Issuu on Google+

SELASA, 8 MEI 2012 / 16 JUMADIL TSANI 1433 H

Mobil Mantan Dewan Dibakar

Theron Tak Menyesal dari hal 1

Model asal Afrika Selatan ini pun tak bisa hidup tanpa makeup. Kosmetik bisa menutupi kekurangan dan menyulap wajahnya lebih cantik. “Penata riasku biasa bekerja mempercantik bulu mata. Makanya jadi kecanduan menggunakan pelentik bulu mata.

Aku tidak tahu, bagaimana bisa hidup tanpa alat kecantikan itu. Pelentik bulu mata adalah hal yang paling menakjubkanku. Setelah menggunakan alat itu, sepertinya aku merasa dua kali lebih percaya diri,” tutur peraih Oscar berkat film Monster ini. Theron juga selalu menjaga kecantikan kulitnya dengan melakukan olahraga teratur dan

sesekali memanjakan diri khusus untuk perawatan wajah. “Jika ada waktu luang saat syuting, aku tidak akan menyianyiakan kesempatan itu untuk ke salon atau perawatan spa,” ucapnya. “Semoga ada produk lebih ajaib lagi yang dapat melembabkan kulit saya,” tutup Theron. (net/rm/jpnn)

Supir Bus Jadi Tersangka dari hal 1

pergi ke Jawa (Tengah),” tutur petugas Polantas Kecamatan Kalipucang Bripka Bambang kepada Radar, kemarin (7/5). Di Mapolres Ciamis, kemarin, Tomirja (45), warga Cijulang, Ciamis ini telah dijadikan tersangka dalam kejadian tergulingnya bus pengantar pengantin itu. Tomirja atau Tomi dijerat dengan pasal 310 ayat 2 UndangUndang No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dengan ancaman hukuman minimal satu tahun penjara dan denda Rp 2 juta rupiah. “Kami menjerat dengan pasal 310 ayat 2 ini, karena tidak ada korban yang meninggal dunia,” ujar “Pelaku diamankan ke mapolres, setelah pelaku ini menyerahkan diri, bukan ditangkap,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Ciamis Iptu Yudi S.Sos kemarin. Berdasarkan pemeriksaan, kata dia, tersangka mengaku bahwa mobil mendadak mati dan rem mendadak blong sehingga mobil tidak bisa dikendalikan dan akhirnya terjun ke bawah tebing. “Selain rem blong juga kemudi kendaraan tidak

bisa dioperasikan, karena kondisi kendaraan lumayan kencang sehingga pengemudi hilang kendali dan akhirnya terjun,” ujarnya. Untuk sementara, kata Yudi, yang dijadikan tersangka baru supirnya saja. Sedangkan yang lainnya masih dalam penyelidikan pihaknya. “Untuk (pimpinan) perusahaannya kami akan kanggil juga. Untuk mengungkap tersangka berikutnya, bukan tidak mungkin, nantinya bisa dari pihak perusahaan juga yang kena apabila kelalaian itu berawal dari perusahaan,” ujarnya. “Paling besok (hari ini, red) kami panggil,” tambahnya. Tomirja (tersangka) mengatakan pada saat kejadian mobil mati dan ketika akan direm, remnya menjadi blong dan kemudi juga tidak bisa di gunakan sehingga kendaraan tidak bisa dikendalikan lagi dan akhirnya masuk kejurang. “Kalau matinya tidak tahu habis bensin atau apa. Yang jelas ketika mobil jalan tibatiba mati,” ujarnya. Pada saat kejadian itu, kata dia, dirinya sempat melarikan diri ke wilayah Jawa Tengah, karena dirinya takut dihakimi massa. “Saya melarikan diri untuk me-

nyelamatkan diri dari amukan warga,” ujarnya. Dia pun mengatakan menyerahkan diri ke Polsek pangandaran. DITANGGUNG Sementara itu terkait biaya pengobatan korban luka-luka, kata Bambang, pihak perusahaan akan menanggungnya. Informasi dihimpun Radar, satu orang korban H Siti Masitoh dirujuk ke rumah sakit spesialis bedah dan patah tulang (orthopaedic) RSU Siaga Medika di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Perempuan berusia 60 tahun itu mengalami luka di kepala, tangan dan kaki. Sementara itu, tujuh penumpang masih mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Pangandaran. Mereka itu Titi (50), Herdis (50), Yati Rohayati (35), Iis (42), Marhamah (50), Maesaroh (60), Rokasih (50). “Sisanya sudah pulang. Sebetulnya banyak yang harus dirujuk tapi pasien pada gak mau,” tutur salah seorang petugas medis di Puskesmas Pangandaran. Kapolsek Kalipucang AKP Badri mengatakan bus bernopol Z 7717 TC itu sudah dievakuasi dan saat ini diamankan di Mapolsek Kalipucang. (nay/yna)

Silat dan Lais Meriahkan Tasik Fair dari hal 1

dua bambu besar. Malah, dalam acara kemarin juga ditampilkan debus. Seorang pria bersenjatakan golok menggesek-gesekan golok ke badannya. Namun, karena kebal, dia tidak terluka. Sementara itu dalam sambutannya, Asda II Pemkot Tasikmalaya Eddy Sumardi MEd mengatakan Pemkot Tasikmalaya menyambut baik Tasik Fair.

Menurutnya pameran di Tasik Fair sangat baik mempromosikan produk unggulan dan budaya di Kota Tasikmalaya. ”Event Tasik Fair ini merupakan sarana pendidikan, rekreasi dan sirklus uang di Kota Tasikmalaya,” tuturnya. Kepala Kantor Bank Indonesia Tasikmalaya Isa Anshory mengatakan Tasik Fair dapat mempertemukan para pengusaha dengan konsumennya sehingga dapat menumbuhkan potensi

ekonomi di Kota Tasikmalaya. ”Saya sangat mendukung sekali kegiatan pameran ini. Semoga dapat menumbuhkan perekonomian di Kota Tasikmalaya,” ujarnya. Dalam Tasik Fair juga ada stanstan dari swasta dan pemerintah. Tak hanya itu, dalam ajang festival tahunan berskala nasional ini juga dimeriahkan dengan aneka wahana permainan anak-anak dan panggung hiburan. (mg-1)

Budi-Dede Satu, Syabagja Tiga dari hal 1

Pilwalkot tahun ini mengulang Pilwalkot tahun 2007. Kala itu, Budi Budiman yang berpasangan dengan dr Wahyu Sumawidjaja juga mendapat nomor satu dan Syarif yang berpasangan dengan Dede Sudrajat kala itu pun mendapatkan nomor urut tiga. Analis Pilwalkot Tasikmalaya Maulana Jannah (MJ) memberikan tanggapan seputar nomor urut kedua tokoh itu. Dihubungi Radar tadi malam, MJ mengatakan ada keuntungan saat dua tokoh —yang mencalonkan wali kota— itu mendapatkan nomor yang sama dengan tahun 2007. Salah satu keuntungannya, kata dia, pemilih akan mudah mengingat kedua tokoh itu, karena telah memiliki pengalaman saat

tahun 2007, apalagi nomornya sama. “(Keduanya) diuntungkan mendapatkan nomor yang sama dengan tahun 2007,” ujarnya tadi malam via telepon. Saat ditanya tentang pengaruh nomor urut yang sama dengan pemilihan sebelumnya terhadap kans kemenangan, peneliti dari Jaringan Survei Nusantara (JSN) ini mengatakan dalam penelitian politik (pilkada) faktor nomor urut yang sama dengan pemilihan sebelumnya juga menjadi salah satu bagian yang diteliti. “Karena itu rasional,” terang akademisi muda ini. Lalu bagaimana dengan komposisi wakilnya Budi dan Syarif yang kini berbeda? Menurutnya, hal itu tidak terlalu berpengaruh bagi calon pemilih karena yang

akan publik lebih ingat adalah calon wali kotanya. Terkait pasangan Mufakat yang baru ikut pemilihan, kata dia, masih ada waktu untuk menyosialisasikan nomor urut pasangan itu sampai pemilihan nanti. Dalam wawancara tadi malam, MJ pun mengatakan di masyarakat Kota Tasikmalaya, selain ada alasan rasional —pasangan diuntungkan dengan nomor yang sama dengan pilwalkot sebelumnya— juga ada yang masih mempercayai mitos tentang nomor. “(Masyarakat yang mempercayai) itu masih ada,” paparnya tanpa mau menyebutkan mitos dari nomornomor yang kini telah digenggam para pasangan. “Itu bagian dari mitologi,” terangnya. (sep)

FKMPT Minta Aset Tak Dijual dari hal 8

negara tidak boleh diperjualbelikan sembarangan,” katanya. Dia menyarankan pemkab dan pemkot menyelesaikan permasalahan aset dengan cara segera berkonsultasi kepada pemerintah pusat dan provinsi. Karena, aset-aset yang ada di kota ini adalah sebagian aset milik pemerintah pusat dan provinsi. Jika pemkab tetap bersikukuh pada rencananya, maka tidak

akan dihalangi. Namun, dia bisa memastikan tidak akan ada pihak yang mau membeli bangunan atau lahan yang menjadi aset pemerintah, apalagi saat ini masih menjadi sengketa. “Kalau kabupaten mau menjual (aset-aset) itu silakan. Tapi, saya jamin tidak akan ada yang berani membeli. Walaupun sekarang kabupaten punya alasan untuk menjual aset tapi kan sebelumnya aset itu sudah dinyatakan akan diganti oleh

pemerintah pusat senilai Rp 400 miliar,” tandas dia. Djaja mengatakan ada baiknya pemkab melihat keputusan DPRD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2003 tentang Penyerahan Aset Kabupaten yang Berada di Kota. Dalam keputusan itu, disebutkan kabupaten harus menyerahkan semua asetnya kepada pemerintah kota. “Itu (keputusan DPRD, red) untuk membuktikan mana yang harus dijalankan,” pungkasnya. (pee)

Berdesakan Demi The Virgin dari hal 8

penampilan band pembuka seperti Niksi Band dan Mars Band. Mereka membawakan beberapa buah lagu karya sendiri dan beberapa lagu musisi lain yang diaransemen ulang. Seperti lagu Bento yang dibawakan Niksi Band. Alunan musik lagu ini dibuat menghentak sehingga menggoyang penonton. Tak lama kemudian aksi panggung Niksi Band berakhir, bintang

yang ditunggu-tunggu muncul. Ribuan penonton berteriak histeris saat Mita The Virgin naik panggung dengan menggeber senar gitar listriknya. Diikuti alunan suara Dara The Virgin membawakan lagu Love Setengah Mati. Dan, dilanjutkan dengan lagu Belahan Jiwa. Penonton semakin histeris saat Mita melakukan aksi nekat. Mita naik ke atas bus tour milik manajemennya. Dia bernyanyi sambil berusaha meraih kabel listrik di

atas bus dan tepat di samping kepalanya. “Mita berani sekali naik ke atas (bus),” ucap salah seorang penonton yang berada di luar panggung. Di tengah konser, beberapa penonton terpaksa dievakuasi akibat tidak kuat berdesakan. Seorang wanita berbaju biru dievakuasi petugas kepolisian dari himpitan penonton. Konser juga hampir diwarnai keributan saat beberapa orang penonton saling senggol. (pee)

Sampah Hiasi Jalanan Kota dari hal 8

Guna mengatasi penumpukan sampah, kata dia, pihaknya akan menambah jam kerja petugas sampah. Cipta Karya akan memerintahkan petugas yang mengangkut sampah ke jalur lain harus menarik sampah di

jalur HZ Mustofa dan sekitarnya. Namu, sambung dia, itu pun tergantung dari kesanggupan sopir. “Digilir, nanti kan sampai sore ada yang dua rit. Sore ganti sopir. Jadi tiga rit. Tapi mungkin tidak cepat kembali seperti normal (diangkut pagi, red) tapi bergeser jadi sore,” terangnya. Cipta Karya

7

telah mengajukan pengadaan dua unit armada baru. Prosesnya ditangani petugas Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Selama dua unit kendaraan itu belum ada, Dinas Cipta Karya hanya bisa mengangkut sampah dengan cara menambah jumlah kerja unit kendaraan. (pee)

dari hal 1

mengusung pasangan Syarif Hidayat - Cecep Bagja Gunawan (Syarif-Cecep). Pantauan Radar di halaman gedung DPRD Kota Tasikmalaya sekitar pukul 11.00 terlihat sekumpulan massa tiap pasangan calon yang tidak memiliki izin memasuki ruang rapat. Mereka bergerombol di stage khusus di halaman gedung dewan. Mulanya beberapa orang berpakaian hitam berbaret merah dan beratributkan PDI Perjuangan mencari seseorang. Terlihat, mereka berdiskusi dan menunjukkan suatu tempat — masih di lokasi halaman gedung dewan. Tak lama berselang, mereka berlari mengejar seseorang ke arah masjid DPRD yang masih satu lokasi. Sembari mereka berteriak, ”Tuh itu jelemana. Boro, boro euy (Itu orangnya. Ayo kejar, kejar, red).” Sontak polisi yang berjaga ikut mengejar sekumpulan orang tersebut guna mengamankan situasi. Namun massa yang mengejar semakin bertambah. Tapi kejadian kejarkejaran tersebut tak berlangsung lama, karena seseorang yang dikejar massa diamankan polisi dan dibawa keluar halaman gedung dewan. Tak berhenti di sana, rupanya massa pengejar yang berada di halaman gedung dewan keluar dan bergabung dengan massa PDI Perjuangan lainnya yang jumlahnya lebih banyak dan sedang menunggu di seberang jalan di depan gedung dewan. Kemudian massa membawa sebuah mobil Suzuki Katana Jimny berwarna merah yang telah dimodifikasi untuk off road. Mobil Katana beserta massa yang menggunakan sepeda motor dan truk bergerak ke arah By Pass (Jalan Ir Juanda) menuju kantor DPC PDIP Kota Tasikmalaya — tepatnya dekat tugu HZ Mustofa Kota Tasikmalaya. Sesampainya di kawasan tugu HZ Mustofa, massa merusak dan membakar mobil tersebut. Petugas pemadam kebakaran yang akan memadamkan api sempat dicegat massa PDI Perjuangan agar tidak memadamkan api. Namun Ketua DPC PDIP Perjuangan Kota Tasikmalaya Drs H Denny Romdhoni mempersilakan petugas pemadam kebakaran memadamkan api. Usai aksi di Jalan Juanda, Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) DPC PDI Perjuangan Habib mengatakan kericuhan diawali adanya perbedaan pilihan dalam menentukan sikap dukungan kepada salah satu calon. Padahal PDI Perjuangan telah memastikan sikap mendukung pasangan Syarif-Cecep. ”Ini sebagai bentuk peringatan bagi para kader dan simpatisan yang berkhianat kepada partai dan tidak mematuhi keputusan dan komitmen yang telah dibangun,” ujarnya kepada Radar. Tambah Habib, sebagai kader PDI Perjuangan, dia siap mempertanggungjawabkan atas kericuhan dan pembakaran mobil tersebut. Meskipun dia tidak mengetahui siapa yang melakukan pembakaran mobil itu. ”Saya siap bertanggung jawab atas kejadian ini, karena ini murni urusan intenal partai PDI Perjuangan, karena siapa pun yang melanggar keputusan partai akan kita lawan, apalagi di luar komitmen dan itu

sebuah konsekuensi bagi pengkhianat,” tuturnya. Ade Cahyanto, dari Dewan Pertimbangan Cabang PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya menjelaskan perusakan mobil merupakan tindak kekecewaan rekan-rekannya untuk mengadili Heri KN dan kawan-kawannya yang dianggap telah lari dari intruksi PDI Perjuangan. “Jika ingin lari dari partai diharapkan Heri dan kawan-kawan harus keluar dari partai dulu, karena saat ini ia masih anggota partai kami (PDI Perjuangan, red),” tandasnya. MEMINTA MAAF Ketua DPC PDIP Perjuangan Kota Tasikmalaya Drs H Denny Romdhoni meminta maaf kepada masyarakat Kota Tasikmalaya dengan adanya insiden tersebut. Pihaknya tidak berniat membuat suasana tidak kondusif atau membuat masyarakat tidak aman atau tidak nyaman. Politisi senior PDI Perjuangan ini pun menjelaskan bahwa pembakaran mobil itu merupakan spontanitas para kader yang merasa kecewa. ”Tidak ada rencana atau agenda seperti itu. Ini hanya spontanitas dari para kader PDI Perjuangan yang merasa dikhianati,” ungkapnya yang diamini Wakil Ketua Bidang Politik DPC PDI Perjuangan Dodo Rosada. Akar permasalahan kericuhan kemarin, kata dia, karena adanya perbedaan pilihan dari kader PDI Perjuangan dalam menentukan sikap dukungan di Pilwalkot Tasikmalaya 2012. Secara de facto dan de jure PDI Perjuangan telah menyatakan dukungan kepada Syarif-Cecep, semetara di sisi lain ada salah satu kader yang membuat kelompok mendukung calon lain. ”Jadi dari sisi legitimasi kader tersebut tidak mengikuti kebijakan partai, meskipun itu menjadi hak pribadi mereka. Tetapi yang menjadi masalah mereka masih terikat dalam aturan partai,” ujarnya.

MENYAYANGKAN Ketua Barisan Penegak Demokrasi (Brigade) Heri KN —yang mobilnya dibakar— menyatakan bersama para anggota Brigade sangat menyayangkan adanya aksi pembakaran tersebut. Sampai tadi malam, pihaknya masih berkoordinasi terkait insiden pemukulan dan pembakaran mobil. ”Saat ini kita sedang merapatkan barisan untuk menentukan langkah selanjutnya dan kita sedang koordinasi dengan kepolisian,” tandasnya saat dihubungi Radar tadi malam. DIPROSES Kasatreskrim AKP Januar Kencana SIK mengatakan perusakan mobil yang dilakukan sekelompok massa merupakan tindak pidana sehingga akan diproses tentang siapa saja yang telah melakukan perusakan tersebut. Lanjut Januar, mengenai siapa yang menjadi pelaku perusakan, untuk sementara dia masih berkoordinasi dengan anggotanya yang masih mencari saksi yang melihat kejadian tersebut. “Kita tidak akan menyinggung soal sebab akibat kejadian tersebut, yang difokuskan adalah tindak pidana pengrusakan mobil tersebut,” ucap Januar saat diwawancarai di ruangannya, kemarin. Masih terkait kericuhan di halaman gedung DPRD Kota Tasikmalaya, kemarin Deni Indra Gunawan (56), warga Perum Sukamenak Indah Kelurahan Sukaasih Kecamatan Cibereum Kota Tasikmalaya melaporkan Te, pengurus salah satu PAC PDI Perjuangan ke Polres Tasikmalaya Kota. Dia melaporkan dugaan penganiayaan terhadapnya di kawasan gedung DPRD Kota Tasikmalaya, kemarin (7/8) sekitar pukul 10.00. Dari data laporan Polres Tasikmalaya Kota, Deni mengalami luka di hidung, luka lecet di bagian tangan kanan dan luka lebam di pinggang sebelah kiri. (kim/irw/mg1)

PERMANA PUTRA / RADAR TASIKMALAYA

PERIKSA. Polisi kemarin (7/5) memeriksa mobil yang dibakar massa di Jalan Ir Juanda.

Senjata Api Bisa Dipesan via Internet dari hal 1

Lalu jenis Baretta 92 ditawarkan USD 670 (Rp 6.164.000). Bahkan, juga ada senapan Uzi semi otomatis dengan peluru gratis 250 butir seharga USD 2800 (Rp 25.760.000). Pemesan tak perlu tatap muka. Cukup kirim email, lalu membayar melalui situs pembayaran online liberty reserve yang aman karena tidak menggunakan rekening bank. Barang dijanjikan akan dikirim dengan paket ke alamat yang dikehendaki. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution mengakui peredaran senjata gelap memang susah diberantas. “Karena rumit, mereka masuk melalui pintu pintu tidak resmi dari luar negeri,” katanya. Saud menjelaskan, untuk katagori rakitan, senjata juga gampang masuk melalui jalur jalur yang tidak ter-cover pengamanan imigrasi. “Mereka ini sudah punya jaringan, ini yang terus kita usut,” katanya.

Mantan Kadensus 88 Polri ini menjelaskan, untuk senjata resmi di Indonesia, diperkirakan masih ada sekitar 18.000 pucuk senjata api yang diizinkan beredar di masyarakat sipil. Jumlah itu termasuk senjata api berpeluru tajam dan karet. Rinciannya, senjata peluru tajam sebanyak 3.060 pucuk, peluru karet 9.800 pucuk, peluru gas 5.000 pucuk. “Ini sedang kita perbarui datanya,” kata jenderal bintang dua itu. Polri mengklaim sudah berhasil menarik 10.910 pucuk terdiri dari senjata api peluru tajam 1.524 pucuk, peluru karet 5.812 pucuk, dan senjata api berpeluru gas 2.863 pucuk. “Izinnya sudah habis dan kita tidak perpanjang lagi,” katanya. Saud melanjutkan, kasus penyalahgunaan senjata api dari tahun 2009 sampai 2011 terjadi dengan beberapa modus. Modusmodus itu antara lain seperti pencurian dengan kekerasan. Kasus pencurian dan kekerasan terkait

senjata api sebanyak 174 kasus selama 3 tahun. Kasus penyalahgunaan senjata api sebanyak 152 kasus dan penemuan senjata api 76 kasus. “Selain menarik yang masih di luar, saat ini kami juga sedang mempertimbangkan untuk tidak ada izin lagi buat non anggota polisi,” kata Saud. Di bagian lain, pengusaha Iswahyudi Ashari masih diperiksa intensif di Polda Metro Jaya. Iswahyudi ditangkap atas laporan pegawai sebuah kafe di Plaza Indonesia yang ditodong pistol. Iswahyudi ditangkap Jumat (4/5) malam usai mengisi acara diskusi di salah satu televisi swasta. Penyidik juga sudah menyita senjata api genggam jenis Baretta yang disita di rumahnya kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. “Saat ini kami masih kembangkan, terutama pihak yang memberi senjata itu pada tersangka,” kata Kabidhumas Polda Metro jaya Kombes Rikwanto. (rdl/ttg/jpnn)

Hanya Libur Senin, karena Itu Hari Membosankan dari hal 1

mereka, saya malah kagum dan dapat banyak inspirasi. Apalagi, anggotanya sangat beragam. Ada tua, ada muda. Ada warga Singapura, banyak warga asing yang tinggal di Singapura. Dan, banyak yang perempuan dan mereka jago ngebut naik sepeda! Apalagi setelah tahu Joy Riders itu komunitas terbesar di Singapura, dengan anggota lebih dari 1.000 orang! Semua itu dikelola oleh seorang perempuan berusia 56 tahun bernama Joyce Leong. *** UNTUK kenal Joy Riders, pertama harus kenal dulu Joyce Leong. Perempuan kelahiran Penang, Malaysia, 10 Januari 1956 itu benar-benar memulai komunitas ini tanpa disengaja. Joyce, yang pensiun dari pekerjaan sebagai advertising sales, dulu punya hobi ikut triathlon. Lari, bersepeda, dan renang. Hingga sekitar enam tahun lalu. Kata dokter, dia sudah tidak boleh lagi lari karena masalah punggung. “Mau renang saja juga kurang asyik. Renang itu boring (membosankan, red). Tidak bisa ngobrol sama orang saat melakukannya,” aku Joyce. Bersama beberapa teman, Joyce pun rajin bersepeda. Seiring berjalannya waktu, tibatiba saja kelompoknya membesar. Seorang teman lantas membuka forum online, dan Joy Riders pun terbentuk dengan sendirinya. “Sekarang anggota kami sekitar 1.029 orang. Mungkin lebih,” ungkapnya. Nama “Joy” tentu saja diambil dari nama depan Joyce. Kebetulan, “joy” juga berarti kesenangan. Dan, komunitas ini terbentuk karena semua punya kesenangan yang sama. Joyce, yang “jobless,” mengelolanya secara

full time di apartemennya, yang berlokasi tidak jauh dari Orchard Road. Di sana dia tinggal bersama suami, seorang wiraswastawan, dan dua anak yang sudah berusia remaja. Walau dikelola sendiri, Joy Riders sangat tertata rapi. Untuk menjadi anggota tidak ada iuran bulanan atau tahunan. Cukup datang ke tempat tinggal Joyce, membeli jersey seragam Joy Riders. Harganya 90 dolar Singapura sepasang (jersey dan celana) untuk tangan pendek, 120 dolar untuk tangan panjang. Sejumlah sponsor turut mendukung, dan logo mereka terpampang di jersey tersebut. Setelah itu Joyce akan memotret anggota baru mengenakan jersey, lalu mem-posting fotonya di situs resmi komunitas. Anggota baru juga diminta mengisi data diri secara online, dan tergabung di forum untuk mengikuti update terbaru komunitas. Sebenarnya, cara pengelolaan ini juga bukan hal baru. Banyak komunitas di Indonesia juga sama. Termasuk Surabaya Road Bike Community (SRBC), tempat saya ikut bergabung sehari-hari. Tapi, Joyce menggunakan situs secara lebih jauh. Setiap pagi, saat berkumpul di Longhouse di Upper Thomson (detail perjalanan bersepeda dan aturan jalanan akan dilanjutkan di seri kedua), Joyce akan memberi tahu semua anggota tentang password hari itu. Jadi, setelah riding, semua bisa meng-input password itu secara online, dan bisa mendapatkan poin. Semakin banyak poin, semakin besar peluang anggota mendapatkan door prize yang disediakan sponsor. “Kalau ikut event, poinnya lebih,” tambah Joyce. Karena sifatnya tidak terlalu “terikat” dan tidak ada iuran tetap, banyak anggota justru

jadi betah ikut Joy Riders. Mereka bisa bergabung riding bersama kapan saja, sesuai kebutuhan kerja masing-masing. Maklum, jadwal riding sangat pagi dan setiap hari bisa mengakibatkan anggota harus mengorbankan beberapa hal lain. “Kalau setiap hari, sulit menyesuaikan dengan kehidupan sosial. Termasuk kehidupan malam. Ha ha ha,” kata seorang anggota Joy Riders, seorang pimpinan perusahaan software di Singapura. Bagi para ekspatriat, Joy Riders juga menjadi alat ideal untuk mengenal Singapura dan mencari teman selama bekerja atau bertugas di sana. Ambil contoh David Lavery, pengacara perusahaan minyak asal Kanada. Lavery sudah setahun ini tinggal di Singapura, sebelumnya tinggal lama di Abu Dhabi. “Saya bergabung sejak pindah dari Abu Dhabi. (Joy Riders) ini grup yang sangat social (akrab). Dan, itu penting bagi seseorang yang baru saja pindah ke Singapura,” ucapnya. Lavery sendiri punya julukan kocak, “Captain Suzie.” Usut punya usut, ketika perayaan Imlek, dialah pemenang kontes China Doll dalam pesta yang diselenggarakan Joy Riders. Artinya, dia menang karena dandan paling heboh sebagai perempuan! Joyce memang suka memberikan julukan kepada para anggotanya. Karena nama saya Azrul, Joyce sempat memberikan julukan “ACE-zrul.” Lumayan, “Ace” kan berarti jagoan ha ha ha.” Tentu saja, meski sifatnya rekreasional, Joy Riders sangat serius dalam mengutamakan keselamatan dalam bersepeda. Cara mereka mengatur rombongan serta menghadapi aturan bersepeda di Singapura juga bisa dijadikan inspirasi.” (bersambung)


7