Issuu on Google+

RABU, 6 JUNI 2012 / 16 RAJAB 1433 H

Masjid untuk Pembinaan Umat MANGKUBUMI – Fungsi masjid di masyarakat jangan hanya sebatas tempat shalat saja. Masjid harus menjadi sarana berbagai kegiatan kemasyarakatan. Pernyataan itu diungkapkan Koordinator Lingkaran Kajian Agama dan Hak Asasi Manusia (LKaHAM) Atang Setiawan di sela-sela workshop bertemakan Masjid untuk Pembinaan Umat dan Bangsa bekerjasama dengan Pemkot Tasikmalaya di Hotel Mangkubumi, kemain (5/6). Acara dibuka Wali Kota Tasikmalaya H Syarif Hidayat Msi. “Saya ingin masyarakat memiliki pemahaman yang komprehensif, dengan pengertian bahwa sejarah masjid ketika Nabi membangun Masjid Nawabi itu sendiri. Nabi memfungsikan masjid tidak hanya untuk ritual ibadah, tapi juga bagaimana membangun tatanan kehidupan masyarakat, membangun ekonomi masyarakat, bahkan membangun tatanan kekuasaan,” papar Atang, kepada Radar. Dia membandingkan efek-

tifitas penggunaan masjid pada zaman Rasulullah, di mana waktu itu masjid digunakan berbagai kegiatan. DKM sebagai sebuah wadah harus memanfaatkan masjid untuk melaksanakan kegiatan lain, seperti musyawarah. Hal itu dimaksudkan agar fungsinya tidak hanya sebagai sentral keagamaan juga memiliki nuansa sosial warga masyarakatnya. “Kita tau tidak semua kampung memiliki balai. Tempat di mana masyarakat berhimpun membicarakan masalah kemasyarakatan, baik itu sosial ekonomi ataupun yang lainnya. Di situ kami mendorong kepada tiaptiap DKM untuk membuka ruang itu,” katanya. Hal itu, menurutnya, penting dilakukan untuk menghidupkan tatanan kehidupan sosial keagamaan. Dengan demikian, diharapkan setiap musyawarah yang dilakukan di masjid juga akan menjadi baik, karena didasari kesadaran keagamaan. Karenanya dalam workshop yang dibuka Wali Kota Tasikmalaya itu para peserta yang berjumlah

100 orang dari 10 kecamatan diberi materi tentang masjid dalam konteks syar’i atau menurut agama. Para peserta merupakan perwakilan dari 10 DKM di seluruh kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya. Setiap DKM mewakilkan satu peserta. “Dalam konteks syar’i iu sendiri masjid bisa menjadi tempat yang kemudian ketika kita beribadah di situ nilai ibadah akan bertambah. Dalam konteks syar’i masjid memiliki fungsi yang sangat urgen, tidak hanya semata-mata untuk shalat,” katanya. Melalui workshop tersebut dia berharap, dapat terjadi recovery atau perbaikan terhadap aspek penggunaan fungsi masjid dan menghidupkan nuansa keagamaan dalam kegiatan kemasyarakatan. Workhsop sendiri digelar selama dua hari sampai hari ini. “Karena ini namanya workshop, kami ingin ikut melakukan perbaikan terhadap proses pengelolaan (pengelolaan masjid) yang dilakukan oleh mereka,” pungkasnya. (pee)

Jual Miras untuk Bekal Sekolah dari hal 1

sehingga langsung diamankan,” ujarnya kepada wartawan kemarin. Miras tersebut tambahnya langsung diamanan untuk dimusnahkan. Sementara penjualnya diberi peringatan dan menandatangani perjanjian tidak akan menjual lagi miras. Selain menyita miras di Jalan BKR, Polsek Tawang juga mengamankan miras jenis ciu di Jalan Merdeka Kecamatan Tawang di kios milik Did, (26) warga Burujul Kecamatan Cipedes, Kota

Tasikmalaya. Sama halnya kepada Ny DA, kepada Did, polisi juga memberi peringatan dan memintanya menandatangai perjanjian tidak akan mengulangi perbutannya lagi. “Miras jenis ciu sebanyak sekitar 58 botol diamankan untuk dimusnahkan,” paparnya. Sebelumnya pada Jumat (18/5) Polsek Tawang juga pernah merazia dan menyita miras yang disimpan di salah kios jamu milik AR di Jalan BKR Kota Tasikmalaya. Alhasil, puluhan miras dari jenis Angur Gingseng (AG) dan Anggur Merah (AM) diamankan.

Selanjutnya pemilik kios langsung dibawa ke Mapolsek Tawang untuk diberi peringatan dan dikenai sangsi tindak pidana ringan (tipiring). Kapolsek Tawang Iptu Dani Prasetya SH, MH mengatakan razia yang dilakukannya tindak lanjut informasi masyarakat disinyalir di TKP sering terjadi transaksi miras. “Dalam operasi imbangan Libas Lodaya, kami telah mengamankan puluhan miras jenis AG dan AM yang disembunyikan di bawah kolong bangku mirip bungker,” katanya. (dem)

Memprihatinkan dari hal 1

sekolah anak. “Kami merasa miris, prihatin mendengarnya. Ini merupakan potret kemiskinan di warga Kota Tasikmalaya sehingga dengan dalih membiayai anak, melakukan usaha bertentangan atau melanggar hukum,” ujarnya tadi malam. Menurut Asep, tentunya kasus penjualan miras dengan dalih bekal sekolah menjadi pekerjaan

rumah bagi pemerintah sebagai pemegang amanah menyejahterakan warganya. “Jangan sampai karena terdesak kebutuhan ekonomi ada warga yang terjun menjalankan usaha yang melanggar hukum,” sarannya. “Kedepan, kami berharap pemerintah membuat kebijakan pengalokasian anggaran lebih besar untuk kebutuhan masyarakat kecil,” tambahnya. Heri Irawan, penggiat

Komunitas Belajar Anak (KBA) di kawasan Pasar Cikurubuk juga memberikan tanggapannya seputar alasan penjualan miras oleh seorang ibu untuk bekal anaknya sekolah. “Pendidikan bisa dibilang mahal kaitannya adalah soal ekonomi. Sebesar apa pun biaya pendidikan, jika masyarakatnya sejahtera tidak akan jadi soal,” ujar pria alumni workshop media di Bangkok, Thailand ini semalam. (sep)

Nikmati Mengurus Suami dari hal 1

Sebagai seorang istri, Cathy pun mulai belajar mengurus berbagai urusan rumah tangga. Salah satunya adalah mengatur keuangan. “Saya lagi banyak belajar ngitung. Itung-itung waktu, itung-itung duit,” ungkap mantan VJ MTV itu. Bintang film The Perfect House tersebut mengatakan masih

tinggal di rumah mertua. Cathy dan Eka tengah menyiapkan tempat tinggal untuk mereka sendiri. “Doain semoga dua atau tiga bulan lagi sudah tinggal berdua,” ujarnya. Karena masih tinggal di rumah mertua, tugas Cathy terbilang ringan. Dia tidak perlu membuat sarapan untuk suami karena sudah ada yang menyiapkan. “Sudah disiapkan mertua. Nanti ka-

lau tinggal berdua, baru deh terasa repotnya jadi istri,” ucapnya. Bagaimana soal momongan? Cathy tidak mau ngoyo. Lagi pula, usia pernikahannya belum genap dua bulan. “Saya nggak mau berkonsentrasi atau menargetkan. Nanti malah jadi tekanan. Kami nggak menunda. Kalau dikasih cepet, thanks God. Kalau belum berhasil, ya coba lagi,” katanya. (jan/c7/ca/jpnn)

Beli Sebungkus Nasi untuk Tujuh... dari hal 8

tidak lebih Rp 10 ribu,” kata Ai dengan suara yang mulai bergetar. Ai mengatakan, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa selain membantu ibunya mencari sampah plastik yang kemudian akan dijual kepada pengepul. Dengan mata yang berkaca-kaca, dirinya menceritakan perjuangan ibunda tercinta dalam mencari uang untuk dirinya dan cucu-cucunya. “Saya kasihan lihat emak memulung sampah seperti itu,” tuturnya. Banyak sekali biaya yang mesti

ditanggungnya, mulai dari biaya kontrakan sampai uang jajan cucu-cucunya. Suasana haru semakin terasa saat dirinya menceritakan buah hatinya yang diculik sekitar tiga tahun lalu di Babakan Dese, Kiaracondong, Bandung. Saat itu, dia beserta anak-anaknya pergi ke Bandung untuk menemui suaminya, namun naas dirinya harus kehilangan buah hatinya bernama Cinta Dewi yang pada saat itu berusia enam bulan. “Waktu itu ada yang ngasih air mineral, kerupuk, dan jeruk. Mata ini udah tidak bisa kebuka lagi ka-

rena ngantuk. Setelah sadar, saya langsung ingat dengan Cinta dan mencarinya kemana-mana,” tuturnya sambil menahan tangis. Hingga saat ini dirinya masih berharap anaknya dapat ditemukan dan berkumpul kembali bersama keluarga. Ai mengaku mereka tidak pernah menerima bantuan pihak manapun. Hal ini amat disayangkan karena saat kondisi mereka sedang susah tidak ada seorangpun yang mau membantu mereka. “Saya sih pingin pemerintah bisa Bantu sedikit beban keuangan kami,” pungkasnya. (*)

Hasil Kerja TNI Akan Diberikan... dari hal 8

mudah-mudahan bisa membantu kehidpan ekonomi masyarakat setempat. Itu kan tadinya naik ojek itu ongkosnya lima puluh ribu bolak-balik. Dengan adanya akses jalan sekarang mungkin paling tidak lima ribu atau sepuluh ribu,” tutur Arif. Usai memberikan pemaparan di Makodim 0612, Arif bergegas ke Cipatujah. Dia didampingi Padya Pabanda III/ SDM Staf Teritorial Angkatan Darat (AD) Letnan Kolonel CZI Wakhyono dan Komandan Korem 062 Tarumanagara Kolonel Infanteri Surawahadi beserta staf. (pee)

mengenai pemahaman antara pekerja-pekerja di perusahaan itu selalu kurang berkesinambungan. Dengan adanya LKS akan menyambung pekerja dan pengusaha supaya bersama memajukan

PERSIB BIDIK PESTA LAGI dari hal 1

itu. Kendati di kubu lawan akan diperkuat sejumlah mantan penggawa Persib Bandung di musim lalu, seperti Eka Ramdani, Christian “El Loco” Gonzalez dan Dias Angga Putra, namun pelatih yang dijuluki “Si Bima” itu meyakinkan jika hal tersebut tidak akan terlalu berpengaruh terhadap performa timnya. Malahan, Robby mengaku optimis para penggawanya bakalan kembali memetik kemenangan atas tim asal Pulau Borneo tersebut. Dengan catatan, semua pemainnya bisa tampil seperti saat menghadapi Mitra Kukar di Stadion Siliwangi, Sabtu (2/6). “Kita akan main seperti biasa. Saya percaya sama pemain. Pokoknya main bagus dengan mengandalkan kerjasama yang apik dan disiplin, saya yakin kita bisa memetik hasil positif. Mudah-mudahan pemain bisa mempertahankan permainan kemarin agar kita bisa menang lagi,” ujar Robby saat ditemui usai menjalani latihan, di Stadion Siliwangi Bandung, kemarin (5/6). Disinggung mengenai dua mantan pemain andalannya, Eka Ramdani dan Christian Gonzalez yang dipastikan bakalan mengancam gawang Persib, Robby mengaku sudah melakukan antisipasi terhadap pergerakan kedua pemain itu. Malahan pasukannya akan diperintahkan terus melakukan pressure ketat terhadap para pemain Persisam, khususnya Eka dan Gonzalez. “Kita sudah lihat mengenai pergerakan Eka Ramdani dan Christian Gonzalez. Dan pastinya kita akan adakan penekanan dan pressing-pressing ketat terhadap mereka,” bebernya, seraya menyebutkan, dirinya belum menerima kontak-kontakan dengan kedua pemain binaanya itu.

Head to Head PERSIB BANDUNG VS PERSISAM SAMARINDA 17-01-2012 13-04-2011 20-01-2011 20-02-2010 19-01-2010

ISL ISL ISL ISL ISL

Persisam Persib Persisam Persib Persisam

vs vs vs vs vs

Persib Persisam Persib Persisam Persib

2-1 4-1 1-0 2-0 2-1

27 26

11 09

06 05

10 12

39-38 32-31

39 32

vs vs vs vs vs

Mitra Kukar Persib Bandung Persib Bandung Pelita Jaya Persiwa Wamena

5-0 2-2 0-0 3-2 3-0

Persisam Samarinda Gresik United Persiba Balikpapan Persisam Samarinda Persisam Samarinda

3-0 4-0 0-1 1-3 1-0

POSISI KLASEMEN 08 11

Persib Bandung Persisam Samarinda

LIMA PARTAI TERAKHIR PERSIB BANDUNG 02-06-2012 27-05-2012 23-05-2012 13-05-2012 05-05-2012

Persib Bandung Persija Jakarta PSPS Pekanbaru Persib Bandung Persib Bandung

LIMA PARTAI TERAKHIR PERSISAM SAMARINDA 02-06-2012 29-05-2012 24-05-2012 19-05-2012 15-05-2012

Pelita Jaya vs Persisam Samarinda vs Persisam Samarinda vs Deltras Sidoarjo vs Persela Lamongan vs

Sementara pelatih Persisam Misha Radovic mengaku akan tetap tampil all out meski timnya tampil di kandang lawan. Dukungan penuh suporter Persib Bandung dianggapnya tidak akan membuat mental para pemainnya turun. Malahan dirinya siap memberikan kejutan di sore nanti. “Aku ucapkan selamat bagi Persib yang berhasil menang lawan Mitra Kukar. Tapi saya akan fokus pada tim sendiri, kami optimis dan

tidak peduli dengan tim lain. Karena kita datang ke sini untuk menang dan bukan untuk kalah. Maka lihat saja nanti di lapangan,” tegasnya. Dia mengaku tak takut dengan Persib. “Kita tidak akan takut. Saya sudah bicara dengan pemain, bahwa kita ini adalah prajurit. Kita akan tampil fight terus sepanjang pertandingan. Kita akan tampil habis-habisan untuk mencuri kemenangan,” janjinya. (asp)

KAWAN JADI LAWAN dari hal 1

Saya paham betul kualitas Eka Ramdani. Saya akan memberikan kontribusi yang positif dengan bertekad menyumbang gol lagi,” seru Atep. Pelatih Persisam Putra Samarinda Misha Radovic mengakui pertandingan nanti merupakan laga emosional bagi El Loco dan Eka. Sebab, dirinya memandang bakalan banyak tekanan yang dialami kedua pemainnya mengingat mereka merupakan mantan bintang Persib. “Saya berpikir, ini pertandingan emosional untuk Gonzalez dan Eka. Tetapi kita tidak takut dengan intimidasi dan siap bertarung melawan siapapun. Apalagi saya sudah

berpesan kepada semua pemain bahwa kita adalah para prajurit yang harus siap tempur dimana dan dalam keadaan apapun,” ujar pelatih berdarah Serbia itu kepada Bandung Ekspres (Grup Radar Tasikmalaya), kemarin. Pelatih Persib Bandung Robby Darwis mengaku sudah melupakan kejadian di awal musim lalu saat Eka Ramdani memilih hijrah dari Persib secara diam-diam serta insiden pertengkaran Eka Ramdani dan M Ilham di putaran pertama lalu. “Saya tadi sudah bicarakan dengan semua pemain kalau kita jangan lihat ke belakang. Kita harap jangan terjadi lagi insiden. Saya percaya kepada semua pemain bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi. Karena saya sudah ko-

munikasikan semuanya. Persiapannya pun kita akan main seperti biasa saja,” tegas Robby. Sementara itu Gonzalez dan Eka Ramdani saat dihampiri wartawan usai menjalani sesi uji lapang di Stadion Siliwangi Bandung kemarin, memilihtak banyak bicara. Belum tahu alasan kedua mantan bintang Persib itu bertindak demikian. Yang pasti, keduanya lebih menyarankan wartawan untuk mewawancarai pelatihnya. “Tong ka saya. Ka pelatih weh wawancarana (Jangan sama saya. Sama pelatih saja wawacaranya, red),” singkat Eka sembari menuju bus yang membawa rombongan pemain dan official Persisam Putra Samarinda. (asp)

Belanda Lemah di Belakang dari hal 1

Sedangkan bek tengah asal Klub Malaga, Joris Mathijsen yang kondisi sempat meragukan, ternyata bisa hadir. Namun seperti Heitinga, Mathijsen menjalani program terpisah untuk memulihkan cedera hamstring. Cedera itu didapat saat Belanda kalah melawan Bulgaria 1-2 dalam laga persahabatan 26 Mei lalu. “Ini permasalahan usia. Dikombinasi dengan dua jenis cedera yang saya derita, saya paham banyak orang yang meragukan kondisi saya. Meski sebenarnya saya tidak pernah cedera parah sepanjang karir saya,” ucap pemain 32 tahun tersebut kepada Reuters. Walau begitu Mathijsen mengatakan siap tampil saat Belanda memulai laga perdananya melawan Denmark 9 Juni mendatang. Sebab dari tes MRI yang dijalani, ototnya sangat baik dan tidak bermasalah. “Saya gembira dengan kondisi saya. Tidak ada

masalah. Semua baik-baik saja,” imbuhnya. Tidak fitnya Heitinga dan Mathjisen memang sangat mengkhawatirkan. Sebab keduanya merupakan duet centre back utama di tim juara Euro 1988 itu. Jika sampai bermasalah, kekuatan Belanda akan semakin tak seimbang. Hebat di lini depan, namun sangat lemah di belakang. Van Marwijk memang sangat fokus untuk memperbaiki pertahanan. Karena penyerangan tidak menjadi masalah. Indikasinya Robin Van Persie bisa sangat ganas dengan menghancurkan Irlandia Utara 6-0 dalam uji coba terakhir sebelum bertolak ke Polandia (2/6). Pada laga itu Van Persie dan Ibrahim Afellay masing-masing mencetak dua gol. Sedangkan gol sisanya diciptakan Wesley Sneijder dan Ron Vlaar. Pada laga itu, Belanda hanya memainkan van Persie sendirian di lini depan. Namun, kapten Arsenal itu tak menampik kemungkinan akan berduet dengan

Klaas-Jan Huntelaar dalam laga pembuka. “Tentu saja kami bisa bermain bersama. Klaas-Jan adalah pencetak gol sejati. Penampilannya juga terus meningkat bersama tim nasional,” katanya. Sementara itu winger Arjen Robben menegaskan Belanda siap memberikan yang terbaik. Pemain Bayern Munchen itu menegaskan bahwa rekan-rekannya sudah siap seratus persen. “Kami sangat siap. Namun masih ada beberapa hari lagi untuk memperbaiki diri. Atmosfer di camp sangat bagus,” katanya. “Di grup kami sangat keras. Setiap pertandingan akan sangat berat dan berimbang. Namun tekad kami sejak awal adalah menembus babak final,” imbuhnya. Belanda berada di grup B yang disebut-sebut sebagai grup neraka. Di sana ada lawan tradisional mereka yakni juara tiga kali Jerman. Juara 1992 Denmark dan finalis 2004 Portugal juga bercokol di grup itu. (nur/jpnn)

Panwaslu Kota Tasik Layangkan Teguran dari hal 1

apihak sehingga tidak ada yang saling menyinggung perasaan orang lain. ”Saya harap semua peserta bisa berkomitmen pada deklarasi damai yang telah disepakati bersama,” ujarnya Ketua KPNU Nurul Awalin menyatakan jika memang dianggap melanggar hukum yang berlaku, maka pihaknya tidak merasa keberatan baliho “PKS” tersebut ditertibkan, karena secara intitusi KPNU tidak mengetahui asal usul adanya baliho dukungan kepada nomor urut tiga tersebut. ”Tetapi sebagai masyarakat yang bisa menerjemahkan, pihaknya memiliki dalil bahwa PKS yang dipasang tersebut adalah Pendukung Kang Syarif,” ujarnya. Sebuah kalimat tidak bisa disimpulkan tertuju menyinggung salah satu pihak, kata

dia, karena sebuah singkatan itu tergantung dari penafsiran seseorang. Nurul menyontohkan “PBB” itu bisa berarti Partai Bulan Bintang atau Pajak Bumi dan Bangunan atau PKB yang bisa berarti Partai Kebangkitan Bangsa atau Pajak Kendaraan Bermotor. Itu tidak ada protes atau pengaduan dari kedua belah pihak. ”Apalagi ini di dalam baliho dukungan kepada Syarif-Cecep tersebut bertuliskan bahwa PKS tersebut bukan hanya partai saja, melainkan Pendukung Kang Syarif dan itu sudah ada penegasan,” ujarnya. Adanya penegasan itu, kata dia, masyarakat yang mendukung Syarif-Cecep tidak bermaksud menyinggung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Nurul menambahkan seharusnya PKS tidak harus merasa khawatir adanya pemasangan baliho “PKS” itu jika memang kader PKS

sudah dikoordinasi dengan matang dan bulat. ”Kenapa harus khawatir ada baliho tersebut jadi menyesatkan, kecuali kalau memang pendukung PKS tidak utuh dan solid,” tuturnya. Ketua Desk Pilkada DPD PKS Kota Tasikmalaya Dede Muharam mengatakan tidak merasa khawatir pada pendukung PKS tidak mengusung Budi-Dede, karena PKS saat ini sangat solid dengan niat membawa perubahan bagi Kota Tasik. ”Kita merasa dilecehkan dengan adanya baliho multitafsir tersebut, karena secara etika politik sangat tidak etis dengan mencatut sebuah nama partai,” ungkapnya. Ia menjelaskan, nama PKS identik dengan nama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan itu sudah baku. Jadi alangkah baiknya jika kompetitor lebih kreatif dalam menuangkan strategi politik dalam upaya pemenangan. (kim)

Pilih Main Game daripada Paksakan Belajar dari hal 1

PERMANA / RADAR TASIKMALAYA

PAPARKAN. Waaster Panglima TNI Brigjen TNI Arif Suhirman (kanan) bersama Danrem 062 Kolonel Infanteri Surawahadi (tengah) saat menghadiri pemaparan TMMD di Makodim 0612 Tasikmalaya kemarin (5/6).

Perusahaan Diminta Bentuk LKS... dari hal 8

7

perusahaan,” kata Manager HRD PT Pria Motif Tasikmalaya itu. Sementara itu, Zainal Mutakin, perwakilan pekerja mengharapkan dengan adanya LKS bipartit bisa menjadi wadah kedua belah pihak dalam menyelesaikan setiap masalah termasuk PHK yang

kadang dilakukan satu pihak. “Dari segi kebijaksanaan, seperti PHK, itu yang kami harapkan dari bipartit. Mudah-mudahan dengan adanya ini (bipartit, red) dari perusahaan mengerti, dari karyawan juga mengerti,” singkatnya. (pee)

“Tapi, saya tidak pernah keluar dari ranking sepuluh besar saat ujian akhir semester lho. Paling mentok ranking ketujuh,” urainya sembari tersipu malu. Tamara menjelaskan bahwa dirinya tak pernah memaksakan diri untuk belajar. Apalagi bila sedang bad mood. Kalau sudah seperti itu, dia biasanya memilih mandek belajar dan menjalankan aktivitas lain yang disenangi. “Kalau saatnya main, saya juga main seperti biasa. Jadi tidak melulu belajar,” ungkap gadis yang hobi membaca majalah dan main game online itu. Meski demikian, prestasi juara pertama UN se-Indonesia yang ditorehkan Tamara tidak berarti suatu kebetulan belaka. Pasalnya, di kelas IX-A tempatnya belajar, hampir seluruh siswanya punya kemampuan di atas ratarata. “Sekolah kami ini kan RSBI (rintisan sekolah bertaraf internasional, red). Jadi, persaingan di setiap kelas sangat ketat. Tidak terkecuali di kelas Tamara,” jelas Kepala SMPN 1 Denpasar AAG AG Rimbya Temaja. Hal itu dibenarkan Wali Kelas IX-A

Indrawati Abdullah. Menurut dia, Tamara memang bukan siswa yang cerdas sekali. Tapi, dia memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan siswa lainnya. Keunggulan yang dimiliki Tamara adalah selalu bertanya bila ada pembahasan yang tak dipahami. Setiap guru yang mengajar pasti mendapatkan berondongan pertanyaan dari gadis berkulit coklat itu. “Tamara kalau bertanya nggak nanggungnanggung. Dia tidak akan berhenti kalau belum dapat jawaban yang memuaskan,” terang pendidik asal NTT tersebut. “Kadang kami sebagai pendidik sempat bingung menjawab pertanyaan dia,” imbuh perempuan berjilbab itu, lantas tertawa. Tamara yang ada di sampingnya hanya tersenyum malu. Selain banyak bertanya, Tamara tergolong siswa yang tekun dan sabar dalam mengerjakan setiap soal mata pelajaran. Sikap itulah yang diyakini sebagai kunci utama yang mengantarkan dia menjadi peraih nilai tertinggi se-Indonesia. “Banyak anak yang cerdas dan pintar, tapi kurang teliti dalam menjawab soal. Padahal, dalam menjawab soal tidak boleh grusagrusu (terburu-buru). Apalagi soal ujian

nasional,” tutur Indrawati. Pernyataan sang guru diamini Tamara. “Saya memang tidak suka buru-buru. Pelanpelan, yang penting selesai dengan benar,” tegas putri pasangan Wayan Mudana Suweta dan Ni Wayan Rapiarini itu. Tamara bercita-cita bisa melanjutkan sekolah di SMA favoritnya, yakni SMAN 4 Denpasar. Sekolah tersebut, jelas Tamara, selalu menyumbangkan siswanya di daftar sepuluh besar”peraih nilai terbaik nasional UN SMA/SMK. Hingga kini Tamara belum tahu ingin menjadi apa kelak. “Nggak tahu, belum kepikiran ke sana. Kalau orang tua saya nyuruh saya jadi dokter,” ungkap ABG itu.” Meski belum punya cita-cita, Tamara memiliki obsesi dalam hidupnya. “Saya ingin bertemu Pak SBY. Minimal ditelepon. Saya ingin ungkapkan bahwa di Bali banyak anak berprestasi, namun kurang perhatian pemerintah,” ujarnya. Kepada adik-adik kelasnya, Tamara berpesan agar tekun dan bersemangat dalam belajar. “Tidak harus pintar. Yang penting belajar berkesinambungan. Harus yakin kalau bisa serta berdoa selalu,” tuturnya. (*/ pit/c9/ari)


7 sam 6