Page 1

22

JUMAT, 10 AGUSTUS 2012 / 21 RAMADAN 1433 H

JATI DIRI Mudik dan Proyek Abadi BULAN Ramadan sudah lebih dari separo jalan. Dalam beberapa hari ke depan, umat muslim bakal menyongsong Idul Fitri. Demi menyambut hari raya tersebut, jutaan rakyat Indonesia rela berjibaku melakoni tradisi mudik alias pulang kampung. Jarak ribuan kilometer dan beratnya medan seakan tak menjadi halangan bagi para pemudik. Yang penting pulang kampung dan berlebaran bersama sanak keluarga. Saking besarnya gairah warga untuk mudik, pemerintah turun tangan. Beragam langkah dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para pemudik. Moda transportasi disiapkan dengan baik. Jumlah penerbangan ditambah, gerbong kereta diperbanyak, hingga armada bus cadangan pun dikerahkan. Infrastruktur pendukung arus mudik juga digarap serius. Jalan yang rusak diperbaiki. Jembatan baru dibangun untuk melancarkan perjalanan. Tidak ketinggalan, ribuan petugas diturunkan untuk mengamankan ritual mudik. Sayangnya, meski telah bertahun-tahun dipersiapkan dan dijalani, ritual mudik masih saja menyisakan masalah. Mulai infrastruktur yang tidak siap hingga jatuhnya korban jiwa karena kecelakaan. Memang, kadang kecelakaan yang terjadi bukan karena kondisi jalan atau kendaraan yang tidak layak. Faktor manusia (human error) sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan yang merenggut korban jiwa. Terlepas dari itu, pembenahan infrastruktur mudik mutlak harus dilakukan. Kondisi jalan yang baik dan kendaraan yang layak wajib tersedia meski tidak dalam musim mudik. Faktanya, entah mengapa, perbaikan atau pembangunan jalan kerap dilakukan justru ketika momen mudik sudah sangat dekat. Semua daerah seakan kompak memulai perbaikan jalan pada beberapa minggu menjelang Lebaran. Hal itu membuat hasilnya tidak maksimal. Selain karena waktu yang mepet, pengerjaannya pun terkesan asal jadi. Alhasil, ada ruas jalan yang tahun lalu diperbaiki untuk persiapan mudik, eh tahun ini kembali masuk daftar proyek perbaikan. Perbaikan jalan menjelang Lebaran seakan menjadi proyek abadi yang tidak ada habisnya. Setiap tahun, menjelang Idul Fitri, sepanjang jalur mudik justru dipenuhi para pekerja. Mereka bekerja siang malam untuk memenuhi target pekerjaan. Pertanyaannya, mengapa proyek tersebut tidak dilakukan jauh hari sebelum Lebaran? Mengapa tidak dilakukan enam bulan sebelumnya, misalnya, sehingga bisa kelar sebelum Ramadan dan nyaman digunakan saat mudik? Bukankan lebih enak kalau infrastruktur mudik itu diselesaikan jauh hari sebelum puasa sehingga siap pakai saat waktunya tiba. Yang pasti, tradisi mudik tidak akan pernah berakhir. Persiapan yang lebih baik harus dilakukan semua pihak agar ritual yang melibatkan jutaan orang itu berjalan lancar dan nyaman. (*)

Titik Rawan Verifikasi Parpol M

ULAI 9 Agustus 2012, jadwal KPU memasuki pendaftaran dan verifikasi partai politik peserta Pemilu 2014. Pengumuman dan pengambilan formulir pendaftaran berlangsung selama tiga hari, yakni 9–11 Agustus, sementara pendaftaran dan penyerahan syarat-syarat yang dibutuhkan berlangsung hingga 7 September. Inilah tahap krusial menjelang Pemilu 2014 sesuai Peraturan KPU No 7/2012 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD. Proses verifikasi parpol saat ini akan berbeda dengan pengalaman pemilu sebelumnya. Baik KPU maupun Bawaslu, sesuai UU 15/2011, adalah penyelenggara pemilu yang bertanggung jawab penuh terhadap keberhasilan seleksi parpol yang berhak menjadi kontestan pemilu mendatang. Sebagai pilar penting demokrasi, kelayakan parpol akan diuji betul. Tahap verifikasi parpol itu akan menentukan jumlah parpol pada Pemilu 2014. Dalam Pemilu 2009, terdapat 34 parpol (plus 6 partai lokal di NAD dan 18 diantaranya parpol baru). Ada peningkatan dari Pemilu 2004 sebanyak 24 parpol dan lebih sedikit daripada Pemilu 1999 sebanyak 48 parpol. Terlepas dari berapa jumlah parpol yang berhasil lolos, kita berharap verifikasi parpol ini akan berjalan fair, dapat dipertanggungjawabkan di mata publik, memiliki legitimasi kuat secara hukum, serta memiliki basis riil yang mencerminkan ideologi dan aspirasi rakyat. Meski secara resmi pengawasannya diemban Bawaslu, tugas kita adalah ikut mengawal bersama untuk memastikan tidak adanya pembajakan demokrasi maupun manipulasi di dalamnya.

SYARAT PARPOL harus dipastikan mau Oleh: KE PEMILU membuka akses bagi BaABDULLAH YAZID Ada sejumlah pintu waslu untuk melaksanayang harus dilalui parpol kan fungsi pengawasan yang mau mendaftar. Parpol terlebih dayang telah menjadi mandatnya. Partisipasi hulu harus menyerahkan kartu tanda angmasyarakat tidak dapat dielakkan dalam gota (KTA) di KPU kabupaten/kota semengawal pengawasan verifikasi parpol bagai syarat administratif. Selain itu, setersebut. bagaimana diatur dalam UU 8/2012 tenTITIK KECURANGAN tang Pendaftaran, Verifikasi dan PenetapDalam verifikasi administrasi, potensi an Parpol Peserta Pemilu Anggota DPR, rawannya adalah adanya konspirasi (terDPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ masuk suap) parpol calon peserta dengan Kota, parpol juga harus memenuhi syarat KPU. Untuk mencegahnya, Bawaslu dapat ini. Yakni, jumlah kepengurusan di 75 bekerja asama dengan media untuk menpersen jumlah kabupaten/kota di tiap diseminasikan bentuk-bentuk pelangprovinsi, 50 persen jumlah kecamatan di garan yang acap terjadi. Sekurang-kukabupaten/kota bersangkutan, 30 persen rangnya, upaya ini dapat menjadi psychoketerwakilan perempuan. logical warning bagi parpol yang hendak Parpol calon peserta pemilu juga harus bermain curang. memiliki anggota sekurang-kurangnya 1.000 Masalah-masalah seperti dualisme keorang atau 1/1.000 dari jumlah penduduk pemimpinan parpol, pemenuhan keterpada setiap kepengurusan yang dilampiri wakilan perempuan yang di luar jadwal, daftar nama anggota dalam bentuk soft hingga pemenuhan susunan kepengurusan copy. Syarat lainnya harus memiliki surat juga tidak kalah penting diperhatikan. Parketerangan domisili kantor dan alamat tetap pol baru terkadang bermasalah di syarat itu. dari camat, surat keterangan nama dan Pada verifikasi faktual (lapangan), titik tanda gambar parpol yang ditandatangani rawannya adalah kelayakan keberadaan pimpinan parpol, serta fotokopi rekening kantor parpol calon peserta di tingkat proatas nama parpol pada setiap tingkatan. vinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, bisa jadi Untuk memastikan parpol memenuhi sya rat tidak dilakukan verifikasi faktual terkait tersebut atau tidak, KPU harus melakukan keterpenuhan syarat memiliki 50 persen verifikasi administrasi dan faktual. Di sinilah kepengurusan di tingkat kecamatan. Kentantangannya. Kerja penyelenggara pemilu dalanya bermacam-macam, mulai kesiapan akan sangat ketat waktu (rush hour) hingga SDM tim verifikasi yang kurang memadai, 15 Desember 2012 saat parpol peserta pewaktu yang terbatas, hingga cakupan wimilu ditetapkan dan diumumkan. layah teritori yang sangat luas, terutama di Parpol seyogianya menyiapkan diri sebaikluar Jawa. baiknya jika ingin lolos. Penyelenggara (KPU Titik rawan lain adalah ketertutupan medan Bawaslu) pun harus bekerja sinergis, kotodologi sampling yang dipakai KPU dalam ordinatif dan transparan. Terutama KPU, melakukan verifikasi faktual jumlah ke-

anggotaan di setiap kabupaten/kota serta membeludaknya pendaftaran partai dan penyerahan kelengkapan persyaratan pada hari terakhir pendaftaran parpol. Mau tidak mau, penyelenggara pemilu harus siap betul mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan itu. Tugas Bawaslu beserta jajarannya ke bawah (bawaslu provinsi, panwaslu kabupaten/kota, panwascam dan PPL) akan sangat berat. Perangkat Bawaslu dituntut memahami betul tahapan verifikasi oleh KPU serta tugas pengawasan yang harus diemban. Karena itu, upaya pelibatan masyarakat amat dibutuhkan. Agar cepat direspons publik, temuan-temuan hasil pengawasannya penting dipublikasikan ke media. Mengawal dan mengawasi verifikasi administrasi dan faktual parpol calon peserta pemilu adalah harga mati. Tujuannya, parpol yang lolos memang teruji kelayakannya untuk mengikuti pemilu dan benar-benar serius memperjuangkan nasib rakyat. Apalagi citra parpol dari hari ke hari mengalami degradasi kepercayaan seiring mewabahnya kasus korupsi dan suap yang seolah tiada henti. Melibatkan publik untuk ikut mengawasi verifikasi parpol bukan pekerjaan gampang. Paling tidak, kelompok masyarakat level menengah terdidik serta masyarakat sipil pemantau masih dapat diharapkan untuk ikut terlibat. Kita masih bisa berharap mampu menggugah level itu. Semuanya demi kehidupan demokrasi yang sehat dan produktif. (*) Peneliti International Conference of Islamic Scholars

Memaknai Hari Veteran Nasoinal T

IDAK seorang pun yang menghitung-hitung, berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya. (Pidato Bung Karno HUT Proklamasi 1956). Apa yang ada dalam benak kita, ketika merenungkan pidato tersebut di atas dan ketika menyaksikan para sesepuh pejuang bangsa ini terus mencoba untuk memberikan semangat kepada kita para kaum muda untuk menjaga dan melestarikan kemerdekaan bangsa Indonesia? Tapi disisi lain kehidupan mereka saat ini keadaannya sangat memprihatinkan, pemerintah dan masyarakat pun kurang mengetahui bagaimana kehidupan yang mereka hadapi saat ini. Para veteran Indonesia, tidak pernah mengeluh akan keberadaan mereka saat ini dan merekapun telah berjuang dan berjasa memerdekakan negara Indonesia tanpa melihat imbalan sama sekali, mereka berjuang hingga titik darah penghabisan untuk memperjuangkan Negara Indonesia, tanpa kenal lelah dan letih. Akan tetapi saat ini mereka seharusnya dapat kehidupan yang layak, serta dihargai perjuangan serta pengorbanannya oleh bangsa Indonesia. Apabila Veteran (pejuang) tidak ada, maka sekarang kita tidak dapat bisa menikmati kemerdekaan ini. Kita bayangkan saja, dari raut wajah mereka terpancar suatu semangat juang yang tinggi, sisa kegarangan dalam pertempuran melawan penjajah masih terlihat jelas dan menonjol disela-sela keriput kulit dan tenaga yang sudah banyak berkurang. Masih teringat ketika si mbah begitu berapi-api menceritakan pertempuran beliau di Irian Barat, Maluku dan tempat lainnya. Sungguh saat ini waktu mereka untuk menikmati hari tua dengan baik dan layak. Apa yang dapat kita lakukan untuk membahagiakan mereka dihari tuanya? Menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 1967, Veteran Republik Indonesia adalah warga negara Indonesia yang ikut aktif dalam

sesuatu peperangan memRusmini janda alm A KusaiOleh: bela kemerdekaan dan keni yang terancam pidana DEDE RAHAYU daulatan Negara Republik kurungan dua tahun, seIndonesia. telah digugat Perum PeSelain itu juga mereka yang ikut dalam gadaian atas rumah yang mereka huni semasa revolusi fisik antara 17 Agustus 1945 lama ini di kawasan Jalan Cipinang Jaya II A sampai 27 Desember 1949 untuk memRT 007/007 Jakarta. Menjelang peringatan pertahankan Negara Republik Indonesia. Hari Kemerdekaan 17 Agustus, media massa Ikut aktif dalam perjuangan pembebasan menayangkan betapa suramnya nasib para Irian Barat melakukan Trikora sejak 10 veteran. Pejabat pemerintah pun tak keDesember 1961 sampai 1 Mei 1963 dan yang tinggalan, berlomba menjadi orang yang ikut melakukan tugas Dwikora langsung peduli akan nasib veteran dengan pemsecara aktif dalam operasi/pertempuran berian bingkisan seadanya dalam ekspose dalam kesatuan bersenjata. Dalam artian acara yang terkadang melupakan esensi dari luas, veteran adalah rakyat yang ikut serta veteran itu sendiri. Namun setelah tindakan berjuang mendirikan tegaknya Republik Inseremonial yang terkesan dipaksakan terdonesia, sehingga menjadi sebuah negara sebut berakhir, berakhir pula perhatian seperti yang kita kenal sekarang. bangsa terhadap pahlawannya. Contoh Namun apakah yang didapat para veteran kecil tapi mendasar, peringatan Hari Veteran sekarang, sungguh hal yang memilukan. 10 Agustus terkadang dilupakan. BandingPada tahun 2006, para veteran pernah menkan dengan peringatan hari veteran di Amecurahkan isi hati mereka dalam sebuah surat rika Serikat yang semarak dengan pawai ke Istana Merdeka karena sejak 1994 satu yang diadakan di jalan-jalan utama mepotong tubuh pahlawan yang cacat dalam nampilkan para veteran negaranya. perang kemerdekaan hanya dihargai Rp 22 Bahkan hari veteran tersebut dinyatakan ribu per bulan. Bandingkan dengan gaji dan sebagai hari libur. Sungguh berbeda dengan tunjangan anggota DPR, menteri atau anghari veteran di negara kita. Semoga ada gota berbagai komisi yang kini marak di Inyang menyadarkan para pemimpin negeri donesia. Bahkan, anggota DPR diberi hingga ini. Kehormatan tidaklah diperoleh kecuali Rp 30 jutaan rupiah hanya untuk dana serap menghargai orang lain, terutama mengaspirasi. Sungguh tak masuk akal Rp 22 ribu ingat semboyan, “Bangsa yang besar adalah untuk satu potong tubuh mereka yang hilang bangsa yang menghargai jasa para pahdibandingkan hasil kerja dan pengabdian lawannya.” para veteran tersebut yang secara nyata kita Gencatan senjata antara TNI dengan tennikmati bersama dalam bentuk sebuah tara Kerajaan Belanda telah mengakhiri negara bernama Republik Indonesia. Banperjuangan panjang menegakkan dan mendingkan kembali dengan hasil kerja anggota jaga kemerdekaan bangsa Indonesia, seDPR yang menghabiskan uang negara trihingga berdiri Negara Kesatuan Republik liunan jumlahnya yang sampai sekarang Indonesia dengan kokohnya. Hari berhasilnya nol besar. Belum lagi diperparah sejarah tanggal 10 Agustus 1949 itu kemuditindakan korup sebagian oknumnya. Itukah an ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Hari yang dinamakan menghormati orang tua? Veteran Nasional. Legiun Veteran Republik Orang yang berjasa. Indonesia adalah organisasi yang merupaSungguh bangsa ini kehilangan jejak dan kan satu-satunya wadah dan sarana peringatannya. Masih segar dalam ingatan kita, juangan segenap Veteran RI, yang dibentuk kasus dua janda pahlawan berumur 80 berdasarkan persamaan kehendak, bidang tahunan Soetarti janda alm R Soekarno dan kegiatan, profesi dan fungsinya untuk ber-

peran serta dalam; Pewarisan Nilai Juang 1945, Pembangunan Nasioal dan Pertahanan dan Keamanan Nasional. Dalam rangka memperingati hari veteran 10 Agustus 2012 saya mengutip dua Pidato Bung Karno: Pertama, pada Penyerahan Hadiah Pemenang Sayembara Rencana Tugu Nasional, 27 Juni 1960 “Buatlah Rakyat itu Rakyat yang berjiwa, Buatlah Rakyat itu yang menuju kepada suatu kebudayaan yang tinggi, Buatlah Rakyat itu satu Rakyat yang mempelajari dan melatih dirinya dalam yang tinggi, Buatlah Rakyat itu Rakyat yang bangga atas dirinya sendiri, Buatlah Rakyat itu satu Rakyat yang bangga atas perjuangannya, Buatlah Rakyat itu yang menghormati pahlawan-pahlawannya yang telah gugur. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati pahlawan-pahlawan yang gugur”. Kedua, pada Peringatan Hari Veteran Nasional tahun 1965: “Tanggal 10 Agustus adalah hari peringatanmu, Hari Veteran Nasional. Memang Veteran adalah milik nasional. Satu gelar agung yang dianugerahkan oleh rakyat kepadamu sebagai penghargaan atas perjuangan dan pengorbananmu di masa Revolusi Fisik.” Dengan memaknai Hari Veteran 10 Agustus 2012 ini, sudah semestinya kita sebagai generasi penerus menyadari arti penting dan luhur perjuangan para pendahulu kita. Dengan segala pengorbanan jiwa raga, mereka mempertahankan kedaulatan negara dengan segala kekurangannya. Di saat negara yang kita cintai ini berada di titik nadir keterpurukan di segala bidang, saatnya kita bangkit dan menjadi bangsa yang besar dengan menghargai dan memperlakukan dengan sepantasnya, para pahlawan bangsa kita. (*) Pengurus DHC 45 Kota Tasikmalaya, Pengurus FKPPI Kabupaten Tasikmalaya, Pengurus DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Pengurus DPC Granat Kota Tasikmalaya, Pengurus Yayasan Lentera Bangsa Tasikmalaya.

Pendiri: H Mahtum Mastoem (Alm). General Manager: Dadan Alisundana. Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Ruslan Caxra. Redaktur Pelaksana: Usep Saeffulloh. Asisten Redaktur Pelaksana Pracetak: Midi Tawang. Koordinator Liputan: M Ruslan Hakim. Redaktur: Tina Agustina, Nancy AQ Mangkoe. Asisten Redaktur: Candra Nugraha, Asep Sufian Sya’roni, Irwan Nugraha, Ujang Yusuf Maulana. Penanggung Jawab Web: Husni Mubarok. Reporter: Dede Mulyadi, Permana, Lisna Wati, Rina Suliestyana, Lisan Kyrana. Singaparna: Sandy Abdul Wahab. Ciamis: Iman S Rahman, Yana Taryana. Pangandaran: Nana Suryana. Banjar: Kukun Abdul Syakur (Kepala Biro), Deni Fauzi Ramdani. Wartawan Luar Negeri Melalui Jawa Pos News Network (JPNN): Dany Suyanto (Hongkong). Sekretaris Redaksi: Lilis Lismayati. Pracetak: Achmad Faisal (Koordinator), Sona Sonjaya, Husni Mubarok, H Yunis Nugraha. IT: Harry Hidayat. Iklan: Agustiana (Manager), Nunung, Devi Fitri Rahmawati, Jamal Afandy. Iklan Perwakilan Jakarta: Yudi Haryono, Azwir, Eko Supriyanto, Mukmin Rolle, Arief BK, Asih. Pemasaran dan Pengembangan Koran: Dede Supriyadi (Manager), Asep H Gondrong, Yadi Haryadi, Toni, Dani Wardani. Promosi dan Event: M. Fahrur, Sarabunis Mubarok. Keuangan: Nina Herlina (Manager), Novi Nirmalasari (Accounting), Rina Kurniasih (Inkaso), Tatang (Kolektor). Diterbitkan: PT. Wahana Semesta Tasikmalaya. Percetakan: PT Wahana Semesta Java Intermedia. Komisaris Utama: H. M. Alwi Hamu, Komisaris: Lukman Setiawan, Dwi Nurmawan. Direktur Utama: H. Suparno Wonokromo. Direktur: Yanto S Utomo. Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan/Tata Usaha/Percetakan: Jl. SL Tobing No. 99 Tasikmalaya 46126, Telp. 0265-348356-57, Fax. 0265- 322022, email: radar.tasikmalaya@gmail.com. Perwakilan Cirebon: Jl. Perjuangan No. 9 Cirebon Tlp: (0231) 483531, 483532, 483533. Perwakilan Bandung: Jl. Margahayu Raya Barat Blok SII No.106 Bandung Telp. 022-7564848, 08182398875 (Sofyan). Perwakilan Jakarta: Komplek Widuri Indah Blok A-3, Jl. Palmerah Barat No. 353, Jakarta 12210, Telp. 021-5330976, HP: 081320279893. Tarif Iklan: hitam putih (BW) Rp 28.000/mm kolom, warna (FC) Rp 38.000/mm kolom, iklan baris Rp 15.000, iklan halaman 1 (FC) Rp 76.000/mm, iklan halaman 1 (BW) Rp 56.000/mm , No. Rekening: 0520110944 - BANK SYARIAH MANDIRI Cabang Tasikmalaya, 0007245361001 - BANK JABAR BANTEN Cabang Tasikmalaya, an. PT Wahana Semesta Tasikmalaya. Referensi Semua Generasi

Isi diluar tanggung jawab percetakan

SEMUA WARTAWAN RADAR TASIKMALAYA SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL ATAU SURAT TUGAS, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER.

22 WACANA 10 agus  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you