Issuu on Google+

Hedging Emas

D

ari beberapa investasi diatas baik membeli, kemudian disimpan, lalu dijual lagi, atau membeli kemudian digadai, lalu hasil gadainya dibelikan emas lagi, kemudian digadai lagi, adalah perilaku trading yang berarti mencari keuntungan atas kenaikan harga emas. Trading emas ini sifatnya adalah sebuah bisnis yang bisa mendatangkan keuntungan tinggi dalam sekejap, akan tetapi juga bisa bisa membuat kita bangkrut dalam sekejap (high risk, high profit).

O

leh karena itu meskipun masih sama-sama gadai emas, sebetulnya ada satu investasi gadai emas lagi sifatnya tidak trading dan tidak spekulatif, yaitu hedging emas yang artinya kita melakukan perlindungan nilai terhadap harta atau kekayaan kita dengan emas. Contoh kongkritnya, kalau anda mau buka usaha maka sebaiknya modal awal yang akan digunakan untuk buka usaha itu kita belikan emas dulu, selanjutnya emas tersebut kita gadaikan, nah dari hasil gadainya tersebut baru uangnya kita gunakan untuk membuka usaha, selajutnya dari keuntungan hasil usaha tersebut uangnya kita sisihkan untuk menebus emas yang kita gadaikan, dengan demikian perlahan tapi pasti kita akan mempunyai kedua-duanya yaitu usaha kita dan emas kita.! Sehingga kalau sampai terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada usaha kita paling tidak kita masih punya emas yang kita gadaikan. Bandingkan seandainya kita tidak punya emas yang digadaikan, begitu usaha kita kolaps maka hilanglah usaha kita sekaligus modal awal kita. Contoh lain yang lebih mudah tentang hedging emas ini adalah seandainya anda ingin membeli handphone, alangkah baiknya kalau uang untuk membeli HP itu kita belikan emas dulu, lalu emasnya kita gadaikan, baru hasil gadainya kita belikan HP dan selanjutnya kita mengangsur emas yang kita gadaikan. Maka lihatlah terjadi, anda akan punya HP sekaligus punya emas, HP anda mungkin akan semakin turun nilainya tetapi emas anda akan semakin naik nilainya, dan setelah 3 tahun ketika HP anda mungkin sudah rusak maka emas anda nilainya sudah semakin naik, bahkan bisa 2 kali lipat, dan anda bisa membeli HP baru lagi tanpa anda keluar uang lagi..! itulah yang namanya hedging, kita melindungi barang dan harta kita dengan emas.

S

ejenak lihatlah judul tulisan ini diatas, Jangan investasi emas.. sebetulnya judul itu masih ada lanjutannya, yaitu jangan investasi emas kalau hanya untuk spekulatif, trading, dan untung-untungan tanpa pengetahuan yang memadai tentang instrumen investasi emas, karena akibatnya bisa fatal bahkan membangkrutkan ekonomi keluarga yang tadinya sudah mapan. Sebaiknya emas itu kita manfaatkan nilainya yaitu sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, sebab biasanya sebuah keluarga atau bangsa yang menyimpan emas akan lebih tahan apabila suatu ketika terjadi krisis. Maka marilah bertindak seperti orang tua kita jaman dahulu, kalau ada sedikit rejeki kita sisihkan untuk membeli emas sehingga emas-emas di negara kita tidak justru lari ke Amerika atau negara-negara lain. Tetapi meskipun investasi emas merupakan instrumen investasi yang menggiurkan selain properti, menurut hemat saya ada investasi yang lebih bagus dan bisa memberikan pendapatan yang terus menerus, yaitu bisnis..! Bisnis apa saja..! Untuk itu jangan kemana-mana.. ikuti saja artikel-artikel kami pada rubrik inspirasi bisnis ini di tabloid Taman Plaza pada edisi-edisi mendatang. Kita akan sharing-sharing dan berdiskusi bagaimana memulai bisnis (usaha), men-sistemasi bisnis, hingga membuat bisnis kita menjadi berkembang dan bermanfaat bagi orang lain. Selamat berbisnis dan ber-investasi emas. Tetaplah semangat..!

INVESTASI LAIN

S

elain investasi emas , Investasi juga dapat dilakukan dalam bentuk financial atau fixed assets. Pemilihannya terpulang kepada keberanian kita dalam mengambil risiko atau yang sering disebut profil risiko. Berikut adalah jenis-jenis investasi yang dapat anda pilih.

1. Investasi Asuransi Asuransi pada dasarnya adalah sebuah sistem untuk merendahkan kehilangan finansial dengan menyalurkan risiko kehilangan dari seseorang atau badan ke lainnya atau produk keuangan yang memberikan proteksi financial. Sedangkan menjadi investasi menjadi fungsi tambahan sehingga tidak bisa investasi saja tanpa membeli investasi. Asuransi yang bisa dijadikan sarana investasi adalah • Dwiguna, investasi yang sudah diberikan jaminan minimal memberikan keuntungan tertentu. Investasi ini sangat hati-hati sekali karena sudah diberikan jaminan, sehingga hasilnya cenderung lebih rendah. • Unitlink, investasi ini cenderung lebih agresif sehingga hasilnya cenderung lebih tinggi, dan tentunya diimbangi dengan resiko naik turun nilainya. 2. Investasi Reksadana Reksadana lebih unggul dalam keragaman pilihanya, mulai dari yang berbasis, saham, obligasi atau pasar uang. Jadi pilihan investasi reksadana lebih banyak yang ditawarkan, investor tinggal memilih yang sesuai dengan keinginan dan juga resiko yang siap ditanggungnya. 3. Investasi Saham Obligasi Obligasi yang diterbitkan oleh Negara menarik untuk diambil, karena bungannya lebih tinggi dari pada deposito. Namun deposito yang diterbitkan oleh koorporasi harus diwaspadai karena tingkat keamanannya patut diwaspadai. 4. Investasi Tanah dan Bangunan Investasi ini digolongkan sebagai investasi jangka panjang, dimana harga tanah dan bangunan semakin lama semakin melambung tinggi. Mana yang lebih menguntungkan? Semua investasi pada dasarnya baik, itu semua tergantung dari keberanian akan resiko yang akan investor terima serta jangka waktunya. Yang paling baik kalau kita punya semuanya memang terlihat rakus, tetapi kita bisa lihat dari fungsi dan kegunaan investasi itu, misalkan tabungan sebagai investasi yang paling tradisional harus kita miliki untuk menyimpan uang untuk bertransaksi dan untuk cadangan. Emas terbukti sebagai investasi yang terbaik di saat yang terburuk karena bisa sebagai cadangan kalau terjadi inflasi yang sangat tinggi. Investasi asuransi berfungsi untuk melindungi sekaligus mendapatkan keuntungan dari investasi tesebut. Reksadana memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan obligasi. Dan investasi tanah dan bangunan memiliki tingkat resiko yang lebih rendah juga dan kita mendapatkan keuntungan secara tidak langsung karena nilai gunanya makin lama makin tinggi. (Ditulis oleh : Sally Mariana – wealthindonesia.com)

19


tamanplaza hal 19