Page 1

KAMIS, 9 AGUSTUS 2012 / 20 RAMADAN 1433 H

7

Pembuang Bayi Belum Diketahui dari hal 1

lahir ditemukan tewas di Desa Sukaharja

Kecamatan Sariwangi pada April dan bayi lakilaki masih hidup ditemukan di Desa Sukaluyu Kecamatan Mangunreja, bulan sesudahnya.

“Hanya dua kasus,” pungkasnya. Sampai saat ini, bayi yang ditemukan di Mangunreja, kata dia, belum diketahui orang tuanya. (snd)

Perahu Kertas Dibagi Dua dari hal 1

ABROR RIZKI / RUMGAPRES / JPNN

BERBINCANG. Presiden SBY, Kalpolri Jenderal Timur Pradopo (kanan) dan Ketua KPK Abraham Samad berbincang di sela sela buka puasa bersama di Mabes Polri Jakarta, kemarin (8/8).

Status Brigjen Didik Jadi Penentu Perdamaian JAKARTA – Pertemuan demi pertemuan antara pimpinan KPK dan Polri tak kunjung juga menemukan kata sepakat. Kedua pihak masing-masing masih bersikukuh melanjutkan penyidikan kasus korupsi simulator SIM dengan tekniknya masing-masing. Rupanya, salah satu akar masalah dalam perundingan ini adalah status Brigjen Didik Purnomo, wakil Kepala Korps Lalu Lintas Polri yang sudah lebih dulu ditahan oleh pihak Bareskrim Polri. KPK bersikukuh Didik harus menjadi tersangka KPK berbarengan dengan Irjen Djoko Susilo yang juga sudah dijadikan tersangka oleh KPK. “Sekarang posisinya tersangka DP sudah ada dalam penahanan

kita, bagaimana bisa diambil - “ ujar sumber Jawa Pos (Grup Radar Tasikmalaya) di lingkungan penyidik Bareskrim Polri kemarin. Didik Purnomo ditahan sejak Jumat malam lalu di rutan Brimob (JP 1/08). KPK, lanjut sumber ini, berdalih jika Didik Purnomo tidak disidik bersamaan dengan Djoko Susilo maka konstruksi kasusnya menjadi tidak kuat. “Padahal, sudah ada komitmen Selasa sore (31/7) bahwa KPK hanya DS saja, lainnya kami,” tambahnya, Selama KPK masih belum legawa dalam status Didik ini, dia menduga pembicaraan akan buntu. “Kalau sudah ditahan, mekanisme penghentian penyidikannya diatur dengan

KUHAP, kita ikuti KUHAP saja,” katanya. Di bagian lain, pemerintah menolak jika pertemuan antara pimpinan KPK dan Polri menemui jalan buntu. Menko Polhukam Djoko Suyanto yang ditugasi Presiden SBY untuk melakukan komunikasi dengan pimpinan dua lembaga itu masih optimis ada solusi yang disepakati. “Yang bilang buntu siapa? Mereka sudah ketemu tapi sepakat untuk cooling down dulu,” kata Djoko di kompleks Istana Kepresidenan, kemarin. Berdasarkan laporan yang diterima mantan panglima TNI itu nantinya akan ada pertemuan lagi antara pimpinan KPK dan Polri. (fal/ kuh/rdl/jpnn)

Ditemukan Terasi Berpotensi... dari hal 1

dipakai industri teksil dan kertas. Dilansir dari catatankimia.com, zat ini dilarang digunakan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 239/Menkes/ Per/V/85. Bahaya lainnya dari Rhodamin B selain bisa menyebabkan kanker juga iritasi bila terkena mata dan kulit. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Perindustian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tasikmalaya Hj Nia Juniarti SSos, MSi menjelas-

kan terasi yang menggunakan pewarna Rhodamin B akan sangat berbahaya bagi konsumen. “Kami akan tetap membina pedagang dan perajin,” jelasnya kemarin. Dia pun meminta pembeli dan pedagang harus teliti terhadap terasi yang dibeli dan dijual. “Pedagang harus lebih hati –hati dalam menjual terasi dan terasi mana yang layak dijual dan tidak kepada konsumen,” ujarnya. Sementara itu H Endang, pedagang terasi di Pasar Manonjaya mengaku tidak mengetahui

terasi yang dijualnya itu berbahaya karena mengandung zat pewarna. “Saya tidak tahu terasi ini tidak baik (bahaya,red) dan saya hanya membeli di Pasar Cikurubuk Rp 15.000/kg,” ungkapnya. Menurutnya, terasi yang tidak ada mereknya itu biasanya dibeli para pembuat makanan ringan. “Yang membeli biasanya untuk pembuatan rengginang,” pungkasnya. Sebelumnya diberitakan Radar (8/8), di Pasar Singaparna ditemukan saos yang juga mengandung Rhodamin B. (mg3)

Pasar Murah Sasar Gakin dari hal 8

banyak warga kurang mampu yang tidak mendapatkan jatah. Sayang, hal itu belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggar-

an. “Total anggaran kurang lebih dua ratus juta karena APBD kita kan kecil,” katanya. Muhidin (55) mengaku senang bisa mendapatkan jatah sembako murah. Pekerjaannya sehari-

hari sebagai tukang becak tidak selalu cukup untuk membeli kebutuhan pokok. “Lumayan, bapak kan penghasilannya cuma sedikit. Jadi, ya alhamdulillah dapat yang murah,” tuturnya. (pee)

At-Tangga Tersingkir dari hal 8

masing-masing dua buah, jimbe, kohkol dan kecrek. Hampir semua personel yang berjumlah 10 orang memainkan alat musik terkecuali vokal. Adit, pentolan At-Tangga, menyebutkan sengaja membawa banyak alat karena grup ini berbasis anak-anak seni. “Kami sengaja supaya bisa memberi banyak warna, jadi bawa banyak alat,” terang. Dia menambahkan ide memadukan lagu tagoni dengan rap karena terinspirasi oleh Ebiet. Ma-

kanya, saat tampil pun, Adit dkk membawakan lagu Dina Amparan Sajadah dan Ya Badrathim. Ketika ditanya mengenai kekalahan grupnya, Adit At-Tangga menyatakan biasa saja. “Tidak apa-apa kita kalah, kita tetap semangat,” ujar dia. Dalam babak penyisihan tadi malam, grup yang lolos ke babak selanjutnya adalah Annida dari Budiasih Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis dan AlFalah Setiaratu Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Sedangkan yang gugur adalah At-Tangga dan Miftahul Khoir

dari Babakan Kadu Wetan, Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Sinta, salah seorang personel Annida, mengaku bahagia bisa masuk babak selanjutnya. “Bersyukur sekali bisa masuk babak selanjutnya. Saya merasa bahagia dan senang dengan hasil ini,” ucapnya. Juri lainnya, Andri Candiaman berpesan bagi mereka yang kalah dan menang usai acara supaya tetap semangat. “Bagi yang menang saya ucapkan selamat dan jangan terlena, sedangkan bagi yang kalah kalian jangan menyerah,” ujanya. (mg4)

Bude Diminta Rancang Kabinet dari hal 8

Di tempat terpisah, Ketua Koalisi Masyarakat Madani (KMM) Zenzen Zaenudin mengatakan KMM sebagai pengusung pasangan Bude akan memberikan masukan kepada Budi-Dede dalam merumuskan sebuah kebijakan. Masukan itu diharapkan bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. “Kita memiliki tanggung jawab yang berat dengan kemenangan Budi-Dede. Jadi, kita siap

mengawal hingga akhir (jabatan, red),” ujarnya. Zenzen menilai ke depan pemerintahan Budi-Dede perlu membuat terobosan. Salah satunya adalah menentukan pejabat yang memiliki jiwa progresif, inovatif dan mampu menggali sumber daya secara optimal. Juga mampu menjalin komunikasi yang baik dengan pimpinan maupun bawahan. Menurut dia, seorang pejabat harus bisa mengaplikasikan program dan kebijakan yang dikeluarkan pimpinan daerah agar

program tersebut diikuti masyarakat luas. “Pejabat harus berorientasi pada program, bukan proyek, selain sadar diri bahwa tupoksinya sebagai pelayan masyarakat,” ungkapnya. Maka dari itu, dia menyarankan ke depan Budi-Dede dan Baperjakat lebih selektif dengan melihat sisi profesional dan proporsional dalam menentukan posisi pejabat. “Jika ada pejabat nanti yang tidak sesuai, pimpinan harus tegas membuang,” tegas dia. (kim)

Otong Tak Akan Mundur dari hal 8

tanggapan dari pimpinan DPRD pada tanggal 16 Juli lalu. Kemudian, PPP menyampaikan surat itu kepada gubernur melalui wali kota. Namun sampai hari ini belum ada kabar mengenai perkembangan surat itu. “Tapi barusan (kemarin, red) saya mendengar bahwa pimpinan DPRD melalui tiga wakil ketua telah menyampaikan surat ke gubernur, mudah-mudahan secepatnya diproses,” tuturnya. Dia menjelaskan dalam PP Nomor 16 Tahun 2010 Pasal 103 disebutkan apabila dalam

waktu tujuh hari wali kota tidak menyampaikan usulan dari partai kepada gubernur, DPRD melalui pimpinannya bisa langsung mengusulkan pemberhentian itu kepada gubernur tanpa melalui wali kota. “Ini kan sudah tiga minggu wali kota tidak merespons surat itu. Artinya, pimpinan DPRD (ketua atau wakil-wakilnya) wajib mengikuti keputusan itu,” jelasnya. Di lain pihak, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Denny Romdhony mengatakan langkah yang diambil Fraksi PPP —walk out saat sidang

paripurna— merupakan sesuatu hal yang wajar. “Itu hak Fraksi (PPP). Kita tidak intervensi. Makanya, kita melanjutkan paripurna karena masih memenuhi kourum,” ujarnya. Denny menjelaskan DPRD telah menindaklanjuti surat usulan pergantian antar waktu bagi Otong Koswara yang disampaikan DPC dan direkomendasikan serta ditandatangani DPP PPP. “Kita (DPRD) hanya menindaklanjuti untuk menghormati surat yang diajukan DPC PPP terkait PAW Otong. Saat ini tengah digodok oleh Gubernur Jabar,” tuturnya. (kim)

Masalah hati yang tidak terselesaikan saat kuliah akhirnya terbawa saat mereka sudah sama-sama bekerja. Selain Maudy dan Adipati, ada banyak pemain lain yang terlibat. Di antaranya, Reza Rahadian, Dion Wiyoko, Elyzia Mulachela, Tio Pakusadewo, Ira Wibowo, Titi D.J dan banyak lagi. Film yang diproduksi Starvision Pictures, Bentang Pictures, dan Dapur Film itu akan tayang di bioskop mulai 16 Agustus. Dee yang menjadi penulis novel itu juga dipercaya untuk menulis skenario film tersebut. ”Saya mulai menulis novel ini sejak masih di bangku kuliah,” katanya kemarin (8/8) saat

press screening film itu di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta. Perahu Kertas adalah novel yang pertama Dee bayangkan akan memiliki format visual. Dulu ketika ikut workshop penulisan skenario pada 2001, dalam benaknya ada keinginan untuk menulis skenario dari cerita yang dia buat sendiri. Sekarang hal itu bisa kesampaian. Itu berbeda dengan Hanung Bramantyo yang dipercaya sebagai sutradara. Membuat film yang ceritanya diadaptasi dari novel bukanlah hal baru buatnya. Film tersebut adalah film keempat Hanung yang diangkat dari novel. Sebelumnya, ada Jomblo, Ayatayat Cinta, dan Perempuan Berkalung Sorban. ”Dulu, membuat film dari novel

merupakan tantangan buat saya. Tapi kemudian, menjadi hal yang biasa. Bahkan, memuakkan buat saya. Karena penonton film adaptasi novel adalah pembaca novel. Mereka nonton film tidak sekadar nonton, tapi juga kroscek. Apakah filmnya sesuai dengan novel atau tidak,” jelasnya. Hanung bilang, pada awalnya tidak ada passion dengan novel itu. Sebab, pada dasarnya, novel tersebut menceritakan hal yang sama. Cinta. Toh, akhirnya suami Zaskia Adya Mecca itu mau juga bikin filmnya. ”Novel ini segera jadi hal baru buat saya. Sejujurnya, saya lelah berkutat dengan tema pluralitas, toleransi agama,” ungkapnya. (jan/c6/ayi/jpnn)

Tiap 4,5 Km Ada Pospam dari hal 1

setiap 4,5 km,” ungkap Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Mohamad Rano kepada Radar kemarin (8/8). Dia menyebutkan sesuai instruksi kapolda, pembangunan Pos Pam diutamakan di jalur utama, mulai dari perbatasan Kadipaten sampai dengan Rajapolah. “Kita sudah memenuhi instruksi itu dengan jumlah empat Pos Pam,” tambahnya. Keempat Pospam, kata dia, ditempatkan di Kadipaten, Ciawi, Jamanis dan Rajapolah. Tiap Pospam, polisi bekerja sama dengan Dishub Kabupaten Tasikmalaya, TNI, Dinas Kesehatan, termasuk dengan Orari dan lainnya. MULAI DIBANGUN Sementara itu Polsek Indihiang, kemarin, mulai mendirikan 10 pos penjagaan dan pengaturan lalu lintas (Pos Gatur) dan satu Pos Pam. “Ya ini untuk membantu kelancaran dan kenyamanan pemudik,” ujar Kapolsek Indihiang Kompol Indra Budi S.Sos saat ditemui di sela-sela pendirian Pos Pam di persimpangan Jati, Indihiang, Kota Tasikmalaya kemarin (8/8). Pos pengamanan dan pengaturan lalu lintas, kata dia, dibuat dengan ukuran 4x6 meter. Ukuran itu sesuai ukuran standar minimal Polda Jabar. Tanggal 11 Agustus mendatang, semua pos, baik untuk pengamanan maupun untuk pengaturan lalu lintas harus sudah rampung dan bisa diisi. Karena Operasi Ketupat Lodaya 2012 akan dimulai pada H-7 menjelang lebaran hingga H+7. ”Kalau memang ada yang mau istirahat di sini (di Pos Pengamanan), boleh. Nanti kita sediakan logistik untuk makan sahur dan tempat tidur,” katanya.

PERMANA / RADAR TASIKMALAYA

DIRIKAN. Kapolsek Indihiang Kompol Indra Budi SSos (kanan) mengecek pembangunan Pos Pam Lebaran di kawasan Persimpangan Jati, Indihiang, kemarin (8/8).

Beberapa titik di wilayah Polsek Indihiang yang memiliki Pos Pengaturan selain simpang Jati yakni Perempatan Jalan Bantar, Jalan Letnan Harun, Cador, Parhon, Bojong Jengkol, Persimpangan SMP 13, Mitrabatik, Mang Koko, Simpang Lima dan Terminal Indihiang. Di Persimpangan Jati, kata dia, akan menjadi wilayah yang paling diawasi. Terutama saat arus balik. Persimpangan ini akan menjadi jalur alternatif untuk membuang arus kendaraan yang datang dari arah Ciamis menuju Singaparna. Begitu pula saat arus mudik, kendaraan dari arah Singaparna me-

nuju Ciamis dan Jawa Tengah akan menuju jalur persimpangan tersebut. .”Ini memang jalur potensial (potensial macet),” tuturnya. Lanjut Indra, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, tingkat kemacetan di Persimpangan Jati lumayan besar. Karena itu pihak kepolisian akan menggunakan sistem buka tutup jalur untuk mengantisipasi kemacetan —yang mungkin terjadi kembali tahun ini. ”Tergantung situasi. Kalau jalur Gentong padat, macet, dialihkan lewat Singaparna. Dan Tasik yang parah itu arus balik, tahun kemarin saja sampai pagi itu padat,” pungkasnya. (pee/dem)

Satu Keluarga Nyaris Terpanggang dari hal 1

mesin di bawah jok kemudi. Setelah kejadian itu, dia bersama keluarganya menenangkan diri. Sementara mobil yang baru sehari digadainya seharga Rp 6 juta itu terbakar. Api di mobil dipadamkan petugas Polsek Cihaurbeuti yang saat itu sedang berpatroli. ”Ini baru pertama saya pakai (pakai mobil),” kata dia yang tadinya akan berbelanja ke Ciamis bersama keluarganya itu. HABIS BENSIN Sebelum terbakar di Kampung Cikole, Desa Sukasetia, Cihaurbeuti, Ciamis, mobil keluaran tahun 1984 itu kehabisan bensin. Cucu pun berajalan kaki menuju SPBU yang hanya berjarak 15 meter dari mobilnya terhenti. “Dari sananya (dari pemiliknya)

juga memang sudah pakai jeriken. Tangkinya tidak berfungsi. Jadi dari jeriken langsung pakai selang,” kata dia. Usai mengisi bensin, dia pun memasang selang bensin ke jeriken. Jeriken itu dipasang di belakang jok kemudinya. Namun nahas, baru saja menghidupkan motor starter, sudah terdengar ada letupan di belakang punggungnya lalu diikuti api. Kapolsek Cihaurbeuti AKP Dies Ratmono mengungkapkan saat tiba dilokasi api sudah membesar. Mereka langsung menyemprotkan isi tabung pemadam kebakaran. Namun api sudah terlanjur membesar hingga keluar, polisi pun menggunakan tanah dan pasir yang ada dilokasi untuk mempercepat pemadaman. Selang beberapa menit, kata dia, api berhasil padam.

”Pada saat saya sedang patroli terima informasi bahwa di Sukasetia ada kebakaran mobil. kebetulan posisi saya tidak jauh, langsung balik kanan. Pas sampai api sudah besar, kemudian kami padamkan meskipun agak takut kalau-kalau tangki (tangki bensin) meledak,” paparnya. Setelah berhasil memadamkan api, polisi pun menenangkan para penumpang yang masih shock. Apalagi diantara mereka, istri Cucu membawa bayi yang masih menyusui. Sekitar pukulm 17.00 keluarga Cucu diantar pulang menggunakan mobil Patroli Polsek Cihaurbeuti. ”Setelah dicek, ada tas terebakar (di dalam mobil). Di dalamnya ada uang hanya terbakar sedikit, tapi selamat,” pungkas kapolsek. (pee)

Empat Hal yang Menghambat Taubat dari hal 1

Dosa-dosa kecil yang dilakukan seseorang itu dapat membinasakannya.” (H.R. Ahmad) Kedua, sikap panjang angan-angan. Ali bin Abu Thalib r.a. berkata, “Yang paling saya takuti adalah sikap memperturutkan hawa nafsu dan panjang angan-angan. Sikap memperturutkan hawa nafsu dapat menghalangi seseorang dari kebenaran, sedangkan panjang angan-angan dapat melupakan seseorang akan hari akhir.” Ketiga, sikap putus asa dari rahmat Allah. Sikap ini seringkali menghinggapi orang-orang yang telah berbuat dosa besar, kemu-

dian syaitan menggodanya dan menanamkan rasa putus asa dari ampunan Allah SWT. Dia melarang sikap seperti ini dengan firmanNya, “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Az Zuman 53) Keempat, tidak mengetahui hakikat kedurhakaan. Orang seperti ini adalah orang yang bodoh dan telah menutup diri dari hidayah Allah SWT. Ia terus terombangambing dalam kedurhakaan dan tak berniat

sedikit pun untuk bertaubat, karena justru menganggap perbuatan dosanya itu sebagai kebaikan. Allah SWT berfirman, “Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? Maka Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya” (Q.S. Fathir: 8) Semoga Allah SWT menghindarkan kita dari empat sikap ini, dan senantiasa membimbing kita dalam keimanan yang tulus kepada-Nya. Amin. (*/adv)

Hanya Para Lansia Yang Masih Bisa Berbahasa... dari hal 1

Walaupun didominasi keturunan dari Bawean, jangan berharap bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia. Saat Jawa Pos mencoba berkomunikasi dengan warga setempat menggunakan bahasa Inggris ataupun Indonesia, tak ada satu pun yang bisa menjawab. Mereka lebih bisa berkomunikasi dengan bahasa Vietnam. Bahkan, imam masjid juga tidak bisa berbahasa Inggris maupun Indonesia. Untungnya, Jawa Pos mendapat bantuan dari salah seorang mahasiswa muslim Vietnam yang alumnus Universitas Brawijaya Malang Mohammed Yusuf. Dialah yang menjadi penerjemah. Haji Ali mengatakan, saking jauhnya garis keturunan serta kebiasaan sehari-hari menggunakan bahasa Vietnam, bahasa Indonesia, bahasa Jawa, atau bahasa Madura (bahasa sehari-hari warga Bawean) tidak lagi dikenal. “Kalaupun bisa, itu hanya orangorang yang berusia di atas kepala tujuh. Itu pun harus dilakukan dengan berbicara pelan-pelan,” tutur kakek 84 tahun itu. Sejarah kedatangan warga Bawean di Ho Chi Minh sama dengan tahun berdirinya masjid tersebut. Masjid itu dibangun pada 1885 oleh sekelompok buruh karet dari Indonesia. Nah, kelompok itu kemudian membaur dengan masyarakat setempat menjadi komunitas baru. Di antara 400-an jiwa warga yang menghuni

blok permukiman sekitar masjid itu, 95 persen adalah keturunan Bawean. Lima persen sisanya dari etnis Melayu dan warga asli Vietnam yang sudah berkeluarga dengan keturunan Bawean. “Semua menganut agama Islam,” ujar kakek empat cucu itu. Budaya Islam Indonesia di masjid tersebut memang perlahan mulai luntur seiring dengan perkembangan zaman. Namun, tidak seluruhnya hilang begitu saja. Masih ada beberapa tradisi umat Islam di Indonesia yang kerap diselenggarakan di masjid itu. “Terutama saat perayaan hari-hari besar agama Islam,” ungkap sesepuh masjid Haji Raden Musa bin Haji Habib. Ragam kesenian seperti seni musik hadrah dengan menggunakan alat musik rebana atau kendang tetap dipertahankan. Meskipun, intensitasnya sudah tidak seperti dulu lagi. Menurut Haji Raden Musa, sepuluh tahun lalu di masjid tersebut memiliki grup musik hadrah. “Sekarang semua sudah tidak ada lagi. Kami merasa kesulitan mencari sumber pendanaannya. Mungkin sekarang yang paling sering ya pas perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW saja. Itu saja yang memainkan ya kaum tua semua,” ungkap kakek berusia 85 tahun itu. Dari segi budaya, saat ini mereka masih mempertahankan arsitektur muslim Indonesia. Itu bisa dilihat dari ukir-ukiran yang banyak menghiasi masjid tersebut. Sedangkan lainnya dipertahankan dari perangkat

pernikahan, mulai dekorasi hingga riasan. Lantas, apakah selama ini belum ada sentuhan dari pihak Konsulat Jenderal RI di Ho Chi Minh City? Mereka bersepakat menjawab sudah tidak ada lagi. Pembangunan selama ini lebih menggantungkan dari sumbangan warga setempat dan donatur dari pengusaha yang ada di sekitar lokasi itu. Kali terakhir masjid tersebut direnovasi secara besar-besaran tiga bulan lalu. Bukan hanya dari segi pendanaan, mereka pun merindukan kunjungan rutin yang biasa dilakukan para petinggi konsulat. Haji Ali mengungkapkan, 7-8 tahun silam masjid itu kerap dikunjungi petinggi atau staf dari Konjen RI. Biasanya mereka menggelar acara diskusi maupun mengisi khotbah salat Jumat. “Minimal masih ada stafnya yang salat di sini. Daripada sekarang tidak ada sama sekali,” ucap Haji Ali. Tidak mau lupa dengan asal usul budayanya, mereka mulai mengenalkan kembali nilai-nilai budaya Indonesia kepada generasi mudanya. Tugas tersebut dibebankan kepada pemuda lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta 2006, Muhammad Ali. Tugas yang tidak mudah memang. Terlebih, generasi muda mereka sudah banyak yang terkontaminasi dengan budaya asli Vietnam. “Semua perlu waktu, tidak bisa begitu saja. Minimal mereka masih bisa tahu bahwa mereka masih punya keturunan Indonesia,” jelas Ali. (*/c/4/nw)

7 sam 9 agus  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you