Page 1

tgctona M

a

g

a

z

i

n

e

Jalan Bareng K

TGC.MAGZ 01 / 2019


tgctona M

a

g

a

z

i

n

e

Jalan Bareng K

HIMPUNAN PROFESI TREE GROWER COMMUNITY

Silvikultur


SALAM REDAKSI Fahutan?! ASIK! Silvikultur?! Evergreen! Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan majalah yang memuat informasi-informasi seputar Himpunan Profesi Tree Grower Community pada kepengurusan 2018-2019. Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan majalah, khususnya divisi communication and information. Majalah inilah salah satu wadah menumbuhkan dan menuangkan kreativitas khususnya dalam menulis yang tentunya dapat bermanfaat bagi orang lain. Kami sadar bahwa masih banyak kekurangan pada majalah ini, sehingga besar harapan kami agar para pembaca dapat memberi kritik dan saran yang membangun agar majalah ini lebih baik untuk terbitan selanjutnya.


Dtgctona A F Tmagazine ARISI

tgctona M

a

g

a

z

i

n

Penanggung Jawab

Nevky Emiraj Saputra Pemimpin Umum

Syafiq Muhammad Halaman 24

Eksflorasi 2019

Tenangnya air, sejuknya udara, dan remang-remang cahaya masih teringat jelas dalam ingatan. Malam itu mungkin saja jadi malam terakhir tim eksflorasi 2019 di TN Berbak Jambi

Pimpinan Redaksi

Maria Tania Mane Reporter & Penulis

Maria Tania Mane Annisa Herman Farah Sabina Esti Nurianti Hilmi Naufal Ronaldo Hamongan Ananda Rizky Septian Dimitri Teguh Iman Nadia Khalifa Layouter

Ade Wirakusuma Halaman 28

TGC in Action 2019 Memasuki tahun ke-12, TIA 2019 mengangkat tema “Increased Food, Energy and Water Resources Security Trough an Agroforestry System” Salam Redaksi - 3 Daftar Isi - 4 Sambutan - 5,6 Visi & Misi - 7 Struktur Organisasi - 8, 9 Divisi di TGC - 10, 11 SVK Goes to Forcup - 12 AKSI - 13 Pelatihan - 14, 15 Taman Ilmu TGC - 16 Welcome Party - 17 Eboni - 18, 19 BOTAK - 20 Mitigasi Bencana - 21 Yuk Berprestasi - 22,23 Potensi Lahan Basah - 26 Paket Lengkap Deforestasi - 27 Galeri - 30, 31

Editor

Ade Wirakusuma Maria Tania

Contact us: Sekretariat Tree Grower Community (Bedeng) Gedyng Departemen Silvikultur Lt.3 Fakultas Kehutanan, IPB University Email : tgc.fahutanipb@gmail.com Website : tgc.lk.ipb.ac.id Instagram : treegrowercommunity Twitter : treegrowercommunity Youtube : Tree Grower Community TGC

e


SKetua A MDepartemen BUTAN Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

L

aju pertumbuhan penduduk merupakan fenomena yang menjadi tantangan umat manusia saat ini bahkan di masa depan. Pada tahun 2018, populasi penduduk dunia mencapai sekitar 7,5 milyar jiwa. Di Indonesia sendiri, jumlah penduduk pada tahun 2018 mencapai 260-an juta jiwa. Selama 25 tahun jumlah penduduk Indonesia sudah diproyeksi akan mengalami peningkatan, yaitu 238,5 juta jiwa pada tahun 2010 menjadi 305,6 juta jiwa pada tahun 2035 (BPS 2013). Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, ironinya tidak diikuti oleh ketersedian lahan yang cukup. Hal tersebut tentu mengancam pada semakin menurunnya kuantitas dan kualitas sumber daya alam dan lahan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dikutip dari kompas.com (10/07/2019), pada periode 2014 – 2015, deforestasi terhadap hutan di Indonesia mencapai angka 1,09 juta ha. Luas tersebut mengalami penurunan 0,63 – 0,48 juta ha pada periode 2015 – 2017. Secara global, laju deforestasi hutan di Indonesia berada pada posisi kedua terpesat setelah Brazil. Kondisi demikian tentu sangat berpotensi dalam menyebabkan gangguan terhadap stabilitas dan dinamika ekosistem, baik secara ekologi, sosial, ekonomi, bahkan politik. Berdasarkan hal tersebut, maka dewasa ini diperlukan suatu alternatif yang solulif atas dinamika yang terjadi, salah satunya dari aspek pemanfaatan sumberdaya alam dan lahan secara optimal. Agroforestry merupakan suatu bentuk pemanfaatan ekosistem (lahan) yang mengkombinasikan komoditas kehutanan (tanaman keras berkayu dan menahun) dengan komoditas pertanian. Konsep ini merupakan alternatif yang dapat menjadi “penengah” antara kebutuhan manusia terhadap lahan untuk peruntukan perlindungan dan pengawetan ekologis serta sistem penyangga kehidupan, selain untuk pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, juga papan. Komoditas pertanian yang dapat dikombinasikan dalam Agroforestry juga luas, meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, bahkan perikanan. Agroforestry adalah alternatif yang prospektif dan sangat potensial untuk menjawab tantangan akan tekanan ekosistem hutan dan lahan saat ini, bahkan di masa mendatang. Agroforestry tentu tidak sekedar berbicara masalah pengkombinasian komoditas kehutanan dan pertanian semata. Lebih dari itu, Agroforestry sangat berkaitan dengan pemanfaatan suatu ekosistem hutan atau lahan untuk tetap dapat melahirkan dan melindungi fungsi dasar ekosistem itu sendiri, diantaranya fungsi ekologi dan fungsi produksi. Fungsi produksi ini yang diharapkan mampu menstimulasi terhadap pemenuhan kebutuhan hidup manusia, baik secara ekonomi dan sosial. Di sisi lain, fungsi ekologi dari Agroforestry juga tidak dapat dipisahkan guna menjamin stabilitas ekosistem baik lokal, nasional, regional, bahkan global yang pada akhirnya juga akan berpengaruh terhadap keberlanjutan (kelestarian) dari fungsi produksi suatu ekosistem hutan atau lahan terhadap kehidupan manusia itu sendiri. Akhirnya, kami mengucapkan selamat atas terbitnya (Majalah Tree Grower Community) edisi perdana. Semoga majalah ini bisa menjadi sarana Beramal dan Berilmu, yaitu mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan informasi tentang kehutanan, khususnya seputar silvikultur kepada masyarakat luas.

Evergreen….evergreen….evergreen Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh Dr. Ir. Noor Farikhah Haneda, MSi Ketua Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB


SAM B UtgcT A N Ketua Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

P

erkenalkan saya Nevky Emiraj Saputra, alhamdulilah diamanahkan sebagai ketua umum Tree Grower Community tahun kepengurusan 2018/2019. Pertamatama sangat mengapresiasi terbitnya majalah edisi pertama dari divisi Communication and Information. Majalah ini merupakan salah satu ruang berkreasi dan sumber informasi dari civitas Silvikultur. Majalah kali ini mengangkat tema mengenai "Agroforestry sebagai Solusi Tantangan Masa Kini", yang kita ketahui bersama menjadi masalah karena semakin berkurangnya lahan produktif yang dapat dipergunakan oleh masyarakat. Agroforestry atau wanatani merupakan suatu bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek, seperti tanaman pertanian. Semoga dengan adanya majalah ini bisa membuka pemikiran kita semua bahwa Agroforestry merupakan solusi dari tantangan - tantangan yang ada saat ini terutama semakin sedikitnya lahan produktif bagi masyarakat. Terima kasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Jalan Bareng K


H I M P U N A N P R O F E S I TREE GROWER COMMUNITY DEPARTEMEN SILVIKULTUR | FAKULTAS KEHUTANAN

IPB UNIVERSITY

KABINET “JALAN BARENG” 2018 / 2019

T

ree Grower Community (TGC) merupakan suatu organisasi kemahasiswaan yang berbentuk Himpunan Profesi yang berkedudukan di Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor untuk mewadahi kegiatan mahasiswa silvikultur sesuai minat dan bakatnya dalam bidang Silvikultur pada khususnya dan Ilmu Kehutanan pada umumnya. Tree Grower Community didirikan pada tanggal 27 Desember 2006 di kampus Fakultas Kehutanan IPB Dramaga-Bogor oleh mahasiswa Silvikultur angkatan 40, 41, dan 42. Tree Grower Community disahkan pada tanggal 16 Desember 2007 dalam Sidang Umum II (SU II) MPM KM IPB dengan surat ketetapan no : 006/SU II/MPM KM-IPB/XII/2007. Tree Grower Community mempunyai visi dan misi untuk mencapai tujuan bersama yang menjadi landasan dalam menjalankan kegiatannya. Visi dan misi TGC yaitu sebagai berikut:

VISI Tree Grower Community sebagai wadah bagi mahasiswa Silvikultur untuk pengembangan dan penyebarluasan keilmuan yang berlandaskan kekeluargaan dan semangat visioner

MISI Ÿ Meningkatkan pengembangan dan

penyebarluasan keilmuan Departemen Silvikultur sebagai bentuk tanggungjawab dan peranan civitas akademik (Edukatif-Bermanfaat); Ÿ Menciptakan atmosfer kekeluargaan untuk kinerja produktif (Internal-Profesional); Ÿ Membentuk karakter anggota untuk mewujudkan pemikiran yang visioner (Berdampak)

‘’

Tree Grower Community berasaskan Pancasila, UUD 1945, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sifat organisasi ini bersifat keilmuan, keprofesionalan, kekeluargaan dan pengabdian pada masyarakat. Organisasi ini bertujuan: Ÿ Memberdayakan dan mengembangkan keilmuan/potensi, bakat, dan kemampuan anggota Tree Grower Community di bidang kehutanan khususnya silvikultur Ÿ Membentuk kepribadian dan sikap anggota Tree Grower Community yang kritis, religi, intelek, dan amanah Ÿ Menjalin rasa kebersamaan dan kekeluargaan sesama anggota Tree Grower Community Ÿ Membentuk jiwa kepemimpinan anggota Tree Grower Community Ÿ Menjalin hubungan dengan organisasi lain baik secara internal maupun eksternal Fakultas Kehutanan IPB. Pada periode kepengurusan sekarang yaitu periode 2018-2019 ini, TGC diketuai oleh Nevky Emiraj Saputra, melanjutkan estafet kepemimpinan yang sebelumnya dipegang oleh Jladri Qobus DM. Dalam menjalankan tugasnya, ketua TGC dibantu oleh masing-masing ketua dari 5 divisi yang ada saat ini, yaitu sebagai berikut : Ÿ Human Resources Development (HRD) ( M. Fariz Shadiqin); Ÿ Scientific Improvement (SI) (Yunita Ayudi Irawati); Ÿ Project Division (PD) (Elsa Widyastuti); Ÿ Business Developement (BD) (Hajar Eka Nindiar). Ÿ Communication and Information (CI) ( Syafiq Muhammad); Diperkenalkan pula 6 grup keilmuan yang diharapkan mampu mewadahi minat dan bakat dalam ilmu kehutanan, baik Pengurus maupun Anggota. Keenam grup keilmuan tersebut yaitu: Ÿ Agroforestry Group (Agro) (Muhammad Armaji Arif) Ÿ Enthomology Group (Entho) (Fadlilatul Hasanah) Ÿ Forest Nutrition Group (FNG) (Ade Novitasari) Ÿ Pathology Group (Patho) (Muhammad Zainul Arifin) Ÿ Seedling Group (Seedling) (Bagastama Dipa Briliawan) Ÿ Tree Spesies Group (TSG) (Nurbayadi)

DENGAN JIWA SILVIKULTURIS, KITA LESTARIKAN HUTAN INDONESIA!!


tree grower Jalan Bareng community NuraďŹ fah BENDAHARA 2

Rampul

WAKIL KETUA

Winda

BENDAHARA 1

Yolan

SEKRETARIS 1

Nevky

Ketua umum 2018/2019

Riska

sekretaris 2


K D I

Fariz

HUMAN RESOURCES DEVELOPEMENT

Elsa

Armaji

E I

Agroforestry Group

Arifin

Pathology Group

PROJECT DIVISION

V

L

Dia

Enthomology group

I

Yunita

SCIENTIFIC IMPROVEMENT

M AdeNov

S

U

Forest Nutrition group

Hajar

I

BUSINESS DEVELOPEMENT

Syafiq

COMMUNICATION AND INFORMATION

A N

Bagas

Seedling group

Nurbayadi Tree Species Group


S T Organisasi RUKTUR

HUMAN RESOURCES DEVELOPEMENT

H

uman Resource Development (HRD) merupakan divisi di Tree Grower Community yang bergerak untuk menguatkan internal antar anggota pengurus. Human Resource Development memiliki beberapa program kerja dan kegiatan pada periode 2018/2019. Program kerja yang dilaksanakan HRD merupakan penguatan internal baik bagi pengurus maupun seluruh civitas Silvikultur. Selain penguatan internal, divisi HRD juga bertanggungjawab atas pengembangan softskill setiap anggota Tree Grower Community dan mengupgrade diri untuk menjalani kepengurusan dengan baik.

P

roject Division (PD) merupakan salah satu divisi di Himpunan Tree Grower Community yang bergerak dibidang eksternal, dengan tujuan membuat TGC dikenal oleh civitas Silvikultur, Fahutan, IPB maupun masyarakat umum. Project Division memiliki tiga program kerja: TGC In Action, bina desa, dan EXPO. Sedangkan kegiatan yang dimiliki divisi adalah penanaman.

PROJECT DIVISION

COMMUNICATION AND INFORMATION

C

ommunication and Information (CI) TGC merupakan divisi yang bergerak di bidang komunikasi dan informasi yang bertujuan untuk menyebarkan informasi seputar kegiatan yang akan, sedang, ataupun telah dilakukan. Informasi juga mencakup keilmuan-keilmuan silvikultur baik dari praktikum keilmuan ataupun isu-isu kehutanan yang terjadi saat ini. Penyebaran informasi ini diharapkan dapat membranding kegiatan ataupun organisasi TGC ini.

B

Business Developement

usiness Development (BD) merupakan divisi yang bergerak di bidang pemasaran, penjualan dan pendapatan dana dari Tree Grower Community. Tujuan Bussines Development adalah mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari setiap kegiatan yang dilakukan. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebagian besar menjual ragam produk dengan harapan mencapai tujuan. Selain meraih keuntungan besar, divisi ini juga memiliki tujuan lainnya yaitu mengenalkan bidang kehutanan terutama silvikultur lewat produk jualnya. Hal inilah menjadikan cirri khas dari bussines development dari bidang kewirausahaan lainnya.


S T Organisasi RUKTUR

SCIENTIFIC iMPOROVEMENT

S

cientiďŹ c Improvement (SI) adalah salah satu dari divisi dalam himpunan profesi Tree Grower Acommunity yang lebih mengutamakan pada bidang keilmuan kehutanan. SI merupakan divisi yang menaungi grup keilmuan TGC (Agroforestry, Enthomology, Forest Nutrition, Pathology, Seedling, dan Tree Species)

grup keilmuan

DOKUMENTASI KEGIATAN B e b e r a p a

Divisi

Exforest

Bedeng Ceria :)

Ngaji Bedeng

Bina Desa


FORESTER CUP

SILVIKULTUR GOES TO

E forester V E cup N T

F

orester Cup (FORCUP) merupakan progam kerja tahunan dari Departemen Olahraga BEM Fahutan sekaligus ajang silaturahim antar civitas fahutan. Lomba yang dipertandingkan beragam, mulai dari olahraga seperti futsal dan olahraga tradisional, hingga seni seperti seni vokal maupun tulis. Departemen silvikultur pun ikut andil dalam salah satu hajat terbesar di fahutan ini. De par temen Silvikultur berhasil meraih 6 penghargaan. Di cabang olahraga, silvikultur berhasil meraih posisi ketiga di cabang atletik putra, catur, renang putra, dan voli putri. Di cabang seni, silvikultur mendapatkan posisi pertama di cabang showcase, serta runner up pada cabang multi art. “Latihan jangan males, dibawa enjoy karena ketika kita menyukai apa yang kita lakukan maka capeknya ga akan terasa. Perjuangannya akan terbayarkan di hasilnya nanti kok, jadi tenang aja,” “Jangan berhenti berkarya dengan melodinya. Lanjutkan, silvikustik,” Ujar Annisa dan Yolan, perwakilan cabang seni showcase. “Makin rame, terlihat konsep sporter, makin bagus koordinasi, silvikultur evergreen!! Fahutan asik!!” ujar Iman, jendral suporter silvikultur


YANG JAUH MENDEKAT, YANG DEKAT MERAPAT

acara keluarga silvikultur

AKSI

keluarga Eacara s iV l v iE k u lN t u rT

R

iuh malam itu menjadi pengingat bahwa civitas silvikultur sedang berkumpul bersama dibalut dalam hangatnya rasa kekeluargaan. Sabtu, 16 Febuari 2019 lalu telah berlangsung Acara Keluarga Silvikultur atau biasa dikenal sebagai AKSI oleh masyarakatnya. Acara ini merupakan kegiatan untuk mewadahi kembalinya lagi seluruh civitas silvikultur, untuk bertemu, menjaga silahturahmi, dan mempererat rasa kekeluargaan. AKSI 2019 juga menjadi peringatan ulangtahun Himpunan Profesi Silvikultur Tree Grower Community (TGC) yang ke-12. “AKSI merupakan acara keluarga besar silvikultur yang diselenggarakan setiap tahun yang diharapkan dapat mempererat silahturahmi temanteman, akang teteh, dosen, staff, serta alumni. Tujuan utamanya silahturahmi.â€? Ungkap Fahrul Shidiq selaku Ketua AKSI 2019. Adapun tema yang diangkat adalah The Miracles of Ours. Tema ini ingin kembali menyadarkan kita bahwa menjadi silvikulturis merupakan anugrah dari Tuhan YME dan sebagai pribadi kita harus bersyukur, bangga, serta menyadari potensi diri untuk keberlanjutan hutan Indonesia. Bapak Irdika Mansur selaku dosen dan kepala departemen silvikultur yang pertama turut hadir berbagi cerita tentang sejarah Silvikultur. Selain itu hadir juga sebagai pembicara Bang Zulkii A. Chaniago, silvikultur angkatan 49 yang pada masanya menjabat sebagai ketua himpunan profesi Tree Grower Community (TGC) untuk berbagi cerita tentang sejarah dan perjalanan TGC. Acara menjadi semakin meriah dengan adanya perayaan ulangtahun TGC yang ke-12, dimana ketua angkatan bersama-sama meniup lilin untuk kejayaan TGC. Kemudian seluruh undangan riuh dalam nyanyian api unggun yang menjadi games pada malam itu. Kegiatan ditutup dengan penampilan angkatan yang membuat malam itu menjadi manis untuk dikenang.


pelatihan design & fotografi

E V E N T Pelatihan

D

alam rangka pengembangan minat dan bakat mahasiswa departemen Silvikultur, divisi Communication Information, Tree Grower Community (TGC) mengadakan pelatihan desain pada Sabtu, 26 Januari 2019 dengan pemateri Adam Hasrul Amir, silvikultur 52 dan pelatihan fotograďŹ pada Minggu, 31 Maret 2019 dengan pemateri M. Zulfadli, silvikultur 51. Pelatihan ini diperuntukan untuk anggota dari divisi CI yang berguna untuk menunjang kegiatan lainnya. Berikut kita simak hasilnya : Q : Apa itu pelatihan fotograďŹ dan desain? Rara : pelatihan fotograďŹ menurut Rara adalah pelatihan skil yang memberikan wawasan mengenai fotograďŹ , selain itu juga menambah ilmu tentang alat serta unsur-unsur dalam kamera Naldo : pelatihan desain menurutku itu adalah kegiatan yang dibuat oleh divisi CI (Communication and Information) yang diwadahi oleh TGC untuk setiap anggota baik dari CI dan TGC, Civitas Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB maupun khalayak umum, untuk membantu dan memahami bagaimana cara mendesain logo, tulisan atau objek lain


E V E N T Pelatihan

Q : Kegiatan seperti apa yang dilakukan saat pelatihan fotografi dan desain? Rara : kegiatan yang telah dilaksanakan kemarin memberikan peserta pelatihan pengetahuan lebih tentang dasar-dasar fotografi seperti tools-tools yang ada pada kamera dan bagaimana cara menggunakannya. Teknik-teknik dalam fotografi juga dipelajari Naldo : tools, agar paham dasar dari pengerjaaan suatu desain, karena kita salah satu ilmu dasar dari desain adalah kita harus memahami dasar dari aplikasi yang akan kita gunakan. Pelatihan yang pertama hanya untuk anggota CI, karena jika nanti akan dibuka untuk khalayak umum, anggota CI akan terlebih dulu paham akan desain itu sendiri Q : Harapan untuk kegiatan pelatihan desain dan fotografi? Rara : semoga antusiasme akan pelatihan fotografi terus meningkat karena fotografi tidak hanya diperuntukan untuk orang-orang yang menyukai fotografi, namun juga dibutuhkan di kehidupan mahasiswa sehari-hari seperti dalam mengambil dokumentasi untuk laporan praktikum.

Naldo : semoga peserta yang mengikuti pelatihan dapat mendapatkan output yang diharapkan dari setiap pelatihan, seperti pelatihan yang sudah dilaksanakan, diharapkan peserta dapat memahami dasar dari aplikasi yang digunakan dalam pelatihan, yaitu Coreldraw X3. Harapan saya juga ilmu ini dapat digunakan oleh peserta sesuai dengan kebutuhan. Nevky : harapannya setelah dilaksanakannya pelatihan desain dan fotografi oleh CI, adalah meningkatkan softskill civitas deparemen Silvikultur dalam menghadapi kehidupan pasca kampus terutama dalam bidang desain dan fotografi, karena dalam menghadapi era global saat ini sangat dibutuhkan kemampuan penunjang selain yang kita pelajari di dalam dunia perkuliahan. Pelatihan ini telah dirasakan manfaatnya oleh anggota dvisi CI. Selanjutnya akan diadakan pelatihan kembali yang dibuka untuk seluruh mahasiswa aktif silvikultur. Besar harapan teman-teman ikut dalam kegiatan ini. See you!


E Taman V EIlmu N T

MENGENAL LEBIH DEKAT TAMAN ILMU TGC

T

aman ilmu Tree Grower Community adalah salah satu program kerja yang diasuh oleh divisi ScientiďŹ c Improvement yang sudah dimulai sejak kepengurusan angkatan 51 dan 52 dengan ketua Kang Idham. Taman ilmu berada di lahan antara dua rumah kaca yang dulu terbengkalai. Berdasarkan informasi dari Kang Yahya (E51) dilahan tersebut banyak sampah bangunan, kemudian dalam kepengurusan TGC mulai dibersihkan dan dibuatkan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan enam keilmuan yang ada di TGC. Awal mula, taman ilmu berfokus pada kegiatan pembuatan persemaian saja. Seiring dengan pergantian pengurus, kini taman ilmu dikhususkan sebagai tempat praktikum untuk grup-grup keilmuan seperti bedengan untuk grup seedling dan lahan agroforestri. Selain itu, pada awal kepengurusan ini dilakukan penanaman rumput, serta penataann area di taman ilmu ini. Kegiatan bersih-bersih rutin dilakukan untuk menjaga taman ini tetap bersih dan terawat. “Semoga taman ilmu ini bisa lebih ramai yang mengunjungi, nyaman dan bermanfaat untuk kita, yuk k i t a r awa t b e r s a m a ! â€? u c a p Fa m i l a ( E 5 4 ) , penanggungjawab taman ilmu tahun ini.


E V E N T

WELCOME PARTY PENGURUS TGC

W

elcome Party Pengurus TGC 20182019 adalah kegiatan yang diadakan oleh Badan Pengurus Harian Tree Grower Community. Welcome party TGC diadakan untuk menyambut anggota baru TGC dari semua divisi yang ada, yaitu HRD (Human Resources Development), PD (Project Division), SI (Scientific Improvement), CI (Communication Information), dan BD (Bussiness Development). Kegiatan ini dihadiri juga oleh BPKPH. Kegiatan ini bentuk temu perdana antar divisi yang berisi perkenalan antar anggota, serta materi tentang kepengurusan TGC yang dibawakan oleh Ketua Tree Grower Community angkatan 47, Kang Bayu Winata. “Harapan setelah adanya acara welcome party ini, setiap anggota bisa lebih mengenal anggota lainnya, khususnya didivisinya serta ajang untuk mendekatkan selur uh pengurus,” ujar Nevky, ketua Tree Grower Community tahun 2018—2019


eboni eksplorasi botani mini

E VEboni E N T

E

ksplorasi botani mini (EBONI) merupakan acara yang secara rutin diseleng garakan setiap tahun oleh Himpunan profesi Tree Grower Community Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan dibawah tang gung jawab Divisi ScientiďŹ c Improvement. Acara ini melibatkan seluruh civitas silvikultur. Kegiatan ini diadakan sebagai sarana pengaplikasian ilmu kehutanan umumnya dan silvikultur khususnya yang dipelajari dalam grupgrup keilmuan. Hal ini meliputi pengambilan data menggunakan metode analisis vegetasi mengenai keanekaragaman hayati, melakukan trapping serangga untuk mengetahui jenis serangga dan mengukur kelimpahan makro fauna tanah, mengidentiďŹ kasi jenis jamur dan penyakit, dan mengetahui potensi tumbuhan bawah dan tegakan


E Taman V EIlmu N T

di Taman Nasional Gunung Halimun Salak serta menganalisis vegetasi dan sifat tanah pada kebun campuran yang dimiliki masyarakat sekitar dan mewawancarai masyarakat. Data yang didapat dianalisis guna mengetahui potensi keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun yag dipaparkan dalam seminar hasil.

Kegiatan EBONI 2019 dilaksanakan pada tanggal 12 April – 14 April 2019 di Resort Sukamantri, Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan tanggal 11 Mei 2019 di Audit 1 Fakultas Kehutanan IPB. Kegiatan EBONI berjalan dengan lancar yang diawali dengan keberangkatan ke lokasi yaitu Resort Sukamantri Taman Nasional Gunung Halimun Salak pada tanggal 12 April 2019 pukul 20.00 WIB menggunakan kendaraan truk, pada 13 April 2019 dilaksanakan pengambilan data pada tiap grup di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dan pada tanggal 14 April 2019 dilaksanakan pemaparan hasil sementara dari data yang didapatkan oleh masingmasing grup keilmuan. Seminar hasil EBONI 2019 dilaksanakan tanggal 11 Mei 2019 dan dihadiri oleh 47 mahasiswa, 9 orang BPKPH, dan 2 orang dosen.


I Menarique N F O

BOTAK Kebijakan Baru Kota Bogor

B

agi kamu yang sudah lama menetap di Bogor, pasti sudah tidak asing mendengar istilah ini. Bukan, kebijakan ini bukan tentang gaya bercukur rambut, namun lebih mulia dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Yap! Kebijakan baru ini mencanangkan “Bogor Tanpa Kantong Plastik� atau yang biasa dikenal dengan “Botak�. Pemerintah Kota Bogor resmi melarang penyediaan dan penggunaan kantong plastik di tokotoko perbelanjaan diseluruh Kota Bogor pada tanggal 1 Desember 2018. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor 61thn 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Menurut Bima Arya, Wali Kota Bogor, kebijakan ini sudah disambut baik oleh pusat perbelanjaan dilihat dari ketersediaan kantong ramah lingkungan di sebagian toko. Penerapan kebijakan ini berawal dari pasar modern yang memiliki kesiapan lebih matang daripada pasar tradisional. Berdasarkan catatan, jumlah kantong plastik yang dihasilkan dari pusat perbelanjaan mencapai angka 1,8 ton per hari. Meskipun begitu, Bima Arya optimis kebijakan ini dapat mengurangi jumlah kantong plastik yang dihasilkan di Kota Bogor. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Ellia Buntang, menyatakan bahwa sampai Maret 2019 masih terdapat toko yang menggunakan kantong plastik berlabel ecoplastik. Ecoplastik adalah plastik yang memiliki masa terurai yang lebih singkat dibandingkan dengan kantong plastik biasanya. Namun, Ia menekankan penggunaan plastik harus dihentikan setelah Maret 2019. Penggunaan benda berbahan plastik memang diperlukan guna mencegah terjadinya tumpukan plastik di masa mendatang. Bahan plastik yang tidak mudah terurai di alam dapat menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan hingga serangan penyakit akibat plastik yang menumpuk. Diperlukan kesadaran dari setiap masyarakat termasuk pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik ini.

Sebagai gantinya, tempat perbelanjaan menyediakan kantong ramah lingkungan yang berbahan dasar organik sehingga dapat digunakan berulang kali setiap berbelanja. Kantong belanja tersebut dapat dimiliki hanya dengan membayar sebesar Rp10.000,- sampai Rp12.000,- tergantung dari bahan dan bentuk kantongnya. Tentu saja penggunaan ini selain untuk menghemat pengeluaran juga untuk menjaga kelestarian lingkungan. Institut Pertanian Bogor, sebagai kampus biodiversitas yang memerhatikan kelestarian lingkungan, tentunya tidak mau ketinggalan dengan kebijakan baru Kota Bogor. Saat ini sudah mulai dibatasi penggunaan kantong plastik di ritel belanja Agrimart. Mahasiswa yang berbelanja di Agrimart harus membawa kantong sendiri sebab Agrimart sudah tidak menyediakan lagi kantong plastik. Bagi kamu, mahasiswa IPB yang masih belum memiliki kantong ramah lingkungan, tenang saja, Agrimart juga menyediakannya. Kamu cukup membelinya sejumlah Rp2.000,- dan kamu akan mendapat satu buah ecobag dengan warna yang menarik. Alternatif lainnya, kamu juga dapat menemukannya di toko-toko Jalan Babakan Raya. Kebijakan baru ini menjadi langkah awal bagi masyarakat dan mahasiswa untuk mulai peduli dengan lingkungan sekitar tempat kita hidup. Jika tidak, tentu saja bukan hanya manusia yang merasakan dampak kerugiannya, namun tumbuhan dan hewan yang tinggal di alam juga akan menjadi korban. Sebagai mahasiswa kehutanan, sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan yang masih menjadi bagian dari alam. Mahasiswa kehutanan, kok malah merusak alam?


I Menarique N F O

Waspada Mitigasi Bencana

K

abupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang cukup sering mengalami peristiwa tanah longsor. Tanah longsor merupakan gerakan massa tanah atau batuan, ataupun pencampuran dari keduanya yang menuruni atau keluar lereng. Gerakan massa tanah atau batuan tersebut disebabkan akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan yang menyusun lereng tersebut. Faktor yang dapat memicu pergerakkan massa tanah atau batuan tersebut adalah curah hujan yang tinggi, angin, air limpasan, kemiringan lereng, panjang lereng, ketahanan tanah, dan tutupan tanah. Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan GeoďŹ sika Kabupaten Bogor (2015), wilayah K abupaten Bog or lebih berpotensi mengalami bencana tanah longsor saat musim penghujan. Adanya intensitas curah hujan yang tinggi dan pola curah hujan yang tidak menentu mengakibatkan tingginya frekuensi peristiwa tanah longsor di Kabupaten Bogor. Selain itu, banyaknya laju aktivitas alih fungsi lahan serta tutupan lahan tidak seimbang juga menjadi pemicu utama terjadinya tanah longsor di Kabupaten Bogor tersebut.

Upaya untuk mengurangi risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Bogor, perlu dilakukan mitigasi terhadap bencana tersebut yaitu dengan dengan menurunkan kerentanan dan atau meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat di sekitar daerah yang rawan terjadi tanah longsor adalah upaya mitigasi struktural yaitu dengan pembuatan dinding penahan tanah, pengadaan saluran drainase sehingga air hujan yang turun tidak langsung terserap oleh tanah dan menambah beban tanah, penerapan teknik terasering, atapun penanaman vegetasi dengan perakaran yang kuat pada lereng yang curam. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah upaya mitigasi struktural dan mitigasi non struktural yang dapat meliputi, pengadaan kegiatan sosialisasi tentang bencana tanah longsor serta penanggulangannya terhadap masyarakat, pengkajian/analisis risiko bencana longsor, pembuatan tanda-tanda peringatan rawan bencana longsor, pemantauan terhadap daerah yang rawan bencana longsor, pengawasan terhadap izin mendirikan bangunan (IMB), pelatihan dasar kebencanaan, serta kegiatan lainnya yang dapat mengurangi risiko bencana longsor pada daerah tersebut (Hakim 2016)


I Menarique N F O

Yuk Berp S

osok mahasiswa ideal secara singkat dapat dirangkum dalam tiga kata, yaitu berprestasi, berorganisasi, dan berbudi pekerti. Di luar ketiga hal di atas ada satu hal yang sudah pasti harus dimiliki yaitu berpribadi religius. Religiusitas ini tidak perlu disebut lagi, karena hakikatnya merupakan dasar dari inspirasi dan motivasi ketiga hal tadi. Dengan kata lain, prestasi, keaktifan dalam organisasi dan budi pekerti tidak akan berarti tanpa dilandasi oleh nilainilai religi. Ketiga kriteria ini hakikatnya tidak terpisahkan bagi keberhasilan hidup mahasiswa di masa depan. Atfi Indriany Putri (SVK 53) dan Aurel Aranti Vinton (SVK 53) merupakan dua mahasiswa dari Departemen Silvikultur yang memiliki segudang prestasi. Kedua mahasiswi cantik tersebut adalah partner dalam suatu lomba business plan yang diadakan di Bali dengan membuahkan hasil mendapat Juara 2 lomba business plan challenge 2019 di kota wisata tersebut. “Lomba dapat menjadi wadah untuk mengasah kemampuan kita sebagai mahasiswa di akademik maupun non akademik, melalui lomba kita bisa jalan-jalan gratis yang dibiayai oleh kampus, lomba juga dapat meningkat wawasan sebagai mahasiswa tentang ilmu-ilmu yang mungkin belum didapat dari dalam kampus” Ucap Atfi. Pandangan lain dari sisi Aurel mengatakan bahwa, “lomba menjadi tempat untuk meningkatkan kapasitas diri sendiri seperti public speaking dan menambah deretan prestasi sebagai portofolio riwayat pekerjaan.” Aurel Aranti Vinton (SVK 53) salah satu mahasiswi yang memiliki segudang prestasi yaitu diantaranya menjadi mahasiswa yang memulai lomba yaitu PKM dan diikuti menjadi delegasi diberbagai event baik dalam negeri maupun luar negeri seperti Asia-Pacific Rainforest Summit 2018 di Yogyakarta, Internasional Forum for Future Leaders 2018 di Malaysia, Asia Youth Internasional Model United National 2018 di Bangkok, Thailand, dan baru baru ini menjadi delegasi dalam event As the Delegates for

Asia-Pasific Regional Meeting 2019 di Daejeon dan Seoul, Korea. Atfi Indriany Putri (SVK 53) juga mahasiswi yang selalu giat dalam mengikuti lomba dengan pengalaman yang cukup banyak dengan mengikuti PKM sebagai awal lomba diikuti lomba business plan dan essay. Dua mahasiswi tersebut memiliki minat lomba untuk semua bidang namun, jenis lomba yang paling diminati adalah business plan dan essay karena menurut mereka lomba tersebut dapat dijadikan suatu hobi yang dapat menghasilkan uang dengan ide-ide menarik mereka yang dapat dikembangkan bersama. Banyak mahasiswa IPB berpikir pendanaa lomba dikampus ini sulit, namun dari kedua mahasiswi ini


I Menarique N F O

prestasi

mengatakan hal tersebut tidak sesulit itu dengan tetap mengikuti prosedur yang ada mulai dari membuat proposal ke departemen dan mengajukan ke ditmawa, dilanjutkan dengan pengumuman serta wawancara maka akan dikeluarkan pengumuman kedua berapa dana yang akan diberikan. Hal yang mungkin menjadi masalah adalah disaat dana yang ditentukan tidak langsung keluar yang membuat mahasiswa yang mengikuti lomba har us mendahulukan dengan uang pribadi. Banyak kendala yang mungkin terjadi saat kita menuju lomba tersebut. Menurut dua mahasiswi tersebut kendala yang menjadi penghambat mengikuti lomba adalah biaya yang tidak semata-mata langsung ada dengan jangka waktu yang

pendek, pembagian tugas juga menjadi kendala yang dapat memecahkan tim yang sebaiknya satu dengan yang lainnya lebih memahami tugas masing-masing dan sifat partner-nya serta resiko yang tinggi disaat dimana kita sebagai perserta tidak tahu akan menang atau tidak yang dapat menjatuhkan mental dan semangat sebagai seorang peserta. Manajemen waktu menjadi hal yang sangat dipikirkan setiap orang dalam mengambil suatu tanggungjawab. Pandangan dua mahasiswi ini tentang manajemen waktu adalah bagaimana kita sebagai mahasiswa menempatkan bangku-bangku prioritas untuk setiap tanggungjawab yang ada. Disaat satu tanggungjawab harus selesai hari ini, berarti itu menjadi prioritas yang harus dikerjakan dan jadilah mahasiswa bijak dalam menentukan kepentingan mana yang harus diutamakan dan dikesampingkan dengan garis bawah akademik dikampus menjadi suatu kewajiban yang tidak dapat di ganggu gugat. AtďŹ Indriany Putri (SVK 53) dan Aurel Aranti Vinton (SVK 53) memberikan sedikit pandangan bagi setiap mahasiswa diluar sana, terutama mahasiswa Departemen Silvikultur “sebagai mahasiswa jangan membuang-buang waktu dengan kegiatan yang tidak berguna, jadilah mahasiswa yang produktif lakukan hal yang dapat berdampak bagi diri sendiri dan banyak orang. Ikuti banyak lomba dan jangan pernah takut akan kekalahan, berani keluar dari zona nyamman kita, karena hal tersebut dapat membantu dalam menambah wawasan dan meningkatkan kapasitas. Jangan pernah pesimis terhadap orang-orang yang mungkin lebih baik dari kita, karena takdir tidak ada yang tau. Gunakanlah segala kesempatan yang ada dengan fokus kedepan dengan tidak melirik kelemahan kita tetap membuat kelemahan menjadi kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.â€?


E Eksorasi VENT

EKSFLO Ekspedisi Flora dan Studi Ilmiah

T

enangnya air, sejuknya udara, dan remang-remang cahaya masih teringat jelas dalam ingatan. Malam itu mungkin saja jadi malam terakhir tim eksorasi 2019 di Taman Nasional Berbak Jambi. Ekspedisi telah dilaksanakan sejak 29 Juli – 9 Agustus 2019 silam namun jelas semangat dan kenangan masih tersimpan dalam benak masing-masing. Ekspedisi ini bertujuan untuk menelaah keanekaragaman ekosistem rawa air tawar. Lokasi pengamatan dikenal dengan amazon of Sumatra, dimana merupakan wilayah lahan basah terluas di Asia Tenggara. Akses masuk ke kawasan taman nasional menggunakan Pompong dan melewati sungai Batang Hari sedangkan untuk ke desa menggunakan mobil. Tim yang berangkat berjumlah 50 orang, terbagi dalam enam grup keilmuan. Pengambilan data dilakukan di dua wilayah yakni di wilayah taman nasional untuk kajian grup TSG, FNG, Entomologi, Patologi, dan Seedling dan di Desa Rantau Rasau untuk kajian grup Agroforestri.


E Eksflorasi VENT

ORASI

EKSFLO RASI

Hasil ekspedisi pun dilaporkan pada Seminar Nasioanal Eksflorasi 2019 yang diadakan pada Minggu, 20 Oktober 2019 di Auditorium Andi Hakim Nasution. Seminar terdiri atas dua sesi. Sesi 1 yakni mengenal Lahan Basah di Indonesia yang diberikan oleh Ragil Satriyo Gumilang, Dr. Har uni Krisnawati, Ali Sofiawan dan dimoderatori oleh Ibu Adisti P. Putri Hartoyo, S.Hut, M.Si. Sesi 2 merupakan pemaparan hasil ekspedisi yang disajikan oleh masing-masing ketua grup keilmuan Tree Grower Community dan dimoderatori oleh Hafiz Ramadhan, S.Hut. Seminar nasional ini mendapat banyak dukungan baik dari pihak dosen ataupun mahasiswa terlihat dari antusiasime peserta yang hadir maupun terlibat dalam diskusi. Selain itu diadakan pula launching T-trees yang merupakan aplikasi pengenal jenis tumbuhan di kampus IPB Dramaga. Kini aplikasi tersebut telah dapat didownload dan digunakan oleh seluruh civitas IPB untuk memudahkan mencari lokasi pohon dan mengenal karakteristiknya. Riuh semangat para peserta semakin terdengar saat pembagian hadiah-hadiah dan MC pun menutup “Sampai Jumpa di Eksflorasi 2020”


I Menarique N F O

Potensi Hutan pada Lahan-lahan Basah di Indonesia

L

ahan basah merupakan daerah-daerah yang memiliki tanah jenuh air dan air mengalir atau tergenang baik tetap atau sementara. Lahan basah di Indonesia terbagi menjadi wilayah pesisir dan daratan. Contoh lahan basah pada wilayah pesisir adalah terumbu karang, padang lamun, dataran lumpur dan dataran pasir, mangrove, wilayah pasang surut atau intertidal, dan wilayah estuarin. Adapun lahan basah pada wilayah daratan contohnya adalah rawa air tawar, rawa gambut, danau, sungai, dan lahan basah buatan seperti kolam, tambak, sawah, embung, dan waduk. Lahan basah secara umum mencakup 46% wilayah daratan di bumi (KNPELB 2004, Mitsch dan Gosselink 2015). Beberapa wilayah lahan basah di Indonesia memiliki tutupan lahan berupa hutan, yaitu hutan mangrove, hutan rawa air tawar, hutan rawa air payau, hutan rawa gambut, dan hutan riparian. Tutupan lahan berupa hutan menyebabkan keanekaragaman hayati pada lahan basah yang sudah cenderung tinggi menjadi semakin tinggi sehingga memiliki nilai sebagai sistem penyangga kehidupan yang memiliki banyak potensi baik ekonomis maupun ekologis (Agbagwa dan Ekeke 2011, KNPELB 2004). Lahanlahan basah dengan tutupan hutan memiliki manfaat ekonomis utama berupa produksi kayu beserta resin dan perikanan serta manfaat ekologis umum dan manfaat ekologis khas yang bermacam-macam untuk tiap jenis ekosistemnya. Ekosistem hutan rawa mangrove mampu menjadi penolak intrusi air laut ke daratan yang memerlukan air tawar (Giri et al. 2010, KNPELB 2004), sementara hutan-hutan rawa lain mampu menyediakan unsur hara, mengendalikan iklim mikro dan makro, serta dapat menjadi jalur transportasi, kemudian secara umum hutan-hutan pada lahan basah dapat menahan sedimen, mencegah banjir, dan tentunya menyediakan air (KNPELB 2004).

Biodiversitas tinggi pada hutan-hutan lahan basah menjadikannya memiliki potensi ekonomi tinggi serta prioritas konservasi tinggi secara bersamaan. Contoh dari potensi ekonomi tersebut adalah studi kasus pada hutan rawa gambut Perian, Kalimantan Timur yang memiliki manfaat produksi ikan sebesar 70,2% dan manfaat hasil hutan kayu sebesar sekitar 22-28% dari manfaat langsung keseluruhan. Adapun hutan mangrove dan hutan rawa air tawar merupakan wilayah bervegetasi yang berbatasan dengan badan air sehingga berperan dalam pengumpulan sedimen dan penyerapan polutan dari air, serta menjadi tempat hidupnya berbagai ora dan fauna langka (Agbagwa dan Ekeke 2011, Giri et al. 2010). Hutan mangrove sendiri merupakan salah satu ekosistem yang paling efektif dalam sekuestrasi atau penyimpanan stok karbon dengan tingkat sekuestrasi sekitar 22.8 juta ton karbon per tahun dari keseluruhan mangrove di dunia (Giri et al. 2010). Hal-hal tersebut menjadikan ekosistem-ekosistem hutan pada lahan basah perlu dikelola secara lestari dan diberi perlakuan perlindungan hutan yang sesuai.


I Menarique N F O

PAKET LENGKAP DEFORESTASI : KEBAKARAN HUTAN + RUU PERTANAHAN

K

ebakaran hutan di Indonesia dari tahun ke tahun semakin sering terjadi, dalam 5 tahun terakhir kebakaran hutan terus terjadi. Paling parah terjadi pada tahun 2015 yang menyebabkan kerugian mencapai 220 triliun (Setkab.go.id 2017). Dari rentetan peristiwa karhutla yang terjadi menunjukan ketidakseriusan pemerintah untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya karhutla. Ditambah lagi langkah pemerintah untuk membangun kanal-kanal disekitar lahan gambut pada tahun 2015 dinilai kontraproduktif karena pembuatan kanal di lahan gambut justru menjadi penyebab keringnya lahan sehingga menjadikannya sangat rentan terhadap kebakaran. Kebakaran hutan menjadi penyebab paling umum deforestasi global. Menurut rilis resmi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia pada 4 Maret 2019, Penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia 99% adalah ulah manusia dan 1% nya adalah alam.Ulah manusia ini bisa meliputi ketidaksengajaan saat membuang puntung rokok dan membakar sampah di hutan. Selain itu, ada pula faktor

kesengajaan manusia membakar hutan untuk membuka lahan. Berdasarkan pantauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2018, total luas kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Indonesia mencapai 510.564,21 Ha. Kebakaran terbesar terjadi di wilayah Kalimantan Selatan dengan total luas lahan 98.637,99 Ha. Hal ini membuat kondisi hutan Indonesia kritis setiap tahunnya, ditambah RUU Pertanahan jika disahkan. Janji jokowi di Conference of Parties (COP) 21 Paris untuk mengurangi emisi karbon dinilai hanya angan belaka jika RUU Pertanahan ini disahkan. Mengapa demikian? Pertama, Pasal 146 berbunyi, dalam hal pemegang HGU telah menguasai ďŹ sik tanah melebihi luasan pemberian HGU dan/atau Tanah yang diusahakan belum memperoleh hak atas tanah, status HGU ditetapkan oleh menteri, Pasal ini jelas menguntungkan 378 korporasi sawit illegal dalam kawasan hutan. Dia kuasai lahan melebihi HGU yang berada dalam kawasan hutan atau tanah dalam kawasan hutan yang belum punya hak atas tanah, status HGU-nya ditetapkan Menteri ATR/BPN. Jika RUU ini disahkan maka presiden jokowi telah melanggar komitmen berupa moratorium sawit, dan moratorium hutan. Dua kebijakan tersebut sebagai wujud komitmen presiden jokowi di Paris Agreement yang telah menjadi UU No 16 tahun 2016 yaitu komitmen nasional hendak menurunkan emisi berupa pelestarian hutan, energi terbarukan , dan peran masyarakat lokal dan masyarakat adat dalam pengendalian perubahan iklim yang selama ini diperjuangkan Indonesia. Masa depan hutan Indonesia semakin miris dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan ini. Kebakaran hutan dan lahan ditambah RUU Pertanahan yang membuat hutan kita semakin kritis. Sudah sepantasnya kita sebagai mahasiswa kehutanan bergerak dan aktif dalam mengawal peraturanperaturan yang merugikan hutan dan alam kita. Bukankah hutan dan alam kita harus tetap lestari untuk masa depan anak cucu kita nanti? Ayo bergerak! Demi masa depan kehutanan tetap lestari. Bergerak atau tergantikan!


ETgcVin EAction NT

TGC IN T

ree Grower Community in Action merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh project division yang tahun ini memasuki tahun ke-12. Kegiatan yang lebih dikenal dengan TIA ini mengangkat tema “Increased Food, Energy and Water Resources Security Trough an Agroforestry System� dan menyusunya dalam 2 rangkaian kegiatan yakni Aksi Lingkungan dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional. Kegiatan ini selain sebagai aksi nyata dari TGC juga merupakan bentuk perkenalan kepada masyarakat umum tentang De par temen Silvikultur, khususnya himpunan profesi Tree Grower Community. Aksi lingkungan berlangsung pada Sabtu, 7 September 2019 di desa Leuwisadeng Bogor. Kegiatan ini terdiri dari pemaparan materi mengenai agroforestri kepada peserta aksi lingkungan serta warga yang berada di lingkungan tersebut. Hal ini diharapkan agar masyarakat pun mengenal sistem tanam agroforestri yakni


ETgcVin EAction NT

ACTION mengkombinasikan tanaman kehutanan dan pertanian. Kemudian dilakukan penanaman bibitbibit pohon serta susur sungai. Selain itu peserta yang hadir pun diajak untuk bermain bersama untuk semakin menumbuhkan rasa semangat sebagai pecinta alam. Lomba karya tulis ilmiah berlangsung pada 6 – 8 September 2019 di Fakultas Kehutanan IPB. Peserta terdiri dari siswa SMA dan Mahasiswa dari seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatan dimulai dengan technical meeting, presentasi, malam penganugrahan, dan ditutup deng an ďŹ eldtrip di Kebun Raya Bog or. Perlombaan ini dapat meningkatkan kreativitas, kepeduliaan dan semangat berinovasi kawula muda khususnya dalam bidang lingkungan.

TIA 2019


G Atgc LERI

Dendro ku A

D


G Atgc LERI

Dendro ku A lagi

Tutor Menanam


Profile for syafiqmuhammad450

TGCTONA MAGAZINE - MAJALAH TREE GROWER COMMUNITY 2018-2019  

TGCTONA Magazine adalah wujud nyata persembahan dari divisi Communication and Information Tree Grower Community. Majalah ini berisi bahasan...

TGCTONA MAGAZINE - MAJALAH TREE GROWER COMMUNITY 2018-2019  

TGCTONA Magazine adalah wujud nyata persembahan dari divisi Communication and Information Tree Grower Community. Majalah ini berisi bahasan...