Page 1

SENIN, 14 MEI 2012 / 22 JUMADIL TSANI 1433 H

23

Panitia Tender Sport Center Motor Mahasiswa Raib di Parkiran Kampus Jangan Mudah Diintervensi Diminta Bekerja Sesuai Perpres 54 Tahun 2010 BANJAR – Tahun ini Pemkot Banjar rencananya membangun satu mega proyek yakni Sport Center yang diprediksi menelan biaya lebih dari Rp 10 miliar. Sebelum proyek ini dilelangkan, Ketua Bidang Kajian Hukum LSM Pelangi Kota Banjar Yogi Indrijadi Mudhita SH mengingatkan agar panitia lelang tidak terpengaruh oleh intervensi kekuasaan maupun intervensi politik dari pihak manapun dalam penentuan pemenang tender pembangunan sport center nanti. Hal ini diungkapkannya saat dihubungi Radar Minggu (13/5). Pernyataan ini dikemukakannya untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya kepentingan yang mengintervensi panitia lelang untuk memenangkan salah satu rekanan. “Boleh dibilang tender proyek pembangunan sport center ini merupakan proyek terbesar tahun ini atau mega proyek untuk Kota Banjar. Kami prediksikan akan banyak kepentingan disana. Namun demikian panitia lelang jangan ter-

pengaruh oleh interngumuman pemevensi dari siapapun nang panitia harus tedan dari manapun tertap berpegang Permasuk wali kota sekaliaturan Presiden Nopun,” tegasnya. mor 54 Tahun 2010,” Dijelaskan Yogi, paujarnya. nitia tender harus beSementara itu, unkerja secara profesiotuk mencegah terjadinal dan sesuai Pernya permainan atau aturan Presiden Nokolusi dalam sebuah mor 54 Tahun 2010 tender, kata Yogi, tentang Pengadaan harus ada transYogi Indrijadi Barang Jasa Pemerinparansi (keterbukatah. Menurutnya, jika menggu- an) dalam menerapkan pemenakan acuan itu perselisihan nang. “Kalah menang dalam tenantara kontraktor dengan pa- der proyek merupakan hal biasa. nitia tender dapat dihindari. Akan tetapi proses lelang yang “Sebab aturan dibuat dengan dilakukan panitia pengadaan tujuan menciptakan persaingan barang/jasa harus sesuai dengan sehat di antara sesama kontraktor aturan berlaku. Sebab kalau tidak, dan menghindari hal-hal yang kontraktor akan menjadi korban. tidak diinginkan. Seperti keributan Ujung-ujungnya dapat memanyang kerap terjadi antara panitia cing keributan antara panitia dengan kontraktor saat penunjuk- dengan kontraktor,” tandasnya an pemenang dan intervensi dari Ditegaskan Yogi, sebagai bagian pihak manapun,” tegasnya. dari kontrol sosial di masyarakat, Menurut Yogi, sudah menjadi pihaknya akan terus mengawasi rahasia umum para kontraktor proses pelelangan pembangunan melakukan lobi dalam upaya Sport Center ini agar semuanya memenangkan tender. Tapi pa- berjalan sesuai dengan aturan. nitia jangan terpengaruh, lebih “Jika kami temukan hal-hal yang baik tetap bekerja sesuai aturan. bersifat dan berindikasi KKN, “Untuk menghindari lobi, ben- kami melaporkannya kepada turan bahkan keributan saat pe- aparat,” tutupnya. (kun)

CIAMIS – Sebuah motor Yamah Jupiter MX benopol Z 6993 TI milik Dede Herdianto (21), warga Dusun Karangtanjung RT 14/06 Desa Dadiharja Kecamatan Rancah raib saat diparkir di halaman Fakultas Ekonomi Universitas Galuh (Unigal), Sabtu (12/5) siang. Hilangnya motor ini saat pemilik yang juga mahasiswa Unigal ini sedang mengikuti perkuliahan di kelasnya. Pernyataan ini diungkapkan Kasat Reskrim AKP Shohet kepada Radar, kemarin (13/5). Menurut dia, pemilik kendaraan sempat mendengar motornya dihidupkan

orang lain. Saat dilihat, kata kasat, pemilik mendapati motornya sudah tidak ada di tempat. “Menurut pengakuan para saksi yang ada dilokasi kejadian, tidak mengira bahwa yang memakai motor itu maling, karena gerak-geriknya tidak mencurigakan. Para saksi tahu bahwa motor itu dibawa maling, ketika pemiliknya yang keluar dari kelas dan berteriak, baru para saksi sadar,” ujarnya. Kasat menduga, pelaku mengambil motor menggunakan kunci palsu. Pasalnya, kasat menjelaskan, menurut kesaksian korban

saat di BAP, motornya dikunci setang. “Motornya hanya dikunci setang tidak menggunakan kunci ganda, sehingga pelaku dengan leluasa mengambil motor korban,” ujarnya. Akibat kejadian ini, Shohet mengimbau kepada seluruh pemilik motor agar menyimpan kendaraannya, baik di rumah maupun di tempat umum, supaya menggunakan kunci ganda. “Kalau kuncinya ganda, jika ada yang niatnya juga pasti lama dan keburu terlihat oleh kita,” imbau Kasat. (yna)

Polisi Garuk Sembilan Anak Punk Dianggap Resahkan Masyarakat BANJAR – Dianggap mengganggu ketertiban lingkungan, sembilan anak punk yang biasa nongkrong di Perempatan Sinar Jaya Jalan Letjen Suwarto, Sabtu (12/5) malam sekitar pukul 22.00 digaruk petugas Satuan Sabhara Polres Kota Banjar. Mereka diamankan saat tiduran di emper toko. Anak punk berusia remaja dan berpakaian serba ngetat dan rambut dicat warna-warni ini langsung digelandang ke Mapolresta Banjar untuk didata identitasnya. Kepada Radar Minggu (13/5), Kapolres Banjar AKBP Sambodo Purnomo Yogo SIK MTCP mengatakan, para punkers diaman-

kan karena banyak warga yang melintas di jalanan merasa resah dengan mereka. Selain itu, sambung alumni Akademi Kepolisian angkatan 1994 ini, anak punk ini tak AKBP Sambodo P jarang mencari uang dengan cara ngamen. Namun jika tak diberi, mereka kerap memaki bahkan mengancam pengendara. “Jadi kita amankan

semua anak punk ini,” imbuhnya. Master jebolan Wallongong University Australia ini menambahkan, setelah didata identitas dan difoto oleh unit identifikasi, mereka langsung diberi siraman rohani sebagai bentuk pembinaan oleh aparat kepolisian di ruang aula belakang mapolresta. Setelah dibina, mereka dipulangkan ke tempat tinggalnya masing-masing. “Namun apabila mereka ini nanti ditemukan kembali, maka akan kita antar ke balai rehabilitasi. Untuk itu kami akan berkoordinasi dengan petugas Dinsos Kota Banjar. Kami mengharapkan para anak punk tersebut tidak lagi melakukan aktivitas yang membuat resah masyarakat,” pungkasnya. (kun)

Lagi, Maling Bobol SMAN dari hal 24

dan uang tunai Rp 350 ribu yang ada di laci sudah tidak ada,” ujar kasat. Kasat menambahkan, maling beraksi tidak hanya di ruang TU saja, ruang guru yang lokasinya bersebelahan dengan ruang TU juga berhasil dibobol maling. “Di ruangan guru, enam unit infokus raib digondol maling dan ruangannya juga sama berantakan,”

ujarnya. Berdasarkan keterangan para saksi dan olah TKP, menurut Shohet, diduga pelaku masuk ke dua ruangan tersebut dengan mencongkel sebuah jendela di ruangan TU. Pasalnya hasil olah TKP, jendela tersebut ditemukan ada bekas congkelan benda yang diduga linggis. “Diduga pelaku tidak sendirian, karena barang yang dibawanya juga lumayan banyak,” ungkapnya.

Mengenai pelaku, Shohet menduga merupakan spesialis pencurian sekolah. Dari ciri-ciri pelaku saat masuk ke sekolah dan mengambil barang yang ada di dalamnya, hampir sama dengan pelaku pencurian sekolah yang sebelumnya. Untuk mengungkapkan identitas pelaku, kata Shohet, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. “Kasus ini dalam lidik kami,” ujarnya. (yna)

Kosgoro 1957 Gelar Fashion Show dari hal 24

pikirannya masih polos ini menjadi tahu dan suka dengan berbusana muslim. “Meski nantinya bergaul dan mengenal fashion luar, tetapi anak-anak tahu tentang berbusana muslim yang sopan,” ujarnya. Selain dilaksanakan tahun ini, kata Lilis, kegiatan yang sama selalu digelar setiap tahun. “Ka-

rena anak usia dini itu mudah dimasuki berbagai faham, kalau dari kecil tidak dididik dan diajarkan seperti ini, kalau sudah besar itu susah,” ujarnya. Menurut Lilis, kegiatan ini bukan hanya mendidik anak-anak usia dini, tetapi juga untuk mengembangkan potensi anak dibidang modeling serta memberikan rasa percaya diri kepada mereka saat tampil di hadapan orang banyak.

“Melatih anak supaya kalau sudah besar tidak grogi ketika tampil di depan umum,” ujarnya. Salah seorang pesreta lomba, Saskia (4) mengatakan, dirinya sangat senang mengikuti lomba busana muslim karena tidak setiap hari memakai busana Islami tersebut. “Kalau di rumah tidak pernah memakai busana muslim, tapi sekarang ikut lomba ini senang sekali,” ujarnya. (yna)

Sosialisasi dengan Lomba Mancing dari hal 17

khususnya yang memiliki hobi memancing. “Kami siapkan kolam besar ini untuk memberikan hiburan kepada masyarakat dengan lomba mancing,”

ungkapnya. Maman, salah seorang peserta merasa senang dengan mengikuti lomba ini. Dengan mengikuti perlombaan ini, dia bisa refreshing dari rutinitas kerja. Dia berharap lomba mancing

bisa dilaksanakan di daerah lainnya sehingga masyarakat semua bisa menikmatinya. “Terima kasih bagi penyelenggara atas diadakannya acara ini,” ungkap bapak warga Kecamatan Banjar itu. (zi)

Mahasiswa STISIP Bedah Perilaku... dari hal 17

berbagai hal yang menyangkut perilaku birokrasi untuk mewujudkan clean and good governance di era otonomi daerah, terutama di Kota Banjar. “Reformasi birokrasi dan perilaku birokrasi sekarang ini memang sedang hangat diperbincangkan. Kami, mahasiswa sebagai bagian dari elemen kontrol dari lingkungan akademis ingin mencoba memberikan sumbangsih dengan diskusi kecil seperti ini,” kata ketua panitia diskusi Endi Apandi kepada Radar. Dijelaskan mahasiswa anfullen STISIP BP ini, ketika otonomi daerah mulai digulirkan, problem besar yang menghadang para kepala daerah adalah organisasi birokrasi. Beban ini masih ditambah lemahnya sumber daya manusia karena pola rekrutmen yang sarat nepotisme dan tidak profesional.

Menurut Endi, dengan adanya UU Otonomi Daerah itu, jumlah PNS di kabupaten dan kota membengkak luar biasa. “Tidak heran jika di beberapa daerah otonom, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selalu habis porsinya dimakan untuk biaya pegawai. Persentase belanja pegawai umumnya diatas 60 persen sehingga kepentingan publik menjadi terabaikan. Namun tidak untuk Kota Banjar, yang porsi anggaran belanja publiknya lebih besar, sehingga APBD Kota Banjar lebih pro terhadap masyarakat. Nah inilah yang kita kaji bersama,” bebernya. Selain soal anggaran, kata Endi, diskusi kecil yang melibatkan mahasiswa jurusan ilmu pemerintahan ini, juga sedikit mengulas soal pengaruh jumlah pegawai pemda dalam proses pembangunan. Dengan jumlah yang terlalu banyak, organisasi bi-

rokrasi menjadi tidak efisien. Selain tidak efisien, sambung dia, menurut sejumlah pakar, birokrasi di Indonesia juga tidak efektif, tidak objektif, menjadi pemarah ketika berhadapan dengan kontrol dan kritik, serta tidak mengabdi pada kepentingan umum. Birokrasi tidak lagi menjadi alat rakyat, tetapi menjadi instrumen penguasa dan sering tampil sebagai penguasa yang sangat otoritatif dan represif. “Dari hasil diskusi kecil hari ini (kemarin, red), dalam waktu dekat, paling lambat minggu ini kami akan menindaklanjutinya dengan mengadakan kuliah umum yang menghadirkan pembicara dari dosen kebijakan publik dari Universitas Pasundan yang juga sebagai Wali Kota Banjar Dr Herman Sutrisno. Apalagi ada momen di bulan Mei ini yaitu kebangkitan nasional,” ujarnya. (kun)

YANA TARYANA / RADAR TASIKMALAYA

HARGA NAIK. Seorang warga (kanan) membeli ayam potong di Pasar Subuh Ciamis, kemarin (13/5).

Harga Ayam Potong Naik dari hal 24

Rp 17 ribu per kg. “Dengan harga segitu saya tidak bisa menaikkan harga jual daging, karena pembeli tidak mau, kemahalan. Kalau harganya dinaikan, sepi seperti ini,” ujarnya. Meski kenaikan ini baru tiga hari, dia mengaku sudah mengalami kerugian hingga 50 persen

dari pendapatan sebelumnya. “Biasanya per hari dapat uang Rp 1,5 juta, setelah ada kenaikan ini menjadi Rp 750 ribu. Itu karena harga dari peternak mahal dan pembeli kurang,” ujarnya. Sepengetahunnya, kenaikan harga daging ayam ini mahalnya bibit dan pakan ayam. “Alasannya seperti itu saya juga tidak bisa menawar lagi. Untuk

harga, hanya bisa mengikuti,” ujarnya. Namun, meski harganya naik, kata Mylyadi, dia masih menjual daging dengan harga normal, yaitu Rp 25 ribu per kg. “Tapi, kalau terus menerus seperti ini, kami bisa bangkrut,” ujarnya. Heri (40), salah seorang peternak ayam potong di Kecamatan Baregbeg membenarkan kenaik-

an harga daging ayam ini. Setiap kilogram, kata dia, harganya dinaikkan sekitar Rp 3.000. Kenaikan ini, jelasnya, untuk menyesuaikan dengan harga dan bubut ayam yang naik. ”Kalau (bibit dan pakan ayam, red) tidak naik, kami juga tidak akan menaikkan harga, kasihan pada pedagang di pasar,” ujarnya. (yna)

kelompok tertentu. Berikan juga kesempatan bagi warga yang lainnya,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kota Banjar itu. Namun demikian, kata Husin, partainya tidak bisa maju sendiri dalam pilwalkot. Karenanya PAN akan berkoalisi dengan beberapa partai. Ditanya partai mana saja yang akan diajak koalisi, Husin mengungkapkan akan terus berkomunikasi dengan berbagai partai politik agar memenuhi syarat pencalonan demi Kota Banjar yang lebih maju. “Saat ini kami sudah komunikasi dengan beberapa partai. Sejauh ini

responnya positif. Doakan saja semua lancar,” ungkapnya. Di tempat sama, Ketua DPC Gerindra Kota Banjar H Herdiana Pamungkas menilai sosok Husin Munawar sebagai partner yang tergabung dalam Fraksi GNAB adalah seorang yang banyak pengalaman. Menurutnya, Husin bisa banyak belajar tentang perpolitikan di Kota Banjar. Apakah Gerindra akan berkoalisi dengan PAN dalam Pilwalkot Banjar mendatang? Dia menjawab dengan diplomatis. “Kita tunggu perkembangannya nanti,” terang Herdiana yang juga ketua Balegda ini. (zi)

PAN Start Lebih Dulu dari hal 17

menjelaskan, partainya sengaja memperkenalkan Calon Wali Kota Banjar periode 2013-2018 lebih awal. Tujuannya supaya masyarakat mengenal lebih dalam siapa calon yang layak untuk dipilih. Berbagai ajang pun akan digelar DPD PAN Banjar agar masyarakat lebih mengenal calon yang diusung dari partai berlambang matahari itu. “Saya sengaja memperkenalkan sebagai calon yang paling awal mendeklarasikan. Supaya masyarakat lebih mengenal sosok saya,” ungkapnya saat membuka lom-

ba mancing di Muktisari Kecamatan Langensari. Husin menegaskan bahwa, partainya akan terus bekerja tanpa henti untuk kesejahteraan masyarakat Banjar. Selain itu menjadikan Banjar sebagai kota yang paling maju. Menurut dia, saat ini infrastruktur kota sudah mulai membaik, tetapi investasi perusahaan belum tampak menggeliat. Oleh sebab itu, pihaknya akan menggenjot sektor ekonomi agar lebih maju lagi dengan mengundang banyak investor mendirikan perusahaan di Kota Banjar. “Investasi jangan hanya untuk

23 sam  

dari hal 24 pikirannya masih polos ini men- jadi tahu dan suka dengan ber- busana muslim. “Meski nanti- nya bergaul dan mengenal fash- ion l...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you