Page 1

SELASA, 22 MEI 2012 / 1 RAJAB 1433 H

Nabung untuk Masa Depan dari hal 1

“Mau (nikah), tapi nggak sekarang. Ya masih mikir-mikir juga ya. Kerjaan juga masih banyak, mu-

ngkin sekarang prioritasnya bukan ke sana (pernikahan),” jelasnya. “Sekarang ini umur aku kan masih 23 tahun dan memang belum punya pasangan juga. Ya karena me-

mang belum dikasih dan belum waktunya, ya berusaha aja untuk mempersiapkan kebutuhan kita di masa depan, itu yang lebih penting,” lanjutnya. (ins/rm/jpnn)

Akhirnya Portal Dibuka dari hal 1

yang dikomandani Koordiantor Aliansi Masyarakat Tamansari dan Mugarsari (Almatamu) Wahid Wahyudin. Hasilnya, portal dibuka, mobil sampah bisa melewatinya dan masuk ke TPA Ciangir dengan syarat pengangkutan sampah hanya boleh dilakukan pada hari dan jam kerja. Selain itu warga juga meminta truk pengangkut sampah menggunakan penutup dari terpal agar tidak menimbulkan bau di sepanjang rute yang dilewati armada pengangkut sampah. Sementara itu Tio meminta maaf kepada segenap warga Tamansari dan Mugarsari atas keterlambatan perbaikan jalan menuju TPA Ciangir dan kepada seluruh warga Kota Tasikmalaya karena pelayanan sampah sempat terhenti selama beberapa hari hingga menumpuk di ruas jalan. “Kami minta maaf kepada masyarakat Tamansari dan Mugarsari atas keterlambatan pelayanan (perbaikan jalan, red). Karena bukan kehendak kami tetapi atas peraturan dan teknis yang ada,” ujarnya. Koordinator Almatamu Wahid Wahyudin menuturkan tuntutan dari masyarakat sebenarnya

bukan lagi pada deadline perbaikan tanggal 15 Mei, tetapi warga ingin pihak pemkot segera minta maaf kepada masyarakat karena tidak bisa menepati janji perbaikan mulai tanggal 15 Mei 2012 —sesuai perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 31 Januari 2012 lalu. “(Jadi) bukan masalah deadline waktu harus besok ataupun kapan, masalah penghotmikan ada prosesnya kita juga paham, cuma kita ingin (Pemkot Tasikmalaya, red) meminta maaf tidak bisa menepati janji yang telah disepakati,” ujarnya. Usai pertemuan, pukul 14.00, sekitar 30 unit truk sampah mulai digiring dari halaman kantor Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan menuju halaman kantor Polsek Tamansari. Selang beberapa menit truk angkutan sampah —yang absen mengantarkan sampah ke Ciangir— itu diberangkatkan menuju lokasi pemortalan dari jalan di depan Polsek Tamansari. Saat bergerak menuju lokasi pemortalan, truk-truk itu dikawal menggunakan motor oleh sejumlah warga yang hadir saat audiensi. Setibanya di lokasi pemortalan, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Ir H

Tarlan sempat memberikan penjelasan kepada warga tentang hasil kesepakatan pemkot dengan perwakilan warga dan agenda perbaikan jalan. Kemudian senyum Tarlan pun merekah. Warga dan Tarlan pun membuka batang bambu yang melintang menghalangi akses jalan menuju TPA itu disaksikan sejumlah warga setempat. Sekitar pukul 14.30, seluruh truk langsung masuk ke jalan menuju TPA Ciangir. “Syukur alhamdulillah. Kita semua dapat memahami kesulitan-kesulitan yang dihadapi,” singkat Tarlan sebelum berangkat mengawal truk menuju TPA Ciangir. Dibukanya lagi akses jalan menuju Ciangir membuat Dinas Cipta Karya bisa mengangkut tumpukan sampah yang sudah enam hari tak terangkut. Lalu berapa hari, ribuan kubik sampah itu akan terangkut? Tarlan menargetkan tiga hari bisa membersihkan Kota Tasikmalaya dari sampah. “Ya kurang lebih butuh waktu tiga harian (membersihkan sampah, red),” pungkas pejabat eselon dua yang pernah menjadi kepala Dinas Bina Marga, Pengairan dan Energi Kota Tasikmalaya ini. (pee)

Sempat Terkendala Kenaikan BBM dari hal 1

Tasikmalaya Tio Indra Setiadi saat memberikan penjelasan kepada seluruh perwakilan warga Tamansari dan Mugarsari yang hadir dalam audiensi di Bale Wiwitan kemarin (21/5). Kendala kedua, adanya instruksi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merinci penentuan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk hotmik berikut analisanya sehingga RAB yang telah disusun sebelumnya harus kembali dirombak. Dua kendala itu membuat pemkot memerlukan waktu tambahan melakukan penyesuaian waktu pengerjaan perbaikan jalan. “Hotmik itu sekarang kita tidak bisa beli per ton, tetapi berdasarkan analisa, berapa sewa alatnya, berapa kebutuhan aspal, berapa pasir dan lain sebagainya,“ ungkap Tio. Berdasarkan perhitungan terkini, proses pengadaan dimulai

minggu ketiga bulan Mei dan baru akan selesai pada minggu ke empat Juni 2012. Setelah itu barulah masuk kepada tahapan penawaran kontrak kepada pihak ketiga sebelum akhirnya dimulai pengerjaan. “Ini bisa segera dilaksanakan begitu penekenan kontrak dengan pihak ketiga selesai dilaksanakan,” tuturnya. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga, Pengairan dan Energi Kota Tasikmalaya Dudi Mulyadi menambahkan proses sebelum ke pengerjaan perbaikan jalan sangat panjang. Proses lelang saja, kata dia, membutuhkan waktu selama 45 hari ditambah masa sanggah selama dua minggu. Sebelum memasuki masa kontrak dengan pihak ketiga. “Di pemerintah itu ada aturan dan itu ada pertanggungjawabannya. Ada pra (perencanaan) ada sedang (pelaksanaan) ada pasca (setelah pengerjaan). Pasca itu nanti

kami tetap diperiksa oleh BPK oleh inspektorat dari provinsi dan kota juga. Diperiksa nanti minimum itu enam bulan setelahnya,” jelasnya. Pengerjaan oleh kontraktor pun tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Mereka (kontraktor) juga membutuhkan waktu persiapan. “Ya kalau pun sudah ada kontraktornya, mereka juga akan membutuhkan waktu untuk memindahkan alat dan persiapan lain,” pungkasnya. Sebelumnya, masyarakat Tamansari dan Mugarsari kecewa kepada Pemkot Tasikmalaya karena dianggap ingkar dari kesepakatan tentang proses perbaikan jalan sehingga mereka memblokir jalan akses menuju TPA Ciangir yang berefek armada sampah tidak masuk ke Ciangir. Namun, kemarin, usai pertemuan di Bale Wiwitan, Pemkot Tasik dan warga akhirnya bersepakat bahwa armada sampah bisa masuk lagi ke Ciangir. (pee)

Teknisi CCTV Siap Bantu dari hal 8

dan pengaturannya. Dia menerangkan cara memperjelas gambar CCTV. Pertama, pilih menu alat perekam atau digital video recorder (DVR) yang terdapat pada remote control CCTV. Kemudian pilih control panel pada menu kamera. “Di sana terdapat pilihan

brightness dan contras untuk setting pencahayaan. Hue dan saturation untuk set ketepatan warna kamera,” jelasnya. Menurutnya, gambar CCTV bisa dibuka melalui komputer jika tidak menggunakan DVR. Nanti gambar bisa dilihat melalui software video viewer dan bisa disunting dengan video editor. “Setelah di-capture, gambar

diidentifikasi untuk diperbaiki lagi,” lanjutnya. Kendati demikian, Egi menyatakan, gambar CCTV yang sudah diedit kualitasnya tidak seratus persen bagus. “Tapi hasil gambar akan terlihat lebih jelas dibanding sebelumnya, namun itu tergantung kualitas tipe dan ukuran resolusi kamera yang dipakai,” paparnya. (dem)

Mobdin yang Dibeli 8 Unit dari hal 8

“hanya” Rp 216 juta per unit. Mobil tersebut produk terbaru. Pengadaanya, menurut dia, dilakukan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Namun tetap masuk dalam daftar

aset Pemerintah Kota Tasikmalaya. Sedangkan untuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan masih dalam proses dan sebentar lagi akan segera menerimanya. “Ya itu (Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan) juga mungkin tidak akan lama lagi.

Kalau pengadaan sudah, Cuma masih dalam tahapan, mobilnya belum keterima,” pungkasnya. Ditanya soal mobil dinas lama bekas para kepala dinas, Hanafi menyebutkan, sudah diserahkan ke para pejabat eselon III untuk menunjang kinerja mereka. (pee)

MUNAC 2 Jalan Pakai Roda... dari hal 8

jadi harus diulang dari awal,” ungkap Rizky Faisal, salah satu tim yang bergabung dalam pembuatan robot pemadam api ini. Peragaan demo robot ini disaksikan langsung oleh rektor

Unsil, Prof DR H Kartawan SE MP. Kepada Radar, Kartawan menyatakan bangga atas hasil kreasi mahasiswanya. Dirinya juga mendukung penuh mahasiswa yang mengikuti kompetisi robotik di Jatinangor. “Semoga bisa dikembangkan dan diaplikasika

dalam bentuk nyata,” harap Kartawan. Salah seorang mahasiswa Unsil, Aldi Ramdhani juga berharap MUNAC 2 dan Siliwangi bisa menang dan melaju ke kontes tingkat internasional. (*)

Tuntaskan Kasus Kematian Iis! dari hal 8

yang tergabung dalam Forum Cempaka untuk Semua mendatangi Mapolresta Tasikmalaya dan DPRD Kota Tasikmalaya. Mereka mempertanyakan kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus kematian Iis. Saat di Mapolresta, Ketua Forum Cempaka Untuk Semua, Asep Suherlan mendesak kepolisian segera mengungkap kasus Iis. Asep menyatakan kecewa atas keterlambatan pengungkapan kasus tersebut. Padahal, kata dia, polisi telah memegang bahan penyelidikan berupa CCTV dan dua unit handphone (HP) milik korban. Karenanya, dia menuding polisi tidak serius mengungkap kasus pembunuhan tersebut. “Kalau kasus ini tidak segera terungkap, kami minta kapol-

resta untuk turun dari jabatannya,” ungkap Asep Hermawan saat orasi di depan Mapolresta. Sementara itu, Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota Kompol Yono Kusyono menyatakan, kasus pembunuhan Iis Fatonah masih dalam proses penyelidikan intensif. “Kami tidak diam, kami tidak tidur. Kasus itu masih proses penyelidikan. Kita akan terus mengungkap,” katanya kepada wartawan, kemarin (21/5). Kendati demikian, Yono mengakui, pihaknya belum bisa menentukan sampai kapan kasus itu bisa dituntaskan. “Kita nggak main-main, cuma kalau masalah waktu itu susah. Ada proses yang harus dilalui, tapi yang penting kita tidak diam,” tandasnya lantas menyebutkan teknis penyelidikan berada di kasat Reskrim. Di bagian lain, Kasat Reskrim

Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Kencana SIK mengatakan, pengungkapan kasus kematian Iis Fatonah menemui beberapa kendala. “Salah satunya gambar CCTV yang tidak jelas,” katanya. Kendala lainnya, lanjut Januar, pihaknya kesulitan membuka file nomor kontak korban yang menggunakan operator Telkomsel. “Harus ada rekomendasi dari Kabareskrim Mabes Polri,” katanya. Sementara itu, Manager Telkomsel Branch Tasikmalaya, Prince Simaremare mengatakan pihaknya siap membantu pihak kepolisian dalam mengungkap file di nomor HP korban asal melalui prosedur yang berlaku. “Harus melalui mekanisme yang ditetapkan (rekomendasi dari Kabareskrim, red),” katanya melalui sambungan handphone, kemarin. (dem)

7

Fosil Dinosaurus Terjual USD 1 Juta NEWYORK – Sebuah kerangka dinosaurus jenis tyrannosaurus berhasil dijual seharga USD 1,05 juta oleh balai lelang New York. Sebelumnya upaya penjualan fosil tersebut dipersoalkan legalitasnya oleh pemerintah Mongolia. Tyrannosaurus bataar merupakan sepupu tyrannosaurus rex (T-rex) yang hidup di

Amerika Utara selama periode cretaceous sekitar 80 juta tahun lalu. Makhluk purba tersebut berukuran lebih kecil dari T-rex, sekitar 8 meter dan 24 meter. Fosil hampir utuh tersebut ditemukan di Gurun Gobi yang membentang di bagian utara Cina dan selatan Mongolia. Kerangka tyrannosaurus bataar yang berhasil dilelang

itu, terdiri dari susunan kerangka tubuh dengan prosentase 75 persen hampir utuh dan tengkorak dengan porsi 80 persen. Ini sangat ironis karena kerangka dinosaurus yang selama ini menjadi obyek pameran di museum biasanya ditemukan dengan kondisi hanya 50 persen bahkan kurang. (esy/jpnn)

Kakak Abah Anom Wafat dari hal 1

Dihubungi terpisah, Wakil Talqin TQN Ponpes Suryalaya KH Beben Muhammad Dabbas berbela sungkawa dengan wafatnya

tokoh penting Suryalaya itu. ”Beliau adalah ahlul bait (keluarga besar, red). Beliau adalah hamba yang begitu berarti bagi kami. Kami betapa merasa kehilangan dan mudah-mudahan cahaya

kebenaran dan keikhlasan yang telah beliau ajarkan, terus ada dalam jiwa kami dan bisa kami praktekkan terus dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap salah satu Kasepuhan Pamijahan ini. (uym)

Dahlan Iskan Kunjungi Bengkel dari hal 1

membawahi usaha agribisnis, perikanan dan bengkel ini,” kata Dahlan saat ditemui di sela kunjungannya. Dahlan mengatakan, semangat para pekerja sangat tinggi. Dahlan percaya koperasi ini akan maju jika para pekerjanya mengembangkan diri secara maksimal. Namun, Dahlan mengaku belum bisa menjanjikan fasilitas atau bantuan lainnya untuk memajukan koperasi tersebut. Sebab, kedatangannya hanya baru untuk mengecek eksistensi koperasi tersebut. Bengkel manufaktur ini, kata Dahlan, merupakan perusahaan jasa. Jadi, tidak usah khawatir mendapat persaingan ketat. Persaingannya hanyalah ketepatan waktu penyelesaian produksi dan kualitas hasil produksinya. Dalam kesempatan tersebut, Dahlan berharap supaya produk dalam

negeri bisa lebih mendapat tempat di negara sendiri bahkan dunia. Hadyo Purnomo, kepala Divisi Manufaktur pada KKSPFKK 11 Juli mengatakan kedatangan Dahlan Iskan sangat mendadak. Dia baru mendapat kabar siang kemarin. Karenanya, dia tidak melakukan persiapan khusus menyambut kedatangan menteri tersebut. “Kami pernah menyampaikan koperasi kami kepada beliau. Mungkin beliau penasaran dan ingin membuktikan apakah kami betul-betul ada atau tidak. Ternyata hasilnya sangat positif. Beliau memberikan motivasi untuk berkarya dalam mengembangkan produk manufaktur,” kata Hadyo Dia berharap kedatangan Dahlan bisa berdampak positif pada masa depan koperasinya. Terlebih untuk pengembangan tiga sektor yang digarap KKSPFKK 11 Juli. “Sejak mendapat dana dari PT DI pada 2008 dan 2009 sebesar Rp 30 miliar, pihaknya

belum mendapat penuh hak sebagai para mantan pekerja PT DI yang di-PHK beberapa tahun lalu. Sisanya Rp 170 miliar, ucapnya. Tiga sektor usaha yang dikelola koperasi tersebut, ucapnya, adalah bengkel manufaktur di Kecamatan Ngamprah, peternakan sapi dan pertanian organik di Kecamatan Cisarua dan lahan perikanan dan vila di Subang. Untuk mengembangkan tiga tempat usaha tersebut, lanjut dia, dibutuhkan modal sekitar Rp 54 miliar. Potensi yang dimilikinya di Sagalaherang, Subang, adalah lahan seluas tujuh hektar berisi 70 kolam ikan yang butuh rehabilitasi. Sedangkan di Padaasih Cisarua terdapat lahan seluas dua hektar untuk budidaya 22 jenis sayur organik dan peternakan berisi 55 ekor sapi. Semuanya membutuhkan pengembangan mengingat permintaan terhadap produk mereka sangat tinggi. (jnr)

Bom Bunuh Diri saat Parade Militer dari hal 1

Hadi terpilih pada Februari lalu lewat pemilu untuk menggantikan Ali Abdullah Saleh. Apalagi, serangan bom itu terjadi hanya sekitar 200 meter dari istana kepresidenan di ibu kota. Sejumlah anggota tim medis, yang enggan disebutkan identitasnya, mengatakan bahwa para korban dilarikan ke tujuh rumah sakit di ibu kota. Seluruh korban tewas dan luka adalah tentara. Sejauh ini belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ledakan dahsyat itu terdengar keras di seantero Kota Sana’a dan memicu kepanikan di kalangan warga. ’’(Serangan bom) ini benar-benat pembantaian,’’ ungkap Ahmed Sobhi, seorang tentara yang menyaksikan ledakan tersebut. ’’Banyak bagian tubuh yang berceceran, seperti lengan dan kepala. Benar-benar sulit dipercaya. Saya masih terguncang saat mengingatnya. Lapangan ini telah berubah menjadi neraka. Saya kira kejadian seperti ini hanya terjadi dalam film,’’ tambahnya. Pelaku yang belum teridentifikasi tersebut

meledakkan diri saat pasukan dari tentara keamanan pemerintah pusat, yang sebelumnya dikomandani oleh Jenderal Tariq Saleh, keponakan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, berlatih parade militer. Mereka bersiap meramaikan perayaan 22 tahun penyatuan Yaman Selatan dan Utara yang jatuh pada hari ini (22/5). Menteri Pertahanan Mohammed Nasser Ahmed, hadir dalam acara itu. Beruntung, dia luput dari serangan tersebut tanpa mengalami luka sedikit pun. Khaled Ali, seorang tentara lainnya, kepada Associated Press via telepon dari lokasi serangan, mengatakan bahwa ledakan bom tersebut disusul tembakan senjata berat. ’’Di tengah kegaduhan itu, semua orang berlarian ke segala arah. Saya lihat pasukan pengamanan melindungi menteri (menhan) dengan membentuk perisai hidup. Mereka juga melepaskan tembakan ke udara,’’ paparnya. Sejumlah saksi mengungkapkan bahwa potongan tubuh tercecer di Lapangan Sabeen, Sana’a, yang menjadi lokasi ledakan. Lapangan tersebut biasa digunakan pemerintah Yaman untuk menggelar berbagai pa-

rade militer. Puluhan ambulans telah dikerahkan untuk mengevakuasi korban tewas maupun luka. Tentara langsung melokalikasi tempat kejadian. Saat terpilih sebagai presiden pada Februari lalu, Hadi berjanji tidak berkompromi dengan militan Al Qaeda. Dia bertekad untuk menumpas kelompok itu hingga ke akarnya dari provinsi-provinsi di selatan dan timur Yaman. Hadi, yang menjadi calon tunggal pada pemilu presiden (pilpres) Februari lalu itu sebagai syarat transisi kekuasaan atas sponsor negara-negara Teluk, dijadwalkan berpidato dalam upacara militer hari ini. Menyusul insiden tersebut, belum jelas apakah upacara militer hari ini akan dilakukan sesuai jadwal ataukah dibatalkan. Serangan bom bunuh diri tersebut terjadi 10 hari setelah operasi penumpasan besarbesaran terhadap Al Qaeda di Provinsi Abyan, selatan Yaman. Sejak operasi itu dimulai, tercatat 213 orang tewas. Itu meliputi 147 milisi Al Qaeda, 31 personel militer, 18 milisi lokal dan 17 warga sipil. (AFP/AP/CNN/cak/dwi/jpnn)

Bangga Tekuni Forensik, Tak Canggung... dari hal 1

ditunjukkan kepada Jawa Pos (Grup Radar Tasikmalaya), tampak Reisa dengan santainya melakukan pemeriksaan atas potongan tubuh korban bersama anggota tim yang lain. Dia tidak shocked atau mual saat menyaksikan potongan tubuh korban yang kondisinya mengenaskan. “Mungkin karena sudah biasa, ya. Dan ini adalah kasus besar saya yang kesekian. Jadi, tidak ada beban sama sekali,” ujar Reisa saat ditemui di RS Polri. Kamar mayat dan isinya memang bukan hal baru bagi Reisa. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan tersebut menuturkan bersinggungan dengan jenazah sejak kali pertama menjalani program co-assistant di RS Polri pada 2007. Saat itu dia dan kawan-kawannya sesama mahasiswa fakultas kedokteran diminta melakukan suatu hal yang ekstrem. “Kami dikerjain dokternya, hari pertama langsung ikut otopsi mayat. Eh, ternyata kami sudah langsung disuruh gergaji kepala orang. Ya pasti shock therapy karena gimanapun juga,” ujarnya, lantas terbahak. Setelah menjalani program itu, Reisa makin tertarik dengan dunia kedokteran forensik. Tak lama setelah lulus, dara 26 tahun tersebut memutuskan untuk bergabung dengan bagian forensik RS Polri pada 2009. Menurut dia, bagian forensik sangat menarik. Apalagi, dia gemar menonton serial thriller dari Amerika Serikat, CSI: Crime Scene Investigation. “Saya senang banget nonton CSI. Terus, waktu masih co-assistant di bagian forensik, seru saja rasanya, bisa solving causes dari jenazah. Dokter-dokternya juga baik dan banyak kasus menarik yang dipecahkan lewat identifikasi jenazah,” ujarnya. Saking gemarnya dengan bidang itu, dara kelahiran Malang, Jatim, tersebut pernah berniat melanjutkan pendidikan di jurusan ilmu kedokteran forensik. Sayang, orang tuanya tidak setuju dengan pilihan itu. “Mereka ngeri waktu tahu kesukaanku sama dunia forensik. Padahal, forensik itu luas, nggak cuma tentang jenazah,” ujarnya. Namun, lama-kelamaan orang tuanya tidak lagi protes dengan pilihan Reisa. Bungsu di antara dua bersaudara itu pun makin giat bekerja. Apalagi, sejak menjadi staf forensik RS Polri, dia langsung menangani kasuskasus besar. Selain kasus pesawat SSJ 100, dia pernah terlibat dalam proses identifikasi jenazah korban bom JW Marriott pada 2009. Bukan hanya itu, serangkaian kasus yang melibatkan teroris pernah dia urus. Ketika ditanya jumlah kasus yang pernah ditangani, Reisa mengatakan sudah tidak ingat jumlahnya. Yang jelas, sudah ratusan kasus. Namun, di antara sekian banyak kasus tersebut, adik kandung pengacara tenar Dea Tunggaesti itu mengaku paling terkesan saat menangani identifikasi jenazah korban tenggelamnya KM Levina 1 yang menewaskan 51

orang. Insiden tersebut terjadi saat dia masih magang sebagai dokter muda di RS Polri. “Peristiwa itu yang paling terngiang-ngiang sampai sekarang. Sebab, waktu itu korbannya banyak. Itu kali pertama saya menangani kasus besar. Karena korbannya meninggal dalam keadaan tenggelam, jadi baunya juga lebih anyir daripada korban tewas terbakar atau tabrakan,” jelas Reisa. Namun, dara bertubuh tinggi semampai itu mengakui, meski sudah bertahun-tahun menangani mayat, dirinya juga terkadang ngeri begitu menyaksikan jasad yang kondisinya remuk. Dia mengungkapkan pernah mengotopsi jenazah seorang kuli bangunan yang tewas karena tergencet benda berat di tempat kerja. “Kasihan banget sekaligus ngeri karena tubuhnya remuk,” papar dia. Di dunia forensik, Reisa mengaku senang jika bisa memecahkan kasus dari hasil otopsi jenazah. Dia mencontohkan, saat sesosok jenazah datang, di mana dirinya beserta tim sama sekali tidak mengetahui identitas maupun penyebab tewasnya orang tersebut, kondisi itu justru menjadi tantangan tersendiri. “Untuk memperkirakan waktu kematiannya, bisa dilihat dari ukuran belatungnya. Kalau makin besar, berarti sudah lama meninggalnya. Kami senang banget kalau akhirnya bisa menemukan identitasnya dan mengungkap penyebab kematiannya. Yang paling sulit saat tidak berhasil mengidentifikasi,” terang dia. Meski begitu, Reisa menekankan bahwa bagian forensik tidak hanya berkutat dengan kasus-kasus orang yang sudah meninggal. Dia juga berurusan dengan kasus-kasus kekerasan atau pembunuhan yang membutuhkan visum pasien hidup. Dia mengatakan, banyak anak di bawah umur korban pemerkosaan dan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ditanganinya. Dalam sehari dia bisa menangani sepuluh proses visum. “Di RS Polri ada dua tempat pelaporan pembuatan visum hidup dan mati. Jadi, yang ditangani banyak,” ucap dia. Namun, di balik kegiatan mengurusi mayat itu, tidak ada yang mengira bahwa Reisa juga menekuni dunia kecantikan, yang jelas bertolak belakang dengan bidang forensik. Di klinik kecantikan JMB runner-up pertama Putri Indonesia 2010 itu menjadi salah seorang dokter yang berpraktik sejak 2009. Dia memang pernah mengenyam pendidikan singkat di sebuah sekolah kecantikan. Karena itu, penampilan Reisa saat berpraktik sebagai dokter kecantikan jauh berbeda jika dibandingkan dengan saat dirinya bertugas sebagai tim DVI Polri. Saat menjadi dokter kecantikan, bisa dibilang penampilan Reisa full make-up meski tidak terlalu tebal. Begitu juga busana yang dia kenakan. Di balik jubah putih dia mengenakan dress cantik selutut. “Itu bedanya. Kalau di sini, harus dandan kayak gini. Nggak bisa polosan seperti pas di rumah sakit Polri,” ujarnya ketika ditemui di klinik kecantikan JMB,

kawasan Prapanca Raya, Minggu (20/5). Pasien yang dia tangani pun jauh berbeda. Pada umumnya, pasien Reisa adalah kaum hawa yang ingin mempercantik wajah dan tubuh. Bukan hanya si pasien, Reisa juga harus pandai menjaga kecantikan diri. Karena jadwal pekerjaan yang padat, Reisa selalu menyempatkan diri melakukan perawatan rambut, wajah, dan tubuh saat mandi. Kadang, saat pasien di klinik sepi, dia menyempatkan diri menjalani perawatan laser wajah. Meski harus menjalani dua bidang yang sangat kontras, Reisa tidak kerepotan. Asal pandai mengatur jadwal, dia justru menikmati bisa terlibat di dua bidang tersebut. Sebab, Reisa mengaku bahwa dirinya adalah tipe perempuan yang aktif dan tidak betah berdiam diri terlalu lama. “Pasti ada saja yang pengin saya kerjakan. Jadi, kalau sibuk malah senang,” ujar perempuan yang jarang berlibur saat weekend itu. Soal keterlibatannya dalam ajang Putri Indonesia 2010, Reisa mengaku hanya iseng. Sebab, yang ngotot agar dirinya ikut justru sang ibu dan teman-temannya. Tepat saat berusia 24 tahun, Reisa mendaftarkan diri. Dia mengumpulkan formulir pendaftaran dalam perjalanan ke rumah sakit. “Jadi, ya pakai baju kerja gitu,” terang dia. Karena itu, ketika terpilih, bahkan berhasil menjadi runner-up pertama Putri Indonesia 2010, Reisa mengaku tidak percaya bisa sampai sejauh itu. Otomatis, sejak menjadi Putri Indonesia Lingkungan 2010, pekerjaannya di klinik dan RS terhenti sementara. Dia harus terfokus pada segala kegiatan keputrian. Meski begitu, dia mengaku bersyukur bisa menjadi Putri Indonesia. Reisa belajar banyak hal, termasuk cara berdandan dan berpakaian yang baik, dari pengalamannya di ajang itu. Namun, sejak menyandang gelar Putri Indonesia Lingkungan 2010, Reisa kerap digoda rekan-rekannya di bagian forensik RS Polri. Mereka menyebut dia putri forensik. “Ada juga yang nyebut putriku lah,” ucap dia. Bukan hanya rekan-rekannya, atasannya juga kerap menggodanya. Sebagai staf forensik RS Polri, dia sering mendapat panggilan tugas jika ada kasus-kasus besar, termasuk kasus Sukhoi itu. “Waktu itu ditelepon, ini ada kasus lagi. Eh, pas saya bilang oke, dia malah bilang kirain sudah nggak mau (karena sudah jadi Putri Indonesia),” ujarnya sambil tersenyum. Ke depan Reisa yang kini menempuh program S-2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengaku akan tetap bergelut dengan dunia forensik dan kecantikan. Sebagai staf forensik, dia mengaku bangga karena laboratorium DNA di RS Polri termasuk yang terbaik di dunia. Tidak jarang sejumlah pihak di luar negeri mengirimkan sampel DNA ke RS itu. “Soal dunia kecantikan, selama saya masih jadi dokter kecantikan, mama yang senang,” imbuh dia. (c11/nw)


7 sam  

dan pengaturannya. Dia menerangkan cara mem- perjelas gambar CCTV. Pertama, pilih menu alat perekam atau digital video recorder (DVR) yang t...

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you