Issuu on Google+

SENIN, 14 MEI 2012 / 22 JUMADIL TSANI 1433 H

Tinggal Tunggu Hari Persalinan dari hal 1

kan nggak tahu kapan,” ujar Nia yang didampingi suami saat ditemui di Hotel The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jumat malam. Nia dan Ardie malam itu nonton konser Slank. Nia pun terlihat menikmati konser tersebut. Sesekali dia bergoyang mengikuti musik. “Bayinya ikut goyang-goyang.

Gara-gara mamanya goyang juga kali ya,” ucapnya. Dia bilang, bayi di dalam perutnya diperkirakan berkelamin perempuan. Tidak ada halangan berarti selama kehamilan tersebut. Namun, menjelang hari persalinan, Nia mengungkapkan bahwa emosinya naik turun. “Naik turun gitu lho emosinya. Kadang sedih, kadang tiba-tiba kesel

sama orang. Enggak tahu, enggak jelas. Padahal, orang itu enggak salah apa-apa,” ungkap Nia lantas tersenyum kecil. Ardie pun harus menjadi suami siaga. Sebab, sebentar lagi, hari yang dinanti tiba, yakni saat anak pertamanya lahir ke dunia. Mereka merencanakan melahirkan di Jakarta saja. “Memang mau di mana?” kata Ardie. (jan/c5/tia)

Maung Mengamuk dari hal 1

Kemenangan itu, dikatakan Away—sapaan akrabnya— semakin membangkitkan kembali kepercayaan publik sepak bola Bandung terhadap Persib. Terlebih Away pun secara terang-terangan, mengapresiasi kerja keras para penggawanya di lapangan. Kendati di menit-menit akhir sempat mengalami penurunan ritme pertandingan, namun secara keseluruhan, Away mengaku puas. “Saya mengapresiasi kerja keras semua pemain. Kita bersyukur bisa main maksimal dan memenangkan pertandingan,” ujar Away saat jumpa pers, di Stadion Siliwangi Bandung, kemarin. Kendati demikian Away mengakui, jika pertandingan tersebut berjalan dengan tensi yang sangat tinggi. Pasalnya, kedua tim sama-sama ngotot untuk meraih kemenangan. “Hari ini, tensi pertandingan berlangsung sangat tinggi. Ini berbeda dengan saat lawan Persiwa Wamena kemarin. Mengenai, dua gol lawan, saya rasa itu wajar, dalam setiap pertandingan hal tersebut selalu terjadi, pada 45 menit pertama kita berhasil menguasi bola, tapi sebaliknya 45 menit kedua kita malah sangat jarang memiliki peluang justru malah lawan yang menekan. Tapi anak-anak sangat disiplin,” paparnya. Disinggung apakah karena faktor stamina yang mempengaruhi Maman Abdulrachman dan kawan-kawan sehingga lawan mudah mencetak dua gol di menit-menit akhir, Away mengaku bukan karena itu, ia hanya mengatakan, lemahnya konsentrasi para pemainnya yang membuat lawan mampu memanfaatkan peluang tersebut. “Kita terkecoh memang. Sebelumnya kita terlalu asik memainkan bola karena seolah sudah optimis menang sehingga faktor konsentrasi jadi terabaikan. Ini

yang manjadi titik lemah kita,” akunya. Untuk itu dirinya mengaku akan mengevaluasi ulang terhadap permainan para punggawanya kemarin. ”Kita akan lakukan evaluasi lagi, dari kelemahan itu yang menjadi titik pekerjaan rumah bagi kami,” tutupnya. Sementara, Rahmad Darmawan, pelatih Pelita Jaya tetap memberikan acungan jempol kepada para pemainnya. Kendati kalah, ia tetap menilai, Greg Nwokolo cs bermain maksimal dan penuh motivasi. “Permainan anak-anak sudah bagus. Mereka sudah bermain maksimal. Kita banyak peluang namun tidak mampu dimanfaatkan dengan baik,” kata RD sapaan akrabnya kepada wartawan usai pertandingan, kemarin. Ditanya terkait kepemimpinan wasit, RD lebih memilih diam. Ia mengaku tidak ingin megomentari terkait perangkat pertandingan, yang pasti ia menilai, laga derby tersebut berlangsung menarik. Bahkan ia memuji penampilan Persib sepanjang pertandingan. “Persib bermain bagus, mereka memiliki banyak peluang. Apalagi di 45 menit pertama mereka bisa langsung mencetak dua gol. Ini merupakan kemajuan yang cukup baik bagi Persib. Saat ini mereka telah bermain sangat lepas, meski kita dibabak kedua sempat bisa mencuri dua gol,” tandasnya. Sementara itu, jalannya pertandingan sendiri berlangsung sangta ketat, kedua tim samasama bermain terbuka. Namun di 45 menit pertama, Maung Bandung tampil mendominasi, alhasil dimenit ke 37, penyerang Persib Marcio Souza dilanggar di kotak 16. Wasit Hamsir yang memimpin pertandingan pun menunjuk titik putih. Miljan Radovic yang dipercaya mengeksekusi tendangan penalti sukses menceploskan bola ke sudut kiri gawang yang dijaga I Made Kadek Wardana. Tidak

hanya itu serangan demi serangan pun terus dilancarkan anak-anak asuhan Robby Darwis. Menit ke 42 akhirnya Persib mampu menambah pundi-pundi golnya, setelah melalui kerja sama apik yang diperagakan para pemainnya. Marcio yang berdiri bebas disamping kanan pertahanan Pelita Jaya, berhasil memberikan umpan matang kepada Noh Alam Shah yang telah menunggu di dalam kotak penalti. Namun, karena kecerdasannya, Along sapaan Noh Alam Shah kembali memberikan bola matang kearah Atep. Mendapat ruang bebas, pemain asal Cianjur ini tak menyia-nyiakan peluang tersebut. Alhasil tendangan mendatar yang dilesakan Atep mampu kembali menjebol gawang Pelita Jaya, Skor pun berubah menjadi 2-0. Hingga turun minum, skor ini tetap tidak berubah. Memasuki babak kedua, Persib terus mengambil inisiatif penyerangan. Namun ketatnya petahanan Pelita Jaya, membuat para penyerang Persib kesulitan. Malahan, Pelita balik menyerang, melihat kondisi seperti itu, coach Robby Darwis mulai memasukan Airlangga Sucipto menit ke-69 menggantikan Budiawan. Terbukti dengan strategi itu, Airlangga sukses memanfaatkan umpan lambung dari Marcio Souza setelah berhasil memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Pelita Jaya, skor pun berubah 3-0. Pelita Jaya bukan tanpa peluang. Serangan pun kian digencarkan anak-anak Karawang itu. Memasuki menit-menit akhir konsentrasi pemain Persib kian turun. Memanfaatkan situasi itu, Penyerang asing Pelita Jaya, Alexander Bajevsky berahasil mencetak dua gol secara berturut-turut yakni menit ke 80 dan 91. Namun sayang hingga peluit panjang dibunyikan skor 3-2 untuk kemenangan Persib tidak berubah. (asp)

Anak Punk Terkapar dari hal 1

meninggalkan identitas. Meski demikian, polisi telah menghimpun informasi bahwa pemuda kurus bertinggi badan di bawah 170 cm ini bernama Viki Pratama. Dia berusia 19 tahun dan masih berstatus pelajar di salah satu SMK swasta di Kota Tasikmalaya. Saat ini pemuda berkaos hitam dengan gambar khas anak metal ini dikabarkan tengah menunggu proses kelulusan. “Saat ditemukan tidak ada identitas. Untuk pelaku (penganiayaan, red) masih dalam lidik dan sementara kita menunggu korban sehat untuk memberikan keterangan,” tuturnya. Pantauan Radar hingga siang kemarin belum ada sanak saudara pemuda itu yang menjenguk ke IGD RSUD Kota Tasikmalaya. Sekilas, dari penampilannya, korban seperti anak penyuka musik punk rock. Terlebih celana pendek penuh dengan atribut punk, kaos hitam panjang bertuliskan Prapatan Rebel dan model rambut mohawk. Dia mengalami beberapa luka lecet dan pengelupasan kulit di dagu, wajah, betis dan paha. Bagian belakang batok kepalanya juga mengalami lebam, serta luka di atas mata kiri yang dijahit empat jahitan. Kaki kiri korban juga diperban karena mengalami luka parah. Sebagian kulit telapak kaki dan

kurang dari 5 menit pada kategori SS 5. Di antaranya Riki Celeng dari Tim Jangkar Miring Hiu. Tepuk tangan penonton terdengar riuh saat tim ini berhasil melewati track terjal dan licin. Ditambah dengan kehadiran seorang offroader wanita satusatunya dari Jakarta bernama Maria Ci yang mampu menaklukan track basah dengan catatan waktu kuranga dari 4 menit lebih. Meski sempat diguyur hujan, namun kejuaraan berlangsung sukses hingga akhir acara. Diakui Cahyadi sejak gelaran seri pertama di BSD Tanggerang tanggal 14-15 April 2012 lalu, timtim offroad dari Jawa Barat masih sulit untuk ditaklukan. Mereka masih mendominasi kejuaraan

Keily Penulis Termuda di Dunia dari hal 1

bercerita tentang seorang kelinci yang ingin menjadi astronot. Buku yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Mandarin itu dilengkapi gambar ilustrasi yang dibuat Keily. “Saya senang karena buku ini mendapat banyak komentar bagus. Salah satunya seorang ibu di Amerika yang mengatakan bahwa dia mengunduh Chen Chen Goes to Space untuk dibacakan kepada anaknya, ibu tersebut juga merekomendasikan buku ini,” kata Keily ditulis kompas.com (11/5). Saat ini buku Chen Chen Goes to Space diterbitkan secara online oleh Apple dan didistribusikan ke 32 toko iTunes di seluruh dunia sejak 28 April 2012. “Buku tersebut sekarang bertengger di ranking “200 Top Rated” untuk kategori buku gratis di Amerika Serikat dan Australia,” tulis Kompas.com. (ea/bis/kmps/sep)

ILUSTRASI Ilustrasi ini karya Keily yang ada di bukunya.

KASKUS

Merekrut yang Butuh Duit dari hal 1

kami ketahui selalu berbeda-beda dari berbagai wilayah,” terang Shohet, kemarin. Soal pengancaman yang terjadi di kelompok rampok, kata Shohet adalah “hal yang biasa.” Malah, mereka kerap saling menutupi. “Kasus yang kami tangani aksi perampokan itu selalu begitu, terkadang atar perampok saling tuding,” paparnya.

SALING TUDUH Tabiat lainnya lagi, kata Shohet yaitu rampok akan saling tuding terkait kepemilikan barang bukti (hasil rampokan). Perampok yang tertangkap akan mengatakan bahwa barang bukti dibawa yang kabur. Namun, saat yang kabur itu tertangkap, mereka akan mengatakan barang buktinya dibawa yang telah tertangkap sebelumnya. Bagaimana dengan perampok yang asalnya residivis? Jika ada satu kelompok rampok

yang di dalamnya, ada residivis, kata Shohet, kemungkinan akan ada satu atau dua orang rekrutan yang baru. Residivis biasanya bertugas mengarahkan perampokan. Adapun, nanti hasilnya, perampok yan pemula hanya kebagian uang hasil rampokan kecil dan selalu tertangkap pertama. Sementara bagi residivis mereka lebih lihai melarikan diri. “(Residivis) susah untuk kami tangkap, karena mereka telah berpengalaman,” papat Shohet. (isr)

Dua Gol Injury Time, City Juara dari hal 1

City menjadi juara berkat keunggulan selisih gol dari rival sekota sekaligus juara bertahan, Manchester United. Kedua tim sama-sama finis dengan 89 angka, tapi City surplus 64 gol ketimbang United yang hanya surplus 56 gol. Berarti, untuk kali pertama di era Premier League, juara ditentukan lewat selisih gol. Sejak era Premier League bergulir dua dekade lalu, City merupakan tim kelima yang memenanginya selain United yang dominan dengan 12 gelar. Disusul Arsenal dan Chelsea yang sama-sama memiliki tiga gelar dan Blackburn Rovers (satu gelar).

Dalam laga pemungkas tadi malam, City maupun United sama-sama mencatat kemenangan. City unggul 3-2 atas Queens Park Rangers (QPR) di kandang sendiri, Stadion Etihad. Sedangkan United menang 1-0 di kandang Sunderland, Stadium of Light. City yang semula diprediksi menang mudah atas QPR ternyata dipaksa bekerja keras. Padahal, tuan rumah memimpin 1-0 berkat gol Pablo Zabaleta pada menit ke-38. Tapi, Djibril Cisse menyamakan kedudukan hanya dua menit setelah babak kedua berjalan. The Citizens — sebutan City— makin di atas angin setelah kapten QPR Joey Barton di kartu merah pada menit ke-54. Namun, QPR

justru mampu mencetak gol kedua melalui Jamie Mackie (66) sekaligus membuat publik Etihad terkejut. Tapu, dua gol Edin Dzeko dan Sergio Aguero di masa injury time mengubah hasil akhir menjadi milik tuan rumah. City pun tidak hanya menunjukkan superioritasnya di kandang sendiri sepanjang liga musim ini (18 menang dan sekali seri), melainkan juga predikat tim terbaik Inggris. “Juara dengan menjalani pertandingan seperti itu sungguh luar biasa. Saya tidak pernah melihatnya sepanjang karir saya sebelumnya,” kata pelatih City Roberto Mancini kepada Sky Sports 1. (dns/ttg/jpnn)

Todongkan Pistol, Ancam Bunuh Keluarga dari hal 1

dinilainya besar. “Saya juga mau dengan tawaran, karena katanya imbalanya akan besar,” terang warga Sindang Angin Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis ini. Usai merampok toko emas di Lakbok pada Februari 2012, dia diberi uang oleh Sug— yang juga adik iparnya— sebesar Rp 10 juta. Sedangkan usai merampok toko emas di Kecamatan Padaherang pada November 2011, LA dikasih uang Rp 3 juta. Meski mendapatkan uang, ternyata LA mendapatkan ancaman dari kelompok Sug dan Jar. Dia mengaku pernah ditodong menggunakan pistol oleh komplotan itu jika LA membocorkan rahasia perampokan

kepada polisi dan orang lain. ”Saya diancam akan dibuh oleh mereka serta keluarga saya,” terang LA yang mengaku mempunyai dua anak ini. LA takut dengan ancaman kelompok adik iparnya itu. Sampai saat ini, dia masih takut dengan ancaman tersebut. Kemungkinan, LA selepas di penjara akan mengajak keluarganya pindah dari tempat tinggalnya saat ini. Apalagi masyarakat sudah mengetahui dirinya perampok. “Saya intinya terjebak dan terekrut oleh Sug dan Jar dengan janji-janji mengasih imbalan uang besar,” tuturnya. Meski diancam kelompok Jar, dia memberikan keterangan yang benar ke polisi. ”Saya sudah mengakui semuanya kepada

pihak kepolisian tidak ada yang ditutuptutupi setahu saya segitu saja Pak,” ucapnya. Gatot, rekan LA pun terjun ke dunia perampokan, karena diajak Sug dan Jar. Dia tergiur uang Rp 6 juta, apalagi tugasnya ringan, hanya mengantar motor. Usai ikut berperan dalam perampokan di Kecamatan Lakbok dan Padaherang, Gatot mendapatkan upah Rp 6 juta. ”Saya diancam oleh Jar harus jaga rahasia bila tidak akan dibunuh, ucapanya hanya segitu,” papar ayah tiga anak itu. Gatot pun membantah mengetahui barang bukti emas yang dibawa kabur kawanan Sug dan Jar. ”Saya menyesal melakukan ini. Adik kandung (Sug, red) tega jebak saya seperti ini, “ pungkas warga Purwadadi, Ciamis ini. (isr)

Iwak Peyek pun Tidak Menolong Tebu dari hal 1

PERMANA PUTRA / RADAR TASIKMALAYA

DIPERIKSA. Seorang pemuda yang terluka tengah diperiksa satpam kemarin di RSUD Kota Tasikmalaya.

jempolnya juga terkelupas. Hingga kemarin siang, korban masih belum sadarkan diri 100 persen dan belum bisa dimintai keterangan. Keadaannya masih dalam kondisi setengah sadar. Pada bagian pundak juga terdapat luka yang diduga akibat pukulan. “Kejadian ini masih dalam lidik. Untuk pelakunya dan motif kejadiannya kami juga belum tahu karena masih menunggu korban sehat dulu,” pungkas Dani. Tadi malam, pukul 19.00, Kapolsek juga mengatakan bahwa korban belum ada yang menjenguk dari keluarganya. Pun dengan kesadaran korban yang belum sepenuhnya pulih. Terkaparnya pemuda di pinggir jalan mendapatkan komentar

dari Ketua Forum Cempaka Asep Suherlan. Pria yang aktif mengadvokasi kasus tewasnya warga Cempakawarna, Cihideung, Kota Tasik, Iis Patonah mengaku sangat khawatir dengan seringnya terjadi aksi kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban. “Tentunya sebuah masalah yang perlu ditangani bersama semua pihak agar bisa menahan diri dari aksi-aksi kekerasan,” ujarnya tadi malam. Dia berharap aparat berwajib (polisi) bisa menanganinya dengan cepat, profesional dan tentunya menindak tegas sesuai hukum yang berlaku kepada pelaku penganiayaan. “Jangan sampai ada kesan pembiaran, supaya ada rasa aman bagi masyarakat,” harapnya. (pee/sep)

Jabar Dominasi Juara dari hal 8

7

pada setiap seri. “Yang mendominasi itu Alpindo dari Sukabumi kemudian Khesena dari Bogor. Agak sulit untuk mengalahkan mereka kayaknya,” tuturnya. Track di kawasan Urug dinilai cukup sulit untuk ditaklukan. Apalagi ditambah dengan guyuran hujan yang terjadi sejak pukul 2.30 sore kemarin. Jangankan untuk mencatat waktu terbaik, untuk menjangkau finish saja beberapa tim sempat kesulitan dan tidak lolos menempuh waktu 5 menit ke garis finis. “Sudah lama kita tidak melaksanakan di tanah humus. Apalagi di hutan dan hujan, sangat sulit. Jangankan untuk mencatat waktu terbaik untuk bisa finish saja sulit,” tutur Cahyadi. Sementara itu Ketua Tim offroad Galunggung I Kompol

Yono Khusyono mengaku bangga wilayah Rest Area Urug terpilih menjadi tempat pelaksanaan kejuaraan nasional. Meski tim Galunggung I sendiri hanya menempati urutan ke-5 dalam kejuaraan itu. Yang terpenting, kata Yono, potensi rest area Urug berpotensi besar menjadi tempat wisata dan tempat penyelenggaraan even-even otomotif. “Alhamdulilah hasilnya tidak mengecewakan untuk Tasikmalaya menduduki peringkat ke-5. Ini terbukti bahwa rekan-rekan kita sudah memberikan warna tersendiri. Ke depan dengan adanya lokasi di sini, kami mengharapkan dukungan dari seluruh pihak, agar Urug ini menjadi tempat wisata berbagai kegiatan bukan hanya otomotif,” singkatnya. (pee)

saya tulis pekan lalu: peralatan pabrik yang tua-tua pun akan kelihatan ayu dan rapi kalau dirawat dengan baik. “Setelah membaca Manufacturing Hope itu kami langsung bersihkan dan mengecat crane itu,” tambahnya. Memang pabrik-pabrik gula milik BUMN umumnya luar biasa kotor dan semrawut. Besi-besi tua berserakan di mana-mana, termasuk di dalam pabrik dan di sekitar mesin. Atap-atap bolong terlihat di seluruh pabrik. Dinding-dindingnya banyak yang compang-camping. Gundukan berbagai material terlihat di berbagai sudut halaman muka dan belakang. Besi-besi karatan mendominasi pemandangan. Pabrik Gula Madu Kismo yang didirikan pada 1955 termasuk yang paling muda di jajaran pabrik gula BUMN. Juga termasuk yang masih relatif bersih dan teratur dibanding 52 pabrik lainnya. Tapi, tetap saja terasa seperti horor. Padahal, biarpun tua, kalau dirawat dengan baik, pasti berbeda penampilannya. Apalagi, ini pabrik yang mengolah makanan, yang seharusnya identik dengan kebersihan dan keindahan. “Crane Ayu Azhari” tadi menjadi contoh nyata. Betapa hanya dengan sedikit sentuhan penampilan Madu Kismo terlihat mulai berbeda. Apalagi, kelak kalau bagian-bagian lain juga dirawat dengan cara yang sama. Saya yakin teman-teman di semua pabrik gula mampu mewujudkannya. Tentu pembenahan fisik itu tidak perlu dilakukan sekarang. Saat ini semua perhatian harus tercurah pada persiapan dimulainya musim giling. Semua energi fokus dulu ke situ. Apalagi, seperti Madu Kismo ini sudah memutuskan memulai giling dua hari lalu, maju seminggu dari kesepakatan awal. Keputusan ini diambil untuk menolong petani tebu di sekitar Jogja dan Purworejo yang lagi berlomba melawan hama uret. Kian mundur dimulainya giling, kian luas hama itu menghancurkan tebu milik petani. Semula saya heran mengapa hama uret tidak bisa diatasi. Karena itu, setelah urusan di PG Madu Kismo selesai, saya minta diantar ke kebun-kebun yang terkena hama. Saya iba melihat kebun tebu yang meranggas, yang kekuningan, dan yang terlihat sakitsakitan. Para petani di Sleman itu mengajak saya masuk lebih dalam ke areal yang terkena uret. Salah seorang di antaranya membawa cangkul. Dia ingin menunjukkan betapa sulitnya mengendalikan uret. Dia mencangkul tanah di bawah tebu yang sakit-sakitan itu. Dalam beberapa kali cangkulan, dia sudah bisa memunguti ulat-ulat gemuk sebesar jari bengkak orang dewasa. “Dalam satu meter persegi bisa kami temukan 50 uret,” ujar Gito Sudarno, petani tebu yang juga ketua DPD (Asosiasi Petani

Tebu Rakyat (APTR) Jogjakarta. Uret-uret itu memakan akar tebu. Di Sleman saja 300 hektare terkena uret. Di Purworejo dua kali lipat luasnya. Itulah sebabnya, tebu yang terkena uret harus segera ditebang. Berarti pabrik gula harus mempercepat musim giling. “Yang sudah terkena uret pun masih bisa menghasilkan 60 persen,” ujar Roby Hermawan, petani yang juga pengurus APTR Di masa lalu berbagai upaya melawan uret itu sudah dilakukan. Berbagai bahan kimia juga sudah dicoba. “Belum ada yang berhasil,” tambah Ristiyanto, petani tebu yang juga pengurus nasional APTR. Bahkan, pernah dicoba gerakan membuat iwak peyek dari uret. Maksudnya agar pemangsa tebu itu balik dimangsa manusia. Gagal juga. Pertama, iwak peyek dari uret tidak segurih iwak peyek dari kacang atau teri. Kedua, uret itu bersembunyi di tanah yang dalam. Sedalam tiga meter pun masih ditemukan uret. Ini benar-benar tantangan bagi ahli dari universitas yang memiliki jurusan khusus bidang pemberantasan hama. Pernah petani mengubah tanaman tebu menjadi ketela rambat dan ubi kayu. Sama saja. Bahkan, lebih hancur. Lalu ditanami jagung: idem ditto. Menurut para petani, satu-satunya yang tahan uret adalah tanaman wijen. Tapi, hasilnya tidak nyucuk. Akhirnya tidak ada pilihan lain kecuali menanam tebu. Biarpun hanya 60 persen dari normal, itu masih lebih menghasilkan daripada tanaman lain. Karena itu, para petani di kawasan tersebut berharap pabrik gula bisa membuat jadwal giling yang cocok untuk mereka. Cara terbaik untuk mengurangi dampak uret itu, menurut pengalaman para petani yang sudah puluhan tahun bergaul dengan uret, hanyalah: kejar-kejaran waktu. Saat uret belum jadi semacam kepompong, tebu sudah harus ditanam. Ini agar tebu bisa dipanen saat kepompong itu bermetamorfosis menjadi uret. Itu berarti bulan Juni (bulan depan) petani sudah harus kembali menanam tebu. Dalam proses metamorfosis, kepompong itu akan jadi binatang terbang semacam kwangwung dan menetaskan telur pada bulan tertentu. Saat itu nanti tebu mulai tinggi. Sebaiknya tebu sudah matang untuk ditebang pada awal Mei, menjelang uret gencar-gencarnya menyerang. Itu menurut ilmu para petani berdasar pengalaman mereka yang puluhan tahun. Entahlah, cara ilmiahnya seperti apa. Memang uret tersebut hanya menyerang tebu di kawasan tertentu. Yakni, di daerah yang tanahnya agak berpasir. Petani menyebut jenis tanah ini dengan istilah “tanah ngompol”. Tanah yang biarpun di musim kemarau yang kering masih menyimpan air di dalamnya. Tingkat kebasahan itulah yang membuat kelembaban di dalam tanah sangat ideal untuk berkembang biaknya uret. Dalam kasus seperti ini pabrik gula memang

tidak boleh egois. Tebangan tahap pertama memang harus memprioritaskan tebu dari kawasan rawan seperti ini. Ini persoalan khas Madu Kismo. Saya belum mendengar pabrik gula yang lain mengalami problem yang sama. Meski begitu, minggu-minggu mendatang saya akan lebih banyak mengunjungi pabrik gula. Saya ingin melihat seberapa semangat masing-masing pabrik gula berbenah diri. Seberapa kuat tekad mereka untuk keluar dari neraka kesulitan selama ini. Saya tahu bahwa seluruh pabrik gula sudah mempunyai tekad baru. Kerja, kerja, kerja. Saya bangga ketika menerima informasi bahwa kini sudah ada pegawai yang berani menolak suku cadang pabrik yang tidak memenuhi spek. Itulah suku cadang yang kalau dipaksakan akan membuat pabrik lebih sering berhenti giling. Kalau saja pembenahan manajemen tahun ini berhasil, masih ada pekerjaan besar lain tahun depan. Yakni, perang melawan lahan dan tanaman fiktif. Tidak boleh lagi pabrik memiliki lahan dan tanaman yang hanya ada di atas kertas, tapi kenyataannya tidak ada di lapangan. Biayanya sudah banyak keluar, tapi tebunya tidak ada. Pekerjaan lain yang menanti adalah, itu tadi, pembersihan pabrik secara total. Ketika musim giling selesai, pembenahan pabrik harus dilakukan. Bagian-bagian pabrik yang kumuh, tidak rapi, gundukan-gundukan, dan besi-besi tua harus dirapikan. Memang ada kesalahan saya di sini: tidak segera mengubah peraturan Menteri BUMN yang menghambat terjadinya pembenahan ini. Saya berjanji untuk dalam satu-dua hari ini mencabut peraturan itu. Dengan demikian, manajemen tidak ragu lagi dalam menyingkirkan benda-benda yang membuat kotor itu. Kabar baik yang lain datang dari Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Beliau sudah memutuskan yang boleh mengimpor raw sugar nanti adalah pabrik gula milik BUMN. Tujuannya menambah efisiennya pabrik gula kita. Dulu memang ada janji bahwa importer raw sugar haruslah yang punya pabrik gula, atau yang berjanji segera membangun pabrik gula. Sampai hari ini, setelah sekian tahun impor raw sugar diberikan, memang belum ada yang membangun pabrik gula. Impor raw sugar itu nanti juga dijatuhkan tepat pada saat pabrik gula hampir selesai melakukan giling. Maksudnya, agar selesai menggiling tebu, pabrik gula bisa langsung menggiling raw sugar. Karena itu, pabrik gula yang baik akan mendapat kesempatan menambah efisien dengan cara menggiling raw sugar. Hanya manajemen pabrik gula yang baik yang akan mendapat kepercayaan itu. Sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Hidup Ayu Azhari! (*)


7 sam