Issuu on Google+

Renny Setiawati

dan Ambulan

Gerindra

Suster Ngesot di SMA 1

Halaman 28

Demam Piala Dunia

Halaman 20

Rp 3.000 SWARA Semarang @swarabanget Halaman 24

iklanswara@gmail.com www.swarasemarang.com

MINGGU IV MARET 2014 | Terbit 32 Halaman | Iklan & Pemasaran (024) 3516531, Faks (024) 3512771

PEMILU 2014 membawa sepetak harapan bagi kaum hawa yang berniat menjadi wakil rakyat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengabulkan hak keterwakilan 30 persen caleg perempuan dalam Daftar Calon Tetap DPR-RI dan DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang, meskipun, wajib dipenuhi Partai Politik Peserta Pemilu. Keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen dari jumlah seluruh anggota DPR-RI belum terpenuhi sejak Pemilihan Umum Calon Legislatif tahun 2004 dan 2009. Tahun 2004 hanya terpilih 65 caleg perempuan yang duduk sebagai Anggota DPR-RI atau hanya 11,8 persen dari total Anggota DPR-RI sebanyak 560 orang. Sementara dalam Pemilu (Caleg) tahun 2009, hanya terpilih 103 caleg perempuan yang duduk sebagai Anggota DPR-RI atau 18,4 persen dari total Anggota DPR-RI sebanyak 560 orang. Baca Lapsus Halaman 4 & 5

Srikandi

DI PANGGUNG

Pemilu


BERANDA Pendiri H Suwanto, SE, MM Kukrit Suryo Wicaksono Pemimpin Umum F Baswara M, S.kom, M.kom Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab Sigid Purnomo, SH Dewan Redaksi F Baswara, Andreyanto K Herlambang, Andy Suwanto, Sigid Purnomo, Arief Firhanusa Redaktur Pelaksana Arief Firhanusa Redaktur Mesker Marabidjala, Staf Redaksi Hasta Mardi Setiawan, Cintya Poppy Herdiani, Arief Kurniawan, M Adib Baskara, Zulfikar Runtuwene Prabu Fotografer Caesar Sardono, Nungky Prahesti Artistik M Fatoni, M Marzuki Pemimpin Perusahaan Andreyanto K Herlambang Wakil Pemimpin Perusahaan Andy Suwanto, MBA Manager Bisnis Wahyu Puji Widodo Iklan Hendra Yoyok, Eric Harinsen Sirkulasi Masguntoro, Yongky Ananda HRD/Legal Nico ABS Keuangan Desty Jadmikawati Produksi/IT Alem Joko Pamungkas Umum Samaun

2 Telepon Penting

DARURAT / KANTOR POLISI

HOTEL / APARTEMEN

Polisi

110

Semesta Hotel

024-3576 000

Blue Bird

(024) 670 1234

Dinas Kebakaran

113, 7607076, 7605871, 7616867

Crowne Plaza Hotel

024-76579 111

Centris

(024) 672 3772

Grand Candi Hotel

024-8416 222

Ambulance

118

Kosti

(024) 761 3333

Gumaya Tower Hotel

024-3551 999

(024) 659 1717

Polda Jateng

(024) 8449681, 8311382, 8449683

New Atlas

Horison Hotel

024-8450 045

Puri Kencana

(024) 670 5050

Novotel Hotel

024-3563 000

Satria

(024) 746 2555

Patra Semarang Conv. Hotel

024-8414 141

Surabaya

(024) 831 3131

Santika Premiere Hotel

024-8413 115

Pandu

(024) 659 1234

Dafam Hotel

024-3559 111

Astria

(024) 7460940

Grasia Hotel

024-8444 777

Ibis Hotel

024-33000 888

PO.BUS / TOUR & TRAVEL

New Metro Hotel

024-3547 371

Tamarind

(024) 70112679

Pandanaran Hotel

024-8452 952

Joglo Semar

(024) 70 8000 54

Puri Garden Hotel

024-7606 606

Nusantara Tour

(024) 844 2888

Quest Semarang Hotel

024-3520 808

Ciputra Hotel

024-8449 888

Trans Jaya

(024) 358 1122

Siliwangi Hotel

024-3542 636

Kartika Tour

(024) 354 4689

Amaris Hotel

024-3588 558

Cipaganti

(024) 70 500 000

Dalu Hotel

024-76740 077

PO. Coyo

(024) 760 4184

Grand Saraswati Hotel

024-8413 454

PO. Nusantara

(024) 352 0524

Hotel Muria

024-3513 622

PO. Pahala Kencana

(024) 354 2210

Plaza Hotel

024-7473 188

PO. Shantika

(024) 761 2414

Pondok Serrata Hotel

024-7470 270

PO. Safari Dharma Raya

(024) 352 2222

Quirin Hotel

024-3547 063

PO. Sindoro Satria Mas

(024) 762 6102

Polrestabes Semarang

(024) 844-4444

Polsek Semarang Barat

(024) 760-4153

Polsek Semarang Utara

(024) 354-5162

Polsek Semarang Tengah

(024) 354-5175

Polsek Semarang Selatan

(024) 831 5123

Polsek Genuk

(024) 658-1470

Polsek Tugu

(024) 760-4166

Polsek Ngaliyan

(024) 7617969

Polsek KPPP

(024) 354-5193

Polsek Banyumanik

(024) 7461314

Polsek Tembalang

(024) 7076-6983

Polsek Mijen

(024) 571566

Polsek Gunungpati

(024) 6932110

Polsek Pedurungan

(024) 671-0863

Polsek Gayamsari

(024) 6716191

Polsek Gajahmungkur

(024) 831-5123

Penerbit CV. Sinar Media Semesta Isi diluar tanggungjawab percetakan

Wartawan SWARA dibekali kartu tanda pengenal untuk setiap aktivitas jurnalistiknya, dan tidak diperbolehkan menerima pemberian dalam bentuk apapun.

Harga Iklan SWARA Full Colour (FC) 1 halaman 1/2 halaman 1/4 halaman 1/8 halaman se- kartu nama Kuping Banner

Rp. 6.000.000,Rp. 4.000.000,Rp. 2.250.000,Rp. 1.250.000,Rp. 250.000,Rp. 500.000,Rp. 1.500.000,-

Black White (BW) 1 halaman 1/2 halaman 1/4 halaman 1/8 halaman se- kartu nama Kuping Banner

Rp. 4.500.000,Rp. 2.500.000,Rp. 1.500.000,Rp. 850.000,Rp. 100.000,Rp. 350.000,Rp. 1.000.000,-

- Harga belum termasuk Ppn 10 % - Harga di halaman utama (cover depan) tambah 100 % dari list harga - Harga di halaman belakang (cover belakang) tambah 50 % dari list harga - Free koran 5 eks sebagai bukti iklan setiap penayangan iklan

SEGERA PASANG IKLAN ANDA..! DAN DAPATKAN PAKET HARGA YANG MENARIK

024-3518359

iklanswara@gmail.com

Jalan KH.Wahid Hasyim 125-127 Ruko A1 Floor (Kranggan) Semarang

RUMAH SAKIT

TAKSI

RSUP Dr Kariadi

(024) 841 3476

Surya Hotel

024-3562 000

RSI Sultan Agung

(024) 658 0019

Whiz Hotel

024-3566 999

Semarang Eye Center

(024) 7078 0040

Alam Indah Hotel

024-7471 911

RS Bhayangkara

(024) 672 0675

Tugu Indah Hotel

024-7600 421

RS Pantiwilasa Dr. Cipto

(024) 354 6040

Belle View Hotel

024-8504 433

RS Pantiwilasa Citarum

(024) 354 2224

Blambangan Hotel

024-3541 649

RS Roemani

(024) 844 4623

Bukit Asri Hotel

024-7478 857

RS Tlogorejo

(024) 844 6000

Bukit Permai Hotel

024-7472 704

RS St Elisabeth

(024) 831 0076

Candi Baru Hotel

024-8315 272

RSUD Tugurejo

(024) 760 5378

Candi Indah Hotel

024-8312 912

RS Bunda

(024) 841 3060

Djelita Hotel

024-3543 891

RS Hermina

(024) 844 2525

Elizabeth Hotel

024-8413 501

RSU William Booth

(024) 8411800

Gajah Mada 100 Hotel

024-3515 416

RS Permata Medika

(024) 762 5005

Graha Agung Hotel

024-76744 108

RSIA Anugerah

(024) 831 3543

Hanoman Indah Hotel

024-7600 444

RS Ibu dan Anak Hermina

(024) 844 9330

Kesambi Hijau Hotel

024-8312 528

RS Banyumanik

(024) 746 1789

RSUD Fatmawati

(024) 6711 500

RS Ken Saras Ungaran

(024) 6922269

RS Bersalin Kusuma

(024) 3546355

RS Bersalin Soegijopranoto

(024) 7606710

RSJD Dr Amino Gondohutomo

(024) 6722564

LAYANAN MASYARAKAT Stasiun KA Tawang

(024) 354 4544

Merbabu Hotel

024-3547 491

Pattimura Hotel

024-3551 343

TEMPAT HIBURAN / KARAOKE / WISATA E-Plaza

(024) 845 2293

Babyface

(024) 76636555

Liquid

(024) 3584202

Inul Vista

(024) 352 1532

Live Karaoke

(024) 356 2058

Starquen

(024) 351 0626

Rendezvous

(024) 356 7788

Executive Club

(024) 841 0215

Family Fun

(024) 831 0163

Happy Puppy

(024) 831 6163

Water Blaster

(024) 850 0030

RUMAH MAKAN / CAFE / RESTO Pizza Hut

(024) 8411 868

Viavo

(024) 354 8333

Gudeg Bu Dul

(024) 7471007

My Kopi-O

(024) 850 9660

Warung Leko

(024) 355 0066 (024) 351 1116

Pelangi Indah Hotel

024-3584 813

D’Cost

Permata Hijau Hotel

024-8315 671

Papa Ron’s Pizza

(024) 865 79059

Plampitan Hotel

024-3564 590

Ayam Gepuk

(024) 845 6357

Rahayu Hotel

024-3542 532

Kampung Laut

(024) 761 7289

Rinjani Hotel

024-8443 232

Ikan Bakar Cianjur

(024) 850 3399

Royal Phoenix Hotel

024-8315 756

Warkop TUN-JANG

(024) 7658 0308

Setiabudi Hotel

024-7470 538

Lombok Idjo

(024) 356 6821

Simpang Lima Residence

024-8311 590

Super Penyet

(024) 355 2613

Srikandi Hotel

024-8311 969

Kampoeng Semarang

(024) 658 0015 (024) 850 1616

Stasiun KA Poncol

(024) 354 4496

Srondol Indah Hotel

024-7472 277

Gama Candi

PMI Semarang

(024) 354 1237

Holiday Inn Express

024-8644 9222

SALON / KLINIK KECANTIKAN / SPA

SAR Kota Semarang

(024) 358 0027

MG Suites Maven

024-3300 1888

Semesta Beauty Clinic

(024) 356 2081

Pengaduan & Informasi PLN

(024) 290123, 3547651, 3547655

@Hom Hotel

024-8644 9000

Natasha Skin Care

(024) 8507747

Oak Tree Emerald Hotel

024-850 9191

Griya Cantik Tiara

(024) 7066 6677

Bandara A Yani Semarang

(024) 760 8735

Best Western Star Hotel

024-8644 8888

Stefanie Health & Skin Care

(024) 702 77027

Pelayanan PDAM

(024) 831 5514

NEO Candi Hotel

024-850 9900

Shangri-la Salon

(024) 354 0505

Informasi Jalan Tol/Hotline

(024) 760 7777

City One Hotel

024-86 456 001

Griya Bugar Shiatsu

(024) 7605738


PICK UP POINT

3

PO.COYO

KPU

PROVINSI JAWA TENGAH

TIC Tourism Information Center

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

DINAS KOPERASI DAN UMKM

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA


LAPSUS

4

Saatnya Srikandi Unjuk Gigi! Pemilu Legislatif yang akan dihelat 9 April 2014 ini memiliki makna tersendiri bagi kaum perempuan.

K

arena, baru Pemilu 2014 inilah hak mereka dipenuhi Komisi Pemilihan Umum, yakni keterwakilan 30 persen caleg perempuan dalam Daftar Calon Tetap DPR-RI dan DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota wajib dipenuhi Partai Politik Peserta Pemilu. Keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen dari jumlah seluruh anggota DPR-RI belum terpenuhi sejak Pemilihan Umum Calon Legislatif tahun 2004 dan 2009. Tahun 2004 hanya terpilih 65 Caleg Perempuan yang duduk sebagai Anggota DPR-RI atau hanya 11,8 persen dari total Anggota DPR-RI sebanyak 560 orang. Sementara dalam Pemilu (Caleg) tahun 2009, hanya terpilih 103 caleg perempuan yang duduk sebagai Anggota DPR-RI atau 18,4 persen dari total Anggota DPR-RI sebanyak 560 orang. Karena itu, melalui Peraturan KPU No. 7 tahun 2013 tentang Aturan Pencalonan DPR-RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota ditetapkan bahwa setiap Partai Politik peserta Pemilu 2014 wajib memenuhi kuota 30 persen Caleg Perempuan di setiap Dapil

SUNARTI Caleg Partai Gerindra Dapil IV Semarang (No. urut 5)

(Daerah Pemilihan). Makanya, berdasarkan Daftar Calon Tetap DPRRI untuk Pemilu 2014 sebanyak 6.607 orang, dapat dipastikan bahwa 1.982 orang adalah Caleg Perempuan atau 30 persen dari total Calon Tetap. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk Calon Legislatif untuk DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Karena itu, tidak mengherankan bila Alat Peraga para Caleg Perempuan pun marak terpampang di areal permukiman penduduk dan tempattempat strategis lainnya. Perempuan dalam strata kehidupan masyarakat Indonesia masih ditempatkan sebagai kaum yang lemah dan hanya pantas di rumah. Para caleg laki-laki pun masih melihat caleg perempuan sebagai belum memiliki kemampuan. Itulah tantangan bagi para caleg perempuan untuk unjuk gigi dalam Pemilu Legislatif 9 April 2014 ini. Sulit Raih Suara? Hanya saja, banyak calon anggota legislatif kaum hawa mengaku sulit merebut simpati masyarakat untuk memilih mereka sebagai anggota legislatif. “Sulit, karena perempuan masih dianggap sebagai mahluk lemah dan hanya pantas di rumah saja,” ujar caleg DPRD Jakarta dari Partai Golkar, Chamsiar AR

SE, di Jakarta, Selasa (25/3). Chamsiar sudah mencoba peruntungan sebagai calon anggota DPRD Jakarta sejak 2004. Namun, berkali-kali dia gagal. Salah satu penyebabnya adalah masyarakat masih menganggap caleg perempuan sebelah mata. Caleg perempuan dianggap kurang dalam hal finansial dan terikat akan waktu. “Kaum laki-laki juga menganggap caleg perempuan tidak punya kemampuan,” tambah caleg nomor urut lima dari Dapil IV itu. Untuk merebut suara, perempuan yang akrab disapa Ikam itu memilih langsung menemui warga. Sementara itu caleg DPRD Jakarta Partai Golkar dapil VII Anna Rudhiantiana Legawati juga mengakui sulitnya meraih simpati warga. “Apalagi, kalau ada caleg perempuan dari kalangan artis. Masyarakat lebih mengenal dia,” kata Anna. Artis, sambung Anna, lebih mudah memperkenalkan diri dan merebut suara warga. Anna mengharapkan agar masyarakat tidak memandang sebelah mata pada caleg perempuan karena mempunyai kemampuan yang sama dengan caleg laki-laki. “Bahkan perempuan umumnya lebih peduli pada perempuan dan anak,” tukas Anna. Itu sih di Jakarta. Di daerah, misalnya Jawa Tengah atau Semarang, kondisinya berbeda, geografis maupun kulturnya.

Mesker Md/Arief Firhanusa

Pecinta Alam yang Perjuangkan Perubahan

Jika Anda akrab dengan dunia SAR dan berkecimpung di dalamnya, atau Anda tergabung dalam kegiatan pecinta alam, Anda pasti tak asing dengan wanita satu ini. Ibu tiga anak ini memang menghabiskan waktu mudanya untuk mengasah keahliannya di bidang panjat-memanjat tebing terjal (vertikal). Bahkan bisa disebut dia satusatunya climber wanita terandal yang tergabung dalam vertical rescue. Setiap kali tugas pencarian korban oleh Tim SAR di gunung-gunung, Sunarti biasanya kebagian mengevakuasi korban di tebing yang paling sulit, terjal, dan curam. “Dulu ketika kuliah di Farming, saya bergabung dengan klub pecinta alam dan pemanjat tebing. Bergabung di Pamafa (Pecinta Alam Mahasiswa Farming), saya digembleng keahlian panjat tebing. Sekarang baru terlihat manfaatnya. Alumnus Pamafa kini tersebar dan mereka menduduki peran kunci saat SAR bertugas,” papar wanita kelahiran Jepara ini panjang lebar. SWARA/DOK

Setelah bergelimang dengan alam, melibatkan diri dalam berbagai organisasi, dan bahkan sempat menjadi tenaga lepas harian penyuluh pertanian lapangan inilah yang mendorongnya mancalonkan diri menjadi wakil rakyat. “Saya ingin melakukan perubahan mendasar yakni memberdayakan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif,” paparnya antusias. Menurutnya, saat ini masih banyak program pemerintah yang diluncurkan dan digelontorkan namun tak cukup efektif. “Programnya sudah baik namun mungkin di tingkat pelaksanaanya yang kurang pas. Kadang malah muspro (mubazir). Maksudnya karena kurang dikontrol, didampingi, dievaluasi, sering dana yang turun hanya menguap begitu saja, “imbuhnya lagi. Untuk itulah, masih kata Sunarti, dibutuhkan program pendampingan. Setiap program pemerintah yang telah diagendakan dan diluncurkan harus dipikirkan pula pihak-pihak hingga personel-personel yang ditunjuk, diinstruksikan, dan bertugas mengawal, mendampingi, mengevaluasi serta mengarahkan agar program yang djalankan sampai pada tujuan, maksud dan keinginan dan target pemerintah sendiri. “Di setiap kelompok masyarakat, atau organisasi masyarakat akan ditemui karakter yang berbeda-beda. Nah karakter dan sifat yang beragam inilah yang harus disatukan. Itulah gunanya berorganisasi. Jadi perlu pembinaan dan pengarahan terus menerus ke mereka, ini demi kemajuan mereka sendiri, “ ucapnya menutup wawancara. Hasta MS


LAPSUS

5 Dyah Kartika Dewi Permanasari, SE, MM

Caleg PDIP Dapil I Kota Semarang, Kendal, Kab. Semarang, Kota Salatiga, nomor urut 5

Prihatin Budaya Jawa Dilupakan Generasi Muda Srikandi wanita yang akrab disapa Tika ini aktif menulis di beberapa harian, di Semarang maupun Nasional. Tulisannya lebih banyak mengupas kiprah perjuangan serta kegigihan wanita. “Sejak dulu wanita telah menjadi pilar perjuangan sama seperti pria,” paparnya.

T

IKA memang pemerhati kaumnya. Tengoklah artikel tentang wanita yang dimuat ditulisnya. “Perempuan adalah salah satu kelompok masyarakat yang memiliki kontribusi besar bagi perjuangan bangsa. Sejak zaman pr kemerdekaan telah lahir banyak banyak tokoh kaum hawa mulai dari Laksamana Kemala Hayati, Kristina Martha Tiahahu, hingga RA Kartini,” tuturnya. Kerajaan Aceh, paparnya, bahkan pernah dipimpin oleh sultanah atau ratu. Hingga kemudian di zaman modern lahir pula Megawati Soekarnoputri sebagai presiden yang memerintah tahun 2001-2004. Hanya saja, permasalahan yang sering dihadapi perempuan Indonesia tak kunjung berkurang, antara lain kekerasan, human traficking, diskriminasi berbasis jender, dan sebagainya. Pintar Tari Jawa Selain bersikukuh menempatkan perempuan di posisi yang semestinya, Tika juga punya energi lain dalam kaitan dengan pelestarian budaya. Tak hanya akrab dengan dunia jurnalistik, ia pun berjuang mempertahankan aset kebudayaan agar tidak luntur digerus zaman. Tak hanya teori, ia pun turut larut dalam kuyup kesenian. Kiprahnya di berbagai pentas budaya menjadikannya sosok yang dikenal luwes menari tarian Jawa. Kepiawaiannya menarikan tarian Jawa dan memainkan tokoh wayang orang teruji ketika pementasan Wayang Puteri berlakon “Kangsa Geger Mandhura” yang dimainkan para tokoh wanita dari berbagai latarbelakang, mulai pengusaha, caleg, dokter,

perias pengantin, hingga mahasiswi di Gedung Ngesti Pandawa, Jalan Sriwijaya, setahun lalu. Di pagelaran wayang orang itu, ia memerankan tokoh Brotojoyo dengan apik. “Syukurlah waktu itu semua pemain dan kru saling mendukung. Kami jadi semangat berlatih,” tuturnya mengenang. Wanita tangguh yang tak bisa jauh dari anaknya ini mengaku antusias jika kembali diajak pentas pasca

pementasan tersebut. “Cuma disesuaikan dengan fisik saja. Kalau tiap pekan musti pentas ya capek juga,” selorohnya. Menurutnya, sangat tidak bijak jika kita sebagAi pemilik asli kesenian wayang orang harus melihat pentas wayang di negeri orang, hanya gara-gara minat dan antusias masyarakat untuk melihat dan mempelajari wayang berkurang. “Jangan sampailah, generasi kita mendatang malah harus keluar negeri untuk melihat pentas wayang orang, karena di sini para anak muda tak mau lagi mempelajarinya,” ujarnya prihatin. Keprihatinannya beralasan karena saat ini sedikit sekali generasi muda yang tahu dan paham tokoh wayang. “Siapa tokoh Pandawa saja mereka banyak yang nggak tahu, apalagi hafal,” imbuhnya lagi Caleg wanita asal PDIP yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif DPRD Jawa Tengah pada Pemilu 2014 medatang melalui Dapil I ini berujar, “Melakukan pekerjaan seni, apalagi nguri-nguri budaya asli kita itu selalu menarik. Jika bukan kita sendiri, lantas siapa yang akan melestarikannya, “ ucap Tika mengingatkan. Tika berharap ke depan semua elemen masyarakat bahu membahu melestarikan budaya asli Jawa yang disebutnya sangat agung tersebut. “Mudah-mudahan ada yang bisa kita lakukan untuk budaya kita, paling tidak ikut memikirkan kelestariannya,” ujarnya.

Hasta Mardi Setiawan

SWARA/DOK


METRO

6

Jalan Rusak Akibatkan 9 Kecelakaan

Pemkot Bisa Dimejahijaukan Perbaikan terhadap sejumlah ruas jalan yang rusak akibat banjir harus cepat dilakukan. Karena, selama Januari sampai Maret 2014 ini terjadi sembilan kasus kecelakaan akibat jalan rusak. Dan, Pemerintah Kota Semarang bisa dimejahijaukan oleh para korban kecelakaan lalu lintas.

P

EMERINTAH Kota Semarang, termasuk Dinas Bina Marga, bisa dituntut di Pengadilan Negeri atau dimejahijaukan oleh para korban kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak. Hal itu diatur dalam pasal 273 Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU-LLAJ). Pasal 273 tersebut mengatur sanksi pidana berupa kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak yang diatur dalam pasal 24 ayat (1) UU-LLAJ. Dalam Ketentuan Pidana pasal 273 ayat (1) dinyatakan bahwa setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera memperbaiki jalan yang rusak sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban luka ringan dan atau kendaraan rusak, dipidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp 12 juta. Kemudian pasal 273 ayat (2) dinyatakan bahwa apabila korban kecelakaan luka berat, dipidana paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. Sementara pasal 273 ayat (3) mentakana bahwa apabila korban kecelakaan meninggal dunia, dipidana paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 120 juta. Bahkan, dalam pasal 316 ayat (2) UU-LLAJ ditegaskan bahwa ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 273 tersebut adalah kejahatan. Artinya, jalan rusak yang tidak segera diperbaiki sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas merupakan tindak kejahatan. Sementara Kanit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Poltabes Semarang, AKP Slamet, yang dihubungi SWARA, Jumat (21/3) menjelaskan bahwa selama Januari sampai

Maret 2014 ini tercatat 9 kasus kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalan rusak. Dan, satu diantara para korban menderita luka berat. “Lainnya luka ringan,” katanya. Karena itu, upaya yang dilakukan Dinas Bina Marga Kota Semarang memperbaiki berbagai ruas jalan yang rusak akibat banjir dan penyebab lainnya patut disambut gembira walau perbaikan itu hanya dilakukan dengan cara tambalsulam. Anggarann yang digunakan untuk menambah jalan-jalan berlobang itu sebesar Rp 200 juta yang menurut Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang, Iswar Aminnudin, bersumber dari dana

swakelola. ”Anggaran itu khusus untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak akibat banjir. Memang anggarannya tidak begitu besar, sehingga kita gunakan skala prioritas yakni diutamakan ruas jalan yang padat lalu lintas, karena dapat membahayakan pengendara,” paparnya. Penanganan Setelah Musim Hujan Dijelaskan, ada dua tim yang diturunkan. Yakni,

tim pemantau dan tim penambal. Ada 8 grup yang diterjunkan, terdiri atas 6 UPTD dan dua grup dari bidang perbaikan jalan. Ruas jalan yang mengalami kerusakan parah terdapat di wilayah Genuk dan Gayamsari. Penanganan permanen, baru akan dilakukan setelah musim hujan. Setidaknya, pada 2014 ini, Dinas Bina Marga sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan-jalan rusak secara permanen. Yakni untuk pembangunan jalan dan jembatan Rp 153 miliar serta pemeliharaan jalan dan jembatan Rp 44 miliar. Selain itu, untuk peningkatan jalan dan jembatan di wilayah pengembangan terdapat 29 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp 82,7 miliar yang antara lain peningkatan jalan Rowosari Rp 7 miliar, peningkatan jalan Sumberejo-Rowosari (kampung Batik) Rp 500 juta, peningkatan Jalan R Soekanto Rp 4,5 miliar, dan peningkatan Jalan Kudu-Nangeng tahap II Rp 3 miliar. Juga peningkatan Jalan Jamus-Kyai Morang tahap II Rp 4,3 miliar, peningkatan Jalan Gebanganom Rp 7 miliar, peningkatan jalan Podorejo Rp 3,7 miliar serta peningkatan jalan dan jembatan Bringin Raya Rp 2,6 miliar. Proyek lainnya, peningkatan jembatan Mpu Sendok tahap II Rp 2,1 miliar dan peningkatan jembatan Amposari Rp 5 miliar. Beberapa kegiatan diantaranya sedang memasuki tahap pelelangan. Masalah yang perlu diperhatikan oleh Dinas Bina Marga dalam pengerjaan dan penyelesaian proyek dan atau kegiatankegiatan tersebut adalah beberapa ketentuan dalam Undang-Undang No. 38 tahun 2004 tentang Jalan, terutama pasal 24 huruf c dan penjelasannya serta ketentuan dalam pasal 3 huruf d dan penjelasannya. Sebab, pelanggaran terhadap kedua ketentuan tersebut bisa dimejahijaukan berdasarkan Ketentuan Pidana yang diatur dalam pasal 64 ayat (1) – UU yang sama - yang diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan denda paling banyak Rp 300 juta.

Mesker Md


METRO

7

Lomba Foto Pariwisata Kota Semarang

Semarang Ingin Kawasan

Pariwisata Sehat Pemerintah Kota Semarang bertekad membangun Kawasan Pariwisata Sehat yang merupakan salah satu elemen dari pembangunan Kota Sehat. Sesuai program yang disusun, target akhir dari program tersebut adalah tahun 2019 Semarang terpilih sebagai Kota Sehat.

P

rogram Kota Sehat diselenggarakan berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan No. 34 tahun 2005 dan No.: 1138/Menkes/PB/VIII/2005.

Inti dari program yang dikembangkan WHO sejak tahun 1980 tersebut adalah operasionalisasi pembangunan berkelanjutan, pembangunan berwawasan lingkungan dan kesehatan. Pelaksanaan program tersebut dilaksanakan berdasarkan 9 tatanan, salah satu diantaranya Kawasan Pariwisata Sehat. Indikator dari Kawasan Pariwisata Sehat yang dijadikan sasaran meliputi informasi wisata kesehatan, penataan sektor informal (industri kecil/RT), keselamatan kesehatan kerja dan pencegahan kecelakaan dan rudapaksa serta sosial, ekonomi, budaya dan kesehatan masyarakat. Secara umum, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Safitri SH, indikator khusus dari Kawasan Pariwisata Sehat antara lain terdsedianya informasi obyek wisata di tempat umum, meningkatnya jumlah wisatawan per tahun, menurunnya kecelakaan di obyek wisata dan adanya tanggap darurat atau balai kesehatan di

daerah wisata. Dalam akaiatan itulah, Selasa (25/3) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menggelar forum Bina Pelaku Usaha Pariwisata Kota Semarang Tahun 2014 di Grand Candi Hotel Semarang. Forum tersebut digelar karena masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk mewujudkan Kawasan Pariwisata Sehat. Masalah yang masih dihadapi antara lain, minimnya informasi tentang kepariwisataan di Kota Semarang, terbatasnya prasarana dan sarana penunjang kepariwisataan khususnya di obyek wisata, masih tingginya tingkat gangguan dan ketertiban serta masih rendahnya kualitas kelompok masyarakat di bidang kepariwisataan. “Melalui berbagai forum binaan seperti ini diharapkan kondisi pariiwisata di Kota Semarang terus membaik dari waktu ke waktu sehingga Kawasan Pariwisata Sehat bisa kita wujudkan,� ujar Masdiana Safitri.

Mesker Md

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menggelar Lomba Foto Promosi Pariwisata Kota Semarang. Terbuka untuk umum dan gratis dengan total hadiah Rp 18 juta, setiap peserta harus datang dan mendaftar langsung ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, atau melalui Komunitas Fotografi pada 3 Maret-24 April 2014. Foto yang dikirim adalah karya sendiri pada periode 3 Maret sampai 24 April 2014 dan belum pernah dipublikasikan atau diikutksan dalam lomba apa pun. Dan, foto yang diikutsertakan adalah hasil jepretan kamera DSLR atau Mirrorless atau Prosumer. Setiap foto dilengkapi identitas diri. Lomba dibagi dalam tiga kategori. Kategori I Foto Kuliner atau Budaya Asli Semarang. Kategori II Foto Obyek Wisata Alam atau Buatan di Kota Semarang. Dan, kategori III Foto Heritage dan Wisata Religi di Kota Semarang. Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 2 buah foto setiap kategori. Olah digital diperbolehkan sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance dan saturasi warna) tanpa mengubah keaslian obyek. Dan, foto yang diikutkan bukan merupakan kombinasi lebih dari 1 foto (composite dan montage) dan menghilangkan atau mengubah elemen dalam foto, termasuk menambahkan watermark. Foto dan CD dikirimkan dalam amplop tertutup dengan ditulis pada sebelah kiri atas LOMBA FOTO PROMOSI PARIWISATA KOTA SEMARANG dan dituliskan kategorinya. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menyediakan total hadiah Rp 18 juta dengan besaran hadiah sama untuk semua kategori, yakni Juara I Rp 2,5 juta, juara II Rp 2 juta dan juara III Rp 1,5 juta. Selain hadiah uang, panitia juga menyediakan hadiah lain berupa piala dan piagam. Lokasi atau obyek yang harus difoto untuk diikutkan dalam lomba meliputi Kuliner Kota Semarang, Seni dan Budaya Kota Semarang, Mangrove Pantai Marina, Hutan Wisata Tinjomoyo, Taman Margawatwa, Kampoeng Wisata Taman Lele, TBRS, Lawang Sewu, Kota Lama, Masjid Agung Jawa Tengah, Gereja Blenduk, Pagoda Buddhagaya, Pura Agung Giri Natha, Sam Poo Kong, Makam Ki Ageng Pandanaran dan Gereja Gedangan, Stasiun Tawang atau Puri Maerokoco.

Mesker Md


8 PLESIR Puri Maerokoco Menagih Cinta Maerokoco dulu sangat membanggakan Jateng pada umumnya, dan Semarang pada khususnya. Orang bilang, Puri Maerokoco adalah TMII-nya Jateng. Sayang, tempat rekreasi ini sekarang sepi.

P

URI Maerokoco adalah sebuah taman yang menggambarkan kondisi geografis Jawa Tengah. Di selatan dan utara ada danau yang melukiskan Provinsi Jateng yang diapit Samudra dan Laut Jawa. Sedangkan di sisi timur dan barat ada sebuah lahan yang ditanami tanaman, mendeskripsikan dua provinsi yang mengapit Jateng, yaitu Jabar dan Jatim. Taman Budaya Puri Maerokoco ini terletak di Jalan Yos Sudarso, alias di Kompleks Tawang Mas, Semarang Barat. Untuk memasuki Puri Maerokoco bisa melewati sebuah jembatan penghubung yang merupakan pintu utama. Selain itu kita juga bisa menggunakan dayung dan melalui dermaga mini. Di Puri Maerokoco ada 35 anjungan yang mewakili setiap kabupaten di Jateng. Uniknya ke-35 anjungan tersebut ditata sedemikian rupa sehingga lokasinya sama persis dengan kondisi geografis Jawa Tengah. Di setiap anjungan juga dibuatkan landmark dari kota tersebut. Seperti di anjungan Kota Semarang ada Tugumuda dengan air mancur yang mengelilinginya. Maerokoco sangat cocok untuk sarana belajar. Namun jika kita hanya sekadar rekreasi,di sana juga terdapat tempat istirahat yang sejuk, mushola, toilet hingga tempat bermain anak. Jika ingin

menggelar acara spesial seperti outbound, gathering dan sebagainya, pengunnjung bisa menghubungi bagian pemasaran Puri Maerokoco di Jalan Anjasmoro. Berangsur Tak Diminati Sayangnya, Puri Maerokoco yang berdiri pada 1993 ini ramai saat diresmikan hingga beberapa tahun kemudian. Meski musim liburan, taman kebanggaan warga Jawa Tengah ini tetap sepi pengunjung. “Maerokoco sepi,� kata Suwignyo, pengelola salah satu anjungan. Menurut Suwignyo, hal ini salah satunya disebabkan kondisi Taman Maerokoco yang memprihatinkan. Bagaimana tidak, air laut atau rob menggenangi sekitar tempat wisata itu. Akibatnya selain menghancurkan Taman Maerokoco, genangan tersebut juga menenggalamkan puluhan hektar tambak udang dan bandeng yang berada tak jauh dari taman. Rob menggenangi jalan yang

menghubungkan antara anjungan satu dengan anjungan yang lainnya hingga mata kaki orang dewasa. Anjungan yang paling parah terkena rob adalah anjungan Brebes, Pemalang, Batang, Semarang, Demak, Jepara, Pati dan Rembang. Jika kondisi ini terus terjadi Taman Maerokoco akan tinggal nama saja. Berbagai Upaya Penyelamatan Namun, berbagai elemen masyarakat tidak patah arang menyelamatkan Maerokoco. Pada akhir tahun lalu, misalnya, mahasiswa Jurusan Komunikasi FISIP Undip mengelar program wisata plesir seru di obyek wisata ini. Program itu digagas para mahasiswa yang merasa prihatin rendahnya minat masyarakat mengunjungi taman tersebut. “Dulu Puri Maerokoco termasuk obyek wisata yang sangat tenar. Bangunan ini bahkan dikunjungi orang dari berbagai kabupaten kota karena ini Taman Mini Jateng. Kini minat masyarakat berkurang

DIJUAL RUMAH

TAMAN MAJAPAHIT ESTATE LT.190M2, LB.300M2, 2 Lantai, 5KT. 3KM Mandi

mengunjungi tempat ini,� tutur mahasiswa komunikasi Farisha Dian Utami. Alasan itu, membuat mereka mencari terobosan. Mahasiswa membuat program yang dinamai plesir atau melancong ke obyek wisata di Semarang, dengan, antara lain mengundang beberapa model cantik untuk lebih menyemarakkan suasana. Bersama Denok Semarang 2013 Isti Rita dan Mbak Jateng 2013 Nydia Rena Benita, para mahasiswa asyik mengambil foto di beberapa anjungan seperti Kudus, Jepara dan Pati. Apa kendala pengelolaan PRPP khususnya Puri Maerokoco? Pertama infrastruktur, Maerokoco dibangun di atas lahan tambak di pinggir pantai, kendalanya jelas air rob yang setiap waktu datang sehingga menyebabkan penurunan lahan. Kedua, rumah anjungan 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah yang dibangun 21 tahun lalu itu perlu perawatan dan kesiapan penjagaan petugas secara rutin. Ketiga, Puri Maerokoco awalnya dibangun sebagai window display produk potensi-unggulan dan tempat informasi kabupaten/kota tetapi saat ini fungsinya tidak berjalan, apalagi tidak semua petugas anjungan menguasai mengenai potensi dan unggulan daerah. Selanjutnya masih ada kendala lain seperti pengunjung yang sepi karena merasa tidak ada yang bisa dilihat dan dinikmati, upaya PT PRPP juga masih kurang maksimal dalam promosi dan publikasi. Dan terpenting itu keterbatasan modal kerja untuk melakukan pembenahan sarana prasarana Puri Maerokoco. Pendek kata, Puri Maerokoco yang dulu kita cintai itu kini tengah merindukan cinta tersebut melalui beragam uluran Arief Firhanusa tangan.


HOTEL

10

Grand Candi Hotel

Tawarkan Kesenangan

Grand Candi Hotel Semarang merupakan hotel berbintang lima yang menawarkan kesenangan dan kenyamanan bagi para pengunjung maupun tamunya. Berbagai fasilitas yang dimiliki berbalut senyum ramah akan menjamu siapa saja.

H

otel Grand Candi Semarang berada di Jalan Sisingamangaraja 16 yang merupakan salah satu wilayah yang cukup prestisius di kawasan atas Kota Semarang. Sebagai hotel bintang 5 (lima) dengan jumlah kamar 198 unit, hotel ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti kamar ber AC, kamar bebas rokok, koran, majalah, meja, layanan kamar 24 jam, drug store , lantai eksekutif, lift, dan executive lounge. Dengan berbagai fasilitas tersebut, diharapkan mampu memberikan kepuasan pada setiap tamu yang berkunjung atau menginap di Grand Candi Hotel. Tamu yang ingin berolahraga bisa memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, seperti kolam renang (termasuk untuk anakanak), olahraga, sauna dan lapangan tenis. Hotel Grand Candi merupakan satu-satunya galery hotel yang ada di Kota Semarang. Dengan sentuhan modern dan fasilitas standar internasional, hotel ini dipenuhi dengan lukisan serta instalasi seni hampir di setiap sudutnya, mulai dari lobi, restoran, hingga kamar. Fasilitas yang ada di Hotel Grand Candi antara lain Executive Club & Executive Lounge, lantai bebas rokok dan kamar khusus penyandang catat, toko roti dan kue, Kafe

Flamboyan, Chillout Coffee Lounge, Xiang Yuen Chinese Restaurant, La Florro Poolside Bar,Kolam Renang serta pusat kebugaran dan spa. Grand Candi Hotel berjarak 15 menit berkendara dari Candi Hindu Klenteng Sampo Kong yang terkenal dan memiliki parkir gratis. Hotel ini berjarak sekitar 10 menit berkendara dari Masjid Agung dan Bandara Internasional Achmad Yani. Pilihan rekreasi mencakup pijat relaksasi di spa, kelas yoga dan lapangan tenis. Properti ini juga memiliki fasilitas pertemuan dan menawarkan Wi-Fi gratis di area umum. Sementara pilihan santapannya mencakup hidangan ala China yang lezat di Xiang Yuen Restaurant dan menu Asia/ Barat di Kafe Flamboyan. Nikmatilah aneka masakan Asia modern dengan pemandangan kota yang menakjubkan di Chillout@sky-lounge yang terletak di lantai 10 Grand Candi hotel. Grand Candi Hotel juga dilengkapi fasilitas MICE, seperti ruang pertemuan yang meliputi Amartapura Ballroom, Nakula, Sadewa, Arjuna dan Bima. Dilengkapi juga dengan akses wi-fi. Juga mengunggulkan keunikan dan pesona tersendiri tanpa meninggalakan kecanggihan serta profesionalitas pelayanan yang berbungkus senyuman ramah. Lokasi hotel yang terletak di area strategis sehingga mempermudah menjangkau pusat perkantoran, area komersil, niaga serta hiburan. Nuansa yang ditawarkan pun semakin beragam dan menarik seperti nuansa Mediterania, Timur Tengah, gaya klasik Eropa, paduan unsur modern dan tradisional, gaya minimalis, bahkan yang funky dan unik pun bisa didapatkan dan dinikmati di Grand Candi Hotel Semarang. Mesker Md


11

PAPAN

Jangan Pandang Perumnas dengan Sebelah Mata! Jangan pernah lagi memandang sebelah mata pada Perumnas, sebab kompleks perumahan ‘plat merah’ ini sekarang memiliki gengsi tinggi.

P

erusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional atau Perum Perumnas merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang perumahan dan pemukiman. Didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1974 yang kemudian diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1988 dan disempurnakan melalui Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2004 tanggal 10 Mei 2004, sejak didirikan pada tanggal 18 Juli 1974, Perumnas selalu tampil dan berperan sebagai pioneer dalam penyediaan perumahan dan permukiman yang layak bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Dan, sampai sekarang telah melaksanakan pembangunan perumahan dan pemukiman di sekitar 400 lokasi di seluruh Indonesia dengan total 500.000 unit rumah. Lokasi perumahan yang dibangun Perum Perumnas antara lain Helvetia Medan, Ilir Barat Palembang, Banyumanik Semarang, Tamalanrea Makasar, Dukuh Menanggal Surabaya dan Antapani Bandung. Lokasi atau kompleks permukiman tersebut merupakan contoh permukiman skala besar yang pembangunannya dirintis Perumnas. Berbagai kawasan Permukiman tersebut kini telah berkembang menjadi Kota Baru atau Kota Satelit yang prospektif. Selain itu, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi juga merupakan Kota Baru yang dirintis Perumnas dan kini berkembang pesat menjadi kawasan strategis yang berfungsi sebagai penyangga ibukota. Karena itu, dapat dikatakan bahwa melalui konsep pengembangan skala besar, Perumnas berhasil memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan kawasan permukiman dan kotakota baru yang tersebar di seluruh Indonesia. Kini Perum Perumnas berencana meluncurkan produk serta proyek jenis baru untuk meraih rekognisi pasar secara maksimal. Selama ini Perum Perumnas dikenal hanya sebagai penyedia perumahan bagi kalangan masyarakat bawah dan pegawai negeri sipil. “Kami akan meluncurkan produk-produk baru, proyek-proyek baru yang mungkin cukup berbeda dari produk-produk yang sudah Perumnas lakukan selama hampir 40 tahun,” ujar Direktur Utama Perum Perumnas, Himawan Arief Sugoto di Jakarta (20/3-2014). Perum Perumnas, menurut Himawan, tidak sekadar merenovasi kantornya menjadi lebih baik. Tapi juga memulai proyek-proyek baru yang bisa memberikan gambaran pada masyarakat bahwa Perumnas sekarang ini tengah memperbaiki diri, meningkatkan kualitas produk dan memperbanyak kapasitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Walau begitu, Perum Perumnas tidak meninggalkan pembangunan rumah sederhana

tapi justru akan diperbanyak. Saat ini pun masih 80 persen pembangunan untuk rumah sederhana. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin tumbuhnya perusahaan dan dalam kerangka transformasi untuk mencapai Perumnas baru, maka Perumnas perlu memunculkan produkproduk yang mencerminkan wajah baru.

Bangun Rumah Tapak Perumnas akan membangun perumahan vertikal dan rumah-rumah tapak berkonsep township. Proyek yang tergolong baru tersebut mencangkup Sentraland Semarang dan beberapa Sentraland lain. Proyek-proyek di bawah nama Sentraland tersebut akan menjadi product branding Perumnas, khusus untuk proyek mixed use. Sebagai catatan, proyek mixed use yang akan dikembangkan Perumnas berada di Semarang, Surabaya, Pontianak, dan Bandung. Dalam kerangka itulah Perum Perumnas menargetkan kapitalisasi proyek hingga Rp10 triliun dalam tiga tahun ke depan, menyusul akan diluncurkannya 27 proyek perumahan strategis mulai 2014 ini. Karenanya, tahun ini Perum Perumnas menargetkan pendapatan Rp 1,4 triliun dengan alaba bersih sekitar Rp 105 miliar atau naik 25 persen dibanding pencapaian laba tahun 2013 sebesar Rp 94 miliar. Berbagai proyek strategis tersebut dimulai tahun ini dan tersebar di Medan, Palembang, Pontianak, Jakarta, Karawang, Bandung, Cianjur, Semarang, Surabaya, Malang dan Makassar. Sementara target kontrak pembangunan rumah tahun ini sekitar 20.000 unit dan dari jumlah itu, sebagian besar atau 80 persen tetap rumah subsidi dan sisanya adalah bangunan campuran (mixed use building) baik komersial, pusat perbelanjaan maupun hunian vertikal lainnya.

70 Nota Kesepahaman Proyek bangunan campuran atau mixed use building akan dilakukan oleh anak perusahaan Perum Perumnas, yakni PT Propernas Griya Utama dengan merek Sentraland, seperti di Semarang, Surabaya, Pontianak dan Bandung. Dan, ke-27 proyek strategis itu akan direalisasikan di atas lahan Perumnas sendiri, dikerjasamakan dengan BUMN lain. Sementara induk perusahaan, yakni Perum Perumnas masih akan terus melanjutkan program pembangunan perumahan rutin di seluruh kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, baik untuk pegawai negeri sipil (PNS) maupun masyarakat umum lainnya. Karena, sampai saat ini, Perum Perumnas sudah mengantongi sekitar 70 nota kesepahaman dengan pemda-pemda di seluruh Indonesia untuk pembangunan rumah bersubsidi dan Perumnas bertekad membangun dan menjual 100.000 unit rumah hingga 2018. Kondisi keuangan Perum Perumnas sendiri cukup sehat dan dalam tiga tahun ke depan sudah menyiapkan modal sendiri untuk mendukung realisasi 27 proyek strategis sebesar Rp 2,5 triliun. Sementara untuk belanja modal tahun 2014 ini disediakan dana Rp 1,05 triliun yang meliputi modal kerja Rp 600 miliar dan pengadaan tanah antara Rp 300 miliar sampai Rp 450 miliar.

Mesker Md


JENDELA BISNIS

12

KUE PEMILU Dinikmati TUKANG SABLON hingga BIRO IKLAN SWARA/DOK

Kampanye Pemilu dimulai sejak 16 Maret 2014 dan sejak itu iklan politik pun marak menghiasi ruas Kota Semarang, baik berbentuk baliho, spanduk, poster maupun selebaran serta cenderamata seperti gantungan kunci yang dibagikan dari rumah ke rumah.

S

etiap relung ruas Kota Semarang yang semula asri, kini mulai dinodai warna warni alat peraga kampanye dalam berbagai ukuran yang dipasang asal-asalan, baik yang dipaku di pepohonan, diikat di tiang listrik dan tiang telepon atau dibentangkan di pagar jalan atau rumahrumah yang kosong. Semaraknya pemasangan alat peraga kampanye tersebut, di satu sisi mengganggu estetika lingkungan,

tapi di sisi lain memberikan gambaran bahwa ada segumpal rezeki yang sedang dinikmati mereka yang berkecimpung di bidang industri kreatif. Seperti usaha sablon, bener dan periklanan. Hal itu diakui Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Pengda Jateng, Bandaka Loekita. Menurut Bandaka, dengan adanya pemilu legislatif dan pemilu presiden, omzet bisnis periklanan di Jawa Tengah bisa mencapai 100 miliar. Geliat Pemilu, katanya, ikut mendorong pertumbuhan industri periklanan. Karena, partai politik (parpol) gencar beriklan untuk meraup suara. Tidak hanya partai politik, para calon legislatif pun gencar menyosialisasikan potret wajah dan imbauan mereka kepada masyarakat. Karena itu, hampir di setiap sudut kota terpampang alat peraga kampanye dalam aneka warna, ukuran dan jenis, baik berbentuk baliho maupun nonbaliho. Para pelaku periklanan di Kota Semarang mengakui bahwa sejak awal Maret 2014 ini terdapat peningkatan permintaan periklanan, khususnya iklan politik, meningkat sampai 20 persen. “Kenaikan permintaan itu sudah mulai terasa sejak awal Maret 2014 ini,” ujar Bandaka Loekito. Hal itu juga diakui Yani, Administrator PT Kalamatra Multikreasi, salah satu

perusahaan periklanan yang ikut meramaikan iklan di luar ruangan di Kota Semarang. Menurut Yani, dari 10 titik yang menjadi hak PT Kalamatra di Kota Semarang, hanya diisi tiga iklan caleg berbentuk Baliho. Sementara 7 titik lainnya diisi iklan komersial (umum). “Itu pun karena teman dan ada juga yang saudara. Kalau tidak ya mungkin ditolak karena banyak permintaan iklan komersial. Kalau soal pendapatan sama saja, komersial dan politik ya sama,” katanya. Yani mencontohkan, untuk baliho ukuran 4X6 meter dikenakan biaya Rp 6 juta per bulan sementara baliho ukuran 4X8 meter dikenakan biaya Rp 10 juta sampai Rp 12 juta setiap bulan. Tak Banyak Sumbang PAD Sementara itu, Direktur PT Rizang Pariwara, Kristanti. memanfaatkan media iklan sebagai salah satu strategi untuk menarik masyarakat dan sekaligus menyosialisasikan foto diri mereka serta visi misi mereka. Menurut Kristanti, walau banyak permintaan, pihaknya tetap selektif dalam menerima pesanan dengan persyaratan harus membayar uang muka 60 persen sebelum pekerjaan selesai. Mengenai tarif pun bervariasi. Billboard berukuran 4x6 meter persegi misalnya dikenakan biaya Rp 7,5 juta

per bulan. Penetapan harganya pun disesuaikan dengan penempatan iklan. Apabila ditempatkan di jalan kurang strategis dengan ukuran yang sama hanya Rp 5 juta per bulan. “Semakin strategis biaya semakin mahal,” katanya. Dari Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang diperoleh informasi bahwa maraknya reklame atau iklan politik tidak banyak memberikan sumbangan bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tanpa menyebutkan berapa persen sumbangan iklan atau reklame politik terhadap PAD Kota Semarang, staf Dinas PJPR yang menolak disebutkan namanya itu mengatakan, pemasangan iklan atau reklame politik tidak berhubungan langsung dengan Dinas PJPR. Para Caleg langsung berhubungan dengan biro iklan serta Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik). “Dinas PJPR hanya mengurusi reklame atau iklan komersial. Iklan atau reklame politik bukan bagian dari iklan komersial,” katanya. Dijelaskan bahwa pemasangan reklame atau iklan politik di titik yang dikuasai Biro Iklan, maka Pemkot Semarang hanya mendapatkan retribusi reklame. Sementara pemasangan reklame atau iklan politik di luar titik iklan yang


JENDELA BISNIS

13

Penyet Perkaya Kuliner Semarang Resep Sambal Lamongan Siapa yang tak kenal sambel lamongan? Hampir di setiap jalan ada pedangan dari Lamongan, Jawa Timur, yang terkenal sambalnya. Dan biasanya sambal ini cocok disandingkan dengan ayam goreng, bebek, burung dara, dan lele. Buat Anda yang ingin mencoba membuat sambal Lamongan, inilah resepnya: Bahan-bahan * 250 gram tomat yang bentuknya seperti labu * 5 buah cabe merah * 100 gram bawang merah ukuran sedang agar saat digoreng cepat matang * 5 siung bawang putih * Cabe rawit secukupnya * 3 butir kemiri * Gula merah secukupnya * Garam secukupnya * Penyedap rasa (vetsin) secukupnya

Cara Membuat 1. Pertama-tama, siapkan gula merah, garam, dan penyedap rasa ke dalam cowek Ulek-ulek sampai halus 2. Goreng bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit dan kemiri 3. Angkat dan masukkan ke dalam bumbu yang sudah dihaluskan tadi. Ulek jangan sampai terlalu halus. 4. Goreng tomat dalam api sedang/tidak terlalu besar, minyak harus cukup panas saat tomat dimasukkan ke wajan. Api yang terlalu besar akan menyebabkan bagian luar tomat gosong sedangkan bagian dalamnya belum cukup masak. Api yang terlalu kecil menyebabkan rasa sambal nantinya asam 5. Jika sudah cukup matang, angkat tomat dan masukan ke bumbu lain. Ulek-ulek jangan sampai terlalu halus. Silahkan mencoba!

Kalau Anda sering wisata kuliner di Kota Semarang, maka Anda akan menjumpai berbagai tempat makan berlabel penyet.

E

ntah bagaimana asal usulnya, kini tempat makan berlabel penyet tumbuh bak jamur di musim hujan. Mulai dari rumah makan bernuansa resto sampai warung makan tenda di pinggir jalan. Berbagai tempat makan berlabel penyet tersebut menawarkan menu masakan tradisional Indonesia, seperti udang goreng, ayam goreng, tahu dan tempe goreng, ayam goreng, bebek goreng, lele goreng dan lain-lain dengan label penyet di belakang menu makanan. Ketika diteliti, berbagai menu makanan tersebut selalu dilengkapi sambal terasi yang diulek yang disirami air jeruk nipis sehingga aroma dan rasanya pun menjadi khas. Penyajian menu makanan seperti itulah yang menjadi ciri khas dan daya tarik tempat makan berlabel penyet. Karena itu, hampir dapat dipastikan bahwa setiap tempat makan berlabel penyet, baik rumah makan besar bernuansa resto maupun warung tenda di pinggir jalan selalu dipenuhi penggemar makanan yang penyajiannya lebih bernuansa tradisional tersebut. Karena itu pula, nama dari berbagai tempat makan itu pun bermacam-macam. Misalnya, rumah makan atau warung makan Super Penyet, Ayam Penyet, Cobek Penyet, Tahu Tempe Penyet dan Bebek Goreng Penyet. Tarif yang mereka tawarkan pun sangat terjangkau. Rumah Makan Super Penyet di Jl Gajah Mada, dekat Hotel Gumaya, misalnya, baik siang maupun malam, selalu penuh. Bahkan, pada jam makan siang dan makan malam, pengunjung harus bersabar untuk antri. SWARA sendiri pernah menikmati akan malam di SWARA/DOK

Rumah Makan Super Penyet Gajah Mada. Dengan seorang rekan, kami pesan Lele Goreng dan Tahu Tempe Penyet, dua gelas teh manis dan nasib putih. Biaya yang harus dibayar tidak sampai Rp 60.000. Sangat murah ketimbang makan di rumah makan modern yang dilengkapi AC. Kemudian Rumah Makan Cobek Penyet yang berlokasi di Jalan Ade Irma Suryani, Taman Beringin. Rumah Makan ini menawarkan sajian hidangan khas nusantara dengan menu spesial aneka penyetan.  Dengan tagline Resep Warisan, sejumlah masakan hasil racikan resep spesial menghadirkan aneka menu seperti ayam atau bebek penyet yang dibuat dengan cara dibakar atau digoreng, hingga cumi dan gurame yang disajikan asam manis. Kini rumah makan dan warung makan penyet merupakan gerai makanan yang menjadi fenomena baru di Kota Semarang, bahkan di kota-kota lainnya di Indonesia. Dengan konsep open kitchen, pengunjung bisa melihat langsung para koki sedang mengolah masakan. Dengan bangunan bergaya adat jawa, khusus rumah makan, menambah suasana khas tradisional. Menjamurnya makanan penyet-penyetan, menambah semarak budaya kuliner khas Kota Semarang. Di Kota Semarang, persaingan antar tempat kuliner sejenis penyet belum seketat persaiangan antar Hotel Berbintang. Apalagi, konsep dari menu yang ditawarkan pun berbeda dari tempat lain. Hal yang menguntungkan dari menjamurnya rumah makan dan warung makan berlabel penyet adalah makin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan tempat makan yang layak dengan menu yang menarik dan harga yang terjangkau. Dan, lapangan kerja pu terbuka lebar bagi para lulusan SLTA dan sederajat yang sulit mendapatkan pekerjaan. Dari pengamatan SWARA, hal yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, perlu melakukan pembinaan secara terus menerus agar higenitas tempat makan dan makanan yang disajikan tetap terjamin. Dengan begitu, menjamurnya rumah makan dan warung makan penyet akan semakin menambah semaraknya kasanah kepariwisataan di Kota Semarang yang sekarang ini masih mengandalkan wisata bisnis, bukan sebagai kota tujuan wisata.

Mesker Md


HOTEL HORISON SEMARANG Jl. KH. Ahmad Dahlan No.2, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. PHONE : (62) 024-8450045, - FAX : (62)024-8419009 http://www.horisonsemarang.com member of Horison Hotels

HOTEL SEMESTA SEMARANG Alamat: Jl KH. Wahid Hasyim No 125–127 Kranggan, Semarang 50138 Indonesia. Nomor Telepon +62 24 357 6000 Fax +62 24 357 6060 Reservasi Online, Website: www.semestahotel.com

@HOM HOTEL SEMARANG Alamat: Jl Pandanaran No 119 Semarang Jawa Tengah. Nomor Telepon: 024 86449000 Fax 86449119. Reservasi Online, Website: www.horison-group.com

HOTEL OAK TREE EMERALD SEMARANG Alamat: Palm Hill Estate Kv. 8 Gajah Mungkur, Semarang 50232 Jawa Tengah. Nomor telepon: +62 24 8509191 Fax: +62 24 8509494. Email: semarang@oaktree-hotel.com Reservasi Online, Website: www.oaktree-hotel.com/semarang

HOTEL NEO CANDI SEMARANG Managed by Aston.

Alamat: Jl S Parman No 56, Semarang 50232 Indonesia. Nomor Telepon: +62 24 850 9900 Fax +62 24 850 9911 Email: candiinfo@neohotels.com Reservasi Online, Website: www.neohotels.com


RAGAM Pevita Pearce, akan mengguncang lantai Liquid Café

18

Weekend Seru Liquid Cafe Pekan terakhir Maret ini akan menjadi akhir pekan yang seru untuk party lovers dan clubbers di Kota Semarang. Karena, Liquid Cafe Semarang akan menggelar event seru di hari Jumat (28/3) dan Sabtu (29/3).

J

SWARA/KPL

umat (28/3), Liquid Café mendatangkan group musik elektronik Midnight Quikcie bekerjasama dengan JR production dan class mild untuk mengisi event Electrik Night. Midnight Quickie adalah grup musik elektronik yang terdiri dari kolaborasi duo Disk Jokey (DJ)  dengan female lead singer. Bisa jadi ini adalah grup musik pertama di Indonesia yang mencampurkan genre musik pop dan dance dengan konsep performance yang dibawakan female vocalist secara live. Midnight Quickie terbentuk ketika Aydra (producer, programmer) kembali ke Jakarta setelah  menyelesaikan studinya di Singapura. Aydra bertemu dengan Irshane (DJ) pada awal tahun 2012 dan punya visi dan misi yang sama di dalam bidang musik. Chemistry pun terjalin dan keduanya membentuk grup live DJ performance dance pop yang diiringi dengan female vocalist. Black Eyed Peas, LMFAO, Mike Posner, Katy Perry dan David Guetta adalah artis – artist, dan DJ besar yang menjadi influence mereka. Aydra dan Irshane segera memutuskan untuk masuk dapur rekaman. Mereka memproduksi sejumlah lagu yang akan dinyanyikan dalam dua bahasa. Dalam proses ini, Charita Utamy resmi direkrut menjadi personil Midnight Quickie. Mereka juga berkolaborasi dengan beberapa penyanyi Indonesia muda dan berbakat, seperti Radhini, Dmust Akira, Raben dan Yumna (Local drugstore). But don’t worry, segera hilangkan rasa penasaran soal karya mereka. Karena lagu berjudul “City Lights” yang dihadirkan sebagai teaser sudah bisa di request di 400 radio di seluruh Indonesia. Single kedua mereka, “Bebas Lepas” juga tidak kalah menarik. Single ini juga menjadi high-rotation di radio-radio di Jakarta dan kota-kota besar. Sementara Sabtu (29/3) dalam event Liquidholicday, Liquid Cafe Semarang bekerjasama dengan lenovo menghadirkan DJ Riri Mestica bersama spinach all stars dan artis muda Pevita Pearce. Event yang di support oleh lenovo ini akan dibuka resident DJ liquid pukul 22.00 ( Clarissa, Vicky Haed beat, Dick Bleid, The Orieginal ), kemudian DJ Luxury Lush akan menjadi warming up. Session Utama party hingga pukul 01.00, event party di lanjutkan dengan kolaborasi antara DJ Riri Mestica dan Pevita Pearce sebagai penampil utama. Dalam event parti malam minggu itu, Pevita pearce akan bernyanyi mengiringi beat beat house DJ Riri Mestica, event akan bertambah seru dengan penampilan fashion Dancer di atas stage, dan MC Giri sebagai crowd control. Event Liquidholicday sabtu esok akan di tutup oleh performa dari DJ bone. Yoyok

Walikota Semarakan Chit Chat Taman KB Walikota Semarang, Hendrar Prihadi tanpa diduga mendatangi acara Chit Chat yang di gelar di Taman KB, Jl Menteri Supeno Semarang. Kedatangan Walikota sekitar pukul 20.00 WIB itu pun menambah kemeriahan Chit Chat. Beberapa anak muda langsung mengajak Walikota ke atas panggung dan duet bersama Band Dedepratama School Music yang sedang manggung. Dan, pak Walikota pun tak canggung melantunkan lagu bertajuk Separuh Aku dari NOAH. Acara Chit Chat merupakan arena hiburan anak muda di Taman KB. Sejak Jumat (21/3) acara itu

dipandu host yang kocak, yakni Teguh Hoki dan Agung Siomay. Beberapa band indie Semarang yang digandrungi anak muda, seperti Sansaka, VPA, Boss dan Caping mengguncang Chit Chat Taman KB hingga Sabtu (22/3). Mereka umumnya melantunkan lagu-lagu Iwan Fals. Acara Chit Chat hari Minggu (23/3) mengganti penampil dengan band baru yang bernuansa rock dan rege dari Komunitas Musik Kendal (Komik). Acara itu tetap dipandu si kocak Teguh Hoki dan Agung Siomay. Eric

SWARA/DOK


19

HUMANIORA

Omzet Pak Ogah Rp 6,7 Miliar! Istilah “Pak Ogah” atau “polisi cepek” tentu tidak asing bagi kita. Tidak susah mencari mereka di tengah kemacetan kota-kota besar. Tokoh Pak Ogah bisa bermacam-macam, mulai dari segerombolan anak muda, bapak-bapak, bahkan orang yang memiliki keterbatasan fisik melakukan pekerjaan ini.

P

ekerjaan mereka adalah membantu menyeberangkan atau membelokkan kendaraan roda empat dengan harapan mendapatkan uang seikhlasnya dari pemilik kendaraan tersebut. Keberadaan mereka yang selalu ada di setiap persimpangan, belokan, atau putaran jalan, memang menimbulkan pro dan kontra. Untuk beberapa kendaraan yang kesulitan berbelok atau memutar karena tidak diberi kesempatan oleh pengguna kendaraan lain, kehadiran mereka sangat membantu. Namun bagi sebagian orang kehadiran mereka menjadi sebuah gangguan karena ulah Pak Ogah inilah jalanan malah menjadi macet. Mengapa keberadaan Pak Ogah menjamur? Ini tak lepas dari karakter pengguna jalan di kota besar yang tidak rela memberi kesempatan untuk mobil lain menghalangi jalan mereka walaupun hanya untuk sekadar berbalik arah atau berbelok. Masyarakat kita tidak sabaran dan cenderung oportunis kalau berkendara. Kemacetan yang ditimbulkan karena banyaknya kendaraan pribadi serta buruknya sarana angkutan umum memang membuat pengemudi menjadi mudah stres dan cenderung tidak mau mengalah. Idealnya, bila terjadi kemacetan Polisi Lalu Lintas lah yang bertugas mengatur dan mengurai kemacetan tersebut.Namun, kenyataannya sering kali yang kita temukan malahan polisi tak berseragam inilah yang mengatur jalan. Bahkan ada polisi yang memilih duduk di posnya dan membiarkan tugasnya ‘diambil alih’ oleh “polisi cepek” itu. Omzetnya Gila! Tetapi, dibalik itu semua, ada sekelompok manusia

yang menghidupi diri dan keluarganya dari profesi ini. Mereka rela mencari rezeki di tengah teriknya mentari dan guyuran hujan, sebab yang mereka kerjakan mendapatkan hasil yang lebih besar dan lebih cepat daripada mereka harus berdagang. Bayangkan saja bila dalam sekali melintas mobil memberi mereka seribu rupiah. Misalkan dalam satu jam ada 50 mobil yang melintas, maka Rp 50.000 sudah di tangan mereka. Berapa rupiah kalau dalam dua jam, tiga jam, atau empat jam? Dalam sebuah studi, perputaran uang pak ogah di Semarang dalam sebulan diperkirakan mencapai Rp 6,7 miliar. Seorang pak ogah yang menjaga putaran minimal 3 jam, sehari bisa mengantongi Rp 150.000. Jika dihitung dalam sebulan, maka pak ogah bisa mengantongi Rp 4,5 juta. Katakanlah setiap titik rata-rata ditempati tiga

orang, nilai perputaran uang di lingkungan pak ogah tersebut cukup mencengangkan, yakni Rp 4,5 juta x 3 orang x 50 titik. Hasilnya mencapai Rp 6,75 miliar. Memang perhitungan tersebut tidak valid, tetapi secara kasat mata pendapatan pak ogah ini bisa dihitung tanpa kalkulator.

Jatah Preman Lalu apakah memang semudah itu mendapatkan uang di jalanan? Ternyata tidak. Berhadapan dengan pengguna jalan itu sendiri, preman setempat, bahkan ada yang harus menyetor ke oknum menjadi risiko yang harus mereka hadapi. Upeti yang diberikan kepada oknum kadang lebih besar daripada pendapatan mereka. Itu harus dilakukan agar mereka masih bisa

menarik keuntungan di daerah itu. Sebab apabila mereka tidak mau menyetor, masih banyak orang yang memperebutkan lahan pekerjaan mereka itu. “Paling banter saya paling bawa pulang Rp 20 ribu-Rp 30 ribu dalam sehari. Ada yang ngompas, Mas. Kalau nggak dikasih bisa gelut (berkelahi, red),” kata Malik, sebut saja begitu, pak ogah di depan PLN Jatingaleh. Itu belum lagi kalau terjadi ‘bentrok’ dengan pengguna jalan yang merasa dirugikan lantaran kehadiran pak ogah justru menimbulkan kemacetan. Di putaran Lamper Kidul (putaran Djarum, sebelah barat jembatan Banjirkanal Timur), kerap terjadi kemarahan publik lantaran penyetopan oleh pak ogah justru memacetkan arus dari Mranggen.

“Saya pernah ribut sama pak ogah di gang menuju pabrik SPD Jalan Simongan gara-gara nyetop sembarangan. Logikanya kalau mau nyetop kan kasih kode saat kendaraan masih jauh, minimal pake sempritan atau apalah. Lha ini main potong jalan pake tongkat kayu. Apa nggak mikir kalau sampe kena kendaraan yang akibatnya bikin kendaraan lecet atau pengendara motor sampai jatuh,” sungut Achmad Sya’roni, warga Semarang. Menarik menjadi permenungan kita, sebagai pengguna jalan apakah kita masih bisa bersabar di tengah himpitan kemacetan dan bobroknya sistem transportasi kita? Apa yang bisa kita berikan menghadapi situasi sosial seperti itu? Arief Firhanusa

SWARA/HASTA MS


B LAMANIA

20

Demam Piala Dunia Merembes ke Semarang

SWARA/DOK

Deman Piala Dunia sudah terasa meski pesta sepakbola akbar sejagad itu masih menyisakan beberapa bulan lagi. Sejumlah persiapan menuju acara akbar tersebut mulai menjalar di seluruh dunia.

I

nggris menjadi negara yang ikut terkena dampak demam Piala Dunia. Keikutsertaan Negara Ratu Elizabeth itu di ajang Piala Dunia membuat segenap peraturan untuk mendukung keikutsertaan Inggris diubah. Pendukung tim nasional Inggris tak perlu khawatir melewatkan pertandingan negaranya bersama fans lainnya hingga larut malam. Sejumlah pub malam di Inggris secara khusus akan menambah jam buka sampai pukul satu dinihari untuk pertandingan Three Lions di Piala Dunia 2014. Fans Inggris akan dapat menikmati pertandingan tim mereka dengan adanya kebijakan kementerian di Inggris untuk memperpanjang jam buka sampai pukul 01.00 setiap kali timnas kick off setelah pukul 08.00 pm. Seperti pertandingan pertama Inggris melawan Italia yang kick off mulai pukul 11 malam. Meskipun hanya dua jam tambahan

yang diberikan untuk pertandingan ini, para penggemar tetap bisa menikmati acara tanpa harus khawatir mendapatkan minuman mereka. Perubahan kebijakan jam buka pub malam ini diklaim untuk mengurangi kemungkinan orang yang minum secara tidak bertanggung jawab. Menurut The Sun, kementerian menyatakan bahwa Piala Dunia akan membantu untuk meningkatkan 49.000 pub dan sekitar 85.000 restoran di Inggris. Permintaan jam buka pub tentu akan banyak diminta para pengelola pub dan restaurant. Di Semarang Nah, bagaimana dengan Semarang menyambut pergelaran empat tahunan ini. Sejumlah kafe dan hotel telah mempersiapkan diri menggelar acaraacara nonton bareng. Perusahaanperusahaan apparel raksasa pun juga telah siaga. Nike, misalnya, sudah melaunching jersey resmi Piala Dunia untuk dua negara yakni tuan rumah Brasil dan Perancis. “Launching-nya sih akhir 2013 lalu, tapi sekarang (jersey-nya) sudah ready,” tutur Head Manager Nike Mal Ciputra Semarang, Agia Rafiki. “Di Semarang tersedia sejak 4 Januari lalu,” imbuh Agia. Terdapat sejumlah perbedaan dari jersey sebelumnya sehingga customer diharapkan tidak salah beli. Sebagai misal jersey resmi Brasil untuk 2014 menggunakan V neck. Selain jersey resmi, juga diluncurkan

Nike Sports Wear (NSW) kedua negara yaitu baju kasual untuk kegiatan lain mulai dari santai, press conference dan lain-lain. Untuk Piala Dunia 2014, beberapa tim besar yang menggunakan Nike adalah Brasil, Perancis, Belanda, dan Portugal. Wakil Asia, Australia juga

memilih Nike. Sementara itu, minimarket Alfamart – sebagai official partner – pun sudah pula menjual pernik-pernik Piala Dunia Brasil macam sandal, kaus, tas jinjing, mug, boneka, gantungan kunci dan sebagainya.

Cintya Herdiani

Kreator Game Pungut Untung SEPAK bola merupakan ajang pesta olah raga terbesar dunia, dimana hampir semua penduduk dunia terpusat pada yang akan di gelar di negara Samba, Brasil itu. Maka tidak heran sebagian orang ingin mencari peluang dengan menciptakan keahlian yang dimiliki dan tidak sedikit pula pengusaha memperkenalkan produk yang bisa menarik para pencinta sepak bola. Misalnya, kreator game yang membuat permainan edisi khusus ini adalah EA Sports, di pagelaran Piala Dunia 2014. EA Sports baru saja merilis trailer resmi game yang diberi nama 2014 FIFA World Cup. Ajang 4 tahunan itu menjadi kesempatan para kreator game terkenal dunia berlomba-lomba untuk membuat game itu. Rencananya game

ini akan dirilis ke pasaran pada 17 April mendatang seperti kami kutip dari marshabel, belum lama ini. Sementara, pabrikan Adidas menyambutnya dengan merilis seri koleksi retro bertema skateboarding. Sebagian besar model itu, diilhami oleh jersey saat negara bersangkutan meraih trofi Piala Dunia namun dengan desain badge sudah dimodifikasi dengan tim masingmasing skateboarder. Seri Adidas Originals Skateboarding ini memadukan jersey tim nasional bergaya retro, plus nama para profesional skateboarding ternama, seperti, Rodrigo TX (Brasil), Lucas Puig (Perancis), Benny Fairfax (Inggris), Raul Navarro (Spanyol), Lem Villemin (Jerman) dan Mark Gonzales (AS). apj


KOMUNITAS

21

S

Jika Anda hadir di pekan raya Cosplay maka anda serasa berada di Jepang , bukan di Semarang.

etidaknya itulah gambaran yang ada di benak penulis di Unnes beberapa waktu lalu. Beberapa orang berlalu lalang mengenakan kostum ala tokoh kartun dan film superhero Jepang. Terlihat sibuk merapikan pakaian yang mereka kenakan Cosplay merupakan gabungan dari kata ‘costume’ dan ‘role play’. Jika diartikan secara harfiah, maka cosplay bisa berarti berpakaian, berdandan, sampai beraksi seperti tokoh dalam anime, manga, komik, film, atau karakter video games. Di Indonesia, cosplay telah menjadi sebuah hobi yang semakin banyak digeluti. Banyak pula anggota dari forum-forum pecinta cosplay yang selalu berusaha mengikuti setiap kompetisi cosplay, baik itu tingkat lokal maupun nasional. Jika beruntung, mereka bahkan mendapat kesempatan untuk mengikuti kompetisi cosplay tingkat internasional. Setidaknya ada tiga tujuan kenapa seseorang mau menjadi seorang cosplayer (julukan orang yang melakukan cosplay). Pertama, mereka ingin menunjukkan ekspresi kecintaan pada tokoh idolanya. Kemudian seseorang yang menikmati dirinya menjadi pusat perhatian, maka ia memilih untuk menjadi cosplayer. Sementara yang terakhir adalah demi menikmati proses kreativitas itu sendiri. Sementara itu, festival atau kompetisi cosplay sendiri pertama kali diadakan di Jepang pada tahun 1978 silam. Sejak saat itu, cosplay berkembang pesat di negeri bunga sakura tersebut. Semakin lama, cosplay dianggap menjadi bagian budaya dan gaya hidup di distrik tertentu di Jepang. Orang-orang juga berani memakai kostum idolanya dan berjalan-jalan keluar rumah meskipun tidak ada kompetisi cosplay yang diikuti. Begitu setidaknya yang diyakini Alba Mariella, mahasiswi jurusan komunikasi salah satu perguruan tinggi Semarang penggila segala sesuatu yang berbau Animee Jepang ini antusias menuturkan hobinya. “Di Jepang, cosplay sudah menjadi bagian budaya dan gaya hidup mereka. Restoran cosplay juga banyak. Tetapi di Indonesia, cosplay masih menjadi hobi,” terang Alba yang tak pernah mau ketinggalan mengikuti tren cosplayer.

Cosplay

Tak Bisa Jadi Gaya Hidup Alba juga menyebutkan, meskipun hanya sebatas hobi, peminat cosplay di Indonesia dan di Semarang khususnya juga cukup berkembang pesat. Namun untuk mengubah cosplay di Indonesia dari hobi menjadi sebuah gaya hidup layaknya di Jepang, sepertinya hal itu tidak memungkinkan. “Kita masih menganggap aneh melihat orang berpakaian yang berbeda dari yang biasanya. Misalnya Anda melihat pria yang memakai kostum Naruto dan jalan-jalan di mal, pasti aneh bukan?” tutur Alba. “Saya beli bando khas tokoh animasi jepang nih, nggak tahu mau dipake kapan, tapi suka aja mengkoleksi yang ginian,” ucap Alba sambil memamerkan barang yang baru saja dibelinya di pekan raya cosplayer tersebut. Di lain kesempatan, seperti halnya juga di Expo Costplay yang diselenggarakan di di lapangan parkir GBI Gajah Mada, Jalan Gajah Mada 82-86, Kota Semarang beberapa waktu lalu, para peserta Cosplay Competition dalam acara Youth Explotion berdandan full tokoh animee Jepang. Acar- acara seperti Hellofest, Cos-Gath, J-Fest, Bunkasai, Japan Matsuri, Gelar Jepang UI masih banyak komunitas – komunitas cosplay yang kini memang tengah digandrungi anak muda. Komunitas-komunitas pecinta Jepang seperti ini adalah komunitas-komunitas yang umumnya sudah kuat, terorganisasi, punya warna yang khas (saling berbeda) dan gampang diterima. Ibarat kata, mereka sudah memiliki ‘akar’ yang kuat, karena saking banyaknya segi-segi di komunitas ini yang memungkinkan kita untuk menyukai semua keunikan tentang Jepang. Biasanya, di acara-acara gathering atau kumpul-kumpul seperti itu banyak sekali dijual aneka macam merchandise tentang Jepang, entah itu buku kebudayaan, komik (manga) asli Jepang, CD musik, film, makanan dan bermacam-macam handicraft lain yang tentu saja berhubungan dengan Jepang. Nah, di sinilah mereka yang gemar musik Jepang bisa langsung membeli CD musik Jepang, yang hobi liat film Jepang juga bisa membeli film-film Jepang. Untuk yang demen ngoleksi manga asli Jepang juga banyak yang jual, atau yang suka ngumpulin cenderamata unik kaya boneka Daruma, Maneki Neko, Teru Teru Bozu dsb, juga bisa dicari di booth-booth yang menjual barang-barang tersebut. Lengkap bukan? inilah yang dimaksud dengan komunitas ini memiliki ‘akar’ yang kuat, karena ditopang oleh banyak sekali keanekaragaman budaya, kesukaan dan hobi yang tumbuh disitu. Ini ibarat Anda membeli rumah baru yang lengkap dengan tempat tidur, TV, AC, mesin cuci, kipas angin, meja makan, dan lain-lain. Satu paket alias tidak kosong melompong. Untuk urusan ini, Jepang ternyata sangat cerdas dalam mempromosikan negaranya.

Masih Menjam u r di Semarang

Hasta MS

SWARA/DOK

SWARA/DOK


PENDIDIKAN

22

Masihkah ‘Dizolimi’ UN? Ujian Nasional atau UN adalah makhluk aneh yang hadir di dunia pendidkan. Itulah yang mungkin menghantui kalangan orangtua, pemerhati pendidikan, bahkan mungkin guru sendiri!

S

alahkah pemerintah bersikukuh tetap menggelar UN di tengah guyuran kritik tajam? Tanpa tidak bermaksud menyalahkan haluan kiri atau kanan, mari kita melihat realitas yang nyata-nyata hadir di depan mata kita sendiri. Tengok saja realitanya semenjak UN dilahirkan dari perut Mendiknas. Banyak peristiwa dan kejadian unik yang mengikutinya. Yang pertama, banyak sekolah mendadak dirundung peristiwa kesurupan massal. Mengapa baru belakangan para demit dan jin lebih suka jamaah menyurupi siswa-siswa sekolah? Dan mengapa korbannya anak-anak kelas tiga yang bersiap-siap menghadapi UN? Yang kedua, banyak doa bersama yang dihelat sekolah-sekolah. Doanya sih baik. Hanya saja perlakuaan sekolah, guru, dan orangtua yang mengiringi doa itu. Siswasiswa ditangisi bak pasukan bela negara yang akan bertempur di medan perang. Yang berikutnya. Hampir tiap hari diselenggarakan try out. Betapa tertekannya anak-anak kita dan bosannya mereka tiap hari harus menghadapi latihan seperti itu. Dulu zaman orang tua mereka nggak begitu-begitu amat! Yang berikutnya, lebih banyak mudhorotnya bagi mereka yang tak tahan uji. Dan hanya mengejar kelulusan. Cari orang pintar/dukun, cari bocoran soal UN. Pokoknya, UN menjadi momok tahunan dan seolah musuh bersama yang harus segera dineyahkan dari muka bumi. Nah, jika fakta menunjukkan prosentasenya menurun tiap

tahun, mengapa masih ngotot UN diselenggarakan? Semoga bukan karena faktor bisnis yang dipertahankan hingga UN masih saja terselenggara hingga tahun ini. Karena jika benar alasan ini yanbg membuatnya masih bercokol di tanah air, maka tak salah jika banyak pihak yang menyebut UN sebagai makhluk zolim yang mengintai dan berlindung di balik birokrat dan mekanisme sistem pendidikan. Banyak orang tua stress saat anaknya mengikuti UN. Bahkan banyak broadcast yang menyesatkan yang beredar di jejaring sosial. Dengan kalimat meyakinkan: “Kami lulus UN dengan nilai rata-rata minimal 85. Kirim pesan ini ke semua kontak BM di kamu. Jika BC ini PUTUS di kamu maka Demi Allah kamu nggak akan Lulus. Ini doa anak pelajar se Dunia … “ Tak Lagi Mutlak Menentukan Kelulusan Sejak tahun ajaran 2010-2011, UN tak lagi menjadi penentu mutlak kelulusan. Siswa SMP, SMU dan SMK kini boleh bernafas lega. Pemerintah tahun ini telah memperhitungkan nilai ulangan harian dan nilai ujian semester (nilai rapor siswa) sebagai faktor yang ikut menentukan kelulusan selain nilai UN yang selama ini menjadi momok para siswa. Sebab, nilai ulangan harian dan nilai ujian semester ikut berpengaruh terhadap kelulusan siswa. Lantaran itu, para siswa sebaiknya jangan terlena dan menyepelekan ulangan harian. Kebijakan tersebut telah diputuskan pemerintah mulai tahun pelajaran 2010-2011 sekarang ini. Perubahan kebijakan tersebut disambut baik Iwan Rahnur Cahyo, orang tua Kintan Ayla Diandra, siswa SMK 11 kelas XII. Menurut Iwan, kebijakan pemerintah tersebut telah memenuhi rasa keadilan masyarakat dan telah mempertimbangkan nilai rapor siswa selama tiga tahun sekolah.

SWARA/DOK

“Metode penentuan kelulusan siswa sudah lebih fair karena nilai rapor siswa selama sekolah ikut diperhitungkan,” katanya. Selain itu, kini tak ada lagi UN susulan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Tidak ada UN ulangan karena semangat perbaikan UN 2011 untuk menghargai proses belajar mengajar yang diikuti oleh siswa. Hal ini memberikan rasa keadilan

bagi siswa yang telah belajar keras” katanya. “Keputusan perubahan penentuan kelulusan siswa itu sudah mulai disosialisasikan kepada siswa kelas akhir. Kami juga sudah mengimbau kepada para siswa nilai apapun akan berpengaruh terhadap prestasi dan kelulusan,” ujar Eko, Guru SMP swastaEka Sakti di kawaan Banyumanik. Hasta MS

Bimbel Masih Diperlukan? Sedikit menoleh ke belakang, kegelisahan ortu murid sebenarnya mulai diaduk-aduk setahun menjelang pelaksa­naan UN. Sistem pengajaran yang selama ini diterapkan di sekolah sama sekali tidak bisa membuat mereka tenang. Pelajaran yang diberikan guru tidak dipercaya bisa mengatasi soal-soal yang muncul di lembar UN.  Karena itu, tak perlu heran jika bisnis bimbingan belajar makin tumbuh subur dan laris manis dari tahun ke tahun. Hampir bisa dipastikan, orangtua yang ingin anaknya masuk perguruan tinggi ternama lebih percaya kepada LBB daripada sekolah. Berapa pun uang yang dikeluarkan untuk belajar di LBB tak jadi soal. Wajar kalau kemudian ada LBB yang berani mematok tarif lebih dari Rp 20 juta untuk siswa SMA dengan berbagai fasilitas serta jaminan seperti lulus dan diterima di perguruan tinggi yang diinginkan. Ironisnya, guru-guru sekolah negeri yang anaknya meng­hadapi UN juga tidak ragu mendatangi LBB. Mereka ber­harap anaknya mendapat jurus-jurus jitu dalam me­ngerj­akan soal-soal UN. Loh, bukankah itu tugas mereka? Sedikit me­ngutip kritik salah seorang guru dalam sebuah seminar kom­petensi pendidik di Surabaya,

”Menjamurnya LBB bisa diar­tikan sebagai kegagalan sekolah mendidik siswa dan memberi­kan kepercayaan kepada orang tua.” Benarkah demikian? Kegelisahan lebih besar bisa saja dialami guru dan kepala sekolah. Bagi mereka, UN juga menjadi pertaruhan kredibilitas. UN juga menentukan nasib sekolah mereka, apakah tahun depan semakin diminati atau malah ditinggal­kan. Lebih jauh, UN menjadi pertaruhan. Menjadikan UN sebagai satusatunya syarat masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi, selain salah satu faktor penentu kelulusan tentunya, memang sebuah pertaruhan. Jika ingin tetap memperlakukan UN seperti itu, minimal Kemendikbud memberikan jaminan bahwa salsoal UN di­­susun secara objektif. Artinya, guru di sekolah (bukan guru LBB) benar-benar pernah dan bisa mengajarkan cara pe­me­cahan soal UN. Bila perlu, kompetensi guru di sekolah ha­rus melebihi pengajar di LBB yang selalu punya kiat jitu meng­ hadapi UN. PR besar bagi pemerintah untuk membuat sis­wa dan wali murid percaya bahwa guru di sekolah bisa me­nyelesaikan soal-soal UN. Sepele? Tapi, itulah salah satu akar permasalahannya.

Hasta MS


GADGET

23

Mati gaya tanpa gadget! Begitu seloroh manusia era teknologi saat ini. Mereka seolah merasa lebih hidup dan tak merasa sendirian walau tak ada manusia di sampingnya manakala gadget di tangan.

K

etawa-ketiwi sendiri, senyum-senyum, mengernitkan dahi, sebentar kemudian melotot dan mengumpat. Itulah representasi mimik, ekspresi seseorang yang getol memainkan gadget. Entah untuk chat, browsing, cek status, dan sebagainya.Tak jarang kita lihat saat beberapa orang berkumpul, namun mereka lebih asyik dengan gadgetnya daripada berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Sindrom “tak bisa hidup tanpa ponsel” itulah “nomophobia”. Nomophobia (no mobile phone phobia) adalah istilah baru, yang berarti ketakutan akan dipisahkannya pengguna dengan gadget kesayangannya. Istilah ini diperkenalkan oleh peneliti dari Inggris. Nomophobia, dari namanya juga bisa kita duga kalau itu sejenis penyakit yang berhubungan dengan rasa takut. Nomophobia itu adalah salah satu penyakit yang menimbulkan rasa takut, atau perasaan gelisah atau cemas jika seseorang berada jauh dari ponselnya. Penderitanya sendiri sangat kecanduan bermain gadget. Nana Apriliana, S.Psi – alumnus Universitas Kristen Satya Wacana, psikolog asal Salatiga – mengungkapkan, Nomophobia jumlahnya akan terus meningkat seiring perkembangan teknologi. “Dulu tak banyak orang bisa mengakses teknologi dan informasi. Kini hanaya dengan berbekal uang kurang dari satu juta, segala akses informasi hiburan dan kebutuhan bisa diperoleh,”tuturnya. Gadget menurutnya disebut sebagai wabah baru, telah

SWARA/DOK

menjadi semacam ‘dewa’ baru yang dipuja-puji. Hal ini menarik, karena di masa lalu, ketergantungan terhadap teknologi yang begitu masif seperti sekarang ini sama sekali tidak pernah terjadi. “Sampai 30-20 tahun yang lalu, teknologi tinggi hanya dapat diakses oleh segelintir orang. Namun, sekarang ini, hampir semua orang dapat menggunakan media sosial dari gadget mereka,” lanjut Nana. Penelitian tentang Nomohobia Nomophobia menurut penelitian menjadikan pengguna ponsel menjadi semakin tergantung dengan ponselnya dan menjadi stress atau panik atau cemas

Umur Berapa Anak Mulai Teracuni Konten Porno?

SWARA/DOK

atau gelisah jika ia berada jauh-jauh dari ponselnya, kehilangan sinyal, dan tidak memiliki pulsa. Hal ini berdampak buruk bagi si pengguna ponsel tersebut, selain sering merasa takut atau gelisah hal ini juga dapat membuyarkan konsentrasi seseorang karena yang ia pikirkan hanyalah ponsel yang dimilikinya, dan berbagai akibat lain yang ditimbulkan tergantung dari parah atau tidaknya nomophobia yang diderita. Nana apriliana S.Psi mnyebut ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah maupun mengatasi nomophobia, salah satunya adalah dengan membatasi penggunaan ponsel. Menggunakan ponsel sesuai dengan keperluan dan membatasinya. Hasta MS

Internet memang memudahkan segala hal, termasuk dalam urusan melihat konten porno. Di Inggris bahkan digelar survei untuk mengetahui di usia berapa anak-anak mulai terpapar konten tak pantas itu. Sebanyak tiga juta keluarga di Inggris mengikuti survei tersebut. Mereka mengaku bahwa anak-anaknya sudah mulai melihat kekerasan atau adegan seksual sejak usia dini, 2 tahun! “Penelitian kami menunjukkan jumlah yang mengejutkan dari anak-anak yang terpapar konten tidak pantas secara online. Ini sungguh mengkhawatirkan,” kata Marie-Louise Abretti, dari uSwitch. com yang menggagas riset tersebut. Rata-rata orang tua yang mengikuti survei tersebut mengaku bahwa sejak usia 4 tahun anak mereka sudah melihat konten porno. Sedangkan 19% di antaranya mengaku bahwa anak mereka sudah melihat konten tidak pantas sejak usia 2 tahun, dan 38% orang tua lainnya mengetahui anak mereka sudah melihat konten tidak pantas sejak umur 3 tahun. Akses internet yang kian mudah dituding menjadi biang keladi hal

tersebut. Hal ini tentunya menuntut para orang tua untuk ekstra peduli terhadap buah hati mereka. “Saat ini anak-anak tidak hanya memiliki akses ke komputer di rumah, tapi juga perangkat portable seperti tablet dan smartphone. Sehingga jauh lebih sulit bagi orang tua untuk mengawasi apa yang sedang mereka lihat,” tambah Abretti. Menurut Claire Lilley, dari sebuah organisasi nirlaba untuk menjaga anakanak di dunia maya, konten porno bisa memberkan dampak yang sangat buruk bagi anak-anak. Lebih lanjut ia menyebutkan sebuah kasus dimana bocah berusia 12 tahun melakukan pemerkosaan usai melihat film porno di Xbox. Lagi-lagi di sini peran orang tua dinilai masih kurang. Seperti dikutip dari Scotsman, Selasa (25/3/2014), untuk mencegah hal itu para orang tua dihimbau untuk rajin-rajin memerika kegiatan anaknya di komputer. Mulai dari memeriksa riwayat browser, atau menggunakan aplikasi proteksi khusus.

ajp


SOSOK

24

Renny Setiawati

Menomorsatukan Kepentingan Rakyat Dulu, Renny Setiawati takut dengan sesuatu yang berbau kematian. Apalagi harus duduk di mobil pengangkut jenazah atau ambulan. Namun kini, karena kiprahnya di dunia politik, halhal yang berkaitan dengan kematiaan, takziah, jenazah, hingga pemakaman malah akrab dengannya.

S

osok satu ini memamg peduli pada musibah yang menimpa orang lain. Saat ia mengetahui bahwa Partai Gerindra menyediakan jasa ambulan gratis bagi warga amasyarakat kurang mampu, ia pun tergerak untuk memanfaatkannya. Hampir dua hari sekali perempuan yang juga wiraswastawati ini aktif menggunakan jasa pelayanan ambulan gratis yang disediakan partainya untuk kepentingan masyarakat di lingkungannya maupun di lingkungan kerabat, atau orang dekat yang dikenalnya. “Ada saja info tentang orang yang kerabatnya, rekannya, tetangganya mengalami musibah. Tiap kali ada yang sakit, kecelakaan, apalagi orang kesripahan (meninggal, red), entah tetangga, atau tetangga teman, tetangga kerabat yang sekiranya kurang mampu, pasti saya hubungi jasa pelayanan ambulan Gerindra untu segera datang ke lokasi yang saya sebutkan. Ambulan paling dibutuhkan untuk membawa korban kecelakaan, jenazah, atau mengangkut orang sakit,” tutur Renny. Ia mengaku saat ini sudah terbiasa dan akrab dengan jok ambulan. Atau duduk di depan jenazah. “Padahal dulunya saya takut banget dengan yang namanya ambulan. Denger suara sirinenya saja miris, ngeri, dan deg-degan. Tapi kini malah akrab,”

selorohnya jujur.

Mudah Tersentuh Perempuan yang aktif di sejumlah organisasi macam PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) Kota Semarang, dan Pengurus FORMI (Federasi Olah Raga dan Rekreasi Masyarakat Indonesia) Provinsi Jateng ini mengaku bahwa berorganisasi membuatnya belajar untuk bersosialisasi dan melayani kepentingan orang banyak. Di dua organisasi tersebut dirinya telah menjabat sebagai bendahara selama 3 periode. “Ya, saya sudah menjadi bendahara PBVSI dan Formi kurang lebih 15 tahun (1 periode masa jabatan 5 tahun). Saya bersyukur saja, berarti saya dipercaya memegang tugas, mengontrol, mengawasi, dan menjaga keuangan. Bagi saya ini amanah dan tanggung jawab yang diembankan dan dipercayakan pada saya,“ tuturnya bijak. Reny yang gemar blusukan ke daerah-daerah pinggiran ini mengaku banyak mendapatkan oleh-oleh saat ikut terjun di acara bhakti sosial, baik yang digelar Gerindra maupun organisasi yang diikutinya. “Di sekitar kita memang masih banyak yang masih terlewatkan. Dari pendidikan, lingkungan yang bersih, kesehatan hingga taraf ekonomi di bawah standar layak hidup,“ ujar ibu empat anak yang kini menjabat Branch Manager PT Asuransi Kresna ini antusias. “Untuk inilah penting bagi kita mengawal, memperjuangakan, menyerap aspirasi mereka agar pihakpihak yang berkompeten mau peduli dengan nasib mereka,“ imbuhnya. Gunadi, seorang angota DPRD Kota Semarang yang menggandeng Renny untuk mencalonkan diri menjadi anggota legislatif di pemilihan mendatang menyebutkan, rekannya itu adalah sosok perempuan tangguh. “Ya, saya mengajaknya bergabung ke Gerindra karena saya sudah melihat kiprahnya,” ucap Gunadi. Bagi Gunadi, kerja keras Reny telah membuahkan hasil. “Semua putranya sudah meraih gelar sarjana, dan tiga diantaranya malah sudah mentas. Tinggal bungsu yang baru kelar studi yang belum berumah tangga. Bu Renny itu perempuan tangguh, pekerja keras, mumpuni, dan peduli, “tambah Gunadi lagi. Tanpe bermaksud melebih-lebihkan, Gunadi

juga mengakui bahwa Renny suka diajak blusukan, dan gigih memperjuangkan sesuatu yang menyentuh, mengganjal yang dilihatnya, terutama musibah yang menimpa orang. “Dan itu tanpa pamrih. Itu bawaan dari sononya. Jiwa sosial Bu Renny memang sangat tinggi,” tandas Gunadi. Gunadi terbiasa melihat Renny tersentuh melihat kesusahan orang lain saat blusukan atau bhakti sosial. Itu sebabnya Renny langsung menyusun proposal, mengawalnya hingga disetujui, demi kepentingan warga. “Beliau ini refleknya luar biasa. Begitu lihat sesuatu yang pantas ditolong, pasti beliau konsultasi sama saya. Kemudian dia susun proposal, “ ucap Gunadi seraya menyebut pengaspalan jalan berlubang di wilayah Srondol Kulon serta pembuatan talud untuk mengantisipasi longsor di kampung Kalilangse adalah bukti kengototan dan keuletan Renny memperjuangkan kepentingan rakyat banyak. Ya, sosok Renny Setiawati begitu berharga bagi rakyat. Hasta MS/ Arief Firhanusa

BioRenny Nama Renny Setiawati Suami alm. Rusmanto Anak - Titok Wijanarko, SE Akt - Okky Hertomy, ST - Maya Ayuningrum, S. Psi - Ottis Widiandra, SE

SWARA/DOK


SOSIALITA

25

Tren Sepatu Wanita Tahun 2014 Sepatu merupakan pelengkap fashion yang sangat dibutuhkan sehari-hari dalam menjalankan aktivitas, setara dengan pakaian seperti baju dan celana. Nah, seperti apa tren sepatu wanita dan pria di tahun kuda kayu ini?

A

KAN aneh rasanya jika Anda tidak memiliki sepatu, karena pada umumnya orang akan memakai sepatu minimal sekali dalam setiap harinya, misalkan memakai sepatu kerja. Terutama untuk wanita, sepatu menjadi bagian yang selalu mendapat perhatian lebih. Hal inilah yang mendorong para desaigner untuk melakukan inovasi dan ide-ide segar yang akan membuat model sepatu menjadi semakin beragam dan terus berkembang. Ada beberapa jenis sepatu wanita yang diprediksi akan menjadi tren di tahun 2014 ini. Boots Kulit Sepatu boots kulit tidak hanya dipakai oleh kaum adam, melainkan juga berkembang menjadi pelengkap busana kaum hawa. Seperti halnya sepatu boots kulit pria, maka sepatu boots kulit wanita pun fungsinya bukan hanya sebagai pelindung kaki saja, tapi lebih ke fashion dalam arti sebagai penunjang penampilan wanita. Maka tidaklah heran model sepatu boots wanita pun terus berevolusi menjadi berbagai model yang semakin bervariasi mengikuti tren dan perkembangan zaman. Model sepatu boots kulit wanita kini mulai menjadi tren adalah sepatu boots kulit wanita dengan bahan kulit sapi suede, dengan warna-warna yang berani (cerah/contrast) seperti merah dan biru. Model Flat Model sepatu ini biasa dipakai untuk aktivitas yang tidak formal seperti acara jalan-jalan, berkunjung ke rumah teman, atau mungkin ketika Anda pergi ke kampus. Ciri khas dari jenis sepatu ini adalah bagian bawah sepatu yang sama sekali tidak ada haknya.

Chunky Heel Model sepatu chunky heel diperkirakan juga akan menjadi tren di 2014. Ciri khas model ini adalah haknya yang sama seperti sepatu hak tinggi tapi memiliki ukuran yang lebih tebal. Sepatu model chunky heel ini diperuntukan

untuk Anda yang mempunyai badan cukup besar, dan Anda menginginkan memakai model sepatu hak tinggi. Wedges Shoes Model sepatu wedges shoes mirip chunky heel, tapi ada perbedaan pada haknya yaitu tidak berbentuk lancip, akan tetapi berbentu tebal dari atas ke bawah. Sepatu jenis ini cocok dipakai untuk kegiatan Anda sehari-hari. Model sepatu wanita yang diperkirakan akan meredup adalah high heels. Sepatu jenis ini merupakan model abadi dari zaman dulu hingga sekarang. Tetapi diperkirakan akan mengalami penurunan karena pasar akan jenuh dengan model ini yang sudah sering dipakai dari dahulu kala. Satu lagi trend Korea yang saat ini mewabah di Indonesia juga akan mempengaruhi tren sepatu wanita di tahun 2014 ini. Cintya

Ingin Trendi tapi Aneh KEBANYAKAN remaja khususnya di Indonesia bingung dengan fashion style mereka. Tak jarang dari mereka yang mencoba banyak aksesoris dengan niat bisa tampil keren dan trendi tetapi malah terlihat aneh. Sehingga banyak dari remaja sekarang tampil dengan seadanya saja atau hanya mengikuti penampilan artis/aktor yang sedang nge-tren saat itu. Padahal fashion yang tampak keren dipakai orang lain belum tentu terlihat keren pula pada Anda. Perubahan fashion tidak dapat dihindari, dan tentu saja harus kita ikuti kalau tidak mau dibilang ketinggalan zaman. Contohnya saja model sepatu. Dahulu sepatu sneakers amat populer dikalangan remaja walaupun sekarang masih, namun seiring pergantian tahun, banyak model sepatu yang kemungkinan akan menjadi tren tahun 2014 ini. Ada beberapa model sepatu remaja casual yang bakal ngetren di tahun 2014 ini baik untuk cewek maupun cowok Dengan harga yang cukup terjangkau tentunya, yakni hanya sekitar 150-300 ribu rupiah Anda sudah bisa tampil gaya dengan sepatu original handmade. Cintya


OT MOTIF

26

Kawasaki Pulsar,

Sosok Sangar!

Namanya Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS. Sebentar lagi motor ini seliweran di Kota Semarang!

K

awasaki Bajaj Pulsar 200NS itulah nama yang disematkan pada varian sport model nakedbike yang cukup mengguncang pasar motor Tanah Air dan membuat was-was kompetitor karena memiliki desain agresif dan memberikan kenyamanan berkendara yang proporsional dengan karakter konsumen Indonesia. Sebuah motor sport petualang yang terkesan mampu melibas berbagai medan sehingga mampu dikendarai sebagai pendamping aktifitas sehari-hari maupun untuk touring adventure. Sekilas tentang jantung pacu Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS, bahwasannya motor sport ini dibekali dengan mesin kapasitas 200 cc 1 silinder, pendingin udara ditambah 4 katup pendek stroke lengkap dengan DTS-I atau Digital Singel Busi Ignition yang notabene mengusung 3 busi dengan tujuan untuk memberikan performa yang lebih serta untuk meminimalisir tingkat konsumsi bahan bakar. Dengan mesin tersebut Bajaj Pulsar 200NS mampu menghasilkan output tenaga sebesar 17 KW @9,500 rpm dan torsi maksimum 18,3 Nm @8,000 rpm. Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS sendiri di Indonesia dipatok dengan harga sebesar Rp 23,2 juta On The Road JABODETABEK dan ditawarkan dalam 3 pilihan warna yakni warna kuning, merah, hitam. Spesifikasi lengkap Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS adalah sebagai berikut:

Mesin

Tipe: Pendingin cair, 4-tak tunggal Maksimum Power: 17kW(23.1ps)/9,500rpm Torsi Maksimum: 18.3n.m(1.8kgf.m)/8,000rpm Karburator: UCAL UCD33 Diameter x Langkah: 72x49mm Sistem Pengapian: CDI Perbandingan Kompresi: 11.0 : 1

Rangka

TREN KNALPOT NDINGKLUK Awalnya, tren knalpot ndingkluk ini berasal dari para drifter di Negeri Gajah Putih Thailand. Tapi kalau para pecinta otomotif nongkrong di kawasan Jalan Pahlawan Semarang, sudah banyak mobil-mobil kawula muda yang mulai nglirik tren knalpot model menjura ini. Dan memasangnya di badan mobil mereka. Memang tren di dunia otomotif tak akan pernah habis. Selalu ada yang baru dan in. Seperti halnya knalpot, meskipun komponen tersebut hanya sebagai jalur buang gas. Selama ini tren ujung knalpot (tail pipe) lebih banyak bermain di bentuk saja. Ada bulat, kotak, pipih, elips dan sebagainya. Maksudnya tentu saja untuk mendongkrak tampilan mobil dari belakang. Kini ada tren bentuk ujung knalpot yang berbeda. Tren knalpot kali ini bukan ada di samping. Posisinya tetap di belakang, namun ujungnya menghadap bawah. Bentuk pipa penyaluran gas buang hadap bawah ini terpantau pada mobil-mobil peserta Formula Drift (FD) di Thailand beberapa waktu lalu. Selain gaya, tail pipe bangkok ini membuat asap knalpot tak langsung diterima oleh pengendara yang ada di belakang. Bikers yang ada di belakang mobil dengan

knalpot model ini tentu saja tak lagi musti uring-uringan dihujani asap hitam knaplpot mobil didepannya. Pasalnya kaki, badan atau muka tak langsung ‘dibedaki’ asap knalpot. Panas asap sih tetap terasa tapi sedikit berkurang. Selain itu, menurut Indra Permana, pria asal Surabaya yang sudah menetap tiga tahun di Srondol, Semarang ini mengaku sudah jatuh cinta pada model knalpot menunduk ini sejak temannya menawari agar mobil Daihatsu Terrios miliknya memakai knalpot model hadap bawah ini. “Saya rasa idenya bagus, degan begitu saya tak lagi harus memberi hadiah asap langsung ke pengendara lain yang berada dibelakang saya. Jadi malah lebih toleran,” aku Indra mencoba bijak. Meski sama-sama knalpot menghadap bawah tapi

Suspensi Depan: 37mm telescopic fork Suspensi Belakang: mono shock Rem Depan: single 280mm petal disc Rem Belakang: single 230mm petal disc Ban Depan: 100/80-17m/c 52p (tubeles) Ban Belakang: 130/70-17m/c 62p (tubeles) Panjang x Lebar x Tinggi: 1,965 mm x 810 mm x 1,055 mm Jarak Poros Roda: 1,360mm Jarak ke Tanah: 805 mm Berat: 145kg Kapasitas Bensin: 12 liter Trail: 85mm

Arief Firhanusa

terdapat banyak varian bentuk ujungnya. Ada yang biasa saja, maksudnya pipa knalpot langsung menghadap bawah, namun ada juga yang dibuat seperti bersekat layaknya cangkang keong. Mengenai penempatan juga beragam, ada yang lebih senang dibuat keluar bodi, namun tak sedikit pula yang rata dengan bodi belakang atau justru sedikit di dalam. “Saya lebih senang keluar bodi. Lebih menarik dilihat,” timpal Indra lugas. Hasta MS


Lumpia JEMPOL 081901460677

27

DHAHAR

Anda perokok dan perlu ‘habitat’? Datanglah ke Mukti Café. Di mana itu? Di ujung Jalan Kranggan itu loh!

S

udah hampir dua bulan ini, para penikmat rokok khususnya di area Semarang dimanjakan oleh kehadiran Cafe Mukti. Kafe yang terletak di ujung timur Jalan Kranggan ini memang sengaja dibangun untuk menjadi wadah bagi para pecinta tembakau. Sebelum terbentuk, kafe tersebut dulunya adalah toko tembakau. Agung, sang pemilik, berinisiatif membuat sebuah tempat yang bisa digunakan untuk menikmati tembakau sekaligus ngopi. Untuk mewujudkannya, Agung menggandeng Radika di bagian operasionalnya. Radika sendiri adalah seorang pecinta tembakau, alias perokok. Awal perkenalan mereka adalah ketika Radika mencari tembakau dan sampai di tempat Agung. Mencium gelagat baik, Agung mengajaknya untuk mengelola kafe yang saat itu masih sebatas angan-angan di kepalanya. Dengan senang hati pria berusia 28 tahun tersebut menerima tawaran dari sang pemilik toko karena baginya tembako adalah hidup. Berawal dari sana, tempat yang dulunya berfungsi sebagai toko tembakau, kini berubah total nafas serta interior. Terdiri dari

Cewek pun Ada Tak hanya diminati kaum pria, Cafe Mukti juga menarik minat para wanita baik penikmat tembakau maupun yang bukan “mampir” semata. Selain Radika, ada juga Encis, seorang wanita yang juga penikmat tembakau. Tugas Encis menjadi guide wisata bila ada tamu asing.

Cafe Mukti

Tempat Kongkow Pecinta Tembakau dua lantai, Cafe Mukti bisa dibilang cukup luas. Selain dapat menikmati aneka rupa tembakau, di sana kita juga bisa menambah pengetahuan mengenai macam-macam tembakau baik dari dalam maupun luar negeri. Menjadi satu-satunya kafe tembakau di Semarang tak menyulitkan mereka mencari pengunjung. Dengan sendirinya para pecinta rokok hilir mudik memenuhi setiap ruang yang tersedia. Beberapa pengunjung terlihat asyik mengobrol sembari menikmati aroma tembakau dari rokok yang mereka hisap. Beberapa lainnya terlihat sibuk menikmati rokok sembari bermain catur.

Encis sendiri sudah lama berhenti merokok dan beralih ke cangklong. Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai tentor di salah satu bimbingan belajar tersebut bercerita mengenai kecintaanya dengan tembakau. Bila ditanya mengapa, dirinya pun tak bisa menjawab, bingung. “Apa ya, susah dikatakan, “ ujarnya. Baginya, tembakau itu sayuran favorit, seperti pernah dikatakan Frak Zappa. Zappa adalah seorang komposer, gitaris, penyanyi, sutradara film, asal Amerika Serikat. Sering menciptakan lirik-lirik satire, semasa hidupnya ia menghasilkan lebih dari 60 album.

Rere


WINGIT

28

Suster Ngesot di

SMA 1 Semarang Suster ngesot yaitu hantu berbaju suster. Jalannya sambil ngesot. Dalam sejarahnya tidak ada yang bisa menentukan asal usul suster ngesot, tetapi ada beberapa informasi dari mulut ke mulut di masyarakat yang kemudian dipercaya sebagai sejarah adanya suster ngesot.

H

antu suster ngesot dipercaya oleh masyarakat sebab adanya cerita atau sejarahnya, pertama ceritanya di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo, Jakarta, sebab di tempat itu ada seorang suster yang meninggal secara tidak wajar. Mitos lain mengenai suster ngesot dari daerah Jawa Barat, yaitu di suatu tempat panti jompo ada seorang suster suster cantik keturunan Belanda bernama Norah dan dia mempunyai ilmu gaib, karena kemampuannya itulah dia manfaatkan untuk membunuh semua penghuni yang ada di panti dengan alasan balas dendam pribadi masa lalu. Di Semarang pun ada kisah tentang suster ngesot ini, yakni di SMA 1. Sudah menjadi rahasia umum, SMANSA – begitu kalangan SMA Semarang menyebutnya – dikenal sebagai tempat penuh misteri. Sebelum mengupas ‘suster’-nya, mari kita telisik dulu struktur sekolah ini dari berbagai sudut. SMA Negeri 1 Semarang konon termasuk sekolah terbesar se-Asia Tenggara, dengan luas kompleknya 4.250 meter persegi, alias lebih dari 4.2 Ha, dan

dilengkapi dengan seabrek fasilitas ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937. Memiliki dua lantai, dan orientasi bangunan ke arah timur, kompleks bangunan sekolah ini terdiri dari bangunan utama (kantor) dan bangunan sayap (ruang kelas). Di SMA ini dulu banyak orang Belanda yang bersekolah, bahkan hingga kini lulusannya (yang tentu saja sudah berusia lanjut) masih suka datang ke sana hanya untuk sekadar mengenang masa lalu. Tak heran, bangunan SMAN ini dibiarkan masih sesuai aslinya.

Penuh Misteri Hanya saja, di balik gedung tua yang penuh dengan sejarah kemerdekaan Indonesia ini terdapat pula kisahkisah horor yang hingga sekarang masih dipercayai, terutama oleh warga sekitar. Penduduk di sekitar Mugas bercerita, legenda paling sohor di SMA 1 adalah “suster ngesot”, tetapi ternyata masih banyak cerita lain yang melingkupi. Selain terdapat pohon besar di dekat mushola yang – lagi-lagi menurut cerita, dan belum terbukti kebenarannya – dihuni semacam gendruwo, ada misteri lain di kelas X-8, kelas yang terkenal angker karena konon terdapat kuntilanak merah. Di sekolah tersebut juga terdapat kolam renang yang sudah tidak terpakai. Konon bila memasuki kawasan ini harus meminta izin dengan memberikan sesaji. Tidak boleh seorang pun yang boleh memasuki tempat ini tanpa izin. Tempat ini adalah tempat paling angker di SMA 1. Di sanalah terdapat pintu menuju terowongan yang menghubungkan SMA 1 dengan lawang sewu. Titik lain yang dipercaya menyimpan misteri adalah lorong lelembut, yaitu jalan antara aula kecil menuju parkiran. Daerah tersebut dikenal paling angker setelah kolam renang. Juga ada ruang musik yang setiap malam terdengar suara alat musik walaupun ruangannya terkunci. Nah, di mana kisah tentang suster ngesot berasal. Tak lain di koridor tengah (depan ruang sejarah)! Menurut seorang lulusan SMA 1, sebut saja Zuraida, legenda

suster ngesot berasal dari sebuah kisah tentang seorang suster yang kerja di Rumah Sakit Tentara. Suatu hari, dia diperkosa oleh seorang tentara Jepang. Diperkosa sampai berdarah-darah, ia dia ngesot dari ruang kelas X.8 sampai koridor sejarah yang lantainya kuning di lantai dua itu. Makanya, di X.8 ada kuntilanak merah yang bisa saja merupakan jelmaan suster ngesot. Diyakini, apabila berpapasan dengan suster ggesot, katanya seluruh tubuh akan kaku tidak bisa bersuara maupun bergerak. Baru setelah hantu tersebut lewat, mereka yang berpapasan tersebut mampu menguasai dirinya kembali. Beberapa orang mengakui pernah melihat sesosok tubuh seperti suster ngesot, tetapi tidak pernah jelas terlihat. Masih di koridor ruang sejarah. Koridor yang letaknya di lantai dua di tengah-tengah gedung utama SMANSA ini ubinnya kuning, dan ubin yang di pinggir warnanya hitam. Dipercayai, jika malam-malam kita menginjak ubin warna kuning, maka kita bakal mengganggu barisan prajurit yang lagi baris di situ. “Tapi itu kayaknya Cuma kabar burung. Soalnya temenku pernah ada yang nyoba nginjek ubin kuning malem-malem sekitar jam 2 dan nggak ada apa apa,” sebut Zuraida. Pohon Dekat Mushola Keangkeran SMA 1 juga terdapat di pohon gede dekat mushola. Seorang mantan siswa SMA tersebut, Yulfarida menuturkan, ia pernah diganggu ‘warga’ pohon tersebut saat berolahraga. “Waktu itu saya masih kelas satu. Saat pelajaran olahraga dan kami pemanasan lari mengelilingi lapangan sepakbola, kami melewati pohon tersebut. Nah, saat melintasi daerah pohon tersebut sampai gawang, tibatiba ‘dia’ mengganggu! Fitri (teman Yulfarida) yang di belakang saya tanya, waktu lewat pohon gede tadi saya denger suara apa nggak. Lalu saya tanya, ‘suara apa?’ Dia bilang, pas lewat pohon tadi dia denger suara cewek ngomong ‘Ayo, cepet! Cepet!” Imbuh Yulfarida.

Hasta MS


29

Suamiku Tak Mengakui Anak yang Kukandung Tak seorang pun wanita menginginkan kehidupan sebagaimana yang aku alami saat ini. Aku merasa sebagai orang paling menderita di dunia. Dalam kondisi hamil tua, tanpa harta, aku ditinggal pergi oleh suamiku, Krisnaji.

A

wal perkenalanku dengan Krisnaji memang baru hitungan bulan saja, meski demikian kami sudah saling mencintai. Tak kuhiraukan perkataan orang yang mengatakan Kris adalah pria yang gemar kawin cerai. Menurutku ia pria terbaik yang pernah kukenal. Ketika kutanyakan perilaku kawin cerainya, Kris mengakui. Diceritakan juga detil keempat

perkawinannya yang kandas di tengah jalan. Krisnaji mengakui, semua perkawinannya kandas karena kesalahannya yang tidak bisa membina istri-istrinya dengan benar. Denganku, Krisnaji menginginkan bisa menjadi perkawinan terakhirnya. Aku demikian terharu mendengar tutur ceritanya, ia menginginkanku menjadi kekasih sekaligus istri untuk selamanya. Krisnaji adalah pedagang di beberapa mall di Semarang, Magelang, dan Jogjakarta. Di tokonya, ia menjual telpon handphone berikut asesorisnya. Tokonya cukup ramai karena letaknya selalu di sudut, jadi punya dua sisi pandang yang baik. Ia belum terlalu tua. Di usianya yang baru 45, penampilannya bak anak muda. Ia kerap mengenakan kaos tanpa kerah, celana jins serta dan bersepatu kets. Perawakannya cukup bagus. Wajahnya tenang mencerminkan kematangan seorang lelaki. Kami bertemu di salah satu konternya di mall Simpanglima saat aku ingin menukar ponsel lama dengan baru. Kami berbincang cukup lama. Kubeli sebuah ponsel dengan diskon yang cukup menggiurkan. Saat itu pula ia menanyakan nomor ponselku, katanya ia akan membuat data base untuk pelanggannya. Selang sehari setelah kubeli ponsel itu ia menelponku dan menanyakan apakah ada gangguan di ponsel baruku tersebut. Ia juga menawarkan beberapa aplikasi tambahan secara gratis. Tentu saja tawarannya tersebut kusambut baik. Tanpa menunggu lama, sore itu pula kusambangi lagi konternya untuk menagih janji. Selesai menjelaskan semua menu di ponselku, Krisnaji mengajakku makan malam, karena memang jam sudah menunjukkan pukul 20.00. Maka kuterima ajakannya untuk makan berdua di gerai pedestrian Simpanglima. Sejak pertemuan itu, kami sering berkirim SMS atau bertelepon. Sering ia memintaku untuk datang dan bertemu di tokonya. Dalam lima bulan, ia telah melamarku untuk menjadi istri terakhirnya. Segera kusampaikan lamaran itu pada orang tuaku. Ayah dan ibuku tak terlalu setuju, karena beda usia kami terlampau jauh. Usiaku baru 25 tahun. Saat itu aku bekerja sebagai tenaga pembukuan di distributor alat-alat rumahtangga. “Pikir dulu, Nur, atau jalani dulu masa perkenalan ini hingga minimal setahun,” nasihat ayahku. Tapi sudah bulat tekadku untuk menikah dengan Krisnaji. Aku berkeras menikah sesegera mungkin, karena aku dan dia sudah kerap melakukan hubungan intim. Krisnaji telah mengambil keperawananku. Akhirnya kami menikah dengan perayaan yang sederhana sesuai keinginan Krisnaji, karena menurutnya, ia sudah tua untuk mengadakan resepsi yang meriah. Akhirnya kami hanya melakukan Ijab kabul di sebuah mesjid dekat tempat tinggalku di kawasan Jalan Wolter Monginsidi. Ayah dan ibu bahagia karena di pesta pernikahan sederhana itu, Krisnaji SWARA/DOK

memberikan mas kawin berupa uang tunai sebesar Rp 10 juta beserta beberapa gram perhiasan emas. Bukan uang sedikit bagi kami. Ibu memelukku dan berbisik bahwa Krisnaji adalah suami yang baik karena menghadiahiku uang sebesar itu. Segera uang itu kubagi untuk ibu dan ayah masing-masing Rp 2,5 juta, sedangkan aku sendiri menyimpan Rp 5 juta. Setelah menikah, aku tinggal di rumah kontrakan. Alasan Krisnaji agar dekat dengan tokonya. Sedangkan Krisnaji kerap mengunjungi toko lainnya hingga meninggalkanku selama tiga sampai empat hari dalam seminggu. Sejak menikah, aku berhenti bekerja. Hingga kerjaku hanya menunggu Krisnaji pulang atau berkunjung ke tetangga sebelah untuk ngobrol menghilangkan kebosanan. Delapan bulan setelah pernikahanku, Aku hamil dan segera kukabarkan berita baik tersebut kepada Krisnaji dan keluargaku. Ayah dan ibu amat bersuka cita, sedangkan Krisnaji menyambutnya dengan sangat biasa. Namun begitu ia memintaku menjaga kehamilan dengan baik. Setiap hari kuelus perutku yang makin membuncit dengan penuh perasaan bahagia. Namun saat aku terlena dengan kebahagiaan kehamilanku, sebulan setelah Krisnaji mengetahui aku hamil, ia jarang pulang ke Semarang. Malah ia mulai memberi uang hanya cukup untuk keperluan seminggu. Kukeluhkan masalah keuangan tersebut padanya, namun ia malah membentak dan memakiku dengan kata-kata kotor, “Perempuan bangsat, perempuan jalang, anak siapa yang kau kandung? Empat kali aku kawin tak seorangpun istriku hamil. Dasar pelacur!” Teriaknya. Bagai disambar petir aku mendengar ucapannya. “Tentu saja ini anakmu, anak kandungmu. Sumpah, demi Tuhan. Ini anak kandungmu!” Ujarku tak kalah lantang. Krisnaji menamparku seraya berteriak, “Pelacur jahanam, katakan anak siapa yang kau kandung!” Disumpah pocong pun aku mau, karena memang anak yang kukandung ini adalah darah dagingnya. Tak seujung rambutpun aku pernah bersentuhan dengan pria lain, kecuali Krisnaji. Aku teramat mencintainya. Namun hal itu tak berarti apa-apa, karena sejak saat itu ia pergi meninggalkanku. Kudatangi tokonya, menunggunya hingga berhari-hari, namun ia bagai hilang ditelan bumi. Kepada karyawan tokonya, kuadukan deritaku, namun mereka hanya diam. Tak kurang menderitanya kedua orang tuaku. Mereka mencoba bertanya tentang anak yang kukandung. Kalap aku mendengar pertanyaan tersebut, dengan berteriak keras sambil memukuli perutku yang makin membuncit kuteriakkan bahwa aku mengandung anak Krisnaji. Aku tak tahu kemana Krisnaji harus kucari. Aku bahkan mendengar toko ponsel miliknya di kawasan Simpanglima telah dijual ke orang lain. Aku menjual seluruh barang yang ada di rumah untuk membiayai kebutuhan hidup. Aku tak tahu harus tinggal di mana setelah masa kontrak rumahku selesai. Ayah dan ibu malu pada tetangga sekitar rumah. Para tetengga bergunjing, aku ditinggal pergi suami saat hamil karena aku dihamili laki-laki lain. Masya Allah …. Dua bulan lagi aku melahirkan, sementara aku tak lagi punya uang. Barang berharga di rumah sudah kujual untuk menutupi biaya hidup sehari-hari. Sering terlintas dalam benakku ingin mengakhiri hidup bersama anak yang kukandung. Kesalahan apa yang pernah aku lakukan di masa lalu, hingga harus menjalani derita hidup seperti ini.

Berdasarkan penuturan Nur Hidayah, berharap cerita ini dibaca suaminya, Krisnaji


PASAR YAIK

www.kliksiska.com

Telp: 024-70308001, 0878 3299 7001 Lihat stok langsung dari hp Anda Lihat omset langsung dari hp Anda Lihat laba rugi langsung dari hp Anda atau Android Ready

Dapatkan Upgrade Versi Terbaru “ GRATIS ” ** ** SYARAT DAN KETENTUAN BERLAKU

30


31

NAMPANG Kantor Anda, kampung, sekolah, organisasi, kelompok, atau keluarga Anda punya acara? Kirimkan foto beserta keterangannya ke redaksi SWARA, Jalan Wahid Hasyim 125-127 (Kranggan) Semarang, atau e-mail swarabanget@gmail.com. Foto yang dikirimkan pose santai tapi tidak diperbolehkan melanggar norma kesusilaan.

Adik Reyka dan Salza nampang bersama ibunda Ikha di rumahnya

Keluarga besar RT 03/RW IX, Villa Krista, Gedawang, Banyumanik, Semarang berpiknik di obyek wisata Siwarak, Kabupaten Semarang

Kontingen rebana MA Al Irsyad Gajah dalam acara HUT TNI di Kodim 0716 Demak

Wisata nyemplung kali alumni SMA 1 Mijen angkatan 2009, di Kali Oyo, Gua Pindul, Gunungkidul, Jogja

Wisata religi Banjarsari Motor Club dalam acara “tiga wali bulan Suro�

Acara pelepasan siswa kelas 6 angkatan 2012-2013 SDN Gajah 1, Demak


GAMBANG SEMARANG

32

Menjelajahi Tempo Doeloe

Lewat Toko Oen Jika Anda bertandang ke Semarang, jangan lupa mampir ke Toko Oen, di Jalan Pemuda 52, tepat di jalur sibuk kota Semarang. Resto ini wajib Anda kunjungi bukan hanya karena rasa kulinernya lezat, melainkan juga menawarkan suasana tempo dulu.

T

oko Oen adalah sebuah bangunan kuno yang merupakan warisan bersejarah dari masa Hindia Belanda. Unik, indah, dan nyaman adalah kesan yang akan Anda dapatkan saat memasuki ruangan resto. Toko Oen menyajikan beragam makanan mulai dari appetizer hingga dessert. Harga makanannya cukup terjangkau dengan porsi besar. Resto ini menyediakan beragam kue kering dan roti yang nikmat dengan rasa yang berbeda dari umumnya. Di sini Anda dapat mencicipi kroket, risol, lumpia goreng, bitterbalen, poffertjes, dan calamari. Kue yang tersedia di Toko Oen adalah amandel yaitu bakpia kering berisi kacang dan gula, kaastengel yaitu kue keju kering, kattetonge yaitu roti putih telur, kue lidah kucing, serta beragam kue-kue kering yang memikat mata dan selera. Jangan sampai lewatkankan pula lezatnya es krim yang diolah dengan alat tradisional. Tersedia berbagai macam rasa, vanilla, cokelat, kopi, serta berbagai buah-buahan dengan rasa yang unik. Es krim tersebut disajikan dengan kue lidah kucing, toping sirup, serta buah-buahan. Harga es krim tersebut mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 30.000. Resto Toko Oen juga menyajikan beragam menu khas Indonesia. Andalannya adalah nasi goreng, sate, gado-gado, atau tahu campur. Gado-gado biasa dengan

porsi yang besar dimana di atasnya ditaburi potongan kerupuk. Apabila perut Anda masih belum puas maka dapat mencicipi poffertjes, sebuah makanan khas Belanda berupa pancake dengan bentuk bulat kecil dan ditaburi gula bubuk. Tersedia dua macam rasa poffertjes, poffertjes cokelat yang ditaburi meses cokelat dan poffertjes keju yang ditaburi keju parut. Menu resto barat yang perlu Anda cicipi adalah chicken cordon blue dengan porsinya cukup besar dalam piring dengan sayuran dan kentang. Chicken cordon blue digoreng tepung hingga renyah, di dalamnya Anda akan mendapati keju yang sudah agak meleleh. Chicken cordon blue di Toko Oen tidak menggunakan daging asap. Makanan khas Toko Oen lain yang terkenal enak adalah bistik hamburg, cordon blue, bestik lidah, inner schnitzel, dan kakap ala meuniere yang begitu nikmat di lidah.

Pada Awalnya Katering Biasa Toko Oen adalah toko roti dan kue pertama di Yogyakarta yang berdiri tahun 1922. Berikutnya menyusul dibuka di Semarang, Malang, dan Jakarta. Akan tetapi, tahun 1958 Toko Oen di Yogyakarta dan Jakarta ditutup, sementara yang di Malang dibeli seorang pengusaha. Kini hanya tersisa Toko Oen di Jalan Pemuda 52, Semarang. Toko Oen di Semarang telah berdiri sejak 1936, bangunannya bercat putih dengan kaca besar dan pintu kayu yang masih lekat nuansa klasik. Toko Oen dibangun dengan model jendela dan atap melengkung tinggi meniru desain yang popular di Eropa abad ke-19. Interior bangunannya masih asli ditambah langitlangit yang tinggi dan digantungi lampu-lampu elegan. Furniture resto ini juga menarik karena dilengkapi sebuah mesin kasir tua, jam kayu kuno besar, dan sebuah piano kuno berwarna hitam. Suasana ruangannya

menenangkan berpadu dengan lagu-lagu klasik yang mampu membangkitkan nostalgia. Tepat di depan pintu masuknya terpampang etalase dan toples kaca besar berisi kue-kue kering. Pekerja di Toko Oen merupakan keturunan terdahulu dari pekerja di toko ini. Tukang masak, pelayan, penjaga toko roti, hingga penjaga pintunya rata-rata merupakan generasi ketiga pendahulunya. Mereka mengenakan setelan baju dan celana putih ala koki umumnya. Sejak dulu Toko Oen merupakan tempat makan orang-orang Belanda. Bahkan hingga kini pun toko ini tetap menjadi tujuan wajib wisatawan asal Belanda yang datang ke Semarang. Kisah restoran tua ini dimulai tahun 1922 di Yogyakarta saat seorang ibu rumah tangga bernama Liem Gien Nio menyalurkan keahliannya membuat makanan dan aneka macam panganan khas Cina dan Eropa. Ia pun kemudian membuka jasa katering dan menjualnya dengan pelanggan rata-rata kalangan orang Cina dan Belanda di kota Yogyakarta. Lantaran masakannya gurih, maka tak heran usahanya berkembang dan berlanjut dengan membuka Toko Oen di Semarang, Malang, dan Jakarta. Akan tetapi, keterbatasan anggota keluarga yang bersedia mengurus Toko Oen membuat Toko Oen di Jakarta dan di Yogyakarta tutup. Sementara yang di Malang dijual pada pihak lain. Uniknya Toko Oen di Semarang tesebut justru berevolusi dari toko roti, kemudian menjual minuman. Berdiri di warung sederhana, hingga akhirnya menjadi restoran lengkap berupa toko roti dan kue sekaligus toko es krim. Saat ini Toko Oen Semarang dikelola oleh Yenny Megaputri, salah satu cucu dari Ibu Liem Gien Nio. Apabila Anda berjalan-jalan ke Belanda maka Toko Oen juga membuka pintunya di kota Delft dan Den Haag yang berdiri tahun 2000.

Cintya Herdiani


SWARA SEMARANG