Page 1

SENIN, 9 JULI 2012 / 19 SYABAN 1433 H

7

Cagub Banyak Pekerjaan Rumah dari hal 1

Jakarta bebas macet, keamanan terjamin nggak ada lagi soal perampokan dan demo-demo. Begitu juga dengan banjir,” ujar

Alya Rohali. Siapapun yang terpilih nanti, Alya yang sempat ikut jadi juru kampanye salah satu kandidat ini meminta agar masyarakat mendukung pemenang. “Seba-

gai warga, ada baiknya kita mendukung siapapun pemimpin nantinya. Jadinya harus maju bersama-sama. Apalagi menyelesaikan persoalan tidak gampang,” cetusnya. (ins/rm/jpnn)

Siap Nyalip Dua Kandidat dari hal 1

terlontar dari Tim Pemenangan pasangan H Mumung Marthasasmita-H Taufik Fturohman (Mufakat), Yoyo S Boyo. “Kita sangat beruntung berada di posisi underdog (cenderung tidak diunggulkan, red) dan kita siap menyalip di detik akhir,” ujarnya yang ditemui di Kediaman H Mumung Marthasasmita, Jl RE Martadinata, Kota Tasikmalaya kemarin (8/7). Ia yakin Mufakat bisa meraih hasil dan simpatik warga yang maksimal. ”Kemenangan bukan hal yang mustahil. Justru kita senang dengan posisi ‘kuda hitam’ yang siap menjadi pemenang di akhir pertandingan,” ujarnya sembari mengatakan bahwa Mufakat memiliki serang-

kaian program jika nanti terpilih. Terlebih, kata dia, Mufakat ingin membuktikan meski tidak membawa partai, tapi bisa membawa perubahan. ”Mufakat maju bukan untuk sekedar partisipasi, tetapi ingin membuktikan meski tidak membawa partai akan mampu membawa perubahan bagi Kota Tasikmalaya,” tandasnya. BANYAK TERIMA TAMU Calon Wali Kota Tasikmalaya dari jalur perseorangan H Mumung Marthasasmita mengaku menjelang pemilihan, dia kebanjiran tamu yang hanya ingin menyampikan simpati dan dukungan. ”Di hari terakhir masa tenang ini, saya lebih banyak menerima tamu yang membuat saya semakin bersyukur atas barokah yang di-

berikan ini,” ujarnya di rumahnya di Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya kemarin (8/7). Ia pun menambahkan setelah wafatnya istri tercinta, membuatnya sedih sekaligus semakin optimis bahwa dirinya akan mampu menjalankan amanat sebagai seorang pemimpin jika diberikan kepercayaan oleh masyarakat. ”Majunya saya tidak lain karena faktor keinginan Almarhumah sehingga meski beliau sudah tidak (ada atau wafat, red), tetapi saya merasa roh nya masih menyatu dengan saya,” ujarnya. Pantauan Radar, kemarin, rumah Mumung dipenuhi kerabat, keluarga maupun relasi dan tim sukses. Rencannya hari ini, H Mumung akan mencoblos di TPS Perum Situ Gede Mangkubumi. (kim)

Suara Napi Ikut Menentukan dari hal 1

nyoblos di sini. Itu karena dia sudah terdaftar di sini. Ya itu terserah, tapi memang biasanya jarang. Tapi kalau ada dia harus bawa kartu P8,” paparnya. Hari ini, kata dia, juga ada satu narapidana yang bebas, namun akan tetap diminta mencoblos di dalam lapas. Kata Cepi, tidak menutup kemungkinan akan ada tahanan baru yang masuk sehingga jumlah DPT akan bertambah. “Besok (hari ini, red) ada satu napi yang bebas. Tapi tetap mencoblos di sini,” kata dia. Pantauan Radar, kemarin, pembuatan TPS di lapas dimulai sore. Karena pihak lapas menunggu aktivitas napi berhenti pada sore hari. PEGAWAI HARUS DIBERI WAKTU NYOBLOS Dalam kesempatan berbeda, Sekda Kota Tasikmalaya Tio Indra Setiadi meminta tiap perusahaan memberikan waktu kepada para pegawainya yang berdomisili di kota dan telah memiliki hak pilih untuk mencoblos.

“(Kantor) kalau yang bisa diliburkan, libur. Kalau yang ada satu tugas-tugas yang tidak bisa ditinggalkan itu, tetap dia masuk seperti biasa. Tetapi kita berikan kesempatan untuk memberikan hak suaranya di masing-masing tempat tinggal,” pinta Tio saat ditemui di sela-sela monitoring Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jalan Yudanegara kemarin (8/7). Termasuk juga kepada pihak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis, yang memiliki pegawai orang Kota Tasikmalaya. “Daerah tetangga juga sudah kita kirim (kirim surat, red) untuk dapat memberikan dispensasi kepada karyawan, karyawati yang bekerja di kabupaten tetangga untuk diberikan kesempatan untuk diberikan kesempatan memberikan suara,” jelas Tio. Pengusaha swasta yang juga diminta memberikan waktu kepada karyawannya mencoblos. Adapun, teknik atau pengantisipasian kekosongan pegawai, kata Tio, yaitu dengan sistem shift. PANTAU TPS Pantauan Radar, kemarin sore, Tio bersama Kapolres Tasik-

malaya Kota AKBP Gupuh Setiyono SIK dan Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Inf Muchidin mengecek TPS di sejumlah titik, diantaranya, TPS Pandawa di Pancasila, TPS Cimerak dan TPS Yudanegara. Secara keseluruhan ada 40 TPS yang diusulkan untuk dicek. Namun karena keterbatasan waktu, tidak semua TPS dipantau. Satu kecamatan hanya diambil satu atau dua TPS. Beberapa TPS yang dipantau juga termasuk TPS khusus di lembaga pemasyarakatan dan TPS terdekat dengan RSUD Kota Tasikmalaya. Kedua TPS itu dinilai sangat penting, terutama yang berada di dekat RSUD. Ketua Pokja Pencalonan KPU Kota Tasikmalaya Yusuf Abdullah mengatakan tidak ada TPS yang dibangun di lingkungan rumah sakit. Calon pemilih yang terbaring di RSUD akan didatangi langsung petugas KPPS terdekat dengan didampingi petugas Panwaslu dan saksi. “Untuk di rumah sakit itu dilayani TPS terdekat. Nanti ada petugas yang datang didampingi saksi dan pengawas,” tuturnya. (pee)

Brimob juga Siaga Pilkada dari hal 1

kepolisian baik itu yang bersifat preventif, represif atau paling tidak masyarakat ada rasa aman, tenang. Pemilu bisa berjalan aman tertib, lancar, jujur, adil. Itu harapan kami,” paparnya. Dimanakah pasukan Brimob dan Dalmas akan ditempatkan? Apakah ditempatkan di titik

yang dianggap rawan? “Itu tergantung situasi. Kita akan petakan sesuai dengan kerawanan. Tapi menurut hemat kami tidak ada yang rawan sementara ini. Tapi yang jelas seluruh masyarakat Tasikmalaya merasa tenang, nyaman ketika kami dari unsur kepolisian, TNI berada di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara dari pantauan Radar, Brimob dan Dalmas Polda Jabar datang dengan menggunakan tujuh kendaraan. Satu unit kendaraan water cannon, satu mobil pengangkut kawat berduri, satu unit mobil dinas dan empat truk Dalmas. “Antisipasi kami sudah dipersiapkan,” pungkas perwira senior di Polres Tasikmalaya ini. (dem)

Indramayu ”Menguning” dari hal 1

Mereka juga menyanyikan yel yel, ARB Presiden, Yance Gubernur Jabar. Kemeriahan sambutan masyarakat tidak hanya di situ saja. Mereka juga membakar kembang api untuk menyambut iring-iringan Ical dan Yance. Tentu saja, Ical merasa takjub terhadap sambutan masyarakat Kabupaten Indramayu yang begitu meriah. Menurut Ical, selama dirinya melakukan kunjungan, baru di Indramayu yang melihat masyarakat sangat antusias. “Selama melakukan kunjungan, baru di Indramayu saja dalam penyambutannya sangat

meriah,” jelasnya kepada wartawan di sela kunjungannya di Indramayu (5/7). Ical juga mengungkapkan antusiasme masyarakat Indramayu menyambutnya adalah sebuah bukti masyarakat Indramayu pro Golkar. “Ya saya tahu lah, Pak Yance mau unjuk kekuatan,” katanya sambil tertawa. Terkait dukungan Uu Rukmana terhadap salah satu calon gubernur di luar Golkar, Ical gerah. Menurutnya, Golkar akan memberi sanksi terhadap kader yang membelot dari partai. “Iya tentu akan ada sanksi jika ada kader Golkar yang tidak mendukung Yance menjadi Gubernur Jabar,” jelasnya.

Saat ditanya mekanisme pemberian sanksi terhadap kader yang membelot, dirinya menjawab ada. Partainya punya cara tersendiri untuk memberi sanksi terhadap kader Golkar yang sudah membelot. “Ada plenonya, nanti di dalam pleno akan diputuskan, pertama tidak boleh menggunakan atribut partai. Kedua harus mengundurkan diri dari jabatannya dan kepengurusan partai,” bebernya. Sebelumnya, di beberapa media diberitakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi Golkar Uu Rukmana secara terang-terangan mendukung H Ahmad Heryawan Lc kembali menjadi Gubernur Jabar. (adv)

SMPT 11 Pamerkan Kelom Geulis dari hal 8

mendapatkan keuntungan dari penjualan kelom geulis,” katanya. Dalam pameran yang diikuti ratusan SMPT se-Indonesia tersebut, tiga orang siswa beserta dua orang guru dan kepala sekolah akan memanfaatkan kayu mahoni sebagai bahan dasar pembuatan kelom geulis. Lanjut Tedi, kayu mahoni lebih mudah untuk diukir, dilukis serta

diwarnai. “Saat pameran nanti kami akan membawa produk yang sudah jadi dan bahan mentahnya juga. Karena disana kami akan mempresentasikan cara membuat kelom geulis ini,” katanya. Kepala SMPN 11 Drs H Dadang Abdul Patah berharap, setelah berhasil membawa nama Kota Tasikmalaya di ingkat Jawa Barat dan nasional, pemerintah daerah lebih memberikan perhatian pada

karya siswa ini. Menurutnya, sebagai salah satu aset daerah, pembuatan kelom geulis ini harus didukung dengan membantu menyediakan modal dan memasarkannya. “Mungkin kita bisa bekerjasama dengan Dinas UKM dan koperasi dalam rangka membantu modal, melatih teknik pembuatan yang lebih sempurna sera memasarkan produk ini agar lebih dikenal masyarakat luas,” harapnya. (rst)

Andhika Pratama Sapa Fans dari hal 8

Usai acara, Andhika yang ditemui Radar di Hotel Graha Asia mengaku terkesan deng-

an sambutan hangat para fansnya itu. “Hmm saya sangat senang berada disini, orangnya ramah–ramah, para remaja putrinya juga cantik–cantik

dan yang paling penting disini saya tidak seperti orang asing. Malah seperti dengan keluarga,” ungkapnya sambil tersenyum ramah. (mg4)

Harga Daging Ayam Meroket dari hal 8

Kini dia hanya mampu menjual antara 20 hingga 30 ekor ayam potong per hari. Padahal di waktu normal, ayam yang dijualnya jauh lebih banyak lagi.

Yana, salah seorang pedagang daging sapi juga mengeluhkan harganya yang meroket, membuat angka penjualannya menipis. Salah satu penyebab mahalnya daging sapi, kata dia, karena

kekurangan stok. “Sekarang harga daging sapi Rp 70.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 68.000 per kilogram. ”Ini dikarenakan stok sapi lokal yang susah, jadi harganya naik,” ucapnya. (mg4)

DEDE MULYADI / RADAR TASIKMALAYA

PASANG. Petugas TPS 24, Cilembang, Cihideung, Kota Tasikmalaya memasang nomor TPS kemarin (8/7).

Satu Tempat Empat TPS TASIK – Agar terlihat menarik beberapa TPS menata tempat pemilihannya dengan berbagai pernak pernik. Namun beda halnya dengan TPS di Jalan Petanian Kelurahan Cilembang, Cihideung Kota Tasikmalaya. Di satu tempat terdapat empat TPS, yaitu TPS 23, 24, 25 dan 26. Ketua KPPS 24 Hardiman (43) mengatakan penampatan TPS di perkantoran Pertanian

tersebut karena masih dalam ruang lingkup satu ke-RW-an. “Meski empat TPS, tapi pencoblosan ini masih satu RW, RW 15,” jelasnya kemarin (8/7) saat penataan TPS. Meski satu ke RW-an, namun jumlah penduduknya banyak. “Dulu minta pemekaran, tapi tidak diperbolehkan. Sedangkan satu RW satu TPS. Makanya, karena jumlah warganya banyak, jumlah TPS di RW ini empat, per

TPS rata-rata 500 pemilih,” lanjutnya. Masalah teknis pemilihan jelasnya, tinggal menjalankan. “Semua tinggal menunggu besok (hari ini, red),” paparnya. Sementara Ketua PPS Cilembang, Agis Wardiana mengaku pihaknya terus memantau pelaksanaan perhelatan pilwalkot terutama memantau TPS di wilayahnya. “Setelah dicek, semua sudah siap,” katanya. (dem)

Syarif Tetap Penuhi Undangan dari hal 1

kota, kemarin (8/7) tetap beraktivitas sebagai wali Kota Tasikmalaya. Dia tetap menghadiri beberapa kegiatan undangan dari masyarakat. ”Saya seperti biasa tetap melakukan rencana giat untuk memenuhi undangan dari masyarakat. Walau sedikit, itu tapi karena

tugas sebagai wali kota, saya tetap menjalankan(nya),” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kawalu, Kota Tasikmalaya kemarin. Syarif juga di masa tenang ini, lebih santai dan tenang, karena segala usaha dan upaya telah dilakukan untuk menempuh syarat sebagai seorang kepala daerah. ”Saya tidak merasa tegang atau khawatir dan menyerah-

kan semuanya kepada Allah SWT. Karena saya sudah berjuang secara maksimal,” tutur pria yang juga incumbent ini. Pantauan Radar, kemarin di rumah Syarif dipenuhi kerabat dan relasi, termasuk tim sukses. Adapun rencana hari ini, Syarif akan mencoblos di TPS 26 RW 09 Cicariang, Kawalu Kota Tasikmalaya. (kim)

terlebih dahulu ke makam keluarga. Budi mengaku rileks dan tenang menjelang pemilihan, karena sebelum masa tenang atau saat masa kampanye, dia sibuk bersosialisasi yang cukup menyita tenaga. Ia pun berharap berkumpul bersama keluarga besar akan menjadi energi positif menghadapi pemilihan. ”Jujur saya sangat

tenang dan terus bermanjatkan doa kepada Allah SWT supaya niat saya bisa dilancarkan,” paparnya. Lalu dimana H Budi akan mencoblos? Informasi yang dihimpun Radar, H Budi yang akan mencoblos di TPS 24 RW 11 Bojong Kaum, Cipedes, Kota Tasikmalaya. (kim)

dalam wadah Koalisi Peduli Nasib Umat (KPNU) yang memiliki 17 kursi suara di legislatif. Ketua Koalisi Masyarakat Madani (KMM) Zenzen Zaenudin mengaku sangat optimis pasangan calon yang diusung KMM akan menang. ”Budi-Dede menyatu atas dasar suara serta masukan dari bawah,” tuturnya kemarin via telepon. ”Semakin banyaknya dukungan akan membuat sinergitas pememimpin berjalan dengan baik yang dampaknya akan terasa oleh masyarakat secara luas,” ujarnya saat menjelaskan tentang Budi-Dede yang diusung enam partai pemilik 26 kursi di DPRD Kota Tasikmalaya. Anggota SC KMM, Dede Muharam juga menyatakan tentang kesolidan timnya. ”KMM ini sangat solid dan enjoy menghadapi pilwakot, karena kita merasa optimis,” ungkap politisi PKS ini. Dalam kesempatan berbeda, Ketua Koalisi Peduli Nasib Umat (KPNU) Nurul Awalin, pengusung Syarif-Cecep menyerahkan semua keputusan akhir kepada Allah SWT, karena segala langkah telah dilakukan dengan maksimal, oleh tim koalisi, relawan,

simpatisan dan pasangan calon. ”Usaha telah kita laksanakan dan kini kita tingal berpasrah diri sambil berdoa kepada Allah. Jika memang diberikan nasib untuk kembali memimpin, saya yakin Syarif-Cecep menang,” tuturnya di Kawalu, kemarin. Nurul yang juga politisi Partai Golkar mengatakan peluang Syarif-Cecep menang masih sangat terbuka mengingat antusiasme pendukung dan partisipasi masyarakat yang tinggi. Terkait koalisi pengusung Syarif-Cecep, kata Nurul, sangat solid. ”Jujur saja, koalisi yang kita bangun (KPNU, red) selamai ini sangat solid dan kompak, karena berawal dari sebuah komitmen yang jelas antara koalisi dan pasangan calon,” tuturnya. Ido Garnida, anggota Tim Pemenangan Syarif-Cecep juga mengatakan nada optimisnya. Apalagi, dia menilai dua pasangan yang diusung KPNU akan harmonis, jika nanti terpilih. ”Ketika mengusung Syarif-Cecep semua (KPNU, red) sepakat berdasarkan atas kepentingan masyarakat dan bukan parpol,” tandas politisi PAN Kota Tasikmalaya ini saat di rumah Syarif, kemarin. (kim)

Budi Rileks dari hal 1

”Hari ini saya memilih berkumpul bersama keluarga dan menggelar pengajian dari kemarin malam (Sabtu, 7/7) supaya bisa mendapatkan kebarokahan,” tutur calon wali kota dari Koalisi Masyarakat Madani (KMM) ini yang sebelumnya berziarah kubur

Tarung Ulang dari hal 1

dengan dr H Wahyu Sumawidjaja menyatukan kekuatan dengan Dede Sudrajat. Adapun Syarif bermitra dengan H Cecep Bagja Gunawan. Hasilnya? Nanti didapatkan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya menghitung suara Anda. Selain Budi berhadapan dengan Syarif, kali ini muncul calon dari independen. Mereka adalah H Mumung Marthasasmita dan H Taufik Faturohman (Mufakat). Keduanya datang dari independen. Dengan munculnya Mufakat, jumlah pasangan yang bertanding di pilwalkot kali ini sama dengan tahun 2007, tiga pasangan. Lima tahun lalu, saingan Syarif dan Budi adalah calon wali kota –yang juga incumbent wali kota saat itu— H Bubun Bunyamin. Kala itu, H Bubum berpasangan dengan H Noves Narayana. Hari ini Budi menjadi calon wali kota diusung oleh PPP, PBB, PBR, Demokrat, PKS dan PKB dalam wadah Koalisi Masyarakat Madani (KMM). Koalisi ini memiliki 26 kursi di DPRD. Adapun H Syarif Hidayat kini diusung PAN, PDIP, Golkar dan Gerindra

Menghindari Perkawinan Inces di Padang Savana dari hal 1

bisnis asuransi, pupuk, dan bahkan mebel. Dengan hasil kunjungan presiden ke NT itu, mau tidak mau, PT Berdikari harus lebih fokus. Mengurus peternakan saja, tapi habishabisan. Bidang usaha asuransi, pupuk, dan mebel harus dilepas ke BUMN lain. Sebaliknya, PTPN 14 juga harus fokus ke perkebunan dengan cara menyerahkan peternakan di savana Kabaru, Sumba, ke PT Berdikari. Saat saya tiba di savana Kabaru, hari sudah malam. Sudah pukul 20.00. Mestinya sudah gelap. Tapi, langit Sumba sangat terangnya: rembulan nisfu sya’ban mejeng dengan menornya. Musim dingin di Australia membuat Sumba kebagian pula sejuknya. Sebuah purnama di padang savana yang sangat sempurna. Sebuah malam yang tidak mungkin didapat di Jakarta. Malam itu, di gazebo yang diterangi api unggun dan bulan purnama, masa depan padang penggembalaan itu dibicarakan. Di situ ada Dirut PTPN 14 Budi Purnomo, Dirut PT Berdikari Librato El Arif, dan Dirut PTPN 12 Singgih Irwan Basri. Ada juga Pak Wayan, manajer peternakan yang tinggal di situ sejak 30 tahun lalu. Pak Wayanlah saksi hidup pembangunan, kejayaan, dan kemerosotan peternakan BUMN ini. Sementara rapat sedang berlangsung, di dapur rumah Pak Wayan puluhan ibu sedang memasak: ayam goreng kampung, telur tanpa kimia, daun pepaya, dan sambal terasi. Rapat pun diskors ketika aroma ayam goreng dan sambal terasi terbawa angin sepoi savana ke gazebo. Makan malam pun berlangsung di bawah langit malam yang terang, disaksikan bulan purnama yang sangat ceria! Menjelang tengah malam, kesimpulan pun disepakati: peternakan ini harus berjaya kembali. Tentu di bawah manajemen PT

Berdikari. Bahkan, seperti yang ditekadkan oleh manajemen PTPN 3, peternakan-peternakan di seluruh perkebunan sawit pun akan diserahkan pengelolaannya ke PT Berdikari. Dengan demikian, program Sa-Sa (sapisawit) juga akan mendapatkan manajemen yang tepat. Yang masih memerlukan kajian lebih lanjut adalah: perlukah peternakan ini dikombinasikan dengan tanaman sorgum. Perlukah mengadopsi sistem kombinasi antara peternakan lepas dan peternakan kandang. Perlukah membangun rumah potong hewan di situ agar tidak mengalami keruwetan pengiriman sapi lewat laut ke Jawa. Memang aneh, di pusat peternakan sapi seperti Sumba belum ada industri pemotongan hewan. Ketika masih jaya-jayanya pun, untuk menjualnya, sapi hasil Kabaru ini harus digiring ke pelabuhan Waingapu yang berjarak hampir 100 km jauhnya. Rombongan sapi itu digiring melalui savana tiga hari tiga malam (malam hari sapi ditidurkan di perjalanan). “Saya sering ikut menggiring dengan cara naik kuda,” kata Pak Wayan. Susutnya berat sapi dalam proses pengiriman ke Jawa ini tentu tidak terjadi kalau ada pemotongan hewan di Sumba. Proses pengiriman dagingnya pun bisa lebih sederhana. Di masa lalu mungkin tidak gampang mencari ahli pemotongan dan sumber listrik untuk cold storage-nya. Namun, dengan adanya kemajuan pembangunan belakangan ini mestinya berbagai hambatan itu tidak seberat dulu. Kini, dengan pengelolaan seadanya pun, masih terdapat 3.700 sapi di Kabaru. Jumlah ini sebenarnya perkiraan saja. Menghitung sapi yang dilepas liar di padang yang begitu luas tentu tidaklah mudah. Setiap periode semua sapi memang dikumpulkan di satu kawasan untuk dihitung ulang. Tapi, sapi

yang terus bergerak sulit dihitung. Pernah suatu saat dipakai cara ini: sapi yang sudah dihitung dipotong buntutnya. Ini agar ketahuan mana yang sudah dihitung dan mana yang belum. Tapi, cara ini menyiksa. Bahkan, banyak juga sapi yang bersembunyi di gulma-gulma liar yang sulit dimasuki kuda. Kelak, cara yang lebih modern harus dilakukan. Misalnya di setiap telinga sapi dipasangi chip yang bisa dimonitor di komputer. Ini sekaligus untuk mengetahui adakah sapi yang dicuri dan apakah ada yang disate di savana itu sendiri. Yang juga harus dilakukan adalah mendatangkan pejantan murni. Impor pejantan kelihatannya harus dilakukan secara rutin. Yang terjadi selama ini, sapi-sapi di savana tersebut sudah saling kawin silang. Bisa jadi pejantan yang ada sudah mengawini ibunya atau neneknya sendiri. Inilah yang menyebabkan sapinya kian mengecil sehingga kurang menguntungkan. Ini berbeda dengan masa jaya dulu. Di samping didatangkan sapi khusus pejantan, dilakukan gerakan pengebirian masal. Setiap lahir sapi jantan, langsung dikebiri. Memang kasihan sapi jantan di situ yang tidak pernah bisa menikmati kejantanannya. Namun, itulah cara menghindari perkawinan inces yang hanya akan memerosotkan kualitas ternak. Kekurangan 350.000 ekor sapi setiap tahun bukanlah perkara yang mudah mengatasinya. Satu padang penggembalaan yang begitu luas di Kabaru pun hanya bisa menghasilkan 5.000-an sapi per tahun. Kalaupun nanti dikombinasikan dengan sistem kandang, paling hanya bisa meningkat menjadi 10.000 ekor. Betapa banyak peternakan yang masih harus dibangun. Tapi, bukankah untuk mencapai seribu langkah tetap saja harus ada ayunan pertama? (*)


7 sam 9 jul  

diwarnai. “Saat pameran nanti kami akan membawa produk yang sudah jadi dan bahan mentahnya juga. Karena disana kami akan mem- presentasikan...

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you