Issuu on Google+

RABU, 12 SEPTEMBER 2012 / 25 SYAWAL 1433 H

Abanda Mangkir, Janur Geram dari hal 1

awal ke Abanda tanggal (10/9) dan ternyata lewat bahkan tidak memberikan keterangan sama sekali kepada kita,” ujarnya usai latihan fisik yang digelar di Lapangan Pusdik Armed, Cimahi, kemarin. Kendati begitu, Janur mengakui keberadaan Abanda sangat dibutuhkan menjaga daerah pertahanan Persib untuk musim nanti. “Saya tidak tahu kenapa dia (Abanda, red) seperti itu. Padahal kita juga butuh dia. Lihat saja, dia merupakan satu-satunya pemain asing yang kita pertahankan,” ungkapnya Ketika ditanyai mengenai sosok pemain asing lainnya yang masih belum terlihat menjalani latihan bersama rekan setim lainnya, Janur pun mengatakan keempat pemain asing lainnya

tetap memohon izin karena ada keperluan yang harus diselesaikannya. “Kalau yang lain ada alasannya. Tidak seperti Abanda,” pungkasnya. FISIK PEMAIN ALAMI KEMAJUAN Terkait hasil latihan para pemainnya, Janur mengaku saat ini tengah mengalami kemajuan. “Latihan semakin hari semakin bagus. Ada kemajuan. Semua sesuai dengan yang diharapkan. Intinya kedisiplinan semakin meningkat, baik di dalam maupun di luar,” ungkapnya saat ditemui di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung usai memimpin tim nya melakukan latihan fisik yang digelar di lapangan Pusdik Armed, Cimahi kemarin (11/9). Janur mengatakan latihan yang tengah dijalani anak asuhnya empat kali kebelakang, masih berupa latihan fisik.

“Hingga saat ini masih latihan fisik ya, belum ke taktik, karena kan pemain pun belum berkumpul semua,” akunya. “Dan untuk pemain yang belum hadir pun, pasti akan melakukan latihan fisik. Itu namun jatah latihannya akan ditambah karena dinilai sudah tertinggal dari yang lainnya,” sambungnya. Janur pun mengatakan timnya akan latihan fisik selanjutnya di Lembang, Kabupaten Bandung Barat tepatnya Rabu (12/9). “Besok (hari ini, red) pagi sekitar jam 07.00 latihan di Lembang, tepatnya dekat Gunung Tangkubanparahu atau sekitar Cikole. Programnya masih pembenahan fisik,” tuturnya. Para pemain, kata dia, akan melakukan latihan fisik tujuh sampai delapan kilometer. “Itu dimaksud untuk daya tahan pemain itu sendiri,” pungkasnya. (gin/jpnn)

Cicipi Main Film dari hal 1

Widi ambil bagian dalam film berjudul Sang Martir yang dibintangi Adipati Dolken. Perempuan 22 tahun itu berperan sebagai Lili, seorang anak penghuni panti asuhan. Meski begitu, dia menegaskan bahwa keterlibatannya dalam layar lebar bukanlah sebuah langkah awal untuk kemudian menyeriusi film dan meninggalkan Vierra. “Cuma nyoba aja. Ngetes gitu lah. Bisa apa nggak,” ucapnya. Awalnya, dia hanya ngobrol ringan dengan sutradara Sang Martir, Helfi Kardit. Widi banyak bertanya soal film. Hingga kemudian, Helfi menawarkan pe-

ran kecil untuknya. Justru karena diberi peran kecil, Widi jadi tertarik mencoba. Dia menyatakan tidak akan mau kalau misalnya langsung mendapat porsi akting yang besar. “Nggak mau yang langsung banyak perannya. Soalnya, aku tuh malas belajarnya. Pelan-pelan dulu deh,” urainya. Lagipula, menjadi aktris sama sekali bukan cita-citanya. Menjadi penyanyi pun, kata Widi, terjadi karena kebetulan. Dia bersyukur bisa menjadi penyanyi band yang digawangi Kevin Aprilio tersebut. “Ada di bidang ini (hiburan, red) aja saya sudah bersyukur. Sudah seneng jadi vokalis band.

Kalau soal film sih, nggak tahu ya. Lihat aja nanti,” lanjutnya. Meski begitu, dia mengaku ketagihan juga main film. Jika syuting tidak mengganggu jadwal Vierra, mungkin dirinya mau main film lagi. Untung, anggota Vierra lain mengizinkan Widi main di film ini. Hanya, jika mengganggu jadwalnya dengan Vierra, sudah pasti akan ditolak. Kata Widi, dia ingin jadi anggota band yang benar. “Yang nggak aneh-aneh deh. Saya mau jadi orang yang bener aja. Kalau (harus) ninggalin Vierra, saya nggak akan ambil tawaran film,” tegasnya. (jan/ c14/na/jpnn)

Honorer K2 Akan Dites 2013 dari hal 1

Master soal dalam bentuk disk atau CD ini akan diserahkan ke masing-masing pejabat pembina kepegawaian untuk digandakan. Kemudian setelah selesai ujian, soalnya langsung dimusnahkan dan lembaran kerja jawaban diserahkan ke BPPT untuk diperiksa serta diolah konsorsium PTN. Ditanya apakah saat seleksi CPNS dari honorer K2 juga bersamaan dengan pelamar umum, Tasdik mengatakan, akan dipisah. “Kalau honorer kan sekitar April-Mei, sedangkan pelamar umum sekitar Agustus-September,” ucapnya. Adapun jumlah awal honorer K2 yang masuk ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) adalah 652.458 orang. Jumlah tersebut berdasar data usulan tentang tenaga honorer dari 28 instansi pusat dan 487 instansi daerah. Namun setelah perekaman, jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar 570 ribu. BERSABAR Nihilnya alokasi anggaran dari

pemerintah pusat untuk pengangkatan CPNS menyebabkan sebanyak 663 orang tenaga honorer kategori 2 (K2) di lingkungan Pemkot Tasikmalaya gigit jari. Mereka kini harus bersabar menahan hasratnya untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Anggota Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya, Enjang Bilawani mengatakan, untuk lingkup Pemerintah Kota Tasik, ada sekitar 663 orang tenaga honorer K2 yang telah siap diajukan. Perinciannya, 234 tenaga kependidikan, 52 tenaga kesehatan dan 377 orang tenaga teknis. ”Memang pada dasarnya hanya menunggu keputusan pusat terkait pengangkatan para honorer. Jadi saya harap semua honorer bersabar dulu,” ujarnya. Berdasarkan informasi yang dia ketahui, di tahun ini testing untuk tenaga honorer K2 kemungkinan tidak akan dilaksanakan, karena masih dalam tahap pembahasan. ”Ya mau gimana lagi, terpaksa harus gigit jari. Karena keputusan ada di tataran pusat,” tuturnya. Enjang juga sangat menya-

yangkan ketidakpastian pelaksanaan testing dari pemerintah pusat itu. Namun dari informasi yang dia dapatkan, testing baru dilaksanakan pada 2013. ”Kalau tidak salah, awal 2013 baru direncanakan digelar testing. Itu pun masih simpang siur,” ungkapnya. Sementara, Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya, Hendro Nugraha mengungkapkan, pengangkatan tenaga honorer mutlak urusan pemerintah pusat. Karenanya pemkot hanya menunggu instruksi dan tidak bisa mendesak agar segera dilaksanakan. ”Jangankan untuk kategori 2, untuk kategori 1 saja belum diangkat,” tuturnya. Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Kepegawaian Setda Kota Tasikmalaya, Drs Asep Maman Permana mengakui, untuk jumlah K2 yang sudah diverifikasi dan tervalidasi sebanyak 663 orang. Mereka masih menunggu arahan dan keputusan dari pemerintah pusat. “Sejauh ini belum ada informasi lanjutan terkait pengakatan kategori 2,” tandasnya. (kim/esy/jpnn)

Rukmini Nyaris Terpanggang dari hal 1

tapi berat,” ceritanya kemarin. Karena Mak Rukmini berat, lantas dia, mennyeret ibunya setelah turun dari tempat tidurnya. Dia pun terpaksa mengulinggulingkan tubuh wanita itu. “Diguling-gulig we da abot. Nu pentiung mah salamet. Tuh pangambungna ge bareuh, nabrak pager awi (Terpaksa tubuh Mak Rukmini diguling-guling keluar sampai hidungnya menabrak pagar bambu, red),” lanjutnya. Sekitar dua meter ke pintu rumah, Cecep (19) cucuny Enah datang menolong Mak Rukmini. “Cecep (cucu Enah) mengangkat tubuh Mak Rukmini, tapi pungggung Cecep terbakar,” sebutnya. Dia melanjutkan ceritanya. Setelah menyelamatkan Mak Rukmini, Cecep berusaha mengamankan beberapa barang di dalam rumah. Cecep mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. “Punggung, tangan dan kakinya melepuh. Sekarang masih di RSU (Kota Tasikmalaya, red),” tambahnya. Setelah Mak Rukmini diselamatkan Cecep, Enah langsung mendatangi cucunya, Ai Selam (9). Dia segera mengangkat dan mengeluarkan Ai Selma melalui pintu belakang. “Piuntu depan sudah terbakar, akhirnya melewati pintu belakang. Seolah dialungkeun (dilempar, red) kaluar we,” sebutnya. BERAWAL DAR DAPUR Cucu Mak Rumnini, Irah (40) mengaku pertama melihat api dari dapur. Perempuan yang berjualan lauk pauk ini mengaku kaget saat ke dapur, karena atap dapur sudah terbakar. Lantas dia keluar dan berteriak meminta bantuan warga sekitar. “Saya berteriak minta tolong hingga warga berdatangan,” akunya. Lanjut dia, api yang berawal dari dapur itu dengan cepat merembet ke bagian bilik rumah yang ditinggalinya. Dalam waktu sekitar lima menit, rumah semi permanennya terbakar. “Api cepat sekali merembet,” lanjutnya. Keluarganya yang sedang berada di dalam rumah panik, sebab, api sudah mengepung. “Sebagian keluarga ada yang langsung keluar, tapi sebagian lagi di dalam rumah,” susulnya. Sementara itu Ketua DKM setempat, Ibin Hasibin (60) menyebutkan setengah jam kemudian dua unit mobil pemadam ke-

dari hal 8

berstatus tersangka. Namun dia mengaku heran karena yang bersangkutan justru menduduki posisi stategis. ”Dan itu, saya rasa sangat ceroboh dengan mengesampingkan etika. Serta terkesan ada upaya mewariskan masalah kepada pimpinan selanjutnya. Padahal masih banyak pejabat yang layak dan lebih pantas mengisi,” tuturnya. Sebelumnnya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Ir H Dede Sudrajat MP memprotes pelantikan pejabat eselon II, III dan IV. Dede mengaku tidak dilibatkan dalam rencana promosi, rotasi dan mutasi tersebut. “Saya juga pemimpin di pemkot dan saya merasa tidak dihargai. Untuk itu saya memilih tidak hadir pada acara tersebut,” tuturnya, Ia menjelaskan, sebelum digelarnya pelantikan sumpah pejabat tersebut, dirinya sudah jauh hari menawarkan diri agar bisa dilibatkan dalam merumuskan pejabat yang akan promosi, rotasi dan mutasi kepada Baperjakat maupun wali kota. ”Sebagai pimpinan yang masih aktif dan calon pemimpin selanjutnya, saya ingin bisa ikut memberikan saran dan masukan agar pelaksanaan pelantikan tidak merugikan salah satu pihak,” ujarnya. Sebagai wakil wali kota, kata Dede, berfungsi mengawasi setiap kebijakan wali kota. Dia juga memiliki penilaian serta pandangan terhadap para pegawai yang dinilai layak untuk dipro-

mosi, rotasi atau mutasi. Selama ini Dede cukup mengetahui kinerja para PNS di lapangan. ”Meski saya bukan anggota Baperjakat, tetapi posisi saya sebagai wakil wali kota yang lebih sering terjun ke lapangan, tahu mana pejabat yang layak atau tidak,” ungkapnya. Dede mengaku, sejak jauhjauh hari telah berkoordinasi dengan Baperjakat. Dia juga meminta agar diberi informasi terkait rencana pelantikan tersebut. Namun nyatanya selama ini tidak pernah ada jawaban dan kepastian. Malah tiba-tiba, Dede menceritakan, dirinya mendapatkan kabar bahwa hari Jumat (7/9) lalu, digelar promosi pegawai. ”Ini akan jadi sebuah catatan bagi saya, ketika memimpin kembali bersama H Budi. Dan pernah digaris bawahi, saya telah memiliki komitmen yang sama dengan beliau,” ujarnya. Dede yang pada 14 November 2014 akan dilantik sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya berpasangan dengan Drs H Budi Budiman sebagai wali kota ini menuturkan, dirinya telah menduga nama-nama yang akan mendapatkan promosi, rotasi dan mutasi tersebut adalah para birokrat yang mendukung pasangan lain. ”Promosi, rotasi dan mutasi ini saya lihat lebih pada balas jasa, ketimbang kebutuhan,” tuturnya. Di lain pihak,Wali Kota Tasikmalaya, Drs H Syarif Hidayat MSi menegaskan tidak ada sangkut pautnya promosi, rotasi dan mutasi tersebut dengan hasil

pilwalkot atau berbau unsur politik. Mekanismenya, kata dia, sesuai dengan aturan dan amanat Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Kepegawaian. ”Saya hanya mengikuti aturan saja. Masak jabatan yang kosong harus dibiarkan. Dan itu akan mengganggu kinerja pegawai dalam upaya melayani pubilk,” tuturnya. Justru jika jabatan eselon II dibiarakan, kata dia, akan menjadi sebuah penghamburan. Karena untuk bisa mengeluarkan anggaran di setiap OPD diperlukan tanda tangan kepala dinas dan tidak bisa diwakilkan. ”Jika tidak segera dilantik, nanti macet pekerjaan dan masyarakat yang akan terkena imbas,” paparnya. Syarif pun menjelaskan, adanya promosi pejabat ini tidak mengandung unsur politis atau balas jasa pada pilwalkot 2012. Kalaupun ramuan pejabat lewat rotasi dan mutasi itu dinilai tidak layak oleh pemimpin, dia mempersilahkan wali kota selanjutnya untuk merombaknya kembali. ”Kalau memang tidak sesuai, silahkan nanti acak-acak lagi saja,” tegasnya. Sebelum merumuskan pelantikan pejabat, Syarif mengaku terlebih dahulu ada kajian dan analisis oleh Baperjakat. Dan itu sesuai atas assesment dari Gubernur Jawa Barat. “Jadi ini tidak sembarangan asal naik atau pindah. Saya ini bukan seorang diktator atau otoriter. Tapi saya pemegang aturan walaupun mereka berbeda warna,” tandasnya. (kim)

Kota Tasik Jadi Contoh ASEAN dari hal 8

lokasi kunjungan meliputi industri kerajinan batik di Kampung Batik seperti di Kecamatan

Cigeureung, Kelurahan Nagarasari dan Kecamatan Cipedes. Juga industri kerajinan bordir di Kampung Bordir Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Ke-

camatan Kawalu. Industri makanan olahan kampung Opak di Kampung Cikatuncar, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum. (rls/kim)

DEDE MULYADI / RADAR TASIKMALAYA

SELAMAT. Mak Rukmini (kiri) duduk berdampingan dengan Enah. Keduanya selamat dari insiden kebakaran Selasa dini hari pukul 00.15.

bakaran tiba di lokasi kejadian. Anggota damkar pun segera memadamkan sisa api. “Kalau tidak segera datang, mungkin bisa merembet ke rumah lain. Soalnya di sekitar sini sulit air,” katanya kemarin. Kapolsek Kawalu Kompol Abdussalam Drs MM mengatakan tidak ada korban jiwa di insiden itu. Korban mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta. Sedangkan korban luka menimpa Cecep (19). “Diduga kebakaran berasal dari tungku api,” katanya kemarin. PERHIASAN DAN UANG TERBAKAR Irah (40) mengaku selain rumah berukuran 12x8 meter, uang tunai dan perhiasan miliknya ikut terbakar. “Perhiasan emas sekitar 30 gram dan uang tunai Rp 1,7 juta,” kata dia kemarin. Dia mengaku perhiasan dan uang tunai itu disimpan untuk persiapan membangun

rumahnya. “Niatnya, perhiasan itu bekal biaya untuk membangun rumah untuk permanenkan, tapi sekarang semuanya habis,” kata dia. Selain perhiasan dan uang tunai, tiga mesin juki, beberapa barang elektroniknya pun terbakar. “Motor selamat, barang elektronik seperti kulkas dan teve juga semua pakaian termasuk pakaian sekolah anak terbakar,” tambahnya. Semetara waktu, dia dan keluarganya menumpang tinggal di rumah sanak saudaranya. “Ya kemana lagi, terpaksa nebeng ke rumah saudara,” tandasnya. Diduga kebakaran itu berasal dari tungku api. Tidak ada korban jiwa di insiden yang menghebohkan warga sekitar itu. Namun, pihak keluarga Irah menduga kerugian akibat kebakaran itu mencapai Rp 60 juta. (dem)

Galunggung Ancaman Utama Bencana di Tasik dari hal 1

kemarin (11/9). Khusus untuk wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, terang dia, Gunung Galunggung adalah ancaman utama. Meskipun diakuinya saat ini statusnya normal, tetapi perlu diwaspadai karena bencana bisa terjadi kapan saja. Penanganan bencana ini, kata dia, merupakan tanggungjawab bersama. Selama gladi yang digelar tiga hari, TNI melatih prosedur hubungan antara komandan dengan staf. Dengan melibatkan aparat yang ada didaerah termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesbang dan Dinsos kota dan kabupaten. ”Sehingga betul-betul mereka akan tahu prosedurnya, termasuk masyarakat. Di sini ada jeep, ada Tagana, ada Orari. Saya sangat berterima

kasih keikutsertaannya. Sementara di sini untuk Galunggung saja,” terangnya. Sementara itu Kepala BPBD Provisi Jawa Barat Sigit Udjwalaprana mengatakan saat ini dinilai tepat untuk pelatihan. Soalnya status Gunung Galunggung berada pada level normal. Sedangkan latihan, kata dia, tidak cukup dilakukan satu kali. Karenanya akan ada lagi latihan kedua dan ketiga, untuk memantapkan skill tim dan para relawan. ”Jangan latihan pada saat bencana, tapi (harus dilakukan) saat seperti sekarang, sebelum bencana. Nanti akan ada lagi dan lagi (latihan) untuk memberi lagi ilmu kepada masyarakat tentang penanggulangan bencana,” jelasnya. Pemprov Jabar, kata dia, telah menyiapkan berbagai peralatan siaga bencana. Dalam kegiatan tersebut, ikut terlibat sejumlah instansi seperti Dinkes dari kota dan kabupaten.

Di sisi lain, BPBD provinsi telah menyediakan dana darurat bencana sebesar Rp 75 miliar untuk antisipasi terjadinya bencana alam di Jawa Barat. “Bagaimanapun, kita perlu lebih baik dalam antisipasi bencana,” pungkasnya. Sementara itu di sela-sela acara kemarin dilakukan juga foto bersama di halaman Makodim 0612 Tasikmalaya, diantaranya diikuti peserta gladi dan tamu undangan. Usai foto bersama, Danrem, kepala BPBD Provinsi Jawa Barat, wali kota Tasikmalaya, dandim dan undangan makan bubur kacang bersama. Selain tamu undangan, peserta gladi juga menikmati bubur kacang yang dimasak langsung di mobil dapur umum milik BPBD. Selanjutnya Danrem Kolonel Inf Surawahadi mengecek perlengkapan peserta gladi. (pee)

Snob, Dumb, Smart! dari hal 1

H Budi Dituntut Rombak Birokrasi

7

produk yang ia beli, tapi yang penting lebih mahal daripada yang dibeli orang lain. Mereka lebih tertarik atau bisa menghargai manfaat emosional. Kedua, dumb. Pokoknya beli barang yang murah. Bukan lantaran tak mampu saja, tapi kadang memang pelit. Yang penting produk yang dibeli memenuhi asa fungsional dan harganya tidak mahal. Kebiasaannya menunggu sale dilakukan supaya dapat harga terbaik. Ketiga, yang smart. Tipe seimbang dalam mempertimbangkan sebuah produk. Bisa menghargai manfaat emosional selain yang fungsional. Orang smart punya pengetahuan yang cukup dalam membandingkan antara total get dan total give. Harga murah percuma kalau manfaat fungsional dan emosionalnya tidak memadai. Harga murah percuma kalau biaya maintenance-nya mahal. Harga murah percuma kalau harga satuan variabel pada waktu pemakaiannya juga mahal. Harga murah percuma kalau produk gampang rusak. Pada dasarnya, dia bisa menghitung total

give-nya sama dengan price plus other expenses. Dengan demikian, orang smart lantas bisa menghitung value sesungguhnya yang ia terima. Pada contoh tersebut, orang yang sama dengan saya bisa jadi snob, dumb, dan smart sekaligus, bergantung pada produk yang dibeli. Tapi, yang menarik, semakin dunia mengalami internetisasi, orang akan semakin jadi smart. Yang snob pun akan jadi the smarter snob. Artinya? Kemampuan berhitung paket manfaat fungsional dan emosional apa yang akan mereka terima, walaupun titik beratnya ada pada sisi emosional. Mereka pun akan membandingkan antara paket itu dan harga yang mahal yang mereka bayar. Misalnya, apakah harga mahal yang ia bayar sudah setara dengan manfaat emosional yang mereka terima? Mereka bisa melakukan kalkulasi moneter terhadap suatu benefit abstrak yang diterima. Sedangkan orang yang dumb juga akan jadi the smarter dumb. Orang pasti akan semakin smarter. Karena itu, jangan menipu atau menyembunyikan apa pun dari mereka. Organisasi perlindungan konsumen bakal makin agresif. Komplain pelanggan bisa ditaruh di inter-

net setiap saat dan mudah di-spread ke mana-mana untuk jadi virus yang tidak menguntungkan dan susah dieliminasi. Di sini, para pemasar business to consumer harus belajar dari pemasar business-to-business yang bisa menawarkan customization. Harga sesuai dengan paket manfaat yang diambil. Sebuah produk selalu merupakan suatu paket manfaat, bergantung pelanggan mau ambil yang mana. Harga menyesuaikan diri demi fairness. Pay for benefits. Karena itu, musik sekarang bisa dibeli per lagu, tidak perlu seluruh album. Hampir semua yang bisa didigitalkan bisa di-customize-kan. Kelak semua produk yang tidak bisa didigitalkan juga akan bisa di-customize supaya harga menyesuaikan. Tapi, kalau mau pakai harga paket semuanya, boleh juga. Yang penting, pelanggan tahu apa akibatnya bagi mereka. Supaya yang smarter snob juga merasa diperlakukan fair. Sedangkan paket hemat juga harus jelas untuk ”smarter dumb’’. Sebab, mereka juga tidak mau dibohongi. Ingat, pelanggan adalah manusia yang selalu mengharapkan fairness. Kredo kelima dari Marketing 3.0 adalah always offer good package at a fair price. Bagaimana pendapat Anda? (*)

Lintasi Laut Tempat Nabi Musa Dikejar Firaun dari hal 1

Karena matahari agak condong ke selatan, sinar yang menerangi geladak terbuka terhalang layar. Kapal terus menjelajah di antara dua gurun pasir sisi barat dan sisi timur. Walau dinamakan Laut Merah, airnya tidak merah. Warnanya seperti laut sebagaimana lazimnya. Biru agak gelap di laut yang dalam dan biru kehijauan di laut yang relatif dangkal. Bagian terdalam di Laut Merah sekitar 2.500 meter. Dinamakan Laut Merah karena daerah itu menjadi daerah berkembangnya makhluk koral maupun ganggang berwarna agak kemerahan. Warna merah bisa jadi kandungan mineral dari pegunungan Sinai yang berpendar. Ada juga yang menyebut Laut Merah karena wilayah perairan itu sering dilewati angin gurun maupun badai gurun yang membawa kandungan pasir dari darat ke laut. “Kebetulan kali ini angin dan arus air laut searah sehingga membuat laju kapal agak tenang. Ketika berlayar pada 2005 sepulang dari keliling Eropa, angin dan arus samasama berlawanan sehingga laju kapal jadi berat,” kenang Bintara Utama Peltu SBA

Johanes Satoro. Kondisi itu diperparah dengan melintasnya badai gurun di laut tersebut. Selain memedihkan mata saat badai lewat, kapal dipenuhi pasir yang mengotori geladak. “Life raft (sekoci keselamatan) di buritan seingat saya sampai terlepas akibat badai gurun itu,” imbuhnya. Meski ombak di Laut Merah acapkali tidak bersahabat, lalu lintas pelayaran di perairan itu termasuk ramai. Pasalnya, laut tersebut merupakan jalur terpendek dari Eropa menuju Asia dan sebaliknya. Perairan memanjang dari utara di Teluk Suez ke arah selatan melewati Selat Bab El Mandep dan Teluk Aden di tenggara Somalia itu sejauh 1.900 kilometer. Sedangkan dari Port Said, Mesir, ke Jeddah, Arab Saudi, mencapai 1.333 kilometer. Butuh waktu lima hari untuk melintasi lautan sejauh itu dengan kecepatan ekonomis minimal 7 knot menuju Jeddah. Laut Merah tak bisa dilepaskan dari sejarah Nabi Musa dan kaum Bani Israil dikejar Firaun dan bala tentaranya pada 10 Muharam 1.203 SM (Sebelum Masehi). Hari 10 Muharam kemudian diperingati sebagai Hari Asyura. Di mana lokasi pasti tempat Nabi Musa

membelah Laut Merah. “Belum ada referensi yang menyebut lokasi sebenarnya,” tutur Bintara Rohani Pelda Bah Reza Nevyansyah. Banyak kajian yang menyebutkan bahwa lokasi pelarian Nabi Musa belum ditemukan. Namun, ada yang memperkirakan di ujung Teluk Suez yang langsung nyambung dengan Laut Merah. Kemungkinan lain dari Danau Timsah di utara Teluk Suez atau Teluk Aqaba di timur daratan Sinai. Referensi lain yang belum bisa dipakai acuan adalah pengakuan arkeolog Ron Wyatt. Ketika menyelam di sekitar Teluk Aqaba pada 1978 Wyatt menyebut adanya bekas roda kereta Mesir kuno. “Jadi, masih simpang siur. Belum ada yang bisa memastikan tempatnya di mana,” tandas Reza.” Panasnya matahari siang itu sangat terasa ketika salat Jumat. Apalagi matahari berada tepat di atas kepala. Dua layar yang berkembang tak cukup memayungi dari terpaan sinar matahari. Udara yang kering membuat suasana dalam kapal jadi gerah. Angin yang berhembus siang itu tidak cukup menguapkan keringat yang bercucuran. (bersambung/ari)


7 sam 12 sept