Page 1

KAMIS, 10 MEI 2012 / 18 JUMADIL TSANI 1433 H

Pengen Nikah 12-12-2012 dari hal 1

Pengen aja karena tanggal itu unik dan mudah diingat, mu-

dah-mudahan ada kekasih yang benar serius untuk bisa mewujudkan itu,” harap Nadia. Tak menyebut persis siapa saja,

gadis kelahiran Pekanbaru ini sudah didekati banyak pria. Tapi semuanya hanya bisa sampai teman dekat, tidak spesial. (bcg/jpnn)

Hemat BBM Mulai Juni dari hal 1

dalam waktu dekat aturan terkait keputusan tersebut akan segara terbit. “Kami ingin mempercepat semua. Ini kan sudah exercise,” katanya. Saat ini juga dilakukan beberapa pengembangan. Misalnya, menjajaki kendaraan hybrid. Dipo menegaskan, dalam pengendalian tersebut, langkah

mencegah kebocoran menjadi perhatian. “Mencegah kebocoran ini perlu untuk lebih ditegaskan, perlu ada aturan,” katanya. Dipo juga menanggapi permintaan gubernur-gubernur di Kalimantan yang meminta tambahan kuota BBM bersubsidi. Jika tidak ditambah hingga 31 Mei, produksi pertambangan akan distop. Menurut Dipo, pe-

merintah akan mengkaji pendistribusian BBM bersubsidi di Kalimantan. “Apa kuota yang didapat sudah didistribusikan kepada yang berhak? Jangan sampai bocor ke pertambangan atau perkebunan yang sudah maju,” kata Dipo. Menurutnya, kepala daerah termasuk yang perlu bekerjasama untuk menjaga kuota 40 juta kiloliter. (fal/ca/jpnn)

Gedung Serbaguna Ambruk dari hal 1

perbaikan tersebut bukan perbaikan total. Hanya perbaikan kerusakan-kerusakan kecil, karena keterbatasan anggaran. ”Dindingnya sudah pada belah. Jadi perbaikannya harus total,” ungkapnya. ”Untungnya tidak ada korban saat gedung runtuh. Reruntuhan gedung tidak meninmpa rumah warga. Hanya menimpa kantor Desa Gunungsari,” tambahnya. Sebelum ambruk, setiap Rabu minggu ke dua, bangunan tersebut kerap digunakan pengajian bulanan yang diikuti ratusan jemaah pada pukul 09.00. Selain itu, kata dia, siswa-siswi SDN Gunungsari yang biasa main di dalam maupun di samping gedung, saat bangunan itu ambruk juga tidak ada, karena lagi pada libur kecuali kelas 6 sedang melaksanakan Ujian Nasional (UN). ”Wah kalau robohnya saat pengajian mungkin akan menelan korban. Apalagi

kalau anak-anak SD ada di dalam. Entah bagaimana,” ujar dia. Namun demikian, kata dia, walau gedung serbaguna roboh, pelaksanaan pengajian bulanan tidak dibatalkan. Pengajian bulanan dilaksanakan di ruang SDN Gunungsari I yang letaknya disamping gedung serbaguna tersebut. Pelaksanaan rapat program kerja desa yang biasa dilaksanakan di gedung serbaguna, sementara waktu dipindahkan ke ruang kosong yang tersedia di SDN Gunungsari I. ”Gedung ini sering digunakan pengajian bulanan, rapat desa atau kecamatan dan juga tempat olahraga,” kata dia. Pemeritah Desa, kata dia, sebelumnya sudah mengajukan untuk perbaikan ke gedung tersebut ke pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun pengajuan tersebut masih dalam tahap rekomendasi dari pemkab ke pemprov. Sekretaris Daerah Kabuapaten

Tasikmalaya Drs H Abdul Kodir MPd mengatakan pemerintah daerah siap memberikan bantuan pembangunan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya. BPBD, kata dia, akan mengajukan usulan bantuan dana perbaikan ke BPBD Provinsi Jawa Barat atau ke BPBD Pusat. ”Kita sudah melakukan survei ke lokasi tadi (kemarin) dan sudah mendapatkan dokumen foto gedungnya,” kata dia saat dikonfirmasi Radar melalui sambungan telepon tadi malam. Kodir mengatakan berdasarkan hasil penelitian pihaknya memang Gedung Serbaguna di Desa Gunungsari itu, kurang bagus. Karena usianya sudah tua. Apalagi dibangun dengan swadaya masyarakat sehingga dari sisi kualitas kurang kuat. ”Insya Allah kita bantu. Yah bersama-sama dengan masyarakat membangun gedung,” ujarnya. (snd)

Gambar Masih Acuan Polisi dari hal 1

(Kasatreskrim) Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Kencana SIK saat dihubungi Radar tadi malam. Saat ditanya soal jumlah orang yang ada di gambar tersebut, dia mengatakan, “Ya pokoknya ada di gambar saja lah,” tambahnya. Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan korban. “Kita masih mengumpulkan bahan keterangan dari saksi dan korban,” jelasnya. JELASKAN Sementara itu kemarin Ketua Barisan Penegak Demokrasi (Brigade) Heri KN SE meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas adanya pembakaran mobil pada

tanggal 7 Mei 2012 di kawasan tugu HZ Mutaqin Kota Tasikmalaya yang dilakukan massa sehingga aktivitas masyarakat sedikit tergangggu. ”Sebelumnya saya meminta maaf atas insiden tersebut dan kami sangat menyayangkan hal itu,” tuturnya, kemarin. Heri pun menjelaskan bahwa Brigade bukanlah organisasi sayap dari PDI Perjuangan, tetapi merupakan organisasi atau LSM yang peduli terhadap sistem demokrasi. Dengan demikian, kata dia, siapa pun orang atau kelompok manapun yang peduli dengan sistem demokrasi bisa ikut bergabung dalam Brigade. ”Siapapun boleh ikut, tanpa melihat golongan dan benderanya,” ujar Heri. Ia pun menambahkan, kepu-

tusan Brigade mendukungan pasangan Drs H Budi BudimanIr H Dede Sudrajat MP berdasarkan hasil keputusan dan rapat di internal Brigade. Pihaknya merasa aneh dan tidak rasional disebut sebagai pembelot. ”Selama ini kami tidak pernah merasa disentuh DPC PDIP Kota Tasik dan sebagai konsekuensinya kami siap diberi SP bahkan di pecat sekalipun,” tuturnya dalam rilisnya. Sementara itu saat dikonfirmasi seputar pernyataan Heri, tadi malam, Ketua DPC PDIP Kota Tasikmalaya Drs H Denni Romdhoni belum memberikan komentar. Meskipun, politisi senior partai berlambang moncong putih ini tetap ramah saat mengangkat telepon dari Radar. (dem/kim)

Calon Pemilih Pria dan Wanita... dari hal 1

Adapun DPT yang kemarin ditetapkan KPU bersumber dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tasikmalaya sebanyak 490.304. Sebelumnya KPU Kota Tasikmalaya memverifikasi data itu secara admintrasi dan faktual. Ketua Pokja Pemutakhiran Data KPU Kota Tasikmalaya

Asep Hendri Darmawan mengatakan setelah melalui verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, ada penyusutan 41.585 orang. Meski demikian, kata dia, DPT saat ini lebih banyak dibandingkan DPT dari Pileg 2009 sebanyak 436.636 warga. ”Meski ada penyusutan, akan tetapi jumlah ini lebih bagus dari pada pemilu sebelumnya,” ujarnya kemarin (9/5) di gedung

PWRI, Kota Tasikmalaya. Setelah DPT disahkan, KPU tidak akan menambah jumlah hak pilih baru. Tetapi jika ada warga yang meninggal dunia setelah adanya DPT, maka akan dicoret dalam salinan DPT. ”Nantinya hasil DPT ini juga bisa dijadikan rujukan untuk alokasi pengadaan logistik pemilu seperti jumlah jumlah kertas suara dan kartu undangan pemilih,” tandasnya. (kim)

Tidak Punya Cita-Cita, Tiap Pagi... dari hal 8

Rumah keluarga Aceng berbahan kayu dan bambu bekas yang ditemukan di tempat mulung. Sebagian dari karung plastik yang disobek. Rata-rata kondisi rumah pemulung lainnya juga seperti milik orang tua Aceng. Selain Aceng, masih ada puluhan anak lain yang juga bekerja sebagai pemulung mengikuti jejak orang tuanya. Dari sekian anak pemulung, hanya Aceng saja yang pernah mengenyam pendidikan SD. Kendati tidak bersekolah formal, anak-anak pemulung tetap mendapatkan pendidikan. Ada-

lah Panji yang rela mengorbankan waktunya untuk mendidik anakanak yang kurang mampu ini. Kini setiap beberapa hari sekali Panji datang ke lokasi tempat mereka tinggal di dekat pembuangan sampah. Panju mengajarkan anak-anak menggambar, membaca dan menulis di sebuah tajuk hasil sumbangan. Tajuk itu juga biasa digunakan untuk shalat. “Kalau dulu tidak begini, kadang belajar di pasar domba. Menggambar menggunakan arang. Menggambar di atas peti, kemudian berubah belajar menggambar pada kardus bekas. Kini setelah ada bimbingan mereka belajar menggunakan

buku bekas,” papar Panji. Menurut Panji, dari pantauannya selama ini anak-anak tersebut tidak memiliki orang yang mau mengajar mereka. Di kompleks itu, bahkan ada seorang pemuda yang usianya sudah 25 tahun namun tidak bisa membaca dan menulis. Mereka ratarata adalah para pendatang dari daerah lain seperti Salawu dan Kuningan yang merantau ke Kota Tasikmalaya. “Anak-anak ini bahkan seperti tidak punya cita-cita sama sekali. Saat ditanya cita-cita mau jadi apa, mereka hanya diam karena merasa tidak memiliki kemampuan,” pungkasnya. (*)

Kota Tasik Butuh 1.052 PNS dari hal 8

10.252 orang. Sedangkan jumlah pegawai yang saat ini baru 9.200 orang. “Kita masih kekurangan sekitar 1.052 orang pegawai,” jelas Asep kepada Radar, kemarin (9/5). Sebagian besar pegawai yang dibutuhkan adalah tenaga guru dan tata usaha SD hingga SMA

dan SMK. Selain itu, pihaknya juga membutuhkan tenaga teknis, Satpol PP, pemadam kebakaran dan tenaga kesehatan. Menurutnya, jumlah guru yang dibutuhkan sebanyak 50 persen. Itu termasuk kepala sekolah. Sedangkan sisanya terbagi-bagi untuk posisi lain, seperti tenaga medis untuk RSUD. Sayangnya, Kota Tasikmalaya masih dalam status

moratorium sehingga tidak bisa mengajukan penambahan pegawai dari pelamar umum. Untuk menutupi kekurangan pegawai, pemkot mengandalkan tenaga honorer dari kategori 2 dan sukwan di tiap instansi. Meski dinilai belum mencukupi, namun kehadiran para honorer dan sukwan ini dirasa sangat membantu. (pee)

Hari Ini Pemilihan BPH dan Ketua Bamag dari hal 8

yang ada di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Sebelumnya, kepengurusan Bamag periode 2010-2012 dipimpin Pendeta Magdalena Handoyo.

Peserta yang hadir merupakan perwakilan dari 17 gereja di kota dan 4 gereja dari kabupaten. Pemilihan ketua, kata dia, dilakukan berdasarkan utusan dari tiap gereja. Satu gereja hanya berhak memberikan satu suara, meski-

pun utusan yang dikirim bisa lebih dari 1 orang. Para utusan ini berhak untuk memilih dan dipilih. Jika musyawarah tidak menghasilkan keputusan, maka penentuan calon ketua dan pengurus dilakukan secara voting. (pee)

7

Hanggar Jenazah Sudah Disiapkan dari hal 1

semua masih menyiapkan helipad,” ujarnya melalui telepon jam 23.30 tadi malam. Menurut Ateng, memang ada informasi warga mengetahui pesawat berada di sekitar Cidahu. “Tapi, wujudnya belum ditemukan, karena kabut dan hujan terus menerus,” katanya. Ateng menjelaskan, pencarian akan dimulai pagi ini. “Malam ini kami persiapan dulu, kita buat jalur vekauasi. Saya berada di titik terakhir koordinat yang disebutkan,” katanya. Prediksi sementara terdapat dua titik lokasi pesawat jatuh, yakni dikawasan kawah ratu Gunung Salak. Jika demikian maka yang diambil adalah jalur pendakian menuju kawah ratu dimulai dari titik pemberangkatan di resort kawah ratu Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi. “Jarak tempuh antara resort menuju kawah ratu sekitar 6 KM,” katanya. Titik kedua jika pesawat jatuh berada di puncak Gunung Salak, jaraknya sekitar 9 kilometer dari resort kawah ratu. “Keduanya menggunakan jalur pendakian dan hanya bisa dilalui jalan kaki saja. Akan tetapi keduanya dianggap jarak terdekat waktu yang dibutuhkan 6-7 jam,” jelasnya. Menurutnya, di kawasan selatan ini merupakan kawasan Kabupaten Bogor, tepatnya Gunung Bunder kawasan wisata Curug Nangka. Menurut pengalamannya beberapa kali terjadi evakuasi korban Gunung Salak, maka jalur ini lah yang digunakan. Di Jakarta, Komandan Lanud Halim Perdanakusumah Marsekal Pertama Adang Supriyadi menjelaskan, hangar untuk penyambutan jenazah sudah disiapkan. “Nanti akan di dalam Pangkalan,” katanya. Adang menjelaskan, meski ada harapan, TNI AU menduga pesawat itu jatuh. “Karena hilang kontak sudah lebih dari empat jam, sementara daya tahan pesawat itu terbatas,tapi kita berdoa semoga semua selamat,” katanya. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menjelaskan, dalam standar rescue militer, jika pesawat hilang kontak tentu harus dipersiapkan skenario terburuk. “Yang paling buruk tentu jatuh, kita siapkan evakuasi,” katanya. Tadi malam di bandara Halim Perdanakusumah, Consultant and Business development PT Tri Marga Rekatama Sunaryo menerangkan kronologis kecelakaan itu. Sukhoi Superjet 100 tiba di Bandara Halim Perdanakusumah Selasa (8/5) pukul 14.00. Misinya kedatangan pesawat tersebut adalah melalukan demo flight untuk mem-

perkenalkan produk pesawat anyar itu ke Indonesia. “PT Tri Marga Rekatama adalah representative atau agen Sukhoi Company di Indonesia. Kami memperkenalkan pesawat tersebut kepada pebisnis di Indonesia,” kata Sunaryo. Nah, dalam demo penerbangan untuk kepentingan promosi itu pihaknya menyebar 100 undangan untuk mengikuti joy flight di bandara Halim Perdana Kusuma. Yang diundang diantaranya adalah, pebisnis tanah air yang bergerak di bidang penerbangan, wartawan dan pihak-pihak lainnya. Undangan tersebut laku. Menurut pria yang sudah menekuni dunia penerbangan selama 35 tahun itu mengatakan bahwa semua awak Superjet 100 adalah orang-orang Rusia. Joy flight dibagi dalam beberapa kloter dengan tujuan Bandara Halim - Pelabuhan Ratu - Bandara Halim. Kloter pertama berlangsung lancar dan selamat. Setelah melakukan penerbangan sekitar 30-35 menit, pesawat tersebut mendarat sempurna di Bandara Halim. Pukul 14.12, giliran kloter kedua take off. Kata Sunaryo, di kloter kedua Superjet 100 diisi 50 orang. Ada 42 orang merupakan para undangan, sedangkan delapan orang lainnya adalah awak pesawat warga negara Rusia. Nah, penerbangan kedua inilah yang bermasalah. Sekitar pukul 14.33, ketika pesawat berada di koordinat 06.43.08 S dan 106.43.15 E tower bandara Halim kehilangan kontak dengan Superjet 100. Posisi koordinat tersebut berada di sekitar kawasan Gunung Salak Desa Cidahu Sukabumi. Petugas bandara tidak lagi bisa berkomunikasi dengan para awak, begitu juga dengan para penumpang. “Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas (Badan Sar Nasional, red),” imbuh Sunaryo. Sunaryo masih positive thinking. Dia belum menyimpulkan bahwa pesawat yang dipromosikannya jatuh. Dia berkali-kali mengatakan bahwa pesawat itu lost contact. Dia pun menyerahkan penanganan peristiwa ini pada Basarnas. Perusahaan tersebut juga akan terus berkoordinasi dengan pihak lanud. “Kami terus koordinasi dan menyiapkan segala sesuatu untuk besok (pencarian akan dilakukan hari ini),” imbuhnya. Tapi meski begitu Sunaryo menegaskan pihaknya akan bertanggung jawab sepenuhnya kepada para penumpang undangan. Kata dia, semua penumpang sudah dicover asuransi. Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo menambahkan, setelah mendapatkan informasi soal hilangnya kontak dengan Superjet 100, pihaknya langsung bergerak ke lokasi koordinat terakhir untuk

mencari keberadaan pesawat tersebut. “Saat ini (kemarin malam) kami sudah mendirikan posko pencarian di Desa Cidahu,” kata Daryatmo. Selain mengirim tenaga pencari yang menyusuri jalur darat, Basarnas juga mengirim dua helikopter untuk yang diterbangkan dari bandara Halim dan Bogor. Ternyata cuaca dikawasan tersebut buruk. Awan pekatan turun hujan membuat dua helikopter itu balik kucing. Kata Daryatmo, pihaknya tidak mau mengambil resiko. DIPILOTI BEKAS KOSMONOT RUSIA Penerbangan demo pesawat Sukhoi Superjet kemarin sebenarnya telah dipersiapkan dengan baik. Untuk menerbangkan pesawat yang dimuati caloncalon pembeli potensial di Indonesia, Sukhoi menunjuk Aleksandr Nikolaevich Yablontsev untuk memimpin penerbangan sebagai kapten pilot. Tablontsev adalah seorang penerbang berpengalaman. Pensiunan letnan kolonel Angkatan Udara Rusia ini adalah mantan kosmonot (penerbang pesawat ulang-alik) Buran milik Rusia. Meski telah bergabung ke korps kosmonot sebagai pilot tes selama tujuh tahun (1989-1996), Yablontsev belum pernah sekali pun terbang ke luar angkasa. Usai berdinas sebagai pelatih tes pilot Angkatan Udara Rusia di Akhtubinsk, pilot kelahiran Polandia ini lantas bergabung sebagai pilot di Transaero-Airline dan Transevropskiye Aviliniy Airline. Pria 57 tahun ini lantas bergabung ke Sukhoi sebagai pilot tes pesawat komersial. Selama karirnya, Yablontsev telah mengoperasikan 221 jenis pesawat dan mengantungi lebih dari 14 ribu jam terbang. (dim/kuh/rdl/fal/aga/jpnn) 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36.

Femi (Bloomberg) Stephen Kamaci (IndoAsia) Capt Aan (Kartika Air) Yusuf Ari Wibowo (Sky Aviation) Maria Marcella (Sky) Henny Stevani (Sky) Mai Syarah (Sky) Dewi Mutiara (Sky) Sussana Vamella (Sky) Nur Ilmawati (Sky) Rossy Withan (Sky) Anggi (Sky) Aditya (Sky) Kornel M. Sihombing (DI) Edi Satriyo (Pelita Air) Darwin Pelani (Pelita Air) Gatot Purwoko (Airfast) Budi Rizal (Putera Antha Dirgantara) Syafruddin (Carpedrem Mandiri) Peter Adler (Sriwijaya) Herman Suladji (Air Maleo) Donardi Rahman (Aviastar) Eloni (Kartika) Hurdiana Wiyanda (Kartika) Arief Wahyudi (TR) Nam Tran (Snecma) Rudi Darmawan (IndoAsia)

Sudah Masuk, Istri Larang Terbang dari hal 1

dulu, tapi presentasi lebih dulu, baru takeoff. Presentasi pesawat berlangsung sekitar setengah jam. Pihak Sukhoi begitu meyakinkan dalam memaparkan keunggulan pesawat tersebut. Suharso pun kepincut pada burung besi itu. Sebab, harganya cukup murah untuk pesawat di kelasnya. Yakni, USD 35 juta. “Sukhoi lebih murah USD 5 juta daripada Embraer yang buatan Brazil itu,” katanya. Tibalah giliran untuk flight demo. Suharso yang bersiap terbang digandoli Nurhayati. Perempuan berjilbab itu merasa tidak enak karena sebentar lagi sang suami harus menghadiri rapat. Lagi pula, terbang selama sejam benar-benar akan menyita waktu mereka. Lelaki 57 tahun itu pun ikut ragu. “Akhirnya saya putuskan tidak ikut. Prinsip saya, kalau

ragu melakukan sesuatu, lebih baik jangan,” tegasnya. Suharso sempat menyuruh anaknya, Andhika, untuk ikut. Tapi, sang putra sulung itu menolak. Alasannya, dirinya sedang flu berat. “Seandainya saja dia ikut, kami pasti akan sangat bersedih. Dia baru saja menikah. Untung saya tidak memaksanya,” katanya. Saat kloter kedua terbang, Suharso pergi meninggalkan Halim Perdanakusuma bersama Nurhayati dan Andhika. Suharso dan Nurhayati semobil, sedangkan Andhika di mobil lain. Satu setengah jam kemudian, dia mendengar kabar bahwa pesawat tersebut lost contact. “Saya masih mikir, ah itu mungkin hanya kendala biasa,” ujarnya. Suharso yang tidak jadi rapat lantas pulang ke rumah. Menjelang magrib, dia mendengar kabar buruk bahwa pesawat tersebut sangat mungkin jatuh. Bandara kehilangan kontak sejak pesawat bikinan Rusia itu tinggal

landas. Suharso langsung lemas. Rasanya begitu dekat jarak dirinya dengan kematian. “Saya lantas salat Magrib. Setelah itu, saya mengajak istri bersama-sama sujud syukur. Kami benar-benar diselamatkan. Saya kemudian menelepon Andhika dan memastikan dia tahu kabar tersebut. Kami semua lemas, tapi juga bersyukur. Alhamdulillah, alhamdulillah, tak henti rasa syukur kami ucapkan,” ungkapnya. Begitu kabar hilangnya pesawat disiarkan di mana-mana, banyak kolega Suharso yang menelepon. Mereka ingin memastikan bahwa Suharso dan keluarga dalam keadaan aman. Mereka sempat khawatir karena handphone Suharso mendadak tak bisa dihubungi. “Mungkin saat itu sedang dalam perjalanan atau sedang salat. Mereka dan kami semua bersyukur bisa selamat. Kami ikut berduka jika benar pesawat tersebut jatuh,” katanya. (aga/c5/nw)

Usai Terbakar Pom Bensin Mangunreja Ditutup dari hal 1

mengoperasikannya lagi. Sementara ini, kata dia, kerusakan akibat kebakaran Selasa malam itu mencapai Rp 30 juta. Satu dispenser penyalur bahan bakar rusak. ”Pastinya (kerugian) saya tidak tahu,” ungkapnya. Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Yuliansyah SH mengatakan pihaknya sudah memeriksa tiga saksi terkait insiden kebakaran SPBU tersebut. Tiga saksi tersebut yaitu pengawas SPBU, Yoyo, dan dua operator, Nia Rahmawati dengan Okta. ”Kami masih menunggu keterangan dari orang yang terbakar (Undang, red),” jelas dia via telepon. Korban yang terbakar, Undang Hidayat, kata Kasatreskrim, masih belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya. Diberitakan Radar sebelumnya Kasatreskrim Polres Tasikmalaya AKP Yuliansyah SH mengungkapkan peristiwa itu berawal saat sang operator, Nia Rahmawati (21) mengisi bensin ke dalam jerigen yang dibawa Undang.

Pengisian jerigen pertama berjalan lancar sampai penuh dilanjutkan dengan mengisi jerigen kedua. Saat itulah sang operator meminta bantuan kepada Undang untuk memegangi nozel pengisian sementara dia hendak melayani antrean lain di belakang korban —menggunakan nozel satu lagi. Namun saat itu lah, kecelakaan terjadi. Nozel yang dipegang korban tidak berhenti secara otomatis ketika jerigen penuh. Hingga akhirnya bensin meluber keluar dan mengalir ke bawah mesin Suzuki Smash Undang. “Biasanya kan kalau sudah penuh nozel otomatis berhenti. Ini tidak,” paparnya saat datang ke lokasi kejadian tadi malam. Ketika itu posisi motor berada tepat disamping jerigen. Diduga, karena kondisi mesin sedang panas, maka uap bensin langsung berubah menjadi percikan api hingga membakar sepeda motor beserta Undang. ”Tapi untuk memastikan penyebabnya apa, belum bisa dipastikan. Karena kami masih melakukan penyelidikan,” kata dia kemarin. Terkait penutupan SPBU, kata dia, pihak kepolisian tidak memintanya selama pe-

nyelidikan berlangsung. Penutupan itu karena kehendak dari perusahaan sendiri. Pihak kepolisian hanya meminta agar dispenser penyalur bensin untuk kendaraan bermotor yang di-police line jangan dulu diganggu selama proses penyelidikan berlangsung. ”Silahkan kalau mau beroperasi. Kan disepenser yang dua lagi gak apa-apa,” kata dia. Berdasarkan pantauan Radar di SPBU Eor, beberapa penjual bensin eceran, sempat berdatangan ke SPBU tersebut. Mereka semua kembali lagi setelah melihat di SPBU tersebut dipasang pemberitahuan bahwa pom bensin ditutup dalam masa perbaikan. KORBAN AKAN DAPAT BANTUAN Kata Yoyo, pengawas Pom bensin Eor, korban terbakar, Undang akan menerima bantuan pengobatan. Sementara mengenai penyelesaian insiden tersebut, dia menyerahkan seluruhnya kepada pihak kepolisian. Dia pun tidak mau berkomentar banyak seputar melubernya bensin saat itu. ”Lebih jelasnya silahkan ke pihak kepolisian,” ujarnya. (snd)

Desain Terinspirasi Teralis Kamar Tahanan dari hal 1

dengan kerajinan tangan di pasaran. Bahkan, banyak yang sudah diekspor. Salah satunya kerajinan meja kursi rotan yang telah diekspor ke Hongkong dan Singapura. Dalam penataannya, setiap barang diatur sesuai dengan jenisnya. Misalnya, miniatur kapal disatukan dengan barang sejenis. Kerajinan tersebut diletakkan di atas meja berongga berwarna hitam yang bentuknya mirip teralis ruang tahanan. Rak dan meja berupa teralis besi itulah yang membuat desain ruang pamer berbeda dengan yang lain. Dan, itulah salah satu karya Ariel Peterpan bersama teman-temannya selama menjalani masa hukuman tiga tahun enam bulan di Rutan Kebonwaru, Bandung. Ariel menjalani masa asimilasi dengan bekerja di PT G Art. Bidang pekerjaan tersebut sesuai dengan jurusan yang diambilnya saat kuliah di Universitas Parahyangan, yakni arsitektur. Musikus 30 tahun tersebut banyak menekuni pekerjaan desain interior. “Kami satu tim bekerja di perusahaan (PT

G Art). Kami diminta membikin desainnya. Jadi, saya bagian dari tim itu,” jelas Ariel saat ditemui di Rutan Kebonwaru. Penggunaan teralis besi sebagai rak adalah ide tim Ariel. Menurut dia, timnya ingin desain ruang tersebut memiliki ciri khas ruang penjara. Karena itu, dipilihlah konsep Wiremess dengan menggunakan teralis besi berongga sebagai meja dan rak dalam ruang pamer. “Pinginnya memang ada ciri khas penjaranya. Sama kayak ada pameran Polri, pasti desainnya berhubungan dengan sesuatu yang khas dengan aktivitas Polri,” jelas Ariel yang kala itu mengenakan kemeja kotakkotak bernuansa merah dan biru. Teralis besi yang digunakan bukan barang baru. Teralis besi tersebut diambil dari pagar penghalang di dalam rutan. Mereka juga memanfaatkan teralis besi bekas bongkaran. “Lihat saja tuh pagarnya pada bolongbolong karena besinya diambil buat ruang pamer ini,” katanya. Mengerjakan konsepnya, Ariel membutuhkan waktu tiga bulan. “Tapi, baru kemarin (3/

5) kami atur tata letaknya. Hampir seharian kemarin,” ujarnya. Sayang, Ariel tidak bisa menjelaskan lebih lanjut soal desain ruang pamer karya napi itu. Sebab, dia harus segera kembali ke sel. “Sorry ya, aku harus buru-buru kabur nih (kembali ke sel, red),” imbuhnya lantas bergegas pergi. Keterangan Ariel tersebut dibenarkan Iwan Pramono. Ide dan persiapan untuk membuat ruang pamer dilakukan sejak tahun lalu. Namun, baru sekarang terwujud. Saat pengerjaan, Ariel yang kebetulan menjalani program asimilasi di PT G Art menawarkan diri untuk membuat desain interiornya. “Dia (Ariel) dan kawan-kawan kan lebih paham seni dan punya keahlian interior. Ya, kami terima bantuan mereka. Tapi, konsep awalnya tetap dari kami,” ujarnya. Menurut Iwan, Ariel berupaya maksimal dalam mengerjakan desain ruang pamer tersebut. Saat pengerjaan terakhir, Ariel terlibat penuh mulai siang sampai malam. Bahkan, paginya, Ariel masih terlihat beresberes di ruang pamer. (*/c2/ari)

7  

moratorium sehingga tidak bisa mengajukan penambahan pe- gawai dari pelamar umum. Untuk menutupi kekurangan pegawai, pemkot mengandal- kan t...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you