan”. Dia lalu membuat pelat baja guna menambal kebocoran. Keterampilan dia memotong besi, menggerinda, dan mengelas tidak diragukan. Hasilnya sangat memuaskan. Hingga tiba di Pelabuhan Belawan, Medan, kemarin, Dewaruci tak bocor lagi. Kelebihan Supari dalam memperbaiki pendingin ruang (AC) juga tidak kalah oleh juru AC/fresh room. “Jam terbang beliau paling tinggi,” puji juru AC/fresh room Kelasi Kepala Lis M. Irfan. Di bidang kerohanian, Supari tergolong mahir berkhotbah. Dia sering dipercaya kru kapal menjadi imam salat dan berceramah saat bintara rohani (baroh) Pelda Bah Reza Nevyansyah berhalangan karena sakit. Supari beberapa kali tampil sebagai khatib salat Jumat maupun tarawih pada Ramadan lalu. Berkat berbagai prestasinya tersebut, Supari tak pernah tertinggal menjadi salah seorang kru andalan dalam berbagai misi pelayaran Dewaruci. Sebelum ekspedisi keliling dunia ini, dia pernah mengawal Dewaruci dalam pelayaran internasional perdana pada 1989 ke Malaysia dan Filipina; lalu keliling Australia (1991, 1998); Amerika (1999, 2000); serta Eropa (2003, 2005). Dia berharap, seusai menyelesaikan tugas “penting” dalam ekspedisi Dewaruci kali ini, pangkatnya akan naik. “Mudah-mudahan naik menjadi sersan mayor,” tutur tentara yang sudah mengabdi sekitar 24 tahun itu. (*/c10/ari)


7 sam 3 okt 2012