Page 4

TANJUNGPINANG POS RABU 3 JULI 2013

4 TRANSPORTASI

Tarif Belum Ditetapkan, Ongkos Speed Sudah Naik LINGGA - Hingga kini ongkos transportasi darat dan laut di Kabupaten Lingga masih belum ditetapkan oleh pemerintah daerah (Pemda). Rapat awal yang dilaksanakan Pemkab melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dengan pengelola transportasi darat dan laut, belum mendapatkan kata sepakat. Walau belum ada kata sepakat tapi sejumlah operator sudah menaikkan ongkos. “Kami sudah rapat dengan operator angkutan laut. Hasil rapat sementara untuk ongkos speed dari Dabo ke Tanjung Butong, Dabo-Pulau Lalang dan Dabo-Berhala tidak mengalami kenaikan,” kata Kadishubkominfo Kabupaten Lingga, Muzamil Ismail, kemarin. Menurutnya, kenaikan tarif diusulkan untuk speedboat tujuan Pancur (Lingga utara)-Resun dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per orang. Kemudian ongkos speed Jagoh-Tanjung Buton naik dari Rp40 menjadi Rp50 ribu per orang. “Ini baru usulan saja, belum final,” katanya. Dalam rapat pertama tersebut, beberapa operator pelayaran ada tidak menghadiri rapat. Berbagai alasan dikemukakan operator pelayaran untuk tidak menghadiri rapat ini. “Operator speed Pancur tidak datang dan operator feri Tanjungpinang-Jagoh juga tidak datang karena ada pekerjaan. Sedangkan operator kapal feri Arena dan Marine Hawk pun tidak datang tanpa alasan yang jelas,” jelasnya. Dijelaskannya, rapat final penetapan ongkos transportasi ini akan dilakukan, Kamis (4/7). “Hasilnya nanti akan disampaikan ke bupati untuk dipertimbangkan sebelum ditanda tangani,” imbuhnya. Pantauan koran ini, meski belum ada penetapan kenaikan transportasi laut di Kabupaten Lingga, sudah ada operator pelayaran yang telah menaikkan ongkos perjalanan. Untuk ongkos Jagoh - Tanjung Buton, naik Rp10 ribu. Ongkos Dabo-Jambi naik dari Rp230 ribu menjadi Rp255 ribu.(tir)

ANAMBAS

F-TENGKU/TANJUNGPINANG POS

SUNATAN: Seorang tenaga medis tampak sedang menyunat seorang anak yang mengikuti kegiatan sunatan masal yang dilaksanakan Dinkes Pemkab Lingga yang bekerja sama dengan sejumlah pihak. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

Dinkes Gelar Sunatan Masal LINGGA - Sunatan masal yang digelar oleh Dinas Kesehatan Lingga diikuti sekitar 92 orang anak, yang diprioritaskan untuk anak-anak dari keluarga yang tidak mampu. Kegiatan itu dilaksanakan melalui kerja sama antara Dinkes dengan RSUD Dabo, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Dabo dan dokter keluarga dari Desa Sungai Pinang dan Desa Kerandin, Kecamatan Lingga. “Khitanan ini dilaksanakan untuk membantu keluarga yang tidak mampu. Sengaja dilakukan saat liburan, agar tidak menganggu sekolah,” kata Kadinkes Lingga dr Ignatius Luti MPH, kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (2/7). “Kami ucapkan terima kasih kepada bapak-ibu yang telah mengikutsertakan anak-anaknya dalam momentum liburan anak sekolah, untuk ikut serta mengkhitankan anaknya,” imbuhnya. Ditambahkannya, pihaknya terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat sesuai dengan program Bupati Lingga Drs Daria. “Program khitanan masal ini ke depan akan terus berlanjut,” imbuhnya. Pantauan koran ini, petugas kesehatan dan media tampak sibuk melayani 92 orang anak yang mengikuti khitanan masal. Setelah disunat anakanak ini juga diberian bingkisan sebagai hadiah dari Dinkes Lingga. (tir)

F-ISTIMEWA/SAPRIL

BONGKAR: Sejumlah awak kapal sedang membongkar muatan kapal di sebuah pulau di Kabupaten Lingga. Di daerah ini nyaris seluruh keperluan hidupnya harus didatangkan dari luar daerah. Sarana transportasi kapal memainkan peran yang sangat penting di daerah ini.

Insentif Tak Dibayar, Belasan Guru Honor Ngadu ke Dewan TENGKU, Lingga BELASAN orang guru honorer yang tergabung di dalam Forum Guru Honor Singkep (FGHS) mengadukan nasibnya ke Ketua Komisi III DPRD Lingga Rudi Purwonugroho, Selasa (2/7) di kediamannya. Mereka mengadu karena uang intensif honornya hingga kini masih belum dibayarkan. “Selama ini, informasi yang kami terima simpang siur. Ada yang menyebutkan tahun ini insentif untuk guru honor dihapuskan. Kami hanya ingin honor kami dibayar,” kata Heri, salah seorang guru honor yang ikut ke kediaman Rudi Purwonugroho, Selasa (2/7). Menurutnya, selama ini tidak ada sosialisasi yang dilakukan oleh Disdikpora Lingga atau Unit

Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), terkait dengan keterlambatan pembayaran insentif untuk guru honor. Selama ini, guruguru honor telah cukup bersabar menunggu pencairan insentif ini. Untuk guru honor, hanya insentif yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Gaji dari sekolah tidak ada. Kalau insentif hilang dari mana kami akan mendapatkan penghasilan untuk memenuhiu kebutuhan,” ucapnya yang diamini guru lainnya. Dia menuturkan, dalam surat yang resmi yang ditulis forum ini, pihaknya memberikan ultimatum kepada Disdikpora untuk segera menjelaskan kondisi yang terjadi dan membayarkan uang yang telah menjadi hak guru ini. “Apa menunggu hingga guruguru honor ini, mencuri dan di-

tangkap polisi? Gara-gara berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baru ada perhatian dari pemerintah,” ucapnya. Menanggapi hal ini, Rudi Purwonugroho mengatakan, insentif guru honor ini akan tetap dibayarkan. Namun, persoalannya saat ini Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pembayaran insentif pada tahun 2013, tidak semua guru honorer tercantum menberima insentif. Tidak akuratnya data guru honor di Disdikpora membuat pembayaran insentif itu, menjadi terunda. Dalam DPA pembayaran insentif untuk guru honorer ini, tercantum tahun 2013 jumlah guru honor dalam kota yang menerima insentif ada 112 orang. Padahal tahun sebelumnya ada sekitar 220 orang. “DPA-nya harus diubah, hal

ini menunggu APBD-P baru dapat dilakukan. Jika tetap dibayarkan dengan DPA yang ada ada sebagian besar yang tidak menerima,” ucapnya. Rudi mengatakan sesuai dengan pertemuan terkahir dengan pihak Disdikpora, Komisi III sudah menegaskan bahwa semua tenaga honor yang terdata tahun 2013, harus dibayarkan. Meskipun nilai insentif yang dibayarkan tidak sama pada tahun sebelumnya. “Kita telah sampaikan, terserah formatnya macam mana. Dibagi rata atau berdasarkan daerah,” ucapnya. Pada kesempatan itu, Rudi juga memaparkan kondisi keuangan daerah membuat anggaran insentif untuk guru honor ini dikurangi. Tahun sebelumnya total insentif untuk membayar

guru honor berjumlah Rp6,9 miliar. Sedangkan tahun 2013, anggaran menjadi Rp4,5 milyar. “Rp4,5 miliar saja yang kita floting itu dikoreksi gubernur. Sebab, anggarannya tidak berimbang dengan PAD Lingga,’’ terangnya. Sementara itu, anggota Nurdin anggota Komisi III, menambahkan komisi ini telah meminta Disdikpra untuk secepatnya membuat data kependidikan di Kabupaten Lingga. Pasalnya, hingga 31 Desember 2012 Lingga tidak memasukkan data kependidikan ini, kabupaten ini tidak akan mendapatkan bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah pusat. “Data ini juga menjadi dasar untuk menertibkan tenaga kependidikan di Lingga yang dinilai sudah overload,” imbuhnya. ***

Wawan Ditemukan Tewas Terapung ANAMBAS - Warga Tarempa yang sedang berada di sekitar Pelabuhan Pemda, Tarempa, Minggu (30/6) dikejutkan dengan temuan mayat pria yang mengapung di sekitar dermaga itu. Belakangan mayat terapung diketahui sebagai Wawan Kurniawan (40) seorang pekerja bangunan yang berasal dari Magetan, Jawa Tengah yang dikenal baik, ramah dan pendiam. Sebagaimana disampaikan rekannya sekamar kos Yono (60). “Saya baru enam bulanan di sini. Tinggal satu kamar dengan dia. Dia memang orangnya pendiam, baik dan ramah dengan teman-teman kosnya,” ucap Yono, kepada koran ini kemarin. Sementara itu, Atan rekan satu kerja Wawan yang ada di lokasi tampak ikut mendampingi Yono. Menurut Atan, dia juga mengenal korban dan terakhirnya kali sama-sama bekerja sebagai buruh bangunan di daerah Air Padang, Tanjung Momong. “Saya kenal dia waktu samasama kerja bangunan di sana. Tapi, sudah sejak sekitar satu bulan ini tidak kerja. Terakhir saya dapat informasi dia sempat

F-RONI/TANJUNGPINANG POS

TEWAS: Sejumlah warga Tarempa di sekitar Pelabuhan Pemda tampak tengah berusaha mengevakuasi jenazah Wawan, yang ditemukan kru kapal sudah dalam keadaan terapung. Penyebab tewasnya Wawan masih dalam penyelidikan polisi di Tarempa.

demam sekitar 10 hari,” ungkap Atan.

Kenalan korban lainnya yang bernama Wati (40), mengatakan

dia sempat tidak mengenali identitas temannya itu. Sebab, tubu-

LOWONGAN PEKERJAAN

DI BUTUHKAN SEGERA

Perusahaan yang bergerak dibidang Event Organizer dan Agent Property membutuhkan karyawan sebagai staf Marketing staf Legalisasi dan staf Administrasi dengan kriteria sebagai berikut :

1. Staff Pengajar Tingkat SD 2. Staff Pengajar Tingkat SMP Syarat : 1. Pendidikan SMA/DIII/SI 2. Menyukai Anak-anak 3. Disiplin & Bertanggung Jawab

Syarat :

- Pria atau Wanita - Memiliki kendaraan sendiri - Pengalaman dibidangnya - Usia maksimal 30 tahun - Disiplin, jujur, dan bertanggungjawab

Lamaran diantar langsung ke :

Lamaran diantar langsung ke :

CV. LUCKY PROPERINDO 0813 6470 8812 – (0771) 7016667 Jl. Engku Putri No. 2 Lt. 2 Tanjungpinang

Jl. Pramuka No.1 Tanjungpinang Telp.0771-312031/081372625640

PT ILUVA BANGUN MANDIRI

DIBUTUHKAN Membutuhkan :

Ü Tukang tralis + pembantu

tralis Ü Tukang kaca + pembantu

1. COUNTER SALES 2. MARKETING

kaca Ü Tukang stainless + pembantu stainless Ü Tukang rakit pintu fordinget/ pintu ruko

Ü Ü Ü Ü

Berminat segera hubungi

0811-774308

Alamat : Jl. Gatot Subroto

hnya sudah bengkak. Namun, setelah melihat gambar KTP milik korban yang ditunjukkan oleh awak media, barulah dia meyakini bahwa kenalannya. “Dulu memang pernah tinggal di rumah orang tua saya di daerah Kampung Baru. Setahu saya di sini dia belum berkeluarga. Beliau dikenal baik, sopan orangnya,” ucap wanita berkerudung ini. Sementara itu Kapolsek Siantan AKP Dedy Suryaman, mengatakan mayat Wawan diketahui pertama kali oleh kru kapal KM Sumber Cahaya VIII. Saat itu, kapal tersebut tengah melakukan aktifitas bongkar muat barang di pelabuhan Pemda Tarempa. “Sekitar pukul 15.30 sore itu, ada yang melapor ditemukannya mayat di sekitaran pelabuhan pemda,” ujarnya. Dedi menyebutkan, mayat tersebut mengenakan celana kain warna cokat dan berkemeja warna putih. Didalam saku celana bagian depan ditemukan buku tabungan yang bertuliskan identitas korban. “Dari data nama yang terdapat pada buku tabungan tersebut, ternyata ada kerabat korban yang juga mengenalinya dengan membawa bukti identitas korban lainnya berupa KTP dan bukti lainnya dari tempat tinggalnya di kawasan Kampung Baru, Tarempa,” ucap Dedi. Dari hasil visum tim medis Puskesmas Tarempa, kata Dedy, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun apa sebab musabab pasti tewasnya korban masih belum diketahui dan masih diselidiki polisi. (ron)

Syarat :

Pria/ wanita SMA Memilki sepeda motor (2) Gaji, incentive, uang minyak

Lamaran ditujukan ke :

PT DINAMIK INTAN PIMASDA Jl. Gatot Subroto No.10-12 Km.5 (bawah) Tanjungpinang, Telp. 0771 - 311922

DEVELOPER & KONTRAKTOR

DIBUTUHKAN :

STAFF LEGAL Syarat : 1. Wanita 2. Min. SMA/SMK sederajat 3. Pengalaman dibidangnya Lamaran diantar langsung ke :

PT ILUVA BANGUN MANDIRI Plaza Bintan Centre Blok B No. 14 Pinlang Mas Ruko Jl. D.I Panjaitan Km.9 Tanjungpinang

Epaper Tanjungpinangpos 3 Juli 2013  

3 Juli 2013

Epaper Tanjungpinangpos 3 Juli 2013  

3 Juli 2013

Advertisement