Issuu on Google+

SENIN, 28 MEI 2012 / 7 RAJAB 1433 H

23

LP Banjar Bisa Beroperasi 2012 dari hal 17

akses menuju Lapas Banjar sudah menjadi prioritas utama pihaknya. Meski telah masuk dalam prioritas, namun Agus tidak menjelaskan secara detail berapa dana anggaran untuk memperbaiki jalan itu. “Rencananya jalan itu memang akan kita perbaiki dan anggarannya telah kita siap-

kan di APBD perubahan tahun ini. Karena keterbatasan anggaran, kita tidak bisa melakukannnya pada APBD,” katanya. Agus menjelaskan, untuk memperbaiki jalan, tidak bisa dilakukan secara keseluruhan. Perbaikan jalan aspal itu nantinya akan menggunakan rigid yang akan dilakukan secara bertahap, tergantung tingkat kerusakannya.

Menurut Agus, kerusakan jalan yang selama ini terjadi di sejumlah ruas termasuk jalan akses ke lapas, disebabkan beberapa faktor. Selain karena faktor tanah, juga bisa disebabkan tonase kendaraan berat yang lewat. “Tonase kendaraan juga menjadi faktor. Jadi kalau bukan peruntukannya, jalan aspal bisa mudah rusak,” katanya. (cdr/kun)

Ical Akan Memberi Motivasi Pelaku... dari hal 17

Minggu (27/5). Menurut dia, kedatangan Ical ke daerah untuk menggerakan potensi UKM dan pendidikan. Kusnadi mengatakan, kepedulian Ical terhadap UKM cukup besar. Perhatian ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Aburizal Bakrie akan menceritakan pengalaman hidupnya, mulai dari dia belum jadi apa-apa hingga bisa sukses seperti saat ini. Semua itu dilakukan untuk memberikan motivasi kepada seluruh pelaku usaha Kota Banjar bahwa ternyata orang yang lahir dari keluarga sederhana bisa menjadi sukses, baik dalam hidup maupun karir,” imbuhnya.

Kusnadi menambahkan, selesai mengunjungi Rest Area Doboku dan perajin bata merah, Ical akan menyempatkan meninjau RSUD Kota Banjar. Setelah itu, dia akan bertatap muka atau temu kader Partai Golkar di gedung DPD Golkar. “Mudah-mudahan acaranya besok bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” pungkasnya. (kun)

Deldom Tergerus Permainan Modern dari hal 24

DENI FR / RADAR TASIKMALAYA

SELULAR. Pembeli (kiri) memilih hape produk Movi di Purnama Cell, kemarin (27/5).

Purnama Cell Beri Layanan Prima BANJAR – Purnama Cellular di Jalan Perintis Kemerdekaan memiliki prinsip mengutamakan pelayanan one stop shopping. Tujuannya agar konsumen lebih tertarik belanja di toko ini. Owner Purnama Cell Opik Hidayatullah menjelaskan, pihaknya memberikan banyak kemudahan kepada warga Banjar dan sekitarnya yang membutuhkan hape dari mulai low, midle, hingga high. Low berarti harganya sekitar Rp 1 juta kebawah. Midle harganya antara Rp 1 juta-2 juta. High harganya Rp 3 juta keatas. “Para pengunjung bisa bebas memilih (hape) mana yang mereka suka,” terang Opik yang me-

mulai usahanya dengan berjualan keliling itu. Konsep one stop shopping ini, jelas dia, berarti ketika konsumen menanyakan produk hape yang diminati, maka pihaknya akan berusaha memenuhi permintaan tersebut. Dengan pelayanan tersebut, konsumen bisa mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan hape yang diidamkan. Selain itu, Opik sering menawarkan promo merek hape tertentu sebagai bentuk perhatian kepada konsumen. Saat ini, kata dia, sekitar 50 persen pembeli low class, 30 persen middle dan hanya sekitar 20 persen high. “Kami juga memberikan garansi kepada setiap pembelian. Kalau dalam masa garansi

ada kerusakan tidak dikenakan biaya ongkos untuk perbaikan,” ungkapnya. Ditemui di Purnama Cell, Anti warga Kertahayu mengungkapkan, dirinya sedang mencari hape untuk keponakannya. Sebelumnya dia sudah menghubungi Purnama Cell untuk menanyakan produk hape terbaru yang murah. Dia kemudian ditawarkan hape merek Movi. Kepada Radar, dia mengaku puas belanja di Purnama Cell. Selain banyak promo, dia juga bisa memilih beragam merek hape mulai paling murah sampai paling mahal. “Kalau mencari hape pasti saya mencari ke Purnama Cell,” ujar ibu rumah tangga itu. (zi)

Wasit FORKI Banjar Ikut Seleksi Wasit Nasional BANJAR – Pengurus Kota Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (FORKI) Banjar boleh berbangga hati. Betapa tidak, setelah lolos dalam seleksi ujian wasit tingkat Provinsi Jawa Barat, kini Ketua Bidang Perwasitan FORKI Banjar Bambang Anis Setiawan ikut dalam ujian wasit tingkat nasional pada kejuaraan Karate Piala Mendagri ke-XVI di Manado. Kejuaraan ini dihelat hari ini (28/5) sampai Jumat (1/6). Kepada Radar sesaat sebelum berangkat menuju Manado, Minggu (27/5), Bambang mengungkapkan, sebuah kebanggaan tersendiri bisa membawa nama FORKI Kota Banjar di kancah nasional. Menurut dia, meski Banjar adalah kota paling bungsu, namun untuk olahraga karate sudah mam-

pu bersaing dengan kota-kota lain yang ada di Jawa Barat. “Ini sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi saya, karena mendapat kesempatan untuk ikut dalam seleksi wasit tingkat nasional,” katanya. Bambang Anis S Meski harus merogoh kocek sendiri pergi ke Manado, namun tidak membuat Bambang patah arang. Justru disinilah ujian tersendiri baginya untuk menunjukkan dedikasi terhadap

olahraga bela diri yang selama ini membesarkan namanya. “Bagi saya, ada atau tidaknya perhatian dari organisasi itu tidak masalah. Ini soal dedikasi dan kecintaan saya terhadap olahraga ini, meski harus merogoh kocek sendiri tidak apa-apa,” ungkapnya. Lebih lanjut, Bambang meminta doa restu dari semua keluarga besar FORKI Kota Banjar, agar selama mengikuti proses seleksi wasit tingkat nasional diberi berbagai kemudahan. “Saya akan melakukan yang terbaik untuk membawa harum nama Kota Banjar. Namun demikian, saya minta doa restu dari keluarga FORKI dan warga Banjar umumnya, semoga saya bisa melalui semua proses seleksi ini dengan baik,” tutupnya. (kun)

Banjar Butuh Balai Latihan Kerja BANJAR – Kota Banjar hingga saat ini belum memiliki Balai Latihan Kerja (BLK). Padahal BLK penting untuk meningkatkan jumlah angkatan kerja supaya Banjar bebas dari pengangguran. Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Kajian Banjar Inspiratif Mandiri (Bima) Iwan Syarifudin ketika dihubungi Radar melalui telepon selularnya, kemarin (27/5). Iwan menjelaskan, adanya BLK akan memberikan kemudahan kepada pencari kerja yang jumlahnya diprediksi semakin meningkat menyusul meningkatnya jumlah sis-

wa yang lulus. Menurut dia, adanya inisiatif dewan yang akan mengajukan Raperda Ketenagakerjaan bisa menjadi angin segar untuk membuat regulasi sehingga balai latihan kerja terbentuk. “Raperda Ketenagakerjaan bisa menjadi pintu masuk didirikannya balai latihan kerja,” terang bobotoh Persib ini. Iwan meminta pemerintah jangan malu untuk sharing kepada daerah yang memiliki BLK. “Semoga Pemerintah Kota Banjar bisa cepat merealisasikan ini (pendirian BLK),” ungkapnya. Selain BLK, Iwan meminta pemerintah

agar memperhatikan kemudahan para investor untuk mendirikan perusahaan di Kota Banjar. Pengusaha, kata dia, juga harus mempunyai komitmen untuk memberikan prioritas kepada para pribumi agar bisa semakin terserap jumlah angkatan kerja. Kepada angkatan kerja, Iwan berharap jangan hanya berpikir bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan orang lain. Tetapi harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan. “Dengan adanya Perda Ketenagakerjaan semoga taraf hidup masyarakat Banjar bisa lebih baik,” harapnya. (zi)

Kader PDIP Baksos Jelang Bulan Bung Karno dari hal 17

mengingatkan kembali sebagai anak bangsa akan jasa sang proklamator Ir Soekarno dalam memperjuangkan NKRI. Penanaman ratusan pohon, katanya, sebagai bentuk kepedulian kepada lingkungan. Pembagian biskuit pengganti ASI kepada warga, tambah dia, agar warga mendapat asupan gizi yang seimbang. “Ini adalah kegiatan dalam rangkaian Bulan Juni Bulan Bung Karno,” tegas Dimyati yang juga menjabat Wakil Wali Kota Banjar ini. Bulan Juni disebut Bulan Bung Karno, jelas Dimyati, ka-

rena pada bulan tersebut ada waktu bersejarah dalam kehidupan Bung Karno. Tanggal 1 Juni 1945, Soekarno memberikan dasar filosofi negara Indonesia yang belum merdeka. Bung Karno menyebutkan lima dasar utama, yaitu Kebangsaan Indonesia, Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tanggal 6 Juni 1901 adalah lahirnya Soekarno di Jawa Timur dan tanggal 21 Juni 1970 Soekarno meninggal dunia. “Itulah kenapa bulan Juni disebut sebagai bulan Bung Karno,” jelasnya.

Kegiatan ini, lanjut Dimyati, merupakan awal dari rangkaian yang akan digelar dalam memperingati Bulan Bung Kano. Dia menegaskan, partainya akan terus memberikan pemahaman sejarah yang benar tentang perjuangan Soekarno. Pasalnya, banyak yang tidak paham akan nilai perjuangan Bung Karno. Hal itu akan menyebabkan kurangnya nilai patriotisme. “Nanti puncaknya, kami akan menggelar panggung rakyat dan akan diputarkan pidato Presiden RI pertama yang akan menggugah semangat nasionalisme kita,” ungkap Dimyati. Pada kesempatan sama, Ke-

pala Desa Binangun Karjono mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak yang telah berkenan menggelar bhakti sosial di daerahnya. Dengan diberikannya 300 pohon jenis albasia, pihaknya akan melestarikan daerah sebagai potensi agronomi untuk mewujudkan agroindustri. Selain itu, pihaknya pun mengapresiasi atas pemberian pemahaman sejarah tentang perjuangan Soekarno. “Setiap orang jangan sampai lupa akan sejarah, karena sejarah akan memberikan petunjuk untuk hidup pada masa depan,” terang Karjono. (zi)

Pembalap Lokal Unjuk Gigi pada Road Race Seri II dari hal 17

derajat Argadiredja sembari menunjukkan kerumunan penonton yang memadati sirkuit balap. Menurut Soedrajat, even ini bisa membantu mempromosikan Banjar di mata warga daerah lain. Even ini juga diharapkan mampu menjadikan Banjar menjadi salah satu kota yang menjadi tujuan even otomotif di Jabar.

Disamping itu, bisa dijadikan ajang bagi para pembalap lokal untuk bisa mengasah kemampuan. “Sebelumnya promotor akan menggelar kejuaraan seri II ini di Garut. Namun karena alasan tertentu, urung dilaksanakan. Bagi Banjar ini peluang sehingga dialihkan ke kota ini. Dan inilah buktinya, kita dapat menyelenggarakan di sini sekarang,” ung-

kapnya. Secara terpisah, Wakil Wali Kota Banjar H Akhmad Dimyati mengatakan, ajang adu kecepatan dan ketangkasan dalam mengendalikan sepeda motor yang sering dilaksanakan di Kota Banjar harus menjadi wahana untuk mencari bibit pembalap. Bahkan harus dijadikan sebagai sarana untuk mewadahi hobi para remaja agar tidak terjeru-

mus ke dalam geng motor Pria yang akrab disapa Pak Dim ini menjelaskan, Kota Banjar sudah mampu menelurkan pembalap yang mampu bersaing di kancah nasional. Contohnya, Wawan Hermawan yang pernah digandeng IMB-Arinda Motor RT, prestasinya sangat menohok. Belum lagi bibit unggul setelah Wawan, seperti Yudi Mergosari, Entang DM, dan Fendy Ces. (kun)

Baregbeg ini, pendapatannya mulai berkurang semenjak permainan modern memenuhi taman kebanggaan masyarakat Ciamis ini. Permainan ini, kata dia, antara lain odong-odong dan wahana permainan yang biasanya ada setiap pesta rakyat. “Yang biasa anak-anak naik, sekarang hanya sedikit,” ujarnya.

Kejadian ini, menurut Yudi, sudah terjadi hampir setahun ke belakang. Akibatnya, dia mengaku pendapatannya menurun sampai 50 persen. “Sebelum adanya permainan modern itu, penghasilan per hari bisa mencapai Rp 40 ribu. Kini hanya dapat Rp 15 sampai Rp 20 ribu,” ujarnya. Selain disebabkan serbuan permainan modern, jelasnya, pe-

nurunan pendapatannya juga kalah bersaing dalam tarif. “Klau saya Rp 4.000 untuk putaran, kalau mereka Rp 1.000 juga bisa naik, sehingga banyak yang beralih,” ujarnya. Meski begitu, dia mengaku akan terus menjalani profesinya sebagai tukang deldom. “Kalau dijalani, lumayan lah meski penghasilan menurun,” ujarnya. (*)

Delapan Siswa Tak Lulus UN dari hal 24

pemeriksaannya, sambung Hidayat, akan diketahui dalam satu minggu ke depan. Apabila setelah diperika ternyata hasilnya sama dengan hasil kompter, je-

lasnya, ketidaklulusan mereka akan disahkan. “Kalau nanti terbukti (tidak lulus, red), harus mengulang lagi dari kelas tiga awal. Bisa saja mengikuti ujian paket C, namun harus terdaftar dulu di SKB,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kata dia, angka kelulusan SMA di wilayahnya mencapai 99,8 persen. Sedangkan siswa SMK, angka kelulusannya mencapai 100 persen. “Kalau siswa SMK semuanya lulus,” ujarnya. (yna)

Arief Maju Jadi Caleg DPR RI dari hal 24

nahdiyin. “Saya dipilih langsung oleh DPP PKB untuk menjadi salah satu calon anggota DPR RI,” ujar ustadz yang biasa memakai kopiah jangkung ini. Setelah dikukuhkan, dia mengaku akan melakukan sosialisai kepada para nahdiyin dan masyarakat agar mendaptkan du-

kungan. “Langkah pertama adalah sosialisai dulu dengan masyarakat. Kalau nanti terpilih, saya akan menyalurkan aspirasi rakyat,” ujarnya. Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum tersebut selain pengukuhan Arief Ismail Chowas yang juga Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat menjadi caleg DPR RI juga

dilaksanakan acara pengkaderan kader PKB Ciamis. Pengkaderan yang diikuti sekitar 200 kader ini ditujukan untuk memenangkan Pemilu 2014 nanti. Sementara itu, acara ini dihadiri Ketua DPW PKB Jabar H Dedi Wahidi dan jajarannya, perwakilan DPP PKB, anggota DPR RI, pengurus DPC PKB dan PAC seKabupaten Ciamis. (yna)

Tukang Bubur Ditangkap dari hal 24

beranak lima ini. Baru empat bulan keluar dari penjara, dia mengaku mencuri pompa air di kampungnya. Karena takut ditangkap, dia lari ke daerah Garut. Di Kota Dodol ini dia juga mencuri sebuah TV 14 inc saat bekerja di kandang ayam. Setelah itu, dia melarikan

diri ke daerah Kalipucang. Di sana lah dia mencoba hidup baru dengan berjualan bubur. “Tapi saya tertangkap lagi saat berjualan bubur, dikira yang nangkap itu akan beli bubur, ternyata polisi,” papar pria yang mengaku terpaksa mencuri karena terdesak ekonomi ini. Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Shohet SH menjelaskan, Iw

alias Tedi Cela adalah residivis yang dicari sejak lama. Setelah mendapat informasi dia melakukan pencurian lagi, terang kasat, keberadaan dia terus diburu. “Kita amankan tersangka untuk kami kembangkan, ditakutkan dia melakukan pencurian di tempat lain lagi di Kabupaten Ciamis,” pungkas Shohet. (isr)

IRT Diajarkan Cantik Luar Dalam dari hal 24

lain, sementara cantik dalamnya adalah bagaimana budi pekerti yang sopan dan ramah. “Ibu-ibu supaya terbiasa mempercantik diri luar dan dalam, ini peran penting ibu-ibu,” tutur Eni

yang juga Kepala Puskesmas Imbanagara ini. Selain membahas cantik luar dalam, Eni menambahkan, para ibu juga diberikan cara hidup sehat dan penjelasan penyakit menular. Di antara penyakit yang dibeberkan tersebut adalah

kusta, kaki gajah, HIV AIDS dan TBC. ”Dengan materi ini diharapkan agar kita bisa cepat menggulangi penyakit dengan baik, tidak sampai menular kepada orang lain,” pungkas Eni. (isr)


23 sam 28