Issuu on Google+

KAMIS, 26 JULI 2012 / 6 RAMADAN 1433 H

Besok Pusat Perdagangan... dari hal 1

empat ratus meter. Nanti lah detailnya,” singkatnya di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya kemarin (25/7). Dia tidak sendiri. Di lokasi juga terlihat beberapa perwakilan dari Pemkot Tasikmalaya yang tengah menyurvei lokasi untuk acara peletakan batu pertama besok. Tampak juga Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Tasikmalaya Firmansyah dan Kepala Bidang Perizinan BPPT Tateng dan juga tampak hadir kepala Dinas Perhubungan H Aay Zaini Dahlan. Menurut Tateng, proses perizinan proyek pembangunan kompleks perdagangan itu sudah sejak lama keluar. Dalam izin tertera bahwa lahan tersebut akan digunakan pertokoan dan pusat perdagangan modern. “Ini untuk pertokoan dan perdagangan modern saja,”

singkatnya. Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya H Aay Zaini Dahlah mengungkapkan dari kajian lalu lintas, pembangunan kompleks pusat perdagangan itu sudah sesuai. Pintu masuk dan keluar kompleks itu dibuat terpisah. Di sebelah kiri dan kanan dan tersekat salah satu banguna ruko —yang ada di depan lahan. “Kalau dari segi lalin (lalu lintas) sudah sesuai. Cuma kalau untuk masalah membuka jalur belakang (Dadaha, red) itu tidak mungkin. Karena kan lalu lintas tidak boleh mengganggu sport center,” jelasnya. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Tio Indra Setiadi menilai keberadaan pembangunan sarana perdagangan seperti mall dan sejenisnya akan memberi warna baru terhadap perekonomian Kota Tasikmalaya. Masyarakat akan memiliki alternatif pilihan berbelanja dan

tidak terpaku hanya pada salah satu supermarket saja. “(Penambahan pusat perbelanjaan) tidak apa-apa. Kan itu juga untuk memberikan satu pilihan kepada masyarakat untuk memilih yang lebih baik,” kata Tio. Diungkapkannya, pemkot telah memberikan izin kepada pengembang dari PT Intiland Jakarta untuk memulai pembangunan. Hal itu berdasarkan pemaparan yang diberikan pihak pengembang sekitar tiga bulan lalu. Dari pemaparan rencana pembangunan itu, kata dia, pemkot melakukan pengkajian dan menilai apa yang dipaparkan sudah sesuai dengan standar mengenai analisis mengenai dampak lingkungan. “Makanya dikasi izin juga (karena) cukup layak dari segi penataan arus lalu lintas kemudian bentuk bangunan seperti apa. Itu sudah layak,” jelasnya. (pee)

Bule juga Makan Tempe dari hal 1

minta tempe goreng. Bahkan beberapa hari lalu, ada bule sama keluarganya dari Belanda makan di tempat saya dan ternyata mintanya tempe goreng sama sambal terasi,” tutur Lilianty, salah seorang pemilik rumah makan dan hotel saat berbincang dengan Radar, kemarin (25/7). Lilainty mengatakan banyak wisatawan asing mengenal tempe goreng sebagai makanan khas Indonesia sehingga kerap mencarinya saat di Indonesia. “Dari pengalaman saya mereka lebih suka tempe itu hanya digoreng saja, tidak diolah macam-macam. Bahkan kalau digoreng tepung pun mereka kurang suka,” tuturnya. Di tempat terpisah, Oscar (70), seorang wisatawan asing asal Texas, Amerika mengaku menyukai tempe. Ia pun kerap men-

cari tempe goreng saat berkunjung ke Indonesia. “Ya saya suka sekali sama tempe goreng. Rasanya enak,” tuturnya saat berbincang dengan Radar di kawasan pantai barat. Oscar mengatakan baru mengenal tempe saat pertama kali berkunjung ke Indonesia sekitar 20 tahun silam. “Waktu itu saya sempat nanya ke orang Indonesia, ‘makanan apa itu?’ Mereka bilang tempe, makanan asli Indonesia. Lalu saya mencoba mencicipi. Ternyata rasanya enak dan sampai sekarang saya suka sama tempe goreng,” akunya. Wisatawan yang sering berkunjung ke Indonesia itu mengaku menggemari tempe karena rasanya yang khas. “Harganya pun murah. Tidak seperti ikan laut ya,” ujarnya sembari tersenyum. Disinggung soal kenaikan kedelai sebagai bahan dasar tempe yang akan berdampak terhadap kenaikan harga tempe, Oscar ha-

nya berharap harga tempe tetap murah. “Tempe sudah dikenal makanan khas Indonesia yang murah dan lezat, kalau bisa jangan jadi mahal. Nanti yang makan tempe bisa berkurang,” kata dia. Di negeranya, Amerika, mencari tempe tidak semudah di Indonesia. Ia harus mencari ke supermarket yang menyediakan makanan Asia. “Di tempat saya ada tempe, tapi bentuknya sudah kering. Biasanya hanya ada di supermarket yang menyediakan makanan Asia atau China,” tuturnya. Pemandu wisata Jajang Nurjaman mengatakan tempe sudah menjadi ikon makanan khas yang sering diperkenalkannya kepada wisatawan asing. Bahkan, para pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Pangandaran sering membawa wisatawan asing ke tempat pembuatan tempe. (nay)

Gali Makam, Cari Harta Karun dari hal 1

melakukan musyawarah dan minta untuk segera dihentikan,” tutur Solihudin, tokoh pemuda sekaligus BPD Desa Maruyungsari kepada Radar, kemarin (25/7). Dikatakannya, tindakan yang dilakukan DK di luar akal sehat sehingga menimbulkan keresahan dan kemarahan warga. “Beruntung di bulan suci Ramadan ini warga tidak bertindak anarkis. Persoalan ini selesai dengan musyawarah dan dia (DK) berjanji untuk menghentikan penggalian makam,” ungkap Solihudin. Dalam pertemuannya dengan warga di Balai Desa Maruyungsari, DK mengatakan, ia nekat menggali sejumlah kuburan ka-

rena mendapatkan bisikan gaib dari leluhurnya bahwa di makam tersebut ada harta karun Presiden Soekarno. Bahkan, ia pun mengaku mimpi bertemu dengan tokoh proklamator tersebut. Dalam mimpinya, menurut pengakuan DK, ia diperintahkan untuk menggali kuburan yang berada di TPU Desa Maruyungsari karena didalamnya terdapat harta karun berupa motor warna merah peninggalan Bung Karno, uang kertas serta perhiasan emas ratusan kilogram. Karena merasa optimis, DK kemudian melakukan penggalian. Kepala Desa Maruyungsari Turino mengatakan penggalian lebih dari dua makam yang dilakukan DK membuat resah warga Maruyungsari. Terlebih

lagi, kata dia, pembongkaran tersebut tanpa seizin keluarga ahli kubur. Persoalan tersebut sudah diselesaikan di balai desa. “Sudah dimusyawarahkan dengan warga. Dia berjanji menghentikan penggalian makam,” tuturnya. Pembongkaran sejumlah makam tanpa izin ahli warisnya —seperti yang dilakukan DK— tidak dibenarkan Islam. Hal itu dikatakan Saeful Uyum SAg, tokoh agama yang juga penyuluh agama Kecamatan Pangandaran, tadi malam. “Sangat tidak dibenarkan membongkar makam tanpa izin dari ahli warisnya. Apalagi dengan tujuan tertentu yang sudah melanggar aqidah atau menjurus kepada kemusrikan,” tuturnya. (nay)

Pelukis Pinggiran Unjuk Karya dari hal 8

eksistensi pelukis pinggiran itu masih ada dan mampu membuat suatu karya nyata yang bisa diperhitungkan. Diharapkan melalui karya lukias mereka akan menumbuhkan jiwa seni masyarakat. “Acara ini diadakan dalam rangka mempublikasikan kepada masyarakat bahwa kita dari kelompok pelukis pinggiran masih eksis dalam berkarya dan akan melangkah ke Bali untuk mengharumkan Tasikmalaya,” ungkapnya kepada Radar di sela acara.

Para pelukis pinggiran juga berharap pemerintah menaruh perhatian pada hasil karya-karya mereka. “Bagi pemerintah dan instansi-instansi kami mohon perhatiannya. Kami ingin hasil karya kami dipajang di kantorkantor pemerintahan dan intansi-intansi,” pintanya. Rencananya karya mereka akan kembali dipajang dalam kegiatan serupa di Bali tanggal 15 September mendatang. Keikutsertaan mereka dalam acara itu, menurut Afrudin, dilakukan sebagai unjuk gigi dari masyarakat Tasik. “Rencananya kita akan mengikutsertakan

beberapa hasil karya kita untuk mengikuti pameran di Bali nanti. Dan hal itu semoga bisa mengangkat Tasik dimata nasional dan internasional,” tegasnya. Dalam sambutannya Kadis Budparpora, Tatan Rustandi mengatakan pihaknya sangat mendukung acara ini dan akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi kemajuan seni lukis di Kota Tasikmalaya. Salah satunya dia akan mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan instansi-instansi lain untuk ikut memajukan dan menghargai karya mereka. (mg4)

Aspek Kesehatan Paling Minor dari hal 8

jembatan. Namun dari segi kesehatan pihaknya menemukan adanya puskesmas yang tidak memenuhi persyarakat karena fasilitas serta SDM yang tidak memadai.

”Untuk lokasinya kita tidak expossing ke publik, cukup menjadi sebuah catatan yang akan dijadikan rekomendasi oleh tim pansus,” tuturnya. Dan hal ini kata Ade,harus bisa dijadikan prioritas utama pimpinan di periode selanjutnya.

Untuk lebih memprioritaskan dan memperhatikan fasilitas kesehatan. “Bukan hanya di puskesmas tetapi di RSUD pun harus lebih ditingkatkan. Karena kesehatan menjadi sebuah kebutuhan utama masyarakat,” tandasnya. (kim)

Remaja Ngamar di Siang Bolong dari hal 8

di Gang Macan 1. Dia juga tidak mampu menunjukan kartu identitas saat petugas meminta KTPnya. Mereka kemudian digelandang petugas ke Mapolsek Tawang untuk didata dan diberikan pengarahan. “Kita mengamankan kurang lebih ada sembilan orang. Kemudian dua KR (kendaraan roda dua, red) tanpa STNK. Kemudian saat kita melakukan pengecekan ke dalam salah satu kamar ternyata di dalam itu ada yang sedang minum minuman keras jenis bir,” papar Kapolsek Tawang, Iptu Dani Prasetya usai operasi Pekat sekitar pukul 15.00, kemarin. Namun pasangan-pasangan yang kedapatan berduaan di

dalam kamar itu, kata dia, belum bisa dipastikan apakah sedang mesum atau tidak. Namun mereka tidak dapat menunjukan identitas apakah sudah menikah atau belum. “Kita memanggil keluarganya untuk memastikan identitas yang sebenarnya,” terang dia. Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, kapolsek juga menggiring penjaga rumah kost tersebut untuk diberikan pembinaan dan pengarahan. Sang penjaga rumah kost bernama Herlan (50) itu mengaku kecolongan dengan adanya aktivitas muda-mudi tersebut. Dia juga mengaku tidak curiga kost-kost-annya dijadikan tempat mesum, soalnya bangunan kost menyatu antara perempuan dengan laki-laki. Meski demikian dia mengaku

sering menegur anak-anak kostnya. Juga memasang plang larangan berduaan dengan lain jenis di tiap pintu kamar kost. Rupanya larangan itu tidak mempan dan tetap dilanggar. Diterangkannya, pemilik rumah kost itu tidak mengetahui masalah itu karena dia tinggal di Bandung. “Saya juga jengkel sebenarnya. Dulu saya sudah pernah pasang plang larangan tapi tetap saja seperti itu,” kilah pria yang mengaku sudah 14 tahun menjaga kost-kostan tersebut. Gara-gara sering jengkel, Herlan mengaku akan segera keluar dari pekerjaannya itu. Dia juga merasa malu karena omongannya tidak pernah mereka turuti. “Saya juga mungkin sebentar lagi tidak akan disini. Bulan-bulan ini saya akan keluar,” cetusnya. (pee)

7

Tuduhan Duakan Pattinson dari hal 1

Majalah Us Weekly mengklaim bahwa Selasa (24/7) Stewart terlihat sedang ber-

sandar mesra di dada Sanders. Hal itu mereka buktikan dengan memuat foto yang diambil secara candid. Sejauh ini pihak terkait belum

memberikan konfirmasi. Tapi, sumber yang dekat dengan Stewart menyatakan bahwa hubungan tersebut cuma romantika sesaat. (c14/ayi)

menjadi orang yang bertaqwa. Tapi jaminan ini hanya berlaku bagi orang-orang yang mensikap Ramadan dengan benar. Shaum Ramadan memang merupakan kekuatan besar untuk memunculkan manusiamanusia bertaqwa. Namun demikian munculnya manusia-manusia bertaqwa itu tidak hanya ditentukan oleh faktor Ramadannya. Akan ada orang yang tidak mendapatkan apa

pun dari Ramadan jika memang diri dan jiwanya tidak siap untuk dibentuk dan diwarnai oleh Ramadan itu. Inilah alasan penting mengapa kita perlu mempersiapkan diri kita untuk memasuki bulan Ramadan. Agar kita menjadi manusia yang siap dibentuk dan diformat ulang oleh bulan mulia itu dengan segala aktifitas ibadah yang ada di dalamnya. (*/adv)

Esensi Taqwa dari hal 1

mengatakan la’allakum tattaqun. La’alla itu bermakna roja (harapan). Jadi kalimat la’allakum tattaqun bermakna mudahmudahan atau dengan harapan kamu menjadi orang yang bertaqwa. Jadi orang yang berpuasa di bulan Ramadan punya harapan dan memiliki peluang

Bea Masuk Kedelai 0% dari hal 1

dapat turun sekurang-kurangnya sesuai dengan harga yang difasilitasi. “Kita harapkan jauh lebih turun lagi. Segera satu-dua hari ini kami akan menetapkan. Minggu ini berlaku, paling tidak akhir bulan ini ditetapkan dan berlaku sampai akhir tahun,” tandas dari PKS ini . Sebelumnya dalam Radar edisi Mencari Formula Supaya Tidak Puasa Tahu dan Tempe (25/7) Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Ade Ruhimat berpendapat perlu penghapusan bea masuk impor kedelai dan pengembangan kedelai lokal. Hal itu dinilainya bisa menjadi solusi menekan kenaikan harga kedelai yang saat ini terus naik. Harga kedelai kualitas menengah saat ini – -yang banyak digunakan produsen tahu dan tempe— telah naik menjadi Rp 7.950 per kilo dari semula hanya Rp 7.000 per kilo. Harga tersebut diprediksi akan terus merangkak naik hingga mendekati harga Rp 10.000 per kilogram (Radar, 24/7). “Karena kedelai kita masih impor, (solusinya) pertama adalah bea masuk impornya yang selama ini lima persen di-cut (dipotong) jadi nol persen. Itu akan mengurangi harga kacang kedelai (impor),” ujar Ade saat ditemui di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya (24/ 7). TIDAK SEMUA MOGOK Sementara itu meski telah diberi imbuan untuk mogok bersama agar tidak memproduksi tahu dan tempe, tidak semua pengusaha dua makanan berbahan baku kedelai itu mengikuti imbauan dari Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti). Para perajin tempe di Ampera, Kota Tasikmalaya, kemarin (25/7) tetap memproduksi makanan itu. “Perajin tahu, sembilan puluh lima persen patuh (ikut mogok, red). Kalau tempe, enam puluh persen (dari 235 perajin) masih tetep jualan dengan alasan ini itu dan empat puluh persennya ikut mogok. Saya bilang, padahal untuk Tasik hanya satu hari (mogoknya, red),” ujar Ketua Kopti Tasikmalaya Leo Abunyamin saat ditemui di kantornya kemarin (25/7). Meski dinilai tidak patuh, hal itu dianggap wajar, karena mogok bersama hanya berupa imbauan dan tidak bersifat wajib. Adapun perajin tahu, kata dia, dari 140 perajin, hanya lima persen yang berproduksi. Itu pun tiga persen diantaranya adalah perajin dari Ciamis. Leo sebagai perajin tahu juga mengistirahatkan karyawannya selama seharian kemarin. “Kalau (perajin) tempe, itu kan kebanyakan di Ampera. Ada yang alasannya tidak menerima edaran ada yang takut kehilangan pelanggan. Tapi ya tidak apa-apa (tidak mogok) memang tidak ada paksaan,” ujarnya. “Kenapa kita hanya sehari? Karena kita kasihan karyawan. Kan lumayan lima puluh ribu perhari per orang. Satu pengusaha kalau dirata-ratakan punya dua sampai tiga karyawan. Meskipun kalau kenyataannya banyak

yang lebih,” tambahnya. Dia berharap pemerintah bisa mencabut kembali bea masuk impor kedelai seperti tahun 2010 sehingga para perajin tidak kemahalan membeli bahan baku. Kenaikan harga kedelai, menurutnya, mendadak drastis di tahun 2012. Padahal pada tahun 2011, kenaikan harga kedelai hanya dua persen. Memasuki tahun 2012 naik menjadi lima persen. “Memang ini (menaikkan cukai impor) hak pemerintah, tapi bagi kami masyarakat kecil ini terlalu berat,” tutur Leo. Sementara itu perwakilan perajin tempe di Ampera, Dusmana (40) mengatakan sepengetahuannya aksi mogok produksi tidak bersifat wajib. Karena itu dia dan para perajin lainnya di Ampera memilih tetap berproduksi. Alasannya, masyarakat sangat membutuhkan tempe untuk konsumsi seharihari. Selain itu ada ketakutan di para produsen tempe kehilangan pelanggan. “Itu kan tidak wajib kan. Yang saya tahu hanya imbauan,” kata Dusmana saat ditemui di pabriknya, di Ampera, kemarin. Sampai saat ini, kata dia, produksi tempe di Ampera masih normal. Hanya, ukuran tempe memang lebih diperkecil dan harga mulai dinaikan. Harga tempe ukuran kecil yang semula hanya Rp 1.000 kini menjadi Rp 1.300 per batang. “Ya kita mah produksi saja. Cuma sekarang harganya sudah dinaikan antara tiga ratus sampai lima ratus per gebleg (batang),” ungkapnya. BERKURANG DI PASAR CIKURUBUK Pantauan Radar di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya kemarin, tempe masih banyak dijumpai di sejumlah pedagang, sementara tahu hanya ada beberapa, itu pun kebanyakan merupakan sisa yang belum terjual sehari sebelumnya. “Katanya ada mogok, tapi masih ada tempe mah. Cuma jumlahnya tidak terlalu banyak seperti biasa,” ujar Yani, pedagang tempe di Pasar Cikurubuk. Hal senada juga diungkapkan Nurdin (50), hari kemarin dia hanya menjual tahu 15 kantung saja. Itu pun tidak semuanya pasokan baru, sebagian merupakan sisa penjualan hari sebelumnya yang belum laku. “Wah langka kalau tahu mah. Tapi katanya besok (hari ini ) sudah produksi lagi. Katanya mogoknya cuma sehari,” ungkapnya. Akibat banyaknya tukang tahu yang mogok, beberapa pengunjung pasar mengeluh. Mursidah (50), dia hendak berbelanja tahu untuk dijual kembali di warungnya sore hari. Namun saat mencari tahu dan tempe, dia hanya kebagian dua kantung tahu saja. Sementara para perajin yang biasa menjual langsung di Pasar Cikurubuk pun pagi kemarin tidak ada. Dia terpaksa pulang dengan belanjaan yang kurang. Padahal menurutnya, bulan puasa, tahu dan tempe banyak dicari pembeli di warungnya. “Ini dari tadi keliling cuma dapat dua kantong,” tuturnya, dengan nada kecewa. Dampak aksi mogok, tidak hanya dirasakan pedagang dan pembeli, tetapi juga oleh karyawan pabrik tahu. Ditemui di daerah

Nagrog, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Imam (25), seorang karyawan pabrik tahu menghabiskan waktunya seharian di rumah untuk beristirahat. “Memang (mogok) rugi karena tidak dapat duit. Tapi gak apa-apa, siapa tahu kalau nanti harga tahunya sudah naik bayaran juga ikutan naik. Sekalian istirahat dulu,” ungkapnya. Tak hanya di Kota Tasikmalaya, di Kota Banjar, produsen tempe tetap membuat makanan dari kedelai itu. Di Parunglesang, Kota Banjar, Ratnaningsih pengusaha tempe, mengungkapkan, meskipun harga kedelai melonjak naik, dia tetap memproduksi tempe seperti biasanya. Dia mengaku tidak terpengaruh dengan pengusaha di kota lain yang mogok. Terlebih di bulan puasa, permintaan tempe meningkat. Menyiasati harga kedelai naik, dia memperkecil ukuran tempe. “Saya kalau tidak memperkecil ukuran tempe tidak mendapatkan untung, “ terang ibu yang mengaku sudah memproduksi tempe sejak tahun 1970 itu. “Dari kedelai 30 kilogram paling tidak bersihnya untung Rp 50 ribu saat ini,” ungkapnya. Senada dengan Ratningsih, Dudi produsen tempe lainnya mengaku tetap bertahan dengan produksi tempe. Apalagi kata dia, sekarang ini sulit mempersatukan pengusaha tempe dan tahu di Kota Banjar karena Kopti saat ini tidak ada di Kota Banjar. Sebelumnya memang, kata dia, ada ketika Banjar masih bergabung dengan Ciamis. Semua pengusaha bisa terkoordinir dan biasanya ketika harga melonjak ada subsidi dari koperasi. BELUM PANTAU Sementara itu di Kabupaten Tasikmalaya Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Hj Nia Juniarti S.Sos, MSi mengatakan kacang kedelai harganya naik. “Sekarang kedelai naik seribu rupiah dan kemungkinan kedelai impor,” ujarnya kepada Radar kemarin (25/7) di kantornya. Dijelaskannya, untuk permasalahan naiknya harga kedelai, pihaknya belum bisa bertindak. “Jadi intinya belum bisa bertindak, karena harus dikoordinasikan dulu dengan pihak yang lain,” paparnya. Menurutnya, naiknya harga kedelai tidak terlalu berimbas bagi produsen tahu dan tempe di Kabupaten Tasikmalaya. “Mungkin di Kabupaten (Tasikmalaya) masih bisa teratasi dengan tidak terlalu banyaknya industri (tahu dan tempe, red),” ungkapnya. Terpisah, Acep pemilik Kios Buana Mas di Pasar Manonjaya mengatakan naiknya harga kedelai mengurangi penjualan di kiosnya. “Penjualan sangat berkurang dan jika dipersentasikan 50%,” tuturnya. Kata dia, harga kedelai impor biasanya tergantung dari pasar di mana negara yang mengimpor. “Dan ada kemungkinan harga kedelai minggu depan turun, karena tergantung pasar di Amerika,” ungkapnya. (flo/jpnn/pee/zi/mg3)

Mandi Telanjang Dilihat Pengungsi Lain dari hal 1

Robin lantas memandu menuruni sejumlah tangga yang mengantar ke bungker. Setidaknya ada enam tangga yang harus dilalui. Panjang tangga itu rasanya setara dengan turun tiga lantai. Penerangannya sangat minim walaupun masih bisa melihat dengan jelas. “Di bawah justru semakin gelap. Dalam kondisi perang, kamp-kamp pengungsi hanya digunakan untuk berlindung sementara. Energi dibikin sehemat mungkin. Buat apa cahaya lampu? Di selter, Anda tidak sedang mengerjakan tulisan buat deadline kan?” ujar Robin lantas tersenyum. Dasar bungker sangat gelap. Arah jalan hanya mengandalkan sejumlah anak panah bersaput fosfor yang membuatnya bercahaya di kegelapan. Ruangan bawah tanah terdiri atas banyak kamar. Mulai dapur, kamar tidur, dan tempat berkumpul. Sebelum memasuki ruangan-ruangan tersebut, warga yang mengungsi harus melewati areal sterilisasi. Ukuran ruang sterilisasi mencapai separo lapangan voli. Ruangan itu memiliki dua pintu besi yang berkatup karet plus bergagang ulir. Satu pintu merupakan pintu masuk menuju ruangan lainnya di dalam bungker, pintu lainnya adalah pintu dari luar bungker. Pintu dibikin dari besi berat untuk menjaga agar udara dari luar yang dipercaya membawa radiasi tidak ikut masuk ke dalam bungker. Di pojok ruangan ditempatkan shower tempat warga membersihkan tubuh dari bakteri yang bisa membahayakan sesama pengungsi. Shower tersebut dibikin tanpa sekat. Alhasil, siapa pun yang mandi telanjang bakal terlihat pengungsi lainnya. “Itu untuk efisiensi. Lagi pula, apakah Anda masih memikirkan rasa malu saat keadaan darurat?” kata lelaki kelahiran Jerman tapi besar di Amerika Serikat (AS) tersebut. Selain untuk mandi, ruangan itu digunakan untuk membersihkan warga dari radiasi nuklir. Semua pakaian dan barang yang menempel di tubuh harus dibuang dan diganti pakaian khusus. Dari ruang sterilisasi, warga bisa menuju kamar dapur atau kamar tidur melalui sejumlah lorong. Setiap lorong bungker dibikin berkelok-kelok. Mirip labirin berbahan beton. “Tujuannya, bila ada roket

yang diluncurkan, tidak langsung hancur dalam sekali tembak karena harus membentur banyak tembok,” jelasnya. Robin juga mengajak ke kamar dapur. Itu merupakan tempat warga membikin makanan buat pengungsi lainnya. Jam kerja dapur diatur berurutan. Kendati perang nuklir tak juga datang hingga abad ke-21, dapur-dapur itu masih lengkap dengan kompor serta panci-panci besar. Di salah satu tutup panci, ditempelkan celemek berbahan kain. Di atasnya terdapat tulisan dalam bahasa Jerman yang kira-kira bermakna, “Berliburlah ke Eropa mumpung Eropa masih ada”. “Tulisan itu asli dari tahun saat bungker ini dibuat. Para pengungsi butuh lelucon karena mereka di sini pasti sangat stres,” katanya. Robin yang pernah hidup pada masa Jerman Barat itu lantas mengajak ke kamar tidur. Itu adalah tempat para pengungsi beristirahat. Setiap kamar tidur bisa menampung sedikitnya 48 pengungsi. “Kasur” tempat mereka tidur dibikin sangat darurat, yakni hanya berupa kain yang dihubungkan ke pipa-pipa besi hingga membentuk ranjang. Meski darurat, pengungsi tetap diberi privasi. Setiap ranjang yang langsung bersebelahan diberi sekat dari kain. “Dalam simulasi pemerintah Jerman Barat, akan ada warga yang memasak, ada yang memutar generator, ada yang tidur. Masingmasing diberi giliran dan tidak boleh saling melanggar. Semua harus disiplin karena ini menyangkut nyawa ribuan orang,” tegasnya. Sebagian besar bungker dan selter di Berlin dibangun pada 1977. Saat itu, Jerman terpecah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur karena Perang Dunia II. Kedua wilayah dibatasi tembok besar yang memisahkan dua kota itu. Jerman Timur yang dikuasai komunisme Uni Soviet melarang warganya hijrah ke Jerman Barat yang dikuasai negara-negara Barat pimpinan AS. Dalam masa perang dingin itu, kedua kubu saling curiga bahwa satu kubu hendak menghancurkan kubu lain. AS meyakini bahwa Uni Soviet memiliki bom nuklir yang disimpan di Rusia. Jika tiba-tiba AS menembakkan roket ke Moskow, bom nuklir bakal meluluhlantakkan Berlin. Berlin menjadi tempat yang strategis karena hampir semua tentara kedua kubu bersiaga di tempat tersebut.

Dalam gambaran pemerintah Jerman Barat, Berlin bakal menjadi sasaran ledakan 1 juta ton bom nuklir. Karena itu, mereka membangun ratusan selter dan lebih dari 70 bungker untuk menampung sebanyakbanyaknya warga Berlin. Namun, seluruh tempat perlindungan itu hanya mampu menampung 3.339 orang. Sangat sedikit dibanding populasi warga Berlin yang mencapai 3 juta jiwa. Kini di Berlin hanya tersisa 23 bungker. Sisanya kebanyakan digusur pemerintah kota dan ditimpa bangunan baru di atasnya. Robin lantas memamerkan sebuah peta Berlin berukuran besar yang dipasang di sebuah kamar berkumpul para pengungsi. Dalam peta, beberapa wilayah digolongkan dalam zona satu, zona dua, hingga zona tiga. Masing-masing zona memiliki diameter. Zona satu masuk lingkaran utama karena berada di tempat nuklir bakal meledak. “Zona satu adalah ground zero. Tidak ada yang selamat. Di zona dua dan tiga, mungkin ada yang selamat, tapi beberapa hari kemudian akan mati karena radiasi,” jelasnya. Bungker di Berlin dibangun untuk menampung warga selama dua minggu. Dalam perang nuklir, ledakan bom memang hanya terjadi dalam beberapa menit. Tapi, akibat yang ditimbulkan dari radiasi radioisotop berbahaya bisa bertahan selama beberapa hari. Karena itu, bungker harus menjadi tempat warga bertahan hidup sebelum akhirnya mereka kembali ke atas dua minggu pasca pengeboman. Setelah naik, kondisi kota diperkirakan tetap belum aman. Tingkat radiasi juga masih tinggi. Dalam penyuluhan pemerintah Jerman Barat, warga diminta terus berlari ke luar kota sampai menemukan tempat paling aman dari radiasi. Mereka juga diminta bergerak sendirian. “Sebab, saat nuklir melanda kota, seluruh hewan dan bahan makanan musnah. Itu bisa menimbulkan kanibalisme pada manusia,” kata Robin dengan mimik serius. Bungker di Jalan Burnenstrasse yang dikunjungi Jawa Pos merupakan salah satu bungker yang terintegrasi dengan stasiun kereta bawah tanah. Yakni, Stasiun Gesundbrunnen. Satunya lagi adalah Stasiun Pankstrasse yang berselisih satu pemberhentian dengan Gesundbrunnen. (c5/nw)


7 sam 26 jul