Issuu on Google+

SABTU, 23 JUNI 2012 / 3 SYABAN 1433 H

Video Porno Siswi SMP Beredar dari hal 1

celana olahraga dan kaos warna putih tanpa lengan. Selain mereka, ada juga yang mengenakan rok berwarna biru —yang dipakai SMP—terekam sehingga jumlah remaja di sungai itu berjumlah (plus perekam video) ada lima orang. Selain video remaja-remaja putri sedang mandi, warga di Jalan Ahmad Yani juga, kemarin menonton video penyiksaan remaja putra yang memakai jaket biru dan bertuliskan Brigez. Remaja berusia SMP itu direkam sedang berkelahi dengan pria seumurannya. Lawan pria berjaket itu berseragam SMP. Dari suara-suara yang ada di video itu, selain mereka masih ada orang-orang yang bagian dari pria berseragam SMP. Dalam rekaman berdurasi 6, 30 menit, pria berjake Brigez kemudian dipukuli. Dia pun diminta meminta maaf ke salah satu kelompok. Usai disiksa, pria berjaket Brigez itu diminta membuka baju dan celananya. Dia pun kemudian hanya mengenakan celana dalam.

Di rekaman itu juga terlontar nama-nama SMP dan namanama orang di salah satu perum. Salah satu yang disebutkan dalam video itu adalah SMPN 3. Sementara itu warga Kota Ciamis Kimung (30) mengatakan video porno dan kekerasan anakanak berseragam SMP itu berar di Ciamis via BBM (BlackBerry Masanger) dan Facebook. Bahkan video itu adalah pelajar SMPN 3 Ciamis. “Saya tahu penyebarannya sudah tiga hari ke belakang dengan sekarang,” jelas Kimung. Parid (16), salah satu pelajar SMP di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Ciamis mengaku mengetahui tayangan video porno dari teman-temannya. Dia menduga lokasi tiga perempuan madi mandi itu adalah objek wisata Curug Tujuh Panjalu, Ciamis. Terkait video penyiksaan terhadap remaja berjaket Brigez, sekitar tahun 2009 di Kota Tasikmalaya telah heboh. Terlebih, nama-nama yang disebutkan para penyiksa itu berada di Kota Tasikmalaya, dua diantaranya BKR dan Perum Cisalak, Cipedes. Sementara itu pihak SMPN 3 Ciamis membantah kabar yang

ramai di warga bahwa yang ada di video itu adalah murid atau almuni sekolah tersebut. Wakil Kepala (Wakasek) SMPN 3 Ciamis Asep Cahrian didampingi Bagian Kesiswaan Iros Rosita MPd mengatakan setelah mengamati dua tayangan video itu tidak satu pun yang dikenalinya sama sekali. ”Kami tegaskan sekali lagi tidak ada anak didik kami di tayangan kedua video tersebut,” terang Iros. Dalam wawancara terpisah Kasatreskrim Polres Ciamis AKP Shohet SH mengaku belum mengetahui ada dua video tersebut. ”Saya belum tahu bagaimana tayangannya,” ujarnya. Ketua LSM Binangkit Perlindungan Perampuan dan Anak Kabupaten Ciamis Vera Fillinda memberi tanggapan soal dua video itu. “Kami lihat dampak dari kemerosotan budaya malu juga merupakan salah satu pemicu mengapa mereka berani membuat (video) seperti itu,” terang Vera kemarin. ”Kami berharap penyebar video awal pun dilakukan tindakan tegas, termasuk para anak yang melakukan aksi kekerasan juga harus diusut tuntas,” tuntut Vera. (isr)

Matador Ingin Pecah Telur dari hal 1

pertandingan akan berlangsung sulit dan kami harus siap menderita,” tutur Casillas. Lawan Prancis sekaligus membuat Casillas harus siap berhadapan dengan rekan seklubnya di Real Madrid. Dia adalah striker Karim Benzema. “Bersama (Franck) Ribery, keduanya merupakan pemain yang berbahaya dan memiliki kemampuan mengubah jalannya pertandingan. Keduanya belum mencetak gol di turnamen, tapi itu akan membuat mereka bermain dengan motivasi tinggi,” terang pemilik 134 caps tersebut. Di kesempatan terpisah, striker Spanyol Fernando Torres menilai jam terbang skuad Matador masih lebih baik dengan skuad Les Bleus bakal jadi nilai plus. Sebagai catatan, jumlah laga dari skuad Spanyol (23 pemain) ada-

lah 1.058 laga atau rata-rata 46 laga. Bandingkan dengan Prancis yang rata-rata hanya 24 laga. “Pengalaman sangat penting dalam fase knockout di ajang seperti Euro,” tandas Torres kepada Associated Press. “Kami berharap Prancis kesulitan menemukan ritme mereka lagi (setelah kalah dalam laga terakhir). Tapi, apabila mereka menemukannya, kami bakal siap. Saat ini, Spanyol sangat sulit dikalahkan, apalagi jika dalam performa terbaik,” sambung striker yang mengemas dua gol selama fase grup tersebut. Spanyol bakal sulit dibendung karena entrenador Vicente del Bosque bisa menurunkan semua pemainnya. Ingat, pemain cadangan Spanyol sekalipun tidak bisa dipandang sebelah mata. Lihat bagaimana Jesus Navas mencetak gol semata wayang kemenangan atas Kroasia di laga

terakhir grup (18/6). Sebaliknya, barisan bench Prancis dianggap memiliki gap dengan pemain starter. Salah satunya defender Laurent Koscielny. Seiring kerap melakukan blunder bersama klubnya, Arsenal, Koscielny diragukan bisa menutup absennya Philippe Mexes karena akumulasi kartu. Koscielny yang memiliki darah Polandia itu juga baru tiga kali tampil bersama timnas. Seiring rawannya jantung pertahanan, Blanc disebut bakal menurunkan tiga gelandang pekerja sekaligus, Alou Diarra, Yann M’Vila, dan Yohan Cabaye. Itu sekaligus upaya untuk merusak alur bola lini tengah Spanyol yang dikomando Xavi Hernandez. “Yang paling penting adalah setiap pemain harus memiliki kepercayaan diri apabila ingin mengalahkan Spanyol dan melangkah ke semifinal,” katanya. (dns/jpnn)

Pemkot Tasik Dinilai Lalai dari hal 8

itikad untuk melindungi pedagang tradisional, artinya (minimarket, red) harus dibatasi,” terangnya. Namun faktanya di lapangan, kata dia, minimarket terus bertambah di tiap kecamatan. ”Faktanya di lapangan, ada minimarket yang berizin, berarti kesalahannya dari pemerintah (karena memberikan peizinan, red). Dan ada juga minimarket yang tak berizin, dan berarti kesalahannya ada pada owner atau pemiliknya,” katanya. Secara faktual, tumbuhnya minimarket yang melebihi batasan itu telah memunculkan wacana untuk mengevaluasi perda. Bahkan ke DPRD secara langsung ada beberapa usulan, antara lain tolong perdanya diubah. ”Aspirasi ini sudah ditangkap. Tetapi sejauh ini, rupanya komisi II belum disampaikan,” katanya. Usulan merevisi Perda terse-

but, kata Asep, selama ini seringkali disampaikan saat dewan reses. Dan secara formal dimunculkan pula dalam pandangan fraksi saat sidang paripurna. Ada juga usulan resmi kepada badan legislasi untuk mengubah perda itu. Sehingga, timbul pilihan, apakah tetap mempertahankan perda, atau justru perda tersebut yang harus disesuaikan dengan kondisi faktual. “Ada pandangan dari sejumlah tokoh, tapi itu sebagian, daripada terus menerus melanggar perda, sesuaikan saja perdanya (revisi, red). Pandangan lainnya, jangan (direvisi, red). Justru harus dilestarikan, soalnya perda itu sebagai sebuah bentuk aspirasi yang kita tangkap dari masyarakat,” paparnya. Dihubungi terpisah, Ketua Komisi II DPRD Ade Ruhimat menolak tegas perubahan atau revisi perda tersebut. Menurut Ade, bukan Perda yang harus diubah, justru pelanggaran per-

da itu yang harus ditindak. ”Analoginya begini, kalau kopeah kekecilan, apakah kepalanya yang harus diubah dikecilkan, atau kopeahnya yang harus diubah. Kalau menurut saya, kopeahnya yang harus diubah, bukan kepalanya yang diubah,” tandasnya kepada Radar via ponselnya, tadi malam (22/6). Kalau perdanya terus diubah, kata dia, itu akan jadi preseden buruk dalam regulasi di Kota Tasikmalaya. Perda tersebut dibuat karena ingin melindungi pasar dan warung tradisional. ”Kenapa yang disalahkan perdanya?” tanyanya. Diakui Ade, banyak rayuan dari kalangan pengusaha untuk menggolkan soal revisi perda. ”Tolong, jangan seperti pajak hiburan, yang mewacanakan naiknya pajak karaoke itu eksekutif. Sekarang malah dia (eksekutif, red) juga meminta supaya diturunkan,” tegasnya. (uym)

Uu: Saya Butuh Duit dari hal 8

Karang Jaya, minggu ini. ”Kenapa (masyarakat) Karang Jaya demo, karena belum dikasih pembangunan sama saya. Kenapa belum dikasih, karena tidak ada duit,” kilahnya. Karenanya, Uu berharap semua elemen, baik Pemerintah Kota Tasikmalaya maupun elemen lainnya, untuk mengerti keadaan Kabupaten Tasikmalaya yang benar-benar butuh pemasukan dana. Dia berharap, tidak ada pandangan yang negatif terhadap kebijakannya itu. ”Jangan karena kami sedang berkuasa, siapa yang menentang kebijakan kami, maka kami akan tolak. Saya berharap tidak seperti itu,” tegas Uu. Menurut Uu, GOR Sukapura disewakan kepada pihak swasta karena sudah tidak lagi dipergunakan untuk pembinaan para atlet muda olahraga. Pembinaan atlet muda bisa dilakukan di daerah-daerah. Terlebih, Pemkab sedang menyiapkan sarana olah raga baru di wilayah yang tidak jauh dari Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. ”(GOR Sukapura, red) sudah

tidak lagi dimanfaatkan oleh pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sebagai fasilitas publik. Tetapi sebagai fasilitas yang dimanfaatkan untuk meningkatkan PAD,” terang Bupati. Kedepanannya, kata dia, kalau ada pihak swasta yang berminat lagi memanfaatkan sarana olah raga yang ada di Dadaha Kota Tasikmalaya, baik itu GOR Sukapura, GOR Susi Susanti, atau kolam renang belakang GOR Sukapura, dirinya akan menyetujui. Terlepas apakah pemanfaatan untuk kegiatan bisnis atau lainnya. ”Bagaimana rasanya seorang pemimpin didemo. Sementara duit tidak ada. Tolong hargai itu, juga hak saya tidak melanggar normatif yang ada,” pungkasnya. Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya Agoeng Novansyah Soemardi SH mengatakan, dewan tidak mengetahui terkait dengan penyewaan aset pemkab ke pihak ketiga. Hal itu sangat disayangkan. ”Sebaiknya segala permasalahan yang menyangkut pihak ketiga (pengusaha penyewa, red), alangkah bijaknya bupati berbicara dengan DPRD, kalau masih mengang-

gap ada,” ungkapnya kepada Radar melalui sambungan telepon tadi malam, (22/6). Agoeng menilai, menyewakan GOR Sukapura ke pihak ketiga itu ada indikasi pemerintah menyampingkan pengembangan atlet-atlet muda yang berpotensi dan berprestasi. Tetapi lebih mementingkan peningkatan PAD tanpa dipertimbangkan dulu sebab dan akibat dari kebijakan tersebut. ”Jelas! Bupati menyampingkan atlet. Lebih ambisi mementingkan PAD. Harusnya sebelum melakukan kerja sama dengan pihak ketiga, ada pengalihan tempat berlatih atlet yang dibayar oleh pihak ketiga lagi,” tegas Agoeng. Pengalihan fungsi GOR Sukapura menjadi bazar walaupun sementara, terang dia, adalah kebijakan yang salah. Walaupun sebagai terobosan batu itu bagus untuk menyelamatkan aset Pemkab Tasikmalaya yang sedang bermasalah. Selain itu, juga memang bisa membantu bagi masyarakat dalam menyambut Ramadan. Sehingga persoalan ini membuat dilematis Bupati akibat suka berjalan sendiri tanpa berbicara dengan DPRD. (snd)

Tiap Tahun Pawai, Kenalkan... dari hal 8

tidak menutup untuk masyarakat umum yang ingin berkreasi di acara imtihan juga boleh,” jelas Cahya, saat diwawancarai Radar, kemarin (22/6). Dalam kegiatan imtihan, lanjut Cahya, para santri biasanya ber-

kreasi seni seperti nadom, baca puisi, nyanyi dan tari. Kegiatan ini tidak tuntas kemarin, karena akan berlanjut hingga Sabtu (23/ 6). Malam minggunya dilanjutkan dengan wisuda “Kegiatan ini untuk dananya dari pesantren dan sumbangan dari masyarakat sekitar,” jelasnya.

Jumlah anak yang diwisuda pada periode ini, terangnya, sebanyak 20 santri TKA. ”Kegiatan ini untuk menampilkan lebih detail tentang ponpes dan supaya masyarakat lebih mengenal kegiatan dalam ponpes setelah ponpes lebih banyak dikelola oleh para alumni,” tandasnya. (*)

7

Budi Bersyukur, Syarif Berserah Diri dari hal 1

masyarakat. ”Saya sangat menghormati adanya hasil survei tersebut. (Hasil survei itu, red) yang membuat kita semakin terpacu untuk membuktikan diri bahwa kita bisa menjadi kuda hitam,” ujarnya usai pemaparan visi dan misi di hari pertama kampanye di DPRD Kota Tasikmalaya kemarin. Dalam kesempatan berbeda, calon Wali Kota H Syarif Hidayat—yang diusung Koalisi Peduli Nasib Umat (KPNU)—diplomatis menanggapi hasil survei LSI. Politisi senior PAN Kota Tasikmalaya ini mengaku saat ini hanya berserah diri kepada Allah SWT untuk pilwalkot 2012, karena sejauh ini usaha yang dilakukannya sudah semaksimal mungkin. ”Saya hanya berdoa bagaimana Engkau saja ya Allah dan saya tidak bingung dan merasa susah. Justru saya menyerahkannya

semuanya kepada Allah,” ujarnya. PUAS Ketua Koalisi Masyarakat Madani (KMM), pengusung Budi-Dede, Zenzen Zaenudin mengaku cukup puas dengan hasil survei LSI itu, karena adanya kesesuaian dengan hasil surevi yang dilakukan internal KMM. ”Ini bukti hasil kerja keras tim di internal koalisi (KMM), meskipun hasilnya secara survei internal KMM lebih dari itu,” tuturnya. Ia pun berharap adanya kesesuaian hasil survei LSI dan internal KMM tersebut bisa menjadi pemacu semangat timnya bisa lebih bekerja menggali dukungan terhadap pasangan Budi-Dede. ”Kita akan terus kerja keras bersama tim agar hasil survei tersebut bisa dipertahankan,” ungkapnya. Ketua Tim Pemenangan H Mumung-H Taufik (Mufakat), Yoyo S Boyo mengatakan survei sebuah lembaga tidak bisa dijadikan

tolak ukur kemenangan salah sastu pasangan di pilwalkot, karena dalam merumuskan hasilnya tidak dilakukan secara menyeluruh atau berdasarkan sample saja. ”Ya itu silahkan saja melansir, akan tetapi meski Mufakat tidak melakukan survei yang akan menentukan itu dari hasil akhir,” ujarnya. Ketua Koalisi Peduli Nasib Umat (KPNU) Nurul Awalin mengaku sangat berterima kasih atas adanya hasil survei LSI tersebut sehingga dengan masih adanya waktu yang cukup panjang pada pelaksanaan pemilihan membuat tim koalisi (KPNU) dan pasangan calon yang diusung (SyarifCecep) semakin paham bertul kekuatan lawan. ”Kita juga berdasarkan SNA menang telak, dan tidak harus dipublikasikan secara luas. Karena kita yakin menang dengan 17 kursi DPRD,” tandas politisi Partai Golkar ini. (kim)

Hasil Investigasi Dirahasiakan dari hal 1

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Azman Yunus di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta kemarin. Sebanyak 11 korban yang meninggal sudah dimakamkan kemarin. Mereka diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusumah pukul 7.30 pagi dengan upacara militer. Menurut Azman, waktu tiga bulan sebenarnya tidak cukup untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. “Namun, penyidik dengan kemampuannya semaksimal mungkin akan berupaya,” katanya. Tim akan melibatkan ahli Fokker-27 termasuk penerbang, bagian teknik dan bagian avionik. Azman berharap semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab. “Ini baru sehari jatuh, penyelidikan baru dimulai. Tentu rekan-rekan pers juga tidak mau membodohi masyarakat dengan dugaandugaan tanpa dasar,” katanya. Dia menyesalkan satu pemberitaan di sebuah media online yang sudah menyebut pesawat jatuh karena hanya satu mesin yang

berfungsi. “Itu tidak benar. Kalaupun dalam kondisi darurat, seorang penerbang sudah dilatih untuk kondisi-kondisi emergency,” kata Azman. Sudah menjadi prosedur tetap, seluruh kondisi pesawat maupun awak pesawat selalu dicek kesatuan. Setiap melakukan latihan penerbangan, kru selalu memberikan rilis atau semacam rencana penerbangan. Awak pesawat pun selalu dikenakan pemeriksaan kesehatan secara rutin. “Pesawat itu seberapapun usianya selalu dicek rutin. Setiap hari kru yang akan terbang diperiksa kesehatannya. Setiap skuadron ada dokternya,” katanya. Jika awak udara tidak fit, maka tidak diperkenankan terbang. “Kita sudah menekankan zero accident (nol kecelakaan), kita cegah sebisa mungkin namun ini musibah dari Allah,” katanya. Memang, tanggal 5 Juni lalu atau sekitar dua minggu sebelum musibah Fokker, TNI AU mengumpulkan para pakar di Halim Perdanakusumah. Sehari penuh mereka berbagi ilmu tentang keselamatan penerbangan dari ber-

bagai faktor. Mulai mesin, hingga faktor pilot. Azman melanjutkan, penyelidikan jatuhnya Fokker-27 nomer A 2708 cukup rumit karena tidak ada kru pesawat yang tertolong. “Memang ada saksi mata, itu nanti juga akan dimintai keterangan,” katanya. Dia juga meralat keterangan Dispenau sebelumnya yang menyebut Fokker 27 mempunyai blackbox (kotak hitam). “Standar pesawat militer tidak ada blackbox. Sebab di sana ada rahasia negara yang bisa jatuh ke tangan musuh,” ujarnya. Sisa pesawat Fokker 27 di skadron 2 Wing 1 Lanud Halim akan di-grounded (dilarang terbang) untuk sementara. “Latihan rutin yang memakai Fokker 27 dihentikan dulu sementara waktu. Kami akan lakukan investigasi internal dulu kenapa pesawat itu bisa jatuh,” kata dia. TNI AU memiliki enam pesawat Fokker 27. Satu di antaranya, Kamis (21/6) siang, jatuh di permukiman penduduk Kompleks Rajawali. “Semua Fokker 27 saat ini diletakkan di homebase untuk sementara waktu,” tutur Azman. (rdl/jpnn)

Tiga Puluh Tahun Temukan 80 Varian dari hal 1

Selain itu, dia memperoleh penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Abdurrahman Wahid dan Harsberger Medal dari Society of Ethnobotanists, India. Sejauh ini Elizabeth memang satu-satunya ahli taksonomi bambu di Indonesia. Dia pun mendapat julukan doktor bambu Indonesia. Peneliti senior di Pusat Penelitian Biologi LIPI tersebut memang cinta mati pada bambu. Kecintaannya juga tecermin dari kegemaran dia memakai bahan-bahan dari bambu. Salah satunya kaus kaki dan T-shirt. “Percaya atau tidak, pakaian berbahan bambu itu kalau pas udaranya panas, dipakai malah dingin. Tapi, ketika udaranya dingin, malah hangat,” jelasnya. Kecintaan Elizabeth pada bambu awalnya tidak sengaja. Bahkan, dia lebih dulu menyukai rumput daripada bambu. Sekitar 1975 Elizabeth yang mengambil jurusan biologi di Universitas Padjadjaran Bandung menggarap skripsi. Seperti mahasiswa semester akhir pada umumnya, Elizabeth banyak memiliki waktu luang karena hanya mengerjakan karya ilmiah itu. Saat senggang tersebut, dia diajak salah seorang dosennya untuk meneliti makanan banteng di Pangandaran. “Makanan banteng adalah rumput. Dari situlah saya tertarik untuk menggarap skripsi tentang ekologi rumput,” jelasnya. Karena penelitiannya tentang tanaman rumput, ibu dua anak tersebut lalu disarankan untuk mencari dosen pembimbing di IPB Bogor. Ketemulah Elizabeth dengan Prof Mien A. Rifai, dosen IPB yang juga peneliti LIPI. Bukannya langsung mengarahkan Elizabeth untuk meneliti rumput, Mien justru menawari perempuan kelahiran 30 Maret itu untuk meneliti tanaman bambu. “Saya awalnya tanya, lho bambu itu kan bukan rumput. Eh, ternyata bambu termasuk jenis rumputrumputan,” kenang Elizabeth. Perempuan berjilbab tersebut lalu diarahkan untuk menggarap skripsi tentang alat musik bambu di Jawa Barat. Dia kemudian mendatangi Sanggar Saung Angklung di Jalan Padasuka, Bandung. Di situ Elizabeth tinggal tiga bulan guna menyaksikan sendiri proses pembuatan angklung. “Saya lihat mulai mencari, memotong,

sampai bikin angklung,” kata dia. Dari situ Elizabeth jadi tahu bahwa angklung dibikin dari bambu hitam atau awi hideung. Menurut pemilik Sanggar Saung Angklung, bambu hitam merupakan jenis bambu yang paling baik untuk membuat angklung. Namun, kemudian Elizabeth menyadari, ada masalah dalam penamaan jenis bambu. Setelah menelisik lebih jauh, nama Latin bambu hitam ternyata sama dengan tiga jenis bambu lainnya, yakni awi ater, awi gombong, dan awi mayan. Padahal, ketiganya memiliki ciri-ciri yang berbeda. “Baik awi hideung maupun tiga bambu lainnya, waktu itu, namanya cuma satu, yaitu Gigantochloa verticillata (Wild) Munro. Karena itu, saya harus menyelesaikan masalah penamaan itu,” jelasnya. Perempuan kelahiran Kudus, Jawa Tengah, itu pun tergerak untuk mengklasifikasi namanama bambu tersebut. Sejak saat itu Elizabeth makin serius dengan ilmu taksonomi, khususnya bambu. Keempat bambu itu lantas diberi nama baru. Bahkan, ada yang diberi nama sesuai dengan nama belakang Elizabeth. Awi ater yang berwarna hijau diberi nama Gigantochloa atter, awi hideung menjadi Gigantochloa atroviolacea Widjaja. Sedangkan awi gombong yang memiliki setrip hijau dan kuning cerah diberi nama Gigantochloa pseudoarundinaceae (Steud) Widjaja. Lalu, awi mayan yang berciri setrip hijau dan kuning kusam diberi nama Gigantochloa maxima (Poir) Kurz. Saat sibuk membuat skripsi tentang jenis alat musik dari bambu, dosen pembimbingnya tiba-tiba menawari Elizabeth bekerja di Pusat Penelitian (Puslit) Biologi LIPI. Tawaran itu tidak datang tanpa sebab. Padahal, dosen pembimbing Elizabeth tergolong dosen yang “sulit”. Meski hanya sebagai tenaga honorer, Elizabeth senang luar biasa. Sejak saat itu Elizabeth bekerja di Puslit Biologi LIPI. Kegemaran meneliti bambu pun semakin tersalurkan. Hingga pada 1980 dia mendapat beasiswa untuk melanjutkan jenjang S-2 di Departemen Biologi University of Birmingham, Inggris, dengan sponsor dari British Council. Tapi, baru tiga bulan di Inggris, Elizabeth sudah tidak betah. Pasalnya, hasil ujian tengah semesternya hanya mendapat nilai 4. Elizabeth sangat kecewa. Dia sampai minta pulang. “Saya bilang pada profesor saya,

seumur hidup saya tidak pernah dapat nilai 4. Saya sungguh menyesal,” tuturnya. Meski begitu, atasan Elizabeth di LIPI tetap ingin anak buahnya menyelesaikan studinya. Dia diminta untuk belajar lebih keras lagi agar nilainya jadi baik. Usahanya tidak sia-sia. Dalam ujian akhir semester, Elizabeth berhasil membuktikan kemampuannya. Meski tidak diberi tahu berapa nilainya, Prof Jack Hawkes mengatakan hasil ujian Elizabeth bagus. Karena itu, dia lalu ditawari melanjutkan ke jenjang S-3 untuk mengambil gelar PhD. “Di sana, kalau nilainya A atau B+ bisa diusulkan untuk meraih PhD,” ujarnya. Namun, Elizabeth menolak tawaran tersebut. Sebab, dia sudah mendapat dua tawaran untuk mengambil gelar PhD di Prancis dan Australia. Awalnya Elizabeth berencana mengambil tawaran di Australia yang lebih dekat dengan Indonesia. Tapi, rencana itu batal setelah dosen pembimbingnya, Prof Jack Hawkes, memberikan pemahaman bahwa di Australia Elizabeth mesti lulus seleksi lebih dulu. Sedangkan di University of Birmingham dia langsung diterima. Akhirnya, pada 1990-1995, Elizabeth menerima dana penelitian dari International Development Research Center, Kanada. Dana tersebut dia gunakan untuk meneliti plasma nuftah bambu di Indonesia. Elizabeth pun menjadi makin sering keluar masuk hutan dan pegunungan untuk menemukan jenis bambu yang baru. Hasilnya, Elizabeth mampu memublikasikan 43 jenis bambu yang ditemukan. Tercatat sudah ada 160 jenis bambu yang dikenali dan dikelompokkan Elizabeth. Di antara jumlah itu, 80 jenis merupakan hasil temuannya. Saat ini Elizabeth tengah meneliti 20 spesimen bambu lagi. Menurut Elizabeth, masih banyak jenis bambu di Indonesia yang belum ditemukan dan diketahui jenisnya. Padahal, dikhawatirkan 15-20 tahun mendatang masyarakat Indonesia belum tentu bisa melihat bambu lagi. Sebab, penebangan bambu secara besar-besaran terus terjadi tanpa disertai upaya budi daya. “Sayang sekali. Padahal, kegunaan bambu sangat banyak yang tidak diketahui masyarakat. Salah satu di antaranya, menjaga keseimbangan lingkungan,” tutur dia. (*/c4/ari)

Minimarket Ilegal Ditutup dari hal 8

merasakan enaknya disini, salah satunya (karena) perusahaan lembaga ini hanya ini,” ujar Fungsionaris Yayasan Syifaurrahman, Agus Abdul Wahab, kepada Radar kemarin (22/6). Agus menyayangkan perda itu yang membatasi hanya dua minimarket untuk satu

kecamatan. “Ketika membangun, ini untuk yayasan. Ternyata perda di (kota) Tasikmalaya dengan hanya memperbolehkan dua minimarket ini sangat disayangkan,” paparnya. Pihak ponpes mengajukan permohonan izin tenggang selama tiga hari untuk mengurus perizinan. Namun permohonan itu ditolak. Akhirnya para pegawai minimarket

menutup sendiri minimarket tersebut. “Tapi saya akan berusaha terus supaya mendapat izin dari pihak terkait. Saya sudah beberapa kali minta saran kepada ketua DPRD supaya tidak langsung ditutup. Tapi kewenangan eksekusi katanya ada di Satpol PP dan Satpol PP tidak memberikan waktu sama sekali,” sesalnya. (pee)

Pergantian Otong Diperdebatkan dari hal 8

“Ada dua persepsi. Pertama bahwa keputusannya (pergantian Otong, red) harus menunggu mahkamah partai bersidang. Kedua, ini sudah selesai. Mahkamah partai, karena belum ada juklak juknis, maka diserahkan kepada DPP dan DPC,” ujar Wakil Ketua Bidang OKK DPC PPP, Ramdani Mun’im kepada Radar, kemarin (22/6). Dianggap multi tafsir, jelas Ramdani, karena dalam surat tersebut ada kalimat klausul “Sepanjang belum ada putusan mahkamah parta DPP PPP, baik putusan sela maupun putusan akhir, tentang penyelesaian perselisihan internal partai yang diajukan ke mahkamah partai, maka ketentuan dan mekanisme berjalan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.” Berdasarkan isi surat itu, DPC PPP menafsirkan bahwa berdasarkan isi surat tersebut, kewenangan untuk mengganti Otong oleh

Agus Wahyudin bisa dilakukan DPC. Untuk menghindari kesalahan pengambilan keputusan, rencananya DPC PPP akan berkonsultasi kepada DPP untuk membicarakan klausul yang terdapat pada surat jawaban dari mahkamah partai itu. Meski sebenarnya dari pandangan fraksi, surat tersebut sudah merupakan jawaban bahwa masalah pergantian Otong sebagai ketua dewan bisa langsung dilakukan oleh DPC. “Kalau menurut tafsiran DPC itu sudah jelas, itu (surat mahkamah partai, red) sudah keputusan. Karena semua mekanisme sudah dijalankan. Tetapi untuk lebih jelasnya, DPC akan berkonsultasi dengan DPP,” tuturnya. Ditemui terpisah di ruangannya, Ketua DPRD Otong Koswara mengaku punya pandangan tegas. Surat tersebut, kata dia, tidak multi tafsir, dan sudah merupakan jawaban jelas. Bahwa mahkamah partai akan kembali mengirimkan surat jawaban atas keberatan Otong terhadap rencana pergantian dirinya oleh Agus Wahyu-

din. Dia menyarankan DPC PPP berkonsultasi kepada mahkamah partai untuk mencari kejelasan dari tujuan isi surat itu “Menurut saya tidak multi tafsir. Ini hanya ada perbedaan penafsiran. Dan kemarin sudah disarankan daripada kita berkutat menafsirkan itu lebih baik kita menaanyakan kepada si pembuat yaitu mahkamah partai. Kalau belum membuat keputusan ada konotasi akan membuat keputusan,” tandas Otong. Sementara itu, wakil ketua DPRD, Ade Lukman menjelaskan, pimpinan dewan tidak akan ikut campur karena itu permasalahan internal partai, sehingga pimpinan dewan akan menunggu kejelasan dari Mahkamah Partai ataupun DPP PPP untuk mengambil kesimpulan. “Kapasitas kami sebagai pimpinan DPRD. Silahkan selesaikan dulu di internal partai. Setelah tidak ada multitafsir baru bisa diputuskan,” singkatnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, tadi malam (22/6). (pee)


7 sam 23