Page 1

RABU, 22 AGUSTUS 2012 / 4 SYAWAL 1433 H

Polantas Dijaga Tim Antiteror TASIK – Tim antiteror dari Polres Tasikmalaya Kota sejak Lebaran hingga H+7. Mereka menjaga anggota Satlantas (atau polisi lalu lintas) yang mengatur lalu lintas di beberapa titik rawan kemacetan di Jalur Gentong, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Gupuh Setiyono SH, SIK mengatakan ada dua tim antiteror yang diterjunkan di dua titik di jalur Gentong.

Masing-masing tim berjumlah sembilan personel. Mereka dilengkapi senjata laras panjang dan alat metal detektor. Mereka disiagakan setelah terjadinya teror di Solo, Jawa Tengah. “Jadi kami juga melakukan pengamanan agar hal seperti itu (di Solo) tidak terjadi,” jelas dia usai memantau arus mudik dan balik di jalur Gentong (20/8). Hal itu tadi malam (21/8), dia tegaskan lagi kepada Radar saat memantau arus balik di Pos

Pelayanan Kadipaten. Penjagaan terhadap anggota Satlantas, kata dia, agar para anggota pengatur lalu lintas itu bisa mengatur lalin dengan rasa aman, tanpa kekhawatiran akan teror. Baik itu teror bom maupun teror lainnya. Sebelumnya, Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota AKP M Rano mengatakan tim antiteror menjaga anggotanya siang dan malam. “Semoga pada arus balik ini lancar,” harap dia. (snd)

DEDE MULYADI / RADAR TASIKMALAYA

ALIHKAN. Kendaraan pebalik yang menuju Bandung dialihkan ke Singaparna-Salawu karena kawasan Gentong padat, kemarin siang.

Gentong Mengular 27 Km dari hal 1

Tengah ke Bandung yang melewati jalur GentongRajapolah di Kabupaten Tasikmalaya masih padat merayap. Malah, sebelumnya (20.30), Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota AKP M Rano mengabarkan penumpukan kendaraan pebalik mencapai 27 kilometer dari Gentong hingga Rajapolah. Pada pukul 21.00, kendaraan pebalik dari Ciamis dialihkan ke arah Singaparna-Salawu-Garut untuk menuju Bandung. AKP M Rano mengatakan hal itu kepada Radar usai mengurai kemacetan di Pertigaan Pamoyanan Kabupaten Tasikmalaya tadi malam sekitar pukul 21.40. “Sekarang laju kendaraan arus balik (pukul 21.40) kembali normal,” jelas dia. Sementara, jelas dia, kendaraan dari arah Bandung menuju Tasik sampai tadi malam sudah melaju dengan lancar dan jumlah kendaraan relatif sedikit dibanding sore. Masih di jalur Gentong, pada pukul 23.00, dari Gentong atas sampai Gentong bawah dari arah Tasikmalaya padat merayap. Di Pamoyanan juga pada. Namun, tidak sampai macet. Sedangkan dari arah Bandung, lancar. Sebelumnya pengalihan kendaraan pebalik ke Singaparna juga sudah dilaksanakan Satlantas Polres Tasikmalaya Kota sejak kemarin siang, karena kendaraan di kawasan Gentong menumpuk. Kapo PAM Linggajaya Kompol Abdussalam Drs MM menjelaskan jumlah kendaraan yang

“Sebelas bulan saya sudah kerja, seperti mesin, kali ini saya pengen libur dulu dan jalanjalan aja,” ujar mantan istri

Pembagian santunan ini, kata Asep, dalam rangka mengakhiri bulan suci Ramadan. “Kegiatan ini rutin, membantu supaya mereka bisa bayar fitrah. Cara

ATUR. Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Gupuh Setiyono SH, SIK mengatur lalu lintas di Pertigaan Pamoyanan Kabupaten Tasikmalaya tadi malam.

mengalir melintasi wilayahnya berasal dari Ciamis, Banjar dan Jawa. “Tapi ada juga yang pulang dari pangandaran,” katanya kepada wartawan di sela-sela kesibukannya mengatur arus lalu lintas di Pos PAM Linggajaya, kemarin. Dia memprediksi membludaknya kondisi kendaraan pebalik akan berlangsung hingga H+5. “Bahkan bisa menutup kemungkinan hingga H+7,” tandasnya. MACET Sementara itu kemarin sejak siang sampai sore, kemarin, Kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya di jalur Gentong hingga Pertigaan Pamoyanan Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya macet sepanjang satu kilometer. Sedangkan dari arah Tasikmalaya menuju Bandung di jalur Ciawi hingga Pertigaan Pamoyanan macet sepanjang tiga kilometer . Kendaraan dari dua arah itu berhenti setiap 1 - 4 menit dari pukul 10.00 hingga pukul 16.00. Kasatlantas Polres Tasikmalaya AKP M Rano mengatakan Pertigaan Pamoyanan menjadi

titik penghambat laju kendaraan dari dua jalur tersebut, karena ada kendaraan yang keluar dari Pagerageung dan masuk jalur utama Kadipaten. “Untuk antisipasi kemacetan, kami menempatan petugas khusus dan pembatas jalan,” jelasnya kepada Radar di Pos Pelayanan Kadipaten di Rumah Tasik kemarin. Jalan keluar lainnya, kata dia, kendaraan yang keluar dari Pagerageung menuju ke Bandung harus melaju dulu ke arah Tasik dan memutar di Rumah Tasik Kadipaten sekitar 100 meter agar kendaraan tidak menumpuk di Pertigaan Pamoyanan. “Nanti kalau aktivitas masyarakat di pertigaan berkurang, laju kendaraan bisa lancar,” papar dia yang juga mengatakan jalur Lingkar Gentong- Strawberry (GS) belum dibuka sampai kemarin. Dalam wawancara terpisah, Halim (27) penjual mie ayam di Kampung Nyalindung Desa Buni Asih Kecamatan Kadipaten mengatakan kemacetan kendaraan di titik Pertigaan Pamoyanan sudah biasa terjadi tiap tahunnya pada arus mudik dan balik Lebaran. (snd/dem)

Ahmad Dhani tersebut kepada wartawan sebelum berangkat. Maia tidak membawa serta tiga anaknya, Al, El dan Dul. Tapi Maia sudah menyiapkan liburan khusus bersama anak-anaknya di Bali

yang rencananya dilakukan September atau Oktober mendatang. “Saya ajak anak-anak ke Bali saja, mungkin September atau Oktober. Kalau ke London saya tetep sendiri,” ujarnya. (abu/jpnn)

pendataannya, dari pihak pesantren langsung survei siapa yang layak mendapatkanya,” ungkapnya. Ito (83), salah seorang penerima santunan warga Kecamatan Cipasung mengatakan,

setiap tahun dia selalu menerima santunan serupa dari Ponpes Al-Amin. “Allhamdulilah setiap tahun dapat, dan ini akan digunakan untuk beli makanan di hari lebaran,” singkatnya. (mg3)

Hati-Hati Diare Pasca Lebaran dari hal 8

tahap penyesuaian. Pencernaan yang terbiasa diisi secara teratur dengan pola puasa, kata dia, harus diubah perlahan-lahan untuk membiasakan pola makan siang hari. Warga juga diharapkan lebih menjaga konsumsi makanan saat Lebaran, agar kesehatan pen-

cernaan tidak terganggu. ”Terutama makanan yang pedas, itu yang harus dihindari. Jangan terlalu banyak yang pedes, lemak dan yang tidak bersih,” tuturnya. Warga juga diharapkan siap sedia oralit untuk mengantisipasi diare. Bila pertolongan lanjutan diperlukan, barulah dibawa ke puskesmas terdekat. Puskesmas Cipedes sendiri, me-

nurutnya, siaga sampai H+ 7 Lebaran. Sehingga warga dan pemudik yang ingin berobat tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Siang kemarin (21/8) seorang kakek juga tampak mengantar anaknya ke puskesmas karena mengalami gatalgatal. Petugas piket langsung melakukan pelayanan kesehatan. (pee)

Neneng Pingsan di Perjalanan dari hal 8

yang memantau Sarneng menyarankan agar dia beristirahat lebih lama sebelum melanjutkan perjalanan ke Ciamis.

Menurut Tika, Neneng pingsan karena tidak kuat lama berdiri. Kernet bis terlalu memaksakan penumpang masuk. Dia juga mengaku sempat protes pada kernet dan sopir yang tetap

menaikan penumpang. “Bisnya padat. Sudah ngomong ke sopir, penumpang sudah penuh masih saja (menaikkan penumpang). Jadi terus aja berdiri gak kebagian kursi,” sesalnya. (pee)

Wamen ESDM Mudik Naik KA dari hal 8

house hanya silaturahim sama pak Rt dan tetangga sekitar. Saya ingin bersama keluarga,” tuturnya. Di sela liburan di Tasik itu, Rudi

dari hal 1

sekitar lokasi tawuran lengang dari kendaraan. “Masalah gesekan antar kedua kampung ini sebetulnya masalah lama. Soalnya kedua kampung itu sudah bermusuhan sejak lama, pernah beberapa kali bentrok. Namun tiga tahun terakhir sebetulnya tidak pernah terjadi lagi, baru terulang lagi sekarang,” terangnya lewat ponselnya. Sementara itu Danramil Cibalong Kapten (Inf) Ahmad Wardi mengatakan pemuda kedua kampung itu memang bermusuhan. “Memang udah gak aneh dari dulu,” terangnya. Kejadian langsung direspon oleh petugas kepolisian. Kapolres Tasikmalaya AKBP Irman Sugema mengatakan insiden yang terjadi sekitar pukul 20.30 itu berawal dari adanya provokasi dari warga kedua belah pihak. “Kejadian itu karena terprovokasi saja,” katanya kepada Radar, kemarin (21/8). Secara terinci dia menjelaskan bahwa keributan antar kampung itu berawal dari salah seorang warga Ciwarak Jatiwaras yang meminta salah seorang warga Cibalong mendorong motornya yang kehabisan bensin. Orang yang dimintai bantuan itu menolak karena ada urusan tersendiri sehingga orang Ciwarak itu terpaksa mendorong motornya sendiri. Tapi setelah berhasil menemukan kios bensin eceran, orang Ciwarak itu balik mencari orang yang menolak orang Cibalong tadi. Lantas dipukuli. Orang yang dipukuli mengadu kepada rekan lainnya sehingga mengejar orang Ciwarak —yang melakukan pemukulan itu. Orang Ciwarak berhasil kabur, tapi motornya tertinggal. Lantas warga mengamankan kendaraan motor itu ke Polsek Cibalong selajutnya diamankan ke Polres Tasikmalaya. “Orang yang kabur mengadu kepada warganya, hingga warga terprovokasi hingga terpancing emosinya,” tambahya.

dari hal 1 SANDY AW / RADAR TASIKMALAYA

Ratusan Jompo Terima Zakat dari hal 8

Lebaran Kemudian Tawuran

UJANG YUSUF MAULANA / RADAR TASIKMALAYA

BERSERAKAN. Bebatuan sisa-sisa tawuran tampak berserakan di pinggir Jalan Raya Cibalong, Kampung Bantarpayung Desa Singajaya Kecamatan Cibalong, kemarin.

Sehingga, kata dia, puluhan warga Ciwarak Jatiwaras mendatangi warga Cibalong. Mengetahui ada penyerangan, warga Cibalong mengumpulkan masa. Hingga sampai di TKP Kampung Bantar Payung, sempat terjadi saling lempar. “Keributan terjadi sekitar pukul 22.30, puluhan warga Jatiwaras mendatangi warga Cibalong tapi berjarak sekitar 50 meter,” susulnya. Puluhan petugas pengamanan yang terdiri dari TNI dan Polri segera melakukan antisipasi. “Karena jarak tempuh dari Polres jauh, maka sebagai antsisipasi selain Polsek Cibalong kami pun memerintahkan rayon polsek sekitar, seperti Sukaraja, Parung Ponteng dan lainnya,” paparnya. Setelah beberapa saat kemudian, bantuan pasukan dari Polres Tasikmalaya tiba di lokasi, seperti Satuan Sabhara juga Satuan Lantas untuk mengatur lalu lintas. “Saya sendiri yang memimpin langsung,” tegas

Irman. Sekitar pukul 22.30, pihaknya berupaya menengahi kedua massa. “Kami melakukan negosiasi dan permasalahannya sudah selesai hingga pukul 00.00,” tandasnya. Mengenai kasus pemukulan, ungkap Kapolres, pihaknya masih menyelidik secara intensif. “Kami masih lidik, dan kedua belah pihak diminta untuk bisa menahan diri,” ungkapnya. Dengan adanya insiden itu, pihaknya akan berusaha memahami budaya daerah. “Agar bisa terkendali, upaya kita dengan mengevaluasi langkah kultur daerah,” paparnya. Irman juga akan memerintahkan Polsek setempat yang dibarengi dengan Muspika memberikan sosialisasi tentang hukum. “Imbauan dan pemahanan kepada masyarakat (kedua kampung) tentang hukum agar bisa sadar hukum secara individu,” pungkasnya. (uym/red)

Balita Tewas Terlempar

Lebaran di London dari hal 1

7

sempat menyidak Depot Pertamina di Cicurug Kecamatan Cibeureum. Rudi mengaku ingin melakukan beberapa pembenahan karena dia menginginkan Kota Tasikmalaya menjadi pusat energi di bagian Timur Jawa

Barat. “Saya ingin Tasikmalaya menjadi pusat energi di bagian Timur Jawa Barat,” ungkap dia. Ketika dikonfirmasi mengenai kedatangan Wamen ke Depo Pertamina, pihak Pertamina belum bisa dihubungi. (mg4)

Motor yang dikendarai Wasuli (35), ayahnya dan Dariten (33), ibunya dari arah Bandung ke Tasik disenggol pengendara motor lainnya dari belakang sehingga motor Jupiter MX D 2591 TC itu oleng ke kanan jalan. Di saat bersamaan datang mobil Xenia B 1714 TOS yang dikendarai Ir Eli Siahaan datang dari arah berlawanan hingga kendaraan itu bertabrakan. Ripan yang berada di pangkuan ibunya terpental dan membentur aspal. Ripan pun tewas.

Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota AKP M Rano Hadiyanto memeriksa kasus itu. “Kami masih melakukan pemeriksaan lebih intensip. Sementara mobil Xenia diamankan di Mapolres Tasikmalaya Kota,” ujarnya Minggu (19/8). Ripan dan orang tuanya melewati jalur utama mudik Tasikmalaya karena akan menuju Jawa Tengah dari Cimahi. Seharihari, Ripan tinggal bersama ayah dan ibunya di Gang Setia Bakti 5 No 180 A Cimahi. PINGSAN Sebelumnya (18/8) pemudik juga ada yang pingsan di depan Jembatan Timbang,

Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya. Sebelum pingsan, pria berusia sekitar 40 tahun itu menyandarkan motornya. “Kami masih belum bisa menanya siapa nama dan alamat lengkap. Namun saat dia siuman sebentar dia sempat mengatakan mudik dari Tangerang ke Padaherang (Kabupaten Tasikmalaya),” papar Kepala Jembatan Timbang Gentong Asep Mustofa. Dia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tidak memaksakan diri mengemudi motor kalau kondisi fisik tidak fit atau lelah. “Lebih baik beristirahat dulu,” sarannya. (dem/snd)

Budi-Syarif Berpelukan dari hal 1

Tak lama kemudian H Budi Budiman bergegas pulang. Sebelum meninggalkan kediaman Syarif, dia bersilaturahmi dengan sejumlah tamu lain yang hadir. Kepada wartawan, H Budi Budiman mengatakan sengaja datang ke rumah Syarif untuk bersilaturahmi dan tidak ada kaitannya dengan hasil pilwalkot. ”Kalah dan menang itu sudah diatur oleh Allah. Jadi pilkada tidak menghalangi jalan kita untuk tetap bersilaturahmi,” kata Budi yang memenangkan Pilwalkot Tasikmalaya 2012 berpasangan dengan Ir H Dede Sudrajat MP.

Dia juga mengimbau politisi partai saat pilkada yang mendukung calon berbeda agar tetap bersilaturahmi. Terkait kepemimpinannya nanti, Budi mengaku siap melanjutkan pekerjaan rumah yang belum dituntaskan Syarif. ”Yang penting, apa yang sudah baiknya kita lanjutkan,” ujar ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya ini. “Saya pun akan meminta banyak saran beliau (H Syarif Hidayat, red) dan kebijakannnya sebagai tokoh,” pungkasnya. Sementara itu Syarif mengatakan usai lengser dari jabatannya sebagai wali kota, ia akan kembali menjalankan aktivitasnya —sebelum menjadi wali kota— yakni memimpin klinik khitan dan memimpin kelompok haji

di tingkat Provinsi Jawa Barat. Meski saat ini, dia mengaku telah mendapat tawaran dari sejumlah partai untuk maju memperebutkan kursi DPR RI, ia masih pikir-pikir menjadi anggota dewan. Sementara itu sebelum open house, Syarif melaksanakan shalat Ied di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Dia pun terlebih dulu membagikan angpau kepada para pengemis di sekitar masjid. Adapun saat open house, tampak beberapa pejabat Kota Tasikmalaya hadir, diantaranya Sekda Tio Indra Setiadi, Ketua DPRD Otong Koswara (yang jabatannya masih disengketakan PPP) dan pejabat sejumlah instansi lain. (pee)

Laut Selatan Seret Puluhan Turis dari hal 1

lapangan Liano kepada Radar kemarin. Kasus kecelakaan laut itu terjadi di kawasan Pos 4 dan Pos 5 penjaga pantai atau lokasi berbahaya untuk berenang. “Mereka terseret arus bawah laut yang cukup kencang. Namun sejauh ini semua korban bisa kembali beraktivitas tidak ada yang sampia kritis, hanya mengalami trauma ringan,” ungkapnya. Meningkatnya jumlah kecelakaan laut dibandingkan hari-hari biasa, menurut Dodo, akibat wisatawan tidak mematuhi imbauan petugas Balawista. “Berkali-kali kami sudah melakukan imbauan melalui pengeras suara maupun secara langsung oleh petugas di lapangan, namun banyak yang mengabaikan. Mereka terlalu keasyikan bermain air,” kata Dodo. Dodo berharap wisatawan yang beraktivi-

tas di pantai selalu berhati-hati dan mematuhi setiap imbauan petugas Balawista. “Jangan memberanikan diri berenang jauh ke tengah. Patuhi setiap rambu dan imbauan petugas dan gunakan alat bantu berenang seperti ban dan papan selancar,” sarannya. Dodo menjelaskan, berenang di laut berbeda dengan berenang di kolam yang tidak memiliki arus bawah laut. “Arus laut bisa muncul di tempat-tempat tertentu. Kami pun selalu memberi tanda bendera merah di sana, namun ada saja pengunjung yang berenang di daerah yang seharusnya steril dari aktivitas pengunjung,” tambahnya. Dodo mengimbau pengunjung berenang diantara Pos 1 dan Pos 2 penjaga pantai yang merupakan kawasan berenang. Sementara antara Pos 3 hingga Pos 5 penjaga pantai merupakan kawasan zona berbahaya dimana di daerah tersebut sering terdapat

arus bawah laut yang sangat membahayakan karena bisa menyeret pengunjung yang sedang berenang. “Karena itu kami tidak anjurkan pengunjung berenang di sana, apalagi di tempat-tempat yang kami pasang bendera merah (larangan berenang, red) kami pastikan di tempat tersebut ada arus laut yang berbahaya,” tuturnya. (nay)

KORBAN TERSERET ARUS 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Revan (11) Ciamis Rina (47) Jakarta Mise (21) Jakarta Febi (32) Jakarta Dita (13) Jakarta Galih (15) Banjar Yayan (27) Bandung Oleh (18) Garut Tatang (27) Majalengka Aceng (30) Ciamis Andri (21) Majenang

12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21.

Eulis (30) Banjar Aceng (25) Banjar Yuni (18) Garut Agus (42) Bandung Asep (18) Tasikmalaya Irsad (16) Cilacap Ahmad Ardi (15) Cilacap Rizki (15) Cilacap Udin (19) Cilacap Taufik (18) Cilacap

Sumber : Balawista

Era Tawaf dengan Kendaraan Listrik dari hal 1

Legisan Sugimin, manajer ESQ yang menyertai umrah saya, lantas membacakan doa khataman. Dengan perasaan lega, kami pun segera turun dengan eskalator di dekat Zamzam. Begitu banyak eskalator di dalam masjid itu sehingga kalau salah pilih bisa kesasar jauh. Dari eskalator itulah saya melihat di pelataran kecil di lantai tiga banyak orang seperti berlatih naik kendaraan listrik. Mundur-majumemutar. Bentuknya mirip kursi roda bermotor. Saya tertarik berhenti untuk melihatnya. Ternyata, itulah kendaraan listrik untuk tawaf bagi orang yang tidak kuat berdesakan jalan kaki mengelilingi Kakbah. Kendaraan model baru itu rupanya laris. Saya hitung, ada tujuh orang yang sedang antre di loket. Ada yang sudah bisa langsung mengendarainya, ada yang masih harus berlatih. Itu tentu satu kemajuan. Dulu, orang tua atau orang yang tidak mampu tawaf harus menyewa orang untuk menggendongnya atau memikulnya. Pemandangan seperti itu tidak terlihat lagi sejak lebih lima tahun lalu. Mereka dibikinkan jalur khusus seperti sosoran, menjorok dari lantai dua. Di jalur khusus itu mereka dinaikkan kursi roda yang didorong oleh keluarga atau petugas yang dibayar. Dan sekarang kendaraan listrik menggantikannya. Kalau tidak terkait dengan fikih (hukum

acara ibadah), sebenarnya membahas itu tidak menarik. Tapi, fikih kendaraan listrik rupanya harus diterima di zaman modern ini. Termasuk penentuan lokasi memutar yang sudah agak di atas Kakbah. Saya jadi teringat beberapa tahun lalu, pernah tawaf di lantai empat yang menghadap langit itu. Tentu posisinya juga sudah sangat tinggi. Dari lantai itu Kakbah terlihat agak di bawah sana. Meski terhindar dari berdesakan, tawaf di lantai empat tersebut ternyata justru sangat lama. Satu putaran ternyata hampir 1 km. Tekanan kian banyaknya jamaah haji (dan umrah) rupanya membuat fasilitas yang ada harus selalu dilipatgandakan. Tempat lempar batu (jumrah) dibikin bersusun. Tempat lari dari Bukit Safa ke Bukit Marwa (sai) juga dibuat bersusun. Yang di lantai empat sebenarnya sudah tidak bisa merasakan jerih payah Siti Hajar saat mencarikan air bagi bayi Ismail dengan cara lari bolak-balik menaiki dua bukit itu. Tahun depan ada lagi yang dibuat bersusun: pelataran tawaf! Kelak memutari Kakbah bisa dilakukan di lantai baru. Saya sudah melihat video perencanaannya. Hebat dan indah. Hebatnya, pelataran tawaf susun itu dibuat knock down. Bisa dibongkar pasang dengan cepat. Mungkin hanya akan dipasang waktu musim haji atau umrah akhir Ramadan. Untuk memasangnya, hanya diperlukan waktu tiga hari. Tanpa mengganggu ibadah di sekitar Kakbah. Tenaga bongkar pasangnya tidak banyak. Sudah lebih banyak menggunakan robot (untuk melihat

videonya, klik http://s1520.vuclip.com/e6/ 6c/ e66cfdcba46de7da55415c03c41cf7 68/ ba123207/e66c_w_2.3gp?c=392 452078&u=1639071217&s=BNirq3). Tanpa usaha baru seperti itu, lautan manusia yang bertawaf akan tidak tertampung. Pada musim haji atau umrah akhir Ramadan luapan manusia memang luar biasa. Pada hari ke-27 bulan puasa (dipercaya sebagai hari turunnya Lailatul Qadar, siapa beribadah di hari itu mendapat pahala sebanyak ibadah selama seribu bulan) orang Tarawih meluber ke mana-mana. Jalan-jalan raya terpakai untuk Tarawih sampai sejauh 2 km dari masjid. Masjid yang sudah dibuat empat tingkat, yang halamannya terus diperluas, yang hotel-hotel di sekitarnya sudah menyisihkan lantainya untuk salat, masih juga belum cukup. Semua jalan menuju masjid menjadi masjid itu sendiri. Saya lihat Masjid Al Haram kini juga sedang diperluas (lagi). Ada tambahan dua menara baru. Tapi, kalau ekonomi negara-negara seperti Indonesia, India, dan Afrika terus berkembang, semua perluasan itu tidak akan cukup juga. Kelak tidak ada jalan lain, kecuali membatasi jumlah orang umrah seperti membatasi orang berhaji sekarang ini. Belum lagi ekonomi negara-negara seperti Uzbekistan, Kazakstan, Turki, dan Tiongkok juga kian maju. Jangan lupa, jumlah umat Islam Tiongkok lima kali lipat lebih banyak daripada umat Islam se-Malaysia. (*)

7 sam 22 agus  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you