Issuu on Google+

Materi Pelatihan pengolahan koran bekas di Desa Langensari Lembang Pelatihan pengolahan kertas koran bekas di Desa Langensari, Lembang dilakukan pada bulan Oktober 2014, dengan jumlah peserta 5 Ibu rumah tangga. Dalam pelatihan tersebut peserta diberikan fasilitas berupa : kertas koran bekas, lem kanji beserta cetakan kayu untuk membentuk produk kerajinan dolah.

Di bawah ini merupakan tahapan-tahapan dalam membentuk kerajinan dolah :

Bagan produksi kerajinan dolah kertas koran bekas Draft Desain Kerajinan Dolah Sebelum memulai pelatihan membuat produk kerajinan, tim peneliti beserta Bpk. Harso selaku narasumber melakukan koordinasi dalam memilih dan mengembangkan desain kerajinan dolah. Desain kerajinan dolah yang dipilih untuk pelatihan adalah desain UKM Semesta Recycling, dimana selalu mengutamakan aspek fungsional dan efisiensi bahan.


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa teknik dolah adalah hasil dari eksperimen secara mandiri oleh pemilik UKM Semesta Recycling yang akrab disapa Pak Harso. Pembuatan Cetakan Karton Cetakan atau biasa disebut dengan mal dibuat sebelum proses pembentukan produk, dengan tujuan agar produk memiliki bentuk yang presisi dan mempermudah proses pembentukan. Material dari cetakan ini terbuat dari kertas karton agar biaya produksinya murah dan mudah dilakukan.

Setelah jadi bentuk bangun 3 demensi lalu cetakan dibungkus dengan plastik agar setelah proses pembentukan dan penjemuran, dolah kering mudah dilepas. Selain itu, pemberian plastik pelapis juga membuat cetakan tidak cepat rusak dan dapat dipakai berkali-kali. Teknik ini memang hampir sama dengan teknik mencetak resin (molding) namun ini dilakukan dengan kertas koran. Sehingga untuk membuat cetakan harus terdapat bagian yang lebih kecil agar mudah melepasnya. Pembahanan Dolah (Tali)


Pada prinsipnya dolah merupakan hasil dari olahan dari 2 bahan utama yaitu kertas koran bekas dan lem kanji. Karena jumlah penggunaan lem kanji yang relatif banyak maka lem kanji dibuat secara mandiri dari hasil olahan tepung tapioka. Proses pembahanan tali dolah relatif mudah serta memakai peralatan sederhana. Pertama kertas koran dicelupkan ke dalam ember lalu diperas seperti mencuci baju, kemudian dibentuk menjadi pilinan tali. Tali dalam bentuk pilinan dolah basah dapat diaplikasikan menjadi berbagai macam desain produk kerajinan yang fungsional. Namun ketika memilin kertas koran dalam keadaan basah tidak boleh terlalu lama, karena jika terlalu lama maka kertas koran akan hancur. Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah tingkat kekencangan tali dolah yang mudah terurai pada saat memilin karena karakternya yang licin dan basah.

Di bawah ini merupakan laporan kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh peserta pelatihan dalam membuat tali dolah :


Membentuk / Mencetak Dolah Proses pembentukan kerajinan dolah tali juga memerlukan jeda waktu yang relatif singkat setelah proses pembahanan, karena apabila dolah sudah kering maka sudah tidak optimal untuk dibentuk. Teknik pembentukan ini seperti teknik molding ketika mencetak resin, sehingga bentuk yang dihasilkan melalui metode ini sering kali menyerupai produk pewadahan berbahan plastik.Namun pada pelatihan ini menggunakan cetakan yang telah dipersiapkan pada tahap 2.Proses mencetak dolah dilakukan dari luar cetakan, dimulai dari bawah keatas. Bagian atas dikerjakan paling akhir untuk menjaga tingkat kerapatan.Untuk merapikan bentuk dan memadatkan dengan mengusap dan menekan dolah ke cetakan.


Pada saat basah dolah mudah dibentuk, ketika kering dan mengeras akan sulit rubah atau dirapikan. Oleh karena itu, proses mencetak memerlukan waktu dan ketelitian agar produk berbentuk baik dan presisi.Guna mengoptimalkan hasil maka kerapatan dalam membentuk dolah harus dipertahankan agar hasil akhir produk memiliki struktur dan kekuatan yang layak.Bentuk cetakan melingkar atau tidak bersudut akan lebih mudah dikerjakan. Selain itu, agar lebih mudah diameter atau keliling cetakan tidak lebih dari panjang kertas koran, karena dolah akan saling mengikat satu sama lain ketika disambung. Dalam pelatihan peserta dibimbing untuk belajar membuat kerajinan dolah dengan bentuk yang sederhana. Dibawah ini adalah dokumentasi kegiatan pelatihan serta cara membentuk kerajinan dengan bahan dolah basah berbentuk tali :


Penjemuran produk ½ jadi Penjemuran produk ½ jadi dilakukan kurang lebih 2-3 hari. Lama waktu penjemuran bergantung pada cuaca, semakin terik sinar mataharimaka akan semakin cepat proses pengeringan. Produk yang telah kering belum bisa dipakai karena belum kuat strukturnya.


Pelapisan Lem (Coating) Penerapan teknik dolah pada dasarnya merupakan metode membentuk produk ½ jadi, sedangkan untuk memperkuat sambungan dan struktur produk diperlukan proses pelapisan lem kayu (PVAc).

Penjemuran Hasil Pelapisan

Finishing (Colouring)


Proses pewarnaan menggunakan cat mowilex dicampur dengan sundye sesuai dengan warna yang diinginkan, lama penjemuran kurang lebih satu hari. Untuk mendapatkan hasil maksimal diperlukan cahaya dan panas matahari yang cukup tinggi, produk – produk yang telah selesai di finishing kemudian akan siap dikirim dan dijual ke pasar.


Materi pelatihan pengolahan koran bekas di desa langensari lembang