Page 1

JUMAT, 8 JUNI 2012 / 18 RAJAB 1433 H

23

Poligur Bisa Tekan Kejahatan dari hal 24

Jawa Barat Irjen Drs I Putut Eko Bayuseno mengatakan, untuk merealisasikan program ini, pihaknya telah memerintahkan kapolres se-Jawa Barat untuk mendata jumlah pengangguran di wilayah masing-masing. “Saya sudah perintahkan kapolres untuk mendata jumlah pengangguran di usia yang masih produktif. Nantinya mereka bisa disalurkan untuk bekerja,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, jelas kapolda, pihaknya telah menggandeng pemerintah daerah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan bagi pengangguran. “Pemerintah daerah memiliki staf ahli dalam bidang pertanian, pertenakan, perikanan serta ahli dalam berusaha. Ahli-ahli itulah yang akan memberikan penyuluhan dan pelatihan terhadap mereka ini,” ujarnya. Selain pemerintah daerah, lanjutnya, seperti halnya Polisi Peduli Pendidikan, program Polisi

Peduli Pengangguran pun akan melibatkan pengusaha. “Pengusaha yang memiliki lahan pekerjaan akan kita ajak kerja sama. Tujuannya agar pengusaha bisa memberikan lahan pekerjaannya,” harap I Putut. Kapolda berharap kemitraan dengan pemerntah daerah dan pengusaha, serta masyarakat ini bisa berjalan dengan baik. “Dengan kemitraan, salah satu akar permasalahan pengangguran bisa terpecahkan,” katanya. (yna)

Ombudsman Belum Temukan... dari hal 24

kematian bayi tersebut pihak rumah sakit juga sudah ada itikad baik seperti memberikan santunan dan juga permintaan ma-

af,” ujarnya. Namun walaupun begitu, Nakhsya berjanji akan memfasilitasi Ipin, orang tua balita yang meninggal, dengan rumah sakit untuk menyelesaikan per-

masalahan secara kekeluargaan. “Kalau hasil investigasinya kami masih dalam pembahasan,” pungkas Nakhsya kepada Radar. (yna)

Pemesan Datang dari Berbagai... dari hal 24

yang kecil Rp 35 ribu. Meski mengalami kesulitan bahan baku dan dana, dia mengaku belum mendapatkan bantu-

an dari pemerintah daerah. Padahal, akunya, usaha kerajinan alat musik ini bisa membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Ciamis. Pemkab juga, sambungnya, bisa

mendapatkan pemasukan untuk kas daerah. “Peminatnya juga bukan hanya dari Ciamis saja, tetapi dari berbagai pelosok daerah yang ada di Pulau Jawa ini,” pungkasnya. (*)

SKM-PNPM Gelar Bazar dari hal 24

produk unggulan dari setiap

desa. “Saya bersyukur acara ini sukses dan berjalan lancar, ke depannya kita rencanakan bisa

membikin bazar dalam sekala besar di Kecamatan Sindangkasih,” pungkas Edi. (isr)

Membandel, Pol PP Angkut Jongko... dari hal 17

“Alhamdulillah penertiban berjalan dengan lancar,” ungkap Edi. Sejumlah warga setempat yang ditemui Radar, mengaku tidak tahu siapa pemilik jongko itu. Warga hanya membenarkan jongko sudah lama berdiri. Edi mengimbau warga Banjar untuk memperhatikan aturan yang berlaku. Apalagi UPTD pasar sudah memberikan imbauan tempat mana saja yang tidak boleh ditempati pedagang. “Kami siap untuk lakukan penertiban lagi apabila dibutuhkan,” ungkap Kasi Trantib. (zi)

DENI FR / RADAR TASIKMALAYA

Undang Ustadz Adakan Tahlilan dari hal 17

Pemkot Beri Opsi Terakhir dari hal 17

Pemkot Banjar memaparkan hasil survei timnya dan dasar-dasar penentuan cluster tanah yang akan dibebaskan oleh pemerintah. “Meski kami ini ditunjuk oleh pemerintah, namun kami bekerja independen dan profesional. Penentuan harga taksiran dan cluster yang telah kami tuangkan dalam laporan tidak akan merugikan masyarakat,” ungkapnya. Menurut Tonny, tim penaksir telah bekerja selama kurang lebih satu bulan dan melakukan survei ke lokasi yang akan dibangun sebagai sport center. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengambil data-data sampling dari mulai harga pasar setempat sampai dengan harga terakhir transaksi di lokasi tersebut. “Data-data itu lalu kami adjustmen dan hasilnya sebagaimana yang telah dibeberkan oleh panitia pembebasan tanah,” ungkapnya. Tonny menjelaskan, kriteria

penentuan cluster tanah yang akan terkena proyek ini mengacu pada ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Presiden No 65 Tahun 2006. “Ada beberapa dasar dan kriteria yang kami gunakan untuk menentukan cluster tanah milik warga itu. Diantaranya seperti lokasi, luasan, akses jalan, dan harga lain. Semua ini mengacu pada ketentuan Perpres No 65 Tahun 2006, sehingga penentuan cluster ini tidak sembarangan dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas dia. Sementara itu, meski belum ada kesepakatan mengenai harga, Pemkot Banjar melalui panitia pembebasan tanah, kembali memberikan opsi harga terakhir sesuai dengan hasil taksiran perusahaan penaksir. Opsi terakhir yang ditawarkan pemerintah kepada para pemilik lahan yakni, harga untuk cluster I Rp 282.000/ m2 atau Rp 3.948.000/bata, tanah cluster II Rp 218.000/m2 atau Rp 3.050.000/bata, tanah cluster III Rp 113.000/m2 atau Rp

1.582.000/bata dan tanah cluster IV Rp 70.000/m2 atau Rp 980.000/bata. “Ini opsi terakhir kami dan ini merupakan harga tertinggi yang kami tawarkan kepada para pemilik lahan. Kami tidak bisa melebihi dari harga itu karena akan menyalahi aturan,” ujar Sekda H Yayat Supriyatna. Setelah panitia pembebasan lahan mengumumkan penawaran terakhir, para pemilik lahan diberi surat pernyataan dan kesanggupan. Tanpa ada pembahasan, surat itu langsung dikumpulkan untuk dianalisis dan evaluasi. “Para pemilik lahan ini sengaja kita berikan surat seperti ini untuk diisi apakah sanggup dan mau melepas atau tidak. Jika tidak berkenan dengan harga yang telah kita umumkan ini, mereka kita minta untuk mencantumkan berapa harga yang diinginkan dalam lembaran yang telah kita bagikan tadi,” ujarnya. Seusai acara, Wali Kota Banjar Dr H Herman Sutrisno MM me-

Waspadai Calo TKI Ilegal

ANGKUT. Petugas Pol PP Kota Banjar menaikkan jongko milik PKL ke truk, kemarin (7/6).

dengan sang proklamator diselenggarakan, dari mulai peringatan hari lahir Pancasila sampai peringatan hari lahirnya Bung Karno. Di samping mengenang jasa dan pengorbanan presiden pertama RI, kegiatan ini juga untuk menumbuhkembangkan nilai kepahlawanan sebagai modal sosial untuk kemudian mengimplementasikan dan mendayagunakannya dalam mengatasi berbagai masalah bangsa. Seperti kemiskinan, pengangguran, ketelantaran, ketunaan sosial, korban bencana dan masalah-masalah sosial lainnya. Rabu sore (6/6), sinar mentari mulai redup, malam mulai menyelimuti Kota Banjar. Ada suasana lain di kantor yang berada tepat di persimpangan Jalan Tentara Pelajar. Sejumlah orang terlihat sibuk menyiapkan segala

KUKUN AS / RADAR TASIKMALAYA

PENJELASAN HARGA. Wali Kota Banjar (dua kanan) memberi penjelasan dan berdialog dengan para pemilik lahan, kemarin (7/6).

sesuatu di kantor yang didominasi cat warna merah itu. Rupanya mereka hendak menggelar tahlilan yang dipimpin Ketua DPC PDIP Kota Banjar H Akhmad Dimyati Selepas adzan magrib berkumandang, puluhan orang yang sedari sore stand by, menggelar shalat berjamaah di salah satu ruangan utama kantor itu. Setelah itu, mereka menggelar yasinan yang dipandu seorang ustadz yang sengaja didatangkan pengurus partai. Kepada Radar, H Dimyati mengatakan, di samping mendoakan dan mengenang sang proklamator, tahlilan juga untuk membangun karakter bangsa yang kuat dan kokoh untuk dapat dijadikan sebagai energi penggerak kemajuan bangsa. Sehingga bangsa Indonesia tidak terombang-ambing kehilangan arah di tengah derasnya arus globalisasi serta dapat menghadapi segala

tantangan, baik yang berasal dari dalam maupun luar. “Melalui tahlilan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, Juni ini saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk menggelorakan semangat kepahlawanan dengan dilandasi nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang tinggi dan merapatkan barisan dalam membangun negeri untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sehingga bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang bermartabat dan berdiri sejajar dengan bangsa lain,” tegasnya. Dimyati menambahkan, bulan Juni diperingati sebagai Bulan Bung Karno lantaran bulan ini merupakan bulan kelahiran dan wafatnya Bung Karno, sehingga di bulan ini juga dilakukan tahlil dan doa bersama. “Dengan demikian, para kader PDIP Kota Banjar akan lebih mengenal dan mengenang terhadap Bung Karno,” ujarnya. (*)

nyakan merugikan TKI. Bahkan dari hal 17 mengarah kepada perdagangan mapersepsi dan membantu masyarakat nusia atau trafficking,” tegasnya. memahami segala peraturan yang Ditambahkan Hasan, TKI merupamenyangkut pengiriman TKI ke luar kan salah satu penyumbang devisa negeri. negara sehingga untuk pengiriman“Maksud dan tujuan sosialisasi ini nya harus benar-benar dilaksanakan antara lain, menyosialisasikan pro- secara profesional. Bukan malah segram penempatan dan perlindung- baliknya dengan menipu calon TKI. an ke luar negeri di Kota “Penindakan tegas terBanjar,” ujarnya. hadap PJTKI ini telah diatur Selain itu, tambah Endalam UU Nomor 21 Tahun tus, sosialisasi bertujuan 2007 tentang Perdagangan agar terinformasikannya Manusia sehingga siapaprogram penempatan pun yang melakukan pedan perlindungan ke luar ngiriman TKI ke luar negeri negeri kepada para apatanpa melalui prosedur ratur, masyarakat, khuyang benar, akan ditindak susnya kepada calon TKI tegas,” tandasnya. dan stakeholders yang ada Mengingat banyaknya di Banjar. “Tujuan lain angkatan kerja di Banjar, adalah mendorong berHasan berharap jangan jalannya Sisko-TKLN di H Entus Heryana sampai perekrutan TKI ke Kota Banjar sekaligus terluar negeri masuk jaringan wujudnya pengiriman TKI yang pro- calo atau mafia karena modus yang fesional, berkualitas dan bermartabat dilakukan calo yaitu melalui kerja dari Kota Banjar,” imbuhnya. sama dengan illegal agency. Sementara itu, Kepala BP3TKI Jawa “Masyarakat diharapkan juga unBarat Dr Hasan Abdullah mengata- tuk lebih berhati-hati dan waspada kan, agar tidak terjerumus bujuk rayu dengan agen-agen PJTKI yang menPJTKI ilegal, masyarakat sekarang janjikan bekerja ke luar negeri. Seperlu diberikan informasi dan pe- belum menerima ajakan PJTKI termahaman yang benar dan akurat sebut, hendaknya terlebih dahulu tentang prosedur dan mekanisme mencari informasi yang akurat mebekerja ke luar negeri. “(Tujuan so- ngenai status dan legalitas persialisasi) agar masyarakat daerah ini usahaan tersebut. Jangan sampai (Banjar) tidak menjadi TKI ilegal, malah tertipu oleh PJTKI maupun melalui calo/sponsor yang keba- agensinya,” tegasnya. (kun)

ngatakan, lembaran yang telah dibagikan oleh panitia pembebasan lahan ini akan segera dievaluasi. Dia berjanji secepatnya akan ada keputusan mengenai pembebasan lahan ini. “Kami belum bisa menyimpulkan sekarang ini. Kita akan lihat terlebih dahulu dari surat yang telah diisi oleh para pemilik lahan. Nanti akan ketahuan mana yang tidak keberatan dan mana yang keberatan,” jelasnya. Lebih lanjut, Ketua DPD Golkar Banjar ini mengatakan, proses pembebasan mungkin akan dilakukan secara bertahap, tergantung dari kesediaan para pemilik lahan. “Jika sudah ada yang siap maka itu dulu yang akan kita bebaskan. Sepertinya prosesnya nanti bertahap. Perlu saya tegaskan disini, agar tidak menimbulkan salah persepsi, pembebasan dilakukan bertahap namun pembayaran ganti ruginya langsung. Artinya tidak dicicil bergantung jumlah luas lahan milik warga yang dibebaskan,” ungkapnya. (kun)

23 sam 8  

dari hal 24 Jawa Barat Irjen Drs I Putut Eko Bayuseno mengatakan, untuk merealisasikan program ini, pi- haknya telah memerintahkan kapolres...