Page 1

22

JUMAT, 13 JULI 2012 / 23 SYABAN 1433 H

JATI DIRI Jakarta Ingin Berubah KEUNGGULAN pasangan Joko Widodo (Jokowi)Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilkada DKI Jakarta memang belum final. Duet yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra itu unggul versi metode hitung cepat alias quick count dengan perolehan suara pada kisaran 43 persen. Pasangan ini mengungguli incumbent Fauzi Bowo yang berduet dengan Nachrowi Ramli (diusung Partai Demokrat, PAN, Gerindra, dan beberapa partai lain). Hasil resmi pemungutan suara memang baru diumumkan KPU DKI Jakarta pada 20 Juli. Namun, melihat rekapitulasi quick count yang dilakukan beberapa lembaga survei, hasil akhir nanti, tampaknya, tidak akan jauh berbeda. Margin of error dari metode hitung cepat itu berada pada kisaran 2 persen. Jadi, hampir pasti Jokowi unggul atas Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo. Masalahnya, perolehan suara Jokowi tidak lebih dari 50 persen. Itu berarti Pilkada DKI Jakarta bakal berlangsung dua putaran. Jokowi dan Foke pun harus kembali bertarung menarik simpati warga ibu kota dalam pilkada ronde kedua yang menurut rencana dihelat September. Pertarungan edisi kedua antara Jokowi dan Foke diyakini jauh lebih seru. Ini ibarat duel do or die. Tidak ada lagi putaran ketiga. Pemenang pada putaran kedua akan melenggang ke takhta pemimpin Jakarta untuk periode lima tahun ke depan. Jokowi boleh menang di putaran pertama. Tetapi, tidak ada jaminan wali kota Solo itu kembali berjaya dalam ronde kedua. Foke bisa membalik keadaan dengan menang pada putaran kedua. Yang pasti, kedua kubu kini sibuk menyiapkan strategi terbaik untuk memenangi coblosan putaran kedua. Apa pun hasil Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, yang terjadi pada putaran pertama sesungguhnya memantik gambaran menarik. Yakni keinginan warga Jakarta untuk berubah. Melejitnya perolehan suara Jokowi mencerminkan harapan perubahan yang diusung warga ibu kota. Sebelum resmi maju sebagai calon gubernur Jakarta, Jokowi sukses memimpin Solo. Beragam penghargaan diraihnya. Meski begitu, banyak kalangan yang yakin, itu tidak cukup bagi Jokowi untuk menaklukkan ganasnya ibu kota. Di sisi lain, Foke dengan pengalamannya memimpin Jakarta dalam lima tahun terakhir disebut-sebut bakal kembali berkuasa untuk periode kedua. Apalagi dengan dukungan partai-partai besar di belakangnya. Politik bukan matematika. Tidak ada yang pasti. Kalau sekarang Jokowi berada di atas angin, itu belum tentu berlanjut pada putaran kedua. Foke yang kini bisa dikatakan ’’kalah’’ tetap punya kans untuk memukul balik Jokowi. Apalagi bila konstelasi politik berubah. Menarik ditunggu manuver dan arah dukungan dari empat pasangan yang tersingkir di putaran pertama. Apakah mereka mengarahkan dukungan kepada salah satu pasangan atau malah tidak sama sekali? (*)

Sumpah Serapah Partikel Tuhan B

EBERAPA hari terakhir ini, media massa ’’heboh’’ dengan penemuan ”partikel Tuhan” alias God particle oleh para ilmuwan CERN. Ada dua kehebohan yang terjadi. Pertama, ”kehebohan” di kalangan ilmuwan fisika yang relatif wajar karena penemuan ini memang sudah lama mereka tunggu-tunggu. Kedua, ”kehebohan” di kalangan awam yang sudah melampaui batas kewajaran karena mengira partikel Tuhan ini berkaitan dengan zat ketuhanan. Karena itu, sampai muncul berbagai macam ”sumpah serapah” yang salah alamat sekaligus menggelikan. Sebagaimana sudah disinggung banyak media, istilah God particle tersebut sebenarnya memang berasal dari ”sumpah serapah” seorang ilmuwan bernama Leon Lederman (pemenang Nobel Fisika 1988) yang merupakan mantan direktur Fermi Lab. ”Sumpah serapah”’itu ditujukan kepada partikel yang sulit ditemukan yang kini dikenal sebagai Higgs boson. Dia ”menyumpahserapahi” dengan istilah Goddamned particle alias ”Partikel terkutuk” dalam naskah tulisannya yang kemudian diterbitkan sebagai buku itu. Naskah yang semula berjudul: Goddamned Particle: If the Universe Is the Answer, What Is the Question? lantas diedit penerbit karena dianggap agak vulgar dalam beristilah menjadi God Particle: If the Universe Is the Answer, What Is the Question?. Jadi, istilah itu sejak awal memang tidak terkait dengan cerita ketuhanan. Karena itu, menjadi lucu dan menggelikan ketika banyak yang ”menyumpah- serapahi” sebagai ketersesatan dalam memahami zat Tuhan. Agar pemahaman tentang God particle di kalangan ilmuwan fisik partikel disebut Higgs boson tersebut menjadi proporsional, saya kira ada baiknya kita tahu serbasedikit

materi penyusun alam seuntuk mengikat beberapa Oleh: mesta. Jika alam semesta jenis quark agar membenAGUS MUSTOFA ini diibaratkan sebuah batuk proton dan neutron. ngunan gedung, kita bisa Gaya nuklir kuat diwakili menyebut bahan-bahan dasar penyusunboson gluon, dibutuhkan untuk mengikat nya adalah batu bata, pasir, dan adukan seproton dan neutron supaya membentuk inti men-air-kapur. atom. Gaya elektromagnetis diwakili boson Nah, alam semesta ini juga dibangun dari bernama foton, untuk mengikat inti atom tiga jenis bahan dasar semacam itu. ”Batu dengan elektron sehingga membentuk bata”-nya adalah quark. “Pasir”-nya adalah atom. Gaya gravitasi diwakili graviton, berlepton. ’’Adukan semen’’-nya adalah boson. fungsi mengikat antarbenda bermassa seQuark adalah partikel-partikel yang berperti antarplanet atau benda-benda langit jumlah enam macam: u, c, t, d, s, b. Dari lainnya. bahan dasar quark itulah proton terbentuk, Jadi, empat gaya fundamental itulah yang juga neutron. Artinya, jika proton atau neumenyatukan dan membentuk seluruh bentron dibelah-belah lagi, ia akan menjadi da di alam semesta dengan segala peristiwa quark tersebut. Sementara itu, quark diyang mengikutinya. Mulai partikel subpercaya tidak bisa dibelah lagi karena ia atomik sampai benda-benda raksasa di luar didefinisikan sebagai ’’pilinan energi’’. angkasa. Tanpa adanya gaya-gaya dasar itu, Selain quark sebagai ’’batu bata’’ pemalam semesta ini bakal buyar, menjadi bubur bentuk inti atom, dikenal pula lepton sebagai quark dan lepton belaka. Kondisi itu pernah ’’pasir’’-nya. Lepton itu tidak berada di dalam terjadi beberapa menit setelah alam semesta inti atom, melainkan di luarnya. Atau, berterbentuk lewat ledakan besar: Big Bang. gerak secara bebas. Contoh lepton adalah Lantas, apa kaitannya dengan Go particle elektron yang bergerak berputar-putar di alias Higgs boson yang baru ditemukan itu? sekitar inti atom. Selain elektron, ada yang Boson Higgs adalah jenis boson yang massa disebut muon, tauon, dan neutrino. Total pada ada enam partikel lepton. Sama dengan partikel-partikel sehingga memiliki gaya quark yang juga ada enam macam. gravitasi alias gaya ikat antar benda. Untuk mengikat quark yang berjumlah Sebagian ilmuwan menyebut boson Higgs enam di dalam inti atom dengan lepton yang itu adalah graviton. Yakni, partikel yang juga berjumlah enam di luar inti atom itu, memunculkan gaya gravitasi antarbenda dibutuhkan ’’partikel pengikat’’ yang disebut dalam skala besar. Selama ini memang belum boson. Jumlahnya ada lima jenis, tetapi ditemukan hanya menghasilkan empat gaya dasar: gaya partikel seperti itu. Bahkan, sekarang ini nuklir lemah, gaya nuklir kuat, gaya elekpun, meski sudah diumumkan CERN, masih tromagnetis, dan gaya gravitasi. Empat gaya banyak yang meragukan apakah partikel itulah yang mengikat dua belas partikel tersebut benar-benar goddamned- particle tersebut sehingga bisa membentuk berbagai yang dicurigai diburu macam benda di alam semesta. Termasuk selama beberapa dasawarsa terakhir Masih tubuh kita. perlu verifikasi lanjutan, meski keyakinan Gaya nuklir lemah diwakili boson W-Z, keb naran itu disebut sampai 99,9999 persen.

Namun, penemuan-penemuan pada era mutakhir ini memang semakin membawa kita pada jejak-jejak penuh misteri menuju awal-awal masa penciptaan alam semesta. Berbagai penemuan partikel quark, lepton, dan boson itu seperti menggiring pandangan kita untuk menuju ke pusat ledakan kuno, saat alam semesta terlahir. W-Z boson sebagai partikel pembawa gay nuklir lemah sudah terdeteksi. Demikian pula gluon sebagai partikel pembawa gaya nuklir kuat. Bahkan, foton sebagai pembawa gaya elektromagnetis sudah tidak asing, menjadi mainan seharihari. Kini boson Higgs alias graviton sudah berada di ambang pintu yang mulai terbuka semakin lebar. Jika semua itu bisa dipahami secara integral dan holistis, manusia akan semakin gamblang pula memahami mekanisme alam semesta, sejak dia berusia ’’bayi’’ sampai saat ’’meninggalnya’’ kelak. Citacita untuk menyatukan formulasi gayagaya fundamental itu menjadi semakin nyata. Bahwa seluruh benda dan peristiwa di jagat raya ini ternyata diatur dan dikendalikan Satu Kekuatan TUNGGAL atau ESA belaka. Yang orangorang beragama menyebutnya Sang Pencipta. Hmm… tanpa terasa, para ilmuwan itu ternyata sedang bekerja untuk membuktikan keberadaan Allah azza wajalla! ’’Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?, niscaya mereka akan menjawab Semuanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa lagi Maha Berilmu.’’ [QS Az Zukhruf (43): 9] (*) Alumnus Teknik Nuklir UGM dan penulis puluhan buku Serial Diskusi Tasawuf Modern

Apakah Korupsi Budaya Kita K

ORUPSI merupakan istilah yang akrab di telinga setiap orang, mulai dari pejabat hingga rakyat biasa, akademisi hingga tukang tani. Bahkan jika ditanyakan pada setiap orang, apakah ia pernah mendengar istilah korupsi, jawabannya pasti pernah. Permasalahannya, apakah setiap orang itu memahami apa sebenarnya korupsi itu? Lalu perbuatan apa saja yang dikategorikan korupsi? Apa latar belakang orang melakukan korupsi? Lalu siapa yang salah jika marak kasus korupsi? Dan apakah korupsi itu budaya kita? Tentu tidak semua orang bisa menjelaskannya secara gamblang dan ilmiah. Istilah korupsi dikenal masyarakat dari media massa yang sangat massif memberitakan perkembangan kasus-kasus korupsi di Tanah Air, baik kasus korupsi yang terjadi di pemerintah pusat maupun di pemerintah daerah. Pemberitaan kasus korupsi menghiasi media massa baik cetak maupun elektronik. Maklum saja perbuatan yang merupakan benalu sosial- penghambat pembangunan— itu tak pernah menemui ujung penyelesaiannya. Selesai kasus yang satu, maka muncul kasus korupsi yang lainnya. Padahal jika ditanyakan pada masyarakat, tentu masyarakat sangat membenci perbuatan korupsi dan pelakunya. Untuk memberikan ulasan yang mendalam tentang korupsi, sebaiknya perlu dikemukakan terlebih dahulu apa itu korupsi. Korupsi adalah tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan umum dan negara (Kartono,1999:80). Delik korupsi menurut KUHP adalah kejahatan atau kesalahan, ataupun perbuatan-perbuatan yang bisa dikenai tindak dan sanksi hukum. Jadi, korupsi merupakan gejala: salah pakai dan salah urus dari kekuasaan demi keuntungan pribadi; salah urus terhadap sumber-sumber kekayaan Negara dengan menggunakan kekuatan kekuatan formal untuk memperkaya diri. Lebih jelasnya menurut perspektif hukum, definisi korupsi secara gamblang telah dijelaskan dalam 13 buah pasal dalam UU No.31 Tahun 1999 jo. UU No.20 Tahun 2001 (KPK,2006:19).

Setelah memahami dengan kerja keras. Maka kini Oleh: finisi korupsi, pertanyaan orang merasa berharga jika DAMANHURI selanjutnya adalah peria memiliki sejumlah materi buatan apa saja yang ditertentu. Misalnya memikategorikan korupsi? Bentuk/jenis tindak liki rumah, kendaraan yang mewah, mampu pidana korupsi pada dasarnya dapat dimengakses gaya hidup yang jet-set meskelompokkan sebagai berikut: (1) kerugian kipun itu semua diperoleh dengan cara-cara keuangan negara, (2) suap-menyuap, (3) melawan hukum. penggelapan dalam jabatan, (4) pemerasan, Ketiga, stigma masyarakat yang memberi (5) perbuatan curang, (6) benturan keprestise / memuliakan orang yang kaya raya pentingan dalam pengadaan, dan (7) gratanpa mau tahu dari mana kekayaan itu tifikasi. Selain itu, ada jenis tindak pidana lain diperoleh. Dengan keadaan demikian, tidak yang berkaitan dengan tindak pidana koheran jika semua orang, terutama penyerupsi, diantaranya adalah merintangi proses lenggara Negara berlomba-lomba untuk peme riksaan perkara korupsi. menjadi “orang kaya baru” atau disingkat Setelah kita memahami definisi korupsi OKB. Orang berlomba lomba mengumdan perbuatan/tindakan apa saja yang pulkan pundi-pundi kekayaan demi memtermasuk bentuk korupsi, maka selanjutnya peroleh “kehormatan” di masyarakat mespenulis akan mengajukan beberapa analisis kipun dengan cara-cara meru gikan kemengenai latar belakang orang melakukan pentingan umum. korupsi. Keempat, iklim politik dan penegakkan Pertama, Secara historis, bangsa Indonehukum yang tidak sehat. Ketika gagasan sia adalah bangsa yang dahulunya dijajah. negara hukum seperti yang dihendaki oleh Dengan statusnya yang dijajah itu, bangsa the founding father yang jelas tertuang pribumi hidup dalam keadaan yang serba dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat (3) yang meterbatas, termasuk terbatas memiliki kenyatakan “Negara Indonesia adalah negara kayaan. Padahal kekayaan alam Indonesia hukum” yang dalam praktiknya adalah nesangat melimpah ruah. Pada jaman pengara berdasarkan kekuasaan uang. Selain jajahan itu, kekayaan yang melimpah itu itu, pada sila pertama Pancasila tertulis dikeruk dan dibawa ke Negara asal penjajah. “Ketuhanan Yang Maha Esa” namun dalam Sehingga begitu bangsa Indonesia mendekfaktanya “keuangan yang maha kuasa”. Milarasikan kemerdekaannya dari belenggu salnya saja, sistem multipartai dengan pepenjajah, ambisi menguasai kekayaan Indomilu langsung yang menyebabkan ongkos nesia, khususnya bagi orang-orang yang politik yang mahal dapat menyebabkan memiliki akses dan kesempatan untuk itu partai dan aktor politik harus juga mengemenggebu-gebu. Selain itu, korupsi juga luarkan biaya politik yang besar, sebagai disebabkan oleh hasrat untuk menaikkan konsekuensi logisnya adalah ada upayataraf hidup dan menaikkan status sosial, upaya bagaimana ongkos politik itu segera terutama pegawai Negara, misalnya dengan kembali. Penegakkan hukum yang mestinya menerima imbalan atas layanan publik yang menjamin kebenaran dan keadilan bagi melekat pada kewenangannya. Tentu amsetiap warganegara, dalam kenyataannya bisi untuk menjadi orang kaya tidaklah sahanya dapat dinikmati oleh “elit” tertentu. lah, manakala itu dilakukan dengan usahaRakyat sering dihadapkan pada kenyataan usaha yang normatif. Akan salah jika ambisi pahit, kondisi yang ironi dalam penegakkan untuk memiliki kekayaan yang melimpah hukum di tanah air. ruah itu dilakukan dengan cara-cara yang Kelima, memudarnya keimanan terhadap korup. Tuhan Yang Maha Esa. Meski hal ini ditulis Kedua, terjadinya modernisasi yang mempada bagian akhir, kiranya jelas bahwa jika bawa pergeseran nilai nilai. Jika dulu orang orang-orang beriman pada Tuhan-Nya mamenganggap dirinya bernilai ketika ia hidup ka niscaya apapun kondisi bangsa dan nadengan jujur, memperoleh kekayaan degara ini tidaklah mungkin ia tergoda untuk

melakukan korupsi, ia akan menjadi orang yang pandai bersyukur atas apa yang di dapat dari usaha halalnya. Dengan demikian, jika ditanya siapa yang bersalah dengan semakin maraknya korupsi? Jawabannya semua pihak sedikit atau banyak berkontribusi menumbuhsuburkan korupsi. Sebagai penutup, ada pertanyaan apakah korupsi itu budaya kita? Menurut penulis, budaya itu konotasinya positif. Budaya (buddayah, culture,colere) artinya mengolah. Mengolah Budhi dan daya, sehingga dengan budhi dan daya itu manusia menghasilkan sesuatu cipta, karsa,rasa dan karya yang berguna bagi umat manusia. Korupsi di Tanah Air lebih diakibatkan oleh derasnya arus “modern” yang menjunjung tinggi aspirasi materil dan kebudayaan uang tanpa filter yang baik. Sehingga uang men dominasi segala pertimbangan, uang menjadi panglima, uang menjadi moral judgement. Tak heran Indonesia pernah memiliki “prestasi” negara terkorup di Asia pada tahun 2005, keadaan ini hendaknya menjadi tamparan bagi kita semua, terutama penyelenggara negara dan penegak hukum agar melakukan berbagai upaya kongkrit mencegah dan menindak tindak pidana korupsi dengan sebaik-baiknya. Tidak lupa, masyarakat juga memiliki andil besar dalam tumbuh suburnya korupsi ketika masyarakat memberi “prestise” kepada orang-orang yang memiliki kekayaan melimpah meski melawan hukum. Sudah saatnya kita menilai orang lain itu baik, jika ia hidup sederhana, bekerja keras, bersahaja, berprestasi, jujur dan tentu dari keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, bukan dari hartanya belaka. Sehingga motivasi orang untuk melakukan korupsi dapat dieliminir. Korupsi jangan dianggap budaya, korupsi merupakan penyakit sosial dan perbuatan kriminal. Mudah mudahan dengan semakin kecilnya indeks korupsi di negara kita, maka tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan Pembukaan UUD 1945 akan segera terwujud. Semoga! (*) Dosen Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Untirta

Pendiri: H Mahtum Mastoem (Alm). General Manager: Dadan Alisundana. Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Ruslan Caxra. Redaktur Pelaksana: Usep Saeffulloh. Asisten Redaktur Pelaksana Pracetak: Midi Tawang. Koordinator Liputan: M Ruslan Hakim. Redaktur: Tina Agustina, Nancy AQ Mangkoe. Asisten Redaktur: Candra Nugraha, Asep Sufian Sya’roni, Irwan Nugraha, Ujang Yusuf Maulana. Penanggung Jawab Web: Husni Mubarok. Reporter: Dede Mulyadi, Permana, Lisna Wati, Rina Suliestyana, Lisan Kyrana. Singaparna: Sandy Abdul Wahab. Ciamis: Iman S Rahman, Yana Taryana. Pangandaran: Nana Suryana. Banjar: Kukun Abdul Syakur (Kepala Biro), Deni Fauzi Ramdani. Wartawan Luar Negeri Melalui Jawa Pos News Network (JPNN): Dany Suyanto (Hongkong). Sekretaris Redaksi: Lilis Lismayati. Pracetak: Achmad Faisal (Koordinator), Sona Sonjaya, Husni Mubarok, H Yunis Nugraha. IT: Harry Hidayat. Iklan: Agustiana (Manager), Nunung, Devi Fitri Rahmawati, Jamal Afandy. Iklan Perwakilan Jakarta: Yudi Haryono, Azwir, Eko Supriyanto, Mukmin Rolle, Arief BK, Asih. Pemasaran dan Pengembangan Koran: Dede Supriyadi (Manager), Asep H Gondrong, Yadi Haryadi, Toni, Dani Wardani. Promosi dan Event: M. Fahrur, Sarabunis Mubarok. Keuangan: Nina Herlina (Manager), Novi Nirmalasari (Accounting), Rina Kurniasih (Inkaso), Tatang (Kolektor). Diterbitkan: PT. Wahana Semesta Tasikmalaya. Percetakan: PT Wahana Semesta Java Intermedia. Komisaris Utama: H. M. Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan. Direktur Utama: H. Suparno Wonokromo. Direktur: Yanto S Utomo. Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan/Tata Usaha/Percetakan: Jl. SL Tobing No. 99 Tasikmalaya 46126, Telp. 0265-348356-57, Fax. 0265- 322022, email: radar.tasikmalaya@gmail.com. Perwakilan Cirebon: Jl. Perjuangan No. 9 Cirebon Tlp: (0231) 483531, 483532, 483533. Perwakilan Bandung: Jl. Margahayu Raya Barat Blok SII No.106 Bandung Telp. 022-7564848, 08182398875 (Sofyan). Perwakilan Jakarta: Komplek Widuri Indah Blok A-3, Jl. Palmerah Barat No. 353, Jakarta 12210, Telp. 021-5330976, HP: 081320279893. Tarif Iklan: hitam putih (BW) Rp 28.000/mm kolom, warna (FC) Rp 38.000/mm kolom, iklan baris Rp 15.000, iklan halaman 1 (FC) Rp 76.000/mm, iklan halaman 1 (BW) Rp 56.000/mm , No. Rekening: 0520110944 - BANK SYARIAH MANDIRI Cabang Tasikmalaya, 0007245361001 - BANK JABAR BANTEN Cabang Tasikmalaya, an. PT Wahana Semesta Tasikmalaya. Referensi Semua Generasi

Isi diluar tanggung jawab percetakan

SEMUA WARTAWAN RADAR TASIKMALAYA SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL ATAU SURAT TUGAS, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER.


22 WACANA 13 jul  

Oleh: DAMANHURI Dosen Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Untirta Alumnus Teknik Nuklir UGM dan penulis puluhan buku Serial Diskusi Tasawuf Mode...

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you