Issuu on Google+

Inspirasi KELUARGA MEMBUAT KELUARGA BAHAGIA

Anda mencintai dia, juga wujud perhatian Anda.

B

anyak keluarga di Indonesia yang menjalani kehidupan suami istri dengan menganut paham ‘go with flow’alias mengalir saja, padahal sebetulnya banyak tip-tips yang bisa membuat kehidupan suami istri semakin mesra dan langgeng. Berikut tips yang bisa membuat keluarga bahagia menurut Dr.Mark Goulston :

8. Ucapkan Salam Satu kata lagi yang kadang Anda lupa adalah salam menjelang tidur. Ucapkan “Selamat malam sayang” setiap malam menjelang tidur. Malah akan lebih berkesan jika ditambah dengan kecupan. Itu harus rutin Anda lakukan setiap malam, apa pun kondisi Anda. Tak peduli bagaimana perasaan Anda.

1. Berangkat Tidur Bersama Langkah ini memang terkesan sepele, bahkan mungkin luput dari perhatian Anda. Tapi menurut Dr. Mark Goulston dalam buku The 6 Secrets of a Lasting Relationship, itu merupakan salah satu kunci kebahagiaan suami-isteri. Tentu itu mudah, tapi kadang Anda sulit melakukannya. Goulston menyarankan Anda untuk selalu mengingat masa awal pernikahan. Kala itu, bukankah Anda tak sabar menunggu untuk berduaan di tempat tidur ?. Menurut dia, pasangan yang bahagia menolak berangkat tidur sendiri. Kalau pun nanti bangunnya tak bersama-sama, bukan masalah. Begitu pun saat bertengkar. Biasakan tetap berangkat tidur bersamasama walau tak bicara. Usahakan untuk tetap bersenggolan tangan atau kaki. Dan hindarilah punggung-punggungan, karena itu akan menjauhkan Anda berdua. 2. Samakan Minat Jangan mengecilkan arti aktivitas yang dapat Anda kerjakan bersama pasangan. Jika belum punya, menurut Goulston, pasangan yang bahagia biasanya mengusahakannya. Namun pada saat yang sama, tetaplah memelihara minat pribadi Anda. Dengan begitu Anda akan semakin menyukai pasangan Anda tanpa menjadi tergantung. 3. Jalan Bergandengan Pasangan bahagia akan merasa nyaman jika berjalan sambil bergandengan tangan atau bersebelahan, ketimbang satu di depan, satu di belakang memandangi punggung. Rasanya memang aneh bagi yang tak biasa. Canggung memang, mungkin saja Anda malu untuk menunjukkan kemesraan di muka umum. Untuk itu tepis saja rasa malu, toh dia pasangan sah Anda. Cobalah !. Sekali mencoba pasti Anda akan keterusan. Dan rasakan sensasinya. Hati Anda berdua pun terasa makin lekat.

Menurut Goulston, hal itu akan mengingatkan pasangan Anda bahwa betapa pun Anda sedang marah tetap ingin bersamanya. Artinya, apa yang Anda berdua miliki lebih penting ketimbang kemarahan satu hari itu. hal yang benar. Karena itu akan membantu Anda membangun keharmonisan rumah tangga. Kata Goulston, pasangan bahagia lebih memilih sisi positif. 5. Saling Memaafkan Itu juga bagian yang harus Anda perhatikan. Rumah tangga tanpa kepercayaan, sama saja dengan meniti petaka. Jadi, buatlah kepercayaan dan memaafkan sebagai pegangan baku dalam hubungan Anda. Kata Goulston, jika pasangan bahagia bertengkar atau berbeda pendapat dan tak bisa menyelesaikan, mereka akan mengutamakan rasa percaya dan memaafkan satu sama lain, bukan rasa tidak percaya dan tanpa ampun. “Rasa aman berbicara tentang ketenangan batin. Seorang suami dapat merasakannya ketika ia tahu istrinya mempercayai dia dan komitmennya terhadap pernikahan mereka,” kata David dan Teresa Ferguson dalam bukunya *More Than Married*. Sedangkan rasa aman yang mungkin dirasakan istri, datang saat sang suami menolongnya lepas dari ketakutan lewat kata-kata penghiburan yang menenangkan dan penuh kasih. Komitmen terhadap pasangan dapat dikomunikasikan melalui dukungan yang sejati dan pujian yang tulus. 6. Saling Berpelukan Saling berpelukan segera setelah bertemu sepulang kerja. Kulit kita, kata Dr. Goulston, memiliki memori tentang ’sentuhan baik’ (cinta), ’sentuhan buruk’ (pelecehan) dan ‘tanpa sentuhan’ (penolakan). Pasangan yang saat bertemu langsung berpelukan berarti memelihara ingatan kulitnya dengan ’sentuhan baik’ dan memberi kehangatan.

4. Cari Sisi Positif 7. Katakan Cinta Goulston menyarankan Anda untuk tidak mencaricari kesalahan pasangan Anda. Pusatkan perhatian pada apa yang dilakukannya secara benar, bukan pada yang salah. Gampang memang bagi Anda untuk menemukan hal keliru yang dia lakukan. Anda pun sama juga selalu bisa menemukan hal benar. Jika dua-duanya mudah, mengapa Anda tak mencari

Jangan ragu untuk mengatakan cinta pada pasangan Anda. Ungkapkan saja, “Aku cinta padamu” atau bentuk perhatian lain, misalnya dengan mengatakan, “Baik-baik ya” pada pagi hari. Itu merupakan cara hebat untuk mendapatkan kesabaran dan toleransi menghadapi dunia luar yang tak teratur dan semrawut. Selain itu juga untuk meyakinkan pasangan bahwa

9. Membaca Hati Bacalah cuaca hati pasangan Anda setiap saat. Usahakan untuk berbicara dengannya di sela-sela kesibukan kerjanya, dengan demikian Anda bisa menyesuaikan diri dengan suasana hatinya setelah bertemu. Tentu saja itu untuk menghindari konflik yang mungkin bisa terjadi. Memang sakit hati, kejengkelan, dan kebutuhan-kebutuhan yang tak bisa Anda penuhi, adalah hal-hal yang tak dapat dihindarkan dalam setiap hubungan dekat. Bahkan sepulang dari berbulan madu, hal-hal yang terjadi dalam keseharian dapat memunculkan kejengkelan-kejengkelan. Ya, pernikahan memang dua pribadi tak sempurna yang bertekad menjadi satu dalam kedekatan yang permanen. Wajar jika muncul konflik. David dan Teresa Ferguson dalam bukunya *More Than Married* mengatakan jangan pernah berpikir bahwa dapat memiliki hubungan yang intim tanpa mengalami konflik. Namun usaha penyelesaian konflik yang benar dapat menambah keintiman dan mendatangkan kedamaian dalam pernikahan. Mengapa ?, “Karena hal ini membuat pasutri sama-sama merasa aman,” kata mereka. 10. Bangga Bersama Anda harus merasa bangga terlihat bersama pasangan Anda. Itu akan membahagiakan dia. Pasangan yang bahagia senang bisa bersama-sama. Menurut Goulston biasanya itu ditunjukkan dengan sentuhan tanda sayang di antara mereka. Misalnya gandengan tangan, rangkulan, pelukan, elusan. “Bukan mau pamer, tapi hanya ingin mengatakan bahwa mereka saling memiliki,” kata dia. (Sumber : pangkalan-unik.blogspot.com)

The Wisdom Of Giving

S

uatu hari, ada seorang pengusaha yang tanpa sengaja menjatuhkan sebuah logam senilai 100 rupiah ke dalam selokan yang sempit dan dalam. Dengan gelisah, ia berusaha untuk mendapatkan kembali uang logamnya tersebut. Seorang tukang sapu jalan yang kebetulan lewat dan melihatnya, berusaha membantu. Tak lama kemudian, uang logam itu berhasil ditemukan kembali. Sang pengusaha begitu gembira. Ia mengantongi 100 rupiah tersebut dan mengeluarkan selembar uang 50 ribu rupiah dari dompetnya, lalu diberikannya kepada tukang sapu jalan itu. Sesaat tukang sapu jalan tertegun dan dengan penasaran ia bertanya, "Mengapa Anda lebih rela memberikan 50 ribu rupiah daripada kehilangan 100 rupiah di dalam selokan?" Sang pengusaha tersenyum dan menjawab, "Bila uang 100 rupiah ini terjatuh ke dalam selokan maka saya akan kehilangan 100 rupiah ini untuk selamanya! Tapi bila saya memberi 50 ribu pada anda, saya tahu bahwa 50 ribu rupiah saya masih berada di pasar peredaran uang, dan itu berarti saya bisa mendapatkan kembali uang saya. Mungkin dua kali, sepuluh kali, bahkan seratus kali lipat." Pembaca Taman Plaza yang luar biasa! Bila kita ingin memberi berkat kepada orang lain, berarti kita juga harus memulainya dari memberi. Ketika kita memberi, berarti kita memiliki kemampuan, kemauan, ketulusan, keikhlasan, dan rasa syukur. "Apa yang bisa kita berikan agar dunia ini bisa menjadi lebih indah, aman, damai, dan mampu menyejahterakan banyak orang?" Apakah Anda takut untuk memberi?

10

Warta KAMPUNG Pemilu RW. 05 Taman Mutiara Persada Rojoimo, Wonosobo Layaknya sebuah suksesi pemerintahan, ternyata lembaga RW di era demokratis ini dalam memilih seorang pimpinan RW juga tidak luput dari cara-cara yang demokratis tersebut , yaitu pemilihan diadakan secara langsung, umum, bebas, dan rahasia. Hal ini karena cara aklamasi di lingkungan perumahan yang penduduknya heterogen sulit untuk dilakukan. Maka setelah satu periode kepengurusan habis, pertengahan Januari 2012 lalu RW. 05 Taman Mutiara Persada, Rojoimo, Wonosobo mengadakan pemilihan Ketua RW yang didahului dengan pemilhan calon dari masing-masing RT, dimana RT. 01 menjagokan Bp. Ismanto dan Bp. Eman Sutarto, RT.02 mengirim Bp. Rois Rohmat dan Bp. Wiyono, dan RT.03 menjagokan Bp. Agus Priyanto dan Bp. Supriyo. Dan setelah melalui proses kampanye yang sangat seru dan menegangkan akhirnya pemilihan dan penghitungan suara yang dilakukan di masjid At-Taqwa dan disiarkan langsung melalui sound system masjid menghasilkan keputusan bahwa pemenang pemilu RW.05 masih dipegang oleh incumbent yaitu Bp. Drs. Rois Rohmat M.Ag. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada warga yang masih mau memberikan amanah kepada saya, saya juga mohon doanya supaya kedepan bisa menjalankan amanah ini lebih baik lagi” ucap bapak 3 orang putra yang sangat low profile dan sangat dicintai warganya ini. (Nc.)


tamanplaza hal 10