Issuu on Google+

RABU, 4 JULI 2012 / 14 SYABAN 1433 H

7

Lepas Cincin Kawin dari hal 1

pada 2001. Saat itu, Kidman mengepalkan tangan dan berseru seolah lega lepas dari penderitaan seusai dinyatakan resmi cerai dari Cruise. Dikutip dari Daily Mail, Holmes mengklaim bahwa keretakan rumah tangganya terjadi

sejak enam bulan lalu. Yang mencolok dari penampilan Holmes kemarin bukan saja pilihan dress hitam manis dengan paduan soft make-up dan rambut dikucir. Yang lebih penting, ibunda Suri Cruise tersebut tak lagi mengenakan cincin pernikahan berupa berlian lima karat. Sebelumnya, dalam lima tahun pernikahan,

Holmes identik dengan cincin tersebut. Ketenangan dan rileksnya Holmes mendapat pujian banyak orang. Juri Project Runaway Isaac Mizrahi menyatakan, Holmes sangat profesional dan mampu menghidupkan suasana taping acara itu. “Dia luar biasa,” ujar Mizrahi kepada People seusai syuting. (c5/ayi/jpnn)

Perangkat Desa Sulit Menjadi PNS dari hal 1

BANDUNG EKSPRES

LATIHAN. Para pemain Persib saat masih latihan di Stadion Siliwangi Bandung. Saat ini Atep dkk sudah berada di Sorong, Papua untuk persiapan melawan Persiram Raja Ampat Jumat (6/7).

ATUR RITME ISTIRAHAT Kendala Kelelahan Hantui Tur Persib SORONG – Pekan ini skuad Persib bakalan kembali melakoni pertandingannya. Usai membungkam Persidafon Dafonsoro 3-2 di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (2/7), pasukan Robby Darwis dijadwalkan bakalan bertemu dengan tuan rumah Persiram Raja Ampat, Jum’at (6/7). Kini tim berjuluk Maung Bandung sudah mendarat di Sorong Papua. Mepetnya jadwal pertandingan Persib dirasa dokter tim Persib dokter Raffi Ghani harus disiasati agar para skuadnya bisa tetap fit saat tampil menghadapi tim asal Papua tersebut. Soalnya, Raffi memandang jika persoalan tersebut merupakan masalah serius apabila tidak dian-

tisipasi. “Kita siasati dengan pergunakan waktu sebaik mungkin agar para pemain bisa tetap tampil enerjik nanti,” ujar Raffi. Dipandang Raffi, waktu yang terbilang mepet ini dinilainya tidak akan mungkin mengembalikan kondisi pemain kepuncak performanya. Namun ia sudah menyiapkan siasat itu dengan memberikan asupan vitamin maupun pengaturan pola makan yang baik. “Untuk menjaga kondisi, selain melakukan istirahat yang cukup. Tentu harus mendapatkan pola makan yang teratur. Seperti mana yang harus ditambahkan dan mana yang harus dikurangi, selain itu pun kita sudah menyiapkan Vitamin bagi mereka,” katanya. Senada dengan Raffi, pelatih fisik Persib Dino Sefriyanto mengatakan dalam lawatannya kali

ini, para pemain meski melakukan istirahat yang berkualitas, sebab, usai laga kandang terakhirnya, ia meilihat anak asuhnya tidak memiliki waktu luang yang cukup untuk meningkatkan kondisi fisiknya. “Ya anak-anak harus mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas. Karena waktu yang kita dapat sangat sempit, seperti pengaturan makanan dan asupan protein dan multivitamin saya rasa ini menjadi jalan satu-satunya,” ucap pelatih asal Lampung itu. Dengan kondisi tim saat ini, bisa mencapai 80 sampai 90 persen saja itu sudah sangat baik. Dalam 90 menit bermain, kalori pemain akan berkurang sebanyak 4000 sampai dengan 45000 dan untuk menjaga kondisi pemain kembali kesemula, harus istirahat minimal delapan jam. (asp)

Syarif Pastikan Tidak Beri Izin dari hal 8

hak penuh warga kota,” ujarnya. Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Tasikmalaya H Firmansyah mengatakan pengalihan fungsi sarana olahraga diperlukan rekomendasi dari kepala daerah (wali kota). Hal ini tertuang dalam Undang-undang Nomor 3 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) pasal 67 ayat 7 tentang pengalihfungsian sarana olaharaga. ”Kalau kepala daerah (wali kota, red) tidak merekomendasikan, kita sebagai lembaga perizinan tidak akan mengeluarkan izin tersebut,” tuturnya. Ia juga mempertanyakan penyewa GOR Sukapura (Yogya Dept Store) yang mengajukan perizinan kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Padahal secara jelas teritorialnya di wilayah Kota Tasikmalaya. Untuk itu pihaknya menegaskan tidak akan mengeluarkan izin tersebut. Apalagi berdasarkan hasil kajian tim teknisnya, tempat itu tidak layak dijadikan

sarana perdagangan. ”Seharusnya sebelumnya menempuh pengajuan perizinan, pihak penyelenggara harus menempuh aturan main yang berlaku di wilayah kota tasik,” tuturnya. BERPIKIR ULANG Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Ade Ruhimat mengungkapkan pengusaha atau pihak penyelenggara dalam setiap kegiatannya harus tunduk pada aturan yang berlaku. Disisi lain harus mengantongi izin dari pemerintah setempat. ”Ya kalau tidak ada izin dari (pemerintah, red) kota, tidak bisa diselenggarakan,” ujar Ade. Penyelenggaranya, kata Ade, harus berpikir ulang dalam menempuh proses perizinan dan tidak usah terburu-buru karena dikejar target. Disisi lain jangan berorientasi pada suatu keuntungan, akan tetapi pertimbangannya demi kemaslahatan masyarakat. ”Karena berada diwilayah kota, jika terjadi sesuatu yang repot pasti kota, bukan kabupaten. Jadi penyelenggara harus peka terhadap hal perizinan ini,” pintanya.

Dia menyarankan agar GOR Sukapura jangan dialihfungsikan menjadi tempat expo perdagangan karena bisa mematikan aktivitas olahraga masyarakat Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. ”(Pemerintah, red) kabupaten seharusnya berkoordinasi dulu dengan pihak kota, jangan asal mengeluarkan izin. Karena GOR itu kewenangan pemerintah kota,” tandasnya. Dikonfirmasi terpisah, Chief Personalia Yogya Depstore Gharnida Kharnasaputra mengatakan pihaknya akan tetap membuka acara Yogya Expo hari ini (4/7). Rencanaya pembukaannya dimulai sekitar pukul 14.00. “Rencana besok (hari ini) akan dibuka jam 2,” cetusnya. Seperti diberitakan Radar sebelumnya (2/7), Gharnida menyatakan Yogya Expo akan terus dilanjutkan kendati masih terkendala perizinan dari Pemkot Tasikmalaya. Alasannya pihak Yogya Dept Store telanjur menggelontorkan dana besar untuk even itu yang hampir mencapai Rp 1 miliar. (kim/pee)

Stok Darah Masih Kurang dari hal 8

bekerjasama dengan PMI dalam memantau ketersediaan stok darah untuk transfusi. Sedangkan satu orang pasien thalasemia membutuhkan minimal dua sampai tiga labu darah untuk sekali transfusi setiap bulannya. “(Stok, red) darah itu, kalau

tidak ada kegiatan dari PMI mungkin kita agak susah,” tuturnya. Sementara itu Yana Suryana (47), salah satu orang tua pasien penderita thalasemia berharap dengan adanya kepengurusan baru POPTI, dia tidak lagi kesulitan mencari stok darah. Yana mengaku anaknya mengidap

thalasemia sejak berumur 6 bulan dan kini berusia 11 tahun. Tiap bulan dia harus mencari stok darah untuk transfusi. “Harapan saya adanya pengurus baru ini lebih baik mengurus anak-anak kita. Mudahmudahan darah tidak susah dan bisa memenuhi masalah darah dan obat,” singkatnya. (pee)

Usaha Mikro Bebas Perizinan dari hal 8

Saat ini, terangnya, dari sekitar 200 lebih tempat wisata kuliner yang ada di Kota Tasikmalaya, sebagian besar termasuk kedalam kategori usaha mikro. Dan baru 31 rumah makan saja yang memiliki izin kepariwisataan. Yakni rumah makan dengan skala besar dengan batas nilai aset seperti yang disebutkannya itu. “(Di Kota Tasikmalaya, red) pada umumnya mereka (tempat

kuliner, red) masuk skala mikro. Yang penting bahwa dengan tumbuhnya industri kuliner sebagai bentuk geliat berkembangnya ekonomi kerakyatan di Kota Tasik,” tandasnya. Di Kota Tasikmalaya, paparnya, ada lima lokasi kuliner yang sudah ditetapkan dalam RTRW. Yakni Jalan BKR, Jalan Yudanegara, Jalan Tarumanagara, Jalan Empangsari, dan Jalan R Ikik Wiradikarta. “Itu lokasi utama yang kita plot disana. Dan ini

kan sudah terbentuk,” terangnya. Sebelumnya Kepala BPPT Kota Tasikmalaya M Firmansyah menyatakan masih banyak tempat wisata kuliner di Kota Tasikmalaya yang belum memiliki izin. Namun dia belum bisa memberikan data spesifik dan akan membicarakan lebih lanjut dengan Dinas Pariwisata untuk mengumpulkan data-data tersebut. Pernyataan itu dilontarkannya Senin (2/7) lalu. (pee)

Otong: KTA Ganda Itu Rekayasa dari hal 8

dilengserkan oleh suatu kepentingan atau obsesi seseorang. Dan saya tantang DPC untuk membuktikan KTA parpol lain itu,” tantangnya. Ketua Fraksi PPP Kota Tasikmalaya Ramdani Mu’nim menyatakan gugatan hukum Drs Otong Koswara terhadap DPC, DPW dan DPP merupakan hak individunya jika tidak merasa puas dengan keputusan partai. Tetapi pemecatan itu merupakan kebijakan dari DPP yang tidak bisa diganggu gugat. ”Terserah mau gugat mau tidak, itu persoalan lain. Yang jelas itu (pemecatan, red) masalah internal (PPP, red). Jadi silahkan saja kalau memang ingin diproses

secara hukum,” ujarnya. Yang jelas, kata Ramdani, yang mengeluarkan SK pemecatan itu DPP PPP sehingga nanti yang akan menindaklanjuti gugatan itu juga dari DPP. Dan memberhentikan keanggotaan seorang kader partai itu menjadi hak mutlak DPP. ”Dewan pimpinan pusat (DPP) memiliki penilaian sendiri terhadap Otong dan baik buruknya itu sepenuhnya dipantau oleh DPP. Walaupun sebenarnya di DPC PPP kita tidak mau memecat Otong, tetapi hanya merolling jabatannya dari Ketua DPRD menjadi anggota biasa,” tuturnya. Salah satu alasan pemecatan Otong Koswara, kata dia, karena kepemilikan KTA partai lain yakni Partai Gerindra. Pihaknya juga

telah mengantongi bukti tersebut. ”Bukti itu ada atau tidak (ada, red), ditentukan oleh DPP. Jadi tidak mungkin DPP gegabah dalam mengeluarkan keputusan pemecatan jika tidak didasari bukti,” tandasnya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya, H Nandang Suryana mengatakan, dirinya tidak akan menjawab persoalan tersebut karena merupakan masalah internal PPP. ”Saya tidak punya kepentingan orang yang menanyakan masalah KTA. Mau punya, mau tidak, itu tidak penting. Tetapi kalau untuk masalah hukum, saya baru mau menjawab. Sedangkan jika hanya untuk menyudutkan seseorang, saya no comment,” ucapnya singkat. (kim)

akan kehilangan keragaman ciri khas masingmasing. Sebab, sebagai PNS, tentu setiap perangkat desa mau tidak mau juga harus

mengikuti standar birokrasi yang telah ditetapkan pemerintah. “Kalau sudah begitu kan sayang. Padahal, keragaman itu sesungguhnya bagian dari kekayaan negeri ini,” tuturnya. Ketua Fraksi PKB DPR Marwan Jafar mene-

gaskan fraksinya termasuk yang nanti akan mendorong agar perangkat desa diangkat sebagai PNS. “Kami merasakan kerisauan para perangkat desa,” tegas Marwan. (dyn/ c9/agm/jpnn)

Protes RPP Tembakau dari hal 1

di Indonesia sangat penting mengingat produk tembakau dalam bentuk rokok hanya dapat dikonsumsi orang yang sudah dewasa, berusia 18 tahun ke atas, yang sudah tahu risiko mengonsumsi produk tembakau. “Peme-

rintah harus segera mengeluarkan larangan ini. Paling tidak, yang sudah punya KTP atau 18 tahun ke atas lah yang boleh merokok karena mereka sudah tahu risikonya,” tandas dia. Menko Kesra Agung Laksono kembali menegaskan bahwa draf RPP sudah ada di meja Presiden SBY. Isi RPP bakal melindungi

anak-anak dari ancaman bahaya merokok. RPP itu menjalankan amanat UU Perlindungan Anak dan UU Kesehatan. “Pemerintah ingin melindungi anak-anak dari bahaya merokok. Apalagi, perokok usia dini juga semakin merisaukan,” tutur Agung. (dya/ jpnn/c9/agm)

GMNU Minta Polisi Tegas dari hal 1

(bagi) kepolisian,” susulnya. Dia meminta polisi tak hanya menindak FPI yang diduga merusak Polsek Ciawi, tapi juga semua ormas yang melakukan tindakan kekerasan. “Selanjutnya langkah Polri dalam menjalankan tugasnya harus bertindak tegas, karena ketegasan memang diperlukan di mata masyarakat, karena masyarakat (ormas anarkis, red) sendiri akan semakin berani (jika polisi tidak tegas, red) ,” lanjutnya. Kata dia, langkah tegas Polri membuat masyarakat tidak akan berani melakukan kekerasan. Dia meminta, polisi bertindak tegas dalam semua hal, bukan terkait kasus kekerasan saja. Diberitakan Radar sebelumnya massa merusak panggung, sekretariat Karang Taruna Libra dan Mapolsek Ciawi. Sekretariat Karang Taruna dan Mapolsek Ciawi bagian kacanya pecah pada Minggu (1/7) dini hari. Sebelum keributan, ada pentas musik di Alun-alun Ciawi yang diadakan Karang Taruna. Kemarin (3/7) Kapolsek Ciawi Kompol Eban Subarnas mengatakan pihaknya mengandalkan hasil laporan dari korban

(FPI) dari pihak panitia dan Karang Taruna Libra. “Kan nanti juga akan muncul (kesaksian perusakan panggung, sekretariat karang taruna dan mapolsek, red),” kata dia. Sebelumnya dalam edisi Selasa (3/7) Koordinator FPI Tasik Utara H Atul mendampingi Ketua FPI Tasik Utara H Ismail mengatakan beberapa anggota FPI telah melapor ke Polres Tasikmalaya Kota karena telah menjadi korban penganiayaan. Insiden penganiayaan yang menimpa beberapa orang laskar-laskarnya terjadi ketika anggotanya berniat melerai keributan yang terjadi di depan Alun-alun Ciawi. Selanjutnya tambah H Atun, beberapa anggotanya langsung menghampiri keributan itu dengan tujuan melerai keributan. Namun, tiba-tiba ada terikan pengecaman kepada FPI. FPI kemudian berkumpul bermaksud mengejar orang yang melakukan pemukulan. “Tujuannya ingin mengejar preman bayaran ini,” tegasnya. Cuma paparnya, orang yang diduga telah melakukan itu sedang berada di sekitar kantor Polsek Ciawi. “Anak-anak (orang yang diduga melakukan pemukulan, red) ada di tempat kapolsek (kantor polsek). Nah ini

yang jadi pertanyaan kami. (Bahkan orang yang diduga melakukan pemukulan). Sebagian ada halaman polsek,” paparnya. Ketika rombongannya datang, beberapa orang yang diduga telah melakukan pemukulan dan berada di sekitar polsek langsung menyerang. “Mereka (orang yang diduga melakukan pemukulan, red) melempari (anggota FPI) dengan batu dan botol,” jelasnya. Mendapati kondisi itu, pihaknya membalas serangan serupa hingga kaca di beberapa ruangan pecah. “Sama polisi itu tidak ada masalah. Karena ayana di dinya, jadi wayahna ka tenggor mah. Da bongan aya di dinya. (Karena ada di sana orang yang menyerang dan diduga melakukan pemukulan, red). Jadi kena lemparan. Sebab ada di sana (lokasi kantor polsek, red),” terangnya. Sementara itu Ketua Karang Taruna Libra, Nuryana mengaku pengamanan dalam acara itu tidak memakai pihak luar . “Teu aya ormas nu sanes pengamanan mah…murni satgas karang taruna. (Tidak ada ormas yang lain untuk pengamanan…murni satgas karang taruna, red),” kata dia dalam pesan singkatnya. (dem)

Ratusan Warga Cineam Hijrah ke Maluku dari hal 1

Tambah Edi, sebelum warga memutuskan pergi merantau ke Maluku, ada beberapa tujuan lain yang dipilih warga, diantaranya Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan dan Sumbawa. Namun di beberapa daerah tersebut warga Cineam kurang berhasil dalam penambangan emas. Mereka pun memutuskan kembali ke daerah asal. “Sekarang warga lebih berkiblat ke Maluku, karena lebih menjanjikan,” ujarnya. Sebagian besar warga yang menjadi pe-

nambang di Maluku tersebut, tutur Edi, secara administrasi tidak terdata di kantor kecamatan, karena mereka berangkat ke daerah tersebut secara spontan mencari pekerjaan sebagai penambang emas. “Mereka kan bebas untuk mencari pekerjaan, tidak hanya ke Maluku,” ungkapnya. Dikonfirmasi terpisah, Ivan warga Desa Cijulang Kecamatan Cineam membenarkan warga di tempatnya banyak yang pergi ke Maluku untuk menjadi penambang emas. “Warga berangkat ke Maluku kebanyakan dari ajakan teman serta yang sudah menjadi penambang sebelumnya di tempat lain,”

jelasnya. Dia mengatakan menambang emas di Maluku masih banyak jalur emas yang belum tergali. “Sebelumnya saya menambang emas di Sumbawa (Nusa Tenggara Barat, red), tetapi agak sepi dan saya berpindah ke Maluku karena di sana masih ramai,” paparnya. Senada dengan Ivan, Elis warga Cineam juga membenarkan bahwa di daerahnya banyak yang menambang emas. “Di sini banyak yang berangkat ke Maluku menjadi penambang emas dan ada yang berhasil,” tandasnya. (mg3)

Job Fair Atasi Pengangguran dari hal 1

3 Juli hingga tanggal 5 Juli di lapangan Bank Mandiri, Jalan Otista Kota Tasikmalaya. Dari 5000 lowongan kerja itu, 900 diantaranya merupakan lowongan magang dan bekerja di luar negeri. Penambahan pengangguran, kata dia, terjadi pada bulan-bulan kelulusan sekolah dan kuliah. “Saya sangat berharap ada perubahan image di masyarakat. Artinya ketika di dalam negeri kesulitan pekerjaan, di luar negeri adalah pilihan. Di Malaysia contohnya untuk tenaga op-

erator diperusahaan komputer,” terangnya. Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tasikmalaya Dra Hj Heni tidak menyangka respon pelamar pada hari pertama Job Fair sangat antusias. Hal itu menurutnya terbukti dari jumlah kerumunan para pelamar yang datang sangat banyak. Namun dia belum mengetahui jumlah total pengunjung karena dipegang masing-masing perusahaan. Meski begitu, jumlah pembuat kartu AK-1 (disebut juga kartu kinging) di lokasi Job Fair

saja sudah mencapai 100 orang. “Banyak yang masuk ke stand melamar pekerjaan, tapi kan nanti di test dulu. Alhamdulilah, tadinya saya khawatir masyarakat tidak begitu respon, (tapi) ternyata di luar dugaan. Ternyata kegiatan ini sudah tersebar luas, termasuk tadi (kemarin) Kabupaten Ciamis diantaranya,” singkatnya. Pantauan Radar, dari beberapa stand perusahaan yang didatangi, beberapa diantaranya mendapat kunjungan sekitar 25 sampai 27 pelamar tiap stand. Hal itu terlihat dari daftar masuk pelamar yang ada di tiap stand. (pee)

Polisi Palsu Belum Tertangkap dari hal 1

Sebelumnya (Radar edisi Selasa, 3/7), polisi sudah mendatangi kosan pria yang dicurigai sebagai polisi palsu, namun korps Bhayangkara ini tak menemukannya. Budayawan Acep Zamzam Noor mengatakan pemanfaatan simbol dan gaya-gaya polisi –berjaket kulit dan levis— oleh pelaku pencurian untuk menakut-nakuti warga, karena frame (baca pandangan) masyarakat saat ini masih banyak menganggap anggota kepolisian itu menakutkan sehingga masyarakat —yang didatangi pihak kepolisian— bukan memberikan rasa aman, malah merasa takut. Hal ini, kata putra almarhum KH Muhammad Ilyas Ruhiat ini, akibat pendekatanpendekatan kepolisian kepada masyarakat memberikan kesan menakutkan. Dia berharap perlu ada perubahan kesan dan pendekatan pihak kepolisian kepada masyarakat. “Umumnya masyarakat tidak mau berurusan dengan polisi,” paparnya kepada Radar tadi malam. Acep berharap pelaku-pelaku kejahatan

dengan modus berpura-pura menjadi polisi harus benar-benar bisa diungkap kepolisian. Apalagi pelaku dengan leluasa mengambil barang dengan diketahui penghuni rumah. Bila pelaku-pelaku itu tidak bisa ditangkap, tidak menutup kemungkinan pencurian dengan modus mengaku poilisi itu akan kembali terjadi. Terlebih modus pencurian dengan mengaku aparat kepolisian tidak hanya terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, tetapi baru-baru ini sudah terjadi di Jakarta pusat. “Karena itu (mengku polisi, red) sangat efektif sekali untuk menakuti,” kata Acep yang merupakan anak tertua almarhum KH Muhammad Ilyas Ruhiat, pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya ini. Terkait empat pencurian dalam kurun dua hari di Kecamatan Sukarame, kata Acep, menandakan wilayah tersebut tidak aman. Begitu juga Kecamatan Singaparna, yang jaraknya sekitar lima kilometer dari Sukarame. “Saya juga kehilangan motor saat diparkir di garasi rumah sekitar tiga minggu ke belakang sebelum magrib,” ujarnya yang tinggal

di Kampung Cipasung Desa Cipakat Kecamatan Singaparna. Acep mengaku baru pertama kali terjadi pencurian kendaraan bermotor di Kompleks Pondok Pesantren Cipasung. Padahal posisi motor Jupiter MX miliknya itu berada di dalam garasi halaman rumahnya. Bukan di pinggir jalan. Artinya aksi-aksi pencurian ke rumah-rumah berpenghuni maupun tidak sudah mulai marak. “Di dalam rumah saya juga ada anak-anak saya,” aku alumnus Fakultas Seni Rupa Desain (FSRD) ITB ini. Namun hingga kemarin, kata dia, belum ada kepastian hasil dari penyelidikan kepolisian terkait dengan pencurian motornya yang dibeli tiga tahun lalu itu. Padahal setelah diketahui motornya hilang, keluarganya sudah melaporkannya ke polisi. “(Kasus pencurian, red) Jangan dianggap sepele,” pungkasnya. Kasubag Humas Polres Tasikmalaya Ipda H Budi Rahayu saat dikonfirmasi Radar melalui sambungan telepon terkait pernyataan Acep Zam-zam Noor itu tidak memberikan jawaban. (snd)

Jurnalis Foto Itu Saksi Sejarah, Ingin... dari hal 1

Beberapa hari pasca letusan pertama, terjadi letusan kedua yang lebih dahsyat. Kemal pun tidak membuang waktu. Dia mengabadikan setiap momen yang terjadi, termasuk proses pengungsian. “Total yang saya kirim ada 12 foto, batas maksimum yang diperkenankan WPP untuk sebuah foto story,” jelasnya. Namun, Kemal menegaskan, dirinya tidak pernah sengaja membikin karya foto untuk diikutkan dalam lomba fotografi. Sebagai freelance photographer, dirinya memag kerap menerima penugasan terkait dengan peristiwa-peristiwa penting di Indonesia

yang menarik perhatian dunia internasional. Namun, tidak jarang pula Kemal menugaskan diri sendiri jika terjadi peristiwaperistiwa besar seperti tsunami Aceh. “Jadi, kalau ternyata foto-foto yang saya ikutkan lomba menang, itu hanya bonus,” tegasnya. Menurut Kemal, memilih gaya freelance memang berisiko. Setidaknya, kondisi keuangannya tidak bisa terjamin aman. Sebab, penugasan memotret tidak datang setiap saat. “Makanya, kita harus kreatif. Apalagi sekarang ini, persaingan makin ketat. Yang penting, kita pinter mempromosikan diri,” ujarnya. Namun, kelebihan status freelance memungkinkan Kemal untuk memilih penugasan yang disukai. Selain itu, hak cipta foto

tetap menjadi miliknya. “Kita bisa menentukan kapan kita bekerja dan kapan tidak bekerja,” katanya. Kemal pun terhindar menjadi —mesin yang harus berproduksi tiap hari— alasan yang membuat dirinya mundur dari AFP dulu. Bagi Kemal, seorang jurnalis foto tidak sekadar mengabadikan momen besar. Seorang jurnalis foto adalah juga seorang saksi sejarah. Namun, di atas semua itu, seorang jurnalis foto setidaknya harus membuat karya foto yang bisa meningkatkan kesadaran sosial. “Ada tujuan-tujuan lain dari itu seperti raising awareness, menggugah. Ya, syukursyukur bisa membuat perubahan,” ungkap Kemal. (*/c5/ttg)


7 sam 4jul