Page 1

MINGGU, 27 MEI 2012 / 6 RAJAB 1433 H

Peserta UN Banjar 100 Persen Lulus BANJAR – Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMK di Kota Banjar mencapai 100 persen. “Angka kelulusan UN 2012 tingkat SMA di Kota Banjar mencapai 100 persen sehingga target kami terpenuhi,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Banjar Drs Engkos Koswara saat dihubungi Radar Sabtu (26/5). Menurut Engkos hasil UN resmi diumumkan langsung pihak sekolah masing-masing. “Sebelum diserahkan kepada pihak sekolah tadi siang, kami rapat pleno dahulu dan setelah itu, hasil UN ini diumumkan di sekolah masing-masing yang teknisnya tergantung sekolah

yang bersangkutan,” ungkapnya. Pada tahun pelajaran 20112012 ini, peserta UN untuk tingkat SMA sederajat mencapai 3.024. Menurut Engkos, hasil UN tersebut resmi diumumkan langsung pihak sekolah masing-masing. “Sebelum diserahkan kepada pihak sekolah, tadi siang (kemarin), kami rapat pleno dahulu dan setelah itu hasil UN ini diumumkan di sekolah masingmasing yang teknisnya tergantung sekolah yang bersangkutan,” ungkapnya. Pantauan Radar di SMA Negeri 1 Banjar, SMA Negeri 3 Banjar, SMK Negeri 1 Banjar dan SMK Negeri 2 Banjar prosesi pengumuman berlangsung tertib. Para siswa yang akan menerima pengumuman semuanya mengenakan

baju muslim. Hal itu agar siswa tidak mencorat-coret seragam. Di pusat kota, petugas kepolisian menggunakan kendaraan patroli bermotor dan bermobil mengawasi tempat-tempat yang biasa menjadi berkumpulnya para pelajar, diantaranya di Lapang Bhakti dan Rest Area Parungsari. Kapolresta Banjar AKBP Sambodo Purnomo Yogo mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bahu membahu menciptakan suasana yang kondusif dalam proses pengumuman hasil UN. “Suasana ini tercipta berkat kerja sama yang baik dengan semua instansi. Saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya,” ungkapnya. (kun)

DEDE MULYADI / RADAR TASIKMALAYA

KONVOI. Siswa SMA sederajat konvoi dengan seragam yang telah dicorat-coret, kemarin (26/5) di Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Sujud Syukur Berlangsung... dari hal 1

Kemarin, siswa sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) juga mengadakan acara lepas balon. Puluhan balon aneka warna warni itu diikatkan menjadi satu, kemudian di bwahnya ditempelkan kain yang berisi tanda tangan siswa. “Pelepasan balon ini melambangkan individu kami dan kami berharap bisa terbang tinggi mencapai cita-cita,” ujar Atep, siswa SMA N 1 Tasikmalaya. Di kain —yang ditempelkan ke balon, kata Atep, berisi semua tandatangan siswa kelas tiga. “Itu menyimbolkan sebagai pengganti seragam yang di corat-coret,” tambahnya. Di Ciamis, aksi simpatik (sujud syukur) juga dilaksanakan siswa SMAN 1 Ciamis dan SMA Informatika Ciamis. “Alhamdullillah, kalian semua pagi ini dinyatakan lulus,” ujar Kepala SMAN 1 Ciamis Drs. H. Wawan Haryawan M.Pd saat mengumumkan kelulusan 287 siswanya kemarin. Kemudian ratusan siswa pun dibimbing guru melaksanakan sujud syukur. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di SMA Informatika Ciamis. Ketua Yayasan SMA Informatika Tatang Djauhari mengimbau kepada anak didiknya agar tidak mencorat-coret seragam dan konvoi. “Kalau kita tahu ada siswa yang konvoi

ugal-ugalan dan corat-coret seragam, ijazah kalian tidak akan diberikan. Karena ini demi kebaikan kalian dan nama baik sekolah ini,” ancamnya. KUMPULKAN SERAGAM Sebanyak 287 siswa SMAN 1 Ciamis juga menyumbangkan baju seragam kepada adik kelasnya yang kurang mampu. “Setelah terkumpul, baju seragam siswa kelas tiga yang sudah lulus itu disumbangkan kepada siswa yang secara ekonominya kurang dan sebagaian lagi disalurkan ke panti asuhan,” ujar Kepala SMAN 1 Ciamis Drs H Wawan Heryawan MPd. Kegiatan menyumbangkan seragam sekolah sudah dilakukan SMAN 1 Ciamis sejak beberapa tahun ke belakang. Penyumbangan seragam sekolah, kata Wawan, salah satu tujuannya supaya siswa tidak terjebak dalam aksi corat-coret seragam. “Dari pada dicurat-coret mendingan dikumpulkan seperti ini. Manfaatnya besar dan siswa juga tidak keberatan,” ujarnya. Sri Mulyani, siswi SMAN 1 Ciamis yang dinyatakan lulus mengatakan penyumbangan seragam lebih bermanfaat ketimbang baju tersebut dicoret-coret. “Saya lebih baik seperti ini (dikumpulkan, red), banyak manfaatnya,” ungkap Sri kemarin. GURU PANTAU PESTA KELULUSAN Beberapa guru SMK dan SMA di Kota Tasikmalaya, kemarin, turun memantau ke beberapa tem-

pat yang disinyalir bakal dijadikan tempat nongkrong para siswa yang dinyatakan lulus. Guru-guru itu mendatangi Alun-alun Tasikmalaya, Dadaha, Taman Makam Pahlawan, HZ Mustofa dan lainnya. Langkah pemantauan itu supaya pihaknya bisa meminimalisir upaya corat-coret pakaian seragam dan konvoi yang dilakukan siswa usai pengumuman pelulusan. “Pemantauan ini perintah dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya juga hasil musyawarah dengan pihak Polres Tasikmalaya,” ungkap pria berkumis yang mengaku guru dari salah satu SMK, kemarin. Meski para guru telah turun memantau, tapi di beberapa titik, seperti Alun-alun, Dadaha dan Taman Makam Pahlawan masih terlihat konvoi puluhan kendaraan yang dikendarai siswa dengan pakaian yang telah dicoret-coret dengan cat semprot. Selain guru, pihak kepolisian pun giat menyisi beberapa tempat. Namun ratusan kendaraan yang konvoi tetap saja ada. “Pinter barudak mah, polisi kadieu manehna kaditu,” ungkap Sri warga Saptamarga Kota Tasikmalaya, kemarin. Rata-rata seragam yang dicorat coret tidak ada atribut nama sekolah. Hanya beberapa siswa saja yang masih memakai lambang almamater sekolahnya. (mg3/yna/dem)

Djarum Coklat Gelar Baksos dari hal 8

bintang tamu band ternama, Cokelat, yang digawangi vokalis barunya Jackline Rossy. Band ini menyajikan berbagai lagu lama hasi aransemen ulang. “Band Cokelat adalah tamu spesial yang kita datangkan khusus, salah satunya (untuk) menghibur masyarakat Sukaratu,” tuturnya. Jauh hari sebelumnya, acara

diisi dengan audisi band. Audisi ini dilaksanakan di salah satu radio di Ciawi. Pesertanya terdiri dari band yang ada di sekitar Ciawi. Lima peserta terpilih berhak tampil di acara Sehari bersama Djarum Coklat tersbut. Melalui acara tersebut, Rizki berharap produk-produk Djarum Coklat akan lebih memasyarakat. Dia berjanji, ke depannya Djarum akan menggelar lebih

banyak program serupa yang akan melibatkan masyarakat. “Harapan kami ke depan semakin memasyarakatnya produk Djarum Coklat. Karena Djarum Coklat merupakan bagian tidak terpisahkan dari masyarakat Jawa Barat secara umum. Dan program ke depan akan lebih banyak yang kita tindak lanjuti seperti ini,” pungkasnya. (pee)

Pembangunan Kota Tasik Masih Stagnan dari hal 8

pembangunan. Hasil penelitian tersebut, jelasnya, ada dua kecamatan yang pembangunannya harus diperhatikan dan ditingkatkan, yakni Tamansari dan Kawalu. Kedua kecamatan ini dinilai masih memiliki potensi lahan yang luas untuk pembangunan kota. “(Contoh) yang

harus dimekarkan itu seharusnya Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Kawalu. Itu berdasarkan penelitian Unpad dan terdapat juga di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW) di Bapeda. Tapi kenapa yang dimekarkan malah Kecamatan Cibeureum,” ungkapnya heran. Dalam hal ini, menurut dia, pemerintan masih kurang mem-

perhatikan dasar pengambilan kebijakan dalam setiap melakukan pembangunan. Akibatnya, sampai saat ini kedua kecamatan tersebut masih menjadi daerah yang kurang berkembang. “Ini karena birokrat tidak menggunakan hasil riset dalam melakukan pembangunan. Tapi lebih pada arah kepentingan politik,” katanya. (pee)

Tiap Rumah Wajib Ada Dua Tong dari hal 8

16 Sukamanah, Cipedes, Iwan, ketua RT 06 RW 16 Perum Cisalak dan Entin, ketua RW 13 Nagarawangi, Cihidueng. Penanganan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab dinas atau pemerintah, tetapi seluruh unsur masyarakat yang sejatinya merupakan produsen dari sampah itu sendiri. Setiap rumah dianjurkan untuk menyediakan dua tempat sampah untuk memisahkan tiga kategori sam-

pah, yakni sampah basah, sampah kering dan sampah lainnya. Sampah basah berupa sisa-sisa makanan yang ada di dapur. Seperti sisa nasi, sisa buah-buahan dan lainnya. Sampah ini mudah hancur, bahkan untuk sisa sayuran bisa dibuat pakan ternak atau budi daya ikan. Sedangkan untuk kertas dan plastik termasuk dalam kategori sampah kering. Sampah ini jauh lebih sulit penanganannya, terutama plastik yang sulit untuk diurai oleh bakteri dan mem-

butuhkan waktu lama untuk hancur secara alamiah. Untuk sampai lainnya, yakni sampah Bahan Beracun Berbahaya (B3). Sampah ini jarang ditemukan, namun keberadaanya perlu diwaspadai. Di antara sampah ini adalah bekas batu baterai dan bohlam yang mengandung merkuri. “Jadi mulai sekarang warga kota harus menyiapkan dua tempat sampah di rumahnya. Dan mulailah memilah sampah agar penanganannya lebih mudah,” pungkasnya. (*)

7

Stok BBM Masih Aman dari hal 1

Selama ini Pertamina terus memantau cadangan BBM nasional untuk mengetahui coverage days atau jumlah kebutuhan harian yang bisa dipenuhi dengan stok tersebut. Nah, per 23 Mei lalu, stok BBM Pertamina sebesar 3.378.250 kiloliter. Dengan asumsi konsumsi BBM bersubsidi secara nasional sebesar 156 ribu kiloliter per hari, stok tersebut cukup untuk memenuhi

kebutuhan 21 hari ke depan. Harun mengungkapkan, stok BBM jenis premium mencapai 1.334.975 kiloliter atau cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 17,85 hari. Lalu, stok solar sebesar 1.677.958 kiloliter atau cukup untuk memenuhi kebutuhan 21,69 hari. Sedangkan stok kerosene (minyak tanah) mencapai 365.317 kiloliter atau cukup untuk memenuhi kebutuhan 79,04 hari. Selain itu, Pertamina juga memiliki stok bahan bakar khusus (BBK) berupa pertamax

sebanyak 76.897 kiloliter. “Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 51,34 hari,” katanya. Menurut Harun, kelangkaan yang terjadi beberapa daerah lebih disebabkan karena tingginya permintaan BBM di kawasan tersebut. Di sisi lain, Pertamina juga terikat dengan kuota yang sudah ditetapkan dalam APBNP 2012. “Jadi, meskipun stok cukup, tapi kami membatasi penyaluran BBM ke SPBU agar kuota tidak jebol,” ucapnya. (owi/ca/jpnn)

Asyiknya Malam Minggu Berbudaya dari hal 1

beberapa seniman duduk menonton kolaborasi musisi calung tarawangsa dengan Komunitas Pemusik Jalanan (KPJ). Paduan kelompok musisi tradisional Sunda dan modern menyatu. Selaras. Dua gitar berteman dengan kecapi dan rebab. Adapun perkusi mengatur tempo vokal pria berkupluk. Sedangkan, penonton menggerakan badannya mengikuti kolaborasi tarawangsa dan baladaan. Usai mereka berkolaborasi, para penonton yang duduk bersila dan berdiri bertepuk tangan dan ingin agar pertunjukkan diteruskan. Namun, waktu sudah malam, lebih dari pukul 22.00 hingga pertunjukkan kolaborasi itu adalah penutup dari rangkaian Malam Minggu Berbudaya, yang rutin dilaksanakan Komunitas Cermin. Sebelumnya, diskusi kebudayaan Hari Kebangkitan Nasional, pembacaan sajak Sunda dan tari jaipongan digelar di tempat dan acara yang sama. Kemarin malam, Malam Minggu Berbudaya dilaksanakan di studio terbuka Radar Tasikmalaya. Acara tersebut dilaksanakan hasil kerja sama antara Teras Budaya Tasikmalaya dengan Komunitas Cermin. “Ini sebetulnya melanjutkan (acara sebelumnya, red). Karena sebenarnya Malam Minggu Berbudaya sudah dilakukan setiap bulan oleh Komunitas Cermin. Hari ini kita dengan bendera baru, Teras Budaya ingin ikut mencoba memberikan ruang apresiasi terhadap perkembangan seni budaya di Tasikmalaya,” ujar ketua Teras Budaya M Fahrur, tadi malam (26/5). Komunitas budaya di Tasikmalaya, kata dia, masih banyak. Namun keberadaannya tidak seperti dulu yang eksis dengan dukungan pemerintah daerah dan semua pihak. Ruang-ruang untuk bergerak mengem-

PERMANA PUTRA / RADAR TASIKMALAYA

NGIBING. Para seniman Tasikmalaya ngibing dalam acara Malam Minggu Berbudaya, tadi malam di studio terbuka Radar Tasikmalaya TV.

bangakan budaya di Tasikmalaya pun dinilai masih sangat kurang. Padahal untuk membangkitkan kembali seni budaya membutuhkan dukungan dari semua pihak. “Padahal seni budaya adalah sebagai akar masyarakat kita sendiri,” katanya. Ketua Komunitas Cermin Asmansyah Timutiah menuturkan kebudayaan merupakan kekuatan lokal yang bisa membangkitkan kembali identitas daerah Tasikmalaya. Terlebih, puncak dari sebuah kebangkitan nasional berawal dari budaya yang berkembang di daerah tersebut. Namun untuk saat ini kata dia, dengan adanya obsesi pemerintah merubah Kota Tasikmalaya menjadi wilayah perdagangan dan ekonomi secara langsung mengikis tradisi kebudayaan lokal. “(Kebudayaan) sangat bergeser. Apalagi dengan pemerintah mencoba menggembosi wilayah ekonomi termaju di Priangan Timur misalnya. Itu mau tidak mau, imbasnya pada persoalan tradisi yang akan terkikis,” jelasnya.

Perubahan pembangunan kota yang semakin modern merubah gaya hidup masyarakat Tasikmalaya menjadi keras. Hal tersebut menurutnya berseberangan dengan tradisi budaya Sunda yang selamanya mendidik orang untuk menjadi halus. Beberapa contoh permainan tradisional saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh anak-anak karena tergerus permainan modern. Padahal menurutnya, permainan-permainan tradisional seperti Gatrik memberikan pelajaran solidaritas yang tinggi bagi anak-anak yang melakukannya. Komunitas Cermin bertekad akan terus berupaya membangkitkan kembali nilai-nilai budaya di Tasikmalaya melalui berbagai kegiatan. “Kami akan terus melakukan workshopworkshop kesenian. Dengan SMA, dengan umum. Baik itu kesenian tradisi, maupun modern. Kita tidak menolak yang modern tapi kita tidak menghilangkan yang tradisi. Kolaborasi sangat penting di sini,” pungkasnya. (sep/pee)

Atasi Tekanan The Jack Mania dari hal 1

samping itu, kebersamaaan sudah meningkat. Kita lihat saat makan juga sekarang mulai bareng- bareng dan segala macamnya pun seperti itu,” ujar RD kepada wartawan. “Kepercayaan diri pemain sedang penuh, kita juga sudah paham dengan kondisi itu. Tapi kita meski berusaha terus untuk meningkatkan permainan dan motivsi kita agar bisa mencuri poin di sana,” sambungnya kembali. Disinggung terkait kekuatan Persija dan dukungan penuh para The Jack Mania, RD

menegaskan, hal itu bukanlah menjadi kendala. Pasalnya, dengan tekad semua pemain Persib yang ingin meraih kemenangan dari Persija, dirasanya sudah cukup menjadi bekal bagi pasukannya untuk memetik kemenangan di Jakarta. “Kita juga punya pemain yang sama berkualitas. kita tidak takut dengan motivasi tinggi dari lawan dan dukungan suporternya, kita kan main bola dengan sebelas pemain di lapangan. Kalau pun tekanan dari supporter, itu wajar karena mereka bermain di kandangnya. Tapi saya tegaskan kita tidak akan terpengaruh hal itu,” tandasnya.

Kembalinya bomber haus gol Persib, Noh Alam Shah –-dipertandingan sebelumnya lawan PSPS Pekanbaru Riau, harus absen akibat akumulasi kartu kuning—dipandang RD merupakan suatu hal yang positif. Sebab, pria yang akrab disapa Along tersebut memiliki peran besar dalam kebangkitan Persib di putaran kedua ini. Maka dengan kembalinya Along, diharapkan mampu membawa keberuntungan bagi Persib untuk bisa meraih kemenangan atas Persija. Terlebih laga sore ini merupakan pertandingan syarat emosi yang mempertaruhkan nama besar kedua tim. (asp)

Pencuri Disangka Tamu dari hal 1

an mertuanya. “Pas pintu dibuka di dalam kamar sudah acak-acakan,” terangnya. Dia pun segera menginformasikan pembongkaran itu ke mertuanya —yang rencananya setelah di hajatan di Nagrak hendak ke Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Setelah sampai rumah, dia dan mertuanya mengecek barang yang dimaling, terutama lemari penyimpanan barang dan uang. “Setelah dicek uang sekitar Rp 10 juta, lalu perhiasan enam gram emas, hape merek Samsung, juga jam tangan merek Charles Jordan juga paspor umroh hilang,” jelasnya. Uang tunai Rp 10 juta milik Kokom Komariah adalah uang simpanan anggota

koperasi. “Itu uang simpanan tabungan pensiunan,” ungkap Kokom kepada Radar kemarin. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Dari hasil identifikasi, ungkap Kapolsek Tawang Iptu Dani Prasetya, pelaku masuk ke rumah korban dengan cara menyongkel pintu depan. Kini pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif. EMPAT ORANG Setelah kawanan itu mencuri barangbarang berharga milik Kokom, Iwan mencoba mendatangi tetangganya. “Kata tetangga saya, Pak Cecep, orang yang datang setelah kami (rombongan ke hajatan, red) muncul empat orang yang menumpangi dua motor,” jelasnya. Dua motor itu, satu diparkir di pinggir

rumah korban dan satu lagi hampir di depan depan teras rumah. “Dua orang masuk ke teras rumah, dua orang lagi menunggu di motor masing-masing,” tambahnya. Namun, jelasnya, wajah keempat orang pelaku itu tidak kelihatan. “Semua mengenakan helm tutup,” jelasnya. Papar Iwan, tetangganya tidak menyangka keempat orang itu pelaku kejahatan. Tetangganya mengira mereka adalah tamu. “Sehingga tetangga saya tidak memperhatikan lebih lama,” paparnya. Sebelumnya, di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota, pembongkaran juga melanda sekolah di Manonjaya, Cineam dan Cisayong di Kabupaten Tasikmalaya. Sampai saat ini, pelaku pembongkaran belum tertangkap. (dem)

Kandungan Proteinnya Lebihi Telur Ayam Kampung dari hal 1

Berkat penelitian itu, Mike mampu meyakinkan dewan juri International Conference of Young Scientists (ICYS) Ke-19 di Nijmegen, Belanda, akhir bulan lalu. Dia pun dinobatkan sebagai juara ketiga dan berhak atas medali perunggu untuk kategori Life Sciences. Dia mengalahkan karya penelitian ratusan siswa lain dari berbagai negara. Remaja kelahiran Sentani, 21 Juni 1994, itu mengatakan bahwa dirinya mengawali penelitian tersebut pada akhir Maret lalu. Dalam penelitian itu, dia dibantu empat rekannya, yakni Richard Antonius Mahuze, Yulian Marco Awairaro, Agustina Gempita Padama, dan Darius Ohee. “Tapi, yang melakukan penelitian ulang di Jakarta dan presentasi di Belanda saya sendirian,” kata anak pertama di antara dua bersaudara itu. Untuk bahan penelitian, Mike tidak sulit mencari ulat sagu. Sebab, di kampung halamannya populasi ulat sagu sangat banyak. Apalagi, sekitar 90 persen populasi pohon sagu terdapat di Papua. Meski begitu, Mike harus menempuh perjalanan sekitar 20 km dari rumahnya untuk mencari pohon sagu yang sudah roboh dan hampir membusuk di hutan belantara. “Saya mencari ulat sagu di hutan yang ditempati suku Kamoro,” ujar siswi kelas XII SMA itu. Setelah menemukan titik keberadaan ulat sagu, dia langsung mengambil ulat sagu dalam jumlah lumayan banyak. Sebab, sebagian ulat akan dia bawa ke Jakarta untuk objek penelitian. Mike juga membawa serta cacahan pohon sagu untuk makanan ulat itu selama perjalanan menuju Jakarta. Mike menuturkan, motivasi awal penelitian itu adalah semakin menguatkan tingkat konsumsi ulat sagu, terutama bagi masyarakat Papua. Apalagi, saat ini konsumsi ulat

sagu oleh penduduk yang tinggal di perkotaan mulai turun. Ulat sagu hanya ramai dikonsumsi ketika masyarakat menyambut acara adat tertentu. Selain dimakan mentah, ulat sagu sering diolah seperti hidangan sate kambing dengan bumbu khas Papua. Berdasar hasil penelitian itu, Mike yakin bahwa ulat sagu dapat menjadi makanan alternatif yang bermanfaat bagi tubuh orang yang mengonsumsinya. Terlebih bila harga telur naik, masyarakat cukup mencari ulat sagu di hutan-hutan. “Ulat sagu juga bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan proteinnya,” jelas dia. Menurut Mike, banyak alasan mulai menurunnya tingkat konsumsi ulat sagu di Papua. Salah satunya, sebagian masyarakat merasa kurang nyaman saat mengonsumsi ulat sagu dalam keadaan masih hidup atau utuh. “Termasuk saya. Saya belum pernah memakan ulat sagu dalam keadaan utuh,” ucap dia. Sambil melakukan penelitian, Mike membuat berbagai olahan berbahan ulat sagu. Mulai keripik, bakso, bakwan, spageti hingga sandwich. Hasilnya, papar dia, menakjubkan. Ulat yang semula membuat geli jadi enak disantap. “Rasanya sekilas seperti kerang. Kenyal-kenyal gitu,” ucap dia. Mike menceritakan sempat mengalami hambatan saat hendak terbang ke Belanda. Pasalnya, ada ketentuan yang menyebutkan tidak boleh membawa hewan hidup dalam penerbangan. Karena itu, dia terpaksa membekukan ulat sagu yang akan ditunjukkan kepada dewan juri. Selain itu, Mike membawa ulat kering dan ulat yang sudah diasinkan. Semua sudah disiapkan dengan matang oleh Mike. Tidak ketinggalan, dia menyiapkan tester berupa keripik ulat sagu. Tapi sayang, belum sampai ke Negeri Kincir Angin itu, keripik berasa gurih tersebut telah habis karena disantap teman-temannya saat ber-

ada di asrama Surya Institute. “Waktu itu saya cuma membuat 20-an keripik. Sebab, saya hanya menyiapkan untuk presentasi,” terangnya. Meski begitu, dia mampu meyakinkan dewan juri bahwa ulat sagu betul-betul mengandung protein tinggi dan bisa diolah dalam berbagai makanan yang enak dikonsumsi. “Saya sempat waswas ketika saya tidak bisa membawa keripik. Tapi syukurlah, juri tetap percaya dengan penelitian saya,” tambah dia. Sepulang dari Belanda, Mike masih penasaran dengan objek penelitiannya. Karena itu, dia lalu melakukan penelitian lagi dengan mengolah ulat sagu menjadi spageti dan sandwich. Bahkan, hasilnya lalu dijual di depan rumah. Dua olahan tersebut dia banderol Rp 5.000 per porsi. “Ini masih uji coba,” ujar Mike yang bercita-cita mendirikan perusahaan franchise makanan berbahan ulat sagu itu. Meski masih coba-coba, dia tidak ingin pembeli tertipu. Karena itu, dia memampang keterangan di konternya bahwa makanan yang dibuat berbahan ulat sagu. Mike mengatakan, untuk membuat spageti, isi perut ulat sagu dikeluarkan, kemudian dicampur ke dalam adonan mi. Sementara itu, sisa tubuh dan kepala ulat sagu disisihkan dan dibuat campuran bahan siraman spageti bersama daging ayam. “Lumayan, spageti yang saya buat langsung habis,” terang dia. Untuk sandwich, isi perut ulat sagu diolah menyerupai mayones yang disiramkan ke tengah-tengah tumpukan roti, sayur, dan daging sapi. Lagi-lagi, sandwich itu pun laris manis. Ketika ditanya apakah akan fokus berjualan, Mike hanya tertawa. Dia saat ini masih ingin terus belajar. “Saya ingin kuliah di Australia atau Tiongkok. Saya sudah mendaftar,” tegas dia. (*/c11/ari)

7 sam 27ok  

dari hal 8 bintang tamu band ternama, Cokelat, yang digawangi vokalis barunya Jackline Rossy. Band ini menyajikan berbagai lagu lama hasi ar...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you