Page 1

SENIN, 25 JUNI 2012 / 5 SYABAN 1433 H

Dikritik Pecinta Hewan

Partai Golkar Tidak Mau Kawin Paksa

terlihat imut dengan bulu putih tampil dengan warna barunya, merah muda. Kabarnya, dia mengeluarkan dana GBP 90 (sekitar Rp 1,3 juta) untuk mengecat bulu

hewan peliharaannya yang berusia setahun tersebut. Meski sang pemilik salon menegaskan bahwa pewarna yang digunakan aman untuk anjing, aksi Emma itu langsung menuai kritik dari organisasi pencinta

hewan PETA. “Mewarnai bulu hewan bisa membuatnya stres sekaligus memicu komplikasi karena alergi yang bisa membahayakan kesehatan mereka,” begitu kritik yang dikirim PETA kepada Celebuzz. (c12/any/jpnn)

HARUS DISELESAIKAN

AKAN MENGHAMBAT

JADI BERKURANG

“Tidak setuju jika (GOR) dijadikan kepentingan perusahaan dan setuju apabila digunakan sebagai sarana olahraga. Harapannya persengketaan ini harus segera diselesaikan dengan cara musyawarah dan pemerintah harus lebih mementingkan masyarakat umum untuk olahraga.

Sarana olahrga disewakan pada pihak swasta untuk dijadikan kepentingan lain itu akan menghambat kemajuan anak muda dalam segi olahraga. Harapannya Wali Kota (Tasikmalaya) harus bisa membenahi sarana olahraga masyarakat umum dam fasilitas umum yang sudah ada jangan dijadikan tempat usaha yang tidak semestinya.

dari hal 1

Dede Saeful Amin, Warga Karikil Mangkubumi, Kota Tasikmalaya

“Jika GOR disewakan mungkin sarana olahraga bagi masyarakat umum menjadi berkurang dan jika jadi disewakan harus ada gantinya untuk tempat olahraga yang lain agar seimbang. Yoga Handoko, Warga Cempaka Warna, Kota Tasikmalaya (mg3)

Andi, Warga Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Aset Jadi Bara Dua Tasikmalaya dari hal 1

permukaan seiring menyewakan GOR Sukapura di Dadaha, Kota Tasikmalaya ke pihak swasta. Malah, tak hanya Sukapura, GOR Susi Susanti pun akan disewakan lagi juga ke swasta. Jelas, hal itu menuai rekasi dari Pemkot Tasikmalaya. Meski Pemkot Tasikmalaya seolah kalah gahar kala “melawan” Pemkab Tasikmalaya dibandingkan DPRD Kota Tasikmalaya via Komisi II dengan lantang akan “melawan” habis-habisan upaya Pemkab Tasikmalaya itu. Sebelumnya, Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum mengatakan pemkab akan mengerjasamakan aset Sarana Olahraga (SOR) di Dadaha Kota Tasikmalaya, diantaranya GOR Sukapura, GOR Susi Susanti, Kolam Renang Belakang GOR Sukapura, Lapangan Tenis, Tempat Futsal, dan area parkir di Dadaha. GOR Sukapura sudah disewakan ke pihak swasta (Yogya Dept. Store). Sedangkan GOR Susi Susanti sudah ada pihak swasta yang berminat. Pemanfaatan dan penggunaan aset tersebut tergantung pihak penyewa mau dimanfaatkan apa pun. ”Ini untuk membantu meningkatkan PAD Kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya. Yang terbaru, Uu mengaku penyewaan sarana olahraga itu karena Pemkab Tasikmalaya membutuhkan dana untuk pembangunan. ”Pokoknya aset yang ada di kabupaten mau disewakan, mau hak guna pakai, mau dijual, saya serahkan semuanya. Yang penting saya butuh duit untuk pembangunan,” ujar Uu kepada wartawan usai menghadiri acara Pembinaan Bupati Tasikmalaya dalam rangka optimalisasi kinerja PDAM Tirta Sukapura di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Bojongkoneng Kecamatan Singaparna (22/6). Kemarin (24/6), reaksi atas rencana Pemkab Tasikmalaya itu muncul dari Ketua Komisi II Kota Tasikmalaya Ade Ruhimat. Ade Ruhimat menilai alasan Bupati Uu Ruzhanul Ulum menyewakan GOR demi pembangunan sebagai alasan yang naif. Prestasi yang lahir dari olahraga menurutnya lebih penting daripada sekadar uang sewa sebesar Rp 500.000 per hari. “Alasan butuh duit adalah alasan naif dan

sangat lemah. Prestasi yang diukir oleh masarakat Tasikmalaya (Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, red) di GOR itu jauh lebih berharga daripada limaratus (ribu) per hari,” katanya kepada Radar kemarin (24/6). Pihak Pemkab Tasikmalaya juga dinilai tidak tahu malu karena menyewakan aset yang seharusnya menjadi milik Pemkot Tasikmalaya. Hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2001 bahwa secara yuridis semua aset pemkab yang ada di lingkungan kota menjadi milik pemerintah kota. Kalau pun memang membutuhkan uang kata dia, penyewaan aset ruang publik kepada swasta tidak boleh terus dilakukan. “Walaupun butuh uang, tapi itu harus tahu dulu itu lahan milik siapa,” katanya. Ditegaskannya, cukup GOR Sukapura saja yang disewakan kepada pihak swasta. Jika kemudian GOR Susi ikut disewakan, dia mengaku akan melawan habishabisan. Pemkab Tasikmalaya, kata dia, seharusnya lebih kreatif lagi dalam mencari sumber uang untuk pembangunan. Tidak perlu dengan mengalihfungsikan ruang publik menjadi pasar swalayan. “Yang kreatif dong kalau mencari uang,” tegasnya. Sementara itu Wali Kota Tasikmalaya H Syarif Hidyat MSi mengatakan hingga saat ini Pemkot Tasikmalaya belum menerima permohonan ijin penyelenggaraan acara dari Pemkab Tasikmalaya. Seharusnya menurut Syarif Pemkab Tasikmalaya tetap menjadikan GOR tersebut untuk sarana olahraga masyarakat. “Yang adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya,” singkatnya diplomatis kemarin (24/ 6) di Tamansari. PEDAGANG PROTES Sementara itu rencana GOR Sukapura dipakai bazar oleh pihak swasta menuai reaksi dari pedagang Pasar Kojengkang, pasar dadakan di sekitar Dadaha yang buka tiap hari Minggu. “Saya harap fasilitas umum jangan jadi disewakan apalagi untuk supermarket,” ujar Budi, pedagang kaca mata kemarin (24/6). Karena efek dari dibukanya bazar, kata Budi akan sangat terasa kepada pengunjung Pasar Kojengkang dan para pedagang kaki lima. Hal senada juga dikatakan Adi, pedagang celana di Pasar Kojengkang. “Bazar juga kurang

tepat diadakan di tempat olahraga, karena itu sarana untuk masyarakat umum dan bazar harusnya berada di lapangan,” terangnya. Idit meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya membela pedagang kecil ketimbang pedagang besar. Hal senada juga dikatakan Endang, pedagang celana. “Para pedagang khawatir efek yang terjadi (bazar), pasti ada efek ke pedagang karena barang yang dijual di bazar jauh lebih bagus dan murah,” papar Endang. “Saya tidak setuju banget jika GOR dijadikan supermarket dan kasihan pedagang kecil yang setiap hari minggu berjualan di Dadaha,” ungkap Hendrawati pedagang pakaian. “Jangan sampai fasilitas olahraga dihilangkan karena itu sangat penting bagi masyarakat untuk berolahraga,” papar Helmi pedagang pakian lainnya. Sebelumnya, Ketua Umum KONI Kabupaten Tasikmalaya Drs H Edi Herdiman mengatakan sudah berkoordinasi dengan Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Tasikmalaya dan Pengcab Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PBBSI) Kabupaten Tasikmalaya terkait penyewaan GOR Sukapura itu. Dari mulai Juli hingga Agustus latihan olahraga baik bola basket maupun bola voli akan dipindahkan, bola voli ke lapangan Jareged Kecamatan Sariwangi, sedangkan bola basket lokasinya tengah diproses. Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Tasikmalaya Drs H Nana Rukmana MM mengatakan Distarkim menyewakan GOR Sukapura ke Yogya Dept Store itu cukup besar untuk pemasukan ke kas daerah yaitu mencapai Rp 800 juta. Selain itu, Yogya juga sudah menyanggupi pemeliharaan dan perbaikan fasilitas gedung yang sudah rusak. Dalam wawancara pada 18 Juni 2012, Uus, regional Yogya mengaku penyewaan gedung GOR Sukapura sejak tanggal 15 Juni dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Biaya sewanya mencapai Rp 500.000 per hari. ”Dan kita renovasi dari renovasi itu kita sewa selama 53 hari untuk acara pameran dari 4 Juli sampai 26 Agustus,” ungkapnya. (pee/mg3/snd)

Padi Dijadikan Pakan Ternak dari hal 8

Kota Tasikmalaya pernah menyurvei lokasi kerusakan. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut. Ganda menambahkan gagal panen tidak hanya terjadi di Kampung Leuwisari. Dia menerka seluruh sawah di Kelurahan Leuwiliang mengalami hal sama karena sumber airnya sama. Kelurahan Leuwiliang tidak memiliki sumber air sendiri. Semua lahan sawah dialiri air dari Cibeas melalui saluran air Cisurupan. Menurut perkiraannya, sawah di Kelurahan Leuwiliang lebih dari 10 hektar. Pada musim ta-

nam ini, semua belum ada yang berhasil panen karena tidak ada air. Meski terkadang turun hujan namun tidak besar sehingga tidak cukup untuk mengairi sawah. Kata dia, biasanya —ketika sumber air normal— dalam setahun bisa tiga kali panen. Tahun ini baru satu kali panen. Itu pun tidak maksimal karena banyak bulir padi yang tidak berisi karena pengairan yang seadanya. “Umur dua bulanan itu kan normalnya (tinggi padi) 40 centian, sekarang itu paling cuma 20 centi. Yang kasian mah yang nengah (sistem penggarapan paroan, red), habis biaya besar,” katanya. Dihubungi melalui telepon,

Kepala Dinas Bina Marga Kota Tasikmalaya Endang Nurjaman mengaku telah menyurvei saluran irigasi Cisurupan yang patah. Bina Marga juga telah membuat (mengusulkan) rencana perbaikan irigasi itu. Kebutuhan biayanya diperkirakan di bawah Rp 300 juta. Endang tidak menjanjikan perbaikan irigasi dilakukan secepatnya karena terkendala masalah anggaran. Perbaikan irigasi masih menunggu APBN 2013 atau anggaran perubahan 2012. “Kan ini baru diusulkan. 2013, kalau turun dananya insya Allah diperbaiki. Atau di (anggaran, red) perubahan yang sekarang,” ujarnya. (pee)

Donatur Dikenal Lewat Facebook dari hal 8

Yadi mengatakan semua dana dan bantuan barang yang diberikan kepada warga dan anakanak murni bantuan dari donatur di dalam dan luar kota. Para donatur tidak hanya dari Indonesia. Ada yang berasal dari Amerika dan Australia. Para donatur itu dikenal

melalui facebook sejak beberapa tahun lalu. “Hampir semua dari pertemanan facebook. Kita punya laman namanya pecinta anak yatim (di facebook). Dan, di sana (facebook) ada pecinta anak yatim Bandung, Surabaya, Palembang dan grup-grup lain seperti komunitas pengusaha muslim,” tuturnya. Bantuan tidak semua berben-

tuk uang. Ada juga yang berupa barang dan tenaga. Seperti Bulan Sabit Merah dibantu Volks Wagen Club Tasikmalaya yang melayani pengobatan dan USG gratis. Club VW ini kebagian antar jemput peserta khitanan masal ke rumah masing-masing. Gempala dan Laskar Langit juga aktif membantu selama kegiatan berlangsung. (*)

Minimarket Beroperasi Lagi dari hal 8

perda telah berjalan. Namun sebelumnya dia akan melaporkan temuan tersebut kepada kepala satuan (kasat). “Mungkin nanti kita akan koordinasi untuk melakukan

tindak lanjut. Karena yang kita lakukan kemarin (penutupan, red) itu sudah sesuai dengan prosedur. Nanti saya sampaikan dulu ke Kasat (Pol PP Haddy Riyadi, red),” ujarnya. Seperti diketahui, Jumat lalu, Satpol PP menutup tiga dari 11

7

minimarket yang tidak memiliki izin. Ketiga minimarket itu dinilai melanggar Perda No 2 tahun 2009 tentang Pengelolaan Pasar. Pelanggaran tersebut terkait pembatasan jumlah minimarket di setiap kecamatan. (pee)

dari hal 1

wakil gubernur,” paparnya. Saat ditanya sosok seperti apa yang cocok untuk mendampingi Yance, dirinya tidak menjawab secara gamblang. ”Pokoknya yang bisa saling mengisi dengan Bapak Yance. Kalau untuk Yance sendiri sih udah gak usah diper-

tanyakan lagi, dia sukses memimpin Indramayu, tinggal bagaimana dia bisa memilih wakil yang cerdas,” ujarnya. Irianto MS Syafiuddin atau Kang Yance mengaku belum memikirkan siapa yang akan mendampinginya dalam pertarungan Pilgub Jabar 2013. “Untuk mendampingi saya saat pilgub belum ada. Untuk saat ini saya masih sibuk sosialisasi dan silaturahmi,” jelasnya.

Saat ditanya sudah melakukan komunikasi dengan partai mana, dia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan semua partai, namun hanya sebatas komunikasi, belum ada obrolan yang menjurus menunjuk cawagub. ”Kalau komunikasi sudah dilakukan dengan hampir semua partai, namun untuk menentukan dengan partai mana, belum lah,” pungkasnya. (adv)

Sekolah Nakal Akan Didata dari hal 1

menambahkan, program tersebut akan dikebut auditor Itjen Kemendikbud bersama dengan tim dari BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan). Haryono menuturkan, tim pembuat data base sekolah nakal ini akan mulai bekerja pekan ini. Dia berharap tim tersebut bisa menyelesaikan tugasnya setelah masa PSB 2012-2013 selesai sekitar pertengahan bulan

depan. Tim gabungan ini nantinya akan mengunjungi sekolah-sekolah yang ditunjuk secara acak di setiap provinsi. Diperkirakan, di setiap provinsi tim akan terjun ke sepuluh sekolah. Haryono mengatakan ada tiga pokok pengawasan yang akan dipelototi tim gabungan itu. Di antara yang paling menonjol adalah proses PSB 2012-2013. “Saya masih banyak mendengar terus terjadi pungutan-pungut-

an dalam masa penerimaan siswa baru,” kata dia. Haryono menjelaskan kasus seperti ini tidak boleh terus terjadi. Dari pantauan sementara di lapangan, Haryono mengatakan masih menjumpai baliho-baliho atau spanduk yang mencantumkan jutaan anak tidak bisa mendaftar sekolah gara-gara biaya tinggi. Menurutnya, kasus ini masih terjadi lantaran sosialisasi dari pemerintah ke masyarakat belum optimal. (wan/ttg/jpnn)

Syarif Berpantun, Pendukung Bertakbir dari hal 1

pinter pilih Syabagja,” tambah politisi senior PAN Kota Tasikmalaya ini. Para pendukung Syarif-Cecep (Syabagja) yang mendengarkan pantun tersebut langsung berteriak, “Allahu Akbar.” Pasangan Syabagja, kemarin berkampanye di tiga tempat, yakni GOR Ajeta Tamansari, GOR Sahabat Jalan Letnan Mashudi Cibeureum dan GOR Asri di Purbaratu. Di GOR Ajeta, Tamansari, Syarif-Cecep menggelar dzikir dan doa bersama yang dipimpin KH Udin Sadudin dan KH Mahfud Sidiq. Kemudian diteruskan orasi para ketua partai pengusung. Ketua Koalisi Peduli Nasib Umat (KPNU) Kota Tasikmalaya Nurul Awalin mengatakan kesempatan pertama dengan melakukan dzikir dan doa bersama ini sebagai upaya penguatan mental para pendukung dan simpatisan. Selain bertujuan untuk mendapatkan kebarokahan bagi Kota Tasik. ”Jadi sebenarnya bicara kampanye, kita sudah terlalu sering kampanye. Karena selama ini setiap kegiatan H Syarif setidaknya menjadi daya tarik bagi masyarakat,” ujarnya dalam wawancara kemarin. Untuk itu, kata Nurul, dikumpulkannya massa pendukung dan simpatisan ini untuk mengajak masyarakat bermunajat dalam mencari ridha Allah SWT agar kemenangan SyarifCecep lancar teralisasi. “Kemenangan SyarifCecep akan jadi kemenangan Kota Tasik. Itu perlu doa dari semua masyarakat,” tuturnya. Ketua DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya H Noves Narayana MSi mengatakan dengan dilaksankannya dzikir dan doa bersama saat kampanye pertama ini, Syarif-Cecep mengajak semua masyarakat sadar bahwa jangan sampai perhelatan pilwalkot ini dijadikan ajang adu gengsi atau sebuah pertarungan yang bisa berdampak pada masyarakat secara luas. ”Syarif-Cecep ingin masyarakat

bisa menikmati suasana demokrasi dengan santun dan saling menghormati,” tuturnya. Wakil Sekjen DPP PAN Tatang Farhanul Hakim (TFH) menyampaikan bahwa masyarakat harus bisa kembali memberi kesempatan yang kedua bagi putra terbaik Kota Tasik H Syarif Hidayat, karena secara intelektual maupun keagamaan dirinya melihat belum ada yang lebih baik dari sosok yang kini masih menjabat sebagai wali kota itu. ”H Syarif pernah menjadi wakil dan terus menjadi wali kota. Saya lihat beliau masih sangat layak, karena dalam memilih kepala daerah tidak bisa dijadikan ajang coba-coba,” tuturnya. Ketua DPC Gerindra Kota Tasikmalaya H Nandang Suryana sempat memberikan hadiah uang tunai kepada massa yang hadir dan hapal visi dan misi Syarif-Cecep. ”Ini uang pribadi saya untuk mengetahui kecintaan massa kepada Syarif-Cecep dan saya sangat bersyukur mereka sangat paham,” tuturnya. Calon Wali Kota H Syarif juga sempat memberikan hadiah kepada massa pendukungnya yang memakai kaos kaki bolong. Kampanye pertama pasangan Syarif-Cecep ini pun dihadiri semua ketua parpol pengusung dari PAN, PDIP, Golkar dan Gerindra, para ulama, relawan dan simpatisan. BUDI-DEDE AKAN KERAHKAN 600 BUS Pasangan nomor urut satu H Budi Budiman-H Dede Sudrajat (Budi-Dede) hari ini akan berkampanye. Pasangan calon wali dan wakil wali Kota Tasikmalaya yang diusung Koalisi Masyarakat Madani (KMM) ini akan memusatkan wilayah kampanye di Lapangan Karangsambung, Cibeureum. Anggota Steering Commite (SC) Koalisi Masyarakat Madani (KMM) H Jaka mengatakan kampanye secara terbuka pertama pasangan Budi-Dede hari ini dijadwalkan diikuti puluhan ribu massa. Pukul 07.30, massa Budi-Dede berpawai atau mengelilingi setiap daerah pemilihan

sebelum ke Cibeureum. ”Semua tim dan kader partai ditambah relawan dan simpatisan akan terlebih dulu pawai di daerahnya masing-masing lalu berangkat menuju Cibeureum,” tuturnya saat dihubungi Radar kemarin (24/6 ). Tambah Jaka, nantinya massa pendukung dan simpatisan akan terkonsentrasi di Cibeureum sekitar jam 10.00. Jaka menegaskan setalah didata kurang lebih sekitar 600 bus dan 30 ribu motor akan ikut andil dalam kampanye pasangan yang diusung PPP, PBR, PBB, Demokrat, PKS dan PKB. ”Kita akan manfaatkan awal kampanye ini dengan terbuka bagi masyarakat, karena permintaan masyarakat dan ulama yang begitu kuat untuk segera mengkampanyekan Budi-Dede,” tutur ketua DPC PBR Kota Tasikmalaya. Ketua Koalisi Masyarakat Madani (KMM) Zenzen Zaenudin mewakili koalisi dan pasangan calon memohon maaf kepada seluruh warga Kota Tasikmalaya yang merasa terganggu hari ini pasangan Budi-Dede berkampanye. ”Saya selaku ketua tim memohon maaf jika besok (hari ini, red) aktivitas masyarakat terganggu, karena begitu besarnya keinginan dan antusias masyarakat untuk hadir dalam kampanye awal ini,” tuturnya. Zenzen mengatakan pihaknya telah membatasi jumlah massa yang akan hadir, namun permintaan dan desakan dari masyarakat yang simpatik terhadap Budi-Dede tidak bisa dihindari. ”Bahkan mereka siap menyewa kendaraan sendiri agar bisa ikut berkampanye dan ini memang tidak bisa ditahan, karena menjadi hak mereka,” ujarnya. Ia mengimbau agar semua pendukung dan simpatisan tetap menjaga ketertiban dan kelancaran dalam pelaksanaan kampanye. Untuk itu pihaknya pun telah mempersiapkan sebanyak 200 satuan petugas (satgas) dalam ikut mengamankan jalannya kampanye. (kim)

Pelajar Tasik Terseret Ombak dari hal 1

diperbolehkan pulang,” tuturnya. Ano menambahkan, sebelumnya, sekitar pukul 08.10, dua warga Sumedang yakni Ujang Kosasih (15) dan temannya Arif (17) juga terseret arus di kawasan Pos 4 Balawista. Mereka berhasil diselamatkan petugas dalam kondisi panik. “Dua orang itu memakai boogie (papan selancar mini, red) berenang terlalu jauh ke tengah dan terseret arus, namun berhasil kami evakuasi,” tuturnya. Meski sempat panik, kata Ano, kedua wisatawan tersebut kembali bisa beraktivitas setelah lebih dulu istirahat di pos penjaga pantai. Ano mengatakan, sejak pagi kawasan Pantai Barat Pangandaran dipenuhi ribuan wisatawan. Kondisi tersebut membuat Balawista meningkatkan kewaspadaan di lima pos penjagaan sepanjang tiga kilometer. Dikatakannya, selain melakukan pemantauan di lapangan, ia juga berlaki-kali mengimbau wisatawan berhati-hati saat beraktivitas di pantai. “Kami sarankan wisatawan untuk berenang di zona yang diizinkan, menggunakan

alat bantu berenang dan jangan sekali-kali memberanikan diri berenang jauh ke tengah. Informasi tersebut berkali-kali kami sampaikan melalui pengeras suara,” tandasnya. MAYAT WISATAWAN MISTERIUS TELAH DIKUBURKAN Sementara itu terkait mayat wisatawan misterius yang bunuh diri dengan melompat ke laut, menurut Ketua Organisasi Perahu Pesiar Pangandaran (OP3) Dedi Hermawan telah dikuburkan. Adapun lokasi penguburan pria yang meloncat ke laut saat menaiki perahu itu, kata Dedi, berada di pemakaman Pamugaran, Pantai Barat Pangandaran. Sebelumnya, mayat pria berkaos oblong itu ditemukan warga di Pantai Bojongsalawe, Parigi, Ciamis, Jumat (22/6). ”Setelah proses penyelidikan pihak kepolisian selesai, kami dengan segera menguburkan jenazah itu dengan pemulasaraan yang layak dan dishalatkan terlebih dahulu,” tutur Ketua OP3 Dedi Hermawan kepada Radar, kemarin (24/6). Dedi menuturkan, peristiwa modus bunuh diri dari atas perhau pesiar merupakan kali pertama terjadi di Pantai Pangandaran. Biasanya, kata Dedi, dalam berwisata ba-

hari, wisatawan yang naik perahu pesiar didampingi dua orang yakni nahkoda kapal dan pemandu. “Karena kemarin (waktu itu) yang naiknya cuma seorang, jadi cukup dipandu sama nahkodanya saja,” tuturnya. Agar kejadian serupa tak terulang, Dedi mengimbau kepada anggota perahu pesiar agar menyertakan seorang pendamping nahkoda yang berfungsi sebagai pemandu dan membantu nahkoda dalam memarkirkan perahu. “Setidaknya kalau ada hal yang membutuhkan pertolongan, nahkoda ada yang membantu. Kami berharap tidak ada lagi kejadian seperti itu (bunuh diri, red),” tuturnya. Di tempat berbeda, Kapolsek Pangandaran Kompol Sugiyarto SH menuturkan dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian menyimpulakan laki-laki yang mengenakan kaos dan celana jeans warna hitam itu merupakan korban bunuh diri. Hingga tadi malam, kata Sugiyarto belum ada pihak keluarga korban. “Identitasnya belum kita temukan, termasuk latar belakang korban mengakhiri hidupnya,” pungkasnya tadi malam. (nay)

Inisiatif Sendiri untuk Mencari Solusi dari hal 1

dulu yang sistemnya siap dipadukan dengan sistem milik bandara. Dengan demikian, penumpang tidak perlu lagi membayar di loket khusus dan diperiksa lagi saat boarding. Yang saya juga gembira adalah ketika mendengar tekad para direksi Angkasa Pura I dan II untuk berkaca ke tingkat internasional. Selama ini tidak ada keberanian untuk memasukkan bandara kita ke dalam sistem ranking internasional. Dengan demikian, kita tidak tahu bandara kita itu termasuk bintang lima, empat, tiga, dua, satu, atau tidak berbintang sama sekali. Dalam pertemuan tersebut disepakati Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Ngurah Rai Bali, Hasanuddin Makassar, dan Kuala Namu Medan didaftarkan untuk di-rank di tingkat internasional. Apa pun hasilnya akan diterima secara terbuka. Toh ada kesempatan untuk melakukan perbaikan, lalu dinilai lagi tahun berikutnya. Kalau ketakutan itu terus dipelihara, tidak akan ada dorongan yang kuat untuk berbenah. Bagaimana pelayanan yang di luar wewenang kepala bandara? Sambil mencari sistem yang terbaik, pihak bandara akan melakukan lomba berhadiah uang yang cukup besar. Penumpang akan dilibatkan menilai pelayanan yang diberikan instansi-instansi tersebut. Instansi yang mencapai standar yang telah ditetapkan akan mendapat hadiah uang cukup besar, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Saya melihat keseriusan pimpinan tiga perusahaan itu. Pelebaran jalan-jalan di

sekitar Bandara Cengkareng sudah mulai berfungsi dan memang terasa lebih lapang. Penataan parkir akan segera menyusul. Usaha mengatasi masalah sendiri seperti itu juga dilakukan oleh teman-teman di menara kontrol Bandara Soekarno Hatta. Setelah empat kali berkunjung secara mendadak ke tower itu, saya mendapat giliran diundang oleh mereka. Saya pikir, saya akan didemo atau setidaknya dikeroyok. Ketika masuk ke ruang pertemuan di bagian bawah tower, pertemuan sedang berlangsung. Sekitar 50 orang memenuhi ruang itu. Yang membuat saya kaget, tidak hanya teman-teman yang berprofesi petugas Air Traffic Control (ATC) yang hadir di situ. Terlihat juga para pilot dan manajer perusahaan penerbangan. Mereka sedang saling curhat: para pilot curhat mengenai pengalaman mereka mendarat atau take off di Soekarno Hatta dan awak ATC curhat mengenai kesulitan mereka sendiri. Sayangnya, banyak pembicaraan itu yang kurang saya mengerti. Maklum, mereka banyak menggunakan bahasa langit. Tetapi, kurang lebih saya bisa menangkap maksudnya. Para pilot, manajer perusahaan penerbangan, dan kru ATC menyepakati banyak hal. Berbagai perubahan akan dilakukan. Termasuk sepakat agar pembicaraan antara petugas menara kontrol dan pilot tidak menggunakan kalimat basa-basi atau sopan santun. Langsung saja pakai bahasa formal, singkat, tegas, agar lalu lintas pembicaraan bisa lebih padat. Disepakati juga, dalam hal Bandara Soekarno Hatta benar-benar sangat padat, menara kontrol Jakarta akan menghubungi bandara di luar Jakarta, tempat pesawat tersebut akan

berangkat menuju Jakarta. Lebih baik keberangkatan pesawat ditunda beberapa menit daripada tetap berangkat, tetapi sampai di Jakarta tidak bisa segera mendarat: berputar-putar dulu di langit Jakarta. Ini menjadi keluhan yang berat karena membuat perusahaan penerbangan rugi besar. Penggunaan bahan bakar pesawat itu luar biasa boros dan mahal. Untuk jenis 737, setiap jam menghabiskan 3.500 liter BBM. Artinya, sekitar Rp 33 juta per jam. Tim ATC Jakarta juga sedang memikirkan bagaimana kemampuan dua landasan yang ada bisa ditingkatkan. Sekarang ini dua landasan tersebut hanya bisa melayani pendaratan/tinggal landas pesawat 52 kali setiap satu jam. Jumlah itu sebenarnya masih bisa ditingkatkan, sebagaimana yang terjadi di bandara-bandara modern. Bahkan masih bisa ditingkatkan menjadi 72 kali. Kalau peningkatan ini bisa dilakukan, tentu antrean mendarat dan tinggal landas tidak terlalu berat lagi. Salah satu pilihan yang sedang disimulasi sekarang adalah mengubah sistem: salah satu landasan hanya khusus untuk take off dan satunya lagi khusus untuk landing. Masih disimulasikan apakah pilihan ini akan lebih baik. Kalau saja Bandara Kuala Namu Medan selesai akhir tahun ini dan bandara baru Ngurah Rai Bali selesai pertengahan tahun depan, setidaknya wajah bandara kita akan berubah banyak. Begitu banyaknya pekerjaan yang harus kita lakukan. Begitu rumitnya persoalan. Tetapi, dengan kemauan yang keras, kita akan bisa melakukannya. Untuk bisa naik kelas, memang tidak cukup hanya bicara dan bicara. Perlu bekerja, bekerja dan bekerja!

7 sam 25  

wakil gubernur,” paparnya. Saat ditanya sosok seperti apa yang cocok untuk mendampingi Yance, dirinya tidak menjawab secara gamblang. ”Pokok...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you