Issuu on Google+

JUMAT, 1 JUNI 2012 / 11 RAJAB 1433 H

23

WTP Belum Tentu Bebas KKN dari hal 17

pemerintah daerah untuk mencapainya. “Meski belum tentu bebas dari praktik KKN, namun WTP merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat. Keberhasilan ini tak lepas dari dorongan semua pihak, termasuk elemen dan stakeholder Banjar

yang senantiasa memberikan kritikan dan masukan kepada Pemkot Banjar,” tuturnya. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Banjar H Yayat Supriyatna mengungkapkan, sejak awal pihaknya optimistis akan mendapat predikat WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebab, upaya perbaikan secara si-

multan terus dilakukan sejak pemkot mendapat WDP tahun sebelumnya. “Untuk WTP kami optimis meraihnya kembali dan ini terbukti. Sebab, pengelolaan keuangan Pemkot Banjar tetap kami jaga sesuai dengan aturan dan mekanisme yang belaku,” jelasnya. (kun)

Operasi Simpatik Dimulai Hari Ini dari hal 17

keamanan, keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Dampak yang paling signifikan adalah kecelakaan lalu lintas yang berakibat pada korban sia-sia (kematian) di jalan raya mapun kerugian materiil,” jelasnya. Selain itu, kata kapolres, Operasi Simpatik bertujuan menciptakan kondisi kestibkamtibcar lantas, meningkatkan kesadaran, kepatuhan dalam berlalulintas, dikmas lantas, giat rekayasa lantas secara terbatas, giat gakkum lantas terhadap pelanggaran yang berpotensi

menimbulkan macet dan laka lantas. “Pelaksanaan Ops Simpatik Lodaya 2012 mengedepankan fungsi Satuan Lalu Lintas sebagai pelaksanaan kewilayahan yang didukung satuan fungsi lain. Seperti Satuan Reskrim, Satuan Intelkam, Satuan Sabhara, Provos. Operasi ini mengutamakan tindakan persuasif berupa teguran simpatik terhadap pengemudi kendaraan bermotor, baik roda dua atau lebih khususnya dalam hal tertib surat-surat dan kelengkapan kendaraan,” ujarnya. Sambodo berharap, operasi ini

dapat terlaksana dengan baik serta bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat dalam menciptakan situasi kamseltibcar lantas yang kondusif, khususnya di wilayah Kota Banjar. “Berbagai cara akan kami lakukan dalam operasi ini guna memberikan informasi terkait tata cara berlalulintas yang baik dan benar. Apa yang sudah didapatkan pengguna jalan dari Satlantas bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika semua pengguna jalan tertib, hal ini tentu saja bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” tutupnya. (kun)

DENI FR / RADAR TASIKMALAYA

DITATA. Petugas Pol PP Kota Banjar merapikan lapak milik PKL di Pasar Banjar, kemarin (31/5).

Pol PP Tata Ulang PKL Pasar Banjar

KUKUN AS / RADAR TASIKMALAYA

APEL PASUKAN. Anggota kepolisian mengikuti apel gelar pasukan sebelum pelaksanaan Operasi Simpatik Lodaya 2012 di halaman Mapolres Banjar, Kamis (31/5).

Pemohon SKCK Membeludak... dari hal 17

bersikeras akan mencari pekerjaan di luar daerah. “Mudahmudahan nanti di Jakarta saya akan segera memperoleh pekerjaan,” tuturnya. Sementara itu, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suwignyo

membenarkan membeludaknya permintaan SKCK. Bahkan, empat hari terakhir, jumlah warga yang memohon surat keterangan itu meningkat cukup tajam, sehari bisa melayani lebih dari 40 pemohon. Pada hari biasa, kata dia, pemohon hanya hanya berkisar 10 sampai

15 orang. Untuk melayani permintaan warga, para petugas harus bekerja keras. “Mereka datang sejak pagi untuk memperoleh surat ini (SKCK). Kami terpaksa menambah personel melayani para pemohon memperoleh surat SKCK,” katanya. (kun)

Disdukcapil Naikan Target... dari hal 17

Beberapa kendala juga terjadi dalam proses rekam e-KTP. Seperti adanya perbedaan data penduduk antara Disdukcapil dengan data yang dimiliki warga, sehingga warga membetulkan dulu identitasnya. “Mereka yang melakukan perbaikan identitas ada jeda waktu sekitar dua hari,” ungkap Iwan Disdukcapil, kata Iwan, akan

terus memantau “Saat ini masih berlangsungnya (pembuatan e-KTP) program e-KTP. Ke gratis, bisa jadi ke depan, kata dia, bedepan setiap warga berapa kecamatan yang akan membuat akan melakukan e-KTP bayar kalau program jemput perda mengharusbola atau petugas ekan seperti itu. DiKTP membawa alatperkirakan pemerinalat lengkap ke setah mengeluarkan tiap kantor desa. biaya Rp 35 ribu unIwan Kustiawan Tujuannya agar tuk setiap orang masyarakat yang belum dila- dalam pembuatan e-KTP,” ungyani bisa cepat terlayani. kapnya. (zi)

BANJAR – Sebanyak 40 anggota Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Banjar menata ulang lapak pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Banjar, kemarin (31/5). Penataan ulang dipimpin Kasi Trantib dan Kasi Perencanaan dan Pengendalian Operasi. Sekitar pukul 08.00, petugas menyusuri jalan di Lingkungan Pasar Banjar. Di lokasi ini, petugas menemukan beberapa gerobak yang tidak dipakai sehingga membuat lokasi setempat tampak semerawut. Petugas langsung mengangkut gerobak tersebut dan membersihkan lingkungan setempat agar lebih rapi. Pada bagian lain,

ada beberapa pedagang kaki lima yang dipindahkan tempat jualannya. Sebab, mereka menghalangi arus lalu lintas dan tidak sesuai dengan posisi berjualan yang ditentukan pemerintah. Ditemui Radar di lokasi penataan, Kasi Perencanaan dan Pengendalian Operasi Satpol PP Kusnadi menjelaskan, operasi ini untuk kembali menata kerapian pasar sehingga akses bagi para pengunjung lebih nyaman. Selain itu, penataan karena adanya Perda No 20 tahun 2004 tentang Ketertiban Keindahan dan Kenyamanan. Menjaga ketertiban, keindahan dan ke-

nyamanan merupakan salah satu tugas Satpol PP. “Beberapa PKL kami pindahkan agar tidak mengganggu lalu lintas dan kerapian pasar,” ungkap Kusnadi. Pantauan Radar, beberapa PKL mengikuti anjuran petugas dengan memindahkan gerobaknya. Tidak ada perlawanan dari pedagang. Mereka semua mematuhi apa yang diinstruksikan. Kusnadi mengatakan, pihaknya akan senantiasa memantau ketertiban pasar dengan selalu berkoordinasi dengan UPTD pasar dan Dinas Perhubungan. (zi)

FPI Sisir Miras di Panumbangan PANUMBANGAN – Front Pembela Islam (FPI) Ciamis sisir peredaran minuman keras (miras) di Kecamatan Panumbangan, kemarin (31/5) siang. Dari penyisiran ini mereka berhasil mengamankan satu dus miras cap anggur merah, dari warung milik At (40). Menurut Korlap FPI H Wawan Abdul Ma-

lik Marwan, razia dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan ada sebuah warung yang menjual miras. Pembelinya, kata dia, para pemuda tanggung dan bahkan anak-anak sekolah. “Ternyata informasi dari warga itu benar, hingga kita adakan razia langsung,” terang Wawan. Setelah digeledah, dari warung tersebut

didapat satu dus miras anggur merah. Karena merusak generasi muda, kata dia, miras tersebut langsung dihancurkan di lokasi. Dia berharap, kepolisian terus menggelar razia miras di perkotaan maupaun pelosok tanpa pandang bulu. ”Mari bersama-sama melakukan razia, karena miras jelas harus ditiadakan,” pungkas Wawan. (isr)

Lembaga Pengawas Tak Efektif dari hal 24

dibuka perwakilan ombudsman, ternyata masih banyak masyarakat maupun pejabat di daerah yang belum mengenal ombudsman. Tidak tahu apakah belum ada sosialisasi atau apa masalahnya, yang jelas ombudsman ini dibentuk oleh negara,” ujarnya. Dalam menjalankan tugasnya, dia memaparkan, ombudsman bisa menerima laporan atau keluhan dari masyarakat, birokrat maupun aparat. “Asalkan laporan yang masuk lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan. Ombudsman tidak akan menunda laporan dan

sampai saat ini tidak pernah ada kasus yang melebihi satu tahun,” ujarnya. Terkait kewenangan ombudsman, menurut Haneda, lembaganya bisa melakukan penyelidikan dan juga diberi kewenangan melakukan mediasi. Jika hasil mediasi dinilai selesai, penyelidikan langsung dihentikan. Bedanya dengan kepolisian, terangnya, kalau ombudsman lebih pada sisi administratif atau perdata, sementara kepolisian mengarah pada unsur pidana. Kesamaannya, hasil pemeriksaan ombudsman juga bisa menjadi dasar di pengadilan. Ketidaktahuan pejabat ter-

hadap ombudsman benar adanya. Seperti diungkapkan Bupati Ciamis saat memberikan sambutan di depan forum. Dia mengaku baru pertama kali mendengar nama lembaga tersebut. “Terus terang saya baru tahu ombudsman, ternyata lembaga yang memberikan fungsi kontrol dan keberadaanya sangat dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya. Dengan telah dibukanya perwakilan ombudsman, dia berharap pelayanan publik meningkat. “Kalau pelayana sudah bagus, tidak akan ada laporan masyarakat yang sampai ke ombudsman,” harapnya. Sementara itu, menurut Ketua

Komis IV DPRD Ciamis Hendra Markusi, keberadaan ombudsman sangat bagus, tapi jika turun ke daerah dia mengkhawatirkan akan tumpang tindih dengan lembaga pengawas yang telah ada. “Apakah nantinya tidak tumpang tindih, dalam penanganannya,” ujarnya. Menanggapi kekhawatiran Hendra, Haneda menjamin penanganan laporan ombudsman tidak akan tumpang tindih dengan lembaga pengawas yang ada. “Kami mempunyai mekanisme dan sistem pemeriksaan yang berbeda. Hasilnya, pasti sama kalau semuanya mengedepankan kebenaran,” ungkapnya. (yna)

Dulu Menghibur Acara Resmi, Kini... GENANGAN Air dari pipa PDAM yang bocor menggenang sebagian bahu Jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Ciamis, kemarin (31/5).

dari hal 24

mampu menghidupi anggota seni reog yang lahir sejak tahun 1980-an ini. Meski di usianya yang sudah tua, Encas bersama grupnya tetap akan mempertonton-

kan reog kepada khalayak ramai. “Karena sudah tidak digunakan oleh masyarakat, maka kami lakukan ini (ngamen) sekitar dua tahun ke belakang,” ujarnya. Selain mengais rezeki di Banjar dan Ciamis, Encas mengaku

pernah mencoba peruntungan di Bandung. Menurutnya, kelompok reog di Tasik dan Ciamis yang menjadi pengamen jalanan sangat banyak. “Yang saya tahu ada lima rombongan reog yang beralih

seperti ini,” ujarnya. Untuk itu, Encas menginginkan adanya perhatian dari pemerintah agar keberlangsungan seni reog tidak punah seiring meninggalnya pelaku-pelaku seni seperti dia dan kawan-kawan. (*)

IMAN SR / RADAR TASIKMALAYA

Warga Keluhkan Pipa Bocor dari hal 24

Nana Hermana (39), warga setempat. Bahkan dia mengkhawatirkan, jika rembesan tersebut dibiarkan akan merusak

pondasi jembatan yang teruat dari besi. ”Kami berharap secepatnya ada penanggulangan, sebelum ada kerusakan yang lebih besar lagi,” ucap Nana.

Sementara itu, saat mendatangi kantor PDAM, Radar hanya berhasil menemui beberapa staf, sedangkan Direktur PDAM Tirta Galuh Triani Puspa Dewi tidak ada di tempat. (isr)

YANA TARYANA / RADAR TASIKMALAYA

NGAMEN. Kelompok seni Reog Pustaka berkeliling Jalan Ahmad Dahlan Kabupaten Ciamis, kemarin (31/5).


23 sam 1